P. 1
Bahan aktif

Bahan aktif

|Views: 2,430|Likes:
Published by Muhammad Asad

More info:

Published by: Muhammad Asad on Jun 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Bioremediasi Pestisida Organofosfat Oleh : Nurosid Laboratorium Bakteriologi, PTB BPPT Tahun 2011 Konten 1. Pengertian pestisida 2.

Jenis pestisida 3. Dasinon organofosfat dan senyawa 4. Penggunaan dan bahaya dasinon pada lahan pertanian, tanaman pangan dan manusia 5. Upaya mengurangi pestisida dilahan pertanian; bioremediasi 6. Pseudomonas sebagai pendegradasi organofosfat 7. Upaya melakukan optimasi pertumbuhan pada konsentrasi dan pH berbeda 1. Pengertian pestisida Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis. Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida berasal dari kata caedo berarti pembunuh. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Menurut Food Agriculture Organization (FAO) 1986 dan peraturan pemerintah RI No. 7 tahun 1973, Pestisida adalah campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikan hewan/tumbuhan penggangu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia. Pestisida juga didefinisikan sebagai zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh atau perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan tanaman (PP RI No.6tahun 1995). USEPA menyatakan pestisida sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak, atau memusuhi hama dalam bentuk hewan, tanaman, dan mikroorganisme penggangu (Soemirat, 2003). Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu, pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. Dan belajar dari pengalaman, Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. Aman terhadap diri dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran). 2. Jenis Pestisida

Menurut Sudarmo (1991) pestisida dapat di klasifikasikan kedalam beberapa golongan,dan diantara beberapa pengklasifikasian tersebut dirinci berdasarkan bentuk formulasinya, sifat penetrasinya, bahan aktifnya, serta cara kerjanya. Akan tetapi pada studi kali ini didasarkan pada bahan aktifnya. Pestisida juga diklasifikasikan berdasarkan pengaruh fisiologisnya, yang disebut farmakologis atau klinis, sebagai berikut: 1. Senyawa Organofospat Racun ini merupakan penghambat yang kuat dari enzim cholinesterase pada syaraf. Asetyl cholin berakumulasi pada persimpangan-persimpangan syaraf (neural jungstion) yang disebabkan oleh akt ivitas cholinesterase dan menghalangi penyampaian rangsangan syaraf kelenjar dan otot-otot. Organofosfat disintesis pertama kali di Jerman pada awal perang dunia ke-II. Bahan tersebut digunakan untuk gas syaraf sesuai dengan tujuannya sebagai insektisida. Pada awal sintesisinya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP), parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida tetapi juga toksik terhadap mamalia. Penelitian berkembang tersebut dan ditemukan komponen yang paten terhadap insekta tetapi kurang toksik terhadap manusia (misalnya : malathion). Sampai saat ini organofosfat masih merupakan insektisida yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Contoh : malathion, monokrotofos, paration, fosfamidon, bromofos, diazinon, dimetoat, diklorfos, fenitrotion, fention, dan puluhan lainnya. 2. Senyawa Organoklorin Dari golongan ini paling jelas pengaruh fisiologisnya seperti yang ditunjukkan pada susunan syaraf pusat, senyawa ini berakumulasi pada jaringan lemak. 3. Senyawa Arsenat Pada keadaan keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diarhoe yang menyebabkan kekejangan yang hebat sebelum menimbulkan kematian. Pada keadaan kronis menyebabkan pendarahan pada ginjal dan hati. 4. Senyawa Karbamat Pengaruh fisiologis yang primer dari racun golongan karbamat adalah menghambat aktifitas enzym cholinesterase darah dengan gejala-gejala seperti senyawa organofospat 5. Piretroid Piretroid merupakan senyawa kimia yang meniru struktur kimia (analog) dari piretrin. Piretrin sendiri merupakan zat kimia yang bersifat insektisida yang terdapat dalam piretrum, kumpulan senyawa yang di ekstrak dari bunga semacam krisan piretroid memiliki beberapa keunggulan, diantaranya diaplikasikan dengan takaran relatif sedikit, spektrum pengendaliannya luas, tidak persisiten, dan memiliki efek melumpuhkan yang sangat baik. Namun karena sifatnya yang kurang atau tidak selektif, banyak piretroid yang tidak cocok untuk program pengendalian hama. 3. Diazinon (Basudin); Organofosfat dan struktur senyawa Diasinon (basudin) adalah salah satu jenis insektisida yang berbahan aktif organofosfat. Organofosfat dalam pestisida diasinon berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama terutama dari kelompok insekta. Pestisida ini direkomendasikan untuk tanaman padi, buahbuahan, sayuran, dan jeruk (ZAGRO, 2000). Organophosphat disintesis pertama di Jerman pada awal perang dunia ke II. Bahan tersebut digunakan untuk gas saraf sesuai dengan tujuannya sebagai insektisida. Pada awal synthesisnya

upaya untuk mengurangi konstaminasi pestisida di lahan pertanian yang tercemar sangat diperlukan. Menurut Pimental dan Levitan (1986) dalam Erd et al. tidak menimbulkan toleransi pada serangga apabila diberikan dengan takaran. Oleh karena itu pestisida ini mempunyai sifat lebih toksik terhadap manusia daripada pestisida golongan organokhlorin walaupun golongan organofosfat dapat dinonaktifkan (deaktifasi) di lingkungan (Ahmadi. Oleh sebab itulah pestisida dapat terakumulasi secara terus menerus baik di tanah maupun diperairan. 5. 1995). dan air. bioremediasi Mengingat bahaya pestisida yang dapat berpindah dari tanah ke tanaman pangan dan terakumulasi. yang akan berakibat pada kematian (Cox. Organofosfat dalam dasinon adalah insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada orang. Tanah yang terdedah oleh pestisida secara berlebihan akan berdampak pada kerusakan tanah sehingga dapat menurunkan kualitas lahan pertanian. sehingga dapat berbahaya jika dimakan oleh manusia. Penggunaan dan bahaya dasinon pada lahan pertanian. tetapi diperlukan beberapa milligram untuk dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa. diantaranya adalah wereng. termasuk berkurangnya populasi mikroba penyubur maupun organisme lainya. Nama Tetraethylpyrophosphate (TEPP) Parathion Malathion Sarin Golongan pestisida ini sangat potensial. Gejala yang ditimbulkan akibat keracunan golongan organofosfat termasuk sakit kepala. Termakan hanya dalam jumlah sedikit saja dapat menyebabkan kematian. sehingga dapat membahayakan manusia jika termakan. (2003). Menurut Vidali (2001) Structure . Tanaman padi. Menurut Munir (2006). Oleh sebab itu. maka pasti akan mengalami akumulasi pada jaringan tertentu. Upaya mengurangi pestisida dilahan pertanian. parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida. Apabila pestisida disemprotkan pada tanaman pangan. Berikut struktur kimia senyawa organofosfat dalam Diasinon. cara dan saat yang tepat. pemakaian pestisida yang mencapai target organisme kurang dari 5%. bioremediasi merupakan konsep pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. tanaman pangan dan manusia Dasinon adalah pestisida dengan bahan aktif organofosfat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan bioremediasi. artinya enzim cholinestesarase yang terikat pestisida ini tidak dapat berfungsi normal kembali tanpa dipisahkan ikatannya dari organofosfat (Ahmadi. walang sangit. 4. 1994). ulat dan hama pengganggu lainnya. selebihnya terdeposit ke dalam tanah. 1994). serta irreversible. Jika ditanah tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan mikroba yang ada didalamnya. Pestisida ini telah umum dipakai oleh petani Indonesia. pusing-pusing. atmosfir. tetapi juga cukup toksik terhadap mamalia. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah.diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP). Penelitian berkembang terus dan ditemukan komponen yang poten terhadap insekta tetapi kurang toksik terhadap orang (mis: malathion). sayur-sayuran dan buah-buahan menggunakan pestisida jenis ini untuk membasmi hama tanaman dari kelompok serangga. tetapi masih sangat toksik terhadap insekta. bersifat selektif dan efeknya cepat.

Bioremediasi adalah proses membersihkan limbah organik di lingkungan dengan menggunakan sistem biologi. 1996) dapat menggunakan dasinon yang berbhan aktif organofosfat sebagai sumber karbon. yakni 87%. (Ghassempour et al.8. 6.. Shafiani dan Malik (2003) melakukan optimasi pertumbuhan Pseudomonas pada berbagai variasi konsentrasi pestisida organofosfat dari 5-1600 mg/l.3. Phanerochaete chrysosporium. Menurut Iranzo et al. ekologi. Bakteri ini mampu mendegradasi pestisida dengan cepat pada konsentrasi 50 mg/l dengan pH medium 6.0. parathion.2. 1999). (2006). Agrobacterium sp.6 pada suhu 37oC. Pseudomonas sebagai pendegradasi organofosfat Telah dilaporkan bahwa beberapa bakteri seperti Flavobacterium sp. 2008). (Ghassempour et al. 2006) and Arthrobacter sp. 1999). proses bioremediasi pestisida menggunakan mikroorganisme harus memperhatikan beberapa hal.. 5.com/2011/05/20/bioremediasi-pestisida/ Pestona | Pestisida Organik Nasa April 15. Bhagobaty dan Malik (2008). banyak organokimia yang mengkontaminasi tanah diketahui telah didegradasi dan digunakan sebagai sumber karbon. (Ramanathan and Lalithakumari.6. pertumbuhan menurun drastis. termasuk menggunakan mikroba untuk mendegradasi dan mendetoksifikasi polutan. 10. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan rendah pada saat konsentrasi pestisida 25 mg/l. 6. Lakshmi et al. dan methylparathion (Ghassempour et al. Sejumlah mikroorganisme telah banayak diketahui mampu digunakan sebagai agen bioremediasi.. termasuk dasinon dan organofosfat lain seperti chlorpyrifos. Karpouzas dan Walker (2000). Hasil penelitian Cycon et al (2009). 1993). proses degradasi pestisida cenderung rendah. 2002.. melanjutkan penelitian dengan konsentrasi pestisida chlorpyrifos antara 25-3200 mg/l. yakni pengetahuan tentang fisiologi mikroba. 2002). Pseudomonas sp. 2010 By admin 2 Comments . Bakteri dari genus Pseudomonas. mikrobiologi. dan 50 mg/l dengan pH 5. 2000. 2000)..dan Singh et al.. Hasilnya. pada umumnya justru bakteri tanah yang sering dipakai untuk proses bioremediasi (Walker & Roberts. menunjukkan bahwa Pseudomonas mampu mendegradasi pestisida Dasinon sangat tinggi. nitrogen atau fosfor telah diisolasi (Singh et al. namun setelah lebih dari 200 mg/l. dan diperoleh hasil pertumbuhan optimum pada saat konsentrasi pestisida antara 100-200 mg/l. 1999. (2001). Yasouri. Kelompok jamur yang telah dimanfaatkan yakni Trametes hirsutus. Singh et al. Upaya melakukan optimasi pertumbuhan pada pH dan konsentrasi pestisida berbeda Beberapa peneliti telah melakukan optimasi pertumbuhan pada berbagai konsentrasi pestisida organofosfat pada bakteri Pseudomonas untuk melihat kemampuan dalam mendegradasi pestisida. 1999.wordpress. 2002. Sedangkan pada pH 5. Phanerochaete sordia dan Cyathusbulleri untuk mendegradasi lindan dan pestisida yang lain (Singh & Kuhad. Akan tetapi. 2006. melakukan optimasi pertumbuhan Pseudomonas putida pada pestisida organofosfat dengan variasi konsentrasi 5.3-7. pertumbuhan tinggi saat konsentrasi 100 mg/l. 7. 6. (Ohshiro et al. kemudian menurun drastis pada saat konsentrasi 200 mg/l. Beberapa isolat bakteri murni telah digunakan pestisida spesifik sebagai sumber karbon. 25. diketahui sangat aktif dalam melakukan metabolisme pestisida. biokimia dan aspek molekuler proses transfosmasi polutan pestisida. 7. http://tijii. Yasouri.5. dan 7.5 dan suhu 42oC..

proses ganti kulit. Kandungan lain : Atsiri Oil. penurunan daya tetas telur. penggerek batang. Aduk sampai merata. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak. hortikultura dan tahunan. 3. Ricin (asam ricin). serta musuh alami hama tanaman. Nikotin. Solvent Extraction PESTONA dibuat dari bahan alami. pertumbuhan. relatif aman bagi manusia. Sitral. tungau. Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.Pestona merupakan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan. hambatan pembentukan serangga dewasa. ATURAN PAKAI : Larutkan 5 cc – 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Relatif aman bagi manusia. Azadirachtin. menghambat komunikasi seksual. hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif : 1. Untuk hasil . mengganggu proses perkawinan serangga hama. Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan 2. Uret dll. SASARAN : wereng. dan menghambat pembentukan kitin. belalang. Ricin (asam ricin). PESTONA merupakan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan. PESTONA dibuat dari bahan alami. hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif : Azadirachtin. daya reproduksi. walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama. Alkaloid. tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi. kepik. Annonain dll. hewan piaraan. hortikultura dan tahunan. dan menghambat pembentukan kitin. Polifenol. menghambat komunikasi seksual. Selain itu berperan sebagai zat pemandul. Sitral. tetapi berpengaruh pada daya makan. walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama. penurunan daya tetas telur. tetapi berpengaruh pada daya makan. daya reproduksi. maka PESTONA bersifat : 1. menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA tidak membunuh hama secara cepat. serta musuh alami hama tanaman. maka PESTONA bersifat : mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan. menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak. Eugenol. ulat. Solvent Extraction. Selain itu berperan sebagai zat pemandul. Annonain dll. proses ganti kulit. Alkaloid. Eucalyptus Oil. thrips. MEKANISME KERJA : PESTONA tidak membunuh hama secara cepat. pertumbuhan. Polifenol. hambatan pembentukan serangga dewasa. Kandungan lain : Atsiri Oil. Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi. Nikotin. mengganggu proses perkawinan serangga hama. 2. Eucalyptus Oil. Eugenol. hewan piaraan. walang sangit.

000 http://www.com/produk/pengendali-hama/pestona-pestisida-organiknasa/ Confidor ® 70 WS Fungisida Herbisida Insektisida Lain-lain Perawatan Benih Top of Form Bottom of Form : Insektisida .produknatural.yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin. Harga : Rp. 35. minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim. Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

5-1 g/kg Kacang Kedelai 0.Bahan Aktif Ukuran Kemasan : : Imidacloprid 70% 5g Confidor 70 WS adalah insektisida sistemik sangat baik yang bekerja sebagai racun kontak dan lambung. Benih yang sudah diperlakukan dilarang untuk dikonsumsi Gejala Dini Keracunan . Kacang Kedelai 0. satu kali aplikasi. Imidakloprid mempunyai mekanisme kerja yang baru seperti dalam protein reseptor serangga yang berbeda dibandingkan dengan produk insektisida konvensional lainnya. Peringatan Bahaya Dapat menyebabkan keracunan mulut. Bean Fly Ophiomyia phaseoli Shoot Fly Melanagromyza sp. dan thrips. Waktu dan Cara Aplikasi Diaplikasikan pada benih sebelum tanam. Di dalam tanah. campur hingga merata dan segera tanam di lapang. Insektisida Confidor 70 WS dimasukkan ke dalam kantong plastic yang cukup besar. Dosis 1-2 g/kg seed Aplikasi Dicampur dengan benih sebelum ditanam sebagai perlakuan benih Dicampur dengan benih sebelum ditanam sebagai perlakuan benih. Confidor 70 WS diserap dengan sangat efisien oleh kecambah dan langsung diangkut ke seluruh daun dan batang tanaman Berbahan aktif baru yang tergolong dalam grup insektisida chloronicotinyl (CNI) Mempunyai efek pengendalian secara ?long-lasting? dengan dosis yang rendah dan toleran terhadap tanaman Sangat cocok untuk program IPM dan Manajemen Resistensi • • • Rekomendasi: Tanaman Jagung Masalah Seedling Fly Atherigona sp. kulit dan pernafasan. kemudian masukkan benih yang akan diperlakukan ke dalamnya.5-1 g/kg Dicampur dengan benih sebelum ditanam sebagai perlakuan benih. yang diaplikasikan untuk perlakuan benih tanaman jagung dan kedelai. wereng daun. Confidor 70 WS mempunyai spektrum pengendalian yang luas terutama dalam mengendalikan hama-hama penghisap dan penusuk seperti aphis. Keunggulan-keunggulan: • Sangat efektif untuk pengendalian hama lalat bibit pada tanaman jagung dan kedelai. sehingga sangat efektif dalam mengendalikan hama-hama yang telah resisten terhadap insektisida-insektisida konvensional tersebut.

Apabila insektisida terhisap. selain itu beberapa petani mencampurkan perekat pada insektisidanya agar tidak mudah larut terbawa air hujan. kubis dan sawi di daerah Sukabumi juga mengandung pestisida jenis paration 20-29 . dan Surabya. sebagai pemikat. membuat mandul. Apabila insektisida mengenai mata. cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama 15 menit. Secara umum hasil perhitungannya lebih kecil dari BMR pustaka. aldrin. bawalah penderita ke ruangan yang berudara segar dan bila perlu berikan pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen http://www. penggunaan pereka tini mengakibatkan tingginya jumlah residu pestisida pada saat panen dan sangat berbahaya apabila residu itu masih ada pada saat produk dihidangkan di meja makan yang seakan-akan menyuguhkan makanan yang berlapis pestisida. dan aktifitas lainnya yang dapat memengaruhi organisme pengganggu tanaman (Kardinan 2002). penolak. tolong hapus pesan ini. endosulfon. Setelah dirapikan.id/ina/cs_cp_product. memengaruhi hormon. paration. cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. heptaklor. perkembang biakan. tingkah laku. Sebagai contoh Widjanarka dari kelompok relawan anti penyalahgunaan pestisida menuturkan bahwa kubis di daerah Cipanas mengandung pestisida sejenis paration 2029 ppm. lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke dokter. segera berhentilah bekerja. Apabila insektisida tertelan dan penderita masih sadar. penghambat makan. dimethoat.bayer. Dari golongan karbamat ang terdeteksi adalah karbofuran. Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul. insektisida dapat pula membunuh serangga pengganggu (hama serangga). Namun. sedangkan golongan piretrin tidak terdeteksi. Insektisida sintetik adalah bahan-bahan kimia yang bersifat racun yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Insektisida dapat membunuh serangga dengan dua mekanisme.Apatis. kesehatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdeteksi pestisida golongan organoklorin seperti lindan. Penelitian akan dampak penggunaan insektisida sintesis untuk tanaman cabai merah besar telah dilakukan di beberpa kota besar. segera usahakan pemuntahan dengan memberikan minum segelas air hangat yang diberi 1 sendok garam dapur. yaitu dengan meracuni makanannya (tanaman atau langsung meracuni serangga tersebut). Pertolongan Pertama Pada Keracunan Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida ini dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Semarang. Pengujian residu insektisida ini menggunakan alat KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Selain itu. Penggunaan yang berlebihan dilakukan karena petani beranggapan semakin banyak insektisida yang diaplikasikan maka akan semakin bagus hasilnya.php?p_id=32 Insektisida Dari Wikipedia bahasa Indonesia.co. seperti Cianjur. klorpirifos. gangguan pernafasan dan gemetar. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. profenofos. Hasil pengujian terhadap beberapa golongan pestisida kemuadian dikaji kembali berdasarkan pola konsumsi cabai orang Indonesia dan dihitung BMR (Batas Maksimum Residu) dari pestisida tesebut dan membandingkannya dengan BMR pustaka. dan protiofos.

Pratikno S.org/wiki/Insektisida Katalog Produk: Crespo 18 EC Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Transfer Bank (T/T) Botol @ 100 ml dan Botol 50 ml Crespo 18 EC adalah insktisida dan akarisida sebagai racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama pada tanaman: .wikipedia. Bogor: pusat Kajian PHT IPB.5-12. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Plant Pathologi. Hamijaya MZ dan Asikin A. Jakarta: WALHI.deptan. Robert. Kalshoven. and Fate. Pembentukan Badan Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (BP-DPL) dengan model Co-Managemant sebagai Alternatif Solusi Pengelolaan Berkelanjutan di Kepulauan Raja Ampat. Jakarta: Penebar Swadaya. 2007. 1998. Irliyandi F. Connecticut Sea Grant Extension. kubis dan sawi di daerah Lembang mengandung pestisida jenis methamidopos 14-41 ppm (WALHI 1987). Di dalam: Nugroho BW. http://id. Berdasarkan hal tersebut dapat kita bayangkan jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung residu pestisida tersebut dalam 100 g setiap hari maka dalam setahun kita mengonsumsi bahan aktif pestisida sekitar 5.E. L. [6 April 2007] BPS (Biro Pusat Statistik). 1999. Lomba Karya Tulis Mahasiswa Lingkungan Hidup. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup). Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida alami. [6 April 2007] Ditjen BPPHP. 1987. Penggunaan insektisida sintetik juga dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. 2002. Bertanam Pepaya. Dalam Simposium Nasional. 2007. Ketahanan dan Keamanan Pangan pada Era Otonomi dan Globalisasi.id/bdexim/. Halaman 1-7. Teknologi ”Indiggenous” dalam mengendalikan hama padi di Kalimantan Selatan.G.wikipedia. Environmental.go. Pomeroy.go. New York: Lewis Publisher. 2002. Prospek dan strategi pemanfaatan insektisida alami dalam PHT. 2005.75 g setara dengan ¾ liter atau ½ kaleng racun nyamuk yang jika diminum dapat menimbulkan kematian.id/bdexim/. Volume dan Nilai Ekspor Hortikultura Indonesia Tahun 2000-2001. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. 1996. editor. New York: Academic Press. 1997. Dadang dan Prijono D. 2004. Kalie MB. Prijono D. Broto W. Kardinan. Department of Agriculture and Resource Economics University of Connecticut. Kamrin MA. Agrios. Mulyani T. 2001. http://www. The Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: Penebar Swadaya. 1981. Perbaikan teknologi penyadapan dan pengawetan getah pepaya segar untuk produksi papain. 2006. Teropong Masalah Pestisida (Terompet). Impact. http://www. Menurut data WHO sekitar 500 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya dan diperkirakan 5 ribu orang meninggal setiap 1 jam 45 menit akibat pestisida (WALHI 1987). BPS (Biro Pusat Statistik). Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura. Fisheries co-Management A Fact Sheet for Connecticut Fishermen. Hal ini dikarenakan insektisida tertentu dapat tersimpan di dalam tanah selama bertahun-tahun (Kusnaedi 2003). Bogor 22 November 2005. Jurnal Hortikultura 11 (3):196-206.org/wiki/Insektisida http://id. Ichtiar Baru Van Hoeve. Sabari SD. Pesticide Profiles: Toxicity. Yuni S. Jakarta: PT. Data produksi sayuran Indonesia. Data ekspor-impor sayuran Indonesia. Bogor 9-13 Agustus 1999.ppm.deptan.

semangka. jeruk. tomat. kopi. tebu. Kacang hijau. Kacang Panjang. Bagi pengalaman anda ○ Menulis tinjauan . tebu. kubis. buncis. kol bunga. Petrokimia Kayaku Wokozim adalah hara organik plus yang menjadikan tanaman sehat alami dan meningkatkan paen yang bermutu tinggi Dapat digunakan pada tanaman : Padi. Bahan Aktiv Abamektin 18 g/ l Hara .. bawang putih.co. kedelai. teh. Tomat. lobak. lada. melon. mawar dan krisan. kapri. kacang panjang. tembakau.indonetwork. Citra Pelangi Nusantara Anggota Gratis CV.htm Selamat Datang di CV.id/1303829/hara-organik-plus-wokozim-ptpetrokimia-kayaku. cabai. anggrek. kakao.kubis. anggur.Organik plus Wokozim PT. bawang merah. Citra Pelangi Nusantara Indonesia • • • • • • • • Depan Info Perusahaan Hubungi Kami Penawaran Dagang [1] ○ Penawaran Jual [1] Katalog Produk [26] Organic Fertilizer Bregadium Minerals.. Kedelai. Negara Asal: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Indonesia Transfer Bank (T/T) 1 liter http://sahabatpetani.. kentang. paprika. Kentang. kacang tanah. wortel. apel. Cabai. Jagung.

○ Kenalkan ke teman Anda Top of Form 0 0 (Gambar) bregadium@gmail. Magnesium. dan Lanthanum. Cadmium. Ferrum. Cobalt. Sulphur. Cuprum. Potassium. Selenium.000 Transfer Bank (T/T) 1 liter / botol Bregadium Water PA-71 merupakan nutrisi cair hasil ekstraksi sari tanah dengan menggunakan proses Hypernano Technology untuk mendapatkan mineral complex yang dibutuhkan semua jenis tanaman antara lain: Aluminium. nutrisi cair berbasis ramah lingkungan dan tidak beracun sehingga aman untuk digunakan. Bregadium Water PA-71. Sodium. Cerium yang tergolong dalam rare earth metals dan sebagai electrical nutritions. Zinc. Calcium.com Katalog Produk: Bregadium Water PA-71 Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Indonesia Rp. Kandungan mineral complex dan electrical nutritions tersebut berfungsi : . Molybdenum. Boron. Phosphorus. Manganese. Barium. 45.

htm . Pada daun. campurkan 1 liter Bregadium Water PA-71 dengan 500 liter air bersih ( perbandingan 1 : 500) kemudian aduk secara merata. dan buah. Benih yang berupa biji -bijian dilakukan perendaman selama 5-8 jam sebelum dilakukan penanaman. Sorgum. . Untuk Media Tanam. .Merangsang pertumbuhan bunga. tanaman yang berumur panjang/ berbatang keras. Tebu.Meminimalkan kegagalan panen dan kerusakan pada tanaman. campurkan 1 liter Bregadium Water PA71 dengan 100 liter air bersih ( perbandingan 1 : 100) kemudian aduk secara merata. 2. Kacang – kacangan.. Jagung. Untuk Penanaman Awal. batang. Kapas. .Mempercepat penyerapan nitrogen dalam udara bebas. siramkan secukupnya pada pangkal batang/ akar tanaman. Wijen.Meningkatkan kualitas dan hasil produksi tanaman. . Kedelai. Diberikan secara berkala 1 bulan sekali.id/2183247/bregadium-water-pa-71.co. .Menaikan jumlah chlorophyll tanaman. Campurkan 1 liter Bregadium Water PA-71 dengan 100 liter air bersih ( perbandingan 1 : 100) kemudian aduk secara merata. http://bregadiumwater. aduk secara merata kemudian semprotkan pada daun tanaman secukupnya.indonetwork. .Mempercepat pertumbuhan akar. Pemberian nutrisi dapat dilakukan 2-3 kali sampai periode masa panen.Mencegah diserangnya bakteri dan jamur pathogens pada tanaman. Bregadium Water PA-71 ( Tanaman Pangan) Dapat digunakan untuk tanaman pertanian antara lain: Padi. 3.Menambah dan mempertahankan unsur hara dalam tanah. . Ketela Pohon. aduk secara merata kemudian siramkan atau semprotkan pada pangkal batang/ akar tanaman secukupnya. sedangkan benih yang bukan berupa biji-bijian cukup dibasahi terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. dan daun. . campurkan 1 liter Bregadium Water dengan 500 liter air bersih ( perbandingan 1 : 500) . Semprotkan secukupnya pada tanah/ media tanam secara merata sebelum ditabur benih atau ditanam bibit. Cara Pemakaian: 1. Untuk Perawatan dan Pemeliharaan. 4. campurkan 1 liter Bregadium Water PA-71 dengan 100 liter air bersih.Memberikan warna segar dan cerah pada tanaman. Kelapa Sawit. dll. Ubi Jalar.

burung.5 kg/ ha Foliar spray.Katalog Produk: SEVIN 85 S Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Indonesia Rp. Rekomendasi: Tanaman Masalah Dosis Aplikasi Jagung Locust Loc usta migratoria 1. racun kontak bekerja dengan baik untuk hama kumbang sementara ulat dan belalang harus mencerna cukup banyak meteri untuk akhirnya mencapai dosis yang mematikan.500 (500 Gr) Transfer Bank (T/T) 100 gram dan 500 gram SEVIN 85 S Grup : Insektisida Bahan Aktif : Carbaryl 85% Ukuran Kemasan : 100 g. Sevin juga telah terbukti efektif melawan lebih dari satu tahap dalam tahapan kehidupan beragam serangga. dengan volume air 500 l/ ha. 500 g Sevin adalah insektisida yang berasal dari grup carbamate.61.250 (100 Gr) dan Rp. Insektisida ini membunuh serangga dengan cara racun kontak dan lambung. Secara umum. Aplikasikan pada . Sangat cocok digunakan untuk beragam tanaman dan serangga. 250 g. Memiliki tingkat racun yang rendah untuk manusia. ikan dan hewan lain dan sangat efektif untuk mengatasi serangga yang imun terhadap pestisida jenis lain.13. Sevin memiliki cara kerja yang luas dan punya kecepatan kerja yang beragam ( mulai dari sedang hingga cepat) dengan jumlah residu yang tidak terlalu banyak. Cara Kerja Sevin adalah insektisida residual cholinesterase inhibiting.

dengan volume air 500 l/ ha. 1-2 kg/ ha Foliar spray.daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan 7 hari interval.5 kg/ ha Foliar spray. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Kapas Spiny bollworm Earias sp. Coconut Stem borer Rhynchoporus sp. Kopi Mealy bug . dengan volume air 500 l/ ha. Coconut White fly Aleurodicus destructor 1-2 kg/ ha Foliar spray. Coconut Caterpillar Artoma catoxantha 1-2 kg/ ha Foliar spray. Coconut Rhinoceros beetle Oryctes rhinoceros 1-2 kg/ ha Foliar spray. 1-2 kg/ ha Foliar spray. dengan 7 hari interval. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan 7 hari interval. Jagung Armyworm Spodoptera litura 1-1.

Kopi Scale Insect Coccus viridis 2 g/ l Foliar spray. Kacang Kedelai Leaf beetle Phaedonia inclusa 1-1. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi.Pseudococcus citri 2 g/ l Foliar spray. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan 7 hari interval. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Lada Berry borer Lophobaris piperis 2. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan volume air 500-1000 l/ ha. dengan 7 hari interval. dengan volume air 500-1000 l/ ha.5 kg/ ha Foliar spray. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Kopi Berry borer Stephanoderes hampei 2 g/ l Foliar spray. .5 kg/ ha Foliar spray.5 kg/ ha Foliar spray. Minyak sawit Nettle caterpillar Thosea asigna 1-2 kg/ ha Foliar spray. Kacang Kedelai Leaf roller Lamprosema indicata 1-1.

Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan 7 hari interval.5 kg/ ha Foliar spray. Tembakau Armyworm Spodoptera litura 0. Informasi Soal Racun dan Keamanan . Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi.2 kg/ ha Foliar spray. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan volume air 500 l/ ha. Teh Leaf roller Caloptilia theivora.5 kg/ ha Foliar spray. Kacang Kedelai Armyworm Spodoptera litura 1-1. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Homona coffearia 1.5 kg/ ha Foliar spray. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. Kacang Kedelai Pod Borer Etiella zinckenella 1-1. Tebu Stemborer Phragmatocia castaneae 2. dengan 7 hari interval. dengan 7 hari interval.Kacang Kedelai Semi Looper Plusia chalcites 1-1. dengan volume air 500-1000 l/ ha.5-1 kg/ ha Foliar spray.5 kg/ ha Foliar spray. dengan 7 hari interval. Enarmonia leucostoma. dengan volume air 500-1000 l/ ha. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi. dengan volume air 500-1000 l/ ha.

Bila Terkena Mata Cuci mata dengan air yang banyak selama kurang lebih 15 menit.LD50 Acute Toxicity Oral. diare. bradycardia. clonic spasms. Gejala Keracunan Gangguan disturbances. Penawar Racun Atropine Pertolongan Pertama Informasi Umum Pindahkan korban dari daerah berbahaya. rat: 63. Bila Terjadi Kontak Kulit Cuci segera kulit yang terkena dengan air dan sabun dalam jumlah banyak. Upayakan badan tetap tenang. mengecilnya jalan pernafasan. Sangat beracun bagi organisme air. panggil dokter secepatnya. dilakukan dalam 30 menit setelah penelanan dan blila pertolongan medis tak dapat diperoleh ( muntahan tidak boleh masuk jalan pernafasan) . If ingestion gatrointestinal irritation. Upayakan pemuntahan bila pasien sadar. Bila Tertelan Bawa korban ke udara bersih. dysnoea. Bila Terhisap Pindahkan korban dari tempat yang terkontaminasi tanpa membahayakan diri sendiri. lindungi dari kehilangan panas tubuh. Panggil dokter dan beritahukan soal Safety Data Sheet. konsultasikan dengan spesialis mata Bila Tertelan Cuci mulut dengan air. Langsung pindahkan pakaian yang terkena tanah atau terkena insektisida. muali. Bila terjadi masalah pernafasan beri oksigen. muntah.4 mg/ kg Dermal rat : > 2000 mg/ kg Identifikasi Bahaya Berbahaya bila terhisap dan tertelan Jarang sekali terlihat efek carcinogenic. miosis. Informasi untuk dokter: .

dll.co.Residunya sangat rendah dan mudah hilang dengan aerasi atau penganginan. Keuntungan MEPHOS : . ikan asin.id/Grasse_Arum_Lestari/1744294/aluminium-phosphide-56-mephos-56-tb. rotan. Bahan jamu. Kacang-kacangan. Rhyzopertha dominica. seperti : Silo. Aman bagi Lingkungan dan Komoditi. Pakan ternak. Produk-2 dari kulit. Bambu.Aman bagi lingkungan dan tidak merusak lapisan ozon. Mudah digunakan. Kayu. Ekonomis . Gaplek. Kakao. . Padi-padian.co. Tembakau.id/2223142/sevin-85-s. Sayuran yang diawetkan.. Kopi. yaitu : Biji-bijian.Aluminium Phosphide 56% Produksi MEBROM. .Tidak merusak mutu / zat gizi komoditi. NV. Rumput-rumputan. Jahe kering. Gudang. Tapioka.htm Katalog Produk: Aluminium Phosphide 56% ( MEPHOS 56 TB) Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Belgia Contact Via Email or Phone Transfer Bank (T/T). Efektif. .htm . Benih tanaman. Komiditi pertanian / pangan yang disimpan sangat mudah terserang hama gudang seperti : Tribolium sp. Sitophilus sp. Untuk melindunginya. http://indonetwork. Komoditi yang dapat difumigasi dengan MEPHOS . http://pusatpestisida. Susu bubuk. Anda memerlukan fumigan MEPHOS pembasmi hama gudang yang sangat efektif. Tunai. MEPHOS dapat di aplikasikan pada berbagai tempat penyimpanan. Buah-buahan.indonetwork. Cengkih. Kapas.. Kopra. Buah yang diawetkan.Tindakan penanganan: Dosis tinggi dari atropine ( 1 sampai 4 mg untuk orang dewasa) dapat diulang bila diperlukan. Teh.Tidak merubah rasa. Lada. Pala. Kapal dan lainlain. aroma dan warna komoditi. Cek Bank 334 tablets (3 grams each) / Can Fumigan . Belgium. Kontainer. Kelapa sawit.

htm . HERBATOP 276. Sifat Reaksi bersifat kontak dan hanya mematikan jaringan tanaman yang terkena semprotan larutan herbisida ini.com. email : k111222444@ yahoo. Herbisida.co.HERBATOP 276.com. Bahan Aktif * Paraquat Dikhlorida 276 gr/ l 2. HP 0812 103 604 79 Tunai Lot Standard http://alatpertanian. HP 0812 103 604 79. Persiapan lahan pada budidaya tanaman di lahan pasang surut dan padi sawah Penyiangan gulma pada budidaya tanaman jagung di lahan tegalan. Tebu. email : k111222444@ yahoo.id/2213867/herbatop-276-herbisida-email-k111222444-yahoo-com-hp-0812. Kopi. Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Jumlah: Kemas & Pengiriman: Indonesia email : k111222444@yahoo. Jerican plastik isi 5 liter dan 20 liter 3. Botol isi 0. HP 0812 103 604 79 SPESIFIKASI PRODUK: 1. email : k111222444@ yahoo. Bentuk Larutan dan Kemasan Herbatop 276 AS di formulasi dalam bentuk larutan Herbatop 276 AS di formulasi dalam bentuk larutan berwarna coklat gelap dan larut dalam air. Karet. Herbisida.com. HP 0812 103 604 79 HERBATOP 276. Kemasan tersedia : 1.indonetwork. 5 liter dan 1 liter 2. Herbisida. Teh. Drum plastik isi 200 liter 4 Sasaran HERBATOP 276 Pengendalian gulma tanaman perkebunan seperti Kelapa Sawit. 3.com. dll.

. yaitu bila > 20 % umpan sensus termakan.Katalog Produk: Racumin ( Bahan umpan untuk pengendalian Tikus Rumah & Tikus Sawah) Produksi BAYER ENVIRONMENTAL SCIENCE (Gambar) Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Jerman Rp. 5 mg/ kg ( oral) * LD50 ± 23-30 mg/ kg ( dermal) * Racumin adalah rodentisida antikoagulan./kg. jejak. Takaran : . Dapat mengakibatkan pendarahan ( blooding) pada tikus. berbentuk tepung warna biru sangat efectif untuk mengendalikan tikus rumah ataupun tikus sawah. Sehingga akan terjadi penurunan kemampuan dan mobilitas untuk memanjat. Keberhasilan pengendalian ditentukan oleh kerjasama antara client dengan PCO. 75 % LD50 ± 16. kotoran atau liang. belum termasuk PPn 10% Transfer Bank (T/T) 1 box (12 x 1 kg) RACUMIN Bahan aktif : Coumatetralyl 0. tempat persembunyian dan menutup jalan masuk / keluarnya tikus.000. Pemasangan umpan dilakukan bila ditemukan tanda-tanda keberadaan tikus berupa . Pasang umpan pada 5 titik / hektar. 215. Yang berdasarkan sensus populasi. khususnya dalam hal pengawasan sanitasi lingkungan. jalan. lari serta daya penciuman. diantaranya dengan mengantisipasi adanya lubang. sebagai akibat pecahnya pembuluh darah.

Pemasangan umpan harus terus menerus sampai tidak termakan. Lindungi umpan dari air / hujan. kedelai) dengan 20 ml ( 3 sendok) minyak. Blackberry PIN 238e574f Kenalkan ke teman Anda Katalog Produk: Racumin ( Bahan umpan untuk pengendalian Tikus Rumah & Tikus Sawah) Produksi BAYER ENVIRONMENTAL SCIENCE (Gambar) Negara Asal: Harga: Cara Pembayaran: Kemas & Pengiriman: Keterangan: Jerman Rp. umpan ( beras. 215..goreng.Campurkan 2 kg ( 10 gelas) bahan. Aduk rata lalu campur dengan 100 gr Racumin hingga warna birunya merata. Dapat mengakibatkan pendarahan . berbentuk tepung warna biru sangat efectif untuk mengendalikan tikus rumah ataupun tikus sawah. belum termasuk PPn 10% Transfer Bank (T/T) 1 box (12 x 1 kg) RACUMIN Bahan aktif : Coumatetralyl 0.id atau hubungi kami di 031-91094095 . jagung. 75 % LD50 ± 16. ke tempat yang biasa dilalui tikus. 5 mg/ kg ( oral) * LD50 ± 23-30 mg/ kg ( dermal) * Racumin adalah rodentisida antikoagulan. Isikan 100 gr umpan tsb pada tempat & letakan dgn jarak 50 m antar umpan./kg.co. untuk info lebih detail silahkan klik : http: / / winade.000. Bila perlu ganti/ tambah jika umpan rusak/ habis.

Pemasangan umpan harus terus menerus sampai tidak termakan. jagung.indonetwork. Sehingga akan terjadi penurunan kemampuan dan mobilitas untuk memanjat. Keberhasilan pengendalian ditentukan oleh kerjasama antara client dengan PCO. Pasang umpan pada 5 titik / hektar. umpan ( beras.id/1193884/racumin-bahan-umpan-untuk-pengendalian-tikus-rumah-tikus.goreng.co. ke tempat yang biasa dilalui tikus. tempat persembunyian dan menutup jalan masuk / keluarnya tikus. Aduk rata lalu campur dengan 100 gr Racumin hingga warna birunya merata.co. Takaran : Campurkan 2 kg ( 10 gelas) bahan. Bila perlu ganti/ tambah jika umpan rusak/ habis. yaitu bila > 20 % umpan sensus termakan.( blooding) pada tikus. jejak. kedelai) dengan 20 ml ( 3 sendok) minyak. diantaranya dengan mengantisipasi adanya lubang.htmBottom of Form . Yang berdasarkan sensus populasi. Pemasangan umpan dilakukan bila ditemukan tanda-tanda keberadaan tikus berupa . Lindungi umpan dari air / hujan. untuk info lebih detail silahkan klik : http: / / winade. jalan. Isikan 100 gr umpan tsb pada tempat & letakan dgn jarak 50 m antar umpan. kotoran atau liang. lari serta daya penciuman. Blackberry PIN 238e574f Kenalkan ke teman Anda http://ptwinadewahyumas. sebagai akibat pecahnya pembuluh darah. khususnya dalam hal pengawasan sanitasi lingkungan.id atau hubungi kami di 031-91094095 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->