P. 1
Kompilasi Makalah

Kompilasi Makalah

|Views: 10,516|Likes:

More info:

Published by: الاطفال الذكية on Jun 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Sections

  • 2.1 Definisi Kecelakaan Kerja
  • 2.3 Klasifikasi Kecelakaan Kerja
  • 2.5 Usaha-Usaha Pencegahan Kecelakaan Kerja
  • 3.1 Definisi Peralatan Perlindungan Diri
  • 3.2 Dasar Hukum Tentang Peralatan Perlindungan Diri
  • Gambar 1: Helm Proyek
  • Gambar 2: Pelindung muka
  • Gambar 3: Ear Plug
  • Gambar 4: Masker
  • Gambar 5: Pelindung Tangan
  • Gambar 6: Sepatu Safety
  • Gambar 7: Jas Pelindung
  • Gambar 8: harness
  • 4.1 Tujuan dan Dasar Teori Keselamatan Kerja
  • 4.2 Analisis Keselamatan Kerja
  • 4.3 Dasar Hukum Tentang Keselamatan Kerja
  • 5.1 Teori Perjanjian Kerja
  • 5.2 Jenis Perjanjian Kerja
  • 5.3 Perjanjian Magang
  • 6.1 Pengertian Upah
  • 6.2 Macam-Macam Bentuk Upah
  • 6.3 Cara Pembayaran Upah
  • 6.4 Ganti Rugi dan Denda
  • 7.1 Definisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  • 7.2 Jenis-Jenis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  • 7.3 Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  • 8.1 Pengertian Hak Kekayaan Intelektual
  • 8.3 Cara pendaftaran hak cipta
  • 9.2 Jenis-Jenis Media Publikasi Keselamatan Kerja
  • DAFTAR REFERENSI

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA DAN HUKUM PERBURUHAN DI INDONESIA

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Hukum Perburuhan pada semester gasal tahun 2010/2011 yang diampu oleh Drs. Moh. Thamrin M.Pd.

Oleh Muhammad Abdis Salam NIM 0831210130 Kelas 3 D

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG JANUARI 2011

KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ³Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Hukum Perburuhan di Indonesia". Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Hukum Perburuhan serta sebagai sarana peningkatan kemampuan penulis dalam mengaplikasikan mata kuliah yang telah didapatkan diperkuliahan khususnya pada mata kuliah ini. Dalam proses penulisan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Ir. Tundung Subali, M.T., selakiu Direktur Politeknik Negeri Malang. 2. Bapak Imam Mashudi, B.Eng.(Hons), M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang. 3. Bapak Drs. Moh. Thamrin MPd. Selaku dosen pengajar mata kuliah Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Hukum Perburuhan yang senantiasa membimbing penulis dalam penulisan makalah ini. 4. Bapak dan Ibu tercinta beserta segenap keluarga yang selalu memberikan dukungan dan doa demi keberhasilan penulis. 5. Teman-teman kelas 3 D yang telah memotifasi. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih banyak

kekurangannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Harapan penulis semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan juga bagi peningkatan ilmu pengetahuan di Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang.

Malang, 21 Januari 2011

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................ ................................ ............... DAFTAR ISI ................................ ................................ ............................. DAFTAR GAMBAR ................................ ................................ ................ BAB I : PENDAHULUAN................................ ................................ ........ BAB II : KECELAKAAN KERJA YANG DIAKIBATKAN OLEH FAKTOR MANUSIA ................................ ............................... 2.1 Definisi Kecelakaan Kerja................................ ..................... 2.2 Teori Tentang Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja ................................ ............... 2.3 Klasifikasi Kecelakaan Kerja ................................ ................ 2.4 Faktor Kesalahan Manusia Dominasi Penyebab Kecelakaan Kerja ................................ ................. 2.5 Usaha-Usaha Pencegahan Kecelakaan Kerja......................... BAB III : PERALATAN PERLINDUNGAN DIRI................................ . 3.1 Definisi Peralatan Perlindungan Diri ................................ .... 3.2 Dasar Hukum Tentang Peralatan Perlindungan Diri ............. 3.3 Jenis-jenis Peralatan Perlindungan Diri dan Kegunaannya................................ ................................ . BAB IV : KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN...................... 4.1 Tujuan dan Dasar Teori Keselamatan Kerja ......................... 4.2 Analisis Keselamatan Kerja ................................ ................. 4.3 Dasar Hukum Tentang Keselamatan Kerja ........................... BAB V : PERJANJIAN KERJA ................................ ..............................

i ii iv 1

3 3

3 5

6 7 9 9 9 10 14 14 15 16 17

5.1 Teori Perjanjian Kerja................................ ................... 5.2 Jenis Perjanjian Kerja................................ ........................... 5.3 Perjanjian Magang ................................ ...............................
BAB VI : PENGUPAHAN................................ ................................ ........ 6.1 Pengertian Upah................................ ................................ ... 6.2 Macam-Macam Bentuk Upah................................ ............... 6.3 Cara Pembayaran Upah ................................ ........................

17
18 21 22 22 22 24

ii

6.4 Ganti Rugi dan Denda ................................ .......................... BAB VII : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)........................ 7.1 Definisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ........................ 7.2 Jenis-Jenis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) .................... 7.3 Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) .................. 7.4 Dasar Hukum Tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ................................ ...... BAB VIII : HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL ................................ .. 8.1 Pengertian Hak Kekayaan Intelektual................................ ... 8.2 Dasar-Dasar Hukum yang Mengatur Tentang Hak Kekayaan Intelektual ................................ .................... 8.3 Cara Pendaftaran Hak Cipta ................................ ................. BAB IX : MEDIA PUBLIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA..................... 9.1 Pengertian dan Tujuan Media Publikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ................................ ....... 9.2 Jenis-Jenis Media Publikasi Keselamatan Kerja .................... DAFTAR REFERENSI ................................ ................................ ............

24 25 25 26 28

29 30 30

32 33

35 35 35 37

iii

..................................... .... .................................................................. ............ 10 11 11 11 12 12 12 13 iv ......................................... ............ Gambar 6: sepatu safety ....... ...................................... ........ ....................................... .......................... ....................................... .............................. Gambar 7: Jas pelindung ................................................ Gambar 5: Pelindung tangan ............................................ ........... .... Gambar 2: Pelindung muka .............. Gambar 8: Harness ......... Gambar 3: Ear Plug ........... ....... Gambar 4: Masker ......DAFTAR GAMBAR Gambar 1: Helm Proyek ......................................................................................... . ...................... .......

K3 bertujuan mencegah. Bagaimana K3 dalam perspektif hukum? Ada tiga aspek utama hukum K3 yaitu norma keselamatan. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Hengkangnya sejumlah perusahaan besar asing (PMA) dari Indonesia menyebabkan devisa dan pajak berkurang sejak beberapa tahun terakhir ini. Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Aturan ± aturan itu telah menimbulkan kontroversi. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). dan kerja nyata. Maklum. kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.150/2000 dan kepmen ± kepmen lainnya yang mengatur PHK dan pesangon buruh. Salah satunya Kepmen No. lingkungan hidup. kesehatan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. perusahaan diwajibkan memberikan pesangon kepada buruh yang berbuat kesalahan (KONTAN edisi 23/V Tanggal 5 Maret 2001 bertajuk Good Bye Indonesia. Dipercayai oleh banyak kalangan bukan saja karena persoalan keamanan tetapi juga masalah buruh yang dirasakan menjadi kendala.Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. Relokasi industri ke luar negeri menjadi kenyataan). Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja.BAB I PENDAHULUAN Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja. perusahaan. 1 . mengurangi. dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.

produktivitas pun rendah. 3 tahun 1992 tentang jamsostek. Padahal mereka sudah membayar Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan berbagai kewajiban lainnya. Diperparah lagi law enforcement di lapangan yang sangat rendah. meninggal dunia. dan undangundang yang mengaturnya juga memiliki banyak kelemahan. Sehingga infrastruktur penegakan hukum tidak mampu melaksanakan apa yang sudah diatur dalam undang. seperti masalah pesangon dan lain ± lain. Termasuk pemberian pesangon kepada pekerjanya yang di PHK. Termasuk juga perlindungan asuransi kesehatan. atau jaminan hari tuanya. . Masalah PHK dan pesangon sebelumnya diatur dengan Kepmennaker. Sementara para pengusaha masih harus digelayuti berbagai kewajiban dan masalah. akan tetapi hanya mengalihkan permasalahan yang lama kepada lembaga baru ini.2 Sudahkan tak nyaman. Namun sudah sejauh ini tidak bisa mengcover permasalahan perburuhan. Padahal tujuan utama hukum perburuhan adalah melindungi kepentingan buruh yang dilandasi filosofi dasar bahwa buruh selalu merupakan subordinat pengusaha dan hukum perburuhan dibentuk guna menetralisir ketimpangan itu.undang. Peraturan untuk melindungi kepentingan buruh sudah ada sejak peraturan perburuhan jaman belanda. Menurut Undang ± Undang No. setiap perusahaan yang mempekerjakan minimal 10 orang wajib melaksanakan program jamsostek bagi para karyawannya dengan harapan para karyawan mendapat perlindungan dari kecelakaan kerja. dan sekarang telah diatur dalam Undang ± Undang No 13 Tahun 2003. orde lama. Diadakannya pengadilan hubungan industrial bukan pemecah masalah. orde baru hingga UU Nomor 13 tahun 2003.

secara alami dan kebetulan saja kejadiannya. Bird Jr. karena sifat-sifat pribadinya yang memang cenderung untuk mengalami kecelakaan.1 Definisi Kecelakaan Kerja Adapun dari berbagai sumber mengenai definisi kecelakaan kerja. dapat mengakibatkan kerugian jiwa serta kerusakan harta benda dan biasanya terjadi sebagai akibat dari adanya kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas atau struktur.2 Teori Tentang Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja 1) Teori kebetulan Murni (pure chance theory) mengatakan bahwa kecelakaan terjadi atas kehendak Tuhan. teori ini mengatakan pekerja tertentu lebih sering tertimpa kecelakaan. 2.BAB II KECELAKAAN KERJA DIAKIBATKAN FAKTOR MANUSIA 2. 1) Defenisi Kecelakaan Kerja menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor: 03/Men/1998 adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda. 2003) 5) Word Health Organization (WHO) mendefinisikan kecelakaan sebagai suatu kejadian yang tidak dapat dipersiapkan penanggulangan sebelumnya. merusakan harta benda atau kerugian proses (Sugandi. 3) Teori tiga faktor Utama (Three Main Factor Theory). 2) Menurut Foressman Kecelakaan Kerja adalah terjadinya suatu kejadian akibat kontak antara ernegi yang berlebihan (agent) secara akut dengan tubuh yang menyebabkan kerusakan jaringan/organ. kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki. berikut adalah beberapa pendapat baik dari institusi pemerintahan nasional dan internasional maupun dari beberapa tokoh internasional. 2) Teori Kecenderungan (Accident Prone Theory). 4) Kecelakaan kerja (accindent) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak di inginkan yang merugikan terhadap manusia. sehingga menghasilkan cidera yang riil. mengatakan bahwa 3 . sehingga tidak ada pola yang jelas dalam rangkaian peristiwanya. 3) Sedangkan defenisi yang dikemukakan oleh Frank E.

2) Fault of person. kejatuhan batu-batuan. lingkungan kerja. langsung dan tidak langsung disebabkan kesalahan manusia. 4) Teori Dua Factor (Two Factor Theory). Unsafe actions adalah suatu tindakan berbahaya pada waktu melakukan suatu pekerjaan dimana situasi atau lingkungan kerja rawan kecelakan jika seorang operator suatu mesin melakukan kecerobohan. 5) Teori Faktor manusia (human fctor theory). menekankan bahwa pada akhirnya semua kecelakaan kerja. Unsafe conditions adalah suatu keadaan pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti rawan terjadinya tanah longsor.4 penyebab kecelakaan adalah peralatan. kecerobohan. yang menjurus pada tindakan yang salah dalam melakukan pekerjaan. peristiwa kecelakaan yang menimpa pekerja dan umumnya disertai oleh berbagai kerugian. Hal itu dikarenakan pekerja (manusia) yan g tidak memenuhi keselamatan. kelelahan. mengakibatkan seseorang bekerja kurang hati-hati dan banyak membuat kesalahan. mengatakan bahwa kecelakaan kerja disebabkan oleh kondisi berbahaya (unsafe condition) dan perbuatan berbahaya (unsafe action). dan pekerja itu sendiri. 3) Unsafe Actions and or mechanical or Physical hazard. Lebih lanjut. 5) Injury. 85% dari kecelakaan yang terjadi disebabkan faktor manusia ini. tindakan berbahaya disertai bahaya mekanik dan fisik lain. Menurut hasil penelitian yang ada. memudahkan terjadinya rangkaian berikutnya. kecelakaan mengakibatkan cedera atau luka ringan maupun berat . teori mengenai terjadinya kecelakaan kerja dapat diupayakan pencegahannya dengan mekanisme terjadinya kecelakaan kerja di uraikan ³domino seguence ³ berupa berikut ini. tempat pengecoran logam dan lain-lain. pengaruh lingkungan dan pendidikan. misalnya karena kelengahan. 4) Accident. ngantuk. yakni pada orang yang keras kepala mempunyai sifat tidak baik yang di peroleh karena faktor keturunan. 1) Ancestry and social enviroment. merupakan rangkaian dari faktor keturunan dan lingkungannya. dan sebagainya.

(2) Alat angkut. misalnya mesin pembangkit tenaga listrik. 2) Klasifikasi menurut penyebab : (1) Mesin. 2. (3) Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas.5 menuju kecacatan dan bahkan kematian. dan sebagainya. (4) Bahan-bahan.3 Klasifikasi Kecelakaan Kerja 1) Klasifikasi menurut jenis kecelakaan : (1) Terjatuh (2) Tertimpa benda (3) Tertumbuk atau terkena benda-benda (4) Terjepit oleh benda (5) Gerakan-gerakan melebihi kemampuan (6) Pengaruh suhu tinggi (7) Terkena arus listrik (8) Kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi. zat-zat kimia. instalasi pendingin. zat-zat dan radiasi. udara dan air. gas. didalam bangunan dan dibawah tanah). mesin penggergajian kayu. dan sebagainya. dan sebagainya. misalnya bahan peledak. alat-alat listrik. 3) Klasifikasi menurut sifat luka atau kelainan : (1) Patah tulang (2) Dislokasi (keseleo) (3) Regang otot (4) Memar dan luka dalam yang lain (5) Amputasi (6) Luka di permukaan (7) Gegar dan remuk (8) Luka bakar (9) Keracunan-keracunan mendadak (10) Pengaruh radiasi . (5) Lingkungan kerja (diluar bangunan. alat angkut darat.

lemahnya pengawasan pelaksanaan konstruksi di lapangan. maupun non Pemerintah.4 Faktor Kesalahan Manusia Dominasi Penyebab Kecelakaan Kerja Beberapa tahun terakhir telah terjadi banyak kecelakaan kerja pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Kecelakaan kerja di sektor konstruksi merupakan penyumbang angka kecelakaan kerja terbesar pada beberapa tahun terakhir ini disamping kecelakaan kerja di sektor lainnya. baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Data menunjukkan bahwa kecelakaan kerja terjadi paling banyak disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). kurang memadainya baik dalam kualitas dan kuantitas ketersediaan peralatan pelindung diri dan . 2. baik dari aspek kompetensi para pelaksana konstruksi maupun pemahaman arti pentingnya penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). lemahnya pengawasan penyelenggaraan K3. Departemen Pekerjaan Umum sebagai salah satu unsur pemerintah yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan dibidang konstruksi.6 4) Klasifikasi menurut letak kelainan atau luka di tubuh : (1) Kepala (2) Leher (3) Badan (4) Anggota atas (5) Anggota bawah (6) Banyak tempat (7) Letak lain yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi atas kejadian-kejadian kecelakaan kerja selama ini dapat disimpulkan beberapa faktor penyebab terjadi kecelakaan baik yang telah menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka sebagai berikut terjadinya kegagalan konstruksi yang antara lain disebabkan tidak dilibatkannya ahli teknik konstruksi. penggunaan metoda pelaksanaan yang kurang tepat. belum sepenuhnya melaksanakan ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan yang menyangkut K3 yang telah ada. telah melakukan berbagai upaya didalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut diatas baik dalam bentuk kebijakan-kebijakan maupun kegiatan-kegiatan pembinaan lainnya.

Zero accident adalah suatu kondisi dimana kecelakaan kerja pada suatu perusahaan atau industri tidak terjadi kecelakaan kerja (angka kecelakaan kerja nol).7 kurang disiplinnya para tenaga kerja didalam mematuhi ketentuan mengenai K3 yang antara lain pemakaian alat pelindung diri kecelakaan kerja. diperlukan upaya-upaya kedepan untuk mewujudkan tecapainya ³zero accident´ ditempat kegiatan konstruksi.5 Usaha-Usaha Pencegahan Kecelakaan Kerja 1) Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya. menempati posisi kunci dalam penerapan sistem manajemen K3 pada kegiatan konstruksi . 3) Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. bila mesin mengalami kerusakan maka proses produksi akan terhenti sehingga perusahaan akan rug i. karena jika pekerja itu cidera maka perusahaan menanggung biaya kesehatannya. 5) Penggunaan pakaian pelindung memulai tugasnya. Akibat yang dialami oleh suatu perusahaan jika pekerjanya mengalami kecelakaan maka perusahaan tersebut akan rugi. 4) Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelum mereka mentaatinya. 2. baik secara fisik maupun mental. 2) Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan. Pengguna jasa yang dalam hal ini adalah Para Kepala Satker/ Pembantu Satker/ Pemimpin Pelaksana Kegiatan selaku penanggung jawab langsung pelaksanaan konstruksi dilapangan. Oleh karena itu diharapkan para Kasatker/ Pembantu Satker/ Pelaksana Kegiatan dapat lebih berperan dalam program merealisasikan kebijakan Pemerintah di bidang K3 dalam mewujudkan ³zero accident´ di tempat kerja konstruksi. tujuannya agar mereka . yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja. Dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja pada tempat kegiatan konstruksi serta adanya tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja.

dan pengoperasian mesin yang sangat bising. 9) Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan. . misalnya proses pencampuran bahan kimia berbahaya. 7) Pengaturan ventilasi setempat/lokal. agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar. 8) Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali.8 6) Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan. 10) Berdoa sebelum bekerja.

(3) Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk memakai Alat Pelindung Diri. (1) Pasal 3 ayat (1) butir f: Dengan peraturan perundangan ditetapkan syaratsyarat untuk memberikan Alat Pelindung Diri.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri dan wajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja.1 Definisi Peralatan Perlindungan Diri Peralatan Perlindungan Diri adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. 4) Permenakertrans No. (2) Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang Alat Pelindung Diri.1 tahun 1970. Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia.Per. Peralatan Perlindungan Diri adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.Per. 3) Permenakertrans No. 3. (4) Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyediakan Alat Pelindung Diri secara cuma-cuma. sarung tangan.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja.BAB III PERALATAN PERLINDUNGAN DIRI 3.03/Men/1986 Pasal 2 ayat (2) menyebutkan tenaga kerja yang mengelola Pestisida harus memakai alat-alat pelindung diri yg berupa pakaian kerja. 2) Permenakertrans No. sepatu Safety. Pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja. kacamata pelindung atau pelindung muka dan pelindung 9 .Per.2 Dasar Hukum Tentang Peralatan Perlindungan Diri 1) Undang-undang No.

terjatuh dan terkena arus listrik. pukulan dan benturan. . di ddala air maupun di udara. 15. Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. setiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan Keselamatan dan Kesehatan kerja.000.3 Jenis-jenis Peralatan Perlindungan Diri dan Kegunaannya (1) Alat Pelindung Kepala (1) Topi Pelindung. 3.10 pernafasan. di dalam tanah. yang berada didalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Gambar 1: Helm Proyek (2) Alat Pelindung Muka dan Mata Berfungsi untuk melindungi muka dan mata dari: a) Lemparan benda ± benda kecil. Jadi pada dasarnya. jaminan Keselamatan dan Kesehatan kerja itu di peruntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja di segala tempat. baik darat. Pengaman (Safety Helmet) atau topi proyek: Melindungi kepala dari benda keras.000 (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut. d) Pengaruh radiasi tertentu. dipermukaan air. Berdasarkan Undang-undang. b) Lemparan benda-benda panas. c) Pengaruh cahaya.

11 Gambar 2: Pelindung muka (3) Alat Pelindung Telinga (ear plug) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. kabut. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. asap dan uap logam) c) pencemaran oleh gas atau uap Gambar 4: Masker 2) Alat Pelindung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Gambar 3: Ear Plug (4) Alat Pelindung Pernafasan Memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya seperti: a) kekurangan oksigen b) pencemaran oleh partikel (debu. .

Gambar 6: Sepatu Safety 4) Pakaian Pelindung Berfungsi melindungi tubuh dari percikan air. bunga api dsb saat bekerja. benda panas.jenisnya : (1) Penggantung unifilar (2) Penggantung berbentuk U Gabungan penggantung unifilar dan bentuk U . dsb.12 Gambar 5: Pelindung Tangan 3) Alat Pelindung Kaki Seperti sepatu biasa. Jenis. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat. biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat serta tempat tertutup atau boiler dan harus dapat menahan beban sebesar 80 Kg. tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. cairan kimia. Gambar 7: Jas Pelindung 5) Safety Belt Berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh.

gunakanlah pedoman yang benar-benar sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3L ³ Kesehatan. . Keselamatan Kerja dan Lingkungan ³.13 (3) Penunjang dada (chest harness) (4) Penunjang dada dan punggung (chest waist harness) (5) Penunjang seluruh tubuh (full body harness) Gambar 8: harness Semua jenis Peralatan Perlindungan Diri harus digunakan sebagaimana mestinya.

baik jasmani maupun rohani manusia. 2) Pada tahun 1931. mencegah dan atau mengurangi terjadinya penyakit akibat pekerjaan. dan mengamankan material. K3 sama sekali tidak memperhatikan keselamatan kerja bagi para pekerjanya. sebagai berikut: 1) Pertamakali dari industri Amerika tahun1911. mencegah dan atau mengurangi kematian. bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya. Konsep ini memberikan perhatian pada kecelakaan yang terjadi. serta hasil kerja dan budaya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Keselamatan kerja manusia secara terperinci antara meliputi : pencegahan terjadinya kecelakaan. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan mencegah. Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan. Dan dari konsep inilah yang dipakai dasar keselamatan dan kesehatan kerja hingga sekarang. yang dapat mengakibatkan kecelakaan. mencegah dan atau mengurangi cacat tetap. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada awal perkembangannya mengalami perubahan konsep. konstruksi. pemeliharaan. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat. mengurangi. yang kesemuanya itu menuju pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.BAB IV KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN 4. 14 . H.1 Tujuan dan Dasar Teori Keselamatan Kerja Keselamatan kerja sangat erat kaitannya dengan kesehatan kerja.W Heinrich mengenalkan suatu pendekatan konsep yang diberi nama Teori Domino.

dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja yang tidak efisien. uap steam. . jadwal kerja yang tidak tepat. akan diberikan penjelasan tambahan mengenai kondisi lingkungan yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman. 3) Penyebab pokok : penyebab paling dasar yang mengakibatkan kecelakaan. vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal. Karakteristik industri elektronik adalah mengoperasikan mesin atau peralatan dengan tenaga besar. bising.hatian dalam bekerja. dan lain sebagainya. 1) Bahaya kimia: terhirup atau kontak kulit dengan cairan metal. asap. Lingkungan yang tidak aman: pemilik usaha tidak menyediakan peralatan dan prosedur yang aman bagi lingkungan kerja. Peralatan industri eleltronik sebagian besar menggunakan listrik tegangan tinggi.15 4. 2) Penyebab terperinci : penyebab yang mengakibatkan terjadinya penyebab umum. gas dan embun beracun. yaitu: bahaya kimia. bahaya fisik dan bahaya 15rgonomic. Tiga tahapan penyebab kecelakaan yang dianalisis: 1) Penyebab umum : penyebab utama yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan keselamatan dan kesehatan kerja. juga sebagai evaluasi agar perusahaan tersebut bisa lebih meningkatkan keselamatan kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi terbagi dalam 3 golongan bahaya. selain untuk mengetahu sebab terjadinya kecelakaan kerja.2 Analisis Keselamatan Kerja Analisis keselamatan kerja sangatlah penting dilakukan. hidrokarbon. mesin atau peralatan tersebut dapat beroperasi secara otomatis atau setengah otomatis atau beroperasi dengan menggunakan bahan kimia yang korosif. 2) Bahaya fisik: suhu lingkungan yang ekstrim panas dingin. Setelah setiap tahapan penyebab dijelaskan. 3) Bahaya 15rgonomic: bahaya karena pencahayaan yang kurang. pekerja yang tidak mematuhi peraturan prosedur kerja. tingkat kecelakaan yang ditimbulkan berbeda. pekerjaan pengangkutan dan peralatan. Perilaku kerja yang tidak aman: konsekuensi dari tidak adanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja. radiasi non pengion dan pengion. debu. dan sikap ketidak hati. cairan non metal.

2) UU No. dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.16 Klasifikasi di atas dilakukan secara garis besar. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 14 tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. di dalam tanah. berdasarkan sudut pembicaraan bias menghasilkan hal yang berbeda. 4. . 3) PP No. Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 15. di dalam air maupun di udara. setiap pekerja di Indonesia berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan kerja. dalam beberapa situasi bias terjadi kecelakaan secara bersamaan. sehingga ruang lingkupnya fleksibel. (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. 4) Keppres No.000. Berdasarkan Undang-undang. baik di darat. pembayaran Iuran. Pembayaran Santunan. di permukaan air. 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.000. jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja itu diperuntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja di segala tempat kerja. Jadi pada dasarnya. Perlu ada strategi perbaikan situasi untuk meningkatkan mutu lingkungan kerja dan menambah produktifitas. 5) Permenaker No. Per-05/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan.3 Dasar Hukum Tentang Keselamatan Kerja Adapun sumber hukum penerapan K3 adalah sebagai berikut: 1) UU No.

jenis kelamin. Sebagai suatu Undang-undang yang tujuannya antara lain untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan dan.BAB V PERJANJIAN KERJA 5. hak. M. alamat perusahaan. 7) mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja. dan jenis usaha 2) nama. 5) besarnya upah dan cara pembayarannya. Adanya upah Perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja dengan perusahaan ini kemudian menjadikan adanya hubungan kerja antara keduanya.Di dalam UndangUndang No. SH. 3) jabatan atau jenis pekerjaan. 4) tempat pekerjaan. 3. yang dalam hal ini sering diwakili oleh manajemen atau direksi perusahaan.1 Teori Perjanjian Kerja Dalam hubungan dengan hubungan ketenagakerjaan.Hum menyebutkan bahwa agar dapat disebut perjanjian kerja harus dipenuhi 3 unsur yaitu: 1.Perjanjian kerja tersebut umumnya memuat kesepakatan antara pekerja dengan perusahaan. maka harus memuat sebagai berikut: 1) nama. 13 tahun 2003 didefiniskan bahwa Perjanjian kerja adalah ³Perjanjian antara pekerja dengan pengusaha/pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja. 6) syarat -syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja/buruh. dan 9) tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja. dan kewajiban para pihak´. 8) tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat. salah satu perjanjian yang mungkin ada adalah perjanjian kerja. umur. meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarga. 2. 17 . FX Djumialdy. Menurut Undang-undang ini perjanjian kerja dapat dibuat secara tertulis maupun lisan. Undang undang No. 13 tahun 2003 memberikan panduan mengenai perjanjian kerja. Apabila perjanjian kerja dibuat secara tertulis. Penunaian kerja. dan alamat pekerja/buruh. Ada orang diperintah orang lain.

suatu Perjanjian kerja yang tidak memenuhi syarat pada nomor 1 dan 2 diatas dapat dibatalkan.Kedua jenis perjanjian kerja yang diperbolehkan oleh Undang-undang tersebut adalah perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT). dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Namun demikian.18 Ketentuan dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan f. pemberi kerja dapat saja membuat perjanjian kerja untuk suatu jangka waktu yang ditetapkan lebih awal atau tidak.Sedangkan ditinjau dari jangka waktu perjanjian kerja. 5.2 Jenis Perjanjian Kerja Suatu perjanjian kerja tentu saja dapat meliputi berbagai jenis pekerjaan. dalam rangka memberi kepastian hukum kepada pekerja dan pemberi kerja. perjanjian kerja yang dikaitkan dengan jangka waktunya dibagi menjadi 2 jenis perjanjian kerja. dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 100/MEN/IV/2004 tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu disebutkan sebagai berikut: ³Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang selanjutnya disebut PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan . Seperti juga pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. sepanjang pekerjaan tersebut memang diperlukan oleh pemberi kerja. 2) Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hokum. Pengertian perjanjian kerja waktu tertentu dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu tersebut dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. dan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu (PKWTT). maka dalam hukum ketenagakerjaan secara khusus diatur dalam Undang-undang No. Apabila dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata diatur bahwa suatu perjanjian dinyatakan sah apabila memenuhi 4 syarat. perjanjian kerja bersama. kesusilaan. 13 tahun 2003 bahwa kesahan suatu perjanjian kerja harus memenuhi adanya 4 persyaratan sebagai berikut: 1) Kesepakatan kedua belah pihak. sedangkan yang tidak memenuhi syarat huruf 3 dan 4 batal demi hukum. 3) Adanya pekerjaan yang diperjanjikan. tidak boleh bertentangan dengan peraturan perusahaan. 4) Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum.

. dinyatakan dalam Undang undang No. 3) pekerjaan yang bersifat musiman. Undang-undang memberikan perlindungan dengan pembatasan agar PKWT diterapkan pada situasi-situasi khusus. Hal ini berarti bahwa diluar situasi-situasi tersebut. PKWT tidak diperbolehkan. Salah satu upaya agar PKWT tidak diterapkan kepada setiap jenis pekerjaan. 100/MEN/IV/2004 diatur lebih lanjut mengenai persyaratan PKWT atas 4 jenis pekerjaan. Jika dibandingkan dengan PKWTT. Dalam Undang-undang No.Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu yang selanjutnya disebut PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap. 2) pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun. hal ini karena PKWT tersebut tidak bersifat berkelanjutan. Disamping itu. Adapun batasan situasi tersebut. 4) perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Misalnya mengenai PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya yang penyelesaiannya paling lama 3 (tiga) tahun diatur dalam Pasal 3 Keputusan Menteri tersebut sebagai berikut: 1) PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya adalah PKWT yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu. 13 tahun 2003 disebutkan bahwa PKWT didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu. di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.19 hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu. 13 tahun 2003 sebagai berikut: 1) pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya. kegiatan baru. maka PKWT memiliki keterbatasan. dibatasi oleh suatu dasar khusus. sehingga jangka waktu perlindungan kepada pekerja terbatas pada waktu tertentu tersebut.´ PKWT memiliki dasar batasan bahwa jangka waktu perjanjian kerja sudah ditetapkan dari awal. atau pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru.

hubungan hukum antara pekerja dengan perusahaan dapat juga terjadi melalui pemagangan. 5) Dalam hal PKWT dibuat berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu namun karena kondisi tertentu pekerjaan tersebut belum dapat diselesaikan. Selain perjanjian kerja yang didasari dengan jangka waktu tersebut di atas.20 2) PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibuat untuk paling lama 3 (tiga) tahun. perusahaan tidak diperkenankan membayar di bawah upah minimum. 13 tahun 2003.Hal ini salah satunya dilatarbelakangi oleh karena sifat perjanjian yang bersifat berkelanjutan dan jangka panjang. 7) Selama tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana dimaksud dalam ayat 6 tidak ada hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha. Namun demikian menurut Pasal 61 tersebut. pengaturannya dalam Undang-undang No. walaupun diberlakukan masa percobaan selama 3 bulan. pekerja mengikuti kegiatan perusahaan yang biasanya berupa pelatihan kerja yang dilaksanakan secara langsung di tempat kerja. Adapun mengenai perjanjian waktu tidak tertentu. dapat dilakukan pembaharuan PKWT. 6) Pembaharuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) dilakukan setelah melebihi masa tenggang 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perjanjian kerja. maka perusahaan memerlukan waktu untuk evaluasi pekerja tersebut sebelum menjadi pekerja tetapnya. 3) Dalam hal pekerjaan tertentu yang diperjanjikan dalam PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diselesaikan lebih cepat dari yang diperjanjikan maka PKWT tersebut putus demi hukum pada saat selesainya pekerjaan.Undang-undang ini memberikan kesempatan kepada perusahaan/pemberi kerja untuk memberlakukan masa percobaan paling lama 3 bulan. Dalam proses pemagangan ini. . 4) Dalam PKWT yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu harus dicantumkan batasan suatu pekerjaan dinyatakan selesai.

21 5. . 3) Pemagangan yang diselenggarakan tidak melalui perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).3 Perjanjian Magang Pemagangan sebagai salah satu dari bentuk pelatihan kerja dipandang sebagai salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan kompetensi pekerja. Untuk memberikan perlindungan kepada pekerja magang. Undang-undang No. 13 tahun 2003 mengatur sebagai berikut: 1) Pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan antara peserta dengan pengusaha yang dibuat secara tertulis. 2) Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaan. dianggap tidak sah dan status peserta berubah menjadi pekerja/buruh perusahaan yang bersangkutan. sekurang kurangnya memuat ketentuan hak dan kewajiban peserta dan pengusaha serta jangka waktu pemagangan.

000. 840. 22 .000.00 asalkan gaji total yang akan diberikan perusahaan tidak boleh kurang dari Rp.000.00. kesepakatan atau peraturan perundang-undangan termasuk tunjangan bagi buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Pasal 1 UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan).BAB VI PENGUPAHAN 6. Misalkan didaerah Jakarta. (2) Upah minimum berdasarkan 22ector pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota.000.1 Pengertian Upah Upah adalah hak buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja.000.2 Macam-Macam Bentuk Upah 1) Upah Minimum Upah 22ector adalah upah yang diberikan dengan batas tertentu sesuai dengan wilayah atau kebijakan dari perusahaan.00 gaji boleh saja Rp.1.00 .1. UMR pada tahun 2010 untuk daerah Banyuwangi adalah Rp.000. setelah pekerja diterima oleh perusahaan maka pihak perusahaan menentukan gaji pokok seorang pekerja sesuai kebijakan perusahaan dan kemudian kedua belah pihak menyepakati melalui surat perjanjian kerja. 6. Sekalipun UMR di Jakarta Rp. untuk daerah 22ector Rp.00. 500. Upah minimum terdiri atas: (1) Upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota.00.000. Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun Misalkan . 1.900. Biasanya daerah-daerah yang perekonomiannya maju mempunyai UMR yang lebih tinggi jika dengan daerah yang perekonomiannya biasa-biasa saja.untuk daerah Malang adalah Rp.000.00 . 2) Upah Pokok Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

(5) Suami/istri/anak/menantu/orang tua/mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia (dibayar untuk selama 2 hari) dan lain-lain.750 : 25 hari = Rp 22.5 x Rp 3. bonus target produksi tercapai dan lain-lain.030.305. Tunjangan makan dapat dimasukan dalam tunjangan tidak tetap apabila tunjangan tersebut diberikan atas dasar kehadiran (pemberian tunjangan bisa dalam bentuk uang atau fasilitas makan).960.570. Misal : upah per hari (6 hr/minggu) = 550. tunjangan perumahan. .23 3) Tunjangan Tetap Tunjangan tetap adalah suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap kepada pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok seperti tunjangan isteri.6. 6) Upah Kerja Lembur Upah kerja lembur adalah imbalan yang diberikan kepada pekerja diluar jam kerja yang sebenarnya. Misalnya : THR.= 2 x Rp 3.- Total upah lembur sampai dengan 2 jam pertama = Rp 11.7) Upah Tidak Masuk Kerja Karena Berhalangan Upah tidak masuk kerja karena berhalangan adalah upah yang diberikan apaila buruh mengalami : (1) Buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan. tunjangan jabatan. 4) Tunjangan tidak Tetap Tunjangan tidak tetap adalah suatu pembayaran yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan pekerja yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok seperti tunjangan transport yang didasarkan pada kehadiran. tunjangan anak. (3) Menikahkan anaknya ( dibayar untuk selama 2 hari) .305. tunjangan keahlian dan lain-lain. Contoh perhitungan upah lembur buruh harian. bonus kehadiran.Upah lembur pada hari biasa : Jam lembur I Jam lembur II dstnya = 1. tunjangan kematian. (4) Mengkhitankan anaknya (dibayar untuk selama 2 hari).= Rp = Rp 4.610. (2) Buruh menikah (dibayar untuk selama 3 hari) .

maka mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung dari hari dimana seharusnya upah dibayar. 8/1981) Denda karena suatu pelanggaran hanya dapat dilakukan terhadap pekerja jika diatur secara tegas dalam suatu perjanjian tertulis atau peraturan perusahaan. 6. Sesudah hari kedelapan tambahan itu menjadi 1% (satu persen) untuk tiap hari keterlambatan. upah tersebut ditambah dengan 5% (lima persen) untuk tiap keterlambatan. Pengusaha dilarang menuntut ganti rugi terhadap pekerja yang sudah dikenak an denda. maka disamping berkewajiban untuk membayar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 8/1981) Permintaan ganti rugi akibat kerusakan barang atau kerugian lainnya baik milik pengusaha maupun pihak ketiga karena kesengajaan atau kelalaian pekerja harus diatur terlebih dahulu dalam suatu perjanjian tertulis atau peraturan perusahaan dengan ketentuan setiap bulannya tidak boleh melebihi 50% dari upah.3 Cara Pembayaran Upah 1) Jangka waktu pembayaran upah secepat-cepatnya dapat dilakukan seminggu sekali atau selambat-lambatnya sebulan sekali.24 6. 3) Apabila upah terlambat dibayar. pengusaha atau orang yang diberi wewenang untuk menjatuhkan denda darinya. 4) Apabila sesudah sebulan upah masih belum dibayar. 2) Denda (Pasal 20 ayat 1 dan ayat 3 Peraturan Pemerintah No. .4 Ganti Rugi dan Denda 1) Ganti Rugi (Pasal 23 PP No. dengan ketentuan bahwa tambahan itu untuk 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (limapuluh persen) dari upah yang seharusnya dibayarkan. maka pembayaran upah disesuaikan dengan ketentuan Pasal 17 dengan pengertian bahwa upah harus dibayar sesuai dengan hasil pekerjaannya dan atau sesuai dengan jumlah hari atau waktu dia bekerja. kecuali bila perjanjian kerja untuk waktu kurang dari satu minggu. 2) Bilamana upah tidak ditetapkan menurut jangka waktu tertentu. pengusaha diwajibkan pula membayar bunga sebesar bunga yang ditetapkan oleh bank untuk kredit perusahaan yang bersangkutan.

3) Berkurangnya rasa harga diri apalagi bila selama ini memangku suatu jabatan 4) Terputusnya hubungan relasi dengan teman-teman sekerja. Untuk menutupi kekurangan pekerja perusahaan harus merekrut karyawan baru dan tentunya dalam melakukan perekrutan juga mengeluarkan biaya.BAB VII PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) 7. 3) Harus mencari penggantinya dengan karyawan baru. Biasanya karyawan yang seperti ini di PHK dikarenakan pensiun atau dengan kemauan sendiri. 2) Terhentinya produksi sementara. Manajer dalam melaksanakan pemutusan hubungan karyawan harus memperhitungkan . 5) Harus lagi bersusah payah mencari pekerjaan baru.1 Definisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Pemutusan hubungan kerja adalah fungsi operatif manajemen sumber daya manusia di mana tidak bekerjanya lagi karyawan pada suatu perusahaan karena hubungan antara yang bersangkutan dengan perusahaan terputus. 25 . Resiko suatu pemutusan hubungan karyawan bagi karyawan antara lain: 1) Hilangnya atau berkurangnya penghasilan yang diterima untuk membiayai keluarga. Pemutusan hubungan karyawan harus mendapat perhatian yang serius dari manajer perusahaan. 2) Timbulnya situasi yang tidak enak karena harus menganggur. karena telah diatur oleh undang-undang dan memberikan resiko bagi perusahaan maupun untuk karyawan yang bersangkutan. 4) Hasil kerja karyawan baru belum tentu sama baik dengan karyawan yang terkena pemutusan hubungan karyawan. Perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan karyawan akan mengalami resiko antara lain : 1) Perusahaan akan kehilangan karyawan yang sudah berpengalaman dan setia. Jika perusahaan memberhentikan seorang kayawan maka peeusahaan tersebut akan kekurangan karyawan sehingga produksi akan terhenti sementara sampai perusahaan tersebut mendapat karyawan baru.

7. Perusahaan yang bergerak/menghasilkan produk secara musiman misal Pabrik yang bahan bakunya amat terbatas/daerah pemasarannya terbatas. Usaha yang laris ketika musim tertentu. seperti: musim libur. yaitu terputusnya ikatan kerja antara karyawan dengan perusahaan tempat bekerja. karyawan WNA. Karyawan yang dikenakan tahanan sementara oleh yang berwajib karena disangka telah berbuat tindak pidana kejahatan Contoh dari PHK sementara adalah karyawan pabrik gula pada saat panen tebu mereka mulai berkerja tetapi pada saat tidak ada bahan baku karyawannya berhenti berkerja. apalagi kalau diingat bahwa saat karyawan diterima adalah dengan cara baik-baik. atau karyawan yang terlibat organisasi terlarang. jika ada pengadaan akan ada pula pemutusan hubungan karyawan. Pemberhentian karyawan berdasarkan atas keinginan perusahaan dilakukan melalui perundingan antar karyawan dengan pimpinan perusahaan. sudah selayaknya perusahaan melepas mereka dengan cara yang baik pula. (2)Keinginan perusahaan Keinginan perusahaan dapat menyebabkan diberkentikannya seseorang karyawan baik secara terhormat ataupun dipecat. Pemberhentian karyawan oleh perusahaan berdasarkan alasan -alasan berikut: (1)Undang-undang Undang-undang dapat menyebabkan seseorang karyawan harus diberhentikan dari suatu perusahaan. karyawan anak -anak. hari raya dan sebagainya.2 Jenis-Jenis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 1) PHK Bersifat Sementara PHK sementara biasanyan dapat terjadi pada Karyawan tidak tetap/karyawan yang hubungan kerjanya bersifat tidak tetap. 2) PHK Bersifat Permanen PHK bersifat permanen sering disebut pemberhentian. pemecatan karyawan tidak dapat dilakukan secara sewenang-wenang oleh pimpinan perusahaan. atau melalui keputusan pengadilan. perundingan antara pimpinan serikat buruh dengan pimpinan perusahaan. Misalnya.26 6) untung dan ruginya. Pada dasarnya tidak ada yang abadi di dunia ini. Setiap . Jelasnya.

pesangon atau golongannya diatur tersendiri oleh undang-undang. (4)Pensiun Pensiun adalah pemberhentian karyawan atas keinginan perusahaan. Inisiatif pemberhentian bisa berdasarkan keinginan perusahaan atau keinginan karyawan. dan sebagainya. (5)Kontrak kerja berakhir Karyawan kontrak akan dilepas atau diberhentikan apabila kontrak kerjanya berakhir. . Karyawan yang tewas atau meninggal dunia saat melaksanakan tugas. dan permohonannya dikabulkan oleh perusahaan. kecelakaan dalam melaksanakan pekerjaan.27 pemecatan harus didasarkan atas undang-undang perburuhan yang berlaku karena karyawan mendapat perlindungan hukum. cacat fisik. Perusahaan memberikan pesangon atau uang pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan sesuai dengan peraturan yang ada. Keinginan karyawan adalah pensiun atas permintaan sendiri dengan mengajukan surat permohonan setelah mencapai masa kerja tertentu. Keinginan perusahaan mempensiunkan karyawan karena produktivitas kerjanya rendah sebagai akibat usia lanjut. (7)Meninggal dunia Karyawan yang meninggal dunia secara otomatis putus hubungan kerja dengan perusahaan. (3)Keinginan karyawan Pemberhentian atas keinginan karyawan sendiri dengan mengajukan permohonan untuk berhenti dari perusahaan tersebut. Pemberhentian berdasarkan berakhirnya kontrak kerja tidak menimbulkan konsekwensi karena telah diatur terlebih dahulu dalam perjanjian saat mereka diterima. ataupun keinginan karyawan sendiri. (6)Kesehatan karyawan Kesehatan karyawan dapat menjadi alasan untuk pemberhentian karyawan. Undang-undang mempensiunkan seseorang karena telah mencapai batas usia dan masa kerja tertentu. undang-undang.

3 Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan karyawan yang dikarenakan kemauan sendiri ataupun yang dikarenakan sistem seperti pensiun.28 Misalnya.7 tahun 7 (tujuh) bulan upah.15 tahun 5 (lima) bulan upah.4 tahun 4 (empat) bulan upah. (8) Masa kerja 7 ± 8 tahun 8 (delapan) bulan upah. (9) Masa kerja 8 tahun atau lebih. UP. 2 (dua) bulan upah. (4) Masa kerja 12 . (2) Masa kerja 6 . sakit permanen (cacat). 2) Perhitungan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) ditetapkan sebagai berikut : (1) Masa kerja 3 . (3) Masa kerja 9 . Bangkrutnya perusahaan harus berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. (7) Masa kerja 6 . pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon (UP) dan atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) dan uang penggantian hak (UPH) yang seharusnya diterima. (3) Masa kerja 2 .9 tahun 3 (tiga) bulan upah. 9 (sembilan) bulan upah. . dan UPH dihitung berdasarkan upah karyawan dan masa kerjanya. (2) Masa kerja 1 . (5) Masa kerja 15 . (6) Masa kerja 5 .3 tahun. dan pailit .5 tahun 5 (lima) bulan upah. pesangonnya lebih besar dan golongannya dinaikkan sehingga uang pensiunnya lebih besar. 1 (satu) bulan upah. (8)Perusahaan dilikuidasi Karyawan akan dilepas jika perusahaan dilikuidasi atau ditutup karena bangkrut. (5) Masa kerja 4 . (4) Masa kerja 3 .12 tahun 4 (empat) bulan upah.18 tahun 6 (enam) bulan upah. UPMK.6 tahun 2 (dua) bulan upah.6 tahun 6 (enam) bulan upah. sedang karyawan yang dilepas harus mendapat pesangon sesuai dengan ketentuan pemerintah. 7. 3 (tiga) bulan upah.2 tahun. 1) Perhitungan Uang Pesangon (UP) paling sedikit sebagai berikut : Masa Kerja Uang Pesangon: (1) Masa kerja kurang dari 1 tahun.

21 tahun 7 (tujuh) bulan upah. dan Pasal 16 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Kep.12/1964 yang tentang pemutusan hubungan karyawan di perusahaan swasta.78/Men/2001 yang berbunyi tentang perubahan atas beberapa pasal Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep150/Men/2000 tentang penyelesaian pemutusan hubungan karyawan dan penetapan uang pesangon.29 (6) Masa kerja 18 . (8) Masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan upah 3) Uang Penggantian Hak yang seharusnya diterima (UPH) meliputi : (1) Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. Pada beberapa kasus PHK karyawan tidah mendapat pesangon atau uang kompensasi PHK dikarenakan melanggar peraturan yang ada pada perusahaan tersebut atau melanggar perjanjian kontrak kerja sehingga langsung dipecat.24 tahun 8 (delapan) bulan upah. uang penghargaan masa kerja. dan bersifat publik yaitu mengenai izin untuk memutuskan hubungan karyawan diatur dalam UU No. (4) Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja. (3) Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat. dan ganti kerugian di perusahaan menetapkan beberapa prosedur tentang pemutusan hubungan karyawan dalam suatu perusahaan. peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. (7) Masa kerja 21 . (2) Biaya atau ongkos pulang untuk karyawan/buruh dan keluarganya ketempat dimana karyawan/buruh diterima bekerja. Contohnya karyawan yang tidak masuk melewati batas tolerasi yang ditertapkan oleh perusahaan maka kayawan tersebut akan dipecat tanpa menerima uang pesangon. 7.4 Dasar Hukum Tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PHK diatur oleh KUHPerdata bab 7a bagian 5. .

(4) Penanggulangan praktik persaingan curang competition). dan penyiapan standar di bidang HaKI.BAB VIII HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL 8.1 Pengertian Hak Kekayaan Intelektual Hak Kekayaan Intelektual yang disingkat µHKI¶ atau akronim µHaKI¶ adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR). yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. (3) Merek. pelaksanaan dan pengawasan kebijakan teknis di bidang HaKI. pelayanan. yaitu: 1) Hak Cipta (copy rights) 2) Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Rights). (repression of unfair 30 . Secara garis besar HaKI dibagi dalam dua bagian. Ditjen HaKI mempunyai fungsi : a. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang selanjutnya disebut Ditjen HaKI mempunyai tugas menyelenggarakan tugas departemen di bidang HaKI berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan Menteri. (2) Desain Industri (Industrial designs). b. Pada intinya HaKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HaKI adalah karya -karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Pembinaan yang meliputi pemberian bimbingan. (6) Rahasia dagang (trade secret). Pelayanan Teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal HaKI. Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. (5) Desain tata letak sirkuit terpadu (integrated circuit). Perencanaan. Di Indonesia badan yang berwenang dalam mengurusi HaKI adalah Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual. c. yang mencakup: (1) Paten.

pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi konvensi-konvensi Internasional di bidang HaKI. 17 Tahun 1997. 5) WIPO copyrights treadty (WCT) dengan Keppres No. 15 Tahun 1997 tentang perubahan Keppres No. . Indonesia masuk sebagai anggota WTO (World Trade Organization) dengan meratifikasi hasil Putaran Uruguay yaitu Agreement Astablishing the World Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). 16 Tahun 1997. tata letak Sirkuit terpadu. Sejalan dengan TRIPs.31 Di dalam organisasi Direktorat Jenderal HaKI terdapat susunan sebagai berikut : 1) Sekretariat Direktorat Jenderal. Pada tahun 1994. yaitu : 1) Paris Convention for the protection of Industrial Property and Convention Establishing the World Intellectual Property Organization. Salah satu bagian terpenting darti persetujuan WTO adalah Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights Including Trade In Counterfeit Goods (TRIPs). 6) Direktorat Teknologi Informasi. Di dalam dunia internasional terdapat suatu badan yang khusus mengurusi masalah HaKI yaitu suatu badan dari PBB yang disebut WIPO (WORLD INTELLECTUAL PROPERTY ORGANIZATIONS) . Indonesia merupakan salah satu anggota dari badan tersebut dan telah diratifikasikan dalam Paris Convention for the Protection of Industrial Property and Convention establishing the world Intellectual Property Organization. 4) Direktorat Merek. 2) Patent Coorperation Treaty (PCT) and Regulation under the PTC. 24 Tahun 1979. 18 tahun 1997. dan Rahasia Dagang. sebagaimana telah dijelaskan diatas. 4) Bern Convention for the Protection of Literaty and Artistic Works dengan Keppres No. 2) Direktorat Hak Cipta. 5) Direktorat Kerjasama dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual. dengan Keppres No. Desain Industri. dengan Keppres NO. 3) Direktorat Paten. 3) Trademark Law Treaty(TML) dengan Keppres No. 19 tahun 1997.

³Merek adalah tanda yang berupa gambar. 2) UU No. yang untuk selama waktu tertentu . atau komposisi garis atau warna.´ Contoh : Kacang Atom ³ Cap Dua Kelinci´ 3) UU No. musik atau lagu. patung. Dimasukkannya TRIPs dalam paket persetujuan WTO di tahun 1994 menandakan dimulainya era baru perkembangan HaKI diseluruh dunia. konfigurasi. dsb. 4) UU No. 8. teknologi. dsb. atau garis dan warna.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. ³Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk. lukisan. 14 Tahun 2001 Tentang Hak Paten. seni lukis. Dengan demikian saat ini permasalahan HaKI tidak dapat dilepaskan dari perdagangan dan investasi. susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.2 Dasar-dasar hukum yang mengatur tentang hak kekayaan intelektual 1) UU No.32 Memasuki millenium baru.´ Contoh : Buku. hak kekayaan intelektual menjadi isu yang sangat penting yang selalu mendapat perhatian baik dalam forum nasional maupun internasional.´ Contoh : foto. barang. huruf huruf. atau gabungan dari padanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetik dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk. komoditas industri atau kerajinan tangan. ³Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi. Pentingnya HaKI dalam pembangunan ekonomi dalam perdagangan telah memacu dimulainya era baru pembangunan ekonomi yang berdasar ilmu pengetahuan. ³Hak cipta adalah hak eksklusif bagi atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 15 Tahun 2001 Tentang Merek. nama kata. 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri.

serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk pembuatan sirkuit terpadu. (ayat 2): ³Desain tata letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari beberapa elemen . 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit (DTLS). melarang orang lain yang tidak berhak (membuat. 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang (Trade Secret). memakai. komponen-komponen elektronik.000.´ Contoh : Rahasia dari formula parfum. yang didalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang -kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif. yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu didalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. menjual. sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif.000. kecuali pendidikan dan penelitian. . seni. dan sastra.´ Contoh : industri perangkat lunak (computer). ³Rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum dibidang teknologi atau bisnis.´. jaminan Hak Kekayaan Intelektual itu diperuntukkan bagi seluruh pemegang hak cipta yang secara eksklusif melaksanakan sendiri. (Ayat 1): ³Sirkuit terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi. mengedarkan) memberikan persetujuan pihak lain melaksanakan.33 melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Berdasarkan undang-undang. 2) Orisinil.´ Contoh : sofware komputer. 8. 5) UU No.3 Cara pendaftaran hak cipta Ciptaan yang dapat didaftarkan : 1) Bidang IP.00 (lima ratus juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut. 6) UU No. Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 7 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 500.

2) Biaya permohonan pendaftaran. .00). Dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Persyaratan : 1) Isi formulir pendaftaran (materai Rp 6. 4) Bukan merupakan sesuatu yang umum. 2) Lampau waktu.34 3) Telah diwujudkan dalam bentuk nyata bukan sekedar ide.000. Hapusnya pendaftaran : 1) Penghapusan perrmohonan.

spanduk. stiker dan sebagainya. contohnya di kawasan industri ataupun di bengkelbengkel produksi.1 Pengertian dan Tujuan Media Publikasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Media publikasi K3 adalah suatu alat berbentuk poster. ajakan. karena selain informatif dan mudah dipahami.2 Jenis-Jenis Media Publikasi Keselamatan Kerja Adapun jenis-jenis media yang digunakan untuk mempromosikan peringatan-peringatan atau tanda bahaya pada sebuah perusahaan yaitu : 1) Safety Poster / Gambar K3 / Poster K3 Yakni sebuah gambar poster untuk dipajang pada tempat produksi/ pabrik yang memuat pesan-pesan agar karyawan tempat produksi tersebut selalu memperhatikan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan kerja. media ini efektif untuk menarik perhatian peserta training K3. adalah sebagai berikut : 1) Agar para karyawan selalu ingat untuk menjaga keselamatan dirinya dan lingkungan disekitar tempat kerja mereka. 2) Sebagai tanda bahwa di area yang dipasang poster atau spanduk tentang K3 ini mengandung tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi. Media ini biasanya dipasang di daerah yang berpotensi terjadi kecelakaan kerja. biasanya juga dikemas dengan unsur humor kartun. yang berisi tentang himbauan. 9. dan sebagainya. 35 . poster. atau larangan agar tidak terjadi kecelakaan dalam bekerja. Tujuan dari diadakannya publikasi tentang K3 ini melalui media-media seperti spanduk. 2) Safety Sign/ Rambu Keselamatan/ Rambu K3 Adalah media yang berupa gambar. 3) Safety Animation / Animasi K3 Adalah media berupa video animasi 2 Dimensi yang bermaterikan tema-tema K3.BAB IX MEDIA PUBLIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 9. tulisan atau tanda-tanda(rambu-rambu) yang bersifat larangan/anjuran/petujuk arah maupun peringatan.

Rekonstruksi kecelakaan ini diperlukan sebagai bahan pembelajaran. 7) Safety Banner Adalah rangakaian Tulisan/tag line bermaterikan kampanye keselamatan kerja. kebijakan dan aturan kerja suatu perusahaan kepada seluruh karyawan.36 4) Safety pop up clip Adalah media yang berupa klip-klip animasi pendek (animated gif) bermaterikan K3 yang dapat muncul tiba-tiba di komputer user. 5) Safety Induction Video Adalah media yang berupa video orientasi keselamatan kerja. agar kecelakaan serupa tidak terjadi di masa mendatang. safety Banner efektif menyampaikan pesan keselamatan apabila dibentangkan pada tempat strategis macam pintu gerbang utama. pintu masuk kantin. Demikian sebagian media yang biasanya digunakan oleh pemimpin suatu perusahaan untuk menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja para karyawan di perusahaan tersebut. Video ini bertujuan mengkomunikasikan seluruh prosedur. 36 . 6) Accident Reconstruction Animation Adalah media berupa animasi 3 Dimensi untuk rekonstruksi kecelakaan kerja yang terjadi di suatu perusahaan. tamu. Berukuran seperti pada umumnya sebuah Spanduk. konstraktor. suplier dan lain-lain yang akan bekerja di lingkungan perusahaan tersebut. distributor. 8) Safety Sticker Merupak$an gambar tempel (sticker) dengan beragam topik tentang Keselamatan Kerja. jalan utama pabrik. dan biasanya media ini dibagikan kepada semua karyawan. dan sebagainya.

html http://id.com/2009/09/kecelakaan -kerja.com/ http://wiryanto.wordpress.com/tags/kecelakaan-kerja-faktor-manusia http://kabarnet.blogspot.wordpress.shvoong.wordpress.wordpress.DAFTAR REFERENSI http://anakkesmas.com/2010/02/20/kecelekaan -kerja/ http://emperordeva.com/2007/06/07/keselamatan -kerjakonstruksi/feed/ 37 .com/2010/09/24/terungkap -misteritenggelamnya-kapal-titanic/ http://tuloe.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->