Dampak perubahan iklim di Indonesia Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak

terhadap berbagai segi kehidupan. Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperatur serta pergeseran musim. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai. Dampak Perubahan Iklim Regional Pola musim mulai tidak beraturan sejak 1991 yang mengganggu swasembada pangan nasional hingga kini tergantung import pangan. Pada musim kemarau cenderung kering dengan trend hujan makin turun salah satu dampak kebakaran lahan dan hutan sering terjadi. Meningkatnya muka air danau khususnya danau Toba makin susut dan mungkin danau/waduk lain di Indonesia, konsentrasi es di Puncak Jayawija Papua semakin berkurang dan munculnya kondisi cuaca ekstrim yang sering yang menimbulkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di beberapa lokasi dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa kajian dari IPCC 4AR yang menyinggung Indonesia secara spesifik antara lain : Meningkatnya hujan di kawasan utara dan menurunnya hujan di selatan (khatulistiwa). Kebakaran hutan dan lahan yang peluangnya akan makin besar dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas El-Nino. Delta Sungai Mahakam masuk ke dalam peta kawasan pantai yang rentan. (Murdiyarso, 2007). Dampak perubahan iklim terhadap pertanian Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-2o C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan. Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis. Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Terjadinya pergeseran musim dan perubahan pola hujan, akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. Pada tahun 1991, Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH, 1998). Adaptasi bisa dilakukan dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam. Peningkatan suhu

cumi-cumi dan rajungan. Sehingga akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai. serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan. . 2007). serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir. suhu berhubungan negatif dengan kasus DBD. Gelombang panas yang melanda Eropa tahun 2005 meningkatkan angka "heat stroke" (serangan panas kuat) yang mematikan. akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50% biota laut. nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah. kasus DBD akan meningkat. serta berubahnya pola distribusi penyakitpenyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan. Naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa. Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan. ”Pemanasan global” juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. Frekuensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah meningkat. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Penderita alergi dan asma akan meningkat secara signifikan. infeksi salmonela. Faktor iklim berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Kalimantan dan Sulawesi (UNDP. karena itu peningkatan suhu udara per minggu akan menurunkan kasus DBD. apabila suhu air laut naik 1.regional juga akan memberikan dampak negatif kepada penyebaran dan reproduksi ikan. Semakin tinggi curah hujan. Di Maluku. Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare. Dampak Perubahan iklim terhadap kenaikan Muka Air Laut. seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Kenaikan muka air laut juga akan merusak ekosistem hutan bakau. gizi buruk. Aceh.50C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnahkan 98% terumbu karang. gizi buruk. di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster. Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur. dan "hay fever" (demam akibat alergi rumput kering). Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare.

kependudukan. berupa : banjir dan tanah longsor. Dengan kata lain daerah rawan bencana menjadi perhatian perencanaan dalam mengalokasikan pemanfaatan ruang. .5-2. Dampak terhadap penataan ruang dapat terjadi antara lain apabila penyimpangan iklim berupa curah hujan yang cukup tinggi. Meningkatnya tingkat keasaman laut karena bertambahnya Karbondioksida di atmosfer diperkirakan akan membawa dampak negatif pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang serta spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut. Dampak perubahan iklim pada pemukim perkotaan Kenaikan muka air laut antara 8 hingga 30 centimeter juga akan berdampak parah pada kota-kota pesisir seperti Jakarta dan Surabaya yang akan makin rentan terhadap banjir dan limpasan badai. Pada pertengahan abad ini.Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering. rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut. alam akan lebih rapuh terhadap perubahan iklim. (Sumber World Wild Fund (WWF) Indonesia) Dampak perubahan iklim Sektor Lingkungan Dampak perubahan iklim akan diperparah oleh masalah lingkungan. Karena lingkungan rusak. Dampak perubahan iklim terhadap Ekosistem Kemungkinan punahnya 20-30% spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1. Dampak perubahan iklim pada Sektor Ekonomi Semua dampak yang terjadi pada setiap sektor tersebut diatas pastilah secara langsung akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia akibat kerugian ekonomi yang harus ditanggung. Masalah ini sudah menjadi makin parah di Jakarta karena bersamaan dengan kenaikan muka air laut. dan kemiskinan.5oC. air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya. memicu terjadinya gerakan tanah (longsor) yang berpotensi menimbulkan bencana alam.

