AKUNTANSI PAJAK

MATERI KULIAH PENYUSUTAN FISKAL

Penyusun Oleh:

AFLY YESSIE, SE, Msi
PROGRAM S1 JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA Ta. 2008/2009

Jika nilai sisa signifikan.PENYUSUTAN FISKAL Pendahuluan Penyusutan ialah proses alokasi sebagian harga peroIehan aktiva menjadi biaya (cost allocation). Pengurangan nilai aktiva tersebut dibebankan sebagai biaya secara berangsur-angsur atau proporsional. Penyusutan dilakukan sebab masa manfaat dan potensi aktiva yang dimiliki senndiri semakin berkurang. cara penyusutannya berbeda dengan penyusutan atas gedung yang bersifat statis. yaitu : (1) nilai perolehan aktiva. Nilai sisa suatu aktiva kerapkali tidak signifikan dan dapat diabaikan dalam penghitungan jumlah yang dapat disusutkan. mesin ataa kendaraan bermotor adalah aktiva yang sifatnya bergerak. dan (4) umur aktiva. Biaya penyusutan adalah biaya) yang bukan merupakan biaya yang dikeluarkan dari kas. 1. Misalnya. SE. (2) nilai residu. Rekening biaya akan tampak dalam perhitungan rugi laba sedang akumulasi penyusutan terlihat dalam neraca. Sifat Aktiva Sifat dan cara penggunaan aktiva dalam kegiatan usaha sangat berpengaruh pada penentuan besarnya biaya penyusutan. yaitu pengluaran-pengeluaran yang dilakukan sampai aktiva yang bersangkutan siap dipakai. Nilai Residu Nilai residu ialah nilai sisa suatu aktiva yang ditaksir pada akhir masa pemakaian aktiva di perusahaan. Msi AKUNTANSI PAJAK . 2. Oleh karena itu. Nilai Perolehan Aktiva Nilai perolehan. Alokasi biaya aktiva tetap dilakukan dengan membukukannya ke rekening biaya (debet) dan ke rekening akumulasi penyusutan (kredit). (3) dasar penyusutan. 3.UMB Afly Yessie. Menurut akuntansi ada empat faktor yang harus dipertimbangkan dalam penghitungan besarnya biaya penyusutan suatu aktiva. Rekening akumulasi penyusutan merupakan rekening lawan dari rekening aktiva yang bersangkutan. Umur Aktiva Pusat Pengembangan Bahan Ajar . sehingga biaya tersebut mengurangi laba usaha. nilai tersebut diestimasi pada tanggal perolehan atau pada tanggal dilakukannya revaluasi aktiva (dalam hal ada ketentuan Pemerintah). 4. Karena itu. nilai buku aktiva dapat diketahui dengan menyandingkan nilai perolehan dengan akumulasi penyusutan.

Msi AKUNTANSI PAJAK . metode saldo-menurun/saldo-menurun-ganda ( declining/ double declining method) (2) Berdasarkan Penggunaan a. Rumus penyusutan dalam metode ini adalah: Nilai perolehan – Nilai Residu Penyusutan tiap tahun = Umur pemakaian Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Umur teknis ialah umur aktiva sesuai dengan kriteria teknis aktiva. Jika pada tahun ketiga mesin tersebut tidak dapat digunakan lagi karena ketinggalan zaman maka umur ekonomisnya menjadi lebih pendek daripada umur teknis. SE.UMB Afly Yessie. Metode anuitas (annuity method) c. Metode berdasarkan jenis dan kelompok (group and composite method) b.Umur aktiva ialah masa pemakaian aktiva dalam usaha. Umur ekonomis ialah jangka waktu pemanfaatannya secara ekonomis. misalnya mesin teknis diperkirakan dapat berumur 7 tahun. Umur ekonomis bisa lebih pendek dan umur teknis. Metode penyusutan garis lurus (straight line merthod) b. Metode jam-jasa (service hours method) b. Umur aktiva dapat dilihat dari umur teknis dan umur ekonomis. Sistem persediaan (inventory systems) Metode Penyusutan Garis Lurus Penyusutan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat harta. Biaya penyusutan aktiva dialokasikan ke tiap-tiap tahun dengan jumlah yang sama. Metode jumlah unit produksi (productive output method) (3) Berdasarkan Kriteria Lainnya a. Metode pembebanan yang menurun (penyusutan yang dipercepat): 1. Metode Penyusutan Metode penyusutan dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria berikut: (1) Berdasarkan Waktu a. metode jumlah-angka-tahun (sum of the year’s digits method) 2.

dan 1. 3/10.00 Rp 5. Dengan demikian.00. Sum of the Year’s Digits Method Metode ini adalah salah satu metode penyusutan yang dipercepat. Tarif penyusutan ditentukan dalam bentuk pecahan yang dihitung dengan cara sebagai berikut.000. Karena umurnya 4 tahun maka tarif penyusutannya adalah 25% per tahun.000. atau umur pemakaiannya 20 tahun. SE. Umur pemakaiannya adalah 4 tahun. metode ini digunakan terhadap aktiva golongan bangunan.00.00.00 Rp 5. Contoh : Harga perolehan Rp6.000.00 dengan taksiran nilal residu risidu Rp 1.000.00 – Rp 1.000.Contoh : Usaha Dairi membeli satu mesin dengan harga Rp 6.00 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .500.000.000.UMB Afly Yessie.000. Rp 6.00 = Rp 1.00.00 Rp 1.250. Tarif penyusutan yang berlaku terhadap golongan bangunan adalah 5%.00 Rp 5. sedangkan nilai residunya ditaksir Rp1.00 Jumlah Penyusutan Rp 2.000.3. 2/10 dan 1/10.00 Rp 1.000. Dasar penyusutan dalam metode ini sama dengan metode garis lurus yaitu taksiran nilai buku aktiva (Nilai perolehan-taksiran residu). Msi AKUNTANSI PAJAK .000. taksiran nilai residu tidak dipertimbangkan.00 dengan umur pemakaiain ekonomis 4 tahun. Tahun 1 2 3 4 Tarif 4/10 3/10 2/10 1/10 Dasar penyusutan Rp 5. Apabila umur aktiva sama dengan 4 tahun maka penyebut angka pecahannya adalah jumlah angka tahun yaitu 1 + 2 + 3 + 4 = 10.00 Rp 5. Dasar penyusutan golongan bangunan dalam perpajakan adalah harga perolehannya.00.2.00 Penyusutan tiap tahun = 4 Metode penyusutan garis lurus adalah salah satu metode penyusutan yang dipakai dalam perpajakan. dasar penyusutan adalah Rp 5.000. Dasar penyusutan adalah Rp5.000.00 Rp 5.000. Hanya. Angka pembilang pada tahun pertama sampai dengan keempat masing-masing adalah 4. Tarif penyusutan tahun pertama adalah 4/10.000.

kendaraan (truk).000. Msi AKUNTANSI PAJAK . Declining balance method dengan rekening terbuka (open ended) dipakai dalam penyusutan perpajakan sebelum revisi perpajakan tahun 1994. lebih sesuai apabila metode satuan produksi yang digunakan.00 dengan umur pemakaiain ekonomis 4 tahun. Karena itu.500. Dasar penyusutan pada tahun pertama sama dengan nilai perolehan.00 Rp 750.000. Tarif pajak dalam metode ini ditentukan terlebih dahulu dan besarnya sama untuk setiap tahun.000.00 Rp 1. Sistem rekening terbuka ini ternyata banyak menimbulkan masalah sehingga setelah tahun 1994 diubah menjadi sistem rekening tertutup.00 Rp 375.000. Dengan demikian penyusutan tiap tahun adalah sebagai berikut : Tahun 1 2 3 4 Nilai buku Rp 6. Dalam perpajakan metode ini disebut metode saldo menurun.Declining Balance Method Metode ini termasuk metode penyusutan yang dipercepat dan dapat dipakai dalam perpajakan.00 dengan taksiran nilal residu risidu Rp 1.00 Tarif 50% 50% 50% 50% Penyusutan Rp 3.00 Rp 3. Metode Satuan Produksi Penyusutan terhadap beberapa jenis aktiva seperti mesin.UMB Afly Yessie.00 Selama aktiva digunakan dalam produksi. rekening aktiva yang tidak ditarik dari pemakaiannya selalu terbuka.000. Contoh : Harga perolehan Rp6. Penyutan dihitung dengan mengalikan tarif dengan nilai buku yang semakin kecil. nilai buku aktiva selalu diatas nol. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .500.00 Rp 1.Ditentukan bahwa tarif pajak adalah 50% per tahun. Penyusutan dengan metode min dihitung dengan rumus sebagai berikut.00.00 Rp 750. sehingga taksiran nilai residu tidak dipertimbangkan dalam metode ini. Dasar penyusutan adalah Rp5. SE.000.

Msi AKUNTANSI PAJAK = Rp 0.000 km dan 20. Penyusutan dihitung dengan mengalikan tarif ke nilai seluruh aktiva yang sejenis.000 km Jika pada tahun pertama dan kedua truk menempuh jarak 40.00 dan Rp 1. Metode satuan produksi dapat dipakai dalam perpajakan hanya diperbolehkan terhadap usaha penambangan dan penebangan hutan. Apabila nilai perolehan truk adalah Rp6. SE. maka penyusutannya masing-masing adalah Rp2.00 100.000. Penyusutan tiap tahun adalah penyusutan tiap jenis aktiva yang dihitung dengan metode garis.000.000 km.000.Rp1. Penyusutan Grup dan Gabungan Untuk menghindari pekerjaan administrasi yang kecil-kecil.05 per km .000.Nilai perolehan – Nilai Residu Penyusutan per unit = Taksiran jumlah produksi Penyusutan setahun = Jumlah produksi setahun X Penyusutan per unit Kebaikan metode ini adalah biaya penyusutan langsung dihubungkan dengan pendapatan.00. Dalam perpajakan kelompok ini disebut golongan harta.00 maka biaya penyusutan per km dihitung sebagai berikut: Rp 6.000km.00 dan niIai residu Rp 1000. biasanya perusahaan memilih penyusutan dengan mengelompokkan aktiva ke dalam beberapa kelompok (grup). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Apabila kelompok aktiva tidak sejenis maka penyusutan dihitung dengan nama composite depreciation atau penyusutan gabungan. Semakin besar produksi.000. Contoh : Aktiva Usaha Dairi berupa truk yang diharapkan dapat dipakai menempuh jarak sejauh 100. Tarif penyusutan dihitung dengan rumus sebagai berikut : 1 Tarif penyusutan grup = Taksiran rata-rata umur grup aktiva Tarif ini diterapkan pada nilai perolehan seluruh grup aktiva.UMB Afly Yessie.00 . semakin besar pendapatan dan semakin banyak biaya penyusutan.

00 Rp 5.000.00 Tarif penyusutangrup = 1:5=20% penyusutan tiap tahun = 20% X Rp 15. Rp500. selama tahun Nilai Residu Rp 250. yaitu besarnya kandungan tambang dan potensi pohon.UMB Afly Yessie. Rp5. Nilai residu tanah pertambangan diperkirakan sebesar Rp50. SE.00.000.00 Rp 15. dan Rp7.500.00.00 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .250. Besarnya nilai yang terkena deplesi ditentukan oleh jumlah nilai sumber. Rumus yang dipakai untuk menghitung deplesi ialah : Nilai perolehan – Nilai residu Deplesi = Jumlah potansi Contoh : Suatu perusahaan membeli tanah pertambangan dengan harga Rp 250.Contoh : Usaha Dairi mempunyai tiga truk dengan nilai perolehan Rp3. Msi AKUNTANSI PAJAK .00 Deplesi Deplesi ialah istilah yang digunakan dalam akuntansi untuk menyatakan penyusutan dalam usaha pertambangan dan pengusahaan hutan.000. Perpajakan mengunakan istilah lain untuk deplesi yaitu amortisasi.000. dan Rp750.000.00.00.00 Rp 7.000.000 unit batu bara.00 = Rp 3.00 Rp 6. Diperkirakan dari tempat itu akan dapat ditambang sebanyak 100.500.500.00.00 Rp 500.000.00 Rp 750.00.000. Umur pemakaian semua truk 5 tahun Daftar Penyusutan Truk dengan Dasar Penyusutan Grup Umur Pemakaian 5 Tahun No Truk 1 2 3 Nilai Perolehan Rp 3.00 Rp 1.00 Rp 4.00 Penyusutan Rp 2. Nilai residu masing-masing truk Rp 250.00 Rp 13.750.00.000. Sumber pertambangan dan pengusahaan hutan (wasting assets) adalah harta yang berkurang secara berangsur-angsur karena penambangan atau penebangan pohon.00.000.000.

harga perolehannya dapat diamortisasikan berdasarkan metode satuan produksi dengan pembatasan sebagai berikut: 1. Ketentuan ini dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.000.00 – 50.UMB Afly Yessie.000 = Rp 2. Jumlah penambangan/penebangan Amortisasi per tahun = Taksiran total produksi/deposit 2.00 Menurut ketentuan perpajakan. SE. Penghitungan biaya deplesi per unit adalah sebagai berikut: Rp 250.000 unit x Rp 2.00 per unit Jumlah deplesi tahun ini = = 15. Biaya untuk memperoleh hak dan/atau biaya-biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun di bidang penambangan minyak dan gas bumi tanpa pembatasan persentase tertentu. Msi AKUNTANSI PAJAK .000.pertama batu bara yang telah ditambang sebesar 15. Biaya untuk memperoleh hak penambangan selain minyak dan gas bumi serta pengusahaan hutan dapat diamortisasikan dengan presentase yang tidak lebih dari 20% setahun. hak penambangan dan hak pengunanhutan termasuk harta tidak berwujud.000 unit. Ketentuan ini dapat dinyatakan dengan rumus: Jumlah penambangan Amortisasi per tahun = Tanpa total produksi Tanpa batasan = X 20% Jumlah penambangan/peflebangan yang dihasilkan setahun produksi Metode satuan = Taksiran jumlah seluruh produksi X 100% Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000 Deplesi = 100. Karena itu.00 Rp 30.

dan pada akhir masa manfaat nilai sisa buku disusutkan.000.000. Jika tariff Tahun 0 1 penyusutan ditetapkan 50% maka penghitungan penyusutan adalah Tarif 150. yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku. Sebelum revisi perpajakan tahun 1994. SE. b. penyusutannya setiap tahun adalah sebesar Rp2.000.000.00 50% 75. dengan syarat dilakukan secara taat asas.000.000 ton.Contoh : Suatu konsensi pertambangan ditaksir jumlah depositnya 100.00 (Rp40.10 Tahun 1994 Metode penyusutan yang dibolehkan dalam ketentuan adalah: a.000.000.000 Jadi.000.000.00 Penyusutan Nilai sisa buku sebagai berikut: Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Penyusutan dan Amortisasi Fiskal Menurut . Metode garis lurus atau straight line method. Persentase hasil produksi satu tahun adalah: 10. Dalam ketentuan fiskal metode ini disebut penyusutan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaaat yang ditetapkan bagi harta tersebut. Msi AKUNTANSI PAJAK .U No.00.00 75. Hal ini banyak menimbulkan persoalan.000.UMB Afly Yessie.00 dan masa manfaatnya 20 tahun.000.000 X 100% = 10% 100. Contoh penggunaan metode ini adalah sebagai berikut.00: 20). Masa manfaat dari mesin tersebut adalah 4 tahun. hak penambangan tersebut dalam setahun dalam setahun diamortisasi sebesar 10%. Hasil produksi satu tahun 10. penyusutan nilai sisa buku tidak diperkenankan. misalnya biaya peran suatu gedung sebesar Rp40. Contoh : Sebuah mesin dibeli dan ditempatkan pada bulan Juni 1995 dengan harga perolehan Rp150.000.00.000.000.000. Metode saldo menurun atau declining balance method Penyusutan atas harta berwujud dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat.

2 3 4 50% 50% 37. Penarikan Harta dari Pemakaian Penarikan harta dari pemakaian dapat terjadi karena dialihkan kepada pihak lain. Pengalihan atau penarikan harta menurut UU No. perbaikan.750. penyusutannya dimulai pada tahun selesainya pengerjaan harta tersebut.00 18. SE. masa manfaat dan tarif penyusutan harta berwujud ditetapkan sebagi berikut: Kelompok harta berwujud Masa manfaat Tarif sebagaimana pada ayat (1) I.000. pendirian. Untuk menghitung penyusutan.5% 10% Dasar Penyusutan Dasar penyusutan awal adalah semua pengeluaran untuk pembelian. 10 Tahun 1994 Pasal 4 Ayat (1) hurufd adalah karena: a) penjualan.000. atau perubahan harta berwujud. Untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan.000.25% 5% 5% 10% Garis lurus Saldo menurun penyusutan dimaksud Ayat (2) 50% 25% 12.00 Saat Dimulainya Penyusutan Pada umumnya penyusutan fiskal dimulai pada tahun pengeluaran. Bukan Bangunan Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 II.00 0 disusutkan sekaligus 18.000.000. dijual.000.000. penambahan. Bangunan Permanen Tidak permanen 4 Tahun 8 tahun l6tahun 20 tahun 20 tahun 10 tahun 25% 12. atau terjadi musibah terhadap harta tersebut.00 18. Msi AKUNTANSI PAJAK .500.00 37.UMB Afly Yessie.750.5% 6. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

000.00 Nilai sisa buku sebesar Rp 0.00 Rp 2.000. Keuntungan sebesar Rp 40. d) pengalihan harta karena hibah.000. pemecahan.00 Rp 5.00 Rp 15.000.000. Kalkulasi.00 dengan akumulasi penyusutan Rp30. atau anggota.000.000.000.00.000.00.000.00 Dalam prinsip akuntansi komersial ada tiga langkah yang dapat ditempuh sehubungan dengan penarikan harta yaitu: 1.00 Rp 5.000. menghitung besarnya akumulasi penyusutan sampai saat penarikannya. pemekaran.000. Penarikan Harta Karena Dijual Menurut Fiskal Sebuah mesin dengan nilai perolehan Rp40.00 merupakan Rp 17.00 dibebankan sebagai kerigian dalam tahun penghasilan yang menjadi objek pajak PPh. peleburan.000.00 dijual dengan harga Rp 17.00 Rp 30.000.00 Rp 40.000. penggabungan.00 Rp 2. Msi AKUNTANSI PAJAK . persekutuan. Harga jual Biaya penjualan Penerimaan neto Nilai perolehan Akumulasi penyusutan Nilai sisa buku Keuntungan pajak yang bersangkutan.b) pengalihan harta kepada perseroan. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal c) pengalihan harta kepada pemegang saham.000.000.000.000.000.000. SE.000.000.000. Apabila transaksi ini dicatat maka ayat jurnal akuntansi adalah sebagai berikut: Penerimaan kas Akumutasi penyusutan Mesin Biaya Laba Rp 17. d) pengalihan harta karena likuidasi.000.menghapus rekening aktiva dan akumulasi penyusutan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00 Rp 30.000.000.000.000. atau pengambilalihan usaha. sekutu.000.UMB Afly Yessie.000.000.000.00 Rp 5. 2. bantuan atau sumbangan.000. Biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan penjualan sebesar Rp2.000.000.00 Rp 10.

000.00 harus segera dibebankan sebagai kerugian pada tahun yang bersangkutan.penyusutan Kerugian Mesin Rp 30.00 Rp 30.000.000.UMB Afly Yessie. Kejadian ini dapat dicatat dengan ayat jurnal sebagai berikut: Ak.000.00 a. Wajib Pajak tidak perlu mencatat kerugian dalam tahun terjadinya kebakaran. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000. Jumlah penggantian belum dapat diketahui dan penundaan pembebanan kerugian tidak diajukan kepada Dirjen Pajak.000. b.000. Akuntansi mencatat transaksi dengan ayat jurnal: Kas Ak.000.000.00 c.00 diatat sebagai penghasilan dalam tahun yang bersangkutan.penyusutan Kerugian Mesin Rp 19.00 Rp 20.00 .00 Rp 20. menghitung rugi-laba penjualan. SE.000.000.000.000. Namun penyusutan mesin harus dihentikan.0000.00 Rp 30. karena itu kerugian sebesar nilai sisa buku Rp20.000.000.000. sedang penerimaan penggantian asuransi Rp19.000.3. karena itu penundaan kerugian diajukan untuk ditunda kepada Dirjen Pajak. c.000.000.Rp19.000. Sesuai ketentuan fiskal maka penarikan harta karena terbakar dicatat: a.000. Karena nilai sisa buku lebih besar daripada penggantian asuransi maka Wajib Pajak menderita rugi Rp 1.000.000.000.00). jumlah penggantian asuransi belum dapat diketahui.00 Rp 50.000.00 (Rp20.000.00.00 Rp 50. Penarikan Harta Karena Terbakar Suatumesin terbakar pada pertengahan tahun 1995 dengan keterangan sebagai berikut: Nilai perolehan Akumulasi penyusutan Nilai sisa buku: Rp 50.000. Jumlah penggantian belum dapat diketahui.000.00 dicatat sebagai kerugian. Msi AKUNTANSI PAJAK .000.000.00 b. Nilai sisa buku mesin Rp20.00 Rp 1 .000.000. Jumlah penggantian asuransi diterima pada tahun 1995 sebesar Rp19.

Tambahan dapat berupa harta baru (pembelian). ~ baik karena sebab biasa (dijual) maupun karena sebab luar biasa (force mayeuer). perbaikan. atau tambahan. perbaikan. 3 Penyusutan golongan harta 1. 2 . Jumlah awal untuk golongan 5% 10% 25% tiap tahun Tarif penyusutan 50% tiap tahun Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Afly Yessie. 2.Penyusutan Menurut Undang-Undang No 7 Tahun 1983 Adapun golongan harta dan tarif penyusutannya sebagai berikut: Golongan harta Golongan 1 Hrta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk Golongan Bangunan. atau perubahan dan dikurangkan dengan pengurangan. peningkatan kapasitas harta lama. Msi AKUNTANSI PAJAK . perbaikan. termasuk tambahan. yang mempunyai masa manfaat lebih dari empat tahun Golonga 2 Harta yang dapat disustkan dan tidak termasuk Golongan Bangunan yang mempunya Masa manfaat lebih dari empat tahun Dan tidak lebih dari 8 tahun Golongan 3 Harta yang dapat disusutkan dan yang tidak Termasuk golongan bangunan. SE. yang mempunyai Masa manfaat lebih dari 8 tahun Golongan bangunan Banguna dan harta tak bergerak lainnya. dan 3 untuk suatu tahun pajak sama dengan jumlah awal pada tahun pajak untuk golongan harta itu ditambah dengan tambahan. Penyusutan Golongan harta 1. atau perubahan yang dilakukan Dasar Penyusutan Harta Dasar penyusutan harta berwujud adalah jumlah awal tahun pajak dengan tambahantambahan dan dikurangi dengan pengurang-pengurangan.

rusutan dan Penarikan Harta Sebab Luar Biasa Penyusutan dan Amortisasi di Bidang Usaha dan Daerah Tertentu Bidang-bidang usaha tertentu adalah bidang usaha di sektor-sektor kegiatan ekonomi yang mendapat prioritas tinggi dalam skala nasional khususnya dalam rangka peningkatan ekspor termasuk bidang usaha perkebunan tanaman keras dan pertambangan. lalu diterapkan tarif penyusutan. Msi AKUNTANSI PAJAK . Daerah-daerah tertentu adalah daerah terpencil yaitu daerah yang secara ekonomis mempunyai potensi yang layak dikembangkan tetapi keadaan prasarana ekonomi pada umumnya kurang memadai dan sulit dijangkau oleh transpor umum. Bukan bangunan Harta tidak berwujud: Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok3 Kelompok4 II.UMB Afly Yessie. SE. Fasilitas perpajakan yang diberikan kepada Wajib Pajak yang bergerak di bidang-bidang usaha tertentu dan di daerah tertentu adalah: Kelompok Harta Masa Garis Lurus I.5% 10% 10% 20% 100% 50% 50% 20% Menurun Manfaat Menjadi Tarif Metode Saldo Penyusutan dan Amortisasi Berdasarkan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Bukan bagunan ini ialah harga sisa buku tahun sebelumnya yang tatap terbuka untuk penambahan harta baru dan pengurangan dengan penerimaan neto harta yang dijual. Bangunan Permanen Tidak Permanon 2 tahun 4 tahun 8 tahun 10 tahun 10 tahun 5 tahun 50% 25% 12. Penyusutan Golongan Bangunan Tarif penyusutan golongan bangunan adalah 5% dihitung dari harga perolehan.

UMB Afly Yessie. 2.Dalam ketentuan lama para penanam modal di daerah terpencil diberikan pilihan dalam menerapkan metode penyusutan yaitu : 1. disumbangkan. c. dan 3. Jumlah sebesar sisa buku dari harta yang dihibahkan. atau 2. metode penyusutan harus diterapkan secara taat asas. Metode garis lurus (straight line method) yang masa penyusutannya dapat kurang dari 20 tahuñ. b. 10% untuk masing-masing golongan harta 1. Dalam hal metode penyusutan yang digunakan adalah metode menurun secara berimbang maka penyusutan harus dilakukan berdasarkan tarif penyusutan berdasarkan golongan harta yang diatur dalam Ayat (9) yaitu 50%. 25%. atau diwariskan tersebut dikurangkan dari jumlah awal dari masingmasing golongan harta yang bersangkutan. disumbangkan. Ketentuan penyusutan ini dapat digunakan dengan tiga syarat : a. Dalam hal metode penyusutan yang digunakan dalam metode garis lurus meskipun dapat kurang dari 20 tahun tetapi tidak boleh lebib pendek dari masa manfaat harta yang disusutkan. atau diwariskan kepada pihak lain maka nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan (UU No. Metode menurun secara berimbang (declining balance method). Msi AKUNTANSI PAJAK . Penarikan Harta Karena Hibah Apabila terjadi penarikan harta berwujud dari pemakaian karena dihibahkan.10 tahun 1994 Pasal 11 Ayat (8). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . SE.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful