http://www.pro-ibid.

com/content/view/104/1/
Metode bermain peran adalah salah satu proses belajar mengajar yang tergolong dalam metode simulasi. Menurut Dawson (1962) yang dikutip oleh Moedjiono & Dimyati (1992:80) mengemukakan bahwa simulasi merupakan suatu istilah umum berhubungan dengan menyusun dan mengoperasikan suatu model yang mereplikasi proses-proses perilaku. Sedangkan menurut Ali (1996:83) mengemukakan bahwa metode simulasi adalah suatu cara pengajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Metode pengajaran simulasi terbagi menjadi 3 kelompok seperti yang dikemukakan oleh Ali (1996:83) berikut ini ; (1) Sosiodrama : semacam drama sosial berguna untuk menanamkan kemampuan menganalisa situasi sosial tertentu, (2) Psikodrama : hampir mirip dengan sosiodrama . Perbedaan terletak pada penekannya. Sosia drama menekankan kepada permasalahan sosial, sedangkan psikodrama menekankan pada pengaruh psikologisnya dan (3) Role-Playing : role playing atau bermain peran bertujuan menggambarkan suatu peristiwa masa lampau. Sedangkan Moedjiono & Dimyati (1992:80) juga membagi metode pengajaran simulasi menjadi 3 kelompok seperti berikut ini : (1) Permainan simulasi (simulation games) yakni suatu permainan di mana para pemainnya berperan sebagai tempat pembuat keputusan, bertindak seperti jika mereka benar-benar terlibat dalam suatu situasi yang sebenarnya, dan / atau berkompetisi untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan peran yang ditentukan untuk mereka, (2) Bermain peran (role playing) yakni memainkan peranan dari peran-peran yang sudah pasti berdasarkan kejadian terdahulu, yang dimaksudkan untuk menciptakan kembali situasi sejarah/peristiwa masa lalu, menciptakan kemungkinan-kemungkinan kejadian masa yang akan datang, menciptakan peristiwa mutakhir yang dapat diperkaya atau mengkhayal situasi pada suatu tempat dan/ atau waktu tertentu, dan (3) Sosiodrama (sociodrama) yakni suatu pembuatan pemecahan masalah kelompok yang dipusatkan pada suatu masalah yang berhubungan dengan relasi kemanusiaan. Sosiodrama memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan alternatif pemecahan masalah yang timbul dan menjadi perhatian kelompok. Berdasarkan kutipan tersebut, berarti metode bermain peran adalah metode pembelajaran yang di dalamnya menampakkan adanya perilaku pura-pura dari siswa yang terlihat dan/ atau peniruan situasi dari tokoh-tokoh sejarah sedemikian rupa. Dengan demikian metode bermain peran adalah metode yang melibatkan siswa untuk pura-pura memainkan peran/ tokoh yang terlibat dalam proses sejarah.

Teknik Ceramah Pelaksanaan teknik ceramah dikelas rendah dapat berbentuk cerita kenyataan. tempat pameran atau tempat karya wisata lainnya. untuk siswa kelas rendah tugas individual seperti membuat catatan kegiatan harian atau disuruh menghafal puisi atau lagu. sopir. teknologi. pemilihan ketua kelompok dan memotivasi siswa lainnya agar mau berbicara atau bertanya. misal: sebagai guru.com/topic.php?uid=24650087449&topic=6922 . 3. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. berbicara dan menulis. Setelah itu diharapkan siswa dapat menghargai jasa dan peranan orang lain.wordpress. alam dalam kehidupannya. 7. Teknik Bermain Peran Teknik ini bertujuan agar siswa menghayati kejadian atau peran seseorang dalam hubungan sosialnya.http://ian43. Dalam bermain peran siswa dapat mencoba menempatkan diri sebagai tokoh atau pribadi tertentu. Teknik Karya Wisata Teknik ini dilaksanakan dengan cara membawa langsung siswa kepada obyek yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Berikut sejumlah teknik dalam pembelajaran bahasa Indonesia: 1. kebun binatang. dongeng atau informasi tentang ilmu pengetahuan. dan tumbuhan. 2. hewan. Misalkan : museum. Teknik yang baik dijabarkan metode dan serasi dengan pendekatan. Teknik bersifat prosedural. pedagang. Peran guru terutama dalam pemilihan bahan diskusi. membaca. bahasa dan seni. 5. Teknik Tanya Jawab Teknik tanya jawab dapat diterapkan pada latihan keterampilan menyimak. 2001:1158). http://www. 4.com/2010/10/25/teknik-pembelajaran-bahasa-indonesia/ EKNIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Teknik diartikan sebagai metode atau sistem mengerjakan sesuatu (KBBI. 6. teknik ini mengacu pada implementasi perencanaan pembelajaraan Bahasa Indonesia di depan kelas. Teknik Sinektik Strategi pengajaran sinektik merupakan susatu strategi untuk menjadikan suatau masyarakat intelektual yang menyediakan berbagai siswa untuk bertindak kreatif dan menjelajahi gagasan-gagasan baru dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan alam. Teknik Diskusi Kelompok Teknik ini dapat dilakukan di kelas rendah dengan bimbingan guru. Selain guru bertanya pada murid. murid juga dapat bertanya pada guru.facebook. dokter. Teknik Pemberian Tugas Teknik ini bertujuan agar siswa lebih aktif dalam mendalami pelajaran dan memiliki keterampilan tertentu.

atau terlalu luas . bermain peran (role play). Kesulitan-kesulitan dengan metode ini berat. Suasana yang positif sering kali menyebabkan seseorang bisa melihat dirinya sendiri seperti orang lain melihat dirinya. maka permainan peran juga bisa digunakan dalam mengajar anak-anak prasekolah. kesulitan-kesulitan interpersonal yang pernah dialami oleh anggota kelompok bisa muncul di kelas dan merusak suasana permainan peran. sedangkan role play menggunakan unsur spontan atau setidaknya reaksi yang tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Juga bila kelompok itu terdiri dari orang-orang yang berbeda status. hasilnya mungkin hanya pengulangan yang dangkal dari apa yang sudah diketahui oleh setiap orang mengenai masalah yang dibahas. namun ketika kelas mulai belajar saling percaya dan belajar berkomitmen dalam proses belajar. Bila role play digunakan pada anak-anak. maka kerumitan situasi dalam peran harus diminimalisir. Tetapi bila kita tetap memertahankan kesederhanaannya karena rentang perhatian mereka terbatas.mengajak kita kembali kepada psikoterapi tahun 1930-an. Banyak guru yang tidak bisa membedakan antara "role play" dan drama. suatu masalah diperagakan secara singkat sehingga murid-murid bisa mengenali tokohnya. Keterlibatan para peserta permainan peran bisa menciptakan baik perlengkapan emosional maupun intelektual pada masalah yang dibahas.10 menit mungkin bisa membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Kadang-kadang hasil yang benar-benar bermanfaat dapat dicapai. meskipun anak muda ini sudah masuk ke sekolah Kristen dan memberikan hidupnya untuk pelayanan. "role play" telah berkembang menjadi berbagai bentuk dan variasi pendidikan dari tingkat pemula di sekolah dasar hingga ke tingkat yang lebih tinggi dalam pelatihan manajerial bisnis eksekutif. Diskusi dalam kelas mengenai permainan peran yang dimainkan selama 5 -. Nilai-Nilai dari Permainan Peran Role play bisa dipakai untuk murid segala usia. Pada kesempatan yang lain. Kelompok-kelompok kecil di kelas telah ditunjuk untuk memeragakan berbagai metode mengajar di kelas.Hendry Teknik yang terkenal akhir-akhir ini. Sejak itu. Hubungan antarorang yang ada dalam kelompok merupakan suatu faktor yang penting agar permainan peran bisa berhasil. atau penanganan yang salah karena guru tidak mempersiapkannya dengan baik. mereka mungkin enggan untuk terlibat karena takut direndahkan di depan anggota lain di kelas itu yang lebih pintar dan terkenal. Beberapa anak mungkin memberikan reaksi negatif dalam berpartisipasi mengenai situasi yang akan dibahas dan mungkin dikritik oleh anggota lain di kelas itu. Peran (role) bisa diartikan sebagai cara seseorang berperilaku dalam posisi dan situasi tertentu. Dalam Permainan Peran. Kadang-kadang hubungan ini muncul sebagai faktor negatif. Kita Bisa Melakukan Kesalahan. Bila seorang guru yang terampil bisa dengan tepat menggabungkan masalah yang dihadapi dengan kebutuhan dalam kelompok. maka kita bisa mengharapkan penyelesaian dari masalah-masalah hidup yang realistis. Salah satu anggota kelompok berperan sebagai seorang pria yang terluka serius karena kecelakaan mobil. salah satu kelas di seminari saya mengadakan permainan peran (role play) dengan cara yang unik. termasuk bencana ini. misalnya keterlibatan murid dan motivasi yang hakiki. drama yang asli biasanya menggunakan naskah. Respons yang lembut dari pemain lain dan dialog-dialog berikutnya menciptakan suatu semangat belajar yang tidak akan segera dilupakan. maka "sharing" mengenai analisa seputar situasi yang dimainkan akan membangun persahabatan yang tidak ditemui dalam metode mengajar monolog seperti dalam pelajaran. Di tengah lingkaran. Permainan peran bisa pula menciptakan suatu rasa kebersamaan dalam kelas. yang diberikan kepada seseorang oleh dirinya sendiri atau orang lain. Permainan peran ini menitikberatkan pada semangat yang dapat disertakan dalam teknik mengajar ini. karena penampilan yang tidak efektif dari pemainnya. ketidaksesuaian dalam pengenalan peran ditunjukkan sebagai "role conflict" (konflik peran) -. Di dalam kelas. Kesalahan-kesalahan itu bisa menguji beberapa solusi untuk masalah-masalah yang sangat nyata.saran yang tidak konsisten. dan penerapannya bisa segera dilakukan. tetapi tidak berarti tidak dapat diatasi. Kelompok ini kemudian menyusun kursi membentuk lingkaran di dalam kelas. Dalam ilmu manajerial. Meskipun keduanya tampak sama. Mungkin perbedaan yang paling menonjol adalah pada pelaksanaannya. Permainan peran memerlukan waktu. Role play sebagai suatu metode mengajar merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar dan diskusi tentang peran dalam kelompok. Meskipun pada awalnya permainan peran itu tampak tidak menyenangkan. Pria muda itu marah kepada Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya. tetapi mereka sangat berbeda dalam gaya. Masalah-Masalah dalam Permainan Peran Mungkin kekurangan utama dari pengajaran melalui permainan peran ini adalah ketidakamanan anggota kelas itu. dua kursi saling berhadapan dan dimulailah percakapan yang tidak direncanakan sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu. Peran lainnya adalah Tuhan berusaha menjelaskan kepada pemuda yang memberontak ini tentang rencana-Nya. Permainan peran juga memenuhi beberapa prinsip yang sangat mendasar dalam proses belajar mengajar. Misalnya.

Pertanyaan kunci yang mungkin ditanyakan oleh pemimpin dan/atau kelompok-kelompok mungkin mulai terbentuk. bila perlu. Menghentikan c.Biarkan kreativitas dari pemainnya berkembang dalam memerankan tokohdan jangan terlalu kaku pada situasinya. penonton juga terlibat penuh dalam situasi belajar. hal ini harus dilakukan dengan mengubah konsep diri. Evaluasi harus dilakukan pada kedua kelompok dan dalam tingkat-tingkat pribadi. mengubah makna-makna kita. Manfaat yang paling besar dari metode ini dengan cepat menyeimbangkan kesulitan-kesulitan yang nampaknya sangat nyata dalam tahap-tahap persiapan awal. Memainkan a. Penting untuk mengevaluasi permainan peran dengan tujuan-tujuan yang sudah ditentukan. Para pemain mungkin dilatih di depan umum sehingga penonton tahu apayang diharapkan atau mungkin juga pemain dilatih secara pribadisehingga penonton dapat menafsirkan arti dari perilaku mereka. Dari keseluruhan proses. Ada hal yang dinamakan "tekanan supaya kreatif". Situasi diskusi dan analisa permainan peran tergantung pada seberapa baiknya kita melibatkan penonton. Mengevaluasi Meskipun kita tidak punya waktu untuk menggali setiap detail ini. Seluruh anggota kelompok (para pemain dan penonton) seharusnya berpartisipasi. Melibatkan penonton d. Tentukan masalah b. Kadang-kadang elemen-elemen ini bertindak sebagai perangsang untuk berpikir. Bila filosofi itu akurat. perlu untuk menghadapi masalah-masalah tertentu yang muncul pada saat permainan peran diadakan. dan mengevaluasi seluruh pengalaman. dan ini sering kali ditemukan dalam suatu permainan peran ketika semangat dalam kelompok itu mulai muncul. Tekanan dan konflik di dalam kelompok tidak selalu buruk. Sama seperti para pemainnya. Teknik permainan peran ini memberikan pendekatan . Guru harus mengenalkan situasinya dengan jelas sehingga baik tokoh maupun penontonnya memahami masalah yang disampaikan. Di akhir diskusi. Memainkan b. Murid harus menyadari bahwa kemampuan berperan dalam permainan peran ini tidak kaku. mendiskusikan hasil.tetapi penting untuk kita perhatikan bahwa semuanya berfokus pada pengalaman kelompok. Prinsip-Prinsip Supaya Permainan Peran Bisa Efektif Sebagai suatu teknik mengajar. Menganalisa diskusi e. Salah satu struktur permainan peran yang mungkin bisa sangat membantu adalah sebagaiberikut. Persiapan a. Mengelompokkan perilaku sering kali dilakukan secara berlebihan dan masuk dalam proses belajar. Konsep diri sangat tepat bila diubah melalui keterlibatan langsung dalam suatu situasi masalah yang realistis dan berhubungan dengan hidup daripada melalui apa yang didengar dari orang lain tentang situasi-situasi itu. Menciptakan suasana mengajar yang bisa membawa perubahan konsep diri membutuhkan pola pengaturan yang berbeda. Ciptakan suasana di mana dia tidak perlu takut untuk membagikan ide-ide. kita terlebih dahulu harus membagikan makna. Pada saat menganalisa dan berdiskusi. permainan peran didasarkan pada filosofi bahwa "makna ada pada orang-orang". Kelompok harus berbagi dalam menentukan masalah. kelompok secara kolektif mengukur keefektivan dalam memberikan solusi terhadap masalah yang diberikan di awal kegiatan. Pilihlah tokohnya e. Buat persiapan peran c. pertanyaan yang muncul seputar kevalidan tujuan utama. dan reaksi-reaksi pemain mungkin memberi manfaat dibandingkan dengan penonton. Peserta yang terlalu memonopoli harus ditegur pada saat diskusi permainan peran supaya dia tidak mendominasi kelompok sehingga justru menghentikan semangat diskusi. penonton harus memberikan solusi-solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang disampaikan. Penyelesaian masalah mungkin membutuhkan beberapa konseling pribadi di luar kelas. tetapi spontan bebas memeragakan tokoh yang muncul dalam situasi tersebut.sehingga kita harus menghindari menggunakan permainan peran. percaya bahwa tidak ada seorang pun yang akan menertawakan masukannya atau dengan kasar mengkritik kesimpulannya. guru yang bijaksana akan mencoba menerima para sukarelawan daripada memberikan tugas. dan kemudian. Dalam memilih tokoh. Jelaskan dan berikan pemanasan f. 1. bukan dalam kata-kata atau simbol-simbol. Sebaliknya. anggota yang hanya diam saja harus didorong untuk ikut berpartisipasi. bukan pada perilaku unilateral guru. membawakan situasi dalam role play. Pertimbangkan latihan 2. menjelaskan pemahaman kita atas setiap makna. Dalam bahasa psikologi "phenomenologikal". Bangun suasana d.

Endang Komara. terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. Dr. model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi social. berinterdepedensi dan pengaruh mempengaruhi. Manusia merupakan makhluk social dan individual. tidak terpaku pada cara tertentu yang monoton. Abstrak Melalui bermain peran (role playing). melainkan memilih variasi lain yang sesuai. daan berbagai strategi pemecahan masalah. melalui diskusi kelas.untuk melibatkan murid-murid dalam proses belajar mereka sendiri terhadap penjelasan konsep diri. Ia memiliki rasa senang. Pendahuluan Dalam pembelajaran guru dan peserta didik sering dihadapkan pada berbagai masalah. Manipestasi tersebut disebut peran. Tanya jawab antara guru dan peserta didik. Guru yang kreatif senantiasa mencari pendekatan baru dalam memecahkan masalah. nilai. Dengan demikian melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. M. Perasaan dan sikap terhadap orang lain dan dirinya itu mempengaruhi pola respon individu terhadap individu lain atau situasi di luar dirinya. Sebagai suatu model pembelajaran. para peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersamasama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan. H. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. Pembelajaran partisipatif merupakan fenomena yang sedang tumbuh dalam pendidikan. Sebagai individu manusia memiliki pola yang unik dalam berhubungan dengan manusia lain.com/2009/03/model-bermain-peran-dalampembelajaran_29. Namun perasaan tersebut diarahkan juga pada dirinya. Setiap jenis pembelajaran menggunakan metode dan teknik yang disesuaikan dengan factor-faktor yang ada disekelilingnya. penemuan dan inkuiri. Juga melalui model ini para peserta didik diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi yang sedang dihadapinya dengan bantuan kelompok social yang beranggotakan teman-teman sekelas. tidak senang. Dalam hal ini. dan ragu terhadap orang lain.blogspot. terutama masalah yang menyangkut hubungan antar pribadi peserta didik. Hasil penelitian dan percobaan yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa bermain peran merupakan salah satu model yang dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Peran dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian perasaan. Pemecahan masalah pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara. yang dalam hidupnya senantiasa berhadapan dengan manusia lain atau situasi di sekelilingnya. bermain peran diarahkan pada pemecahan masalah yang menyangkut hubungan antar manusia. Dari dimensi pribadi model ini berusaha membantu peserta didik menemukan makna dari lingkungan social yang bermanfaat bagi dirinya. Mereka berinteraksi. curiga. Karena tidak senang dan curiga ia cenderung menjauh. evaluasi perilaku. dan meluruskan perilaku tersebut dengan kenyataan. B. sebagai suatu pola hubungan unik yang ditunjukkan oleh individu terhadap individu lain. maka diperlukan metode dan teknik-teknik pembelajaran partisipatif. over a year ago http://dahli-ahmad. Bermain peran merupakan salah satu alternative yang dapat ditempuh. baik yang berkaitan dengan mata pelajaran maupun yang menyangkut hubungan social.html MODEL BERMAIN PERAN DALAM PEMBELAJARAN PARTISIPATIF Oleh: Prof. bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan social. Agar pembelajaran partisipatif berjalan efisien dan efektif mencapai sasarannya. percaya. sikap. Dari dimensi social.Si A. Karena senang dan penasaran ia cenderung mendekat. ucapan dan tindakan. Peran yang dimainkan individu dalam hidupnya dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap dirinya dan .

Pemeranan tenggelam dalam peran yang dimainkannya sedangkan pengamat melibatkan dirinya secara emosional dan berusaha mengidentifikasikan perasaan dengan perasaan yang tengah bergejolak dan menguasai pemeranan. Selama pembelajaran berlangsung. Seangkan peserta didik berperan untuk mempelajari. sikap dan nilai yang mendasarinya. termasuk teknik kontak social. dan metode pembelajaran missal atau pembangunan masyarakat (community methods) (Verne dan Knowles. Teknik-teknik pembelajaran partisipatif. dan membimbing peserta didik supaya peserta didik melakukan kegiatan belajar. Ke dalam metode pembelajaran masal atau pembangunan masyarakat. yakni perasaan. Pembelajaran partisipatif memiliki prinsip tersendiri dalam kegiatan belajar dan kegiatan pembelajaran. persepsi dan sikap. Hal ini dimaksudkan untuk mengundang rasa kepenasaran peserta didik yang menjadi pengamat agar turut aktif mendiskusikan dan mencari jalan ke luar. Pemahaman tersebut tidak terbatas pada tindakan. Dengan demikian. dan berperilaku belajar. bermain peran dan sebagainya. Hakekat pembelajaran bermain peran terletak pada keterlibatan emosional pemeran dan pengamat dalam situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Untuk kepentingan tersebut. serta langkah-langkah identifikasi masalah. setiap pemeranan dapat melatih sikap empati. dan peran lainnya. kerja kelompok. situasi hiptetis. Seorang pemeran harus mampu menghayati peran yang dimainkannya. menunjukkan. berdasarkan pengelompokan metode. Melalui peran. diperlukan pemahaman terhadap peran pribadi dan orang lain. Prinsip-prinsip tersebut dijabarkan dalam langkah operasional kegiatan pembelajaran. Teknik-teknik pembelajaran dalam setiap metode itu tidak dapat dipisahkan secara mutlak. seperti metode demonstrasi yang digunakan dalam metode pembelajaran kelompok dapat digunakan pula dalam metode pembelajaran missal/pembangunan masyarakat atau dalam metode pembelajaran perorangan. analisis. simpati. Dalam metode pembelajaran kelompok terdapat teknik diskusi. Penerapan pembelajaran partisipatif mensyaratkan tersedianya berbagai metode dan teknik pembelajaran yang cocok untuk itu. pemeranan tidak dilakukan secara tuntas sampai masalah dapat dipecahkan. sorogan. bimbingan perorangan. peserta didik berinteraksi dengan orang lain yang juga membawakan peran tertentu sesuai dengan tema yang dipilih. beraneka ragam pula. pemecaham masalah kritis. tetapi pada factor penentunya. nilai. (2) memperoleh wawasan tentang sikap. ‘’paksaan sosial’’ (social pressure). dan persepsinya. Prinsip dalam kegiatan membelajarkan bahwa pendidik menguasai metode dan teknik pembelajaran. Oleh sebab itu. senang. aksi partisipasi. demontrasi proses dan/atau demontrasi hasil. dan (4) mengeksplorasi inti permasalahan yang diperankan melalui berbagai cara. sedangkan teknik pembelajaran adalah langkah atau cara khusus yang digunakan pendidik dalam masing-masing metode pembelajaran. rasa benci. yang dapat digolongkan ke dalam tiga kategori yaitu metode pembelajaran perorangan (individual methods). Melalui bermain peran dalam pembelajaran. Pendidik berperan untuk memotivasi. diharapkan para peserta didik dapat (1) mengeksplorasi perasaannya. metode pembelajaran kelompok (group methods). simulasi. dan diskusi. Bermain peran berusaha membantu individu untuk memahami perannya sendiri dan peran yang dimainkan orang lain sambil mengerti perasaan. pemeranan. Bermain peran dalam pembelajaran merupakan usaha untuk memecahkan masalah melalui peragaan. memecahkan masalah guna meningkatkan taraf hidup dengan berpikir dan berbuat di dalam dan terhadap dunia kehidupannya. untuk dapat berperan dengan baik. memaham materi atau bahan belajar yang cocok dengan kebutuhan belajar. 1977:13). pembelajaran individual. B.terhadap orang lain. karena suatu teknik dapat pula digunakan dalam metode yang berbeda. dan berperilaku membelajarkan peserta didik. mempelajari kembali. (3) mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pada pembelajaran bermain peran. Prinsip dalam kegiatan belajar adalah bahwa peserta didik memiliki kebutuhan belajar. Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran partisipatif ternyata bermacam ragam. magang. Metode pembelajaran adalah kegiatan atau cara umum penggolongan peserta didik. sebagai wujud interaksi dukasi antara pendidik dengan peserta didik dan/atau antar peserta didik. Pembahasan . marah. memahami teknik belajar. demontrasi. Dalam metode pembelajaran perorangan dikenal teknik pembelajaran yaitu tutorial. sejumlah peserta didik bertindak sebagai pemeran dan yang lainnya sebagai pengamat. diskusi setelah bermain peran akan berlangsung hidup dan menggairahkan peserta didik.

Terdapat tiga hal yang menentukan kualitas dan keefektifan bermain peran sebagai model pembelajaran. para peserta didik sulit untuk menilai sikap dan nilai yang dimilikinya. d. sedangkan dalam psikodrama. yakni (1) kualitas pemeranan. agar dapat merasakan masalah itu hadir dihadapan mereka. para peserta didik dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang cara memecahkan masalah yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Dengan demikian. Kesembilan tahap tersebut dijelaskan sebagai berikut. (3) menyusun tahap-tahap peran. serta menjelaskan peran yang akan dimainkan. Oleh sebab itu. (6) diskusi dan evaluasi. dan memiliki hasrat untuk mengetahui bagaimana masalah yang hangat dan actual. Menurut Shaftel (1967) mengemukakan sembilan tahap bermain peran yang dapat dijadikan pedoman dalam pembelajaran: (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. Model bermain peran mendorong peserta didik untuk turut aktif dalam pemecahan masalah sambil menyimak secara seksama bagaimana orang lain berbicara mengenai masalah yang sedang dihadapi. serta memungkinkan berbagai alternative pemecahan. menjelaskan masalah. tetapi bisa saja muncul dari reaksi pengamat terhadap masalah yang sedang diperankan. para pserta didik dapat menguji sikap dan nilainya yang sesuai dengan orang lain. (3) pandangan peserta didik terhadap peran yang ditampilkan dibandingkan dengan situasi kehidupan nyata. dalam psikodrama bobot emosional lebih ditonjolkan daripada bobot intelektual. Tanpa bantuan orang lain. Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi ‘’di sini pada saat ini’’. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan). Model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi. Model ini percaya bahwa sekelompok peserta didik dimungkinkan untuk menciptakan analogy mengenai situasi kehidupan nyata. b. Dengan demikian. pemeranan dan keterlibatan emosional pengamat itulah yang paling utama. Mulyasa. Model Bermain Peran Menurut Dr. Namun demikian. (9) membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan. para peserta didik dapat belajar dari pengalaman orang lain tentang cara memecahkan masalah yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya secara optimal. Tewrhadap analogy yang diwujudkan dalam bermain peran.1. c. menarik dan merangsang rasa ingin tahu peserta didik. perasaan dan system keyakinan. (7) pemeranan ulang. (2) memilih partisipan/peran. menafsirkan cerita dan mengeksplorasi isu-isu. langsung menyangkut kehidupan peserta didik. Masalah dapat diangkat dari kehidupan peserta didik. Model bermain peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok. (2004:141) terdapat empat asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social. Perbedaan lainnya. model mengajar ini berusaha mengurangi peran guru yang teralu mendominasi pembelajaran dalam pendekatan tradisional. Tahap ini lebih banyak dimaksudkan untuk memotivasi peserta didik agar tertarik pada masalah karena itu tahap ini sangat penting dalam bermain peran dan paling menentukan keberhasilan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah. Menghangatkan suasana kelompok termasuk mengantarkan peserta didik terhadap masalah pembelajaran yang perlu dipelajari.Pd. terdapat perbedaan penekanan antara bermain peran dalam konteks pembelajaran dengan psikodrama. yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. (5) pemeranan. sedangkan pada bermain peran peran keduanya memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran. dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan. nilai. Pemecahan tidak selalu datang dari orang tertentu. bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. (8) diskusi dan evaluasi tahap dua. Denagn demikian. (4) menyiapkan pengamat. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut: a. E. M. para peserta didik dapat menampilkan respons emosional sambil belajar dari respons orang lain. Kedua. berupa sikap. apakah sikap dan nilai yang dimilikinya perlu dipertahankan atau diubah. Bermain peran dalam konteks pembelajaran memandang bahwa diskusi setelah pemeranan dan pemeranan itu sendiri merupakan kegiatan utama dan integral dari pembelajaran. Bermain peran akan berhasil apabila peserta didik menaruh minat dan . (2) analisis dalam diskusi.

dan mereka siap untuk memainkannya. tidak perlu ada dialog khusus karena para peserta didik dituntut untuk bertindak dan berbicara secara spontan. Jika para peserta didik tidak menyambut tawaran tersebut. Menurut Sharfel dan Shaftel (1967). diskusi dan evaluasi pada tahap ini sama seperti pada tahap enam. Merka berusaha memainkan setiap peran seperti benar-benar dialaminya. Mungkin proses bermain peran tidak berjalan mulus karena para peserta didik ragu dengan apa yang harus dikatakan akan ditunjukkan. baik secara emosional maupun secara intelektual. Pada tahap ini para peserta didik saling mengemukakan pengalaman hidupnya dalam berhadapan dengan orang tua. Hal ini mengandung implikasi bahwa yang paling penting dalam bermain peran ialah terjadinya saling tukar pengalaman. apakah cukup tepat untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. tak perlu memakan waktu yang terlalu lama. Mareka bercermin pada orang lain untuk lebih memahami dirinya. Kesepakatan bulat tidak perlu dicapai karena tidak ada cara yang pasti dalam menghadapi masalah kehidupan. Diskusi dan evaluasi tahap dua. Pemeranan ulang. Menyususn tahap-tahap baru. tahap ini peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter. mereka perlu diberi tugas. Perubahan ini memungkinkan adanya perkembangan baru dalam upaya pemecahan masalah. Dalam hal ini. Persiapan ini penting untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik. agar pengamat turut terlibat. kemudian para peserta didik diberi kesempatan secara sukarela untuk menjadi pemeran. Membagi pengalaman dan pengambilan kesimpulan. pada tahap ini para peserta didik mulai beraksi secara spontan. meskipun dimungkinkan adanya peserta didik yang belum menyetujuinya. dan sebagainya. Diskusi mungkin dimulai dengan tafsirkan mengenai baik tidaknya peran yang dimainkan selanjutnya mengarah pada analisis terhadap peran yang ditampilkan. dan apa yang seharusnya mereka perankan telah dicoba lakukan. Misalnya menilai apakah peran yang dimainkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya? Bagaimana keefektifan perilaku yang ditunjukkan pemeran? Apakah pemeran dapat menghayati peran yang dimainkan? Tahap pemeranan. Shaftel dan Shfatel (1967) mengemukakan bahwa pemeranan cukup dilakukan secara singkat. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan. Mungkin ada perubahan peran watak yang dituntut. teman dan sebagainya. Pembelajaran Partisipatif . para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. bagaimana mereka merasakan. sesuai tingkat kesulitan dan kompleksitas masalah yang diperankan serta jumlah peserta didik yang dilibatkan.memperhatikan masalah yang diajukan guru. guru dapat menunjuk salah seorang peserta didik yang pantas dan mampu memerankan posisi tertentu. 2. hanya dimaksudkan untuk menganalisis hasil pemeranan ulang. apa yang mereka suka. dan pemecahan masalah pada tahap ini mungkin sudah lebih jelas. Dalam hal ini guru perlu menilai kapan bermain peran dihentikan. Adakalanya para peserta didik keasyikan bermain peran sehingga tanpa disadari telah mamakan waktu yang terlampau lama. Menyiapkan pengamat. Diskusi dan evaluasi pembelajaran. Setiap perubahan peran akan mempengaruhi peran lainnya. Memilih peran dalam pembelajaran. Para peserta didik menyetujui cara tertentu untuk memecahkan masalah. Semua pengalaman peserta didik dapat diungkap atau muncul secara spontan. sebaiknya pengamat dipersiapkan secara matang dan terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik turut mengalami dan menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendiskusikannya. pada tahap ini para pemeran menyusun garis-garis besar adegan yang akan dimainkan. yang ditegaskan lagi pada tahap akhir. dan apa yang harus mereka kerjakan. misalnya di mana pemeranan dilakukan. Pemeranan dapat berhenti apabila para peserta didik telah merasa cukup. sesuai dengan peran masing-masing. apakah tempat sudah dipersiapkan. dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai alternative pemeranan. guru. Sebaliknya pemeranan dihentikan pada saat terjadinya pertentangan agar memancing permasalahan untuk didiskusikan. Guru membantu peserta didik menyiapkan adegan-adegan dengan mengajukan pertanyaan. diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran. tahap ini tidak harus menghasilkan generalisasi secara langsung karena tujuan utama bermain peran ialah membantu para peserta didik untuk memperoleh pengalaman berharga dalam hidupnya melalui kegiatan interaksional dengan temannya. Proses ini mewarnai seluruh kegiatan bermain peran.

dan (3) pembicaraan dapat menyimpang dari arah pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Beberapa factor yang perlu diperhatikan dalam memilih topic masalah dalam bermain peran agar memadai bagi peserta didik. Adapun kelemahannya antara lain: (1) membutuhkan waktu yang relative lebih lama dari waktu pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Pendidik dengan penamaan lain baginya seperti pamong belajar. antara lain usia peserta didik. Keempat. warga belajar. . Strategi ini menekankan bahwa peserta didik adalah pemegang peran dalam proses keseluruhan kegiatan pembelajaran. kepekaan topic yang diangkat sebagai masalah. maka dapat dapat disimpulkan ke dalam beberapa hal berikut. H. adalah sebagai pemegang utama dalam stiap strategi kegiatan pembelajaran. dan memerlukan dukungan sarana belajar yang lengkap.Pd. peserta didik. belajar dari pengalaman peserta didik dalam kehidupannya. motivasi belajar relative tinggi. Strategi pembalajaran ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. 1. dan penilaian pembelajaran. Ed. Sudjana S. 2. peserta latihan). pelaksanaan dan penilaian proses. dan kurikulum yang menjadi kepedulian keduanya. C. Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik memiliki beberapa cirri. kerumitan masalah. yakni pendidik. tumbuhnya suasana demokratis dalam pembelajaran sehingga akan terjadi dialog dan diskusi untuk saling belajarmembelajarkan di antara peserta didik. dapat menambah wawasan pikiran dan pengetahuan bagi pendidik karena sesuatu yang dialami dan disampaikan peserta didik mungkin belum diketahui sebelumnya oleh pendidik. Kelas dapat diibaratkan sebagai suatu kehidupan social tempat para peserta didik belajar mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik adalah kegiatan pembelajaran yang menekankan terhadap pentingnya aktivitas pendidik dalam mengajar atau membelajarkan peserta didik. strategi pembelajaran dapat diberi arti sebagai penetapan semua aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. peserta didik akan dapat merasakan bahwa pembelajaran menjadi miliknya sendiri karena peserta didik diberi kesempatan yang luas untuk berpartisipasi.. dan pengalaman peserta didik dalam bermain peran. dan penilaian proses serta hasil pembelajaran dilakukan dan dikendalikan oleh pendidik sedangkan peserta didik berperan sebagai pengikut kegiatan yang ditampilkan oleh pendidik. pendidik hanya berperan sebagai pembantu (fasilitator) peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. sedangkan pendidik berfungsi untuk memfasilitasi peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaran. pelaksanaan. Kesimpulan Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas. pelaksanaan. dan pelatih atau widyaiswara. strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan untuk pemecahan masalah yang dihadapi bersama dalam kehidupan. Melalui model pembelajaran bermain peran para peserta didik dapat berlatih untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi.. yaitu kepedulian pendidik dan peserta didik (siswa. termasuk di dalamnya adalah perencanaan. Strategi kegiatan pembelajaran dapat ditinjau berdasarkan pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Ciri tersebut adalah bahwa pembelajaran menitikberatkan pada keaktifan peserta didik. Kedua. Ketiga. Berdasarkan kegiatan yang diitimbulkannya. Secara sempit. strategi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik. latar belakang social budaya.. S. Sedangkan secara luas. M. Perencanaan.D.Dalam pembelajaran partisipatif terdapat tiga pihak sebagai pemegang peran seperti diungkapkan oleh Prof. kegiatan belajar dilakukan secara kritis dan analitik.D. Strategi pembelajaran yang berpusat pad peserta didik adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan. Ph. Keunggulannya adalah pertama. peserta didik memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. pembimbing. Ciri lainnya adalah bahwa strategi pembelajaran ini akan cocok untuk pembelajaran lanjutan tentang konsep yang telah dipelajari sebelumnya. (2) aktivitas dan pembelajaran cenderung akan didominasi oleh peserta didik yang biasa atau senang berbicara sehingga peserta didik lainnya lebih banyak mengikuti jalan pikiran peserta didik yang senang berbicara. memerlukan waktu yang memadai (relative lama).

Bandung: Falah Production. sumber dan kemungkinan hambatan. 1994. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sudjana S. 2004. Skillbeck. pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Kogan Page . School Based Curriculum Development and Teacher Education. Bandung: Remaja Rosdakarya.. Tilaar. H. Mimeograph: OECD. 1990. Faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan teknik pembelajaran partisipatif yakni factor manusia. DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. 1976. D. dan penilaian terhadap proses.R. John. identifikasi kebutuhan. Kajian Pendidikan Masa Depan. White.3. hasil serta dampak kegiatan belajar. tujuan belajar. Metode & Teknik Pembelajaran Partisipatif. London: Educational Studies. E. bahan belajar. 2001. Kegiatan pembelajaran partisipatif meliputi pembinaan keakraban. Malcolm. waktu dan fasilitas belajar serta factor sarana belajar. penyusunan program pembelajaran. Educational and The Good Life.A. Manajemen Pendidikan Nasional. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. 4. perumusan tujuan belajar.

M. Suharjo.S. meningkat. Faktanya berdasarkan pengamatan peneliti dan hasil tes pra tindakan.A. Dengan bermain peran kemampuan . SD.http://karya-ilmiah.um.php/KSDP/article/view/7336 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI MELALUI TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS V SDN SEBANDUNG II Wiwin Sumariyati Abstrak ABSTRAK Sumariyati.M. Fakultas Ilmu Pendidikan. pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SDN Sebandung II diketahui bahwa hanya 3 orang siswa dari 12 orang siswa (25%) mampu menceritakan kembali isi teks dengan klasifikasi baik. 2010. Universitas Negeri Malang. Wiwin. Muhana Gipayana. Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran dengan teknik bermain peran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan bagaimana hasil penggunaan teknik bermain peran dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali siswa kelas V SDN Sebandung II peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian tindakan ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas V sebagai observer. M. (II) Drs. menceritakan kembali. Yang paling menarik dari hasil penelitian ini siswa tidak hanya mampu memahami isi cerita tetapi mampu memahami makna yang terkandung dalam cerita. Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali melalui Teknik Bermain Peran pada Siswa Kelas V SDN Sebandung II. Strategi yang dipandang menjanjikan adalah strategi pembelajaran dengan teknik bermain peran. Materi bacaan yang digunakan oleh guru pada tiap-tiap siklus berbeda. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Kecamatan sukorejo Sekolah. Belajar bahasa adalah belajar komunikasi. Kata kunci: bermain peran. karena itu pembelajaran bahasa harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Skripsi. Penggunaan teknik bermain peran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V Sebandung II sebatas media pembelajaran untuk membantu siswa mengingat bagian-bagian penting dalam cerita sehingga siswa mampu menceritakan kembali isi cerita secara runtut dan lengkap sesuai dengan isi cerita dengan menggunakan pilihan kata yang tepat baik secara tertulis/lisan. Ada internalisasi moral usai pembelajaran.ac. Pembimbing: (I) Dr.Pd.id/index. sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa.

berbicara. Frekuensi latihan sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam berbahasa. . dan menulis dapat berkembang secara seimbang. membaca. Penelitian dengan teknik bermain peran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti dapat meningkatkan kemampuan menceritakan kembali siswa kelas V di SDN Sebandung II. Bagi Peneliti lain yang ingin mendalami teknik bermain peran.berbahasa seperti menyimak. Dari hasil penelitian ini guru dapat memperoleh gambaran tentang tingkat kemampuan berbahasa siswa. Kemampuan menceritakan kembali siswa Sekolah Dasar merupakan kemampuan proses berbahasa. kelebihan dan kekurangan siswa dalam berbahasa. baik secara tertulis/lisan pada pembelajaran bahasa Indonesia. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menindak lanjuti penelitian ini dengan mengambil populasi yang lebih besar. Peningkatan ini dibuktikan oleh keberhasilan tindakan mulai dari siklus I sampai dengan siklus III. Bagi calon pendidik semoga temuan ini dapat memacu semangat belajar untuk gemar meneliti sehingga mampu berperan sebagai guru yang benar-benar profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful