P. 1
Spesifikasi Dan Syarat Teknis

Spesifikasi Dan Syarat Teknis

|Views: 843|Likes:
Published by SYAHRUL SHABRY

More info:

Published by: SYAHRUL SHABRY on Jun 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

SPESIFIKASI DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS Pasal 1 PENJELASAN UMUM 1.

Sasaran program subsidi sarana dan prasarana pendidikan antara lain rehabilitas gedung sekolah sebagai upaya mutigasi fisik struktur untuk menghasilkan bangunan sekolah yang siap pakai sesuai dengan struktur konsturksi yang disyaratkan. 2. Sumberdana subsidi sarana dan parasarana berasal dari APBN melalui kegiatan pemberdayaan Sekolah Dasar/ MIN pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) direktorat jenderal management pendidikan dasar menengah. 3. Sysrtem pelaksanaan pekerjaan yang diatur dalam petunjuk teknis antara lain Kepala Sekolah mentapkan dan menugaskan Ketua Bidang Pembangunan Perencanaan dan Pengawas. 4. Untuk mencapai hasil yang optimal pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan system swakelola, dimana Kepala Sekolah membentuk kepanitiaan tim teknis yang terdiri dari unsur sekolah (Pimpinan, Guru dan Pegawai) serta unsur masyarakat (Komite). Pasal 2 LOKASI PEKERJAAN 1. Lokasi pekerjaan berada di Bukittinggi, Kota Bukittinggi. 2. Selanjutnya mengenai tempatnya lokasi gulai bancah. Pasal 3 LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan yang harus diaksanakan adalah Pembangunan rumah tinggal sederhana tipe 120 m2.

Pasal 4 PEKERJAAN PONDASI Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Pondasi 1. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keprluan pelaksanaan pekerjaan persiapan b. Pekerjaan pondasi terdiri dari pekerjaan permulaan, pekerjaan galian, pekerjaan pasangan pndasi dan pekerjaan urugan. c. Pekerjaan permulaan diantaranya pekerjaan pembersihan lapangan dan pemasangan bowplank. d. Pekerjaan galian tanah terdiri dari galian tanah pondasi, pondasi batu kali. e. Pekerjaan pondasi terdiri dari pondasi batu kali, pondasi batu bata. f. Pekerjaan urugan terdiri dari urugan kembali. 2. Pekerjaan Permulaan Pembersihan Lapangan a. Sebelum pengukuran, lokasi pekerjaan harus dibersihkan dari segala macam rumput/semak/sampah, atau benda yang tidak diperlukan yang dapat mengganggu pekerjaan berikutnya. b. Pembersihan dengan peralatan antara lain dengan penebangan tanaman, penebangan semak, penutupan luang, penimbunan lubang, pembangunan humus dan tanaman yang mengandung organic semuanya dikerjakan dalam area seluas daerah pelaksanaan. c. Semua meterial yang dianggap menghalangi pelaksanaan pekerjaan harus dihilangkan / dibersihkan, kecuali untuk material tertentu yang telah disepakati untuk tetap berada dilokasi pekerjaan. d. Panitia penanggung jawab diwajibkan mengadakan pengukuran kembali ke lokasi bangunan yang dilengkapi dengan keterangan – keterangan mengenai ketinggian tanah, letak bangunan terdekat, letak batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya oleh pengawas pelaksanaan.

Pasangan Bowplank a. Bahan bowplank terbuat dari kayu marantih / setara dengan ukuran 3/20 cm pinggiran atas diketam hlus lurus. Tiang – tiang terbuat dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm yang dipasang setiap 1.00 M dan harus benar-benar kuat dan vertikal b. Cara Pemasangan  Papan harus benar-benar rata (waterpas) dan saling tegak lurus, dalam hal ini dibantu dengan alat ukur.  Selama pekerjaan masih berangsung papan bowplank ini harus dijaga dan dipelihara tidak berubah letak maupun tingginnya.  Papan bowplank harus menunjukkan tinggi 0.00 serta as-s dinding 3. Galian Pondasi a. Galian tanah untuk pondasi dilakukan dengan kedalaman sesuai dengan gambae terlampir, akan ditentukan oleh pengawas dilapangan b. Dasar dari lobang harus rata dan waterpas. c. Pengukuran harus dilakukan seteliti mungkin 4. Semua tumpukan tanah atau batu akibat galian di urug kembali bekas galian dan tempat-tempat yang lebih rendah diratakan kembali. 5. Pasangan Pondasi a. Pemasangan pondasi dilakukan setelah pengawas lapangan menyetujui secara tertulis dimensi dan kedalaman tertentu. b. Pondasi untuk bangunan ini terdiri dari bermacam-macam pondasi yaitu pondasi batu kali, pondasi batu bata, Pada pondasi batu kali terdiri dari pemasangan aanstampang batu kali dan pasangan batu kali c. Aansrampang batu kali kosong setebal 20 cm, sela-selanya diisi dengan pasir urug, kemudian digenangi dengan air dan ditimbun sampai padat. d. Pondasi batu kali terdiri dari pasangan batu kali dengan adukan 1Pc : 4 psr dengan ukuran ketebalan, bentuk dan penempatannya harus

sesuai dengan gambar rencana. Pondasi yang kelihatan harus diplester dengan adukan Pc:4Psr e. Pondasi batu bata dibuat dengan pasangan batu bata 1:2 dan dipasang sepanjang bibir selasar atau teras, selanjutnya harus mengikuti petunjuk pengawas. Ukuran, bentuk dan penempatan dari pondasi disesuaikan dengan gambar kerja yang terlampir. f. Bahan-bahan yang harus dipakai berkualitas baik, sebelum pemasangan harus mendapatkan persetujuan dari pengawas. 1

Pasal 5 PEKERJAAN BETON / KOZEN /DINDING Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Beton/ Kozen/ Dinding 1. Lingkup Pekerjaan a. Seluruh pekerjaan sesuai konstruksi dengan bangunan, rencana pelaksanaannya gambar

maupun penjelasan-penjeasan lainnya b. Jenis- jenis pekerjaan beton bertuang yang menurut sifat konstruksinya merupakan struktur utama antara lain sloof, kolom, ring balok dan plat lantai berdasarkan konsep bangunan tahan gemp dengan penuangan exstra pada setiap pertemuan dan sudut balok dengan kolom yang dibuat sebagaimana detai gambar rencana. 2. Syarat-syarat umum Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan-persyaratan seanjutnya, maka sebagian dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut : a. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI-1982) – NI-3 b. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ( NI – 2 )

c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 ( NI – 5 ) d. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 ( NI – 8 ) e. Petunjuk Perencanaan Beton 1987 f. Peraturan Pembangunan Daerah Setempat g. Standar Besi Beton SII No. 136 – 84 h. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung Tahun 1989 i. Petunjuk – Petunjuk dan Peringatan-Peringatan Lisan maupun Tulisan yang diberikan oleh Pengawas Lapangan j. Peraturan – Peraturan yang diperlukan lainnya k. Untuk tulangan pokok dipakai besi minimal Ǿ 10 mm dan Begel Ǿ 8 mm dilengkapi dengan sketsa gempa (sket terampir) l. Untuk bangunan semi permanent struktur rangkapnya diganti dengan beton bertulang seperti poin k. 3. Syarat – Syarat Pelaksanaan a. Sebelum dimulai pekerjaan beton, seluruh cetakan harus dibersihkan dari kotoran-kotoran serbuk gergaji, potongan kayu. Karena potongan kawat ikat dan lain-lain yang dapat mempengaruhi mutu beton. Disamping hal tersebut mutu bidang cetakan harus dibasahi secukupnya. b. Panitia pembangunan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan sesuai dengan ketentuanketentuan yang disyaratkan, termasuk kekuatan toleransi dan penyelesaian, semua pekerjaan yang dihasikan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standar umum yang berlaku. 4. Pekerjaan Kozen a. Pekerjaan kozen dibuat dari kayu banio / setara banio yang berkualitas baik (cukup kering) untuk kozen yang akan dibuat disesuaikan dengan gambar kerja yang terlampir

b. Konstruksi kayu harus dibuat dengan mengunakan sambungan pen dan lobang, serta memakai besi penguat seperti angker – angker dan sebagainya. c. Semua sambungan kayu terlebih dahulu harus dimeni d. Sebelum pekerjaan dilakukan harus mendapatkan persetujuan dari pengawas e. Pembuatan kozen dikerjakan harus dikerjakan dengan sistem pabrikasi, sudut rangka kozen yang tidak memakai sponing pintu/jendel hams profil (profil sudut). f. Jika pembutan kozen tidak dilakukan dilokasi pekerjaan, maka panitia pembangunan harus memberitahukan kepada pengawas lapangan sebelum pekerjaan dimulai untuk dapat dilihat pemakaian material yang sesuai dengan bestek. g. Ukuran kozen disesuaikan dengan ukuran kozen yang sudah ada 5. Pekerjaan Dinding Dinding Batu Bata Pekerjaan batu bata ini meiputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar atau sesuai petunjuk perencana. a. Bahan yang digunakan memenuhi persyarat an yang ditentukan yaitu : Batu bata memenuhi NI – 10 Cement Portland harus memenuhi NI – 8 Pasir memenuhi NI – 3 pasal 14 ayat 2 Air memenuhi PVBI – 1982 pasal 9

b. Trasram dipasang dari muka slat sampai ketinggian 30 cm dari muka lantai, khusus untuk dinding wc dan kamar mandi dipasang sampai ketinggian minimal 160 cm dari muka lantai, serta semua dinding yang ada pada gambar mengunakan symbol aduk traseram dibuat dari pasangan bata yang plester timbale balik dengan adukan yang sama. c. Batu bata yang digunakan batu bata merah lokal dengan kualitas yang baik yang disetujui perencana, siku dan sama ukurannya 6x13x25 cm d. Batu bata sebelum dipasang harus direndam terlebih dahulu dengan air sampai jenuh, batu bata yang dipakai harus berkualitas baik dan terlebih dahulu harus disetujui oleh

pengawas. e. Setelah bata terpasang dengan aduk, nad/siar harus dikorek sedalam 1 cm dan dibersihkan kemudian disiram air setelah itu baru diplester. f. Dinding lainya seperti terlihat dalam gambar kerja dipasang dinding ½ bata dengan campuran 1 pc : 4 pasir g. Pasangan batu bata untuk dinding ½ batu bata harus menghasilkan dinding finishing setebal 15 cm dan untuk dinding 1 bata finis adaah 25 cm. pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan benar-benar tegak lurus serta vertical pasangannya h. Luas pasang batu bata maksimal 6 m2 jika meebihi harus diperkecil dengan memakai balok/ kolom beton bertulang. 6. Dinding Keramik a. Dinding kamar mandi / wc dan bak air dilapisi dengan keramik ukuran 20 x 20 cm dan 20 x 25 cm b. Bahan keramik yang digunakan adalah produk merk KIA atau setara KIA 7. Dinding Partisi a. Pekerjaan pasangan partisi kayu ini meiputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar atau sesuai petunjuk pengawas. b. Bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan yaitu  Rangka atau kozen terdiri dari kayu banio / setara banio sedangkan rangka partisi terbuat dari kayu Marsawa / setara  Rangka partisi ditutupi oleh pasangan triplek teba 4 mm yang bermotif seragam dan pertemuannya dengan rangka yang diserut halus dipasang les profil 1 x 1 cm dan pada bagian bawah partisi ditutupi oleh kayu plint profil 1 x 8 cm.

Pasal 6 PEKERJAAN RANGKA / KAP ATAP Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Rangka/ Kap Atap 1. Lingkup Pekerjaan a. Berkaitan dengan pekerjaan rangka atap dan penutup atap bangunan sesuai dengan gambar, termasuk didalamnya penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat bantu pengangkutan yang diperlukan untuk penyeesaian pekerjaan. b. Pekerjaan rangka atap terdiri dari pekerjaan kudakuda gording, kasau, reng, papan reuter dan lisplank c. Kap Atap termasuk penutup atap, perabung dan pemasang assesories sesuai dengan gambar rencana dan ketetapan yang telah ditentukan. 2. Bahan a. Bahan kayu yang digunakan untuk rangka atap kayu Marsawa / setara dan isplank papan banio/ setara. b. Semua bagian kayu tersebut harus lurus dan kering, tidak cacat/keropos dan lain-lain, yang menunjukkan bahwa kayu tersebut barmutu baik. c. Bahan penutup adaah dengan menggunakan atap seng BJLS 30 biasa dan disesuaikan dengan bangunan yang ada. 3. Metode Pelaksanaan a. Pemasangan bangunan bergelombang, reng rata pada tidak harus

sambungan

harus rata, dengan sambungan miring diletakkan diatas rusuk.

b. Pemasangan bunbungan / nok mengunakan berkualitas dan kebocoran-kebocoran bubungan teiti, yang

diakibatkan ketidaksempurnaan pelaksanaan pekerjaan maupun bahan merupakan kewajiban panitia pembangunan kembali untuk / mengulang memperbaiki tersebut. c. Untuk kuda-kuda dan gording dibuat dari kayu timbalun / setara yang berkualitas baik (cukup kering) dengan ukuran sesuai gambar kerja terlampir. Permukaan atas gording harus diketam memakai miring halus dan lurus. bibir dekat yang harus rangka Penyambungan gording harus sambungan berkait, yang harus tumpuan permukaan sedangkan

pekerjaan

perletakannya ketumpuan dekat d. Seluruh

menerima beban / sambungan menghadap keatas. kayu seperti gording harus dioles dengan residu sampai rata e. Sudut atap > 30 jika bangunan yang akan direhap atapnya <30 agar disesuaikan f. Untuk penutup atap pada bangunan ini memakai atap

seng BJLS 30 sedangkan untuk perabung atap dipakai seng plat yang sama. g. Pemasangan lisplank papan duble ukuran tebal 2 cm bersih x 25/18 dilaksanakan meiputi sekeliling bangunan. Pekerjaan harus rapi diketam halus, rata tidak berombak dan waterpas kearah horizontal. Sambungan papan dengan konstruksi ekor burung, ukuran dan konstruksi harus sesuai dengan gambar bestek yang bersangkutan. Pasal 7 PEKERJAAN PLAFOND Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Plafond 1. Lingkungan Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan plafond, rangka, penutup dan pengantung plafond serta pemasangannya pada tempat-tempat sesuai dengan gambar rencana dan jarak penempatan bahan. Peralatan dan aat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu 2. Bahan a. Plafond Triplek tebal 4 mm berkualitas baik b. Plafond kisi-kisi c. List Profil sudut ukuran 4.5 x 4.5 cm d. Untuk bangunan yang direhap jenis plafond disesuaikan dengan yang ada 3. Metode Pelaksanaan Rangka Plafond a. Rangka plafond di buat dari kayu Timbalun/setara kualitas baik, tidak keropos, lurus, tidak cacat/ bermata dan kering udara b. Balok induk dipakai balok 5 x10 cm dipasang pada arah bentangan terpendek dan balok anak (pembagi) dipakai ukuran 5x7 cm pemasangan memakai system kos.

c. Pada pinggir balok plafond pengantung harus dipasang balok ukuran 5 x 10 cm yang diangkerkan kedinding supaya permukaan balok rata-rata, maka balok plafond harus digantung kebalok kuda-kuda dengan memakai angker dan ukuran balok 5 x 7 cm d. Untuk balok ukuran 5 x 7 cm dipasang kayu (setara) yang berkualitas baik. e. Permukaan balok plafond yang menghadap ke lantai harus diketam halus dan lurus. Semua pekerjaan ini harus dikerjakan dengan teliti. f. Untuk balok diangkerkan kedinding dengan memakai baut mor ½ “ dengan jarak pemasangan sesuai menurut petunjuk pengawas. g. Semua balok plafond harus dimenie sampai rata, balok plafond yang dimenie hanya tiga sisi saja.

4. Pemasangan Plafond a. Bahan penutup plafond digunakan triplek teba 4 mm, dengan modul 60x120 cm dan pada pertemuan dengan dinding mengunkan list profil 4.5 x 4.5 cm, bentuk dan pola pemasangan sesuai dengan gambar rencana. b. Untuk plafond bagian luar bhan penutup plafond digunakan kayu timblun ukuran 1,5 x 7 – 10 cm c. Bagian pengantian atau penyisipan dipakai dari jenis yang sama. Pasal 8 PEKERJAAN PLESTERAN Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Plesteran 1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam pekerjaan plesteran adaah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat angkut yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil yang bermutu b. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta seluruh detail yang disebutkan dalam gambar. 2. Persyaratan Bahan a. Semen portland harus memenuh NI-8 (dipilih dari salah satu produk untuk seluruh pekerjaan.) b. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 10 c. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d. Adukan plesteran 1 pc : 2 pasr dipakai untuk plesteran kedap air dan 1 pc : 4 pasir untuk adukan plesteran dinding dan lainnya serta seluruh plesteran diaci taring licin. 3. Metode Pelaksanaan a. Plesteran dilaksanakan sesuai standar dan petunjuk dari bahan yang digunakan, dan persyaratan tertulis dalam uraian syarat pekerjaan. b. Semua pasangan batu bata 1:2 harus diplester dengan spesi 1 pc : 2 psr sedangkan pasangan batu bata 1:4 harus diplester dengan spesi1 pc : 2 psr c. Campuran aduk perangkap kedap air, beton yang berhubungan dengan udara luar dipakai adukan plesteran 1 pc : 2 psr d. Kelembaban afwerking harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba , dengan membasahi afwerking setiap kali

terlihat kering dan diindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat e. Jika terjadi keretakan akibat pengeringan yang tidak baik, afwerking harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh pengawas dengan biaya tanggungan penitia pembangunan f. Pemasangan afwerking pada sudut-sudut beton dan bentuk tertentu serta seluruh permukaan afwerking dibuat serapi mungkin. Pasal 9 PEKERJAAN LANTAI 1. Lingkup Pekerjaan a. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dalam ha ini alat-alat bantu yang berhubungan dengan terlaksanannya pekerjaan ini sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik. b. Pekerjaan lantai meliputi pekerjaan utugan bawah lantai, pekerjaan pemasangan lantai tumbuk 1 : 3 : 5 c. Lantai dipakai keramik ukuran 40 x 40 kualitas baik merk KIA / setar, warna ditentukan oleh panitia pembangunan d. Untuk lantai meja beton pada labor dipasang keramik ukuran 60 x 60 cm (sesuai dengan ukuran meja yang ada) dan dilengkapi dengan bon-bon pada pinggir pertemuannya. 2. Persyaratan Bahan a. Pengendalian pekerjaan sesuai persyaratan 1997(NI-2)PVBB NI-8 b. Bahan-bahan dipakai, yang sebelum ini seluruh harus dengan PBI dan

dipasang dahulu diperlihatkan lapangan. 3. Metode Pelaksanaan

terlebih harus kepada

pengawas / pengawas

a. Untuk pasangan yang langsung diatas tanah, maka tanah yang akan dipasang sub lantai harus dipadatkan untuk mendapatkan permukaan yang rata dan yang pemadatan dengan b. Seluruh alat timbres. ruangan ditimbun dengan tanah urug dan pasir urug. Mulai dari permukaan tanah permukaan Timbunan disyaratkan sampai lantai. yang harus padat sehingga maksimun, dilakukan mengunakan diperoleh daya dukung

merupakan permukaan yang keras, bersih dan bebas lainnya alkali, yang asam dapat mutu maupun bahan organic mengurangi

pasangan. Tebal lapisan pasir urug minimum 10

cm atau di sesuaikan dengan gambar, disiram dengan sehingga c. Diatas air timbress diperoleh pasir urug

kepadatan maksimal. dilakukan pekerjaan sub lantai cor beton seteba 5 cm atau sesuai dengan gambar campuran 1 pc 4 psr : 5 krkl Sub lantai beton cor permukaan harus benar-benar rata, dengan memperhatikan kemiringan didaerah teras. basah antai dan

Pasal 10 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Pintu dan Jendela 1. Lingkup Pekerjaan a. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. b. Pekerjaan pintu dan jendela terdiri dari pemasangan pintu panil, pintu wc/km yang diapisi dengan seng aluminium pada bagian dalamnya dan jendela kaca serta lainnya. c. Khusus pada ruang laboratotium seluruh pintu almari meja beton disempurnkan 2. Persyaratan Bahan Pintu dan Jendela Kayu

a. Persyaratan dari bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. b. Bahan yang akan diproses pabrikasi harus diseleksi terlebih dahuu sesuai dengan bentuk dan ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, dan pewarnaan yang dipersyaratkan. c. Jenis kayu yang digunakan untuk rangka pintu san jendela adalah kayu banio yang berkualitas baik. Harus dihindari dari cacat kayu seperti mata kayu, pecah-pecah dan lain-lain d. Bahan yang digunakan untuk bidang pani kecuali jika ditentukan lain adalah kayu sejenis, jenis kayuyang digunakan adalah kayu banio, yang berkualitas baik dengan muka berkualitas baik untuk bidang tampak. 3. Metoda Pelaksanaan a. Sebelum pekerjaan dimulai Tim Teknis wajib meneliti bentuk, gambar-gambar pola, dan kondisi cara lapangan (ukuran dan lubang-lubang) termasuk mempeajari penempatan pemasangan, mekanisme dan detai-detail sesuai dengan gambar. b. Sebelum dipasang pintu-pintu dan jendela harus disimpan pada ruangan / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. c. Harus memperhatikan semua sambungan dan penguat lainnya yang diperlukan sehingga terjamin kekuatannya dengan memperlihatkn dan menjaga kerapian terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat bekas penyetelan. Pekerjaan pembuatan pintu dan jendela pada sisi sudut yang diroter cekung pada dua sisi sudut salam, dan pada pertemuan dua sudut dalam tetap roter dibuat siku (tidak ditentukan) d. Ukuran tebal pintu dibuat 3 – 4 cm sedangkan rangka

jewndela ventilasi dibuat 3 cm. e. Semua perangkat berupa paku, secrup, baut dan lainnya harus digalvanis sesuai dengan NI-5. f. Panitia pembangunan harus memasang alat-alat pengantung dan pengunci meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu kayu. g. Semua material yang digunakan harus sesuai dengan yang tercantum dalam buku Petunkuk Teknis. Bila terjadi perubahan atau pengantian material akibat dari pemilihan merk. Maka panitia pembangunan wajib membuat berita acara pekerjaan tambah kurang sesuai dengan perobahan yang dilakukan. ] h. Semua alat dan kunci harus diengkapi dengan pengenal dari plat aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal ini dihubungkan denmgan nekel setiap anak kunci. i. Kelengkapan pintu dan jendela Pintu penil mengunakan : Kunci tanam 2 x slag merk SES (setara), engsel merk KEND ( setara), grendel 4 “, grendel tanam pabrikasi. Warna ditentukan kemudian. j. Semua perengkapan ini seperti kunci tanam, engsel pintu dan jendela, hak angin dan tangan-tangan jendela harus berkualitas baik dan terpasang dengan sempurna. k. Setiap daun pintu dilengkapi 3 engsel berukuran 4’ dan satu kunci tanam ditambah dengan 2 grendel besar dan untuk jendela dipasang 2 buah engsel berukuran 3 “ dan dilengkapi dengan hak angin serta tangan-tangan.

Pasal 11 PEKERJAAN CAT / KAPURAN Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Cat kapuran 1. Lingkup Pekerjaan a. Persiapan permukaan yang akan diberi cat b. Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan c. Pengecatan semua permukaan dan arean yang ada digambar 2. Standar Pekerjaan Panitia pembangunan harus menyiapkan contoh warna cat dan jenis cat yang akan dipergunakan dan mendapat persetujuan dari pengawas. 3. Pekerjaan Cat Dinding Tembok a. Yang termasuk pekerjaan adalah pengecatan seluruh plesteran bangunan yang ditentukan dalam gambar. b. Untuk dan digunakan jenis acrylic MATEK setara dinding luar dalam cat merk atau dengan emulsi bangunan dan telah bagian-bagian cat dinding tembok

warna diberikan pengawas c. Plamur digunakan adalah temok

yang

yang plamur RC

(Putity wall) d. Sebelum dinding plamur, plesteran sudah benar retak. e. Untuk warna warnayang harus benarkering, di

tidak ada retak-

sejenis , panitia pembangunan diharuskan mengunakan kaleng-kaleng dengan number) sama. f. Bagi yang bangunan direhap nomor yang campuran (batch

dilakukan pengecatan ulang 4. Pekerjaan Cat Plafond a. Yang termasuk secra menyeluruh.

pekerjaan Plafond atau

cat triplek

bagian-

bagian yang lain yangditentukan dalam gambar b. Cat MATEK (setara) untuk plafond triplek c. Selanjutnya semua metode / prosedur pengecatan plafond sama dinding. 5. Pekerjaan Cat Kayu a. Yang termasuk daam pekerjaan cat kayu pintu) adalah dan semua bagian kayu yang yang telah kelihatan (kozen, kayu, listplank, triplek dengan yang digunakan merk

pengecatan

ditentukan dalam gambar b. Panitia pembangunan harus mencat kayu yang kelihatan dengan cara 1 x jalan cat dasar, dompul, amplas dan 2 x jalan cat kilat. c. Cat yang digunakan adaah merk Platon (setara) , warna yang ditentukan oleh sekolah d. Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk, utuh, rata, tidak ada bintik-bintik atau gelembung udara

dan

bidang

cat

dijaga

terhadap

pengotoran.

Pasal 12 PEKERJAAN PERLENGKAPAN Pada rehap sedang ini tidak terdapat Pekerjaan Perlengkapan 1. Ling kup Peke rjaan a. Li n g k u p p e k er ja a n in i m el ip ut i p e n y

e di aa n te n g a k er ja , b a h a nb a h a n, p er al at a n d a n al at b a

nt u la in n y a u nt u k m el a ks a n a k a n p e k er ja a n se hi n g g a d

a p at di p er ol e h h as il p e k er ja a n y a n g la in . b. P e k er ja a n p er

le n g k a p a n te rd iri d ar i p e k er ja a n in st aa si li st ri k, sa ni ta ir, in st

al as i ai r k ot or d a n in st al as i ai r b er si h te r m as u k in st al as i pi p

a la b or le n g k a p d e n g a n as se so ri es 2. Persy arata n baha n a. P es y ar at a n b a

h a nb a h a n y a n g di g u n a k a n h ar us m e m e n u hi k et e nt u

nt u a n st a n d ar y a n g te la h di te ta p k a n b. K a b el in st al as i y a n

g di g u n a k a n a d al a h je ni s N G A d e n g a n D ia m et er se su ai d

e n g a n p er at ur a n y a n g b er la k u 3. Meto de Pelak sanaa n a. P e k er ja a n In st al

as i Li st ri k Pekerjaan instalasi listrik harus dipasangt sesuai dengan titik lampu, stok kontak dan scalar menurut instalasi terlampir. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh perusahaan instalatur yang terdaftar pada perusahaan listrik negara. Titik lampu dan stok kontak yang dipasang telah sesuai dengan gambar instalasi terlampir, pemasangan pengroupan instalasi, titik lampu dengan sekelarnya terpisah dari stop kotak. Pekerjaan instalasi ini baru dapat diterima setelah ada pemeriksaan dan rekomendasi dari Biro Instalasi. Pada unit gedung labor pemasangan instalasi listrik disesuaikan dengan kebutuhan peralatan dan penerangan. 1. Bahan-bahan yang digunakan 1.1 Kabel NYWGBY Kabel dengan 4 inti Lapisan isolasi PVC melindungi setiap inti. Lapisan metal yang menyelubungi secara keseluruhan sebagai earting conductor. 1.2 Kabel NYM Kabel dengan 3 inti untuk satu pass Inti copper dbungkus dengn isolasi PVC. Isolasi 2 lapis menyelubungi inti 1.3 Kabel NYA Isolasi PVC, luas penampang minimum yang boleh dgunakan 2,5 mm2. Kawat BC, kawat tembaga yang telanjang. 1.4 Steker stop kontak dan saklar dari bahan ebonite kualitas baik 1.5 Bola lampu pijar, TL dan armaturnya adaah produksi Nasional merk Philipps, Toshiba atau sekualitas dengan syarat-syarat berikut Lampu TL : Bodi plat besi, tebal minimum 0,9 mm, dicat putih didepan, abu-abu dibelakang. Balask merk sinar atau sejenisnya Stater merk philllips atau sejenisnya Fitting : Bagi Tl 20 W/ 220 V besarnya 2,5 micro F + 10 % Pengabelan didalam harus disolder

Kap merk SUN atau sekualitas 1.6 Panel Box yang dilengkapi fuse, switch untuk pembagian group pemasangan instalasi istrik, produksi dalam negeri (nasional0 atau sekualitas, dengan oarde (pentanahan) dari kabel B.C Macam – macam swich/ outet yang digunakan untuk tegangan 220 Volt adalah : • Pole Tegangan Rating Arus Type Bahan Pole Tegangan Rating Arus Type Bahan Outlet / stop kontak biasa (General Purpose Outlet) : Phase + Neutral + Earth : 220 Volt, 1 Phase, 50 hz : 16 Ampere : Pemasangan system tanam : Ebonit warna putih • Plug dan socket 1 phase untuk power : Phase + Neutral + Earth : 220 Volt, 1 Phase, 50 hz : Minimum 25 Ampere : Pemasangan diluar diberi landasan kayu : Ebonit warna putih • PLN ataupun Genset Bahan Cover Module Potongan Warna : Rangka Profil 30 mm : Besi plat 3 mm : Minimum (30x40) tinggi maksimum 175 cm : Puc standing kuat tidak bergetar : Abu-abu Sekring BOX

Main panel terdapat pada panel pertama menerima daya dari gardu induk

1.7 Apabila jaringan PLN berjarak 200 m1 dari lokasi sekolah maka pelaksana wajib menambah tiang listrik dari beton pra cetak. b. P e k er ja a n

P er pi p aa n  Untuk air bersih dipakai pipa sejenis Union / ucika dengan diameter 3/<< dan ½ inci dilengkapi dengan assesories sesuai kebutuhan dari merk yang sama  Pemasangan harus rapi dan tidak ada yang bocor dengan system sambungan memakai lem berkwalitas baik  Khusus untuk pipa gas labor dipakai bahan dari kuningan termasuk asessorienya dari jenis yang sama.  System penyambungan memakai ulir (drat) dan pada setiap penyambungan tidak boleh bocor  Pembuatan septitank dan peresapan kepasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan panitia pembangunan lengkap dengan pipa-pipa pembuang dan asessorisnya.  Pemasangan harus baik sehingga tidak menimbulkan kebocoran  Pada unit WC siswa dan guru perlengkapan sanitasinya termasuk system perpipaan disesuaikan dengan kebutuhan. Pasal 13 PAJAK Segala perhitungan dan pembayaran telah dibebankan dalam Rencana Anggaran Biaya Konstruksi. Pajak yang dimaksud adalah Pajak PPN 10 % PPH 1,5. Pasal 14 PENUTUP Sebelum serah terima pekerjaan, maka bekas sisa bahan dan tumpukan material dan sebagainya harus dibersihkan dari sekeliling lokasi pekerjaan. Walaupun dalam bestek / uraian diatas dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan ini tidak dinyatakan kata demi kata harus dilaksanakan / dikerjakan panitia pembangunan baik tentang kerusakan maupun persyaratan teknis lainnya. Maka pekerjaan tersebut harus dikerjakan dan bukan merupakan pekerjaan tambahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->