Rasa Aman Dan Nyaman

Pemenuhn Rasa Nyaman

I. Konsep Dasar A. Pengetian Personal Hygine Personal Hygine suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Hygine pribadi mempengaruhi kenyaman, keamanan dan kesejahteraan. B. Tujuan personal hygine : 1. Meningkatkan derajat kesehatan 2. Memelihara kebersihan diri 3. Memeperbaiki personal hygine 4. Pencegahan penyakit 5. Meningkatkan percaya diri 6. Menciptakan keindahan C. Fakto-faktor yang mempengaruhi: 1. Body image 2. Praktik sosial 3. Status sosial-ekonomi 4. Pengetahuan 5. Budaya 6. Kebiasaan seseorang 7. Kondisi fisik D. Pemeriksaan fisik pada Personal Hygiene : 1. Mulut dan Gigi 2. Rambut 3. Kulit 4. Umum Kaki dan Kuku 5. Mata, Telinga, dan Hidung 6. Genitalia (alat kelamin pria)

1

E. Dasar pengetahuan ilmiah 1. Kulit Kulit menggambarakan perubahan fisik dengan perubahan warna, ketebalan, tekstur, turgor, suhu, dan hidrasi. Sepanjang kulit tetap utuh dan sehat fungsi fisiologisnya akan tetap optimal Kulit memeiliki tiga lapisan utama yaitu a. Epidermis Epidermis tersusun atas beberapa lapisan sel tipis dengan berbagai tingkat maturasi. Lapisan ini melindungi kulit dari kehilangan air dan cedera dan mencegah masuknya organisme. Bakteri umumnya berada di lapisan epeidermis luar. Ini adalah flora normal yang tidak menyebabkan penyakit dan menghambat microorganisme patologis b. Dermis Dermis merupakan lapisan yang lebih tebal serta mengandung serat kolagen dan elastis untuk menyonggkong epidermis. Saraf, pembuluh darah, kelenjar keringat dan sebase, serta folikel rambut berjalan melalui lapisan dermis. Kelenjar sebase menyereksi sebum, suatu cairan berminyak kedalam folikel rambut. c. Sub cutan Lapisan sub cutan mengandung pembuluh darah, sarag, limfe,dan jaringan ikat longgar yang berisi sel lemak. Jaringan lemak merupakan penyimpan panas tubuh. Jaringan sub cutan juga menyongkong lapisan atasnya untuk menahan stress dan tekanan.

2

Fungsi kulit dan implikasinya pada perawatan Fungsi/Deskripsi 1. Pelindung terhap organisme kulit berada dan Impilikasi perawatan Gangguan epidermis di Kekeringan yang terjadi oleh

Epidermis relatif tidak permiabel garukan/hilangnya permukaan

permukaan. berlebih

folikel menimbulkan pecahan serta retakan masuk.Kulit hidrasimukosa yang basah

rambut, tetapi kekeringan relatif kulit dan mukosa sehingga bakteri dari permukaan kulit menghambat dapat pertumbuhan bakteri. menghilangkan bakteri dari folikel dan menghambat pertumbuhan bakteri Sebelum meninggkatkan rentensi kelembapan, mencegah

rambut pH asam di kulit juga kekeringan. Namun, kelembapan yang konstan menyebabkan maserasi yang mengganggu intergritas dermis dan memungkinkan timbulnya ulkus serta perumbuhan bakteri. Jaga speri dan pakian tetap kering. sabun, dan Pembersihan minyak Kesalahan deterjen, pencukur kulit berlebih, menggunakan rambut.

kosmetik,deodoram menghilangkan

keringan, sel kulit mati, dan kotoran 2. Sensasi untuk nyeri, sentuhan, memungkinkan tumbuhnya bakteri Minimalkan friksi untuk menghindari statum corneum yang panas, menyebabkan ulkus tekan. Linen halus akan menghilangkan iritasi mekanis. Lepaskan cincin dari jari untuk menegah cedera kulit kering. Pastikan 3. Pengaturan suhu konveksi mengatur suhu tubuh air mandi tidak terlalu panas/dingin Faktor yang mengganggu hilangya Speri atu pakian yang basah 3

Kulit mengandung organ sensori hilangnnya dingin, dan tekanan

Radiasi, evoporasi, konduksi, dan panas akan mengubah kendali suhu.

menggangu konveksi dan konduksi. Selimut yang belebih menggangu hilangnya panas melalui radiasi dan konduksi. Selimut meningktan konvesi 4. Ekresi dan sekresi panas lewat evaporasi. panas. Keringat dan minyak mengandung

Keringat menyebabkan hilangnya mikroorganisme. Mandi menghilanhkan sekresi tubuh yang berlebihan, namun juga jika terlalu sering akan menyebabkan kekeringan kulit 2. Kaki, tangan, kuku

Kaki, tangan dan kuku membutuhakan perhatian khusus untuk mencegah infeksi. Cedera dikulit menimbulkan nyeri serta sangat mengganggu kemampuan klien untuk berjalan dan menyangga beban. Ketangkasan tangat sangat banyak karenan besarnya rentak gerak anata ibu jari dan jari-jari lainya. Kondisi ini mengganggu akan mengganggu kemampuan perawatan diri klien. Kuku merupakan jaringan epitel yang tumbuh dari akar bantalan kuku, berlokasi di dalam kulit yang disebut kutikula. Bagian kulit yang terlihat di sebut badan kuku. Terdapa area putuh seperti bulan sabit disebut lanula. Di bawah kulit terdapat lapisan epitelium. Kuku normal tampak transparan, mulus dan cembung dengan bantalan kuku verwarna merah muda dan ujung putih tranparan. 3. Rongga Mulut Rongga mululut dialpisi membran mukosa yang bersambung dengan kulit. Rongga mulut/bukal terdiri atas bibir,pipi di bagian samping ronga mulut, lidan dan ototnya serta palatum keras dan mukosa. Mukosa oral normalnya tampak merah muda dan lembap. Dasar mulut dan permukaan bawah lidah kaya akan pembuluh darah. Ulkus atau trauma akan menimbulkan perdarahn cukup banyak. Terdapat tiga pasang kelenjar ludah yang menyeresikan sekitar 1 liter saliva tiap harinya. Kelenjar bukal pada mukosa pipi dan mulut mempertahankan higiene dan

4

hidung membutuhan perhatian khusus. Membran periodontal terletak tepat dibawah batas gusi. Pada perawatan higiene mata. 5. dan penglihatan klien. Asuhan Keperawatan Rasa Nyaman 5 . dan pola rambut menunjukkan status kesehatan umum seseorang.mulus.telinga. dan penyakit tertentu. Efek obet. Gigi sehat tampak putih. atau inflamasi gusi. Gigi dirancang untuk memotong. dan tersusun rapi.telinga. Waktu perawatan higiene merupak kesempatan baik untuk bertanya apakah ada perubahan pada penglihatan. stres emosional dan fisik. leher. Rambut Pertumbuhan. 4. Higine mulut teratur dibutuhkan untuk mepertahankan intrigeritas permukaan gigi dan mecegah gingvitivitas. Gigi merupakan organ penguyah atau mastikasi. distribusi. hidung. seperti berhati-hati agar sabun tidak mengenai mata klien. II. Bersihkan jaringan ini dengan cara yang mencegah cedera dan ketiknyamanan pada klien. dan akar. merobek dan mencerna makanan agar dapat bercampur dengan saliva dan ditelan. berkilauan. pendengaran. penuaan. Mata. Gigi normal terdiri atas mahkota. pajanan radiasi.kenyaman jaringan mulut. mengelilingi satu gigi dan menahannya di tempat. Rambut di pengaruhi perubhan hormon. dan pernafasan mulut akan mengganggu skresi saliva. infeksi.

dan lidah.Pada umumnya perawatan yang dilakukan terhadap pasien dibatasi pada prosedur-prosedur operatif yang sederhana. A. Periodental disease 3. hidrasi. Klien yang tidak teratur oral hygiene dapat dikarenakan karies gigi. Perhatikan texture. dan adanya luka. Prosedur endodontik standar dapat dilakukan menggunakan teknik yang asepsis dan menghindari keadaan yang dapat menimbulkan stres bagi pasien. langit-langit. Pengkajian perawat pada klien dimulai dari bibir. peradangan pada gusi. halitosis.seperti penambahan karies gigi. Prosedur-prosedur yang dapat menimbulkan stres atau yang melelahkan bagi pasien seperti pengambilan gigi terpendam sebaiknya di hindari atau di tunda dulu. Gingivitis 6 . Halitosis 4. 3. Perhatikan bila ada nyeri yang dikarenakan gusi atau gangguan pada gigi. 2. Stomatitis 5. Masalah – masalah yg terjadi pada mulut 1. 4. 2. Oral Hygiene harus berhati-hati dengan Prosedur Perawatan Gigi dan Mulut Dalam Melakukan perawatan gigi dan mulut mempertimbangkan perlindungan bagi pasien. Masalah karies gigi sering terjadi pada org yg lebih muda. gusi. warna.pencabutan gigi yang tidak menimbulkan komplikasi dari tindakan skeling atau root planing. Pengkajian 1.kauterisasi atau gingifektomi dibawah anestesi lokal.A.Perawatan dengan pembedahan dapat dilakukan dengan melakukan eksisi. gigi. Glosistis 6. Perawatan terutama ditujukan untuk mengontrol penyakit yang sedang terjadi dan menyingkirkan faktor-faktor yang dapat memperburuk keadaan rongga mulut. buccal mucosa.

tidak adanya gigi. gusi. Oral hygiene Menggosok gigi. 4. permukaan gigi. Sikat gigi dimulai dari permukaan mulut. Rubah kebiasaan makan. Evaluasi 1. 3. 5. 4. kelemahan.d.B. 3. Diagnosa Keperawatan 1. Inspeksi kondisi lidah. makanan yg Setelah makan dianjurkan untuk menggosok gigi. Kurangnya perawatan diri (oral hygiene) b.d trauma mukosa mulut. Gunakan liquid topikal antibiotik D. Bagi klien yg tidak sadar dapat dilakukan prosedur oral hygiene. 2. Resiko tinggi infeksi b. Diet a. Body Image b. Gangguan membran mukosa oral b. Klien yang Diabetes dianjurkan untuk datang ke praktek dokter setiap 3 atau 4 bln. bgn dalam. dan garis pii. halitosis. irigasi diperlukan untukk cleaning mencegah pleque. Jangan gunakan gigi palsu b. Sikat gigi a. Beri obat kumur –kumur c. Observasi kondisi bibir 3. 2. mengurangi karbohidrat. 2. Observasi klien saat menyikat gigi. Pilihlah sikat gigi yg dpt mencapai semua gigi c. manis.d. luar dan pipi. C.d. Sebelum atau sesudah makan gunakan solution berisi garam dan baking soda. trauma mulut. Klien yang beresiko Stomatitis. Sikat gigi sedikitnya 4x sehari (setelah makan/mandi) b. tidak efektifnya kebersihan mulut. buah apel. penurunan tingkat kesadaran. 6. Klien yg infeksi oral a. Intervensi 1. 7 . sayuran segar. Gg. b. trauma yg dihubungkan dengan Chemotherapy. dental floss.

Rambut panjang dapat dengan mudah menjadi masalah bagi pasien yang terbatas pada tempat tidur bahkan untuk periode pendek. Hair Care Sebelum melakukan perawatan rambut perawat mengkaji kondisi rambut dan kulit kepala pasien. Kehilangan rambut disebabkan praktik keperawatan yang tidak tepat. Jika kien hanya dapar duduk di sisi tempat tidur adalah memungkinkan untuk menyampo rambut pada klien mencondong ke depan di atas bak cuci.Perwata meletakkan untuk atau bantal 8 . Jika klien tidak mampu untuk duduk tapi dapat bergeser . Menyikat rambut kusut mencegah rasa nyeri karena menarik kulit kepala ketika menyisir. bebas dari plak. Perawat harus mengingat klien yang hospitalisasi yang tinggal di tempat tidur.Jika ada kekusutan maka perawat menggunakan tanganya untuk memisahkan sikat rambut.atau pengobatan yang meninggalkan darah atau luka pada rambut memerlukan kegiatan bersampo lebih sering. merah 2.darah dan medikasi topokal juga menyebabkan kekusutan.untuk kulit kepala harus bebas dari lesi. lidah. Klien yang di perbolehkan duduk di kursi biasanya rambutnya di sampo di depan bak. B. Inflamasi. Untuk klien yang berada di rumah tantangan terbesar bagi perawat untuk menemukan cara klien bersampo tanpa cidera.perspirasi berlebih. genggam dengan kuat dengan kulit kepala dan sisir dilepas pada ujung ikatan. Penyikatan yang sering membantu mempertahankan kebersihan rambut dan mendistribusi minyak secara merata sepanjang helai rambut. muda dan utuh. dan lesi tidak ada dan gigi 3.Hasil yang diharapkan 1. Kendati demikian pada klien yang memiliki keterbatasan mobilisasi koordinasi yang kurang baik dan bingung atau mempunyai kelemahan serius akibat penyakit memerlukan bantuan perawat. Mukosa.bercahaya dan tidak kusut. dan bibir akan menjadi lembab. Klien yang mampu melakukan perawatan diri harus dimotifasi untuk memelihara perawatan rambut sehari-hari. Rambut normal adalah bersih. Bila laserasi atau insisi melibatkan kulit kepala. perawat dapat memindahkan klienpada brankar untuk tranportasi ke bak mandi atau shower yang dilengkapi dengan semprotan yang di pegang.

Kulit terasa hangat ketika dipalpasi 4. Warna kulit beragam. 2005). 2. Body Image b. Kulit halus dan kering 2. Gg. Integritas kulit b. Intervensi : A. 1. 3. 3. C. Kulit lembut dan fleksibel. gigitan serangga. Diagnosa Keperawatan: C. Ada turgor yang baik (elastic dan tetap). tidak kusut dan kulit kepala bersih. Masalah Rambut : 1. dan bebas dari lesi. Perubahan yang terlokalisasi dalam tekstur dapat dipalpasi pada permukaan kulit. Pengkajian : rambut normal : bersih. dengan kulit yang secara umum halus dan lembut.d laserasi kulit kepala. 1. penampilan fisik Kutu menularkan berbagai penyakit pada manusia Sikat rambut Bershampoo dengan teratur Bercukur B. 3. Pengkajian 9 . berkilau. 6. 5. 2.d. 2. Kulit utuh dan tidak memiliki abrasi 3. dengan rentang dari cokelat tua ke merah muda ke merahmuda terang (Potter dan Perry. Alopecia Pediculosis Ketombe Gg.kecil di bawah kepala atau leher klien yang memungkinkan kepala bergantung di atas tepi brankar A. Hygiene kulit Karakteristik kulit normal: 1.

memar. b. 2. Skin care practice: 1.Pengkajian fisik pada kulit meliputi 1. Skin problem Apakah ada kecendrungan pada kekeringan kulit.atau perhiasan lain yg dpt mengakibatkan abrasi 2. Produk kosmetik apa yang digunakan 4. Inpeksi Palpasi Pengkajian pada kebersihan kulit a. ruam pada kulit. 2. Self care abilities Kemampuan untuk mengatasi masalah kulit ketikamelakukan skin care c. kelebihan atau kekurangan keringat. jgn dorong saat inginpindah dari t4 tidur 3. Saat mandi selalu menggunakan shower atau yang lainnya. Saat memandikan klien jgn gunakan sabun atau batasi penggunaannya. rasa gatal. Angkat klien. Masalah yang terjadi pada kulit Masalah dan penampilan dan Tindakan keperawatan • Abrasion 1. Jgn gunakan cicin. 2. Bantu pasien dlm peningkatan input cairan utk mencegah dehidrasi • • Acne. Gunakan lotion atau antiseptic untuk mencegah gatal. Jaga kulit tetap bersih utk mencegah infeksi sekunder Erythema 1. Jaga luka tetap kering dan bersih • Kulit kering 1. mencegah keretakan pada kulit • Hirsutism 10 . Produk apa yg sering digunakan 3. Bagaimana dan kapan membersihkan make up di wajah.

Tujuan 11 . 2. gangguan kognitif.d. c. arteri. Kesehatan kulit merupakan perlindungan bagi tubuh: Cegah kulit dari iritasi dan injury Kuku tajam. dan kekurangan atau kelebihan nutrisi dan cairan. 2. Bersihkan tubuh terlbh dahulu lalu beri deodorant individu : peningkatan pertumbuhan bakteri: Setelah mandi kulit klien dikeringkan secara hati-hati terutama di area bawah payudara. integritas kulit s. Gg. Periksa permukaan kulit setelah dibersihkan dan obsevasi gerakan tubuh dan sikap pasien. Hilangkan rambut yg tidak diinginkan (obat penghilang rambut. Intervensi 1. D.1. b. C. gangguan penglihatan. sela paha diantara jari kaki.d Immobility. Perlindungan dari injury bagi kulit yg kering. kekurangan cairan Orang yg betubuh kurus/gemuk Kosmetik. 3. penjepit) B. cincin yang dapat membuat luka kecil perlu dihindari Hindarkan penggunaan handuk yg kasar serta menggosok badan Tubuh yang bau disebabkan oleh bakteri di kulit: Kulit yang sensitif dari iritasi dan injury tergantung pada tiap – tiap Infant. 4. a. a. gangguan jantung. Dapat menggunakan Evaluasi lotion atau cream. sirkulasi vena. Gg. Diagnosa keperawatan 1. c. axilla. b. bahan kimia Kelembaban yg selalu kontak dgn kulit dpt menyebabkan secara kasar yg dpt menyebabkan kerusakan jaringan. Status nutrisi. dan penurunan sensasi. 5. kurangnya motivasi. Kurangnya perawatan diri: mandi/hygiene s.

Penggunaan krim atau lotion dapat mengurangi pembentukan ulang. Epsom untuk melunakkan lapisan sel.1. Kalus biasanya datar. Perawat mendorong klien untuk mengenakan sepatu yang nyaman. Dorong klien untuk menemukan podriatrist.Seringkali tidak sadar akan masalah kaki dan kuku sampai terjadinya nyeri atau ketidak nyamanan. Pembedahan mungkin 12 Katimumul Bentuk kerucut menekan . lembut. Klien memiliki kulit utuh selama hospitalisasi 2.pemaparan dengan zat-zat kimia yang tajam dan pemakaian sepatu yang tidak pas. Perawat merendam kalus pada air hangat dan garam. D. Hygiene Umum Kaki dan Kuku A.Masalah pada kaki dan kuku Karakteristik Kalus Bagian yang mengeras dari epidermis terdiri dari masa sel tanduk dan teratotik.Masalah disebabkan triksi atau tekanan normal Implikasi Kondisi dapat menyebabkan ketidaknyamanan jika memakai sepatu yang ketat intervensi Perawat menyarankan klien untuk mengenakan sarung tangan jika menggunakan alat – alat / benda yang menimbulkan friksi pada perlukaan pada telapak tangan.tidak berasa nyeri dan ditemukan di bawah permukaan kaki atau tangan. Klien akan bebas bau badan selama hospitalisasi Hasil yang diharapkan Kulit tampak kemerahan. kulit akan hangat. halus. Pengkajian Kaki dan kuku sering kali memerlukan perhatian khusus untuk mencegah infeksi.Masalah dihasilkan karena perawat yang salah atau kurang terhadap kaki dan tangan seperti menggigit kuku atau pemotongan yang tidak tepat.balutan cedera pada jaringan. terhidrasi baik. drinasi atau sekresi akan berkurang dan bau akan berkurang.

Pemakaian disebabkan pemakaiaan alas kaki yang ketat.bulat dan naik. Klien akan mengalami perubahan jalan akibat nyeri. Infeksi jamur kaki Tineapedis adalah infeksi jamur pada kaki ketidaksamaan sisi dan keretakan kulit terjadi antara jari dan tumit kaki. Pengeringan kaki dengan baik setelah mandi dan penggunaan bedak membantu mencegah infeksi. Jaringan dapat menjadi menempel dengan tulang jika dibiarkan tumbuh.Katimumul biasanya berbebtuk kerucut. Pengobatan adalah sering berendam pada cairan antiseptik yang panas dan pengangkatan bagian kuku yang telah tumnuh kedalam 13 . Mengenakan kaos kaki atau stoking yang bersih mengurangi insiden. dermis dibawahnya yang akan menjadi tipis dan lunak.Kaki yang melepuh kecil berisi cairan dapat terlihat. Nyeri akan meningkat jika menggunakan sepatu yang ketat. diperlukan tergantung tingkat keparahan nyeri dan ukurannya.Keratosis disebabkan friksi dan takanan dari sepatu hal ini terlihat jelas dari jari kaki di atas penonjolan tulang. Infeksi jamur dapat menyebar kebagian tubuh yang lain khususnya tangan. Kutil pada kaki Luka menjamur terlihat pada tumit kaki dan disebabkan oleh virus papiloma Pengobatan yang dipesan oleh dokter termasuk penggunaan asam salisilat. Hal ini sangat nyeri dan susah berjalan. Hal ini sangat menular dan biasanya kambuh Kuku yang tumbuh kedalam Jari kaki atau jaringan masuk kedalam jaringan yang halus Kuku yang masuk kedalam dapat menyebabkan nyeri lokal jika mendapat tekanan. Kutil dapat menular. Perawat menghindari penggunaan bantalan oval korn yang meningkatkan tekanan pada jari kaki dan mengurangi sirkulasi. elektrodesikasi atau membekukan dengan karbon dioksida padat Kaki seharusnya berventilasi baik.

Kondisi perubahan warna kuku menjadi kekuningan.Ini terjadi pada orang yang tangannya sering berada di air dan umumnya klien diabetes Bau kaki Bau kaki adalah akibat keringat yang berlebihan yang meningkatkan perkembangan mikroorganisme.Kuku memar akan hilang dengan sendirinya jika pembekuan darah kembali normal. Usaha perawat untuk memotong kuku dapat menyebabkan kerusakan dasar kuku dengan resiko infeksi.Bentuk serta warnanya sangat bevariasi.Paronisia dapat dicegah dengan perawatan tangan yang teliti. Pencucian yang sering . Kondisi dapat menyebabkan ketidaknyamanan akibat keringat yang berlebihan. Ada beberapa masalah kuku yang acap kali mengganggu penampilan jemari kita.mulai dari maroon hingga kehitaman.kebiruan. Discolored nails atau kuku yang berwarna.Kuku masuk kedalam akibat pemotongan kuku yang tidak tepat.Kondisi ini biasanya disebabkan adanya pembekuan darah dibawah laisan kuku(nail plate).Intruksikan klien tentang teknik pemotongan kuku yang tepat dan rujuk podiatist Perawat merujuk klien ke podiatrist.kemerahan atau bahkan kehijauan. Pengobatan adalah pengompresan atau perendaman panas dan menggunakan salep antibiotik lokal.atau’disamarkan’dengan cat kuku sebelumnya.karena 14 . Kuku tanduk ram Kuku kaki ram biasanya kuku yang meliuk panjang Paronisia Inflamasi jaringan sekitar jari terjadi setelah bintil kuku atau cidera lain.diantaranya adalah bruised nails atau kuku memar.penggunan deodoran kaki dan bedak dan pemakaian alas kaki yang bersih mencegah atau mengurangi masalah.yang terjadi karena luka atau memar pada alas kuku (nail bed).sekitar kuku. Daerah dapat menjadi terinfeksi kulit.

2.dibuat dari protein yang dinamakan keratin.sehimgga lapisannya mudah terkelupas dan mudah patah.pada proses terapi pengobatan dengan obat-obat oral tertentu.Flek putih yang timbul pada kuku biasanya terjadi karena busa air.atau system saraf yang kurang baik(nervous disorder). Pembedahan mungkin diperlukan Pengobatan menggunakan asam salisilat.kuku seperti ini sangat rentan. 15 . elektrodesikasi.luka lain yang terjadi pada kuku. Intervensi 1.hamper sama dengan kuku kulit telur.atau kondisi jantung yang bermasalah.kuku yang kurang sehat.perlu digunakan produk perawatan kuku yang dapat memperkuat kondisi kuku sekaligus memperbaiki lapisan kuku. 5. Leuconychia nails atau kuku berflek putih.Kuku.Untuk mengatasinya.memar.Perubahan warna kuku juga dapat menjadi indicator akan adanya masalah sistemik(kekebalan tubuh). 2.peredaran darah dialas kuku yang tidak lancer.Kondisi ini biasanya terjadi karena diet yang tidak sehat.sedang dalam terapi pengobatan.juga dibantu dengan produk perawatan kuku yang dapat memperkuat dan menjaga kondisi kuku. Masalah-masalah yang sering dihadapi: 1. Eggshell nails atau kuku kulit telur(kuku yang tipis).penyakit dalam. Kalus Katimumul Kutil pada kaki Paronisia Bau kaki B. 4.Untuk mengatasinya selain dengan perawatan manicure yang rutin.selain dengan perawatan manicure secara rutin. Kuku rapuh dan mudah patah.kulit dan rambut adalah berkaitan satu dengan yang lainnya. pengompresan dan penggunaan sale antibiotic lokal. 3.

Hygiene Mata Pencucian yang sering. Air mata berlebihan e. harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin.3. Hygiene Telinga dan Hidung Telinga Hygiene telinga terganggu bila substansi lilin atau benda asing berkumpul di kanal telinga. 1. mencegah timbulnya jamur. infeksi kornea F. penggunaan deodorant kaki. Sesudah membersihkan. G. Jika tidak disunat. Inflamasi lokal atau nyeri mempengaruhi pendengaran klien. Pengkajian: 1. Perineal Hygien 16 . Hygiene Alat Kelamin Pria Cuci tangan sebelumdan sesudah BAK Penis dicuci dengan air dan sabun lembutminimal sehari sekali. 3. Pandangan kabur d. 2. dan pemakaian alas kaki. H. atau endotrakea yang masuk kedalam hidung membutuhkan perhatian khusus. A. Ketidaknyamanan lensa b. Hidung Perawatan higienis hidung adalah sederhana tetapi untuk klien yang menggunakan nasograstik. pemberian makan enternal. E. jangan lupamengeringkan dengan handuk untuk Hyhiene perineum Tips menjaga kebersihan alat kelamin pria : bila tidak. Inspeksi 2. Kemerahan pada mata c. akan terdapat smegma yang dapat menimbulkan infeksi. 4. Palpasi Masalah pada mata : a.

misalnya: 1. Klien pos partum Klien pos operasi Klien yang imbil (bedrest ). sistem pertahanan manusia terhadap infeksi mengalami penurunan dan infeksi pada saluran perkemihan tidak dapat dihindarkan. Indikasi Tindakan 1. 2. Ketika sakit. Urin dan feses apabila tidak dibersihkan dapat mengganggu intregitas kulit. 5. 3. Kateter yang terpasang lama dapat menjadi media untuk hidupnya mikroorganisme bahkan dapat menjadi saluran untuk naiknya mikroorganisme ke kandung kemih dan ginjal. Pada saat akan dilakukan kateter Pemeriksaan dalam ( vaginal tourch ) Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim ( AKDR ) 17 . Perawatan perinium dilakukan pula pada setiap tindakan invasif di daerah perineal. 2. pada klien yang imobil atau megalami penurunan kemampuan untuk melakukan perawatan perinium. 3. dan lama kelamaan kulit dapat rusak bahkan dapat terinfeksi.Perawatan pada daerah perinium. Klien yang terpasang kateter Klien yang tidak sadar Waktu perawatan perinium Berdasarkan rasional tindakan diatas dapat dijelaskan bahwa perawatan perinium dilakukan minimal tiap 8 jam sekali. Rasional Tindakan 1. 4. 2. 3.

Menurut pengakuan.Kondisi umum lemah. • Tn. A.Kulit badan tampak lengket. B.terpasang infus di tangan kiri.pasien sudah 2 hari tidak menyikat gigi dan merasa malu karena mulutnya bau.A mengeluh sudah 2 hari tidak gosok gigi. • Tn.tekanan darah 120/80 mmHg. dan terpasang kateter urine.A mengatakan malu karena mulutnya bau. pasca operasi rectal. Sekresi yang menumpuk di sekitar permukaan genitalia dan jaringan yang traumatik menyebabkan masuknya organiisme penginfeksi.Pasien istirahat di tempat tidur. Pembersihan mengurangi transmisi mikroorganisme dari anus ke urethra atau genitalia III. Penerapan Kasus Contoh Penerapan Kasus Tn.Diperlukan ketika klien menggunakan kateter urin tetap.A 28 tahun dirawat diruang penyakit dalam. Perawatan perineum mencegah kontak dengan mikroorganisme dalam sekresi tubuh.pernapasan 18 x/menit.dan gigi kotor. Objektif : • Kulit badan lengket • Rambut berminyak • Rambut tidak rapi • Gigi kotor • Keadaan lemah • Terpasang infus d tangan kiri • Terpasang katetr urine 18 Subjektif : .A mengatakan ujung penisnya terasa gatal.rambut berminyak dan tidak rapi.Pasien merasa gatal pada ujung penis.nadi 84 x/menit. atu genital dan kelahiran. Data Fokus • Tn.Suhu 37 derajat celcius.

A istirahat di tempat tidur • Suhu 37 derajat celcius • Frekuensi nadi 84 x/menit • Pernapasan 18 x/menit • Tekanan darah 120/80 mmHg C. Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan : Kebutuhan kebersihan gigi dan mulut Tn.A Kriteria Hasil : • Gigi Tn.• Tn.A • Gigi bersih mengeluh sudah 2 hari tidak gosok gigi. Diagnosa Keperawatan 1. Rencana Keperawatan Diagnosa Keperawatan 1. Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : gigi dan Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : kulit mulut berhubungan dengan kelemahan fisik. berhubungan dengan kelemahan fisik. Data Objektif : 19 . • merasa malu karena mulut bau.A sudah disikat • Klien mengatakan mulut terasa segar Tn. Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : gigi dan mulut berhubungan dengan kelemahan fisik. Data subjektif : • Tn. Kaji kondisi gigi dan mulut pasien 2. Sikat gigi pasien di tempat tidur dua kali sehari.A selama tirah baring (4 hari) terpenuhi. Rencana Tindakan 1. D. 2.

A selama tirah baring (4 hari) terpenuhi 1. Mandikan pasien ditempat tidur 2 kali sehari 2. Bersihkan genetalia Data subjektif : Kriteria hasil : pasien 20 Tekanan darah 120/80 . Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : kulit berhubungan dengan kelemahan fisik.• • lemah • Gigi kotor keadaan Terpasang infus di tangan kiri • Terpasang kateter urine • tidur • Suhu 37 Tn.A istirahat di tempat derajat celcius • nadi 84 x/menit • Pernapasan 18 x/menit • mmHg 2. Tujuan : Kebutuhankebersihan diri Tn.

Tn.A mengatakan kulit badan lengket dan gatal pada ujung penis. • Kulit badan tidak lengket • Kulit badan tampak bersih 3. Cuci rambut pasien 4. Sisir rambut pasien Data Objektif : •Gigi kotor •Keadaan lemah •Terpasang infus tangan kiri • Terpasang kateter • Genetalia bersih • Pasien merasa lebih nyaman dan bersih • Tidak ada lagi keluhan gatal urine •Tn.A istirahat di tempat tidur •Suhu 37 derajat celcius • Nadi 84 x/menit •Pernapasan 18 x/menit •Tekanan darah 120/80 21 .

meningkatkan atau mempertahankan status gizi klien. Oksigen 22 . Definisi Keamanan Keamann sering di definisikan keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis yang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus di penuhi. 2. B. Keamanan dalam lingkungan diperlukan untuk mengurangi insiden terjadinya penyakit dan cedera memperpendek lamanya tindakan dan hospitalisasi. Dasar Pengetahuan Ilmiah 1. Kebutuhan dasar Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen.nutrisi. a.dan suhu yang optimum.Pemenuhan Rasa Aman I. Kemanan lingkungan Lingkungan klien mencakup semua factor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. Konsep Dasar A. meningkatkan kesejahteraan klien dan juga memberiksn rasa aman kepada staff sehingga kerja mereka menjadi optimal. dan suhu yang optimum akan mampengaruhi keaman seseorang.nutrisi.

Jadi pada cuaca panas. Karbon monoksida berikatan kuat dengan oksigen. b. Bahaya umum yang ditemukan di rumah sakit adalah sistem pemanasan yang tidak berfungsi dengan baik.lembab.2 darajat C dengan kelmbaban relatif 30% daripada 23 .tetapi kebanyakan orang merasa nyaman pada kelembaban antara 60% . Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan penumpukan karbon monoksida di dalam ruangan.Perawat harus menyadari berbagai factor yang ada di lingkungan yang dapat menurunkan jumlah oksigen yang tersedia.lembab. Hal inilah yang menjadi sabab mengapa orang akan merasa lebi dingin dan lebih nyaman jika berada pada suhu 32. Kelembapan relative adalah jumlah uap air di udara di bandingkan jumlah uap air maksimum yang dapat di kandung oleh udara pada suhu yang sama. Angka kelembapan yang nyaman bagi setiap orang bervariasi.pada cuaca panas.orang akan merasa tidak nyaman pada lembab dan panas. Jika kelembaban relatifnya rendah maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan cepat. Jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan lambat. Jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan lambat. Kelembaban Kelembapan relatif udara dalam lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan dan keamanan klien.sehingga mencegah terbentuknya oksihemoglobin dan akhirnya akan mengurangi persediaan oksigen yang diberikan ke seluruh tubuh.70%.orang akan merasa tidak nyaman pada lembab dan panas. Karbon monoksida adalah gas beracun yang tidak berbau dan tidah berwarna yang di hasilkan dari pembakarsn karbon atau bahan bakar organik. Jadi.

d. Nutrisi Pemenuhan kebutuhan nutrisi secara adekuat dan aman memerlukankontrol lingkungan dan pengetahuan misalnya jika di rumah . Infeksi bakteri melalui makanan disebabkan karena adanya kontaminasi mkanan oleh bakteri seperti salmonela. Untuk melindungi konsuma.berada pada suhu32. FDA adalah lembaga federal yang bertanggung jawab melksanakan peraturan federal tentang pembuatan. c. Makanan yang tidak di siapkan atau di simpan dalam kulkas akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan keracunan dalam makanan.proses. Suhu Suhu lingkungan yang nyaman bagi individu sangat bervariasi. Peningkatan kelembaban lingkungan dapat menghasilkan keuntungan terappeutik.klien memerlukan kulkas dan alat pembeku untuk menjaga makanan yang cepat membusuk agar tetap segar.shigela. Pengkajian terhadap kemungkinan adanya infeksi atau keracunan makanan mencakup riwayat klein. 24 .melaksanakan pemeriksaan sauran cernadan sistem saraf pusat. Keracunan makanan disebabkan ingesti toksin bakteri yang di hasilkan dalam makanan.9 C.2 dengan kelembaban relatif 85%.dan distribusi pada makanan.dan kosmetik yang bertujuan untuk melindungi konsumen dari penjualan substansi yang tidak murni atau berbahaya.obatobatan.mkanan yang diproses dan dikemas secara komrsial merupakan hal pokok yang di atur oleh Food and Drug Administration (FDA)/ Bdan Administrasi Makanandan Obat-obatan.mengobservasi adanya demam dan menganalisa kultur feses dan muntah.dan listeriosa.3-23.tetapi individu biasanya nyaman pada suhu antara 18.

mengatur.pengontrolan bahaya yang mungkin mandi. Di dalam rumah.termasuk keset yang ada di lantai.bahkan 25 . Banyak bahaya fisik. Heat exhaustion diaforesis yang berlebihan. mengatur kamar mandi. lemari dinding. a. Pencahayaan buatan harus berupa cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan mata.dan tindakan pengamanan ada di kamar. terutama yang berhubungan dengan kecelakaan jatuh melalui pencahayaan yang cukup.khususnya yang mengakibatkan jatuh. b. Kita dapa meminimalkan bahaya fisik. dan tindakan pengaman. 3. Hipotermia terjadi pada saat suhu tubuh inti sama atau urang dari 35 C. mengurangi gangguan.dapat diminimalkan melalui pencahayaan yang adekuat.frosbite terjadi saatdaerah permukaan kulit membeku akibat paparan suhu yang sangat dingin.kejang otot.tangga. Mengurangi penghalang fisik Cedera yang di alami di rumah sering di sebabkan oleh benda.pengurangan penghalang fisik.dan ruangan individu harus diberikan pencahayaan yang adekuat sehingga penghuninya bisa beraktivitas dengan aman.gang. Sedangkan headsroke adalah kondisi yang mengancam kehidupan dengan perubahan status mentalyang berat.Pemaparan terhadap udara yang sangat dingin dalam waktu lama menyebabkan radang dingin(fosbite) dan hipotermia. karena cahaya yang menyilaukan adlah masalah utama yang di hadapi oleh lansia. dan mual. Bahaya fisik Bahaya fisik yahg ada dalam komunitas dan tempat pelayanan kesehatan mengakibatkan cedera pada pasien. perubahan mental. Pemaparan menyababkan terhadap panas yang eksterm hipotensi.kain yang kusut di samping meja. Menjamin pencahayaan yang adekuat Pencahayaan yang adekuat akan mengurangi bahaya fisik dengan cara menerangi tempat bergerak dan bekerja klien. akan menyebabkan status headstroke(sengatan terik mtahari) atau heat exhaustion.

4. Benda-benda yang penting di letakkan di dalam laci untuk menghindari kekecauan. Mengontrol Bahaya yang Ada di Kamar Mandi Kecelakaan.atas kulkas. maka klien harus mengevaluasi keberadaan dan kualitas kunci pintu dan jedela. d. Tempat duduk toilet yang dki tinggikan dengan pegangan tangan dan alas yang tidak licin pada lantai depan toilet juga berfungsi mengurangi bahaya yang terjadi di kamar mandi. dan lemari buku. Penyebaran penyakit dari orang ke orang juga dapat di cegah dengan tehnik imunnisasi. Pengurangan Transmisi Pathogen Pathogen adalah setiap mikroorganismeyang mampu menyebabkan penyakit. Sedsngkan 26 . Imunisasi pasig di peroleh dengan menyuntikkan sejumlah kecil mikroorganismeyang telah dilemahkan atau yang telah mati atau toksin dari organism tertentu yang telah di modifikasi.Untuk mengurangi resiko cedera. Imunisasi adalah proses yang menghasilkan atau menambah resistensi seseorang terhadap penyakit infeksi. c. kebakaran dan keracunan. Salah satu metode yang paling efektif untuk membatasi penyebaran pathogen adalah dengan cuci tangan sesuai dengan tehnik aseptic. seperti jatuh. seringkali terjadi di kamar mandi. Pegangan yang mudah terlihat dan aman serta perekat yang tidak licin yang ada di dasar bak mandi berfungsi untuk mengurangi resiko jatuh di dalm bak mandi. Saat perawat melakukan pengkjian terhadap keadaan rumah . Untuk benda yang dibutuhkan klien misalnya kacamata atau tissue diletakkan di tempat yang dapat di jangkayu klien tapi tidak dapat di jangkau oleh anakanak. Mengamankan Rumah Klien perlu melakukan tidakan pencegahan untuk mengankan rumahnhya dari penyelundup.seluruh penghalang fisik harus di pindahkan dari gang dan tenpat lalu lalang lainya.

Perawat menggunakan standar kewaspadaan saat memberikan perawatan bagi seluruh klien untuk melundungi diri mereka dari kongtak dengan darah dan cairan. b.atau tempat kerja asap rokok menjadi penyebab utema polusu udara.dan aliran air.nisalnya dioksin. Tingkat bunyji diukur 27 Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bebas dari polusi.imunisasi aktif diperoleh saat antibody yang di hasilkan oleh orang lain atau hewan masuk ke dalam pebuluh darah seseorang untuk melindunfi diri dari patogen. Polusi air adalah kontaminasi terhadap danau.sungai. Polusi udara adalah kontaminasi terhadapatmosfir. Padahal ada juga polusi yang menimbulkan resiko tarhadap kesehatan.tanah atau udara.1995).yaitu virus yang menyebabkan AIDS.dan virus hepatitis B yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Banjir seringkali menyebabkan kerusakan pada penyediaan air bersih dan juga memerlukan perebusan air hingga mendidih untuk minum dan memasak. c. Pengontrolan polusi a. Pada daerah perkotaan.dkk. d. Pada umumnya manusia hanya berfikir jenis polusu itu hanyalah polusi udara.sekolah.sampah industry dan zat buangan kendaraan bermotor menjadi penyebab terjadinya polusi udara. Polusi udara terjadi bila tingkat bunyi pada lingkungan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penghuni di lingkh gan tersebut. Polutan adlah zat kimia atau sampah material yang berbahaya yang dibuang kedalam air. 5. Pemaparan yang lama terhadap polusi udara akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit paruparu.serta perbaikan pembuangan air dan drainase.air ataupun tanah.(Phipps. Polusi tanah dapat disebabkan oleh pembuanagan radoiaktif dan sampah bioaktif yang tidak tepat. Penyebaran penyakit juga dikonrtol melalui pembuangan sampah manusia yang adekuat ke dalam tempat yang tepat. Pengontrolan terhadap serangga dan hewan pengerat juyga perlu dilakukan untuk mengurangi tarjadinya penyebaran penyakit.yang biasanya di sebabkan polutan yang dihasilkan industry. Di rumah . Human immunodefisiensy virus (HIV). .

Kelebihan beban sensorik akan mengganggu proses informasi dank lien tidak lagi merasakan lingkungan yang berarti lagi baginya.Kemungkinan bahaya tertentu yang dapat terjadi pada kelompok usia tertentu.dan individu yang mengalami gangguan indra pencium mungkin tidak mencium bau masakan yang gosong atau aroma belerang dari kebocoran gas. namun mempengaruhi Walaupun tingkat kebisingan tidak terlalu tinggi ketajaman pendengaran. Lembaga pelayanan kesehatan seperti unit pelayanan intensif juga mengalami kebisingan. Mobilitas dan status Kesehatan Individu yang mengalami hambatan mobilitas akibat paralisis.kemudahan untuk mendapatkan obat terlarang dan lain-lain. Perubahan Sensori Persepsi Persepsi sensori yang akurat terhadap keamanan.pendengaran. C. Individu yang menglami gangguan persepsi peraba.pencium.dan penglihat sangat rentan terhadap cedera. Yang dipengaruhi status kesehatan individu tarsebut. Toleransi tarhadap terhadap tingkat bunyi sangat bervariasi dari masing-masing individu. Individu yang tidak melihat dengan baik akan terpleset mainan atau tidak melihat kabel listrik.tinggal di lingkungan rawan Faktor gaya hidup yang membuat individu beresiko terhadap cedera adalah lingkungan 3. 4.kelemahan otot dan keseimbangan atau koordinasi yang buruk sangat rentan terhadap cedera. 2.individu yang tuli mungkin tidak mendengar klakson di jalan. kejahatan. Kelebihan beban sensorik ditandai dengan peningkatan intensitas auditori dan stimulus visual. Usia dan Perkembangan Individu belajar melindungi diri mereka sendiri dan berbagai cedera melalui pengetahuan dan pengkajian yang akurat terhadap lingkungan.tapi kebisingan dapat menghasilkan suatu sindrom yang disebut kelebihan beban sensorik (sensory overload). 28 . Gaya Hidup kerja yang tidak aman. Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa aman 1.perasa.dengandengan suatu intensitas bunyi decibel.

7. 9.individu tak sadar. Dan mereka yang tidak dapat membaca juga beresiko terhadap cedera.5. Pengkajian 29 . Asuhan Keperawatan Memenuhi Rasa Aman A. Kemampuan komunikasi yang memiliki hambatan kemampuan untuk menerima dan Individu menyampaikan informasi termasuk klien afasia. 8.individu yang disorientasi(individu yang tidak tahu dimana mereka berada atau apa yang harus mereka lakukan untuk menolong diri mereka sendiri).individu yang tidak merasakan stimulus dan individu yang mengalami hambatan penilaian akibat proses penyakit atau pengobatan seperti narkotik obat penenang. Status Emosi Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan untuk merasakan bahaya yang terdapat dalam lingkungan situasi yang penuh tekanan dapat menurunkan tingkat konsentrasi individu. Pada Faktor lingkungan lingkungan dimanapun kita berada termasuk rumah.Klien yang mengalami gangguan kesadaran meliputi individu yang kurang tidur.jalan harus mencakup faktor pendukung keamanan sehingga tidak menimbulkan bahaya atau cedera fisik.sekolah. II. Kesadaran terhadap keamanan Klien yang berada di lingkungan asing sering kali membutuhkan informasi keamanan yang spesifik.menyebabkan kesalahan penilaian dan penurunan dan kesadaran terhadap stimulus eksternal.hipnotik dan sedatif.individu dengan hambatan bahasa. Kesadaran Kognitif Kesadaran merupakan kemampuan untuk merasakan stimulus lingkungan dan reaksi tubuh serta untuk berespon secara tepat lewat proses pikir dan tindakan. Individu yang mengalami depresi dapat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan lebih lambat daripada biasanya. 6.tempat kerja.atau semi tak sadar.

perawat perlu memahami hal-hal yang member kontribusi keamanan rumah. Pengkajian terhadap lingkungan.Perawat memberikan perawatan kepada klien dan keluarga di dalam komunitas mereka dan tempat pelayanan kesehatan. status mobilisasi. Bagian pengkajian berikut ini mendiskusikan berbagai factor risiko yang dihadapi dalam komunitas dan lembaga pelayanan kesehatan. Alkohol juga mempunyai presentasi yang berarti sebagai penyebab remaja melakukan pembunuhan dan bunuh diri ( U. 1995). Ancaman keamanan dalam komunitas dipengaruhi oleh tahap perkembangan. Untuk memastikan lingkungan yang aman. 2. Remaja. bahaya keracunan.gaya hidup. dan sekitar 40% dari cidera tersebut disebakan karena penggunaan alcohol. 4. perubahan sensorik. merupakan peristiwa terbanyak yang terjadi pada masa bayi akhir dan masa toddler karena meningkatnya tingkat aktivitas oral dan kemampuan mengeksplorasi lingkungan ( Wong. Cedera merupakan penyebab terbesar kematian anak-anak yang berusia lebih dari 1 tahun dan penyebab kematian dan kecacatan yang lebih besar daripada akibat penyakit lain. dan kesadaran klien terhadap keamanan. 3. Bayi. Sifat cedera yang dialami berhubungan erat dengan perilaku pertumbuhan dan perkembangan yang nrmal. Contohnya. Risiko pada Tahap Perkembangan. termasuk rumah klien dan tempat pelayanan kesehatan. dan Prasekolah. atau lingkungan pelayanan kesehatan.Komitas factor resiko terdiri : 1. 30 . Pengkajian yang dilakukan pada klien antara lain pengkajian terhadap riwayat dan pemeriksaan fisik. yang setiap tahunnya lebih dari 600 kematian dan ribuan anak dibawa ke ruang gawat darurat ( Child Health Alert. 1993 ). Anak Usia Sekolah. komunitas. Cedera yang disebabkan kecelakaan merupakan penyebab kematian yang terbesar pada remaja.S Public Health Services. Todler. biasanya disebabkan oleh ingesti kepingan cat yang mengandung logam. 1994 ). mencakup inspeksi pada fasilitas tersebut. Cedera akibat bersepeda merupsksn penyebab kematian dan kecacatan yang utama pada anak-anak. dan kemudian mengkaji berbagai ancaman terhadap keamanan klien dan lingkungan.

Apakah pembakar dan pemanas 31 . 1. Pengkajian untuk risiko infeksi/keracunan makanan mencakup pengkajian diet selama minggu tersebut. dan ruangan di dekat pintu. Juga tinjau apakah klien sedang mengkonsumsi obat atau menjalani prosedur yang beresiko. perhatikan gaya berjalan klien. Ini akan memicu diskusi yang berguna tentang tujuan dan kepentingan cuci tangan. Dirumah. saat mengkajikecukupan pencahayaan.Untuk mengkaji klien secara menyeluruh. Area yang harus diperiksa adalah kamar mandi. koridor. keseimbangan dan penglihatan. lakukan inspeksi area dimana klien bergerak dan bekerja. Mengenali rutinitas klien akan membantu Anda mengenali bahaya yang tersembunyi. 2. memeriksa adanya demam. Anamnesis Keperawatan. Lingkungan rumah klien. Contohnya. Kecelakaan jatuh sering terjadi pada klien yang sering bangkit dari tempat tidur dengan terburu – buru karena merasa perlu segera berkemih. Jelajahi rumah bersama klien dan diskusikan bagaimana klien biasanya melakukan aktivitas harian. seperti jalan depan rumah. dibutuhkan pengkajian bahaya rumah. pemeriksaan system gastrointestinal dan saraf pusat. tangga. pertimbangkan semua kemungkinan ancaman keselamatan termasuk lingkungan klien dan juga factor risiko individual. Pertimbangkan untuk mengkaji status perkembangan klien saat Anda menganalisis informasi pengkajian. Contohnya. Inspeksilah makanan dan minuman yang dicurigai dan periksa praktik cuci tangan yang dilakukan klien. Perawat harus menanyakan klien jadwalrutin klien mencuci. Ajukan pertanyaan spesifik terkait dengan keselamatan . Anamnesis ini mencakup data tentang kesejahteraan klien untuk menentukan adanya kondisi yang mengancam keselamatan. kekuatan dan koordinasi otot. dan sekitar tangga. diuretic meningkatkan frekuensi berkemih sehingga klien harus lebih sering menggunakan toilet. dapur. Contohnya. Pengkajian kenyamanan lingkungan mencakup jadwal pemeliharaan system pemanas dan pendingin dirumah klien. dan menganalisis hasil kultur feses dan muntah.

anda harus menentukan keberadaan ancaman dilingkungan sekitar.dirumah klien berfungsi? Apakah rumah tersebut memiliki pendingin udara atau kipas angin? Anda harus menginformasikan klien yang menggunakan pemanas tentang risiko kebakaran. 5. minta klien untuk memeriksa adanya timbale pada bahan cat. Kantor kesehatan setempat dapat membantu pemilik rumah mencari pemeriksa timbale terlatih yang mengambil sample dan menganalisis kandungan timbale dilaboratorium. Pengkajian risiko jatuh sangat penting untuk menentukan kebutuhan spesifik dan menyusun intervensi pencegahan. 2006).. Disini. 3. Perawat memulai dengan bertanya adanya riwayat jatuh. Pengkajian awal dan harian untuk risiko jatuh sangat penting untuk identifikasi klien yang berisiko jatuh. Jika klien menghuni rumah lama. untuk mengurangi potensi 32 . Timbale juga dapat berasal dari alat solder atau system saluran air dirumah sehingga mereka harus memeriksa air dari tiap kran. debu. 4. keluarga merupakansumber penting dalam mengkaji risiko jatuh. Beban kerja dan kelelahan yang berlebihan menyebabkan penurunan kewaspadaan dan konsentrasi sehingga menyebabkan kesalahan (Trinkoff et al. Keluarga mampu melaporkan tingkat kebingungan dan kemampuan ambulasi klien. Apakah lokasi perlengkapan atau perabot membatasi usaha ambulasi klien? Apakah posisi klien memungkinkan ia menjangkau benda dimeja smaping tempat tidur? Apakah klien membutuhkan bantuan ambulasi? Perawat juga bekerja sama dengan staf teknik klinis untuk memastikan peralatan telah diperiksa untuk menjamin fungsi dan kondisi yang normal. Risiko jatuh. Waspadailah factor tersebut dan berhati – hatilah saat bekerja dibawah kondisi penuh tekanan. Risiko kesalahan medis. Alat pengkajian kedelakaan jatuh membantu mendeteksi risiko potensial sebelum kecelakaan dan cedera terjadi (farmer 2000). Alat ini menaruh nilai untuk tiap factor risiko. atau tanah. Contohnya. Pada banyak kasus. Waspadalah terhadap factor lingkungan Anda dimana kesalahn medis lebih mungkin terjadi. Lingkungan pelayanan kesehatan.

setiap pengkajian harus menyertakan pemahaman klien tentang persepsinya mengenai factor risiko. perawat harus mengenali dan mengetahui sindrom yang berisiko tinggi. atau wabah bubo. ancaman keselamatan dapat terjadi.. dan tanda klinis mulai muncul (Jones et al. Anda harus selalu mengonsultasikan cara untuk mengurangi ancaman di lingkungan klien. Serangan biologis dapat bersifat terbuka (diumumkan) atau tersembunyi. 2002). 6.kesalahan medis. Harapan klien. setelah waktu inkubasi telah lewat. 2002). Bersiaplah untuk melakukan pengkajian akurat dan tepat waktu pada berbagai tatanan lingkungan. Klien dengan gejala yang lebih ringan akan mencari pertolongan ke pelayanan primer. B. Serangan terbuka membutuhkan pengkajian cepat dari kejadian sebenarnya dan diikuti oleh respons yang tepat. perawat harus memeriksa gelang identifikasi klien sebelum memulai prosedur apapun. Pada kasus ini. Ancaman ini sangat nyata walaupun masalah terbatas pada kematian akibat antraks setelah peristiwa 11 september 2001. tetapi harapan ini terkadang tidak sesuai dengan perawat. Umumnya klien merasa aman dirumah dan fasilitas kesehatan. kemungkinan besar ada keterlibatan agen biologis seperti antraks. Serangan bioteroris tampak sebagai wabah alami pada awalnya. Diagnosa 33 . Oleh karena itu. cacar. Jika klien tidak diinformasikan atau belum berpengalaman.. Klien biasanya tidak akan menempatkan dirinya dalam bahaya secara sengaja. Serangan tersembunyi menjadi jelas setelah korban mencari pertolongan medis. Jika serangan terjadi. Perawat harus mengubah lingkungan klien. Serangan bioteroris. Klien dengan penyakit akut yang menandakan kasus awal setelah serangan tersembunyi akan mencari pertolongan di unit gawat darurat. tetapi Anda harus mengenali bahwa mikroorganisme telah ditingkatkan virulensinya dan mungkin resisten terhadap antibiotic atau vaksin (Jones et al. 7. botulisme.

Klien dengan gangguan mobilitas membutuhkan bantuan ambulasi dan terapi fisik. Contohnya. Contoh diagnosis keperawatan yang dapat diterapkan pada klien dengan ancaman keselamatan adalah sebagai berikut : • Risiko gangguan keseimbangan suhu tubuh • • • • • • • • Gangguan pemeliharaan rumah Risiko cedera Deficit pengetahuan Risiko keracunan Gangguan persepsi sensorik Risiko sesak napas Gengguan proses piker Risiko trauma Contoh Diagnosa dn Intervensi • Resiko cedera yang berhubungan dengan dengan percahayaan yang buruk dan lingkungan rumah yang kacau Definisi: resiko cedera adalah keadaan individu berisiko mengalami cedera karena interaksi kondisi lingkungan dengan adaptasi dan sumber pertahanan individu (kim. Klien dengan gangguan lingkungan rumah membutuhkan perubahan lingkungannya agar menjadi lebih aman.Setelah melengkapi pengkajian status keselamatan klien. risiko cedera berhubungan dengan gangguan mobilitas dan risiko cedera berhubungan dengan gangguan dilingkunag rumah membutuhkan intervensi yang berbeda. Identifikasi karakteristik penentu dari data akan membantu Anda menegakkan diagnosis. Proses diagnostic membutuhkan pengenalan akurat dari karakteristik penentu dan juga factor yang terkait. 1995) Hal yang Tujuan Intervensi Rasional diharapkan 34 . Terkadang dapat diterapkan factor terkait yang multiple. tinjau kelompok data untuk menentukan apakah terdapat pola yang menggambarkan adanya ancaman keselamata. Factor terkait akan menjadi dasar terapi keperawatan.

4. Berikan sesi pengajaran ketiga selama 20 menit tentang mengidentifikasi dan menghindari bahaya atau jatuh dan cedera . dan Pra Sekolah Gunakan mainan yang besar dan lunak Bagian-bagian yang kecil dapat di cabut tanpa mata. 3. Intervensi Intervensi keperawatan untuk meningkatkan keamanan dari tingkat perkembangan. Jika menggunakan tempat bermain Kepala bayi dapat terjepit di antara 35 . 1993). dan meningkatkan keamanan. klien akan memodifikas i 50% bahaya yang ada. Setelah 6 bulan klien memodifikas i 100% bahaya yang ada . 1. Minta klien melengkapi daftar keamanan di rumah untuk mengidentifikasi adanya potensi resiko terhadap keamanan . 2. Pemeriksaan yang menyeluruh terhadap potensial terjadi nya bahaya dapat miningkatkan pengetahuan pencegahan resiko (loew. Tempatkan sedikit nya lampu sebesar 75 watt pada ruangan. INTERVENSI RASIONAL Bayi. 1993). 2.1994) C. 3. 1994). hidung dan mulut yang oleh bayi dsn terjadi kecelakaan akibat terbuat dari plastik. Konseling dan pengajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya (law. Percahayaan yang baik akan mengurangi bahaya pada lingkungan dan mengurangi resiko jatuh (Ebersole and hess. 1. 2. Pada akhir sesi pengajaran yang ketiga. 3. Setelah 3 bulan. 4. aspirasi. Todler.Klien akan mempunyai lingkungan yang aman dalam 6 bulan 1. Pegangan dan permukaan yang tidak licin mengurangi resiko jatuh (Ebersole and hess. klien akan membuat daftar bahaya yang ada dalam rumah. Amankan pegangan pada bak mandi dan air pancuran .

zat yang beracun dan toksik memerlukan penanganan yang tepat. Mencegah anak jatuh dari tangga atau masuk ke ruangan yang tidak terlindungi dari bahaya. jangan meninggalkan salah satu sisinya turun Jangan meninggalkan sisi tempat tidur byi dalam keadaan yang tidak terpasang atau jangan berpaling dan bayi yang ada di meja tempat ganti Gendong bayi saat memberi makan. Bayi merengkak sering mencoba bermain dengan benda listrik di dinding walaupun banyak mainan yang lain. jangan menyangga botol dengan sesuatu Jika diberi susu formula. bacalah petunjuk yang ada. Anak yang mengetahui cara berenang tetap menemui kesulitan didalam air dan perlu pengawasan. tetapi harus selalu diawasi. Jangan tinggalkan bayi pada tempat tidur bayi. atau lebih awal bila bayi sangat aktif bergerak Hindarkan rumah tempat bayi berada dari benda benda yang kecil. Memberikan kemampuan pada anak 36 . roda tempat bayi belajar berjalan. Sebagian besar susu formula harus di encerkan dengan air Jangan lanjutkan penggunaan tempat duduk bayi saat bayi berusia 3 bulan. Stop kontak listrik di dinding dapat terlihat oleh bayi dan merangsang keingintahuan bayi. dan ingesti benda kecil menyebabkan bayi tersedak.anak anak dengan sisi yang dihubungkan satu sama lain. Tutup stop kontak listrik dengan menggunakan tutup pelindung Gunakan pgar penjara pada puncak dan dasar tangga dan pintu ruangan untuk membatasi ruang gerak todler yang mulai merangkak atau mulai berjalan. Ajarkan anak menyeberang jalan dan Anak dapat bermain dalam air dengan aman. Mencegah anak jatuh ke luar jendela. kereta dorong anak. atau kursi tinggi tanpa pengawasan Ajarkan anak berenang pada usia muda. tajam dan zat beracun tempat bermain dan rendahkan tempat bermain anak dengan sisi yang dihubungkan serta menimbulkan afeksia Anak dapat berguling secara tiba-tiba dan jatuh dari tempat tidur atau meja tempat ganti Meningkatkan ikatan dengan orang tua dan mengurangi resiko tersedak Penggunaan susu formula yang tidak di encerkan menybabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit pada bayi yang baru lahir Bayi berusia 3 bulan yang sangat aktif dapat mendorong tubuh nya keluar dari tempat duduk nya dan menyebabkan jatuh Bayi mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dengan menggunakan tangan dan mulut. Gunakan besi penjaga jendela untuk semua jendela yang ada di rumah.

tersebut tidak terisi. dan dapat terkunci dan pada model lama pintu intruksikan anak untuk tidak tidak dapat dibuka dari dalam. menyebabkan asfiksia. penyakit yang parah. tidak aka nada orang lain yang akan menolong anak. pengisisan atau penggunaan yang tidak ajarkan orang tua untuk menjaga alat tepat. – alat listrik saat mereka sendirian. lintas yang ada atau mengidentifikasi lokasi yang aman untuk mengendarai sepeda. Ajarkan anak untuk tidak berbicara Mengurangi resiko terjadi cedera atau atau menerima sesuatu dari orang penculikan oleh orang asing. pelindung dan bantalan dilutut dan mereka sering terjatuh. pelindung mengurangi resiko cedera yang serius. Ajarkan anak cara mengendarai Jika sepeda dilarang berjalan ditrotoar. bermain dan perlengkapan lain digunakan untuk bekerja dan penggunaan yang tidak tepat menyebabkan cedera. Jangan biarkan anak menjalankan alat Jika terjadi kecelakaan karena listrik. menangani ancaman pada anak. sehingga bersembunyi didalamnya.berjalan ditempat parkir. menyusun panic menghadap ke dinding. Jangan biarkan anak berlari sambil Anak dapat jatuh dan tertusuk gagang makan permen atau es krim yang permen atau es krim dan menyebabkan bergagang dalam mulutnya. 37 . dan tidak terjangkau oleh anak. Pindahkan kulkas dan alat pembeku Pintu kulkas dan alat pendingin mungkin yang tidak digunakan lagi. sepeda yang aman dan tanggung jawab anak harus belajar untuk mentaati rambu saat pergi dengan menggunakan lalu lintas dan sesuai dengan pola lalu sepeda. Gunakan bagian belakang alat Mengurangi risiko anak menarik panci pembakar pada kompor dan biasakan yang beriasi air panas dan risiko terbakar. Ajarkan anak untuk memakai helm Ketika anak mengendarai roller skating. Laporan asing dan memberitahu orang tua atau adanya orang asing membantu penegak orang dewasa yang bertanggung jawab hokum untuk menyekidiki dan jika didekati oleh orang asing. Anak usia sekolah Ajarkan anak menggunakan Anak perlu belajar bahwa ada beberapa perlengkapan yang aman untuk perlengkapan yang digunakan untuk bermain dan bekerja. untuk melindungi diri sendiri terhadap bahaya kendaraan bermotor. Ingatkan anak untuk tidak memakan Benda – benda tersebut mungkin apapun yang ditemukan dajalan atau mengandung bahaya dan menyebabkan dirumput. perlengkapan sikut saat anan bermain roller skating. cedera akibat tusukan atau adanya benda asing pada jalan nafas. terkunci. Jika orang tua memilih untuk memiliki Mencegah cedera kecelakaan akibat alat pemadam kebakaran dirumah.

penglihatan. Berikan pendidikan seks. Lansia Bantu klien menilai bahaya yang ada Bahaya fisik ekstrinsik menyebabkan dirumah risiko keamanan bagi lansia. hubungan seksual. berarti bagi klien dewasa.Remaja Anjurkan anak untuk mendaftar pada Pada usia ini banyak cedera yang kursus mengemidi mobil disebabkan oleh kesalahan diri sendiri. Rujuk remaja untuk megikuti aktivitas Remaja memerlukan pengawasan dari dimasyarakat dan yang disponsori orang dewasa. Penerapan Kasus Contoh Penerapan Kasus 38 . mempunyai angka bunuh diri yang tinggi Dewasa Rujuk klien untuk mengikuti kursus Efek stress dan pola gaya hidup manajemen stress dan berikan menyebabkan risiko keamanan yang petunjuk perubahan gaya hidup. Jatuh terjadi akibat penambahan usia usia. sebayanya. tekankan Banyak remaja yang mulai melakukan praktik seks yang aman. waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya secara aman. dan kecelakaan mobil. Anjurkan klien untuk memeriksakan Hal ini menurunkan terjadinya penglihatan dan pendengaran secara kecelakaan mobil dan kecelakaan pejalan teratur. Anjurkan klien untuk mendaftarkan Olahraga dapat mempertahankan diri pada kursus olahraga dan menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot. III. kewajiban penggunaan sabuk pengaman dan akibat penggunaan alcohol dan obat – obatan yang lain terhadap kemampuan mengemudikan kendaraan. tersengat listrik. kaki. Remaja perlu mempelajari peraturan dijalan raya. namun tetap memerlukan sekolah. Berikan informasi tentang penggunaan Remaja adalah subyek tekanan dari teman alcohol dan obat – obatan. dan pendengaran yang meningkatkan terjadinya kecelakaan akibat kebakaran. diri tetap aktif. kecelakaan karena keracunan terjadi karena penglihatan yang buruk. A. Kehamilan dan penyebaran virus HIV harus dihindarkan. penurunan mobilisasi. Dengarkan remaja dan observasi Remaja dapat menderita depresi dan adanya perubahan perilaku.

ireguler :pernapasan 28 x/menit.gelisah. • Gerakan tangan tidak terkontrol tampak berusaha mencabut NGT dan selang infus.tekanan darah 140/90 mmHg.Kesadaran somnolen.penuh.Pasien menyatakan sangat pusing dan pandangannya berputar-putar.K 25 tahun belum menikah. Subjekttif : 39 .dan dibawa ke IGD rumah sakit.Keluarga menyatakan bahwa pasien selalu gelisah dan ingin mencabut selang infus serta NGT yang terpasang. Data Fokus • Keluarga menyatakan bahwa 2 harri yang lalu pasien terjatuh dari motor. suhu 38 derajat celcius .cepat. Objektif : • Diagnosa medis : cedera kepala berat • Tanda-tanda vital : nadi 98 x/menit.cepat. • Pasien berusaha untuk turun dari tempat tidur.ireguler.Dua hari yang lalu pasien terjatuh darri motor lalu dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri.dan pasien berusaha untuk turun dari tempat tidur.gelisah. • Kesadaran somnolen.dan dangkal : suhu 38 derajat celcius :tekanan darah 140/90 mmHg.tidak sadarkan diri.Pasien dirawat karena cedera kepala berat.Pada pengkajian fisik didapatkan : nadi 98 x/menit.dan dangkal .Tn.pendidikan perguruan tinggi dan bekerja di perusahaan swasta.bicara kacau.dan bicara kacau.penuh. B. pernapasan 28 x/menit. • Pasien menyatakan sangat pusing dan pandangan berputar-putar • Keluarga menyatakan pasien selalu gelisah dan ingin mencabut infus danNGT yang terpasang.

Kajian status mental pasien : tingkat kesadaran dan perilaku pasien. 5. Minta persetujuan tindakan (informed consent) tindakan restrain. 6. 3. 8. 4.baik fisik maupun farmakologi. 7. Siapkan jenis restrain yang 40 Risiko cedera : jatuh dan perlukaan berhubungan dengan penurunan status mental. Jelaskan penggunaan restrain kepada pasien dan keluarga. Kolaborasi dengan doker untuk penggunaan restrain. Kriteria Hasil : • • Gerakan pasien dapat terkontrol Alat-alat invasif : NGT dan infus tidak dicabut • Pasien tidak jatuh dari tempat tidur Rencana Tindakan 1. Identifikasi jenis penggunaan restrain secara tepat. D. Pasang pengaman di sisi tempat tidur. Diagnosa Keperawatan Risiko cedera : Jatuh dan perlukaan berhubungan dengan penurunan status mental.masalah cedera : jatuh dan perlukaan tidak terjadi. .C. Diagnosa Keperawatan Rencana Asuhan Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan : Selama masa perawatan. Kaji tanda-tanda vital. 2.

sesuai. Kaji adanya penurunan sirkulasi atau gangguan integritas kulit pada area pemasanagan restrain setiap 2 jam. 41 .Lakukan latihan pergerakan sendi untuk ekstremitas/persendian yang terfiksasi setiap pergantian dinas. 9. 10.Pasang restrain secara benar dan tepat.

2009.Paduan Praktik Kebutuhan Dasar Manusia I. Definition and Clasification 2005-2006 philadelphia.Daftar Pustaka Perry & Potter.Fudamental Of Nursing.2003. NANDA International Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta III. USA:C.V Moasby Company St.Jakarta: Salemba Medika 42 . Nursing Diagnose. Luis NANDA (2003).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful