Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting), Rekayasa lapangan (Field Engineering), Kaji Ulang Desain (Review

Design), Perubahan Kontrak (Contract Change Orders / CCO), Rapat Lapangan (Site Meeting)
1. RUANG LINGKUP

Dalam rangka pengendalian pelaksanaan pekerjaan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak maka perlu diadakan rapat persiapan pelaksanaan (pre construction meeting) untuk menghasilkan kesepakatankesepakatan beberapa materi yang dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan pekerjaan. Adapun yang dimaksud dengan dokumen kontrak meliputi dan atau harus diinterpretasikan dalam urutan kekuatan hokum sebagai berikut: a) surat perjanjian, b) surat penunjukkan penyedia jasa, c) surat penawaran, d) addendum dokumen lelang (bila ada), e) syarat-syarat khusus kontrak, f) syarat-syarat umum kontrak, g) spesifikasi teknis, h) gambar-gambar, i) daftar kuantitas dan harga, j) dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. Rapat persiapan pelaksanaan (PCM) diselenggarakan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) atau 21 hari setelah penandatanganan kontrak yang diikuti oleh direksi pekerjaan (Pinpro/Pinbagpro), direksi teknis (konsultan pengawas), penyedia jasa (kontraktor) serta unsure perencanaan. Salah satu agenda penting yaitu persyaratan-persyaratan dalam kontrak kerja konstruksi yang berhubungan dengan mutu konstruksi sesuai dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, bahwa Program Mutu atau Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang telah disusun oleh kontraktor disampaikan selambat-lambatnya dalam rapat persiapan pelaksanaan untuk mendapat persetujuan/pengesahan direksi pekerjaan. Adapun untuk mengetahui kuantitas awal pekerjaan dari berbagai mata pembayaran yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga maka dilakukan pemeriksaan lapangan bersama yang terdiri dari direksi teknis, panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa/kontraktor setelah penerbitan SPMK. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara hasil pemeriksaan bersama yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pekerjaan. Apabila hasil pemeriksaan lapangan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak (spesifikasi teknis, gambar, jenis pekerjaan, mata pembayaran,

kuantitas) maka perubahan tersebut harus dituangkan dalam perintah perubahan kontrak (contract change orders/CCO) yang ditindak lanjuti dengan pembuatan amandemen kontrak. Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap kegiatan pekerjaan/ mata pembayaran terus dilaksanakan selama periode waktu pelaksanaan pekerjaan untuk menetapkan kuantitas hasil pekerjaan yang akan dibayar setiap bulan/angsuran. Rapat lapangan (site meeting) dilakukan dilokasi pekerjaan/lapangan dalam rangka koordinasi kegiatan pelaksanaan, yang diadakan sekali dalam satu minggu atau mingguan, tengah bulanan, dan bulanan.

2. ACUAN

a) Undang Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan; b) Undang Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; c) Undang Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; d) Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; e) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; f) Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1985 tentang Jalan; g) Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi; h) Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi; i) Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi; j) Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah; k) Keputusan Menteri Kimpraswil No. 369/KPTS/M/2001 Pedoman Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional; l) Keputusan Menteri Kimpraswil No. 339/KPTS/M/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi oleh Instansi Pemerintah; m) Keputusan Menteri Kimpraswil No.257/KPTS/M/2004 tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi; 2- 2

26 Tahun 1985] 2. 80 Tahun 2003] 3.3 daerah manfaat jalan (damaja) ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar. p) Surat Edaran Menteri Kimpraswil No. yang meliputi bahan baku.2 barang benda dalam berbagai bentuk dan uraian. yang spesifikasinya ditetapkan oleh pengguna barang/jasa [Keppres No. 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana wilayah. tinggi dan kedalaman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh Pembinan Jalan (rumaja) [Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1985] 3. 80 Tahun 2003] 3.IK0106-Mn/66 Sertifikasi Badan Usaha Jasa Konstruksi Dalam Rangka Pengadaan yang dilaksanakan Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2002. ISTILAH DAN DEFINISI 3. 26 Tahun 1985] 3. 02/SE/M/2001 tentang Tata Cara Penilaian Hasil Evaluasi serta Sanggahan dalam Pengadaan Barang dan Jasa diatas Lima Puluh Milyar rupiah. 3. yang ditetapkan Pembina Jalan dan diperuntukan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan (ruwasja) [Peraturan Pemerintah No.1 badan usaha badan usaha di bidang jasa konstruksi [Keppres No.3 . barang jadi/peralatan.5 daerah pengawasan jalan (dawasja) ruang sepanjang jalan diluar Daerah Milik Jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu.n) Keputusan Menteri Kimpraswil No. o) Surat Edaran Menteri Kimpraswil No.4 daerah milik jalan (damija) ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh Pembina Jalan dengan suatu hak tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (rumija) [Peraturan Pemerintah No. barang setengah jadi.

namun dapat dijabat oleh orang lain yang ditunjuk oleh pengguna jasa [Kepmen Kimpraswil No.8 dokumen kualifikasi dokumen yang disiapkan oleh panitia pengadaan dan ditetapkan oleh pengguna jasa sebagai pedoman dalam proses pembuatan dan penyampaian data kualifikasi oleh penyedia jasa [Kepmen Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004] 3.4 . dan mandiri [Undang-Undang No. bulan adalah bulan kalender [Kepmen Kimpraswil No. 18 Tahun 1999] 3.10 gambar kerja gambar mencakup perhitungannya dan keterangan lain yang disediakan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan untuk pelaksanaan pekerjaan 3. independen.12 harga kontrak awal harga kontrak yang tercantum dalam Surat Penunjukan Pemenang Lelang 3. 257/KPTS/M/2004] 2.257KPTS/M/2004] 3.7 direksi pekerjaan pejabat atau orang yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan.6 daftar kuantitas pekerjaan daftar kuantitas yang telah diisi harganya yang merupakan bagian dari penawaran 3. Pada umumnya direksi pekerjaan dijabat oleh pengguna jasa.9 forum jasa konstruksi sarana komunikasi dan konsultasi antara masyarakat jasa konstruksi dan Pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah jasa konstruksi nasional yang bersifat nasional.13 hari hari kalender.11 harga kontrak harga yang tercantum dalam Surat Penunjukan Penyedia Jasa yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak [Kepmen Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004} 3.3.

38 Tahun 2004] 3. 18 Tahun 1999] 3. 257/KPTS/M/2004] 3.19 kepala kantor / satuan kerja pejabat struktural yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi yang dibiayai dari dana anggaran belanja rutin APBN [Kepmen Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004} 3.20 klasifikasi bagian kegiatan registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha di bidang jasa konstruksi menurut bidang dan subbidang pekerjaan atau penggolongan profesi keterampilan dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi 2.masing pihak mempunyai hak.16 jasa konsultansi layanan jasa keahlian profesional dalam berbagai bidang yang meliputi jasa perencanaan dan pengawasan konstruksi.3.257/KPTS/M/2004] 3. layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi.14 jalan prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun. dalam rangka mencapai sasaran tertentu yang keluarannya berbentuk piranti lunak yang disusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja yang ditetapkan pengguna jasa [Kepmen Kimpraswil No.17 jasa pemborongan layanan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang perencanaan teknis dan spesifikasinya ditetapkan pengguna jasa dan proses serta pelaksanaannya diawasi oleh pengguna jasa atau pengawas konstruksi yang ditugasi [Kepmen Kimpraswil No. berdasarkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam perjanjian tertulis [Keppres No.15 jasa konstruksi layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas. dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi [Undang-Undang No.5 .18 kemitraan kerjasama usaha antara penyedia barang/jasa dalam negeri maupun dengan luar negeri yang masing. 80 Tahun 2003] 3. meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas [Undang-Undang No.

22 kontrak kerja konstruksi keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi [Undang-Undang No. maka lapis pondasi atas 2.26 lapis perkerasan susunan perkerasan jalan yang terdiri dari tanah dasar (sub grade).24 kualifikasi bagian kegiatan registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha di bidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha.6 .27 lapis permukaan bagian perkerasan yang paling atas dan langsung menerima beban lalu-lintas serta mendistribusikan beban yang diterimanya ke lapisan perkerasan dibawahnya 3.257/KPTS/M/2004] 3. bila tidak ada lapis pondasi bawah. dan lapis permukaan/aus (surface) 3.menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu [Kepmen Kimpraswil No.23 kontraktor orang atau badan usaha yang penawarannya untuk melaksanakan pekerjaan telah diterima oleh pemilik 3. 257/KPTS/M/2004] 3.28 lapis pondasi atas bagian perkerasan yang terletak antara lapisan permukaan dengan lapis pondasi bawah. pondasi atas (base).25 lapangan tempat yang disebutkan sedemikian di dalam Data Kontrak konstruksi 3.21 kontrak perikatan hukum antara pengguna jasa dengan penyedia jasa dalam pelaksanaan pengadaan jasa [Kepmen Kimpraswil No. 18 Tahun 1999] 3. pondasi bawah (sub base). 257/KPTS/M/2004] 3. atau penggolongan profesi keterampilan dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan profesi dan keahlian [Kepmen Kimpraswil No.

257/KPTS/M/2004] 3. 80 Tahun 2003] 2.33 manajemen proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan tata cara dan/atau pengelolaan perencanaan (rencana kerja). untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu. pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal pelaksanaan pekerjaan sampai selesainya proyek secara efektif dan efisien.34 mediator orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna jasa dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama [Kepmen Kimpraswil No.(base) adalah bagian yang terletak antara lapis permukaan dengan tanah dasar (sub grade) 3. tepat waktu. pelaksanaan. 80 Tahun 2003] 3.31 lembaga organisasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. dan tepat mutu [Ervianto.29 lapis pondasi bawah (sub base) bagian perkerasan yang terletak antara lapis pondasi atas dan tanah dasar (sub grade) 3. pelaksanaan. pengendalian dan koordinasi suatu proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan berdasarkan persyaratan teknik dan administrasi dari awal pelaksanaan sampai dengan selesainya masa kontrak kerja konstruksi secara efektif dan efisien. 2003] 3. dan tepat biaya 3.7 .30 laporan investigasi lapangan data dalam dokumen lelang yang memberikan gambaran nyata tentang kondisi permukaan dan bawah permukaan tanah di lapangan 3. yang bertujuan untuk mengembangkan kegiatan jasa konstruksi nasional [Keppres No. tepat biaya. untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat mutu.35 menteri menteri yang bertanggung jawab dalam bidang konstruksi [Keppres No.32 manajemen konstruksi pengelolaan perencanaan (rencana kerja).

39 pejabat pengadaan personil yang diangkat oleh pengguna barang/jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai sampai dengan Rp50. dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa [Keppres No.37 panitia pengadaan panitia yang diangkat oleh pengguna jasa untuk melaksanakan penilaian kualifikasi [Kepmen Kimpraswil No.000. di samping pembayaran untuk bahan dan peralatan instalasi (plant) yang berkaitan 2.8 .00 (lima puluh juta rupiah) [Keppres No. 257/KPTS/M/2004] 3.42 pekerjaan harian pemakaian berbagai jenis pekerjaan yang pembayarannya berdasarkan waktu atas pemakaian peralatan (equipment) dan tenaga kerja kontraktor. 80 Tahun 2003] 3. korupsi. yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari APBN/APBD [Keppres No.36 pakta integritas surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengguna barang/jasa/panitia pengadaan/pejabat pengadaan/ penyedia barang/jasa yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi. memasang dan menyerahkannya kepada pemilik.000.3.38 pasca kualifikasi proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa setelah memasukkan penawaran 3.40 pejabat yang disamakan pejabat yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri)/pemerintah daerah/Bank Indonesia (BI)/Badan Hukum Milik Negara (BHMN)/Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).41 pekerjaan hal-hal yang ditentukan dalam kontrak yang mengharuskan kontraktor untuk melaksanakan. sebagaimana disebutkan dalam Data Kontrak 3. 80 Tahun 2003] 3. 80 Tahun 2003] 3.

000. mekanikal.47 pemilihan penyedia barang/jasa kegiatan untuk menetapkan penyedia barang/jasa yang akan ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan [Keppres No.43 pekerjaan kompleks pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai resiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan didesain khusus dan/atau bernilai di atas Rp 50. 18 Tahun 1999] 3. dan dibongkar oleh kontraktor.00 (lima puluh miliar rupiah) [Keppres No.3. 18 Tahun 1999] 3.000.000. elektrikal. dibangun.44 pekerjaan konstruksi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural. sipil. baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun oleh penyedia barang/jasa 2.50 pengadaan barang/jasa pemerintah kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dengan APBN/APBD. dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya.46 pelaksana konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No. yang diperlukan untuk pelaksanaan atau pemasangan dalam pekerjaan 3.49 penawaran kontraktor dokumen penawaran yang lengkap yang diajukan kontraktor kepada pemilik 3.9 . 257/KPTS/M/2004] 3. yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi yang dibiayai dari anggaran belanja pembangunan APBN [Kepmen Kimpraswil No. untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No. 80 Tahun 2003] 3. 80 Tahun 2003] 3.45 pekerjaan sementara pekerjaan yang dirancang. dipasang.48 pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek pejabat yang diangkat oleh Menteri/Gubernur/pejabat yang diberi kuasa.

51 pengawas konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa 3. pondasi atas.55 peralatan (equipment) mesin-mesin dan kendaraan kontraktor yang dibawa sementara ke lapangan untuk melaksanakan pekerjaan 3. 257/KPTS/M/2004] 3.58 perkerasan jalan konstruksi jalan yang diperuntukan bagi jalan lalu lintas yang terletak diatas tanah dasar.52 pengguna anggaran daerah pejabat di lingkungan pemerintah propinsi / kabupaten / kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja APBD [Keppres No. dan lapis permukaan 2-10 . 257/KPTS/M/2004] 3.56 peralatan instalasi (plant) setiap bagian integral dari pekerjaan yang harus mempunyai fungsi mekanis.57 perencana konstruksi penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan atau bentuk fisik lain [Undang-Undang No.[Keppres No. kimiawi atau biologis 3.54 penyedia jasa penyedia jasa badan usaha yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa pelaksanaan konstruksi [Kepmen Kimpraswil No.53 pengguna jasa kepala kantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek yang ditunjuk sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi di lingkungan unit kerja/proyek tertentu [Kepmen Kimpraswil No. 80 Tahun 2003] 3. 80 Tahun 2003] 3. dan pada umumnya terdiri dari lapis pondasi bawah. 18 Tahun 1999] 3. elektris.

2003] 3.3. orang perseorangan dan badan usaha untuk menentukan ijin usaha sesuai klasifikasi dan kualifikasi yang diwujudkan dalam sertifikat [Kepmen Kimpraswil No.60 proyek kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu [Bappenas TA-SRRP.61 registrasi kegiatan untuk menentukan kompetensi profesi keahlian dan keterampilan tertentu.59 prakualifikasi proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa sebelum memasukkan penawaran [Keppres No.63 spesifikasi spesifikasi dari pekerjaan yang terdapat dalam kontrak dan setiap perubahan atau tambahan yang dibuat atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan 3.62 sertifikat keterampilan/keahlian kerja tanda bukti pengakuan atas kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu [Kepmen Kimpraswil No. 80 Tahun 2003] 3. 257/KPTS/M/2004] 3. 80 Tahun 2003] 2-11 .65 surat jaminan jaminan tertulis yang dikeluarkan bank umum/lembaga keuangan lainnya yang diberikan oleh penyedia barang/jasa kepada pengguna barang/jasa untuk menjamin terpenuhinya persyaratan/kewajiban penyedia barang/jasa [Keppres No.64 subkontraktor orang atau badan usaha yang mempunyai kontrak dengan kontraktor untuk melaksanakan sebagian pekerjaan dari kontrak yang mencakup pekerjaan di lapangan 3. 257/KPTS/M/2004} 3.

pemutusan kontrak. dan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan. Berita acara PCM merupakan hasil yang akan digunakan sebagai rencana kerja dan pegangan dalam pelaksanaan proyek selanjutnya. Direksi Teknik sebagai pengawas.1 Tujuan Tujuan Pre Construction Meeting adalah penyatuan pengertian terhadap hal-hal penting yang belum tertera dalam dokumen kontrak maupun antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. 257/KPTS/M/2004] 3. Materi pembahasannya sesuai Surat Dirjen Bina Marga UM.67 variasi perintah yang diberikan oleh Direksi Pekerjaan untuk melakukan perubahan pekerjaan 4. Kegiatan awal dari tindakan pengendalian oleh Pinpro/Pinbagpro terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan adalah penyelenggaraan Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction Meeting). mobilisasi. antara lain adalah sebagai berikut: 1) penerapan klausal penting dokumen kontrak: pekerjaan tambah kurang.66 tanggal mulai kerja tanggal mulai kerja penyedia jasa yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pinpro/Pinbagpro diharapkan mampu menggalang kekompakan semua unsur terkait di dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. 257/KPTS/M/2004 tanggal 29 April 2004.02. pemeliharaan lalu lintas.05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990 dan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 4.3. 2-12 . yang terdiri dari Proyek/Bagian proyek sebagai unsur pengendali. RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN (PRE CONSTRUCTION MEETING) Dalam menyusun rencana kerja pelaksanaan suatu proyek. yang dikeluarkan oleh kepala kantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek [Kepmen Kimpraswil No.

menyusun rencana dan pemeriksaan sehubungan dengan review design. lapangan (mutual check) - 3) tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan: pelaksanaan konstruksi pondasi jembatan dan bangunan atasnya. pendekatan terhadap masyarakat sekitar dan jalan menuju quarry serta jalan angkutannya (haul road). estimasi deposit bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan. asuransi. pelaksanaan rigid pavement pada segmen jalan dengan LHR yang tinggi beserta traffic management-nya. ketentuan gambar kerja dan kelengkapannya. pelaksanaan produksi agregat dan pondasi jalan serta perkerasan aspal. 2) prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan: pengajuan dan persetujuan pekerjaan. perpanjangan waktu pelaksanaan. pembuatan addendum kontrak. pelaksanaan soil stabilization. penggunaan peralatan dan personil (mobilisasi). organisasi lapangan. penentuan sumber bahan (quarry). waktu dan mutu. 2-13 . review dan penyempurnaan jadwal kerja sesuai target volume. jadwal pengadaan lahan. pengajuan pembayaran bulanan. - - 4) kendala-kendala yang mungkin terjadi.- pekerjaan sub kontraktor. serah terima pekerjaan.

tentang Standard an Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi. 4) Proyek: – – Pinpro / Pinbagpro. 2) unsur Dinas / Sub Dinas Bina Marga: − − − Kepala Dinas / Kepala Sub Dinas. UM. – Chief Inspector / Senior Inspector. – General Superintendent / Kepala Unit Pelaksanaan. Seksi Jalan / Seksi Jembatan. 2-14 .05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990. 3) unsur Perencanaan: − − P3JJ. maka pengguna jasa atau Pinpro/Pinbagpro diharuskan untuk mengadakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting) dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait sesuai petunjuk yang tertera dalam surat Bapak Dirjen Bina Marga No.02.2 Unsur pelaksana PCM Berdasarkan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 6) Kontraktor: – penanggungjawab perusahaan.4. tanggal 29 April 2004. 257/KPTS/M/2004. Seksi Perencanaan. Unsur Proyek. sebagai berikut: 1) unsur Sub Dinas Bina Marga. 5) Konsultan Supervisi: – Chief Supervision Engineer. Staff Pinpro / Pinbagpro yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. – Supervision Engineer.

termasuk: 2-15 . menjelaskan bahwa Pimpro ikut bertanggungjawab terhadap review design. sewaktu-waktu akan dilaksanakan uji petik. pembinaan.4.02. 257/KPTS/M/2004 tanggal 29 April 2004 dan surat Dirjen No. menjelaskan kebijaksanaan AMDAL. b) selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). c) unsur P3JJ menjelaskan prosedur review design (kaji ulang perencanaan).05-Db/514 tanggal 19 Maret 1990 sebagai berikut: a) segera setelah kontrak ditandatangani. menjelaskan kebijaksanaan penghijauan. memberikan pengarahan secara umum pelaksanaan proyek. 2) peran dan tugas unsur pelaksana PCM a) unsur Sub Dinas Bina Program Dinas Praswil / Bina Marga: sebagai nara sumber. UM. memberikan pengarahan. beserta prosedur survey sampai dengan penyelesaiannya sebagai pedoman awal pelaksanaan pekerjaan. menegakkan bahwa di dalam pelaksanaan proyek.3 Tahap pelaksanaan PCM 1) jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (PCM) Mengingat pentingnya pertemuan untuk menyelesaikan masing-masing permasalahan yang diperkirakan akan timbul di lapangan saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung. maka Pimpro/Pimbagpro segera menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan (PCM) sesuai batasan yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri No. - b) unsur Dinas / Sub Dinas Praswil / Bina Marga: sebagai moderator dan nara sumber. menjelaskan bahwa quality control untuk pekerjaan jembatan menggunakan fasilitas Balai Pengujian Departemen Kimpraswil setempat.

d. cara survey. b. c. e. Quarterly Report. d. c. pembuatan rekayasa dan laporannya. Monthly Program Report. menjelaskan bahwa konsultan bertanggungjawab dalam pengarsipan dokumen-dokumen lapangan. - - g. Draft Final Report. menjelaskan akomodasi dan fasilitas yang disediakan oleh Kontrak konsultan. menjelaskan prosedur kerja dan jadwal kerja seluruh tenaga konsultan supervisi serta kualifikasi personilnya. proses administrasi review design dan proses addendum serta memorandum. secara periodik melaksanakan uji petik. Quality Control Report. b. Technical Report: – Review Design / Technical Justification Report – Technical Report f. menjelaskan kapan review design harus diselesaikan. menjelaskan adanya penilaian performance konsultan dan kontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan. Monthly Executive Summary Report. pembuatan gambar kerja. 2-16 - - - . menjelaskan laporan-laporan fisik yang akan dibuat oleh konsultan supervisi dan distribusi laporan yang terdiri dari: a. menjelaskan TOR / tugas-tugas dan tanggungjawab konsultan supervisi serta kualifikasi personilnya.a. Final Report beserta kapan laporan tersebut harus selesai dan dikirim.

menjelaskan Struktur Organisasi Pinbagpro. c. menjelaskan kapan dan sebagaimana proses taking over dan final certificate issued. f. e. menjelaskan adanya keharusan mencari data-data input original design kepada Perencana Teknik dalam hal: a. b. rencana penyelesaian Vector-Diagram setelah Review Design. rencana pengadaan peralatan personil dan bahan. menjelaskan perlunya Show Cause Meeting bila terjadi keterlambatan di dalam pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan tidak sesuai dengan jadwal semula. SNC (kalau ada) Untuk itu Supervision Engineer harus berkoordinasi dengan P3JJ. tipe perkerasan setiap segmen. besar lendutan setiap segmen. CBR setiap segmen. d) unsur Proyek Pinpro/Pimbagpro. 2-17 - . menjelaskan bahwa keterlambatan mobilisasi dapat dikenakan denda. c. IRI.- As Built Drawing harus dibuat sesuai standard Praswil. survey dan membuat gambar kerja. d. membahas struktur organisasi yang diusulkan kontraktor maupun konsultan supervisi. membahas tugas kontraktor mengenai: a. a. d. b. RCI. lebar perkerasan setiap segmen. sebagai Chairman. b. penyiapan jadwal pelaksanaan dan S-Curve.

membahas metode pelaksanaan yang diajukan kontrakor pada saat tender. asuransi kepada Pemda Tingkat II menjelaskan prosedur pembongkaran dan pengarahan barang bekas. pembebasan lahan. Pinbagpro mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat sekitar proyek. dan sebelum mulainya penerimaan pekerjaan (waktunya ditetapkan Pinbagpro). telepon. menjelaskan kapan serah terima lapangan dilakukan. menjelaskan standar laporan harian dan mingguan sesuai standar Praswil. menjelaskan perlunya pendekatan terhadap masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah setempat sehubungan dengan rencana kerja yang berkaitan dengan musim tanam petani setempat. menjelaskan proses pengujian bahan jalan dan proses pengujian bahan jembatan. tiang listrik. pagar. dan menegaskan bahwa biaya tersebut sudah termasuk di dalam harga satuan masing-masing pekerjaan.- menjelaskan bahwa 1 (satu) bulan sebelum taking over certificate dikeluarkan. misalnya : Bangunan Atas Jembatan. menjelaskan proses pengusulan dan pembayaran bulanan (Monthly Certficate). menjelaskan perlu atau tidak perlu dilakukan sendiri pada awal sebelum dimulainya pekerjaan pondasi jembatan. bahwa proyek akan selesai dengan maksud menghindari adanya tagihan hutang yang belum dibayar oleh kontraktor. menjelaskan mekanisme kerja antara ketiga unsur proyek dalam hal perlunya request kontraktor sebelum mulai pekerjaan. menekankan bahwa tidak ada biaya tambahan biaya test bahan untuk quality control. menjelaskan tanggal mobilisasi terakhir dan menjelaskan kapan akhir masa konstruksi serta sanksi-sanksinya apabila tanggal tersebut dilewati. menjelaskan bahwa quality control pekerjaan jalan menggunakan fasilitas laboratories yang disediakan kontraktor dari item pembayaran MOBILISASI. - - - - 2-18 . masalah jalan akses ke quarry / angkutan bahan. menjelaskan kewajiban pembayaran pungutan retribusi. PDAM dan sebagainya.

meliputi : drainase. d. mobilisasi peralatan dan personil. perkerasan jalan. membahas tentang item pembayaran yang spesifik : a. yang menjadi milik (Pemilik) setelah menekankan dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri. Rencana Kerja dan Review Design: melaksanakan survey untuk pembuatan gambar kerja (membuat gambar kerja standar survey dan gambar kerja mengacu pada standar Praswil). menjelaskan barang-barang selesainya Proyek. pemeliharaan rutin (dilakukan dimulainya pekerjaan). c. d. setelah diterbitkannya SPMK / 2-19 . e. - menjelaskan adanya Tim Mutual Check selama periode kontrak. pengembalian kondisi (reinstatement) dan pekerjaan minor (dilakukan setelah survey lapangan selesai) : perkerasan jalan bahu jalan. penyiapan badan jalan dibayar setelah pondasi diterima. e) kontraktor menjelaskan rencana kerja pada saat mobilisasi yang meliputi: a. b. pelaksanaan pekerjaan pada masa pemeliharaan (deffect liability period). survey lapangan.- menjelaskan bahwa pemilik dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga. bilamana terjadi kelalaian kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan. pemeliharaan rutin. c. struktur. b. beton. agregat kelas B pada bahu jalan.

b. termasuk : a. jembatan • bangunan atas c. menjelaskan struktur organisasi serta tugas dan tanggungjawabnya. mempersiapkan formulir-formulir isian. menjelaskan rencana penggunaan peralatan. tanah timbunan b. menjelaskan kualifikasi personil kontraktor yang akan dimobilisasi. - 2-20 .- menjelaskan metode / cara pelaksanaan konstruksi. rencana kedatangan peralatan - menjelaskan rencana pengadaan bahan serta surat ijinnya. menjelaskan bagian pekerjaan yang akan di sub-kontrakkan serta calon sub kontraktornya. f) konsultan mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Construction Meeting dan dtuangkan dalam Berita Acara tersendiri sebagai Dokumen Proyek. kualitas bahan jalan / struktur termasuk cara pengujiannya e. jalan • • • aspal. lokasi quarry d. deposit material quarry menjelaskan Rencana Kerja S-Curve. a. agregat. Laporan Harian. antara lain: a. menjelaskan rencana mobilisasi personil. jumlah dan jenis peralatan.

c. l. kapan.menjelaskan Struktur Organisasi Konsultan dan tugas daripada masingmasing personil konsultan. survey lapangan untuk Review Design. memulai pekerjaan. Pemeliharaan Berkala. k. alternatif penanganan hasil survey lapangan. . perhitungan volume / Back – up Data serta Monthly Certificate. menjelaskan personil konsultan yang sudah dimobilisasi dan rencana personil lainnya yang akan dimobilisasi. c. i. Persiapan Gambar Kerja. e. Quality Control. Pemeliharaan Rutin. kelengkapan peralatan yang diperlukan untuk survey lapangan.b. 2-21 . memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih efisien. berapa kali yang harus dilaksanakan kontraktor. personil yang terlibat dalam survey lapangan. pengujian bahan. d. waktu yang diperlukan untuk survey lapangan. Request Kontraktor. Rencana dan Gambar Kerja yang harus dibuat. Laporan Bulanan / Monthly Progress Report. j. d. Laporan Mingguan. f. e. Betterment. g. lingkup pekerjaan survey. menjelaskan rencana kerja review design: a. b. menegaskan pengambilan lokasi foto dokumentasi : dimana. h. f. m.

Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk amandemen kontrak. REKAYASA LAPANGAN (FIELD ENGINEERING) Rekayasa lapangan adalah suatu kegiatan untuk mencari kesesuaian antara rancangan asli yang ditunjukkan dalam gambar dengan kebutuhan aktual lapangan.5. Setiap penyimpangan dari gambar sehubungan dengan kondisi lapangan yang tidak terantisipasi akan ditentukan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan. direksi teknis bersama-sama dengan panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan kuantitas awal. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak. bahan agregat. Kontraktor dan Direksi pekerjaan harus mencapai kesepakatan terhadap ketepatan atas setiap perubahan yang diambil terhadap gambar dalam kontrak ini. 2) rekayasa lapangan untuk menerapkan rancangan detail dilapangan. campuran beton. dan dapat diterapkan baik pada rancangan bertahap (phasing design) maupun pada rancangan lengkap (full engineering design). campuran aspal dan rekayasa serta penggambaran untuk selanjutnya disimpan sebagai rekaman proyek yang kemudian dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan kontrak 2-22 . Dengan demikian akan memungkinkan Direksi Pekerjaan melaksanakan peninjauan kembali rancangan atau revisi desain dan menyelesaikan serta menerbitkan detail pelaksanaan sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai. umumnya dilakukan selama masa pelaksanaan pekerjaan. Setelah itu baru dilaksanakan pematokan (steaking out) dan survey seluruh lokasi pekerjaan. Kontraktor bersama-sama Direksi Teknis melaksanakan survey lapangan yang lengkap dan menyiapkan hasil laporan tersebut. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. setelah penerbitan SPMK. Berdasarkan tujuannya. dilakukan pada periode mobilisasi dan hanya diterapkan pada rancangan bertahap (phasing design). Investigasi dan pengujian bahan tanah. rekayasa lapangan terdiri atas: 1) rekayasa lapangan yang bertujuan untuk mendetailkan rancangan asli.

atau dikarenakan kesalahan-kesalahan kecil baik pada saat survey ataupun kesalahan desain itu sendiri. Proyek dan Konsultan Pengawas menetapkan terlebih dahulu tipe Kaji Ulang yang akan dipilih sehingga segala akibat yang menyertainya dapat diestimasi lebih dini.panjang efektif berkurang – umur rencana tetap. yaitu: 1) biaya berkurang . 7) biaya bertambah . 9) biaya bertambah . KAJI ULANG DESAIN (REVIEW DESIGN) Setiap desain awal dari suatu proyek pada umumnya selalu mengalami revisirevisi pada saat pelaksanaannya. serta masih dalam batas nilai kontraknya. Ini dimaksudkan untuk dapat menjamin seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi dan kondisi lapangan. 2-23 . Kaji Ulang Desain ini harus didasarkan pada datadata terbaik dan terkini yang dapat diperoleh. Dalam manajemen proyek konstruksi jalan dan jembatan terdapat berbagai tipe Kaji Ulang Desain. 4) biaya tetap . hal ini biasanya diakibatkan kondisi lapangan yang sesungguhnya telah mengalami perubahan-perubahan kondisi dibandingkan dengan kondisi pada saat survai untuk pembuatan desain. Dan prosedur Kaji Ulang harus mengikuti aturan yang berlaku dan diterapkan pada proyek bersangkutan dengan menyusunnya dalam Justifikasi Teknik dengan uraian antara lain sebagai berikut: 1) Proyek bersama dengan konsultan pengawas memonitor dan terlibat secara aktif kegiatan survey tambahan/rekayasa lapangan yang dilaksanakan kontraktor guna keperluan pemeriksaan kembali desain rinci.panjang efektif tetap – umur rencana tetap.panjang efektif tetap – umur rencana berkurang. 6) biaya tetap .6.panjang efektif berkurang – umur rencana tetap. sebelum dilakukan Kaji Ulang Desain. 5) biaya tetap .panjang efektif berkurang – umur rencana tetap.panjang efektif tetap – umur rencana tetap.panjang efektif tetap – umur rencana tetap.panjang efektif tetap – umur rencana berkurang. 3) biaya berkurang . 2) biaya berkurang .panjang efektif tetap – umur rencana berkurang. 8) biaya bertambah . Tujuan dari Kaji Ulang Desain adalah untuk menghasilkan desain final yang optimum untuk dilaksanakan. Untuk itu.

- - 5) Proyek dan konsultan pengawas mengoreksi jadwal pelaksanaan apabila diperlukan (re-scheduling). pencegahan gangguan terhadap stabilitas tanah (erosi dan longsor). hal ini apabila ternyata dari hasil Kaji Ulang Desain akan mempengaruhi penyelesaian pekerjan secara keseluruhan. keselamatan jalan bagi pengemudi/ penumpang kendaraan dan pejalan kaki. ( Catatan : Lihat artikel Perubahan Kontrak / Contract Change Orders/CCO) 2-24 . pencegahan gangguan terhadap fauna langka/ dilindungi. estetika lingkungan (lansekap). 4) selain itu konsultan pengawas juga memberikan kaji secara teknis maupun non teknis. konsultan pengawas harus memberikan kaji dan pertimbangan antara lain dalam hal: penentuan alinyemen jalan sedapat mungkin tidak mengakibatkan pemindahan. Pada pekerjaan jalan dan jembatan. Sebagai contoh misalnya dengan melakukan crash program agar target waktu penyelesaian dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan. tinjauan penggunaan material. tinjauan metode kerja.2) konsultan pengawas mempelajari perubahan yang diperlukan berdasarkan data-data yang diperoleh pada kegiatan no. Dalam hal pengaruhnya terhadap lingkungan dan sosial. 1 terhadap “desain asli” dan memberikan masukan-masukan dan pemecahan persoalan berupa rekomendasi sesuai kebutuhan nyata lapangan. biasanya mayor item tersebut adalah pekerjaan tanah dan pekerjaan perkerasan. atau setidak-tidaknya diusahakan seminimal mungkin. analisis teknis. pencegahan kebisingan pada lokasi tertentu. Dalam kaitannya dalam perubahan biaya proyek. penyusunan rencana pengadaan tanah dan pemukiman kembali (bila perlu). 3) konsultan pengawas melakukan perhitungan-perhitungan teknis. perubahan kuantitas dari pekerjaan utama (mayor item) akan secara langsung berpengaruh terhadap lini proyek. dan perhitungan biaya (estimasi) hasil “kaji ulang desain” dan menyerahkannya kepada Proyek untuk diperiksa kelayakannya.

tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan nilai kontrak. PERUBAHAN KONTRAK (CONTRACT CHANGE ORDERS / CCO) Pada umumnya dalam pelaksanaan kontrak pekerjaan jalan dan jembatan hampir selalu mengalami perubahan kontrak. - - 2-25 .7. digunakan apabila: tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah. penambahan ataupun pengurangan nilai kontrak sebagai akibat adanya revisi desain. Perubahan secara umum dibagi dalam dua tipe: 1) Perubahan Minor Perubahan yang bersifat minor. 2) Perubahan Mayor Digunakan apabila: tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) didalam keseluruhan lingkup pekerjaan seperti : panjang efektif dalam kilometer tidak berubah. tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam keseluruhan nilai kontrak. Ketiga unsur diatas merupakan suatu keharusan yang perlu dibahas dan dikembangkan untuk dapat dipertanggung jawabkan dalam kelayakan teknis maupun biayanya. tidak ada item kontrak baru. kemudian bagaimana kaji (review) terhadap usulan perubahan tersebut. ada sedikit perubahan didalam masing-masing item pekerjaan (<25%). terdapat item kontrak baru. tidak ada perubahan (bertambah / berkurang) dalam lamanya waktu kontrak. lamanya waktu kontrak tidak bertambah/ berkurang. uraian pekerjaan apa yang akan diadakan perubahan. Faktor-faktor yang penting dalam mengajukan suatu proses perubahan kontrak adalah alasan apa yang menyebabkan terjadinya perubahan itu. perubahan ini bias disebabkan oleh adanya perpanjangan waktu (time extension). ada perubahan (bertambah / berkurang) Kuantitas per item pekerjaan yang melebihi 25% yang lainnya) > 10% dari kontrak awal.

Prosedur perubahan selengkapnya dimuat dalam beberapa contoh bagan alir dari berbagai sumber dan dari pengalaman konsultan yang dapat dilihat pada lembar lampiran. inspeksi/survey lapangan dan lain sebagainya. Demikian pula apabila timbul masalah dengan hasil pengujian yang tidak memenuhi syarat. uraian pekerjaan apa yang akan diadakan perubahan dan bagaimana Kajinya. Notulen rapat akan dibuat sebagai catatan penting di kemudian hari. yang merupakan pembenaran secara teknis terhadap adanya perubahan yang terjadi yang berisi penjelasan dan alasan-alasannya. 2-26 . RAPAT LAPANGAN (SITE MEETING) Diperlukan penjadwalan pelaksanaan rapat formal mingguan dengan pihak kontraktor yang dihadiri oleh personil utama baik dari pihak konsultan maupun kontraktor rapat-rapat tersebut dipimpin oleh Proyek. Dokumentasinya dibuat atas kesepakatan serta ditanda – tangani oleh Kontraktor maupun Konsultan dan diserahkan kepada Proyek untuk persetujuan. Hasil dari pembahasan tersebut oleh Pinbagpro dan Konsultan Pengawas diwujudkan dalam bentuk justifikasi teknis. justifikasi teknis. 8. menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan adanya perubahan desain sampai dengan penerbitan Adenda akibat dari perubahan tersebut. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai persoalan-persoalan yang timbul sehubungan dengan pekerjaan. kemudian kompensasi sebagai akibat dari perubahan tersebut bisa berupa biaya dan tambahan waktu dan pelaksanaan bila diperlukan. antara lain mengenai rencana kerja ataupun halhal lainnya seperti jadwal pengujian. maka perlu didiskusikan tentang bagaimana mengatasinya atau perbaikan apa yang perlu dilakukan.Di depan telah disinggung tentang hal yang harus dibahas yaitu alasan mengapa diadakan perubahn. Change orders sesusai kebutuhannya dapat dilengkapi dengan sketsa – sketsa.

Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN A B.8.4. LAMPIRAN B. Contoh bagan alir Review Design pekerjaan jalan dan jembatan ( proyek EIRTP Loan IBRD 4643 IND ) B.2. Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN B B. Bagan alir Kaji Ulang Desain (Review Design) B.9.6. Bagan alir Dokumen Administrasi (CCO dan Addendum) B. Bagan alir Perubahan Pekerjaan B.5. Bagan alir Perubahan Kontrak sumber dana PHLN C 2-27 .9.3. Bagan alir Perubahan Kontrak (Contract Change Orders / CCO) B. Bagan alir Rapat Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) B.7.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful