PERANCANGAN MATRIK IE PADA KASUS BANK BRI

Oleh : Agus Mulyawan (0904505021)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2011

Dalam ketentuan baru itu. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948. 9 tahun 1965.Berdasarkan Undang- . Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895. BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. keluar Penpres No. B k mb r k t m m do z ki otor orpor tio i (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto. Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM).B B E H L . Pada waktu itu melalui PERPU No. berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Bank Indonesia Urusan Koperasi. Sejarah B Pada periode setelah kemerdekaan RI. sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim). 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI. kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. 1. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural.Setelah berjalan selama satu bulan. yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto".

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masingmasing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Tidak lama lagi pada tahun 2003 komitmen AFTA dan APEC dalam membuka pasar domestik. Dilihat dari komposisi dananya. y Kantor Cabang BRI Bogor merupakan salah satu Kantor Cabang BRI yang memiliki pertumbuhan dana yang cukup tinggi pada tahun 1998.39 persen dari total .3 Pemasaran y Perekonomian Indonesia selama 4 tahun terakhir ini dalam kondisi yang tidak menguntungkan. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Krisis yang terjadi sangat luas akibatnya sehingga menyebabkan terpuruknya berbagai sektor usaha.Undang No. kenyamanan dan kemudahan pelayanan. Selain itu persaingan ketat terjadi pula pada kemajuan teknologi informasi yang mendorong inovasi produk jasa perbankan yang menawarkan kecepatan.. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. namun pada tahun 1999 dan tahun 2000 mengalami pertumbuhan yang sangat kecil.Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. baik sektor riil maupun sektor keuangan/perbankan. khususnya pasar perbankan. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk pesaing Internasional yang secara teknis dan finansiil lebih baik dari perbankan nasional. yang masih digunakan sampai dengan saat ini. 1. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. maka nampak bahwa sebelum krisis tahun 1996 simpanan Girobri mempunyai kontribusi sebesar 31. Kondisi demikian telah menciptakan lingkungan persaingan yang ketat dalam dunia perbankan. Pada tahun 2003. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum. ketepatan.

Data yang diperlukan meliputi data primer dan data sekunder. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur kembali komposisi dana dengan berkonsentrasi pada peningkatan jenis simpanan giro yang merupakan sumber dana masyarakat yang paling murah. tetapi setelah krisis melanda dimana suku bunga deposito sangat tinggi maka berdampak kontribusi simpanan Girobri mengalami penurunan hingga tahun 2000 hanya mencapai 18.40 persen. yaitu (1) Faktor-faktor apa saja yang berperan dalam penyusunan strategi pemasaran Girobri berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor kritis lingkungan internal dan eksternal. (2) Bagaimana formulasi strategi pemasaran yang harus diterapkan oleh Kanca BRI Bogor untuk meningkatkan kinerja Girobri. Oleh karena itu alangkah baiknya jika mulai memikirkan untuk dapat memberikan suku bunga pinjaman yang lebih rendah agar produk pinjaman kita dapat bersaing dengan bank-bank lainnya. (3) Memberikan masukan tentang formulasi strategi pemasaran yang dapat diterapkan Kanca BRI Bogor guna meningkatkan simpanan Girobri y Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus di perusahaan dengan Kanca BRI Bogor sebagai unit kasus dan metode survey kepada nasabah/konsumen. Penelitian dilakukan dengan tujuan : (1) Untuk mengevaluasi strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh Kanca BRI Bogor dalam upaya pengembangan Girobri. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan manajemen perusahaan dan pengumpulan kuesioner terhadap pakar-pakar terkait. yang akhirnya akan mampu menurunkan suku bunga pinjaman. (2) Menganalisis faktor internal dan eksternal Kanca BRI Bogor yang berperan terhadap keberhasilan pemasaran Girobri.simpanan. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari 2001 sampai dengan bulan Juni 2001. Hal ini juga nampak dari biaya dana yang didominasi oleh bunga dana deposito hingga tahun 2000 masih mendominasi 62. dengan demikian nampak bahwa biaya dana Kanca BRI Bogor didominasi oleh dana mahal yang dampaknya akan berpengaruh pada tingginya suku bunga pinjaman.25 persen dari total simpanan. Selain . y Bertolak dari latar belakang tersebut penulis merumuskan permasalahan.

45 tahun. Untuk mempertajam analisis selanjutnya dipergunakan Space Matrik untuk melihat posisi perusahaan serta melihat arah perkembangan selanjutnya. sedangkan nasabah non-Girobri dan non-BRI didominasi pendidikan SLTA dan Sarjana. y Teknik pengambilan contoh untuk nasabah Girobri adalah stratified purposive sampling. sedangkan responden non-BRI mempunyai pekerjaan terbesar sebagai wiraswasta (40 %). Sebagian besar nasabah Girobri berlatar belakang pendidikan Sarjana Muda 67 %. y Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan nampak bahwa nasabah Girobri didominasi oleh kaum laki-laki-laki yaitu 74 %. sedangkan untuk nasabah non-Girobri sample diambil sesuai dengan proporsi terhadap populasi yang dihitung dengan rumus Slovin (1960). Kemudian dilakukan perumusan alternatif strategi berdasarkan model TOWS-Matrik.itu juga meneliti persepsi konsumen berdasarkan jawaban kuesioner yang diedarkan kepada para responden yang terdiri nasabah Girobri sebanyak 94 responden. BCA. sedangkan untuk nasabah non-BRI subyek sample diambil secara incidental dengan menetapkan jumlah sampel masing-masing bank 5 sampel dan diambil secara acak dan kebetulan kepada 5 bank kompetitor yaitu BNI. Selanjutnya untuk analisis persepsi konsumen digunakan analisis deskriptif. nasabah non-Girobri sebanyak 100 responden maupun nasabah non-BRI (bank pesaing) sebanyak 25 responden. NISP dan BPD. dengan demikian perbankan saat ini telah didominasi oleh para nasabah yang berpendidikan cukup tinggi. . begitu pula untuk nasabah non-Girobri dan non-BRI. Untuk data sekunder penulis peroleh dari hasil studi pustaka dan data tertulis internal perusahaan. Bank Mandiri. Untuk mengetahui factor-faktor kritis internal dan eksternal perusahaan yang berkaitan dengan produk Girobri dilakukan dengan analisis internal dan eksternal selanjutnya ditentukan posisi produk Girobri dengan menggunakan model IE-Matrik. dengan usia terbesar pada komposisi usia antara 36 . Jika dilihat dari jenis pekerjaannya nasabah BRI terbesar mempunyai pekerjaan pegawai negeri/TNI (44 %). sehingga dapat dikatakan bahwa perbankan saat ini telah didominasi oleh para nasabah yang berada pada usia produktif.

sementara fasilitas on-line dan ATM ini merupakan kelemahan bagi simpanan Girobri. begitu pula nasabah non-Girobri (54 %) dengan demikian nasabah mempunyai keyakinan bahwa menyimpan uangnya di BRI akan lebih aman dibandingkan disimpan dirumah maupun di bank lain. dan iklan yang paling disukai dimedia Televisi. Selain alasan aman nasabah non-Girobri juga punya alasan lain yaitu petugasnya ramah (46 %). Produk simpanan yang baik saat ini paling disukai nasabah adalah suatu produk simpanan yang dilengkapi dengan fasilitas on-line dan kartu ATM.60 %). Berdasarkan jawaban responden bahwa sebagian besar nasabah sering melihat iklan (86. Mengenai lokasi kantor BRI juga banyak dikeluhkan oleh nasabah Girobri karena letak kantor cabang BRI tersebut dilokasi yang terjepit dan dikelilingi oleh jalan yang selalu macet. produknya tidak menarik dan pelayanannya lambat (21. Selanjutnya mengenai yang mempengaruhi nasabah memilih produk BRI ternyata sebagian besar (68.58 % nasabah BRI menyarankan untuk memindahkan lokasi kantor cabangnya. Dengan demikian produk Girobri perlu dilakukan repositioning/harus diposisikan ulang bukan hanya sebagai simpanan yang aman tetapi juga disertai produk yang menarik. Promosi Girobri belum pernah dilakukan baik oleh Kanca BRI Bogor maupun Kantor Pusat BRI.89 % nasabah Girobri yang tidak puas atas suku bunga giro yang diberikan oleh BRI. Perihal suku bunga Girobri ternyata 76.04 %) masih atas kemauan .y Berdasarkan analisis deskriptif atas persepsi konsumen dapat diidentifikasi bahwa nasabah Girobri tertarik menjadi nasabah BRI adalah adanya jaminan aman (81 %). Koran dan Radio. sehingga 52. praktis dan dengan pelayanan prima. karena produk Girobri saat ini baru dapat dilayani dengan on-line pada penyetorannya saja. sedangkan pengambilannya belum dapat dilayani dan belum dilengkapi dengan fasilitas ATM.74 %).61 %). Namun dermikian masih ada 14. Namun demikian responden non-BRI menyatakan bahwa mereka tidak tertarik menjadi nasabah BRI dikarenakan teknologinya kurang baik (32.60 % nasabah Girobri tidak pernah memperhitungkan suku bunganya karena mereka lebih terfokus pada fungsi giro itu sendiri merupakan sarana yang mendukung usahanya.

y Berdasarkan analisis TOWS. sehingga hasil tersebut terletak pada matriks Internal . Dari hasil analisisi tersebut maka urutan prioritasnya. Kemudian mengenai pendapat nasabah tentang nama Girobri. sebagian besar menyarankan untuk mengganti nama produk Girobri. sehingga nampak bahwa kinerja Funding Officer belum berjalan sesuai yang diharapkan.974 (V) Meningkatkan kualitas . (II) Menggalang kepercayaan dan loyalitas nasabah melalui pembinaan hubungan baik dengan nilai 2.08. yang berarti produk Girobri termasuk produk dalam kondisi Pertumbuhan.298. dapat disusun sebagai berikut : (I) Memperbaiki kinerja BRI dengan nilai 2. data yang berhubungan dengan kondisi internal perusahaan (kekuatan dan kelemahan yang ada) maupun eksternal perusahaan (peluang dan ancaman yang dihadapi) maka dapat dipadukan dengan hasil pengumpulan kuesioner dari pakar-pakar yang terkait. Hasil perhitungan bobot dan peringkat diperoleh nilai bobot pada faktor internal sebesar 2.sendiri. Selanjutnya dilakukan analisis melalui matriks IFE .EFE dengan metode Paired Comparison untuk mengetahui kondisi produk Girobri. Berdasarkan hasil analisis Space Matrik ternyata menunjukkan garis vector yang bersifat positif/agresive baik untuk Financial Strenght maupun Industry Strenght sehingga dapat dikatakan bahwa BRI secara keuangan relatif cukup kuat serta didukung dengan kesejahteraan pegawai dan potensi SDM yang cukup baik sehingga diharapkan mampu mendayagunakan secara optimal keuntungan kompetitifnya dengan cara melaksanakan tindakan yang cukup agresif untuk merebut pasar. y Kemudian berdasarkan nilai terboboti yang diperoleh pada masing-masing faktor kritis kemudian dapat dihitung prioritas nilai pada masing-masing faktor. (IV) Meningkatkan mutu pelayanan dengan nilai 1.. Pada kondisi tersebut maka strategi yang dapat direkomendasikan adalah Pengembangan Pasar dan Pengembangan Produk.691 (III) Meningkatkan kualitas produk on-line dan ATM dengan nilai 2. Selanjutnya dapat diperoleh prioritas alternatif strategi untuk pengembangan dan pemasaran Girobri di Kanca BRI Bogor.4.964.Eksternal yang menunjukkan posisi Kuadran II. sedangkan nilai bobot pada faktor eksternal sebesar 3.

937 (IX) Melakukan kegiatan promosi dengan nilai 0. Faktor-faktor penentu yang berperan terhadap keberhasilan pemasaran Girobri antara lain faktor rekapitalisasi BRI guna memeperbaiki kualitas teknologi BRI. kualitas produk Girobri.014. (3) Mengusulkan ke Kantor Pusat . tenis dan sebagainya. (VIII) Melakukan pendekatan dengan instansi terkait untuk merubah arus lalu-lintas disekitar kantor BRI dengan nilai 0. y Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran Girobri yang dilaksanakan oleh manajemen Kanca BRI Bogor saat ini belum berhasil dengan baik karena Girobri yang diharapkan sebagai sumber dana yang dominan karena merupakan sumber dana murah belum dapat terwujud. Selain itu posisi produk Girobri pada saat ini masih tergolong pada posisi pertumbuhan sehingga masih perlu upaya untuk meningkatkan kinerja Girobri dengan strategi yang layak dilakukan yaitu pengembangan pasar dan pengembangan produk. (2) Menggalang kepercayaan dan loyalitas nasabah melalui personal selling dengan membina hubungan baik dengan pimpinan instansi.711. sehingga diharapkan BRI akan mampu mengembangkan pasar dan pengembangkan produk yang akahirnya akan mampu meningkatkan kinerja Girobri. Dengan analisis matriks TOWS maka berdasarkan kekuatan dan peluang yang dimiliki BRI serta kelemahan dan ancaman yang dihadapi dapat disusun suatu formulasi strategi pemasaran Girobri sesuai dengan yang diinginkan nasabah. serta adanya peluang pasar sasaran potensial. kualitas pelayanan.teknologi BRI dengan nilai 1.219 (VII) Meningkatkan kualitas fungsi ATM dengan nilai 1. selanjutnya faktor jaminan keamanan dan reputasi BRI. badan hukum maupun perorangan dengan cara olah raga bersama antara lain : Golf. y Beberapa saran yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen Kantor Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Bogor dalam pemasaran Girobri adalah : (1) Memperbaiki kinerja BRI dengan memberikan bekal pelayanan serta pengetahuan tentang produk maupun segala jenis usaha perbankan yang dijalankan oleh BRI agar semua sumber daya manusia mempunyai sikap yang profesional.858 (VI) Memperluas jaringan kerja dengan melakukan on-line dengan BRI Unit nilai 1. perusahaan.

PORSENI. Bank Mandiri mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat µ¶¶legacy banks¶¶¶. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut. . Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi. Profil dan Str kt r Per sahaan Nama Perusahaan : BANK BRI Tanggal Pendirian : 16 Desember 1895 Directors. dan empat bank asalnya efektif mulai beroperasi sebagai bank gabungan pada pertengahan tahun 1999.Kini. 1.(5) Melakukan kegiatan promosi melalui iklan di koran maupun dengan sponsorship pada event-event tertentu seperti ulang tahun PEMDA. termasuk pengurangan cabang dan pegawai.1 Bank Mandiri Bank Mandiri dibentuk pada 2 Oktober 1998. Persaingan Persaingan utama Bank BRI adalah Bank BCA dan Bank Mandiri dan masih banyak bank-bank lain yang terus bersaing di dunia pasar. Bank Mandiri mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun.Setelah selesainya proses merger. . atau membentuk pelayanan antar jemput simpanan Girobri untuk nasabah potensial. Bank Mandiri dan Bank BNI berbagi pasar 91% dengan selisih tipis. 1. Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi. (4) Melakukan pendekatan dengan instansi terkait untuk menaggulangi kemacetan lalu lintas. Officers and Auditors : 1.BRI untuk meningkatkan fasilitas on-line dan fasilitas ATM pada Girobri. dimana program pengganti tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen µ¶¶retail banking¶¶¶. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi. dan lain-lain yang melibatkan masyarakat banyak/pelajar.

dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit. sebelum digantikan Agus Martowardojo sebagai Direktur Utama sejak Mei 2005. Direktur Utamanya yang pertama adalah Robby Djohan.620. Neloe menjabat selama lima tahun.86% dari total kredit. Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun 2009. Sebagai bagian dari upaya penerapan µ¶¶prudential banking¶¶¶ & µ¶¶best-practices risk management¶¶¶. sementara pada 31 Desember 2009. Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya dengan merevitalisasi visi dan misi untuk menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif. infrastruktur teknologi informasi Bank Mandiri sudah mampu melakukan pengembangan µ¶¶e-channel¶¶¶ & produk retail dengan µ¶¶Time to Market¶¶¶ yang lebih baik. Salah satunya. Selain itu. sedangkan porsi kredit kepada nasabah µ¶¶corporate¶¶¶ mencakup 43. nasabah Bank Mandiri bergerak dibidang usaha yang sangat beragam.Pada saat ini.600 menjadi 17. Berdasarkan sektor usaha.22% dan porsi kredit kepada nasabah consumer sebesar 13. Pada akhir 1999. porsi kredit kepada nasabah µ¶¶corporate¶¶¶ masih sebesar 87% dari total kredit. dan AXA Mandiri. Sebagai bagian diversifikasi risiko dan pendapatan. Neloe menghadapi dugaan keterlibatan pada kasus korupsi di bank tersebut. Bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negeri. Bank Mandiri telah melakukan berbagai perubahan. Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Kemudian pada Mei 2000. porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro telah mencapai 42. Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. jumlah cabang Bank Mandiri dikurangi sebanyak 194 buah dan karyawannya berkurang dari 26. Mandiri Sekuritas. Bank Mandiri mempunyai sekitar 2. Dalam proses penggabungan dan pengorganisasian ulang tersebut.92%. Pada Maret 2005. persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan µ¶¶four-eye principle¶¶¶. .500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank Syariah Mandiri. posisi Djohan digantikan ECW Neloe.

1 Kantor Cabang Khusus. Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama . 1 Kantor Perwakilan Hongkong. 12 Kantor Inspeksi /SPI. 1 Caymand Island Agency. diantaranya dengan memberikan fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai unit kerja yang berjumlah 4. Beberapa bulan setelah pendiriannya.419. status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat No. . Suwondo. Saat ini BNI mempunyai 914 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Gatot M. 20. BNI adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. 1 New York Agency. 8.231. Bank ini didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1946. yaitu di Singapura. 170 Kantor Cabang (dalam negeri). 1.Oeang Republik Indonesia atau ORI. 6. 1946 : Didirikan dan dipersiapkan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. 1955 : Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa.6 T juan Masa Depan Sampai sekarang Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 tetak konsisten memfokuskan pada pelayanan kepada masyarakat kecil.466 milyar. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun 1994 sebesar Rp. yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI. 12 Kantor Wilayah.1. Di tahun yang sama Bank Negara Indonesia membuka cabang pertamanya di luar negeri. 2 tahun 1955.447 buah.1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp.) adalah sebuah bank pemerintah di Indonesia. 40 . BNI juga mempunyai unit perbankan syariah.8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 145 Kantor Cabang Pembantu. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955. Bank B PT. Bank Negara Indonesia (Persero Tbk.

. 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa. 6 Kantor Mobil Bank. 193 P.Kantor Kas Bayar.POINT.

maka dapat dianalisis beberapa faktor.1 Perhitungan Nilai IFAS dan EFAS Dari pembahasan yang dipaparkan pada bab sebelumnya.B B II PEMB H SAN 2.15 4 terdiri dari dewan komisaris dan dewan pengawas 0.05 2 tanah air Produk dan jasa yang ditawarkan sangat bervariasi Identitas Merek BSM 0.1 Ilustrasi Perhitungan Nilai IFAS IFAS (Internal Strategic Factors Summar Faktor Strategis Bobot Peringkat Internal Kekuatan: Dewan Perusahaan.15 0.10 0.1.05 3 operasional perbankan syariah 0. 0.60 eterangan Menjamin BSM tidak akan melenceng dari konsep ekonomi syariah Dengan diadakannya program pendidikan dan pelatihan Untuk memenuhi kebutuhan nasabah Sebagai pilihan dalam bertransaksi Sebagai positioning BSM 0. baik itu berupa faktor internal maupun faktor eksternal dari Suzuki Corporation.1 2 Bank Mandiri yang besar Terbobot 0.20 . 0. 2.15 0. Sementara faktor eksternal terdiri dari peluang(opurtunity) dan ancaman(threat).75 0.75 0.05 3 Jaringan Pemasaran tersebar di 20 provinsi di 0. serta analisis matriks IE.15 5 melekat sebagai bank syariah yang adil dan menentramkan Dukungan modal dari PT.15 5 Sumber Daya Manusia BSM profesional dan sepenuhnya mengerti 0. Dan berikut ini adalah ilustrasinya dalam tabel. Dimana faktor internal terdiri dari kekuatan(strength) dan kelemahan(weekness) perusahaan.

2. dengan kriteria sebagai berikut : 1 = Sangat lemah 2 = Lemah 3 = Kuat 4 = Sangat Kuat Analisa Tabel Nilai IFAS adalah sebagai berikut : 1.15 2 0. 3.10 Belum ada kerjasam di antar bank lain Karna ada kata syariah yang mencerminkan keislaman T TAL 1. . 3.3 Rating yang dipakai adalah 1-4.Kelemahan Adanya direktur yang memegang jabatan rangkap yang berbeda bidangnya Sulit mendapatkan SDM yang berkompeten dalam bidang perbankan syariah Belum meratanya penyebaran kantor bank syariah mandiri di seluruh provinsi.05 2 0.10 Tidak adanya SDM yang kompeten di bidangnya Sedikitnya PT/PTN yang berorientasi pada bank syariah Pangsa pasar yang relative masih sedikit 0.10 0.05 2 0. Tuliskan kekuatan internal perusahaan yang menentukan. Belum adanya pelayanan produk (ATM) bersama secara menyeluruh dengan bank-bank lain di Indonesia Image di masyarakat BSM sebagai bank yang diperuntukkan hanya untuk orang islam 0. Tuliskan peluang eksternal perusahaan yang menentukan. Tuliskan kelemahan internal perusahaan yang menentukan.05 2 0.30 Tidak mengalami kesulitan dibidang permodalan 0.

1 3 0.2 4 0.Murabahah.dll 0. 8.produk.15 0.30 peluang yang besar teknologi yang untuk pnerapan sangat pesat dalam teknologi-teknologi baru bidang IT pada bidang perbankan 0.80 dengan pembangunan Perbankan Syariah bank syariah di daerahdaerah Pertumbuhan 0. Mencocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi SO dalam sel yang tepat. 2.1 2 3 0.40 80% dari 250 juta jiwa Masih ada 5 BUS 4 0.05 Masyarakat 0. Ancaman Pesaing mempunyai teknologi yang lebih canggih Banyaknya produk yang sejenis yang menawarkan banyak keunggulan Banyaknya pilihan 0. dll 0.2 Ilustrasi Perhitungan Nilai EFAS EFAS (External Strategic Factors Summar Faktor Strategis Bobot Peringkat Terbobot Keterangan Eksternal Peluang Pertumbuhan 0.1 Indonesia yang mayoritas beragama islam 0.15 4 0. Mencocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi ST dalam sel yang tepat.45 Mudharabah. Tuliskan ancaman eksternal perusahaan yang menentukan. Mencocokan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi WT dalam sel yang tepat.1.60 . 5.30 Tabungan. Mencocokan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi WO dalam sel yang tepat.10 0.05 0.40 Dalam produk perbankan 3 0. 7.1 Masih sedikit pesaing.4. 6.Deposito maupun Giro Kecendrungan akan fasilitas.15 3 4 0.

3. tetapi jika peluangnya kecil diberi nilai +1. maka ratingnya -4 dan jika nilai ancamannya kecil.50 Rating yang dipakai adalah 1-5. 3. yaitu jika nilai ancamannya besar. maka nilainya -1. . Pemberian nilai rating untuk peluang bersifat positif. 2. 4. mulai dari 1.0 (sangat penting) sampai dengan 0.produk dari perbankan lain Kekuatan nasabah untuk memilih bank lain cukup tinggi Pesaing dari dalam negri tidak hanya terdiri dari bankbank konvensional tapi juga bank syariah yang lain T TAL 96% market Share dikuasai Bank Konvensioanal 1. Bobot dari semua faktor strategis yang berupa peluang dan ancaman ini harus berjumlah 1. dengan kriteria sebagai berikut : 1 = Sangat Mengancam 2 = Mengancam 3 = Cukup Berpeluang 4 = Berpeluang 5= Sangat Berpeluang Analisa Tabel Nilai EFAS adalah sebagai berikut : 1.0 (tidak penting). Memberikan bobot masing-masing faktor pada kolom 2. Menyusun faktor peluang dan ancaman pada kolom 1. Mengalikan bobot faktor pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3. Menghitung rating dalam (dalam kolom 3) untuk masing-msing faktor dengan memberi skala mulai dari 4 (sangat baik/outstanding) sampai dengan 1 (sangat tidak baik/poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut pada kondisi organisasi. Sementara untuk rating ancaman bersifat sebaliknya. Hasilnya adalah skor pembobotan untuk masing-masing faktor. artinya peluang yang semakin besar diberi rating +4.

3.0 . dan pengembangan produk dan layanan) atau integratif (integrasi ke belakang. Nilai ini adalah untuk memetakan posisi organisasi pada diagram analisa SWOT. 2.99 III .5. Strategi yang digunakan adalah strategi intensif ( penetrasi pasar. divestasi atau likuidasi.0 I Tinggi Sedang 2.0 . V dan VII dapat digambarkan sebagai jaga dan pertahankan. Daerah Ke-dua divisi yang masuk dalam sel III.3 Matriks I/E (Internal/Ekternal Matrik IE didasari pada dua dimensi kunci yaitu : Total rata-rata tertimbang rata-rata IFE pada sumbu X Total rata-rata tertimbang EFE pada sumbu Y Matrik IE dapat dibagi menjadi tiga daerah utama yang memiliki implikasi strategi berbeda yaitu : 1. VIII dan IX dapat digambarkan sebagai tuai atau divestasi. pengembangan pasar nasabah. Menghitung jumlah skor pembobotan.0 .2.4. II dan IV dapat digambarkan sebagai tumbuh dan kembangkan. integrasi ke depan dan integrasi horisontal). 2.1. Daerah Pertama divisi yang masuk dalam sel I.99 II Lemah 1. Daerah Ke-tiga divisi yang masuk dalam sel VI strategi penghematan. Strategi yang digunakan adalah penetrasi pasar nasabah dan pengembangan produk dan layanan. Strategi yang digunakan adalah Berikut ini adalah Matriks IE dari Suzuki Corporation : IFE / Kekuatan Bisnis Kuat 3.

99 VIII IX Berdasarkan Nilai IFE = 3.2. membuka peluang bagi BANK BRI untuk meningkatkan pangsa pasarnya. serta meningkatkan publikasi.50. 24 Al e na i S a egi Alternati startegi yang tepat untuk Bank BRI adalah strategi intensfif. maka B NK BRI berada pada sel IV dan berada di kuadaran I (pertama). pendekatan brand ambasador.1.99 VII Rendah 1. yaitu dengan melakukan penetrasi pasar.0 IV Tari   V VI EFE/ Daya Industri Sedang 2. 2 Penge angan asa Strategi pengembangan pasar merupakan usaha pe ngenalan produk ke negara atau daerah-daerah baru. 1 Pene asi asa Strategi penetrasi pasar dilakukan melalui beberapa usaha diantaranya adalah dengan meningkatkan pangsa pasar untuk setiap produk melalui peningkatan jasa layanan. Gaya hidup serta kondisi pasar yang belum jenuh. pengembangan pasar dan pengembangan produk. BANK BRI dapat memanfaatkan perkembangan . Saluran distribusi harus diperluas semaksimal mungkin.30 dan Nilai EFE = 3. Sehingga dapat dianalisa bahwa interpretasi posisi Suzuki Corporation menunjukkan kekuatan bisnis yang kuat dan tingkat daya tarik industri sedang.3.0 .0 .4.0 .

Dan konsumen dapat melihat suatu kelebihan yang menonjol untuk lebih memilih layanan-layanan Bank BRI dibanding layanan lainnya.teknologi untuk menjangkau daerah-daerah baru yang belum pernah menjadi sasaran jual melalui web site dan on line store. Pengembangan inovasi-inovasi baru juga perlu ditingkatkan agar Bank BRI dapat memiliki nilai tambah yang positif di pasar global. sehingga dapat menyaingi BANK Mandiri dan Bank BNI. . Pengembangan produk BANK BRI nampaknya perlu memperhatikan desain dan eksterior produk. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful