P. 1
Tips Menghilangkan Malas

Tips Menghilangkan Malas

|Views: 63|Likes:
Tips Hilangkan Rasa Malas
Tips Hilangkan Rasa Malas

More info:

Published by: Syamsudianto Sutarsa on Jun 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2011

pdf

text

original

TIPS Menghilangkan Malas

26Mar2008 Kategori: Nasihat Untuk Muslimah

Disusun ulang oleh: Ummu Aufa “Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu yaitu MALAS.” Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain: 1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang. 2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur. 3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur. 4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendelajendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangiwangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangiwangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar. 5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita. 6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincangbincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan mengghibah. 7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal. 8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD. Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. Wallohu A’lam bishowab. Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi penulis ataupun bagi pembaca. Selamat tinggal Malas… Maraji’: Kaifa Tatahammas Artikel www.muslimah.or.id Apakah Malas itu Penyakit? Oleh soniawibisono - 2 Maret 2009 - Dibaca 1586 Kali Tanya: Kenapa sih saya selalu merasa (dumdum_southpark@e-mail Cosmo girls). malas? Apa ini penyakit? -

Disusun Oleh : Me n’ Masehi

Jawab: Anda harus meneliti dahulu dalam dirimu. Kapankah rasa malas itu timbul? Apakah saat belajar? Ataukah saat disuruh membantu orang tua? Apakah anda juga merasa malas apabila nonton TV, bermain, ngobrol dengan teman-teman atau jalan jalan? Bedakan juga antara rasa malas, dengan rasa cepat lelah atau kekurangan energi. Kekurangan energi dapat disebabkan karena kekurangan zat besi, menderita penyakit keganasan atau penyakit penyakit yang menyebabkan metabolisme anda meningkat sehingga menguras energimu. Tetapi harus dibedakan antara merasa kurang energi atau cepat lelah, dengan rasa malas yang berasal dari pikiran kita. Kurang energi dapat ditandai dengan gejala gejala seperti perasaan lemas, berkeringat, jantung berdebar, napas terengah-engah.

Sedangkan rasa malas berasal dari pilihan diri sendiri untuk memilih merasa malas. Rasa malas bukanlah penyakit dan bukan keturunan (walaupun rasa malas dapat dicontohkan oleh orang tua, dan ditiru oleh anak). Apabila dibiarkan semakin lama bercokol dalam dirimu dan dirimu selalu memilih untuk mengikuti rasa malas tersebut, maka rasa itu akan semakin merajalela dan menjadi kebiasaan. Dengan rasa malas tersebut, anda membiarkan kesempatan berlalu, dan melalaikan tanggung jawabmu kepada Tuhan, untuk mengembangkan talenta yang anda miliki. Menurut penelitian, pada banyak kasus, kemalasan mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya harapan dan menurunnya harga diri. Rasa malas ini juga akan menjauhkan seseorang terhadap keinginan untuk mendapatkan prestasi, rasa punya harga diri yang tinggi, dan pengembangan diri. Anda harus telusuri lebih dalam lagi jauh ke lubuk dirimu. Apabila anda malas dalam segala hal, termasuk dalam hal-hal yang disenangi oleh remaja seusiamu, seperti jalan jalan, nonton, atau hobi-hobi lain, maka mungkin anda mengalami depresi. Apakah penyebab depresi itu? Harus ditelusuri lebih lanjut. Depresi dapat disebabkan oleh stress yang disadari, maupun yang tidak. Berkonsultasi lah dengan dokter atau psikolog. Apabila anda hanya malas pada hal-hal tertentu saja, seperti saat belajar atau membantu orang tua, maka simaklah ulasan berikut. Terkadang ada orang yang malas karena memilih untuk bersikap tidak peduli, atau menarik diri dari ketakutannya, rasa tidak aman, atau frustasi terhadap sesuatu hal. Contohnya orang yang takut untuk berbicara di depan orang banyak, akan memilih pendekatan pasif, yaitu malas datang, menghindari perkumpulan orang banyak dan tetap tinggal di rumah. Contoh lain adalah apabila seseorang merasa tidak sepandai kawan-kawannya, sehingga ia lebih suka terlihat sebagai ‘anak malas’ dibandingkan ‘anak kurang pandai’. Jadi apabila ia tidak melakukan pekerjaan rumah sama sekali, maka tidak ada yang akan mengkritik dan menilai hasil pekerjaan rumahnya. Kunci untuk menghadapi rasa malas adalah ‘taking action’, dan kunci nya adalah MOTIVASI. Motivasi dapat dicari dari membaca berbagai buku, menonton TV, melihat profil orang-orang yang telah bekerja keras dan akhirnya sukses, atau dengan merenungi tujuan hidup (dapat dengan pendekatan agama, berkonsultasi dengan pemuka agamamu, atau dengan guru BP mu). Memang tidaklah mudah, tetapi mulailah dengan hal-hal kecil. Seperti tersenyum, membukakan pintu untuk orang lain, mengambilkan minum untuk orang lain, dan semoga, anda juga tidak malas untuk melakukan hal-hal besar yang dapat mengembangkan talenta mu,sehingga suatu saat dapat membantu sesama dan mempertanggung jawabkannya kepada penciptaMu. You go cosmo!

Disusun Oleh : Me n’ Masehi

Bagaimana cara menghilangkan rasa malas dalam diri kita???
kadang kita punya rasa malas bagaimana cara untuk mengatasinya soalnya setiap rasa malas itu ada pada diriku aku binggung bagaimana menghilangkannya

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
Usahakan hindarin tidur siang...trus setiap waktu kosong kamu harus isi dengan hobi2 kamu supaya kamu mau melakukannya...kalo kamu bekerja terus menerus..rasa malasmu pasti akan hilang..yang penting jangan keseringan tiodur..semakin banyak tidur , kamu akan semakin malas....( eh, maksudku jangan banyak tidur siang..kalo malam2 emank harus tidur 7 jam..jangan malah di kurangin loh yah...)

Malas Musuh Kita!
Dituliskan oleh Rama Harimukti dalam kategori Tahukah Kamu, Tips dan Trik Rasa malas bukan menjadi penghalang untuk kita tidak melakukan aktivitas. Kebanyakan orang dengan malas-malasan akan menambah stamina tubuh. Namun sebenarnya malas hanya suatu hal yang dapat membuat kita kekurangan kedisiplinan. Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar Rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll. Jika keluarga besar dari rasa malas ini mudah sekali muncul dalam aktivitas sehari-hari kita, maka dijamin kinerja kita akan jauh menurun. Bahkan bisa jadi kita tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang kita inginkan. Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Berikut kiat-kiatnya: 1. Membuat Tujuan Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmenkomitmen pencapaian hidup. Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan. biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmenkomitmen pencapaian hidup.
Disusun Oleh : Me n’ Masehi

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan. 2. Mengasah Kemampuan Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmenkomitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuantujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi. 3. Pergaulan Dinamis Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik. Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total. Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri.Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak. Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.

Tiga Tips untuk Menghindari Kemalasan

Disusun Oleh : Me n’ Masehi

Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll. Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor. Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya. Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain. Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan. Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga: Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang” Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu. Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama. Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin” Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut. Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau. Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan. Anda Bukan Manusia Sempurna Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda
Disusun Oleh : Me n’ Masehi

harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna. Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit. Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya. Pengarang : Al Falaq Arsendatama Diterbitkan di: Desember 25, 2008

Disusun Oleh : Me n’ Masehi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->