BAB I PENDAHULUAN Enzim

Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Hampir semua enzim merupakan protein. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, disebut produk. Hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim

1

Enzim Amilase Proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara mekanik dan kimiawi. Proses pencernaan secara mekanik terjadi di rongga mulut melalui bantuan gigi. Makanan masuk ke rongga mulut, dicerna secara mekanik dengan cara dipotong-potong, dicincang, dihaluskan dengan bantuan gigi seri, gigi taring dan gigi geraham. Selain itu makanan yang ada dirongga mulut juga mengalami pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim. Amilase merupakan enzim yang berada dalam saliva(air liur) yang berfungsi sebagai pemecah amilum(polisakarida) menjadi maltosa(disakarida)dan glukosa. Maltosa yang terbentuk akan dicerna lebih lanjut menjadi glukosa (monosakarida) dengan bantuan enzim maltase. Amilase dipecah menjadi gula oleh enzim amilase yang terdapat pada saliva. Saliva diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar salivary. Saliva/air liur memiliki beberapa fungsi, salah satu diantaranya adalah menginisiasi pencernaan zat tepung.

Gambar 1. Enzim Amilase

Amilase adalah enzim pencernaan yang diklasifikasikan sebagai saccharidase (enzim yang memecah polisakarida). Amilase memecah rantai karbohidrat yang panjang (seperti zat tepung/amilum) menjadi unit-unit yang lebih kecil.

Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim

2

Amilase dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan enzim, yaitu:  α-amilase Enzim ini memecah ikatan 1-4 yang terdapat dalam amilun dan disebut endoamilase sebab enzim ini memecah bagian dalam atau bagian tengah molekul amilum. Enzim α-amilase terdapat pada tanaman, jaringan mamalia dan mikroba. α-amilase mruni dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya malt, ludah manusia dan pankreas. Dapat juga diisolasi dari Aspergillus oryzae dan Bacillus subtilis. Berat molekul α-amilase sekitar 50.000. setiap molekul mengandung satu ion Ca++. Dengan filtrasi gel dapat dipisahkan dua jenis α-amilase, yaitu yang cepat bergerak dengan BM 50.000 dan yang lambat dengan BM 100.000. Enzim dengan BM 50.000 merupakan monomer enzim α-amilase. Enzim dimer terjadi bila ada ion zink, dan kedua enzim dihubungkan melalui ion zink tersebut. Cara kerja α-amilase melalui 2 tahap:  Degradasi amilosa menjadi maltosa dan maltotriosa yang terjadi secara acak. Degradasi ini terjadi sangat cepat dan diikuti dengan menurunnya viskositas dengan cepat pula.  Pembentukkan glukosa dan maltosa sebagai hasil akhir. Yang kedua ini reaksinya relatif sangat lambat. Kedua reaksi tersebut merupakan kerja enzim α-amilase pada molekul amilosa saja. Aktivitas enzim α-amilase ditentukan dengan mengukur hasil degradasi pati. Pati merupakan karbohidrat polisakarida yang terdiri atas rantai unit glukosa dan penting sebagai simpanan energi pada

Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim

3

Enzim β-amilase ini memecah ikatan Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 4 .  β-amilase Enzim ini berfungsi menghidrolisis unit-unit gula dari ujung molekul pati. Ptialin adalah enzim amilase yang ditemukan pada air liur dan memecah amilum menjadi maltosa dan dextrin. Disamping itu. Hasil degradasi pati biasanya dari penurunan kadar pati yang larut atau kadar dekstrinnya dengan menggunakan substrat jenuh. Aksi dari amilase dapat diuji dengan test iodine. Pada saat amilum dihidrolisis oleh amilase menjadi maltosa. Oleh karena itu maka disebut sebagai eksoamilase. Amilase tidak dapat bekerja pada suhu tinggi karena dapat terjadi denaturasi. ubi jalar dan kacang kedelai.4.tumbuhan. keaktifan enzim α-amilase dapat juga dinyatakan dalam berbagai cara. Secara murni telah dapat diisolasi dari kecambah barley. tetapi tidak terdapat pada mamalia dan mikroba. Iodin memiliki warna merah kecoklatan dan jika ditambah dengan zat tepung maka akan berubah menjadi biru kehitaman. maka jumlah amilum menurun dan ditandai dengan menghilangnya warna biru kehitaman dari larutan (iodine+zat tepung). β-amilase terdapat pada berbagai hasil tanaman. misalnya dengan pengukuran viskositas dan jumlah pereduksi yang terbentuk. Meskipun namanya β-amilase namum enzim ini tidak memecah ikatan glukosida β-1. Pati disintesis selama proses fotosintesis dan mudah diubah menjadi glukosa oleh enzim amilase.

dan cabang-cabang ilmu pertanian.4 pada pati dan glikogen dengan membalikkan konfigurasi karbon anomeri glukosa dari α menjadi β. ilmu pangan. Enzimologi terutama dipelajari dalam kedokteran. Cara hidrolisis ikatan α-1. dari arah luar atau ujung rantai gula yang bukan pereduksi. enzimologi tidak dipelajari tersendiri sebagai satu jurusan tersendiri tetapi sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. dan inaktivasinya dengan pereduksi sulfhidril (p-kloro merkuri benzoate) atau oleh oksidasi. β-amilase yang berasal dari barley lebih tahan panas daripada α-amilase.4 oleh β-amilase terjadi secara bertahap. Karena perubahan konfigurasi dari α ke β inilah maka enzim tersebut dinamakan β-amilase. Molekul βamilase lebih berat dari BM α-amilase. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Hidrolisis terjadi dengan memotong 2 unit glukosa. keasaman.6. Hal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimologi. enzim ini dapat memecah ikatan 1-1 dan 1-6 pada glikogen dan menghasilkan glukosa. Enzim β-amilase aktif pada pH 5. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. teknologi pengolahan pangan. Dalam dunia pendidikan tinggi. terutama adalah substrat.  γ-amilase diketahui terdapat dalam hati. kofaktor dan inhibitor.0 . tidak memerlukan koenzim baik dalam bentuk kofaktor inorganik maupun organik. suhu.0. Di luar suhu atau pH Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 5 . yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.glukosida α-1.

temperatur. APOENZIM bagian enzim yang merupakan protein. sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. seperti : perubahan pH yang mencolok. Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim. SUBSTRAT adalah substansi yang mengalami perubahan kimia setelah bercampur dengan enzim. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim.yang sesuai. sedangkan PRODUK adalah substansi baru yang terbentuk setelah reaksi mencapai keseimbangan. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. bukan protein struktural Tidak semua protein bertindak sebagai enzim Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 6 . mempunyai struktur 3 dimensi. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Seperti protein pada umumnya enzim dapat mengalami denaturasi oleh berbagai faktor. oleh karena itu perubahan konformasi yang sedikit saja pada struktur enzim akan mempengaruhi aktifitasnya. pelarut organik. Pada enzim tersebut sangat penting untuk aktifitas kalalisis. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain.  Susunan enzim • • • Komponen utama enzim adalah protein Protein yang sifatnya fungsional. urea dan dapat dihambat oleh racun enzim.

Transferase. amino. Oksidoreduktase. Enzim oksidoreduktase berperan dalam pemindahan elektron (sebagai e-. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 7 . Enzim transferase memiliki fungsi dalam pemindahan gugus fungsional misalnya gugus asil. b. metil atau fosfat. atom H. atau ion hidrida) dari suatu senyawa ke suatu akseptor.Protein Enzim protein sederhana Enzim Enzim Konjugasi Protein + Bukan Protein Protein = apoenzim Bukan protein = Gugus prostetik Organik = Koenzim Anorganik = kofaktor International Commision On Enzymes mengelompokkan enzim menjadi enam kelompok besar berdasarkan jenis reaksi yang dikatalisis yaitu: a.

Bola abu-abu adalah kofaktor seng yang berada pada tapak aktif. Jenis reaksi yang dikatalisis oleh enzim isomerase adalah reaksi pemindahan gugus di dalam molekul untuk menghasilkan bentuk isomerik. Isomerase.5% air. f.c. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. C-O dan CN disertai penguraian berenergi tinggi misalnya ATP. Jenis reaksi yang dikatalisis oleh enzim hidrolase adalah pemisahan ikatan CO. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase.0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan. Ligase. dan musin yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Hidrolase. Enzim ligase mengkatalisis reaksi pembentukan ikatan C-C. glikoprotein. Amilase liur akan segera terinaktivasi pada pH 4. Liase. Enzim liase mengkatalisis reaksi penambahan gugus ke ikatan rangkap atau pembentukan suatu ikatan rangkap yang baru. d. C-S. Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar dari hanya 62 asam amino pada monomer 4- Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 8 . Amilase yang terdapat dalam saliva adalah α-amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosodat α(1 4). e. C-N. Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. atau C-S dengan penambahan H2O pada ikatan. Struktur dan Mekanisme Diagram pita yang menunjukkan karbonat anhidrase II.

Jenis enzim ini dirujuk sebagai RNA-enzim ataupun ribozim. Enzim juga dapat menunjukkan tingkat stereospesifisitas. Walaupun struktur enzim menentukan fungsinya. Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat kofaktor yang diperlukan untuk katalisis. regioselektivitas. Sama seperti protein-protein lainnya. Rantai protein tunggal kadang-kadang dapat berkumpul bersama dan membentuk kompleks protein. Bentuk.500 residu pada asam lemak sintase. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif. dengan yang paling umum merupakan ribosom. Tergantung pada jenis-jenis enzim. enzim merupakan rantai asam amino yang melipat. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya. Aktivitas enzim ditentukan oleh struktur tiga dimensinya (struktur kuaterner). Kebanyakan enzim dapat mengalami denaturasi (yakni terbuka dari lipatannya dan menjadi tidak aktif) oleh pemanasan ataupun denaturan kimiawi. Tiap-tiap urutan asam amino menghasilkan struktur pelipatan dan sifatsifat kimiawi yang khas.oksalokrotonat tautomerase. Dengan demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik. Kespesifikkan Enzim biasanya sangat spesifik terhadap reaksi yang ia kataliskan mauapun terhadap substrat yang terlibat dalam reaksi. Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 9 . tetapi hanya sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 3–4 asam amino) yang secara langsung terlibat dalam katalisis. yang sering kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi. Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. dan kemoselektivitas yang sangat tinggi. Terdapat pula sejumlah kecil katalis RNA. prediksi aktivitas enzim baru yang hanya dilihat dari strukturnya adalah hal yang sangat sulit. denaturasi dapat bersifat reversibel maupun irreversibel. sampai dengan lebih dari 2. muatan dan katakteristik hidrofilik/hidrofobik enzim dan substrat bertanggung jawab terhadap kespesifikan ini.

Enzim-enzim ini memiliki mekanisme "sistem pengecekan ulang". Mekanisme yang sama juga dapat ditemukan pada RNA polimerase. yakni bahwa ia dapat bekerja pada berbagai jenis substrat yang berbeda-beda. aminoasil tRNA sintetase dan ribosom. Model "kunci dan gembok" Enzim sangatlah spesifik. Hal ini sering dirujuk sebagai model "Kunci dan Gembok". Proses dwi-langkah ini menurunkan laju kesalahan dengan 1 kesalahan untuk setiap 100 juta reaksi pada polimerase mamalia. Beberapa enzim yang menghasilkan metabolit sekunder dikatakan sebagai "tidak pilih-pilih". Enzim seperti DNA polimerase mengkatalisasi reaksi pada langkah pertama dan mengecek apakah produk reaksinya benar pada langkah kedua. Model ketepatan induksi Diagram yang menggambarkan hipotesis ketepatan induksi.Beberapa enzim yang menunjukkan akurasi dan kespesifikan tertinggi terlibat dalam pengkopian dan pengekspresian genom. Model ini telah dibuktikan tidak akurat. Manakala model ini menjelaskan kespesifikan enzim. Pada tahun 1894. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 10 . Emil Fischer mengajukan bahwa hal ini dikarenakan baik enzim dan substrat memiliki bentuk geometri yang saling memenuhi. ia gagal dalam menjelaskan stabilisasi keadaan transisi yang dicapai oleh enzim. Diajukan bahwa kespesifikan substrat yang sangat luas ini sangat penting terhadap evolusi lintasan biosintetik yang baru. dan model ketepatan induksilah yang sekarang paling banyak diterima.

Mekanisme Enzim dapat bekerja dengan beberapa cara. efek entropi ini melibatkan destabilisasi keadaan dasar. dan kontribusinya terhadap katalis relatif kecil.Pada tahun 1958. Menariknya.) • Menurunkan energi keadaan transisi tanpa mengubah bentuk substrat dengan menciptakan lingkungan yang memiliki distribusi muatan yang berlawanan dengan keadaan transisi. Pada beberapa kasus. Cara yang paling efektif untuk Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 11 . molekul substrat juga berubah sedikit ketika ia memasuki tapak aktif. Stabilisasi keadaan transisi Pemahaman asal usul penurunan ΔG‡ memerlukan pengetahuan bagaimana enzim dapat menghasilkan keadaan transisi reaksi yang lebih stabil dibandingkan dengan stabilitas keadaan transisi reaksi tanpa katalis. misalnya glikosidase. • • Menyediakan lintasan reaksi alternatif. yang mana bentuk akhir dan muatan enzim ditentukan. Daniel Koshland mengajukan modifikasi model kunci dan gembok: oleh karena enzim memiliki struktur yang fleksibel. Contohnya bereaksi dengan substrat Menurunkan perubahan entropi reaksi dengan menggiring substrat bersama sementara waktu untuk membentuk kompleks Enzim-Substrat antara. Tapak aktif akan terus berubah bentuknya sampai substrat terikat secara sepenuhnya. pada orientasi yang tepat untuk bereaksi. Akibatnya. tapak aktif secara terus menerus berubah bentuknya sesuai dengan interaksi antara enzim dan substrat. yang kesemuanya menurunkan ΔG : • Menurunkan energi aktivasi dengan menciptakan suatu lingkungan yang mana keadaan transisi terstabilisasi (contohnya mengubah bentuk substrat menjadi konformasi keadaan transisi ketika ia terikat dengan enzim. substrat tidak berikatan dengan tapak aktif yang kaku. Orientasi rantai samping asam amino berubah sesuai dengan substrat dan mengijinkan enzim untuk menjalankan fungsi katalitiknya.

Modulasi ini dapat terjadi secara langsung. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 12 . Jaringan residu protein di seluruh struktur enzim dapat berkontribusi terhadap katalisis melalui gerak dinamik. berkisar dari beberapa femtodetik sampai dengan beberapa detik. di mana efektor mengikat tapak ikat enzim secara lngsung. ataupun secara tidak langsung. Penyingkapan ini juga memiliki implikasi yang luas dalam pemahaman efek alosterik dan pengembangan obat baru.mencapai stabilisasi yang besar adalah menggunakan efek elektrostatik. Pergerakan ini terjadi pada skala waktu yang bervariasi. Dinamika dan fungsi Dinamika internal enzim berhubungan dengan mekanisme katalis enzim tersebut. Modulasi alosterik Enzim alosterik mengubah strukturnya sesuai dengan efektornya. Namun. di mana efektor mengikat protein atau subunit protein lain yang berinteraksi dengan enzim alosterik. Gerakan protein sangat vital. terutama pada lingkungan yang relatif polar yang diorientasikan ke distribusi muatan keadaan transisi. walaupun gerak ini sangat penting dalam hal pengikatan dan pelepasan substrat dan produk. namun apakah vibrasi yang cepat atau lambat maupun pergerakan konformasi yang besar atau kecil yang lebih penting bergantung pada tipe reaksi yang terlibat. sehingga mempengaruhi aktivitas katalitiknya. Dinamika internal enzim adalah pergerakan bahagian struktur enzim. ataupun bahwa keseluruhan domain protein. adalah tidak jelas jika gerak ini membantu mempercepat langkah-langkah reaksi reaksi enzimatik ini. sekelompok asam amino. misalnya residu asam amino tunggal. Lingkungan seperti ini tidak ada dapat ditemukan pada reaksi tanpa katalis di air.

pengikatn substrat juga menghalangi pengikatan inhibitor. Di lain pihak.Inhibisi Inhibitor kompetitif mengikat enzim secara reversibel. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 13 . menghalangi pengikatan substrat. Substrat dan inhibitor berkompetisi satu sama lainnya.

Perhatikan bahwa pengikatan inhibitor tidaklah perlu terjadi pada tapak pengikatan substrat apabila pengikatan inihibitor mengubah konformasi enzim. metotreksat adalah inihibitor kompetitif untuk enzim dihidrofolat reduktase. kelajuan maksimal reaksi tidak berubah. Kemiripan antara struktur asam folat dengan obat ini ditunjukkan oleh gambar di samping bawah. Pada inhibisi kompetitif. Cleland. inhibitor dan substrat berkompetisi untuk berikatan dengan enzim. Laju reaksi enzim dapat diturunkan menggunakan berbagai jenis inhibitor enzim. karena substrat masih dapat mengikat enzim. Sebagai contoh. Baik kompleks EI dan EIS tidak aktif. namun dapat terjadi pada enzim-enzim multimerik. Vmax reaksi berubah. inhibitor tidak dapat berikatan dengan enzim bebas. Jenis inhibisi ini sangat jarang.Jenis-jenis inihibisi. namun memerlukan konsentrasi substrat yang lebih tinggi untuk mencapai kelajuan maksimal tersebut. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 14 . Kompleks EIS yang terbentuk kemudian menjadi tidak aktif. Inhibisi kompetitif Pada inihibisi kompetitif.W. namun hanya dapat dengan komples ES. Km tetaplah sama. Inhibisi tak kompetitif Pada inhibisi tak kompetitif. sehingga menghalangi pengikatan substrat. Seringkali inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sangat mirip dengan substrat asli enzim. Namun. sehingga meningkatkan Km. Inhibisi non-kompetitif Inhibitor non-kompetitif dapat mengikat enzim pada saat yang sama substrat berikatan dengan enzim. Klasifikasi ini diperkenalkan oleh W. Karena inhibitor tidak dapat dilawan dengan peningkatan konsentrasi substrat.

inhibitor dapat merupakan bagian dari mekanisme umpan balik. kecuali kompleks EIS memiliki aktivitas enzimatik residual. Aplikasi Enzim Dalam Kehidupan Harian dan Dalam Industri Dalam kehidupan harian. Hal ini akan menyebabkan produksi produk melambat atau berhenti. enzim digunakan dalam keadaan berikut: Amilase • • Lipase • • • • • • Menguraikan lemak dalam makanan seperti daging. Mengeluarkan kulit daripada biji seperti gandum. Bentuk umpan balik ini adalah umpan balik negatif. Pada banyak organisme. Kurva substrat/kelajuan enzim ini tidak berbentuk hiperbola melainkan berbentuk S. Selulase Untuk menghilangkan kanji dalam buah-buahan dan koko semasa pemprosesan jus buah-buahan dan coklat. Ditambah dalam proses pencairan kanji sebelum penambahan malt dalam industri alkohol.Inhibisi campuran Inhibisis jenis ini mirip dengan inhibisi non-kompetitif. Penyediaan pelembut daging bagi melembutkan daging yang liat supaya mudah dikunyah. Enzim memiliki bentuk regulasi seperti ini sering kali multimerik dan mempunyai tapak ikat alosterik. Jika enzim memproduksi terlalu banyak produk. produk tersebut dapat berperan sebagai inhibitor bagi enzim tersebut. Protease Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 15 . Melembutkan sayur-sayuran dengan mencernakan sebagian selulosa sayur itu. Bertindak balas terhadap lemak susu dalam penyediaan keju. Membantu menanggalkan kulit ikan dalam industri pengetinan ikan.

Terdapat dalam yeast dan digunakan dengan meluas dalam penyediaan minuman beralkohol seperti bir dan wain.• Zimase • Mengasingkan agar-agar daripada rumpai laut dengan menguraikan dinding sel daun rumpai dan membebaskan agar-agar yang terkandung dalamnya. Cara bagaimana jumlah produk ditentukan tergantung pada sifat kimia dan fisiknya. berlawanan dengan pengukuran tidak langsung yang didapat dari suatu uji yang mengandalkan pada penentuan hilangnya substrat. Seringkali. contohnya 3H. Aktivitas dari enzim yang menggunakan NAD+ atau NADH sebagai koenzim diuji secara spektrofotometrik karena NADH. produk radioaktif. memiliki suatu puncak absorban pada panjang gelombang 340nm yang merupakan daerah ultraviolet dari spektrum. kemudian absorban dari cahaya pada panjang gelombang yang sesuai dapat diukur (uji kalorimetrik) dan dihubungkan dengan konsentrasi produk yang ditemukan pada saat sampling. Uji dirancang untuk mengatur kecepatan pembentukan produk atau kecepatan hilangnya substrat. Jika produk diwarnai atau dapat mengalami suatu reaksi untuk menghasilkan larutan yang berwarna. diperlukan suatu uji untuk mengukur aktivitas katalitik. 14C. Uji Coba Enzim Untuk meneliti enzim. Dengan demikian peningkatan atau penurunan dalam absorban yang masing-masing mengukur timbul atau hilangnya NADH dapat dipantau dengan enak dalam suatu spektrofotometer. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 16 . Uji spektrofotometrik khususnya berguna karena kemajuan dalam reaksi dapat dipantau secara terus-menerus dalam uji kinetika. atau 32P dapat dibuat penentuan yang akurat mengenai jumlah kecil dari terisolasi. Suatu uji yang mengukur pembentukan produk dipilih karena melibatkan suatu pengukuran langsung. tetapi bukan NAD+. Suatu uji radioaktif merupakan suatu uji lain yang umum digunakan untuk memantau aktivitas enzimatik. jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu rentang waktu yang lama diukur dalam suatu uji waktu tertentu. Dengan menggunakan suatu substrat yang diberi label dengan radioisotop yang sesuai.

Kekuatan ionik dan pH juga merupakan parameter yang penting karena menentukan muatan residu asam amino dan dapat berpengaruh terhadap struktur berdimensi tiga dari enzim. dan dengan demikian. Konsentrasi enzim dan kofaktornya yang tepat (jika diperlukan) yang digunakan dalam suatu volume campuran uji tertentu juga ditetapkan secara empiris. Karena itu enzim intrasel seharusnya tidak ditemukan dalam serum dan bila ditemukan. suhu. Proses denaturasi protein berlaku pula untuk protein-protein enzim. Misalnya. suatu fenomena yang merusak struktur tiga-dimensi. Denaturasi akibat suhu tinggi biasanya irreversible karena gaya-gaya ikatan lemah yang penting rusak akibat meningkatnya getaran termal komponen atom-atomnya. Jika dipanaskan sehingga kurang lebih di atas 50ºC. Pada kondisi yang tidak menyebabkan Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 17 . Karena struktur protein menentukan aktivitas enzim. dan bahan yang mendenaturasi adalah sama. kebanyakan tetapi tidak semua enzim akan terdenaturasi. maka jika struktur ini terganggu aktivitas akan berubah. sebagian besar enzim terdapat dan bekerja dalam sel 2. maka peningkatan aktivitas dalam serum menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan atau organ tertentu. aktivitas katalitiknya. Bila enzim yang diukur dalam serum terutama dibuat oleh jaringan atau organ tertentu. enzim sering memperlihatkan kerapuhan akibat suhu. enzim tertentu dibuat dalam jumlah besar oleh jaringan tertentu. Analisis enzim dalam serum dapat dipakai untuk diagnosis berbagai penyakit. dan kekuatan ionik untuk reaksi. Dasar penggunaan enzim sebagai penunjang diagnosis adalah bahwa: 1. Karena enzim merupakan protein globular maka sebagian besar adalah termolabil dan mulai mengalami denaturasi (ditunjukkan dengan kehilangan aktivitas enzimatik) pada suhu antara 45º dan 50ºC. berarti sel yang membuatnya mengalami disintegrasi.Keadaan optimal juga ditentukan untuk suatu uji enzimatik termasuk penentuan pH optimum.

Beberapa enzim juga sangat sensitive terhadap suhu rendah. Ini menyebabkan gangguan pada bentuk polimerik. kebanyakan enzim menunjukkan adanya suhu optimum. misalnya. kecepatan molekul substrat meningkat. dengan hilangnya gaya-gaya ikatan lemah yang penting secara cepat. Beberapa protease dan fosfolipase dapat bertahan dalam suhu air mendidih tanpa atau hanya sedikit kehilangan aktivitasnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain: 1. Salah satu penjelasannya ialah pada suhu yang lebih rendah gaya-gaya lemah antara berbagai bagian dari suatu subunit tunggal menjadi lebih besar daripada gaya-gaya antara subunit. sehingga pada saat bertumbukan dengan enzim. dengan cepat menjadi tidak aktif jika didinginkan hingga 5ºC tapi cukup stabil dalam suhu ruangan. Namun beberapa enzim sangat tidak terpengaruh oleh panas. energi molekul substrat berkurang. sehingga kecepatan reaksi meningkat pula. analog dengan titik leleh dari senyawa organik sederhana. Beberapa enzim memperlihatkan penurunan aktivitas secara tajam dalam kisaran sangat kecil setelah melewati titik mulainya denaturasi. dengan keadaan lainnya sama. Aktivitas enzim meningkat dengan meningkatnya suhu sampai pada titik tertentu. Suhu Pada suhu yang lebih tinggi. atau Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 18 . Hal ini memudahkan terikatnya molekul substrat pada sisi aktif enzim. yang sangat penting untuk aktivitas enzim. Peningkatan suhu meningkatkan energi kinetik pada molekul substrat dan enzim. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim Seperti molekul protein lainnya sifat biologis enzim sangat dipengaruhi berbagai faktor fisikokimia. Enzim bekerja pada kondisi tertentu yang relatif ketat. Perbandingan yang tepat di mana kecepatan berubah untuk setiap kenaikan temperatur 10° C adalah Q10.denaturasi. Ini sering dikatakan sebagai suatu “pelelehan” protein. untuk mencapai aktivitas optimal. ATPase mikondria.

tidak berarti bahwa peningkatan ini berlangsung tidak terbatas. Suhu optimum enzim berkisar antara 25° – 40° C. energi kinetik molekul-molekul enzim menjadi demikian besar sehingga melampaui energi penghalang untuk memecahkan ikatan-ikatan sekunder yang mempertahankan enzim dalam keadaan aslinya atau keadaan katalitik aktif. suhu optimal adalah suhu sel atau suhu di atas suhu sel di mana enzim-enzim terdapat di dalamnya. sehingga enzim mengalami denaturasi. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 19 . Kecepatan enzim dalam mengkatalis reaksi mencapai puncaknya pada suhu tertentu. Suhu ini disebut suhu optimum enzim. Untuk kebanyakan enzim. (a) Suhu optimum enzim (b) Denaturasi Namun.koefisien temperatur. dan menjadi setengahnya bila temperatur diturunkan dengan 10° Gambar 2. Denaturasi menyebabkan aktivitas enzim menurun atau hilang. Akan tetapi bila suhu tetap dinaikkan terus. Akibatnya struktur sekunder dan tersier hilang disertai hilangnya aktivitas katalitik. Peningkatan suhu yang semakin tinggi menyebabkan putusnya ikatan hidrogen dan ikatan lain yang merangkai molekul enzim. Kenaikan kecepatan di bawah suhu optimal disebabkan oleh kenaikan energi kinetika molekul-molekul yang bereaksi. Kecepatan banyak reaksi biologis kurang lebih naik dua kali dengan kenaikan temperatur 10° (Q10 = 2).

Dengan kata lain konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. pH optimum beberapa jenis enzim.5 (agak basa). Setiap enzim memiliki pH optimum. Pengaruh konsentrasi enzim terhadap kecepatan reaksi Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 20 . Konsentrasi Enzim Semakin besar konsentrasi enzim semakin cepat pula reaksi yang belangsung.2. pepsin (enzim yang bekerja di dalam lambung) mempunyai pH optimum sekitar 2 (sangat asam). sedangkan amilase (enzim yang bekerja di mulut dan usus halus) memiliki pH optimum sekitar 7. Substrat yang berikatan dengan sisi aktif enzim akan membentuk produk. Misalnya. Sisi aktif suatu enzim dapat digunakan berulang kali oleh banyak substrat. Pelepasan produk menyebabkan sisi aktif enzim bebas untuk berikatan dengan substrat lainnya. pH pH juga mempengaruhi aktivitas enzim. Gambar 3. Perubahan kondisi asam dan basa di sekitar molekul enzim mempengaruhi benuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkan denaturasi. 3. Gambar 4. Oleh karenanya hanya dibutuhkan sejumlah kecil enzim untuk mengkatalis sejumlah besar substrat.

Inhibitor Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Kondisi ini disebut konsentrasi substrat pada titik jenuh atau disebut kecepatan maksimum (Vmax). Pengaruh konsentrasi substrat terhadap kecepatan reaksi 5. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 21 . penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim lebih lanjut. Gambar 5. sehingga bentuk enzim berubah. sianida bersaing deengan oksigen untuk mmendapatkan Hb dalam rantai respirasi terakhir. Contohnya. Ada dua macam inhibitor enzim. Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang cara kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. dan sisi aktif tidak dapat berfungsi. Inhibitor kompetitif dapat diatasi dengan cara penambahan konsentrasi substrat. yaitu inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. pada saat sisi aktif semua enzim bekerja. Namun. Konsentrasi Substrat Bila sejumlah enzim dalam keadaan tetap. kecepatan reaksi akan meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi substrat. Inhibitor non-kompetitif adalah molekul penghambat enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif.4.

Gambar 6. Spektrofotometri Spektrofotometri merupakan teknik pengukuran jumlah zat yang juga berdasar spektroskopi. dan infra merah. Sehingga secara kuantitas dan kualitasnya kerja enzim pun turun. kerja enzim juga dapat dipengaruhi oleh:  Oksidasi oleh udara disekitar atau senyawa lain  Sinar ultraviolet  Sinar X  Terjadi perubahan fisiologi pada organ-organ tubuh. Hanya saja pada spektrofotometri. Alat yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Spektrofotometer dapat mengukur intensitas sebagai fungsi dari warna. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 22 . Spektrofotometri dimasukkan dalam elektromagnetik spektroskopi. suatu alat unutk mengukur intensitas cahaya. atau secara lebih khusus. fungsi panjang gelombang. Alat ini termasuk dalam jenis fotometer. Inhibitor : (a) Kompetitif (b) Non-Kompetitif Selain faktor-faktor diatas. lebih spesifik untuk panjang gelombang UV ( ultra violet ) – dekat. jadi sekresinya enzim menurun.  Konsentrasi produk Semakin tinggi konsentrasi produk akan semakin menghambat kerja enzim. visible.

Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 23 . Puncak serapan dapat ditunjukkan dan berhubungan dengan struktur rinci dari molekulnya. Dua ikatan rangkap yang hanya terpisah satu unit ( conjugated ) menurunkan jumlah tenaga yang diperlukan untuk perpindahan elektron ini sehingga menyebabkan peningkatan panjang gelombang di tempat kromofor menyerap. Spektrum yang diasorbsi atau tepatnya jumlah absolut spektrum sinar yang terserap oleh suatu senyawa adalah sejumlah sinar yang diserap atau hilang ( extinction ) oleh satu senyawa dengan panjang gelombang tertentu. Istilah kromofor muncul untuk menggambarkan bagian kecil dari suatu molekul yang dapat meningkatkan serapan spektrum tertentu secara mandiri. Umumnya elektron yang berpindah tempat ini disebabkan adanya ikatan rangkap karbon – karbon atau pasangan nitrogen dengan oksigen.C=O. Untuk senyawa berwarna akan memiliki satu atau lebih penyerapan spektrum yang tertinggi ( extinction maximum ) dan di daerah spektrum terbaca 400 – 700 mm. Peningkatan panjang gelombang ini disebut. Biasanya elektron dalam molekul berada dalam keadaan dasar pada suhu kamar. misalnya gugus karbonil. Panjang gelombang sinar yang terserap ditentukan oleh perpindahan yang terjadi. . Spektrum dalam keadaan ini memberikan informasi pada tingkat ini atau di atasnya.Spektofotometri adalah suatu alat yang digunakan untuk memeriksa jumlah energi radiasi cahaya yang diserap oleh molekulnya. perpindahan batokhromik ( bathoromic ) sedangkan sebaliknya penurunan panjang gelombang disebut hipokhromik. Spektrum yang terserap pada ultra violet ( 200 – 400 mm ) dan daerah nampak terjadi karena adanya perubahan energi elektron terluar dari molekul yang disebabkan adanya ikatan dan bukan ikatan.

BAB II TUJUAN PERCOBAAN 1. Pengaruh Kadar Enzim terhadap Enzim Amilase Tujuan: membuktikan bahwa kecepatan reaksi enzimatik berbanding lurus dengan konsentrasi enzim. 2. Pengaruh Temperatur terhadap Aktivitas Enzim Amilase Tujuan: membuktikan bahwa kecepatan reaksi enzimatik sampai suhu tertentu sebanding dengan kenaikan suhu. Reaksi enzimatik mempunyai suhu maksimum. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 24 .

Hitung selisih serapan (ΔA) antara tabung B (A pada t = 0 menit) dengan tabung U dari tiap suhu.4 ml Tabung U 0. sumber amylase Larutan pati 0. Tiap pasangan tabung diberi tanda B untuk blanko dan U untuk uji. Keterangan:  Pasangan pertama.4 ml 0.4 ml Diamkan 5 menit pada suhu masing-masing Liur Campur baik-baik. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 25 .BAB III BAHAN DAN CARA 1.4 mg/mL Larutan iodium luar penangas) Air suling 9.4 ml Liur. diamkan 1 menit Larutan iodium (untuk suhu 60 dan 100 ˚C dilakukan di 0. Siapkan 6 pasang tabung reaksi yang bersih dan kering.2 ml 9 ml Segera baca serapan (A) pada panjang gelombang 680 nm. ditempatkan dalam bejana berisi es (0 ˚C). 4. Pipetkan ke dalam tiap-tiap tabung: Larutan Tabung B Larutan Pati 0. Tampung 2 ml air liur dalam tabung reaksi yang bersih dan kering 2. Pengaruh Temperatur terhadap Aktivitas Enzim Amilase Reagen dan bahan:    Prosedur: 1.2 ml 0. Encerkan 10x dengan air suling 3.

Tampung 2 ml air liur dalam gelas Larutan pati 0. Pasangan keempat ditempatkan dalam bejana berisi air yang suhunya Pasangan kelima ditempatkan dalam bejana berisi air yang suhunya Pasangan keenam ditempatkan dalam bejana berisi air yang suhunya Buatlah tabel berikut: Ab Au ΔA/menit (v) dipertahan 25 ˚C.  dipertahan 100 ˚C.   Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 26 . pada suhu ruang.4 mg/dl Larutan iodium kimia atau tabung reaksi yang bersih dan kering.  Suhu 0 ˚C 25 ˚C Suhu ruang 37 ˚C 60 ˚C 100 ˚C  Buatlah kurva yang menggambarkan hubungan kecepatan reaksi enzimatik (v = ΔA/menit) dengan suhu.  dipertahan 60 ˚C. Pasangan kedua ditempatkan dalam bejana berisi air yang suhunya Pasangan ketiga ditempatkan di rak tabung reaksi. 2.   dipertahan 37 ˚C. Pengaruh Kadar Enzim terhadap Enzim Amilase Reagen dan Bahan:  Liur sebagai sumber amylase.

Tiap pasangan tabung diberi tanda B untuk blangko dan U untuk uji. inkubasi 1 menit Larutan iodium 0.4 ml Air suling 9. Pipetkan ke dalam tabung sesuai table berikut: Larutan Tabung B Tabung U Larutan Pati 0.4 ml 0.Prosedur: Encerkan liur 100x. Siapkan 5 pasang tabung reaksi yang bersih dan kering.4 ml Inkubasi pada suhu 37 ˚C selama 5 menit Liur diencerkan 200 μl Campurkan baik-baik. 300x. 400x dan 500x dengan air suling. Buatlah tabel sebagai berikut: Pengenceran Enzim Ab Au ΔA/menit (v) 500x 400x 300x 200x 100x Buatlah kurva yang menggambarkan hubungan antara kecepatan reaksi enzimatik (v = ΔA/menit) dengan konsentrasi atau pengenceran enzim.2 ml 9 ml Segera baca serapan pada panjang gelombang 680 nm. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 27 . Hitung selisih serapan antara tabung B (A pada t = 0 menit) dengan tabung U dari tiap pengenceran enzim.4 ml 0. 200x.

28 3 0.28 6 0.01 9 0.239 0.258 0.265 0.29 0 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.02 1 0.12 7 Au 0.26 8 0.093 0. Pengaruh Temperatur terhadap Aktivitas Enzim Amilase Suhu 0 ˚C 25 ˚C Suhu ruang 37 ˚C 60 ˚C 100 ˚C Ab 0.04 7 ΔA/menit (v) 0.02 5 0.02 9 0.05 9 0.271 0.08 Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 28 .15 2 0.

Banyak enzim berfungsi optimal dalam batas-batas suhu antara 25 ºC-37 ºC.1 0.26 0.04 0.239 V ( Kecepatan ) ΔA/menit (v) 0.06 0. mengakibatkan enzim amilase menjadi inaktif. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 29 .14 0.08 0.16 0.08 25 30 37 60 100 t ( suhu ) Setiap enzim mempunyai suhu optimum tertentu. Sebagian besar enzim terdenaturasi pada suhu di atas suhu 60 ºC Enzim amilase bekerja pada suhu kompartemen ± 37˚C.24 0.265 0.093 0.12 0. Pada suhu yang jauh lebih rendah (0 ºC) daripada suhu optimum enzim dapat mengalami proses inaktivasi sehingga aktivitas katalitiknya terganggu. sedangkan pada suhu tinggi (melewati suhu optimum) enzim akan terdenaturasi. Pemanasan yang dilakukan meningkatkan suhu.22 0. Kenaikkan suhu sebelum mencapai titik dimana enzim akan terdenaturasi menyebabkan kecepatan reaksi akan meningkat.258 0. dan akhirnya enzim kehilangan semua aktivitas jika protein menjadi rusak akibat panas (denaturasi).3 0.Grafik kecepatan reaksi terhadap suhu 0.18 0.271 0.02 0 0 0.2 0. Enzim pada suhu rendah menyebabkan reaksi berlangsung lambat. Laju reaksi meningkat sesuai dengan kenaikkan suhu.28 0.

yang pada suhu ini. baik dengan meningkatkan energi kinetiknya maupun dengan peningkatan frekuensi benturannya. adalah suhu 25 ºC. molekul yang bereaksi tidak lagi stabil. jika suhu > 45˚C. Meskipun demikian peningkatan reaksi ini tidak berlangsung tanpa batas karena pada akhirnya akan mencapai suatu suhu. Suhu yang membatasi reaksi ini cenderung sangat tinggi bagi kebanyakan molekul organik. setiap kenaikkan suhu meningkatkan gerakan molekul dan dengan demikian kenaikkan frekuensi berkurang. akan timbul efek yang berlawanan dan menjelang suhu 55˚C fungsi katalitik enzim akan musnah. Seperti yang terlihat pada gambar 1. jika molekul yang energi kinetiknya melampaui rintangan energi terjadinya energinya (garis vertikal) akan bertambah seiring suhu naik dari rendah (A). tetap menghasilkan warna ungu meskipun didiamkan dalam waktu yang lama. melalui suhu intermediat (B). Peninggian suhu reaksi akan meningkatkan jumlah molekul yang dapat bereaksi. amilum yang bereaksi dengan indikator warna. Akibatnya.Bahkan bila diberi perlakuan termal berlebihan dapat menyebabkan denaturasi koenzim (kompenen enzim yang berupa protein) denaturasi adalah kerusakan sturuktural dari sebuah makromolekul ( enzim amilase)yang disebabkan beberapa faktor sehingga tidak dapat mengubah amilum menjadi maltosa dengan produk antara berupa dekstrin. kenyataan ini hanya berlaku pada suhu yang sangat terbatas. data yang kami peroleh tidak sesuai dengan teori yang dimana seharusnya pada suhu 37 ºC yang mana merupakan suhu optimal tapi di sini yang merupakan suhu optimal. Kedua faktor ini turut menyebabkan peningkatan kecepatan reaksi yang menyertai kenaikkan suhu reaksi. larutan Iodium. Dilihat dari grafik yang ada. Sementara peningkatan suhu akan meningkatkan kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim. hingga mencapai suhu (C) tinggi di samping itu. tetapi tetap di bawah 100 °C bagi sebagian besar reaksi dalam lingkup bidang biologi. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 30 . Ini menunjukan pada suhu 45˚C aktivitas enzim masih menunjukkan kenaikan.

Sebaliknya. Pada suhu ini. yang mempertahankan struktur sekundertersiernya. yang mempertahankan suhu tubuh pada 37 °C. Karena upaya meningkatkan jumlah molekul yang memiliki cukup energi kinetik untuk mengatasi rintangan energi bagi terjadiinya reaksi memberikan pilihan fisiologis yang terbatas bagi organisme yang homeotermik. disertai hilangnya aktivitas katalitik secara cepat. Faktor yang menyebabkan peningkatan kecepatan proses biologik untuk kenaikkan suhu sebesar 10 °C adalah koefisien suhu atau Q10. Kisaran suhu yang suatu enzim akan mempertahankan konfirmasi yang stabil serta memiliki kemampuan katalisis umumnya akan bergantung pada suhu sel tempat enzim itu terdapat dan sedikit melebihi suhu sel tersebut. Enzim dari mikroorganisme yang hidup dalam mata air panas alam atau pada tempat-tempat ventilasi hipertermal di dasar samudra dapat tetap stabil pada suhu 100 °C atau lebih. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 31 . Kecepatan banyak proses biologik misal. Enzim dari manusia. kecepatan kontraksi jantung yang dieksisi akan meningkat kurang lebih dua kali lipat dengan kenaikkan suhu sebesar 10 °C (Q10 = 2). perubahan kecepatan reaksi akibat perubahan suhu memiliki pemaknaan fisiologis terbatas. Perubahan pada kecepatan banyak reaksi yang dikatalisis enzim yang menyertai kenaikkan atau penurunan suhu tubuh merupakan gambaran mendasar upaya mempertahankan kelangsungan hidup bagi bentuk-bentuk kehidupan seperti kadal yang tidak mempertahankan suhu tubuh yang konstan.Kecepatan reaksi mula-mula meningkat seiring meningkatnya suhu akibat peningkatan energi kinetik pada molekul-molekul yang bereaksi. Bagi manusia. umumnya memperlihatkan stabilitas hingga suhu setinggi 45-55 °C. terutama terjadi denaturasi. Akan tetapi. energi kinetik enzim akan melampaui rintangan energi untuk memutuskan ikatan hidrogen dan hidrofobik yang lemah. bagaimana enzim dapat menaikkan kecepatan reaksi jawabannya terletak pada kemampuan enzim mengurangi rintangan enrgi bagi terjadinya reaksi dan menaikkan konsentrasi lokal reaktan. pada akhirnya. organisme homeotermik seperti manusia hanya dapat mentoleransi perubahan suhu tubuh yang sangat terbatas. kecuali dalam keadaan demam atau hipotermia.

018 0.035 Kecepatan reaksi 0.009 0.01 0.017 0.036 0.02 0.036 0.14 1 0.024 0.015 0.004 0.017 ΔA/menit (v) 400x 300x Kadar substrat 200x 100x Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 32 .028 0.14 3 0.03 0.034 0.015 0.14 1 Au 0.016 0.13 9 0.014 0.2.10 6 ΔA/menit (v) 0.13 3 0.022 0.035 Grafik kecepatan reaksi terhadap kadar substrat 0. Pengaruh Kadar Enzim terhadap Enzim Amilase Pengenceran Enzim 500x 400x 300x 200x 100x Ab 0.008 0.032 0.12 4 0.14 8 0.009 0.002 0 500x 0.038 0.006 0.036 0.11 8 0.012 0.10 7 0.026 0.

kerja enzim tidak sampai menurun tetapi konstan. Amilase adalah enzim untuk memecah amilum atau pati. Pada percobaan ini kami menggunakan variabel konsentrasi enzim untuk mengetahui pengaruhnya terhadap aktivitas enzim.Pada percobaan ini digunakan air liur yang merupakan sumber enzim amilase. Adapun pengenceran ini berfungsi agar absorbansi dari zat tersebut dapat terbaca dengan menggunakan spektrofotometer. diharapkan enzim amilase sudah bekerja cukup lama untuk mandegradasi pati yang ada. Setelah itu ditambahkan larutan iodium yang akan bereaksi dengan pati membentuk warna biru tua. Pemilihan suhu ini dikrenakan pada suhu tersebut enzim dapat bekerja secara optimum. Setelah itu masing-masing zat dalam tabung tersebut diencerkan menggunakan air suling. larutan tersebut kemudian diuji daya absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer. Setelah 5 menit tabung uji ditanbahkan dengan air liur yang mengandung enzim amilase dan di inkubasi kembali pada suhu 370C selama 1 menit. Sebaliknya. kemudian di inkubasi pada suhu 370C selama 5 menit. Sebaliknya pada larutan encer atau yang berwarna terang maka absorbansinya akan kecil. Setelah diencerkan. Biasanya pada larutan pekat atau yang berwarna gelap maka absorbansinya akan besar. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 33 . kecepatan kerja enzim juga rendah. Pada keadaan substrat berlebih. Dalam waktu satu menit ini. kerja enzim menjadi cepat. Kecepatan reaksi akan bertambah seiring bertambahnya konsentrasi substrat sehingga tercapai suatu keadaan yang enzimnya dikatakan jenuh oleh substrat. Optimal disini dalam pengertian bahwa pati yang didegradasi tidak terlampau sedikit. Jadi semakin banyak sisa pati yang ada. Pertama larutan pati dimasukkan ke dalam tabung blanko dan uji. jika jumlah substrat yang tersedia banyak. Jika jumlah substratnya sedikit. juga tidak terlampau banyak. Alat spektrofotometer ini berguna mengukur jumlah atau kuantitas sinar yang diserap oleh suatu larutan pada panjang gelombang tertentu. maka larutan menjadi semakin gelap.

o Kerja enzim dipengaruhi beberapa faktor: o Suhu Semakin tinggi suhu. 37 ºC. yang dapat terlihat pada warna campuran larutan yang didiamkan dalam jangka waktu tertentu akan menjadi jernih. o Pada suhu optimum. enzim amilase bekerja pada level optimum yang menghasilkan maltosa dan dekstrin sebagai produk samping . o Konsentrasi substrat Semakin besar kadar substrat maka semakin besar kerja enzim sehingga reaksi semakin cepat tetapi hanya sampai batas tertentu.BAB V KESIMPULAN o Enzim amilase tidak dapat bekerja apabila diberi perlakuan termal berlebihan (di luar suhu optimum) karena mengalami denaturasi protein pada bagian apoenzimnya. enzim akan semakin mempercepat reaksi sampai pada suhu optimum setelah itu kecepatan reaksi akan menurun karena enzim akan rusak. Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 34 .

Nicole Pamme. Pendit. San Fransisco : Benjamin/Cummings Makalah Laporan Praktikum Biokimia Tentang Enzim 35 . John Wiley & Sons. 2005.. Bram U. Rodney. England Murray. EGC.. Ltd.org/wiki/Enzim Whitford D. Andreas.R.K. Stucture and Function.Modern Experimental Biochemistry third edition. dan Dimitri Iossifidis. 2004.DAFTAR PUSTAKA http://id. Biokimia Harper. Protein. Alih bahasa. Granner D.2000. Boyer.wikipedia. London: Imperial College Press. R. ed. Bioanalytical Chemistry. 2006.K and Victor W..27. Jakarta Manz.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful