DIKTAT KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR

Disusun Oleh : Susanto Sambasri, ST.,MT / Rizal Suryana, ST

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2008

BAB I SEJARAH MIKROPROSESSOR DAN PERKEMBANGAN MIKROPROSESSOR

1. Perkembangan Jenis Teknologi Mikroprosessor Berbagai jenis teknologi telah dipergunakan dalam pengembangan komponen mikroelektronika, khususnya mikroprosessor. Teknologi Rangkaian Terintegrasi yang telah dipergunakan sampai waktu ini adalah
● ● ● ●

Teknologi Bipolar Teknologi MOS (Metal Oxide Semiconductor) CTD (Change transfer Devis) Magnetic Bubbles

Dalam pembuatan mikroprosessor dikenal beberapa macam teknologi yang masing-masing mempunyai karakteristik teknik tertentu. Pada tabel 1-1 diperlihatkan pembagian teknologi mikroprosessor beserta beberapa contohnya. Tabel 1-1 Pembagian teknologi mikroprosessor JENSI TEKNOLOGI TEKNOLOGI MOS PMOS NMOS INTEL 4004,4040,8008 INTEL 8080,8085,8086,8048,8748 MOTOROLA CMOS TEKNOLOGI BIPOLAR BIPOLAR SATURATED) ECL SCHOTTKY BIPOLAR JENUH (SATURATED) I2L TEXAS INTRUMENTS SBP0400, SBP900 MOTOROLA MC10800 INTEL 3001, AMD Am2901, Am2903 TAK-JENUH (UNMC6800,MC6802, MC5801, MC6805, ZILOG Z80, Z8000 MOTOROLA MC146805, MC14500 CONTOH MIRKOPROSESSOR

Tabel 1-2 Perbandingan Karakteristik Mikroprosessor SPEED TEKNOLOGI MOS PMOS NMOS Rendah RendahSedang CMOS Sedang Sangat Kecil Sedang Tinggi CMOS-SOS Sedang Tinggi TEKNOLOGI BIPOLAR TTL Sedang Tinggi ECL Sangat Tinggi Tinggi – Sedang Sedang Tinggi Sedang Pemakaian Meningkat I2L Sedang Tinggi – Rendah, Dapat Sangat Tinggi diatur Baru, meningkat Pemakaian – Tinggi – Kecil Tinggi Rendah – Daya Terkecil Sedang Sedang Tinggi Tinggi Pemakaian menurun Standard DAYA DENSITY KETERANGAN

Teknologi PMOS adalah teknologi yang paling murah dan merupakan teknologi yang dipergunakan pada mikroprosessor pertama yaitu Intel 4004 pada tahun 1971, namun demikian banyak hal telah digantikan oleh teknologi NMOS. Pada waktu ini teknologi MOS kanal N adalah yang paling banyak dipergunakan dalam pembuatan mikroprosessor. Dalam hal faktor kecepatan operasi dan atau kebutuhan daya memegang peranan penting maka perlu diperhatikan jenis teknologi lainnya. Mikroprosessor dengan teknologi bipolar jenis ECL atau Schottky mempunyai kecepatan paling tinggi. Untuk keperluan daya paling rendah dapat kita pilih mikroprosessor dengan teknologi CMOS(Complementary Metal Oxide Semiconductor). Mirkoprosessor dengan teknologi bipolar jenis I2L dapat bekerja dengan tegangan sumber paling rendah dibandingkan dengan mikroprosessor jenis yang lain. Mikroprosessor jenis I2L ini dapat bekerja dengan daya rendah bila kecepatan operasi bukan merupakan faktor menentukan. Mikroprosessor dengan teknologi CMOS yang mempergunakan sub-strat bahan isolator saphir (yaitu jenis CMOS – SOS) dapat bekerja dengan kecepatan operasi tinggi dan

keperluan daya rendah, tetapi harnya sangat mahal. Disamping harga, tiga macam karakteristik teknik yang paling penting adalah Kecepatan operasi (Speed), Daya yang diperlukan (Power Consumption) Kepadatan komponen perbandingan karakteristik beberapa jenis mikroprosessor dengan teknologi yang berbeda. 2. Perkembangan Jenis Mikroprosessor Mikroprosessor dapat dikelompokkan menurut teknologi yang dipergunakan, menurut jumlah bit data, menurut struktur atau menurut kemampuan/karakteristik mikroprosessor dan menurut fungsi dari mikroprosessor itu sendiri. Berdasarkan jumlah bit data (Word Size) pada waktu ini telah terdapat banyak macam mirkoprosessor, mulai dari mikroprosessor 1 bit, 4bit, 8 bit. 16 bit, 32 bit dan 64 bit. Selain itu mirkoprosessor dapat pula dikelompokan menurut fungsi dan integrasisnya adalah sebagai berikut :
● ● ●

Mikroprosessor Monolotik (Chip Tunggal) Mikrokomputer chip tunggal (One – chip Mircocomputer) Mikroprosessor (atau Prosessor) Bit – Slice

2.1 Mikroprosessor 4 bit Mikroprosessor intel 4004 merupakan mirkroprosessor pertama yang diperkenalkan pada tahun 1971. Mikroprosessor tersebut memperguanakan teknologi PMOS. Selain itu telah dikembangkan pula beberapa buah mirkoprosessor 4 dengan teknologi yang sama dan dengan teknologi yang lain. Alasan disebut mikroprosessor 4 bit adalah karena mikroprosessor ini hanya mampuh mengolah data 4 bit. 2.2 Mikroprosessor 8 bit Mikroprosessor 8 bit merupaka mikroprosessor standard yang memperguanakan teknologi PMOS atau NMOS dan umumnya berupa mikroprosessor monolitik.

Mikroprosessor ini diperkenalkan pada tahun 1975. sifat khusus mirkoprosessor ini adalah : Harga Murah, dengan kepadatan komponen sangat tinggi, daya yang cukup rendah tetapi dengan kecepatan yang relatif rendah pula. Beberapa contoh diantaranya adalah : Motorola 6800, 6809, Intel 8080, 8085 dan Zilog Z-80 yang semuanya mempergunakan Teknologi NMOS.

1802 dan 8085. ECL atau I2L) prosessor jenis ini mempunyai kecepatan tinggi meskipun dengan kepadatan yang agak kurang. keuntungan mikroprosessor ini adalah bersifat microprogrammable.3 Prosessor Bipolar Jenis Bit – Slice Dengan menpergunakan teknologi bipolar *Schottky TTL. Contoh AMD 2903.5 Mikroprosessor Plus Komponen ini merupakan jembatan antara mikroprosessor monolitik dan one – chip microcomputer. .4 Mikroprosessor CMOS Dengan teknologi CMOS. Kelemahan mikroprosessor CMOS dibandingkan dengan jenis bipolar adalah dalam ini kecepatan.2. Misalnya MC6802 (Terdiri atas MPU + RAM + Clock) dan Intel 8035. mikroprogram dapat dibuat oleh user. Memori dan unit input output. MC14500B merupakan suatu mikroprosessor 1 bit yang dikenal dengan nama Industial Control Unit (ICU). maka mikroprosessor ini memerlukan daya paling kecil dibandingkan dengan mikroprosessor yang mempergunakan teknologi lain. sedangkan yang mempergunakan teknologi CMOS yaitu : 87C41 dan 87C48 (Intersil) dan Motorola 1468056. maka jumlah komponen yang diperlukan untuk membuat suatu sistem menjadi makin kecil. Intel 8041 dan 8049. Dengan menghubungkan paralel m buah prosessor bit slice dari n bit. suatu mikroprosessor plus umumnya mengandung sebuah MPU + RAM atau Komponen lain. 2. Maka dapat diperoleh suatu mikroprosessor dengan bit data (word length) = m x n bits. 2. 2. Motorola 10800. Contoh MC 14500. Beberapa contoh one-chip microcomputer yang mempergunakan teknologi NMOS adalah Motorola 6801 dan 6805.6 Single-Chip Microcomputer Unit mirkokomputer (MCU = Mircocomputer Unit) ini telah mengandung unit mirkoprosessor (MPU = Microprocessing Unit). Dengan mempergunakan MCU ini. Untuk mengatasi kekurangan ini telah dikembangkan mikroprosessor jenis CMOS-SOS dan HSCMOS yang mempunyai kecepatan kira-kira sama dengan jenis TTL Schottku tetapi dengan kebutuhan daya jauh lebih rendah.

7 Mikroprosessor 16 Pada mikroprosesor 16 bit.048. Western Electric WE32000. 2. . 80188.9 Mikroprosessor 64 bit Mikroprosessor ini diperkenalkan pada tahun 2002 pertamakali Oleh AMD. Contohnya NS32032. Mikroprosessor 8086 mempunyai bus data 16 bit. 80288 (intel). maka teknologi mikroprosessor berkembang pula dalam arah jumlah bit data yang makin meningkat disamping peningkatan dalam segi kemampuan lainya.2. Mikroprosessor ini dikenal dengan sebutan prosessor64. sehingga dapat menulis atau membaca data ke/dari memori atau port input/output sebesar 16 bit atau 8 bit setiap saat. register dalam dan sebagian besar intruksinya dirancang untuk dapat berkeja dengan binary words sebesar 16. mikroprosessor ini makin populer dan terlihat mulai menggeser mikroprosessor 8 bit dalam kedudukannya sebagai mikroprosessor standard. mikroprosessor ini mempunyai bus alamat 20 bit. Pada sekitar tahun 1984/1985 telah diperkenalkan mikroprosessor 32 bit. 8088. Kemampuan mikroprosessor 64 bit dapat mengolah gambar dalam bentuk tiga dimensi. 2. yang dapar bekerja dengan memori dalam orde Mega byte. 80286. Zilog Z8000 dan Texas Instruments 9900. 80186. Motorola MC68000. Beberapa jenis mikroprosessor 16 bit yang cukup dikenal adalah : 8086. Motorola 68020.57626 lokasi memori. Dengan menggunakan mikroprosessor 64 bit dapat bekerja dengan memori dalam orde giga byte bahkan sampai tera byte. sehingga dapat mengalamati sebanyak 220 = 1.8 Mikroprosessor 32 bit Dengan Perkembangan yang pesat dalam teknologi rangkaian terintegrasi jenis VLSI. bagian ALU (Arithmetic Logic Unit).

Sebagai contoh 8088 dan 80x86 adalah suatu mikroprosessor yang membutuhkan perangkat pendukung berupa RAM. AND. Mikroprosessor  Mikroprosessor adalah Central Processing Unit dari sebuah computer. 2. Unit aritmatika dan logika melaksanakan pengelohan data secara aritmatika (aljabar) dan secara logika (fungsi OR. I/O unit. CPU (Central Prossesing Unit)  Unit Pengelola pusat (CPU) terdiri atas dua bagian. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya dua lata yang berkerja bersamaan yang mungkin dapat menyebabkan kesalahan/keruskan.  Unit Pengontrol mengendalikan aliran informasi pada bus data dan bus alamat. ROM dan I/O unit. Unit juga menghasilkan dan mengatur sinyal pengendali yang diperlukan untuk menyerempakkan operasi. Untuk selanjutnya karena fungsinya SCM dapat disebut mikrokontroller. tanpa memori. dilanjutkan dengan menafsirkan dan mengatur sinyal yang terdapat pada bus pengendali. 3. NOT.  Bila sebuah mikroprosessor dikombinasikan (CPU) dengan memori dan I/O unit dapat juga dilakukan dalam level chip yang menghasilkan single chip mikrokomputer (SCM) untuk membedakannya dengan mikrokomputer. Bus Alamat  Apabila suatu alat dihubungkan dengan mikrokontroller tersebut. baik RAM maupun ROM.  Alat penyimpan data (memori). juga mempunyai alamat . dan XOR). dan melaksanakan urutan intruksi sebuah program yang tersimpan dalam memori. maka harus ditetapkan terlebih dahulu alamat (address) dari alat tersebut. dan peripheral yang dibutuhkan oleh suatu system lengkap. Fungsi utama unit pengendali adalah mengambil. mengkode. Unit pengendali mengatur urutan operasi seluruh system. yaitu unit pengendali (Control Unit) serta aritmatika dan logika (ALU).BAB II PENGERTIAN UMUM 1. juga aliran dan intruksi program.

tergantung pada letaknya. lebar bus data 8 bit juga digunakan oleh alat-alat lain seperti EPROM.tersendiri. WR. RD. PSEN. 5. 4. Bus Kontrol  Selain bus alamat dan bus data. RAM. Setelah mikrokontroller mengirim alamat (A0…A7) ke penahan alamat (latch 74LS373). Setelah itu pin PSEN akan rendah untuk dapat membaca EPROM.  Pin untuk bus data dimultipleks dengan alamat A0…A7 pada port 0. Interupt dan lain-lain. PIO dan lain-lain. lebar Bus data AT89S51 adalah 8 bit sehingga memerlukan 8 pin (D0…D7). mikroprossesor/mikrontroller dilengkapi juga dengan bus pengendali (bus control). Bus Data  CPU mikrokontroller AT89S51 adalah prosesor 8 bit. ADC. port 0 sekarang dapat digunakan untuk memasukan data dari EPROM ke mirkokontroller operasi mikroprossesor/mikrokontroller dengan operasi . karena alamat (A0…A7) sudah ditahan oleh latch. setiap bit data memiliki bobot masingmasing. hanya didalam chip. diantaranya adalah ALE. Sebagai contoh untuk data 8 bit adalah : Data Bobot Hexa D7 80 D6 40 D5 20 D4 10 D3 08 D2 04 D1 02 D0 01  Karena menggunakan bus data yang lebarnya 8 bit. Guna pengendali ini adalah untuk menyerempakkan rangkain luar. karena itu port 0 seringkali ditulis sebagai AD0…AD7. karena jumlah pin mikrokontroller terbatas. pin data ini tidak dapat dikeluarkan. RAM 8 Kbyte memiliki 8 x 1024 alamat. Bus data internal terhubung ke alat (dunia luar) melalui port I/O. dimana setiap alamat dapat di isi data 1byte. Akan tetapi. penahan pengendali ALE akan dibuat tinggi agar alamat tersebut ditahan.  Pada mikrokontroller MCS`51 terdapat beberapa pin yang berguna untuk mengendalikan system.

satu bit infromasi disimpan dalam sebuah flip-flop. memori utama. 7. Pada mikroprossesor/mikrokontroller. Dalam RAM static.  RAM dinamik menyimpan bit informasi sebagai muatan. Dua contoh RAM static adalah 6116 dan 6264 yang masing-masing berkapasitas 2 kb dan 8 kb. Memori massal dipakai untuk menyimpan berkapasitas tinggi. dan memori massal. Ukurannya berkisar antara 4 Kbyte sampai 64Kbyte. register internal adalah memori di dalam ALU. Sedangkan pada PC (computer) program disimpan dalam disket atau hardisk. sehingga RAM dinamik menjadi lebih kecil dibandingkan dengan . maka program mikroprossesor/mikrokontroller tidak tersimpan dalam RAM.  Ada beberapa tingkatan memori. Memori  Suatu sistem mikroprossesor/mikrokontroller maupun komputer memerlukan memori untuk tempat menyimpan program/data. Memori utama adalah memori suatu system. Oleh karena sifat RAM yang volalite ini. Waktu akses lebih lambat dibandingkan register internal. Data dalam RAM akan terhapus (bersifat Volatile) bila catu daya dimatikan. yaitu antara 200 sampai 1000ns. RAM static tidak memerlukan penyegar dan penangannanya tidak terlalu rumit. Keuntungan RAM dinamik adalah sel-sel memori lebih kecil sehingga memerlukan tempat yang lebih sempit. Isi dari RAM tetap tersimpan selama daya diberikan. tempat menyimpan program/data adalah pada ROM/EPROM. yaitu data yang tidak begitu vital bila hilang akibat aliran daya terputus. RAM  RAM (Random Acces Memory) adalah memori yang dapat dibaca atau ditulis. Sel memori elemeter dibuat dari kapasitansi gerbang substrat transistor MOS. Waktu akses register sangat cepat umumnya kurang dari 100ns.  Ada dua teknologi yang dipakai untuk membuat RAM. biasanya berbentuk disket. RAM hanya digunakan untuk menyimpan data sementara. pita magnetic. atauk kaset. yaitu RAM static dan RAM dinamik. diantaranya adalah register internal.6.

Data dalam ROM tidak akan terhapus meskipun catu daya diputuskan (bersifat nonvolalite) karena sifatnya yang demikian. UART (Universal Asynchronous receiver transmitter) yang merupakan pengirim penerima tak serempak universal. EEPROM (Electrical Eraseable Programmable Read Only Memory) yaitu PROM yang dapat diprogram ulang.  UART adalah perantara serial universal. Pada mikrokontroller MCS`51 kedua macam I/O tersebut sudah tersedia didalamnya. 9. EPROM.  Kerugian menggunakan RAM dinamik adalah bertambahnya kerumitan pada papan memori. pemograman EPROM adalah mengubah logika 1 menjadi 0. PROM (Programable Read Only Memori) dapat diprogram oleh pemakai. yaitu PROM yang dapat diprogram ulang. Proses penyegaran untuk kapasitor ini dilakukan setiap 1 atau 2 mili detik.RAM static.  Ada beberapa tipe ROM. Sesuai dengan namanya. Isi EPROM setelah dihapus akan berlogika 1. Isi program dihapus menggunakan suatu tegangan listrik. 8. alat I/O dapat menerima data dari mikroprosessor/mikrokontroller. Isi EPROM dihapus dengan menggunakan sinar Ultra Violer. ROM digunakan untuk menyimpan program. ROM  ROM (Read Only Memory) merupakan memori yang hanya dapat dibaca. Input/Output  Untuk melakukan hubungan dengan peranti diluar sistem. Kerja . PROM. karena diperlukan rangkaian untuk proses penyegaran (refresh). dan EEPROM. diantaranya adalah ROM. Contoh RAM dinamik adalah 4116 yang berkapasitas 16384 x 1 bit. dibutuhkan alat I/O (input/output). yaitu peranti untuk hubungan serial (UART) dan piranti untuk hubungan parallel (PIO). tetapi hanya sekali program saja atau yang disebut OTP (One Time Programmable). ROM adalah memori yang sudah deprogram oleh pabrik.  Ada dua macam perantara I/O yang dipakai. alternative lain adalah menggunakan EPROM (Eraseable Programmable Read Only Memory).

PIO adalah alat yang dapat deprogram dan menyediakan perantara masukan dan keluaran dasar untuk data parallel 8 bit.UART adalah mengubah masukan parallel menjadi keluaran serial. UART adalah mengubah masukan serial menjadi keluaran parallel dan mengubah masukan parallel menjadi serial.  PIO (Paralel Input Output) merupakan perantara untuk hubungan data dalam format parallel. .

1. SISTEM BILANGAN DESIMAL DAN BINER Dalam sistem denary. sistem lain yang sering digunakan adalah sistem bilangan dengan basis 8 atau oktal dan sistem bilangan dengan basis 16 atau heksadesimal. 101 = 10. yang mempunyai 10 buah simbol yaitu 0.2 Tabel Bilangan Biner Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 Biner C (4) 0 0 0 0 1 1 1 1 B (2) 0 0 1 1 0 0 1 1 A (1) 0 1 0 1 0 1 0 1 . Setiap digit biner disebut bit.B. kolom kedua yaitu B disebut puluhan. Kolom A. tetapi sistem ini tidak selalu merupakan pilihan terbaik untuk setiap aplikasi. Tabel 3.BAB III SISTEM BILANGAN Sistem bilangan desimal atau denary.1. yaitu sistem bilangan dengan basis 10. bit paling kanan disebut Least Significant Bit (LSB) dan bit paling kiri disebut Most Significant Bit (MSB) Tabel 3.2.. menunjukkan eksponen dengan basis 2 yaitu 20 = 1... 22 = 4 dan seterusnya.1 Tabel Eksponensial Bilangan Desimal C 102 Ratusan B 101 Puluhan A 100 Satuan Setiap kolom pada sistem bilangan biner. yang lebih dikenal dengan sistem bilangan desimal.9. C disebut ratusan dan seterusnya. Sistem biner merupakan sistem bilangan berbasis 2 dan hanya mempunyai dua simbol yaitu 1 dan 0. yaitu sistem bilangan dengan basis 2. nilai yang terdapat pada kolom ketiga pada tabel dibawah yaitu A disebut satuan. 21 = 2.C menunjukkan kenaikan pada eksponen dengan basis 10 yaitu 100 = 1. Sistem biner yang lebih sederhana pilihan lebih cocok digunakan pada elektronika digital. 102 = 100..

sehingga bit 1 ditempatkan pada kolom tersebut. sehingga sisanya 6 – 4 = 2 sisa ini akan menghasilkan bit 1 yang harus dipasang pada kolom 21 (= 2) dan bit 0 ditempatkan pada kolom 20 (= 1) sehingga bilangan 2210 = 0101102. MSB . diperlukan langkah-langkah berikut : 52/2 = 26 sisa 0.a.3 Konversi bilangan desima ke biner Bilangan Desimal 15 22 45 52 Kolom Biner 25 0 0 1 1 24 0 1 0 1 23 1 0 1 0 22 1 1 1 1 21 1 1 0 0 20 1 0 1 0 Bilangan Biner 001111 010110 101101 110100 Sebagai Contoh 2210 nilainya lebih kecil dari 25(=32). Cara lain adalah dengan pembagian. Sisanya adalah 22 – 16 = 6 yang lebih besar dari 2 2 (= 4) sehingga bit 1 ditempatkan pada kolom tersebut. maka bit 0 akan ditempatkan pada kolom tersebut. Konversi Desimal ke biner Konversi bilangan desimal ke biner dapat dilakukan dengan kombinasi intuis dan metode coba-coba (trial and error). sebagai Contoh untuk mengubah 5210 menjadi bilangan biner. Sisa pembagian akan bernilai 0 atau 1 yang akan membentuk bilangan biner dengan sisa yang terakhir menunjukkan MSBnya. LSB 26/2 = 13 sisa 0 13/2 = 6 sisa 1 6/2 = 3 sisa 0 3/2 = 1 sisa 1 1/2 = 0 sisa 1. Bilangan desimal yang diketahui dipisah-pisahkan kedalam sejumlah bilangan pangkat dengan basis 2. Tabel 3. Bilangan desimal yang akan diubah secara berturut-turut dibagi 2. dengan memperhatikan sisa pembagiannya. Tetapi 22 lebih besar dari 24 (=16).

b. 2.. 1.4 Tabel Eksponensial Bilangan Oktal Kolom D 8 3 Kolom C 8 2 Kolom B 8 1 Kolom A 80 1 512 a. . BILANGAN OKTAL Bilangan oktal adalah sistem bilangan yang berbasis 8 dan mempunyai delapan simbol bilangan yang berbeda yaitu 0. LSB 727/8 = 90 sisa 7 90/8 = 11 sisa 2 11/8 = 1 sisa 3 1/8 = 0 sisa 1.. Sebagai contoh untuk mengubah bilangan 581910 ke oktal. kolom oktal pada suatu bilangan menunjukkan eksponen dengan basis 8 yaitu : Tabel 3.. 11102 = 1 x 23 + 1 x 22 + 1 x 21 + 0 x 2 1 = 8 + 4 + 2 + 0 = 1410 2. langkah-langkahnya adalah : 5819/8 = 727 sisa 3. 64 8 Konversi Bilangan Desimal ke Oktal Teknik pembagian yang berurutan dapat digunakan untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan oktal. MSB b. Bilangan desimal yang akan diubah secara berturut-turut dibagi dengan 8 dan sisa pembagiannya harus selalu dicatat. 7. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Desimal Untuk mengubah bilangan biner ke dalam bilangan desimal yaitu dengan menggunakan subskrip contoh mengubah bilangan biner 11102 ke dalam bilangan desimal. . Konversi Bilangan Oktal ke Biner Untuk konversi bilangan oktal ke biner dapat dilakukan dengan cara memisahkan setiap digit bilangan oktal dan setiap digit bilangan oktal dapat disajikan dengan 3 digit bilangan biner.

2 38 = 0112.. Kemudian setiap kelompok diubah secara terpisah ke dalam bilangan oktal. Biner 000 001 010 011 100 101 110 111 .Tabel 3. c. LSB Sehingga bilangan oktal 3527 sama dengan bilangan biner 011 101 010 111.5 Tabel Bilangan Oktal ke Biner Oktal 0 1 2 3 4 5 6 7 Sebagia Contoh 35278 . LSB Jadi bilangan biner 11110011001 apabila diubah menjadi bilangan oktal akan diperoleh 36318.. bilangan 111100110012 akan dikelompokkan menjadi 11 110 011 001. sehingga 112 = 38 MSB 1102 = 68 0112 = 38 0012 = 18. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Oktal Sebaliknya pengubahan dari bilangan biner ke bilangan oktal dilakukan dengan mengelompokkan setiap tiga digit biner dimulai dari digit paling kanan (LSB).. Sebagai contoh. MSB 58 = 1012 28 = 0102 78 = 1112.

. yaitu 160 = 1. 161 = 16... sebagai contoh untuk mengubah bilangan 340910 menjadi bilangan heksadesimal.. BILANGAN HEKSADESIMAL Bilangan heksadesimal.6 Tabel Bilangan Heksadesimal ke Desimal Heksadesimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Bilangan yang lebih besar dari 1510 memerlukan lebih dari satu digit hex. dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut : . Kolom heksadesimal menunjukkan eksponen dengan basis 16. 162 = 256 dan seterusnya.3.10 152B16 = (1 x 163) + (5 x 162) + (2 x 161) + (11 x 160) = 1 x 4096 + 5 x 256 + 2 x 16 + 11 x 1 = 4096 + 1280 + 32 + 11 = 541910 Sebaliknya untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan heksadesimal. sering disingkat dengan hex adalah bilangan dengan basis 16 dan mempunyai 16 simbol yang berbeda Tabel 3. Sebagai contoh 152B16 = .... dapat dilakukan dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 16...

Konversi Heksadesimal ke biner Setiap digit pada bilangan heksadesimal dapat disajikan dengan empat buah bit seperti terlihat pada tabel dibawah ini Tabel 3. MSB A16 = 1010 516 = 0101 . MSB sehingga 340910 = D5116 a. Sebagai contoh 2A5C16 dapat diubah ke bilangan biner sebagai berikut : 216 = 0010.7 Tabel Konversi Heksadesimal ke Biner Heksadesimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F Biner 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111 untuk mengubah bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner. setiap digit dari bilangan heksadesimal diubah secara terpisah ke dalam empat bit bilangan biner.3409/16 = 213 sisa 110 = 116 LSB 213/16 = 13 sisa 510 = 516 13/6 = 0 sisa 1310 = D16.

LSB sehingga bilangan heksadesimal 2A5C akan diubah menjadi bilangan biner 0010 1010 0101 1100. Gerbang NOT Gerbang NOT merupakan gerbang satu masukan dan satu keluaran yang berfungsi sebagai pembalik (inverting). misalnya AND. Sebaliknya bilangan biner dapat diubah menjadi bilangan heksadesimal dengan cara mengelompokkan setiap empat digit dari bilangan biner tersebut dimulai dari digit paling kanan.1 Gerbang Logika NOT Tabel 3. A A Gambar 3.C16 = 1100. Sebagai contoh 01001111010111002 dapat dikelompokan menjadi 0100 1111 0101 1110 sehingga 01002 = 416 MSB 11112 = F16 01012 = 516 11102 = E16 LSB dengan demikian bilangan 01001111010111002 = 4F5E16 4. NOT dan EXOR a. GERBANG LOGIKA Gerbang Logika adalah piranti yang mempunyai dua kondisi yaitu kondisi dengan tegangan 0 volt menyatakan logika 0 (low) dan kondisi dengan tegangan 5 volt menyatakan logika 1 (High). OR. gerbang logika dapat digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi khusus. Jika masukannya High maka keluarannya Low dan sebaliknya. NOR. Gerbang logika dapat mempunyai beberapa masukan yang masing-masing mempunyai salah satu dari dua kondisi logika yaitu 0 atau 1. NAND.8 Tabel Kebenaran Gerbang NOT A 0 1 A 1 0 .

Gerbang AND Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan mempunyai logika 1.b. jika di inginkan keluaran bernilai 0 maka semua masukan harus dalam kondisi 0.2 Gerbang Logika AND Tabel 3.9 Tabel Kebenaran Gerbang AND A 0 1 0 1 c.3 Gerbang Logika OR Tabel 3. Gerbang OR Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukkanya pada kondisi 1. Gerbang NAND Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 jika semua masukan pada logika 1. sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan gerbang NAND. jika tidak maka akan menghasilkan logika 0 A B A. A B A+B B 0 0 1 1 A.B Gambar 3.10 Tabel Kebenaran Gerbang OR A 0 1 0 0 d.B 0 0 0 1 Gambar 3. maka keluarannya akan bernilai 1. B 0 0 1 0 A+B 0 1 1 1 .

A B A + B .4 Gerbang Logika NOR Tabel 3.3 Gerbang Logika NAND Tabel 3. A B A+B Gambar 3.12 Tabel Kebenaran Gerbang NOR A 0 1 0 1 B 0 0 1 1 AB 1 0 0 1 f. maka semua masukkan harus dalam kondisi 0.A B A*B Gambar 3. Gerbang XOR Gerbang XOR akan memberikan keluaran 1 jika masukkannya mempunyai keadaan yang berbeda. Gerbang NOR Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukkannya pada kondisi 1.11 Tabel Kebenaran Gerbang NAND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A∗B 1 1 1 0 e. Jika diinginkan keluaran bernilai 1.

Gambar 3.13 Tabel Kebenaran Gerbang XOR A 0 1 0 1 B 0 0 1 1 AB 0 1 1 0 .4 Gerbang Logika XOR Tabel 3.

Mikrokontroller yang termasuk dalam kelompok RISC dan CISC adalah sebagai berikut : a. AT89C51. AT89S52 8051.BAB IV MIKROKONTROLLER Mikrokontroller secara teknologi dibedan menjadi 2 yaitu teknologi RISC (Reduced Instruction set Computing) yaitu teknologi yang memiliki sedikit instruksi set namun memiliki kelebihan dalam hal memori. AT89LP214 PIC12C508. AT89LP213. AT89C55 AT89C205. AT89C4051 AT89S51. PIC12C519 Basic Stamp (BS2PX. sedangkan teknologi CISC (Complex Instruction Set Computing) yaitu teknologi yang memiliki banyak instruksi set namun tidak memiliki kelebihan dalam hal memori. MC68HC12) Mikrokontroller yang menggunakan Teknologi CISC : ● ● ● ● b. AT89C52. ● ● ● ● ● Mikrokontroller yang menggunakan Teknologi RISC AVR (ATMega8535) AT89S8253. BS2P24. PIC12C509.BS2Pe) Motorolla (MC68HC11. PIC12C518. peripheral dan fungsinya dibandingkan dengan yang menggunakan teknologi RISC. peripheral dan fungsinya. 8052 .

● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● Arsitektur dan Peripheral Mikrokontroller Arsitektur dan Perihperal AT89S51 Kompatibel dengan Mcs`51 4Kbyte Flash Memory (ISP) In-System Programmable 1000 kali ditulis dan dihapus Tegangan Operasional 4. a.0 Volt – 5.1.5 Volt Range Frekuensi 0Hz – 33 Mhz 128 x 8 bit Internal RAM 32 Jalur I/O Dua Timer/Counter 16 Bit 6 sumber Interupt Full Duplex Serial UART Watchdog Timer 2 Data Pointer Gambar 4.1 Konfigurasi Pin AT89S51 .

masing-masing terdiri dari atas 8 buah jalur I/O • Lima buah Jalur interupsi (2 buah interupsi eksternal dan 3 buah internal) • Sebuah Port serial dengan control serial full duplex UART .2 Diagram Blok AT89S51 b Arsitektur AT89C51 Mikrokontroller AT89C51 memiliki beberapa fasilitas sebagai berikut : • Sebuah CPU (Central Prosesing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS-51TM • Osilator Internal dan rangkain timer • Flash memori 4 Kbyte • RAM internal 128 byte • Empat buah programmable port I/O.Gambar 4.

penjumlahan dan operasi Boolean (bit) • Kecepatan pelaksanaan intruksi per siklus 1 mikrodetik pada frekuensi clock 12 Mhz.3 Konfigurasi pin AT89C51 Gambar 4. pembagian.7 Volt – 5.5 Volt . ● ● ● ● Arsitektur Mikrokontroller AT89S8253 Kompatibel dengan Mcs`51 12Kbyte Flash Memory (ISP) In-System Programmable 1000 kali di tulis dan di hapus 2Kbyte EEPROM Data Memory 1000 Kali di tulis dan di hapus Tegangan Operasional 2. Gambar 4.• Kemampuan melaksanakan operasi perkalian.4 Diagram AT89C51 c.

5 Konfigurasi Pin AT89S8253 .● ● ● ● ● ● ● ● ● Range Frekuensi 0Hz – 24 Mhz 64 Byte User Signature Array 256 x 8 bit Internal RAM 32 Jalur I/O Tiga Timer/Counter 16 Bit 9 sumber Interupt Full Duplex Serial UART Watchdog Timer 2 Data Pointer Gambar 4.

Gambar 4.6 Diagram Blok AT89S8253 d. ● ● ● ● ● ● ● ● ● Arsitektur dan Peripheral PIC12C5XX Memiliki hanya 33 intruksi Intuksi dikerjakan dalam satu siklus (1uS) Clock External 4 Mhz Lebar Instruksi 12 Bit Lebar data 8 bit 7 Spesial Fungsi Register Hardware Memiliki Direct. Indirect Relative pengalamatan Mode untuk data dan intruksi In-Circuit Serial Programming 8 bit Realtime Timer/Counter .

● ● ● Device Reset Timer 1Kbyte ROM dan bisa di hapus dan di tulis 1000 kali Data yang di simpan di ROM(EEPROM) bisa bertahan lebih dari 40 tahun Gambar 4.8 Blok Diagram PIC12C5XX .7 Konfigurasi Pin PIC12C5XX Gambar 4.

Arsitektur dan Peripheral Basic Stamp .e.

9 Konfigurasi Pin Basic Stamp .Gambar 4.

Cygnal Integrated Product Inc. dan Winbond Electronics Corp. tipe memory yang digunakan pun bervariasi yaitu :   OTP (One Time Programmable) atau Mask ROM (Read Only Memory) MTP (Multiple Time Programmable UVEPROM (Ultra Violet Erasable programmable ROM) . Philips Semiconductors. Seri P89LPC9xx buatan Philips memiliki tegangan kerja 2.7 – 6 Volt.6 Volt. misalnya timer/counter. MCS-51 pertama kali dikembangkan oleh intel Corporation pada tahun 70-an sehingga dapat dibilang usia MCS-51 sudah lebih dari 30 tahun. Tipe C8051F12X buatan Cygnal memiliki internal program memory 128 KB sedangkan internal data memory yang dimilikinya sebesar 8448 byte. 2. Tidak hanya kapasitas memori. komponen tersebut tidak terintegrasi. Mikrokontroler lebih sesuai untuk tugas-tugas yang lebih spesifik. Namun akhirnya hanya versi CMOS yang tersedia dipasaran saat ini. Sekilas mikrokontroler hampir sama degan mikroprosesor.BAB V ARSITEKTUR AT89S51 Mikrokontroler jika di terjemahkan secara harfiah berarti pengendali yang berukuran mikro. Pada awalnya MCS-51 dibuat dalam dua bersi NMOS dan CMOS. berbagai kemapuan yang dimiliki MCS-51 Masih terus di tingkatkan. 1. Perbedaan antar varian keluarga MCS-51 dapat dikelompokan dalam 8 bagian yaitu : 1. Memori dan Pemrograman Internal program memory yang dimiliki AT89C51 sebesar 4KB sedangkan internal data memory yang dimilikinya sebesar 256 byte. Sedangkan pada mikroprosesor. Mikroprosesor umumnya kita jumpai pada komputer dimana tugas dari mikroprosesor adalah untuk memproses berbagai macam data input maupun output dari berbagai sumber. BEBERAPA VARIAN IC MCS-51 DAN FITURNYA Keluraga MCS-51 telah berkembang pesat dan memiliki berbagai macam varian. Tegangan Kerja Tegangan kerja AT89LV55 buatan Atmel mampu beroperasi dengan tegangan kerja 2. Namun mikrokontroler memiliki banyak komponen yang terintegrasi didalamnya. MCS-51 salah satu keluarga mikrokontroler yang sampai sekarang masih banyak dikembangkan oleh berbagai produsen semacam Atmel Corp.4 – 3.

watchdog/Real-Timer clock. yang berarti internal clock beroperasi 1/12 dari frekuensi sumber clock atau 1 cycle membutuhkan 12 pulsa clock. Serial Interface Serial interface yang banyak didukung MCS-51 adalah Universal Asynchronous Receiver Transmitter (UART). Kecepatan Dalam hal kecepatan ada dua satuan yang digunakan. CAN (Control Area Network) bahkan USB (Universal Serial Bus). IC buatan Cygnal memiliki clock rate 1 diman 1 cycle membutuhkan 1 pulsa clock. SPI (Serial Pheriperal Interface). dan data EEPROM write completion. sedangkan yang lain menggunakan satuan MIPS (Million Instructions Per Second). 8. 7. Tipe tersebut memiliki interrupt level/p[riority hingga 4 tingkat. 6. Special Function . SPI. brownout detect. In System Programming (ISP) dan Parallel Programming (PP). 5. Programmable Counter Array (PCA) dan WatchDog Timer. serial port Tx. 4. Namun varian yang lebih baru juga memiliki interface I2C (Inter Integrated Circuit) atau Two Wire Interface. 32 dan 64 pin. comparator 1 dan 2. contohnya P89LPC932 buatan Philips. Beberapa varian bahkan memiliki fasilitas Pulse Width Mudulation (PWM). In Application Programming (IAP). Interrupt Tipe P89LPC932 buatan Philips memiliki interrupt source : External interrupt 0 dan 1 timer 0 dan 1. keyboard. combined serial port Rx/Tx. 16. AT83C5111 memiliki frekuensi maksimum 66 MHz sedangkan C8051F120 buatan Cygnal mampu memproses 100 MIPS. serial port Rx. Clock rate umunya bernilai 12. Beberapa produsen menggunakan satuan MHz (MegaHertz). CCU (Capture Compare Unit). 3. I/O Jumlah pin yang berfungsi sebagai digital input/output pada IC buatan Cygnal dapat berjumlah mulai 8. MTP Flash/EEPROM Cara penulisan internal program memory pun bervariasi antara lain : In Circuit Programming (ICP). Timer/Counter Timer/Counter yang dimiliki varian MCS-51 dapat berjumlah hingga 5 buah.

interface dan jalur input/output. Intruksi-intruksi tersebut dikenal sebagai bahasa pemograman system mikrokontroller. masing-masing terdiri dari atas 8 buah jalur I/O • Enam buah Jalur interupsi (3 buah interupsi eksternal dan 3 buah internal) • Sebuah Port serial dengan control serial full duplex UART • Kemampuan melaksanakan operasi perkalian. Power-On Reset pada P87LPC768 buatan Philips. Sebuah mikrokontroller tidak dapat memahimi intruksi-intruksi yang berlaku pada mirkrokontroller lain. Mikrokontroller AT89S51 termasuk dalam keluarga MCS-51TM dari intel. Salah satu keunggulan dari AT89S51 adalah dapat diisi ulang dengan program lain sebanyak 1000 kali pengisian. . Program tersebut memberitahu mikrokontroller apa yang harus dilakukan. W925E/C240 dan W925E/C625 buatan Winbond memiliki DTMF generator/receiver dan FSK generator receiver yang terintegrasi. Intruksi-intruksi hanya dapat dipahami oleh jenis mikrokontroller yang bersangkutan. varian MCS-51 juga memiliki kemampuan yang spesifik. Beberapa kemampuan yang terdapat pada varian MCS-51 antara lain :    ADC hinga 12 bit 32 channel pada C8051F20 buatan Cygnal 8 Keyboard interrupt. kecepatan. Sebuah mikrokontroller tidak dapat bekerja bila tidak diberi program kepadanya. Sebagai contoh. 2. Karakteristik mikrokontroller AT89C51 Mikrokontroller AT89C51 memiliki beberapa fasilitas sebagai berikut : • Sebuah CPU (Central Prosesing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS-51TM • Osilator Internal dan rangkain timer • Flash memori 4 Kbyte • RAM internal 128 byte • Empat buah programmable port I/O. jumlah timer. penjumlahan dan operasi Boolean (bit) • Kecepatan pelaksanaan intruksi per siklus 1 mikrodetik pada frekuensi clock 12 Mhz. pembagian. Intruksi-intruksi perangkat lunak berbeda untuk masing-masing jenis mikrokontroller.Selain berbeda kapasistas memori. mikrokontroller buatan intel dengan mikrokontroller buatan Motorola memiliki perangkat intruksi yang berbeda.

5. Penjelasan dari masing-masing pin adalah sebagai berikut : Gambar 5. Pin 1 sampai 8 (port 1) merupakan prot paralel 8 bit dua arah (input-output) yang digunakan sebagai keperluan general purpose.1 Konfigurasi Pin AT89S51 a. Juga digunakan sebagai masukkan untuk pengisian program ke dalam IC AT89S51. P1. b. P1.6 dan P1.• ISP Programming • Memiliki 2 DPTR • WatchDog Timer • Low Power Idnle dan Power-Down Mode Ü Diskripsi Kaki (Pin) AT89S51 Susunan pin-pin mikrokontroler AT89S51 diperlihatkanan pada gambar dibawah ini.7 selain digunakan sebagai I/O. Pin 9 (Reset) adalah intrupsi reset (aktif high) perpindahan kondisi rendah ke tinggi akan mereset AT89S51. Pin ini dihubungkan dengan rangkaian power on reset .

yang merupakan input clock bagi rangkaian osilator internal e. Port 2 ini mengirim byte alamat bila dilakukan pengaksesan memori ekternal g. h. Pin 20 (ground) dihubungkan ke Vss atau Ground f. Pin 18 dan 19 (XTAL1 dan XTAL2) adalah pin input osilator kristal. PSEN akan bernilai high pada saat pembacaan program dari internal memory.c. Fungsi pengganti meliputi : d. Pin 29 adalah pin PSEN (Program Strobe Enable) merupakan jalur control untuk mengakses external program memory. Pin 30 adalah pin ALE (Address Latch Enable) berfungsi sebagai demultiplexer pada saat port 0 bekerja sebagai multiplexed address/data bus. i. Jika EA bernilai low (dihubungkan ke ground). maka program hanya akan dijalankan dari external program . Pin 21 sampai 28 (port 2) adalah port paralel 8 bit dua arah (input-output). PSEN akan bernilai low pada saat pembacaan program dari external memory. Pin 10 sampai 17 (port 3) adalah port paralel 8 bit dua arah (input-output) yang memiliki fungsi pengganti. Pin 31 EA merupakan pin yang berfungsi sebagai input control.

Jika EA bernilai high (dihubungkan ke + 5 V). Pemisahan memori program dan memori data . maka program akan dijalankan dari internal program memory terlebih dahulu. Pin 32 sampai 39 (port 0) merupakan port paralel 8 bit open drain dua arah. Bila digunakan untuk mengakses memori luar.memory. Organisasi Memori Semua mikrokontroler dalam keluarga MCS-51 memiliki pembagian ruang alamat (address space) untuk program dan data.2 Blok Diagram AT89S51 3. j. port ini akan memultipleks alamat memori dengan data k. Pin 40 (Vcc) dihubungkan ke Vcc (+5 Volt) Gambar 5.

0023H 001BH 0013H 000BH 0003H 0000H Serial Interrupt Timer 1 Interrupt Program Memory External Interrupt 1 Timer 0 Interrupt External Interrupt 0 Reset Gambar 5.3 Memori Program 60 Kbyte External Program Memory 4 Kbyte Internal Program Memory 64 Kbyte External Program Memory Gambar 5. Alamat-alamat tersebut terdapat pada gambar dibawah ini. Selain berisi instruksi user juga memiliki beberapa alamat khusus yang ditujukan untuk reset address (alamat yang dituju pada saat pertama kali mikrokontroler berkerja) dan interrupt vector address. Meskipun demikian.membolehkan memori data untuk diakses oleh alamat 8 bit. Memori program dapat ditingkatkan sebesar 64 Kbyte dengan menambahkan memori eksternal. alamat data 16 bit dapat dihasilkan melalui register DPTR (Data Pointer Register).4 Konfigurasi Internal dan External Program Memory  Memori Data Memori data internal dipetakan seperti pada gambar dibawah ruangan memorinya . Ø Memori Program Memori program hanya dapat dibaca tidak bisa ditulisi (karena disimpan dalam Flash Memori) berfungsi untuk menyimpan kode program user yang akan dijalankan. Sinyal yang membolehkan pembacaan dari memori program eksternal adalah dari PSEN.

Accumulator. Register bank 1. Yang meliputi : Register Banks. Register banks ini digunakan sebagai alamat untuk menampung delapan register yaitu R0 – R7. Bit-addressable.6 Pembagian Register Banks  Special Function Registers Sesuai namanya Special Function Register (SFR) merupakan sejumlah register khusus yang mencakup : alamat port.5 Memori Data  Scratch Pad Area Sering disebut juga sebagai General Purpose RAM adalah ruang data memory yang bebas digunakan oleh user sebagai tempat penyimpanan variable atau sebagai alamat inisialisasi Stack Pointer. Bit-addressable tidak hanya bisa di akses per byte tetapi bisa juga diakses per bit. Scratch Pad Area hanya dapat diakses per byte. Register bank 2 dan Register bank 3. Scratch Pad Area dan SFR (Special Function Register).  Bit-addressable Bit-addressable memiliki fungsi yang sama dengan Scratch Pad Area.  Register Banks Internal data memory memuat 4 register banks : Register bank 0. FFH 80H 7FH 30H 2FH 20H 1FH 00H Special Function Registers Scratch Pad Area Bit-addressabel Register Banks Gambar 5. Register B. User juga dapat menggunakan ruang ini untuk menyimpan variable atau alamat inisialisasi Stack Pointer. Timer dan sejumlah .dibagi dua bagian yaitu RAM 128 Byte serta SFR (Special Fungsi Register). Alokasi alamat Register Bank dapat dilihat pada gambar dibawah ini : 1FH 18H 17H 10H 0FH 08H 07H 00H Register Bank 3 Register Bank 2 Register Bank 1 Register Bank 0 Gambar 5.

7 Pembagian Special Fungsi Register . Ada beberapa dari SFR hanya dapat diakses/dialamati per byte namun beberapa SFR juga dapat diakses per bit (bit-addressable) Gambar dibawah menunjukan pembagian ruang SFR (Special Function Register). FFH F8H F0H E0H D0H B8H B0H A8H 86H A2H A0H 90H 8EH 8DH 8CH 8BH 8AH 89H 88H 87H 85H 84H 83H 82H 81H 80H Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Non Bit-addressable Bit-addressable B ACC PSW IP P3 IE WDTRST AUXR1 P2 P1 AUXR TH1 TH0 TL1 TL0 TMOD TCON PCON DP1H DP1L DP0H DP0L SP P0 Gambar 5.register control.

1 Special Fungsi Register Gambar 5 Special Function Register 5. Untuk kristalnya dapat digunakan frekuensi dari 6 sampai 24 Mhz.Tabel 5. sedangkan untuk kapasitor dapat bernilai antara 27 pF sampai 33pF. setelah interrupt selesai dilaksanakan maka CPU kembali ke program . kita dapat menghentikan pelaksanaan program tersebut secara sementara dengan meminta interrupt.8 Konfigurasi Pemberian Clock 5 Interupt Apabila CPU pada mikrokontroler AT89S51 sedang melaksanakan tugas suatu program. program counter (PC) akan diisi alamat vector interrupt. C 1 33p F X TAL1 12 M h z X TAL2 C 2 33p F Gambar 5.4 Osilator Mikrokontroller AT89S51 memiliki osilator internal yang dapat diguakan sebagai sumber clock bagai CPU. Untuk menggunakan osilator internal diperlukan sebuah kristal atau resonator keramik antara pin XTAL1 dan XTAL2 dan sebuah kapasitor ke ground. Apabila mendapat permintaan interrupt.

Interrupt yang tak dapat dihalangi oleh perangkat lunak (non maskable interrupt). Intruksi ini dipakai agar saluran interrupt kembali dapat dipakai. Timer/Counter 1 serta interrupt serial.  Interupt Enable Sumber Interupt dapat diaktifkan dan dimatikan secara individual atau dengan mengatur satu bit di SFR yang bernama IE (Interupt Enable).utama yang ditingalkan. INT1. Bit-bit IE didefinisikan sebagai berikut : . Interrupt pada AT89S51 dibedakan dalam dua jenis : a. Contoh interrupt jenis ini adalah INT0. INT 1 dan Reset masing-masing dapat diaktifkan berdasarkan level atau transisi. Intruksi RETI harus digunakan untuk kembali dari layanan rutin interrupt. 3 interrupt eksternal. Interrupt eksternal INT 0. Pada mikrokontroler AT89S51 terdapat beberapa saluran interrupt. 2 interrupt timer dan satu interrupt port serial. Interrupt yang dapat dihalangi perangkat lunak (maskable interrupt). Alamat layanan rutin interrupt dari setiap sumber diperlihatkan pada table dibawah Tabel 5.2 Alamat Layanan Rutin Interrupt Nama Lokasi Alat Interupt Reset 00H Power on Reset INT 0 03H INT 0 Timer 0 0BH Timer 0 INT 1 13H INT 1 Timer 1 1BH Timer 1 Serial 23H Port I/O serial Mikorokontroler AT89S51 menyediakan 6 sumber interrupt. misalnya reset b.

Sedangkan bila prioritasnya sama. maka akan dilakukan poling untuk menentukan mana yang dilayani.6 Program Status Word Program status word berisi beberapa bit status yang mencerminkan keadaan . Interrupt prioritas tertinggi tidak dapat diinterupt oleh sumber interrupt lain. Interupt dengan prioritas rendah dapat diinterupt oleh interrupt yang memiliki prioritas lebih tinggi. interrupt dengan prioritas lebih tinggi yang dilayani. Bila permintaan interrupt dengan tingkat prioritas berbeda diterima pada saat yang sama.Jika akan mengaktifkan interrupt 0 (INT0). Bit-bit pada IP adalah sebagai berikut : 5. tetapi tidak bisa di interrupt oleh interrupt dengan prioritas lebih rendah.  Prioritas Interupt Setiap Sumber interrupt dapat interrupt secara individual menjadi satu atau dua tingkat prioritas dengan mengatur bit SFR yang bernama IP. nilai yang harus diberikan ke IE adalah 81H (yaitu memberikan logika 1 ke EA dan EX0).

Pemilihan bank register diperlihatkan pada tabel dibawah ini : Tabel 5.3 Pemilihan Bank Register Register R0 dan R1 dapat digunakan untuk pengalamatan tak langsung pada RAM internal. Sisa register lainya tidak dapat digunakan untuk pengalamatan tak langsung. Definisi daribit-bit dalam PSW dijelaskan dibawah ini  RS0 dan RS1 RS0 dan RS1 digunakan untuk memilih bank register.  CY (Carry Flag) Carry Flag bernilai ‘1’ jika sebuah penjumlah menghasilkan nilai lebih dari 255 (FFH) dan Carry Flag juga akan menghasilkan nilai ‘1’ jika operasi aritmatika pengurangan menghasilkan nilai kurang dari ‘0’  AC (Auxiliary Carry) Auxiliary Carry Flag bernilai ‘1’ jika penjumlahan Binary Coded Decimal (BCD) menghasilkan nilai lebih dari 9  F0 Flag 0 merupakan general purpose flag yang dapat digunakan oleh user  OV (Overflow Flag) Overflow flag bernilai ‘1’ jika ada penambahan atau pengurangan signed number yang .mikrokontroller. R6. R7). R4. Register ini dapat diakses melalui symbol assembler (R0. R3. R2. Delapan buah register ini merupakan register serbaguna yang memiliki alamat dari 00H sampai 1FH. R1. R5.

8 Stack Pointer (SP) Stack Pointer (SP) merupakan register 8 bit yang berisi lokasi dimana data alamat stack teratas disimpan. Sedangkan instruksi POP. Intruksi PUSH. Jika proses penambahan atau pengurangan tidak menggunakan signed number maka perubhana OV dapat diabaikan  P (Parity Flag) Parity Flag digunakan untuk mengetahui jumlah ganjil bit yang bernilai ‘1’ pada accumulator. LCALL. RETI adan sejnisnya akan mengurangi nilai pada SP. proses interrupt dan sejenisnya akan menambah nilai pada SP. ACC akan menyimpan hasil perkalian 8 bit terbawah dan hasil pertambahan dan pembagian. perkalian dan pembagian. .7 Accumulator Register Accumulator (ACC) sebuah register yang digunakan untuk general purpose atau juga digunakan untuk dalam proses pertambahan.9 Data Pointer (DPTR) Data Pointer (DPTR) merupakan register 16 bit yang terdiri dari 8 bit data pointer High (DPH) dan 8 bit data pointer low (DPL). 5. sedangkan jika jumlah bit yang nilai ‘1’ sama dengan genap maka Parity Flag akan bernilai ‘0’ 5. RET. Jika pada accumulator jumlah bit yang bernilai ‘1’ sama dengan ganjil maka Parity Flag akan bernilai ‘1’. 5. DPTR umumnya digunakan untuk mengakses alamat pada memori eksternal.menghasilkan nilai lebih dari +127 atau kurang dari -128.

pengaturan aliran program dan beberapa hal khusus. Untuk mengakses 16 bit alamat digunakan data pointer DPTR.R7  Immediate Constant Sebuah nilai konstanta dapat mengikuti opcode dalam Program memori Contoh: MOV A. Contoh: MOV A. maupun Stack Pointer untuk operasi 8 bit. Operand dan Set Intruksi MCS51 Operan dalam pemrograman mikrokontroller adalah data yang tersimpan dalam memori. Hanya berlaku untuk RAM internal dan SFR.BAB 6 SET INTRUKSI DAN PEMOGRAMAN ASSEMBLY MSC51 1. aritmetika. register dan input/output (I/O).#20h (Mengisi accumulator dengan data 20h) . operasi logika. Contoh: MOV A. intruksi yang dikenal secara umum dikelompokan menjadi beberapa kelompok yaitu intruksi untuk pemindahan data. kombinasi dari instruksi dan operan itulah yang membentuk intruksi pengaturan kerja mikrokontroller.7FH (isi accumulator dengan isi alamat 7Fh)  Pengalamatan Tidak Langsung (Indirect Addressing) Mode ini menggunakan Register tertentu berisi Data yang menunjukan Alamat. Register untuk menunjukkan alamat tersebut adalah R0 atau R1. 2 Mode Pengalamatan dalam MCS51 Data ataupun operan bisa berada ditempat yang berbeda sehingga dikenal beberapa cara untuk mengakses data operan tersebut yang dinamakan sebagai mode pengalamatan (Addressing Mode) antara lain yaitu :  Pengalamatan Langsung (Direct Addressing) Pada mode ini operand ditentukan dari sebuah alamat 8 bit.@R0 (isi accumulator dengan alamat yang ditunjukkan oleh isi R0)  Pengalamatan Register Pengalamatan mode ini lebih effisien dan mengeleminasi satu byte alamat Contoh: MOV A. Bisa berlaku untuk internal dan external RAM.

7 PSW.5 TCON.1 dan ACC.1 IE.7. misalnya FLAGS.6 PSW.3 PSW.3.2 SCON. Untuk melakukan pengalamatan bit digunakan symbol titik (.0 SCON.4 IE.5. 21H.1 Spesial function register (SFR) Simbol CY AC F0 RS1 RS0 OV P TF1 TR1 TF0 TR0 IE1 IT1 IE0 IT0 SM0 SM1 SM2 REN TB8 RB8 TI RI EA ES ET1 EX1 ET0 EX0 PS PT1 PX1 PT0 PX0 3 Posisi Bit PSW.3 SCON.2 PSW0 TCON. Tabel dibawah menunjukan pengalamatan bit pada mikrokontroller AT89C51 Tabel 6.4 PSW.7 TCON. 40.5 PSW.2 TCON.7 SCON.0 IE.6 SCON.0 Alamat Bit D7H D6H D5H D4H D3H D2H D0H 8Fh 8EH 8DH 8CH 8BH 8AH 89H 88H 9FH 9EH 9DH 9CH 9BH 9AH 99H 98H AFH ACH ABH AAH A9H A8H BCH BBH BAH B9H B8H Nama Carry Flag Auxilliary carry falg Flag 0 Reg. Pengalamatan Bit Pengalamatan bit adalah penunjukan alamat lokasi bit baik dalam RAM internal (byte 32 sampai 47) atau bit perangkat keras.1 TCON.2 IP.3 IP.5 SCON.4 TCON.4 IP.2 IE.1 SCON.3 IE.3 TCON.4 SCON.7 IE.).1 IP. Bank Select Bit 1 Reg Bank Select Bit 0 Overflow Flag Parity Flag Timer 1 overflow flag Timer run control bit Timer 0 overflow flag Timer 0 run control bit Interupt 1 edge flag Interupt 1 type control Interupt 0 edge flag Interupt 0 type control Serial Mode control bit 0 Serial mode control bit 1 Serial mode control bit 2 Reciever enable Transmit bit 8 Receiver bit 8 Transmit interrupt flag Receive Interupt flag Enable all interupr Enable serial port interrupt Enable Timer 1 Interupt Enable external Interupt 1 Enable Timer 0 interupt Enable external interrupt 0 Serial port interrupt priority Timer 1 interupt priority External interrupt priority Timer 0 interupt priority External interrupt 0 priority Perangkat Intruksi Mikrokontroller AT89C51 memiliki 256 perangkat intruksi. Seluruh intruksi dapat .0 IP.6 TCON.

dikelompokan dalam 4 bagian yang meliputi intruksi 1 byte sampai 4 byte. penambahan satu (inkremen). pengurangan. registermemori. antar muka register dan antar muka memori. Tabel 6. pergeseran dan komplemen data.3 Intruksi Aritmatika ini melaksanakan operasi aritmatika yang meluputi penjumlahan. kecepatan pelaksanaan intruksi akan bervarias dari 1 hingga mikrodetik. Perangkat intruksi mikrokontroller AT89C51 dapat dibagi menjadi lima kelompok sebagai berikut :  Intruksi Transfer data Intruksi ini memindahkan data antara register-register. . Apabila frekuensi clock mikrokontroller yang digunakan adalah 12 Mhz. perbandingan.2 Intruksi Transfer Data  Instruksi Aritmatika Intruksi pembagian. pengurangan satu (dekremen). XOR). OR. perkalian dan  Instruksi Logika dan Manupulasi Bit Instruksi ini melaksanakan operasi Boolean (AND. memori-memori. Tabel 6.

Intruksi percabangan dibedakan atas 2 yaitu : percabangan bersyarat dan percabangan tanpa syarat.4 Intruksi Logika dan manupulasi Bit  Instruksi Percabangan Instruksi ini mengubah urutan normal pelaksanaan suatu program. Dengan instruksi ini program yang sedang dilaksanakan akan mencabang ke suatu alamat tertentu.Tabel 6.5 Intruksi Percabangan 6.4 Aturan Pembuatan Program Assebler AT89C51 Program bahasa assembly berisikan : ● ● Intruksi-intruksi mesin Pengarah-pengarah assembler . Tabel 6.

Sebaiknya pembuatan program di mulai dari alamat memori 0100h agar tidak terjadi cras dengan interrupt yang lain. . Baris-baris program yang mengandung instruksi mesin atau pengarah assembler harus mengikuti aturan program assembler ASM51. Pengarah assembler (assembler directive) merupakan intruksi ke program assembler yang mendefinisikan struktur program. .operand] [……] contoh pembuatan program assembler ORG 0000H LJMP START . jika pembuatan program di mulai dari alamat 0000H maka program dipastikan tidak akan berjalan sebab 0000 di isi oleh intrupt reset. konstanta dan lain-lain (misalnya ORG). . komentar] ORG 0100H . INISIALISASI ALAMAT AWAL . END Catatan : Setiap pembuatan program tidak boleh di mulai dari alamat 0000H. symbol-simbol. Kontrol-kontrol assembler mengatur (menentukan) mode-mode assembler dan aliran assembly langsung (misalnya $TITLE). Komentar perlu ditulis agar program mudah dibaca. AWAL PROGRAM YANG AKAN DIJALANKAN START : ISI PROGRAM ASSEMBLER . Format umumnya : [label :] mnemonic [operand] [. LOMPAT KE LABEL START [. data.● ● Kontrol-kontrol assembler Komentar-komentar Intruksi-intruksi mesin merupakan mnemonic yang menyatakan suatu instruksi yang bisa dijalankan (misalnya MOV). masing-masing baris atas beberapa field yang dipisahkan dengan spasi atau tabulasi.