Dalam Perkara Nomor: 04/PID.B/TPK/2009/PN.JKT PST
Penulis : Ir. Mohammad Iqbal Dr. Maqdir Ismail SH. & Partners Ilustrasi Sampul Kontributor Editor / Layout Penerbit Situs dokumen : Irfanie Hikma Ihsani : Buroqi T. Siregar & Rangga Praduwiratna : Edy Surya & Erni Susiana : @ IQBALINDO, 2009 : www.geocities.com/iqbal_kppu/doc_list.htm

“Lily ybk. Hendaklah diingat abang sekarang tidak lagi berfungsi sebagai Advokat; sedangkan sebagai Wantimpres tidak layak/etis membuat surat jaminan. Maka buat saja nama abang sbg tokoh masyarakat. Abang tidak mau lagi terjadi peristiwa spt kasus Pak jendral Darsono, mantan Panglima Siliwangi, dimana teman2 seperjuangan kita yg punya kedudukan di DPR atau Lembaga lainnya semuanya takut menandatangani permohonan tahanan luar utk Pak Ton. Sungguh tragis. Abang.” SMS di atas adalah dari Adnan Buyung Nasution SH kepada Andralilianti, istri Mohammad Iqbal, saat beliau dimohon untuk membuat Surat Jaminan Tahanan Kota terhadap Mohammad Iqbal.

“Kenapa Surat Perintah Penyelidikan No. Sprin.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyadapan No. Sprin.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang digunakan sebagai dasar Penyelidikan perkara saya ini tidak boleh diketahui oleh saya dan Penasehat Hukum Saya?”. Demikian bunyi salah satu pleidooi Mohammad Iqbal mengenai TIDAK DIBERIKAN-nya dua dokumen penting perkara oleh KPK kepada Mohammad Iqbal dan Penasehat Hukumnya, walaupun Penasehat Hukum telah dua kali melayangkan surat resmi untuk meminta dokumen tersebut.

yakni : I . JKT PST dengan terdakwa Mohammad Iqbal pada hari Senin 8 Juni 2009 telah mulai memasuki babak akhir.Pengantar PENGANTAR Sidang perkara Nomor : 04/PID. 2. Dari fakta yang terungkap di persidangan dan Berita Acara Pemeriksaan saksi. antara lain adalah : 1. Adanya 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan yang dikeluarkan oleh KPK pada tanggal 20 Juni 2008 dan tanggal 15 September 2008. Dalam hal materi perkara. dan dari fakta Persidangan yang terungkap dari keterangan saksi. karena fakta dan bukti dipersidangan justru membuktikan sebaliknya. ahli dan bukti surat. yakni 20 hari sebelum Billy berkenalan dengan Mohammad Iqbal. Surat perintah penangkapan KPK atas Billy Sindoro (diduga untuk kasus pidana yang lain) sudah muncul tanggal 1 Juli 2008. Pleidooi ini secara jelas menunjukkan adanya keanehan yang luar biasa dalam perkara ini. dengan disampaikannya Pleidooi atas dakwaan dan tuntutan Penuntut Umum yang disampaikan seminggu sebelumnya. & Partners. untuk penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang sama. tepat 1 bulan SEBELUM mereka berkenalan tanggal 21 Juli 2008. Pleidooi ini tidak saja menggugurkan apa yang didakwa dan dituntut oleh Penuntut Umum. 3. tetapi juga membuka mata akan berbagai fakta yang jelas-jelas muncul. pleidooi ini juga secara jelas akan menunjukkan adanya pemaksaan dakwaan dan tuntutan oleh Penuntut Umum. Buku ini menyajikan Pleidooi yang diajukan oleh Mohammad Iqbal dan Penasehat Hukum beliau Dr. Surat perintah penyadapan terhadap Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro yang diterbitkan oleh KPK tanggal 20 Juni 2008. Maqdir Ismail SH.B/TPK/2009/PN. baik di dokumen Berita Acara Pemeriksaan para saksi. Melalui data dan argumen yang diungkapkan.

Direct Vision Temuan diatas cukup menarik. Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 telah membuat keputusan yang menguntungkan PT. karena keputusan yang dimaksud dibuat oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan sholat Jumat. Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal menerima tas yang berisi uang suap senilai 500 juta rupiah. Direct Vision. karena menunjukkan bagaimana PT. Tetapi bukti dan saksi justru menggugurkan tuduhan tersebut. yakni Tadjudin Noersaid dalam melakukan manuver di dalam KPPU. antara lain : 1. Direct Vision berusaha mendapat keuntungan melalui pendekatan ke komisioner KPPU. Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal membocorkan LHPL (Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan) yang dianggap sebagai rahasia. Direct Vision. ada beberapa fakta baru yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan perkara ini. dimana Mohammad Iqbal tidak berperan.Pengantar 1. Perubahan keputusan yang dilakukan oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan Sholat Jumat yang secara nyata telah menguntungkan pihak PT. 2. Skenario ini menunjukkan keterlibatan komisioner KPPU lainnya. Dalam proses pemeriksaan BAP maupun persidangan. tetapi justru Mohammad Iqbal yang pada akhirnya menjadi korban. 3. Tetapi para saksi dihadirkan oleh jaksa penuntut serta seluruh bukti yang diajukan ke persidangan (termasuk rekaman CCTV) tidak satupun yang bisa membuktikan tuduhan tersebut. Faktanya LHPL tersebut sudah dipublikasikan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraini dan telah beredar di media massa jauh sebelum Mohammad Iqbal memberitahukannya kepada pihak PT. Direct Vision). Skenario penjebakan terhadap para komisioner KPPU yang terungkap dari Berita Acara Pemeriksaan saksi-saksi Erry Bundjamin SH (Penasehat Hukum PT. 2. Direct Vision) dan Erwin Darwis Purba SH (Senior Vice President Legal PT. II .

banyak hal yang bisa disimpulkan mengingat adanya beberapa temuan dan/atau kejadian. Kesaksian dari Ahli yang menyebutkan bahwa rekaman CCTV yang ditampilkan di persidangan tidak dapat dijadikan alat bukti. antara lain : 1. padahal berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan kedua saksi ini telah membeberkan fakta sebenarnya mengenai skenario proses dan target penjebakan komisioner KPPU. 2. buku ini bisa memberi fakta dan data untuk perbaikan proses hukum di Indonesia. Saksi Kunci perkara ini ( Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba) yang tidak dihadirkan oleh pihak Penuntut Umum. 2.Pengantar Selama proses persidangan. Pembuatan buku ini semata-mata merupakan upaya penyampaian kepada masyarakat Indonesia mengenai apa dan bagaimana proses hukum atas perkara yang menimpa Mohammad Iqbal. Memerintahkan kepada KPK dan / atau aparat penegak hukum di Indonesia untuk menindaklanjuti berbagai temuan yang muncul di persidangan. Harapan kami. maka sangatlah penting bagi majelis hakim untuk bertindak dan memberi keputusan yang adil dengan cara yang benar. yakni : 1. bukti. III . karena rekaman tersebut tidak orisinil dan tidak utuh. Dari seluruh fakta. temuan. Hakim memutuskan perkara Mohammad Iqbal berdasarkan fakta dan kesaksian yang muncul di persidangan. saksi dan ahli yang ditampilkan di proses persidangan.

.

Analisa Yuridis Terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan V. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan VIII. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan VII. Penutup Dan Permohonan Nota Pembelaan Mohammad Iqbal Pengantar Tanggapan dan Pembelaan I. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah III. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU IV. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa III. Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU V. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan VI. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan IV. Penutup AKHIR KATA LAMPIRAN I IV 1 3 13 27 31 75 81 89 95 101 103 109 147 159 161 167 IV . Pendahuluan II. Pendahuluan II.DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI Nota Pembelaan Tim Penasehat Hukum Pengantar Nota Pembelaan I.

.

H Andi Abdurrahman Nawawi. S. M.H.H.Dalam Perkara Nomor : 04/PID..M Dr.H. Marbun. M..H.H Masayu Donny Kertopati.M M. S.B/TPK/2009/PN. S.. S. Maqdir Ismail.JKT PST Tim Penasehat Hukum : Dr. Rudjito. S. S. LL. S.H oleh : . LL..F.Hum Dasril Affandi.

.

B/TPK/2009/PN. maka hal itu adalah wujud dari dinamika persidangan dan hendaknya tidak menjadikan sebagai sesuatu yang mengganggu. Penuntut Umum. Mohammad Iqbal Dalam Perkara Nomor : 04/PID. Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Sdr. Mohammad Iqbal. 1 . Terima kasih kami haturkan kepada Majelis Hakim yang mulia yang telah memimpin persidangan perkara ini dan telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kami untuk mengajukan pertanyaan baik kepada saksi maupun kepada Terdakwa juga mengajukan keberatan-keberatan ataupun memeriksa barang bukti. H. Andaikata dalam persidangan perkara ini terjadi perdebatan keras atau saling interupsi antara kami dengan Sdr. Kepada Sdr.Pengantar Nota Pembelaan Nota Pembelaan Terdakwa Ir H. Panitera Pengganti. Ir. Penuntut Umum yang telah bekerja keras membuktikan dakwaannya.JKT PST Majelis Hakim yang mulia. Sdr. kami berharap tidak ada bagian yang tertinggal ketika mencatat keterangan para saksi yang nantinya akan dipergunakan sebagai bahan yang sangat berarti bagi Yang Mulia Majelis Hakim dalam membuat putusan. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang tidak habishabisnya melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami masih diberi kekuatan mengemban tanggung jawab profesi sebagai Advokat untuk menyampaikan Pembelaan tidak saja bagi kepentingan klien kami. Penuntut Umum yang kami hormati. namun lebih dari itu tugas kami untuk menguak kebenaran dan memperoleh keadilan dalam perkara ini.

Pengantar Nota Pembelaan 2 .

Majelis Hakim yang mulia. layak pula kita sampaikan penghargaan. Tetapi secara kasat mata membenarkan argumen dalam Surat Tuntutan Pidana dengan mengutip pendapat orang dari buku. yang telah berupaya dengan segenap tenaga dan cara untuk membuktikan kebenaran dakwaannya. Sudah barang tentu pada tempatnya juga kami menyampaikan kekecewaan kami. perlu juga kami sampaikan satu kritik kami terhadap Penuntut Umum yang tidak setuju kehadiran ahli hukum pidana dihadapan sidang yang mulia ini. tanpa mau belajar dari hasil penelitian para peneliti bagi kami adalah sikap tinggi hati yang tidak beralasan. Inilah keanehan dan keajaiban yang akan dilanggengkan dalam proses peradilan terhadap perkara korupsi. yang mungkin dianggap sebagai ahli oleh Penuntut Umum. bagi kami sungguh membuat kami yang tidak mempunyai keahlian ini menjadi kecil hati. Sdr. Sikap menganggap diri sudah ahli ini. Pendahuluan I. Kepada Saudara Penuntut Umum. Sikap merasa ahli tanpa mau mendengar orang lain. tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan kami terhadap Penuntut Umum.I. kami sampaikan penghargaan kami atas perkenan Majelis yang mulia untuk mendengarkan keterangan ahli hukum pidana yang kami hadirkan dalam persidangan ini. Sebagai kalimat pembuka pada bagian ini. PENDAHULUAN Majelis Hakim yang mulia. meskipun tidak jelas benar keahliannya. Penuntut Umum yang kami hormati. Sdr. ketika Penuntut Umum yang menggunakan haknya menganggap pembuktian sudah cukup tanpa perlu 3 . Namun. Penuntut Umum yang terhormat.

Kekecewaan kami atas ketidak hadiran saksi Erry Bundjamin dan saksi Erwin Darwis Purba. dan kemudian dalam persidangan dianggap tidak perlu dihadirkan oleh Penuntut Umum. tidak ingin menimbulkan fitnah. banyak masalah yang bisa diperjelas dan diurai.I. Terutama yang berhubungan dengan penggelapan pajak dari PT. Sebab menurut pandangan kami. kami menghendaki agar kedua orang ini dihadirkan dalam persidangan. Dan tentu juga masyarakat berhak tahu siapa saja yang terlibat dan menjadi penyebab kasus ini. Pengabaian hak Terdakwa dan masyarakat untuk membuka masalah sesungguhnya dari perkara ini. Simplifikasi dan penyederhanaan masalah oleh Saudara Penuntut Umum ini bagi kami adalah satu bentuk dari pengabaian hak masyarakat untuk mengetahui duduk perkara dan kebenaran secara materil perkara ini. Namun keterlibatan keduanya tidak pernah diungkap secara jelas dan nyata sampai terjadinya kasus ini. First Media Tbk. Perkara ini. Dalam penyidikan tidak banyak hal yang ditanya. Padahal dalam faktanya masalah penyerahan tas berisi uang tersebut hanya satu fase atau satu mata rantai dari satu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pihak Lippo dalam bersengketa dengan Astro Malaysia. bahwa kedua makhluk inilah yang memulai menyusun rencana untuk melakukan pendekatan kepada KPPU yang sedang menangani sengketa Liga Inggris. “penyerahan secara salah tas berisi uang oleh Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal”. tapi belum menghukum petinggi PT. Tentu saja sebagai penasehat hukum yang ingin mencari kebenaran. masih banyak masalah belum terbuka dan tersembunyi. Paling tidak dari catatan resmi. menurut hemat kami sangat beralasan. kedua anak manusia bernama Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba inilah yang menjadi pangkal terjadinya perkara ini. 4 . First Media Tbk yang sudah menghukum petugas pajak. dengan konstruksi yang dibangun oleh Penuntut Umum seolah-olah hanya masalah kecil yaitu. Masih banyak hal yang bisa diungkap. Dimana penggunaan hak itu dibenarkan oleh Majelis Hakim yang mulia. Pendahuluan menghadirkan Saksi dalam penyidikan yaitu saksi Erry Bundjamin dan saksi Erwin Darwis Purba.

5 . Permintaan yang disampaikan melalui telpon dan SMS. Sdr. Tidak ada satu saksipun selama persidangan ini yang menerangkan bahwa kasus Terdakwa Mohammad Iqbal ini berhubungan dengan kasus pembayaran pajak PT. sebagai induk perusahaan yang bergerak dalam bidang penyiaran milik kelompok Lippo. Memang masalah penggelapan pajak atau pengurangan pembayaran pajak PT. agar Terdakwa Mohammad Iqbal bersedia untuk menemui Billy Sindoro. First Media. bahwa malapetaka yang menimpa Terdakwa. Sebagaimana telah kami kemukakan dalam Eksepsi kami. First Media ini bukan urusan kita. berawal dari permintaan Tadjoedin Noersaid. ternyata satu bulan sebelum Tadjoedin Noersaid meminta kesediaan Terdakwa untuk bertemu dengan Billy Sindoro. Hingga kini. telah secara sengaja melakukan penyadapan terhadap nomor telpon genggam Terdakwa dan Billy Sindoro. tentu dengan kita sebut masalah ini. Komisi Pemberantasan Korupsi. melaporkan adanya mark down (pengurangan pajak) yang sedang diusut berhubungan dengan PT. Pendahuluan Majelis Hakim yang mulia. Klien kami Mohammad Iqbal. Hanya saja memang seperti diberitakan oleh Berita Harian Kontan tanggal 10 Mei 2008. malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih. selama persidangan kita tidak pernah mendapatkan keterangan dan alasan yang jelas dan dasar hukum dilakukannya penyadapan terhadap klien kami Mohammad Iqbal dan terhadap Billy Sindoro. Billy Sindoro adalah termasuk salah seorang dalam Kelompok Lippo.I. Dan tidak juga kita temukan hubungan langsung dengan perkara yang kita hadapi ini selama dalam persidangan. Dan sebagaimana diterangkan oleh Roy Edu Tirtadji dalam Berita Acara Pemeriksaanya. Harian Kontan 30 Juni 2008. Oleh karena bukan urusan kita. First Media Tbk. Namun. Koran Sindo tanggal 17 Juni 2008. akan banyak yang beranggapan bahwa ini adalah bentuk keusilan kami penasehat hukum Terdakwa saja. Penuntut Umum yang terhormat.

Malang nian nama baik dan nasib klien kami Mohammad Iqbal ini. sudah kami kemukakan juga bahwa Klien kami Ir. menjadi masalah besar dengan biaya kecil. Kalau seandainya cerita ini benar.H. Tidak ada niat kami untuk mencari-cari masalah. Apa yang kami kemukakan sejak dalam eksepsi kami. hanya dimanfaatkan untuk mengalihkan cerita yang tidak berkaitan langsung dengan dirinya. Mohammad Iqbal korban persekongkolan untuk mempengaruhi KPPU. maka inilah salah satu bentuk dari penggunaan kekuasaan untuk mengalihkan masalah besar dengan biaya besar. Pendahuluan Yang menjadi masalah bagi kami. Mohammad Iqbal ini adalah korban persekongkolan untuk mempengaruhi KPPU sebagaimana dapat disimpulkan dari Berita Acara Pemeriksaan terhadap saksi Saksi Erry Bundjamin. Billy Sindoro ditempat lain dan agar supaya masalahnya tidak terlalu besar maka akan dicarikan pasangannya. S.H.I. S. Dalam Eksepsi yang kami sampaikan sebagai keberatan kami terhadap Dakwaan Penuntut Umum. Persekongkolan ini. Pasangan yang paling tepat untuk digiring dan mempunyai nilai berita yang besar adalah perkara yang sedang berlangsung di KPPU. apalagi menyusahkan orang yang tidak bersalah. dan saksi Erwin Darwis Purba. kalau seandainya benar cerita yang berkembang bahwa penyadapan yang dilakukan terhadap Billy Sindoro ini pada awalnya berhubungan dengan kegiatan Sdr. kami yakini sebagai upaya untuk menguntungkan kepentingan 6 . karena melibatkan para penggemar sepak bola yang luar biasa fanatiknya. Perkara liga Inggris yang sangat menarik perhatian orang banyak. adalah upaya kami mencari kebenaran materiil dalam perkara ini. Penuntut Umum yang terhormat. Majelis Hakim yang mulia. Sdr.

Kecerobohan KPK yang tidak segera melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro yang sudah disiapkan surat perintah penangkapannya tersebut menjadi faktor yang sangat menentukan untuk terjadinya perkara ini. Direct Vision melawan Astro Malaysia. dapat dikatakan bahwa skenario yang disusun oleh saksi Erry Bundjamin. Pertemuan yang menjadi pangkal terjebaknya Terdakwa Mohammad Iqbal dalam kumparan persengkokolan untuk mempengaruhi KPPU tidak bakalan terjadi jika KPK segera melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: Sprin. yaitu kelompok usaha Lippo. 7 . saksi Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba mendiskusikan cara mempengaruhi KPPU yang akan dilakukan melalui jasa baik Tadjudin Noersaid. dan saksi Erwin Darwis Purba. Suatu persengketaan besar yang melibatkan konglomerat Indonesia dan Malaysia. Hal ini tentu berkaitan dengan sengketa pemegang saham PT. Seorang Komisioner KPPU senior dan dianggap dapat melakukan lobby terhadap Terdakwa. S.Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008. Pendahuluan pemegang saham PT.I. S.H. Dari catatan Erwin Darwis Purba yang disita oleh penyidik KPK. Persengketaan yang terkait dengan gengsi dan nama besar dalam dunia usaha di Asia Tenggara.H. telah berhasil meyakinkan Tadjudin Noersaid untuk mempengaruhi Terdakwa Mohammad Iqbal. bahwa dia-lah yang meminta Terdakwa untuk menerima permintaan Billy Sindoro untuk melakukan pertemuan. Seorang bekas aktivis Mahasiswa dan sudah menjadi politisi kawakan. Untuk melindungi gengsi dan kepentingan serta nama baik pemegang saham Lippo. Hal ini dapat kita lihat dari keterangan yang disampaikan oleh saksi Tadjudin Noersaid dihadapan sidang. Salah seorang pemimpin pada partai besar yang dianggap berpengaruh. Direct Vision.

sepanjang yang kami ketahui. dan saksi Erwin Darwis Purba. Apa kepentingannya hal ini dilakukan demikian. Sdr. Pendahuluan Majelis Hakim yang mulia. S. Kebenaran cerita ini hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang tahu. hanya diperiksa dalam perkara Klien Kami Terdakwa Mohammad Iqbal.H. kami melihat ada hal yang tidak patut dan janggal telah terjadi dalam penanganan perkara ini. Majelis Hakim yang mulia. Kalau ditanya kepada kami penyebab hal itu terjadi. untuk bersaksi dalam perkara ini. sebagaimana disampaikan oleh Penuntut Umum. Tidak ada berkas pemeriksaan mereka sebagai saksi dalam perkara Billy Sindoro. Dengan tidak bermaksud untuk menyampaikan buruk sangka kami. jawaban kami hanya pimpinan yang menyidik perkara inilah yang mengetahui alasannya. S. S. Ketidak-hadiran kedua 8 . Kita yang hanya menjadi bagian tidak menentukan dalam proses perkara ini harus menerima semua ini sebagai hal yang patut diterima.H. S. karena telah pindah alamat bahkan katanya telah pindah keluar negeri. Kalau dikaji ulang secara lebih baik dan teliti. Sdr. Ketidak hadiran saksi yang telah diperiksa oleh penyidik. kemudian diabaikan dan dianggap tidak perlu dihadirkan dihadapan sidang yang mulia ini. tetapi telah menyesatkan kita semua dalam memahami perkara ini secara baik. Penuntut Umum yang terhormat.H.H. bukan hanya melawan akal sehat kami. Sedangkan ketidak hadiran saksi Erwin Darwis Purba.I. Namun sungguh disayangkan. karena dianggap pembuktian telah cukup. dan saksi Erwin Darwis Purba. Saksi Erry Bundjamin. Penuntut Umum yang terhormat. tidak ada alasan yang masuk diakal dan dapat dijadikan argumen untuk membenarkan ketidak-hadiran saksi Erry Bundjamin. hanya penyidik yang tahu. Penuntut Umum tidak berkenan menghadirkan saksi Erry Bundjamin pada persidangan ini.

I. Pendahuluan

saksi ini telah melahirkan fitnah yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Fitnah terutama berhubungan dengan banyaknya orang besar yang mereka sebut dan bicarakan untuk dihubungi dalam rangka membela kepentingan Kelompok Usaha Lippo dalam perkara Liga Inggris di KPPU. Selain itu yang juga tidak bisa dikonfirmasi adalah maksud dan niat dari kedua saksi tersebut menyebut nama beberapa mantan pejabat untuk dihubungi. Dan sudah barang tentu, tidak pula bisa dijawab niat menghubungi para mantan pejabat tersebut sepenuhnya hanya ide kedua “kurcaci” ini atau mereka menterjemahkan ide dari petinggi perusahaan. Atau karena mereka dipengaruhi oleh kekuatan besar sehingga mereka perlu mencari jalan diluar jalan hukum yang sedang ditempuh dihadapan KPPU. Kalau ini merupakan ide mereka berdua, sepatutnya mereka diadili telah mencemarkan nama besar perusahaan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh penyebar agama dan nama baik mantan pejabat yang selama ini bukan dikenal sebagai pejabat yang sering berbuat yang tidak patut. Kalau hal ini merupakan terjemahan ide dari petinggi perusahaan, maka mereka harus diingatkan bahwa hal seperti ini tidak patut mereka lakukan. Ide ini bukan hanya merusak sistem hukum yang sedang dibangun dan ditegakkan ditengah kesulitan masyarakat dalam bertahan hidup, tetapi juga dapat merusak citra pimpinan perusahaan yang selama ini cukup dikenal sebagai tokoh yang taat beragama dan penyebar agama yang baik. Kalau asumsi yang kami kemukakan tersebut diatas benar adanya, maka sempurnalah kedudukan Terdakwa Mohammad Iqbal sebagai korban persekongkolan untuk menghancurkan dirinya dan menjadikannya sebagai korban permainan “politik” untuk kepentingan yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, bahwa perkara ini adalah bentuk lain dari pengelolaan perkara yang digunakan untuk melindungi kepentingan tertentu yang tidak berhubungan dengan perkara ini.

9

I. Pendahuluan

Majelis hakim yang mulia, Sdr. Penuntut Umum yang terhormat, Ketidak hadiran saksi Erwin Darwis Purba, karena telah tinggal di luar negeri, menurut hemat kami bukanlah alasan yang patut dikesampingkan. Alasan semacam ini adalah alasan yang formalitas yang tidak berdasar, selain dari keterangan RT yang bisa ditulis oleh siapa saja. Kalau memang betul dia telah pergi meninggalkan Negara Republik Indonesia ini, dan bekerja di luar negeri tentu hal ini bisa kita cek di Imigrasi dan di kedutaan Republik Indonesia yang dikatakan sebagai tempat tinggal Erwin Darwis Purba yang baru. Bahkan hal itu bisa di cek di bagian Visa dinegara tempat tujuannya bekerja. Karena pasti ada izin kerja yang diperlukan agar bisa bekerja di luar negeri seperti yang dilakukan oleh Erwin Darwis Purba ini. Meskipun kami lebih percaya bahwa Erwin Darwis Purba ini secara sengaja disuruh meninggalkan Indonesia, agar tidak berbicara banyak hal mengenai apa yang sudah mereka lakukan sehubungan dengan perkara Liga Inggris ini. Untuk menghindarkan Erwin Darwis Purba dari membuka aib itu, maka dirancanglah kepergiannya keluar negeri. Seperti rancangan yang mereka buat untuk mempengaruhi KPPU dalam perkara Liga Inggris, dengan mengorbankan Terdakwa Mohammad Iqbal. Sebagaimana dinyatakan dalam BAP Erwin Darwis Purba, sebagai bukti No.27. Rencana yang yang ditulis dengan tulis tangan tanggal 17 Oktober 2007 ini kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Rencana ini sungguh sangat dahsyat. Mereka secara terencana berusaha untuk mempengaruhi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi I yaitu Bapak Marzuki Darusman, S.H. Bahkan akan dicoba mempengaruhi mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh, S.H. Selain itu mereka juga mencoba dan memetakan posisi mantan Komisioner KPPU Drs. Ir Sutrisno Iwantono, M.A. dan para komisioner di KKPU seperti Tadjudin Noersaid, Erwin Syahril, Benny Pasaribu, Syamsul Maarif, Tresna P. Soemardi, Didik Ahmadi dan Mohammad Iqbal, yang mungkin dipengaruhi.

10

I. Pendahuluan

Selain itu dipersiapkan orang-orang yang akan mempengaruhi mereka seperti Halim Mahfudz sebagai salah seorang Senior Vice Presiden Corporate Affairs PT. Direct Vision yang akan menghubungi mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Bapak Marzuki Darusman. Pemetaan semacam ini memang bisa dibuat oleh siapa saja. Tapi pekerjaan semacam ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Ini memerlukan pengalaman dan pengetahuan khusus dengan informasi yang cukup terhadap orang-orang yang akan dipengaruhi. Sebagai contoh, tulisan tangan Erwin Darwis Purba menyatakan, “Hubungan Pribadi Ery dengan Tadjudin. Mulai dari sini, EB akan memperkenalkan. Bantuan luar biasa. Advance tidak harus member – based on success fee. EB harus bicara dengan Tadjudin. Manuver di dalam biar Tadjudin yang melakukan”. Pada bagian lain dinyatakan, ”Erwin Syahrial > ikut dipegang T” atau “Erwin Syahrial adalah tipe minimalis yang malas membaca, akan mengikuti saja anggota”. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa kegiatan ini melibatkan orang-orang besar dan orang-orang yang terbiasa dengan kegiatan lobby. Melihat, posisi dari Erwin Darwis Purba dan begitu juga dengan mempelajari Erry Bundjamin, kami tidak yakin bahwa mereka mempunyai kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan lobby kepada salah satu partai besar, atau juga memanfaatkan mantan Jaksa Agung dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang masih aktif. Yang kami yakini pekerjaan lobby ini dilakukan oleh orang lain, diluar Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Seandainya tulisan tangan Erwin Darwis Purba ini tidak benar, maka bisa jadi dia orang yang sedang sakit atau sengaja melamun untuk memfitnah orang. Akan tetapi kalau rencana ini benar adanya, maka berarti mereka secara sengaja hendak merusak dan meluluhlantakkan nama baik dari orang-orang yang selama ini tidak penah dikenal sebagai orang yang biasa berbuat apa saja untuk kenikmatan materi.

11

I. Pendahuluan

12

70A/01/22/VI/2008. Namun satu hal yang pasti tidak pernah ada yang menjelaskan dasar hukum dari penyadapan ini. Sdr. Sebab pertemuan tersebut baru terjadi pada tanggal 21 Juli 2008. Ada beberapa fakta yang perlu kami sampaikan dalam persidangan yang terbuka untuk umum ini yang menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi oleh KPK nyata telah melanggar hak asasi Terdakwa.II. Penyadapan itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyadapan No. Ini suatu tindakan yang luar biasa.Sprin. Hal yang pasti bahwa penyadapan ini dilakukan oleh penyelidik KPK satu bulan sebelum Terdakwa Mohammad Iqbal dipertemukan dengan jasa baik dari saksi Tadjudin Noersaid. KPK MELANGGAR HAK ASASI TERDAKWA Majelis Hakim yang mulia. Mohammad Iqbal adalah korban kesewenang-wenangan dalam Penyadapan Telepon Menurut keterangan saksi Rani Anindita Tranggani. Tindakan yang berada diluar batas kepatutan dan tindakan yang melanggar hak asasi manusia. seorang petugas KPK yang mendapat perintah untuk melakukan pencatatan hasil penyadapan. Para pelaksana seperti saksi Rani Anindita Tranggani atau Iman Santoso tidak mengetahui dasar penyadapan tersebut.Dap. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa II. Perintah yang tidak perlu dijelaskan dasarnya dan pantang pula ditanya alasannya. Penuntut Umum yang kami hormati. KPK telah menggunakan kekuasaannya dengan sewenangwenang (abuse of power) dan menginjak-injak hak asasi Terdakwa. tanggal 20 Juni 2008. Saksi-saksi ini hanya menjalankan perintah. bahwa penyadapan itu dilakukan terhadap dua nomor telpon yaitu 0812064800 milik Mohammad Iqbal dan 081586400429 milik Billy Sindoro. 13 .

Bahkan dalam perkara pidana yang lebih serius seperti Terorisme. sekali lagi hanya Ketua Tim Penyelidik atau penyidik saja yang tahu. Apa yang menjadi alasannya. Dan menjadi sah kalau ada yang beranggapan perbedaan perlakuan ini tidak berdiri sendiri. Oleh karena penyadapan ini termasuk dalam kategori upaya paksa. Dalam persidangan ini saksi ini menyatakan bahwa perintah penyadapan itu hanya dilakukan terhadap kedua nomor itu saja. Terdakwa dengan saksi Anna Maria Tri Anggraeni dan antara Terdakwa dengan Tadjudin Noersaid. ada sesuatu dibalik perbedaan perlakuan ini. Tidak ada penjelasan dan tidak ada argumennya yang masuk diakal. meskipun dalam faktanya terungkap juga SMS atau percakapan dari telpon saudara Terdakwa terhadap nomor yang lain ikut disadap. Meskipun tanpa perintah juga toh tetap dilakukan penyadapan terhadap pengiriman SMS dan telpon Terdakwa kepada isterinya. Perbedaan perlakuan ini tidak dilakukan karena ada 14 . KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Sebagaimana diterangkan oleh ahli Dr. adalah layak kalau dipertanyakan penyebab adanya perbedaan perlakuan terhadap kedua nomor telepon yang disadap. Tidak dilakukan terhadap nomor yang lain. Dari surat perintah penyadapan yang ditunjukkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani. maka penyadapan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.II. Alasan yang kita dengar karena tidak ada perintah. Menurut hemat kami. maka segala kegiatan yang berhubungan dengan penyadapan itu harus bermodalkan izin dari pengadilan. suatu penyadapan itu baru dapat dilakukan. karena adanya dugaan keras yang disadap itu melakukan tindak pidana. Sebab kalau tidak ada izin dari Pengadilan. dihadapan sidang yang ditolak oleh Penuntut Umum ini kita tidak bisa membaca alasan penyadapan. Rudy Satrio Mukantardjo. Hubungan telpon antara Terdakwa dengan saksi Benny Pasaribu. maka penyadapan itu harus dilakukan dengan izin dari Hakim Pengadilan. Tetapi kita tidak bisa melihat apa isi dan bunyi percakapan dari nomor telpon Saudara Billy Sindoro kepada nomor yang lain.

Apa kepentingan itu. mencatat dan melaporkan kepada Ketua Tim semua pesan singkat (SMS) atau percakapan 15 . Hal ini dapat kita lihat dari SMS atau permintaan ketemu justru berulang dilakukan atau diminta oleh Billy Sindoro. Majelis Hakim yang kami muliakan. Tetapi justru yang dapat berlanjut bahkan mungkin ada perbuatan yang lain yang lebih besar justru dilakukan oleh Billy Sindoro. Tidak boleh perbedaan perlakuan. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa pertimbangan hukum. Masih berhubungan dengan penyadapan ini. maka terhadap yang lain harus dilakukan hal yang sama. Kalau dalam satu hal dianggap harus dilakukan penyadapan. Penuntut Umum yang terhormat. Ada kepentingan yang hendak dilindungi. tidak juga karena adanya perbuatan berlanjut yang dapat dilakukan Terdakwa Mohammad Iqbal. Salah satu contoh yang paling nyata adalah mengenai naskah rekaman percakapan yang dijadikan sebagai barang bukti. Inilah yang disebut sebagai standar norma yang sama.II. perbedaan perlakuan ini karena ada sesuatu yang hendak disembunyikan. khususnya dalam penyadapan yang digunakan adalah standarganda. ada beberapa keterangan yang tidak sejalan antara yang diterangkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani dan saksi Iman Santoso. Dan yang sangat berkepentingan terhadap perkara Liga Inggris itu adalah Group Lippo yang dalam hal ini diwakili oleh Billy Sindoro. hanya Tuhan yang tahu diluar orang-orang yang menyusun skenario perkara ini menjadi perkara yang tidak jelas. Sdr. Argumen yang beredar. Hukum itu harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta perlakuan yang sama. bukan dari Terdakwa. Dalam keterangannya saksi Rani Anindita Tranggani. menyatakan bahwa dialah yang diperintahkan untuk mendengarkan. Perbedaan perlakuan ini adalah pelanggaran terhadap hukum. Dalam perkara ini. Perbedaan perlakuan yang kasat mata sungguh tidak masuk diakal sehat kami dan tidak ada argumen hukumnya.

hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan penyelidikan harus dirahasiakan. Kejanggalan sikap ini. Penambahan huruf A ini adalah upaya untuk menjelaskan sesuatu yang tidak biasa atau untuk membedakan penggunaan nomer surat perintah untuk kepentingan lain. Meskipun pada faktanya sesuai bukti yang kita terima. kalau dalam satu proses penyelidikan. Kami dapat memahami. Fakta ini bisa menjelaskan kepada kita. tetapi ada perkara lain yang tidak diteruskan berhubung telah ada perkara Terdakwa ini. bahwa sebenarnya perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini bukanlah perkara utama. Tetapi ditengah perlunya transparansi segala kegiatan seperti sekarang ini. Hal ini kita bisa lihat dari cara penomoran surat perintah penyelidikan ini. Namun dalam persidangan ini saksi ini tidak bisa menunjukkan hasil kerjanya dalam melakukan pencatatan tersebut. Pencangkokan huruf A dalam nomer Surat Perintah bukanlah sesuatu yang lazim. sikap penuntut umum yang keberatan dihadapan sidang pengadilan yang terbuka untuk umum untuk tidak memberikan surat perintah penyelidikan itu sebagai barang bukti di pengadilan. mengenai surat perintah penyelidikan sebagai sesuatu yang rahasia dalam suatu persidangan yang terbuka untuk umum. Apa perkara itu hanya para penyelidik saja yang tahu. Agak sulit dimengerti pernyataan Penuntut Umum. 16 .II. semua itu ditanda tangani oleh saksi Iman Santoso. tetapi untuk yang lain. Kalupun tidak. bisa jadi adalah upaya untuk tidak transparan atau bisa juga karena surat perintah tersebut sebenarnya tidak ada bahkan baru diadakan sesudah penyelidikan perkara ini dilakukan. sangat sulit difahami. bisa saja surat perintah penyelidikan sebenarnya bukan untuk Terdakwa Mohammad Iqbal. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa telpon yang berasal dan atau berhubungan dengan nomor telpon Terdakwa Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro.

Dugaan ini muncul karena ada aliran dana sebesar US$ 500. dinyatakan. Melihat besaran suap yang diterima oleh “petugas rendahan” pajak ini saja. ada masalah kasus suap pajak yang dihubungkan dengan PT. KPK pun menduga ada persekongkolan antara wajib pajak dengan petugas pajak sehingga merugikan kas Negara”. terutama soal belum ada izin menteri itu. “KPK memutuskan mengambil alih kasus itu karena menemukan indikasi keterlibatan pejabat negara. Sdr. Berita Harian Kontan tanggal 10 Mei 2008. dengan Judul berita.II. First Media Tbk. First Media Tbk salah satu perusahaan Group Lippo. “Pekan lalu. secara logis akal sehat kita 17 . Ketiga berita yang kami kutip diatas menunjukkan bahwa ada masalah lain yang sedang dihadapi oleh PT. Penuntut Umum yang terhormat. dimana salah seorang Eksekutif Senior-nya adalah Billy Sindoro. Polisi menciduk ketiga aparat pajak yang bertugas di kawasan Industri Jababeka Bekasi itu. saat melayani transaksi pajak First Media”. Saya kurang tahu apa yang akan mereka lakukan. Kalau kita ikuti pemberitaan surat kabar.000 kepada petugas pajak. kesiapan KPK membantu Polda Jabar dalam pengusutan kasus mark down pajak ini muncul dalam pertemuan antara jajaran Polda Jabar dan tim KPK di Markas Polda Jabar kemarin sore. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia. kami sudah menjelaskan semua permasalahan dalam pengusutan kasus ini kepada KPK. “Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji mengungkapkan. “KPK Bantu Polda Usut Mark Down Pajak”. Polda Jabar telah menangkap tiga pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang diduga berkongkalingkong dengan First Media untuk memanipulasi pajak. Dalam Surat Kabar Harian Seputar Indonesia tanggal tanggal 17 Juni 2008. dinyatakan. Bahkan dalam Surat Kabar Harian Kontan tanggal 30 Juni 2008. dengan judul berita. “Polisi Segera Melimpahkan Suap Pajak First Media ke Jaksa”.” ”KPK menyatakan siap membantu kami. dengan judul berita KPK Ambil Alih Korupsi Pajak PT First Media Tbk dinyatakan. Yang pasti. ” jelas Susno.

First Media Tbk menurut berita Surat kabar diambil alih oleh KPK pengusutannya. ada masalah besar yang berhubungan dengan pajak tersebut. Yang menjadi fakta adalah bahwa Mohammad Iqbal didakwa menerima uang sebesar Rp. Masalah pajak ini harus diselesaikan secara hukum. Kalau ini fitnah.000. Penuntut Umum yang terhormat. 500. maka sangat layak kalau masalah fitnah ini diselesaikan sesuai dengan aturan hukum... harus segera dilakukan penyidikan dan penuntutan terhadap pengurangan pembayaran pajak yang dapat merugikan Negara ini. Namun. Bisa juga ini sebagai upaya meredakan masalah pajak yang tidak kunjung selesai penanganannya ini. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa akan mengatakan. Namun hingga kini kita tidak pernah mendengar kabar baik atau kabar buruk dari penanganan masalah pajak PT. Tidak ada niat kami untuk menuduh dan merusak harkat dan martabat para penyelidik atau penyidik dalam perkara ini. maka masalah ini harus dijelaskan secara transparan. Bandingkan dengan “suap” yang didakwakan telah diterima oleh Terdakwa sebesar Rp.II. kalau kita ikuti dan cermati keterangan saksi Hendy F Kurniawan 18 . Berita pengambilalihan ini kita tidak pernah mendengar penjelasannya dan kelanjutannya. 500. Mohammad Iqbal adalah korban penangkapan tanpa adanya dengan Surat Perintah Penangkapan Majelis Hakim yang kami muliakan. yang diambil alih oleh KPK tersebut. Masalah pajak PT. Sdr. kita tidak mengetahuinya. Bisa jadi ini hanya fitnah keji dari orang-orang yang tidak suka kepada KPK. Kalau ini bukan fitnah dan supaya tidak menimbulkan kerugian berupa fitnah yang dapat merongrong integritas KPK. dari Billy Sindoro.000.000.(lima ratus juta rupiah).000.(lima ratus juta rupiah). First Media Tbk. yang oleh banyak kalangan diduga sebagai upaya pengalihan issue pajak PT. First Media Tbk.

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa dan Rahmat Nur Hidayat, pada dasarnya kedua saksi ini menerangkan bahwa mereka mendapat perintah melakukan penyelidikan tanggal 15 September 2008, Surat Perintah Penyelidikan No. Sprin.Lidik 62A/01/IX/2008 yang ditanda tangani oleh Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah. Bahkan diterangkan pula bahwa kedua saksi ini bersama petugas KPK yang lain, melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal. Penangkapan ini tanpa surat perintah. Mereka melakukan penangkapan hanya berbekal surat perintah penyelidikan No.Sprin.Lidik62A/01/IX/2008. Surat perintah yang berisi perintah mengumpulkan bukti dan keterangan, tidak ada kewenangan untuk melakukan penangkapan terhadap Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro. Selain itu mereka juga dibekali cerita bahwa akan ada penyerahan uang. Meskipun kita semua dalam persidangan ini tidak pernah mendengar tentang kesahihan sumber dan cerita penyerahan uang tersebut. Bahkan saksi Rani Anindita Tranggani yang bertugas secara khusus untuk mendengar percakapan Terdakwa dengan Billy Sindoro dan juga bertugas secara terus menerus memantau isi dan bunyi SMS dari Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal, atau dari Mohammad Iqbal kepada Billy Sindoro, tidak pernah menemukan atau mendengar percakapan akan adanya penyerahan uang tersebut. Terlebih lagi dalam keterangannya sejak di penyidikan hingga di persidangan, Billy Sindoro selalu mengatakan ada kesalahan dalam pemberian tas tersebut kepada Terdakwa Mohammad Iqbal. Akibat kesalahan yang mungkin disengaja ini, telah melahirkan penderitan yang tidak terkirakan beratnya bagi keluarga Terdakwa, terutama bagi isteri dan anak-anak serta orang tuanya. Oleh karena itu tentu menjadi pertanyaan kita, darimana sumber keterangan bahwa akan ada penyerahan uang oleh Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal. Apakah bukannya ini adalah satu kesengajaan untuk mengalihkan masalah besar, sehingga menjadi masalah kecil, yaitu kasus “suap” sebesar Rp. 500.000.000,- atas perkara yang sudah lama selesai. Agar supaya kasus ini mempunyai
19

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa nilai jual, maka harus dikaitkan sedemikian rupa dengan masalah tertentu yaitu masalah Liga Inggris yang selalu menjadi perhatian masyarakat secara luas. Dan perkara itu mendapat pemberitaan yang luas oleh surat kabar. Yang sangat patut mendapat perhatian kita semua dari keterangan para saksi Hendy F Kurniawan dan Rahmat Nur Hidayat ini, adalah perbedaan antara keterangan yang mereka sampaikan sebagai saksi dalam perkara Billy Sindoro dan dalam perkara ini. Sebagai contoh dalam perkaranya Billy Sindoro para saksi ini menerangkan bahwa mereka hanya dibekali profile dari Mohammad Iqbal, tetapi tidak dibekali dengan profile dari Billy Sindoro. Selama pemeriksaan rekamanpun, kita tidak pernah menyaksikan rekaman kedatangan dari Billy Sindoro, tetapi kepada kita hanya dipertontonkan kedatangan Terdakwa Mohammad Iqbal. Namun dalam kesaksian mereka dihadapan sidang yang mulia ini kedua saksi tersebut mengaku mereka juga dibekali dengan profile Terpidana Billy Sindoro. Pertanyaan yang layak diajukan, kesaksian mana yang dapat dianggap sebagai kesaksian yang benar dari keterangan-keterangan ini. Hal ini mengingat perkara Billy Sindoro telah mempunyai kekuatan pasti. Menurut hemat kami segala keterangan yang pernah disampaikan dalam perkara Billy Sindoro tersebut harus dianggap sebagai satu kebenaran. Segala fakta dalam perkara Billy Sindoro sampai pada posisi sekarang tidak bisa kita uji secara hukum. Artinya ada kebohongan yang secara sengaja dilakukan oleh para saksi ketika memberikan keterangan pada persidangan ini. Kebohongan yang dilakukan untuk menutupi keganjilan dalam proses penyelidikan perkara ini. Kepentingan kebohongan itu dibangun menurut hemat kami, karena ada sesuatu yang tidak jelas dalam perkara yang kita hadapi ini. Dan tidak tertutup juga kemungkinan, kebohongan itu secara sengaja dilakukan untuk membingungkan para pihak yang mencermati dan terlibat dalam proses peradilan perkara ini. Dari kebingungan itu, tentu diharapkan akan ada kesalahan secara substansial yang dapat berpengaruh terhadap perkara ini.
20

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Selain itu apa maksud dari team penyelidik membedakan cara perlakuan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal dan Terpidana Billy Sindoro? Dan tentu patut pula dipertanyakan maksud dari penyidik yang hanya merekam kedatangan Mohammad Iqbal tanpa menunjukkan kedatangan Billy Sindoro? Seandainya benar gossip yang berkembang bahwa tidak direkamnya kedatangan Billy Sindoro adalah untuk melepaskan Billy Sindoro dari kasus ini, dengan cara penggantian peran Billy Sindoro oleh orang lain, tentu ini akan menjadi kebobrokan penegakan hukum yang sangat dahsyat. Penggantian peran Billy Sindoro oleh saksi Bennedict Sulaiman tentu akan menjadi kebohongan yang akan diukir dengan tinta emas oleh sejarah. Apalagi kalau benar yang akan menjadi pemeran pengganti itu adalah Gentar Rahma Pradhana tentu perkara ini akan semakin sempurna ketidak benarannya. Hal tersebut akan menjadi jelas dari keterangan Saksi Rahmat Nur Hidayat, bahwa dalam surat perintah penyelidikan yang mereka bawa tidak menyebutkan adanya nama orang yang diselidiki. Dalam keterangannya Saksi Rahmat Nur Hidayat menyatakan, ”Jadi, pak, untuk Sprinlidik, tidak disebutkan nama Pak. Disitu kita mendapatkan surat perintah Penyelidikan untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti atau keteranganketerangan lain, ehh… berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyerahan uang kepada penyelenggara Negara atau pegawai negeri, berkaitan dengan ehh.. penanganan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat…” Ini dapat berarti bahwa memang hanya Mohammad Iqbal yang dijadikan target penyelidikan dalam perkara ini. Tidak ada orang yang lain yang akan djadikan sebagai target. Tidak ada niat untuk menyelidiki Billy Sindoro. Kita tidak pernah tahu apa maksud dari cara penyelidikan seperti ini? Sebab penyelidikan seperti ini berpotensi menimbulkan ketidak adilan bagi orang yang secara kebetulan menjadi target operasi penyelidikan.

21

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia, Sdr Penuntut Umum yang terhormat, Kalau kita kembali pada pokok masalah yang kami kemukan pada bagian ini bahwa Terdakwa Mohammad Iqbal adalah korban penangkapan tanpa surat perintah, maka adalah layak untuk menelisik secara cermat keterangan ahli Dr. Rudy Satriyo Mukantardjo. Sebagaimana telah kita dengarkan secara saksama dihadapan sidang yang mulia ini, Ahli Dr. Rudy Satriyo Mukantardjo, telah menerangkan bahwa untuk satu penugasan tertentu memerlukan surat penugasan tertentu pula, karena surat yang secara khusus diperlukan untuk melakukan suatu tugas yang tertentu. Sebagai contoh, kata ahli ini surat tugas tertentu itu adalah surat penangkapan, penahanan, penggeledahan ataupun penyitaan. Kalau keterangan ahli ini kita gunakan untuk memahami keterangan yang disampaikan oleh saksi Hendy F Kurniawan dan Rahmat Nur Hidayat, maka kesimpulan yang mudah dan sederhana dapat segera ditarik, bahwa penangkapan tanpa surat perintah penangkapan, maka penangkapan tersebut adalah tidak berdasarkan atas hukum. Akibatnya seluruh proses hukum yang terjadi berdasarkan satu kegiatan tanpa surat perintah, maka kegiatan tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan yang tidak berdasarkan atas hukum. Dengan demikian maka penangkapan yang tidak berdasarkan atas hukum ini tentu dapat dikategorikan sebagai penyalah-gunaan kekuasaan yang telah dilakukan oleh penyelidik. KPK melanggar ketentuan tentang gratifikasi Majelis Hakim yang kami muliakan, Yang kami hormati Sdr. Penuntut Umum, Selama persidangan ini kita tidak pernah mendengar seorang saksi yang pernah menyatakan bahwa tas, yang kemudian diketahui berisi uang setelah dibuka oleh petugas KPK yang diletakkan dilantai lift
22

KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa oleh Billy Sindoro. ahli Rudy Satriyo Mukantardjo berpendapat pada pokoknya bahwa dalam gratifikasi itu ada batas waktu untuk selesainya tindak pidana dan menurut undang-undang adalah 30 hari untuk melapor. Dalam mengkaji dan membicarakan masalah gratifikasi. seharusnya Mohammad Iqbal diberi kesempatan untuk melaporkan pemberian tersebut kepada KPK atau Sekretariat KPPU selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja. Jadi tidak serta-merta 23 . Bahkan dalam keterangannya sebagai saksi atau sebagai Terdakwa. Rudy Satriyo Mukantardjo sebagai salah satu acuan untuk memberikan penilaian apakah satu perbuatan telah memenuhi kriteria sebagai gratifikasi atau bukan. Dalam keterangannya sebagai ahli dihadapan persidangan Pengadilan Tipikor tanggal 14 Mei 2009 dalam perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini. menjelang kepulangan Terdakwa Mohammad Iqbal. setelah bertemu Billy Sindoro di kamar 1702 Hotel Aryaduta merupakan hadiah atau janji dari Billy Sindoro karena Terdakwa Mohammad Iqbal telah melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya sebagai anggota Majelis Komisi yang memeriksa perkara tayangan Liga Inggris. karena adanya salah kira terhadap tas.II. Kalau tidak ada laporan dalam waktu selama 30 hari maka apa yang diterima itu disebut sebagai gratifikasi. maka menurut hemat kami cukup patut untuk menjadikan pendapat dari ahli hukum pidana Dr. Apalagi secara faktual Mohammad Iqbal tidak mengetahui apa isi tas yang diserahkan tersebut sampai tas dibuka oleh petugas KPK di kamar Hotel Aryaduta. Dimana Billy Sindoro mengira tas tersebut adalah milik Terdakwa Mohammad Iqbal. Apabila pemberian tas (yang kebetulan berisi uang) tersebut adalah sebagai “tanda terimakasih” dari Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal dapat dianggap sebagai gratifikasi. maka sesuai dengan UU Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Billy Sindoro selalu mengatakan bahwa tas yang diletakkan di lanati Lift menjelang kepulangan Terdakwa Mohammad Iqbal.

bahwa setiap orang yang menerima sesuatu sebagaimana pernah terjadi pada sekitar tahun 2002. bahwa kesepakatan yang diambil sebagai kebijakan di KPPU. tanpa alasan yang jelas. maka ada kesengajaan yang sudah direncanakan secara baik untuk melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal. telah bersiap siaga untuk menangkap. sebagaimana juga diterangkan oleh saksi Kurnia Sya’rani. karena mereka sudah mendapat perintah terhadap target tertentu dan kebetulan targetnya kali ini adalah Terdakwa Mohammad Iqbal. ketika ditanya oleh team penasehat hukum mengenai aturan tentang tatacara pelaporan gratifikasi tidak mau menjawab. Adapun bahwa ada aturan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang membatasi agar petugas tidak bertindak sewenang-wenang akan diabaikan oleh petugas. Hal ini juga diterangkan oleh Terdakwa Mohammad Iqbal. Selain itu. maka dia berniat akan menyerahkan tas tersebut kepada Sekretariat KPPU. saksi Tresna Soemardi. meskipun tanpa ada surat perintah penangkapan. karena lift yang turun begitu cepat dan Terdakwa tidak mungkin kembali karena tidak ada access card untuk naik kembali ke lantai 17. 24 . Dengan demikian. Namun sebelum hal tersebut kesampaian. saksi Tadjudin Noersaid.II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa seseorang yang telah menerima sesuatu telah selesai melakukan suatu tindak pidana gratifikasi. ternyata petugas penyelidik KPK yang telah mendapat informasi adanya penyerahan uang yang akan diterima oleh Terdakwa Mohammad Iqbal. Dalam keterangannya sebagai saksi Rahmat Nur Hidayat. Selain adanya keterangan dari saksi Rahmat Nur Hidayat bahwa Terdakwa Mohammad Iqbal ini sudah menjadi target untuk dilakukan penangkapan. karena tidak sempat berpikir untuk bertanya kepada Billy Sindoro. hal tersebut harus diserahkan kepada Sekretariat KPPU untuk dikembalikan kepada orang yang memberikan.

dengan arogan mengabaikan bahwa ada ketentuan undang-undang yang mengatur tatacara penyelidikan dan penyidikan masalah gratifikasi. Padahal dalam faktanya tidak akan pernah ada satu lembaga yang bisa mengatur Negara tanpa ada keikut sertaan dari lembaga yang lain. Ini juga ditopang oleh pengabaian etika hidup berbangsa dan bernegara yang terhormat. Dan tentu saja ini adalah cermin dari anggapan bahwa hanya mereka saja yang bisa menjadikan Negara ini sebagai Negara yang baik dan beradab. Penuntut Umum yang terhormat.II. 25 . Tentu bukan hanya arogansi kekuasaan saja yang ada. Apa yang ditunjukkan oleh para penyelidik ini adalah satu bentuk dari arogansi pemegang kekuasaan. Dari fakta-fakta yang kita peroleh selama persidangan ini. Sdr. Egoisme sektoral ini tidak akan pernah menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Penyelidik misalnya. pengabaian ketentuan undang-undang dan kebijakan yang telah ditentukan oleh lembaga lain secara sengaja dilakukan oleh para penyelidik. Mereka juga mengabaikan bahwa ada ketentuan yang berlaku pada lembaga yang lain. yang tidak pernah mau tahu dan tidak pernah mau belajar bahwa ada ketentuan lain selain yang mereka ketahui. Bahkan egoisme sektoral ini tidak akan pernah menyelesaikan apapun persoalan bangsa ini. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia.

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa 26 .

mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. penyidikan dan penuntutan terbatas pada perkara-perkara yang melibatkan aparat penegak 27 . 1. dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. dan/atau c. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan III. penyidikan dan penuntutan sebagaimana diatur secara tegas dalam ketentuan Pasal 11 UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002. Dalam pandangan kami ketentuan mengenai kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan.(satu milyar rupiah). agar Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan. bukanlah kewenangan dari Pengadilan Tipikor untuk mengadilinya. Pembatasan oleh undang-undang terhadap kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan.000. bukan tanpa tujuan dan tanpa makna. b. Sdr. penyelenggara negara. penyidikan dan penuntutan. TERDAKWA KORBAN PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN PENGADILAN Mohammad Iqbal korban dari penyalahgunaan kewenangan oleh pengadilan Majelis Hakim yang mulia. Sebagaimana telah kami kemukakan dalam Eksepsi kami bahwa perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini.000. Penuntut Umum yang kami hormati.000. Dalam arti suatu perkara merupakan kewenangan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk melakukan penyelidikan. penyidikan dan penuntutan. Sebab pembatasan ini sangat diperlukan. melibatkan aparat penegak hukum. dan ketentuan ini bersifat kumulatif dan mutlak harus memenuhi semua unsur yang dinyatakan oleh undang-undang. kalau memenuhi ketiga unsur yang dinyatakan dalam Pasal 11: a.III. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp.

Tidak semua perkara dapat disidik dan dituntut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.(satu milyar rupiah)” adalah sebagai penegasan yang mutlak. pengaturan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi “. penyidikan dan penuntutan fokus pada pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.000. maka perkara itu bukan merupakan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp.000. melibatkan aparat penegak hukum.(satu milyar rupiah).000. Sebab sebagaimana dinyatakan dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002. Hal ini penting agar Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan. b..III.dilakukan secara berhati-hati agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dengan berbagai instansi tersebut”.000. tetapi perkara tersebut menjadi kewenangan lembaga yang lain. dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat.. Menurut pandangan kami diulangnya kembali penyebutan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penjelasan umum yaitu “a. Sehingga jika perkara tidak memenuhi ketiga syarat tersebut.000. 1.0000. penyidikan dan penuntutan dibatasi dalam ketiga hal tersebut tidak boleh ditambah.. penyelenggara negara. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan hukum. yaitu kewenangan Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penyidikan dan kewenangan Kejaksaan untuk melakukan 28 . mendapat perhatian dari masyarakat dan mengenai kerugian negara melebihi Rp. dan/atau c.. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga khusus bertugas terbatas apa yang ditentukan oleh undang-undang yang mengaturnya. tidak boleh diterjemahkan dengan terjemahan yang luas dan tidak terbatas. dari penyusun undang-undang bahwa kewenangan yang diberikan oleh undang-undang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan. penyelenggara negara dan orang yang terkait dengannya. 1. Tidak boleh ada perkara ecek-ecek yang mereka tangani.

penyidikan dan penuntutannya.(seratus juta rupiah). 30 Tahun 2002. Rudy Satriyo.000. Sehingga syarat pada butir C mutlak adanya.30 Tahun 2002.000. maka Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat melakukan supervisi dalam melakukan penyelidikan. Oleh karena dalam perkara ini tidak merugikan negara yang nilainya mencapai Rp. Sehingga KPK berkewajiban untuk melimpahkan perkara ini kepada institusi penegak hukum lainnya sebagaimana dilakukan oleh KPK dalam kasus pegawai Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang tertangkap tangan menerima sejumlah amplop senilai Rp. 1.000.000.000. 100.000. penyidikan dan penuntutan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 6 huruf b UU No. maka sifatnya adalah kumulatif. Dengan demikian maka jelas dan pasti tidak menyangkut adanya kerugian negara yang paling sedikit Rp. 500.000.(lima ratus juta rupiah).(satu milyar rupiah).000.(satu milyar rupiah). Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan penuntutan atau merupakan kewenangan melakukan penyidikan dan penuntutannya.000. 1. Kejaksaan untuk Perkara ini sebagaimana ditegaskan dalam surat dakwaan dan tuntutan menyangkut penyerahan uang secara salah duga dilakukan oleh Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal sebesar Rp. Kalaulah memang Komisi Pemberantasan Korupsi tetap ingin mengikuti proses perkara ini. maka menurut hemat kami perkara ini bukanlah kewenangan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk melakukan penyelidikan. karena ini adalah filter kewenangan KPK. bahwa dengan adanya kata sambung ”dan/atau“ dalam Pasal 11 Undangundang No..000. 29 . Dengan demikian maka perkara ini menurut hemat kami bukan merupakan kewenangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk mengadilinya.III.... Dengan merujuk kepada keterangan ahli Dr.

30 . Dan secara kebetulan yang tidak beruntung diadili oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi ini dengan melanggar kewenangan yang diberikan oleh undang-undang ini adalah Terdakwa Mohammad Iqbal.III. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan Berlanjutnya proses peradilan ini bagi kami adalah satu bentuk dari penyalahgunaan lembaga peradilan dalam mengadili suatu perkara.

20 Tahun 2001 adalah : 31 . H. Berdasarkan Surat Dakwaan No: DAK – 04/24/I/09. yang dibacakan pada hari. surat dan keterangan terdakwa serta barang bukti. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan IV. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. Terdakwa Ir. Selasa Tanggal 10 Februari 2009. DAKWAAN PRIMAIR Bahwa unsur-unsur Tindak Pidana yang terkandung dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang No. Pada bagian ini. keterangan ahli. Penuntut Umum yang kami hormati. ANALISA YURIDIS TERHADAP PASALPASALYANG DIDAKWAKAN Majelis Hakim yang mulia. 1. kami akan menganalisa secara yuridis unsur-unsur dari pasal-pasal yang didakwakan berdasarkan alat bukti yang terungkap di persidangan berupa keterangan saksi.IV. Sdr. Mohammad Iqbal. Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Dakwaan Lebih Subsider: Pasal 11 Undang-Undang No. telah didakwa melakukan tindak pidana KORUPSI sebagaimana dalam Dakwaan Primair: pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dakwaan Subsider: Pasal 5 ayat (2) jo. tanggal 23 Januri 2009. 20 Tahun 2001. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.

2. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa Terdakwa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59/P Tahun 2006 tanggal 12 Desember 2006 diangkat sebagai Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2006-2011 dan berdasarkan Keputusan KPPU Nomor: 229/KPPU/KEP/VII/2008 tanggal 21JuIi 2008. Plc (Terlapor II). Pegawai negeri atau penyelenggara Negara. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 1. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV) Bahwa unsur “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” bukan merupakan delik inti (bestanddeel delict). ESPN STAR Sports (Terlapor III). dapat diuraikan sebagai berikut 1. Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.IV. 3. Direct Vision (Terlapor I). Unsur ini hanya berkaitan dengan subyek tertentu yang mempunyai kedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” yang hendak diarah oleh Pasal 12 huruf b Undang-Undang No. Bahwa dari unsur-unsur tersebut dihubungkan dengan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan terhadap perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa.1. 20 Tahun 2001. diangkat sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi yang menangani Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yaitu perkara dugaan pelanggaran Undang undang Nomor 5 Tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang diduga dilakukan oleh PT. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 32 . Menerima hadiah atau janji. Astro All Asia Networks.

Sebaliknya apabila unsur–unsur dari pasal–pasal yang didakwakan yang merupakan delik inti (bestanddeel delict) tidak terbukti. Unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara bukan merupakan unsur yang menentukan adanya kesalahan dari terdakwa.IV. Menerima Hadiah atau Janji Bahwa unsur “Menerima Hadiah atau Janji” ini bersifat alternatif. 1. yang terdiri dari: menerima hadiah atau janji dan diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. terbukti tidaknya unsur sesuatu tindak pidana harus dikaitkan dengan perbuatan yang didakwakan dan apakah perbuatan itu secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Bahwa dikaitkan dengan asas hukum Actus Non Facit Reum atau tiada pidana tanpa kesalahan. karena unsur-unsur inilah yang mejadi pintu masuk apakah terdakwa dapat dinyatakan bersalah dan oleh karenanya patut dipidana? Pernyataan bersalahnya terdakwa adalah terletak pada terbuktinya delik inti (bestanddeel delict) yang harus dibuktikan melalui persesuaian antara perbuatan yang dilakukan dengan tindak pidana yang didakwakan. oleh karena itu maka lebih tepat jika fokus analisa atau pembahasan ditujukan unsur delik inti (bestanddeel delict). Jadi secara sederhana dapat diperoleh pemahaman. maka Terdakwa selaku “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” adalah subjek hukum yang harus dinyatakan bersalah dan patut dipidana.2. artinya tidak perlu dibuktikan seluruhnya atau cukup dibuktikan 33 . apabila seluruh unsur dari delik inti (bestanddeel delict) yang didakwakan telah terbukti. Dengan perkataan lain. maka Terdakwa walaupun berkedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” harus dinyatakan tidak bersalah dan tidak dapat dipidana.

Bahwa kata “menerima” dalam unsur ini harus diberi pengertian tidak sebatas pada menerima secara faktuil sebagai akibat dari penyerahan atas obyek atau barang dari penguasaan si pemberi kepada si penerima. maka penerimaan obyek oleh si penerimanya itu tidak dapat dikategorikan sebagai “menerima” dalam unsur dimaksud. b. agar dimiliki dan dinikmati oleh si penerimanya. Niat berupa kesengajaan ini harus diwujudkan dalam bentuk perbuatan untuk menyerahkan dan menerima barang.IV. si penerima harus mengetahui bentuk ataupun jenis dari barang yang diterimanya atau barang itu mengenai hal tertentu. tetapi lebih daripada itu bahwa maksud unsur “menerima” harus diartikan sebagai akibat dari penyerahan sesuatu yang didasarkan pada niat atau kehendak bersama. Jadi. maka juga sepatutnya harus dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: a. Bahwa dalam persidangan perkara ini terungkap fakta-fakta sebagai berikut: 34 . maupun si penerimanya. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan salah satu saja. dalam hal ini Billy Sindoro. Apabila salah satu unsur telah terbukti maka unsur berikutnya tidak perlu dibuktikan lagi. yang berarti pula adanya kesengajaan baik dari si pemberi. dalam hal ini Terdakwa Mohammad Iqbal. Bahwa untuk dapat dipenuhinya unsur Menerima Hadiah atau Janji disamping harus ada niat atau kehendak bersama dari pihak yang menyerahkan dan dari pihak yang menerima. maksud dari orang yang menyerahkan barang atau obyek itu harus jelas yaitu untuk maksud atau keperluan tertentu. kalau menyerahkan saja tanpa ada niat atau kehendak bersama dan/atau apabila hanya satu pihak saja (orang yang menyerahkan) yang menghendaki agar obyek itu diterima tanpa ada kehendak dari si penerimanya untuk memiliki dan menikmati.

35 .  Bahwa menurut Saksi tas diserahkan kepada Terdakwa dengan cara meletakkan tas tersebut di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Saksi Billy Sindoro. Dan tas itu ada di dekat kaki Terdakwa. Terdakwa tidak pernah meminta sesuatu kepada Saksi dan Saksi juga tidak pernah menjanjikan sesuatu.  Bahwa tentang uang sejumlah Rp. Mhn diberi kesempatan unt balas budi baik bapak.59 Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “pak sy sngt bersyukur. baik melalui SMS ataupun bertemu langsung. Tks”.  Bahwa pada hari Kamis 28 Agustus 2008 pukul 23. Saksi pikir tas itu milik Terdakwa karena Saksi masuk kedalam ruangan tidak bawa tas.  Bahwa SMS Saksi tersebut di atas tidak pernah ditanggapi oleh Terdakwa.  Bahwa Saksi tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Terdakwa.  Bahwa masalah tas : maksudnya bukan untuk balas budi.IV. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi bekerja dengan memberikan bantuan-bantuan jasa. tetapi pernah menjadi Presiden Direktur pada PT First Media dan telah mengundurkan diri sejak tanggal 13 Juni 2008.  Bahwa menurut Saksi tidak ada kaitan antara pengiriman SMS hari Kamis 28 Agustus 2008 dengan pertemuan di Kamar 1712 Hotel Aryaduta Tugu Tani pada tanggal 16 September 2008.20.  Bahwa wujud “balas budi“ belum di wujudkan. 500 juta tersebut adalah uang yang dipersiapkan untuk membayar Pengacara Hotman Paris Hutapea yang telah direncanakan sejak awal bulan September 2008.  Bahwa Saksi tidak pernah bergabung pada PT. konsultasi dan memberikan pandangan pandangan pada perusahaan Lippo I-Net.  Bahwa pada saat berkomunikasi. Waktu jalan Terdakwa keluar. Direct Vision.

 Bahwa Saksi pernah mendengar ada staf atau Komisioner KPPU yang menerima sesuatu kemudian barang itu diserahkan kepada Sekretariat KPPU. Keterangan Saksi menerangkan: Kurnia Sya’ranie. tetapi Saksi tidak pernah melihatnya.  Keterangan Saksi Tadjudin Noersaid. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. berjalan by the time. yang pada pokoknya Komisi Pengawas pada  Bahwa sepengetahuan Saksi ada aturan tentang gratifikasi. Tidak ada kesepakatan tertulis sesama Komisioner. menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Komisioner Persaingan Usaha (KPPU). 03/KPPU/L/2008. yang pada pokoknya  Bahwa Saksi adalah Direktur Eksekutif pada KPPU sejak tahun 2007. 36 .  Bahwa seingat Saksi barang itu berupa amplop-amplop yang berisi uang dan kemudian oleh Komisioner diperintahkan untuk dikumpulkan dan dikembalikan. kepada Sekretariat KPPU untuk dikembalikan setelah itu paling tidak diserahkan kepada badan-badan sosial. yang saksi tahu setiap hari-hari besar itu ada edaran untuk mengingatkan bahwa kalau ada gratifikasi itu dilaporkan ke KPPU.  Bahwa menurut anggapan Komisioner KPPU setiap ada hal seperti itu akan segera kita kembalikan. Tidak ada aturan yang eksplisit.  Bahwa tidak ditentukan batas waktu melapor ke Sekretariat KPPU.IV. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Komisioner pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan salah satu Anggota Tim Pemeriksa Lanjutan Perkara KPPU No.

 Bahwa Saksi juga tidak pernah mendengar atau membaca SMS tanggal 15 atau 16 September tentang Billy Sindoro menjanjikan 37 .  Bahwa Saksi tidak ingat siapa yang melakukan.  Bahwa selama Saksi mendengarkan hasil penyadapan SMS dan telepon. tetapi pemberian tersebut kepada investigator dan ketika itu Saksi menjabat sebagai Direktur Penegakan Hukum.  Bahwa tugas Saksi adalah untuk mendengarkan & membaca.  Bahwa pengembalian barang kepada Sekretariat KPPU sudah menjadi komitmen seluruh Staf dan Komisioner KPPU. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Penyelidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi sejak tanggal 20 Desember 2005. Keterangan Saksi Rani Anindita Tranggani.IV.  Bahwa dalam kaitannya dengan kasus Terdakwa.  Bahwa Saksi akhirnya mengetahui nomor +62 812 806 4800 adalah milik Mohammad Iqbal dan lawan komunikasinya Billy Sindoro. Saksi diberi Surat Perintah Penyelidikan pada tanggal 20 Juni 2008. salah satunya SMS dari nomor +62 812 806 4800 dan +62 0815 86400 …429. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa sepengetahuan Saksi di KPPU tidak ada aturan tentang gratifikasi. Saksi tidak pernah mendengar atau mengetahui Terdakwa meminta sesuatu kepada Billy Sindoro.  Bahwa menurut Saksi pada tahun 2002 pernah ada kejadian di KPPU ada staf yang menerima sesuatu kemudian dilaporkan kepada Sekretariat KPPU.  Bahwa yang diberikan tersebut bentuknya amplop yang kemudian diserahkan kepada Pimpinan Sekretariat Direktur Eksekutif dan selanjutnya dikembalikan kepada pelaku usaha.

000.IV.  Bahwa Saksi juga tidak pernah mendengar Billy Sindoro akan memberikan suatu tas kepada Mohammad Iqbal. apabila tidak sesuai dengan aslinya maka tidak dapat diterima sebagai bukti. yang pada pokoknya berpendapat :  Bahwa suatu hasil editing data elektronik berbentuk rekaman gambar dan/atau suara (video dan/atau audio) bisa diterima apabila sesuai dengan aslinya. tetapi apabila HASH nya bebeda dengan data aslinya maka data salinan tersebut diragukan keasliannya.000. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan akan memberikan uang sebesar Rp. apabila HASH nya sama maka dipastikan bahwa salinan data tersebut adalah asli. 38 .  Bahwa untuk menentukan keaslian suatu salinan/copy data elektronik berbentuk rekaman gambar dan/atau suara (video dan/atau audio) dapat dilakukan penghitungan HASH data tersebut. • dilakukan uji materi secara teknik.. Keterangan Ahli Eko Supriyanto. apakah HASH nya sama dengan data aslinya. yang mempunyai keahlian di bidang CCTV. yang pada pokoknya berpendapat :  Bahwa untuk menentukan data elektronik dalam hal ini rekaman CCTV adalah otentik atau tidak otentik dari operator CCTV kepada yang meminta dapat dibuktikan dengan cara: • adanya dokumentasi serah terima. 500. Sarjana S1 Fisika ITB dan Magister Tekhnik ITB.  Bahwa rekaman CCTV yang utuh adalah rekaman CCTV yang memiliki HASH dan waktu yang utuh.kepada Terdakwa. Keterangan Ahli Andika Triwidada Sarjana S-1 Fisika ITB yang mempunyai keahlian dibidang Informasi dan Teknologi.

yang paling otentik adalah data eletronik / data digital yang aslinya. apabila tidak ada waktu maka besar potensi manipulasinya Keterangan Terdakwa.5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. Direct Vision/”DV” (Terlapor I). TRI ANGGRAINI. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV) berdasarkan SK ketua KPPU No. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa dari beberapa kamera CCTV jika digabung menjadi 1 (satu) maka perlu dilakukan proses editing. MH sebagai Ketua Tim Pemeriksa 2) Ir.  Bahwa dalam proses editing peluang untuk memanipulasi sangat besar.M. A. Dr. SH.  Bahwa pengakuan belum tentu / cukup bisa menyebut keaslian suatu data elektronik (dhi. H.  Bahwa suatu rekaman CCTV harus ada menunjukkan waktu. TRESNA P. yang pada pokoknya menerangkan :  Bahwa Terdakwa adalah salah seorang anggota tim pemeriksa dugaan pelanggaran pasal 16 dan 19 a UU No. Rekaman CCTV) sangat berpotensi untuk mengubah data aslinya. Plc /”AAAN” (Terlapor II). SOEMARDI sebagai Anggota Tim pemeriksa  Bahwa Terdakwa juga adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang-undang No. MOHAMMAD IQBAL sebagai Anggota Tim pemeriksa 3) Prof. 5 tahun 1999 berkaitan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sebagaimana tersebut di atas. yang komposisi lengkapnya sebagai berikut : 1) Dr. dalam proses editing data elektronik (dhi. Rekaman CCTV) karena dipengaruhi oleh kehalusan editing. : 19/KPPU/KEP/I/2008. ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III).IV. 39 . Astro All Asia Networks.

40 . berbincang-bincang tentang krisis global dan bisnis Grup Lippo. tanggal 21 Juli 2008 bertempat di Hotel Aston / Aryaduta Semanggi. Pada pertemuan tersebut Billy Sindoro menyampaikan permintaan agar putusan KPPU tentang hak siar liga Inggris dibuatkan injunction. Billy Sindoro memberitahukan hubungan itu akan diputus oleh Astro pada tanggal 31 Agustus 2008. 4. ketika Terdakwa sampai di Lobby Hotel Aryaduta Terdakwa didatangi petugas KPK dan kemudian menggiring Terdakwa masuk ke dalam toilet untuk membuka tas tersebut. Billy Sindoro menyampaikan keluhan bahwa hubungan Lippo dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. ketika Terdakwa sudah masuk dalam lift hendak turun tiba-tiba Billy Sindoro meletakkan 1 (satu) buah tas di lantai lift. sebagaimana disebutkan berikut ini: 1. Tentang permintaan injunction pernah disebut oleh Billy Sindoro melalui SMS. tetapi draft injunction tersebut dikirim oleh Benedict pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi sedangkan majelis sudah selesai bermusyawarah untuk mengambil keputusan pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. 5 Tahun 1999 putusan injunction tidak dikenal dalam putusan KPPU. ketika sudah mau sampai di lobby baru tas tersebut dipegang oleh Terdakwa. tanggal 27 Agustus 2008 bertempat di Hotel Aryaduta Tugu Tani. hanya perkenalan biasa. 3. Injunction yang diinginkan oleh Billy Sindoro adalah agar Astro Malaysia tidak memutuskan hubungan dengan PT. 2.DV. tanggal 16 September 2008 bertempat di Hotel Aryaduta Tugu Tani lantai 17 ruangan 1712.IV. tetapi Terdakwa menyampaikan bahwa sesuai dengan UU No. tanggal 22 Agustus 2008 bertempat di Aryaduta Tugu Tani. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa Terdakwa bertemu dengan Billy Sindoro sebanyak 4 (empat) kali. Awalnya Terdakwa tidak memegang tas tersebut bahkan sampai sudah ada orang lain yang masuk dalam lift tersebut tas masih di lantai.  Bahwa pada pertemuan tanggal 16 September 2008.

kemudian Terdakwa bersama-sama dengan petugas KPK naik ke lantai 17 dan menuju ruangan 1712. Petugas KPK bertanya kepada Billy Sindoro apakah tas ini milik Billy Sindoro ? Billy Sindoro menjawab tidak.  Bahwa Terdakwa tidak pernah meminta sesuatu kepada siapapun saat menangani perkara hak siar Liga Inggris. 500 juta.  Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan sesuatu kepada siapapun saat menangani perkara hak siar Liga Inggris. kemudian Terdakwa menyampaikan bahwa tas ini milik seseorang di lantai 17. kemudian tas tersebut dibuka dan amplop coklat didalamnya juga dibuka dan terlihat berisikan uang.  Bahwa dalam menanggapi gencarnya SMS-SMS dari Billy Sindoro disikapi oleh Terdakwa seperti ibarat pepatah Minang: “Iyo kan nan di urang lalukan nan di awak“. yang artinya kurang lebih “diiyakan saja tetapi tidak dilakukan“. lagi di toilet jawab Gentar. 41 . Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan karena banyak orang maka Terdakwa digiring ke tempat parkiran dan masuk kedalam mobil kijang lalu Terdakwa diminta untuk membuka tas tersebut dan terlihat amplop berwarna coklat. kemudian Billy Sindoro keluar. Terdakwa mengetuk beberapa pintu kamar di lantai 17 tersebut sampai kemudian ada yang membuka pintu yang bernama Gentar staf Billy Sindoro dan Terdakwa bertanya dimana Pak Billy Sindoro.IV. Awalnya Terdakwa sulit mengenal ruangan 1712.  Bahwa Terdakwa tidak mengetahui isi tas tersebut sebelum dibuka oleh KPK.  Bahwa Terdakwa akan menyerahkan tas tersebut ke Sekretariat KPPU dan apabila berisi suatu gratifikasi untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK melalui Sekretariat KPPU. Uang tersebut baru diketahui jumlahnya setelah dihitung di KPK yaitu seluruhnya berjumlah Rp.

Berdasarkan alat bukti yang terungkap di persidangan tersebut di atas. Majelis Hakim yang mulia. lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa. bahwa tidak ada kehendak dari Terdakwa untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. kejadian sebelum tas tersebut diambil oleh Terdakwa. 42 . Sdr. yaitu ketika Terdakwa sudah hampir sampai di lantai dasar dan tas tersebut telah dipungut dan dibawa oleh terdakwa keluar dari pintu lift. Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa secara jelas tidak mempuyai niat atau kehendak bersama untuk menyerahkan dan menerima tas yang berisi uang sejumlah Rp. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Barang Bukti berupa Video Rekaman CCTV dan hasil penyadapan atas SMS serta suara no. Namun rekaman CCTV yang memuat gambar ketika Terdakwa berada di lantai 17 hingga menjelang sampai di lantai dasar diedit sedemikian rupa oleh KPK.IV. Tidak adanya niat atau kehendak bersama tersebut dapat dibuktikan dengan adanya fakta-fakta:  bahwa baik dalam komunikasi melalui SMS ataupun pada saat Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa. Yang ditampilkan di persidangan oleh KPK adalah hasil manipulasi rekaman CCTV. sehingga tidak nampak kejadian yang sesungguhnya ketika Terdakwa masih berada di dalam lift. 500 juta tersebut. Penuntut Umum yang kami hormati. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar. 628128064800 dan 6281586400429.

IV. Sukarmi. DR.  bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya. SH. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said. M. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan. 43 . Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. Republik Indonesia. Nawir Messi. DR Iur. MA. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 19992004. sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. MSc Anggota KPPU. DR. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan. adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini. Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. karena keburu ditangkap KPK. Itikat baik yang dilandasi oleh kejujuran. DR. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). MH Anggota KPPU dan Ir. H. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.M Amien Rais. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai kehendak untuk menerima dan memiliki tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK.

ESPN STAR Sports (Terlapor III).3.. 1.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut.(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO. Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. 500 juta di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup. Plc (Terlapor II). Majelis Hakim yang mulia. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. Bahwa berdasarkan uraian di atas. Astro All Asia Networks. yangmenerima hadiah yaitu menerima pemberian berupa uang tunai sejumlah Rp 500. Sdr. Dalam Surat Dakwaan. Penuntut Umum yang kami hormati. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU. maka unsur menerima hadiah atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa Terdakwa sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi dalam sidang Majelis Komisi Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No.000.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp. tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV). yaitu: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat 44 .000. Direct Vision (Terlapor I).IV. unsur ini dikaitkan dengan perbuatan Terdakwa.

pada tanggal 29 Agustus 2008 jam 00. Spy clear. pengertian “mengetahui” menunjukkan Terdakwa menyadari dan ada pengetahuan ia menerima pemberian dari Billy Sindoro sebagai akibat karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO………dst. explisit. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan Sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia. firm. Direct Vision agar tetap dapat menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010 yang disuplai oleh AAMN. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Tks pak”. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 20072010.” Bahwa sesuai dengan bunyi Surat Dakwaan di atas. Permintaan Billy Sindoro yang menurut Surat Dakwaan telah dipenuhi oleh Terdakwa adalah sebagaimana diuraikan dalam Surat Dakwaan halaman 7-8. Mhn dgn sngt bp bs bantu ya pak utk mmasukkan dlm putusan. Direct Vision” 45 .IV. ……dst”  “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang mencantumkan amar “injuction” yang diinginkan BILLY SINDORO dengan menyatakan : “Memerintahkan Terlapor IVAll Asia Multimedia Net-works. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan putusan yang membantu kepentingan PT.51 Wib kembali dihubungi oleh BILLY SINDORO melalui pesan singkat dengan mengatakan: “Pak besok pagi2 sy akn kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. yang berbunyi:  “Terdakwa dalam rangka memenuhi keinginan BILLY SINDORO untuk memastikan kepentingan PT.

 Bahwa pada hari Rabu 27 Agustus 2008 siang hari.  Bahwa Saksi kemudian mengetahui bahwa ternyata KPPU juga secara resmi meminta dokumen tersebut kepada semua pihak termasuk kepada Direct Vision dan KPPU sudah memperolehnya. yang ternyata jumlahnya ada enam. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi harus ada niat yang dapat diketahui dari isi komunikasi”. MH. akan diuraikan di bawah ini. atas inisiatif Saksi berlangsung pertemuan ketiga antara Saksi dengan 46 . Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Bahwa phrase “mengetahui” itu harus dan selalu dikaitkan dengan sikap batin Terdakwa berupa “niat” yang berarti pula sebagai kesengajaan untuk mewujudkan perbuatan yang bersifat melawan hukum dan sebagai bagian yang paling penting untuk menentukan adanya kesalahan Terdakwa. Dalam pertemuan itu Terdakwa meminta informasi mengenai pemutusan siaran Liga Inggris oleh pihak Astro Malaysia. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 dan 12 UU No. SH.IV. Jadi yang diterima oleh Terdakwa hanya satu dari jumlah keseluruhan sebanyak enam dokumen sebagaimana yang sebelumnya telah diterima oleh KPPU. Niat atau kesengajaan dalam kaitannya dengan unsur Menerima Hadiah atau Janji sebagaimana telah kami uraikan di atas tidak tercermin pada diri Terdakwa. Selanjutnya tentang apakah ada niat atau kesengajaan yang tercermin pada diri Terdakwa yaitu memenuhi permintaan Billy Sindoro sebagaimana menurut Surat Dakwaan tersebut di atas. Rudi Satrio. Bahwa dalam persidangan terungkap fakta-fakta sebagai berikut: Keterangan Saksi Billy Sindoro. pada tanggal 22 Agustus 2008 berlangsung pertemuan kedua antara Saksi dan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. yang diajukan oleh Terdakwa di persidangan berpendapat “bahwa dalam dugaan tindak pidana sebagaimana di atur dalam pasal 5. Menurut Ahli Hukum Pidana Dr. pada pokoknya menerangkan:  Bahwa atas permintaan Saksi.

dan SMS: “Pak 47 . Krn sngt penting.29. Sekarang sy sdh dirmh & putusannya ada diktr”.  Bahwa pada hari jumat 29 Agustus 2008 dimulai pada tengah malam pukul 00. shg percuma bp beri injcts”. Saksi secara terus menerus mengirim SMS kepada Terdakwa.20.03.01 WIB.IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Tks”. inti dari injunction adalah bagaimana melindungi kepentingan konsumen supaya mereka tidak dikorbankan untuk kepentingan para pemegang saham tsb. kemudian ada SMS Terdakwa pukul 14. dll @ tdk boleh dihentikan? Tks”. kalimat2 injunctions mhn dibuat explicit. Mudah2an tidak ada yang menolak”. Kamis 28 Agustus 2008 pukul 23. Othrwse astro tetap cari celah pak. yang salah satunya adalah SMS yang berbunyi: “Pagi pak.59: “Substansinya demikian. Terdakwa menjawab dalam SMS nya hari Kamis 28 Agustus 2008 pukul 14. Kalimat persisnya bsk sy lihat lg. Mhn maaf. dan SMS pukul 23.  Bahwa sepanjang hari Kamis tanggal 28 Agustus 2008 yang dimulai pada pukul 14. Dalam pertemuan tersebut Saksi mengusulkan adanya injunction.  Bahwa pada hari yang sama. Saksi terus menerus mengirim SMS kepada Terdakwa yang pada pokoknya menanyakan perkembangan tentang injunction. SMS Terdakwa yang terakhir ini merupakan jawaban atas SMS Saksi: “Pak mhn Tanya apkh kalimat2 injunction jelas mengatakan services thd dv @ trmsk: content.42. serta SMS pukul 23.40.38 WIB: “Pembacaan masih berlangsung.47. Mhn diberi kesempatan unt balas budi baik bapak. Mslh injunction blm dibhs. pembacaan putusan akan dibacakan bsk siang”.  Bahwa Saksi kemudian meminta stafnya untuk mengetik materi injuction tersebut.11. broadcast eqpmts. satelit.  Bahwa atas pertanyaan Saksi yang berkaitan dengan injunction tersebut. clear & firm pak.20. yang mana menurut sepengetahuannya baru dikirim ke alamat email Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008.42: “iya.12: Baru selesai. Alhamdulillah aman”.59 Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “pak sy sngt bersyukur.

Astro All Asia Networks.08 WIB. 2) Ir. Mudah-mudahan sesuai dng harapan”. TRI ANGGRAINI. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah ketua tim pemeriksa dugaan pelanggaran pasal 16 dan 19 a UU No. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan bsok pagi2 sy akan kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. AAAN PLc adlh persh induk. ada dua kali SMS Terdakwa yang perlu dicatat yaitu pada pukul 12. Spy clear. Tks pak”. firm.  Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22. dengan komposisi sebagai berikut : 1) Dr. dan SMS pukul 16. Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “Pak. ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III). Direct Vision/”DV” (Terlapor I). Tks”. A.19 WIB: “Sd. MOHAMMAD IQBAL sebagai Anggota Tim pemeriksa 48 . H. Mhn dgn sngt bp bs Bantu ya pak utk mmasukan dlm putusan.  Bahwa usulan injunction Saksi yang dikirimkan oleh Benedict ke alamat email Terdakwa tidak diakomodasi dalam Putusan KPPU tanggal 29 Agustus 2008. Keterangan Saksi Anna Maria Tri Anggraini. MH sebagai Ketua Tim Pemeriksa.  Bahwa atas SMS Saksi tersebut di atas.  Bahwa Saksi mengetahui ada keputusan KPPU.M. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV) berdasarkan SK ketua KPPU Nomor : 19/KPPU/KEP/I/2008. tapi tidak pernah membacanya.52. SH.38.18 WIB: “Baru selesai dibacakan putusannya. substansinya sdh sama”. yg kena injunction seharusnya AAAN PLc bukan AAMN. Plc /”AAAN” (Terlapor II). explicit.IV. AAMN hanya content provider.5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT.51.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 3) Prof. yaitu Benny Pasaribu mengusulkan adanya hak-hak konsumen yang perlu dilindungi dan usulan perlunya dipanggil Astro dan Lippo.IV. 22 Agustus 2008.  Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2008 Saksi sudah memberitahu kepada Terdakwa akan adanya satu bukti baru berupa pindahnya siaran Liga Inggris dari DV ke Aora TV.” 49 . Dan yang hadir hanya pihak Lippo. Tetapi yang terjadi tetap dilakukan pemanggilan tgl. Dr. Terdakwa mengatakan bahwa tidak ada kewenangan KPPU untuk memanggil Lippo dengan Astro. 27 Agustus 2008. DV sampai ada putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.  Bahwa seingat Saksi pada saat pertemuan tsb.  Bahwa menurut Saksi: pak Iqbal pernah menyatakan kepada Majelis Komisi “agar AAMN tetap mempertahankan penanyangan siaran Liga Utama Liga Inggris di PT.  Bahwa pada tanggal 22 Agustus 2008 tersebut salah seorang Anggota Majelis Komisi.  Bahwa dengan adanya bukti baru fakta baru tersebut.  Bahwa yang merumuskan Konsep putusan tgl. 27 Agustus 2008 adalah Saksi yang dibantu oleh Investigator dan Panitera. kemudian Majelis Komisi melakukan sidang majelis yang ke-2 Tgl.  Bahwa seingat Saksi. TRESNA pemeriksa P. 5 tahun 1999 berkaitan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sebagaimana tersebut di atas. Terdakwa pernah menyerahkan Surat Pemberitahuan atau Notice of Termination yang isinya berupa pemberitahuan tentang akan diputuskannya kerjasama yang disepakati selama ini di atas tanggal 20 Agustus 2008. SOEMARDI sebagai Anggota Tim  Bahwa Saksi juga adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang-undang No. diwakili oleh Ong.

yang pada pokoknya  Bahwa Saksi adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPUL/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV).  Bahwa sebelum membacakan Putusan tanggal 29 Agustus 2008. ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III). Direct Vision/”DV” (Terlapor I). Astro All Asia Networks.IV. Saksi atau Benny Pasaribu telah merubah redaksional diktum ke 5 putusan tanggal 28 Agustus 2008 tersebut di atas sehingga berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa usulan atau pernyataan Terdakwa tersebut secara khusus tidak diakomodasi pada putusan tanggal 28 Agustus 2008 dan usulan tersebut juga tidak ada secara eksplisit disebutkan pada putusan tgl. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT.  Bahwa pada tanggal 28 Agustus 2008 Majelis Komisi telah menyepakati Diktum Putusan yang pada diktum ke 5 berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. DV”. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. DV”. Keterangan Saksi menerangkan: Benny Pasaribu. 50 . Plc /”AAAN” (Terlapor II). 29 Agustus 2008 dalam diktum ke-5.

tanpa sepengetahuan. dilarang melakukan persekongkolan dengan pihak manapun yang patut diduga akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Uang mereka belum kembali.  Bahwa seingat saksi tidak ada aturan apakah diperkenankan untuk mendapatkan input atau masukkan terhadap pihak luar. Liga Inggrisnya diputus. semua unsur Komisi dilarang menerima sesuatu dalam bentuk uang dan/atau hadiah yang secara langsung maupun tidak langsung patut diduga berkaitan dengan jabatannya. itu sepihak dan menurut Saksi Astro memang harus dikasih pelajaran supaya dia bertanggung 51 .  Bahwa menurut Saksi selaku anggota Majelis.  Bahwa menurut keterangan Saksi. Selain itu juga.  Bahwa sehubungan dengan pemutusan hubungan hukum tersebut Liga Inggris sudah tidak ada.IV. 1 tahun. dalam memutus perkara tidak diperbolehkan berhubungan baik langsung maupun tidak langsung. karena hal tersebut dilarang. baik dalam tahap pemeriksaan maupun putusan Majelis. yang diatur dalam Kode Etik KPPU No : 06/KPPU/Kep/XI/2002 tertanggal 7 November 2000 tentang Kode Etik dan mekanisme Kerja KPPU. Sehingga kami dilarang untuk berhubungan dengan pihak-pihak yang sedang berpekara di KPPU. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa menurut Saksi input untuk menentukan perumusan keputusan dari pihak-pihak Terlapor/ Pelapor hanya dapat diperoleh di dalam Sidang Majelis. Direct Vision yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan putusan Majelis Komisi. Terdakwa tidak ada mengusulkan supaya ada injuction yang dibuat oleh Majelis Komisi. diluar konteks Majelis. Sesuai dengan Kode Etik KPPU bahwa setiap unsur Komisi. pelanggan sudah bayar 6 bulan.  Bahwa menurut Saksi ada 5 surat yang berkaitan dengan pemutusan hubungan hukum oleh Astro kepada PT. Bab III tentang Moralitas. dengan menerima pemberian dengan pihak yang berperkara. dan sebelumnya mereka berlangganan karena Liga Inggris.

 Bahwa pada sidang Majelis tersebut. Siapa lagi yang harus mengurus rakyat kalau bukan kita. Jadi kalau perlu Saksi minta gajah sama gajah itu dipanggil ke KPPU. alasan komersial pun. hanya karena dia pindah. dimana yang hadir adalah Lippo sedangkan AAMN tidak hadir. Lalu trilyunan itu nilainya nggak ada guna. kenapa Astro kok melakukan hal ini.  Bahwa atas usulan Saksi kemudian ditindak lanjuti dengan Sidang Majelis ke-3.  Bahwa sebelum tanggal 22 Agustus 2008 kurang lebih tanggal 18-19 Agustus 2008.  Bahwa menurut Saksi kalau kita membaca media massa. ingin nonton Liga Inggris dan kalau pelanggan menuntut hal itu menurut Saksi merupakan satu hal yang wajar. di media massa juga bisa dibaca kalau siaran Liga Inggris sudah pindah dari Astro ke Aora. Lippo mengatakan bahwa ada lagi 5 surat selain satu surat yang kita terima itu.  Bahwa pada Sidang Majelis Kedua Saksi agak marah. itu kasus posisi pelanduk yang terjepit. Menurut Saksi ini gila. Jadi menurut pemikiran Saksi. tapi ini kan tanggung jawab. tanggal 22 Agustus 2008. sebelum tanggal 22 Agustus 2008 sudah ada demo-demo di KPPU juga dari pelanggan.  Bahwa menurut Saksi.  Bahwa pelanggan itu ingin tetap berlangganan.  Bahwa Saksi sangat concern terhadap Perlindungan Konsumen. siapa yang harus bertanggung jawab terhadap pelanggan itu ? Saksi juga menyampaikan supaya gajah dengan gajah “Lippo dengan Astro bertemu. Kalau tidak salah tanggal 14 Agustus 2008 sudah ada demo dari Pelanggan. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan jawab kepada Pelanggan semua.IV. kita Majelis sedang memeriksa perkaranya Astro sudah bikin ulah. Peralatan itu menjadi Sunk Cost. oleh karena 52 . perseteruan Astro dengan DV ibarat jangan karena gajah sama gajah. pelanggan ini bagaimana. tolong diperhatikan para pelanggan ini. Itu kan bagian kesejahteraan rakyat yang hilang. agak kesel gitu.

 Bahwa menurut Saksi. Bayar dulu kerugian pelanggan itu. “Ya tadi pun saya memojokkan.IV. yang terkait dengan diktum ke-5. Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat. itu yang kita tanda tangani. yang kita diskusikan. pelanggan sudah ada yang bayar 6 bulan. karena merugikan konsumen. AAMN tidak kooperatif sama sekali. Ya persaingan usaha yang sehat dan kepentingan umum. tidak ada yang keberatan. Keputusan Bulat.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis. Jadi spontan yang dipelajari Saksi. di Draft memang saksi yang mencoret.  Bahwa terhadap usulan Saksi tentang “Perlindungan Konsumen” (poin 5). kenapa tidak. Supaya tetap menjadi perhatian betul atas kerugian pelanggan itu. 1 tahun. maka yang dipelajari adalah persaingan usaha yang sehat. Saksi menyampaikan kalaupun nantinya bebas. seingat Saksi semua anggota Majelis sudah bersepakat dengan keputusan tersebut. ujarnya. dengan itu kan seperti satu mata uang dengan dua sisi dengan konsumen. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan itu Saksi mengatakan bahwa sudah tidak bisa di komunikasikan lagi. Karena siaran sudah diputus dari pelanggan.  Bahwa oleh karena Saksi adalah Ekonom.  Bahwa dalam Sidang Majelis Komisi tersebut.” 53 .  Bahwa Saksi pernah membuat Pernyataan di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009. dan semua peralatan ada di konsumen/ di pelanggan. tolong itu dibuat rekomendasi. itulah yang kita baca bersama.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor. yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional itu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. Yang jadi putusan adalah yang diketik dan yang di print out. dan pasti yang dirugikan adalah konsumennya. tapi itu bukan putusan Majelis Komisi.

decoder. content/ channels termasuk namun tidak terbatas pada semua channels ASTRO dan BPL (Liga Inggris).  Bahwa Saksi lupa kata-katanya.  Bahwa Saksi pernah mendapat perintah / arahan dari Pak Billy untuk mengirimkan email kepada Pak Iqbal. dan semua fasilitas pendukung lainnya. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Benedict Sulaiman. kemudian Pak Billy bilang. DV. termasuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut : tidak melakukan tindakan2 secara langsung atau tidak langsung yang bermaksud menghentikan (dan/atau mengalihkan ke perusahaan penyelenggara penyiaran TV berbayar berbasis satelit lainnya) semua jasa penyediaan perangkat2 siaran satelit. catat ini nanti dikirimkan pada Pak Iqbal. yang 54 . yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Engineer Manager pada PT Lippo E-Net.  Bahwa menurut Saksi dalam memberikan keterangan yang ada di BAP No. DV. kemudian minta dicatat beberapa hal. dan mempertahankan usaha PT. yang penting tidak ada report bounce.  Bahwa setelah diperlihatkan di muka persidangan Saksi ingat isi email yang dikirimkan ke Terdakwa berbunyi: Untuk kepentingan para pelanggan. di mobil. karena Saksi diperiksa banyak orang. Astro Group Malaysia “harus mempertahankan kegiatan operasional penyelenggaraan penyiaran televisi berlangganan bermerek ASTRO pada PT. merek dagang ASTRO. parabola. waktu itu ditulis dengan tulisan tangan. 17 yang menyatakan bahwa : Isi email tersebut adalah usulan Saudara Billy Sindoro untuk disisipkan oleh Saudara Mohammad Iqbal agar dimasukkan ke dalam Isi Keputusan KPPU.IV. dalam kondisi merasa tertekan. industri dan public. Dan Saksi tidak pernah memperhatikan/ tidak membaca sebelum menanda tangani BAP tersebut.  Bahwa menurut Pak Billy email langsung dikirimkan aja (email yang dikirim adalah sama) dan tidak ada jawaban atas email tersebut dan Saksi tidak mengecek apakah email tersebut sampai atau tidak Saksi juga tidak tahu. kemudian di ketik ulang di komputer. perintahnya adalah sewaktu malam-malam pulang.

 Bahwa pada tanggal 21 Juli 2008 Ketua KPPU menerbitkan Surat Keputusan tentang Sidang Majelis Perkara No. sampai dicapainya penyelesaian antara Astro Group Malaysia dengan pemegang saham PT. yang diawali oleh SMS Saksi Billy Sindoro pada tanggal 20 Juli 2008. sedangkan PT. 55 . Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan selama ini disediakan seluruhnya oleh Astro Group Malaysia kepada PT.  Bahwa benar ada sejumlah hubungan komunikasi berupa SMS antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa. 5 tahun 1999. Soemardi dan saya (Mohammad Iqbal) telah membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (LHPL)  Bahwa berdasarkan Kesimpulan dan Rekomendasi LHPL disebutkan hanya AAMN dan ESS terbukti melanggar Pasal 16 UU No. Keterangan Terdakwa.  Bahwa menurut Saksi mengenai bunyi diktum kelima dari Keputusan Majelis Komisi KPPU tanggal 29 Agustus 2009 dan isi dari email yang pernah dikirimkan kepada Pak Iqbal adalah berbeda. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa sebelum adanya pertemuan I antara terdakwa Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 21 Juli 2008.5 tahun 1999. DV.03/KPPU/L/2008 yang diketuai oleh Tri Anggraini (TA) dengan anggota: Tresna P.IV. DV tidak ditemukan adanya pelanggaran baik terhadap pasal 16 maupun pasal 19 huruf a dan c UU No.03/KPPU/L/2008 dan Surat Penugasan Anggota Komisi sebagai Anggota Majelis Perkara No.03/KPPU/L/2008 yang terdiri dari: Tri Anggraini sebagai ketua. sehingga pada tahap Sidang Majelis sebenarnya tinggal terlapor AAMN dan ESS yang perlu memberikan tanggapan dan pembelaannya. Benny Pasaribu sebagai Anggota dan Mohammad Iqbal sebagai Anggota. DV. pada tanggal 18 Juli 2008 Tim Pemeriksa Lanjutan Perkara KPPU No. atau sampai adanya keputusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

pelanduk yang mati“. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa kemudian tanggal 15 Agustus 2008 ditemukan fakta baru bahwa hak siar liga Inggris sudah beralih dari PT. dan pada tanggal 29 Agustus 2008 setelah Terdakwa sholat jumat niat Ibu Anna Maria Tri Anggraini untuk dissenting opinion dibatalkan. usul Terdakwa adalah tetap seperti hasil LHPL yaitu mana yang terbukti melanggar harus dihukum dan yang tidak terbukti melanggar ya dibebaskan.  Bahwa pada sidang majelis komisi pada tanggal 28 Agustus 2008. Pada pertemuan ini Saksi Billy Sindoro menceritakan tentang 56 . DV kepada Aora TV.  Bahwa benar pada tanggal 22 Agustus 2008 pagi terjadi pertemuan ke-II antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani.  Bahwa benar pada tanggal 27 Agustus 2008 berlangsung pertemuan ke-III antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Pada pertemuan ini Saksi Billy Sindoro memberitahu bahwa hubungan antara LIPPO dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. dan malahan pihak Astro Malaysia sudah mengirimkan surat tentang rencana penghentian siaran Astro TV pada tanggal 31 Agustus 2008. dengan ungkapan “jangan sampai Gajah melawan Gajah. Pertemuan ini adalah realisasi dari permintaan Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa yang disampaikan melalui SMS pada tanggal 26 Agustus 2008. DV tidak bersalah. karena masing-masing pihak sudah saling mengadukan pihak lain ke Polisi.  Bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa alasan Anna Maria Tri Anggraini bermaksud untuk Dissenting Opinion karena tidak pernah disampaikan kepada Terdakwa. Pak Benny Pasaribu telah menyampaikan perhatiannya terhadap kepentingan konsumen.  Bahwa pada sidang majelis komisi tanggal 27 Agustus 2008. Terdakwa mengusulkan bahwa AAMN dan ESS terbukti bersalah dan AAAN dan PT.IV.  Bahwa pada sidang Majelis Komisi pada tanggal 22 Agustus 2008.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan hubungan antara LIPPO Group dengan Astro Malaysia yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Perintah untuk tetap mempertahankan kerjasama sampai adanya kepastian 57 . sesuai dengan LHPL dan Tanggapan serta Pembelaan dari AAMN dan ESS. agar dimasukkan dalam draft putusan tentang perilaku dari AAMN yang terakhir termasuk mengenai dampaknya terhadap persaingan.  Bahwa pada pertemuan itu Terdakwa menjelaskan bahwa di KPPU tidak dikenal dan tidak ada kewenangan dari KPPU untuk memberikan Putusan berupa ‘injunction’. hendaknya dimuat sanksi terhadap pelanggaran Pasal 16 tersebut dalam bentuk : Pembatalan Perjanjian atau larangan untuk mengulang perilaku yang sama. terdapat pelanggaran terhadap Pasal 16 UU No. agar kepentingan konsumen PT. sebagaimana yang dikenal dan diterapkan pada proses peradilan pada umumnya. c. DV.5 tahun 1999 oleh AAMN dan ESS. penetapan pembatalan perjanjian yang terbukti bersifat anti persaingan. pengenaan denda dan penetapan ganti rugi. dan menyampaikan usulan tentang adanya ‘injunction’ pada Putusan KPPU yang pada intinya berisi tentang jangan dihentikan dulu kerjasama antara pihak Astro Malaysia dengan PT. b.IV. Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA) meminta para Anggota Majelis Komisi (Benny Pasaribu dan Terdakwa) untuk menyampaikan pokokpokok materi yang akan diusulkan dalam draft putusan. DV tidak terganggu.5 tahun 1999. perintah untuk menghentikan kegiatan yang menimbulkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. yang akan disiapkan oleh Tim Investigator dan Panitera bersama Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA). KPPU hanya diberi wewenang untuk memutus perkara Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak sehat dalam bentuk: Penetapan tentang ada atau tidak adanya Pelanggaran terhadap UU No.  Bahwa benar pada tanggal 27 Agustus 2008 sore hari.5 tahun 1999.  Bahwa benar Terdakwa menyampaikan usulan sebagai berikut: a. Sesuai dengan ketentuan UU No.

dan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. perlu dipertimbangkan untuk pengenaan denda dan pembayaran ganti rugi.  Draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA) bersama Tim Investigator dan Panitera inilah yang kemudian dijadikan bahan pembahasan oleh Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. sehubungan adanya perkembangan terakhir yang muncul pada sidang Majelis II. Plc. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. agar dipelajari kemungkinan untuk menerapkan pengenaan pelanggaran terhadap pasal 19. FZ-LLC tidak terbukti melanggar Pasal 19 huruf a dan c UU No.5 Tahun 1999. Pada Amar Putusan terdapat 2 (dua) diktum yaitu : 1. 58 . DV. Terlapor II: Astro All Asia Networks.1.  Bahwa benar yang mempersiapkan draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 tersebut adalah Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera.2 sebagai berikut : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.5 Tahun 1999. Plc. FZLLC tidak terbukti melanggar Pasal 16 UU No. dan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Pada butir 8 tentang rekomendasi Majelis Komisi terdapat rekomendasi dalam butir 8. Menyatakan bahwa Terlapor I: PT. Direct Vision. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tentang hak-hak konsumen PT. Terlapor III: ASPN STAR Sports.  Bahwa benar beberapa materi penting yang dimuat dalam draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dibuat oleh Ketua Majelis bersama Tim Investigator dan Panitera adalah : a. 2. Direct Vision.IV. d. Menyatakan bahwa Terlapor I: PT. DV. Terlapor II: Astro All Asia Networks. b.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa benar berdasarkan draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis bersama Tim Investigator dan Panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 di atas.SMS kepada Terdakwa yang isinya menanyakan tentang injunction yang pernah disampaikan kepada Terdakwa pada waktu pertemuan di Hotel Aryaduta tanggal 27 Agustus 2008. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.1.03/KPPU/L/2008 yang dihadiri oleh semua Anggota Majelis Komisi. 59 .  Bahwa pada Tanggal 28 Agustus 2008 Saksi Billy Sindoro mengirim SMS.2 pada draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dibuat oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni (AMTA) bersama dengan Tim Investigator dan Panitera sehari sebelumnya. Tim Investigator dan Panitera. tanggal 28 Agustus 2008.  Bahwa benar setelah melalui diskusi yang cukup intensif.  Bahwa benar pada malam harinya tanggal 28 Agustus 2008 diadakan Sidang Majelis Komisi untuk membahas Putusan Perkara KPPU No. akhirnya pada malam itu.03/KPPU/L/2008.  Bahwa benar rumusan Diktum 5 ini kalimatnya sama persis dengan butir 8.  Bahwa benar Rumusan Diktum 5 yang disepakati oleh Majelis Komisi berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. terlihat bahwa pokok-pokok pikiran Terdakwa sebelumnya tidak ada yang diakomodir dalam draft Putusan tersebut. DV. disepakati Putusan Perkara No.IV. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. Dalam sidang Majelis Komisi ini bahan bahasan untuk membuat Putusan adalah draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang sudah disiapkan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraeni bersama Tim Investigator dan Panitera. yang pada amar putusannya terdapat 5 (lima) diktum.

DV”. Barang Bukti berupa hasil penyadapan atas SMS serta suara no. atas inisiatif Saksi Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Majelis Hakim yang mulia. yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. Penuntut Umum yang kami hormati. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa benar pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi Saksi Billy Sindoro mengirim email kepada Terdakwa mengenai usulan paragraf tentang ‘injunction’. DV. ternyata telah dirubah redaksionalnya pada saat pembacaan Putusan tanggal 29 Agustus 2008 siang menjadi berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. phone 628128064800 dan 6281586400429. dilakukan Pembacaan Putusan Perkara KPPU No. Sdr.03/KPPU/L/2008 oleh Majelis Komisi. yang mana dalam pertemuan 60 .  Bahwa benar pada siang hari tanggal 29 Agustus 2008. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Berdasarkan pertemuan yang kedua hari Jumat tanggal 22 Agustus 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro dan yang ketiga pada hari Rabu 27 Agustus 2008 siang hari.  Bahwa rumusan diktum 5 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi pada malam hari tanggal 28 Agustus 2008.IV. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT.

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tersebut Saksi Billy Sindoro mengusulkan, bahwa untuk melindungi kepentingan konsumen perlu dibuat keputusan yang dimuat dalam injunction dan juga intensitas hubungan atau komunikasi melalui SMS antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa, terutama yang berlangsung sepanjang hari Kamis tanggal 28 Agustus 2008 yang dimulai pada pukul 14.29.01 WIB yang berkaitan dengan injunction serta pengiriman email oleh Saksi Benedict Sulaiman pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari, TIDAK CUKUP UNTUK DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI BUKTI UNTUK MENYIMPULKAN ADANYA NIAT ATAU KESENGAJAAN DARI TERDAKWA UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN SAKSI BILLY SINDORO. Bahwa walaupun ada komunikasi yang intens dalam bentuk saling mengirim SMS dan juga ada pertemuan-pertemuan antara keduanya, tetapi yang paling penting harus dibuktikan dalam perkara ini adalah APAKAH BENAR TERDAKWA MEMENUHI PERMINTAAN BILLY SINDORO? Jadi, intensitas hubungan antara keduanya tidaklah berarti jika Terdakwa dapat dibuktikan tidak memenuhi permintaan Billy Sindoro. Intensitas komunikasi antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa, melalui SMS menurut Terdakwa diibaratkan seperti pepatah Minang “Iyo kan nan di urang lalukan nan di awak“, yang artinya kurang lebih “diiyakan saja tetapi tidak dilakukan“, oleh karena itulah kiranya Majelis Hakim yang Mulia patut mempertimbangkan faktafakta di bawah ini untuk membuktikan bahwa memang tidak ada niat berupa kesengajaan dari Terdakwa untuk memenuhi permintaan Saksi Billy Sindoro, sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum, yaitu:  Bahwa pertemuan hari Jumat tanggal 22 Agustus 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro adalah hanya untuk mendapatkan copy surat dari Astro Malaysia kepada PT DV tentang rencana penghentian siaran Astro TV. Dan yang dikirim oleh kurir dari Saksi Billy Sindoro hanya satu, sedangkan ternyata pada tanggal 19 Agustus 2008 KPPU sudah terlebih dahulu menerima 6 (enam) macam surat sejenis, yang mana surat-surat tersebut kemudian dijadikan dasar dalam Putusan
61

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan perkara KPPU No.03/KPPU/L/2008 yang dimuat pada butir 4.2.8.30.13 bagian Tentang Hukum; Inisiatif Terdakwa untuk memperoleh copy surat tersebut dari Saksi Billy Sindoro bukan merupakan suatu bentuk pelanggaran karena disamping Peraturan KPPU tidak mengatur tentang larangan tersebut juga bukan merupakan kejahatan karena tidak ada hukum positif yang melarang Majelis Komisi untuk melakukan hal demikian;  Bahwa pertemuan tanggal 27 Agustus 2008 usulan Saksi Billy Sindoro tentang perlindungan konsumen yang perlu dimuat dalam injunction tidak diakomodasi oleh Terdakwa, sebagaimana terbukti antara lain berupa pernyataan Saksi Billy Sindoro dalam SMS nya kepada Terdakwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22.51.08 WIB: “Pak, yg kena injunction seharusnya AAAN Plc bukan AAMN, AAAN Plc adlh persh induk, AAMN hanya content provider. Tks”.  Bahwa yang mengusulkan tentang hak-hak konsumen yang perlu dilindungi bukan berasal dari Terdakwa melainkan dari salah seorang Majelis Komisi, yaitu Benny Pasaribu yang dikemukakannya pada Sidang Majelis Komisi yang ke dua tanggal 22 Agustus 2008, dengan demikian usulan tersebut sudah ada sebelum adanya pertemuan ketiga antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 27 Agustus 2008;  Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen sebagaimana yang diusulkan dalam pernyataan-pernyataannya ketika di periksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahkan seusai diperiksa, Saksi Benny Pasaribu sempat membuat pernyataan di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009, yang terkait dengan diktum ke-5, yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional itu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat, ujarnya.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis, “Ya tadi pun saya memojokkan, kenapa tidak, karena merugikan konsumen. Bayar dulu kerugian pelanggan itu.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor.”
62

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa andaikata benar menurut Saksi Anna Maria Tri Anggraini bahwa Terdakwa pernah menyatakan kepada Majelis Komisi “agar AAMN tetap mempertahankan penayangan siaran Liga Utama Liga Inggris di PT. DV sampai ada putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap”, tetapi menurut Saksi tersebut usulan atau pernyataan Terdakwa itu secara khusus tidak diakomodasi pada putusan tanggal 28 Agustus 2008 dan usulan tersebut juga tidak ada secara eksplisit disebutkan pada putusan tanggal. 29 Agustus 2008 dalam diktum ke-5;  Bahwa Keputusan Perkara Nomor : 03/KPPU-L/2008 adalah produk dari Majelis Komisi yang terdiri dari Anna Maria Tri Anggraeni sebagai Ketua Majelis, Terdakwa dan Benny Pasaribu sebagai Anggota Majelis, jadi bukan merupakan keputusan yang dibuat sendiri oleh Terdakwa;  Bahwa diktum ke-5 Putusan KPPU No.03/KPPU/L/2008 tanggal 28 Agustus 2008, semula berasal dari rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera, yaitu pada butir 8 tentang Rekomendasi Majelis Komisi nomor 8.1.2 yang berbunyi : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. DV;  Bahwa dengan demikian, masalah perlindungan konsumen ini telah ada sebelum Saksi Billy Sindoro melalui Saksi Benedict Sulaiman mengirimkan email usulan injunction tentang hal yang sama, yaitu perlindungan konsumen, kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari;  Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8.1.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam, khususnya pada diktum 5 yang berbunyi: Memerintahkan
63

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks, FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. DV;  Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008, yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. DV”.  Bahwa diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No.03/KPPU/L/2008, yang ternyata terbukti tidak mencantumkan amar “injunction yang dikehendaki Saksi Billy Sindoro sebagaimana yang diusulkannya melalui email yang dikirim oleh Saksi Benedict Sulaiman kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari, dengan demikian sangatlah tidak beralasan jika Terdakwa dikatakan melakukan persekongkolan dengan Saksi Billy Sindoro;  Bahwa Terdakwa telah melakukan tugasnya sesuai yang diamanahkan oleh Keputusan Presiden RI No. 75 tahun 1999 tentang Komisi Pengawas Persaingan Usaha, yang mana salah satu tugasnya sebagaimana diatur dalam Pasal 4.a yaitu “melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16 Undang-undang Nomor 5 tahun 1999”; tugas mana telah dilakukan oleh Terdakwa mulai dari Pemeriksaan
64

Plc (Terlapor II). Astro All Asia Networks. Direct Vision (Terlapor I). Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010.51 Wib kembali dihubungi oleh BILLY SINDORO melalui pesan singkat dengan mengatakan: “Pak besok pagi2 sy akn kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. firm. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV). 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. “Terdakwa dalam rangka memenuhi berkeinginan BILLY SINDORO untuk memastikan kepentingan PT. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Tks pak”. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan Sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status 65 .IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Pendahuluan. Lanjutan hingga Majelis Komisi tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. Mhn dgn sngt bp bs bantu ya pak utk mmasukkan dlm putusan. pada tanggal 29 Agustus 2008 jam 00. Bahwa dengan demikian unsur “Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya” sebagaimana dikemukakan dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum yang menyatakan: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. explisit. Spy clear. ESPN STAR Sports (Terlapor III). Direct Vision agar tetap dapat menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010 yang disuplai oleh AAMN. ……dst” “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang mencantumkan amar “injuction” yang diinginkan BILLY SINDORO dengan menyatakan : “Memerintahkan Terlapor IV All Asia Multimedia Net-works.

hal mana berdasarkan 66 . Penuntut Umum yang kami hormati. Majelis Hakim yang mulia. yaitu: “Terdakwa selaku Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan sebagai Majelis Komisi yang memutuskan perkara dugaan pelanggaran Undang undang No. dengan alasan:  kata “sepatutnya” bukan merupakan kaedah hukum positif yang menunjuk pada Peraturan KPPU yang secara tegas mengatur bahwa setiap Staf ataupun Komisioner KPPU termasuk Terdakwa untuk wajib menjaga. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi..IV. dan merahasiakan informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara serta informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang dirahasiakan.  kata “sepatutnya” tidak relevan lagi untuk dipergunakan untuk menyatakan bahwa perbuatan Terdakwa tersebut melawan hukum. yang diketemukan dalam penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU No. Bahwa berkaitan dengan bunyi Surat Dakwaan pada halaman 9. serta dengan pihak manapun …. Sdr. kepada pihak yang berperkara dan atau pihak manapun yang tidak berkepentingan. Direct Vision” tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.dst” secara jelas juga tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan kepemilikan PT. menyimpan. dan merahasiakan informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara serta informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang dirahasiakan. karena kata “sepatutnya” itu menunjuk pada sifat melawan hukum yang materiil. kepada pihak yang berperkara dan atau pihak manapun yang tidak berkepentingan. menyimpan. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sepatutnya wajib menjaga.

tidak boleh dilihat oleh saksi yang lain. Bahwa komunikasi berupa SMS antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro serta sebaliknya. b. Staf Direktorat Penegakkan Hukum pada KPPU. 67 . tidak berisikan tentang materi perkara No. d. Laporan Keuangan yang bukan publik. terus yang disebut rahasia itu ditetapkan oleh Komisi. Atau dokumen lain yang menurut pihak yang memberikan itu adalah rahasia. 003/PUU-IV/2006 sudah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.IV. menerangkan kriteria rahasia diantaranya adalah: a.  bahwa menurut fakta-fakta persidangan tidak ada informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara sertá informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang disampaikan atau dibocorkan oleh Terdakwa kepada Saksi Billy Sindoro.  bahwa menurut keterangan Saksi Dini Meilani. Yang dinyatakan rahasia itu tidak boleh kemana-mana. Laporan keuangannya tidak bisa kita perlihatkan kepada yang lain. menerangkan: a. Tidak ada aturan/ peraturannya belum ada yang mengatur dokumen apa saja yang bisa disebut atau dikatakan sebagai dokumen rahasia di KPPU.  bahwa menurut keterangan Saksi Benny Pasaribu.03/KPPU/L/2008. Tapi dokumen yang mana tidak ada detailnya. c. b. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. Berita Acara Pemeriksaan BAP satu saksi.

IV. yang mana unsur-unsurnya adalah: 1. Mengingat materinya sama. oleh karena itu dalam bagian ini kami tidak akan mengulang kembali pembahasan atau analisa terhadap unsur dimaksud. Menerima Pemberian atau Janji Bahwa pengertian atau materi unsur ini adalah sama persis dengan unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair yaitu pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 1. DAKWAAN SUBSIDAIR Majelis Hakim yang mulia Sdr. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya Ad. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa unsur yang pertama ini telah diuraikan dalam pembahasan atau analisa terhadap unsur yang sama dalam Dakwaan Primair. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 2. maka pembahasan atau analisa terhadap unsur ini tidak berbeda ketika kami membahas atau menganalisa unsur menerima hadiah 68 . Berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Bahwa perbuatan Terdakwa dalam Dakwaan Subsidair ini diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) jo. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara 2. 2. Ad. Menerima Pemberian atau Janji 3. Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penuntut Umum yang terhormat.

IV. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. Bahwa perumusan unsur ini adalah sama persis dengan perumusan unsur Dakwaan Primair Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yaitu: 69 .. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV) telah menerima pemberian atau janji yaitu menerima pemberian berupa uang tunai sejumlah Rp 500.3. Astro All Asia Networks.000. Berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. ESPN STAR Sports (Terlapor III). dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya Unsur ini dalam hubungannya dengan perbuatan yang didakwakan terhadap Terdakwa sebagaimana bunyi Surat Dakwaan yaitu: “karena Terdakwa telah bersekongkol memenuhi permintaan Billy Sindoro untuk memberikan putusan yang membantu kepentingan PT.000. yang mana sebagaimana kesimpulan kami dalam membahas unsur menerima hadiah atau janji. Ad. Direct Vision (Terlapor I). Plc (Terlapor II).(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO. pada bagian ini kami juga berkesimpulan unsur menerima pemberian atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa Terdakwa sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi dalam sidang Majelis Komisi Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor : 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia”. tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan atau janji dalam Dakwaan Primair tersebut di atas.

dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010…dst.. DAKWAAN LEBIH SUBSIDAIR Majelis Hakim yang mulia. Direct Vision dimaksud. 3. Bahwa perbuatan Terdakwa dalam Dakwaan Subsidair ini diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 70 . melakukan tindak pidana yaitu memenuhi permintaan Billy Sindoro untuk memberikan putusan yang membantu kepentingan PT. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. …. Bahwa karena Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi permintaan Billy Sindoro termasuk bersekongkol dengannya untuk memberikan keputusan yang membantu kepentingan PT. Sdr. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. harus dinyatakan pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.IV. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. maka unsur berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.dst:” Bahwa sebagaimana ketika membahas atau menganalisa Dakwaan Primair tentang unsur Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya tersebut di atas kami telah menegaskan bahwa Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Penuntut Umum yang kami hormati.

H. 2. Ad. Mengingat materinya sama.44-48 71 . yang mana unsur-unsurnya adalah: 1. oleh karena itu dalam bagian ini kami tidak akan mengulang kembali pembahasan atau analisa terhadap unsur dimaksud. 1. yang mana. Menerima hadiah atau janji. 2. Prapatan No. Menerima Hadiah atau Janji Bahwa pengertian atau materi unsur ini adalah sama persis dengan unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair yaitu pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. maka pembahasan atau analisa terhadap unsur ini tidak berbeda ketika kami membahas atau menganalisa unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair tersebut di atas. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa unsur yang pertama ini telah diuraikan dalam pembahasan atau analisa terhadap unsur yang sama dalam Dakwaan Primair. MOHAMMAD IQBAL. sebagaimana kesimpulan kami dalam membahas unsur menerima hadiah atau janji. pada tanggal 16 September 2008 sekira jam 18. Diketahuinya. bertempat di lantai 17 Hotel Aryaduta JI.45 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juli sampai dengan bulan September tahun 2008. 3. pada bagian ini kami juga berkesimpulan unsur menerima hadiah atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa: Terdakwa Ir. atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya Ad.IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

-(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.IV. - Akan tetapi sebaliknya. selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu selaku Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2006-2010. jika Terdakwa tidak terbukti menerima hadiah atau janji. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Jakarta Pusat atau setidak-tidaknya ditempat lain yang berdasarkan Pasal 54 ayat (2) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. maka sudah barang tentu kedua elemen tersebut di atas tidak perlu dibuktikan lagi. artinya jika Terdakwa terbukti menerima hadiah atau janji maka harus dibuktikan elemenelemen yang melekat pada unsur di atas yaitu diketahuinya. unsur menerima hadiah atau janji tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa dengan alasan 72 . Bahwa sebagaimana telah kami uraikan di atas. atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya.3. yang menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang tunai sejumlah Rp 500. atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya Bahwa unsur ini sangat berhubungan erat dengan unsur menerima hadiah atau janji sebagaimana di atas. Ad.000.000. Diketahuinya. atau menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya.

73 .di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp.  bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai niat atau kehendak untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan pada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar.000. sehingga tidak nampak kejadian yang sesungguhnya ketika Terdakwa masih berada di dalam lift.000. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. suara bahkan pada saat Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa.IV. Yang ditampilkan di persidangan oleh KPK adalah hasil manipulasi rekaman CCTV. yaitu ketika Terdakwa sudah hampir sampai di lantai dasar dan tas tersebut telah dipungut dan dibawa oleh Terdakwa keluar dari pintu lift. kejadian sebelum tas tersebut diambil oleh Terdakwa.  bahwa tidak ada kehendak dari Terdakwa untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift tingkat 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said. 500. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa baik dalam komunikasi melalui SMS. Namun rekaman CCTV yang memuat gambar ketika Terdakwa berada di lantai 17 hingga menjelang sampai di lantai dasar diedit sedemikian rupa oleh KPK. lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa..

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut. 74 . unsur diketahuinya. atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya. tidak perlu dibuktikan lebih lanjut. Bahwa dengan demikian.IV.

Penuntut Umum yang kami hormati. adalah tidak benar dengan alasan sebagai berikut: a. rumah sakit. dalam pertemuan itu pembicaraannya secara umum saja berkaitan dengan bisnis Lippo mengenai property. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa. Saksi Tadjudin Noor Said. Disamping itu pula baik Terdakwa maupun Saksi Billy Sindoro tidak pernah memberitahu apa materi pertemuan tanggal 21 Juli 2008 itu kepada Saksi Tadjudin Noor Said.V. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan V. c. perbankan. 3. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. 75 . halaman 113 no. mengatakan kasus terkait antara PT. TANGGAPAN TERHADAP ANALISA FAKTA DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang mulia. Bahwa menurut Keterangan Saksi Billy Sindoro. Sdr. Bahwa pertemuan tanggal 21 Juli 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro tidak membicarakan materi yang terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh Majelis Komisi. retail dan penyiaran. b. pernyataan ini berasal dari Saksi Tadjudin Noor Said tetapi Saksi ini tidak mengetahui persis apa materi sesungguhnya dari pertemuan itu karena Saksi tidak menghadiri pertemuan pada tanggal 21 Juli 2008 tersebut. pada tanggal 21 Juli 2008 mengadakan pertemuan dengan Billy Sindoro selaku Wakil dari Lippo Group untuk melakukan pembicaraan terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh Terdakwa. Bahwa menurut versi Penuntut Umum. Direct Vision dengan Astro yang ditangani KPPU yang bisa membantu adalah terdakwa.

Sdr. Bahwa informasi tentang penanganan perkara bukanlah sesuatu kejadian yang luar biasa apalagi melanggar hukum karena sudah tersosialisasikan dalam Undang-undang No. halaman 117 no. Bahwa sama halnya dengan Keterangan Saksi Billy Sindoro. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Bab VII Tata Cara Penanganan Perkara Pasal 38 s/d 46 dan Peraturan KPPU No. Penuntut Umum yang kami hormati. 2. 4. halaman 123 no. Sdr. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa telah menyampaikan informasi penanganan perkara terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro melalui pertemuan dan Pesan Singkat (SMS) perlu ditanggapi sebagai berikut: 1. Bahwa komunikasi SMS antara Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 28 Agustus 2008 yang disadap oleh KPK tidak dapat disimpulkan sebagai informasi tentang penanganan perkara. Majelis Hakim yang mulia. jadi bukan menyangkut materi dari perkara itu sendiri. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. menurut Keterangan Terdakwa dalam pertemuan tersebut hanya membicarakan masalah-masalah yang bersifat umum saja dan masalah industri penyiaran di Indonesia. Majelis Hakim yang mulia. 5. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa telah memenuhi 76 . karena informasi Terdakwa itu hanya berkaitan dengan kejadian setelah selesainya pembacaan putusan pada malam hari tanggal 28 Agustus 2008. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. 1 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penanganan Perkara KPPU.V. Penuntut Umum yang kami hormati. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan d.

Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat. 77 . adalah tidak benar dengan alasan sebagai berikut: 1.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor. Terdakwa dan Benny Pasaribu sebagai Anggota Majelis.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan permintaan Billy Sindoro agar dalam Keputusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 memuat perlindungan terhadap kepentingan PT. Bahwa Keputusan Perkara Nomor : 03/KPPU-L/2008 adalah produk dari Majelis Komisi yang terdiri dari Anna Maria Tri Anggraeni sebagai Ketua Majelis. Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen sebagaimana yang diusulkan dalam pernyataan-pernyataannya ketika di periksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahkan seusai diperiksa.”. DV. Bayar dulu kerugian pelanggan itu. yang terkait dengan diktum ke-5. Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8. khususnya pada diktum 5 yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Direct Vision.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis. “Ya tadi pun saya memojokkan. kenapa tidak.V. jadi bukan merupakan keputusan yang dibuat sendiri oleh Terdakwa. 2. yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional iu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. ujarnya.1. 3. supaya tetap menyiarkan siaran Liga Utama Inggris Musim 2007-2010. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Saksi Benny Pasaribu sempat membuat pernyataan pada di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009. karena merugikan konsumen.

08 WIB: “Pak.000. Penuntut Umum yang kami hormati. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. AAMN hanya content provider. Tks”.. halaman 129 no. 500. Majelis Hakim yang mulia. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum.dengan demikian sangatlah tidak beralasan jika Terdakwa dikatakan telah memenuhi permintaan Saksi Billy Sindoro. hal ini juga terlihat dari pernyataan Saksi Billy Sindoro dalam SMS nya kepada Terdakwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22. yang ternyata terbukti tidak mencantumkan amar “injunction yang dikehendaki Saksi Billy Sindoro sebagaimana yang diusulkannya melalui email yang dikirim oleh Saksi Benedict Sulaiman kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari. Sdr.000. Direct Vision agar tetap 78 .51. yg kena injunction seharusnya AAAN PLc bukan AAMN.V. yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa konsep redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. AAAN PLc adlh persh induk. 5. 6. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan 4.03/KPPU/L/2008. pada tanggal 16 September 2008 di lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani telah menerima uang sejumlah Rp.(lima ratus juta rupiah) dari Billy Sindoro sebagai balas budi karena Terdakwa telah membantu kepentingan PT. Bahwa diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No. DV”. Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa.

V. Bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai kehendak untuk menerima dan memiliki tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. 7. 4.000. Terdakwa telah menerima uang dari Saksi Billy Sindoro sejumlah Rp. Bahwa telah kami tegaskan pada pertemuan tanggal 16 September 2008.(lima ratus juta rupiah)..000. 500..bertentangan dengan Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Bahwa Analisa Fakta di atas penekanannya terletak pada pernyataan bahwa pada tanggal 16 September 2008. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. 3. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan menyiarkan Liga Utama Inggris Musim 2007-2010. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan.000. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said. 2. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi 79 . 147 no. ketika sudah mau sampai di lobby baru tas tersebut dipegang oleh Terdakwa. bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU. perlu ditanggapi sebagai berikut: 1. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. Awalnya Terdakwa tidak memegang tas tersebut bahkan sampai sudah ada orang lain yang masuk dalam lift tersebut tas masih di lantai. sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan. Itikat baik yang dilandasi oleh kejujuran. 500.000. ketika Terdakwa sudah masuk dalam lift hendak turun tiba-tiba Billy Sindoro meletakkan 1 (satu) buah tas di lantai lift. yang menyebutkan: Bahwa perbuatan Terdakwa menerima uang sejumlah Rp. karena keburu ditangkap KPK. dan halaman.

Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 1999-2004. 80 . MH Anggota KPPU dan Ir.M Amien Rais. Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Sukarmi. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya. MA. adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini.V. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof. H. DR Iur. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. SH. tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU. Republik Indonesia. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Nawir Messi. Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. M. MSc Anggota KPPU. DR. DR. suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. DR.

Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan VI. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara bukan merupakan unsur yang menentukan adanya kesalahan dari terdakwa. sebagaimana dalam Dakwaan Primair telah terpenuhi dan terbukti. apabila seluruh unsur dari delik inti (bestanddeel delict) yang didakwakan telah 81 . Sdr. terbukti tidaknya unsur sesuatu tindak pidana harus dikaitkan dengan perbuatan yang didakwakan dan apakah perbuatan itu secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa. Pernyataan bersalahnya Terdakwa adalah terletak pada terbuktinya delik inti (bestanddeel delict) yang harus dibuktikan melalui persesuaian antara perbuatan yang dilakukan dengan tindak pidana yang didakwakan. Dengan perkataan lain. Penuntut Umum tersebut di atas. Jadi secara sederhana dapat diperoleh pemahaman. Penuntut Umum berpendapat unsur-unsur yang terkandung dalam pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahwa dalam Surat Tuntutan Pidana No : Tut-04/24/VI/2009 tanggal 1 Juni 2009. Tentang unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa secara formal apa yang diuraikan Penuntut Umum ketika menguraikan unsur ini cukup dapat dimengerti. namun sebagaimana telah kami uraikan di atas jika dikaitkan dengan asas hukum Actus Non Facit Reum atau tiada pidana tanpa kesalahan. Penuntut Umum yang kami hormati.VI. dengan alasan sebagaimana kami uraikan di bawah ini: 1. Bahwa kami menolak dengan tegas Analisa Yuridis sdr. TANGGAPAN TERHADAP ANALISA YURIDIS DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang mulia.

Dalam menyimpulkan apakah disitu ada perbuatan menerima. 2. Seseorang yang dipaksa untuk menerima sesuatu barang berarti dia tidak mempunyai kesengajaan ketika harus menerima barang itu. April 2005. Tentang unsur Menerima Hadiah atau Janji Dalam menguraikan unsur ini Penuntut Umum mengutip buku Adami Chazawi yang berjudul “Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia”. Penerbit Bayumedia. maka Terdakwa selaku “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” adalah subjek hukum yang harus dinyatakan bersalah dan patut dipidana. maka dianggap terbukti pula akan adanya kesengajaan yang diarahkan pada perbuatan itu“. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan terbukti. kalau si penerima barang memang menyetujui untuk menerimanya maka dapat dipastikan disini ada kesengajaan untuk melakukan perbuatan menerima. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena unsur niat berupa kesengajaan tetap menjadi faktor yang menentukan dalam perbuatan menerima. yang mana nampaknya menjadi text book bagi Penuntut Umum yang bertugas di KPK. maka Terdakwa walaupun berkedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” harus dinyatakan tidak bersalah dan tidak dapat dipidana. Jadi.VI. maka juga sepatutnya harus dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: 82 . Kami tidak sependapat dengan pendapat penulis yang bersangkutan yang dikutip oleh Penuntut Umum: “Dengan terbuktinya perbuatan menerima. Cetakan kedua. maka tetap harus dilihat dari sikap batin si penerimanya yang mana hal itu dapat diketahui dari rangkaian peristiwa sebelum dan setelah barang itu diterima. Sebaliknya apabila unsur–unsur dari pasal–pasal yang didakwakan yang merupakan delik inti (bestanddeel delict) tidak terbukti. Bahwa untuk dapat dipenuhinya unsur Menerima Hadiah atau Janji disamping harus ada niat atau kehendak bersama dari pihak yang menyerahkan dan dari pihak yang menerima. Sebaliknya. tidak ada niatnya untuk menerima barang tersebut.

maksud dari orang yang menyerahkan barang atau obyek itu harus jelas yaitu untuk maksud atau keperluan tertentu. si penerima harus mengetahui bentuk ataupun jenis dari barang yang diterimanya atau barang itu mengenai hal tertentu. Itikad 83 . Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. saksi Rani Anindita Tranggani Penyelidik KPK yang melakukan penyadapan SMS dan telepon Terdakwadan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa. lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan a.  bahwa tas tersebut akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. yang mana dapat diketahui dari peristiwaperistiwa sebagai berikut:  bahwa baik dalam komunikasi melalui sms ataupun pada saat Saksi Billy Sindoro.  bahwa tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift tingkat 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. Bahwa dalam perkara ini.VI. b.  bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan. rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah Terdakwa membawa tas milik Billy Sindoro membuktikan Terdakwa tidak mempunyai niat. kehendak atau kesengajaan untuk menerima tas tersebut. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said. karena keburu ditangkap KPK.

Sukarmi. MSc Anggota KPPU. MH Anggota KPPU dan Ir. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp. MA. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan baik yang dilandasi oleh kejujuran. M. Republik Indonesia. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan.VI. H. DR. Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof. sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan. DR Iur. DR. 84 .  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut. SH. Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 19992004. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.M Amien Rais. Nawir Messi. 500 juta di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup. Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. Bahwa dengan demikian unsur Menerima Hadiah tidak terpenuhi. DR. tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU.

Bahwa dalam menguraikan unsur ini Penuntut Umum mengutip sejumlah pendapat dan doktrin. sebagaimana disebutkan: “Berdasarkan pengertian mengenai diketahui atau patut diduga diatas diperoleh fakta hukum sebagai berikut:. Cetakan kedua. mengetahui atau patut diduga.. April 2005. Penuntut Umum dalam dakwaannya menyatakan: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. kesalahan Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Mencampuradukan kedua bentuk kesalahan. Penerbit Bayumedia.dst“.. menyatakan bahwa mengenai kesalahan pada pasal 12 huruf b ini terdapat dua bentuk kesalahan. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia. “Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia. Tetapi menjadi tidak relevan jika yang terjadi adalah sebaliknya. Sebagaimana dikutip oleh Penuntut Umum dalam buku Adami Chazawi.. yaitu patut diduga. Kesatu bentuk kesengajaan sebagai maksud yang lebih spesifik “pengetahuan” dan yang satu lagi kealpaan berupa “patut diduga”. tersebut menjadikan Surat 85 .” Namun Penuntut Umum ternyata tidak konsisten dalam pernyataannya pada Surat Tuntutan hal 160.VI. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Bahwa dalam hubungannya dengan unsur di atas. kesengajaan dan kealpaan. yang mana masih menyertakan bentuk kesalahan yang lain. halaman 201-202. Jadi memang terdapat dua bentuk kesalahan yang terdapat dalam pasal 12 huruf b yang tidak dapat dicampuradukan tetapi harus dipilih salah satu. Tentang unsur Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Pendapat dan doktrin tersebut hanya relevan untuk ditujukan kepada perbuatan berupa kesalahan Terdakwa yang memang secara sah dan meyakinkan terbukti. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan 3.

2 yang berbunyi : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di 86 . 03/KPPU/L/2008 yang dimuat Jadi dasar pembuatan Keputusan KPPU bukan berasal dari satu copy surat yang diperoleh langsung oleh Terdakwa dari Billy Sindoro. (Surat Tuntutan halaman 160-161).  Bahwa diktum ke 5 Putusan KPPU No. Bahwa berdasarkan komunikasi antara Billy Sindoro dengan Terdakwa melalui SMS pada tanggal 22.03/KPPU/L/2008 tanggal 28 Agustus 2008.03/KPPU/L/2008. 28 dan tanggal 29 Agustus 2008.VI. Dengan adanya keenam surat tersebut kemudian dilakukan Sidang Majelis pada tanggal 22 Agustus 2008 dan keenam surat itulah yang dipergunakan sebagai dasar dalam Putusan perkara KPPU No. Bahwa kesimpulan tersebut di atas adalah keliru. bukan semata-mata keputusan tunggal dari Terdakwa. semula berasal dari rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan Tuntutan Penuntut Umum menjadi tidak mudah dimengerti dan kabur.1. KPPU telah mendapatkan enam exemplar surat yang sejenis pada tanggal 15 Agustus 2008. 2008. yaitu pada butir 8 tentang Rekomendasi Majelis Komisi nomor 8.  Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen. Penuntut Umum berkesimpulan ada upaya Terdakwa membantu kepentingan PT.  Bahwa diktum ke 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No. Direct Vision agar tetap dipertahankan memiliki hak siar Liga Utama Inggris 2007. dengan alasan:  bahwa ketika Terdakwa meminta copy surat dari Astro dari Billy Sindoro melalui SMS.

FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. DV.1. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. khususnya pada diktum ke 5 yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa konsep redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.VI.  Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.  Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008. 87 . dengan demikian unsur Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya tidak terpenuhi. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. DV. Direct Vision. Bahwa berdasarkan fakta-fakta di atas tidak terbukti Terdakwa telah membantu PT. DV”.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam.

Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan 88 .VI.

150. Apalagi dalam alasan yang memberatkan tuntutan karena Terdakwa dinilai berbelit-belit.000. Sungguh kami tidak dapat memahami pada bagian mana dan keterangan yang mana dari Terdakwa yang dapat dinyatakan berbelit-belit. Terdakwa tidak boleh menggunakan rahmat Tuhan berupa kecerdasan otak. Sikap Terdakwa mana yang disebut sebagai sikap tidak kooperatif. Inilah yang dilakukan oleh Terdakwa menggunakan akal sehatnya. Hal ini menghina orang-orang berakal dan mempunyai kecerdasan. Orang yang tidak boleh dibantah dan selalu benar itu adalah perilaku orang yang otoriter. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan VII. Tuntutan delapan tahun ini sungguh luar biasa. Menghina kemanusiaan. Kalau ini yang menjadi dasarnya. Sungguh kami tidak mampu memahami alasan tuntutan delapan tahun ditambah dengan denda Rp.VII. Penuntut Umum. TANGGAPAN TERHADAP TUNTUTAN PIDANA DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang kami muliakan.000. Orang lain adalah salah dan kalau orang 89 . berarti Sudara Penuntut Umum menghendaki agar Terdakwa ini tidak menggunakan akal budinya. karena yang membedakan manusia dengan bukan manusia itu adalah akalnya. Apakah karena Terdakwa selalu bertanya kepada para saksi atau karena Terdakwa mampu membantah keterangan saksi yang tidak masuk diakal dan kemampuan Terdakwa menjelaskan dan memberikan tanggapan secara detil dan konsisten disebut berbelit-belit dan tidak kooperatif ? Kalau hal ini yang menjadi alasannya. ini adalah tidak masuk akal sehat kami.. Yth Sdr.(seratus lima puluh juta rupiah). Orang-orang yang menganggap kebenaran itu hanya milik mereka. Tuntutan diluar batas kepatutan Tuntutan Saudara Penuntut Umum terhadap Terdakwa ini sungguh membuat kami terperanjat.

Apalagi mengingat dalam ketentuan undang-undang keterangan yang bernilai secara hukum itu adalah keterangan yang disampaikan dihadapan sidang. Tanpa ba-bi-bu. bukan sikap yang baik dalam mencari kebanaran dan keadilan. hanya Saudara Penuntut Umum yang bisa menjawabnya. bukan karena diperintah 90 . adalah menghadirkan Terpidana Billy Sindoro untuk menjadi saksi dalam perkara ini. Penuntut Umum yang terhormat. Majelis Hakim yang mulia. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan memberi argumen orang itu berbelit-belit. Apa penyebab hadirnya Billy Sindoro sebagai saksi tanpa pemberitahuan ini. tiba-tiba Billy Sindoro dihadirkan dihadapan persidangan. Sikap otoriter yang dicerminkan oleh tuntuntan Penuntut Umum ini menurut hemat kami. Persidangan menurut undang-undang dan bagi kami adalah untuk mencari kebenaran dalam rangka menegakkan keadilan.VII. Kehadiran yang tidak pernah disampaikan dihadapan sidang yang mulia ini sebelumnya. Artinya bantahan seorang Terdakwa dihadapan sidang itu harus dihargai sebagai bantahan atau keterangan yang bernilai secara hukum. Sikap ini adalah sikap yang hanya mau benar sendiri dan sikap sebagai pemilik kebenaran. seharusnya tidak menjadi Jaksa sekarang. Banyak perilaku Penuntut Umum ini yang tidak masuk akal sehat kami dalam mengajukan perkara ini dihadapan persidangan. tetapi menjadi Penuntut Umum pada masa kekuasaan Orde Baru yang tidak boleh dibantah oleh orang-orang yang didakwa merongrong kekuasaan pemerintah. Sebagai contoh yang paling kasat mata selain tidak ingin menghadirkan saksi Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Sehingga Penuntut Umum salah tempat dan salah waktu. Sdr. Mudah-mudahan jawabannya sesuai dengan kata hatinya. Bukan untuk menghukum orang dengan semena-mena. Sikap yang baik dan benar bagi seorang penegak hukum itu adalah menerima kebenaran dan mau mendengar sisi lain dari satu cerita.

000. Majelis Hakim yang mulia. Hal yang paling tidak terbantahkan adalah tidak dihadirkannya saksisaksi yang menjadi pemicu perkara ini. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan tanpa ada alasan hukum dan argumen yang jelas dan menurut hukum. Bahkan ketika salah seorang dari team Penasehat Hukum bertanya kepada salah seorang Penuntut Umum. bagi kami bukan hanya 91 . Termasuk mempertanyakan hal-hal yang tidak secara langsung berhubungan dengan perkara ini. sebab kalau pihak kami diberitahu lebih awal mengenai kehadirannya tentu kami akan banyak bertanya. Sebagai penasehat hukum yang beriktikad baik dan tanpa prasangka buruk. Tuntutan delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp.. Meskipun dalam benak kami. tidak ada penjelasan bahwa saksi yang akan dihadirkan adalah Billy Sindoro. timbul pertanyaan apa niat tersembunyi dari Penuntut Umum tidak memberitahukan kepada kami untuk memeriksa Billy Sindoro sebagai saksi. karena Penuntut Umum mendapat permintaan agar Billy Sindoro tidak kami tanya secara layak. Penuntut Umum yang kami hormati. kami tidak berkeberatan terhadap kehadiran Billy Sindoro tanpa direncanakan terlebih dahulu. Atau mungkin juga kami akan lebih berfokus pada pertanyaan mengenai penyelesaian perkara pajak tersebut oleh KPK setelah diambil alih dari Polda Jawa Barat. Ada perbedaan prilaku dalam penuntutan yang dilakukan oleh penuntut Umum terhadap Terdakwa dengan Billy Sindoro.000. Sdr.(seratus limapuluh juta). First Media Tbk yang pernah dipimpin oleh Billy Sindoro.VII. seperti misalnya perkara penggelapan Pajak PT. Apakah mungkin.150. Banyak hal yang secara sengaja dan terselubung disembunyikan. Tidak ditunjukkannya buktibukti surat yang terkait erat dengan perkara ini seperti surat perintah penyelidikan. kami selalu mencoba memahami diskresi dari Penuntut Umum.

Inilah bentuk dari pengingkaran terhadap keadilan. karena hanya lembaga ini yang mau menghukum orang yang di dakwa korupsi dengan hukuman yang tinggi. Inilah bukti penggunaan hukum untuk kepentingan jangka pendek dan demi kekuasaan. Sebab kalau kita lihat. Belum menyentuh semua kekuatan politik yang selama ini juga cukup bersinggungan dengan masalah yang masuk dalam kategori korupsi. diharapkan agar masyarakat dapat memberikan dukungan kepada KPK yang sedang mengalami musibah karena undang-undangnya belum selesai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat atau mungkin untuk mengalihkan perhatian masyarakat bahwa KPK ini adalah lembaga yang paling berguna dalam menegakkan hukum. Kebenaran dari ini hanya Peradilan Sejarah yang akan memutusnya. orang-orang yang sedang atau sudah diadili di hadapan Pengadilan Tipikor ini masih terbatas dari kelompok tertentu. Masih berkaitan dengan surat tuntutan ini. Meskipun tidak tertutup kemungkinan dengan situasi politik seperti sekarang ini. maka yang dilakukan adalah membohongi sejarah dan kemanusiaan. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan berat memahaminya menurut akal sehat dan argumen hukum. Penuntut Umum jelasjelas telah melakukan pelanggaran hukum dengan meminta agar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk merampas dan selanjutnya MEMUSNAHKAN barang bukti : 92 . Kalau ini yang terjadi. terlebih lagi kalau dihubungkan dengan bukti-bukti.VII. Apa yang mengkhawatirkan kami. karena Terdakwa ini sebelum terkena musibah ini menjadi salah seorang pilihan dari satu partai untuk dicalonkan menjadi salah seorang calon legislatif. Ini kami kemukakan demikian. bahwa tuntutan yang tinggi ini terjadi sebagai upaya fait accompli yang sengaja dilakukan karena tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung kebenaran dari dakwaan khususnya mengenai dakwaan primair. anda bisa menjadi salah satu korban karena perbedaan keyakinan politik dan pilihan politik. Dengan cara seperti ini. ada pesan-pesan tertentu yang hendak disampaikan bahwa hati-hati para lawan politik.

oleh karena itu benda sitaan tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. Nomor 128 Handphone merek Nokia seri 6275i warna hitam. Nomor 130 Handphone merek Nokia seri 9500.. Nomor 129 Handphone merek Nokia seri 6275i warna silver. Nomor 134 Tas jinjing warna hitam tanpa merk dengan tanda solasi hitam pada bagian depan (penutup). yang mana apabila tidak dikembalikan maka tindakan tersebut melanggar segi kemanusiaan sebagaimana disebutkan dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana 93 .. Nomor 136 Handphone merk Blackberry warna silver berikut sarungnya. Nomor 135 Handphone merk O2 warna hitam berikut sarungnya. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan 1. sehingga tidak dibenarkan untuk dimusnahkan. 7. 4... 5. sebagaimana dikutip : „Benda sitaan yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan. dirampas untuk dipergunakan bagi kepentingan negara atau untuk dimusnahkan. 6.“ Handpone dan tas jinjing tersebut bukan merupakan benda yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan. Nomor 131 Handsfree Nokia. 3.VII. 2. Permintaan tersebut jelas-jelas telah melanggar ketentuan Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana..

VII. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan 94 .

termasuk Pejabat Negara yang konon sebagai Penegak Hukum dan Pimpinan Puncak lembaga super body dan diklaim sebagai yang paling steril dari penyuapan. seperti halnya kita semua. setiap orang yang normal pasti akan menyesali perbuatannya apabila dia duduk di depan meja hijau sebagai terdakwa. bukanlah manusia yang sempurna yang nasibnya sekarang tergantung kepada wakil Tuhan di dunia. Tidak ada manusia yang sempurna.VIII. Terdakwa hanya menghendaki persidangan ini berlangsung jujur dan adil. Tanpa harus menjawab secara verbal. demikian pepatah bijak yang akrab ditelinga kita. Dalam pemeriksaan di persidangan. nasibnya juga akan tergantung pada wakil Tuhan di dunia. Majelis Hakim yang mulia. Terdakwa telah mengaku menyesal dengan cara bertawakal kepada sang khalik. Sikap yang kooperatif telah ditunjukkannya ketika di persidangan Terdakwa mengakui kebenaran komunikasi SMS antara dirinya dengan Billy Sindoro yang berhasil disadap oleh KPK. hendaknya jangan disimpulkan bahwa Terdakwa tidak kooperatif. Penuntut Umum yang kami hormati. Persidangan yang akan berujung pada Keputusan Majelis Hakim yang mulia adalah sebuah peristiwa yang menentukan nasib Terdakwa. Sdr. banyak Pejabat Negara non aktif atau aktif. berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya persidangan. Terdakwa Mohammad Iqbal. PENUTUP DAN PERMOHONAN Majelis Hakim yang mulia. Bertawakal adalah berserah diri dan pasrah yang merupakan wujud dari sikap ketaatannya sebagai seorang Muslim. Itu Saja! 95 . Penutup dan Permohonan VIII. Tidak ada maksud dari Terdakwa untuk menunjukkan sikap seperti itu. yang nantinya akan menentukan dalam putusannya apakah Terdakwa pantas dihukum atau tidak. Tidak ada gading yang tidak retak. Allah SWT. Sikap yang kritis dari Terdakwa. Tidak saja Terdakwa.

Mohammad Iqbal dari Dakwaan Primair: Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk melepaskan Terdakwa Ir. Penutup dan Permohonan Adalah sah-sah saja. 2. Membebaskan Terdakwa Ir. Membebaskan Terdakwa Ir. 96 . Terdakwa menghendaki pemeriksaan perkara ini berlangsung jujur dan adil karena dialah yang nantinya akan mengalami penderitaan untuk sekian lama dibalik terali besi. Mohammad Iqbal dari Dakwaan Subsidair: Pasal 5 ayat (2) jo. 4. 5. H. Pasal 5 Ayat (1) huruf b UndangUndang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 3. H. Mohammad Iqbal dari Dakwaan Lebih Subsidair: Pasal 11 Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Membebaskan Terdakwa Ir. H. Mohammad Iqbal dari Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat di Jakarta. jika Majelis Hakim berpendapat Terdakwa pantas untuk dihukum. Mohammad Iqbal sesuai dengan harkat dan martabatnya. H. H. Merehabilitasi dan memulihkan kembali nama baik Terdakwa Ir. Setelah mempertimbangkan segala yang telah kami uraikan di atas dan semoga keadilan dibumi ini masih bisa ditegakkan.VIII. pada akhirnya Terdakwa mohon Putusan: 1.

S.. 8 Juni 2009 Hormat kami.VIII.H Andi Abdurrahman Nawawi. Demikianlah Nota Pembelaan / Pleidooi ini kami sampaikan dalam rangka due process of law yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan. M. S. S. Tim Penasehat Hukum Terdakwa II Dr.M M. Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk mengembalikan barang bukti milik Terdakwa berupa: a. Jakarta..M Dr. S.H. Maqdir Ismail. LL. M.. b.. LL. Barang bukti Nomor 135 Handphone merk O2 warna hitam berikut sarungnya. Marbun.Hum Dasril Affandi. Penutup dan Permohonan 6.H. Barang bukti Nomor 136 Handphone merk Blackberry warna silver berikut sarungnya.F.H 97 . S. S. Rudjito.H.H Masayu Donny Kertopati. Namun apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain mohon agar diberi putusan yang seadil-adilnya. 7. Membebankan biaya perkara kepada Negara. S.H.

98

Dalam Perkara Nomor : 04/PID.B/TPK/2009/PN. JKT PST

disampaikan oleh : Ir. Mohammad Iqbal

100

Pengantar Tanggapan dan Pembelaan Majelis Hakim yang mulia,

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang mulia, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan tanggapan dan pembelaan terhadap Surat Tuntutan yang dibuat oleh Penuntut Umum pada persidangan hari ini. Pada persidangan hari Senin tanggal 1 Juni 2009 yang lalu, Penuntut Umum telah membacakan Surat Tuntutannya yang materinya mencakup 7 (tujuh) Bab, yaitu : Bab I : Pendahuluan, Bab II : Surat Dakwaan, Bab III : Fakta-fakta Persidangan, Bab IV : Analisa Fakta, Bab V : Analisa Yuridis, Bab VI : Kesimpulan dan Bab VII : Tuntutan Pidana. Dalam persidangan hari ini, saya akan menyampaikan tanggapan dan Pembelaan saya terhadap materi yang diungkapkan oleh penuntut Umum dalam Surat Tuntutan di atas, dengan sistimatika sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum, yang saya sampaikan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 yang lalu. Untuk menyegarkan ingatan kita bersama, pada kesempatan ini saya sampaikan kembali sistimatika tanggapan saya pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 di atas, serta mengutip baberapa isi pokok dari tanggapan tersebut. Tanggapan yang saya bacakan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 pada pokoknya memuat materi tanggapan yang meliputi 5 (lima) bagian, yaitu: Bagian I: Pendahuluan, Bagian II: Surat Dakwaan Penuntut umum yang keliru, Bagian III: Korban dari ‘skenario jahat’ terhadap KPPU, Bagian IV: Pertanggungjawaban Publik sebagai Anggota KPPU, dan Bagian V: Penutup.

101

Pengantar Tanggapan dan Pembelaan Oleh karena itu. III. Pendahuluan Surat Tuntutan Penuntut Umum yang salah Korban Skenario Jahat terhadap KPPU Pertanggungjawaban Publik sebagai Anggota KPPU Penutup 102 . dalam Tanggapan dan Pembelaan saya hari ini. V. IV. saya akan sampaikan dengan sistimatika sebagai berikut : I. II.

yang saya bacakan pada tanggal 10 Februari 2009. dan saya menyampaikan hal ini bukan untuk gagah-gagahan atau untuk menyombongkan diri. Pada Bagian I dari tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum. membuat dan menyampaikan kesaksian secara tertulis. saya kemudian membuat kesaksian tertulis. ada seorang saksi dalam persidangan suatu Perkara. adalah fakta yang benar-benar terjadi dan saya alami. penuntutan. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini tidak salah. yang saya sampaikan dengan jujur. Pendahuluan I. Begitu pula saya agak emosional bila melihat cara 103 . bahwa itulah sikap saya selama ini. Pada Bagian Pendahuluan ini. PENDAHULUAN Majelis Hakim yang mulia. Atas dasar inilah.I. saya menyampaikan sikap saya dalam menghadapi proses penanganan Perkara saya ini. hati kecil saya tidak dapat menerima bila dalam persidangan ini. dan persidangan. saya menyatakan bahwa apa yang saya sampaikan pada waktu penyidikan. Oleh karena itu. Tidak sama sekali. Sikap kejujuran itulah yang selama ini saya pegang teguh dalam setiap aktivitas saya dalam menjalankan amanah serta pengabdian kepada Bangsa dan Negara. Saya sampaikan hal tersebut pada persidangan hari ini adalah untuk menunjukkan kepada Majelis Hakim yang mulia dan hadirin yang ada dalam persidangan hari ini. yang sudah saya sampaikan pula kepada Majelis Hakim yang mulia. sejak dari tahap penyidikan. tanpa ada yang disembunyikan. saya melihat ada saksi yang berkata bohong dan berubah-ubah. Barangkali baru pertama kali dalam sejarah persidangan Perkara Korupsi di Pengadilan Tipikor ini. pada waktu saya menjadi saksi dalam Perkara Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009 dan apa yang saya sampaikan pada persidangan saya sendiri. yang saya beri judul “Siapa berbuat apa”.

yang akan mengambil data rekaman CCTV pada tanggal 18 September 2008. maka saksi tidak mengambil seluruhnya. saksi Iman Santoso mengatakan bahwa tanggal 16 September 2008. saksi ditugaskan secara lisan oleh atasan saksi untuk melihat rekaman di Hotel Aryaduta. melihat penyerahan tas. Kemudian pada persidangan Billy Sindoro tanggal 15 Desember 2008. Pendahuluan kerja dan tindakan KPK yang tidak terbuka dan penuh dengan kebohongan serta rekayasa. Saksi melihat Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro di dalam lift. Dalam persidangan ini beberapa kali saya memohon kepada Penuntut Umum agar KPK bertindak jujur dalam mengungkap persoalan yang sebenarnya dari Perkara saya ini. dan melihat mereka bersalaman. 104 . saksi Iman Santoso mengatakan bahwa seluruh peristiwa dalam lift kelihatan. adalah diajukannya Pegawai KPK yang bernama Iman Santoso sebagai saksi dalam Perkara saya dan Perkara Billy Sindoro. Pada Persidangan Billy Sindoro tanggal 15 Desember 2008. KPK selalu aktif mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya sifat-sifat kejujuran? Mengapa dalam Perkara saya ini. Dari rekaman CCTV tersebut. saksi disuruh menentukan bagian-bagian mana pada jam-jam berapa yang perlu diambil/direkam oleh Tim Teknis KPK. Dengan alasan kapasitas CCTV yang terlalu besar. tapi hanya bagian-bagian tertentu saja. saksi mengatakan bahwa pada tanggal 16 September 2008.I. KPK malah berupaya untuk menutup-nutupi fakta yang sebenarnya. Tetapi pada Persidangan saya tanggal 30 April 2009. dan memunculkan alat bukti yang sudah direkayasa. saksi ditugaskan oleh Penyidik KPK untuk mengambil rekaman CCTV di Hotel Aryaduta. Sebagai contoh dari ketidakjujuran dan rekayasa yang dilakukan KPK dalam Perkara saya ini. Bukankah selama ini sebagai institusi penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.

kemudian membuat transkripnya. untuk melakukan kegiatan proses computer forensic di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Nama Iman Santoso ternyata tidak ada sama sekali dalam Surat Perintah Tugas itu. adalah catatan dan transkrip yang dibuat oleh Iman Santoso. Samsa Ardisasmita. untuk kejadian yang sama. penyidik KPK. ada Surat Perintah Nomor: SPT-182/30/IX/2008 tanggal 18 September 2008. Pada persidangan saya tanggal 30 April 2009. Namun yang dijadikan alat bukti dalam Perkara saya. pada Persidangan saya tanggal 30 April 2009. Saksi mengatakan bahwa saksi cuma melihat keduanya (Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro) akan masuk lift besama. memberikan keaksian bahwa saksilah yang ditugaskan untuk mendengar percakapan dan SMS antara nomor telepon saya dengan nomor telepon Billy Sindoro. Di dalam lift Mohammad Iqbal sudah membawa tas dan dibawa turun. mengapa yang diajukan sebagai saksi oleh KPK pada persidangan saya maupun pada persidangan Billy Sindoro. Oleh karenanya patut kita bertanya.I. tapi ternyata Billy Sindoro keluar lagi dan sudah tidak membawa tas. Selanjutnya pada berkas Perkara saya. dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. Akibatnya. dan yang dimuat dalam lampiran berkas Perkara. saksi Iman Santoso mengatakan bahwa saksi ditugaskan oleh Penyidik. untuk mengeluarkan data percakapan telepon dan SMS dari nomor telepon saya dan nomor telepon Billy Sindoro. saksi Rani Anindita Tranggani. Administrator pada Direktorat PINDA. Tetapi. kepada Dani Karsa Prawira. kemudian mencatat dan membuat transkripnya. bukan Dani Karsa Prawira? Mengapa yang diajukan sebagai saksi malah Iman Santoso yang tidak jelas penugasannya? Majelis Hakim yang mulia. yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Informasi dan Data M. memberikan kesaksian yang berbeda. dalam 105 . Pendahuluan Namun. saksi Iman Santoso. Jadi ada dua orang petugas KPK yang ditugaskan untuk membuat transkrip percakapan dan SMS antara nomor telepon saya dengan Billy Sindoro.

Kemudian pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Desember 2008. Pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Desember 2008. Kurniawan dan saksi Rahmat Nur Hidayat. saksi Rani Anindita Tranggani ‘terpaksa harus berbohong’. Dan ternyata keterangan saksi Rahmat Nur Hidayat ini sama dengan keterangan saksi Rani Anindita Tranggani. Padahal. Kurniawan mengatakan bahwa saksi tidak tahu dan tidak pernah melihat rekaman kedatangan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani tanggal 16 September 2008. yaitu saksi Hendy F. Ketidakjujuran dan kebohongan yang dipertontonkan dalam penanganan Perkara saya ini juga terjadi pada kesaksian Petugas KPK lainnya. saksi Hendy F. Tetapi pada persidangan saya tanggal 23 April 2009. Kurniawan mengatakan bahwa saksi diperlihatkan rekaman kedatangan Billy Sindoro bersama dua ajudannya. dan informasi tersebut diperoleh dari dari hasil sadapan KPK. saksi Rani Anindita Tranggani menyatakan bahwa percakapan telepon di atas adalah percakapan telepon dari nomor 628161846382 ke nomor 628128064800. mencatat dan membuat transkrip pembicaraan serta komunikasi melalui SMS antara saya dengan Billy 106 .I. Pendahuluan persidangan tanggal 7 Mei 2009. saksi memperoleh informasi dari Ketua Tim bahwa akan ada penyerahan uang. Majelis hakim yang mulia. ketika ditanya apakah transkrip pembicaraan telepon tanggal 16 September 2008. yang mengatakan bahwa selama saksi ditugaskan untuk mendengar. Saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya”. saksi Hendy F. saksi Hendy F. sebelum saksi berangkat ke Hotel Aryaduta Tugu Tani. adalah transkrip percakapan dari nomor 628128064800 ke nomor telepon 628161846382?. Kurniawan mengatakan bahwa pada tanggal 16 September 2008. saksi Rahmat Nur Hidayat mengatakan bahwa informasi akan ada penyerahan uang bukanlah dari hasil penyadapan KPK. tapi pada persidangan saya tanggal 23 April 2009. di dalam BAP.

maka Tanggapan dan Pembelaan saya atas Surat Tuntutan Penuntut Umum. juga adalah orang-orang yang baik. tapi berasal dari atasan Penuntut umum. saya melihat bahwa Penuntut Umum pada Perkara saya ini. belum tercantum lamanya pidana penjara. saya beri judul: “KPK JUGA BISA SALAH” 107 . Kejadian ketika pembacaan Surat Tuntutan oleh Penuntut Umum pada tanggal 1 Juni 2009 yang lalu membuktikan apa yang saya katakan ini. yang saya bacakan hari ini. Saya melihat bahwa sebenarnya saksi-saksi dari petugas KPK yang diajukan dalam persidangan saya adalah orang-orang muda yang baik. Majelis Hakim yang mulia. yang baru diberikan kepada Penuntut Umum sebelum sidang dimulai. Tetapi karena tugas. Selesai pembacaan tuntutan. yang pada Bab mengenai Tuntutan Pidana. Pendahuluan Sindoro. mereka harus mengikuti perintah dari atasan.I. Penuntut Umum memberikan kepada saya salinan berkas tuntutan. mereka ‘terpaksa’ harus melakukan ‘kebohongan-kebohongan’ sebagaimana hal di atas. Tetapi karena harus menjalankan perintah atasan dan tuntutan skenario dari pimpinan. saya banyak menemukan kebohongan dan kejanggalan-kejanggalan lain yang nanti akan saya sampaikan. Begitu pula. Mengingat bahwa dalam persidangan Perkara selama ini. tidak ada pembicaraan atau SMS yang mengatakan akan ada penyerahan uang dari Billy Sindoro kepada saya. Jadi saya yakin bahwa tuntutan pidana 8 (delapan) tahun yang dibacakan oleh Penuntut Umum waktu itu adalah bukan berasal dari Penuntut Umum. dan besarnya denda yang dikenakan.

Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 108 .II.

03/KPPU/L/2008 merupakan amar 109 . pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa diktum 5 dari Putusan KPPU No. saya bersama Anggota Majelis Komisi lainnya membacakan Putusan Perkara No. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.03/KPPU/L/2008. Fakta yang diungkapkan oleh Penuntut Umum bahwa pada tanggal 29 Agustus 2008. Pada saat itu. yang dimasukkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya pada Bab II. Perkenankanlah saya memulai tanggapan dan Pembelaan saya terhadap Surat Tuntutan Penuntut Umum dengan menanggapi terlebih dahulu Surat Dakwaan Penuntut Umum. menyatakan: “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara No. alinea terakhir). Pada tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum. Penuntut Umum dalam Surat Dakwaannya (Surat Dakwaan yang dimaksud juga dimuat kembali oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya.II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah II. Tetapi. saya menyampaikan bahwa Surat Dakwaan Penuntut Umum keliru. SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM YANG SALAH Majelis Hakim yang mulia. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. saya menyampaikan salah satu contoh dari dakwaan Penuntut Umum yang menurut saya terdapat kekeliruan. Direct Vision”. yang saya bacakan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009. karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.03/KPPU/L/2008 yang mencantumkan amar ‘injunction’ yang diinginkan Billy Sindoro dengan menyatakan: Memerintahkan Terlapor IV : All Asia Multimedia Networks. memang benar. pada halaman 5.

110 .03/KPPU/L/2008 lahir karena adanya fakta baru berupa dialihkannya penayangan Siaran Liga Inggris untuk musim kompetisi 2008-2009 dari PT. • Bahwa berdasarkan temuan adanya fakta baru dalam Sidang Majelis II dan Sidang Majelis III di atas. yang dilanjutkan dengan adanya Sidang Majelis II pada tanggal 22 Agustus 2008 dan Sidang Majelis III pada tanggal 27 Agustus 2008. yaitu: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. memuat diktum yang berbunyi : “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Direct Vision”. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.1. kemudian Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini bersama dengan Tim Investigator dan panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 malam membuat draft Putusan.II. yang pada butir 8.2 di atas. Direct Vision sampai adanya kejelasan kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah ‘injunction’ yang diinginkan oleh Billy Sindoro adalah pernyataan yang tidak benar. • Bahwa pada tanggal 28 Agustus 2008 malam Majelis Komisi melakukan Pembahasan Putusan.1. Direct Vision”. Direct Vision sampai adanya kejelasan kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Pada persidangan tanggal 10 Februari 2009. Direct Vision/Astro TV ke Aora TV.2 tentang Rekomendasi Majelis Komisi. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. yang diantaranya memuat diktum 5 yang rumusannya sama dengan draft Putusan butir 8. saya menyatakan bahwa Penuntut Umum tidak meperhatikan adanya fakta sebelum pembacaan Putusan tersebut yaitu : • Bahwa Diktum 5 dalam Putusan Perkara KPPU No.

saksi dan Benny Pasaribu yang mengubah rumusan diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Bahwa pada tanggal 29 Agustus 2008. 111 .II. maka saksi melakukan Sidang Majelis III tanggal 27 Agustus 2008 • Bahwa benar yang merumuskan draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 adalah saksi bersama investigator dan Panitera.2 pada draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008. yang juga dimuat oleh hampir semua koran. dan secara eksplisit saksi mengakui: • Bahwa benar dalam masa sidang Majelis. yang dilakukan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraeni bersama anggota Majelis Komisi Benny Pasaribu saat saya sholat Jum’at.1. • Bahwa benar pada tanggal 29 Agustus 2008. yang rumusannya menjadi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Dalam Sidang Majelis II Terlapor membenarkan adanya permasalahan antar terlapor. • Bahwa benar Diktum 5 yang disepakati dalam musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus 2008 adalah sama dengan rumusan rekomendasi butir 8. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. kami membuka Sidang Majelis ke II dan III untuk melakukan klarifikasi. ketika Mohammad Iqbal sedang sholat Jum’at. saksi Anna Maria Tri Anggraini mengakui adanya fakta yang saya ungkapkan di atas. Direct Vision”. terjadi perubahan redaksional dari diktum 5 putusan yang sudah disepakati bersama pada tanggal 28 Agustus 2008. Pada persidangan saya tanggal 2 April 2009. Direct Vision) ke Aora TV. • Bahwa benar karena adanya bukti baru tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sidang Majelis II. kemudian juga dipicu oleh adanya ‘notice’ yang diperoleh. diperoleh bukti atau fakta baru mengenai pindahnya siaran Liga Inggris dari Astro TV (PT.

saksi menjawab: “Saya malah kata-kata ‘injunction’ itu tidak pernah dengar. ketika saksi didengar kesaksiannya pada persidangan saya tanggal 16 April 2009. saksi menjawab: “Saya pribadi tidak pernah mendengar. saksi menjawab: “Saya kira yang banyak bicara waktu itu saya. • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum: “Apa yang diusulkan secara khusus oleh Mohammad Iqbal pada waktu musyawarah pembuatan Putusan”. Tidak pernah pak Iqbal mengusulkan seperti itu. ketika Penasehat Hukum bertanya kepada saksi Benny Pasaribu: “Apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan supaya ada ‘injunction’ yang dibuat oleh Majelis Komisi”. saksi menjawab : “Tidak pernah”.” • Selanjutnya. Juga ketika Hakim bertanya kepada saksi : “Apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan secara spesifik agar AAMN tetap mempertahankan Siaran Liga Inggris dalam musyawarah majelis Komisi”. 112 . atau setidak-tidaknya saksi Anna Tri Anggraeni dan saksi Benny Pasaribu juga menjadi terdakwa bersama dengan saya.” Kesaksian Anna Maria Tri Anggraini ini juga diakui oleh saksi Benny Pasaribu. maka seharusnya yang menjadi terdakwa dalam persidangan ini bukan saya tetapi saksi Anna Maria Tri Anggraeni dan saksi Benny Pasaribu. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Bahwa ketika ditanya oleh Hakim Ketua: “Apakah Mohammad Iqbal ada memaksakan kehendaknya dalam musyawarah pembuatan Putusan”. ketika ditanya oleh Hakim: “Apakah Mohammad Iqbal pernah bercerita kepada saksi.II.” Oleh karenanya. bila Penuntut Umum mengatakan bahwa Putusan yang dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 adalah sama dengan yang diinginkan oleh Billy Sindoro. saksi menjawab : “Tidak pernah. bahwa Mohammad Iqbal ada menerima masukan dari pihak ketiga”. Malah saya tidak dengar apa yang diusulkan oleh Pak Iqbal” • Begitu pula.

juga ada yang tidak dicantumkan oleh Penuntut Umum. Majelis Hakim yang mulia. apakah balas budi tersebut sudah diwujudkan. akan saya sampaikan apa saja fakta-fakta persidangan yang tidak dimuat oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. Begitu pula beberapa keterangan beberapa saksi yang lain.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. Secara umum apa yang disampaikan oleh para saksi di persidangan sudah dimasukkan oleh Penuntut Umum dalam Faktafakta persidangan yang termuat dalam Bab III Surat Penuntutan. Billy Sindoro menjawab: “Belum.” 113 . Fakta persidangan berupa kesaksian dari saksi Anna Maria Tri Anggraini dan saksi Benny Pasaribu di atas. Tetapi ada beberapa keterangan saksi-saksi yang belum dicantumkan oleh Penuntut Umum dalam fakta-fakta persidangan. apakah pemberian tas berisi uang pada pertemuan di Kamar 1712. Nanti dalam tanggapan saya tentang Bab III Surat Tuntutan Penuntut Umum. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Majelis Hakim yang mulia. adalah realisasi dari SMS Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal yang berbunyi: “Pak saya bersyukur mohon diberi kesempatan untuk balas budi Bapak”. Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. Billy Sindoro menjawab: “Saya tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Pak Mohammad Iqbal. yaitu : • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. ada keterangan dari Billy Sindoro pada persidangan saya tanggal 2 April 2009.II. Selanjutnya perkenankan saya untuk menanggapi Fakta-fakta persidangan yang diuraikan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. ternyata tidak dicantumkan oleh Penuntut Umum pada Surat Tuntutan Bab III : Fakta-Fakta Persidangan. yang menurut saya perlu kita ketahui pula.

Billy Sindoro menjawab:“di lantai. tadi seperti yang saya jelaskan.” Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. ada keterangan dari Anna Maria Tri Anggraini pada persidangan saya tanggal 2 April 2009. Billy Sindoro menjawab: “Masalah tas itu. karena saya masuk ke dalam ruangan tidak bawa tas. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. Hampir semua koran menyatakan bahwa Astro pindah ke Aora. Dan tas itu ada di dekat kakinya Pak Mohammad Iqbal. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Berdasarkan hasil 114 .” • Ketika ditanya oleh saya apakah pada Sidang Majelis tanggal 22 Agustus 2008 Benny Pasaribu mengatakan perlunya hak-hak konsumen dilindungi dan kemudian mengusulkan perlu dipanggilnya Group Lippo dan Astro Malaysia.” • Ketika ditanya oleh saya apakah adanya fakta baru tersebut menjadi dasar diadakannya Sidang Majelis tanggal 22 Agustus 2008. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Iya. Ong. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. yaitu : • Ketika ditanya oleh saya dari mana saksi Anna Maria Tri Anggraini memperoleh adanya fakta baru yang disampaikan melalui telepon kepada saya pada tanggal 19 Agustus 2008. dan saya minta persetujuan Pak Mohammad Iqbal dan Benny Pasaribu. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Fakta baru saya mencari tahu. waktu Pak Mohammad Iqbal keluar.II. Masalah tas itu apa maksudnya. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Betul. saya pikir itu tasnya Pak Mohammad Iqbal.” • Ketika ditanya oleh saya kenapa dalam Sidang Majelis tanggal 27 Agustus 2008 yang dipanggil dari pihak Lippo adalah Mr. saya ingat Bapak mengucapkan itu. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Betul.” • Ketika ditanya oleh saya apakah saksi Anna Maria Tri Anggraini ingat bahwa saya sempat mengatakan tidak ada kewenangan KPPU untuk memanggil Group Lippo dan Astro Malaysia. apakah tas itu diletakkan di lift.

2. Ada di butir 8. maka saya melakukan Sidang Majelis III tanggal 27 Agustus 2008. Perbedaannya adalah dalam LHPL. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Secara khusus tidak ada. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab : “Ya.2 tanggal 27 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum siapa yang merumuskan konsep Putusan pada tanggal 27 Agustus 2008. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pemeriksaan pada Sidang Majelis II kemudian juga dipicu oleh adanya notice yang diperoleh. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Saya dibantu oleh Investigator dan Panitera. sementara di draft tanggal 27 Agustus 2008 kami menyatakan bahwa tidak ditemukan dampak negatif dalam jangka panjang pada industri tersebut.1.” • Ketika ditanya oleh saya dan diingatkan kembali oleh Hakim Ketua mengenai siapa yang mengubah Diktum 5 Putusan tanggal 28 Agustus 2008 sewaktu saya sedang Sholat Jumat. Tim Pemeriksa memberikan rekomendasi kepada Sidang Majelis untuk menyatakan bersalah dan seterusnya mendukung denda dan ganti rugi. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Di rekomendasi kepada pelaku usaha. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab : “Berarti antara saya dan Pak Benny Pasaribu.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah usulan Mohammad Iqbal pada musyawarah tanggal 27 Agustus 2008 diakomodasikan pada Putusan Diktum 5 tanggal 28 Agustus 2008.” 115 .” • Ketika ditanya oleh saya kapan diterima notice yang enam itu.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 sama dengan LHPL.1. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Sebelum 27 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh saya dimana dimasukkannya masukan dari saya dan Benny Pasaribu dalam draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008.II.” • Ketika ditanya oleh saya apakah Diktum 5 pada tanggal 28 Agustus 2008 sama dengan rekomendasi butir 8. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Berbeda.

saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Seingat saya tidak. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Lima diktum. yaitu tetap menjaga hubungan dengan AAMN.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah dalam musyawarah tanggal 28 Agustus 2008 malam Mohammad Iqbal pernah menyinggung tentang adanya yang disebut ‘injunction’.” • Ketika ditanya oleh Hakim II siapa yang punya inisiatif pertama untuk merubah Diktum 4 dan 5. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kalau tidak salah. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Seingat saya Pak Mohammad Iqbal mengusulkan status quo.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah dalam musyawarah tanggal 29 Agustus 2008 Mohammad Iqbal berubah pendapatnya. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Setelah tanggal 28 Agustus 2008 kami melakukan perubahan bukan hanya Diktum 5 tapi juga Diktum 4.II.” 116 . Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah usulan Mohammad Iqbal pada musyawarah tanggal 27 Agustus 2008 diakomodasikan pada perubahan Diktum 5 pada tanggal 29 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah ada perubahan susunan redaksional dari Diktum 5.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah tanggal 28 Agustus 2008 sudah selesai putusannya. lalu disepakati oleh Pak Benny Pasaribu dan Pak Mohammad Iqbal. saya. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Secara eksplisit tidak. kemudian tanggal 29 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Hakim II kapan lima diktum tersebut dibicarakan.” • Ketika ditanya oleh Hakim II ada berapa poin Putusan KPPU tentang Liga Inggris. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kami melakukan musyawarah pada malam tanggal 28 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apa yang menjadi usulan dari Mohammad Iqbal. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Sudah. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kata injunction tidak pernah.

saksi Benny Pasaribu menjawab: “Peraturannya belum ada. ada keterangan dari Benny Pasaribu pada persidangan saya tanggal 16 April 2009. apakah ada larangan bagi anggota Majelis Komisi untuk menerima informasi dari pihak manapun. sudah bikin apa. Dalam sidang Majelis kedua tanggal 22 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. saya kejar bener.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. Itu kan bagian kesejahteraan rakyat yang hilang. yang disebut rahasia itu ditetapkan oleh Komisi. termasuk dari pihak yang berPerkara. kita lagi sidang Majelis. Itu yang nilainya triliyunan. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak pernah. menjadi nggak ada gunanya. Siapa yang tanggungjawab terhadap pelanggan ini? 117 . Dalam aturan yang ada hanya menyatakan. Ini gila. tapi tanggung jawab kepada pelanggan bagaimana? Peralatan itu menjadi sunk cost. agak kesel begitu. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak. Alasan komersial pun.” • Ketika ditanya oleh saya tentang apa yang disampaikan oleh saksi pada sidang tanggal 22 Agustus 2008. tidak disebutkan detailnya. apakah dalam Kode Etik ada aturan yang melarang Anggota KPPU untuk menemui pihak yang berperkara disuatu tempat tertentu.II. apakah saksi pernah mendengar bahwa Mohammad Iqbal pernah menerima semacam hadiah atau pemberian dalam menangani Perkara di KPPU. Kenapa kok melakukan itu. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. tapi dokumen yang mana.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Sekitar tanggal 18 atau 19 Agustus 2008 di media massa juga kita baca sudah pindah Astro itu ke Aora. Jadi saya pikir. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. hanya karena dia pindah. dan saya memang agak marah. yaitu : • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum tentang apakah ada aturan dalam Kode Etik tentang dokumen apa yang dikategorikan sebagai rahasia. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Sebelum tanggal 22 Agustus 2008 sudah ada demo dari para pelanggan yang ingin menonton Liga Inggris. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak eksplisit ada larangannya. tolong diperhatikan para pelanggan ini.

Jadi saya minta gajah sama gajah ini kita panggil aja kesini. lalu saya tanya.II. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. Setelah dinyatakan bersalah. waktu sidang Majelis komisi tanggal 22 Agustus 2008. posisi pelanduk terjepit. karena tidak terlalu ada perdebatan. siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pelanggaran itu. kita kita masuk Sidang Majelis lagi.” • Ketika ditanya oleh saya tentang siapa yang hadir pada sidang Majelis Komisi tanggal 27 Agustus 2008. kita ngomong kepada orang AAMN. Lalu kita undanglah LIPPO dengan AAMN. Jadi jangan jangan karena gajah sama gajah berkelahi.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. yang menyangkut konsumen itu baiknya tetap direkomendasi atau dipindah ke amar putusan? Bisa tidak itu dipindah? Mana yang lebih kuat? Menurut kawan118 . Jadi kalau itu ditinggalkan. Ternyata kita sepakat menyatakan bersalah. Tinggal apakah kita nyatakan Terlapor itu bersalah atau tidak. siapakah yang membuat draft putusan tanggal 27 Agustus 2008. Ternyata malah AAMN-nya nggak hadir. malah LIPPO-nya yang hadir. Butir lima sudah ada dalam draft putusan tanggal 27 Agustus 2008. khususnya butir lima.” • Ketika ditanya oleh saya. apakah pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Saya bilang ini sudah nggak bisa komunikasi lagi. saksi juga mengusulkan agar pihak LIPPO dan Astro bertemu di Sidang Komisi lagi. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Itu yang menjadi concern kita. Nah disitulah LIPPO ngomong bahwa ada lagi 5 (lima) surat selain yang satu surat yang kita terima itu. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak ingat. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. apakah ada permintaan khusus dari Mohammad Iqbal untuk memasukkan salah satu klausul dalam amar putusan. tapi yang tanggung jawab terhadap kesejahteraan pelanggan ini siapa? Saya kira itu yang benar-benar saya kejar dan kelihatannya alasannya karena Astro dan LIPPO tidak bisa lagi bersepakat. dan waktu itu dia sudah janji mau hadir. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Sepengetahuan saya yang membuat adalah Bu Anna Maria Tri Anggraini bersama tim investigator. kita nggak akan bisa melarang.

waktu anggota Majelis Komisi satu persatu memberikan masukan. ya ini harus kita perhatikan. Tapi kalimatnya bukan dari saya. apakah Mohammad Iqbal pernah mengatakan adanya titipan dari pihak lain untuk 119 .” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum siapakah yang menulis atau mengetik atau merumuskan diktum lima. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ya bisa saya. daripada direkomendasi. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. apakah Putusan Perkara 03 selalu kolektif bertiga. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya kira yang banyak bicara waktu itu saya.II. adanya perubahan diktum lima tanggal 28 Agustus 2008 dengan diktum lima tanggal 29 Agustus 2008. Tidak pernah Pak Mohammad Iqbal mengusulkan seperti itu. Saya hanya mengatakan ini konsumen dirugikan. Saya malah kata-kata injunction itu tidak pernah dengar. Malah saya tidak dengar apa yang diusulkan oleh Pak MI. apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan supaya ada ‘injunction’ yang dibuat oleh Majelis Komisi. apa yang diusulkan secara khusus oleh Mohammad Iqbal pada waktu musyawarah pembuatan putusan.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum mengenai siapa yang mengusulkan diktum lima. siapa yang yang melakukan perubahan. Terus masuk dalam rekomendasi. saya yang mengusulkan.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Dari saya dulu. Sayapun sudah tenang aja.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah kawan itu lebih bagus dipindah jadi butir lima.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. bisa siapa gitu ya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Kalau yang merumuskannya pertama tanggal 27 Agustus 2008 adalah investigator bersama Bu Anna Maria Tri Anggraini. sudah ada yang saya usulkan masuk didalam drafting-nya itu. Jadi substansi pokoknya mengenai kerugian konsumen itu. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak ada.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum.

kalau bukan kita.” • Ketika ditanya oleh Hakim III.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apakah ada keberatan dari Anggota Majelis tentang usulan butir lima. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Seingat saya tidak ada. sedangkan pelanggan ada yang sudah membayar enam bulan. apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan secara spesifik agar AAMN tetap mempertahankan Siaran Liga Inggris dalam musyawarah Majelis Komisi. apakah Mohammad Iqbal pernah bercerita kepada saksi bahwa Mohammad Iqbal ada menerima masukan dari pihak ketiga. maka menurut saya Astro itu memang harus dikasih pelajaran supaya dia bertanggungjawab dong kepada pelanggan ini semua.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. apakah surat-surat yang dikirim pihak Astro dipergunakan untuk membuat pertimbangan dalam Putusan.” • Ketika ditanya oleh saya. apa pertimbangan yang diambil sehubungan dengan adanya surat-surat tersebut. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ketika Mohammad Iqbal sedang sholat Jum’at. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak pernah. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah dimasukkan dalam Putusan.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. kemudian saya ikut baca-baca draft yang ada dimeja Bu Anna Maria Tri Anggraini. saya datang ketempat Bu Anna Maria Tri Anggraini.II. karena Liga Inggris sudah diputus. Siapa lagi kan yang harus mengurus rakyat kita ini. Nah disitu itu saya corat-coret itu mungkin 120 . karena mereka berlangganan Liga Inggris. satu tahun. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ya.” • Ketika ditanya oleh Hakim III. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya pribadi tidak pernah mendengar.” • Ketika ditanya oleh Hakim III. mengenai perubahan diktum lima yang dicorat-coret oleh saksi ketika saya sedang sholat Jum’at. apakah pernah saksi menerima masukan dari pihak luar dalam membuat putusan.

saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya kira intinya sama itu. ada tugas untuk 121 . Nah. Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. Saya kira. saya kira katakata memojokkan itu dari mereka lah ya. supaya ada ‘injunction’ dalam putusan perkara No. saksi Dini Melanie menjawab: “Iya betul. Direct Vision pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008 memberikan dokumen tentang akan adanya pemutusan kerjasama antara Astro Malaysia dengan PT. ada keterangan dari Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009. apakah dalam Surat Perintah Penyelidikan tanggal 15 September 2008. 03. yaitu : • Ketika ditanya oleh saya. setelah saya dengar ada diputuskan hubungan itu. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah disitu. saksi Dini Melanie menjawab: “Tidak tahu”. menurut saya nggak salah dong kalau membela kepentingan rakyat. dengan apa yang saya kemukakan itu. Tapi menurut saya di publik itu seolah-olah kita ini membuat skenario jahat terhadap Putusan itu.” Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. yaitu: • Ketika ditanya oleh saya apakah PT. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. Saya tidak tahu apakah yang diketik dan dibacakan itu sama dengan yang saya coret. Tapi yang jadi putusan itu lagi-lagi yang telah diketik.” • Ketika ditanya oleh saya tentang pernyataan saksi dalam Majalah Tempo edisi tanggal 26 Januari-1 Februari 2009. bukan coretan saya. apa Siaran itu diputuskan. ya kan.” • Ketika Penasehat Hukum menanyakan apakah saksi mengetahui bahwa saya pernah menerima email permintaan dari orang lain. lalu ketemu lah yang ginigini.II. ada keterangan dari Dini Melanie pada persidangan saya tanggal 19 Maret 2009. Direct Vision. Saya kira nggak ada. dan ketika ditanya: “Apakah dokumen tersebut berjumlah enam surat?”. Saya memang agak sensitif apa namanya itu. Kebetulan aja digeledah. itulah yang kita baca bersama. saksi menjawab: “Iya”. Tapi yang jadi Putusan adalah yang diketik dan di-print out. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. waktu Sidang Majelis.

Melaporkannya ke Ketua Timnya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Itu saja.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Nama saya terdapat di dalam Surat Perintah Penyelidikan Pak. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Kalau di dalam tim ini saya memang hanya diperintahkan untuk mendengarkan. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah melakukan penyelidikan yang terkait dengan pemberian sejumlah uang kepada saya. dalam Surat Perintah itu saksi ditugaskan apa. kapan Surat Perintah Penyelidikan tersebut diberikan.II. apakah tugas Tim Penyelidikan tanggal 20 Juni 2008. apakah tugas saksi hanya mencatat.” 122 . saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Secara garis besar melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan pemberian sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam menangani Perkara monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Dari Tim. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. apakah benar keterangan saksi dalam BAP nomor 6. melakukan penyelidikan. apakah saksi ada diberi tugas untuk melakukan penyelidikan.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “20 Juni 2008”. kemudian mencatat dan melaporkan. darimana saksi mengetahui nama Mohammad Iqbal. • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. Secara garis besar tugas tim itu. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Betul.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua.

saksi sudah tahu akan ada pemberian sejumlah uang.” • Ketika ditanya oleh saya. apakah ketika menerima Surat Perintah Penyelidikan tanggal 20 Juni 2008.II. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Di Sprin. kapan saksi tahu akan ada pemberian sejumlah uang kepada saya.” • Ketika ditanya oleh saya. sehubungan dengan jawaban saksi dalam BAP nomor 6. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya.” • Ketika ditanyakan oleh saya dan Hakim Ketua. apakah saksi ada melakukan penyadapan sebelum tanggal 20 Juli 2008. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Di Surat Perintah Penyelidikan tidak menyebut nama. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Karena hanya sesuai pertanyaan penyidik mungkin ya Pak.” • Ketiika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada. karena saya termasuk dalam Surat Perintah Penyelidikan. apakah saksi baru tahu akan adanya pemberian uang setelah kejadian. dibagian mana. apakah surat perintah penyelidikan itu ditujukan kepada Mohammad Iqbal. Pada Surat Perintah Penyelidikan itu tidak menyebut nama Mohammad Iqbal. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya ikut.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apakah dalam Surat Perintah Penyelidikan disebut akan adanya pemberian sejumlah uang.” • Ketika ditanya oleh saya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. darimana saksi tahu akan ada pemberian sejumlah uang. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Belum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya tidak tahu. apakah saksi pernah mendapat Surat Perintah Penyadapan. saya menjawab benar itu.Lid tidak ada. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada. Surat Penyadapan tanggal 20 Juni 2008. tapi tidak saya masukkan ke 123 . Bukan maksud saya.” • Ketika ditanya oleh saya.

saya melakukan tugas itu dari tanggal 20 Juni 2008. Kemudian langkah selanjutnya Ketua Tim menyuruh saya untuk mendengarkan nomor telepon Mohammad Iqbal saja.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya sendiri Pak. Jadi saya hanya diperintahkan Ketua Tim untuk melakukan transkrip per tanggal 20 Juli 2008 saja.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. karena saya tidak melakukan transkrip. apakah saksi diberi tugas juga untuk menyadap nomor telepon selain dari dua nomor telepon tersebut. Saya sendiri yang mendengarkan dan mencatat SMS. apakah Iman Santoso bisa ditugaskan oleh Ketua Tim untuk membuka atau memberikan hasil rekaman. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya. dia bagian teknis Pak. apakah ada petugas lain yang ditugaskan untuk menyadap telepon Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro. diketik ulang.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV.II. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. Jadi per 20 Juli 2008 dibuatkan transkrip. Jadi seharusnya kalau sampai tanggal 20 Juli 2008 itu ada.” 124 .” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. tidak berhubungan dengan kasus apa. karena menurut Ketua Tim tidak berhubungan dengan kasus. Tapi saya lupa. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah transkrip.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. Jai saya tidak melakukan transkripnya. karena sesuai Ketua Tim. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya tidak tahu. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Nggak tahu saya Pak. tidak berhubungan mungkin. Tapi kalau catatan. apakah saksi kenal dengan Iman Santoso. kenapa komunikasi antara nomor telepon Tadjuddin Noersaid dengan nomor telepon Billy Sindoro tidak dicatat. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya catat dan itu saya laporkan ke Ketua Tim.

Tapi kalau semua yang terdengar di alat tapping itu saya mencatat. saya ganti berbentuk transkrip. apakah saksi tahu Mohammad Iqbal sedang menangani kasus apa di KPPU. apakah saksi pernah mendengar bahwa Billy Sindoro akan memberikan suatu tas kepada Mohammad Iqbal.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. yang mana hasil tapping yang dibuat oleh saksi. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. kalau teknis tapping-nya itu pak Iman. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada di saya Bapak.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. dan sudah saya pindah. catatan yang dibuat saksi itu ada dimana. apakah saksi pernah mencatat hasil SMS antara Tadjuddin Noersaid dengan Erry Bundjamin. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. Jadi semua yang saya catat itu yang terdengar di alat tapping. Terima kasih”. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Seluruh pembicaraan saya mendengarkan dan mencatat. apakah saksi pernah mendengar atau membaca SMS dari Billy Sindoro yang akan memberikan uang sebesar lima ratus juta rupiah kepada Mohammad Iqbal. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak pada saat itu. saksi diikutsertakan lagi di dalam langkah selanjutnya oleh Tim tadi.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” 125 . apakah ada jawaban secara khusus dari Mohammad Iqbal atas SMS dari Billy Sindoro yang mengatakan: “Pak. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. Saya tetap di ruangan. saya sangat bersyukur. Mohon diberi kesempatan untuk balas budi baik Bapak.II. apakah setelah membuat catatan. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak ada.

” • Ketika ditanya oleh saya tentang transkrip percakapan telepon dari Benedict Sulaiman kepada Mohammad Iqbal tanggal 16 September 2008. yang dicatat yang ini. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Yang tercatat di alat itu jam 12.II. Kemudian tentang langkah selanjutnya itu semua tergantung dari Ketua Tim.” • Ketika ditanya oleh saya.” • Ketika ditanya oleh saya.” • Ketika ditanya oleh saya. siapa yang membuat atau mengetik data komunikasi via SMS yang kemudian dijadikan barang bukti dalam Perkara ini. Terus kemudian yang 12. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Gak boleh. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Lupa saya. apakah saksi ada mencatat komunikasi antara Billy Sindoro dengan yang lain.” • Ketika ditanya oleh Hakim II.” 126 . Nah itu kemudian saya catat.29. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Kalau sesuai catatan saya disini dari 4800 (Mohammad Iqbal) ke 6382 (Benedict Sulaiman).” • Ketika ditanya oleh saya tentang adanya transkrip pembicaraan telepon antara saya dengan isteri. mengapa hanya nomor satu sampai delapan saja yang dimunculkan transkripnya. apakah mencatat pembicaraan telepon antara Billy Sindoro dengan Tadjuddin Noersaid. Itu tugas saya. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. mencatat pembicaraan.28. saya tidak boleh meng-edit. apakah catatan yang dibuat oleh saksi boleh di-edit. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Setiap hari banyak terjadi komunikasi Yang Mulia.” • Ketika ditanya oleh saya tentang Transkrip SMS pada tanggal 27 Agustus 2008 jam 12. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Sesuai dengan permintaan Ketua Tim Pak. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya mencatat. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya.29.28 dan yang jam 12. itu yang dicatat yang ini. Saya tidak boleh menganalisa.

Sampai saat ini. yang isinya antara lain: “Atas nama KPPU kami sampaikan penghargaan yang setinggitingginya untuk pengabdian Saudara sebagai salah satu Anggoa KPPU selama ini dalam membangun dan berkiprah di KPPU sejak KPPU berdiri di tahun 2000. Itulah beberapa keterangan saksi-saksi yang belum dicantumkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya pada Bab III FaktaFakta Persidangan. 1. agar ketika membahas analisa Fakta Persidangan. Hanya sebagai tambahan informasi. tapi hanya karena sempitnya waktu untuk mencatat semua keterangan saksi dalam Surat Tuntutan. kita mempunyai bahan yang lebih lengkap. saya sampaikan bahwa sejak tanggal 5 Februari 2009 yang lalu saya telah mengajukan surat pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Bapak Presiden RI.” 127 . Saya baru menerima surat dari Ketua KPPU tanggal 25 Februari 2009. Mudah-mudahan belum dicantumkannya keterangan saksi-sksi di atas oleh Penuntut Umum. saya belum menerima surat pemberhentian saya sebagai Anggota KPPU dari Presiden RI. Terhadap analisa fakta ini. saya tidak ada tanggapan. Sekarang perkenankanlah saya untuk menanggapi 7 (tujuh) analisa Fakta yang diungkapkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. bukan karena unsur kesengajaan. yang menurut saya penting untuk diketahui. Majelis Hakim yang terhormat. karena memang faktanya demikian.II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Majelis Hakim yang mulia. Dalam Surat Tuntutannya Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa adalah Komisioner pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 59/P tahun 2006 tanggal 12 Desember 2006”.

ESS.AAAN. PT. PLC. Dalam Surat Tuntutannya Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar Terdakwa pada bulan Juli 2008 ditunjuk selaku Anggota Majelis Komisi pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang memeriksa Perkara sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris musim 2007-2010 antara PT. Telkomvision dan PT.03/KPPU-L/2008. AANM. bukan PT. PT. yang memuat Surat Keputusan Komisi No. Direct Vision sebagai Terlapor dengan PT. Sedangkan pihak Pelapornya adalah : PT. PT. Hal itu terlihat dari tidak cermatnya Penuntut Umum dalam menentukan tanggal penunjukan saya sebagai Anggota Majelis Komisi yang ditugaskan untuk memeriksa Perkara Liga Inggris. Indosat.” Kesimpulan Penuntut Umum di atas ternyata tidak cermat. Indovision selaku pihak Pelapor. Telkom. Indosat. PT. bukan PT. MNC Sky Vision. Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa pada tanggal 21 Juli 2008 mengadakan pertemuan dengan Billy Sindoro selaku wakil dari LIPPO Group untuk melakukan pembicaraan terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh terdakwa”. 03/KPPU-L/2008. Telkom dan PT. PT. perlu saya jelaskan bahwa tidak benar dalam pertemuan tersebut saya menginformasikan kepada Billy Sindoro tentang penanganan Perkara dugaan 128 . Direct Vision. Sehubungan dengan kesimpulan diatas. Dalam Surat Tuntutannya.PLC.II. IM2. PT. Seharusnya Terlapor dalam Perkara Liga Inggris ini adalah: PT. 3. AAMN. Indovision. Padahal Penuntut Umum sudah mencantumkan barang bukti berupa dokumen terkait Perkara No. dan PT.229/KPPU/KEP/VII/2008 tanggal 21 Juli 2008 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi Perkara No. PT. Disamping itu Penuntut Umum juga tidak cermat dalam mencantumkan pihak Terlapor dan pihak Pelapor dalam Perkara Liga Inggris ini. ESS. PT. ESS dan AAMN. AAAN. PT. AAAN. PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 2.

Terlapor diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan sebelum diputus oleh Majelis Komisi. umum sekali. Pada pertemuan itu Billy Sindoro menceritakan beberapa kegiatan bisnis Group LIPPO diantaranya di bidang: Properti. juga mengenai retail dan penyiaran. Pendidikan (Universitas Pelita Harapan). properti. yang juga sudah disampaikan oleh Ketua Majelis Komisi Anna 129 . Informasi tersebut merupakan informasi untuk publik. ngobrol-ngobrol perkenalan. perbankan. karena kan LIPPO punya PT. Direct Vision: tidak ditemukan bukti yang cukup adanya pelanggaran oleh PT. yang mengatakan: “Kami bertemu. First Media. termasuk ke PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pelanggaran UU No. Sebagai tambahan. Fakta di atas diperkuat oleh keterangan saksi Billy Sindoro pada persidangan tanggal 2 April 2009. juga diperkuat dengan adanya SMS saya kepada Billy Sindoro pada tanggal 25 Juli 2008 (empat hari setelah pertemuan). Saya jelaskan apa yang saya tahu pada waktu itu termasuk bicara mengenai bisnis rumah sakit. dan di bidang penyiaran (PT. Kemudian Pak Mohammad Iqbal seingat saya bertanya mengenai LIPPO. Tapi pembicaraan umum sekali. adanya bukti pelanggaran oleh AAMN. Telekomunikasi Seluler yang bekerjasama dengan Group Usaha Tegas Malaysia (kerjasama ini kemudian tidak berlanjut). saya ingin tegaskan bahwa informasi yang saya sampaikan kepada Billy Sindoro di atas bukan merupakan informasi yang bersifat rahasia.II. Direct Vision yang juga akan dikerjasamakan dengan Group Usaha Tegas Malaysia). yang memberitahu bahwa LHPL sudah dikirim ke Terlapor.” Selain itu bahwa pada pertemuan saya dengan Billy Sindoro tanggal 21 Juli 2008 tidak ada pembicaraan mengenai sengketa Hak Siar Liga Utama Liga Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. 5 Tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Liga Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. Rumah Sakit di Karawaci dan Rumah Sakit Kanker yang diberi nama Rumah Sakit Muchtar Riadi. Direct Vision. bicara kesana kemari.

maka baru pada tanggal 21 Agustus 2008 Billy Sindoro mengirim SMS kepada saya 130 . Apabila dicermati dengan seksama transkrip SMS antara saya dengan Billy Sindoro. yang semuanya hanya melalui SMS. Dengan kata lain. kesimpulan yang yang dibuat oleh Penuntut Umum adalah kesimpulan yang mengada-ada. 4. saya sudah jelaskan komunikasi yang terjadi antara saya dengan Billy Sindoro. yang saya beri judul “Siapa Berbuat Apa”.II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Maria Tri Anggraini kepada Pers. Direct Vision. sebagaimana dimuat oleh Harian Kontan tanggal 25 juni 2008. Dalam Surat Tuntutannya. Memang benar pada tanggal 19 Agustus 2008 saya mengirim SMS kepada Billy Sindoro yang isinya menanyakan tanggapan Billy Sindoro tentang informasi bahwa Siaran Liga Inggris periode 20082009 tidak lagi ditayangkan di Astro TV/PT. Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa telah menyampaikan informasi penanganan Perkara terkait sngketa Hak Siar Kiga Utama Unggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro melalui pertemuan dan pesan singkat (SMS)”. Majelis Hakim yang mulia. tapi ditayangkan di Aora TV. yang dijadikan petunjuk oleh Penuntut Umum bahwa saya telah menyampaikan informasi penanganan perkara sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro. maka terlihat bahwa Penuntut Umum telah keliru dan salah menyimpulkan komunikasi SMS tersebut. tetapi karena Billy Sindoro kurang enak badan dan ada acara lain. Sehubungan dengan kesimpulan Penuntut Umum di atas perlu saya jelaskan bahwa dalam kesaksian tertulis saya pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009. SMS saya tersebut kemudian dijawab oleh Billy Sindoro untuk minta bertemu besok pagi. Tidak ada komunikasi saya dengan Billy Sindoro yang dilakukan melalui percakapan telepon.

Tetapi rencana untuk memanggil Aora TV tidak jadi dilakukan. komunikasi yang terjadi antara saya dengan Billy Sindoro tanggal 19 Agustus 2008. Oleh karena itu. saya mengirim SMS seperti di atas kepada Billy Sindoro? SMS di atas saya kirim kepada Billy Sindoro karena pada tanggal 15 Agustus 2008. sebagaimana yang disimpulkan oleh Penuntut Umum dalam analisa fakta no. Direct Vision/Astro TV kepada Aora TV. terjadi pertemuan saya dengan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. dan menanyakan bagaimana kalau Aora TV dipanggil / diperiksa. 131 . Direct Vision ke Aora TV. bahwa memang benar pada tanggal 22 Agustus 2008. Bukan komunikasi mengenai Perkara sengketa antara Pelapor dengan Terlapor. karena masing-masing pihak sudah saling mengadukan pihak lain ke Polisi. Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini memberitahu saya melalui telepon bahwa ada bukti baru berupa pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV/PT. Pada pertemuan ini Billy Sindoro memberitahu bahwa hubungan antara LIPPO dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah yang isinya mengusulkan waktu pertemuan II pada tanggal 22 Agustus 2008 pagi di Hotel Aryaduta Tugu Tani.II. dan malahan pihak Astro Malaysia sudah mengirimkan surat tentang rencana penghentian Siaran Astro TV pada tanggal 31 Agustus 2008. Direct Vision ke Aora TV. Lalu kenapa. Kemudian perlu saya jelaskan pula. Yang kemudian dilakukan adalah memanggil kembali para Terlapor pada Tanggal 19 Agustus 2008 untuk menghadiri Sidang Majelis II. guna mendengar keterangan dari Terlapor tentang adanya perkembangan yang terjadi pada saat Sidang Majelis. yaitu adanya pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV/PT. adalah komunikasi yang terkait tentang adanya fakta baru berupa dialihkannya Siaran Liga Inggris dari PT. 2 di atas.

Informasi yang saya peroleh dari Billy Sindoro di atas sangat berguna bagi Majelis Komisi. Jadi adanya komunikasi melalui SMS antara saya dengan Billy Sindoro setelah pertemuan I tanggal 21 Juli 2008. Oleh karena itulah.13 bagian Tentang Hukum. yang isinya berupa pemberitahuan tentang akan diputuskannya kerjasama yang disepakati selama ini. Dengan diperolehnya copy 6 (enam) surat di atas. sebagaimana diuraikan pada butir 4. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Jadi dalam pertemuan ini saya malah mendapat informasi lebih jauh mengenai sudah buruknya hubungan antara LIPPO sebagai pemegang saham tidak langsung dari PT. yang tadinya adalah calon pemegang saham PT. Direct Vision dan pihak LIPPO. Direct Vision. akan mempengaruhi persaingan usaha TV berbayar di Indonesia. Direct Vision copy surat yang dimaksud.2. Direct Vision tentang rencana pemutusan kerjasama per tanggal 31 Agustus 2008. 03/KPPU/L/2008. 03/KPPU/L/2008. AAMN juga mengakui bahwa Astro Malaysia memang sudah mengirim surat kepada PT. Direct Vision dengan pihak Astro Malaysia. karena adanya fakta baru berupa pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV dan adanya rencana pemutusan hubungan kerjasama antara LIPPO Group dengan Astro Malaysia.30.II. Dalam Sidang Majelis II ini pihak AAMN menjelaskan permasalahan yang terjadi antara Group LIPPO dengan Astro Malaysia yang sudah tidak mungkin diteruskan.8. Setelah kemudian diminta kepada PT. maka copy surat yang dikirim oleh Billy Sindoro kepada saya melalui kurir yang hanya 1 (satu) macam surat menjadi tidak penting lagi bagi Majelis Komisi dalam menangani Perkara KPPU No. sekaligus sebagai pengelola dari Astro TV di Indonesia. yang berlanjut dengan pertemuan II tanggal 22 Agustus 2008 bisa dianggap sebagai 132 . kemudian Majelis Komisi mengadakan Sidang Majelis yang ke II pada tanggal 22 Agustus 2008. ternyata ada 6 (enam) macam surat yang dikirim oleh pihak Astro Malaysia kepada PT. 6 (enam) surat tersebutlah yang kemudian dijadikan dasar dalam Putusan Perkara KPPU No.

5. lagi-lagi Penuntut Umum memperlihatkan kekeliruan dan kesalahannya. Penjelasan saya di atas sesuai dengan keterangan saksi Anna Maria Tri Anggraini. sebagaimana yang saya kutip pada tanggapan terhadap Surat Dakwaan di atas. tetapi fakta yang sebenarnya adalah. Majelis Hakim yang mulia. Pertemuan ini adalah realisasi dari permintaan waktu untuk bertemu dari Billy Sindoro kepada saya yang disampaikan melalui SMS pada tanggal 26 Agustus 2008. saya yang memperoleh informasi dari Billy Sindoro mengenai informasi tambahan terkait adanya fakta baru yang ditemukan oleh Majelis Komisi selama Sidang Majelis Komisi berlangsung. karena fakta yang terjadi bukan menunjukkan bahwa saya yang memberitahu kepada Billy Sindoro tentang penanganan Perkara terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. Direct Vision. Oleh karenanya kesimpulan Penuntut Umum dalam analisa fakta no. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah komunikasi untuk membantu Majelis Komisi mendapatkan informasi lebih dalam tentang fakta baru yang muncul ditengah-tengah masa Sidang Majelis Komisi. dan keterangan saksi Dini Melanie. 4 di atas telah keliru dan salah.II. Penuntut Umum menyimpulkan : “Bahwa benar terdakwa telah memenuhi permintaan Billy Sindoro agar dalam keputusan Perkara Nomor: 03/KPPUL/2008 memuat perlindungan terhadap kepentingan PT. Untuk itu perlu saya jelaskan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2008 memang saya kembali bertemu dengan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. supaya tetap menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010.” Sehubungan dengan kesimpulan di atas. 133 . keterangan saksi Benny Pasaribu. Dalam Surat Tuntutannya.

baik dalam pertimbangan Majelis Komisi atau dimuat dalam bentuk perintah pada amar Putusan. pengenaan denda. Disamping itu saya juga menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban KPPU dalam menangani perkara persaingan usaha untuk memperhatikan kepentingan konsumen. Direct Vision. Direct Vision tidak terganggu. Pada pertemuan itu saya menjelaskan bahwa di KPPU tidak dikenal dan tidak ada kewenangan dari KPPU untuk memberikan Putusan berupa ‘injunction’. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Pada pertemuan ini terdakwa Billy Sindoro menceritakan tentang hubungan antara Group LIPPO dengan Astro Malaysia yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. yang biasanya dimuat dalam Putusan. KPPU hanya diberi wewenang untuk memutus perkara Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam bentuk: Penetapan tentang ada atau tidak adanya Pelanggaran terhadap UU No. sebenarnya substansi usulan Billy Sindoro sudah menjadi ‘concern’ dari Majelis Komisi. Oleh karenanya. 134 . sebagaimana yang terungkap pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. dan penetapan ganti rugi.II. Selanjutnya pada tanggal 28 Agustus 2008 ada SMS-SMS dari Billy Sindoro kepada saya yang isinya menanyakan tentang ‘injunction’. dan menyampaikan usulan tentang adanya ‘injunction’ pada Putusan KPPU yang pada intinya berisi tentang jangan dihentikan dulu kerjasama antara pihak Astro Malaysia dengan PT.5 Tahun 1999.5 Tahun 1999. tanpa harus menyampaikan usulan tersebut kepada saya. agar kepentingan konsumen PT. yang dikemukakan oleh Anggota Majelis Komisi Benny Pasaribu. perintah untuk menghentikan kegiatan yang menimbulkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. namun tidak pernah permintaan Billy Sindoro mengenai klausul ‘injunction’ tersebut saya usulkan dalam musyawarah Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. sebagaimana yang dikenal dan diterapkan pada proses peradilan pada umumnya. penetapan pembatalan perjanjian yang terbukti bersifat anti persaingan. Sesuai dengan ketentuan UU No.

Direct Vision. Direct Vision sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.2 pada draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraini bersama dengan Tim Investigator dan Panitera sehari sebelumnya. Rumusan Diktum 5 yang disepakati adalah: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Apabila Penuntut Umum cermat membaca komunikasi melalui SMS antara Billy Sindoro dengan saya tanggal 28 Agustus 2008 dan tanggal 29 Agustus 2008.II. pada tanggal 28 Agustus 2008 malam diadakan musyawarah Majelis Komisi untuk membahas Putusan Perkara KPPU No.1. Bagi mereka yang memahami ‘basa basi’ dalam berkomunikasi. tidak akan berani begitu saja menyimpulkan suatu komunikasi hanya berdasarkan kata-kata yang diucapkan atau yang tertulis. Terkait dengan SMS dari terdakwa Billy Sindoro kepada saya pada tanggal 28 Agustus 2008 malam yang isinya antara lain: “Mohon diberi kesempatan untuk balas budi. tentu Penuntut Umum tidak akan gegabah membuat kesimpulan sebagaimana butir 5 analisa fakta di atas. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelum ini. ” maka perlu saya tegaskan bahwa SMS tersebut tidak pernah saya respon. Tim Investigator dan Panitera. 03/KPPU/L/2008 yang dihadiri oleh semua Anggota Majelis Komisi. Rumusan Diktum 5 ini kalimatnya sama persis dengan butir 8. Setelah melalui diskusi yang cukup intensif. Dalam sidang Majelis Komisi ini bahan bahasan untuk membuat Putusan adalah draft Putusan yang sudah disiapkan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini bersama Tim Investigator dan Panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 malam. akhirnya pada malam itu disepakati Putusan Perkara No. 03/KPPU/L/2008. yang pada amar putusannya terdapat 5 (lima) diktum. 135 . FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT.

dapat disimpulkan bahwa diktum 5 lahir karena adanya Fakta baru dalam masa Sidang Majelis.II. Mendengar jawaban tersebut. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Komunikasi antara Billy Sindoro dengan saya melalui SMS pada tanggal 28 Agustus 2008 dan 29 Agustus 2008 mengandung nuansa ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi.” Majelis Hakim yang mulia. dengan mengatakan: “Kalau saat ini permohonan saya belum dikabulkan. saksi Benny Pasaribu dan saksi Dini Melanie mengatakan bahwa tidak ada usul dari saya mengenai permintaan ‘injunction’ untuk dimasukkan dalam diktum 5 Putusan KPPU Perkara No. maka pada saat yang berikutnya saya akan ajukan kembali permohonan saya tadi. Dari kesaksian ketiga saksi di atas. Kesaksian yang diberikan oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini. Pada kenyataannya. Sebagai seorang yang dilahirkan dari keluarga suku Minangkabau. permintaan Billy Sindoro memang tidak ada yang saya penuhi. saya merespon jawaban Hakim Ketua yang mulia tersebut. bukan melulu jadi kultur orang Minang saja. yang dituangkan dalam pepatah : “Iyo kan nan di urang. selalu saya gunakan cara orang Minang dalam ‘menolak’ suatu ‘permintaan’. yang kemudian ditindak lanjuti dengan adanya Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. 136 . lalu kan nan di awak”. saya terpengaruh oleh gaya bahasa dan kultur orang Minang. maka jawaban Hakim Ketua adalah: “Baik nanti kami pertimbangkan”. saya sudah paham apa yang dimaksud oleh Hakim Ketua. tetapi hampir semua suku bangsa kita juga punya cara-cara menolak secara halus. Oleh karenanya. Ketika saya dan Penasehat Hukum mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim yang mulia untuk memperoleh status tahanan kota. yang artinya : “Iya kan saja apa yang diinginkan orang lain. Cara menolak suatu permintaan secara halus di atas. Dalam merespon ‘permintaan’ dari Billy mengenai ‘injunction’. 03/KPPU-L/2008. Dalam persidangan saya inipun kita jumpai cara penolakan secara halus tersebut. Di kalangan orang Minang dikenal adanya cara untuk menolak suatu permintaan dengan cara yang halus. tapi lakukan apa yang kita maksudkan”.

Selanjutnya. tapi masih mengusulkan rumusan klausul ‘injunction’? Malahan setelah Billy Sindoro mengetahui isi Putusan yang dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 siang. dijadikan sebagai rumusan dari diktum 5 Putusan yang disepakati pada musyawarah Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. Cara ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi yang lain juga digunakan oleh Billy Sindoro. sebagaimana tercantum pada butir rekomendasi 8. masih mengirim beberapa SMS yang isinya mengusulkan rumusan klausul ‘injunction’. sebab rumusan diktum 5 Putusan KPPU 137 . butir 8.Tks”.2 pada rekomendasi tersebut. Mhn dibri ksmtan utk balas budi baik bpk. Berdasarkan pengakuan dari saksi-saksi di atas. Putusan hasil musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus 2008 di atas. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dalam Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. Kenapa kok Billy Sindoro sudah mengatakan saya sangat bersyukur. ‘Concern’ dari saksi Benny Pasaribu inilah yang kemudian oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini bersama Tim Investigator dan panitera dirumuskan dalam draft Putusan yang dibuat tanggal 27 Agustus 2008 malam. Sehingga pada Sidang Majelis tersebut saksi mengatakan: “Jangan karena gajah sama gajah berkelahi.1. ketika saya sedang sholat Jum’at. agar jelas siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pelanggaran ini”.2.1. diubah oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini dan saksi Benny Pasaribu pada tanggal 29 Agustus 2008. pelanduk terjepit. pada malam harinya kembali Billy Sindoro mengirim SMS yang isinya sermacam ‘protes’ terhadap Putusan KPPU. karena adanya kerugian yang dialami oleh konsumen Astro TV. saksi Benny Pasaribu mengakui bahwa saksi agak marah terhadap adanya pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV. Hal ini terlihat dari beberapa SMS berikutnya dari Billy Sindoro yang setelah mengirim SMS yang berbunyi: “Pak sy sngt bersyukur.II. Jadi saya minta gajah sama gajah ini kta panggil aja kesini. yang kemudian dikirim melalui email.

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk selalu menjawab pertanyaan seseorang kepada saya mengenai keadaan atau kabar. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. Kebiasaan ini lah yang juga muncul dalam hubungan komunikasi saya dengan Billy Sindoro. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh Billy Sindoro. Fakta ini. Saya selalu menjawab: “Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat”. baik pada tanggal 28 Agustus 2008 maupun setelahnya. guna menyampaikan tanda balas budi. Alhamdulillah aman”. saksi Rani Anindita Tranggani menyatakan: “Tidak ada”. saya juga ingin menjelaskan mengenai kebiasaan lain dari saya dalam merespon suatu komunikasi. sekaligus menunjukkan bahwa memang tidak ada ‘permintaan’ dari Billy Sindoro yang saya usulkan dalam musyawarah Majelis Komisi ketika membuat Putusan.” 138 . Disamping itu. ataupun untuk memberikan uang.II. sebagaimana bunyi SMS saya: “Baru selesai. Hakim Ketua yang mulia selalu menanyakan keadaan kesehatan saya. setiap memulai persidangan. saya sangat bersyukur”. tidak ada fakta yang menunjukkan adanya kesepakatan antara saya dengan Billy Sindoro untuk bertemu. yang berbunyi: “P’Iqbal mohon maaf mengganggu.. ketika ditanya oleh Penasehat Hukum: “Apakah saksi pernah mendengar atau membaca SMS dari Billy Sindoro yang akan memberikan uang sebesar lima ratus juta rupiah kepada Mohammad Iqbal”. Begitu pula. yang merupakan respon terhadap pertanyaan Billy Sindoro sebelumnya. Hakim Ketua yang mulia selalu bertanya: “Saudara Mohammad Iqbal apakah hari ini dalam keadaan sehat?”. yang ketika ditanya oleh Penasehat Hukum : “Apakah ada jawaban secara khusus dari Mohammad Iqbal atas SMS dari Billy Sindoro yang mengatakan: Pak. Dalam persidangan saya ini. dalam kesempatan Pembelaan ini. Hal ini diperkuat oleh kesaksian Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009. Tks”. apkh injunctions aman? Mohon berhasil ya pak. Selain itu dalam komunikasi melalui SMS antara Billy Sindoro dengan saya.

6.(lima ratus juta rupiah) dari Billy Sindoro sebagai balas budi karena Terdakwa telah membantu kepentingan PT. 139 . 500.. kembali kita melihat bahwa Penuntut Umum telah salah mengambil kesimpulan. Penuntut Umum menyimpulkan: “Terdakwa pada tanggal 16 September 2008 di lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani telah menerima uang sejumlah Rp. ternyata baru dikirim oleh Benedict Sulaiman sekitar pukul 10. Dari fakta di persidangan saya ini tidak ada satu saksipun yang mengatakan bahwa tas hitam yang berisi uang.II.03/KPPU/L/2008 telah selesai dibahas dan disepakati pada musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus malam. Disamping itu.000. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Mengenai SMS dari Billy Sindoro pada tanggal 29 Agustus 2008 kepada saya tentang usulan paragraf ‘injunction’. Oleh karenanya. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris Musim 2007-2010”. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. tidak ada satupun saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa saya telah membantu kepentingan PT. yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift adalah bentuk balas budi dari Billy Sindoro kepada saya. Mengingat Putusan Perkara No. maka pengiriman usulan paragraf injunction dari terdakwa Billy Sindoro melalui email tersebut sudah tidak lagi mempengaruhi Putusan yang sudah dibuat malam sebelumnya. balasan SMS dari saya kepada Billy Sindoro yang mengatakan: ‘Substansinya sudah sama’.000.20 WIB. juga merupakan ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi. Majelis Hakim yang mulia. Dalam Surat Tuntutannya. yang akan dikirim melalui email. Sehubungan dengan kesimpulan Penuntut Umum di atas.

karena saya waktu masuk ke ruangan tidak bawa tas”. saksi menjawab: “Belum”. saksi menjawab: “Saya tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Pak Iqbal”. juga merupakan kesimpulan yang mengada-ada. saya pikir itu tasnya Pak Iqbal. Direct Vision. Setelah melalui Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan. Direct Vision. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Jadi dengan demikian kesimpulan Penuntut Umum di atas adalah kesimpulan yang mengada-ada. Masalah pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV. Selanjutnya ketika ditanya oleh Hakim Ketua : “Apa maksud dari penyerahan tas di lift itu”. Begitu pula. sebagai fakta baru. Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (LHPL) menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup adanya pelanggaran terhadap UU No. 5 tahun 1999. yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan sebagaimana tersebut di atas. Hal ini juga diakui oleh saksi Nelia Copcaption Molato.II. kesimpulan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya telah membantu kepentingan PT. Mohon diberi kesempatan untuk balas budi Bapak’. yang dilakukan oleh PT. Lalu. tidak pernah menjadi pokok perkara yang dilaporkan oleh Pelapor kepada KPPU. saksi menjawab: “Waktu pak Iqbal mau keluar. adalah realisasi dari SMS Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal yang berbunyi: ‘Pak saya bersyukur. Penuntut Umum sebenarnya tahu bahwa posisi PT. Direct Vision dalam Perkara di KPPU adalah sebagai Terlapor. saksi Nelia Concaption Molato mengatakan: “Satu minggu sebelum jadwal 140 . ketika ditanya oleh Hakim Ketua: “Apakah balas budi tersebut sudah diwujudkan”. Isu pengalihan penyiaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV baru muncul pada masa sidang Majelis. karena tidak ada fakta yang mendukung. CEO PT. Pada persidangan tanggal 2 April 2009. saksi Billy Sindoro ketika ditanya oleh Penuntut Umum: “Apakah pemberian tas berisi uang pada pertemuan di kamar 1712.”. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dalam persidangan saya tanggal 2 April 2008.

II. perlu saya jelaskan bahwa dalam Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha No. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pembacaan Putusan.” Dengan adanya kesaksian dari Nelia Concaption Molato di atas.” Sehubungan dengan Kesimpulan Penuntut Umum di atas.000.06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. kita kaget karena itu tidak ada kaitannya dengan Liga Inggris. Direct Vision.000. makin terlihat kesalahan dari Penuntut Umum dalam menyimpulkan fakta yang ada di persidangan. Disatu sisi saksi Anna Maria Tri Anggraini. saksi Benny Pasaribu dan saksi Dini Melanie mengatakan bahwa tidak ada usulan yang spesifik dari saya pada waktu musyawarah Majelis Komisi untuk membuat Putusan. dan kita semua kaget dengan sidang itu. Dan waktu keluar Putusan. 7. Tim kita datang dan baru mereka tahu mengenai isu pemutusan Siaran oleh Astro di Direct Vision. Jadi dari mana Penuntut Umum memperoleh kesimpulan sebagaimana pada butir 6 di atas? Majelis Hakim yang mulia. saksi Nelia Concaption Molato mengatakan bahwa diktum 5 Putusan KPPU tidak ada kaitannya dengan PT. ada undangan dari KPPU untuk Sidang khusus. di sisi yang lain.500. khususnya yang nomor 5. Dalam Surat Tuntutannya. Penuntut Umum menyimpulkan: “Terdakwa menerima uang sejumlah Rp. Ketentuan larangan di atas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Surat edaran yang mengatur tentang kewajiban untuk melaporkan kepada Pimpinan Sekretariat KPPU bila ada Anggota Komisi dan 141 .06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. ada larangan terhadap semua unsur Komisi untuk menerima sesuatu dalam bentuk uang atau hadiah yang secara langsung maupun tidak langsung patut diduga berkaitan dengan jabatannya.bertentangan dengan Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha No.

Majelis Hakim yang mulia. untuk kemudian saya ambil dan sandang ketika keluar dari lift. Analisa fakta yang saya uraikan di atas. Saksi Kurnia Sya’ranie dan saksi Tadjuddin Noersaid pada persidangan saya menceritakan ada beberapa kejadian pemberian hadiah kepada Staf dan Komisioner KPPU yang kemudian dilaporkan kepada Pimpinan Sekretariat KPPU. Oleh karenanya. Apabila Tas hitam yang berisi uang sejumlah Rp.000. jelas memperlihatkan kesimpulan yang berbeda dengan Analisa fakta yang dibuat oleh Penuntut Umum. bila ada penerima gratifikasi seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga pernah menerima gratifikasi. Analisa fakta yang saya lakukan didasarkan pada fakta yang ada dipersidangan. petugas KPK telah menghampiri saya ketika saya berada di lobby hotel Aryaduta tanggal 16 September 2008 malam. mengapa setelah mendiamkan beberapa saat tas hitam yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift. Kesimpulan yang dibuat oleh Penuntut Umum tidak didukung oleh suatu analisa yang mendalam terhadap fakta-fakta yang ada. maka hendaknya saya juga diperlakukan dengan cara yang sama.II. Adanya aturan internal KPPU di ataslah yang melandasi saya. 500. Kesimpulan yang diambil jadi mengada-ada dan keliru. dan dilakukan penelaahan terhadap satu fakta dengan fakta yang lain. tetapi tidak ditahan oleh KPK. Sedangkan Penuntut Umum tidak melakukan penelaahan antara satu fakta dengan fakta yang lain. maka saya seharusnya diberi kesempatan untuk melaporkannya ke KPK. Akibatnya. Namun sebelum niat saya tersebut terwujud.(Lima Ratus Juta Rupiah) yang diberikan oleh Billy Sindoro kepada saya.000. 142 . sebagaimana penerima gratifikasi lainnya. untuk kemudian segera dikembalikan kepada pengirimnya. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pegawai Sekretariat KPPU yang menerima hadiah dari pelaku usaha. dengan cara meletakkannya di Lantai Lift itu dikategorikan sebagai gratifikasi.

yang menunjukkan bahwa saya telah melakukan tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepada saya. saya berkesimpulan bahwa tidak ada satupun bukti yang kuat. Saya melihat bahwa kasus Ketua KPK non-aktif Antasari Azhar tidak membuat institusi KPK tercemar. dan tidak membuat masyarakat hilang kepercayaannya kepada lembaga KPK. Saya fikir. Majelis Hakim yang mulia. Masyarakat tetap mempercayai lembaga KPPU. Saya juga menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya tidak kooperatif dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan.II. Dalam kesempatan ini. saya tidak akan menanggapi Analisa Yuridis dari Surat Tuntutan Penuntut Umum. karena sejak kasus saya dimunculkan secara besarbesaran di media massa cetak maupun elektronik. Biarlah Tanggapan terhadap Analisa Yuridis ini nanti ditanggapi oleh Penasehat Hukum saya. Berdasarkan Uraian yang saya sampaikan di atas. Majelis Hakim yang mulia. tanggapan terhadap fakta-fakta persidangan dan tanggapan terhadap Analisa fakta yang dibuat oleh Penuntut Umum. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dampak dari kesimpulan yang keliru adalah Dakwaan yang lemah pembuktiannya. saya juga menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya telah mencemarkan nama baik institusi dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga KPPU. Saya akan langsung saja masuk pada Kesimpulan. Dalam Tanggapan dan Pembelaan saya ini. baik berupa tanggapan terhadap Surat Dakwaan. hal yang sama juga terjadi pada KPK. Pernyataan 143 . institusi KPPU tetap berjalan seperti biasa.

Kurniawan di dalam persidangan saya tanggal 23 April 2009. sampai saat ini. Sejak saya ditemui oleh Petugas KPK di lobby hotel Aryaduta Tugu Tani tanggal 16 Agustus 2008. ketika Hakim yang mulia menanyakan kepada saya: “Apakah dengan terjadinya perkara yang menimpa saudara. saya selalu bersikap kooperatif dan tidak menghambat jalannya penyidikan. mengapa KPK tidak menangkap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. Begitu pula saya menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan saya tidak mengakui dan menyesali perbuatannya. yang membuat hati saya menjadi tenteram. Itulah sikap yang saya ambil selama ini. Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT. saya harus sabar dan tawakal menghadapi musibah tersebut. Sprin. 144 . membuktikan bahwa pernyataan Penuntut Umum di atas keliru dan salah. mengapa saya mau bertemu dengan Billy Sindoro.II. Saya menjawab bahwa sebagai manusia biasa pasti saya merasa menyesal atas terjadinya musibah yang menimpa saya ini. Saya juga sempat menyesal. Keterangan saksi petugas KPK Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. yang menyatakan bahwa saya bersikap kooperatif. Tapi sebagai seorang Muslim. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Penuntut Umum ini bertentangan dengan fakta yang ada.Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008. Agama saya tidak membolehkan saya menyesali. Saya juga sempat menyesal. padahal KPK sudah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan No. dan persidangan. musibah yang menimpa kita. apakah saudara menyesal?”. penuntutan. Jelas-jelas di dalam persidangan tanggal 25 Mei 2009. saya harus juga tetap sabar dan tawakal. Adanya kesaksian tertulis yang saya sampaikan pada waktu persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009 adalah bukti nyata bahwa saya malah membantu kelancaran jalannya persidangan. Tapi untuk hal inipun. saya tidak boleh larut dalam sesal yang mendalam. apalagi meratapi.

baik dihadapan sidang pengadilan ini maupun pertanggungjawaban saya kepada publik. hanya kepada Allah-lah saya memohon pertolongan. 145 . dan siap mempertanggungjawabkan perbuatan yang saya lakukan. yaitu dengan mengajukan permohonan pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU kepada Bapak Presiden. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Karena sikap seperti di ataslah. Diatas semuanya.II. maka rasa penyesalan saya tidak sekadar pemanis bibir belaka. Saya tunjukkan rasa penyesalan dengan sikap pro-aktif.

Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 146 .II.

Kap09/01/VII 2008. 147 . saya sudah mempertanyakan: Kenapa harus seorang yang bernama Mohammad Iqbal yang harus menjadi target operasi. Pada tanggapan tanggal 10 Februari 2009 di atas. tanggal 1 Juli 2008. dan tidak tertutup kemungkinan kepada KPK sendiri. yang saya bacakan dalam persidangan tanggal 10 Februari 2009. 27 dan No. serta adanya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro No. Sprin. menunjukkan bahwa jauh hari sebenarnya saya sudah ditetapkan sebagai ‘Target Operasi’. Kejaksaan. 29). tanggal 20 Juni 2008. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU III.III. KORBAN SKENARIO JAHAT TERHADAP KPPU Majelis Hakim yang mulia. Konspirasi jahat semacam ini tidak hanya akan menimpa KPPU. tetapi bisa pula menimpa lembaga pemutus lainnya. bahwa saya ini adalah korban dari suatu ‘skenario jahat’ terhadap KPPU. yang menyatakan bahwa saksi Rani Anindita Tranggani telah menerima Surat perintah Penyadapan No. apakah itu Kepolisian.Dap -70A/01/22/VI/2008. bukan orang lain? Kenapa saudara Billy Sindoro yang jelas-jelas sudah ada Surat Perintah Penangkapannya pada tanggal 1 Juli 2008. dari tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum. tetapi saya tidak bisa membuktikannya. bentuk konspirasi jahat seperti yang saya alami ini terasa baunya. dan kesaksian dari Penyidik KPK bernama Rani Anindita Tranggani. Lembaga Peradilan. Pada Bagian III. Sprin. saya menyampaikan. Adanya dokumen yang dibuat oleh saudara Erwin Darwis Purba (dokumen barang bukti No. tidak ditangkap oleh KPK? Lebih jauh saya menyatakan dalam tanggapan tersebut bahwa dari pengalaman saya selama ini.

Walaupun fakta-fakta yang menunjukkan adanya persekongkolan jahat tersebut ada dalam berkas perkara. yang ada dalam dokumen barang bukti No.Kap-09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008?” • “Mengapa dalam persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro. Tadinya saya berharap adanya konspirasi jahat ini dapat dibuka dalam persidangan saya. seharusnya Penuntut Umum menghadirkan saksi-saksi yang terkait dengan fakta tersebut.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyadapan No. dicantumkan dalam berkas perkara.III. padahal KPK sudah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan No. tapi Penuntut Umum nampaknya ‘enggan’ untuk membukanya lebih jauh. Namun ternyata harapan tersebut tidak dapat terpenuhi. alat bukti berupa rekaman percakapan maupun SMS serta rekaman CCTV yang diajukan oleh Penuntut Umum. tetapi saksi yang tidak terkait langsung dengan perkara ini yang diajukan oleh Penuntut Umum. 27 dan No. hanya yang mengenai saya saja. tidak ada yang mengenai Billy Sindoro?” Untuk mengetahui kebenaran dari fakta-fakta diatas. Namun yang terjadi bukannya saksi yang berkompeten yang dihadirkan. Guna mengetahui mengapa Penuntut Umum enggan untuk menggali kebenaran dari fakta-fakta diatas.Dap-70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang digunakan sebagai dasar Penyelidikan perkara saya ini tidak boleh diketahui oleh saya dan Penasehat Hukum Saya?” • “Mengapa Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 tidak ditangkap oleh KPK. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Majelis Hakim yang mulia. 29. Sprin. ada baiknya kita telaah satu persatu fakta-fakta diatas yang banyak menimbulkan tanda tanya: 148 . Sprin. tapi tidak diperiksa dalam persidangan?” Pertanyaan lain yang juga timbul adalah: • “Kenapa Surat Perintah Penyelidikan No. Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Untuk apa fakta tentang skenario untuk mempengaruhi KPPU yang dibuat oleh Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Sprin.

Dari Surat Perintah Penyadapan tersebut. terlihat beberapa kejanggalan. Selain itu. saksi selaku petugas penyidik KPK menerima Surat Perintah Penyadapan No. Dalam Surat Perintah Penyadapan No. tugas saksi terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. dua orang yang belum pernah berkenalan. Berdasarkan keterangan saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan tanggal 7 Mei 2009. Surat Perintah Penyadapan diatas menjadi aneh bila dikaitkan dengan saya dan Billy Sindoro. Pertama. sudah ada perintah untuk menyadap no. Hamzah. Sprin. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU 1. penyidikan. Kedua. Surat Perintah Penyadapan tersebut dikeluarkan pada saat penanganan perkara Liga Inggris di KPPU masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. menurut pendapat ahli Rudi Satrio yang dihadirkan pada 149 . dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. Surat Perintah Penyadapan No. saksi diperintahkan untuk menyadap mencatat isi percakapan telepon dan SMS terhadap nomor telepon (HP) saya dan nomor telepon (HP) Billy Sindoro.Dap70A/01/22/VI/2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK Chandra M. Oleh karenanya. Hamzah. Sprin. Sprin. Disamping itu. Surat Perintah Penyadapan tersebut dikeluarkan 1 (satu) bulan sebelum saya berkenalan dengan Billy Sindoro.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang diperlihatkan dihadapan Majelis Hakim yang Mulia.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK -Chandra M. Namun. telepon (HP) mereka? Memang KPK berwenang untuk melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan dalam melaksanakan tugas penyelidikan. Sprin.Lid62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang juga ditandatangani oleh Pimpinan KPK Chandra M. pada tanggal yang sama. dalam konsideran Surat Perintah Penyadapan tersebut. Hamzah. Bagaimana bisa. saksi juga menerima Surat Perintah Penyelidikan No.III.

III. agar tidak terjadi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). perlu dipertanyakan kepada KPK. Apakah KPK mendapat petunjuk dari paranormal atau memperoleh wangsit yang mengatakan bahwa nanti akan terjadi perkenalan antara saya dengan Billy Sindoro dan dari perkenalan tersebut akan terjadi tindak pidana korupsi? Kalau yang demikian dibenarkan. Tindakan penyadapan harus didasari pada adanya indikasi awal tindak pidana. pada saat itu. maka sebaiknya bagian pasal 6 huruf c UU No. 30 tahun 2002 yang berisi kata-kata ‘terhadap tindak pidana korupsi’ diganti saja menjadi ‘terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi di masa depan dari orang-orang yang sekarang belum berkenalan’. dimana pada tahap ini Tim Pemeriksaan Lanjutan KPPU baru sebatas melakukan pengumpulan bukti-bukti dan informasi-informasi terkait penanganan perkara tersebut. belum ada kesimpulan apapun terhadap hasil Pemeriksaan Lanjutan terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. pada saat itu. apa indikasi dari tindak pidana korupsi yang telah saya lakukan bersama Billy Sindoro sebelum tanggal 20 Juni 2008? Padahal. saya belum kenal dengan Billy Sindoro. Artinya. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU persidangan tanggal 23 April 2009. dan menimbulkan tanda tanya besar. Oleh karena itu. bahwa untuk tindakan penyadapan harus ada batasan yang jelas. karena pada saat itu penanganan perkara Liga Inggris di KPPU masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.” Hal yang sama juga ditegaskan oleh Pengamat Hukum Bambang Widjojanto. Adanya Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008 diatas juga menjadi aneh. 150 . menyatakan bahwa tindakan penyadapan dan merekam pembicaraan haruslah didasari adanya dugaan keras melakukan tindak pidana korupsi. Hakim Konstitusi Harjono juga menyatakan: “Penyadapan hanya boleh dilakukan jika ada bukti permulaan.

Sprin. Apakah ada Surat Perintah Penyadapan terhadap Billy Sindoro tetapi terkait dengan perkara lain? 2.III.Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 Di dalam dokumen berkas-berkas perkara Billy Sindoro yang terkait dengan perkara saya. terdapat sebuah fakta berupa adanya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro No.Kap09/01/VII/2008 pada tanggal 1 Juli 2008. Sehingga. indikasi yang digunakan KPK bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU adalah tindakan yang mengada-ada atau tidak berdasar. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Sebagai salah seorang Anggota dalam Tim Pemeriksaan Lanjutan yang menangani perkara Liga Inggris di KPPU sampai dengan berakhirnya masa pemeriksaan lanjutan yaitu pada tanggal 18 Juli 2008. indikasi tindak pidana korupsi apa yang dilakukan oleh Billy Sindoro sebelum tanggal 20 Juni 2008 terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Sebagaimana yang saya jelaskan sebelumnya. dalam berkas-berkas penanganan perkara Liga Inggris di KPPU tidak tercantum nama Billy Sindoro baik sebagai pihak terlapor maupun sebagai pihak pelapor. juga timbul pertanyaan. tidak tercantum sama sekali nama Billy Sindoro. baik sebagai pihak terlapor maupun sebagai pihak pelapor. dari berkasberkas penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Bila dilihat dari sudut Billy Sindoro. Surat Perintah Penangkapan Billy Sindoro No. 151 . dalam konteks apa KPK harus menyadap isi percakapan telepon maupun SMS Billy Sindoro. Sprin. dikeluarkannya Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008 tersebut merupakan bentuk tindakan penyalahgunaan kekuasaan oleh KPK. jika nama Billy Sindoro sendiri tidak tercantum dalam berkas dokumen hasil pemeriksaan Tim Pemeriksaan Lanjutan KPPU dan Billy Sindoro belum berkenalan dengan saya. Lantas. Atau dengan kata lain.

Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 tersebut terkait dengan penyelidikan KPK terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Dalam persidangan saya pada tanggal 7 Mei 2008. Oleh karenanya. sudah pasti bukan dalam konteks penyelidikan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan terhadap saudara Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. First Media. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. dimana Billy Sindoro merupakan Presiden Direkturnya. bila Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro tidak dalam konteks adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. yaitu perkara Liga Inggris di KPPU. media massa memuat berita bahwa KPK sedang menangani perkara dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ’mark-down’ pembayaran pajak PT. apakah dasar dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 152 .Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008. saksi Rani Anindita Tranggani mengatakan bahwa saksi disamping memperoleh Surat Perintah Penyadapan. Lantas.III. Dari 2 (dua) fakta diatas. juga memperoleh Surat Perintah Penyelidikan No. Sprin. Oleh karenanya. dalam konteks apa saudara Billy Sindoro harus ditangkap oleh KPK? Memang pada sekitar bulan Juni 2008. timbul pertanyaan: Apakah benar. Adapun garis besar tugas tim penyelidikan dalam Surat Perintah Penyelidikan tersebut adalah untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan pemberian sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam menangani perkara monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat. saksi Rani Anindita Tranggani mengatakan bahwa pencatatan isi percakapan telepon (HP) dan SMS terhadap no. telepon (HP) saya maupun Billy Sindoro. mulai dilakukan sejak tanggal 20 Juli 2008.

First Media? Seandainya dasar dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan tersebut memang terkait dengan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. maka barangkali saya tidak akan pernah kenal dengan Billy Sindoro dan penderitaan yang saya dan keluarga saya alami saat ini. First Media dengan penyelidikan KPK terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. mengapa KPK tidak melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro? Ataukah ada skenario untuk menggandengkan kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. tidak akan pernah terjadi.III. First Media. seharusnya dengan telah dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan pada tanggal 1 Juli 2008. 153 . First Media. baik terkait atau tidak terkait dengan kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. Bila hal ini dilakukan oleh KPK. mengapa Surat Perintah Penyadapan tersebut harus dikaitkan dengan konteks penyelidikan terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Bila Surat Perintah Penangkapan tanggal 1 Juli 2008 tersebut tidak terkait dengan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. Billy Sindoro sudah harus ditangkap pada tanggal 1 Juli 2008 tersebut. First Media maupun dengan dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. sehingga penangkapan Billy Sindoro ditunda sampai tanggal 16 September 2008? Seharusnya apapun alasan KPK ‘menunda-nunda’ penangkapan Billy Sindoro. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU tersebut adalah mengenai adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT.

berkaitan dengan penanganan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 untuk melakukan pengumpulan barang bukti atau keterangan-keterangan lain berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyerahan uang kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri. Selain itu. tugas tim penyelidikan adalah untuk melakukan pengumpulan barang bukti atau keterangan-keterangan lain berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Sprin.Lid-62/01/VI/2008. Surat Perintah Penyelidikan No. dalam konsideran kedua Surat Perintah Penyelidikan tersebut.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyelidikan No.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK -Chandra M. tetapi. saksi Rani Anindita Tranggani memperlihatkan kedua Surat Perintah Penyelidikan diatas. Dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. dalam persidangan tanggal 23 April 2009. Sprin.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008. yang saling berbeda satu sama lain menimbulkan tanda tanya terhadap keabsahan dari 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan tersebut. Saksi baru dipanggil untuk menjalankan tugas Surat Perintah Penyelidikan No. Ternyata. Sprin. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU 3. Sprin. saksi tidak melakukan apa-apa. adanya 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan terhadap dugaan adanya pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU ini. Hamzah Dalam persidangan tanggal 23 April 2009. Selain itu. Sehubungan dengan keterangan dari saksi-saksi penyidik KPK diatas.III. Kurniawan selaku petugas penyidik KPK mengatakan bahwa memang nama saksi tercantum di dalam Surat Perintah Penyelidikan No. Kurniawan selaku petugas penyidik KPK mengatakan bahwa mereka memperoleh Surat Perintah Penyelidikan No. saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. juga menimbulkan 154 . saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. Sprin.

catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS yang digunakan selama persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro juga menimbulkan tanda tanya. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar: Mengapa alat bukti berupa catatan/transkrip rekaman percakapan dan SMS tersebut hanya menggunakan catatan/transkrip dari hasil penyadapan nomor telepon (HP) saya saja? Pertanyaan ini tentu memerlukan jawaban dan penjelasan dari KPK. namun oleh KPK perkara-perkara tersebut dicoba untuk dikaitkan satu sama lain? 4.III. sedangkan catatan/transkrip hasil penyadapan percakapan maupun SMS dari dan ke telepon (HP) Billy Sindoro tidak ditampilkan maupun digunakan sama sekali dalam persidangan. Namun. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU tanda tanya terhadap profesionalitas KPK dalam menangani dugaan adanya pelanggaran tindak pidana korupsi. menyebutkan bahwa ia selaku petugas penyidik 155 . hanya catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS dari dan ke no. Alat Bukti berupa Catatan Rekaman Percakapan dan SMS serta Alat Bukti berupa Video Rekaman CCTV yang Digunakan oleh Penuntut Umum Selain kejanggalan-kejanggalan mengenai keabsahan Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008. dari alat bukti berupa catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS yang digunakan di persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro. Apalagi kesaksian Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009. Saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan tanggal 7 Mei 2009. Apakah memang ada dua surat yang dikeluarkan dengan sengaja atau sebetulnya Surat Perintah Penyelidikan tersebut merupakan perintah penyelidikan terhadap perkara yang tidak berkaitan sama sekali. mengatakan bahwa saksi hanya diperintahkan untuk menyadap 2 (dua) nomor telepon dan diperintahkan oleh Ketua Tim untuk melakukan transkrip per tanggal 20 Juli 2008 saja. HP saya saja yang dicatat dan ditampilkan.

III. mengapa terjadi perlakuan terhadap saya dengan Billy Sindoro oleh KPK. Itupun rekaman video CCTV yang sudah direkayasa. disebutkan bahwa mereka diperintahkan secara lisan oleh atasannya untuk melakukan penangkapan terhadap saya. kedua saksi petugas KPK ini hanya mengamati kedatangan saya saja. Namun. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU KPK memang mendapat Surat Perintah Penyadapan untuk melakukan penyadapan dan pencatatan percakapan telepon dan SMS terhadap saya dan Billy Sindoro. Perbedaan perlakuan serupa juga terlihat pada alat bukti persidangan berupa video rekaman CCTV Hotel Aryaduta yang menampilkan kejadian pertemuan antara saya dan saudara Billy Sindoro di Hotel Aryaduta tanggal 16 September 2008. Tidak ada sama sekali rekaman yang menunjukkan kedatangan Billy Sindoro maupun keberadaan Billy Sindoro ketika di dalam lift. tidak mengamati kedatangan Billy Sindoro. dan keberadaan saya ketika di dalam lift. namun atas perintah Ketua Tim catatan/ transkrip yang ditampilkan hanya catatan/transkrip hasil penyadapan telepon saya saja. Hal itu dapat dibuktikan dari rekaman video CCTV yang digunakan oleh Penuntut Umum dalam persidangan saya yang lebih banyak menampilkan kedatangan saya. 156 . Pernyataan ini tentu menimbulkan tanda tanya yang lebih besar lagi: Mengapa terjadi perbedaan perlakuan terhadap saya dengan Billy Sindoro oleh KPK? Majelis Hakim yang mulia. sehubungan dengan adanya informasi bahwa akan ada penyerahan uang dari Billy Sindoro kepada saya di Hotel Aryaduta Tugu Tani pada tanggal 16 September 2008. Sesuai dengan keterangan saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. dalam menjalankan tugas atasannya tersebut. Kurniawan. Adanya alat bukti berupa rekaman video CCTV di atas menimbulkan tanda tanya pula.

lantas siapa yang sebetulnya memenuhi permintaan Billy Sindoro. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Bila KPK sudah mempunyai informasi bahwa Billy Sindoro akan memberikan uang kepada saya terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. saya atau KPK? 157 . Bila memang demikian. terlihat adanya kejanggalankejanggalan dalam penanganan perkara saya ini dan memunculkan adanya perbedaan perlakuan oleh KPK dalam melakukan penyelidikan perkara ini. lantas mengapa kedatangan Billy Sindoro tidak diketahui dan tidak direkam oleh KPK? Berdasarkan keempat fakta di atas. dan menjadikan saya sebagai target operasi. Peristiwa ini menimbulkan kesan bahwa KPK berupaya untuk melindungi Billy Sindoro.III.

158 .

Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU IV. saya telah memberitahukan kepada Majelis Hakim yang mulia. 159 . sehubungan dengan penyidikan yang dilakukan oleh KPK terhadap saya. rencana pengunduran diri tersebut baru saya ajukan kepada bapak Presiden setelah saya ditetapkan sebagai terdakwa. sehubungan dengan Penyidikan yang dilakukan terhadap saya oleh KPK. Adapun alasan dari pengunduran diri saya tersebut adalah. yang tengah mendapat musibah. bahwa sejak tanggal 5 Februari 2009. Tadinya saya akan menyampaikan surat pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 pada tanggal 17 September 2008. Disamping itu. Pengajuan Surat pengunduran diri saya ini juga saya anggap sebagai bentuk sikap pro aktif saya dalam menindaklanjuti penyesalan saya terhadap musibah yang menimpa saya. Pengajuan Surat pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Presiden ini. Pada waktu menyampaikan tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. saya telah mengajukan Surat Pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Bapak Presiden RI. yaitu sejak saya ditetapkan sebagai tersangka okeh KPK. karena saya telah ditetapkan sebagai terdakwa oleh KPK sejak tanggal 31 Januari 2009. Namun atas saran teman-teman di KPPU.IV. PERTANGGUNGJAWABAN PUBLIK SEBAGAI ANGGOTA KPPU Majelis Hakim yang mulia. saya lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban Publik saya selaku Anggota KPPU periode 20062011. sebagaimana yang saya sampaikan dimuka.

5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat. maka dengan adanya musibah ini. Mudah-mudahan pilihan sikap hidup yang saya lakukan ini merupakan jalan yang terbaik buat saya. saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya ini dengan cara mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Presiden. maka saya berfungsi sebagai pejabat publik yang juga dikategorikan sebagai penyelenggara negara. 160 . saya pandang juga merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepada Allah SWT.IV. musibah ini saya pertanggungjawabkan kwhadapan Allah SWT. dengan cara sabar dan tawakal menghadapinya. musibah ini saya pertanggungjawabkan dihadapan sidang pengadilan ini. dan di-Ridhoi oleh Allah SWT. Oleh karena itu. Karena saya adalah seorang pejabat publik. serta siap untuk melakukan perubahan (hijrah) dari kegiatan yang lama ke kegiatan yang baru. pertanggungjawaban publik saya dalam bentuk pengajuan surat pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011. Sebagai seorang muslim. serta pertangungjawaban hukum saya di Pengadilan Tipikor dalam bentuk penyampaian Pembelaan ini. Sedangkan sebagai seorang penyelenggara negara. Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU Sebagai salah seorang yang diamanahkan untuk melaksanakan UU No. yang lebih baik.

ada 2 (dua) harapan yang saya sampaikan kepada Majelis hakim yang mulia. Akhirnya sampailah Pembelaan saya. yang punya kewenangan besar. saya khawatir kewenangan yang besar. bagaimana akibat yang ditimbulkan dari adanya lembaga Kopkamtib. jika tidak adanya Sistim dan Prosedur dalam penanganan perkara di KPK. Saat ini pada diri saya timbul kekhawatiran atas cara kerja dari institusi KPK ini. Kita sudah punya pengalaman waktu zaman orde baru. Namun sampai saat saya membacakan Tanggapan dan Pembelaaan ini saya tidak melihat adanya upaya dari KPK untuk memperhatikan permohonan saya tersebut. saya pada penutup dari tanggapan dan Pada waktu saya menyampaikan tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. PENUTUP Majelis hakim yang mulia. tapi lemah dalam kontrol serta sistem dan prosedur kerja. menjadi memudar. Penutup V. Pertama saya berharap kepada KPK untuk dapat mencegah bentuk konspirasi jahat yang menimpa saya. saya melihat kejanggalankejanggalan. Kewenangan besar yang dipunyai berpotensi untuk disalahgunakan. dan tidak ada kontrol terhadap kinerja KPK. dan tidak adanya kontrol terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan KPK. Mengacu pada kasus yang saya alami.V. 161 . bila tidak ada sistem dan prosedur yang bagus. yang membuat harapan saya yang tadinya sangat besar terhadap KPK dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi. yang diberikan oleh Undang-Undang kepada KPK dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan menjadi bumerang. Malah selama persidangan saya ini.

untuk mendikte institusi ini. Penutup Kasus yang menimpa saya ini menunjukkan buruknya Sistem dan Prosedur penanganan perkara di KPK. maka KPK akan menjadi alat dari mereka yang punya kekuasaan. sebelum melakukan penyadapan? Apakah penyadapan oleh KPK perlu izin dari Pengadilan? Bagaimana tata cara penanganan perkara di KPK? Mengapa dalam kasus saya ada 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan? Mengapa dalam satu perkara yang sama. ada Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. Kasus Ketua non-aktif KPK Antasari Azhar. Nampaknya ‘due process of law’ tidak berjalan di KPK. yang telah mengalami dampak dari penanganan perkara yang salah. yang memunculkan banyak pertanyaan. 162 . makin menguak kelemahan internal di KPK. kepada siapa saya harus mengadu? Siapa yang harus meluruskan kembali institusi KPK ini agar dia dapat berjalan sesuai dengan maksud didirikannya institusi ini? Saya khawatir bila tidak ada upaya pembenahan internal serta tidak adanya kontrol terhadap institusi ini. Pertanyaan berikutnya adalah.V. apakah itu mereka yang mempunyai kekuasaan politik atau uang. siapa yang bisa mengontrol kinerja KPK? Untuk orang seperti saya ini. Bagaimana sistem dan prosedur penyadapan di KPK? Apakah boleh menyadap nomor telepon 2 (dua) orang yang diduga akan melakukan tindak pidana korupsi? Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh KPK. dimana pada saat itu saya belum pernah berkenalan dengan Billy Sindoro? Mengapa ada perlakuan yang berbeda dalam satu perkara yang sama? Semua pertanyaan-pertanyaan di atas memperlihatkan bahwa tata cara penanganan perkara di KPK sangat lemah.

Sebagai contoh. sedang untuk perkara yang satunya. padahal fakta di persidangan menunjukkan adanya bukti yang cukup. tuntutannya berbeda. Kedua dalam tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. Saya melihat bahwa di KPK tidak ada pedoman dalam menuntut suatu perkara. bagaimana bila ada 2 (dua) perkara yang dakwaan pasalnya sama. Majelis Hakim yang mulia.V. bila fakta-fakta persidangannya berbeda. serta selalu mengiringi 163 . Tuntutan pidana 8 (delapan) tahun penjara oleh Penuntut Umum sangat berlebihan. Tetapi saya percaya bahwa Majelis Hakim yang mulia akan memperhatikan betul fakta-fakta yang ada dalam persidangan saya ini. izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih kepada : 1. serta uraian saya dalam Tanggapan dan pembelaan ini. tapi dalam fakta persidangannya tidak ada bukti yang cukup? Itulah yang terjadi pada diri saya sekarang ini. Penutup Majelis Hakim yang mulia. Mudahmudahan Majelis Hakim yang mulia dapat memutus perkara saya ini hati nurani seorang hakim secara adil dan benar. untuk perkara yang dakwaan pasal-pasalnya sama. Isteri dan anak-anak saya yang selalu setia mendampingi saya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. saya memohon kepada Majelis Hakim yang mulia untuk dapat memutus perkara saya ini dengan benar dan adil. tapi yang satu tuntutan pidana penjaranya lebih kecil. Sebelum mengakhiri pembacaan Tanggapan dan pembelaan ini. Saya setuju ada perbedaan tuntutannya. Tetapi. tuntutannya pidana penjaranya lebih tinggi.

Nawir Messi g. Ketua Dewan Da’wah Islamiyah f. Para tetangga rumah tinggal saya. Mas Adi Sasono. bantuan baik moril maupun materil. Sanak keluarga yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. Mantan Ketua MPR-RI. Bang Buyung Nasution. 4. 6. Mantan Menteri Kehutanan. dan tokoh reformasi b.V. tokoh masyarakat. mantan Pembela / Penasehat Hukum saya dalam perkara ‘buku putih’ mahasiswa ITB tahun 1978 c. bantuan baik moril maupun materiil. Pengurus dan Anggota Kalam Salman ITB 164 . Bang Muslimin Nasution. yang telah memberikan perhatian. Komisioner KPPU Sukarmi dan M. Penutup saya dengan do’a siang dan malam dalam menghadapi musibah dan cobaan ini. Para tokoh masyarakat yang dengan tulus ikhlas telah memberikan jaminan untuk permohonan tahanan kota saya. yang diusianya yang sudah lebih dari 86 tahun selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada saya serta selalu mengiringi saya dengan do’a siang dan malam. Mas Amien Rais. Ibunda tercinta Rabiah Saleh Djamil. yaitu: a. 2. 3. serta do’anya kepada saya. yang juga selalu memberikan perhatian. Ustad Syuhada Indonesia Bahri. yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. dan tokoh ICMI e. 5. Para sahabat dan teman-teman yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. Mantan Menteri Koperasi RI d. yang telah memberikan perhatian dan do’anya kepada saya. serta do’anya kepada saya.

saya sangat terharu ketika melihat SMS bang Buyung kepada isteri saya yang berbunyi : “Lili ybk.V. tidak ada Tuhan selain Dia. sedangkan sebagai Wantimpres tidak layak/etis membuat surat jaminan.S. Abang tidak mau lagi terjadi peristiwa spt kasus Pak jendral Darsono. dimana teman2 seperjuangan kita yg punya kedudukan di DPR atau Lembaga lainnya semuanya takut menandatangani permohonan tahanan luar utk Pak Ton. Penutup Terima kasih saya yang tak terhingga atas dukungan yang diberikan kepada saya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. Maqdir Ismail. At-Taubah ayat 129). semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil dalam menyiapkan pembelaan ini. Tak lupa pula. Maka buat saja nama abang sbg tokoh masyarakat. SH.” Majelis Hakim yang mulia. 165 . Llm. Akhirnya Kepada Allah-lah saya berserah diri. “Cukuplah Allah bagiku. Secara khusus kepada bang Buyung. Abang. Hendaklah diingat abang sekarang tidak lagi berfungsi sebagai Advokat. saya ucapkan terima kasih kepada Tim Penasehat Hukum saya Dr. mantan Panglima Siliwangi.” (Q. Sungguh tragis. Juga. dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung. & Partners yang telah mendampingi saya sejak proses penyelidikan sampai dengan proses peradilan ini.

Penutup 166 .V.

yaitu terlibat pada penggelapan pajak PT. Keduanya baru berkenalan tanggal 20 Juli 2008 atas desakan Tadjuddin Noersaid kepada Mohammad Iqbal agar mau menemui Billy Sindoro di Aryaduta. (Tadjuddin adalah Komisioner KPPU dan Petinggi Partai Golkar yang sekaligus teman dekat Erry Bundjamin. Mengapa penangkapan tersebut baru dilakukan tanggal 16 September 2008 untuk dugaan kasus suap senilai 500 juta? Melihat kronologis perkenalan Billy Sindoro . dokumen skenario oleh dua pengacara Lippo yang disita KPK dari Erwin Darwis Purba. dan kemudian diambil alih oleh KPK pada 30 Juni 2008 (TV One. SH (Senior Vice President Legal PT. Penasehat Hukum PT. Penyadapan ini sangat janggal karena sebulan mendahului Surat Keputusan KPPU (tertanggal 21 Juli 2008) yang berisi Penugasan Mohammad Iqbal dan Benny Pasaribu sebagai anggota majelis yang menangani kasus Liga Inggris pada Perkara No. Surat perintah ini muncul diduga karena KPK telah menemukan buktibukti tindak pidana Billy sebelumnya. First Media senilai 350 Milyar yang sebelumnya ditangani oleh Polda Jabar. First Media Tbk. Kap 09/01/VII/2008). SH. 03/KPPU/L/2008.AKHIR KATA Pada saat handphone Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro mulai disadap 20 Juni 2008. dimana Anna Maria Tri Anggraini sebagai ketua. mereka belum saling mengenal. hingga cara-cara Billy Sindoro memaksa meletakkan tas 167 . Kerah Putih Desember 2008. “Menyoal Penggelapan Pajak First Media” mengenai Mark Down Pajak PT.Mohammad Iqbal. Sprin. Dengan advance berdasarkan succsess fee. senilai 350 Milyar). Direct Vision). Tadjuddin diminta oleh Erry Bundjamin untuk membuat manuver di dalam KPPU***). Pertanyaan selanjutnya muncul ketika diketahui bahwa ternyata Billy Sindoro ditangkap berdasarkan Surat perintah Penangkapan yang dibuat tanggal 1 Juli 2008 (No. Direct Vision.

menguatkan dugaan bahwa Billy Sindoro dilibatkan dalam ‘skenario penjebakan terhadap Mohammad Iqbal’ dan bisa jadi sebagai imbalannya melepaskan Billy Sindoro dari tuntutan tindak pidana yang mendasari dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan tanggal 1 Juli tersebut. Bukti itu berupa dokumen hasil pembicaraan keduanya yang menjadi skenario cikal bakal terjadinya konspirasi yang secara implisit menjadikan Mohammad Iqbal sebagai target operasi. Penuntut Umum pun tidak serius menghadirkan dua saksi kunci yang kabarnya telah hengkang ke Singapura. kekecewaan terbesar akan dirasakan pembaca jika menyadari bahwa ternyata ada bukti terpenting yang tidak ditindaklanjuti di Persidangan Tipikor. Bukti yang akan menjadi simbol keadilan jika terkuak kebenarannya. 168 .hitam berisi uang 500 juta di lantai lift (dimana petugas KPK dan wartawan sudah ‘kadung’ ramai-ramai menunggu di lantai dasar Aryaduta). yaitu Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Mengapa Mohammad Iqbal seolah-olah ‘dipasangkan’ dengan Billy Sindoro? Bukan hanya itu. Bukti tersebut kini tersimpan rapi di meja KPK dan menggantung di persidangan Pengadilan Tipikor. tetapi jika dibiarkan hilang akan terus menjadi tanda tanya tentang ketidak mampuan sistem hukum di negeri ini.

......... • . dapat banyak masukan untuk WTO. • Hubungan pribadi Ery dengan Tadjudin • Mulai dari sini............................ 169 ............... • Tadjudin – ada connection – member sangat berpengaruh • EB (Erry Bundjamin) lebih prefer yang masih aktif • Nama lain Benny Pasaribu (aktif baru periode baru) • Tadjudin bisa memberikan pengaruh krn very senior • Tadjudin – teman dekat EB.ooOoo............ • ....….................................................................................... • ... EB akan memperkenalkan • Bantu luar biasa • Advance tidak harus memberi – based on success fee • EB harus bicara dengan Tadjudin • Manuver di dalam KPPU biar Tadjudin yang melakukan • ...... No: I/D with Erry B (Maksudnya Internal/discussion dengan Erry Bundjamin) Date: 17/10/07 • ….......................... ................. Berita Acara Penyitaan 18 September 2008 yang disita penyidik KPK dari Erwin Darwis Purba berupa catatan pembicaraan antara Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin tanggal 17 Oktober 2007........***) Kutipan dokumen barang bukti no 27.. EB diperlukan oleh Tadjudin • .............................. • Belum ada progress • Resume Monday • Majelis belum ada • Mengenai yang perlu kita lobby • Pak Tadjudin Nur Said-Anggota KPPU yang paling Senior • ......................................................

.

.

.

sama sekali tidak terdapat nama Iman Santoso baik sebagai yang ditugaskan. Yang berikut ini adalah 2 halaman Bukti Dokumen berupa “Berita Acara Pengambilan Data Elektronik” yang berasal dari Berita Acara Pemeriksaan. dalam kesaksian Iman Santoso pada persidangan Mohammad Iqbal pada tanggal 30 April 2009. maupun Surat Perintah Tugas (S. maupun sebagai yang menyerahkan data.P.T) Penyadapan. PENGAMBILAN DATA ELEKTRONIK TIDAK TERDAPAT NAMA IMAN SANTOSO Pada Berita Acara Pengambilan Data Elektronik.P. saksi menyatakan bahwa ia yang memastikan untuk mengambil kejadiankejadian khusus pada jam-jam tertentu. Padahal. Penyitaan Data. L 1-1 .Lampiran 1 LAMPIRAN 1 S.P.T. namun hal ini tidak dapat dibuktikan secara resmi melalui dokumen berkas perkara berupa S. sebagai saksi pemindahan/ pengambilan data.T.

Lampiran 1 L 1-2 .

Lampiran 1 L 1-3 .

Hal ini tidak benar. karena yang terjadi adalah Benedict Sulaiman yang menelpon Mohammad Iqbal untuk mengkonfirmasi kedatangan Mohammad Iqbal. tertulis bahwa nomor 628128064800 (Mohammad Iqbal) menelpon nomor 628161846382 (Benedict Sulaiman). keterangan ini juga dibenarkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan Mohammad Iqbal pada tanggal 7 Mei 2009 L 2-1 .Lampiran 2 LAMPIRAN 2 KESALAHAN PENCATATAN TRANSKRIP SMS Dalam transkrip catatan/ rekaman percakapan telepon yang ditandatangani oleh Iman Santoso.

Sprin. Lantas mengapa Billy Sindoro tidak segera ditangkap? Jika telah dilakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro.Kap-09/01/VII/2008. perkenalan antara Mohammad Iqbal dengan Billy Sindoro pada tanggal 20 Juli 2008 tidak akan pernah terjadi.Lampiran 3 LAMPIRAN 3 SURAT PERINTAH PENANGKAPAN BILLY SINDORO TANGGAL 1 JULI 2008 Tanggal 1 Juli 2008 KPK mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro dengan No. L 3-1 .

Saat persidangan Billy Sindoro. ( Sumber : Video Transkrip Persidangan Billy Sindoro 15 Desember 2008 pada timer: 00:23:24 ) L 4-1 . TIDAK ADA atribut tanggal dan waktu yang menunjukkan kapan peristiwa yang terekam tersebut terjadi. yang jelasjelas terlihat secara kasat mata. tanggal 15 Desember 2008. terdapat perbedaan peristiwa dan keterangan/label waktu pada gambar CCTV. pada barang bukti Video Rekaman CCTV di area yang ditunjukkan oleh tanda panah.Lampiran 4 LAMPIRAN 4 PERBEDAAN ATRIBUT TANGGAL & WAKTU CCTV Pada rekaman CCTV milik KPK yang diperlihatkan oleh Penuntut Umum saat menghadirkan Saksi Iman Santoso pada persidangan Billy Sindoro dan persidangan Mohammad Iqbal.

Artinya. rekaman CCTV tersebut tidak dapat dijadikan barang bukti perkara. L 4-2 . Dengan demikian. pada barang bukti Video Rekaman CCTV di area yang ditunjukkan oleh tanda panah.Lampiran 4 Tetapi saat persidangan Mohammad Iqbal. tanggal 30 April 2009. karena tidak dapat dibuktikan keabsahan datanya oleh Penuntut Umum. TERDAPAT label timer yang menunjukkan waktu kapan peristiwa yang terekam tersebut terjadi. terlihat dengan jelas bahwa kedua rekaman CCTV tersebut tidak sama. kedua rekaman CCTV tersebut telah mengalami proses EDITING/MANIPULASI. ( Sumber : Video Transkrip Persidangan Mohammad Iqbal 30 April 2009 pada timer: 01:03:08 ) Dari dua bukti rekaman CCTV yang diajukan di persidangan.

( Sumber : Video Transkrip Persidangan Mohammad Iqbal tanggal 30 April 2009 pada timer: 01:02:14 sampai dengan 01:02-15 ) L 5-1 . menutupi label transisi video.Lampiran 5 LAMPIRAN 5 KEJANGGALAN LABEL WAKTU Pada rekaman CCTV milik KPK yang diputarkan Umum pada persidangan Mohammad Iqbal tanggal terlihat ada bar/label hitam pada bagian atas yang waktu asli dan tetap muncul walaupun sedang terjadi oleh Penuntut 30 April 2009.

Lampiran 5 L 5-2 .

Direct Vision sampai ada kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Direct Vision.Lampiran 6 LAMPIRAN 6 PERBEDAAN DIKTUM 5 Draft Keputusan yang dibuat Anna Maria Tri Anggraini tanggal 27-Agt-2008 (yang menjadi rekomendasi Majelis Komisi) Keputusan yang disepakati tanggal 28-Agt-2008 malam: Keputusan yang dirubah redaksionalnya oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. Diktum 5: Memerintahkan Terlapor IV : All Asia Multimedia Networks. L 6-1 . Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. Direct Vision. Direct Vision. (yang menjadi dasar Penuntut Umum dalam perkara Mohammad Iqbal) Butir 8. Diktum 5: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks.2 Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.1. Direct Vision sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hakhak konsumen PT. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan Sholat Jumat tanggal 29-Agt-2008.

Lampiran 7 LAMPIRAN 7 LIGA INGGRIS DARI KPPU KE KPK • Kesepakatan putusan : ada 5 Diktum • Rapat Majelis PROSES PENANGANAN PERKARA “LIGA INGGRIS” DI KPPU Sidang Majelis III SK Sidang Majelis & Penugasan Anggota Majelis Telp dr AMTA ttg Siaran Liga Inggris di Aora TV • Pembuatan draft putusan oleh Sidang Majelis II AMTA. Investigator & Panitera Pemberitahuan • Penyampaian pembacaan putusan pokok-pokok materi kepada terlapor putusan utk draft • Perbaikan redaksional Diktum 5 oleh AMTA & BP • AMTA tidak jadi dissenting • Telp dari BP • Telp dari AMTA • Pembacaan putusan LHPL Sidang Majelis I 20/06 • Sprin Lid: 62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 • Sprin Dap: 70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 01/07 18/07 20/07 21/07 • Mulai dibuatnya transkrip penyadapan • Perkenalan MI dan BS 07/08 15/08 22/08 27/08 28/08 29/08 15/09 16/09 Sprin Lid: 62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 Penangkapan oleh KPK Sprin Kap: 09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 terhadap BS PROSES PENANGANAN PERKARA “LIGA INGGRIS” DI KPK Keterangan : • LHPL : Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan • MI : Mohammad Iqbal • BC : Billy Sindoro • AMTA : Anna Matia Tri Angraeni • BP : Benny Pasaribu L 7-1 .

Sprin. Keempat dokumen tersebut dapat menguak banyak hal mengenai berbagai keanehan dan keganjilan perkara Mohammad Iqbal ini. sampai saat sidang pembacaan Pleidooi / Pembelaan oleh Mohammad Iqbal dan tim Penasehat Hukum tanggal 8 Juni 2009. Sprin. yakni : 1. Surat Perintah Penangkapan No.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 2. keempat dokumen tersebut TIDAK DIBERIKAN oleh Penuntut Umum kepada pihak Mohammad Iqbal. 064/MIP/MI-DN/V/09. L 8-1 . maupun Penasehat Hukum mereka.Dap-70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 3. No.Lid-62A/01/IX/2008 Keempat dokumen tersebut telah diminta oleh pihak Penasehat Hukum melalui 2 buah Surat Permohonan: 1. 076/MIP/MI-DN/V/09.Kap-09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 terhadap Billy Sindoro 4. Sprin. Tidak ada yang mengetahui mengapa keempat dokumen yang sangat vital tersebut TIDAK DIBERIKAN oleh Penuntut Umum. tanggal 22 Mei 2009 (Tindasan kedua surat di atas dapat dilihat di halaman berikut) Namun. No. Sprin. Surat Perintah Penyelidikan tanggal 15 September 2008 No.Lampiran 8 LAMPIRAN 8 SURAT PERMOHONAN BARANG BUKTI Selama proses persidangan. Surat Perintah Penyelidikan No. ada 4 buah Surat Perintah berkenaan dengan perkara Mohammad Iqbal yang diterbitkan oleh KPK. tanggal 6 Mei 2009 2. Surat Perintah Penyadapan No.

Lampiran 8 L 8-2 .

Lampiran 8 L 8-3 .

B/TPK/2009/PN. Penuntut Umum II : Malino Pranduk. 3. S. M.H. S. Penuntut Umum I : Sarjono Turin. Hakim III 5. 2. Hakim I 3. Penuntut Umum III: Dwi Aries Sudarto.. S.H. : Moefri. S. S.H. L 9-1 ..H. Hakim Ketua 2. : Sofialdi. S. M.H. Hakim IV : Edward Pattinasarani.H. : I Made Hendra Kusuma.H. S.Lampiran 9 LAMPIRAN 9 PERKARA NOMOR: 04/PID.H..M.H. Hakim II 4. : Anwar. Penuntut Umum: 1. JKT PST MAJELIS HAKIM DAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim: 1.H. S.H.