P. 1
MAKALAH INTELEGENSI CERDAS

MAKALAH INTELEGENSI CERDAS

|Views: 1,436|Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Satiya Rizki Nurrakhim on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN Tidak sedikit artikel yang pernah saya baca di media elektronik Internet.

Yang mengungkapkan keprihatinan seorang psikolog mengenai kurangnya kesadaran tentang kemampuan anak yang berintelegensi tinggi yaitu CERDAS yang menyatakan bahwa banyak anak – anak berbakat itu tidak mencapai hal atau tingkat yang seharusnya dicapainya, bahkan jauh dibawah potensi intelektual mereka, hal yang sangat meresahkan. Bakat Intelektual dan bakat kreatif tidak akan hidup dan berkembang kalau pendidikannya disia – siakan dan tidak di beri perhatian khusus padahal kita mengetahui bahwa anak – anak yang sangat berbakat dapat ditandai dengan tingkat permulaan sekolah, dan kemungkinan terbesar anak – anak tersebut akan melakukan sumbangan besar terhadap negara dan masayarakat kita, dalam bidang – bidang seni, perdagangan, politik dan sains. Oleh karena itu diharapkan kepada setiap orang tua agar lebih memberikan perhatian khusus pada anak – anak yang berbakat seperti ini. Kita mengetahui bahwa anak yang berbakat itu adalah anak yang berintelegensi tinggi, yang merupakan anugerah Allah SWT. Dan dalam hal ini kita mengetahui juga bahwa Intelegensi adalah tingkat kemampuan seseorang untuk berfikir dan melakukan kreatifitas, namun intelegensi tidak selalu dominan menentukan apakah seseorang tersebut berkualitas, tapi semangat, ambisi, kegigihan dan kerajinan sebagai faktor penunjang keberhasilan seseorang selain kemampuan intelektual yang dimiliki. Tingkat Intelegensi seseorang selain dipengaruhi oleh IQ dan ESQ juga dipengaruhi oleh lingkungan dan genetik. Intelegensi identik dengan IQ ( Intellegence Quotient ) yang lebih condong untuk melakukan tes, namun tidak seluruhnya tes yang menentukan semua. Seperti halnya kreatifitas, kreatifitas adalah suatu kualitas yang sangat penting dan mendominasi yang tidak dapat diperoleh atau di ukur oleh tes IQ, karena kreatifitas adalah suatu kualitas yang dapat dianggap berasal dari manusia yang berdaya guna dan artistik, orang – orang yang mempunyai aliran atau dinamika ide – ide yang sangat luwes dan imajinatif.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

1.

Dalam konteks Intelektual seseorang, IQ di bagi dalam tingkatan beberapa kelompok : • • • • • • > 140 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 60 – 79 Genius Cerdas Rata – rata atas Rata – rata Rata – rata bawah Rendah

Beberapa hipotesa menyebutkan bahwa tes IQ akan tetap relatif sama sepanjang pertumbuhan anak, walaupun benar hal ini tapi terdapat beberapa pengecualian korelasi antara IQ pada umur 2 tahun dengan 18 tahun adalah kurang dari 0.4, sedang korelasi antara 8 dengan 18 tahun adalh lebih dari 0.8 sesudah umur 10 tahun tercapailah batas tahan uji tes itu sendiri yang berada sekitar 0.9. Namun untuk penjelasan yang lebih mendetail akan saya jelaskan mengenai Intelegensi ”Cerdas” sebab dalam makalah ini saya mengambil tema Intelektual ”Cerdas” yang akan saya jelaskan pada bab selanjutnya yaitu bab Pembahasan Umum.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

2.

PEMBAHASAN UMUM Cerdas lebih di kenal dengan seseorang yang memiliki kemampuan Intelektual tinggi. Tapi seorang Cerdas dapat dikatakan berbakat, dalam konteks ini berbakat sebagai suatu deskripsi untuk seseorang yang sangat cemerlang dipakai, jadi bukan Intelegensi atau mampu. Karena definisi dari istilah berbakat dimaksudkan untuk merangkap suatu lingkungan yang lebih luas, jadi termasuk seseorang dengan bakat atau potensi yang lain dan bukan hanya berhubungan jelas dengan Intelegensi ( yang nampak sebagai kemampuan untuk memecahkan problem dan kemampuan untuk mengerti dan melihat hubungan – hubungan ). Jadi seseorang cerdas dapat dikatakan sebagai orang – orang berbakat yang perkembangan mentalnya lebih maju di atas rata – rata di bandingkan orang – orang sekitar lingkungan. Problem untuk menandai anak – anak berbakat tidaklah mudah, kemungkinan ada sebagian kecil anak – anak muda yang berpotensi namun menyembunyikan kemampuannya guna menyesuaikan diri kepada kelompok mereka dimana mereka berada. beberapa ciri yang menandai orang berbakat / Cerdas : • Memiliki daya luar biasa dalam penalaran dalam perlakuan abstraksi –

abstraksi, dalam pembuatan generalisasi dari fakta – fakta yang khusus, dalam pemahaman makna – makna dan penglihatan akan hubungan – hubungan. • • • Mempunyai keingintahuan intelektuil yang besar. Mudah dan cepat belajar. Lebih unggul dalam kualitas dan kuantitas perbendaharaan kata di

bandingkan anak – anak lain sebayanya. • • • Sanggup mengingat dengan cepat. Sering menggunakan perpustakaan dengan efektif Lebih unggul dalam matematika, istimewa dalam pemecahan masalah.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

3.

Dari ciri – ciri tersebut diatas seseorang berbakat juga dapat digolongkan sebagai orang yang ambisius, dapat dipercaya, energik, bersahabat, bahagia, jujur, dan lebih bersifat menyelidik, mereka menyukai lelucon, mereka merupakan pemimpin – pemimpin, mereka sopan dan lebih rapi. Adalah kewajiban para orang tua untuk memupuk perkembangan bakat yang luar biasa itu untuk keuntungan generasi berikutnya, para orang tua yang sudah beruntung memiliki anak yang sangat berbakat harusnya memberikan perhatian khusus. Sebab kegagalan orang tua memberikan dorongan pada anak – anak berbakat tersebut menimbulkan suatu pemborosan talenta yang sangat besar sekali. Namun keberadaan anak – anak berbakat / Cerdas di Indonesia belum memperoleh perhatian yang khusus sehingga banyak anak – anak yang seharusnya mencapai hal yang lebih, sesuai potensi yang dimilikinya namun malah mereka mencapai jauh di bawah potensi intelektual mereka, padahal keberadaan anak – anak tersebutlah yang dapat memberikan perubahan yang besar dan nyata bagi bangsa Indonesia, memberikan Inovasi terbaru bagi bangsa, serta memberikan sumbangan yang sangat besar bagi bangsa atau mungkin Dunia, selama anak tersebut di didik dengan baik serta tertanam pada dirinya iman dan taqwa kelak akan menjadi pemimpin yang luar biasa, jika anak – anak tersebut di berikan perhatian khusus dan diberikan sarana – sarana yang dapat menunjang perkembangan tingkat intelektuil mereka. Teristimewa keberadaan anak – anak berbakat / Cerdas itu berasal dari keluarga miskin yang terbatas untuk mengenyam pendidikan gratis hingga SMP, selanjutnya pendidikan SMA yang akan digratiskan belum terealisasi. Sesuatu yang sangat miris sekali, anak berbakat namun tidak mengenyam pendidikan. Berbeda dengan Amerika yang lebih memberikan perhatian khusus pada anak – anak berbakat, bahkan amerika sebagai pelopor untuk Gerakan Anak – anak Berbakat di awal

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

4.

tahun 60’an. Di Inggris, Perserikatan Nasional untuk Anak – Anak Berbakat berdiri pada bulan Maret tahun 1966. Suatu Dewan Dunia untuk anak berbakat, berdiri sesudah konggres Dunia mengenai anak – anak berbakat di adakan di London pada Bulan September tahun 1975. Itulah beberapa contoh upaya pemerintah negara berkembang yang memberikan perhatian khusus pada anak – anak cerdas yang bisa di jadikan contoh untuk negara kita agar lebih memberikan perhatian khusus pada anak – anak seperti itu. Dan itu merupakan derajat seseorang yang bisa menjadi panutan bagi kita, contoh seorang publik figur yang dapat dijadikan panutan Ialah Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

5.

Biografi Albert Einstein 1. Masa muda dan universitas Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di StuttgartBad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya. Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam. Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen. Albert menghabiskan masa

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

6.

kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya. Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan. Pada 1898, Einstein Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas” 7.

menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah. 2. Kerja dan Gelar Doktor Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich. Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:

Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas” 8.

fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922. April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Z�rich. Mei : papernya tentang gerak Brown. Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter K�rper (Elektrodinamika benda bergerak). September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

9.

Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005. Itulah sepenggal kisah seorang publik figur d``an biografi yang patut di jadikan contoh panutan, dia memberikan contoh seorang figur cerdas, dengan berbagai tindakan yang

membuahkan hasil, dengan memberikan sumbangan luar biasa dalam dunia sains yaitu penemuan – penemuan yang berujung dengan penghargaan Nobel Bidang Fisika.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

10.

TIMBUL PERMASALAHAN Tanpa disadari suatu permasalahan bisa timbul akibat seseorang yang memiliki intelegensi cerdas, misal seseorang menyadari kemampuan intelektual dirinya namun kurang mengarahkan dalam hal kebaikan maka, orang tersebut dapat bertindak buruk dan merugikan orang lain. Tidak jauh, saya akan ambil contoh seorang profesional cerdas Informatika yang tak terarah dia akan menciptakan virus yang merugikan banyak orang untuk tujuan komersil. apalagi anak – anak yang belum dewasa, hal ini menjadikan seorang anak lebih hiperaktif, hal itu bisa meresahkan orang – orang sekitarnya bila hiperaktif tidak terarah dengan baik akan menjurus hal negatif, anak akan menjadi nakal. Sebab tidak semua anak berbakat itu baik, bila tidak di arahkan. seperti contoh Albert Enstein dimasa kanak – kanaknya ia lebih cenderung menjadi anak nakal yang suka melempar barang. Satu lagi problema / masalah serius anak – anak berbakat seperti ini yang sering meresahkan psikolog, adalah prestasi anak – anak berbakat itu umumnya berada di bawah potensi intelektual mereka, karena sudah terbiasa memperoleh keberhasilan yang gampang pada sekolah biasa, maka anak berbakat itu jarang mengerahkan konsentrasi dan usaha yang maksimal, bahkan karena tantangan pelajaran yang begitu ringan membuat mereka itu seperti tidak acuh. Nah, untuk mengatasi hal tersebut saya akan mengupasnya dalam bab selanjutnya yaitu bab pemecahan masalah.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

11.

PEMECAHAN MASALAH Untuk memcahkan berbagai permasalahan yang timbul akibat intelegensi cerdas dibutuhkan kesadaran diri untuk mengarahkannya pada hal yang menjurus tindakan positif untuk seorang dewasa, selain itu keimanan dan ketaqwaan seseorang dalam hal ini juga berpengaruh banyak. Sebab bisa saja seseorang tanpa dasar keimanan kepada Allah SWT, dengan kemampuan yang ia miliki dapat menciptakan sesuatu yang dapat mendzalimi /

merugikan seseorang. Contoh seseorang yang mempunyai kedarandiri terhadap potensi dirinya adalah Albert Einstein, dia sadar akan kemampuan dirinya sehingga dia memberikan sumbangan besar pada dunia dalam bidang sains tepatnya bidang Fisika itulah tindakan positif yang paling tidak harus di contoh jika tidak bisa menyamai. Di balik sisi positif juga ada sisi negatif dari seorang Nobelis Albert Einstein yaitu masa kanaknya yang tidak perlu di contoh seperti yang sudah terdeskripsikan pada sepenggal kisah dan biografi pada bab pembahasan umum. Kurangnya kesadaran orangtua untuk mengarahkan anaknya yang berbakat

( kepandaian intelektual cerdas ) dapat meresahkan oarngtuanya sebab anak tersebut akan menjadi hiperaktif jadi jahil atau sejenisnya, sehingga dapat menganggu teman atau lainnya. Dan untuk mengatasi problema yang meresahkan psikolog itu dibutuhkan lebih banyak pengajaran di banding anak – anak biasa sebayanya, bukan lebih sedikit dari anak – anak baiasa. Sebab pendapat yang mengatakan bahwa anak berbakat yang mencari jalannya sendiri dan mengurus dirinya sendiri adalah salah. Seorang psikolog berpendapat bahwa waktu belajar yang terbaik adalah untuk banyak anak – anak berbakat, dan yang penting untuk merangsang kemampuan dasar belajar mereka, ialah sebelum umur 5 tahun. Mereka itu haruslah masuk

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

12.

sekolah sebelum lewat umur 5 tahun dan selanjutnya arus ada penyesuaian yang lebih tepat dalam kenaikan – kenaikan kelas berikutnya.

KESIMPULAN DAN SARAN Dari Makalah ini serta dari semua literarur yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa kecerdasan seseorang umumnya di lihat dari skor IQ. Padahal sebenarnya antara kecerdasan dan IQ terdapat perbedaan yang mendasar. Kecerdasan / inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus di aplikasikan dengan berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Tanpa tindakan nyata seseorang tersebut tidak akan membuahkan hasil. Tingkat IQ yang tinggi saja tidak menjamin keberhasilan, seseorang memrlukan ambisi untuk melaksanakannya dengan baik, dorongan dan ketetapan hati untuk maju. Sebab anak – anak berbakat boleh jadi mempunyai tingkat intelektuil sama, namun sangat berbeda dalam hal kepribadian, minat dan prestasi. Untuk itu saya saran saya kepada anda yang mempunyai tingkat intelektuil lebih atau termasuk orang yang berbakat segera tentukan arah dan tujuan anda kedepan, dengan segala ambisi, ketekunan, kerajinan, minat, keyakinan dan keteguhan hati yang anda miliki cita, harap dan ingin pasti dapat terwujud di sertai Keimanan dan ketaqwaan tentunya. Dan untuk seorang yang telah menyadari, bahwa anda memilki anak berbakat segera beri perhatian khusus pada anak anda, sebab anak anda adalah bibit unggul bangsa yang dapat

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

13.

menentukan nasib bangsa selanjutnya, yang mungkin dapat memberikan sumbangan dalam bidang sains kelak.

Makalah Etika Profesi - “ Intelegensi Cerdas”

14.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->