Dalam Perkara Nomor: 04/PID.B/TPK/2009/PN.JKT PST
Penulis : Ir. Mohammad Iqbal Dr. Maqdir Ismail SH. & Partners Ilustrasi Sampul Kontributor Editor / Layout Penerbit Situs dokumen : Irfanie Hikma Ihsani : Buroqi T. Siregar & Rangga Praduwiratna : Edy Surya & Erni Susiana : @ IQBALINDO, 2009 : www.geocities.com/iqbal_kppu/doc_list.htm

“Lily ybk. Hendaklah diingat abang sekarang tidak lagi berfungsi sebagai Advokat; sedangkan sebagai Wantimpres tidak layak/etis membuat surat jaminan. Maka buat saja nama abang sbg tokoh masyarakat. Abang tidak mau lagi terjadi peristiwa spt kasus Pak jendral Darsono, mantan Panglima Siliwangi, dimana teman2 seperjuangan kita yg punya kedudukan di DPR atau Lembaga lainnya semuanya takut menandatangani permohonan tahanan luar utk Pak Ton. Sungguh tragis. Abang.” SMS di atas adalah dari Adnan Buyung Nasution SH kepada Andralilianti, istri Mohammad Iqbal, saat beliau dimohon untuk membuat Surat Jaminan Tahanan Kota terhadap Mohammad Iqbal.

“Kenapa Surat Perintah Penyelidikan No. Sprin.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyadapan No. Sprin.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang digunakan sebagai dasar Penyelidikan perkara saya ini tidak boleh diketahui oleh saya dan Penasehat Hukum Saya?”. Demikian bunyi salah satu pleidooi Mohammad Iqbal mengenai TIDAK DIBERIKAN-nya dua dokumen penting perkara oleh KPK kepada Mohammad Iqbal dan Penasehat Hukumnya, walaupun Penasehat Hukum telah dua kali melayangkan surat resmi untuk meminta dokumen tersebut.

2.B/TPK/2009/PN. karena fakta dan bukti dipersidangan justru membuktikan sebaliknya. yakni 20 hari sebelum Billy berkenalan dengan Mohammad Iqbal. Surat perintah penangkapan KPK atas Billy Sindoro (diduga untuk kasus pidana yang lain) sudah muncul tanggal 1 Juli 2008. Maqdir Ismail SH. Melalui data dan argumen yang diungkapkan. tepat 1 bulan SEBELUM mereka berkenalan tanggal 21 Juli 2008. tetapi juga membuka mata akan berbagai fakta yang jelas-jelas muncul. pleidooi ini juga secara jelas akan menunjukkan adanya pemaksaan dakwaan dan tuntutan oleh Penuntut Umum. Surat perintah penyadapan terhadap Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro yang diterbitkan oleh KPK tanggal 20 Juni 2008. ahli dan bukti surat. Dalam hal materi perkara. baik di dokumen Berita Acara Pemeriksaan para saksi. Adanya 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan yang dikeluarkan oleh KPK pada tanggal 20 Juni 2008 dan tanggal 15 September 2008. 3.Pengantar PENGANTAR Sidang perkara Nomor : 04/PID. untuk penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang sama. & Partners. Pleidooi ini secara jelas menunjukkan adanya keanehan yang luar biasa dalam perkara ini. dengan disampaikannya Pleidooi atas dakwaan dan tuntutan Penuntut Umum yang disampaikan seminggu sebelumnya. Buku ini menyajikan Pleidooi yang diajukan oleh Mohammad Iqbal dan Penasehat Hukum beliau Dr. Pleidooi ini tidak saja menggugurkan apa yang didakwa dan dituntut oleh Penuntut Umum. antara lain adalah : 1. JKT PST dengan terdakwa Mohammad Iqbal pada hari Senin 8 Juni 2009 telah mulai memasuki babak akhir. yakni : I . Dari fakta yang terungkap di persidangan dan Berita Acara Pemeriksaan saksi. dan dari fakta Persidangan yang terungkap dari keterangan saksi.

Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal membocorkan LHPL (Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan) yang dianggap sebagai rahasia. Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 telah membuat keputusan yang menguntungkan PT. dimana Mohammad Iqbal tidak berperan. Direct Vision). Tetapi bukti dan saksi justru menggugurkan tuduhan tersebut. Skenario ini menunjukkan keterlibatan komisioner KPPU lainnya. Skenario penjebakan terhadap para komisioner KPPU yang terungkap dari Berita Acara Pemeriksaan saksi-saksi Erry Bundjamin SH (Penasehat Hukum PT. antara lain : 1. Direct Vision berusaha mendapat keuntungan melalui pendekatan ke komisioner KPPU. Direct Vision. 3. II . Faktanya LHPL tersebut sudah dipublikasikan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraini dan telah beredar di media massa jauh sebelum Mohammad Iqbal memberitahukannya kepada pihak PT. Tetapi para saksi dihadirkan oleh jaksa penuntut serta seluruh bukti yang diajukan ke persidangan (termasuk rekaman CCTV) tidak satupun yang bisa membuktikan tuduhan tersebut. ada beberapa fakta baru yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan perkara ini. yakni Tadjudin Noersaid dalam melakukan manuver di dalam KPPU. Direct Vision) dan Erwin Darwis Purba SH (Senior Vice President Legal PT. Penuntut Umum menuduh Mohammad Iqbal menerima tas yang berisi uang suap senilai 500 juta rupiah. Perubahan keputusan yang dilakukan oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan Sholat Jumat yang secara nyata telah menguntungkan pihak PT. Dalam proses pemeriksaan BAP maupun persidangan. 2.Pengantar 1. 2. karena keputusan yang dimaksud dibuat oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan sholat Jumat. karena menunjukkan bagaimana PT. Direct Vision Temuan diatas cukup menarik. tetapi justru Mohammad Iqbal yang pada akhirnya menjadi korban. Direct Vision.

III . bukti. banyak hal yang bisa disimpulkan mengingat adanya beberapa temuan dan/atau kejadian. Memerintahkan kepada KPK dan / atau aparat penegak hukum di Indonesia untuk menindaklanjuti berbagai temuan yang muncul di persidangan. karena rekaman tersebut tidak orisinil dan tidak utuh. Pembuatan buku ini semata-mata merupakan upaya penyampaian kepada masyarakat Indonesia mengenai apa dan bagaimana proses hukum atas perkara yang menimpa Mohammad Iqbal. padahal berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan kedua saksi ini telah membeberkan fakta sebenarnya mengenai skenario proses dan target penjebakan komisioner KPPU. Hakim memutuskan perkara Mohammad Iqbal berdasarkan fakta dan kesaksian yang muncul di persidangan. maka sangatlah penting bagi majelis hakim untuk bertindak dan memberi keputusan yang adil dengan cara yang benar. 2. Harapan kami. antara lain : 1.Pengantar Selama proses persidangan. yakni : 1. Dari seluruh fakta. Saksi Kunci perkara ini ( Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba) yang tidak dihadirkan oleh pihak Penuntut Umum. 2. temuan. saksi dan ahli yang ditampilkan di proses persidangan. buku ini bisa memberi fakta dan data untuk perbaikan proses hukum di Indonesia. Kesaksian dari Ahli yang menyebutkan bahwa rekaman CCTV yang ditampilkan di persidangan tidak dapat dijadikan alat bukti.

.

Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan VI. Pendahuluan II. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU IV. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan IV. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan VIII. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa III. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah III. Pendahuluan II. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan VII. Penutup Dan Permohonan Nota Pembelaan Mohammad Iqbal Pengantar Tanggapan dan Pembelaan I.DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI Nota Pembelaan Tim Penasehat Hukum Pengantar Nota Pembelaan I. Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU V. Penutup AKHIR KATA LAMPIRAN I IV 1 3 13 27 31 75 81 89 95 101 103 109 147 159 161 167 IV . Analisa Yuridis Terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan V.

.

..H oleh : .H Andi Abdurrahman Nawawi.M Dr.M M.H Masayu Donny Kertopati.F.B/TPK/2009/PN.JKT PST Tim Penasehat Hukum : Dr. S.. Rudjito. M.H.Dalam Perkara Nomor : 04/PID.H. M. S.H. S. LL.Hum Dasril Affandi. LL.H. Marbun. S. S. S. Maqdir Ismail.. S.

.

Penuntut Umum. Ir. H. Terima kasih kami haturkan kepada Majelis Hakim yang mulia yang telah memimpin persidangan perkara ini dan telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kami untuk mengajukan pertanyaan baik kepada saksi maupun kepada Terdakwa juga mengajukan keberatan-keberatan ataupun memeriksa barang bukti. kami berharap tidak ada bagian yang tertinggal ketika mencatat keterangan para saksi yang nantinya akan dipergunakan sebagai bahan yang sangat berarti bagi Yang Mulia Majelis Hakim dalam membuat putusan.JKT PST Majelis Hakim yang mulia. Panitera Pengganti.Pengantar Nota Pembelaan Nota Pembelaan Terdakwa Ir H. 1 . Andaikata dalam persidangan perkara ini terjadi perdebatan keras atau saling interupsi antara kami dengan Sdr. Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Sdr. Sdr. maka hal itu adalah wujud dari dinamika persidangan dan hendaknya tidak menjadikan sebagai sesuatu yang mengganggu.B/TPK/2009/PN. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang tidak habishabisnya melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami masih diberi kekuatan mengemban tanggung jawab profesi sebagai Advokat untuk menyampaikan Pembelaan tidak saja bagi kepentingan klien kami. Penuntut Umum yang kami hormati. Mohammad Iqbal. Penuntut Umum yang telah bekerja keras membuktikan dakwaannya. Mohammad Iqbal Dalam Perkara Nomor : 04/PID. namun lebih dari itu tugas kami untuk menguak kebenaran dan memperoleh keadilan dalam perkara ini. Kepada Sdr.

Pengantar Nota Pembelaan 2 .

Kepada Saudara Penuntut Umum. Sdr. tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan kami terhadap Penuntut Umum. Inilah keanehan dan keajaiban yang akan dilanggengkan dalam proses peradilan terhadap perkara korupsi. Penuntut Umum yang kami hormati. perlu juga kami sampaikan satu kritik kami terhadap Penuntut Umum yang tidak setuju kehadiran ahli hukum pidana dihadapan sidang yang mulia ini. kami sampaikan penghargaan kami atas perkenan Majelis yang mulia untuk mendengarkan keterangan ahli hukum pidana yang kami hadirkan dalam persidangan ini. yang telah berupaya dengan segenap tenaga dan cara untuk membuktikan kebenaran dakwaannya.I. tanpa mau belajar dari hasil penelitian para peneliti bagi kami adalah sikap tinggi hati yang tidak beralasan. layak pula kita sampaikan penghargaan. Namun. Majelis Hakim yang mulia. Sudah barang tentu pada tempatnya juga kami menyampaikan kekecewaan kami. yang mungkin dianggap sebagai ahli oleh Penuntut Umum. bagi kami sungguh membuat kami yang tidak mempunyai keahlian ini menjadi kecil hati. ketika Penuntut Umum yang menggunakan haknya menganggap pembuktian sudah cukup tanpa perlu 3 . Sikap merasa ahli tanpa mau mendengar orang lain. Tetapi secara kasat mata membenarkan argumen dalam Surat Tuntutan Pidana dengan mengutip pendapat orang dari buku. PENDAHULUAN Majelis Hakim yang mulia. Sikap menganggap diri sudah ahli ini. Pendahuluan I. Sdr. meskipun tidak jelas benar keahliannya. Sebagai kalimat pembuka pada bagian ini. Penuntut Umum yang terhormat.

tidak ingin menimbulkan fitnah. Dimana penggunaan hak itu dibenarkan oleh Majelis Hakim yang mulia. menurut hemat kami sangat beralasan. First Media Tbk. Perkara ini. Simplifikasi dan penyederhanaan masalah oleh Saudara Penuntut Umum ini bagi kami adalah satu bentuk dari pengabaian hak masyarakat untuk mengetahui duduk perkara dan kebenaran secara materil perkara ini. Namun keterlibatan keduanya tidak pernah diungkap secara jelas dan nyata sampai terjadinya kasus ini. 4 . bahwa kedua makhluk inilah yang memulai menyusun rencana untuk melakukan pendekatan kepada KPPU yang sedang menangani sengketa Liga Inggris. masih banyak masalah belum terbuka dan tersembunyi. Sebab menurut pandangan kami. kami menghendaki agar kedua orang ini dihadirkan dalam persidangan. Masih banyak hal yang bisa diungkap. Paling tidak dari catatan resmi. Terutama yang berhubungan dengan penggelapan pajak dari PT. dan kemudian dalam persidangan dianggap tidak perlu dihadirkan oleh Penuntut Umum. Dalam penyidikan tidak banyak hal yang ditanya. dengan konstruksi yang dibangun oleh Penuntut Umum seolah-olah hanya masalah kecil yaitu. banyak masalah yang bisa diperjelas dan diurai. tapi belum menghukum petinggi PT. Pendahuluan menghadirkan Saksi dalam penyidikan yaitu saksi Erry Bundjamin dan saksi Erwin Darwis Purba. “penyerahan secara salah tas berisi uang oleh Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal”. First Media Tbk yang sudah menghukum petugas pajak. Dan tentu juga masyarakat berhak tahu siapa saja yang terlibat dan menjadi penyebab kasus ini. Kekecewaan kami atas ketidak hadiran saksi Erry Bundjamin dan saksi Erwin Darwis Purba.I. Padahal dalam faktanya masalah penyerahan tas berisi uang tersebut hanya satu fase atau satu mata rantai dari satu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pihak Lippo dalam bersengketa dengan Astro Malaysia. kedua anak manusia bernama Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba inilah yang menjadi pangkal terjadinya perkara ini. Tentu saja sebagai penasehat hukum yang ingin mencari kebenaran. Pengabaian hak Terdakwa dan masyarakat untuk membuka masalah sesungguhnya dari perkara ini.

Klien kami Mohammad Iqbal. bahwa malapetaka yang menimpa Terdakwa. Tidak ada satu saksipun selama persidangan ini yang menerangkan bahwa kasus Terdakwa Mohammad Iqbal ini berhubungan dengan kasus pembayaran pajak PT. Oleh karena bukan urusan kita. akan banyak yang beranggapan bahwa ini adalah bentuk keusilan kami penasehat hukum Terdakwa saja. Komisi Pemberantasan Korupsi. Penuntut Umum yang terhormat. Sebagaimana telah kami kemukakan dalam Eksepsi kami. Billy Sindoro adalah termasuk salah seorang dalam Kelompok Lippo. selama persidangan kita tidak pernah mendapatkan keterangan dan alasan yang jelas dan dasar hukum dilakukannya penyadapan terhadap klien kami Mohammad Iqbal dan terhadap Billy Sindoro. ternyata satu bulan sebelum Tadjoedin Noersaid meminta kesediaan Terdakwa untuk bertemu dengan Billy Sindoro. Memang masalah penggelapan pajak atau pengurangan pembayaran pajak PT. berawal dari permintaan Tadjoedin Noersaid. telah secara sengaja melakukan penyadapan terhadap nomor telpon genggam Terdakwa dan Billy Sindoro. Koran Sindo tanggal 17 Juni 2008. sebagai induk perusahaan yang bergerak dalam bidang penyiaran milik kelompok Lippo. Hanya saja memang seperti diberitakan oleh Berita Harian Kontan tanggal 10 Mei 2008. First Media ini bukan urusan kita. Harian Kontan 30 Juni 2008. First Media Tbk. Pendahuluan Majelis Hakim yang mulia. Permintaan yang disampaikan melalui telpon dan SMS. agar Terdakwa Mohammad Iqbal bersedia untuk menemui Billy Sindoro. First Media. melaporkan adanya mark down (pengurangan pajak) yang sedang diusut berhubungan dengan PT. Dan tidak juga kita temukan hubungan langsung dengan perkara yang kita hadapi ini selama dalam persidangan. Namun. tentu dengan kita sebut masalah ini. Hingga kini. malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih.I. Sdr. Dan sebagaimana diterangkan oleh Roy Edu Tirtadji dalam Berita Acara Pemeriksaanya. 5 .

Malang nian nama baik dan nasib klien kami Mohammad Iqbal ini. Pasangan yang paling tepat untuk digiring dan mempunyai nilai berita yang besar adalah perkara yang sedang berlangsung di KPPU. Billy Sindoro ditempat lain dan agar supaya masalahnya tidak terlalu besar maka akan dicarikan pasangannya. dan saksi Erwin Darwis Purba. menjadi masalah besar dengan biaya kecil. adalah upaya kami mencari kebenaran materiil dalam perkara ini. Majelis Hakim yang mulia. Mohammad Iqbal korban persekongkolan untuk mempengaruhi KPPU. Tidak ada niat kami untuk mencari-cari masalah. kami yakini sebagai upaya untuk menguntungkan kepentingan 6 . maka inilah salah satu bentuk dari penggunaan kekuasaan untuk mengalihkan masalah besar dengan biaya besar. apalagi menyusahkan orang yang tidak bersalah. Pendahuluan Yang menjadi masalah bagi kami. Dalam Eksepsi yang kami sampaikan sebagai keberatan kami terhadap Dakwaan Penuntut Umum. hanya dimanfaatkan untuk mengalihkan cerita yang tidak berkaitan langsung dengan dirinya. kalau seandainya benar cerita yang berkembang bahwa penyadapan yang dilakukan terhadap Billy Sindoro ini pada awalnya berhubungan dengan kegiatan Sdr.I. Perkara liga Inggris yang sangat menarik perhatian orang banyak. Kalau seandainya cerita ini benar. S. karena melibatkan para penggemar sepak bola yang luar biasa fanatiknya. S. Mohammad Iqbal ini adalah korban persekongkolan untuk mempengaruhi KPPU sebagaimana dapat disimpulkan dari Berita Acara Pemeriksaan terhadap saksi Saksi Erry Bundjamin. Sdr. sudah kami kemukakan juga bahwa Klien kami Ir.H.H. Penuntut Umum yang terhormat. Persekongkolan ini. Apa yang kami kemukakan sejak dalam eksepsi kami.

Untuk melindungi gengsi dan kepentingan serta nama baik pemegang saham Lippo.I. S. Kecerobohan KPK yang tidak segera melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro yang sudah disiapkan surat perintah penangkapannya tersebut menjadi faktor yang sangat menentukan untuk terjadinya perkara ini. Seorang Komisioner KPPU senior dan dianggap dapat melakukan lobby terhadap Terdakwa. Persengketaan yang terkait dengan gengsi dan nama besar dalam dunia usaha di Asia Tenggara.H. Direct Vision.H. telah berhasil meyakinkan Tadjudin Noersaid untuk mempengaruhi Terdakwa Mohammad Iqbal. dan saksi Erwin Darwis Purba. dapat dikatakan bahwa skenario yang disusun oleh saksi Erry Bundjamin. Hal ini dapat kita lihat dari keterangan yang disampaikan oleh saksi Tadjudin Noersaid dihadapan sidang. bahwa dia-lah yang meminta Terdakwa untuk menerima permintaan Billy Sindoro untuk melakukan pertemuan. Hal ini tentu berkaitan dengan sengketa pemegang saham PT. Pendahuluan pemegang saham PT.Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008. yaitu kelompok usaha Lippo. S. Direct Vision melawan Astro Malaysia. Pertemuan yang menjadi pangkal terjebaknya Terdakwa Mohammad Iqbal dalam kumparan persengkokolan untuk mempengaruhi KPPU tidak bakalan terjadi jika KPK segera melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: Sprin. 7 . Seorang bekas aktivis Mahasiswa dan sudah menjadi politisi kawakan. Salah seorang pemimpin pada partai besar yang dianggap berpengaruh. saksi Erry Bundjamin dan Erwin Darwis Purba mendiskusikan cara mempengaruhi KPPU yang akan dilakukan melalui jasa baik Tadjudin Noersaid. Suatu persengketaan besar yang melibatkan konglomerat Indonesia dan Malaysia. Dari catatan Erwin Darwis Purba yang disita oleh penyidik KPK.

H. Namun sungguh disayangkan. Kita yang hanya menjadi bagian tidak menentukan dalam proses perkara ini harus menerima semua ini sebagai hal yang patut diterima. Tidak ada berkas pemeriksaan mereka sebagai saksi dalam perkara Billy Sindoro. Sdr. Sedangkan ketidak hadiran saksi Erwin Darwis Purba. karena dianggap pembuktian telah cukup. sepanjang yang kami ketahui. tidak ada alasan yang masuk diakal dan dapat dijadikan argumen untuk membenarkan ketidak-hadiran saksi Erry Bundjamin. Saksi Erry Bundjamin.H. tetapi telah menyesatkan kita semua dalam memahami perkara ini secara baik. S. Sdr. Dengan tidak bermaksud untuk menyampaikan buruk sangka kami. Ketidak hadiran saksi yang telah diperiksa oleh penyidik. sebagaimana disampaikan oleh Penuntut Umum. Penuntut Umum yang terhormat.I. kemudian diabaikan dan dianggap tidak perlu dihadirkan dihadapan sidang yang mulia ini. S. hanya penyidik yang tahu. Kebenaran cerita ini hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang tahu. jawaban kami hanya pimpinan yang menyidik perkara inilah yang mengetahui alasannya. Pendahuluan Majelis Hakim yang mulia. dan saksi Erwin Darwis Purba. Majelis Hakim yang mulia. S. dan saksi Erwin Darwis Purba. kami melihat ada hal yang tidak patut dan janggal telah terjadi dalam penanganan perkara ini. Kalau ditanya kepada kami penyebab hal itu terjadi. Kalau dikaji ulang secara lebih baik dan teliti. Apa kepentingannya hal ini dilakukan demikian. Ketidak-hadiran kedua 8 . karena telah pindah alamat bahkan katanya telah pindah keluar negeri. bukan hanya melawan akal sehat kami. S. hanya diperiksa dalam perkara Klien Kami Terdakwa Mohammad Iqbal.H. Penuntut Umum tidak berkenan menghadirkan saksi Erry Bundjamin pada persidangan ini. Penuntut Umum yang terhormat.H. untuk bersaksi dalam perkara ini.

I. Pendahuluan

saksi ini telah melahirkan fitnah yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Fitnah terutama berhubungan dengan banyaknya orang besar yang mereka sebut dan bicarakan untuk dihubungi dalam rangka membela kepentingan Kelompok Usaha Lippo dalam perkara Liga Inggris di KPPU. Selain itu yang juga tidak bisa dikonfirmasi adalah maksud dan niat dari kedua saksi tersebut menyebut nama beberapa mantan pejabat untuk dihubungi. Dan sudah barang tentu, tidak pula bisa dijawab niat menghubungi para mantan pejabat tersebut sepenuhnya hanya ide kedua “kurcaci” ini atau mereka menterjemahkan ide dari petinggi perusahaan. Atau karena mereka dipengaruhi oleh kekuatan besar sehingga mereka perlu mencari jalan diluar jalan hukum yang sedang ditempuh dihadapan KPPU. Kalau ini merupakan ide mereka berdua, sepatutnya mereka diadili telah mencemarkan nama besar perusahaan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh penyebar agama dan nama baik mantan pejabat yang selama ini bukan dikenal sebagai pejabat yang sering berbuat yang tidak patut. Kalau hal ini merupakan terjemahan ide dari petinggi perusahaan, maka mereka harus diingatkan bahwa hal seperti ini tidak patut mereka lakukan. Ide ini bukan hanya merusak sistem hukum yang sedang dibangun dan ditegakkan ditengah kesulitan masyarakat dalam bertahan hidup, tetapi juga dapat merusak citra pimpinan perusahaan yang selama ini cukup dikenal sebagai tokoh yang taat beragama dan penyebar agama yang baik. Kalau asumsi yang kami kemukakan tersebut diatas benar adanya, maka sempurnalah kedudukan Terdakwa Mohammad Iqbal sebagai korban persekongkolan untuk menghancurkan dirinya dan menjadikannya sebagai korban permainan “politik” untuk kepentingan yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, bahwa perkara ini adalah bentuk lain dari pengelolaan perkara yang digunakan untuk melindungi kepentingan tertentu yang tidak berhubungan dengan perkara ini.

9

I. Pendahuluan

Majelis hakim yang mulia, Sdr. Penuntut Umum yang terhormat, Ketidak hadiran saksi Erwin Darwis Purba, karena telah tinggal di luar negeri, menurut hemat kami bukanlah alasan yang patut dikesampingkan. Alasan semacam ini adalah alasan yang formalitas yang tidak berdasar, selain dari keterangan RT yang bisa ditulis oleh siapa saja. Kalau memang betul dia telah pergi meninggalkan Negara Republik Indonesia ini, dan bekerja di luar negeri tentu hal ini bisa kita cek di Imigrasi dan di kedutaan Republik Indonesia yang dikatakan sebagai tempat tinggal Erwin Darwis Purba yang baru. Bahkan hal itu bisa di cek di bagian Visa dinegara tempat tujuannya bekerja. Karena pasti ada izin kerja yang diperlukan agar bisa bekerja di luar negeri seperti yang dilakukan oleh Erwin Darwis Purba ini. Meskipun kami lebih percaya bahwa Erwin Darwis Purba ini secara sengaja disuruh meninggalkan Indonesia, agar tidak berbicara banyak hal mengenai apa yang sudah mereka lakukan sehubungan dengan perkara Liga Inggris ini. Untuk menghindarkan Erwin Darwis Purba dari membuka aib itu, maka dirancanglah kepergiannya keluar negeri. Seperti rancangan yang mereka buat untuk mempengaruhi KPPU dalam perkara Liga Inggris, dengan mengorbankan Terdakwa Mohammad Iqbal. Sebagaimana dinyatakan dalam BAP Erwin Darwis Purba, sebagai bukti No.27. Rencana yang yang ditulis dengan tulis tangan tanggal 17 Oktober 2007 ini kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Rencana ini sungguh sangat dahsyat. Mereka secara terencana berusaha untuk mempengaruhi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi I yaitu Bapak Marzuki Darusman, S.H. Bahkan akan dicoba mempengaruhi mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh, S.H. Selain itu mereka juga mencoba dan memetakan posisi mantan Komisioner KPPU Drs. Ir Sutrisno Iwantono, M.A. dan para komisioner di KKPU seperti Tadjudin Noersaid, Erwin Syahril, Benny Pasaribu, Syamsul Maarif, Tresna P. Soemardi, Didik Ahmadi dan Mohammad Iqbal, yang mungkin dipengaruhi.

10

I. Pendahuluan

Selain itu dipersiapkan orang-orang yang akan mempengaruhi mereka seperti Halim Mahfudz sebagai salah seorang Senior Vice Presiden Corporate Affairs PT. Direct Vision yang akan menghubungi mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Bapak Marzuki Darusman. Pemetaan semacam ini memang bisa dibuat oleh siapa saja. Tapi pekerjaan semacam ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Ini memerlukan pengalaman dan pengetahuan khusus dengan informasi yang cukup terhadap orang-orang yang akan dipengaruhi. Sebagai contoh, tulisan tangan Erwin Darwis Purba menyatakan, “Hubungan Pribadi Ery dengan Tadjudin. Mulai dari sini, EB akan memperkenalkan. Bantuan luar biasa. Advance tidak harus member – based on success fee. EB harus bicara dengan Tadjudin. Manuver di dalam biar Tadjudin yang melakukan”. Pada bagian lain dinyatakan, ”Erwin Syahrial > ikut dipegang T” atau “Erwin Syahrial adalah tipe minimalis yang malas membaca, akan mengikuti saja anggota”. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa kegiatan ini melibatkan orang-orang besar dan orang-orang yang terbiasa dengan kegiatan lobby. Melihat, posisi dari Erwin Darwis Purba dan begitu juga dengan mempelajari Erry Bundjamin, kami tidak yakin bahwa mereka mempunyai kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan lobby kepada salah satu partai besar, atau juga memanfaatkan mantan Jaksa Agung dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang masih aktif. Yang kami yakini pekerjaan lobby ini dilakukan oleh orang lain, diluar Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. Seandainya tulisan tangan Erwin Darwis Purba ini tidak benar, maka bisa jadi dia orang yang sedang sakit atau sengaja melamun untuk memfitnah orang. Akan tetapi kalau rencana ini benar adanya, maka berarti mereka secara sengaja hendak merusak dan meluluhlantakkan nama baik dari orang-orang yang selama ini tidak penah dikenal sebagai orang yang biasa berbuat apa saja untuk kenikmatan materi.

11

I. Pendahuluan

12

bahwa penyadapan itu dilakukan terhadap dua nomor telpon yaitu 0812064800 milik Mohammad Iqbal dan 081586400429 milik Billy Sindoro. Tindakan yang berada diluar batas kepatutan dan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.II. Penuntut Umum yang kami hormati. Sdr. KPK MELANGGAR HAK ASASI TERDAKWA Majelis Hakim yang mulia. Ini suatu tindakan yang luar biasa.70A/01/22/VI/2008.Dap. Penyadapan itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyadapan No. 13 . Ada beberapa fakta yang perlu kami sampaikan dalam persidangan yang terbuka untuk umum ini yang menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi oleh KPK nyata telah melanggar hak asasi Terdakwa. Mohammad Iqbal adalah korban kesewenang-wenangan dalam Penyadapan Telepon Menurut keterangan saksi Rani Anindita Tranggani. Para pelaksana seperti saksi Rani Anindita Tranggani atau Iman Santoso tidak mengetahui dasar penyadapan tersebut. Sebab pertemuan tersebut baru terjadi pada tanggal 21 Juli 2008. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa II. KPK telah menggunakan kekuasaannya dengan sewenangwenang (abuse of power) dan menginjak-injak hak asasi Terdakwa. Hal yang pasti bahwa penyadapan ini dilakukan oleh penyelidik KPK satu bulan sebelum Terdakwa Mohammad Iqbal dipertemukan dengan jasa baik dari saksi Tadjudin Noersaid. tanggal 20 Juni 2008. Perintah yang tidak perlu dijelaskan dasarnya dan pantang pula ditanya alasannya. Saksi-saksi ini hanya menjalankan perintah. Namun satu hal yang pasti tidak pernah ada yang menjelaskan dasar hukum dari penyadapan ini. seorang petugas KPK yang mendapat perintah untuk melakukan pencatatan hasil penyadapan.Sprin.

Meskipun tanpa perintah juga toh tetap dilakukan penyadapan terhadap pengiriman SMS dan telpon Terdakwa kepada isterinya. maka penyadapan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Apa yang menjadi alasannya. sekali lagi hanya Ketua Tim Penyelidik atau penyidik saja yang tahu. Dan menjadi sah kalau ada yang beranggapan perbedaan perlakuan ini tidak berdiri sendiri. Menurut hemat kami. maka segala kegiatan yang berhubungan dengan penyadapan itu harus bermodalkan izin dari pengadilan. Dalam persidangan ini saksi ini menyatakan bahwa perintah penyadapan itu hanya dilakukan terhadap kedua nomor itu saja. Tidak dilakukan terhadap nomor yang lain. dihadapan sidang yang ditolak oleh Penuntut Umum ini kita tidak bisa membaca alasan penyadapan. Bahkan dalam perkara pidana yang lebih serius seperti Terorisme. adalah layak kalau dipertanyakan penyebab adanya perbedaan perlakuan terhadap kedua nomor telepon yang disadap. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Sebagaimana diterangkan oleh ahli Dr. meskipun dalam faktanya terungkap juga SMS atau percakapan dari telpon saudara Terdakwa terhadap nomor yang lain ikut disadap. ada sesuatu dibalik perbedaan perlakuan ini. Tetapi kita tidak bisa melihat apa isi dan bunyi percakapan dari nomor telpon Saudara Billy Sindoro kepada nomor yang lain. Sebab kalau tidak ada izin dari Pengadilan. maka penyadapan itu harus dilakukan dengan izin dari Hakim Pengadilan. Hubungan telpon antara Terdakwa dengan saksi Benny Pasaribu. Terdakwa dengan saksi Anna Maria Tri Anggraeni dan antara Terdakwa dengan Tadjudin Noersaid. Perbedaan perlakuan ini tidak dilakukan karena ada 14 . Tidak ada penjelasan dan tidak ada argumennya yang masuk diakal.II. Rudy Satrio Mukantardjo. Alasan yang kita dengar karena tidak ada perintah. Dari surat perintah penyadapan yang ditunjukkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani. suatu penyadapan itu baru dapat dilakukan. Oleh karena penyadapan ini termasuk dalam kategori upaya paksa. karena adanya dugaan keras yang disadap itu melakukan tindak pidana.

mencatat dan melaporkan kepada Ketua Tim semua pesan singkat (SMS) atau percakapan 15 . Majelis Hakim yang kami muliakan. Perbedaan perlakuan ini adalah pelanggaran terhadap hukum. Perbedaan perlakuan yang kasat mata sungguh tidak masuk diakal sehat kami dan tidak ada argumen hukumnya. Apa kepentingan itu. Masih berhubungan dengan penyadapan ini. Inilah yang disebut sebagai standar norma yang sama. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa pertimbangan hukum. Sdr. Penuntut Umum yang terhormat. Dalam perkara ini. Kalau dalam satu hal dianggap harus dilakukan penyadapan. maka terhadap yang lain harus dilakukan hal yang sama. Salah satu contoh yang paling nyata adalah mengenai naskah rekaman percakapan yang dijadikan sebagai barang bukti. menyatakan bahwa dialah yang diperintahkan untuk mendengarkan. perbedaan perlakuan ini karena ada sesuatu yang hendak disembunyikan. hanya Tuhan yang tahu diluar orang-orang yang menyusun skenario perkara ini menjadi perkara yang tidak jelas. khususnya dalam penyadapan yang digunakan adalah standarganda. Hal ini dapat kita lihat dari SMS atau permintaan ketemu justru berulang dilakukan atau diminta oleh Billy Sindoro. Dan yang sangat berkepentingan terhadap perkara Liga Inggris itu adalah Group Lippo yang dalam hal ini diwakili oleh Billy Sindoro. ada beberapa keterangan yang tidak sejalan antara yang diterangkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani dan saksi Iman Santoso. Tidak boleh perbedaan perlakuan. Argumen yang beredar. tidak juga karena adanya perbuatan berlanjut yang dapat dilakukan Terdakwa Mohammad Iqbal. Dalam keterangannya saksi Rani Anindita Tranggani. Tetapi justru yang dapat berlanjut bahkan mungkin ada perbuatan yang lain yang lebih besar justru dilakukan oleh Billy Sindoro. bukan dari Terdakwa.II. Hukum itu harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta perlakuan yang sama. Ada kepentingan yang hendak dilindungi.

Penambahan huruf A ini adalah upaya untuk menjelaskan sesuatu yang tidak biasa atau untuk membedakan penggunaan nomer surat perintah untuk kepentingan lain. bisa saja surat perintah penyelidikan sebenarnya bukan untuk Terdakwa Mohammad Iqbal. sangat sulit difahami. Namun dalam persidangan ini saksi ini tidak bisa menunjukkan hasil kerjanya dalam melakukan pencatatan tersebut. mengenai surat perintah penyelidikan sebagai sesuatu yang rahasia dalam suatu persidangan yang terbuka untuk umum. bahwa sebenarnya perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini bukanlah perkara utama.II. Kalupun tidak. Hal ini kita bisa lihat dari cara penomoran surat perintah penyelidikan ini. tetapi ada perkara lain yang tidak diteruskan berhubung telah ada perkara Terdakwa ini. Meskipun pada faktanya sesuai bukti yang kita terima. Pencangkokan huruf A dalam nomer Surat Perintah bukanlah sesuatu yang lazim. Agak sulit dimengerti pernyataan Penuntut Umum. Kami dapat memahami. 16 . bisa jadi adalah upaya untuk tidak transparan atau bisa juga karena surat perintah tersebut sebenarnya tidak ada bahkan baru diadakan sesudah penyelidikan perkara ini dilakukan. kalau dalam satu proses penyelidikan. Apa perkara itu hanya para penyelidik saja yang tahu. Fakta ini bisa menjelaskan kepada kita. Kejanggalan sikap ini. Tetapi ditengah perlunya transparansi segala kegiatan seperti sekarang ini. sikap penuntut umum yang keberatan dihadapan sidang pengadilan yang terbuka untuk umum untuk tidak memberikan surat perintah penyelidikan itu sebagai barang bukti di pengadilan. tetapi untuk yang lain. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa telpon yang berasal dan atau berhubungan dengan nomor telpon Terdakwa Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro. semua itu ditanda tangani oleh saksi Iman Santoso. hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan penyelidikan harus dirahasiakan.

” ”KPK menyatakan siap membantu kami. Saya kurang tahu apa yang akan mereka lakukan. terutama soal belum ada izin menteri itu. saat melayani transaksi pajak First Media”. dinyatakan. Polda Jabar telah menangkap tiga pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang diduga berkongkalingkong dengan First Media untuk memanipulasi pajak. “KPK Bantu Polda Usut Mark Down Pajak”. kami sudah menjelaskan semua permasalahan dalam pengusutan kasus ini kepada KPK. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia. dimana salah seorang Eksekutif Senior-nya adalah Billy Sindoro. dengan judul berita. Sdr. dengan Judul berita. “Polisi Segera Melimpahkan Suap Pajak First Media ke Jaksa”. Dalam Surat Kabar Harian Seputar Indonesia tanggal tanggal 17 Juni 2008. First Media Tbk salah satu perusahaan Group Lippo. Dugaan ini muncul karena ada aliran dana sebesar US$ 500. Bahkan dalam Surat Kabar Harian Kontan tanggal 30 Juni 2008. dengan judul berita KPK Ambil Alih Korupsi Pajak PT First Media Tbk dinyatakan. “Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji mengungkapkan. “Pekan lalu. ada masalah kasus suap pajak yang dihubungkan dengan PT.000 kepada petugas pajak. KPK pun menduga ada persekongkolan antara wajib pajak dengan petugas pajak sehingga merugikan kas Negara”.II. Melihat besaran suap yang diterima oleh “petugas rendahan” pajak ini saja. ” jelas Susno. kesiapan KPK membantu Polda Jabar dalam pengusutan kasus mark down pajak ini muncul dalam pertemuan antara jajaran Polda Jabar dan tim KPK di Markas Polda Jabar kemarin sore. Polisi menciduk ketiga aparat pajak yang bertugas di kawasan Industri Jababeka Bekasi itu. “KPK memutuskan mengambil alih kasus itu karena menemukan indikasi keterlibatan pejabat negara. dinyatakan. Yang pasti. First Media Tbk. Penuntut Umum yang terhormat. Kalau kita ikuti pemberitaan surat kabar. secara logis akal sehat kita 17 . Berita Harian Kontan tanggal 10 Mei 2008. Ketiga berita yang kami kutip diatas menunjukkan bahwa ada masalah lain yang sedang dihadapi oleh PT.

Yang menjadi fakta adalah bahwa Mohammad Iqbal didakwa menerima uang sebesar Rp. Mohammad Iqbal adalah korban penangkapan tanpa adanya dengan Surat Perintah Penangkapan Majelis Hakim yang kami muliakan.000.000. Bisa juga ini sebagai upaya meredakan masalah pajak yang tidak kunjung selesai penanganannya ini. Masalah pajak PT. dari Billy Sindoro. Sdr. First Media Tbk menurut berita Surat kabar diambil alih oleh KPK pengusutannya. Namun. Berita pengambilalihan ini kita tidak pernah mendengar penjelasannya dan kelanjutannya. Tidak ada niat kami untuk menuduh dan merusak harkat dan martabat para penyelidik atau penyidik dalam perkara ini. 500. Kalau ini bukan fitnah dan supaya tidak menimbulkan kerugian berupa fitnah yang dapat merongrong integritas KPK.(lima ratus juta rupiah).(lima ratus juta rupiah).II. yang diambil alih oleh KPK tersebut. 500. Penuntut Umum yang terhormat. ada masalah besar yang berhubungan dengan pajak tersebut. yang oleh banyak kalangan diduga sebagai upaya pengalihan issue pajak PT. kita tidak mengetahuinya. Bisa jadi ini hanya fitnah keji dari orang-orang yang tidak suka kepada KPK. First Media Tbk.000. First Media Tbk. Bandingkan dengan “suap” yang didakwakan telah diterima oleh Terdakwa sebesar Rp. maka sangat layak kalau masalah fitnah ini diselesaikan sesuai dengan aturan hukum.. Masalah pajak ini harus diselesaikan secara hukum.. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa akan mengatakan. kalau kita ikuti dan cermati keterangan saksi Hendy F Kurniawan 18 .000. Kalau ini fitnah. maka masalah ini harus dijelaskan secara transparan. harus segera dilakukan penyidikan dan penuntutan terhadap pengurangan pembayaran pajak yang dapat merugikan Negara ini. Namun hingga kini kita tidak pernah mendengar kabar baik atau kabar buruk dari penanganan masalah pajak PT.

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa dan Rahmat Nur Hidayat, pada dasarnya kedua saksi ini menerangkan bahwa mereka mendapat perintah melakukan penyelidikan tanggal 15 September 2008, Surat Perintah Penyelidikan No. Sprin.Lidik 62A/01/IX/2008 yang ditanda tangani oleh Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah. Bahkan diterangkan pula bahwa kedua saksi ini bersama petugas KPK yang lain, melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal. Penangkapan ini tanpa surat perintah. Mereka melakukan penangkapan hanya berbekal surat perintah penyelidikan No.Sprin.Lidik62A/01/IX/2008. Surat perintah yang berisi perintah mengumpulkan bukti dan keterangan, tidak ada kewenangan untuk melakukan penangkapan terhadap Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro. Selain itu mereka juga dibekali cerita bahwa akan ada penyerahan uang. Meskipun kita semua dalam persidangan ini tidak pernah mendengar tentang kesahihan sumber dan cerita penyerahan uang tersebut. Bahkan saksi Rani Anindita Tranggani yang bertugas secara khusus untuk mendengar percakapan Terdakwa dengan Billy Sindoro dan juga bertugas secara terus menerus memantau isi dan bunyi SMS dari Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal, atau dari Mohammad Iqbal kepada Billy Sindoro, tidak pernah menemukan atau mendengar percakapan akan adanya penyerahan uang tersebut. Terlebih lagi dalam keterangannya sejak di penyidikan hingga di persidangan, Billy Sindoro selalu mengatakan ada kesalahan dalam pemberian tas tersebut kepada Terdakwa Mohammad Iqbal. Akibat kesalahan yang mungkin disengaja ini, telah melahirkan penderitan yang tidak terkirakan beratnya bagi keluarga Terdakwa, terutama bagi isteri dan anak-anak serta orang tuanya. Oleh karena itu tentu menjadi pertanyaan kita, darimana sumber keterangan bahwa akan ada penyerahan uang oleh Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal. Apakah bukannya ini adalah satu kesengajaan untuk mengalihkan masalah besar, sehingga menjadi masalah kecil, yaitu kasus “suap” sebesar Rp. 500.000.000,- atas perkara yang sudah lama selesai. Agar supaya kasus ini mempunyai
19

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa nilai jual, maka harus dikaitkan sedemikian rupa dengan masalah tertentu yaitu masalah Liga Inggris yang selalu menjadi perhatian masyarakat secara luas. Dan perkara itu mendapat pemberitaan yang luas oleh surat kabar. Yang sangat patut mendapat perhatian kita semua dari keterangan para saksi Hendy F Kurniawan dan Rahmat Nur Hidayat ini, adalah perbedaan antara keterangan yang mereka sampaikan sebagai saksi dalam perkara Billy Sindoro dan dalam perkara ini. Sebagai contoh dalam perkaranya Billy Sindoro para saksi ini menerangkan bahwa mereka hanya dibekali profile dari Mohammad Iqbal, tetapi tidak dibekali dengan profile dari Billy Sindoro. Selama pemeriksaan rekamanpun, kita tidak pernah menyaksikan rekaman kedatangan dari Billy Sindoro, tetapi kepada kita hanya dipertontonkan kedatangan Terdakwa Mohammad Iqbal. Namun dalam kesaksian mereka dihadapan sidang yang mulia ini kedua saksi tersebut mengaku mereka juga dibekali dengan profile Terpidana Billy Sindoro. Pertanyaan yang layak diajukan, kesaksian mana yang dapat dianggap sebagai kesaksian yang benar dari keterangan-keterangan ini. Hal ini mengingat perkara Billy Sindoro telah mempunyai kekuatan pasti. Menurut hemat kami segala keterangan yang pernah disampaikan dalam perkara Billy Sindoro tersebut harus dianggap sebagai satu kebenaran. Segala fakta dalam perkara Billy Sindoro sampai pada posisi sekarang tidak bisa kita uji secara hukum. Artinya ada kebohongan yang secara sengaja dilakukan oleh para saksi ketika memberikan keterangan pada persidangan ini. Kebohongan yang dilakukan untuk menutupi keganjilan dalam proses penyelidikan perkara ini. Kepentingan kebohongan itu dibangun menurut hemat kami, karena ada sesuatu yang tidak jelas dalam perkara yang kita hadapi ini. Dan tidak tertutup juga kemungkinan, kebohongan itu secara sengaja dilakukan untuk membingungkan para pihak yang mencermati dan terlibat dalam proses peradilan perkara ini. Dari kebingungan itu, tentu diharapkan akan ada kesalahan secara substansial yang dapat berpengaruh terhadap perkara ini.
20

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Selain itu apa maksud dari team penyelidik membedakan cara perlakuan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal dan Terpidana Billy Sindoro? Dan tentu patut pula dipertanyakan maksud dari penyidik yang hanya merekam kedatangan Mohammad Iqbal tanpa menunjukkan kedatangan Billy Sindoro? Seandainya benar gossip yang berkembang bahwa tidak direkamnya kedatangan Billy Sindoro adalah untuk melepaskan Billy Sindoro dari kasus ini, dengan cara penggantian peran Billy Sindoro oleh orang lain, tentu ini akan menjadi kebobrokan penegakan hukum yang sangat dahsyat. Penggantian peran Billy Sindoro oleh saksi Bennedict Sulaiman tentu akan menjadi kebohongan yang akan diukir dengan tinta emas oleh sejarah. Apalagi kalau benar yang akan menjadi pemeran pengganti itu adalah Gentar Rahma Pradhana tentu perkara ini akan semakin sempurna ketidak benarannya. Hal tersebut akan menjadi jelas dari keterangan Saksi Rahmat Nur Hidayat, bahwa dalam surat perintah penyelidikan yang mereka bawa tidak menyebutkan adanya nama orang yang diselidiki. Dalam keterangannya Saksi Rahmat Nur Hidayat menyatakan, ”Jadi, pak, untuk Sprinlidik, tidak disebutkan nama Pak. Disitu kita mendapatkan surat perintah Penyelidikan untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti atau keteranganketerangan lain, ehh… berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyerahan uang kepada penyelenggara Negara atau pegawai negeri, berkaitan dengan ehh.. penanganan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat…” Ini dapat berarti bahwa memang hanya Mohammad Iqbal yang dijadikan target penyelidikan dalam perkara ini. Tidak ada orang yang lain yang akan djadikan sebagai target. Tidak ada niat untuk menyelidiki Billy Sindoro. Kita tidak pernah tahu apa maksud dari cara penyelidikan seperti ini? Sebab penyelidikan seperti ini berpotensi menimbulkan ketidak adilan bagi orang yang secara kebetulan menjadi target operasi penyelidikan.

21

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia, Sdr Penuntut Umum yang terhormat, Kalau kita kembali pada pokok masalah yang kami kemukan pada bagian ini bahwa Terdakwa Mohammad Iqbal adalah korban penangkapan tanpa surat perintah, maka adalah layak untuk menelisik secara cermat keterangan ahli Dr. Rudy Satriyo Mukantardjo. Sebagaimana telah kita dengarkan secara saksama dihadapan sidang yang mulia ini, Ahli Dr. Rudy Satriyo Mukantardjo, telah menerangkan bahwa untuk satu penugasan tertentu memerlukan surat penugasan tertentu pula, karena surat yang secara khusus diperlukan untuk melakukan suatu tugas yang tertentu. Sebagai contoh, kata ahli ini surat tugas tertentu itu adalah surat penangkapan, penahanan, penggeledahan ataupun penyitaan. Kalau keterangan ahli ini kita gunakan untuk memahami keterangan yang disampaikan oleh saksi Hendy F Kurniawan dan Rahmat Nur Hidayat, maka kesimpulan yang mudah dan sederhana dapat segera ditarik, bahwa penangkapan tanpa surat perintah penangkapan, maka penangkapan tersebut adalah tidak berdasarkan atas hukum. Akibatnya seluruh proses hukum yang terjadi berdasarkan satu kegiatan tanpa surat perintah, maka kegiatan tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan yang tidak berdasarkan atas hukum. Dengan demikian maka penangkapan yang tidak berdasarkan atas hukum ini tentu dapat dikategorikan sebagai penyalah-gunaan kekuasaan yang telah dilakukan oleh penyelidik. KPK melanggar ketentuan tentang gratifikasi Majelis Hakim yang kami muliakan, Yang kami hormati Sdr. Penuntut Umum, Selama persidangan ini kita tidak pernah mendengar seorang saksi yang pernah menyatakan bahwa tas, yang kemudian diketahui berisi uang setelah dibuka oleh petugas KPK yang diletakkan dilantai lift
22

Jadi tidak serta-merta 23 . Rudy Satriyo Mukantardjo sebagai salah satu acuan untuk memberikan penilaian apakah satu perbuatan telah memenuhi kriteria sebagai gratifikasi atau bukan.II. Apabila pemberian tas (yang kebetulan berisi uang) tersebut adalah sebagai “tanda terimakasih” dari Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal dapat dianggap sebagai gratifikasi. Kalau tidak ada laporan dalam waktu selama 30 hari maka apa yang diterima itu disebut sebagai gratifikasi. Apalagi secara faktual Mohammad Iqbal tidak mengetahui apa isi tas yang diserahkan tersebut sampai tas dibuka oleh petugas KPK di kamar Hotel Aryaduta. maka menurut hemat kami cukup patut untuk menjadikan pendapat dari ahli hukum pidana Dr. Billy Sindoro selalu mengatakan bahwa tas yang diletakkan di lanati Lift menjelang kepulangan Terdakwa Mohammad Iqbal. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa oleh Billy Sindoro. menjelang kepulangan Terdakwa Mohammad Iqbal. Dimana Billy Sindoro mengira tas tersebut adalah milik Terdakwa Mohammad Iqbal. seharusnya Mohammad Iqbal diberi kesempatan untuk melaporkan pemberian tersebut kepada KPK atau Sekretariat KPPU selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja. ahli Rudy Satriyo Mukantardjo berpendapat pada pokoknya bahwa dalam gratifikasi itu ada batas waktu untuk selesainya tindak pidana dan menurut undang-undang adalah 30 hari untuk melapor. Bahkan dalam keterangannya sebagai saksi atau sebagai Terdakwa. Dalam mengkaji dan membicarakan masalah gratifikasi. karena adanya salah kira terhadap tas. Dalam keterangannya sebagai ahli dihadapan persidangan Pengadilan Tipikor tanggal 14 Mei 2009 dalam perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini. setelah bertemu Billy Sindoro di kamar 1702 Hotel Aryaduta merupakan hadiah atau janji dari Billy Sindoro karena Terdakwa Mohammad Iqbal telah melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya sebagai anggota Majelis Komisi yang memeriksa perkara tayangan Liga Inggris. maka sesuai dengan UU Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

bahwa setiap orang yang menerima sesuatu sebagaimana pernah terjadi pada sekitar tahun 2002. Selain itu. 24 . ternyata petugas penyelidik KPK yang telah mendapat informasi adanya penyerahan uang yang akan diterima oleh Terdakwa Mohammad Iqbal. karena tidak sempat berpikir untuk bertanya kepada Billy Sindoro. sebagaimana juga diterangkan oleh saksi Kurnia Sya’rani. karena mereka sudah mendapat perintah terhadap target tertentu dan kebetulan targetnya kali ini adalah Terdakwa Mohammad Iqbal. Namun sebelum hal tersebut kesampaian. tanpa alasan yang jelas. telah bersiap siaga untuk menangkap.II. Dalam keterangannya sebagai saksi Rahmat Nur Hidayat. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa seseorang yang telah menerima sesuatu telah selesai melakukan suatu tindak pidana gratifikasi. Dengan demikian. bahwa kesepakatan yang diambil sebagai kebijakan di KPPU. maka ada kesengajaan yang sudah direncanakan secara baik untuk melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Mohammad Iqbal. saksi Tadjudin Noersaid. Selain adanya keterangan dari saksi Rahmat Nur Hidayat bahwa Terdakwa Mohammad Iqbal ini sudah menjadi target untuk dilakukan penangkapan. Adapun bahwa ada aturan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang membatasi agar petugas tidak bertindak sewenang-wenang akan diabaikan oleh petugas. maka dia berniat akan menyerahkan tas tersebut kepada Sekretariat KPPU. saksi Tresna Soemardi. hal tersebut harus diserahkan kepada Sekretariat KPPU untuk dikembalikan kepada orang yang memberikan. Hal ini juga diterangkan oleh Terdakwa Mohammad Iqbal. ketika ditanya oleh team penasehat hukum mengenai aturan tentang tatacara pelaporan gratifikasi tidak mau menjawab. meskipun tanpa ada surat perintah penangkapan. karena lift yang turun begitu cepat dan Terdakwa tidak mungkin kembali karena tidak ada access card untuk naik kembali ke lantai 17.

Sdr. Dan tentu saja ini adalah cermin dari anggapan bahwa hanya mereka saja yang bisa menjadikan Negara ini sebagai Negara yang baik dan beradab. 25 . pengabaian ketentuan undang-undang dan kebijakan yang telah ditentukan oleh lembaga lain secara sengaja dilakukan oleh para penyelidik.II. Padahal dalam faktanya tidak akan pernah ada satu lembaga yang bisa mengatur Negara tanpa ada keikut sertaan dari lembaga yang lain. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa Majelis Hakim yang mulia. Dari fakta-fakta yang kita peroleh selama persidangan ini. Mereka juga mengabaikan bahwa ada ketentuan yang berlaku pada lembaga yang lain. Apa yang ditunjukkan oleh para penyelidik ini adalah satu bentuk dari arogansi pemegang kekuasaan. Bahkan egoisme sektoral ini tidak akan pernah menyelesaikan apapun persoalan bangsa ini. dengan arogan mengabaikan bahwa ada ketentuan undang-undang yang mengatur tatacara penyelidikan dan penyidikan masalah gratifikasi. Penuntut Umum yang terhormat. Penyelidik misalnya. Egoisme sektoral ini tidak akan pernah menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Tentu bukan hanya arogansi kekuasaan saja yang ada. yang tidak pernah mau tahu dan tidak pernah mau belajar bahwa ada ketentuan lain selain yang mereka ketahui. Ini juga ditopang oleh pengabaian etika hidup berbangsa dan bernegara yang terhormat.

II. KPK Melanggar Hak Asasi Terdakwa 26 .

III. penyidikan dan penuntutan. 1. dan ketentuan ini bersifat kumulatif dan mutlak harus memenuhi semua unsur yang dinyatakan oleh undang-undang. kalau memenuhi ketiga unsur yang dinyatakan dalam Pasal 11: a. agar Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan. Dalam arti suatu perkara merupakan kewenangan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk melakukan penyelidikan. TERDAKWA KORBAN PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN PENGADILAN Mohammad Iqbal korban dari penyalahgunaan kewenangan oleh pengadilan Majelis Hakim yang mulia. Sdr.000. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. penyidikan dan penuntutan. penyidikan dan penuntutan sebagaimana diatur secara tegas dalam ketentuan Pasal 11 UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002.000. Sebab pembatasan ini sangat diperlukan.(satu milyar rupiah). Pembatasan oleh undang-undang terhadap kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan III. bukan tanpa tujuan dan tanpa makna. mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. melibatkan aparat penegak hukum. bukanlah kewenangan dari Pengadilan Tipikor untuk mengadilinya. penyidikan dan penuntutan terbatas pada perkara-perkara yang melibatkan aparat penegak 27 . Dalam pandangan kami ketentuan mengenai kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan. dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara. Sebagaimana telah kami kemukakan dalam Eksepsi kami bahwa perkara Terdakwa Mohammad Iqbal ini.000. b. penyelenggara negara. dan/atau c. Penuntut Umum yang kami hormati.

b. 1.(satu milyar rupiah). Tidak semua perkara dapat disidik dan dituntut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sehingga jika perkara tidak memenuhi ketiga syarat tersebut. pengaturan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi “. tetapi perkara tersebut menjadi kewenangan lembaga yang lain.000. mendapat perhatian dari masyarakat dan mengenai kerugian negara melebihi Rp. Tidak boleh ada perkara ecek-ecek yang mereka tangani. maka perkara itu bukan merupakan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini penting agar Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan... mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat. melibatkan aparat penegak hukum. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp.000. penyelenggara negara dan orang yang terkait dengannya. penyidikan dan penuntutan fokus pada pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.000. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan hukum. penyelenggara negara.. yaitu kewenangan Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penyidikan dan kewenangan Kejaksaan untuk melakukan 28 .0000..III. 1. dan/atau c. dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.000. Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga khusus bertugas terbatas apa yang ditentukan oleh undang-undang yang mengaturnya. penyidikan dan penuntutan dibatasi dalam ketiga hal tersebut tidak boleh ditambah.dilakukan secara berhati-hati agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dengan berbagai instansi tersebut”. dari penyusun undang-undang bahwa kewenangan yang diberikan oleh undang-undang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan penyelidikan.(satu milyar rupiah)” adalah sebagai penegasan yang mutlak. Sebab sebagaimana dinyatakan dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002. tidak boleh diterjemahkan dengan terjemahan yang luas dan tidak terbatas.000. Menurut pandangan kami diulangnya kembali penyebutan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penjelasan umum yaitu “a.

Kejaksaan untuk Perkara ini sebagaimana ditegaskan dalam surat dakwaan dan tuntutan menyangkut penyerahan uang secara salah duga dilakukan oleh Billy Sindoro kepada Terdakwa Mohammad Iqbal sebesar Rp. Rudy Satriyo. maka menurut hemat kami perkara ini bukanlah kewenangan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk melakukan penyelidikan. penyidikan dan penuntutan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 6 huruf b UU No. penyidikan dan penuntutannya. Oleh karena dalam perkara ini tidak merugikan negara yang nilainya mencapai Rp. Dengan merujuk kepada keterangan ahli Dr.III. 1. 29 .000. 30 Tahun 2002. Kalaulah memang Komisi Pemberantasan Korupsi tetap ingin mengikuti proses perkara ini. Sehingga syarat pada butir C mutlak adanya.. Dengan demikian maka jelas dan pasti tidak menyangkut adanya kerugian negara yang paling sedikit Rp. 1. karena ini adalah filter kewenangan KPK.30 Tahun 2002. Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan penuntutan atau merupakan kewenangan melakukan penyidikan dan penuntutannya.000. 100..000. bahwa dengan adanya kata sambung ”dan/atau“ dalam Pasal 11 Undangundang No.000..(satu milyar rupiah).000.(satu milyar rupiah).000. maka sifatnya adalah kumulatif. 500.000. Sehingga KPK berkewajiban untuk melimpahkan perkara ini kepada institusi penegak hukum lainnya sebagaimana dilakukan oleh KPK dalam kasus pegawai Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang tertangkap tangan menerima sejumlah amplop senilai Rp. maka Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat melakukan supervisi dalam melakukan penyelidikan..000.000.(lima ratus juta rupiah). Dengan demikian maka perkara ini menurut hemat kami bukan merupakan kewenangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk mengadilinya.(seratus juta rupiah).000.

Terdakwa Korban Penyalahgunaan Kekuasaan Pengadilan Berlanjutnya proses peradilan ini bagi kami adalah satu bentuk dari penyalahgunaan lembaga peradilan dalam mengadili suatu perkara.III. Dan secara kebetulan yang tidak beruntung diadili oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi ini dengan melanggar kewenangan yang diberikan oleh undang-undang ini adalah Terdakwa Mohammad Iqbal. 30 .

telah didakwa melakukan tindak pidana KORUPSI sebagaimana dalam Dakwaan Primair: pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ANALISA YURIDIS TERHADAP PASALPASALYANG DIDAKWAKAN Majelis Hakim yang mulia. H. Terdakwa Ir. Berdasarkan Surat Dakwaan No: DAK – 04/24/I/09. 20 Tahun 2001. Penuntut Umum yang kami hormati. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. Sdr. Selasa Tanggal 10 Februari 2009.IV. surat dan keterangan terdakwa serta barang bukti. tanggal 23 Januri 2009. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Dakwaan Lebih Subsider: Pasal 11 Undang-Undang No. yang dibacakan pada hari. DAKWAAN PRIMAIR Bahwa unsur-unsur Tindak Pidana yang terkandung dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang No. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan IV. 20 Tahun 2001 adalah : 31 . Dakwaan Subsider: Pasal 5 ayat (2) jo. Pada bagian ini. Mohammad Iqbal. 1. kami akan menganalisa secara yuridis unsur-unsur dari pasal-pasal yang didakwakan berdasarkan alat bukti yang terungkap di persidangan berupa keterangan saksi. keterangan ahli.

diangkat sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi yang menangani Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yaitu perkara dugaan pelanggaran Undang undang Nomor 5 Tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang diduga dilakukan oleh PT. Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. ESPN STAR Sports (Terlapor III). 2. Unsur ini hanya berkaitan dengan subyek tertentu yang mempunyai kedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” yang hendak diarah oleh Pasal 12 huruf b Undang-Undang No. Menerima hadiah atau janji. Bahwa dari unsur-unsur tersebut dihubungkan dengan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan terhadap perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa. Direct Vision (Terlapor I). 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.IV. Astro All Asia Networks. 32 . Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa Terdakwa berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 59/P Tahun 2006 tanggal 12 Desember 2006 diangkat sebagai Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2006-2011 dan berdasarkan Keputusan KPPU Nomor: 229/KPPU/KEP/VII/2008 tanggal 21JuIi 2008. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 1. 3. dapat diuraikan sebagai berikut 1. Plc (Terlapor II).1. 20 Tahun 2001. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV) Bahwa unsur “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” bukan merupakan delik inti (bestanddeel delict). Pegawai negeri atau penyelenggara Negara.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Bahwa dikaitkan dengan asas hukum Actus Non Facit Reum atau tiada pidana tanpa kesalahan. maka Terdakwa walaupun berkedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” harus dinyatakan tidak bersalah dan tidak dapat dipidana.IV. Sebaliknya apabila unsur–unsur dari pasal–pasal yang didakwakan yang merupakan delik inti (bestanddeel delict) tidak terbukti. terbukti tidaknya unsur sesuatu tindak pidana harus dikaitkan dengan perbuatan yang didakwakan dan apakah perbuatan itu secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa. yang terdiri dari: menerima hadiah atau janji dan diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. maka Terdakwa selaku “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” adalah subjek hukum yang harus dinyatakan bersalah dan patut dipidana. karena unsur-unsur inilah yang mejadi pintu masuk apakah terdakwa dapat dinyatakan bersalah dan oleh karenanya patut dipidana? Pernyataan bersalahnya terdakwa adalah terletak pada terbuktinya delik inti (bestanddeel delict) yang harus dibuktikan melalui persesuaian antara perbuatan yang dilakukan dengan tindak pidana yang didakwakan. Dengan perkataan lain. Menerima Hadiah atau Janji Bahwa unsur “Menerima Hadiah atau Janji” ini bersifat alternatif. artinya tidak perlu dibuktikan seluruhnya atau cukup dibuktikan 33 . oleh karena itu maka lebih tepat jika fokus analisa atau pembahasan ditujukan unsur delik inti (bestanddeel delict).2. Jadi secara sederhana dapat diperoleh pemahaman. Unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara bukan merupakan unsur yang menentukan adanya kesalahan dari terdakwa. apabila seluruh unsur dari delik inti (bestanddeel delict) yang didakwakan telah terbukti. 1.

maupun si penerimanya. maka penerimaan obyek oleh si penerimanya itu tidak dapat dikategorikan sebagai “menerima” dalam unsur dimaksud. dalam hal ini Billy Sindoro. kalau menyerahkan saja tanpa ada niat atau kehendak bersama dan/atau apabila hanya satu pihak saja (orang yang menyerahkan) yang menghendaki agar obyek itu diterima tanpa ada kehendak dari si penerimanya untuk memiliki dan menikmati. Apabila salah satu unsur telah terbukti maka unsur berikutnya tidak perlu dibuktikan lagi. Niat berupa kesengajaan ini harus diwujudkan dalam bentuk perbuatan untuk menyerahkan dan menerima barang. Bahwa untuk dapat dipenuhinya unsur Menerima Hadiah atau Janji disamping harus ada niat atau kehendak bersama dari pihak yang menyerahkan dan dari pihak yang menerima. maksud dari orang yang menyerahkan barang atau obyek itu harus jelas yaitu untuk maksud atau keperluan tertentu. agar dimiliki dan dinikmati oleh si penerimanya. b. maka juga sepatutnya harus dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: a. dalam hal ini Terdakwa Mohammad Iqbal. Bahwa dalam persidangan perkara ini terungkap fakta-fakta sebagai berikut: 34 . Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan salah satu saja. si penerima harus mengetahui bentuk ataupun jenis dari barang yang diterimanya atau barang itu mengenai hal tertentu. Jadi. yang berarti pula adanya kesengajaan baik dari si pemberi. Bahwa kata “menerima” dalam unsur ini harus diberi pengertian tidak sebatas pada menerima secara faktuil sebagai akibat dari penyerahan atas obyek atau barang dari penguasaan si pemberi kepada si penerima.IV. tetapi lebih daripada itu bahwa maksud unsur “menerima” harus diartikan sebagai akibat dari penyerahan sesuatu yang didasarkan pada niat atau kehendak bersama.

 Bahwa masalah tas : maksudnya bukan untuk balas budi.  Bahwa pada saat berkomunikasi. Mhn diberi kesempatan unt balas budi baik bapak.  Bahwa pada hari Kamis 28 Agustus 2008 pukul 23. Dan tas itu ada di dekat kaki Terdakwa.  Bahwa Saksi tidak pernah bergabung pada PT.  Bahwa tentang uang sejumlah Rp.  Bahwa menurut Saksi tidak ada kaitan antara pengiriman SMS hari Kamis 28 Agustus 2008 dengan pertemuan di Kamar 1712 Hotel Aryaduta Tugu Tani pada tanggal 16 September 2008.  Bahwa menurut Saksi tas diserahkan kepada Terdakwa dengan cara meletakkan tas tersebut di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift.  Bahwa wujud “balas budi“ belum di wujudkan. Saksi pikir tas itu milik Terdakwa karena Saksi masuk kedalam ruangan tidak bawa tas. Tks”. konsultasi dan memberikan pandangan pandangan pada perusahaan Lippo I-Net. tetapi pernah menjadi Presiden Direktur pada PT First Media dan telah mengundurkan diri sejak tanggal 13 Juni 2008. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi bekerja dengan memberikan bantuan-bantuan jasa.IV. 500 juta tersebut adalah uang yang dipersiapkan untuk membayar Pengacara Hotman Paris Hutapea yang telah direncanakan sejak awal bulan September 2008.59 Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “pak sy sngt bersyukur. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Saksi Billy Sindoro. Terdakwa tidak pernah meminta sesuatu kepada Saksi dan Saksi juga tidak pernah menjanjikan sesuatu.20. 35 . Direct Vision. Waktu jalan Terdakwa keluar. baik melalui SMS ataupun bertemu langsung.  Bahwa SMS Saksi tersebut di atas tidak pernah ditanggapi oleh Terdakwa.  Bahwa Saksi tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Terdakwa.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. yang pada pokoknya Komisi Pengawas pada  Bahwa sepengetahuan Saksi ada aturan tentang gratifikasi. yang saksi tahu setiap hari-hari besar itu ada edaran untuk mengingatkan bahwa kalau ada gratifikasi itu dilaporkan ke KPPU.  Bahwa seingat Saksi barang itu berupa amplop-amplop yang berisi uang dan kemudian oleh Komisioner diperintahkan untuk dikumpulkan dan dikembalikan.  Keterangan Saksi Tadjudin Noersaid. yang pada pokoknya  Bahwa Saksi adalah Direktur Eksekutif pada KPPU sejak tahun 2007.  Bahwa tidak ditentukan batas waktu melapor ke Sekretariat KPPU. 36 . Keterangan Saksi menerangkan: Kurnia Sya’ranie. Tidak ada aturan yang eksplisit. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Komisioner pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan salah satu Anggota Tim Pemeriksa Lanjutan Perkara KPPU No. tetapi Saksi tidak pernah melihatnya.IV.  Bahwa Saksi pernah mendengar ada staf atau Komisioner KPPU yang menerima sesuatu kemudian barang itu diserahkan kepada Sekretariat KPPU. berjalan by the time. Tidak ada kesepakatan tertulis sesama Komisioner. 03/KPPU/L/2008. menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Komisioner Persaingan Usaha (KPPU).  Bahwa menurut anggapan Komisioner KPPU setiap ada hal seperti itu akan segera kita kembalikan. kepada Sekretariat KPPU untuk dikembalikan setelah itu paling tidak diserahkan kepada badan-badan sosial.

salah satunya SMS dari nomor +62 812 806 4800 dan +62 0815 86400 …429. Saksi diberi Surat Perintah Penyelidikan pada tanggal 20 Juni 2008.  Bahwa selama Saksi mendengarkan hasil penyadapan SMS dan telepon.  Bahwa menurut Saksi pada tahun 2002 pernah ada kejadian di KPPU ada staf yang menerima sesuatu kemudian dilaporkan kepada Sekretariat KPPU.  Bahwa Saksi akhirnya mengetahui nomor +62 812 806 4800 adalah milik Mohammad Iqbal dan lawan komunikasinya Billy Sindoro.  Bahwa dalam kaitannya dengan kasus Terdakwa.  Bahwa Saksi tidak ingat siapa yang melakukan. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa sepengetahuan Saksi di KPPU tidak ada aturan tentang gratifikasi.IV.  Bahwa pengembalian barang kepada Sekretariat KPPU sudah menjadi komitmen seluruh Staf dan Komisioner KPPU.  Bahwa yang diberikan tersebut bentuknya amplop yang kemudian diserahkan kepada Pimpinan Sekretariat Direktur Eksekutif dan selanjutnya dikembalikan kepada pelaku usaha.  Bahwa tugas Saksi adalah untuk mendengarkan & membaca. tetapi pemberian tersebut kepada investigator dan ketika itu Saksi menjabat sebagai Direktur Penegakan Hukum. Saksi tidak pernah mendengar atau mengetahui Terdakwa meminta sesuatu kepada Billy Sindoro.  Bahwa Saksi juga tidak pernah mendengar atau membaca SMS tanggal 15 atau 16 September tentang Billy Sindoro menjanjikan 37 . Keterangan Saksi Rani Anindita Tranggani. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Penyelidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi sejak tanggal 20 Desember 2005.

Keterangan Ahli Eko Supriyanto. 38 .  Bahwa rekaman CCTV yang utuh adalah rekaman CCTV yang memiliki HASH dan waktu yang utuh.  Bahwa Saksi juga tidak pernah mendengar Billy Sindoro akan memberikan suatu tas kepada Mohammad Iqbal. Sarjana S1 Fisika ITB dan Magister Tekhnik ITB.000.000. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan akan memberikan uang sebesar Rp.  Bahwa untuk menentukan keaslian suatu salinan/copy data elektronik berbentuk rekaman gambar dan/atau suara (video dan/atau audio) dapat dilakukan penghitungan HASH data tersebut. apabila HASH nya sama maka dipastikan bahwa salinan data tersebut adalah asli. yang pada pokoknya berpendapat :  Bahwa suatu hasil editing data elektronik berbentuk rekaman gambar dan/atau suara (video dan/atau audio) bisa diterima apabila sesuai dengan aslinya. apakah HASH nya sama dengan data aslinya.kepada Terdakwa. yang mempunyai keahlian di bidang CCTV. apabila tidak sesuai dengan aslinya maka tidak dapat diterima sebagai bukti. yang pada pokoknya berpendapat :  Bahwa untuk menentukan data elektronik dalam hal ini rekaman CCTV adalah otentik atau tidak otentik dari operator CCTV kepada yang meminta dapat dibuktikan dengan cara: • adanya dokumentasi serah terima. tetapi apabila HASH nya bebeda dengan data aslinya maka data salinan tersebut diragukan keasliannya. • dilakukan uji materi secara teknik..IV. 500. Keterangan Ahli Andika Triwidada Sarjana S-1 Fisika ITB yang mempunyai keahlian dibidang Informasi dan Teknologi.

yang komposisi lengkapnya sebagai berikut : 1) Dr. MH sebagai Ketua Tim Pemeriksa 2) Ir. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV) berdasarkan SK ketua KPPU No. SH. A. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa dari beberapa kamera CCTV jika digabung menjadi 1 (satu) maka perlu dilakukan proses editing.  Bahwa dalam proses editing peluang untuk memanipulasi sangat besar. yang pada pokoknya menerangkan :  Bahwa Terdakwa adalah salah seorang anggota tim pemeriksa dugaan pelanggaran pasal 16 dan 19 a UU No.  Bahwa pengakuan belum tentu / cukup bisa menyebut keaslian suatu data elektronik (dhi.M. Rekaman CCTV) sangat berpotensi untuk mengubah data aslinya. Plc /”AAAN” (Terlapor II). dalam proses editing data elektronik (dhi.5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. SOEMARDI sebagai Anggota Tim pemeriksa  Bahwa Terdakwa juga adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang-undang No. 39 . Rekaman CCTV) karena dipengaruhi oleh kehalusan editing. MOHAMMAD IQBAL sebagai Anggota Tim pemeriksa 3) Prof. yang paling otentik adalah data eletronik / data digital yang aslinya. Direct Vision/”DV” (Terlapor I).IV. 5 tahun 1999 berkaitan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sebagaimana tersebut di atas. : 19/KPPU/KEP/I/2008. TRESNA P. Dr. TRI ANGGRAINI. apabila tidak ada waktu maka besar potensi manipulasinya Keterangan Terdakwa.  Bahwa suatu rekaman CCTV harus ada menunjukkan waktu. ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III). H. Astro All Asia Networks.

4. tetapi draft injunction tersebut dikirim oleh Benedict pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi sedangkan majelis sudah selesai bermusyawarah untuk mengambil keputusan pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. Injunction yang diinginkan oleh Billy Sindoro adalah agar Astro Malaysia tidak memutuskan hubungan dengan PT.  Bahwa pada pertemuan tanggal 16 September 2008. 5 Tahun 1999 putusan injunction tidak dikenal dalam putusan KPPU. 40 . 2.DV. tetapi Terdakwa menyampaikan bahwa sesuai dengan UU No. ketika Terdakwa sudah masuk dalam lift hendak turun tiba-tiba Billy Sindoro meletakkan 1 (satu) buah tas di lantai lift. sebagaimana disebutkan berikut ini: 1. Pada pertemuan tersebut Billy Sindoro menyampaikan permintaan agar putusan KPPU tentang hak siar liga Inggris dibuatkan injunction. ketika sudah mau sampai di lobby baru tas tersebut dipegang oleh Terdakwa. tanggal 16 September 2008 bertempat di Hotel Aryaduta Tugu Tani lantai 17 ruangan 1712. berbincang-bincang tentang krisis global dan bisnis Grup Lippo. hanya perkenalan biasa. tanggal 22 Agustus 2008 bertempat di Aryaduta Tugu Tani. 3. tanggal 21 Juli 2008 bertempat di Hotel Aston / Aryaduta Semanggi. Billy Sindoro memberitahukan hubungan itu akan diputus oleh Astro pada tanggal 31 Agustus 2008. Billy Sindoro menyampaikan keluhan bahwa hubungan Lippo dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. Awalnya Terdakwa tidak memegang tas tersebut bahkan sampai sudah ada orang lain yang masuk dalam lift tersebut tas masih di lantai. ketika Terdakwa sampai di Lobby Hotel Aryaduta Terdakwa didatangi petugas KPK dan kemudian menggiring Terdakwa masuk ke dalam toilet untuk membuka tas tersebut. tanggal 27 Agustus 2008 bertempat di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Tentang permintaan injunction pernah disebut oleh Billy Sindoro melalui SMS. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa Terdakwa bertemu dengan Billy Sindoro sebanyak 4 (empat) kali.IV.

yang artinya kurang lebih “diiyakan saja tetapi tidak dilakukan“. Awalnya Terdakwa sulit mengenal ruangan 1712.  Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan sesuatu kepada siapapun saat menangani perkara hak siar Liga Inggris. Petugas KPK bertanya kepada Billy Sindoro apakah tas ini milik Billy Sindoro ? Billy Sindoro menjawab tidak. Uang tersebut baru diketahui jumlahnya setelah dihitung di KPK yaitu seluruhnya berjumlah Rp. kemudian Terdakwa bersama-sama dengan petugas KPK naik ke lantai 17 dan menuju ruangan 1712.  Bahwa Terdakwa tidak mengetahui isi tas tersebut sebelum dibuka oleh KPK.IV. 500 juta. kemudian tas tersebut dibuka dan amplop coklat didalamnya juga dibuka dan terlihat berisikan uang. 41 .  Bahwa Terdakwa tidak pernah meminta sesuatu kepada siapapun saat menangani perkara hak siar Liga Inggris. kemudian Billy Sindoro keluar.  Bahwa dalam menanggapi gencarnya SMS-SMS dari Billy Sindoro disikapi oleh Terdakwa seperti ibarat pepatah Minang: “Iyo kan nan di urang lalukan nan di awak“. lagi di toilet jawab Gentar.  Bahwa Terdakwa akan menyerahkan tas tersebut ke Sekretariat KPPU dan apabila berisi suatu gratifikasi untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK melalui Sekretariat KPPU. Terdakwa mengetuk beberapa pintu kamar di lantai 17 tersebut sampai kemudian ada yang membuka pintu yang bernama Gentar staf Billy Sindoro dan Terdakwa bertanya dimana Pak Billy Sindoro. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan karena banyak orang maka Terdakwa digiring ke tempat parkiran dan masuk kedalam mobil kijang lalu Terdakwa diminta untuk membuka tas tersebut dan terlihat amplop berwarna coklat. kemudian Terdakwa menyampaikan bahwa tas ini milik seseorang di lantai 17.

Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa secara jelas tidak mempuyai niat atau kehendak bersama untuk menyerahkan dan menerima tas yang berisi uang sejumlah Rp.IV. yaitu ketika Terdakwa sudah hampir sampai di lantai dasar dan tas tersebut telah dipungut dan dibawa oleh terdakwa keluar dari pintu lift. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar. Sdr. Namun rekaman CCTV yang memuat gambar ketika Terdakwa berada di lantai 17 hingga menjelang sampai di lantai dasar diedit sedemikian rupa oleh KPK. sehingga tidak nampak kejadian yang sesungguhnya ketika Terdakwa masih berada di dalam lift. bahwa tidak ada kehendak dari Terdakwa untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Barang Bukti berupa Video Rekaman CCTV dan hasil penyadapan atas SMS serta suara no. Penuntut Umum yang kami hormati. 42 . kejadian sebelum tas tersebut diambil oleh Terdakwa. 500 juta tersebut. Tidak adanya niat atau kehendak bersama tersebut dapat dibuktikan dengan adanya fakta-fakta:  bahwa baik dalam komunikasi melalui SMS ataupun pada saat Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa. Majelis Hakim yang mulia. Yang ditampilkan di persidangan oleh KPK adalah hasil manipulasi rekaman CCTV. Berdasarkan alat bukti yang terungkap di persidangan tersebut di atas. 628128064800 dan 6281586400429. lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa.

Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof. DR. MH Anggota KPPU dan Ir. MSc Anggota KPPU. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 19992004. Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. Nawir Messi. Itikat baik yang dilandasi oleh kejujuran. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said. Republik Indonesia. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. MA. 43 . DR. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya. SH. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini. DR.M Amien Rais. M. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). H. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai kehendak untuk menerima dan memiliki tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan.  bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU. Sukarmi. sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan.IV. karena keburu ditangkap KPK. DR Iur.

 bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp. Penuntut Umum yang kami hormati. Plc (Terlapor II). suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. Bahwa berdasarkan uraian di atas.. 1. Majelis Hakim yang mulia. Dalam Surat Dakwaan. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV).IV. Direct Vision (Terlapor I). Astro All Asia Networks. tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Sdr. ESPN STAR Sports (Terlapor III). yaitu: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat 44 .(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO.000. unsur ini dikaitkan dengan perbuatan Terdakwa. maka unsur menerima hadiah atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa Terdakwa sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi dalam sidang Majelis Komisi Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.3.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut. 500 juta di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup. yangmenerima hadiah yaitu menerima pemberian berupa uang tunai sejumlah Rp 500.000.

IV. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 20072010. firm. Mhn dgn sngt bp bs bantu ya pak utk mmasukkan dlm putusan. Tks pak”.” Bahwa sesuai dengan bunyi Surat Dakwaan di atas. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia. explisit. ……dst”  “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang mencantumkan amar “injuction” yang diinginkan BILLY SINDORO dengan menyatakan : “Memerintahkan Terlapor IVAll Asia Multimedia Net-works. yang berbunyi:  “Terdakwa dalam rangka memenuhi keinginan BILLY SINDORO untuk memastikan kepentingan PT. Spy clear. Permintaan Billy Sindoro yang menurut Surat Dakwaan telah dipenuhi oleh Terdakwa adalah sebagaimana diuraikan dalam Surat Dakwaan halaman 7-8.51 Wib kembali dihubungi oleh BILLY SINDORO melalui pesan singkat dengan mengatakan: “Pak besok pagi2 sy akn kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision” 45 . pada tanggal 29 Agustus 2008 jam 00. Direct Vision agar tetap dapat menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010 yang disuplai oleh AAMN. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan putusan yang membantu kepentingan PT. pengertian “mengetahui” menunjukkan Terdakwa menyadari dan ada pengetahuan ia menerima pemberian dari Billy Sindoro sebagai akibat karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO………dst. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan Sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT.

11 dan 12 UU No. Rudi Satrio.  Bahwa pada hari Rabu 27 Agustus 2008 siang hari. Niat atau kesengajaan dalam kaitannya dengan unsur Menerima Hadiah atau Janji sebagaimana telah kami uraikan di atas tidak tercermin pada diri Terdakwa. MH. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi harus ada niat yang dapat diketahui dari isi komunikasi”. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Bahwa phrase “mengetahui” itu harus dan selalu dikaitkan dengan sikap batin Terdakwa berupa “niat” yang berarti pula sebagai kesengajaan untuk mewujudkan perbuatan yang bersifat melawan hukum dan sebagai bagian yang paling penting untuk menentukan adanya kesalahan Terdakwa. Menurut Ahli Hukum Pidana Dr.  Bahwa Saksi kemudian mengetahui bahwa ternyata KPPU juga secara resmi meminta dokumen tersebut kepada semua pihak termasuk kepada Direct Vision dan KPPU sudah memperolehnya. Selanjutnya tentang apakah ada niat atau kesengajaan yang tercermin pada diri Terdakwa yaitu memenuhi permintaan Billy Sindoro sebagaimana menurut Surat Dakwaan tersebut di atas. akan diuraikan di bawah ini. Jadi yang diterima oleh Terdakwa hanya satu dari jumlah keseluruhan sebanyak enam dokumen sebagaimana yang sebelumnya telah diterima oleh KPPU. Bahwa dalam persidangan terungkap fakta-fakta sebagai berikut: Keterangan Saksi Billy Sindoro. Dalam pertemuan itu Terdakwa meminta informasi mengenai pemutusan siaran Liga Inggris oleh pihak Astro Malaysia. pada pokoknya menerangkan:  Bahwa atas permintaan Saksi.IV. yang diajukan oleh Terdakwa di persidangan berpendapat “bahwa dalam dugaan tindak pidana sebagaimana di atur dalam pasal 5. atas inisiatif Saksi berlangsung pertemuan ketiga antara Saksi dengan 46 . pada tanggal 22 Agustus 2008 berlangsung pertemuan kedua antara Saksi dan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. SH. yang ternyata jumlahnya ada enam.

12: Baru selesai. pembacaan putusan akan dibacakan bsk siang”.47.  Bahwa sepanjang hari Kamis tanggal 28 Agustus 2008 yang dimulai pada pukul 14.  Bahwa Saksi kemudian meminta stafnya untuk mengetik materi injuction tersebut. shg percuma bp beri injcts”. serta SMS pukul 23. yang salah satunya adalah SMS yang berbunyi: “Pagi pak. Kalimat persisnya bsk sy lihat lg. kalimat2 injunctions mhn dibuat explicit. inti dari injunction adalah bagaimana melindungi kepentingan konsumen supaya mereka tidak dikorbankan untuk kepentingan para pemegang saham tsb. Kamis 28 Agustus 2008 pukul 23. Krn sngt penting.20. Dalam pertemuan tersebut Saksi mengusulkan adanya injunction. Mhn diberi kesempatan unt balas budi baik bapak.  Bahwa pada hari jumat 29 Agustus 2008 dimulai pada tengah malam pukul 00. Saksi terus menerus mengirim SMS kepada Terdakwa yang pada pokoknya menanyakan perkembangan tentang injunction.42. dan SMS: “Pak 47 . Alhamdulillah aman”.01 WIB. Othrwse astro tetap cari celah pak.20.11.59 Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “pak sy sngt bersyukur. Saksi secara terus menerus mengirim SMS kepada Terdakwa. Mhn maaf. Sekarang sy sdh dirmh & putusannya ada diktr”. broadcast eqpmts.  Bahwa pada hari yang sama. dll @ tdk boleh dihentikan? Tks”. clear & firm pak. dan SMS pukul 23. SMS Terdakwa yang terakhir ini merupakan jawaban atas SMS Saksi: “Pak mhn Tanya apkh kalimat2 injunction jelas mengatakan services thd dv @ trmsk: content.38 WIB: “Pembacaan masih berlangsung.59: “Substansinya demikian.29. satelit.03. Mslh injunction blm dibhs. Tks”.  Bahwa atas pertanyaan Saksi yang berkaitan dengan injunction tersebut. Mudah2an tidak ada yang menolak”. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. yang mana menurut sepengetahuannya baru dikirim ke alamat email Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008.40.IV.42: “iya. kemudian ada SMS Terdakwa pukul 14. Terdakwa menjawab dalam SMS nya hari Kamis 28 Agustus 2008 pukul 14.

38. ada dua kali SMS Terdakwa yang perlu dicatat yaitu pada pukul 12. Keterangan Saksi Anna Maria Tri Anggraini. 2) Ir. yg kena injunction seharusnya AAAN PLc bukan AAMN. Mudah-mudahan sesuai dng harapan”. Saksi mengirim SMS kepada Terdakwa: “Pak. firm. TRI ANGGRAINI. MOHAMMAD IQBAL sebagai Anggota Tim pemeriksa 48 . ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III). Tks”.5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT.  Bahwa usulan injunction Saksi yang dikirimkan oleh Benedict ke alamat email Terdakwa tidak diakomodasi dalam Putusan KPPU tanggal 29 Agustus 2008. A.  Bahwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22. SH. Direct Vision/”DV” (Terlapor I).52.  Bahwa Saksi mengetahui ada keputusan KPPU. AAMN hanya content provider. Plc /”AAAN” (Terlapor II).18 WIB: “Baru selesai dibacakan putusannya.08 WIB. tapi tidak pernah membacanya. MH sebagai Ketua Tim Pemeriksa. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan bsok pagi2 sy akan kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. dan SMS pukul 16. Spy clear.51. dengan komposisi sebagai berikut : 1) Dr. explicit. Tks pak”. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah ketua tim pemeriksa dugaan pelanggaran pasal 16 dan 19 a UU No.M.IV.  Bahwa atas SMS Saksi tersebut di atas. Astro All Asia Networks. Mhn dgn sngt bp bs Bantu ya pak utk mmasukan dlm putusan. substansinya sdh sama”.19 WIB: “Sd. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV) berdasarkan SK ketua KPPU Nomor : 19/KPPU/KEP/I/2008. AAAN PLc adlh persh induk. H.

 Bahwa menurut Saksi: pak Iqbal pernah menyatakan kepada Majelis Komisi “agar AAMN tetap mempertahankan penanyangan siaran Liga Utama Liga Inggris di PT.  Bahwa pada tanggal 22 Agustus 2008 tersebut salah seorang Anggota Majelis Komisi.  Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2008 Saksi sudah memberitahu kepada Terdakwa akan adanya satu bukti baru berupa pindahnya siaran Liga Inggris dari DV ke Aora TV. diwakili oleh Ong. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 3) Prof.IV.  Bahwa dengan adanya bukti baru fakta baru tersebut.  Bahwa yang merumuskan Konsep putusan tgl. Terdakwa mengatakan bahwa tidak ada kewenangan KPPU untuk memanggil Lippo dengan Astro. Dr. 5 tahun 1999 berkaitan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sebagaimana tersebut di atas. kemudian Majelis Komisi melakukan sidang majelis yang ke-2 Tgl. 22 Agustus 2008. Tetapi yang terjadi tetap dilakukan pemanggilan tgl. 27 Agustus 2008 adalah Saksi yang dibantu oleh Investigator dan Panitera. TRESNA pemeriksa P.  Bahwa seingat Saksi pada saat pertemuan tsb. SOEMARDI sebagai Anggota Tim  Bahwa Saksi juga adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang-undang No. Dan yang hadir hanya pihak Lippo.  Bahwa seingat Saksi. 27 Agustus 2008.” 49 . DV sampai ada putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Terdakwa pernah menyerahkan Surat Pemberitahuan atau Notice of Termination yang isinya berupa pemberitahuan tentang akan diputuskannya kerjasama yang disepakati selama ini di atas tanggal 20 Agustus 2008. yaitu Benny Pasaribu mengusulkan adanya hak-hak konsumen yang perlu dilindungi dan usulan perlunya dipanggil Astro dan Lippo.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa usulan atau pernyataan Terdakwa tersebut secara khusus tidak diakomodasi pada putusan tanggal 28 Agustus 2008 dan usulan tersebut juga tidak ada secara eksplisit disebutkan pada putusan tgl.  Bahwa sebelum membacakan Putusan tanggal 29 Agustus 2008. dan All Asia Multimedia Networks/”AAMN” (Terlapor IV). Keterangan Saksi menerangkan: Benny Pasaribu. Astro All Asia Networks.IV. Plc /”AAAN” (Terlapor II). ESPN STAR Sports/”ESS” (Terlapor III). Saksi atau Benny Pasaribu telah merubah redaksional diktum ke 5 putusan tanggal 28 Agustus 2008 tersebut di atas sehingga berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.  Bahwa pada tanggal 28 Agustus 2008 Majelis Komisi telah menyepakati Diktum Putusan yang pada diktum ke 5 berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. yang pada pokoknya  Bahwa Saksi adalah salah satu Anggota Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor: 03/KPPUL/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. DV”. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. 29 Agustus 2008 dalam diktum ke-5. 50 . DV”. Direct Vision/”DV” (Terlapor I).

Terdakwa tidak ada mengusulkan supaya ada injuction yang dibuat oleh Majelis Komisi.  Bahwa sehubungan dengan pemutusan hubungan hukum tersebut Liga Inggris sudah tidak ada. baik dalam tahap pemeriksaan maupun putusan Majelis. yang diatur dalam Kode Etik KPPU No : 06/KPPU/Kep/XI/2002 tertanggal 7 November 2000 tentang Kode Etik dan mekanisme Kerja KPPU. Liga Inggrisnya diputus. Bab III tentang Moralitas.  Bahwa menurut keterangan Saksi. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa menurut Saksi input untuk menentukan perumusan keputusan dari pihak-pihak Terlapor/ Pelapor hanya dapat diperoleh di dalam Sidang Majelis. dengan menerima pemberian dengan pihak yang berperkara. Uang mereka belum kembali. Sehingga kami dilarang untuk berhubungan dengan pihak-pihak yang sedang berpekara di KPPU. itu sepihak dan menurut Saksi Astro memang harus dikasih pelajaran supaya dia bertanggung 51 . dalam memutus perkara tidak diperbolehkan berhubungan baik langsung maupun tidak langsung.  Bahwa menurut Saksi selaku anggota Majelis. diluar konteks Majelis. dan sebelumnya mereka berlangganan karena Liga Inggris. Direct Vision yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan putusan Majelis Komisi. Selain itu juga. dilarang melakukan persekongkolan dengan pihak manapun yang patut diduga akan mempengaruhi pengambilan keputusan. tanpa sepengetahuan. 1 tahun.  Bahwa seingat saksi tidak ada aturan apakah diperkenankan untuk mendapatkan input atau masukkan terhadap pihak luar. Sesuai dengan Kode Etik KPPU bahwa setiap unsur Komisi. semua unsur Komisi dilarang menerima sesuatu dalam bentuk uang dan/atau hadiah yang secara langsung maupun tidak langsung patut diduga berkaitan dengan jabatannya. karena hal tersebut dilarang.  Bahwa menurut Saksi ada 5 surat yang berkaitan dengan pemutusan hubungan hukum oleh Astro kepada PT.IV. pelanggan sudah bayar 6 bulan.

perseteruan Astro dengan DV ibarat jangan karena gajah sama gajah. hanya karena dia pindah. tolong diperhatikan para pelanggan ini. oleh karena 52 .  Bahwa menurut Saksi kalau kita membaca media massa.  Bahwa sebelum tanggal 22 Agustus 2008 kurang lebih tanggal 18-19 Agustus 2008. siapa yang harus bertanggung jawab terhadap pelanggan itu ? Saksi juga menyampaikan supaya gajah dengan gajah “Lippo dengan Astro bertemu. Jadi menurut pemikiran Saksi. kita Majelis sedang memeriksa perkaranya Astro sudah bikin ulah. ingin nonton Liga Inggris dan kalau pelanggan menuntut hal itu menurut Saksi merupakan satu hal yang wajar. Itu kan bagian kesejahteraan rakyat yang hilang. dimana yang hadir adalah Lippo sedangkan AAMN tidak hadir.  Bahwa Saksi sangat concern terhadap Perlindungan Konsumen.IV. kenapa Astro kok melakukan hal ini.  Bahwa pada Sidang Majelis Kedua Saksi agak marah. tanggal 22 Agustus 2008.  Bahwa menurut Saksi. Menurut Saksi ini gila. sebelum tanggal 22 Agustus 2008 sudah ada demo-demo di KPPU juga dari pelanggan. Lippo mengatakan bahwa ada lagi 5 surat selain satu surat yang kita terima itu. tapi ini kan tanggung jawab. itu kasus posisi pelanduk yang terjepit. Siapa lagi yang harus mengurus rakyat kalau bukan kita. Lalu trilyunan itu nilainya nggak ada guna. pelanggan ini bagaimana. Kalau tidak salah tanggal 14 Agustus 2008 sudah ada demo dari Pelanggan.  Bahwa pada sidang Majelis tersebut. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan jawab kepada Pelanggan semua. agak kesel gitu. di media massa juga bisa dibaca kalau siaran Liga Inggris sudah pindah dari Astro ke Aora. alasan komersial pun. Jadi kalau perlu Saksi minta gajah sama gajah itu dipanggil ke KPPU.  Bahwa atas usulan Saksi kemudian ditindak lanjuti dengan Sidang Majelis ke-3.  Bahwa pelanggan itu ingin tetap berlangganan. Peralatan itu menjadi Sunk Cost.

maka yang dipelajari adalah persaingan usaha yang sehat. dengan itu kan seperti satu mata uang dengan dua sisi dengan konsumen.  Bahwa menurut Saksi. di Draft memang saksi yang mencoret. Saksi menyampaikan kalaupun nantinya bebas. tolong itu dibuat rekomendasi. pelanggan sudah ada yang bayar 6 bulan.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor. yang terkait dengan diktum ke-5. Keputusan Bulat.  Bahwa dalam Sidang Majelis Komisi tersebut. ujarnya. Ya persaingan usaha yang sehat dan kepentingan umum. AAMN tidak kooperatif sama sekali. Karena siaran sudah diputus dari pelanggan. seingat Saksi semua anggota Majelis sudah bersepakat dengan keputusan tersebut. Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat.IV.” 53 . itu yang kita tanda tangani. yang kita diskusikan.  Bahwa oleh karena Saksi adalah Ekonom. 1 tahun.  Bahwa Saksi pernah membuat Pernyataan di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009. tidak ada yang keberatan. tapi itu bukan putusan Majelis Komisi. itulah yang kita baca bersama.  Bahwa terhadap usulan Saksi tentang “Perlindungan Konsumen” (poin 5). Jadi spontan yang dipelajari Saksi. Bayar dulu kerugian pelanggan itu. kenapa tidak. karena merugikan konsumen.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis. dan semua peralatan ada di konsumen/ di pelanggan. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan itu Saksi mengatakan bahwa sudah tidak bisa di komunikasikan lagi. yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional itu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. dan pasti yang dirugikan adalah konsumennya. Yang jadi putusan adalah yang diketik dan yang di print out. “Ya tadi pun saya memojokkan. Supaya tetap menjadi perhatian betul atas kerugian pelanggan itu.

karena Saksi diperiksa banyak orang. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa Saksi adalah Engineer Manager pada PT Lippo E-Net. dalam kondisi merasa tertekan. perintahnya adalah sewaktu malam-malam pulang. catat ini nanti dikirimkan pada Pak Iqbal.  Bahwa setelah diperlihatkan di muka persidangan Saksi ingat isi email yang dikirimkan ke Terdakwa berbunyi: Untuk kepentingan para pelanggan. Dan Saksi tidak pernah memperhatikan/ tidak membaca sebelum menanda tangani BAP tersebut. kemudian Pak Billy bilang. dan semua fasilitas pendukung lainnya. kemudian di ketik ulang di komputer. merek dagang ASTRO.  Bahwa Saksi pernah mendapat perintah / arahan dari Pak Billy untuk mengirimkan email kepada Pak Iqbal. Astro Group Malaysia “harus mempertahankan kegiatan operasional penyelenggaraan penyiaran televisi berlangganan bermerek ASTRO pada PT. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keterangan Benedict Sulaiman. yang 54 . waktu itu ditulis dengan tulisan tangan. parabola. DV.IV. di mobil. industri dan public. DV. decoder. termasuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut : tidak melakukan tindakan2 secara langsung atau tidak langsung yang bermaksud menghentikan (dan/atau mengalihkan ke perusahaan penyelenggara penyiaran TV berbayar berbasis satelit lainnya) semua jasa penyediaan perangkat2 siaran satelit. kemudian minta dicatat beberapa hal.  Bahwa menurut Pak Billy email langsung dikirimkan aja (email yang dikirim adalah sama) dan tidak ada jawaban atas email tersebut dan Saksi tidak mengecek apakah email tersebut sampai atau tidak Saksi juga tidak tahu.  Bahwa menurut Saksi dalam memberikan keterangan yang ada di BAP No. yang penting tidak ada report bounce. content/ channels termasuk namun tidak terbatas pada semua channels ASTRO dan BPL (Liga Inggris). 17 yang menyatakan bahwa : Isi email tersebut adalah usulan Saudara Billy Sindoro untuk disisipkan oleh Saudara Mohammad Iqbal agar dimasukkan ke dalam Isi Keputusan KPPU.  Bahwa Saksi lupa kata-katanya. dan mempertahankan usaha PT.

DV. atau sampai adanya keputusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.IV.5 tahun 1999. pada tanggal 18 Juli 2008 Tim Pemeriksa Lanjutan Perkara KPPU No.  Bahwa benar ada sejumlah hubungan komunikasi berupa SMS antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa. 55 . sampai dicapainya penyelesaian antara Astro Group Malaysia dengan pemegang saham PT.  Bahwa menurut Saksi mengenai bunyi diktum kelima dari Keputusan Majelis Komisi KPPU tanggal 29 Agustus 2009 dan isi dari email yang pernah dikirimkan kepada Pak Iqbal adalah berbeda. yang diawali oleh SMS Saksi Billy Sindoro pada tanggal 20 Juli 2008. DV. Soemardi dan saya (Mohammad Iqbal) telah membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (LHPL)  Bahwa berdasarkan Kesimpulan dan Rekomendasi LHPL disebutkan hanya AAMN dan ESS terbukti melanggar Pasal 16 UU No. Benny Pasaribu sebagai Anggota dan Mohammad Iqbal sebagai Anggota. sedangkan PT.03/KPPU/L/2008 yang terdiri dari: Tri Anggraini sebagai ketua. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan selama ini disediakan seluruhnya oleh Astro Group Malaysia kepada PT.03/KPPU/L/2008 yang diketuai oleh Tri Anggraini (TA) dengan anggota: Tresna P.03/KPPU/L/2008 dan Surat Penugasan Anggota Komisi sebagai Anggota Majelis Perkara No. Keterangan Terdakwa. DV tidak ditemukan adanya pelanggaran baik terhadap pasal 16 maupun pasal 19 huruf a dan c UU No. yang pada pokoknya menerangkan:  Bahwa sebelum adanya pertemuan I antara terdakwa Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 21 Juli 2008.  Bahwa pada tanggal 21 Juli 2008 Ketua KPPU menerbitkan Surat Keputusan tentang Sidang Majelis Perkara No. sehingga pada tahap Sidang Majelis sebenarnya tinggal terlapor AAMN dan ESS yang perlu memberikan tanggapan dan pembelaannya. 5 tahun 1999.

IV. DV kepada Aora TV.  Bahwa benar pada tanggal 27 Agustus 2008 berlangsung pertemuan ke-III antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Pak Benny Pasaribu telah menyampaikan perhatiannya terhadap kepentingan konsumen.  Bahwa pada sidang majelis komisi tanggal 27 Agustus 2008. Pada pertemuan ini Saksi Billy Sindoro menceritakan tentang 56 . Terdakwa mengusulkan bahwa AAMN dan ESS terbukti bersalah dan AAAN dan PT. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa kemudian tanggal 15 Agustus 2008 ditemukan fakta baru bahwa hak siar liga Inggris sudah beralih dari PT. dan pada tanggal 29 Agustus 2008 setelah Terdakwa sholat jumat niat Ibu Anna Maria Tri Anggraini untuk dissenting opinion dibatalkan. Pada pertemuan ini Saksi Billy Sindoro memberitahu bahwa hubungan antara LIPPO dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. dan malahan pihak Astro Malaysia sudah mengirimkan surat tentang rencana penghentian siaran Astro TV pada tanggal 31 Agustus 2008. dengan ungkapan “jangan sampai Gajah melawan Gajah.  Bahwa pada sidang majelis komisi pada tanggal 28 Agustus 2008. karena masing-masing pihak sudah saling mengadukan pihak lain ke Polisi. DV tidak bersalah.  Bahwa pada sidang Majelis Komisi pada tanggal 22 Agustus 2008.  Bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa alasan Anna Maria Tri Anggraini bermaksud untuk Dissenting Opinion karena tidak pernah disampaikan kepada Terdakwa. usul Terdakwa adalah tetap seperti hasil LHPL yaitu mana yang terbukti melanggar harus dihukum dan yang tidak terbukti melanggar ya dibebaskan. pelanduk yang mati“.  Bahwa benar pada tanggal 22 Agustus 2008 pagi terjadi pertemuan ke-II antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Pertemuan ini adalah realisasi dari permintaan Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa yang disampaikan melalui SMS pada tanggal 26 Agustus 2008.

terdapat pelanggaran terhadap Pasal 16 UU No. agar dimasukkan dalam draft putusan tentang perilaku dari AAMN yang terakhir termasuk mengenai dampaknya terhadap persaingan.  Bahwa benar pada tanggal 27 Agustus 2008 sore hari. penetapan pembatalan perjanjian yang terbukti bersifat anti persaingan. dan menyampaikan usulan tentang adanya ‘injunction’ pada Putusan KPPU yang pada intinya berisi tentang jangan dihentikan dulu kerjasama antara pihak Astro Malaysia dengan PT.5 tahun 1999 oleh AAMN dan ESS.IV.5 tahun 1999. DV. Perintah untuk tetap mempertahankan kerjasama sampai adanya kepastian 57 . DV tidak terganggu. KPPU hanya diberi wewenang untuk memutus perkara Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak sehat dalam bentuk: Penetapan tentang ada atau tidak adanya Pelanggaran terhadap UU No. sesuai dengan LHPL dan Tanggapan serta Pembelaan dari AAMN dan ESS.  Bahwa pada pertemuan itu Terdakwa menjelaskan bahwa di KPPU tidak dikenal dan tidak ada kewenangan dari KPPU untuk memberikan Putusan berupa ‘injunction’. sebagaimana yang dikenal dan diterapkan pada proses peradilan pada umumnya. b. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan hubungan antara LIPPO Group dengan Astro Malaysia yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. yang akan disiapkan oleh Tim Investigator dan Panitera bersama Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA). c.5 tahun 1999. agar kepentingan konsumen PT. pengenaan denda dan penetapan ganti rugi. Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA) meminta para Anggota Majelis Komisi (Benny Pasaribu dan Terdakwa) untuk menyampaikan pokokpokok materi yang akan diusulkan dalam draft putusan. hendaknya dimuat sanksi terhadap pelanggaran Pasal 16 tersebut dalam bentuk : Pembatalan Perjanjian atau larangan untuk mengulang perilaku yang sama. Sesuai dengan ketentuan UU No.  Bahwa benar Terdakwa menyampaikan usulan sebagai berikut: a. perintah untuk menghentikan kegiatan yang menimbulkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

2. Plc. agar dipelajari kemungkinan untuk menerapkan pengenaan pelanggaran terhadap pasal 19.  Bahwa benar yang mempersiapkan draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 tersebut adalah Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera. Menyatakan bahwa Terlapor I: PT. d.  Bahwa benar beberapa materi penting yang dimuat dalam draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dibuat oleh Ketua Majelis bersama Tim Investigator dan Panitera adalah : a. DV. dan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks.IV. Menyatakan bahwa Terlapor I: PT. perlu dipertimbangkan untuk pengenaan denda dan pembayaran ganti rugi.5 Tahun 1999. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Direct Vision. Direct Vision. DV. Terlapor II: Astro All Asia Networks.2 sebagai berikut : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Pada butir 8 tentang rekomendasi Majelis Komisi terdapat rekomendasi dalam butir 8. dan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Terlapor III: ASPN STAR Sports. FZ-LLC tidak terbukti melanggar Pasal 19 huruf a dan c UU No. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tentang hak-hak konsumen PT. b.  Draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis Tri Anggraeni (TA) bersama Tim Investigator dan Panitera inilah yang kemudian dijadikan bahan pembahasan oleh Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. sehubungan adanya perkembangan terakhir yang muncul pada sidang Majelis II. FZLLC tidak terbukti melanggar Pasal 16 UU No. Terlapor II: Astro All Asia Networks.5 Tahun 1999. 58 .1. Plc. Pada Amar Putusan terdapat 2 (dua) diktum yaitu : 1.

DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Dalam sidang Majelis Komisi ini bahan bahasan untuk membuat Putusan adalah draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang sudah disiapkan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraeni bersama Tim Investigator dan Panitera.1. DV. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT.2 pada draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dibuat oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni (AMTA) bersama dengan Tim Investigator dan Panitera sehari sebelumnya. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa benar berdasarkan draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis bersama Tim Investigator dan Panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 di atas.IV.03/KPPU/L/2008. tanggal 28 Agustus 2008. akhirnya pada malam itu.03/KPPU/L/2008 yang dihadiri oleh semua Anggota Majelis Komisi. disepakati Putusan Perkara No.SMS kepada Terdakwa yang isinya menanyakan tentang injunction yang pernah disampaikan kepada Terdakwa pada waktu pertemuan di Hotel Aryaduta tanggal 27 Agustus 2008. Tim Investigator dan Panitera. yang pada amar putusannya terdapat 5 (lima) diktum.  Bahwa pada Tanggal 28 Agustus 2008 Saksi Billy Sindoro mengirim SMS.  Bahwa benar setelah melalui diskusi yang cukup intensif. 59 . terlihat bahwa pokok-pokok pikiran Terdakwa sebelumnya tidak ada yang diakomodir dalam draft Putusan tersebut.  Bahwa benar Rumusan Diktum 5 yang disepakati oleh Majelis Komisi berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks.  Bahwa benar pada malam harinya tanggal 28 Agustus 2008 diadakan Sidang Majelis Komisi untuk membahas Putusan Perkara KPPU No.  Bahwa benar rumusan Diktum 5 ini kalimatnya sama persis dengan butir 8.

03/KPPU/L/2008 oleh Majelis Komisi. ternyata telah dirubah redaksionalnya pada saat pembacaan Putusan tanggal 29 Agustus 2008 siang menjadi berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. DV. atas inisiatif Saksi Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. DV”. yang mana dalam pertemuan 60 .  Bahwa benar pada siang hari tanggal 29 Agustus 2008. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. Penuntut Umum yang kami hormati. Majelis Hakim yang mulia. Sdr.IV. dilakukan Pembacaan Putusan Perkara KPPU No.  Bahwa rumusan diktum 5 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi pada malam hari tanggal 28 Agustus 2008. phone 628128064800 dan 6281586400429. Barang Bukti berupa hasil penyadapan atas SMS serta suara no. yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa benar pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi Saksi Billy Sindoro mengirim email kepada Terdakwa mengenai usulan paragraf tentang ‘injunction’. Berdasarkan pertemuan yang kedua hari Jumat tanggal 22 Agustus 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro dan yang ketiga pada hari Rabu 27 Agustus 2008 siang hari. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan tersebut Saksi Billy Sindoro mengusulkan, bahwa untuk melindungi kepentingan konsumen perlu dibuat keputusan yang dimuat dalam injunction dan juga intensitas hubungan atau komunikasi melalui SMS antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa, terutama yang berlangsung sepanjang hari Kamis tanggal 28 Agustus 2008 yang dimulai pada pukul 14.29.01 WIB yang berkaitan dengan injunction serta pengiriman email oleh Saksi Benedict Sulaiman pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari, TIDAK CUKUP UNTUK DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI BUKTI UNTUK MENYIMPULKAN ADANYA NIAT ATAU KESENGAJAAN DARI TERDAKWA UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN SAKSI BILLY SINDORO. Bahwa walaupun ada komunikasi yang intens dalam bentuk saling mengirim SMS dan juga ada pertemuan-pertemuan antara keduanya, tetapi yang paling penting harus dibuktikan dalam perkara ini adalah APAKAH BENAR TERDAKWA MEMENUHI PERMINTAAN BILLY SINDORO? Jadi, intensitas hubungan antara keduanya tidaklah berarti jika Terdakwa dapat dibuktikan tidak memenuhi permintaan Billy Sindoro. Intensitas komunikasi antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa, melalui SMS menurut Terdakwa diibaratkan seperti pepatah Minang “Iyo kan nan di urang lalukan nan di awak“, yang artinya kurang lebih “diiyakan saja tetapi tidak dilakukan“, oleh karena itulah kiranya Majelis Hakim yang Mulia patut mempertimbangkan faktafakta di bawah ini untuk membuktikan bahwa memang tidak ada niat berupa kesengajaan dari Terdakwa untuk memenuhi permintaan Saksi Billy Sindoro, sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum, yaitu:  Bahwa pertemuan hari Jumat tanggal 22 Agustus 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro adalah hanya untuk mendapatkan copy surat dari Astro Malaysia kepada PT DV tentang rencana penghentian siaran Astro TV. Dan yang dikirim oleh kurir dari Saksi Billy Sindoro hanya satu, sedangkan ternyata pada tanggal 19 Agustus 2008 KPPU sudah terlebih dahulu menerima 6 (enam) macam surat sejenis, yang mana surat-surat tersebut kemudian dijadikan dasar dalam Putusan
61

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan perkara KPPU No.03/KPPU/L/2008 yang dimuat pada butir 4.2.8.30.13 bagian Tentang Hukum; Inisiatif Terdakwa untuk memperoleh copy surat tersebut dari Saksi Billy Sindoro bukan merupakan suatu bentuk pelanggaran karena disamping Peraturan KPPU tidak mengatur tentang larangan tersebut juga bukan merupakan kejahatan karena tidak ada hukum positif yang melarang Majelis Komisi untuk melakukan hal demikian;  Bahwa pertemuan tanggal 27 Agustus 2008 usulan Saksi Billy Sindoro tentang perlindungan konsumen yang perlu dimuat dalam injunction tidak diakomodasi oleh Terdakwa, sebagaimana terbukti antara lain berupa pernyataan Saksi Billy Sindoro dalam SMS nya kepada Terdakwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22.51.08 WIB: “Pak, yg kena injunction seharusnya AAAN Plc bukan AAMN, AAAN Plc adlh persh induk, AAMN hanya content provider. Tks”.  Bahwa yang mengusulkan tentang hak-hak konsumen yang perlu dilindungi bukan berasal dari Terdakwa melainkan dari salah seorang Majelis Komisi, yaitu Benny Pasaribu yang dikemukakannya pada Sidang Majelis Komisi yang ke dua tanggal 22 Agustus 2008, dengan demikian usulan tersebut sudah ada sebelum adanya pertemuan ketiga antara Saksi Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 27 Agustus 2008;  Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen sebagaimana yang diusulkan dalam pernyataan-pernyataannya ketika di periksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahkan seusai diperiksa, Saksi Benny Pasaribu sempat membuat pernyataan di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009, yang terkait dengan diktum ke-5, yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional itu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat, ujarnya.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis, “Ya tadi pun saya memojokkan, kenapa tidak, karena merugikan konsumen. Bayar dulu kerugian pelanggan itu.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor.”
62

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  Bahwa andaikata benar menurut Saksi Anna Maria Tri Anggraini bahwa Terdakwa pernah menyatakan kepada Majelis Komisi “agar AAMN tetap mempertahankan penayangan siaran Liga Utama Liga Inggris di PT. DV sampai ada putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap”, tetapi menurut Saksi tersebut usulan atau pernyataan Terdakwa itu secara khusus tidak diakomodasi pada putusan tanggal 28 Agustus 2008 dan usulan tersebut juga tidak ada secara eksplisit disebutkan pada putusan tanggal. 29 Agustus 2008 dalam diktum ke-5;  Bahwa Keputusan Perkara Nomor : 03/KPPU-L/2008 adalah produk dari Majelis Komisi yang terdiri dari Anna Maria Tri Anggraeni sebagai Ketua Majelis, Terdakwa dan Benny Pasaribu sebagai Anggota Majelis, jadi bukan merupakan keputusan yang dibuat sendiri oleh Terdakwa;  Bahwa diktum ke-5 Putusan KPPU No.03/KPPU/L/2008 tanggal 28 Agustus 2008, semula berasal dari rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera, yaitu pada butir 8 tentang Rekomendasi Majelis Komisi nomor 8.1.2 yang berbunyi : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. DV;  Bahwa dengan demikian, masalah perlindungan konsumen ini telah ada sebelum Saksi Billy Sindoro melalui Saksi Benedict Sulaiman mengirimkan email usulan injunction tentang hal yang sama, yaitu perlindungan konsumen, kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari;  Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8.1.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam, khususnya pada diktum 5 yang berbunyi: Memerintahkan
63

IV. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks, FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. DV;  Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008, yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. DV”.  Bahwa diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No.03/KPPU/L/2008, yang ternyata terbukti tidak mencantumkan amar “injunction yang dikehendaki Saksi Billy Sindoro sebagaimana yang diusulkannya melalui email yang dikirim oleh Saksi Benedict Sulaiman kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari, dengan demikian sangatlah tidak beralasan jika Terdakwa dikatakan melakukan persekongkolan dengan Saksi Billy Sindoro;  Bahwa Terdakwa telah melakukan tugasnya sesuai yang diamanahkan oleh Keputusan Presiden RI No. 75 tahun 1999 tentang Komisi Pengawas Persaingan Usaha, yang mana salah satu tugasnya sebagaimana diatur dalam Pasal 4.a yaitu “melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16 Undang-undang Nomor 5 tahun 1999”; tugas mana telah dilakukan oleh Terdakwa mulai dari Pemeriksaan
64

“Terdakwa dalam rangka memenuhi berkeinginan BILLY SINDORO untuk memastikan kepentingan PT. Lanjutan hingga Majelis Komisi tentang dugaan pelanggaran Undang undang No.51 Wib kembali dihubungi oleh BILLY SINDORO melalui pesan singkat dengan mengatakan: “Pak besok pagi2 sy akn kirim 1 usulan paragraf singkat utk injtcns. Bahwa dengan demikian unsur “Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya” sebagaimana dikemukakan dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum yang menyatakan: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. firm. ESPN STAR Sports (Terlapor III). Mhn dgn sngt bp bs bantu ya pak utk mmasukkan dlm putusan. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan Sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status 65 . ……dst” “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang mencantumkan amar “injuction” yang diinginkan BILLY SINDORO dengan menyatakan : “Memerintahkan Terlapor IV All Asia Multimedia Net-works.IV. Direct Vision agar tetap dapat menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010 yang disuplai oleh AAMN. pada tanggal 29 Agustus 2008 jam 00. Direct Vision (Terlapor I). 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT. explisit. Spy clear. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV). FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Plc (Terlapor II). Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Astro All Asia Networks. Tks pak”. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Pendahuluan.

kepada pihak yang berperkara dan atau pihak manapun yang tidak berkepentingan.dst” secara jelas juga tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. menyimpan. Bahwa berkaitan dengan bunyi Surat Dakwaan pada halaman 9. hal mana berdasarkan 66 . kepada pihak yang berperkara dan atau pihak manapun yang tidak berkepentingan. dan merahasiakan informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara serta informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang dirahasiakan.  kata “sepatutnya” tidak relevan lagi untuk dipergunakan untuk menyatakan bahwa perbuatan Terdakwa tersebut melawan hukum. Sdr. karena kata “sepatutnya” itu menunjuk pada sifat melawan hukum yang materiil.. Penuntut Umum yang kami hormati. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan kepemilikan PT. Majelis Hakim yang mulia. yang diketemukan dalam penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU No. dan merahasiakan informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara serta informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang dirahasiakan. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) sepatutnya wajib menjaga. Direct Vision” tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.IV. dengan alasan:  kata “sepatutnya” bukan merupakan kaedah hukum positif yang menunjuk pada Peraturan KPPU yang secara tegas mengatur bahwa setiap Staf ataupun Komisioner KPPU termasuk Terdakwa untuk wajib menjaga. yaitu: “Terdakwa selaku Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan sebagai Majelis Komisi yang memutuskan perkara dugaan pelanggaran Undang undang No. serta dengan pihak manapun …. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. menyimpan.

b. Laporan Keuangan yang bukan publik. b.IV.  bahwa menurut keterangan Saksi Dini Meilani. terus yang disebut rahasia itu ditetapkan oleh Komisi. Laporan keuangannya tidak bisa kita perlihatkan kepada yang lain. d. 003/PUU-IV/2006 sudah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Tidak ada aturan/ peraturannya belum ada yang mengatur dokumen apa saja yang bisa disebut atau dikatakan sebagai dokumen rahasia di KPPU. menerangkan: a. c.  bahwa menurut keterangan Saksi Benny Pasaribu. Atau dokumen lain yang menurut pihak yang memberikan itu adalah rahasia. Staf Direktorat Penegakkan Hukum pada KPPU. tidak berisikan tentang materi perkara No. Bahwa komunikasi berupa SMS antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro serta sebaliknya. Tapi dokumen yang mana tidak ada detailnya.  bahwa menurut fakta-fakta persidangan tidak ada informasi dan atau dokumen yang berhubungan dengan perkara sertá informasi dan atau dokumen lain milik Komisi yang disampaikan atau dibocorkan oleh Terdakwa kepada Saksi Billy Sindoro.03/KPPU/L/2008. 67 . Berita Acara Pemeriksaan BAP satu saksi. tidak boleh dilihat oleh saksi yang lain. menerangkan kriteria rahasia diantaranya adalah: a. Yang dinyatakan rahasia itu tidak boleh kemana-mana. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Keputusan Mahkamah Konstitusi No.

Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.IV. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara 2. Mengingat materinya sama. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa unsur yang pertama ini telah diuraikan dalam pembahasan atau analisa terhadap unsur yang sama dalam Dakwaan Primair. Bahwa perbuatan Terdakwa dalam Dakwaan Subsidair ini diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) jo. maka pembahasan atau analisa terhadap unsur ini tidak berbeda ketika kami membahas atau menganalisa unsur menerima hadiah 68 . Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 2. 2. Menerima Pemberian atau Janji 3. Menerima Pemberian atau Janji Bahwa pengertian atau materi unsur ini adalah sama persis dengan unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair yaitu pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya Ad. Penuntut Umum yang terhormat. 1. DAKWAAN SUBSIDAIR Majelis Hakim yang mulia Sdr. oleh karena itu dalam bagian ini kami tidak akan mengulang kembali pembahasan atau analisa terhadap unsur dimaksud. yang mana unsur-unsurnya adalah: 1. Ad.

tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor : 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia”. yang mana sebagaimana kesimpulan kami dalam membahas unsur menerima hadiah atau janji. Plc (Terlapor II). Direct Vision (Terlapor I).000. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 5 tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Barclays Premier League (Liga Utama Inggris) yang dilakukan oleh PT.3. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan atau janji dalam Dakwaan Primair tersebut di atas.. pada bagian ini kami juga berkesimpulan unsur menerima pemberian atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa Terdakwa sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi dalam sidang Majelis Komisi Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 tentang dugaan pelanggaran Undang undang No. dan All Asia Multimedia Networks (Terlapor IV) telah menerima pemberian atau janji yaitu menerima pemberian berupa uang tunai sejumlah Rp 500.000. ESPN STAR Sports (Terlapor III). Ad. Bahwa perumusan unsur ini adalah sama persis dengan perumusan unsur Dakwaan Primair Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yaitu: 69 .(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO. Astro All Asia Networks.IV. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya Unsur ini dalam hubungannya dengan perbuatan yang didakwakan terhadap Terdakwa sebagaimana bunyi Surat Dakwaan yaitu: “karena Terdakwa telah bersekongkol memenuhi permintaan Billy Sindoro untuk memberikan putusan yang membantu kepentingan PT.

3. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010…dst.IV. melakukan tindak pidana yaitu memenuhi permintaan Billy Sindoro untuk memberikan putusan yang membantu kepentingan PT. dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. …. DAKWAAN LEBIH SUBSIDAIR Majelis Hakim yang mulia.dst:” Bahwa sebagaimana ketika membahas atau menganalisa Dakwaan Primair tentang unsur Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya tersebut di atas kami telah menegaskan bahwa Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Direct Vision dimaksud. maka unsur berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. Bahwa perbuatan Terdakwa dalam Dakwaan Subsidair ini diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 70 . dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia.. Bahwa karena Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi permintaan Billy Sindoro termasuk bersekongkol dengannya untuk memberikan keputusan yang membantu kepentingan PT. harus dinyatakan pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Sdr. Penuntut Umum yang kami hormati.

Prapatan No. yang mana unsur-unsurnya adalah: 1.IV. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara. 1. Menerima Hadiah atau Janji Bahwa pengertian atau materi unsur ini adalah sama persis dengan unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair yaitu pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. oleh karena itu dalam bagian ini kami tidak akan mengulang kembali pembahasan atau analisa terhadap unsur dimaksud. Mengingat materinya sama. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa unsur yang pertama ini telah diuraikan dalam pembahasan atau analisa terhadap unsur yang sama dalam Dakwaan Primair. bertempat di lantai 17 Hotel Aryaduta JI. Diketahuinya. Ad. 3. 2. atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya Ad. maka pembahasan atau analisa terhadap unsur ini tidak berbeda ketika kami membahas atau menganalisa unsur menerima hadiah atau janji dalam Dakwaan Primair tersebut di atas. H. sebagaimana kesimpulan kami dalam membahas unsur menerima hadiah atau janji. Menerima hadiah atau janji. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. pada bagian ini kami juga berkesimpulan unsur menerima hadiah atau janji yang diuraikan dalam Surat Dakwaan bahwa: Terdakwa Ir. 2.44-48 71 .45 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juli sampai dengan bulan September tahun 2008. MOHAMMAD IQBAL. yang mana. pada tanggal 16 September 2008 sekira jam 18.

000. atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya Bahwa unsur ini sangat berhubungan erat dengan unsur menerima hadiah atau janji sebagaimana di atas.-(lima ratus juta rupiah) dari BILLY SINDORO tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu selaku Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2006-2010. yang menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang tunai sejumlah Rp 500. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan Jakarta Pusat atau setidak-tidaknya ditempat lain yang berdasarkan Pasal 54 ayat (2) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. artinya jika Terdakwa terbukti menerima hadiah atau janji maka harus dibuktikan elemenelemen yang melekat pada unsur di atas yaitu diketahuinya. Bahwa sebagaimana telah kami uraikan di atas. Ad. Diketahuinya.IV.3. jika Terdakwa tidak terbukti menerima hadiah atau janji. - Akan tetapi sebaliknya. maka sudah barang tentu kedua elemen tersebut di atas tidak perlu dibuktikan lagi. unsur menerima hadiah atau janji tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa dengan alasan 72 .000. atau menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya.

Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa baik dalam komunikasi melalui SMS. yaitu ketika Terdakwa sudah hampir sampai di lantai dasar dan tas tersebut telah dipungut dan dibawa oleh Terdakwa keluar dari pintu lift.  bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai niat atau kehendak untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan pada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. suara bahkan pada saat Saksi Billy Sindoro dan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa. kejadian sebelum tas tersebut diambil oleh Terdakwa. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. sehingga tidak nampak kejadian yang sesungguhnya ketika Terdakwa masih berada di dalam lift..  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp.  bahwa tidak ada kehendak dari Terdakwa untuk menerima tas yang berisi uang tersebut karena tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift tingkat 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said.000. lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa. Yang ditampilkan di persidangan oleh KPK adalah hasil manipulasi rekaman CCTV. Namun rekaman CCTV yang memuat gambar ketika Terdakwa berada di lantai 17 hingga menjelang sampai di lantai dasar diedit sedemikian rupa oleh KPK.000.IV. 500. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. 73 .di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar.

IV. unsur diketahuinya. Analisa Yuridis terhadap Pasal-Pasal Yang Didakwakan  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut. Bahwa dengan demikian. 74 . atau Patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau Menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungannya dengan jabatannya. tidak perlu dibuktikan lebih lanjut.

pada tanggal 21 Juli 2008 mengadakan pertemuan dengan Billy Sindoro selaku Wakil dari Lippo Group untuk melakukan pembicaraan terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh Terdakwa. Sdr. rumah sakit. halaman 113 no. Bahwa menurut Keterangan Saksi Billy Sindoro. dalam pertemuan itu pembicaraannya secara umum saja berkaitan dengan bisnis Lippo mengenai property. TANGGAPAN TERHADAP ANALISA FAKTA DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang mulia. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan V. perbankan. Bahwa menurut versi Penuntut Umum. Penuntut Umum yang kami hormati. Saksi Tadjudin Noor Said. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. 3. adalah tidak benar dengan alasan sebagai berikut: a. Direct Vision dengan Astro yang ditangani KPPU yang bisa membantu adalah terdakwa. Disamping itu pula baik Terdakwa maupun Saksi Billy Sindoro tidak pernah memberitahu apa materi pertemuan tanggal 21 Juli 2008 itu kepada Saksi Tadjudin Noor Said. pernyataan ini berasal dari Saksi Tadjudin Noor Said tetapi Saksi ini tidak mengetahui persis apa materi sesungguhnya dari pertemuan itu karena Saksi tidak menghadiri pertemuan pada tanggal 21 Juli 2008 tersebut. retail dan penyiaran. c. 75 . menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa. mengatakan kasus terkait antara PT. Bahwa pertemuan tanggal 21 Juli 2008 antara Terdakwa dengan Saksi Billy Sindoro tidak membicarakan materi yang terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh Majelis Komisi. b.V.

V. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa telah memenuhi 76 . Majelis Hakim yang mulia. 1 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penanganan Perkara KPPU. Penuntut Umum yang kami hormati. Sdr. menurut Keterangan Terdakwa dalam pertemuan tersebut hanya membicarakan masalah-masalah yang bersifat umum saja dan masalah industri penyiaran di Indonesia. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Bab VII Tata Cara Penanganan Perkara Pasal 38 s/d 46 dan Peraturan KPPU No. Penuntut Umum yang kami hormati. halaman 117 no. 4. Sdr. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. 5. karena informasi Terdakwa itu hanya berkaitan dengan kejadian setelah selesainya pembacaan putusan pada malam hari tanggal 28 Agustus 2008. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan d. 2. Bahwa sama halnya dengan Keterangan Saksi Billy Sindoro. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa telah menyampaikan informasi penanganan perkara terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro melalui pertemuan dan Pesan Singkat (SMS) perlu ditanggapi sebagai berikut: 1. Bahwa informasi tentang penanganan perkara bukanlah sesuatu kejadian yang luar biasa apalagi melanggar hukum karena sudah tersosialisasikan dalam Undang-undang No. jadi bukan menyangkut materi dari perkara itu sendiri. Majelis Hakim yang mulia. Bahwa komunikasi SMS antara Billy Sindoro dengan Terdakwa pada tanggal 28 Agustus 2008 yang disadap oleh KPK tidak dapat disimpulkan sebagai informasi tentang penanganan perkara. halaman 123 no.

Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen sebagaimana yang diusulkan dalam pernyataan-pernyataannya ketika di periksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahkan seusai diperiksa. Bayar dulu kerugian pelanggan itu.”. adalah tidak benar dengan alasan sebagai berikut: 1. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan permintaan Billy Sindoro agar dalam Keputusan Perkara Nomor: 03/KPPU-L/2008 memuat perlindungan terhadap kepentingan PT. karena merugikan konsumen. yang isinya: “Adapun Benny Pasaribu mengatakan penggantian redaksional iu intinya pasti membuat perusahaan itu lebih baik. jadi bukan merupakan keputusan yang dibuat sendiri oleh Terdakwa. Bahwa Keputusan Perkara Nomor : 03/KPPU-L/2008 adalah produk dari Majelis Komisi yang terdiri dari Anna Maria Tri Anggraeni sebagai Ketua Majelis. 3.1. Direct Vision. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.V. Saksi Benny Pasaribu sempat membuat pernyataan pada di Majalah Tempo edisi 26 Januari – 1 Februari 2009. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. 2.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam. kenapa tidak. 77 . “Ya tadi pun saya memojokkan.” Ujarnya pada Tempo Jumat 2 pekan lalu di Pengadilan Tipikor. Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8. yang terkait dengan diktum ke-5. khususnya pada diktum 5 yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. ujarnya. Apapun yang kami lakukan itu biar lebih tepat.” Benny tidak menampik jika dirinya disebut kerap memojokkan All Asia Multimedia Netwoks dalam rapat-rapat Majelis. Terdakwa dan Benny Pasaribu sebagai Anggota Majelis. supaya tetap menyiarkan siaran Liga Utama Inggris Musim 2007-2010. DV.

yang ternyata terbukti tidak mencantumkan amar “injunction yang dikehendaki Saksi Billy Sindoro sebagaimana yang diusulkannya melalui email yang dikirim oleh Saksi Benedict Sulaiman kepada Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 pagi hari. halaman 129 no. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan 4.03/KPPU/L/2008.dengan demikian sangatlah tidak beralasan jika Terdakwa dikatakan telah memenuhi permintaan Saksi Billy Sindoro.000. hal ini juga terlihat dari pernyataan Saksi Billy Sindoro dalam SMS nya kepada Terdakwa pada hari Jumat tanggal 29 Agustus 2008 pukul 22. DV”. Sdr. 6.08 WIB: “Pak. Pada Analisa Fakta dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. pada tanggal 16 September 2008 di lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani telah menerima uang sejumlah Rp. Direct Vision agar tetap 78 . yg kena injunction seharusnya AAAN PLc bukan AAMN. 500. Tks”. Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008..51. AAAN PLc adlh persh induk.(lima ratus juta rupiah) dari Billy Sindoro sebagai balas budi karena Terdakwa telah membantu kepentingan PT. AAMN hanya content provider. Bahwa diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No. Penuntut Umum yang kami hormati. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. Majelis Hakim yang mulia.000. 5. menyebutkan: Bahwa benar Terdakwa.V. yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa konsep redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.

sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan. 2. karena keburu ditangkap KPK.bertentangan dengan Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU. 3. Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said.000.000. yang menyebutkan: Bahwa perbuatan Terdakwa menerima uang sejumlah Rp. dan halaman..000. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi.. 500.V. 147 no. Awalnya Terdakwa tidak memegang tas tersebut bahkan sampai sudah ada orang lain yang masuk dalam lift tersebut tas masih di lantai. Bahwa telah kami tegaskan pada pertemuan tanggal 16 September 2008. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi 79 . 7. ketika sudah mau sampai di lobby baru tas tersebut dipegang oleh Terdakwa. perlu ditanggapi sebagai berikut: 1. Bahwa Analisa Fakta di atas penekanannya terletak pada pernyataan bahwa pada tanggal 16 September 2008. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan. Terdakwa telah menerima uang dari Saksi Billy Sindoro sejumlah Rp. 4. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. ketika Terdakwa sudah masuk dalam lift hendak turun tiba-tiba Billy Sindoro meletakkan 1 (satu) buah tas di lantai lift. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan menyiarkan Liga Utama Inggris Musim 2007-2010.000. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan. 500. Itikat baik yang dilandasi oleh kejujuran.(lima ratus juta rupiah). Bahwa Terdakwa memang tidak mempunyai kehendak untuk menerima dan memiliki tas yang berisi uang tersebut karena akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK.

Republik Indonesia.M Amien Rais. MH Anggota KPPU dan Ir. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 1999-2004. DR. 80 . Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). DR Iur. adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini. tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU. H. MSc Anggota KPPU. Tanggapan Terhadap Analisa Fakta Surat Tuntutan oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Nawir Messi.V. suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof. Sukarmi. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. MA. DR. M. Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. DR. SH.

Tentang unsur Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara Bahwa secara formal apa yang diuraikan Penuntut Umum ketika menguraikan unsur ini cukup dapat dimengerti. Dengan perkataan lain. Penuntut Umum berpendapat unsur-unsur yang terkandung dalam pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahwa kami menolak dengan tegas Analisa Yuridis sdr. Sdr. Penuntut Umum yang kami hormati. apabila seluruh unsur dari delik inti (bestanddeel delict) yang didakwakan telah 81 . Penuntut Umum tersebut di atas. Bahwa dalam Surat Tuntutan Pidana No : Tut-04/24/VI/2009 tanggal 1 Juni 2009. Pernyataan bersalahnya Terdakwa adalah terletak pada terbuktinya delik inti (bestanddeel delict) yang harus dibuktikan melalui persesuaian antara perbuatan yang dilakukan dengan tindak pidana yang didakwakan. dengan alasan sebagaimana kami uraikan di bawah ini: 1. terbukti tidaknya unsur sesuatu tindak pidana harus dikaitkan dengan perbuatan yang didakwakan dan apakah perbuatan itu secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh Terdakwa. namun sebagaimana telah kami uraikan di atas jika dikaitkan dengan asas hukum Actus Non Facit Reum atau tiada pidana tanpa kesalahan. Jadi secara sederhana dapat diperoleh pemahaman. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara bukan merupakan unsur yang menentukan adanya kesalahan dari terdakwa. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan VI. sebagaimana dalam Dakwaan Primair telah terpenuhi dan terbukti. TANGGAPAN TERHADAP ANALISA YURIDIS DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang mulia.VI.

maka Terdakwa walaupun berkedudukan sebagai “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” harus dinyatakan tidak bersalah dan tidak dapat dipidana. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan terbukti. Jadi. Sebaliknya apabila unsur–unsur dari pasal–pasal yang didakwakan yang merupakan delik inti (bestanddeel delict) tidak terbukti. Dalam menyimpulkan apakah disitu ada perbuatan menerima. Seseorang yang dipaksa untuk menerima sesuatu barang berarti dia tidak mempunyai kesengajaan ketika harus menerima barang itu. Penerbit Bayumedia. Tentang unsur Menerima Hadiah atau Janji Dalam menguraikan unsur ini Penuntut Umum mengutip buku Adami Chazawi yang berjudul “Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia”. 2. maka tetap harus dilihat dari sikap batin si penerimanya yang mana hal itu dapat diketahui dari rangkaian peristiwa sebelum dan setelah barang itu diterima. maka dianggap terbukti pula akan adanya kesengajaan yang diarahkan pada perbuatan itu“. April 2005. maka juga sepatutnya harus dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: 82 . Pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena unsur niat berupa kesengajaan tetap menjadi faktor yang menentukan dalam perbuatan menerima. yang mana nampaknya menjadi text book bagi Penuntut Umum yang bertugas di KPK. kalau si penerima barang memang menyetujui untuk menerimanya maka dapat dipastikan disini ada kesengajaan untuk melakukan perbuatan menerima. Cetakan kedua. tidak ada niatnya untuk menerima barang tersebut. Kami tidak sependapat dengan pendapat penulis yang bersangkutan yang dikutip oleh Penuntut Umum: “Dengan terbuktinya perbuatan menerima. Bahwa untuk dapat dipenuhinya unsur Menerima Hadiah atau Janji disamping harus ada niat atau kehendak bersama dari pihak yang menyerahkan dan dari pihak yang menerima. maka Terdakwa selaku “Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara” adalah subjek hukum yang harus dinyatakan bersalah dan patut dipidana. Sebaliknya.VI.

lagipula ketika di dalam lift dari lantai 17 dst tas itu masih tergeletak di lantai dan tidak dipunggut oleh Terdakwa. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan a.  bahwa tas itu sekonyong-konyong diletakkan oleh Saksi Billy Sindoro di lantai lift tingkat 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani Jakarta ketika Terdakwa sudah berada di dalam lift dan pintu lift menjelang tertutup. maksud dari orang yang menyerahkan barang atau obyek itu harus jelas yaitu untuk maksud atau keperluan tertentu.VI. sebagaimana menurut Keterangan Saksi Tresna Priyana Soemardi. b. si penerima harus mengetahui bentuk ataupun jenis dari barang yang diterimanya atau barang itu mengenai hal tertentu. Itikad 83 . Kurnia Sya’ranie dan Saksi Tadjudin Noor Said.  bahwa tas tersebut akan diserahkan kepada Sekretariat KPPU dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KPK. Bahwa dalam perkara ini. Rencana Terdakwa untuk menyerahkan tas itu kepada Sekretariat KPPU merupakan komitmen yang sudah pernah dipraktekkan manakala Staf atau Komisioner KPPU menerima barang dari pelaku usaha. karena keburu ditangkap KPK. yang mana dapat diketahui dari peristiwaperistiwa sebagai berikut:  bahwa baik dalam komunikasi melalui sms ataupun pada saat Saksi Billy Sindoro. saksi Rani Anindita Tranggani Penyelidik KPK yang melakukan penyadapan SMS dan telepon Terdakwadan Terdakwa bertemu sebanyak empat kali tidak pernah dibicarakan soal permintaan ataupun pemberian uang dari Saksi Billy Sindoro kepada Terdakwa. merupakan itikad baik yang pantas untuk dipercaya dan harus dipertimbangkan. rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah Terdakwa membawa tas milik Billy Sindoro membuktikan Terdakwa tidak mempunyai niat. selanjutnya baru diambil oleh Terdakwa menjelang keluar dari lift di lantai dasar. kehendak atau kesengajaan untuk menerima tas tersebut.  bahwa kehendak Terdakwa yang tidak sempat terwujud untuk menyerahkan tas milik Saksi Billy Sindoro kepada Sekretariat KPPU.

SH. suatu tahap pencapaian yang tidak mudah karena harus dilalui dengan proses seleksi yang ketat. yaitu ketaatan Terdakwa dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM RI. Para tokoh masyarakat itu adalah: Prof.M Amien Rais.VI. Republik Indonesia. 500 juta di lantai lift ketika Terdakwa sudah berada di kamar lift dan pintu lift menjelang tertutup. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan baik yang dilandasi oleh kejujuran.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa maksud dari Saksi Billy Sindoro meletakkan tas yang ternyata berisi uang Rp. MA. sikap yang selama ini menjadi rujukan bagi Terdakwa dalam menjalani kehidupan. DR. Ada latar belakang yang menjadi dasar perlunya itikad baik yang dilandasi oleh kejujurannya itu sangat pantas untuk dipercaya. pejuang dan tokoh reformasi mantan Ketua MPR RI tahun 19992004. M. Sukarmi. DR. Kepercayaan kepada Terdakwa itu tumbuh bukannya tanpa alasan. DR. Syuhada Bahri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Nawir Messi. MH Anggota KPPU dan Ir. Muslimin Nasution mantan Menteri Kehutanan dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). DR Iur. adanya sejumlah tokoh masyarakat yang secara sukarela menaruh kepercayaan kepada Terdakwa yaitu ketika Terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mereka tidak berkeberatan untuk menjadi penjamin yang menanggung seluruh akibat hukum dari perbuatan Terdakwa jika Terdakwa mempersulit jalannya pemeriksaan perkara ini. H. 84 . Bahwa dengan demikian unsur Menerima Hadiah tidak terpenuhi. MSc Anggota KPPU.  bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa isi dari tas yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift tersebut. Adnan Buyung Nasution pejuang Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. tidak ada keraguan pada kredibilitas Terdakwa selaku Anggota KPPU selama dua periode mulai tahun 2000 bahkan pernah menjadi Ketua KPPU.

“Hukum Pidana Materiil dan Formil Korupsi di Indonesia. menyatakan bahwa mengenai kesalahan pada pasal 12 huruf b ini terdapat dua bentuk kesalahan. Jadi memang terdapat dua bentuk kesalahan yang terdapat dalam pasal 12 huruf b yang tidak dapat dicampuradukan tetapi harus dipilih salah satu.” Namun Penuntut Umum ternyata tidak konsisten dalam pernyataannya pada Surat Tuntutan hal 160.dst“. sebagaimana disebutkan: “Berdasarkan pengertian mengenai diketahui atau patut diduga diatas diperoleh fakta hukum sebagai berikut:. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan 3. Mencampuradukan kedua bentuk kesalahan. yaitu patut diduga.. kesalahan Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Tetapi menjadi tidak relevan jika yang terjadi adalah sebaliknya. Penerbit Bayumedia. Bahwa dalam hubungannya dengan unsur di atas. dan memberitahukan serta membocorkan materi pembahasan Putusan Perkara KPPU Nomor: 03/KPPU-L/2008 yang sifatnya rahasia. yang mana masih menyertakan bentuk kesalahan yang lain. Pendapat dan doktrin tersebut hanya relevan untuk ditujukan kepada perbuatan berupa kesalahan Terdakwa yang memang secara sah dan meyakinkan terbukti. Direct Vision agar tetap menayangkan siaran pertandingan Liga Utama Inggris musim 2007-2010.. halaman 201-202.. mengetahui atau patut diduga. Bahwa dalam menguraikan unsur ini Penuntut Umum mengutip sejumlah pendapat dan doktrin. Sebagaimana dikutip oleh Penuntut Umum dalam buku Adami Chazawi. tersebut menjadikan Surat 85 . kesengajaan dan kealpaan. April 2005. Penuntut Umum dalam dakwaannya menyatakan: “Terdakwa mengetahui bahwa pemberian tersebut karena telah memenuhi permintaan BILLY SINDORO untuk membuat putusan yang membantu kepentingan PT. Cetakan kedua. Tentang unsur Diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.VI. Kesatu bentuk kesengajaan sebagai maksud yang lebih spesifik “pengetahuan” dan yang satu lagi kealpaan berupa “patut diduga”.

dengan alasan:  bahwa ketika Terdakwa meminta copy surat dari Astro dari Billy Sindoro melalui SMS.  Bahwa diktum ke 5 Putusan KPPU No. KPPU telah mendapatkan enam exemplar surat yang sejenis pada tanggal 15 Agustus 2008. bukan semata-mata keputusan tunggal dari Terdakwa. 2008. 03/KPPU/L/2008 yang dimuat Jadi dasar pembuatan Keputusan KPPU bukan berasal dari satu copy surat yang diperoleh langsung oleh Terdakwa dari Billy Sindoro.1.03/KPPU/L/2008. Direct Vision agar tetap dipertahankan memiliki hak siar Liga Utama Inggris 2007.  Bahwa Saksi Benny Pasaribu lah sebagai salah seorang Anggota Majelis Komisi yang sangat concern terhadap perlindungan konsumen. 28 dan tanggal 29 Agustus 2008. Bahwa berdasarkan komunikasi antara Billy Sindoro dengan Terdakwa melalui SMS pada tanggal 22.2 yang berbunyi : Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di 86 . (Surat Tuntutan halaman 160-161). semula berasal dari rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera.VI.03/KPPU/L/2008 tanggal 28 Agustus 2008. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan Tuntutan Penuntut Umum menjadi tidak mudah dimengerti dan kabur.  Bahwa diktum ke 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008 yang sudah disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 merupakan Keputusan bulat dari Majelis Komisi perkara No. Dengan adanya keenam surat tersebut kemudian dilakukan Sidang Majelis pada tanggal 22 Agustus 2008 dan keenam surat itulah yang dipergunakan sebagai dasar dalam Putusan perkara KPPU No. Penuntut Umum berkesimpulan ada upaya Terdakwa membantu kepentingan PT. yaitu pada butir 8 tentang Rekomendasi Majelis Komisi nomor 8. Bahwa kesimpulan tersebut di atas adalah keliru.

DV. dengan demikian unsur Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya tidak terpenuhi.2 menjadi dasar untuk membuat keputusan tanggal 28 Agustus 2008 malam. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. khususnya pada diktum ke 5 yang berbunyi: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.  Bahwa rekomendasi Majelis Komisi yang termuat dalam konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 yang dipersiapkan oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraeni bersama dengan Tim Investigator dan Panitera Komisi nomor 8. DV. yang ternyata diketahui kemudian oleh Terdakwa bahwa konsep redaksi dari diktum ke 5 telah dirubah terlebih dahulu oleh Saksi Benny Pasaribu sehingga akhirnya berbunyi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Bahwa berdasarkan fakta-fakta di atas tidak terbukti Terdakwa telah membantu PT. DV”. Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision.  Bahwa Putusan tanggal 28 Agustus 2008 inilah yang disepakati oleh Majelis Komisi untuk dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008. DV sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.VI. 87 .1.

Tanggapan Terhadap Analisa Yuridis Surat Tuntutan 88 .VI.

. Tuntutan diluar batas kepatutan Tuntutan Saudara Penuntut Umum terhadap Terdakwa ini sungguh membuat kami terperanjat. Orang lain adalah salah dan kalau orang 89 . Orang yang tidak boleh dibantah dan selalu benar itu adalah perilaku orang yang otoriter. TANGGAPAN TERHADAP TUNTUTAN PIDANA DALAM SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim yang kami muliakan. Menghina kemanusiaan.(seratus lima puluh juta rupiah). Sikap Terdakwa mana yang disebut sebagai sikap tidak kooperatif. berarti Sudara Penuntut Umum menghendaki agar Terdakwa ini tidak menggunakan akal budinya. Orang-orang yang menganggap kebenaran itu hanya milik mereka. Apakah karena Terdakwa selalu bertanya kepada para saksi atau karena Terdakwa mampu membantah keterangan saksi yang tidak masuk diakal dan kemampuan Terdakwa menjelaskan dan memberikan tanggapan secara detil dan konsisten disebut berbelit-belit dan tidak kooperatif ? Kalau hal ini yang menjadi alasannya. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan VII. Tuntutan delapan tahun ini sungguh luar biasa. Sungguh kami tidak dapat memahami pada bagian mana dan keterangan yang mana dari Terdakwa yang dapat dinyatakan berbelit-belit. karena yang membedakan manusia dengan bukan manusia itu adalah akalnya. Apalagi dalam alasan yang memberatkan tuntutan karena Terdakwa dinilai berbelit-belit. Yth Sdr. Terdakwa tidak boleh menggunakan rahmat Tuhan berupa kecerdasan otak.000. Hal ini menghina orang-orang berakal dan mempunyai kecerdasan. 150.VII.000. Sungguh kami tidak mampu memahami alasan tuntutan delapan tahun ditambah dengan denda Rp. ini adalah tidak masuk akal sehat kami. Inilah yang dilakukan oleh Terdakwa menggunakan akal sehatnya. Penuntut Umum. Kalau ini yang menjadi dasarnya.

Sehingga Penuntut Umum salah tempat dan salah waktu. Apalagi mengingat dalam ketentuan undang-undang keterangan yang bernilai secara hukum itu adalah keterangan yang disampaikan dihadapan sidang. Persidangan menurut undang-undang dan bagi kami adalah untuk mencari kebenaran dalam rangka menegakkan keadilan. Kehadiran yang tidak pernah disampaikan dihadapan sidang yang mulia ini sebelumnya. Majelis Hakim yang mulia. Sikap yang baik dan benar bagi seorang penegak hukum itu adalah menerima kebenaran dan mau mendengar sisi lain dari satu cerita. Apa penyebab hadirnya Billy Sindoro sebagai saksi tanpa pemberitahuan ini. Sdr. Penuntut Umum yang terhormat. Sebagai contoh yang paling kasat mata selain tidak ingin menghadirkan saksi Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. tetapi menjadi Penuntut Umum pada masa kekuasaan Orde Baru yang tidak boleh dibantah oleh orang-orang yang didakwa merongrong kekuasaan pemerintah.VII. Mudah-mudahan jawabannya sesuai dengan kata hatinya. bukan sikap yang baik dalam mencari kebanaran dan keadilan. Tanpa ba-bi-bu. Bukan untuk menghukum orang dengan semena-mena. bukan karena diperintah 90 . Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan memberi argumen orang itu berbelit-belit. Sikap ini adalah sikap yang hanya mau benar sendiri dan sikap sebagai pemilik kebenaran. tiba-tiba Billy Sindoro dihadirkan dihadapan persidangan. seharusnya tidak menjadi Jaksa sekarang. hanya Saudara Penuntut Umum yang bisa menjawabnya. adalah menghadirkan Terpidana Billy Sindoro untuk menjadi saksi dalam perkara ini. Artinya bantahan seorang Terdakwa dihadapan sidang itu harus dihargai sebagai bantahan atau keterangan yang bernilai secara hukum. Banyak perilaku Penuntut Umum ini yang tidak masuk akal sehat kami dalam mengajukan perkara ini dihadapan persidangan. Sikap otoriter yang dicerminkan oleh tuntuntan Penuntut Umum ini menurut hemat kami.

Penuntut Umum yang kami hormati.150. seperti misalnya perkara penggelapan Pajak PT. Bahkan ketika salah seorang dari team Penasehat Hukum bertanya kepada salah seorang Penuntut Umum. Termasuk mempertanyakan hal-hal yang tidak secara langsung berhubungan dengan perkara ini.(seratus limapuluh juta). Tuntutan delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp. tidak ada penjelasan bahwa saksi yang akan dihadirkan adalah Billy Sindoro. sebab kalau pihak kami diberitahu lebih awal mengenai kehadirannya tentu kami akan banyak bertanya.VII. Ada perbedaan prilaku dalam penuntutan yang dilakukan oleh penuntut Umum terhadap Terdakwa dengan Billy Sindoro. Meskipun dalam benak kami. bagi kami bukan hanya 91 .. timbul pertanyaan apa niat tersembunyi dari Penuntut Umum tidak memberitahukan kepada kami untuk memeriksa Billy Sindoro sebagai saksi. Hal yang paling tidak terbantahkan adalah tidak dihadirkannya saksisaksi yang menjadi pemicu perkara ini.000. kami tidak berkeberatan terhadap kehadiran Billy Sindoro tanpa direncanakan terlebih dahulu. Majelis Hakim yang mulia. karena Penuntut Umum mendapat permintaan agar Billy Sindoro tidak kami tanya secara layak. Sebagai penasehat hukum yang beriktikad baik dan tanpa prasangka buruk. Sdr.000. Banyak hal yang secara sengaja dan terselubung disembunyikan. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan tanpa ada alasan hukum dan argumen yang jelas dan menurut hukum. Apakah mungkin. Tidak ditunjukkannya buktibukti surat yang terkait erat dengan perkara ini seperti surat perintah penyelidikan. First Media Tbk yang pernah dipimpin oleh Billy Sindoro. Atau mungkin juga kami akan lebih berfokus pada pertanyaan mengenai penyelesaian perkara pajak tersebut oleh KPK setelah diambil alih dari Polda Jawa Barat. kami selalu mencoba memahami diskresi dari Penuntut Umum.

terlebih lagi kalau dihubungkan dengan bukti-bukti. maka yang dilakukan adalah membohongi sejarah dan kemanusiaan. Inilah bentuk dari pengingkaran terhadap keadilan. Apa yang mengkhawatirkan kami. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan berat memahaminya menurut akal sehat dan argumen hukum. Penuntut Umum jelasjelas telah melakukan pelanggaran hukum dengan meminta agar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk merampas dan selanjutnya MEMUSNAHKAN barang bukti : 92 . diharapkan agar masyarakat dapat memberikan dukungan kepada KPK yang sedang mengalami musibah karena undang-undangnya belum selesai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat atau mungkin untuk mengalihkan perhatian masyarakat bahwa KPK ini adalah lembaga yang paling berguna dalam menegakkan hukum. bahwa tuntutan yang tinggi ini terjadi sebagai upaya fait accompli yang sengaja dilakukan karena tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung kebenaran dari dakwaan khususnya mengenai dakwaan primair. Inilah bukti penggunaan hukum untuk kepentingan jangka pendek dan demi kekuasaan. Sebab kalau kita lihat. karena hanya lembaga ini yang mau menghukum orang yang di dakwa korupsi dengan hukuman yang tinggi. Ini kami kemukakan demikian. anda bisa menjadi salah satu korban karena perbedaan keyakinan politik dan pilihan politik. Belum menyentuh semua kekuatan politik yang selama ini juga cukup bersinggungan dengan masalah yang masuk dalam kategori korupsi. Kalau ini yang terjadi. Kebenaran dari ini hanya Peradilan Sejarah yang akan memutusnya.VII. Meskipun tidak tertutup kemungkinan dengan situasi politik seperti sekarang ini. karena Terdakwa ini sebelum terkena musibah ini menjadi salah seorang pilihan dari satu partai untuk dicalonkan menjadi salah seorang calon legislatif. ada pesan-pesan tertentu yang hendak disampaikan bahwa hati-hati para lawan politik. orang-orang yang sedang atau sudah diadili di hadapan Pengadilan Tipikor ini masih terbatas dari kelompok tertentu. Masih berkaitan dengan surat tuntutan ini. Dengan cara seperti ini.

Nomor 134 Tas jinjing warna hitam tanpa merk dengan tanda solasi hitam pada bagian depan (penutup). 3.. Nomor 129 Handphone merek Nokia seri 6275i warna silver. sehingga tidak dibenarkan untuk dimusnahkan. 2. 7. Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan 1. dirampas untuk dipergunakan bagi kepentingan negara atau untuk dimusnahkan.. oleh karena itu benda sitaan tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya. sebagaimana dikutip : „Benda sitaan yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan.“ Handpone dan tas jinjing tersebut bukan merupakan benda yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan. Nomor 128 Handphone merek Nokia seri 6275i warna hitam. yang mana apabila tidak dikembalikan maka tindakan tersebut melanggar segi kemanusiaan sebagaimana disebutkan dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana 93 .VII.. Nomor 135 Handphone merk O2 warna hitam berikut sarungnya. Nomor 130 Handphone merek Nokia seri 9500. 4. Permintaan tersebut jelas-jelas telah melanggar ketentuan Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Nomor 136 Handphone merk Blackberry warna silver berikut sarungnya. 6... Nomor 131 Handsfree Nokia. 5.

Tanggapan Terhadap Tuntutan Pidana Surat Tuntutan 94 .VII.

Majelis Hakim yang mulia. nasibnya juga akan tergantung pada wakil Tuhan di dunia. berbelit-belit sehingga mempersulit jalannya persidangan. Bertawakal adalah berserah diri dan pasrah yang merupakan wujud dari sikap ketaatannya sebagai seorang Muslim. Penuntut Umum yang kami hormati. Terdakwa Mohammad Iqbal. Dalam pemeriksaan di persidangan. yang nantinya akan menentukan dalam putusannya apakah Terdakwa pantas dihukum atau tidak. seperti halnya kita semua. Terdakwa telah mengaku menyesal dengan cara bertawakal kepada sang khalik. Sikap yang kooperatif telah ditunjukkannya ketika di persidangan Terdakwa mengakui kebenaran komunikasi SMS antara dirinya dengan Billy Sindoro yang berhasil disadap oleh KPK. termasuk Pejabat Negara yang konon sebagai Penegak Hukum dan Pimpinan Puncak lembaga super body dan diklaim sebagai yang paling steril dari penyuapan. banyak Pejabat Negara non aktif atau aktif. bukanlah manusia yang sempurna yang nasibnya sekarang tergantung kepada wakil Tuhan di dunia. Sikap yang kritis dari Terdakwa. Sdr. hendaknya jangan disimpulkan bahwa Terdakwa tidak kooperatif. setiap orang yang normal pasti akan menyesali perbuatannya apabila dia duduk di depan meja hijau sebagai terdakwa. PENUTUP DAN PERMOHONAN Majelis Hakim yang mulia. Tidak saja Terdakwa. Terdakwa hanya menghendaki persidangan ini berlangsung jujur dan adil. Allah SWT. demikian pepatah bijak yang akrab ditelinga kita.VIII. Itu Saja! 95 . Persidangan yang akan berujung pada Keputusan Majelis Hakim yang mulia adalah sebuah peristiwa yang menentukan nasib Terdakwa. Tidak ada manusia yang sempurna. Penutup dan Permohonan VIII. Tanpa harus menjawab secara verbal. Tidak ada gading yang tidak retak. Tidak ada maksud dari Terdakwa untuk menunjukkan sikap seperti itu.

2. 4. H.VIII. Membebaskan Terdakwa Ir. Mohammad Iqbal dari Dakwaan Lebih Subsidair: Pasal 11 Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Membebaskan Terdakwa Ir. pada akhirnya Terdakwa mohon Putusan: 1. H. 3. Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk melepaskan Terdakwa Ir. Pasal 5 Ayat (1) huruf b UndangUndang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 96 . Mohammad Iqbal dari Dakwaan Primair: Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mohammad Iqbal dari Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat di Jakarta. Terdakwa menghendaki pemeriksaan perkara ini berlangsung jujur dan adil karena dialah yang nantinya akan mengalami penderitaan untuk sekian lama dibalik terali besi. H. Penutup dan Permohonan Adalah sah-sah saja. Membebaskan Terdakwa Ir. Setelah mempertimbangkan segala yang telah kami uraikan di atas dan semoga keadilan dibumi ini masih bisa ditegakkan. Mohammad Iqbal dari Dakwaan Subsidair: Pasal 5 ayat (2) jo. H. jika Majelis Hakim berpendapat Terdakwa pantas untuk dihukum. Mohammad Iqbal sesuai dengan harkat dan martabatnya. 5. H. Merehabilitasi dan memulihkan kembali nama baik Terdakwa Ir.

Demikianlah Nota Pembelaan / Pleidooi ini kami sampaikan dalam rangka due process of law yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan. S. Jakarta. Penutup dan Permohonan 6.H. S.H. b. Barang bukti Nomor 136 Handphone merk Blackberry warna silver berikut sarungnya. Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk mengembalikan barang bukti milik Terdakwa berupa: a. Membebankan biaya perkara kepada Negara.F.Hum Dasril Affandi. LL. 8 Juni 2009 Hormat kami. LL. Marbun.. S. S. Barang bukti Nomor 135 Handphone merk O2 warna hitam berikut sarungnya.M Dr. 7.H.H Masayu Donny Kertopati.M M. S.. Namun apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain mohon agar diberi putusan yang seadil-adilnya.H Andi Abdurrahman Nawawi. Maqdir Ismail. S.VIII. M.H 97 .. S.H.. Tim Penasehat Hukum Terdakwa II Dr. Rudjito. M.

98

Dalam Perkara Nomor : 04/PID.B/TPK/2009/PN. JKT PST

disampaikan oleh : Ir. Mohammad Iqbal

100

Pengantar Tanggapan dan Pembelaan Majelis Hakim yang mulia,

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang mulia, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan tanggapan dan pembelaan terhadap Surat Tuntutan yang dibuat oleh Penuntut Umum pada persidangan hari ini. Pada persidangan hari Senin tanggal 1 Juni 2009 yang lalu, Penuntut Umum telah membacakan Surat Tuntutannya yang materinya mencakup 7 (tujuh) Bab, yaitu : Bab I : Pendahuluan, Bab II : Surat Dakwaan, Bab III : Fakta-fakta Persidangan, Bab IV : Analisa Fakta, Bab V : Analisa Yuridis, Bab VI : Kesimpulan dan Bab VII : Tuntutan Pidana. Dalam persidangan hari ini, saya akan menyampaikan tanggapan dan Pembelaan saya terhadap materi yang diungkapkan oleh penuntut Umum dalam Surat Tuntutan di atas, dengan sistimatika sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum, yang saya sampaikan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 yang lalu. Untuk menyegarkan ingatan kita bersama, pada kesempatan ini saya sampaikan kembali sistimatika tanggapan saya pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 di atas, serta mengutip baberapa isi pokok dari tanggapan tersebut. Tanggapan yang saya bacakan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009 pada pokoknya memuat materi tanggapan yang meliputi 5 (lima) bagian, yaitu: Bagian I: Pendahuluan, Bagian II: Surat Dakwaan Penuntut umum yang keliru, Bagian III: Korban dari ‘skenario jahat’ terhadap KPPU, Bagian IV: Pertanggungjawaban Publik sebagai Anggota KPPU, dan Bagian V: Penutup.

101

IV. III. dalam Tanggapan dan Pembelaan saya hari ini. Pendahuluan Surat Tuntutan Penuntut Umum yang salah Korban Skenario Jahat terhadap KPPU Pertanggungjawaban Publik sebagai Anggota KPPU Penutup 102 . II. saya akan sampaikan dengan sistimatika sebagai berikut : I.Pengantar Tanggapan dan Pembelaan Oleh karena itu. V.

saya menyampaikan sikap saya dalam menghadapi proses penanganan Perkara saya ini. membuat dan menyampaikan kesaksian secara tertulis. dan persidangan. Pada Bagian I dari tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum. yang saya bacakan pada tanggal 10 Februari 2009. saya menyatakan bahwa apa yang saya sampaikan pada waktu penyidikan. Pada Bagian Pendahuluan ini. saya kemudian membuat kesaksian tertulis. Oleh karena itu. Tidak sama sekali. penuntutan. yang saya sampaikan dengan jujur. yang saya beri judul “Siapa berbuat apa”. Sikap kejujuran itulah yang selama ini saya pegang teguh dalam setiap aktivitas saya dalam menjalankan amanah serta pengabdian kepada Bangsa dan Negara.I. sejak dari tahap penyidikan. Saya sampaikan hal tersebut pada persidangan hari ini adalah untuk menunjukkan kepada Majelis Hakim yang mulia dan hadirin yang ada dalam persidangan hari ini. Begitu pula saya agak emosional bila melihat cara 103 . pada waktu saya menjadi saksi dalam Perkara Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009 dan apa yang saya sampaikan pada persidangan saya sendiri. Atas dasar inilah. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini tidak salah. PENDAHULUAN Majelis Hakim yang mulia. tanpa ada yang disembunyikan. adalah fakta yang benar-benar terjadi dan saya alami. ada seorang saksi dalam persidangan suatu Perkara. saya melihat ada saksi yang berkata bohong dan berubah-ubah. Barangkali baru pertama kali dalam sejarah persidangan Perkara Korupsi di Pengadilan Tipikor ini. hati kecil saya tidak dapat menerima bila dalam persidangan ini. bahwa itulah sikap saya selama ini. dan saya menyampaikan hal ini bukan untuk gagah-gagahan atau untuk menyombongkan diri. yang sudah saya sampaikan pula kepada Majelis Hakim yang mulia. Pendahuluan I.

Dengan alasan kapasitas CCTV yang terlalu besar. Dalam persidangan ini beberapa kali saya memohon kepada Penuntut Umum agar KPK bertindak jujur dalam mengungkap persoalan yang sebenarnya dari Perkara saya ini. KPK malah berupaya untuk menutup-nutupi fakta yang sebenarnya. Pada Persidangan Billy Sindoro tanggal 15 Desember 2008. Kemudian pada persidangan Billy Sindoro tanggal 15 Desember 2008. Tetapi pada Persidangan saya tanggal 30 April 2009. saksi Iman Santoso mengatakan bahwa seluruh peristiwa dalam lift kelihatan. Bukankah selama ini sebagai institusi penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Saksi melihat Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro di dalam lift. saksi ditugaskan oleh Penyidik KPK untuk mengambil rekaman CCTV di Hotel Aryaduta. Pendahuluan kerja dan tindakan KPK yang tidak terbuka dan penuh dengan kebohongan serta rekayasa. saksi Iman Santoso mengatakan bahwa tanggal 16 September 2008. saksi mengatakan bahwa pada tanggal 16 September 2008. saksi disuruh menentukan bagian-bagian mana pada jam-jam berapa yang perlu diambil/direkam oleh Tim Teknis KPK. melihat penyerahan tas.I. yang akan mengambil data rekaman CCTV pada tanggal 18 September 2008. tapi hanya bagian-bagian tertentu saja. KPK selalu aktif mempromosikan kepada masyarakat akan pentingnya sifat-sifat kejujuran? Mengapa dalam Perkara saya ini. Dari rekaman CCTV tersebut. dan memunculkan alat bukti yang sudah direkayasa. adalah diajukannya Pegawai KPK yang bernama Iman Santoso sebagai saksi dalam Perkara saya dan Perkara Billy Sindoro. dan melihat mereka bersalaman. maka saksi tidak mengambil seluruhnya. saksi ditugaskan secara lisan oleh atasan saksi untuk melihat rekaman di Hotel Aryaduta. 104 . Sebagai contoh dari ketidakjujuran dan rekayasa yang dilakukan KPK dalam Perkara saya ini.

penyidik KPK. Saksi mengatakan bahwa saksi cuma melihat keduanya (Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro) akan masuk lift besama. dan yang dimuat dalam lampiran berkas Perkara. saksi Iman Santoso mengatakan bahwa saksi ditugaskan oleh Penyidik. Nama Iman Santoso ternyata tidak ada sama sekali dalam Surat Perintah Tugas itu. Pendahuluan Namun. Samsa Ardisasmita. bukan Dani Karsa Prawira? Mengapa yang diajukan sebagai saksi malah Iman Santoso yang tidak jelas penugasannya? Majelis Hakim yang mulia. untuk kejadian yang sama. Oleh karenanya patut kita bertanya. dalam 105 . kemudian membuat transkripnya. Jadi ada dua orang petugas KPK yang ditugaskan untuk membuat transkrip percakapan dan SMS antara nomor telepon saya dengan Billy Sindoro. saksi Iman Santoso. Namun yang dijadikan alat bukti dalam Perkara saya. memberikan kesaksian yang berbeda.I. Selanjutnya pada berkas Perkara saya. Akibatnya. ada Surat Perintah Nomor: SPT-182/30/IX/2008 tanggal 18 September 2008. adalah catatan dan transkrip yang dibuat oleh Iman Santoso. kemudian mencatat dan membuat transkripnya. pada Persidangan saya tanggal 30 April 2009. Pada persidangan saya tanggal 30 April 2009. memberikan keaksian bahwa saksilah yang ditugaskan untuk mendengar percakapan dan SMS antara nomor telepon saya dengan nomor telepon Billy Sindoro. Tetapi. yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Informasi dan Data M. saksi Rani Anindita Tranggani. Di dalam lift Mohammad Iqbal sudah membawa tas dan dibawa turun. kepada Dani Karsa Prawira. untuk mengeluarkan data percakapan telepon dan SMS dari nomor telepon saya dan nomor telepon Billy Sindoro. untuk melakukan kegiatan proses computer forensic di Hotel Aryaduta Tugu Tani. dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. Administrator pada Direktorat PINDA. mengapa yang diajukan sebagai saksi oleh KPK pada persidangan saya maupun pada persidangan Billy Sindoro. tapi ternyata Billy Sindoro keluar lagi dan sudah tidak membawa tas.

di dalam BAP. saksi Hendy F. saksi Rani Anindita Tranggani menyatakan bahwa percakapan telepon di atas adalah percakapan telepon dari nomor 628161846382 ke nomor 628128064800. mencatat dan membuat transkrip pembicaraan serta komunikasi melalui SMS antara saya dengan Billy 106 . adalah transkrip percakapan dari nomor 628128064800 ke nomor telepon 628161846382?. Saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya”. Kurniawan dan saksi Rahmat Nur Hidayat. Pendahuluan persidangan tanggal 7 Mei 2009. yang mengatakan bahwa selama saksi ditugaskan untuk mendengar. Tetapi pada persidangan saya tanggal 23 April 2009. Dan ternyata keterangan saksi Rahmat Nur Hidayat ini sama dengan keterangan saksi Rani Anindita Tranggani. Kurniawan mengatakan bahwa pada tanggal 16 September 2008. sebelum saksi berangkat ke Hotel Aryaduta Tugu Tani. dan informasi tersebut diperoleh dari dari hasil sadapan KPK. saksi Hendy F. Kurniawan mengatakan bahwa saksi diperlihatkan rekaman kedatangan Billy Sindoro bersama dua ajudannya. yaitu saksi Hendy F. Kemudian pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Desember 2008. ketika ditanya apakah transkrip pembicaraan telepon tanggal 16 September 2008. saksi Rani Anindita Tranggani ‘terpaksa harus berbohong’. saksi Hendy F. tapi pada persidangan saya tanggal 23 April 2009.I. Majelis hakim yang mulia. Padahal. saksi Rahmat Nur Hidayat mengatakan bahwa informasi akan ada penyerahan uang bukanlah dari hasil penyadapan KPK. Ketidakjujuran dan kebohongan yang dipertontonkan dalam penanganan Perkara saya ini juga terjadi pada kesaksian Petugas KPK lainnya. Kurniawan mengatakan bahwa saksi tidak tahu dan tidak pernah melihat rekaman kedatangan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani tanggal 16 September 2008. Pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Desember 2008. saksi memperoleh informasi dari Ketua Tim bahwa akan ada penyerahan uang.

yang pada Bab mengenai Tuntutan Pidana. Majelis Hakim yang mulia. saya banyak menemukan kebohongan dan kejanggalan-kejanggalan lain yang nanti akan saya sampaikan. saya beri judul: “KPK JUGA BISA SALAH” 107 . mereka harus mengikuti perintah dari atasan. yang baru diberikan kepada Penuntut Umum sebelum sidang dimulai. Begitu pula. juga adalah orang-orang yang baik. Mengingat bahwa dalam persidangan Perkara selama ini. dan besarnya denda yang dikenakan. Penuntut Umum memberikan kepada saya salinan berkas tuntutan.I. saya melihat bahwa Penuntut Umum pada Perkara saya ini. tapi berasal dari atasan Penuntut umum. mereka ‘terpaksa’ harus melakukan ‘kebohongan-kebohongan’ sebagaimana hal di atas. tidak ada pembicaraan atau SMS yang mengatakan akan ada penyerahan uang dari Billy Sindoro kepada saya. belum tercantum lamanya pidana penjara. Selesai pembacaan tuntutan. Pendahuluan Sindoro. yang saya bacakan hari ini. Tetapi karena tugas. Jadi saya yakin bahwa tuntutan pidana 8 (delapan) tahun yang dibacakan oleh Penuntut Umum waktu itu adalah bukan berasal dari Penuntut Umum. Saya melihat bahwa sebenarnya saksi-saksi dari petugas KPK yang diajukan dalam persidangan saya adalah orang-orang muda yang baik. Tetapi karena harus menjalankan perintah atasan dan tuntutan skenario dari pimpinan. Kejadian ketika pembacaan Surat Tuntutan oleh Penuntut Umum pada tanggal 1 Juni 2009 yang lalu membuktikan apa yang saya katakan ini. maka Tanggapan dan Pembelaan saya atas Surat Tuntutan Penuntut Umum.

Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 108 .II.

II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah II. Direct Vision”. saya menyampaikan salah satu contoh dari dakwaan Penuntut Umum yang menurut saya terdapat kekeliruan. menyatakan: “Terdakwa pada tanggal 29 Agustus 2008 bersama dengan Majelis Komisi dimuka persidangan telah membacakan Putusan Perkara No. karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. alinea terakhir). Pada tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum. saya menyampaikan bahwa Surat Dakwaan Penuntut Umum keliru.03/KPPU/L/2008 yang mencantumkan amar ‘injunction’ yang diinginkan Billy Sindoro dengan menyatakan: Memerintahkan Terlapor IV : All Asia Multimedia Networks. SURAT TUNTUTAN PENUNTUT UMUM YANG SALAH Majelis Hakim yang mulia. memang benar. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. yang dimasukkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya pada Bab II. Fakta yang diungkapkan oleh Penuntut Umum bahwa pada tanggal 29 Agustus 2008. Perkenankanlah saya memulai tanggapan dan Pembelaan saya terhadap Surat Tuntutan Penuntut Umum dengan menanggapi terlebih dahulu Surat Dakwaan Penuntut Umum. Pada saat itu. yang saya bacakan pada persidangan tanggal 10 Februari 2009. Penuntut Umum dalam Surat Dakwaannya (Surat Dakwaan yang dimaksud juga dimuat kembali oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya.03/KPPU/L/2008 merupakan amar 109 . pada halaman 5. saya bersama Anggota Majelis Komisi lainnya membacakan Putusan Perkara No. Tetapi.03/KPPU/L/2008. pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa diktum 5 dari Putusan KPPU No.

Direct Vision sampai adanya kejelasan kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.2 di atas. kemudian Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini bersama dengan Tim Investigator dan panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 malam membuat draft Putusan. Pada persidangan tanggal 10 Februari 2009. Direct Vision”. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT.II. yaitu: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Direct Vision”.03/KPPU/L/2008 lahir karena adanya fakta baru berupa dialihkannya penayangan Siaran Liga Inggris untuk musim kompetisi 2008-2009 dari PT. yang pada butir 8. memuat diktum yang berbunyi : “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. yang dilanjutkan dengan adanya Sidang Majelis II pada tanggal 22 Agustus 2008 dan Sidang Majelis III pada tanggal 27 Agustus 2008. Direct Vision sampai adanya kejelasan kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT.2 tentang Rekomendasi Majelis Komisi. • Bahwa berdasarkan temuan adanya fakta baru dalam Sidang Majelis II dan Sidang Majelis III di atas. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. yang diantaranya memuat diktum 5 yang rumusannya sama dengan draft Putusan butir 8. 110 . • Bahwa pada tanggal 28 Agustus 2008 malam Majelis Komisi melakukan Pembahasan Putusan. Direct Vision/Astro TV ke Aora TV. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah ‘injunction’ yang diinginkan oleh Billy Sindoro adalah pernyataan yang tidak benar.1.1. saya menyatakan bahwa Penuntut Umum tidak meperhatikan adanya fakta sebelum pembacaan Putusan tersebut yaitu : • Bahwa Diktum 5 dalam Putusan Perkara KPPU No.

II. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sidang Majelis II. diperoleh bukti atau fakta baru mengenai pindahnya siaran Liga Inggris dari Astro TV (PT.2 pada draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008.1. saksi Anna Maria Tri Anggraini mengakui adanya fakta yang saya ungkapkan di atas. kemudian juga dipicu oleh adanya ‘notice’ yang diperoleh. dan secara eksplisit saksi mengakui: • Bahwa benar dalam masa sidang Majelis. 111 . kami membuka Sidang Majelis ke II dan III untuk melakukan klarifikasi. • Bahwa benar karena adanya bukti baru tersebut. Direct Vision) ke Aora TV. yang rumusannya menjadi: “Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. yang dilakukan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraeni bersama anggota Majelis Komisi Benny Pasaribu saat saya sholat Jum’at. terjadi perubahan redaksional dari diktum 5 putusan yang sudah disepakati bersama pada tanggal 28 Agustus 2008. Dalam Sidang Majelis II Terlapor membenarkan adanya permasalahan antar terlapor. saksi dan Benny Pasaribu yang mengubah rumusan diktum 5 dari Putusan tanggal 28 Agustus 2008. • Bahwa benar Diktum 5 yang disepakati dalam musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus 2008 adalah sama dengan rumusan rekomendasi butir 8. Pada persidangan saya tanggal 2 April 2009. maka saksi melakukan Sidang Majelis III tanggal 27 Agustus 2008 • Bahwa benar yang merumuskan draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008 adalah saksi bersama investigator dan Panitera. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. Direct Vision”. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. ketika Mohammad Iqbal sedang sholat Jum’at. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Bahwa pada tanggal 29 Agustus 2008. yang juga dimuat oleh hampir semua koran. • Bahwa benar pada tanggal 29 Agustus 2008.

Juga ketika Hakim bertanya kepada saksi : “Apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan secara spesifik agar AAMN tetap mempertahankan Siaran Liga Inggris dalam musyawarah majelis Komisi”. • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum: “Apa yang diusulkan secara khusus oleh Mohammad Iqbal pada waktu musyawarah pembuatan Putusan”. ketika Penasehat Hukum bertanya kepada saksi Benny Pasaribu: “Apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan supaya ada ‘injunction’ yang dibuat oleh Majelis Komisi”. Tidak pernah pak Iqbal mengusulkan seperti itu. maka seharusnya yang menjadi terdakwa dalam persidangan ini bukan saya tetapi saksi Anna Maria Tri Anggraeni dan saksi Benny Pasaribu. Malah saya tidak dengar apa yang diusulkan oleh Pak Iqbal” • Begitu pula.II. saksi menjawab: “Saya kira yang banyak bicara waktu itu saya. 112 . saksi menjawab: “Saya pribadi tidak pernah mendengar. saksi menjawab : “Tidak pernah”. saksi menjawab : “Tidak pernah. bahwa Mohammad Iqbal ada menerima masukan dari pihak ketiga”.” Kesaksian Anna Maria Tri Anggraini ini juga diakui oleh saksi Benny Pasaribu. bila Penuntut Umum mengatakan bahwa Putusan yang dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 adalah sama dengan yang diinginkan oleh Billy Sindoro. ketika ditanya oleh Hakim: “Apakah Mohammad Iqbal pernah bercerita kepada saksi.” Oleh karenanya. atau setidak-tidaknya saksi Anna Tri Anggraeni dan saksi Benny Pasaribu juga menjadi terdakwa bersama dengan saya. ketika saksi didengar kesaksiannya pada persidangan saya tanggal 16 April 2009.” • Selanjutnya. saksi menjawab: “Saya malah kata-kata ‘injunction’ itu tidak pernah dengar. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Bahwa ketika ditanya oleh Hakim Ketua: “Apakah Mohammad Iqbal ada memaksakan kehendaknya dalam musyawarah pembuatan Putusan”.

Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum.II.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. adalah realisasi dari SMS Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal yang berbunyi: “Pak saya bersyukur mohon diberi kesempatan untuk balas budi Bapak”. Billy Sindoro menjawab: “Belum. ternyata tidak dicantumkan oleh Penuntut Umum pada Surat Tuntutan Bab III : Fakta-Fakta Persidangan. yang menurut saya perlu kita ketahui pula. akan saya sampaikan apa saja fakta-fakta persidangan yang tidak dimuat oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. Selanjutnya perkenankan saya untuk menanggapi Fakta-fakta persidangan yang diuraikan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. Tetapi ada beberapa keterangan saksi-saksi yang belum dicantumkan oleh Penuntut Umum dalam fakta-fakta persidangan. Begitu pula beberapa keterangan beberapa saksi yang lain. juga ada yang tidak dicantumkan oleh Penuntut Umum. apakah pemberian tas berisi uang pada pertemuan di Kamar 1712. Secara umum apa yang disampaikan oleh para saksi di persidangan sudah dimasukkan oleh Penuntut Umum dalam Faktafakta persidangan yang termuat dalam Bab III Surat Penuntutan.” 113 . Billy Sindoro menjawab: “Saya tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Pak Mohammad Iqbal. Nanti dalam tanggapan saya tentang Bab III Surat Tuntutan Penuntut Umum. Fakta persidangan berupa kesaksian dari saksi Anna Maria Tri Anggraini dan saksi Benny Pasaribu di atas. yaitu : • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. ada keterangan dari Billy Sindoro pada persidangan saya tanggal 2 April 2009. Majelis Hakim yang mulia. apakah balas budi tersebut sudah diwujudkan. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Majelis Hakim yang mulia.

karena saya masuk ke dalam ruangan tidak bawa tas. ada keterangan dari Anna Maria Tri Anggraini pada persidangan saya tanggal 2 April 2009. Billy Sindoro menjawab: “Masalah tas itu. saya ingat Bapak mengucapkan itu. dan saya minta persetujuan Pak Mohammad Iqbal dan Benny Pasaribu. tadi seperti yang saya jelaskan. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Betul. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Fakta baru saya mencari tahu. Dan tas itu ada di dekat kakinya Pak Mohammad Iqbal. Billy Sindoro menjawab:“di lantai.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua.” • Ketika ditanya oleh saya kenapa dalam Sidang Majelis tanggal 27 Agustus 2008 yang dipanggil dari pihak Lippo adalah Mr. apakah tas itu diletakkan di lift.” • Ketika ditanya oleh saya apakah pada Sidang Majelis tanggal 22 Agustus 2008 Benny Pasaribu mengatakan perlunya hak-hak konsumen dilindungi dan kemudian mengusulkan perlu dipanggilnya Group Lippo dan Astro Malaysia.” • Ketika ditanya oleh saya apakah saksi Anna Maria Tri Anggraini ingat bahwa saya sempat mengatakan tidak ada kewenangan KPPU untuk memanggil Group Lippo dan Astro Malaysia. yaitu : • Ketika ditanya oleh saya dari mana saksi Anna Maria Tri Anggraini memperoleh adanya fakta baru yang disampaikan melalui telepon kepada saya pada tanggal 19 Agustus 2008. waktu Pak Mohammad Iqbal keluar. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum.” • Ketika ditanya oleh saya apakah adanya fakta baru tersebut menjadi dasar diadakannya Sidang Majelis tanggal 22 Agustus 2008. saya pikir itu tasnya Pak Mohammad Iqbal.II. Ong. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Iya. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Betul. Masalah tas itu apa maksudnya. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Berdasarkan hasil 114 . Hampir semua koran menyatakan bahwa Astro pindah ke Aora.” Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum.

saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Di rekomendasi kepada pelaku usaha.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah usulan Mohammad Iqbal pada musyawarah tanggal 27 Agustus 2008 diakomodasikan pada Putusan Diktum 5 tanggal 28 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh saya dimana dimasukkannya masukan dari saya dan Benny Pasaribu dalam draft Putusan tanggal 27 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh saya dan diingatkan kembali oleh Hakim Ketua mengenai siapa yang mengubah Diktum 5 Putusan tanggal 28 Agustus 2008 sewaktu saya sedang Sholat Jumat.” • Ketika ditanya oleh saya kapan diterima notice yang enam itu. Ada di butir 8. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab : “Berarti antara saya dan Pak Benny Pasaribu. Perbedaannya adalah dalam LHPL.2 tanggal 27 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum siapa yang merumuskan konsep Putusan pada tanggal 27 Agustus 2008. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Sebelum 27 Agustus 2008.II.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah konsep Putusan tanggal 27 Agustus 2008 sama dengan LHPL. Tim Pemeriksa memberikan rekomendasi kepada Sidang Majelis untuk menyatakan bersalah dan seterusnya mendukung denda dan ganti rugi. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Berbeda.1. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Saya dibantu oleh Investigator dan Panitera.1.” 115 . Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pemeriksaan pada Sidang Majelis II kemudian juga dipicu oleh adanya notice yang diperoleh.” • Ketika ditanya oleh saya apakah Diktum 5 pada tanggal 28 Agustus 2008 sama dengan rekomendasi butir 8. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Secara khusus tidak ada. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab : “Ya.2. maka saya melakukan Sidang Majelis III tanggal 27 Agustus 2008. sementara di draft tanggal 27 Agustus 2008 kami menyatakan bahwa tidak ditemukan dampak negatif dalam jangka panjang pada industri tersebut.

saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Sudah.” 116 . saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Lima diktum.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apa yang menjadi usulan dari Mohammad Iqbal. yaitu tetap menjaga hubungan dengan AAMN.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah ada perubahan susunan redaksional dari Diktum 5. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kata injunction tidak pernah. saya. kemudian tanggal 29 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah tanggal 28 Agustus 2008 sudah selesai putusannya.” • Ketika ditanya oleh Hakim II kapan lima diktum tersebut dibicarakan. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Setelah tanggal 28 Agustus 2008 kami melakukan perubahan bukan hanya Diktum 5 tapi juga Diktum 4. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kalau tidak salah. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum apakah usulan Mohammad Iqbal pada musyawarah tanggal 27 Agustus 2008 diakomodasikan pada perubahan Diktum 5 pada tanggal 29 Agustus 2008. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Secara eksplisit tidak.II.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah dalam musyawarah tanggal 28 Agustus 2008 malam Mohammad Iqbal pernah menyinggung tentang adanya yang disebut ‘injunction’.” • Ketika ditanya oleh Hakim II siapa yang punya inisiatif pertama untuk merubah Diktum 4 dan 5.” • Ketika ditanya oleh Hakim II ada berapa poin Putusan KPPU tentang Liga Inggris. lalu disepakati oleh Pak Benny Pasaribu dan Pak Mohammad Iqbal. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Seingat saya Pak Mohammad Iqbal mengusulkan status quo. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Seingat saya tidak. saksi Anna Maria Tri Anggraini menjawab: “Kami melakukan musyawarah pada malam tanggal 28 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Hakim II apakah dalam musyawarah tanggal 29 Agustus 2008 Mohammad Iqbal berubah pendapatnya.

Ini gila. Itu kan bagian kesejahteraan rakyat yang hilang.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. Itu yang nilainya triliyunan. termasuk dari pihak yang berPerkara. tolong diperhatikan para pelanggan ini. sudah bikin apa. Dalam aturan yang ada hanya menyatakan. tapi tanggung jawab kepada pelanggan bagaimana? Peralatan itu menjadi sunk cost. apakah saksi pernah mendengar bahwa Mohammad Iqbal pernah menerima semacam hadiah atau pemberian dalam menangani Perkara di KPPU. Sekitar tanggal 18 atau 19 Agustus 2008 di media massa juga kita baca sudah pindah Astro itu ke Aora. ada keterangan dari Benny Pasaribu pada persidangan saya tanggal 16 April 2009. Siapa yang tanggungjawab terhadap pelanggan ini? 117 . Jadi saya pikir. hanya karena dia pindah. tidak disebutkan detailnya. yaitu : • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum tentang apakah ada aturan dalam Kode Etik tentang dokumen apa yang dikategorikan sebagai rahasia. dan saya memang agak marah. tapi dokumen yang mana. apakah ada larangan bagi anggota Majelis Komisi untuk menerima informasi dari pihak manapun. menjadi nggak ada gunanya. Kenapa kok melakukan itu. Dalam sidang Majelis kedua tanggal 22 Agustus 2008. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum.II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. apakah dalam Kode Etik ada aturan yang melarang Anggota KPPU untuk menemui pihak yang berperkara disuatu tempat tertentu. saya kejar bener. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Peraturannya belum ada. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Sebelum tanggal 22 Agustus 2008 sudah ada demo dari para pelanggan yang ingin menonton Liga Inggris. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak pernah.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. agak kesel begitu. yang disebut rahasia itu ditetapkan oleh Komisi. kita lagi sidang Majelis. Alasan komersial pun. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak eksplisit ada larangannya.” • Ketika ditanya oleh saya tentang apa yang disampaikan oleh saksi pada sidang tanggal 22 Agustus 2008.

” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. kita ngomong kepada orang AAMN.” • Ketika ditanya oleh saya tentang siapa yang hadir pada sidang Majelis Komisi tanggal 27 Agustus 2008. Ternyata malah AAMN-nya nggak hadir. malah LIPPO-nya yang hadir. dan waktu itu dia sudah janji mau hadir.” • Ketika ditanya oleh saya. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak ingat. Tinggal apakah kita nyatakan Terlapor itu bersalah atau tidak. Jadi jangan jangan karena gajah sama gajah berkelahi. kita nggak akan bisa melarang. Jadi saya minta gajah sama gajah ini kita panggil aja kesini.II. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Sepengetahuan saya yang membuat adalah Bu Anna Maria Tri Anggraini bersama tim investigator. apakah ada permintaan khusus dari Mohammad Iqbal untuk memasukkan salah satu klausul dalam amar putusan. Jadi kalau itu ditinggalkan. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Itu yang menjadi concern kita. Saya bilang ini sudah nggak bisa komunikasi lagi. siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pelanggaran itu. saksi juga mengusulkan agar pihak LIPPO dan Astro bertemu di Sidang Komisi lagi. posisi pelanduk terjepit. apakah pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. siapakah yang membuat draft putusan tanggal 27 Agustus 2008. waktu sidang Majelis komisi tanggal 22 Agustus 2008. Ternyata kita sepakat menyatakan bersalah. lalu saya tanya. khususnya butir lima. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. karena tidak terlalu ada perdebatan. Lalu kita undanglah LIPPO dengan AAMN. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. Butir lima sudah ada dalam draft putusan tanggal 27 Agustus 2008.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. tapi yang tanggung jawab terhadap kesejahteraan pelanggan ini siapa? Saya kira itu yang benar-benar saya kejar dan kelihatannya alasannya karena Astro dan LIPPO tidak bisa lagi bersepakat. Nah disitulah LIPPO ngomong bahwa ada lagi 5 (lima) surat selain yang satu surat yang kita terima itu. yang menyangkut konsumen itu baiknya tetap direkomendasi atau dipindah ke amar putusan? Bisa tidak itu dipindah? Mana yang lebih kuat? Menurut kawan118 . kita kita masuk Sidang Majelis lagi. Setelah dinyatakan bersalah.

waktu anggota Majelis Komisi satu persatu memberikan masukan. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. apakah Mohammad Iqbal pernah mengatakan adanya titipan dari pihak lain untuk 119 . Malah saya tidak dengar apa yang diusulkan oleh Pak MI. siapa yang yang melakukan perubahan.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Saya malah kata-kata injunction itu tidak pernah dengar.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. daripada direkomendasi. apa yang diusulkan secara khusus oleh Mohammad Iqbal pada waktu musyawarah pembuatan putusan. Jadi substansi pokoknya mengenai kerugian konsumen itu. Terus masuk dalam rekomendasi. bisa siapa gitu ya. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Kalau yang merumuskannya pertama tanggal 27 Agustus 2008 adalah investigator bersama Bu Anna Maria Tri Anggraini. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah kawan itu lebih bagus dipindah jadi butir lima. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak ada. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ya bisa saya. Sayapun sudah tenang aja. Saya hanya mengatakan ini konsumen dirugikan. apakah Putusan Perkara 03 selalu kolektif bertiga.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan supaya ada ‘injunction’ yang dibuat oleh Majelis Komisi. saya yang mengusulkan. ya ini harus kita perhatikan. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Dari saya dulu.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum siapakah yang menulis atau mengetik atau merumuskan diktum lima. sudah ada yang saya usulkan masuk didalam drafting-nya itu. adanya perubahan diktum lima tanggal 28 Agustus 2008 dengan diktum lima tanggal 29 Agustus 2008. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya kira yang banyak bicara waktu itu saya. Tidak pernah Pak Mohammad Iqbal mengusulkan seperti itu. Tapi kalimatnya bukan dari saya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum mengenai siapa yang mengusulkan diktum lima.II.

saksi Benny Pasaribu menjawab: “Iya. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya pribadi tidak pernah mendengar. Nah disitu itu saya corat-coret itu mungkin 120 . maka menurut saya Astro itu memang harus dikasih pelajaran supaya dia bertanggungjawab dong kepada pelanggan ini semua.” • Ketika ditanya oleh Hakim III. saya datang ketempat Bu Anna Maria Tri Anggraini. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ya. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah dimasukkan dalam Putusan. apakah pernah saksi menerima masukan dari pihak luar dalam membuat putusan. karena Liga Inggris sudah diputus. kemudian saya ikut baca-baca draft yang ada dimeja Bu Anna Maria Tri Anggraini. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Ketika Mohammad Iqbal sedang sholat Jum’at. mengenai perubahan diktum lima yang dicorat-coret oleh saksi ketika saya sedang sholat Jum’at.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apa pertimbangan yang diambil sehubungan dengan adanya surat-surat tersebut. satu tahun. kalau bukan kita. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak pernah. apakah surat-surat yang dikirim pihak Astro dipergunakan untuk membuat pertimbangan dalam Putusan.” • Ketika ditanya oleh saya.II. apakah ada keberatan dari Anggota Majelis tentang usulan butir lima. Siapa lagi kan yang harus mengurus rakyat kita ini.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh Hakim III.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. karena mereka berlangganan Liga Inggris.” • Ketika ditanya oleh Hakim III. sedangkan pelanggan ada yang sudah membayar enam bulan. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Tidak. apakah Mohammad Iqbal pernah mengusulkan secara spesifik agar AAMN tetap mempertahankan Siaran Liga Inggris dalam musyawarah Majelis Komisi. apakah Mohammad Iqbal pernah bercerita kepada saksi bahwa Mohammad Iqbal ada menerima masukan dari pihak ketiga. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Seingat saya tidak ada.

Saya kira nggak ada. Saya kira. dan ketika ditanya: “Apakah dokumen tersebut berjumlah enam surat?”. supaya ada ‘injunction’ dalam putusan perkara No. Tapi menurut saya di publik itu seolah-olah kita ini membuat skenario jahat terhadap Putusan itu. Direct Vision. yaitu: • Ketika ditanya oleh saya apakah PT. saksi Dini Melanie menjawab: “Tidak tahu”. yaitu : • Ketika ditanya oleh saya. Kebetulan aja digeledah. Saya tidak tahu apakah yang diketik dan dibacakan itu sama dengan yang saya coret. ada tugas untuk 121 . dengan apa yang saya kemukakan itu.” • Ketika Penasehat Hukum menanyakan apakah saksi mengetahui bahwa saya pernah menerima email permintaan dari orang lain. Tapi yang jadi Putusan adalah yang diketik dan di-print out. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah disitu. saksi Benny Pasaribu menjawab: “Saya kira intinya sama itu. apa Siaran itu diputuskan. 03. apakah dalam Surat Perintah Penyelidikan tanggal 15 September 2008. bukan coretan saya. setelah saya dengar ada diputuskan hubungan itu. saya kira katakata memojokkan itu dari mereka lah ya. ada keterangan dari Dini Melanie pada persidangan saya tanggal 19 Maret 2009. ada keterangan dari Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009. Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum.” • Ketika ditanya oleh saya tentang pernyataan saksi dalam Majalah Tempo edisi tanggal 26 Januari-1 Februari 2009. waktu Sidang Majelis. Saya memang agak sensitif apa namanya itu. Nah. saksi Dini Melanie menjawab: “Iya betul. Tapi yang jadi putusan itu lagi-lagi yang telah diketik.II. lalu ketemu lah yang ginigini. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. itulah yang kita baca bersama.” Disamping keterangan yang sudah dicatat oleh Penuntut Umum. menurut saya nggak salah dong kalau membela kepentingan rakyat. yang belum dicatat oleh Penuntut Umum. ya kan. saksi menjawab: “Iya”. Direct Vision pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008 memberikan dokumen tentang akan adanya pemutusan kerjasama antara Astro Malaysia dengan PT.

” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. melakukan penyelidikan. Secara garis besar tugas tim itu. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Dari Tim. apakah tugas Tim Penyelidikan tanggal 20 Juni 2008. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Nama saya terdapat di dalam Surat Perintah Penyelidikan Pak. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “20 Juni 2008”. apakah saksi ada diberi tugas untuk melakukan penyelidikan. kemudian mencatat dan melaporkan. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Kalau di dalam tim ini saya memang hanya diperintahkan untuk mendengarkan. kapan Surat Perintah Penyelidikan tersebut diberikan. apakah tugas saksi hanya mencatat. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah melakukan penyelidikan yang terkait dengan pemberian sejumlah uang kepada saya. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ya.II.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Betul. darimana saksi mengetahui nama Mohammad Iqbal. Melaporkannya ke Ketua Timnya.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. Itu saja.” • Ketika ditanya oleh Hakim Ketua. dalam Surat Perintah itu saksi ditugaskan apa. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Secara garis besar melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan pemberian sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam menangani Perkara monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” 122 . apakah benar keterangan saksi dalam BAP nomor 6.

” • Ketika ditanyakan oleh saya dan Hakim Ketua. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Belum. kapan saksi tahu akan ada pemberian sejumlah uang kepada saya. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Di Sprin.” • Ketika ditanya oleh saya. apakah surat perintah penyelidikan itu ditujukan kepada Mohammad Iqbal.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apakah ketika menerima Surat Perintah Penyelidikan tanggal 20 Juni 2008. apakah saksi pernah mendapat Surat Perintah Penyadapan.II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya ikut. Surat Penyadapan tanggal 20 Juni 2008. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada. karena saya termasuk dalam Surat Perintah Penyelidikan.” • Ketika ditanya oleh saya. Pada Surat Perintah Penyelidikan itu tidak menyebut nama Mohammad Iqbal.” • Ketika ditanya oleh saya. sehubungan dengan jawaban saksi dalam BAP nomor 6.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh saya. apakah dalam Surat Perintah Penyelidikan disebut akan adanya pemberian sejumlah uang. Bukan maksud saya. saya menjawab benar itu.” • Ketiika ditanya oleh Penasehat Hukum. tapi tidak saya masukkan ke 123 . saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya tidak tahu. saksi sudah tahu akan ada pemberian sejumlah uang. apakah saksi baru tahu akan adanya pemberian uang setelah kejadian. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Karena hanya sesuai pertanyaan penyidik mungkin ya Pak. dibagian mana. apakah saksi ada melakukan penyadapan sebelum tanggal 20 Juli 2008. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya. darimana saksi tahu akan ada pemberian sejumlah uang. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Di Surat Perintah Penyelidikan tidak menyebut nama.Lid tidak ada.

karena saya tidak melakukan transkrip.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Tapi saya lupa. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Nggak tahu saya Pak. Kemudian langkah selanjutnya Ketua Tim menyuruh saya untuk mendengarkan nomor telepon Mohammad Iqbal saja. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya sendiri Pak. saya melakukan tugas itu dari tanggal 20 Juni 2008. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah transkrip. Jai saya tidak melakukan transkripnya. Jadi seharusnya kalau sampai tanggal 20 Juli 2008 itu ada.” 124 .II.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. kenapa komunikasi antara nomor telepon Tadjuddin Noersaid dengan nomor telepon Billy Sindoro tidak dicatat. Jadi per 20 Juli 2008 dibuatkan transkrip. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Iya.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. apakah Iman Santoso bisa ditugaskan oleh Ketua Tim untuk membuka atau memberikan hasil rekaman. karena sesuai Ketua Tim. tidak berhubungan mungkin. karena menurut Ketua Tim tidak berhubungan dengan kasus. Tapi kalau catatan. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya tidak tahu.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. diketik ulang. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. dia bagian teknis Pak. Jadi saya hanya diperintahkan Ketua Tim untuk melakukan transkrip per tanggal 20 Juli 2008 saja. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya catat dan itu saya laporkan ke Ketua Tim.” • Ketika ditanya oleh Hakim IV. tidak berhubungan dengan kasus apa. apakah ada petugas lain yang ditugaskan untuk menyadap telepon Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro. apakah saksi kenal dengan Iman Santoso. apakah saksi diberi tugas juga untuk menyadap nomor telepon selain dari dua nomor telepon tersebut. Saya sendiri yang mendengarkan dan mencatat SMS.

catatan yang dibuat saksi itu ada dimana.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Terima kasih”. apakah setelah membuat catatan. saksi diikutsertakan lagi di dalam langkah selanjutnya oleh Tim tadi. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. dan sudah saya pindah.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. yang mana hasil tapping yang dibuat oleh saksi. Jadi semua yang saya catat itu yang terdengar di alat tapping. saya ganti berbentuk transkrip. saya sangat bersyukur.II. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak ada. apakah saksi tahu Mohammad Iqbal sedang menangani kasus apa di KPPU. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. kalau teknis tapping-nya itu pak Iman. Mohon diberi kesempatan untuk balas budi baik Bapak.” • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. apakah saksi pernah mencatat hasil SMS antara Tadjuddin Noersaid dengan Erry Bundjamin. apakah saksi pernah mendengar bahwa Billy Sindoro akan memberikan suatu tas kepada Mohammad Iqbal. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. apakah saksi pernah mendengar atau membaca SMS dari Billy Sindoro yang akan memberikan uang sebesar lima ratus juta rupiah kepada Mohammad Iqbal.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penuntut Umum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Seluruh pembicaraan saya mendengarkan dan mencatat.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak pada saat itu.” • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Ada di saya Bapak. Tapi kalau semua yang terdengar di alat tapping itu saya mencatat. apakah ada jawaban secara khusus dari Mohammad Iqbal atas SMS dari Billy Sindoro yang mengatakan: “Pak.” 125 . Saya tetap di ruangan.

apakah saksi ada mencatat komunikasi antara Billy Sindoro dengan yang lain. mengapa hanya nomor satu sampai delapan saja yang dimunculkan transkripnya. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Lupa saya. siapa yang membuat atau mengetik data komunikasi via SMS yang kemudian dijadikan barang bukti dalam Perkara ini. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Setiap hari banyak terjadi komunikasi Yang Mulia. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Saya mencatat. Saya tidak boleh menganalisa. Kemudian tentang langkah selanjutnya itu semua tergantung dari Ketua Tim. mencatat pembicaraan. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Sesuai dengan permintaan Ketua Tim Pak. Nah itu kemudian saya catat. yang dicatat yang ini.28.” • Ketika ditanya oleh saya. itu yang dicatat yang ini.” • Ketika ditanya oleh saya. Itu tugas saya. apakah catatan yang dibuat oleh saksi boleh di-edit. saya tidak boleh meng-edit.” 126 .” • Ketika ditanya oleh saya.” • Ketika ditanya oleh saya tentang adanya transkrip pembicaraan telepon antara saya dengan isteri. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Yang tercatat di alat itu jam 12.29.28 dan yang jam 12. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Gak boleh. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Kalau sesuai catatan saya disini dari 4800 (Mohammad Iqbal) ke 6382 (Benedict Sulaiman).29.” • Ketika ditanya oleh Hakim II. Terus kemudian yang 12. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah • Ketika ditanya oleh Penasehat Hukum.” • Ketika ditanya oleh saya tentang transkrip percakapan telepon dari Benedict Sulaiman kepada Mohammad Iqbal tanggal 16 September 2008. apakah mencatat pembicaraan telepon antara Billy Sindoro dengan Tadjuddin Noersaid.II.” • Ketika ditanya oleh saya tentang Transkrip SMS pada tanggal 27 Agustus 2008 jam 12.

Itulah beberapa keterangan saksi-saksi yang belum dicantumkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya pada Bab III FaktaFakta Persidangan. Terhadap analisa fakta ini. Hanya sebagai tambahan informasi. yang menurut saya penting untuk diketahui. Sekarang perkenankanlah saya untuk menanggapi 7 (tujuh) analisa Fakta yang diungkapkan oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya. 1. Majelis Hakim yang terhormat. kita mempunyai bahan yang lebih lengkap. saya belum menerima surat pemberhentian saya sebagai Anggota KPPU dari Presiden RI. karena memang faktanya demikian. Dalam Surat Tuntutannya Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa adalah Komisioner pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 59/P tahun 2006 tanggal 12 Desember 2006”. agar ketika membahas analisa Fakta Persidangan. bukan karena unsur kesengajaan.” 127 .II. yang isinya antara lain: “Atas nama KPPU kami sampaikan penghargaan yang setinggitingginya untuk pengabdian Saudara sebagai salah satu Anggoa KPPU selama ini dalam membangun dan berkiprah di KPPU sejak KPPU berdiri di tahun 2000. saya tidak ada tanggapan. tapi hanya karena sempitnya waktu untuk mencatat semua keterangan saksi dalam Surat Tuntutan. Saya baru menerima surat dari Ketua KPPU tanggal 25 Februari 2009. Mudah-mudahan belum dicantumkannya keterangan saksi-sksi di atas oleh Penuntut Umum. Sampai saat ini. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Majelis Hakim yang mulia. saya sampaikan bahwa sejak tanggal 5 Februari 2009 yang lalu saya telah mengajukan surat pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Bapak Presiden RI.

Disamping itu Penuntut Umum juga tidak cermat dalam mencantumkan pihak Terlapor dan pihak Pelapor dalam Perkara Liga Inggris ini.03/KPPU-L/2008. Direct Vision sebagai Terlapor dengan PT. PT. PT. PT. Padahal Penuntut Umum sudah mencantumkan barang bukti berupa dokumen terkait Perkara No. yang memuat Surat Keputusan Komisi No. AAAN. ESS dan AAMN.” Kesimpulan Penuntut Umum di atas ternyata tidak cermat. PT. Seharusnya Terlapor dalam Perkara Liga Inggris ini adalah: PT. Indosat. Dalam Surat Tuntutannya. AANM. Hal itu terlihat dari tidak cermatnya Penuntut Umum dalam menentukan tanggal penunjukan saya sebagai Anggota Majelis Komisi yang ditugaskan untuk memeriksa Perkara Liga Inggris. Telkomvision dan PT. IM2. MNC Sky Vision. perlu saya jelaskan bahwa tidak benar dalam pertemuan tersebut saya menginformasikan kepada Billy Sindoro tentang penanganan Perkara dugaan 128 . Telkom. PT. AAMN. PT.PLC. bukan PT. dan PT. Sedangkan pihak Pelapornya adalah : PT. Dalam Surat Tuntutannya Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar Terdakwa pada bulan Juli 2008 ditunjuk selaku Anggota Majelis Komisi pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang memeriksa Perkara sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris musim 2007-2010 antara PT. 3.229/KPPU/KEP/VII/2008 tanggal 21 Juli 2008 tentang Penugasan Anggota Komisi sebagai Majelis Komisi dalam Sidang Majelis Komisi Perkara No. Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa pada tanggal 21 Juli 2008 mengadakan pertemuan dengan Billy Sindoro selaku wakil dari LIPPO Group untuk melakukan pembicaraan terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh terdakwa”. ESS.II. Indosat. bukan PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 2. Indovision. Indovision selaku pihak Pelapor.AAAN. PT. AAAN. Telkom dan PT. PLC. ESS. Direct Vision. PT. PT. Sehubungan dengan kesimpulan diatas. PT. 03/KPPU-L/2008.

yang juga sudah disampaikan oleh Ketua Majelis Komisi Anna 129 . Rumah Sakit di Karawaci dan Rumah Sakit Kanker yang diberi nama Rumah Sakit Muchtar Riadi. perbankan. umum sekali. Direct Vision: tidak ditemukan bukti yang cukup adanya pelanggaran oleh PT. bicara kesana kemari. Pada pertemuan itu Billy Sindoro menceritakan beberapa kegiatan bisnis Group LIPPO diantaranya di bidang: Properti. saya ingin tegaskan bahwa informasi yang saya sampaikan kepada Billy Sindoro di atas bukan merupakan informasi yang bersifat rahasia. Informasi tersebut merupakan informasi untuk publik. yang memberitahu bahwa LHPL sudah dikirim ke Terlapor. Tapi pembicaraan umum sekali. Terlapor diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan sebelum diputus oleh Majelis Komisi. Pendidikan (Universitas Pelita Harapan). 5 Tahun 1999 berkaitan dengan Hak Siar Liga Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. dan di bidang penyiaran (PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pelanggaran UU No. Kemudian Pak Mohammad Iqbal seingat saya bertanya mengenai LIPPO. First Media. termasuk ke PT. Saya jelaskan apa yang saya tahu pada waktu itu termasuk bicara mengenai bisnis rumah sakit. Direct Vision yang juga akan dikerjasamakan dengan Group Usaha Tegas Malaysia).II. Direct Vision. ngobrol-ngobrol perkenalan.” Selain itu bahwa pada pertemuan saya dengan Billy Sindoro tanggal 21 Juli 2008 tidak ada pembicaraan mengenai sengketa Hak Siar Liga Utama Liga Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. adanya bukti pelanggaran oleh AAMN. karena kan LIPPO punya PT. properti. juga mengenai retail dan penyiaran. yang mengatakan: “Kami bertemu. Sebagai tambahan. juga diperkuat dengan adanya SMS saya kepada Billy Sindoro pada tanggal 25 Juli 2008 (empat hari setelah pertemuan). Telekomunikasi Seluler yang bekerjasama dengan Group Usaha Tegas Malaysia (kerjasama ini kemudian tidak berlanjut). Fakta di atas diperkuat oleh keterangan saksi Billy Sindoro pada persidangan tanggal 2 April 2009.

Majelis Hakim yang mulia. Penuntut Umum menyimpulkan: “Bahwa benar terdakwa telah menyampaikan informasi penanganan Perkara terkait sngketa Hak Siar Kiga Utama Unggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro melalui pertemuan dan pesan singkat (SMS)”. Dengan kata lain. yang saya beri judul “Siapa Berbuat Apa”. Apabila dicermati dengan seksama transkrip SMS antara saya dengan Billy Sindoro. yang semuanya hanya melalui SMS. tapi ditayangkan di Aora TV. kesimpulan yang yang dibuat oleh Penuntut Umum adalah kesimpulan yang mengada-ada. tetapi karena Billy Sindoro kurang enak badan dan ada acara lain. Direct Vision.II. Tidak ada komunikasi saya dengan Billy Sindoro yang dilakukan melalui percakapan telepon. sebagaimana dimuat oleh Harian Kontan tanggal 25 juni 2008. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Maria Tri Anggraini kepada Pers. maka baru pada tanggal 21 Agustus 2008 Billy Sindoro mengirim SMS kepada saya 130 . SMS saya tersebut kemudian dijawab oleh Billy Sindoro untuk minta bertemu besok pagi. saya sudah jelaskan komunikasi yang terjadi antara saya dengan Billy Sindoro. Dalam Surat Tuntutannya. 4. Sehubungan dengan kesimpulan Penuntut Umum di atas perlu saya jelaskan bahwa dalam kesaksian tertulis saya pada persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009. maka terlihat bahwa Penuntut Umum telah keliru dan salah menyimpulkan komunikasi SMS tersebut. yang dijadikan petunjuk oleh Penuntut Umum bahwa saya telah menyampaikan informasi penanganan perkara sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani KPPU kepada Billy Sindoro. Memang benar pada tanggal 19 Agustus 2008 saya mengirim SMS kepada Billy Sindoro yang isinya menanyakan tanggapan Billy Sindoro tentang informasi bahwa Siaran Liga Inggris periode 20082009 tidak lagi ditayangkan di Astro TV/PT.

guna mendengar keterangan dari Terlapor tentang adanya perkembangan yang terjadi pada saat Sidang Majelis. Yang kemudian dilakukan adalah memanggil kembali para Terlapor pada Tanggal 19 Agustus 2008 untuk menghadiri Sidang Majelis II. adalah komunikasi yang terkait tentang adanya fakta baru berupa dialihkannya Siaran Liga Inggris dari PT. saya mengirim SMS seperti di atas kepada Billy Sindoro? SMS di atas saya kirim kepada Billy Sindoro karena pada tanggal 15 Agustus 2008. Lalu kenapa. Bukan komunikasi mengenai Perkara sengketa antara Pelapor dengan Terlapor. Kemudian perlu saya jelaskan pula. terjadi pertemuan saya dengan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Tetapi rencana untuk memanggil Aora TV tidak jadi dilakukan. sebagaimana yang disimpulkan oleh Penuntut Umum dalam analisa fakta no. karena masing-masing pihak sudah saling mengadukan pihak lain ke Polisi. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah yang isinya mengusulkan waktu pertemuan II pada tanggal 22 Agustus 2008 pagi di Hotel Aryaduta Tugu Tani. Oleh karena itu. bahwa memang benar pada tanggal 22 Agustus 2008. 2 di atas. dan malahan pihak Astro Malaysia sudah mengirimkan surat tentang rencana penghentian Siaran Astro TV pada tanggal 31 Agustus 2008. komunikasi yang terjadi antara saya dengan Billy Sindoro tanggal 19 Agustus 2008. Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini memberitahu saya melalui telepon bahwa ada bukti baru berupa pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV/PT. yaitu adanya pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV/PT. Direct Vision ke Aora TV. Direct Vision/Astro TV kepada Aora TV. dan menanyakan bagaimana kalau Aora TV dipanggil / diperiksa. Pada pertemuan ini Billy Sindoro memberitahu bahwa hubungan antara LIPPO dengan Astro Malaysia sudah sulit untuk diteruskan. Direct Vision ke Aora TV.II. 131 .

30. ternyata ada 6 (enam) macam surat yang dikirim oleh pihak Astro Malaysia kepada PT.2. Direct Vision. Direct Vision dengan pihak Astro Malaysia. yang berlanjut dengan pertemuan II tanggal 22 Agustus 2008 bisa dianggap sebagai 132 . Dalam Sidang Majelis II ini pihak AAMN menjelaskan permasalahan yang terjadi antara Group LIPPO dengan Astro Malaysia yang sudah tidak mungkin diteruskan.8.13 bagian Tentang Hukum. maka copy surat yang dikirim oleh Billy Sindoro kepada saya melalui kurir yang hanya 1 (satu) macam surat menjadi tidak penting lagi bagi Majelis Komisi dalam menangani Perkara KPPU No. Direct Vision dan pihak LIPPO. Setelah kemudian diminta kepada PT. AAMN juga mengakui bahwa Astro Malaysia memang sudah mengirim surat kepada PT. Jadi adanya komunikasi melalui SMS antara saya dengan Billy Sindoro setelah pertemuan I tanggal 21 Juli 2008. yang isinya berupa pemberitahuan tentang akan diputuskannya kerjasama yang disepakati selama ini. 6 (enam) surat tersebutlah yang kemudian dijadikan dasar dalam Putusan Perkara KPPU No. 03/KPPU/L/2008. akan mempengaruhi persaingan usaha TV berbayar di Indonesia. karena adanya fakta baru berupa pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV dan adanya rencana pemutusan hubungan kerjasama antara LIPPO Group dengan Astro Malaysia. Oleh karena itulah. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Jadi dalam pertemuan ini saya malah mendapat informasi lebih jauh mengenai sudah buruknya hubungan antara LIPPO sebagai pemegang saham tidak langsung dari PT. Direct Vision copy surat yang dimaksud. yang tadinya adalah calon pemegang saham PT. Direct Vision tentang rencana pemutusan kerjasama per tanggal 31 Agustus 2008. sebagaimana diuraikan pada butir 4. kemudian Majelis Komisi mengadakan Sidang Majelis yang ke II pada tanggal 22 Agustus 2008. 03/KPPU/L/2008. Informasi yang saya peroleh dari Billy Sindoro di atas sangat berguna bagi Majelis Komisi.II. sekaligus sebagai pengelola dari Astro TV di Indonesia. Dengan diperolehnya copy 6 (enam) surat di atas.

II. dan keterangan saksi Dini Melanie. karena fakta yang terjadi bukan menunjukkan bahwa saya yang memberitahu kepada Billy Sindoro tentang penanganan Perkara terkait sengketa Hak Siar Liga Utama Inggris yang sedang ditangani oleh KPPU. keterangan saksi Benny Pasaribu. Majelis Hakim yang mulia. 5. Untuk itu perlu saya jelaskan bahwa pada tanggal 27 Agustus 2008 memang saya kembali bertemu dengan Billy Sindoro di Hotel Aryaduta Tugu Tani. 4 di atas telah keliru dan salah. saya yang memperoleh informasi dari Billy Sindoro mengenai informasi tambahan terkait adanya fakta baru yang ditemukan oleh Majelis Komisi selama Sidang Majelis Komisi berlangsung. supaya tetap menyiarkan siaran Liga Utama Inggris musim 2007-2010. lagi-lagi Penuntut Umum memperlihatkan kekeliruan dan kesalahannya. sebagaimana yang saya kutip pada tanggapan terhadap Surat Dakwaan di atas. Direct Vision. 133 . Dalam Surat Tuntutannya. Penjelasan saya di atas sesuai dengan keterangan saksi Anna Maria Tri Anggraini. Penuntut Umum menyimpulkan : “Bahwa benar terdakwa telah memenuhi permintaan Billy Sindoro agar dalam keputusan Perkara Nomor: 03/KPPUL/2008 memuat perlindungan terhadap kepentingan PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah komunikasi untuk membantu Majelis Komisi mendapatkan informasi lebih dalam tentang fakta baru yang muncul ditengah-tengah masa Sidang Majelis Komisi.” Sehubungan dengan kesimpulan di atas. tetapi fakta yang sebenarnya adalah. Pertemuan ini adalah realisasi dari permintaan waktu untuk bertemu dari Billy Sindoro kepada saya yang disampaikan melalui SMS pada tanggal 26 Agustus 2008. Oleh karenanya kesimpulan Penuntut Umum dalam analisa fakta no.

Direct Vision tidak terganggu. yang biasanya dimuat dalam Putusan. perintah untuk menghentikan kegiatan yang menimbulkan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. tanpa harus menyampaikan usulan tersebut kepada saya. 134 . sebagaimana yang dikenal dan diterapkan pada proses peradilan pada umumnya.5 Tahun 1999. Direct Vision. dan penetapan ganti rugi. KPPU hanya diberi wewenang untuk memutus perkara Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam bentuk: Penetapan tentang ada atau tidak adanya Pelanggaran terhadap UU No. penetapan pembatalan perjanjian yang terbukti bersifat anti persaingan.5 Tahun 1999. baik dalam pertimbangan Majelis Komisi atau dimuat dalam bentuk perintah pada amar Putusan.II. Sesuai dengan ketentuan UU No. pengenaan denda. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Pada pertemuan ini terdakwa Billy Sindoro menceritakan tentang hubungan antara Group LIPPO dengan Astro Malaysia yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. sebagaimana yang terungkap pada Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. dan menyampaikan usulan tentang adanya ‘injunction’ pada Putusan KPPU yang pada intinya berisi tentang jangan dihentikan dulu kerjasama antara pihak Astro Malaysia dengan PT. namun tidak pernah permintaan Billy Sindoro mengenai klausul ‘injunction’ tersebut saya usulkan dalam musyawarah Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. Selanjutnya pada tanggal 28 Agustus 2008 ada SMS-SMS dari Billy Sindoro kepada saya yang isinya menanyakan tentang ‘injunction’. yang dikemukakan oleh Anggota Majelis Komisi Benny Pasaribu. agar kepentingan konsumen PT. Disamping itu saya juga menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban KPPU dalam menangani perkara persaingan usaha untuk memperhatikan kepentingan konsumen. sebenarnya substansi usulan Billy Sindoro sudah menjadi ‘concern’ dari Majelis Komisi. Oleh karenanya. Pada pertemuan itu saya menjelaskan bahwa di KPPU tidak dikenal dan tidak ada kewenangan dari KPPU untuk memberikan Putusan berupa ‘injunction’.

Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelum ini. Terkait dengan SMS dari terdakwa Billy Sindoro kepada saya pada tanggal 28 Agustus 2008 malam yang isinya antara lain: “Mohon diberi kesempatan untuk balas budi. Direct Vision sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. tidak akan berani begitu saja menyimpulkan suatu komunikasi hanya berdasarkan kata-kata yang diucapkan atau yang tertulis. Tim Investigator dan Panitera. yang pada amar putusannya terdapat 5 (lima) diktum.1.2 pada draft Putusan yang dibuat oleh Ketua Majelis Anna Maria Tri Anggraini bersama dengan Tim Investigator dan Panitera sehari sebelumnya. 135 . akhirnya pada malam itu disepakati Putusan Perkara No.II. Apabila Penuntut Umum cermat membaca komunikasi melalui SMS antara Billy Sindoro dengan saya tanggal 28 Agustus 2008 dan tanggal 29 Agustus 2008. Rumusan Diktum 5 yang disepakati adalah: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. ” maka perlu saya tegaskan bahwa SMS tersebut tidak pernah saya respon. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT. Rumusan Diktum 5 ini kalimatnya sama persis dengan butir 8. Bagi mereka yang memahami ‘basa basi’ dalam berkomunikasi. Direct Vision. 03/KPPU/L/2008 yang dihadiri oleh semua Anggota Majelis Komisi. 03/KPPU/L/2008. Dalam sidang Majelis Komisi ini bahan bahasan untuk membuat Putusan adalah draft Putusan yang sudah disiapkan oleh Ketua Majelis Komisi Anna Maria Tri Anggraini bersama Tim Investigator dan Panitera pada tanggal 27 Agustus 2008 malam. tentu Penuntut Umum tidak akan gegabah membuat kesimpulan sebagaimana butir 5 analisa fakta di atas. pada tanggal 28 Agustus 2008 malam diadakan musyawarah Majelis Komisi untuk membahas Putusan Perkara KPPU No. Setelah melalui diskusi yang cukup intensif.

Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Komunikasi antara Billy Sindoro dengan saya melalui SMS pada tanggal 28 Agustus 2008 dan 29 Agustus 2008 mengandung nuansa ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi. saya merespon jawaban Hakim Ketua yang mulia tersebut. saksi Benny Pasaribu dan saksi Dini Melanie mengatakan bahwa tidak ada usul dari saya mengenai permintaan ‘injunction’ untuk dimasukkan dalam diktum 5 Putusan KPPU Perkara No. yang artinya : “Iya kan saja apa yang diinginkan orang lain. 03/KPPU-L/2008.II. Ketika saya dan Penasehat Hukum mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim yang mulia untuk memperoleh status tahanan kota. Sebagai seorang yang dilahirkan dari keluarga suku Minangkabau. Pada kenyataannya. Mendengar jawaban tersebut. dapat disimpulkan bahwa diktum 5 lahir karena adanya Fakta baru dalam masa Sidang Majelis. saya sudah paham apa yang dimaksud oleh Hakim Ketua. maka pada saat yang berikutnya saya akan ajukan kembali permohonan saya tadi. Di kalangan orang Minang dikenal adanya cara untuk menolak suatu permintaan dengan cara yang halus. dengan mengatakan: “Kalau saat ini permohonan saya belum dikabulkan. selalu saya gunakan cara orang Minang dalam ‘menolak’ suatu ‘permintaan’. 136 . Dalam merespon ‘permintaan’ dari Billy mengenai ‘injunction’. tetapi hampir semua suku bangsa kita juga punya cara-cara menolak secara halus. Dalam persidangan saya inipun kita jumpai cara penolakan secara halus tersebut. bukan melulu jadi kultur orang Minang saja. yang dituangkan dalam pepatah : “Iyo kan nan di urang.” Majelis Hakim yang mulia. Kesaksian yang diberikan oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini. lalu kan nan di awak”. saya terpengaruh oleh gaya bahasa dan kultur orang Minang. Cara menolak suatu permintaan secara halus di atas. Dari kesaksian ketiga saksi di atas. maka jawaban Hakim Ketua adalah: “Baik nanti kami pertimbangkan”. tapi lakukan apa yang kita maksudkan”. permintaan Billy Sindoro memang tidak ada yang saya penuhi. Oleh karenanya. yang kemudian ditindak lanjuti dengan adanya Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008.

pelanduk terjepit.2 pada rekomendasi tersebut. Hal ini terlihat dari beberapa SMS berikutnya dari Billy Sindoro yang setelah mengirim SMS yang berbunyi: “Pak sy sngt bersyukur.2. karena adanya kerugian yang dialami oleh konsumen Astro TV. Cara ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi yang lain juga digunakan oleh Billy Sindoro. butir 8. Kenapa kok Billy Sindoro sudah mengatakan saya sangat bersyukur. dijadikan sebagai rumusan dari diktum 5 Putusan yang disepakati pada musyawarah Majelis Komisi pada tanggal 28 Agustus 2008 malam. Putusan hasil musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus 2008 di atas. sebagaimana tercantum pada butir rekomendasi 8. ‘Concern’ dari saksi Benny Pasaribu inilah yang kemudian oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini bersama Tim Investigator dan panitera dirumuskan dalam draft Putusan yang dibuat tanggal 27 Agustus 2008 malam. Mhn dibri ksmtan utk balas budi baik bpk. Selanjutnya. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dalam Sidang Majelis II tanggal 22 Agustus 2008. Jadi saya minta gajah sama gajah ini kta panggil aja kesini.II.1. ketika saya sedang sholat Jum’at. saksi Benny Pasaribu mengakui bahwa saksi agak marah terhadap adanya pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV. masih mengirim beberapa SMS yang isinya mengusulkan rumusan klausul ‘injunction’.Tks”. Berdasarkan pengakuan dari saksi-saksi di atas. tapi masih mengusulkan rumusan klausul ‘injunction’? Malahan setelah Billy Sindoro mengetahui isi Putusan yang dibacakan pada tanggal 29 Agustus 2008 siang. sebab rumusan diktum 5 Putusan KPPU 137 . diubah oleh saksi Anna Maria Tri Anggraini dan saksi Benny Pasaribu pada tanggal 29 Agustus 2008. agar jelas siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pelanggaran ini”. Sehingga pada Sidang Majelis tersebut saksi mengatakan: “Jangan karena gajah sama gajah berkelahi.1. yang kemudian dikirim melalui email. pada malam harinya kembali Billy Sindoro mengirim SMS yang isinya sermacam ‘protes’ terhadap Putusan KPPU.

. ketika ditanya oleh Penasehat Hukum: “Apakah saksi pernah mendengar atau membaca SMS dari Billy Sindoro yang akan memberikan uang sebesar lima ratus juta rupiah kepada Mohammad Iqbal”. setiap memulai persidangan. saya sangat bersyukur”. yang berbunyi: “P’Iqbal mohon maaf mengganggu. Dalam persidangan saya ini. yang merupakan respon terhadap pertanyaan Billy Sindoro sebelumnya. apkh injunctions aman? Mohon berhasil ya pak. ataupun untuk memberikan uang. Disamping itu. sekaligus menunjukkan bahwa memang tidak ada ‘permintaan’ dari Billy Sindoro yang saya usulkan dalam musyawarah Majelis Komisi ketika membuat Putusan. Selain itu dalam komunikasi melalui SMS antara Billy Sindoro dengan saya. Hakim Ketua yang mulia selalu menanyakan keadaan kesehatan saya. Tks”. yang ketika ditanya oleh Penasehat Hukum : “Apakah ada jawaban secara khusus dari Mohammad Iqbal atas SMS dari Billy Sindoro yang mengatakan: Pak. saksi Rani Anindita Tranggani menyatakan: “Tidak ada”. Alhamdulillah aman”. dalam kesempatan Pembelaan ini. saya juga ingin menjelaskan mengenai kebiasaan lain dari saya dalam merespon suatu komunikasi. tidak ada fakta yang menunjukkan adanya kesepakatan antara saya dengan Billy Sindoro untuk bertemu. Kebiasaan ini lah yang juga muncul dalam hubungan komunikasi saya dengan Billy Sindoro. Fakta ini.II. Saya selalu menjawab: “Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat”. guna menyampaikan tanda balas budi. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk selalu menjawab pertanyaan seseorang kepada saya mengenai keadaan atau kabar. saksi Rani Anindita Tranggani menjawab: “Tidak. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh Billy Sindoro. Hal ini diperkuat oleh kesaksian Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009. baik pada tanggal 28 Agustus 2008 maupun setelahnya. Hakim Ketua yang mulia selalu bertanya: “Saudara Mohammad Iqbal apakah hari ini dalam keadaan sehat?”.” 138 . sebagaimana bunyi SMS saya: “Baru selesai. Begitu pula.

Dalam Surat Tuntutannya. yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift adalah bentuk balas budi dari Billy Sindoro kepada saya. maka pengiriman usulan paragraf injunction dari terdakwa Billy Sindoro melalui email tersebut sudah tidak lagi mempengaruhi Putusan yang sudah dibuat malam sebelumnya. 139 . Mengingat Putusan Perkara No.000.. juga merupakan ‘basa-basi’ dalam berkomunikasi. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris Musim 2007-2010”. Majelis Hakim yang mulia.03/KPPU/L/2008 telah selesai dibahas dan disepakati pada musyawarah Majelis Komisi tanggal 28 Agustus malam.(lima ratus juta rupiah) dari Billy Sindoro sebagai balas budi karena Terdakwa telah membantu kepentingan PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Mengenai SMS dari Billy Sindoro pada tanggal 29 Agustus 2008 kepada saya tentang usulan paragraf ‘injunction’.II.000. tidak ada satupun saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa saya telah membantu kepentingan PT. balasan SMS dari saya kepada Billy Sindoro yang mengatakan: ‘Substansinya sudah sama’. Penuntut Umum menyimpulkan: “Terdakwa pada tanggal 16 September 2008 di lantai 17 Hotel Aryaduta Tugu Tani telah menerima uang sejumlah Rp.20 WIB. Oleh karenanya. 6. 500. Disamping itu. yang akan dikirim melalui email. Sehubungan dengan kesimpulan Penuntut Umum di atas. ternyata baru dikirim oleh Benedict Sulaiman sekitar pukul 10. kembali kita melihat bahwa Penuntut Umum telah salah mengambil kesimpulan. Dari fakta di persidangan saya ini tidak ada satu saksipun yang mengatakan bahwa tas hitam yang berisi uang.

II. Direct Vision. Direct Vision. juga merupakan kesimpulan yang mengada-ada. Mohon diberi kesempatan untuk balas budi Bapak’. sebagai fakta baru. yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan sebagaimana tersebut di atas. ketika ditanya oleh Hakim Ketua: “Apakah balas budi tersebut sudah diwujudkan”. Hal ini juga diakui oleh saksi Nelia Copcaption Molato. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dalam persidangan saya tanggal 2 April 2008. saksi menjawab: “Saya tidak pernah bermaksud untuk memberikan uang kepada Pak Iqbal”. Pada persidangan tanggal 2 April 2009. karena saya waktu masuk ke ruangan tidak bawa tas”. saya pikir itu tasnya Pak Iqbal. yang dilakukan oleh PT.”. tidak pernah menjadi pokok perkara yang dilaporkan oleh Pelapor kepada KPPU. Direct Vision agar tetap menyiarkan Liga Utama Inggris musim 2007-2010. Selanjutnya ketika ditanya oleh Hakim Ketua : “Apa maksud dari penyerahan tas di lift itu”. Penuntut Umum sebenarnya tahu bahwa posisi PT. Lalu. karena tidak ada fakta yang mendukung. Setelah melalui Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan Lanjutan. saksi Nelia Concaption Molato mengatakan: “Satu minggu sebelum jadwal 140 . Jadi dengan demikian kesimpulan Penuntut Umum di atas adalah kesimpulan yang mengada-ada. Isu pengalihan penyiaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV baru muncul pada masa sidang Majelis. Begitu pula. Direct Vision dalam Perkara di KPPU adalah sebagai Terlapor. kesimpulan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya telah membantu kepentingan PT. Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan (LHPL) menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang cukup adanya pelanggaran terhadap UU No. saksi menjawab: “Waktu pak Iqbal mau keluar. Masalah pengalihan Siaran Liga Inggris dari Astro TV ke Aora TV. adalah realisasi dari SMS Billy Sindoro kepada Mohammad Iqbal yang berbunyi: ‘Pak saya bersyukur. CEO PT. 5 tahun 1999. saksi Billy Sindoro ketika ditanya oleh Penuntut Umum: “Apakah pemberian tas berisi uang pada pertemuan di kamar 1712. saksi menjawab: “Belum”.

dan kita semua kaget dengan sidang itu. perlu saya jelaskan bahwa dalam Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha No. Dan waktu keluar Putusan.” Dengan adanya kesaksian dari Nelia Concaption Molato di atas.000.06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Tim kita datang dan baru mereka tahu mengenai isu pemutusan Siaran oleh Astro di Direct Vision. makin terlihat kesalahan dari Penuntut Umum dalam menyimpulkan fakta yang ada di persidangan. Disatu sisi saksi Anna Maria Tri Anggraini.06/KPPU/Kep/XI/2000 tentang Kode Etik dan Mekanisme Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha. di sisi yang lain. khususnya yang nomor 5. 7. Direct Vision.000. Dalam Surat Tuntutannya. saksi Benny Pasaribu dan saksi Dini Melanie mengatakan bahwa tidak ada usulan yang spesifik dari saya pada waktu musyawarah Majelis Komisi untuk membuat Putusan. Jadi dari mana Penuntut Umum memperoleh kesimpulan sebagaimana pada butir 6 di atas? Majelis Hakim yang mulia. Penuntut Umum menyimpulkan: “Terdakwa menerima uang sejumlah Rp. saksi Nelia Concaption Molato mengatakan bahwa diktum 5 Putusan KPPU tidak ada kaitannya dengan PT. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pembacaan Putusan.II. ada larangan terhadap semua unsur Komisi untuk menerima sesuatu dalam bentuk uang atau hadiah yang secara langsung maupun tidak langsung patut diduga berkaitan dengan jabatannya.bertentangan dengan Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha No.” Sehubungan dengan Kesimpulan Penuntut Umum di atas. Ketentuan larangan di atas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Surat edaran yang mengatur tentang kewajiban untuk melaporkan kepada Pimpinan Sekretariat KPPU bila ada Anggota Komisi dan 141 . ada undangan dari KPPU untuk Sidang khusus. kita kaget karena itu tidak ada kaitannya dengan Liga Inggris.500.

000. Kesimpulan yang diambil jadi mengada-ada dan keliru. jelas memperlihatkan kesimpulan yang berbeda dengan Analisa fakta yang dibuat oleh Penuntut Umum. untuk kemudian segera dikembalikan kepada pengirimnya. Akibatnya. dan dilakukan penelaahan terhadap satu fakta dengan fakta yang lain. Apabila Tas hitam yang berisi uang sejumlah Rp. petugas KPK telah menghampiri saya ketika saya berada di lobby hotel Aryaduta tanggal 16 September 2008 malam. sebagaimana penerima gratifikasi lainnya. Adanya aturan internal KPPU di ataslah yang melandasi saya. 142 . 500. Majelis Hakim yang mulia. Saksi Kurnia Sya’ranie dan saksi Tadjuddin Noersaid pada persidangan saya menceritakan ada beberapa kejadian pemberian hadiah kepada Staf dan Komisioner KPPU yang kemudian dilaporkan kepada Pimpinan Sekretariat KPPU. Analisa fakta yang saya lakukan didasarkan pada fakta yang ada dipersidangan. untuk kemudian saya ambil dan sandang ketika keluar dari lift. Namun sebelum niat saya tersebut terwujud. Kesimpulan yang dibuat oleh Penuntut Umum tidak didukung oleh suatu analisa yang mendalam terhadap fakta-fakta yang ada. Sedangkan Penuntut Umum tidak melakukan penelaahan antara satu fakta dengan fakta yang lain. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah pegawai Sekretariat KPPU yang menerima hadiah dari pelaku usaha.II. maka hendaknya saya juga diperlakukan dengan cara yang sama. Analisa fakta yang saya uraikan di atas. bila ada penerima gratifikasi seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga pernah menerima gratifikasi.000. mengapa setelah mendiamkan beberapa saat tas hitam yang diletakkan oleh Billy Sindoro di lantai lift. tetapi tidak ditahan oleh KPK.(Lima Ratus Juta Rupiah) yang diberikan oleh Billy Sindoro kepada saya. maka saya seharusnya diberi kesempatan untuk melaporkannya ke KPK. dengan cara meletakkannya di Lantai Lift itu dikategorikan sebagai gratifikasi. Oleh karenanya.

Biarlah Tanggapan terhadap Analisa Yuridis ini nanti ditanggapi oleh Penasehat Hukum saya. Saya juga menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya tidak kooperatif dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan. dan tidak membuat masyarakat hilang kepercayaannya kepada lembaga KPK. karena sejak kasus saya dimunculkan secara besarbesaran di media massa cetak maupun elektronik. Saya akan langsung saja masuk pada Kesimpulan. tanggapan terhadap fakta-fakta persidangan dan tanggapan terhadap Analisa fakta yang dibuat oleh Penuntut Umum. baik berupa tanggapan terhadap Surat Dakwaan. Saya fikir. Majelis Hakim yang mulia. Dalam kesempatan ini. hal yang sama juga terjadi pada KPK. Pernyataan 143 .II. Majelis Hakim yang mulia. Saya melihat bahwa kasus Ketua KPK non-aktif Antasari Azhar tidak membuat institusi KPK tercemar. yang menunjukkan bahwa saya telah melakukan tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepada saya. Dalam Tanggapan dan Pembelaan saya ini. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Dampak dari kesimpulan yang keliru adalah Dakwaan yang lemah pembuktiannya. saya tidak akan menanggapi Analisa Yuridis dari Surat Tuntutan Penuntut Umum. saya juga menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan bahwa saya telah mencemarkan nama baik institusi dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga KPPU. saya berkesimpulan bahwa tidak ada satupun bukti yang kuat. Berdasarkan Uraian yang saya sampaikan di atas. institusi KPPU tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat tetap mempercayai lembaga KPPU.

Agama saya tidak membolehkan saya menyesali. saya selalu bersikap kooperatif dan tidak menghambat jalannya penyidikan. 144 . apakah saudara menyesal?”. saya harus juga tetap sabar dan tawakal. Tapi untuk hal inipun. Adanya kesaksian tertulis yang saya sampaikan pada waktu persidangan Billy Sindoro tanggal 19 Januari 2009 adalah bukti nyata bahwa saya malah membantu kelancaran jalannya persidangan. saya harus sabar dan tawakal menghadapi musibah tersebut. Jelas-jelas di dalam persidangan tanggal 25 Mei 2009. mengapa KPK tidak menangkap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. Begitu pula saya menyangkal pernyataan Penuntut Umum yang mengatakan saya tidak mengakui dan menyesali perbuatannya. saya tidak boleh larut dalam sesal yang mendalam. Sejak saya ditemui oleh Petugas KPK di lobby hotel Aryaduta Tugu Tani tanggal 16 Agustus 2008. Keterangan saksi petugas KPK Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. dan persidangan. mengapa saya mau bertemu dengan Billy Sindoro. Saya juga sempat menyesal.II. Sprin. Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT. sampai saat ini. yang menyatakan bahwa saya bersikap kooperatif. padahal KPK sudah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan No. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Penuntut Umum ini bertentangan dengan fakta yang ada. Kurniawan di dalam persidangan saya tanggal 23 April 2009. Saya menjawab bahwa sebagai manusia biasa pasti saya merasa menyesal atas terjadinya musibah yang menimpa saya ini. penuntutan. yang membuat hati saya menjadi tenteram. ketika Hakim yang mulia menanyakan kepada saya: “Apakah dengan terjadinya perkara yang menimpa saudara. apalagi meratapi. membuktikan bahwa pernyataan Penuntut Umum di atas keliru dan salah. Saya juga sempat menyesal. Itulah sikap yang saya ambil selama ini. musibah yang menimpa kita. Tapi sebagai seorang Muslim.Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008.

yaitu dengan mengajukan permohonan pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU kepada Bapak Presiden. 145 . Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah Karena sikap seperti di ataslah. Saya tunjukkan rasa penyesalan dengan sikap pro-aktif. maka rasa penyesalan saya tidak sekadar pemanis bibir belaka. hanya kepada Allah-lah saya memohon pertolongan. baik dihadapan sidang pengadilan ini maupun pertanggungjawaban saya kepada publik. Diatas semuanya.II. dan siap mempertanggungjawabkan perbuatan yang saya lakukan.

II. Surat Tuntutan Penuntut Umum Yang Salah 146 .

Adanya dokumen yang dibuat oleh saudara Erwin Darwis Purba (dokumen barang bukti No. dari tanggapan saya terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum.Dap -70A/01/22/VI/2008.III. Konspirasi jahat semacam ini tidak hanya akan menimpa KPPU.Kap09/01/VII 2008. saya sudah mempertanyakan: Kenapa harus seorang yang bernama Mohammad Iqbal yang harus menjadi target operasi. Kejaksaan. bukan orang lain? Kenapa saudara Billy Sindoro yang jelas-jelas sudah ada Surat Perintah Penangkapannya pada tanggal 1 Juli 2008. Pada Bagian III. Pada tanggapan tanggal 10 Februari 2009 di atas. saya menyampaikan. dan tidak tertutup kemungkinan kepada KPK sendiri. Sprin. dan kesaksian dari Penyidik KPK bernama Rani Anindita Tranggani. tanggal 1 Juli 2008. tanggal 20 Juni 2008. bentuk konspirasi jahat seperti yang saya alami ini terasa baunya. bahwa saya ini adalah korban dari suatu ‘skenario jahat’ terhadap KPPU. serta adanya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro No. Sprin. 29). yang menyatakan bahwa saksi Rani Anindita Tranggani telah menerima Surat perintah Penyadapan No. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU III. 27 dan No. 147 . apakah itu Kepolisian. Lembaga Peradilan. yang saya bacakan dalam persidangan tanggal 10 Februari 2009. tidak ditangkap oleh KPK? Lebih jauh saya menyatakan dalam tanggapan tersebut bahwa dari pengalaman saya selama ini. KORBAN SKENARIO JAHAT TERHADAP KPPU Majelis Hakim yang mulia. tetapi bisa pula menimpa lembaga pemutus lainnya. menunjukkan bahwa jauh hari sebenarnya saya sudah ditetapkan sebagai ‘Target Operasi’. tetapi saya tidak bisa membuktikannya.

Dap-70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang digunakan sebagai dasar Penyelidikan perkara saya ini tidak boleh diketahui oleh saya dan Penasehat Hukum Saya?” • “Mengapa Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 tidak ditangkap oleh KPK. tidak ada yang mengenai Billy Sindoro?” Untuk mengetahui kebenaran dari fakta-fakta diatas. Sprin. Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Untuk apa fakta tentang skenario untuk mempengaruhi KPPU yang dibuat oleh Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. tapi tidak diperiksa dalam persidangan?” Pertanyaan lain yang juga timbul adalah: • “Kenapa Surat Perintah Penyelidikan No. 27 dan No. padahal KPK sudah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan No. Namun ternyata harapan tersebut tidak dapat terpenuhi. 29. tetapi saksi yang tidak terkait langsung dengan perkara ini yang diajukan oleh Penuntut Umum. ada baiknya kita telaah satu persatu fakta-fakta diatas yang banyak menimbulkan tanda tanya: 148 . Sprin. tapi Penuntut Umum nampaknya ‘enggan’ untuk membukanya lebih jauh. yang ada dalam dokumen barang bukti No. Sprin.III. dicantumkan dalam berkas perkara.Kap-09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008?” • “Mengapa dalam persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro. seharusnya Penuntut Umum menghadirkan saksi-saksi yang terkait dengan fakta tersebut. alat bukti berupa rekaman percakapan maupun SMS serta rekaman CCTV yang diajukan oleh Penuntut Umum. Walaupun fakta-fakta yang menunjukkan adanya persekongkolan jahat tersebut ada dalam berkas perkara. hanya yang mengenai saya saja.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyadapan No. Tadinya saya berharap adanya konspirasi jahat ini dapat dibuka dalam persidangan saya. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Majelis Hakim yang mulia. Namun yang terjadi bukannya saksi yang berkompeten yang dihadirkan. Guna mengetahui mengapa Penuntut Umum enggan untuk menggali kebenaran dari fakta-fakta diatas.

pada tanggal yang sama. Bagaimana bisa. Oleh karenanya. Dalam Surat Perintah Penyadapan No. Selain itu. Sprin. Pertama. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU 1. telepon (HP) mereka? Memang KPK berwenang untuk melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan dalam melaksanakan tugas penyelidikan. Namun. Hamzah.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK -Chandra M. dalam konsideran Surat Perintah Penyadapan tersebut. dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. Disamping itu. Dari Surat Perintah Penyadapan tersebut. Hamzah. sudah ada perintah untuk menyadap no. Berdasarkan keterangan saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan tanggal 7 Mei 2009. dua orang yang belum pernah berkenalan. Sprin. Surat Perintah Penyadapan tersebut dikeluarkan 1 (satu) bulan sebelum saya berkenalan dengan Billy Sindoro.Dap70A/01/22/VI/2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK Chandra M. Surat Perintah Penyadapan No. Sprin. tugas saksi terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. saksi juga menerima Surat Perintah Penyelidikan No.Lid62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang juga ditandatangani oleh Pimpinan KPK Chandra M. menurut pendapat ahli Rudi Satrio yang dihadirkan pada 149 .III. terlihat beberapa kejanggalan. Hamzah. Kedua. Sprin. saksi diperintahkan untuk menyadap mencatat isi percakapan telepon dan SMS terhadap nomor telepon (HP) saya dan nomor telepon (HP) Billy Sindoro.Dap70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 yang diperlihatkan dihadapan Majelis Hakim yang Mulia. saksi selaku petugas penyidik KPK menerima Surat Perintah Penyadapan No. penyidikan. Surat Perintah Penyadapan tersebut dikeluarkan pada saat penanganan perkara Liga Inggris di KPPU masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. Surat Perintah Penyadapan diatas menjadi aneh bila dikaitkan dengan saya dan Billy Sindoro.

dimana pada tahap ini Tim Pemeriksaan Lanjutan KPPU baru sebatas melakukan pengumpulan bukti-bukti dan informasi-informasi terkait penanganan perkara tersebut. pada saat itu. perlu dipertanyakan kepada KPK. Adanya Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008 diatas juga menjadi aneh. Apakah KPK mendapat petunjuk dari paranormal atau memperoleh wangsit yang mengatakan bahwa nanti akan terjadi perkenalan antara saya dengan Billy Sindoro dan dari perkenalan tersebut akan terjadi tindak pidana korupsi? Kalau yang demikian dibenarkan. karena pada saat itu penanganan perkara Liga Inggris di KPPU masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan. 30 tahun 2002 yang berisi kata-kata ‘terhadap tindak pidana korupsi’ diganti saja menjadi ‘terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi di masa depan dari orang-orang yang sekarang belum berkenalan’. agar tidak terjadi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). apa indikasi dari tindak pidana korupsi yang telah saya lakukan bersama Billy Sindoro sebelum tanggal 20 Juni 2008? Padahal. pada saat itu. saya belum kenal dengan Billy Sindoro.” Hal yang sama juga ditegaskan oleh Pengamat Hukum Bambang Widjojanto. Hakim Konstitusi Harjono juga menyatakan: “Penyadapan hanya boleh dilakukan jika ada bukti permulaan. Tindakan penyadapan harus didasari pada adanya indikasi awal tindak pidana. Oleh karena itu. maka sebaiknya bagian pasal 6 huruf c UU No. Artinya. dan menimbulkan tanda tanya besar. belum ada kesimpulan apapun terhadap hasil Pemeriksaan Lanjutan terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. 150 . bahwa untuk tindakan penyadapan harus ada batasan yang jelas. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU persidangan tanggal 23 April 2009.III. menyatakan bahwa tindakan penyadapan dan merekam pembicaraan haruslah didasari adanya dugaan keras melakukan tindak pidana korupsi.

dalam berkas-berkas penanganan perkara Liga Inggris di KPPU tidak tercantum nama Billy Sindoro baik sebagai pihak terlapor maupun sebagai pihak pelapor. Sprin. terdapat sebuah fakta berupa adanya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro No. jika nama Billy Sindoro sendiri tidak tercantum dalam berkas dokumen hasil pemeriksaan Tim Pemeriksaan Lanjutan KPPU dan Billy Sindoro belum berkenalan dengan saya. Bila dilihat dari sudut Billy Sindoro. 151 .Kap09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 Di dalam dokumen berkas-berkas perkara Billy Sindoro yang terkait dengan perkara saya.III. Lantas. dari berkasberkas penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Atau dengan kata lain. Sehingga. indikasi yang digunakan KPK bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU adalah tindakan yang mengada-ada atau tidak berdasar. tidak tercantum sama sekali nama Billy Sindoro. Surat Perintah Penangkapan Billy Sindoro No. Apakah ada Surat Perintah Penyadapan terhadap Billy Sindoro tetapi terkait dengan perkara lain? 2.Kap09/01/VII/2008 pada tanggal 1 Juli 2008. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Sebagai salah seorang Anggota dalam Tim Pemeriksaan Lanjutan yang menangani perkara Liga Inggris di KPPU sampai dengan berakhirnya masa pemeriksaan lanjutan yaitu pada tanggal 18 Juli 2008. juga timbul pertanyaan. Sprin. baik sebagai pihak terlapor maupun sebagai pihak pelapor. dikeluarkannya Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008 tersebut merupakan bentuk tindakan penyalahgunaan kekuasaan oleh KPK. dalam konteks apa KPK harus menyadap isi percakapan telepon maupun SMS Billy Sindoro. indikasi tindak pidana korupsi apa yang dilakukan oleh Billy Sindoro sebelum tanggal 20 Juni 2008 terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Sebagaimana yang saya jelaskan sebelumnya.

dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan terhadap saudara Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. Lantas. Adapun garis besar tugas tim penyelidikan dalam Surat Perintah Penyelidikan tersebut adalah untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan pemberian sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam menangani perkara monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat. dalam konteks apa saudara Billy Sindoro harus ditangkap oleh KPK? Memang pada sekitar bulan Juni 2008. bila Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro tidak dalam konteks adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Oleh karenanya. saksi Rani Anindita Tranggani mengatakan bahwa saksi disamping memperoleh Surat Perintah Penyadapan.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008. Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 tersebut terkait dengan penyelidikan KPK terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Dalam persidangan saya pada tanggal 7 Mei 2008. First Media. juga memperoleh Surat Perintah Penyelidikan No. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. sudah pasti bukan dalam konteks penyelidikan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. telepon (HP) saya maupun Billy Sindoro. mulai dilakukan sejak tanggal 20 Juli 2008. media massa memuat berita bahwa KPK sedang menangani perkara dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ’mark-down’ pembayaran pajak PT.III. Oleh karenanya. Dari 2 (dua) fakta diatas. yaitu perkara Liga Inggris di KPPU. saksi Rani Anindita Tranggani mengatakan bahwa pencatatan isi percakapan telepon (HP) dan SMS terhadap no. Sprin. apakah dasar dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008 152 . timbul pertanyaan: Apakah benar. dimana Billy Sindoro merupakan Presiden Direkturnya.

First Media? Seandainya dasar dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan tersebut memang terkait dengan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. First Media maupun dengan dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. First Media. 153 . Bila hal ini dilakukan oleh KPK.III. seharusnya dengan telah dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan pada tanggal 1 Juli 2008. First Media dengan penyelidikan KPK terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Billy Sindoro sudah harus ditangkap pada tanggal 1 Juli 2008 tersebut. tidak akan pernah terjadi. mengapa KPK tidak melakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro? Ataukah ada skenario untuk menggandengkan kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU tersebut adalah mengenai adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. baik terkait atau tidak terkait dengan kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. maka barangkali saya tidak akan pernah kenal dengan Billy Sindoro dan penderitaan yang saya dan keluarga saya alami saat ini. sehingga penangkapan Billy Sindoro ditunda sampai tanggal 16 September 2008? Seharusnya apapun alasan KPK ‘menunda-nunda’ penangkapan Billy Sindoro. mengapa Surat Perintah Penyadapan tersebut harus dikaitkan dengan konteks penyelidikan terhadap adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU? Bila Surat Perintah Penangkapan tanggal 1 Juli 2008 tersebut tidak terkait dengan adanya dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi dalam kasus ‘mark-down’ pembayaran pajak PT. First Media.

berkaitan dengan penanganan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Sprin. adanya 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan terhadap dugaan adanya pelanggaran tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara Liga Inggris di KPPU ini. Hamzah Dalam persidangan tanggal 23 April 2009. saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. Sprin. Dalam persidangan tanggal 7 Mei 2009. Sehubungan dengan keterangan dari saksi-saksi penyidik KPK diatas. Sprin. Kurniawan selaku petugas penyidik KPK mengatakan bahwa mereka memperoleh Surat Perintah Penyelidikan No.III. Surat Perintah Penyelidikan No. tugas tim penyelidikan adalah untuk melakukan pengumpulan barang bukti atau keterangan-keterangan lain berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Sprin.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 untuk melakukan pengumpulan barang bukti atau keterangan-keterangan lain berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyerahan uang kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri. tetapi. Saksi baru dipanggil untuk menjalankan tugas Surat Perintah Penyelidikan No. dalam persidangan tanggal 23 April 2009.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008. Selain itu. Sprin. dalam konsideran kedua Surat Perintah Penyelidikan tersebut. Kurniawan selaku petugas penyidik KPK mengatakan bahwa memang nama saksi tercantum di dalam Surat Perintah Penyelidikan No. saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. Ternyata. juga menimbulkan 154 . saksi tidak melakukan apa-apa. saksi Rani Anindita Tranggani memperlihatkan kedua Surat Perintah Penyelidikan diatas. Selain itu.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 dan Surat Perintah Penyelidikan No. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU 3.Lid-62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 yang ditandatangani oleh Pimpinan KPK -Chandra M. yang saling berbeda satu sama lain menimbulkan tanda tanya terhadap keabsahan dari 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan tersebut.Lid-62/01/VI/2008.

Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar: Mengapa alat bukti berupa catatan/transkrip rekaman percakapan dan SMS tersebut hanya menggunakan catatan/transkrip dari hasil penyadapan nomor telepon (HP) saya saja? Pertanyaan ini tentu memerlukan jawaban dan penjelasan dari KPK. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU tanda tanya terhadap profesionalitas KPK dalam menangani dugaan adanya pelanggaran tindak pidana korupsi. menyebutkan bahwa ia selaku petugas penyidik 155 . Alat Bukti berupa Catatan Rekaman Percakapan dan SMS serta Alat Bukti berupa Video Rekaman CCTV yang Digunakan oleh Penuntut Umum Selain kejanggalan-kejanggalan mengenai keabsahan Surat Perintah Penyadapan tanggal 20 Juni 2008. catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS yang digunakan selama persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro juga menimbulkan tanda tanya.III. sedangkan catatan/transkrip hasil penyadapan percakapan maupun SMS dari dan ke telepon (HP) Billy Sindoro tidak ditampilkan maupun digunakan sama sekali dalam persidangan. HP saya saja yang dicatat dan ditampilkan. hanya catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS dari dan ke no. mengatakan bahwa saksi hanya diperintahkan untuk menyadap 2 (dua) nomor telepon dan diperintahkan oleh Ketua Tim untuk melakukan transkrip per tanggal 20 Juli 2008 saja. Saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan tanggal 7 Mei 2009. namun oleh KPK perkara-perkara tersebut dicoba untuk dikaitkan satu sama lain? 4. Apakah memang ada dua surat yang dikeluarkan dengan sengaja atau sebetulnya Surat Perintah Penyelidikan tersebut merupakan perintah penyelidikan terhadap perkara yang tidak berkaitan sama sekali. dari alat bukti berupa catatan/transkrip percakapan telepon maupun SMS yang digunakan di persidangan saya maupun persidangan Billy Sindoro. Namun. Apalagi kesaksian Rani Anindita Tranggani pada persidangan saya tanggal 7 Mei 2009.

mengapa terjadi perlakuan terhadap saya dengan Billy Sindoro oleh KPK. Kurniawan. dalam menjalankan tugas atasannya tersebut. tidak mengamati kedatangan Billy Sindoro. kedua saksi petugas KPK ini hanya mengamati kedatangan saya saja. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU KPK memang mendapat Surat Perintah Penyadapan untuk melakukan penyadapan dan pencatatan percakapan telepon dan SMS terhadap saya dan Billy Sindoro. Itupun rekaman video CCTV yang sudah direkayasa. Adanya alat bukti berupa rekaman video CCTV di atas menimbulkan tanda tanya pula. namun atas perintah Ketua Tim catatan/ transkrip yang ditampilkan hanya catatan/transkrip hasil penyadapan telepon saya saja.III. Tidak ada sama sekali rekaman yang menunjukkan kedatangan Billy Sindoro maupun keberadaan Billy Sindoro ketika di dalam lift. Pernyataan ini tentu menimbulkan tanda tanya yang lebih besar lagi: Mengapa terjadi perbedaan perlakuan terhadap saya dengan Billy Sindoro oleh KPK? Majelis Hakim yang mulia. 156 . Hal itu dapat dibuktikan dari rekaman video CCTV yang digunakan oleh Penuntut Umum dalam persidangan saya yang lebih banyak menampilkan kedatangan saya. Sesuai dengan keterangan saksi Rahmat Nur Hidayat dan Hendy F. Perbedaan perlakuan serupa juga terlihat pada alat bukti persidangan berupa video rekaman CCTV Hotel Aryaduta yang menampilkan kejadian pertemuan antara saya dan saudara Billy Sindoro di Hotel Aryaduta tanggal 16 September 2008. Namun. dan keberadaan saya ketika di dalam lift. sehubungan dengan adanya informasi bahwa akan ada penyerahan uang dari Billy Sindoro kepada saya di Hotel Aryaduta Tugu Tani pada tanggal 16 September 2008. disebutkan bahwa mereka diperintahkan secara lisan oleh atasannya untuk melakukan penangkapan terhadap saya.

saya atau KPK? 157 . terlihat adanya kejanggalankejanggalan dalam penanganan perkara saya ini dan memunculkan adanya perbedaan perlakuan oleh KPK dalam melakukan penyelidikan perkara ini. dan menjadikan saya sebagai target operasi. lantas siapa yang sebetulnya memenuhi permintaan Billy Sindoro. lantas mengapa kedatangan Billy Sindoro tidak diketahui dan tidak direkam oleh KPK? Berdasarkan keempat fakta di atas. Korban Skenario Jahat Terhadap KPPU Bila KPK sudah mempunyai informasi bahwa Billy Sindoro akan memberikan uang kepada saya terkait penanganan perkara Liga Inggris di KPPU. Peristiwa ini menimbulkan kesan bahwa KPK berupaya untuk melindungi Billy Sindoro.III. Bila memang demikian.

158 .

Pada waktu menyampaikan tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU IV. yaitu sejak saya ditetapkan sebagai tersangka okeh KPK. PERTANGGUNGJAWABAN PUBLIK SEBAGAI ANGGOTA KPPU Majelis Hakim yang mulia. 159 . saya telah mengajukan Surat Pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Bapak Presiden RI. Tadinya saya akan menyampaikan surat pengunduran diri saya sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 pada tanggal 17 September 2008. saya telah memberitahukan kepada Majelis Hakim yang mulia. Pengajuan Surat pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Presiden ini. saya lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban Publik saya selaku Anggota KPPU periode 20062011. Pengajuan Surat pengunduran diri saya ini juga saya anggap sebagai bentuk sikap pro aktif saya dalam menindaklanjuti penyesalan saya terhadap musibah yang menimpa saya. Disamping itu. bahwa sejak tanggal 5 Februari 2009. sehubungan dengan Penyidikan yang dilakukan terhadap saya oleh KPK. yang tengah mendapat musibah. Adapun alasan dari pengunduran diri saya tersebut adalah. Namun atas saran teman-teman di KPPU. sehubungan dengan penyidikan yang dilakukan oleh KPK terhadap saya. karena saya telah ditetapkan sebagai terdakwa oleh KPK sejak tanggal 31 Januari 2009. rencana pengunduran diri tersebut baru saya ajukan kepada bapak Presiden setelah saya ditetapkan sebagai terdakwa. sebagaimana yang saya sampaikan dimuka.IV.

maka dengan adanya musibah ini. serta pertangungjawaban hukum saya di Pengadilan Tipikor dalam bentuk penyampaian Pembelaan ini. musibah ini saya pertanggungjawabkan kwhadapan Allah SWT. Sebagai seorang muslim.IV. 160 . Sedangkan sebagai seorang penyelenggara negara. Oleh karena itu. yang lebih baik. maka saya berfungsi sebagai pejabat publik yang juga dikategorikan sebagai penyelenggara negara. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan usaha tidak sehat. Karena saya adalah seorang pejabat publik. saya pandang juga merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepada Allah SWT. musibah ini saya pertanggungjawabkan dihadapan sidang pengadilan ini. dengan cara sabar dan tawakal menghadapinya. pertanggungjawaban publik saya dalam bentuk pengajuan surat pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011. Pertanggungjawaban Publik Sebagai Anggota KPPU Sebagai salah seorang yang diamanahkan untuk melaksanakan UU No. Mudah-mudahan pilihan sikap hidup yang saya lakukan ini merupakan jalan yang terbaik buat saya. serta siap untuk melakukan perubahan (hijrah) dari kegiatan yang lama ke kegiatan yang baru. dan di-Ridhoi oleh Allah SWT. saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya ini dengan cara mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai Anggota KPPU periode 2006-2011 kepada Presiden.

dan tidak adanya kontrol terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan KPK. Namun sampai saat saya membacakan Tanggapan dan Pembelaaan ini saya tidak melihat adanya upaya dari KPK untuk memperhatikan permohonan saya tersebut. jika tidak adanya Sistim dan Prosedur dalam penanganan perkara di KPK. bagaimana akibat yang ditimbulkan dari adanya lembaga Kopkamtib. Kita sudah punya pengalaman waktu zaman orde baru. dan tidak ada kontrol terhadap kinerja KPK. 161 . Penutup V. Akhirnya sampailah Pembelaan saya. saya pada penutup dari tanggapan dan Pada waktu saya menyampaikan tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. saya khawatir kewenangan yang besar.V. menjadi memudar. Saat ini pada diri saya timbul kekhawatiran atas cara kerja dari institusi KPK ini. ada 2 (dua) harapan yang saya sampaikan kepada Majelis hakim yang mulia. yang punya kewenangan besar. Mengacu pada kasus yang saya alami. yang membuat harapan saya yang tadinya sangat besar terhadap KPK dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi. yang diberikan oleh Undang-Undang kepada KPK dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan menjadi bumerang. bila tidak ada sistem dan prosedur yang bagus. Kewenangan besar yang dipunyai berpotensi untuk disalahgunakan. saya melihat kejanggalankejanggalan. tapi lemah dalam kontrol serta sistem dan prosedur kerja. Malah selama persidangan saya ini. PENUTUP Majelis hakim yang mulia. Pertama saya berharap kepada KPK untuk dapat mencegah bentuk konspirasi jahat yang menimpa saya.

apakah itu mereka yang mempunyai kekuasaan politik atau uang. makin menguak kelemahan internal di KPK.V. yang memunculkan banyak pertanyaan. maka KPK akan menjadi alat dari mereka yang punya kekuasaan. Penutup Kasus yang menimpa saya ini menunjukkan buruknya Sistem dan Prosedur penanganan perkara di KPK. 162 . yang telah mengalami dampak dari penanganan perkara yang salah. dimana pada saat itu saya belum pernah berkenalan dengan Billy Sindoro? Mengapa ada perlakuan yang berbeda dalam satu perkara yang sama? Semua pertanyaan-pertanyaan di atas memperlihatkan bahwa tata cara penanganan perkara di KPK sangat lemah. kepada siapa saya harus mengadu? Siapa yang harus meluruskan kembali institusi KPK ini agar dia dapat berjalan sesuai dengan maksud didirikannya institusi ini? Saya khawatir bila tidak ada upaya pembenahan internal serta tidak adanya kontrol terhadap institusi ini. Nampaknya ‘due process of law’ tidak berjalan di KPK. ada Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro pada tanggal 1 Juli 2008. Kasus Ketua non-aktif KPK Antasari Azhar. sebelum melakukan penyadapan? Apakah penyadapan oleh KPK perlu izin dari Pengadilan? Bagaimana tata cara penanganan perkara di KPK? Mengapa dalam kasus saya ada 2 (dua) Surat Perintah Penyelidikan? Mengapa dalam satu perkara yang sama. Pertanyaan berikutnya adalah. untuk mendikte institusi ini. siapa yang bisa mengontrol kinerja KPK? Untuk orang seperti saya ini. Bagaimana sistem dan prosedur penyadapan di KPK? Apakah boleh menyadap nomor telepon 2 (dua) orang yang diduga akan melakukan tindak pidana korupsi? Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh KPK.

tuntutannya pidana penjaranya lebih tinggi. serta selalu mengiringi 163 . bagaimana bila ada 2 (dua) perkara yang dakwaan pasalnya sama. Tetapi. Sebelum mengakhiri pembacaan Tanggapan dan pembelaan ini. Majelis Hakim yang mulia. Kedua dalam tanggapan terhadap Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 10 Februari 2009. Tuntutan pidana 8 (delapan) tahun penjara oleh Penuntut Umum sangat berlebihan. tapi dalam fakta persidangannya tidak ada bukti yang cukup? Itulah yang terjadi pada diri saya sekarang ini. Isteri dan anak-anak saya yang selalu setia mendampingi saya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Sebagai contoh. Tetapi saya percaya bahwa Majelis Hakim yang mulia akan memperhatikan betul fakta-fakta yang ada dalam persidangan saya ini. tuntutannya berbeda. Penutup Majelis Hakim yang mulia. sedang untuk perkara yang satunya. Saya setuju ada perbedaan tuntutannya. padahal fakta di persidangan menunjukkan adanya bukti yang cukup. Saya melihat bahwa di KPK tidak ada pedoman dalam menuntut suatu perkara. izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih kepada : 1.V. serta uraian saya dalam Tanggapan dan pembelaan ini. Mudahmudahan Majelis Hakim yang mulia dapat memutus perkara saya ini hati nurani seorang hakim secara adil dan benar. bila fakta-fakta persidangannya berbeda. tapi yang satu tuntutan pidana penjaranya lebih kecil. untuk perkara yang dakwaan pasal-pasalnya sama. saya memohon kepada Majelis Hakim yang mulia untuk dapat memutus perkara saya ini dengan benar dan adil.

yang juga selalu memberikan perhatian. Pengurus dan Anggota Kalam Salman ITB 164 . Ketua Dewan Da’wah Islamiyah f. 4. bantuan baik moril maupun materiil. yang diusianya yang sudah lebih dari 86 tahun selalu memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada saya serta selalu mengiringi saya dengan do’a siang dan malam. serta do’anya kepada saya. yang telah memberikan perhatian. 3. Bang Buyung Nasution. 5. bantuan baik moril maupun materil. yang telah memberikan perhatian dan do’anya kepada saya. Mantan Menteri Koperasi RI d. Mas Adi Sasono. yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. Para sahabat dan teman-teman yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. Para tokoh masyarakat yang dengan tulus ikhlas telah memberikan jaminan untuk permohonan tahanan kota saya. Bang Muslimin Nasution. tokoh masyarakat. 2. Komisioner KPPU Sukarmi dan M. serta do’anya kepada saya. mantan Pembela / Penasehat Hukum saya dalam perkara ‘buku putih’ mahasiswa ITB tahun 1978 c. dan tokoh ICMI e. dan tokoh reformasi b. Para tetangga rumah tinggal saya. Nawir Messi g. Ibunda tercinta Rabiah Saleh Djamil. Mas Amien Rais. yaitu: a. 6. Ustad Syuhada Indonesia Bahri. Mantan Ketua MPR-RI. Sanak keluarga yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya.V. Penutup saya dengan do’a siang dan malam dalam menghadapi musibah dan cobaan ini. Mantan Menteri Kehutanan.

Sungguh tragis. Secara khusus kepada bang Buyung.” Majelis Hakim yang mulia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.V. dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung. saya ucapkan terima kasih kepada Tim Penasehat Hukum saya Dr. 165 .” (Q. SH. At-Taubah ayat 129). dimana teman2 seperjuangan kita yg punya kedudukan di DPR atau Lembaga lainnya semuanya takut menandatangani permohonan tahanan luar utk Pak Ton. Hendaklah diingat abang sekarang tidak lagi berfungsi sebagai Advokat. tidak ada Tuhan selain Dia. & Partners yang telah mendampingi saya sejak proses penyelidikan sampai dengan proses peradilan ini. Llm. Maqdir Ismail. Abang. Juga. sedangkan sebagai Wantimpres tidak layak/etis membuat surat jaminan. saya sangat terharu ketika melihat SMS bang Buyung kepada isteri saya yang berbunyi : “Lili ybk. Penutup Terima kasih saya yang tak terhingga atas dukungan yang diberikan kepada saya. semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil dalam menyiapkan pembelaan ini. Akhirnya Kepada Allah-lah saya berserah diri. mantan Panglima Siliwangi. Tak lupa pula.S. Maka buat saja nama abang sbg tokoh masyarakat. Abang tidak mau lagi terjadi peristiwa spt kasus Pak jendral Darsono. “Cukuplah Allah bagiku.

V. Penutup 166 .

dimana Anna Maria Tri Anggraini sebagai ketua. Tadjuddin diminta oleh Erry Bundjamin untuk membuat manuver di dalam KPPU***). Dengan advance berdasarkan succsess fee. Direct Vision). dokumen skenario oleh dua pengacara Lippo yang disita KPK dari Erwin Darwis Purba. Pertanyaan selanjutnya muncul ketika diketahui bahwa ternyata Billy Sindoro ditangkap berdasarkan Surat perintah Penangkapan yang dibuat tanggal 1 Juli 2008 (No. yaitu terlibat pada penggelapan pajak PT. (Tadjuddin adalah Komisioner KPPU dan Petinggi Partai Golkar yang sekaligus teman dekat Erry Bundjamin.AKHIR KATA Pada saat handphone Mohammad Iqbal dan Billy Sindoro mulai disadap 20 Juni 2008. Kap 09/01/VII/2008). Keduanya baru berkenalan tanggal 20 Juli 2008 atas desakan Tadjuddin Noersaid kepada Mohammad Iqbal agar mau menemui Billy Sindoro di Aryaduta. hingga cara-cara Billy Sindoro memaksa meletakkan tas 167 . “Menyoal Penggelapan Pajak First Media” mengenai Mark Down Pajak PT. mereka belum saling mengenal. 03/KPPU/L/2008.Mohammad Iqbal. Surat perintah ini muncul diduga karena KPK telah menemukan buktibukti tindak pidana Billy sebelumnya. senilai 350 Milyar). Kerah Putih Desember 2008. First Media senilai 350 Milyar yang sebelumnya ditangani oleh Polda Jabar. Penyadapan ini sangat janggal karena sebulan mendahului Surat Keputusan KPPU (tertanggal 21 Juli 2008) yang berisi Penugasan Mohammad Iqbal dan Benny Pasaribu sebagai anggota majelis yang menangani kasus Liga Inggris pada Perkara No. Penasehat Hukum PT. Mengapa penangkapan tersebut baru dilakukan tanggal 16 September 2008 untuk dugaan kasus suap senilai 500 juta? Melihat kronologis perkenalan Billy Sindoro . Direct Vision. SH. First Media Tbk. Sprin. dan kemudian diambil alih oleh KPK pada 30 Juni 2008 (TV One. SH (Senior Vice President Legal PT.

Bukti tersebut kini tersimpan rapi di meja KPK dan menggantung di persidangan Pengadilan Tipikor. kekecewaan terbesar akan dirasakan pembaca jika menyadari bahwa ternyata ada bukti terpenting yang tidak ditindaklanjuti di Persidangan Tipikor.hitam berisi uang 500 juta di lantai lift (dimana petugas KPK dan wartawan sudah ‘kadung’ ramai-ramai menunggu di lantai dasar Aryaduta). Bukti yang akan menjadi simbol keadilan jika terkuak kebenarannya. yaitu Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin. tetapi jika dibiarkan hilang akan terus menjadi tanda tanya tentang ketidak mampuan sistem hukum di negeri ini. menguatkan dugaan bahwa Billy Sindoro dilibatkan dalam ‘skenario penjebakan terhadap Mohammad Iqbal’ dan bisa jadi sebagai imbalannya melepaskan Billy Sindoro dari tuntutan tindak pidana yang mendasari dikeluarkannya Surat Perintah Penangkapan tanggal 1 Juli tersebut. Bukti itu berupa dokumen hasil pembicaraan keduanya yang menjadi skenario cikal bakal terjadinya konspirasi yang secara implisit menjadikan Mohammad Iqbal sebagai target operasi. Penuntut Umum pun tidak serius menghadirkan dua saksi kunci yang kabarnya telah hengkang ke Singapura. 168 . Mengapa Mohammad Iqbal seolah-olah ‘dipasangkan’ dengan Billy Sindoro? Bukan hanya itu.

EB akan memperkenalkan • Bantu luar biasa • Advance tidak harus memberi – based on success fee • EB harus bicara dengan Tadjudin • Manuver di dalam KPPU biar Tadjudin yang melakukan • ....................................................... ................….......... EB diperlukan oleh Tadjudin • ................................***) Kutipan dokumen barang bukti no 27................................... • Tadjudin – ada connection – member sangat berpengaruh • EB (Erry Bundjamin) lebih prefer yang masih aktif • Nama lain Benny Pasaribu (aktif baru periode baru) • Tadjudin bisa memberikan pengaruh krn very senior • Tadjudin – teman dekat EB.............. 169 ................................. • ..................................... No: I/D with Erry B (Maksudnya Internal/discussion dengan Erry Bundjamin) Date: 17/10/07 • ….ooOoo....................... • ..... dapat banyak masukan untuk WTO...... • Hubungan pribadi Ery dengan Tadjudin • Mulai dari sini. Berita Acara Penyitaan 18 September 2008 yang disita penyidik KPK dari Erwin Darwis Purba berupa catatan pembicaraan antara Erwin Darwis Purba dan Erry Bundjamin tanggal 17 Oktober 2007................. • Belum ada progress • Resume Monday • Majelis belum ada • Mengenai yang perlu kita lobby • Pak Tadjudin Nur Said-Anggota KPPU yang paling Senior • ........... • .....

.

.

.

dalam kesaksian Iman Santoso pada persidangan Mohammad Iqbal pada tanggal 30 April 2009. Yang berikut ini adalah 2 halaman Bukti Dokumen berupa “Berita Acara Pengambilan Data Elektronik” yang berasal dari Berita Acara Pemeriksaan. saksi menyatakan bahwa ia yang memastikan untuk mengambil kejadiankejadian khusus pada jam-jam tertentu.P.P. Padahal.T. maupun sebagai yang menyerahkan data. maupun Surat Perintah Tugas (S.T) Penyadapan. PENGAMBILAN DATA ELEKTRONIK TIDAK TERDAPAT NAMA IMAN SANTOSO Pada Berita Acara Pengambilan Data Elektronik. namun hal ini tidak dapat dibuktikan secara resmi melalui dokumen berkas perkara berupa S. sama sekali tidak terdapat nama Iman Santoso baik sebagai yang ditugaskan. sebagai saksi pemindahan/ pengambilan data. Penyitaan Data.Lampiran 1 LAMPIRAN 1 S.P.T. L 1-1 .

Lampiran 1 L 1-2 .

Lampiran 1 L 1-3 .

Hal ini tidak benar. tertulis bahwa nomor 628128064800 (Mohammad Iqbal) menelpon nomor 628161846382 (Benedict Sulaiman). karena yang terjadi adalah Benedict Sulaiman yang menelpon Mohammad Iqbal untuk mengkonfirmasi kedatangan Mohammad Iqbal. keterangan ini juga dibenarkan oleh saksi Rani Anindita Tranggani pada persidangan Mohammad Iqbal pada tanggal 7 Mei 2009 L 2-1 .Lampiran 2 LAMPIRAN 2 KESALAHAN PENCATATAN TRANSKRIP SMS Dalam transkrip catatan/ rekaman percakapan telepon yang ditandatangani oleh Iman Santoso.

Sprin.Kap-09/01/VII/2008.Lampiran 3 LAMPIRAN 3 SURAT PERINTAH PENANGKAPAN BILLY SINDORO TANGGAL 1 JULI 2008 Tanggal 1 Juli 2008 KPK mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan terhadap Billy Sindoro dengan No. L 3-1 . Lantas mengapa Billy Sindoro tidak segera ditangkap? Jika telah dilakukan penangkapan terhadap Billy Sindoro. perkenalan antara Mohammad Iqbal dengan Billy Sindoro pada tanggal 20 Juli 2008 tidak akan pernah terjadi.

yang jelasjelas terlihat secara kasat mata. Saat persidangan Billy Sindoro.Lampiran 4 LAMPIRAN 4 PERBEDAAN ATRIBUT TANGGAL & WAKTU CCTV Pada rekaman CCTV milik KPK yang diperlihatkan oleh Penuntut Umum saat menghadirkan Saksi Iman Santoso pada persidangan Billy Sindoro dan persidangan Mohammad Iqbal. tanggal 15 Desember 2008. ( Sumber : Video Transkrip Persidangan Billy Sindoro 15 Desember 2008 pada timer: 00:23:24 ) L 4-1 . terdapat perbedaan peristiwa dan keterangan/label waktu pada gambar CCTV. TIDAK ADA atribut tanggal dan waktu yang menunjukkan kapan peristiwa yang terekam tersebut terjadi. pada barang bukti Video Rekaman CCTV di area yang ditunjukkan oleh tanda panah.

rekaman CCTV tersebut tidak dapat dijadikan barang bukti perkara. L 4-2 . TERDAPAT label timer yang menunjukkan waktu kapan peristiwa yang terekam tersebut terjadi. Artinya. terlihat dengan jelas bahwa kedua rekaman CCTV tersebut tidak sama. ( Sumber : Video Transkrip Persidangan Mohammad Iqbal 30 April 2009 pada timer: 01:03:08 ) Dari dua bukti rekaman CCTV yang diajukan di persidangan. pada barang bukti Video Rekaman CCTV di area yang ditunjukkan oleh tanda panah. karena tidak dapat dibuktikan keabsahan datanya oleh Penuntut Umum. tanggal 30 April 2009. Dengan demikian.Lampiran 4 Tetapi saat persidangan Mohammad Iqbal. kedua rekaman CCTV tersebut telah mengalami proses EDITING/MANIPULASI.

( Sumber : Video Transkrip Persidangan Mohammad Iqbal tanggal 30 April 2009 pada timer: 01:02:14 sampai dengan 01:02-15 ) L 5-1 . menutupi label transisi video.Lampiran 5 LAMPIRAN 5 KEJANGGALAN LABEL WAKTU Pada rekaman CCTV milik KPK yang diputarkan Umum pada persidangan Mohammad Iqbal tanggal terlihat ada bar/label hitam pada bagian atas yang waktu asli dan tetap muncul walaupun sedang terjadi oleh Penuntut 30 April 2009.

Lampiran 5 L 5-2 .

Direct Vision sampai adanya kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hakhak konsumen PT. (yang menjadi dasar Penuntut Umum dalam perkara Mohammad Iqbal) Butir 8.Lampiran 6 LAMPIRAN 6 PERBEDAAN DIKTUM 5 Draft Keputusan yang dibuat Anna Maria Tri Anggraini tanggal 27-Agt-2008 (yang menjadi rekomendasi Majelis Komisi) Keputusan yang disepakati tanggal 28-Agt-2008 malam: Keputusan yang dirubah redaksionalnya oleh Anna Maria Tri Anggraini dan / atau Benny Pasaribu. saat Mohammad Iqbal sedang melaksanakan Sholat Jumat tanggal 29-Agt-2008.2 Menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan kelangsungan hubungan usaha dengan PT. FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT.1. Direct Vision. Diktum 5: Memerintahkan Terlapor IV: All Asia Multimedia Networks. Direct Vision dan tidak menghentikan seluruh pelayanan kepada pelanggan sampai adanya penyelesaian hukum mengenai status kepemilikan PT. Direct Vision. Direct Vision. Direct Vision sampai ada kejelasan penyelesaian kepentingan dan pemenuhan hak-hak konsumen PT. Diktum 5: Memerintahkan Terlapor IV : All Asia Multimedia Networks. L 6-1 . FZ-LLC untuk menjaga dan melindungi kepentingan konsumen TV berbayar di Indonesia dengan tetap mempertahankan hubungan usaha dengan PT.

Lampiran 7 LAMPIRAN 7 LIGA INGGRIS DARI KPPU KE KPK • Kesepakatan putusan : ada 5 Diktum • Rapat Majelis PROSES PENANGANAN PERKARA “LIGA INGGRIS” DI KPPU Sidang Majelis III SK Sidang Majelis & Penugasan Anggota Majelis Telp dr AMTA ttg Siaran Liga Inggris di Aora TV • Pembuatan draft putusan oleh Sidang Majelis II AMTA. Investigator & Panitera Pemberitahuan • Penyampaian pembacaan putusan pokok-pokok materi kepada terlapor putusan utk draft • Perbaikan redaksional Diktum 5 oleh AMTA & BP • AMTA tidak jadi dissenting • Telp dari BP • Telp dari AMTA • Pembacaan putusan LHPL Sidang Majelis I 20/06 • Sprin Lid: 62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 • Sprin Dap: 70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 01/07 18/07 20/07 21/07 • Mulai dibuatnya transkrip penyadapan • Perkenalan MI dan BS 07/08 15/08 22/08 27/08 28/08 29/08 15/09 16/09 Sprin Lid: 62A/01/IX/2008 tanggal 15 September 2008 Penangkapan oleh KPK Sprin Kap: 09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 terhadap BS PROSES PENANGANAN PERKARA “LIGA INGGRIS” DI KPK Keterangan : • LHPL : Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan • MI : Mohammad Iqbal • BC : Billy Sindoro • AMTA : Anna Matia Tri Angraeni • BP : Benny Pasaribu L 7-1 .

Surat Perintah Penyelidikan tanggal 15 September 2008 No. Surat Perintah Penyadapan No.Lid-62A/01/IX/2008 Keempat dokumen tersebut telah diminta oleh pihak Penasehat Hukum melalui 2 buah Surat Permohonan: 1. Sprin. 076/MIP/MI-DN/V/09. tanggal 6 Mei 2009 2. No. L 8-1 . tanggal 22 Mei 2009 (Tindasan kedua surat di atas dapat dilihat di halaman berikut) Namun. Tidak ada yang mengetahui mengapa keempat dokumen yang sangat vital tersebut TIDAK DIBERIKAN oleh Penuntut Umum. yakni : 1. Keempat dokumen tersebut dapat menguak banyak hal mengenai berbagai keanehan dan keganjilan perkara Mohammad Iqbal ini. No. ada 4 buah Surat Perintah berkenaan dengan perkara Mohammad Iqbal yang diterbitkan oleh KPK. Sprin. Sprin.Lid-62/01/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 2. Surat Perintah Penyelidikan No.Dap-70A/01/22/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 3. Surat Perintah Penangkapan No. Sprin. 064/MIP/MI-DN/V/09.Kap-09/01/VII/2008 tanggal 1 Juli 2008 terhadap Billy Sindoro 4. sampai saat sidang pembacaan Pleidooi / Pembelaan oleh Mohammad Iqbal dan tim Penasehat Hukum tanggal 8 Juni 2009. keempat dokumen tersebut TIDAK DIBERIKAN oleh Penuntut Umum kepada pihak Mohammad Iqbal. maupun Penasehat Hukum mereka.Lampiran 8 LAMPIRAN 8 SURAT PERMOHONAN BARANG BUKTI Selama proses persidangan.

Lampiran 8 L 8-2 .

Lampiran 8 L 8-3 .

: I Made Hendra Kusuma. S. Penuntut Umum I : Sarjono Turin.H. Hakim II 4. : Anwar. Hakim I 3. L 9-1 . S.B/TPK/2009/PN. S.H.H. Hakim III 5. Penuntut Umum II : Malino Pranduk. S. : Sofialdi. Penuntut Umum III: Dwi Aries Sudarto. 3. S. S.H. S. M. M. Penuntut Umum: 1. 2. Hakim IV : Edward Pattinasarani.H.M.H.H. : Moefri.H. S.H.Lampiran 9 LAMPIRAN 9 PERKARA NOMOR: 04/PID.H.. Hakim Ketua 2...H. JKT PST MAJELIS HAKIM DAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful