P. 1
Inkulturasi

Inkulturasi

|Views: 1,278|Likes:
Published by arthawidia

More info:

Published by: arthawidia on Jun 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Sebelum kita lebih lanjut masuk dalam pembahasan inkulturasi pertama yang perlu kita ketahui dan pahami

yakni definisi / pengertian dari inkulturasi tersebut . Inkulturasi adalah istilah yang baru muncul yang berasal dari urat kata In yang artinya masuk dan kultur yang artinya kebudayaan, sehingga Inkulturasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pemasukkan / masuknya pengaruh suatu kebudaaan kedalam kebudayaan yang ada dalam suatu daerah atau suau tempat sehingga lebih memperkaya corak dan khasanah budaya dari suatu daerah / suatu tempat tertentu. Inkulturasi dapat diuraikan dalam 4 ( empat ) bagian antara lain : 1. Saluran Inkulturasi 2. Objek Inkulturasi 3. Bimbingan dan Kontrol Inkulturasi 4. Ketegangan antara Inkulturasi dan Daya Cipta 1. Saluran Inkulturasi Yang dimaksud dengan saluran inkulturasi adalah tempat terjadinya atau berlangsungnya proses pemasukkan suatu budaya tersebut. Ini merupakan jaringan padat dari berbagai pengaruh yangmengelilingi seorang individu agar dapat memenuhi kaidah-kaidah dari kelompok sosil dimana dia / kita bergerak sehingga kita bisa menyesuaikan diri kepada umum, pendapat umum dan harapan umum sehingga
Fakultas Brahma Widya Page 1

¢¡

Fakultas Brahma W

a

Page  

¤£

©

¤£

© 

¦©

¤

¦

£ 

¦

ba wa s u u i u ida di aya i ol
©  ¥ © ©  ©¥  © 

i dividu s ba ai

ib ya

da a

da i lua 

¦£ 

# 

¦

£

¥

¤¦ ©

£ ¥

§¦

¤£

£ 

¦

£

¥

©

ibadia dasa adala ala 
 £

o s sio al ya

s

a i di

as a ol

a di

¨

¦ 

©

©

©

£ 

¦  

£

¥

£ ¦¥ 

¦ 

§ ¦§   

¦£ 

#

§

Ab a a 
  ¦#

a di  

©

 

¥ £"

¥¦ 

! 

2

b  

£

da

iil

ul u asi

939

al a ´ asi P so ali y

u u µ

¤£

¤£  

¦ 

©

© 

£

¥¥

§¦ 

¨ 

©

¥£ 

¤£

a bla
§

ba wa i ul u asi

asu a budaya da a di u u s a ala su

£

¤£ ¦

£

¥

©

£ ¦§   

£

§¦  

¦ 

¨   

ba sa
¤£ ¤

963 ² 967

o

asi

budayaa

97

ya a a d

a

£

©

¦¥

£

£

§¦ 

¤

§¦

§

© 

¦ 

¦  

¤¦ £ 

£

¤£ ¦ 

£

§

u u
¥

da

adila adala

aa

i dala

l

ba a

bi aa

sa ua

£ 

© 

¦  

£ ¦§

¤£

¤£

¥

© 

©

¥£

¦

£¦  

£ ¦§

¤£

¦§

ass

dia ya

adi

y bab i ul u asi ida la su

uu

au a ,

§

¦ 

¦

¤£ 

¥ £

¤£

£ 

¥¦

£

¤ 

¦¥

£

¤£

¥¤£

lai li
£

u a  

¤£

¤¤£

©

£

¦

¤ £¦

d

a

a

u

awab

lua a da s ola da bida

lai

ua

l bi b bas dala  

©  

¦

¤£

£

£

¥¤£

§ ¦¥

£

¦

¦¥   

¦© 

¦©¦

¤¤£

s i 
¦

a s la

a ai

d wasaa

u

i a ya

l bi luas da a di ada i

2 

£

¤£

§

¦

¦¥

£ § 

£ ¦§

¥

©£   

¦

¤£

§ ¦¥ 

¦

di la su aya a a b
£ ¤£   ¦

ba

s a a lia u u

a i

s i ba a dasa

©£ 

¨ 

¦ 

¤£

¦ £ ¦§

£

¤   

¦ 

¤£

¤  

¤ £ ¦§

¥

did sa u u
©£ ¥ ¦

a ai ya

lu di a ai da

la ya

lu

a as

© ¥

¨

¤ ¤ £  ¦ 

¥¦

£  

¤£ ¦ 

£

¤ 

¦¥

§

£

¥

£¦ 

da a da i 
© 

didi a dala

lua a da

a a a s ola

i

a dia

¤£ 

©

¥£

¦ 

§

§

©

©

£

¥  

¦§

£ 

§

a asa dala  

£ ¥

§¦ 

¤£

ya

s

a i luas

al i i

u a a ala u a a dala

os s i ul u asi ya

di ia

£  

§

£

¦¥

£

¥ 

§ ¦§

§

© 

¦

©

¥

£

£

£¦ 

¦

di i a s
§  ¦©

u ya da i u s a dala

au a

budayaa dala

o iso

¥

©£

© 

£

¥  

¦§

¤£

¥

¤£

£

¤ 

£ 

¤ ¦£

¥

£¦ 

s ola , 
¥¦

dudu

a a da wa a du ia ya

ba ya

u a a sya a u u

¥

£

¤ 

¦¥

©

¤ ¤£ 

£ ¦§ ¤£

§

© ¥

¨

£ ¥

§¦

¤£

£

¤£

¥ ¤£

dili

u a ya

s

a i luas dia

i a dibi bi

adi a

oa

lua a, a a

§ 

melai a seba ai a a eksis ensinya dan pengalamannya sendi i sehingga mewa nai ca a pengama an dan tanggapan seseo ang dan memproyeksikan kekhususannya kedalam ob ek-ob ek, orang lain dan lembaga-lembaga yang dihadapainya Aspirasi, intuisi, sikap keyakinan, harapan, perasaan dan penilaian mencerminkan struktur mental sehingga mempengaruhi cara menanggapi kenytaan dan membina etos, tiddak dengan merelativir kebenaran dan keba ikan mutlak, melinkan dengan mencap
4 3 4 3 3 1 2 1 1 1 2 1 0 ) ' ('

modalitas khas

Dalam pengalaman realita tercantum kekayaan alam pikiran yang tak mungkin diungkapkan dalam sikap dan rumusan seragam sehingga dapat mensahkan
4

perbedan-perbedaan antar budaya dan pengakuan hak kebudayaan khusus
3

Kepribadian dasar merupakan ob ek legitim dari inkulturasi Da ri situ pula ditentukan pluri ormitas dan koeksistensi pelbagai kebudayaan menurut pengalaman dan pengamatan hakekat dan penciptan nilai-nilai tersendiri, dengn tidak membawa su ektivisme dan relativisme. Charter o Human Rights yang diakui oleh segala bangsa, bahwa nilai-nilai budaya adalah ob ekti ternyata dan kontradikasi ahli teori relativisme kebudayaan yang merangkum adat diantara unsur-unsur kebudayaan, yang penghargaan khusus untuk kebudayaan dipropaganda oleg Unesco tahun 1947. Pperkembangan struktur kebudayaanmenurut corak kepribadian dasar saham perseorangan dalam partisi asi dalam hidup budaya diperluas dari dimensi antar
5 3 5 5 3 4 5

&% $

Fakultas Brahma W

a

Page

3

pribadi sampai dimensi antar bangsa yang juga harus mengemban cultural universal yang direalisir menurut langgam nasional. Di Indonesia seperti sekarang ini tampak peralihan dari kepribadian dasar asli yang terbatas kearah kepribadian yang bersi at kebangsaan. Tara nasionalisme reaksioner yang terutama retrospekti , terpikat oleh kemuliaan jaman lampau dan termenung aas frustasi kebudayaan yang dikarenakan penjajahan. Dari pepatah kaum tua yang memuliakan perbedaan, ´lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannyaµ, dinyatakan pergeseran ke sumpah pemuda, ´ atu Bangsa, Satu Bahasa...µ, jadi satu kebudayaan pula. Ditantang oleh frustasi kebudayaan, dari dalam oleh feodalisme, dari luar oleh kolonialisme, timbullah hasrat untuk merumuskan kepribadian indonesia agar proses inkulturasi jangan berlarut menjadi kabur. Warisan kebudayaan tradisional ditimbang agar arah pembangunan mendapat manfaat daripadanya, dengan menjamin kelangsungan, tanpa mengakibatkan desintegrasi. Tampaklanh bahwa kebudayaan tradisional dan stereotyp sudah tidak cocok lagi dengan aspirasi sekarang. Kesadaran itu memancarkan rasa jijik terhadap pola asli dan mengalihkan perhatian kepada contoh-contoh asing yang menarik. Karena ketegangan itu refleksi atas nilai-nilai yang harus mantap dan yang harus ditranformir menggerakkan sejumlah ahli untuk merumuskan keindonesiaam yang benar bernilai : profil manusia indonesia sejati.
@ 9 9 9

87 6

Fakultas Brahma W

a

Page

4

Sifat, sikap, nilai dan semangat yang disepakati sebagai unsur -unsur spesifik dari keindonesiaan, kepribadian ² dasar atau ² identitas nasional terdiri dari :

Ketuhanan/Kebatinan

Kekeluargaan

Komunitas

-/Gotong

Royong ²

Musyawarah/Mufakat ² Tenggang-menenggang ² Ramah-tamah ( Hosptality ) ² Kerakyatan ² Toleransi/Sinkretisme ² Pengayoman terhadap orang lemah ² keadilan ² Sopan santun/Budi bahasa ² sikap sabar menanti ² pengamatan menurut fungsi skunder ² berani mengalah dan sedia tunduk. Menurut pola itulah orang indonesia mencita-citakan manusia 4. Bimbingan Kontrol Inkulturasi.

CB A

Fakultas Brahma W

a

Page

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->