dimana lebih dari separuhnya merupakan pantai landai.000 penduduk.000 km dan dengan mengasumsikan bahwa genangan pantai rerata adalah satu meter. serta mengucilkan 200. Apabila skenario yang diberikan oleh IPCC benar. Senin. maka Indonesia akan kehilangan sekitar 4.id/index. Sementara itu jika ditarik garis batas 2 mil laut. yang 1. di penghujung tahun 2006 menewaskan 96 orang dan membuat mengungsi 110.000 jiwa. Apabila ditinjau panjang garis pantai total yang dimiliki Indonesia adalah 81.Total kerugian ditaksir sekitar 695 juta dolar. Sulawesi Utara memaksa 3.Namun Jakarta memang sudah secara rutin dilanda banjir besar:p ada awal Februari.dirgantaralapan.500 buah di antaranya rusak atau hanyut.5 meter dan turunnya tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan enam lokasi terendam secara permanen dengan total populasi sekitar 270.Banyak wilayah lain di negeri ini juga akhir-akhir ini baru dilanda bencana banjir. Sulawesi Selatan banjir yang berlangsung berhari-hari telah merusak jalan dan memutus jembatan. dan tiga di Bekasi – Muaragembong. maka berarti lahan pesisir termasuk pulau-pulau kecil yang hilang dalam 100 tahun mendatang mencapai 405. Suatu penelitian memperkirakan bahwa paduan kenaikan muka air laut setinggi 0. PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Indonesia merupakan negara kepulauan.Tidak kurang dari 100 juta jiwa atau 60% penduduk Indonesia yang bertempat tinggal dalam radius 50 km dari garis pantai. Adapun Kota-kota yang diperkirakan terkena dampak Kenaikan Muka Air Laut dapat dilihat pada tabel berikut 2.permukaan tanah turun: pendirian bangunan bertingkat dan meningkatnya pengurasan air tanah telah menyebabkan tanah turun. pengembangan industri dan berbagai . (http://iklim. 05 Agustus. Penjaringan dan Cilincing. yakni: tiga di Jakarta – Kosambi. Pada tahun 2007 di Sinjai.2007. 2002). Banjir besar di Aceh.300 meninggalkan rumah. perdagangan. misalnya.050 Ha per tahun.000 orang mengungsi ke tenda-tenda dan barak-barak darurat. 2002). yang berfungsi menjadi lokasi permukiman.000 orang yang kehilangan sumber penghidupan dan harta benda mereka. Babelan dan Tarumajaya.000 Ha atau 4. Dilihat dari segi pengembangan ekonomi ancaman terendamnya sebagian dari dataran rendah akibat meningkatnya permukaan air laut mengakibatkan mundurnya garis pantai (Pratiko. maka luas wilayah Indonesia akan berkurang karena menyusutnya panjang pantai di seluruh Indonesia.banjir dan longsor yang melanda Morowali. Selanjutnya masih pada tahun itu.php?option=com_content&view=article&id=60&Itemid=37) A. Dilihat dari segi perekonomian.banjir di Jakarta menewaskan 57 orang dan memaksa 422. ancaman ini akan berakibat sangat serius mengingat sebagian besar kota besar di Indonesia berada di wilayah pesisir.or.000 pulau (Kompas. perhubungan.

Kalimantan bagian Selatan. (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah. Gangguan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.543 ha (1982) menurun menjadi 3. yang disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi. diantaranya adalah: (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan TimurSelatan Sumatera. 2002): 1. (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan.sektor lainnya. 3. Meluasnya intrusi air laut. Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir. Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Di Indonesia. dan 80% dari lokasi industri berada di wilayah pesisir (Pratiko. Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993) telah terjadi penurunan hutan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi maka : abrasi pantai akan kerap terjadi tidak adanya penahan gelombang. tergantung dari tingginya kenaikan muka air laut yang terjadi. antara lain yang berada di hulu. Pembangunan kota yang dilakukan pada kawasan pantai seperti yang diberikan di atas mengakibatkan terjadinya banjir pada . hilir. Kenaikan muka air laut secara umum berdampak pada (BKTRN. (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada di wilayah Pantura Jawa. luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5. 5.209. Pertumbuhan kota-kota pantai di akhir abad 20 yang cenderung mengabaikan daya dukung lingkungan di sekelilingnya serta ancaman bencana yang berpotensi merusak.496. dan Saddang. Berkurangnya luas daratan dan hilangnya pulau-pulau kecil. Meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan ruang yang layak dikembangkan menyebabkan perluasan merambah lingkungan yang seharusnya dipertahankan sebagai penyangga. 4. Diperkirakan 60% dari populasi penduduk Indonesia. 2.235. S. Rusaknya ekosistem mangrove. Sulawesi bagian Barat Daya. dan mangrove. seperti DAS Citarum. 2002) Sebagian besar kota-kota penting Indonesia terletak di kawasan pantai. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter. kolam ikan. payau. 2002).185 ha (1993). Contoh : diperkirakan pada periode antar 2050 hingga 2070. dengan karakteristik laju pertumbuhan yang tinggi. intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi pada kurun waktu yang bersamaan. Kemungkinan lain adalah terjadinya backwater dari wilayah pesisir ke darat. oleh diakibatkan terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan.700 ha (1987) dan menurun hingga 2. Brantas. pada akhir abad 21 lahan pesisir yang hilang akan mencapai 202. dan beberapa kawasan pesisir di Papua. Sumatera bagian Timur. pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan dan zona budidaya aquaculture akan terancam dengan sendirinya. 2002).500 ha (Diposaptono. pantai dan perairan dengan pulaupulau didepannya (Hantoro.

Akibatnya atmosfer bumi makin memanas dengan laju yang setara dengan laju perubahan konsentrasi GRK. metana (CH4). 4. CH4. Frekuensi tejadinya banjir. 15. 1996) Uap air (H2O) pun sebenarnya merupakan GRK yang dapat dirasakan pengaruhnya ketika menjelang turun hujan.9 menjadi 3.8 juta ton/tahun. CH4. dan N2O di Indonesia pada tahun 1994 berturut-turut adalah 952. Gas rumahkaca yang menyelimuti atmosfer bumi akan menyerap radiasi gelombang panjang yang memanaskan bumi (Sumber: UNEP/WMO. khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. khususnya dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pengertian perubahan iklim Yang dimaksud dengan perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim. dan N2O keberadaannya di atmosfer berturut-turut adalah 100. yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat panas. Demikian pula halnya dengan N2O meskipun kecil juga mengalami penurunan dari 3. Gambar 1. Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global. Emisi GRK Indonesia dari berbagai sektor pada tahun 1994 (Gg) . Pertumbuhan emisi dan konsentrasi gas rumahkaca Menurut IPCC (2001) dalam dekade terakhir ini pertumbuhan CO2 adalah sebesar 2900 juta ton/tahun. maka uap air bukanlah GRK yang efektif.kawasan tersebut. tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas seperti terlihat pada Gambar 1. tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan iklim. seperti tambahan aerosol dari letusan gunung berapi. Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer.286. Udara terasa panas karena radiasi gelombangpanjang tertahan uap air atau mendung yang menggantung di atmosfer. dan nitrous oksida (N2O). serta tinggi dan lamanya genangan air di kota-kota tersebut sangat mempengaruhi kerusakan fisik dan menimbulkan gangguan sosial bagi masyarakat kawasan tersebut. dan 61 Gg (Tabel 1). Sementara itu untuk CO2. Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic). Tabel 1. khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial). Sementara itu tingkat emisi CO2. Gas-gas inilah yang selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara. dan 115 tahun. Namun demikian karena keberadaan (life time) H2O sangat singkat (2-3 hari).199. sementara pada dekade sebelumnya adalah sebesar 1400 juta ton/tahun. Sedang CH4 justru mengalami penurunan dari 37 juta ton/tahun pada dekade terdahulu menjadi 22 juta ton/tahun pada dekade terakhir. karena sifatnya yang seperti kaca. Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami.

maka diperkirakan pada tahun 2100 konsentrasi CO2 akan meningkat dua kali lipat dibanding zaman industri. surplus air hanya sekitar 30% dengan periode defisit yang lebih pendek dibanding jika iklim tidak berubah (Murdiyarso. distribusi vegetasi alami dan keanekaragaman hayati. Perubahan iklim (khususnya suhu dan curah hujan) tidak hanya menyebabkan perubahan volume defisit atau surplus air.Maret sebagai musim hujan dan April – September sebagai musim kemarau. Pertama. sedang pada tahun 1990 konsentrasinya telah meningkat menjadi 353 ppm. daerah dengan pola hujan lokal.5 oC (Gambar 2). penurunan areal yang dapat diirigasi dan penurunan efektivitas penyerapan hara serta penyebaran hama dan penyakit. Dalam suatu studi hidrologi daerah aliran sungai (DAS) di daerah ekuatorial seperti Sulawesi. 1994).5 oC telah dicatat. distribusi hama dan penyakit tanaman dan manusia. daerah yang dekat dengan ekuator dipengaruhi oleh sistem ekuator dengan pola hujan yang memiliki dua puncak (bimodal). Perubahan pola dan distribusi hujan Pola dan distribusi curah hujan terjadi dengan kecenderungan bahwa daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi makin basah. Di Indonesia dikenal 3 macam pola distribusi hujan. sehingga akan menimbulkan berbagai perubahan lingkungan global yang terkait dengan pencairan es di kutub. perubahan iklim (dengan konsentrasi CO2 atmosfer 2 kali lipat dibanding konsentrasi pada zaman pra-industri yang hanya 280 ppm) akan menyebabkan DAS tersebut tidak mengalami defisit sementara surplusnya meningkat dua kali lipat. yaitu pada bulan Maret dan Oktober saat matahari berada di dekat ekuator. Peningkatan yang besar terjadi pada daerah lintang tinggi. Ciri dari pola ini adalah adanya musim hujan dan kemarau yang tajam dan masing-masing berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Ketiga. yaitu pola monsun (monsoonal). dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodal dengan puncak yang terbalik dibandingkan dengan pola hujan monsun yang disebutkan di atas. Sedang DAS di daerah monsun seperti Jawa. yaitu sekitar 580 ppm. yaitu Oktober . Peningkatan suhu rata-rata bumi sebesar 0. produktivitas tanaman. daerah yang sangat dipengaruhi oleh monsun memiliki pola hujan dengan satu pucak (unimodal).7-4.Peningkatan suhu bumi Dalam 100 tahun terakhir suhu bumi terlihat mulai ditentukan oleh peningkatan CO2 di atmosfer. Dalam kondisi demikian berbagai model sirkulasi global memperkirakan peningkatan suhu bumi antara 1. Dengan pola konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang. Pada zaman pra-industri (sebelum tahun 1850) konsentrasi CO 2 masih sekitar 290 ppm. Konsekuensinya adalah bahwa kelestarian sumberdaya air juga akan terganggu. ekuatorial dan lokal. Dampak perubahan iklim Sektor pertanian akan terpengaruh melalui penurunan produktivitas pangan yang disebabkan oleh peningkatan sterilitas serealia. Di beberapa tempat di negara maju (lintang tinggi) peningkatan konsentrasi CO2 akan meningkatkan produktivitas karena asimilasi meningkat. Kedua. tetapi juga periode daerah itu mengalami surplus atau defisit. .

Dampak ini tidak begitu nyata di daerah lintang rendah atau daerah berelevasi rendah. Bahwa kejadiannya bersamaan dengan kejadian El-Nino karena fenomena ini memberikan kondisi cuaca yang kering yang mempermudah terjadinya kebakaran. dan di DAS Saadang. bukan perubahan iklim dalam arti seperti yang diuraikan di atas. Tetapi jika sistem irigasi tidak mengalami perbaikan produksi padi akan mengalami penurunan hingga 4. Jika kebakaran hutan makin sering dijumpai di Indonesia. Sebagai konsekuensinya kejadian banjir akan meningkat karena menurunnya daya tampung sungai akibat peningkatan limpasan permukaan dan menurunnya daya tampung sungai dan waduk akibat peningkatan erosi dan sedimentasi. Dampak perubahan iklim yang menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan akan memberikan pengaruh terhadap ketersediaan air dari limpasan permukaan. Dengan kata lain stabilisasi produksi pangan pada iklim yang berubah akan memakan biaya yang sangat tinggi. air tanah dan bentuk reservoir lainnya. Sulawesi Selatan 132% (Murdiyarso. Namun seperti diuraikan di atas El-Nino adalah fenomena alam yang terkait dengan peristiwa iklim ekstrem dalam variabilitas iklim. 1994).4 persen (Matthews et al.5 milyar orang akan mengalami kekurangan air. Jawa Barat peningkatan tersebut mencapai 32%.3 persen jika irigasi dapat dipertahankan. Di Indonesia dengan skenario konsentrasi CO2 dua kali lipat dari saat ini produksi padi akan meningkat hingga 2. Meskipun kenyataannya sangat sulit mengukur perubahan muka-laut. mukalaut telah naik antara 10-25 cm. Demikian juga penambahan . Dalam 100 tahun perubahan suhu telah meningkatkan pemuaian volume air laut dan meningkatkan ketinggiannya. Daerah pegunungan akan kehilangan banyak spesies vegetasi aslinya dan digantikan oleh spesies vegetasi dataran rendah. Kawasan pesisir merupakan daerah yang paling rentan dari akibat kenaikan muka-laut. sebab sebagian besar (kalau tidak seluruhnya) kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia yang berkaitan dengan pembukaan lahan. terutama mereka yang berpendapatan dan berpendidikan atau berketerampilan rendah. dunia akan mengalami penurunan produksi pangan hingga 7 persen. Meningkatnya jumlah penduduk memberikan tekanan pada penyediaan air. misalnya dengan meningkatkan sarana irigasi. pupuk. Bersamaan dengan itu kondisi sumberdaya air yang berasal dari pegunungan juga akan mengalami gangguan.. 1995). artinya biayanya tinggi. Dalam 100 tahun terakhir. terutama pada daerah perkotaan. Secara keseluruhan jika adaptasi tidak dilakukan. Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan pergeseran spesies vegetasi dan ekosistem. Di DAS Citarum. Saat ini sudah banyak penduduk perkotaan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. tetapi perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan peningkatan suhu yang selama ini terjadi. agak sulit menghubungkan antara kejadian tersebut dengan perubahan iklim. insektisida/pestisida) tambahan. di DAS Brantas Jawa Timur 34%. produksi pangan dapat distabilkan. Pada tahun 2080 akan terdapat 2 hingga 3. pemberian input (bibit. Selanjutnya stabilitas tanah di daerah pegunungan juga terganggu dan sulit mempertahankan keberadaan vegetasi aslinya.tetapi di daerah tropis yang sebagian besar negara berkembang. peningkatan asimilasi tersebut tidak signifikan dibanding respirasi yang juga meningkat. Pada beberapa daerah aliran sungai (DAS) penting di Indonesia ketersediaan air permukaan diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suplus dan menurunnya defisit. Namun dengan adaptasi yang tingkatnya lanjut. Secara global catatan bencana banjir menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 40 tahun terakhir dengan kerugian ekonomis ditaksir sekitar US$ 300 milyar pada dekade terakhir dibanding hanya US$ 50 milyar pada dekade tahun 1960-an.

Dengan panjang pantainya yang lebih dari 80.com/14-cara-mengurangi-global-warming http://iklimkarbon. demam berdarah (dengeue) dan kaki gajah (schistosomiosis) perlu diwaspadai karena transmisi penyakit seperti ini akan makin meningkat dengan perubahan iklim.ac.com/the-bali-roadmap/ http://iklimkarbon. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang telah menimbulkan daya tahan vektor.Transmisi beberapa penyakit menular sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim. Di Indonesia daerah-daerah baru yang menjadi semakin hangat juga memberi kesempatan penyebaran vektor dan parasitnya.id/2010/06/05/penyebab-perubahan-iklim/ . peningkatan tersebut berkisar antara 13 hingga 94 cm dalam 100 tahun mendatang. http://www. di mana lebih dari 50 persen diantaranya merupakan pantai landai. Kenaikan muka laut hingga 1.VBDs) seperti malaria..blog. Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor-faktor iklim. demam berdarah hingga 47 persen dan kaki gajah hingga 17 persen. Disamping itu predator bagi vektor tersebut juga ikut terbasmi. Dari berbagai skenario.idebagusku. IPCC (1998) memperkirakan bahwa dengan makin lebarnya selang suhu di mana vektor dan parasit penyakit dapat hidup telah menyebabkan peningkatan jumlah kasus malaria di Asia hingga 27 persen. Penyakit yang tersebar melalui vektor (vectorborne diseases. khususnya suhu dan kelembaban.000 km. Di banyak negara tropis penyakit ini merupakanpenyebab kematian utama. Penjangkitan VBD bahkan terjadi lagi di daerah-daerah lama yang selama ini sudah dinyatakan bebas. 1992).volume air laut juga terjadi akibat melelehnya gletser dan es di kedua kutub bumi.com/2010/05/04/penyebab-perubahan-iklim/ http://dony.uns. Indonesia cukup rentan terhadap kenaikan muka-laut seperti negara-negara yang berpantai landai seperti Bangladesh. Tetapi hanya dengan kenaikan 1 m dampak sosial-ekonomi terhadap pertanian pantai di beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian utara sudah sangat besar (Parry et al.5 m dapat berpengaruh terhadap 17 juta penduduk Bangladesh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful