LANDASAN PEDAGOGIS DALAM BK

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia. Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Dengan adanya pijakan yang jelas dan kokoh diharapkan pengembangan layanan bimbingan dan konseling, baik dalam tataran teoritik maupun praktek, dapat semakin lebih mantap dan bisa dipertanggungjawabkan serta mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan, khususnya bagi para penerima jasa layanan (klien). Agar aktivitas dalam layanan bimbingan dan konseling tidak terjebak dalam berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan semua pihak, khususnya pihak para penerima jasa layanan (klien) maka pemahaman dan penguasaan tentang landasan bimbingan dan konseling khususnya oleh para konselor tampaknya tidak bisa ditawartawar lagi dan menjadi mutlak adanya. Berbagai kesalahkaprahan dan kasus malpraktek yang terjadi dalam layanan bimbingan dan konseling selama ini, seperti adanya anggapan bimbingan dan konseling sebagai “polisi sekolah”, atau berbagai persepsi lainnya yang keliru tentang layanan bimbingan dan konseling, sangat mungkin memiliki keterkaitan erat dengan tingkat pemahaman dan penguasaan konselor tentang landasan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain, penyelenggaraan bimbingan dan konseling dilakukan secara asalasalan, tidak dibangun di atas landasan yang seharusnya. Oleh karena itu, dalam upaya memberikan pemahaman tentang landasan bimbingan dan konseling, khususnya bagi para konselor, melalui makalah ini akan dipaparkan tentang beberapa landasan yang menjadi pijakan dalam setiap gerak langkah

bimbingan dan konseling yang dalam hal ini akan dibahas dua landasan yaitu landasan ilmiah dan teknologi serta landasan pedagogis. Tujuan Dalam pembuatan makalah ini. Untuk mengetahui landasan pedagogis dalam bimbingan dan konseling. Untuk mengetahui landasan ilmiah dan teknologi dalam bimbingan dan konseling. Rumusan Masalah Dalam pembuatan makalah ini ditemukan beberapa masalah. 3. yaitu sebagai berikut 1. B. Bagaimana landasan pedagogis dalam bimbingan dan konseling ? C. . Apakah yang dimaksud dengan landasan bimbingan dan konseling ? 2. adapun tujuan yang akan dicapai ialah : 1. Untuk mengetahui definisi dari landasan bimbingan dan konseling. Bagaimanakah landasan ilmiah dan teknologi dalam bimbingan dan konseling ? 3. 2.

landasan ilmiah dan teknologi. ada beberapa landasan bimbingan dan konseling. untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. Landasan Ilmiah dan Teknologi Landasan Ilmiah dalam bimbingan dan konseling memberikan isyarat bahwa praktik bimbingan dan konseling harus dilaksanakan atas dasar keilmuan. seperti landasan dalam pengembangan kurikulum. landasan sosial budaya. landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum. apabila tidak didasari oleh fundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien). Menurut Prayitno dan Erman Amti (1999). baik yang menyangkut teori-teorinya. Keilmuan Bimbingan dan Konseling . Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan professional yang memiliki dasar-dasar keilmuan. yaitu Landasan filosofis. maupun pengembangan-pengembangan layanan itu secara berkelanjutan. landasan religius. serta landasan pedagogis. dengan layanan bimbingan dan konseling. B. Maksudnya ialah siapapun yang berada dalam dunia bimbingan dan konseling harus memiliki ilmu tentang bimbingan dan konseling. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh. Definisi Landasan Bimbingan dan Konseling Landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan. Ibarat sebuah bangunan. landasan psikologi. Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktorfaktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. 1.B A B II PEMBAHASAN A. pelaksanaan kegiatannya. maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. Demikian pula.

filsafat. seperti: pengamatan. analisis dokumen. Moh. prosedur tes. psikologi. 3. seperti komputer. dengan menggunakan berbagai metode. manajemen. baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet. Pengukuran dan evaluasi karakteristik individu. 2003). Selayaknya ilmuilmu yang lain. pengentasan dan pemeliharaan/ pengembangan Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan. layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika. pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno. ilmu bimbingan dan konseling memiliki objek kajiannya sendiri. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling. wawancara. Selain dukungan sejumlah ilmu lain. inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian. misalnya ilmu statistik dan evaluasi memberikan pemahaman dan tehnik-tehnik. ilmu ekonomi. dalam bentuk “cyber counseling”. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis. praktik bimbingan dan konseling juga memerlukan dukungan perangkat teknologi. artinya ilmu dengan rujukan berbagai ilmu yang lain. pemikiran. baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Peran Ilmu Lain dan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat multireferensial. biologi memberikan pemahaman tentang kehidupan kejasmanian individu. ilmu hukum dan agama. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling.Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar keilmuan. Obyek kajian bimbingan dan konseling ialah upaya bantuan yang diberikan kepada individu yang mangacu pada ke-4 fungsi pelayanan yakni fungsi pemahaman. Sehingga perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. ilmu pendidikan. sosiologi. Pengembangan Bimbingan Konseling Melalui Penelitian . 2. pencegahan. antroplogi.

. Layanan bimbingan dan konseling akan semakin berkembangan dan maju jika dilakukan penelitian secara terus menerus terhadap berbagai aspek yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling. dan begitupula sebaliknya. Landasan Pedagogis Bimbingan dan konseling itu identik dengan pendidikan. yaitu: . Pendidikan itu merupakan salah satu lembaga sosial yang universal dan berfungsi sebagai sarana reproduksi sosial ( Budi Santoso. Melalui penelitian suatu teori dan praktek bimbingan dan konseling menemukan pembuktian tentang ketepatan/ keefektifan dilapangan. C. Artinya ketka seseorang melakukan praktik bimbingan dan konseling berarti ia sedang mendidik. 1992) Landasan pedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi. namun pengembangan yang lebih lengkap dan teruji didalam praktek adalah apabila pemikiran dan perenungan itu memperhatikan pula hasil-hasil penelitian dilapangan.Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling boleh jadi dapat dikembangkan melalui proses pemikiran dan perenungan.

Undang-Undang No. Pendidikan sebagai upaya pengembangan Individu: Bimbingan merupakan bentuk upaya pendidikan Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Gistod telah menegaskan Bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses yang berorientasi pada belajar……. yakni yang terdapat dalam Undang-Undang No. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. Bimbingan dan konseling mengembangkan proses belajar yang dijalani oleh klienkliennya. 2. Tanpa pendidikan. Seorang bagi manusia hanya akan dapat menjadi manusia sesuai dengan tuntutan budaya hanya melalui pendidikan. . Kesadaran ini telah tampil sejak pengembangan gerakan Bimbingan dan Konseling secara meluas di Amerika Serikat . 2 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat (1) ditegaskan bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Pendidikan sebagai inti Proses Bimbingan Konseling Indikator utama yang menandai adanya pendidikan ialah peserta didik yang terlibat di dalamnya menjalani proses belajar dan kegiatan bimbingan konseling bersifat normatif. kepribadian. serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Integrasi bimbingan dan konseling dengan pendidikan juga tampak dari dimasukkannya secara berkesinambungan berbagai program pelayanan bimbingan dan konseling ke dalam program-program sekolah dan madrasah. kesosilaanya dan keberagamaanya. masyarakat. kesosialisasinya. pengendalian diri. kepribadian yang mantap dan mandiri. 20/2003 juga. bagi manusia yang telah lahir itu tidak akan mampu memperkembangkan dimensi keindividualannya. kesehatan jasmani dan rohani. memiliki pengetahuan dan keterampilan. pada tahun 1953. Tujuan bimbingan dan konseling tidak boleh menyimpang dengan tujuan pendidikan nasional. disebutkan bahwa : Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. kecerdasan akhlak mulia.1. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. bangsa dan Negara.

. 3. khususnya yang menyangkut kawasan kematangan pendidikan karier.belajar untuk memahami lebih jauh tentang diri sendiri. Hal itu dapat dimengerti karena program-program bimbingan dan konseling meliputi aspek-aspek tugas perkembangan individu. Prayitno dan Erman Amti menyatakan bahwa tujuan khusus dalam pelayanan bimbingan dan konseling ialah membantu individu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Nugent (1981) mengemukakan bahwa dalam konseling klien mempelajari ketrampilan dalam pengambilan keputusan. 1975).. Hasil-hasil bimbingan dan konseling pada kawasan itu menunjang keberhasilan pendidikan pada umumnya. sedangkan tujuan umumnya ialah bimbingan itu sendiri. juga menunjang proses pendidikan pada umumnya. 1992). Lebih jauh. serta kematangan sosial. Tujuan Bimbingan dan Konseling disamping memperkuat tujuan-tujuan pendidikan. Kematangan personal dan emosional. Dengan belajar itulah klien memperoleh berbagai hal yang baru bagi dirinya. Pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan Bimbingan tujuan dan konseling Bimbingan dan konseling mempunyai tujuan khusus ( jangka pendek ) dan tujuan umum ( jangka panjang ). Pemecahan masalah. tindakan. dengan memperoleh hal-hal baru itulah klien berkembang. tingkah laku. (dalam Belkin. semuanya untuk peserta didik pada jenjang pendidikan dasar (SD dan SLTP) dan pendidikan menengah (Borders dan Drury. belajar untuk mengembangkan dan merupakan secara efektif berbagai pemahaman. Mengutip pendapat Crow and Crow. serta sikapsikap baru .

B A B III PENUTUP A. landasan sosial budaya. Pendidikan sebagai inti Proses Bimbingan Konseling. Landasan ilmiah dan teknologi berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling sebagai kegiatan ilmiah. yaitu: keilmuan bimbingan dan konseling. KESIMPULAN Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Sebagai sebuah layanan profesional. yaitu Landasan filosofis. bimbingan dan konseling harus dibangun di atas landasan yang kokoh. Pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan Bimbingan tujuan dan konseling. Landasan pedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan 3 hal. Landasan bimbingan dan konseling yang kokoh merupakan tumpuan untuk terciptanya layanan bimbingan dan konseling yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. yaitu: Pendidikan sebagai upaya pengembangan Individu: Bimbingan merupakan bentuk upaya pendidikan. landasan ilmiah dan teknologi. serta landasan pedagogis. . Landasan pedagogis berarti bimbingan dan konseling identik dengan pendidikan. pengembangan bimbingan konseling melalui penelitian.peran ilmu lain dan teknologi dalam bimbingan dan konseling. landasan psikologi. beberapa landasan bimbingan dan konseling. Landasan ini dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi. yang harus senantiasa mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. landasan religius. Landasan Ilmiah dalam bimbingan dan konseling memberikan isyarat bahwa praktik bimbingan dan konseling harus dilaksanakan atas dasar keilmuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful