Artikel-39

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI TIMAH DARI AKI BEKAS

1. Uraian Proses Produksi Aki merupakan komponen pencatu daya dalam kendaraan bermotor. Sampai saat ini komponen utamanya masih terbuat dari logam timbal (Pb) dan belum ada alternatif yang mampu menggantikannya. Sebagai pencatu daya, di dalam aki timbul reaksi kimia sebagai berikut : Anoda : Pb(s) + SO4(aq)2PbSO4(s) + 2ePbSO4(s) + 2H2O(l) PbSO4(s) + 2H2O(l)

Katoda : PbO2(s) + 4H+(aq) + SO4(aq)2-+ 2ePb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4 (aq)

Gambar berikut menunjukkan susunan bagian dalam aki.

Gambar1. Komponen di Dalam Aki

1

pemerintah sehingga terbentuk kinerja daur ulang yang akrab lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama masyarakat . Teknologi yang digunakan juga bermacam-macam dari yang sangat sederhana hingga teknologi tinggi. biasanya tempat-tempat yang terpencil. pengangkutan maupun prosesnya. untuk diproses lebih lanjut menjadi produk murni. maupun bahan baku impor (saat ini dilarang). Dilain pihak kesadaran akan bahaya dari racun logam berat timbal (Pb) yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3) masih belum disadari oleh kebanyakan masyarakat terutama para pendaur ulang. hal ini dikarenakan daur ulang aki merupakan mata pencaharian dan dirasakan sangat menguntungkan oleh para pendaur ulang. tetapi pada dasarnya logam timah diambil dengan cara reduksi-oksidasi (redoks) unsur timbal yang ada di dalam 2 . Industri daur ulang aki jarang yang dilakukan oleh industri skala menengah-besar. hal ini dikarenakan usaha menengah-besar memerlukan biaya mobilisasi pengumpulan aki bekas yang besar untuk memenuhi kapasitasnya sehingga dirasakan lebih menguntungkan menerima hasil daur ulang setengah jadi industri kecil. Industri daur ulang aki bekas ini apabila tidak ditata dan tanpa penggunaan teknologi yang tepat akan berakibat buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia dalam pengumpulan. Daur ulang aki ditujukan untuk mengambil logam timbal (Pb) atau disebut juga ingot dan plastik box. Bau sulfur yang spesifik. Pencemaran dari usaha daur ulang aki bekas ini adalah : Pencemaran udara yang berasal dari asap dan debu yang mengandung logam berat Pb. untuk dimanfaatkan kembali.Usaha daur ulang aki bekas telah banyak dilakukan oleh industri rumah tangga dan kecil tersebar di berbagai tempat. Limbah cair yang mengandung asam sulfat Kegiatan daur ulang ini rasanya tidak mungkin dilarang.

Yang dimaksud proses elektrokimia yaitu melakukan leaching segala metal maupun ion Pb menjadi Pb2+ selanjutnya dengan proses elektrolisis Pb2+ diubah menjadi Pb metal.Dari proses daur ulang tersebut dihasilkan 2 jenis material yaitu : 1. Pemilihan teknologi ini akan menentuan disain peralatan yang akan dipergunakan.pabrik aki sebagi sel aki baru .pabrik cat . Proses ini jarang dilakukan oleh industri kecil menengah maupun rumah tangga di Indonesia hal ini dikarenakan biaya investasi serta operasional yang mahal.keramik dan isolasi radio aktif 2. Skema Proses Elektrokimia 3 .pabrik plastik Didalam melakukan daur ulang timah dikenal beberapa alternatif teknologi. Diagram proses elektrokimia adalah sebagai berikut : Metallic Lead (Pb) Lead Oxide (PbO) Lead Dioxide (PbO2) Lead Sulfate (PbSO4) Na2SO4 Lead Sulfide (PbS) Sumber : Technical Working Group Of The Basel Convention (EnTA) (2) Leaching Plumbous Lead (Pb2+) Metallic Lead HCl + NaCl Reductive Electrolysis Gambar 2. Elektrokimia. Plastik box dimanfaatkan oleh: .pabrik tabung TV . Logam/Ingot timbal dimanfaatkan oleh : .pabrik aki . Namun secara umum dalam usaha daur ulang timah dikenal teknologi sebagai berikut: a.

Sketsa gambar “kuwen” adalah sebagai berikut : 4 . Proses ini menggunakan karbon/arang serta udara sebagai reduktor dan oksidator untuk melelehkan sel aki menjadi timah cair. Skema proses redoks adalah sebagai berikut : Karbon Sel Aki Udara Reaktor Pb Cair Cetak Produk Slag Gambar 3. Skema Proses Redoks Teknologi yang berkembang di industri rumah tangga/IKM Indonesia saat ini biasanya hanya berupa kubangan di dalam tanah yang disebut “kuwen”. baik dengan teknologi yang sangat sederhana maupun yang sudah maju. Suhu diperlukan untuk melelehkan timah sehingga akan terpisah anatar timah dan pengotor diantaranya sulfur. Prinsip operasi dari kuwen adalah dengan mencampur arang dan sel aki kemudian arang dinyalakan dengan menambah udara dari blower. Setelah sel timah mencair dipisahkan untuk dicetak. Proses Redoks Prosesd redoks dipergunakan reaktor. Proses ini banyak dilakukan di Indonesia.b. Suhu operasi terjadi lebih dari 500O C. Debu logam berat berhamburan sehingga mencemari lingkungan. yang berbentuk kupola maupun rotary kiln.

Gambar sketsa cerobong adalah sebagai berikut : 5 . Sketsa Daur Ulang Aki Bekas Secara Tradisional Dari sketsa gambar diatas terlihat bahwa teknologi tradisional tersebut sangat tidak aman karena polusi udara yang mengandung logam berat (B3) timah.Blower tanah Arang + sel Aki tanah Timah cair Blower Dicetak Gambar 4. yaitu dengan memasang cerobong beserta perangkap debu. Bangunan cerobong bisa dibuat dari batu bata yang di plaster. Untuk mengurangi pencemaran maka harus dilakukan pengisolasian sumber dampak. sehingga membahayakan bagi para pendaur ulang sendiri maupun lingkungan. Ceroong ini bekerja karena ada tarikan vent serta efek chime. Disamping itu gas-gas sisa pembakaran SOx maupun NOx selain mengakibatkan pencemaran udara juga akan menimbulkan bau spesifik sulfur.

Dengan menggunakan kiln atau kupola memudahkan isolasi debu yang keluar saat pengecoran. 6 . sehingga perlu didinginkan.Vent Unit perangkap debu Bangunan cerobong Blower tanah Kuwen sebagai tempat “masak” Gambar 5. Debu keluar bersama-sama dengan gas hasil pembakaran masih mempunyai suhu yang tinggi (+ 450oC). apabila menggunakan proses kontinyu maka diperlukan reaktor yang berupa kiln maupun kupola. Modifikasi Kuwen Dengan Memasang Cerobong Dan Perangkap Debu Proses redoks dengan mengguakan kuwen adalah proses batch.

Slag yang merupakan hasil samping dari pengecoran adalah campuaran dari arang. Disain kiln maupun kupola terdiri dari bagian : Tahan panas terbuat dari bata tahan api Ruang bakar / ruang reaksi Tuyer sebagai tempat pemasukan udara Inlet sebagai tempat pemasukan bahan baku : arang. Kolom sprayer bermanfaat juga sebagai peralatan untuk menurunkan kandungan debu di dalam aliran gas tersebur. Pemanfaatan panas gas hasil pembakaran adalah untuk pemanasan awal udara umpan. serbuk besi.Out let yang terdiri dari tiga bagian yaitu : o tempat pengeluaran produk o pembuangan gas sisa pembakaran/ sisa reaksi o pengeluaran slag Sketsa gambar kiln maupun kupola adalah sebagai berikut : Gas ke gas treatment Arang. besi serta komponen kecil lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi pengganti pasir dalam pembuatan bahan bangunan. sel aki. Gambar Sketsa Kiln 7 . gros . sementara air dapat di sirkulasi.Pendinginan dapat berupa pendinginan udara maupun pendinginan air. Kelebihan panas dapat diturunkan dengan memasang kolom sprayer air. Debu di dalam air dapat dipisahkan dengan saringan. sel aki Slag + timah cair Gambar 6.

Limbah Yang Dihasilkan Untuk mengetahui limbah yang dihasilkan dapat dipahami melalui proses yang dipergunakan. skema daur ulang aki dan cemaran yang timbul disajikan dalam gambar berikut : 8 . Di Indonesia industri daur ulang baik skala kecil maupun menengah lebih banyak menggunakan sistem redoks.Ke cyclone Inlet Bata tahan api Tuyer Gambar 7. Sketsa Kupola 2. Secara umum.

9 . SO2.Aki bekas Pemotongan Asam sulfat Kotak Plastik Sel Aki • • • • Debu Gas Bau slag Penghancuran Daur ulang Limbah cair Pencucian Logam timah Pengeringan Pemurnian • Gas Extruder Pellet plastik Industri – Industri : . Gas dan bau. limbah cair berupa asam sulfat biasanya limbah ini sudah tercecer di pengumpul maupun sumber. Limbah cair. Slag ini dapat dipergunakan sebagai bahan pengganti pasir maupun batu dalam bahan bangunan. Skema Daur Ulang Aki Dan Cemarannya Sifat-sifat limbah adalah sebagai berikut : a. debu. cemaran ini berupa gas-gas sisa hasil pembakaran.keramik dan isolasi radio aktif Gambar 8.aki .cat .tabung TV . Padat. c. Pb dan lain lain. b. berupa slag sisa daur ulang.

Dengan adanya putaran gas dan semburan cairan tersebut maka debu akan turun disamping itu SOx yang terikut dalam gas akan bereaksi dengan soda untuk membentuk garam Na2SO4. Prinsip kerja dari cyclone adalah debu yang terdapat di dalam aliran gas berputar menuruti bodi cyclone. d. Disamping untuk menurunkan tingkat pencemaran debu. b. Bahan dan Alat Dalam melakukan daur ulang timah dari aki bekas dengan menggunakan reaktor. Penggunaan perangkap debu Electric Precipitator (EP) dapat mengurangi tingkat polusi debu sampai 99% tetapi memerlukan catu daya DC yang besar. juga menurunkan suhu serta kadar sulfur dalam aliran udara hasil pembakaran. Sehingga gas yang keluar akan lebih bersih. kondisi operasi. operasionalnya mahal sehingga akan sulit bagi IKM menggunakan alat ini. diperlukan perangkap debu. Dalam perputaran tersebut debu akan collapse dan jatuh. Bag filter akan menyaring debu dengan diameter tertentu berdasar pada ukuran lubang mesh filter yang dipasang. tergantung dari ukuran partikel. Cyclone Bag filter Scrubber Electric Precipitator Jenis peralatan tersebut dapat dikombinasikan satu sama lain. Campuran air NaOH dapat disirkulasi. c.3. jumlah partikel. sehingga debu-debu yang terkumpul akan mudah dikendalikan. Scrubber bekerja dengan memanfaatkan prinsip cylone dan semburan air dan NaOH. 10 . Jenis-jenis perangkap debu antara lain : a. Proses Pengolahan Limbah Gas dan Bau 3.1. Peralatan-peralatan tersebut diatas biasanya sebagian besar terbuat dari metal/besi kecuali untuk bag filter ditambah filter yang terbuat dari polyester maupun serat yang lain.

11 . Gambar Peralatan Gas bersih Gas kotor debu Gambar 7. Slag dipecah dan diayak dengan mesh sesuai yang dikehendaki.3.2. Proses Pengolahan Limbah Padat Hasil samping daur ulang ini adalah slag. Cyclone 4.9. Slag merupakan campuran karbon dengan logam-logam pengotor timah diantaranya besi (Fe). kerikil maupun pasir. Slag biasanya berupa bongkahan dengan ukuran yang tidak beraturan. Slag bisa dipergunakan sebagai bahan bangunan sebagai subtitusi.

Prof DR. Preparation Of The Technical Guidelines For The Environmentally Sound Management Of Waste Lead-Acid Batteries 3. Tata Surdia. Chemical Enggineering Hand Book. Cetakan Pertama. John Willey & Sons. Daftar Pustaka 1. Perry R. Sixth edition. 6. Prof.H. “Ekologi Industri”. Air Pollution. Technical Working Group Of The Basel Convention. Kenji Chijiiwa. 5. 1984.. 12 . Parker. New York.5. Edisi Pertama. Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 2002. Ir. 1981. Teknik Pengecoran Logam 2. Kristanto P. 2002. 4. 2000. MS Met E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful