KATA PENGANTAR Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena

berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami membahas “PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN USAHA MENENGAH” Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai masalah pemberdayaan koperasi,usaha mikro,kecil dan usaha menengah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam proses pendalaman materi, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan :kepada para dosen yang tidak henti-hentinya memberikan bimbingan kepada kami.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Makassar,31 mei 2011 Penyusun

Arham E51107004

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN i 1 2

BAB II.PEMBAHASAN A.Kondisi umum B.Program pemberdayaan koperasi,usaha kecil,menengah dan mikro C.Rencana Program Pemberdayaan Koperasi,usaha kecil ,menengah dan mikro BAB III.KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA .

USAHA MIKRO. adil dan sejahtera.BAB I PENDAHULUAN PEMBERDAYAAN PEMBERDAYAAN MENENGAH EKONOMI RAKYAT MELALUI PROGRAM KOPERASI. Selanjutnya saya juga mengucapkan selamat pada jajaran pers dan media massa Indonesia yang saat ini merayakan “Hari Pers Nasional” dengan harapan semoga pers dan media massa nasional tetap jaya dan mampu berkarya nyata mendorong Indonesia yang aman. termasuk upaya-upaya terwujudnya cita-cita bangsa . KECIL DAN USAHA I. PENDAHULUAN Pada kesempatan ini saya mengungkapkan terima kasih kepada Panitia Hari Pers Nasional 2007 yang telah memberi kesempatan sebagai salah satu narasumber pada diskusi yang lebih fokus pada topik Upaya-Upaya Pengentasan Masyarakat dari Kemiskinan. Saya juga menyambut baik diskusi dengan topik kemiskinan ini dengan bukti nyata betapa besarnya perhatian dari jajaran pers/media massa akan keberadaan rakyat Indonesia yang tengah berupaya mengejar ketertinggalan di segala bidang.

66% dari total jumlah penduduk). BAB II PEMBAHASAN II. KONDISI UMUM Persoalan kemiskinan merupakan persoalan klasik dan kenyataan kompleks dan bersifat multidimensi yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. kemiskinan bersumber dalam dari ketidakberdayaan hak-hak dan dasar Berbagai masalah yang dialami oleh masyarakat miskin menunjukkan ketidakmampuan masyarakat memenuhi .146 juta jiwa (16. jumlah penduduk miskin mencapai bahwa 36.pengentasan masyarakat dari kemiskinan. pada tahun 2004. Menurut BPS.

perumahan. terkait dengan konteks strategi penanggulangan kemiskinan. sementara IKM diukur dengan persentase terhadap penduduk air tanpa akses bersih. Dalam kaitan tersebut. rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan. kesempatan pembangunan yang menyebabkan masih banyaknya wilayah yang dikategorikan tertinggal dan terisolasi. IPM dan IKM mempunyai komponen yang sama. pendidikan. perkotaan serta permasalahan khusus di wilayah pesisir dan kawasan tertinggal. dan kekerasan. Selain itu masalah kemiskinan juga memiliki spesifikasi yang berbeda antar wilayah perdesaan. dan hak untuk Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa5ri 2007 di Samarinda . kependudukan. kesehatan. dan perbedaan perlakuan bagi seseorang Hak-hak dasar tersebut mencakup atau sekelompok orang. pekerjaan. jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya . Pada tahun 2003 IPM Indonesia pada peringkat 112 dari 175 negara. Masalah kemiskinan di Indonesia juga ditandai dengan rendahnya mutu kehidupan masyarakat. konflik dan tindak lemahnya penanganan masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender. laki-laki dan perempuan dalam menjalani antara lain: pangan. penguasaan ilmu pengetahuan (tingkat pendidikan) dan standar kehidupan yang layak (tingkat ekonomi). air bersih.kerentanan masyarakat menghadapi persaingan usaha. yang patut dipahami adalah bahwa kemiskinan tidak hanya diukur sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga karena tidak terpenuhinya hak-hak dasar kehidupan secara bermartabat. sumberdaya alam dan lingkungan hidup. sementara IKM pada peringkat 33 dari 94 negara. fasilitas kesehatan dan balita kurang gizi. yaitu angka harapan hidup (tingkat kesehatan). Pada IPM standar hidup layak dihitung dari pendapatan per kapita. yang diindikasikan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kemiskinan Manusia (IKM). pertanahan.

masyarakat. perluasan kesempatan global. yang merupakan kewajiban moral dan implementasinya menjadi amanat ditangani konstitusi dimana oleh pemerintah dalam namun tidak hanya melibatkan seluruh elemen bangsa ini. Secara terlepas kerja. III. usaha mikro. kecil dan menengah. Usaha Mikro. disamping sektor riil dan perdagangan. Hal ini tentu menjadi tanggungjawab bersama. USAHA MIKRO. baik laki-laki maupun perempuan.berpartisipasi dalam kehidupan sosial ekonomi dan politik. Upaya penanggulangan kemiskinan tidak ekonomi. upaya dari penciptaan dan peningkatan menanggulangi stabilitas pendapatan kemiskinan telah memperoleh momentum dan toleransi masyarakat global dengan disepakatinya tujuan Millenium Development Goals (MDGs). PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI. maka pemenuhan terhadap hak atas pekerjaan tersebut secara langsung atau tidak langsung juga dan dipengaruhi salah satunya oleh kebijakan pengembangan Koperasi. Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi yang besar Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa6ri 2007 di Samarinda . KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2006 Dalam kaitan dengan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha. Pengembangan Koperasi.

053 orang.730 unit pada tahun 2004 menjadi 138.227 UK dan 25. kehutanan dan perikanan .808.342 orang. Berkaitan dengan upaya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengangkutan dan Komunikasi sebanyak 2. peternakan.197.297 UM). sedangkan jumlah anggota pada tahun 2004 sebanyak 27.237 UK dan 13. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok KUMKM dapat menjadi penyeimbang pemerataan dan penyerapan tenaga kerja.765 unit UM.411 unit pada tahun 2006 (meningkat sebesar 5. Hotel dan restoran sebanyak 10.607 UM).849 unit (2. jumlah UKM mencapai 44.712 UM).strategis dalam rangka mengurangi kemiskinan.99% dari pelaku usaha nasional. maka beberapa kegiatan pokok yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka program memberdayakan KUMKM antara lain : a. Jasa-jasa sebanyak 2.702. Program penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa7ri 2007 di Samarinda 5 (lima) sektor dengan jumlah unit usaha terbesar yaitu: Pertanian.62 juta unit UK dan 67.705.042. jumlah tersebut merupakan 99.88%).523.172.259. Perdagangan.69 juta unit terdiri dari 44.747 UM). sampai dengan tahun 2005.261. dan tahun 2006 jumlah anggota 27.261 UK dan 6.552 UK dan 3.585 UM). Terdapat dengan jumlah 26. mengingat pertumbuhan dan aktifnya sektor riil yang dijalankan oleh KUMKM mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.307. KUKM sebagai asset dapat diandalkan sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat di pedesaan. Industri Pengolahan sebanyak 2.314.412 unit (26.805 UK dan 1.949 unit (2. Sementara itu berdasarkan data BPS. Secara sepintas posisi koperasi di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah koperasi meningkat dari 130.008 unit (2.812 unit (10. perkotaan bahkan di daerah tertinggal. yaitu tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan.795.

yaitu: Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa8ri 2007 di Samarinda .dan UKM. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini.

2) Penyempurnaan peraturan perundangan. Program pengembangan sistem pendukung usaha KUKM. serta peninjauan terhadap peraturan perundangan lainnya yang kurang kondusif bagi UMKM terutama peninjauan terhadap pemberlakuan berbagai pungutan biaya usaha. Bila memungkinkan bahkan cukup dengan sekedar melapor/mendaftar saja. dan UU tentang Wajib Daftar Perusahaan. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa9ri 2007 di Samarinda . 2) Penguatan jaringan pasar domestik produk-produk UKM dan anggota koperasi. UU tentang Perkoperasian. baik yang sektoral maupun spesifik daerah. melalui pengembangan lembaga pemasaran. dan melanjutkan penyederhanaan birokrasi. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. mudah dan cepat serta tanpa pungutan. terutama yang mendukung UKM. perijinan. beserta ketentuan pelaksanaannya dalam rangka membangun landasan legalitas usaha yang kuat. b. 3) Memperbaharui/memulihkan hak-hak legal. yaitu : 1) Perluasan sumber pembiayaan. dan sistem transaksi usaha yang bersifat on-line. terutama bagi komoditas unggulan berdaya saing tinggi. jaringan/kemitraan usaha.1) Fasilitasi dan penyediaan kemudahan dalam formalisasi usaha dengan mengembangkan pola pelayanan satu atap untuk memperlancar proses dan mengurangi biaya perijinan. seperti UU tentang UKM. antara lain dengan memperbaharui/ memulihkan surat-surat ijin usaha melalui prosedur dan mekanisme yang sederhana. khususnya skim kredit investasi dan penyediaan skim pembiayaan ekspor melalui lembaga modal ventura dan lembaga non bank lainnya. lokasi.

3) Penguatan infrastruktur pembiayaan bagi petani dan nelayan di perdesaan dan pengembangan skim-skim pembiayaan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa10ri 2007 di Samarinda .

Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui teknologi masyarakat dan agroforestry bernilai ekonomis perbatasan (melalui pengembangan agroindustri unggulan dan perbaikan mutu/kualitas benih genetik). 4) Fasilitasi pengembangan skim penjaminan kredit melalui kerjasama bank dan lembaga asuransi. 2) Penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu pengembangan wirausaha baru UKM berbasis teknologi. dan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif KUKM. yaitu: 1) Bantuan teknis dan pendampingan kepada pemerintah daerah. penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat luas.alternatif seperti sistem bagi hasil dana bergulir. Program pengembangan program ini. dan fasilitasi bantuan teknis kepada BPR dan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi sektor pertanian. 7) Memfasilitasi UKM untuk dapat berdagang di pasar darurat yang disediakan Departemen Perdagangan. sistem tanggung renteng atau jaminan tokoh masyarakat setempat sebagai pengganti agunan. melalui pendekatan pembinaan sentra-sentra produksi/klaster disertai dengan dukungan penyediaan infrastruktur perdesaan. 6) Bantuan perkuatan untuk KSP/USP yang masih dapat melakukan kegiatan. UKM di wilayah tinggi. 5) Penyediaan dukungan pengembangan usaha mikro tradisional dan pengrajin. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa5ri 2007 di Samarinda . c.

pengembangan inkubator teknologi dan bisnis serta pemberian dukungan pengembangan kemitraan investasi antar UKM.berorientasi ekspor. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa6ri 2007 di Samarinda .

3) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan LKM dan KSP di sektor pertanian dan perdesaaan antara lain melalui pembentukan sistem jaringan antar LKM dan antara LKM dan bank. dan penyediaan skim-skim pembiayaan alternatif untuk usaha. 4) Pendataan ulang/revitalisasi kelembagaan KUKM. 5) Bantuan perkuatan alat/sarana usaha berupa kapal penangkap kapal ikan yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap bersama Departemen Kelautan dan Perikanan. 4) Pengembangan usaha mikro.3) Pemasyarakatan kewirausahaan. 2) Penyelenggaraan pelatihan budaya usaha dan perkoperasian serta fasilitasi pembentukan wadah koperasi di daerah kantong-kantong kemiskinan. berorientasi ekspor. sub kontrak dan agribisnis/agroindustri. 5) Memfasilitasi sarana usaha bagi usaha skala mikro. perlindungan usaha. penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu pengembangan wirausaha baru UKM berbasis teknologi. Pemberdayaan usaha skala mikro. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. kecil dan menengah melalui pendekatan klaster di sektor agribisnis dan agroindustri disertai pemberian kemudahan dalam pengelolaan usaha. tempat berusaha wirausaha baru. yaitu: 1) Peningkatan kesempatan dalam berusaha dengan penyediaan kemudahan dan pembinaan teknis manajemen dalam memulai usaha. termasuk dengan cara meningkatkan kualitas koperasi sebagai wadah organisasi untuk meningkatkan skala ekonomi usaha dan efisiensi kolektif. yang Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa7ri 2007 di Samarinda . d.

berlokasi di sekitar tenda-tenda penampungan. dan pasar Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa8ri 2007 di Samarinda .

sejak tahun 2006 dan tahun 2007 ini Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengembangkan berbagai bentuk dan skema pemberian dukungan perkuatan melalui beberapa kegiatan program sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program pokok Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa9ri 2007 di Samarinda sebagaimana tersebut di atas. 6) Peningkatan kredit skala mikro dan kecil serta peningkatan kapasitas dan jangkauan pelayanan KSP/USP. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. e. meningkatkan nilai tambah produk. yaitu: 1) Fasilitasi masyarakat practices penguatan dan lembaga lessons dan learned organisasi berbasis di perdesaan berdasarkan identifikasi best program-program pemberdayaan masyarakat. Kecil dan Menengah (UMKM). sebagai berikut : . dan meningkatkan pendapatan Usaha Mikro. 7) Peningkatan pengetahuan dan kemampuan kewirausahaan pengusaha mikro dan kecil. yang pada gilirannya diharapkan akan mampu menurunkan kemiskinan. Program-program tersebut diupayakan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi sektor riil sehingga dapat membuka lapangan kerja yang luas. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. peningkatan daya beli masyarakat. Secara khusus.darurat yang pelaksanaan dikoordinasikan oleh Departemen Perdagangan. 2) Peningkatan pelayanan lembaga perkoperasian dan UKM pada zona aman bencana terhadap kelompok kegiatan ekonomi terdekat yang terkena bencana.

Program Pembiayaan Usaha Mikro Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa10ri 2007 di Samarinda .1.

100 juta. 2. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Konvensional Sebagai kelanjutan implementasi Tahun Keuangan Mikro Indonesia (TKMI) pada tahun 2006 ini.a. b.000. 1.240 tanah sertifikat tanah dengan alokasi UMK nilai bantuan akan melanjutkan program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan sebanyak dan 500 sertifikat dengan nilai bantuan sebesar Rp. Pada Tahun menurut rencana dialokasikan anggaran Anggaran 2006 telah program perkuatan KJKS/UJKS sebesar Rp. 36 miliar yang akan disalurkan kepada 360 KJKS/UJKS. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa11ri 2007 di Samarinda .000. 500. Kementerian Koperasi dan UKM melalui dukungan perkuatan permodalan akan 840 KSP/USP-Koperasi masingmemfasilitasi sebanyak masing senilai Rp.-/ UMK/bidang.-/ UMK/bidang perkebunan sebesar Rp. Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui sertifikasi hak atas tanah Program pemberdayaan UMK melalui Pensertifikasian Hak Atas Tanah. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Syariah Program ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kecil dan mikro melalui kegiatan usaha berbasis pola syariah serta memperkuat peran dan posisi KJKS/UJKS sebagai instrumen pemberdayaan usaha mikro. Pada Tahun Anggaran 2006 Kementerian Koperasi dan UKM rencana 10.000. ditujukan untuk peningkatan kemampuan usaha mikro dan kecil dalam mengakses sumber-sumber permodalan khususnya bagi lembaga keuangan yang mensyaratkan adanya agunan bagi para debitornya.

Pemanfaatan dana SUP-005 Dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil melalui program Dana SUP-005.3. telah dimanfaatkan oleh Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa12ri 2007 di Samarinda .

093 Usaha Mikro dan Kecil dengan komposisi yang tersebar dalam jasa sektor perdagangan. kegiatan ini akan dilanjutkan. Program MANDIRI) Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (PROSPEK Program ini dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan potensi para sarjana yang belum mendapat pekerjaan agar mampu berperan dalam memacu pertumbuhan dan daya saing perekonomian nasional. b. sektor dan sektor pertanian 10. dan lainnya 12.78%.97 triliun dan baru dimanfaatkan sebesar Rp. vide surat Menteri Keuangan Nomor: 005/MK/1999 total dana SUP 005 adalah Rp. Memanfaatkan pengembalian dana dari BNI sebesar Rp. 6.02%. Dalam tahun 2006. 200 miliar untuk direalokasikan kepada BUMN Pengelola dan LKP yang mengajukan permohonan kepada Kementerian Koperasi dan UKM.117. Program prospek mandiri dilakukan dengan mengoptimalkan penyerapan sumber daya manusia setempat untuk menggerakkan perekonomian dengan merintis usaha skala kecil dan menengah. Selain juga melalui program ini diharapkan para sarjana mampu Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa13ri 2007 di Samarinda . 9. Mengupayakan pemanfaatan sisa dana SUP 005 sebesar Rp. 4. 3.07% Sedangkan yang paling kecil adalah sektor pertambangan yakni sebesar 0.1 triliun) untuk terus dimanfaatkan sebagai skema Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) tahap lanjutan.87 triliun (berdasarkan Keppres 176/1999. yang meliputi : a. restoran dan retail 70.89%. Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pemerintah daerah dapat merealisasikan program prospek mandiri untuk meningkatkan jumlah wirausahawan kecil dan menengah melalui skema bantuan modal kerja.

5. Pengembangan usaha KUKM di sektor Peternakan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februa14ri 2007 di Samarinda .menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan terwujud sarjana wirausaha baru dalam wadah Koperasi.

pengadaan alat pertanian dan sarana produksi di sentra pangan. 3. 7. Program Pengembangan Usaha Koperasi di Bidang Pangan Dalam upaya memberdayakan koperasi-koperasi kegiatan-kegiatan sebesar di bidang antara lain: pengadaan pangan.6 miliar. Program Pengarusutamaan Gender di Bidang KUKM Kementerian Koperasi dan UKM sejak tahun 2004 telah melakukan rintisan model pengembangan usaha mikro dan kecil melalui dukungan perkuatan dana bergulir kepada kelompok-kelompok kegiatan produktif masyarakat.Dalam telah rangka pengembangan usaha KUKM di sektor Peternakan. 720 juta di 32 Propinsi dalam bentuk bantuan modal kerja melalui dana bergulir kepada usaha mikro dan kecil. penggemukan Sapi PO sebanyak 1000 ekor senilai 5 miliar. selanjutnya untuk Sapi Perah sebanyak 300 ekor senilai Rp. program tersebut tetap dilanjutkan dengan dan kecil dengan menerapkan sistem alokasi anggaran sebesar Rp. Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2006 ini telah merencanakan Padi (dengan alokasi pengembangan pengadaan pangan Koperasi dengan sistem Bank anggaran Rp. Pembibitan Sapi PO sebanyak 800 ekor senilai Rp. 3.15 miliar. Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2006 ini merencanakan bantuan perkuatan berupa dana bergulir untuk pengadaan bibit sapi Bali sebanyak kepada koperasi 900 ekor senilai Rp. 6. 2. 3 miliar. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Febru1a0ri 2007 di Samarinda .36 miliar). yang pada umumnya adalah wanita pengusaha skala mikro tanggung renteng. Pada tahun 2006 ini. 3.25 miliar dan sarana penunjang persusuan senilai Rp.

USAHA MIKRO. RENCANA PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI.IV. KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2007 Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Febru1a0ri 2007 di Samarinda .

Selanjutnya dari anggaran tersebut direncanakan dialokasi untuk anggaran program bantuan perkuatan (PBP) sebesar Rp. akses pemasaran KUKM. pedesaan dan daerah terpencil. (4) Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro.713. Usaha Mikro. jajaran Kepada rekan-rekan pers-media massa diharapkan juga secara aktif memasyarakatkan Selamat merayakan Hari program-program yang telah dan akan dilakukan berkaitan dengan upayaupaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan.96 dan miliar. Kecil dan Menengah pada tahun sebelumnya. yang diperuntukan bagi pengembangan sarana usaha modal kerja KUKM. dan perluasan skim pendanaan bagi KUKM. (3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM. Demikian beberapa program pemberdayaan ekonomi rakyat dalam upaya peningkatan efektivitas ekonomi di kalangan masyarakat perkotaan.Sebagai tindak lanjut pemberdayaan Koperasi. Pers Nasional 2007. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Febru1a1ri 2007 di Samarinda . Diharapkan kiranya pihak instansi lain di tingkat pusat dan daerah dapat mengambil langkah menyusun program aksi yang berfokus pada pemberdayaan KUKM di daerah masing-masing. yang diarahkan untuk pelaksanaan 5 (lima) program pokok. (5) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. 1. maka pada tahun 2007 Kementerian Negara Koperasi dan UKM memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. (2) Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi UMKM.48 triliun. yaitu: (1) Program Penciptaan Iklim Usaha UMKM.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Febru1a1ri 2007 di Samarinda .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful