BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Jika dipertanyakan bagaimana keadaan pendidikan di Indonesia pada abad ini, jawabannya sangat jelas yaitu pendidikan di Indonesia sudah berkembang dengan pesat. Sarana dan Prasarana untuk kita mencari ilmu di Indonesia terdapat di mana ± mana. Sekolah ± sekolah seperti sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah menengah kejuruan, college, kuliah ± kuliah dan yang lain ± lain seperti bimbingan belajar juga sudah tidak dapat dihitung lagi banyaknya. Kemudahan kita dalam menuntut ilmu sebanyak ± banyaknya ini merupakan berkat dari para pahlawan pendidikan yang telah berjuang dengan keras yang salah satunya bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, dan pelopor bagi bangsa Indonesia. Baginya pendidikan bukanlah tujuan, melainkan media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batin. Sebagai wujud dari upayanya

kemudian diikuti . Dalam hubungan yang pertama. Sekolah pertama yang didirikan adalah Taman Indria dan kursus guru. Ing Madya Mangun Karsa. tugas sebagai rakyat. Kesembilan poin penting itu adalah kekuatan rakyat. Taman Guru (Sekolah Pendidikan Guru). Dalam hubungan yang pertama. penerimaan perbedaan. dan persatuan pengajaran. dan lain ± lain. bersandar pada kekuatan sendiri. sistem pengajaran kerakyatan. antara pendidikan dan kebangsaan. yaitu pendidikan dan penghidupan rakyat dan pendidikan dan kebangsaan. menyatakan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa di Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara mengajarkan tentang Tri Pusat Pendidikan yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha. Dari sini berkembanglah kemudian aneka satuan pendidikan di Tamansiswa. tidak diperintah. antara pendidikan dan penghidupan rakyat. Taman Dewasa (Sekolah Menengah Pertama).dalam mewujudkan pendidikan Indonesia adalah dengan lahirnya Tamansiswa di Yogyakarta yang sampai saat ini masih berdiri. Pronowidigdo. dan Tut Wuri Handayani yang sangat berpengaruh pada watak dan kepribadian anak pada saat itu dan sekarang sebagai semboyan pendidikan kita. Ki Hajar membagi pendidikan ke dalam dua hubungan. terdapat Sembilan poin penting yang ia ajukan. dan Sarjanawiyata (Perguruan Tinggi). Taman Madya (Sekolah Menengah Kejuruan). kemerdekaan manusia. mendidik anak adalah mendidik rakyat. Pada 3 Juli 1922 Ki Hajar bersama Sutatmo Surjokusumo. Taman Muda (Sekolah Dasar). Sujoputro. yaitu Taman Indriya (Taman Kanak ± kanak).

Banyak rintangan ± rintangan yang dilalui dalam memajukan pendidikan di Indonesia yang pertama kali bermula di Yogyakarta dan sampai sekarang dapat dilihat sebagai pendidikan yang sangat maju dan dapat mencapai taraf internasional. Sudah menjadi tujuan pendidikan untuk meningkatkan mutu bangsa Indonesia agar cerdas dan berakhlak mulia tanpa membeda ± bedakan agama etnis. Siapakah Ki Hajar Dewantara itu? 2. suku. yang didasarkan pada nilai ± nilai kemerdekaan yang asasi. Bagaimana Tamansiswa? 3.2 Tujuan Penelitian . status ekonomi dan sosial. Setelah itu diikuti dengan pendirian Taman Madya.dengan pendirian Taman Muda. Prasarjana. dan Sarjanawiyata. adat. budaya. Taman Guru. Bagaimana upaya Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia? hubungan antara Ki Hajar Dewantara dengan 1. Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan maka dapat dilihat ada beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam karya tulis ini adalah : 1. dan Taman Dewasa.

4 Metode Penelitian Metode yang digunakan penulis pada penelitian dan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut : Metode Kepustakaan y . 1. y 1. agar dapat dijadikan pengalaman dalam membuat karya ilmiah dan dapat mengetahui dan memahami Ki Hajar Dewantara dengan Tamansiswa yang membantu kemajuan pendidikan di Indonesia.3 Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah: Bagi penulis. agar bermanfaat untuk menambah wawasan tentang sejarah Ki Hajar Dewantara membantu memajukan pendidikan Indonesia melalui Tamansiswa dan sebagai bahan referensi. y Bagi pembaca. y Bagi ilmu pengetahuan. agar mengetahui tentang Ki Hajar Dewantara dan Tamansiswa yang telah membantu kemajuan pendidikan di Indonesia.Tujuan penulis dalam membuat karya tulis ini adalah untuk mengenal lebih jauh Ki Hajar Dewantara dan hubungannya dengan pendirian Tamansiswa serta upaya Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia.

disimpulkan. 429 SM-346 M) Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman. y Metode Analisis Data Data dan informasi yang penulis kumpulkan dari berbagai sumber tersebut kemudian di analisis. seperti media elektronik yaitu internet. 106 H. dan media cetak yaitu bukubuku yang sesuai dengan tema yang dibahas. 1. dan diuraikan dalam karya tulis ini. pengarang Kitab Kalilah dan Daminah.5 Landasan Teori Pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesemurnaan. filosof Yunani. (Plato.143 H) .Penulis mendapatkan sumber data dari berbagai informasi media. dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani. y Metode Deskriptif Setelah data dianalisis kemudian digabungkan. (Ibnu Muqaffa.

1712-1778) Pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain (Langeveld. (Rousseau. filosof Swiss. 1712-1778 M) Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak. Pendidikan membantu perkembangan masing ± masing dari akal dan jasmani manusia dalam pencapaian peradaban yang tinggi dengan tujuan agar manusia pandai dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. . tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa. filosof Prancis. akan tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa.Pendidikan ialah pembekalan diri kita dengan sesuatu yang belum ada pada kita sewaktu masa kanak-kanak. ahli pendidikan bangsa Belanda) Pendidikan adalah pembekalan diri pada setiap manusia yang dibutuhkan saat telah menjadi dewasa. (Jean-Jacques Rousseau.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful