1

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU PADA SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Oleh: RM. Bambang S ABSTRAK Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu peningkatan kinerja guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru yang tercermin dalam peningkatan disiplin, komitmen, tanggung jawab, motivasi kerja dan kemampuan guru sebagai indikator kinerjanya. Pendekatan dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif. Tehnik pengumpulan data digunakan: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subyek penelitian berjumlah sembilan orang terdiri dari satu orang kepala sekolah, tiga orang wakil kepala sekolah dan lima orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah memberikan konstribusi dalam peningkatan: (a) disiplin guru, namun, masih terdapat beberapa orang guru yang memperlihatkan perilaku yang kurang disiplin; (b) komitmen guru, namun, masih terdapat beberapa orang guru yang memiliki komitmen yang rendah; (c) tanggung jawab guru, namun masih terdapat beberapa orang guru yang memiliki tanggung jawab rendah; (d) motivasi kerja guru; (e) kemampuan guru. (2) Gaya kepemimpinan transformasional dan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang dominan digunakan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan dan Kinerja Guru I. PENDAHULUAN Peningkatan mutu pendidikan secara mikro, pada dasarnya sangat ditentukan oleh operasionalisasi manajemen di tingkat sekolah. Peran utama dalam menjalankan roda manajemen sekolah terletak pada kepala sekolah dan seluruh komunitas sekolah, baik secara bersama-sama maupun masing-masing. Kepala sekolah orang yang bertanggug jawab untuk menjalankan roda organisasi sekolah.Sehubungan dengan hal tersebut Danim (2009:v) menyatakan “dalam kapasitas ini fungsi kepala sekolah bukan saja sebagai manajer, melainkan sebagai pemikir dan pengembang terhadap kemajuan sekolah”. Menyikapi tentang peran, fungsi dan tangungjawab kepala sekolah, selayaknya kepala sekolah memiliki komitmen moral yang tinggi atas pekerjaannya di samping profesional dan berdedikasi. Sebagai pemimpin puncak di sekolah, kepala sekolah merupakan subjek yang dituntut harus melakukan transformasi kemampuannya melalui bimbingan, tuntunan dan pemberdayaan kepada seluruh komunitas sekolah, demi mencapai tujuan sekolah yang optimal, sesuai dengan visi dan misi sekolah. Namun demikian, berbagai fenomena di lapangan muncul kepermukaan diantaranya masih banyaknya sekolah yang prestasi siswanya tergolong rendah,

ketersediaan sarana dan sekolah yang kompeten dan elegan. kreatif. dan lambannya staf tata usaha dalam melayani kebutuhan siswa. efektif. Untuk merealisasi kondisi ini. 2003:51). produktif. pencipta iklim kerja yang baik. konsultatif. ketersediaan tenaga guru yang memiliki legitimasi guru professional. komunikator ulung. memiliki kaitan erat dengan pemilihan pola dan gaya kepemimpinan yang dianut oleh kepala sekolah. disertai dengan peningkatan kinerja seluruh komunitas sekolah. jika gaya kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin sesuai dengan iklim. dibutuhkan kepala sekolah yang kompeten dan elegan. Danim (2009:168) menyatakan “kepala sekolah yang bercirikan pemimpin sejati. disamping kepala . Mengenai kepala sekolah yang kompeten dan elegan. Bertitik tolak dari uraian tersebut. Di sisi lain.2 guru dan siswa kurang disiplin. partisipatif. dan mampu mengakomudasikan lingkungannya”. terutama peningkatan kinerja guru selaku penanggungjawab terhadap proses pembelajaran peserta didik di kelas. dibutuhkan suatu penelitian yang cermat dan memberikan nuansa tersendiri bagi peningkatan kinerja guru. pemecah konflik. di samping rendahnya etos kerja komunitas sekolah secara keseluruhan. Pemandangan seperti ini merupakan cerminan kurangnya kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan stafnya. pendukung perubahan. menurut Kaitan gaya kepemimpinan dengan situasi tertentu Rivai (2003:65) menyatakan “ada kaitan yang erat antara gaya kepemimpinan dengan situasi yang dipersyaratkan”. pengendalian (Rivai. meliputi fungsi intruktif. timbullah permasalahan dalam penelitian ini apakah gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru ? Untuk menjawab permasalahan ini. dengan tidak mengeyampingkan fungsi-fungsi kepemimpinannya. guru yang kemampuan dalam mengelola pembelajaran dan komitmennya terhadap tugas relatif rendah. bersikap proaktif. Hal ini memberikan makna bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan yang tergolong representatif. Hal ini memberikan makna bahwa seorang pemimpin akan efektif dalam memimpin. penentu standar kerja. Tinggi dan rendahnya kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan stafnya. delegasi dan prasarana yang memadai. inovatif dan memenuhi standar kepala sekolah. pembangun disiplin. kultur dan kebutuhan dari organisasi yang dipimpinnya.

2. Ketiga. gejala. Hal ini sesuai dengan pendapat Fatah (2004: 216) tentang teknik pengumpulan data peneltian kualitatif adalah sebagai berikut: 1. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif. maka tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah : (1) observasi. Kedua. Sesuai dengan pendekatan yang dilakukan. Wawancara (interview) yaitu pengumpulan data yang dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individu dengan tujuan untuk menggali dan memperoleh data atau informasi yang lebih mendalam dan relevan dengan masalah yang diteliti . peneliti bermaksud untuk menganalisis dan menafsirkan fakta. peneliti bermaksud ingin mengembangkan konsep pemikiran dari pemahaman yang terkandung dalam gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru pada SMP Negeri 8 Banda Aceh. yaitu mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. bidang kajian penelitian ini berkenaan dengan suatu proses dan kegiatan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru pada SMP Negeri 8 Banda Aceh. dan sensitif terhadap subjek yang diteliti serta mendeskripsikannya secara induktif. berintegrasi dengan mereka. berusaha memahami bahasa dan tafsirannya tentang dunia sekitarnya. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengkaji permasalahan dan memperoleh jawaban yang bermakna dan mendalam tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru pada SMP Negeri 8 Banda Aceh. Moleong (2006:242) menegaskan bahwa penelitian kualitatif pada hakekatnya mengawasi orang dalam lingkungannya. Observasi (pengamatan). Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: pertama. yaitu dengan cara mengamati secara cermat gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. yang penulis tuangkan dalam judul penelitian: “Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru Pada SMP Negeri 8 Banda Aceh”.3 mendalam. (2) wawancara dan (3) dokumentasi. II. dan peristiwa yang berkaitan dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. dalam konteks ruang dan waktu serta situasi yang dialami.

4 3. Observasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah dan disiplin guru. yaitu pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalasis dokumen-dokumen. 3) Penafsiran data sesuai dengan tujuan penelitian yaitu merakit unsur-unsur data penelitian serta memberi makna berdasarkan pandangan penelitian untuk mencapai suatu kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian secara keseluruhan dan berkesinambungan. wawancara dan telaah dokumentasi . . 4) Verifikasi data dilakukan untuk menguji atau memeriksa kesimpulan yang diambil dibandingkan dengan teori-teori yang relevan apakah sudah tepat atau belum dalam mencapai tujuan penelitian. maupun hasil. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Disiplin Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh.1 Kopelma Darussalam. yaitu: 1) Reduksi data. baik yang berkaitan dengan perencanaan. Aktivitas dan upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru meliputi: mengembangkan visi secara bersama. dilakukan observasi. membangun dan mengembangkan kultur sekolah. Hasil Penelitian 1. disiplin dalam melaksanakan tugas sekolah bukan mengajar. III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. dengan mengambil lokasi penelitian pada SMP Negeri 8 Banda Aceh yang terletak di Jalan Hamzah Fansuri No. adalah membuat abstraksi dari seluruh data yang diperoleh dari dilapangan yang sesuai dengan fokus penelitian 2) Pengorganisasian dan pengolahan data sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagaimana yang disarankan oleh Nasution (2001:129-130). Kedisiplinan guru yang diamati meliputi: disiplin kehadiran datang dan pulang. pelaksanaan. tiga orang wakil kepala sekolah dan lima orang guru. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah sembilan orang. Untuk memperoleh data tentang kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru . Seluruh kegiatan analisa data tersebut dilakukan secara terus-menerus dan saling berhubungan dari awal sampai akhir tujuan. gambar maupun elektronik. dengan rincian satu orang kepala sekolah. Hasil observasi dan wawancara diperoleh bahwa sebahagian besar guru memperlihatkan tingkat kedisiplinan yang tinggi. mendistribusikan melakukan wewenang/peran. disiplin dalam melaksanakan tugas mengajar. baik dokumen tertulis. Studi dokumentasi.

Mengacu kepada aktivitas dan upaya diatas. dan pelaksanaan tugas guru. memberikan arahan dan bimbingan terhadap pelaksanaan tugas guru. nasehat dan bimbingan tentang pelaksanaan tugas guru. misi dan tujuan sekolah. memberikan teguran. Penggunaan kedua gaya ini memberikan konstribusi dalam peningkatan komitmen guru terhadap tugas. memberikan dukungan moral kepada guru.5 komunikasi persuasif. 2. Namun. membuat kesepakatan terhadap pelaksanaan tugas guru. ternyata kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru menggunakan gaya kepemimpinan transformasional. yakni sebahagian besar dari guru memperlihatkan kedisiplinan yang tinggi. Konstribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Tanggung Jawab Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Untuk memperoleh data tentang konstribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatkan tanggung jawab. visioner. Konstribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatkan Komitmen Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Untuk memperoleh data tentang konstibusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan komitmen guru. 3. melakukan aksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. jelaslah bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan komitmen guru terhadap tugas menggunakan gaya transformasional dan situasional. wawancara dan telaah dokumentasi. Mengacu kepada aktivitas dan upaya tersebut. melakukan perhatian secara individual. Hasil observasi dan wawancara diperoleh bahwa: aktivitas dan upaya kepala sekolah meliputi: mensosialisasikan visi. melakukan kesepakatan tentang tugas. dan memberikan teladan kepada guru. memberikan penghargaan terhadap keberhasilan . masih terdapat adanya beberapa orang guru yang memperlihatkan perilaku yang kurang disiplin. membantu memaknai tugas guru sebagai bahagian dari kehidupan. namun masih terdapat beberapa orang guru yang memperihatkan komitmen yang rendah. memeriksa perangkat pembelajaran RPP dan silabus yang dibuat guru. Hasil observasi dan wawancara diperoleh bahwa aktivitas dan upaya kepala sekolah dalam peningkatan tanggung jawab guru meliputi: melakukan supervisi kelas. transaksional dan situasional. mentransformasikan peran kepemimpinan. Penggunaan ke empat gaya ini memberikan konstribusi dalam peningkatan disiplin guru. dilakukan observasi dan wawancara dengan subyek penelitian. dilakukan observasi.

dilakukan observasi. menggunakan gaya kepemimpinan transformasional dan situasional. memberikan perhatian secara individual terhadap visi secara mengembangkan kultur sekolah. dokumentasi. 4. ternyata kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan transformasional. Konstribusi Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Untuk memperoleh data tentang konstribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatkan kemampuan guru. memeriksa RPP dan silabus yang dibuat guru.6 Mengacu kepada aktivitas dan upaya tersebut. mendorong tumbuhnya motif berprestasi. Hasil observasi dan wawancara diperoleh bahwa aktivitas dan upaya kepala sekolah dalam peningkatan kemampuan meliputi: melakukan supervisi kelas. membangun hubungan dengan cara mendorong sosio emosional guru. sensitif terhadap kepentingan guru dan organisasi. dilakukan observasi. bersama. wawancara dan telaah dokumentasi berupa RPP yang dibuat oleh guru. memberikan arahan dan bimbingan terhadap pelaksanaan tugas guru. 5. Penggunaan ke tiga gaya ini memberikan konstribusi dalam peningkatan tanggung jawab guru . mempertahankan kesempurnaan pelayanan terhadap guru. mengembangkan mengatur sumber daya guru. wawancara dan telaah membangun komunikasi persuasif dengan guru. visioner. Namun. Data tentang kemampuan guru diperolh melalui observasi dan wawancara dengan guru dan telaah dokumentasi. guru. yakni sebahagian besar guru memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas. Wawancara terhadap guru tidak lain untuk mengetahui tentang perangkat pembelajaran yang disiapkan guru untuk mendukung dan menghargai setiap . masih terdapat beberapa orang guru yang memiliki tanggung jawab yang rendah. Konstribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Untuk memperoleh data tentang konstribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatkan motivasi guru. melakukan komunikasi persuasif dengan guru. terutama bagi yang tergolong rendahnya disiplin dan komitmen. Hasil observasi dan wawancara diperoleh aktivitas dan upaya kepala sekolah dan guru meliputi: memberdayakan potensi guru. dan transaksional. memberikan bimbingan dan arahan terhadap pelaksanaan tugas guru. keberhasilan dari pelaksanaan tugas guru Mengacu kepada aktivitas dan upaya tersebut ternyata kepala sekolah dalam peningkatan motivasi kerja guru.

kinerja. Konstribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Disipilin Guru SMP Negeri 8 Bandas Aceh Temuan lapangan mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan dalam Temuan peningkatan disiplin guru. Sedangkan kemampuan membuat rencana proses pembelajaran (RPP) juga tergolong baik. membangun komunikasi persuasif dengan guru dan seluruh komunitas sekolah. mengembangkan visi dan kultur sekolah. gaya kepemimpinan transformasonal. Penilaian kemampuan mengajar guru. Aktivitas kepala sekolah dan guru. Gaya kepemimpinan situasional yang digunakan kepala sekolah terlihat dari aktivitas kepala sekolah meliputi: menaruh perhatian terhadap guru. terungkap dalam Pe Hasil wawancara dengan subyek penelitian terhadap masing-masing indikator bahwa gaya kepemimpinan yang dominan digunakan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru adalah gaya kepemimpinan transformasional dan situasional. memberikan bimbingan dan arahan serta dukungan emosional. ternyata kepala sekolah dalam peningkatan kemampuan guru menggunakan gaya tranformasional. Penggunaan ke tiga gaya kepemimpinan ini memberikan konstribusi dalam peningkatan kemampuan guru. Sedangkan untuk penilaian rencana proses pembelajaran (RPP) digunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru I (APKG I) . Observasi dilakukan terhadap tiga orang guru.7 proses pembelajaran . memiliki kemampuan untuk melakukan usaha-usaha rekonnstruksi di sekolah. dengan mengamati kemampuan mengajarnya di kelas. menggunakan tiga gaya kepemimpinan yakni. mentranformasikan peran dan tanggung jawab. B. Gaya Kepemimpinan yang Dominan Digunakan Kepala Sekolah ningkatkan Kinerja Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh.. kesiapan guru. Pembahasan Hasil Penelitian 1. 6. ini didasarkan atas aktivitas yang dilakukan kepala sekolah meliputi: membangkitkan motivasi dan meningkatkan komitmen guru terhadap tugas. Hasil observasi yang terungkap bahwa kemampuan mengajar guru dalam kategori baik. digunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru II (APKG II) . situasional dan transaksional. visioner dan situasional. memiliki sikap sensitif terhadap pengembangan organisasi sekolah. Gaya kepemimpinan transformasional diperlihatkan oleh aktivitas kepala sekolah meliputi: kharisma dan inspirasional. dan memperhatikan kematangan dan . memberi perhatian secara individual.

8 menggiring guru kearah tumbuhnya sentivitas pengembangan visi secara bersama. terlihat dari aktivitas kepala sekolah meliputi: mengatur sumber daya manusia. Pemilihan gaya transformasional mengisyaratkan bahwa proses transformasi akan lebih memotivasi dan membentuk sikap disiplin guru . menciptakan dan mengartikulasikan Kartanegara (2003:3) menjelaskan tentang gaya kepemimpinan visioner adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kinerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota organisasi dengan cara memberikan arahan dan makna pada kinerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas. Pemilihan gaya transformasional oleh kepala sekolah. pihak yang dirugikan”. memberikan arahan dan bimbingan. visioner dan situasional oleh kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru. menjadi pelatih yang profesional. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Mulyasa (2006:125) sebagai . memberikan dorongan emosional. Di samping itu pemilihan gaya kepemimpinan situasional yang digunakan oleh kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru. pendistribusian wewenang. sangat terkait dengan situasi dan iklim orgasasi serta karakter guru . dan membangun kultur organisasi sekolah. Pemilihan gaya tranformasional. Lebih lanjut Komariah (2005:72) mengatakan “gaya kepemimpinan visioner adalah gaya kepemimpinan yang kerja pokoknya difokuskan pada rekayasa masa depan yang penuh tantangan dan menjadi agen perubahan yang unggul dan menjadi penentu arah organisasi yang memahami prioritas. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Wahyudi (2009:120) sebagai berikut: “Penerapan gaya kepemimpinan sangat ditentukan oleh situasi kerja atau keadaan anggota/bawahan dan sumber daya pendukung organisasi. Pemilihan peningkatan disiplin guru. diperlihatkan oleh aktivitas kepala sekolah meliuputi: membangun komunikasi dengan mengacu pada perilaku tugas dan hubungan.. tidak lain berupaya Menyangkut dengan gaya transformasional yang digunakan oleh kepala sekolah. serta membimbing personil lainnya kearah profesionalisme kerja yang diharapkan”. Mulyasa (2006:59) menjelaskan bahwa “gaya kepemimpinan yang dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelbagai keputusan tanpa ada gaya visioner yang digunakan oleh kepala sekolah dalam visi yang realistic.Pemilihan gaya kepemimpinan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya harus mengacu kepada situasi dan iklim sekolah serta karakteristik guru yang dipimpinnya.

. Konstribusi Gaya Ke pemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Komitmen Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Temuan lapangan mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan dalam peningkatan komitmen. inspiratif. terutama dalam upaya peningkatan komitmen guru terhadap tugas kesehariannya. yakni gaya kepemimpinan transformasional. namun masih ada beberapa orang guru yang memperlihatkan disiplin guru terhadap tugas. (2) memberi teladan. gaya kepemimpinan transformasonal dan situasional. Kedua gaya ini muncul diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinannya. (5) memberdayakan bawahan. Temuan lapangan tentang gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah tersebut dalam peningkatan disiplin guru. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Danim (2009:62) tentang indikator gaya kepemimpinan transformasional sebagai berikut : (1) pembaharu. mendorong kinerja guru. temuan tentang disiplin guru yang tergolonng relatif tinggi. memiliki rangsangan intelektual. Penggunaan ketiga gaya kepemimpinan memberikan konstribusi terhadap peningkatan disiplin guru. menggunakan dua gaya kepemimpinan yakni. (3) mendorong kinerja bawahan. Hal ini mengisyarakan bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah meliputi gaya kepemimpinan transformasional. Sekalipun demikian. visioner dan situasional secara bersama-sama memberikan konstribusi dalam peningkatan disiplin guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. Di samping itu kepala sekolah juga melakukan kumunikasi persuasif dengan guru dan cenderung menyarankan kepada guru untuk memiliki motif berprestasi. Adapun sikap dan perilaku yang diperlihatkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru diantaranya adalah memperlihatkan unsur yang kharismatik. (4) mengharmoniskan lingkungan kerja. (6) bertindak atas system nilai. (7) meningkatkan kemampuan terus menerus. dan menggunakan pelaksanaan aturan . membantu guru meningkatkan standar prilakunya.9 berikut: Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin Guru yaitu: membantu guru mengembangkan pola prilakunya. Pemunculan kedua gaya ini juga sangat terkait dengan kebutuhan guru. 2. (8) mampu menghadapi situasi yang rumit. visioner dan situasional. situasi dan iklim sekolah dan karaktristik guru itu sebagai bentuk perilaku yang melahirkan komitmen itu sendiri.

10 Gaya kepemimpinan transformasional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan komitmen guru. 3. Temuan gaya kepemimpinan situasional yang digunakan kepala sekolah dalam membangun komitmen guru. belajar dari kesalahan. Lebih lanjut pemilihan gaya kepemimpinan situasional oleh kepala sekolah diharapkan mampu membangun komitmen guru dengan mengacu kepada kematangan melaksanakan tugas. Di samping itu kepala sekolah dalam membangun komitmen guru. dengan cara melibatkan guru dalam tugas tertentu. adalah dengan cara menanamkan rasa percaya diri. dengan cara memberikan dorongan sosio emosional terhadap guru dalam setiap aspek yang melibatkan guru. memberikan makna bahwa komitmen guru terhadap tugas dapat dibentuk dan ditingkatkan melalui perilaku hubungan yang dibangun kepala sekolah. Temuan ini senada dengan apa yang dungkapkan oleh Wahjosumidjo (2001:153) mengungkapkan bahwa: “Komitmen dalam kerja baik individu. Temuan gaya kepemimpinan situasional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan komitmen guru. kelompok maupun organisasi di pengaruhi oleh lingkungan kerja dan teman kerja”. menggunakan ketiga gaya dalam . Disamping itu komitmen guru terhadap tugas dapat dibangun melalui perilaku tugas yang diemban oleh guru dengan cara memberikan arahan dan bimbingan oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan tugas keseharian guru. memberikan bayangan terhadap masa depan. berani mengambil resiko yang pada akhirnya akan mampu melahirkan komitmen yang tinggi pada guru terhadap tugas yang diembannya. menjalin dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru dan sesama guru. sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan komitmen terhadap tugas guru. Konstibusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Tanggung jawab Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh 8 Banda Aceh Temuan lapangan mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan dalam peningkatan tanggung jawab guru. dilakukan dengan cara membangun pemahaman terhadap visi dan misi serta tujuan sekolah yang ingin dicapai. Dengan demikian dapatlah dimaknai bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan situasional yang digunakan kepala sekolah memberikan konstribusi peningkatan komitmen guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. menciptakan iklim sekolah yang kondusif untuk pelaksaan tugas guru.

Konstribui Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Motivasi Kinerja Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. Temuan lapangan tentang tanggung jawab guru terhadap tugas. 4. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Danim (2009:60) sebagai berikut : “kepemimpinan tumbuhnya transformasional menggiring sumber daya manusia kearah pembinaan. kemampuan bereaksi secara cepat atas segala ancaman dan peluang. diperlihatkan oleh aktivitas kepala sekolah dalam melakukan pendistribusian peran. sensitivitas pendistribusia kewenangan dan membangun kultur sekolah”. Seterusnya gaya kepemimpinan visioner yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan tanggung jawab . yakni. visioner dan transaksional yang digunakan kepala sekolah memberikan konstribusi dalam peningkatan tanggung jawab guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. Mengenai gaya kepemimpinan transaksional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan tanggung jawab. diperlihatkan melalui kemampuan kepala sekolah mengatur sumber daya guru. meminta pertanggungjawaban. Hal ini dilakukan untuk mendorong guru melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan transformasional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan tanggung jawab . adanya kesepakatan penghargaan dalam peningkatan tanggung jawab guru. diperlihatkan oleh kepala sekolah melalui aktivitas kesepakatan penugasan terhadap tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas.11 kepemimpinan digunakan oleh kepala sekolah transformasonal. memperlihatkan sikap sensitivitasnya terhadap guru. dalam bentuk pengawasan terhadap tugas. memberikan sesuatu yang cukup bermakna terhadap gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah . Hal ini ditunjukkan oleh tingginya tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas kesehariannya. menggunakan dua gaya kepemimpinan yakni. Dengan demikian dapatlah dimaknai bahwa gaya kepemimpinan transformasional . Kedua gaya ini muncul diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam upaya peningkatan motivasi guru. visioner dan transaksional. Temuan lapangan mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan dalam peningkatan motivasi. gaya kepemimpinan transformasonal dan situasional. Pemunculan kedua gaya ini juga sangat terkait dengan . pengembangan visi secara bersama.

kekaguman intelektual. Temuan ini senada dengan apa yang diungkap oleh Danim (2009:83) adalah sebagai berikut : “Dalam rangka peningkatan motivasi kerja guru. membangun motivasi guru mengacu menciptakan iklim kepada kematangan melaksanakan tugas. merupakan membentuk dan . memberikan penghargaan (reward) yang sesuai dan membangun kerja yang relevan dengan visi dan misi”. memotivasi dan membagi visi. memberikan arahan dan bimbingan. Konstribusi Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kemampuan Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. Hal ini sebagaimana yang dikemukan oleh Syafaruddin (2010:98) bahwa strategi transformasional berjalan atas persuasif idealisme. menjalin dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru dan sesama guru. sekolah yang kondusif. situasi dan iklim sekolah dan karaktristik guru itu sebagai bentuk perilaku yang melahirkan motivasi kerja itu sendiri. kepala sekolah harus mengembangkan kemampuan bekerjasama dengan guru. menggunakan tiga gaya kepemimpinan yakni. memiliki kekaguman intelektual. memiliki kapasitas memotivasi. melibatkan guru-guru dalam tugas-tugas tertentu. yang diperoleh melalui observasi. memberdayakan potensi guru dan menyarankan guru untuk memiliki motif berprestasi.12 kebutuhan guru. Temuan gaya kepemimpinan ini didasarkan atas aktivitas yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam peningkatan kemapuan guru terhadap tugas. Temuan gaya kepemimpinan situasional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan motivasi kerja guru . gaya kepemimpinan transformasonal. membangun pemahaman terhadap visi dan misi. Temuan ini juga mengisyaratkan bahwa penggunaan lebih dari satu gaya kepemimpinan dalam melaksanakan tugas kepemimpinan kepala sekolah. 5. Temuan lapangan mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan dalam peningkatan kemampuan guru. Aktivitas kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru meliputi: melakukan komunikasi persuasif. wawancara dan telaah dokumentasi. menciptakan iklim kerja yang kondusif. visioner dan situasional. memberikan makna bahwa motivasi kerja guru terhadap tugas dapat dibentuk dan ditingkatkan melalui perilaku hubungan yang dibangun kepala sekolah meliputi: memberikan dorongan sosio emosional terhadap guru.Temuan ini dapat dipahami dengan mencermati sikap dan perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru.

yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. mengembangkan kultur sekolah. bahwa pemilihan gaya kepemimpinan transformasional dan situasional yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru SMP Negeri 8 Banda Aceh.13 suatu fenomena kepemimpinan yang dinamis dan adaptif. professional maupun sosial. dan dapat menjawab persoalan-persoalan kepemimpinan terutama dalam penigkatan kemampuan guru baik yang menyangkut pengelolaan proses pembelajaran maupun rencana proses pembelajaran. Mengenai Mulyasa (2006:38) menjelaskan kompetensi dapat diartikan kompetensi guru. Hal ini dapat dipahami. visioner dan situasional dalam peningkatan kemampuan guru. Kemampuan seseorang individu pada hakekatnya tersusun dari dua perangkat faktor. afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya”. kemampuan mengatur sumber daya guru. Kemampuan melaksanakan tugas oleh guru kompetensi dapat dimaknai sebagai penguuasaan kompetensi yang terdapat pada diri guru. paedagodgik. standar kerja. sekolah diperlihatkan oleh aktivitas dan upaya kepala me. penugasan maupun penghargaan kerja. sebagai “pengetahuan. memiliki perhatian secara individual. melakukan kesepakatan kerja baik menyangkut klasifikasi dukungan sasaran. baik yang menyangkut kepribadian. Temuan gaya kepemimpinan transformasional. merupakan tuntutan yang harus digunakan kepala sekolah untuk memenuhi . Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Dominan Digunakan dalam Peningkatan Kinerja Guru SMP Negeri 8 Banda Aceh Mengacu kepada uraian yang terdahulu. Tentang kemampuan itu sendiri Robbins (2003:40) menjelaskan bahwa “kemampuan (ability) adalah suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. pemberian sosio emosional dan kematangan melaksanakan tugas. 6. keterampilan dan kemampuan yang dikuasai seseorang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga dia dapat melakukan perilaku kognitif. ternyata secara keseluruhan gaya kepemimpinan yang dominan digunakan oleh kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru yakni dua gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan transformsional dan gaya kepemimpinan situasional. Kesemuaanya ini mengacu kepada pemberian bimbingan dan pengarahan. mengembangkan visi bersama. sensitivitas terhadap guru dan organisasi.iputi: menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan terhadap guru.

yaitu gaya kepemimpinan situasional. gaya kepemimpinan. IV. transaksional. Namun. menggunakan tiga gaya kepemimpinan. menggunakan empat gaya kepemimpinan. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan disiplin guru. Penggunaan ke empat gaya ini memberikan konstribusi dalam peningkatan disiplin guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. visioner dan situasional. masih terdapat beberapa orang guru yang memiliki komitmen yang rendah. Penggunaan ke dua gaya ini memberikan kontribusi dalam peningkatan motivasi kerja guru pada SMP Negeri 8 Banda (5) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan kemampuan guru. yaitu gaya kepemimpinan transformasional. visioner. yakni sebahagian besar guru memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas. menggunakan dua transformasional dan Aceh. visioner dan situasional. (2) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan beberapa orang guru yang memperlihatkan komitmen guru . masih terdapat perilaku yang kurang disiplin. yakni sebahagian besar dari guru memperlihatkan kedisiplinan yang tinggi. Namun. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan temuan penelitian yang mengacu pada pembahasan penelitian. Penggunaan ke tiga .14 kebutuhan iklim dan budaya organisasi serta tuntutan kinerja guru di SMP Negeri 8 Banda Aceh. menggunakan tiga gaya kepemimpinan. KESIMPULAN DAN SARAN A. yakni gaya kepemimpinan transformasional. Namun. Penggunaan kedua gaya kepemimpinan ini memberikan kontribusi dalam peningkatan komitmen guru terhadap tugas pada SMP Negeri 8 Banda Aceh. yakni: gaya kepemimpinan tranformasional dan situasional. yaitu menggunakan dua gaya kepemimpinan. (4) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan motivasi . yaitu gaya kepemimpinan transformasional. (3) Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah dalam peningkatan tanggung jawab guru . masih terdapat beberapa orang guru yang memiliki tanggung jawab yang rendah. dan transaksional.

(2004). A. Nanang. misi dan tujuan sekolah yang optimal. . Aan dan Triatna. Strategi Membangun Eksekutif. Hal ini dikarenakan gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah memberikan konstribusi dalam peningkatan masing-masing indikator kinerja guru. komitmen terhadap tugas yang di emban. yaitu dua gaya kepemimpinan. Sudarwan. agar dapat mempertahankan gaya kepemimpinannya dalam peningkatan disiplin. tanggung jawab. http://www. Bandung : Pustaka Bani Quraisy. (2003). (2005). Situasi Krisis. Bandung : PT. tanggung jawab.asp?ArtikelId=268 Tersedia : Komariah. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah. motivasi dan kemampuan guru. Kartanegara. (6) Gaya kepemimpinan yang dominan digunakan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru SMP Negeri 8 Banda Aceh. (2) Kepada wakil kepala sekolah dan guru SMP Negeri 8 Banda Aceh agar terus dapat meningkatkan kinerjanya. baik menyangkut kinerja guru maupun kinerja kepala sekolah. Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kekepalasekolahan. Cepi. Bandung : Tarsito. yakni gaya kepemimpinan transformasional dan situasional.co.id/fokus/ArtikelTunggal. Visi dan Strategi Sukses Era Tehnologi. (2005). Visionary Ledhership Menuju Sekolah Efektif. dan Suparno. (2001). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. (2009). E. Jakarta : Bumi Aksara. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Jakarta : Rineka Cipta. Metodologi Penelitian Kualitatif. motivasi kerja dan kemampuan personal demi mencapai visi. maka dapatlah disarankan sebagai berikut: (1) Kepada kepala sekolah SMP Negeri 8 Banda Aceh. meliputi: disiplin. Nasution. Fattah. S. komitmen. diharapkan dapat melakukan supervisi ke sekolah secara terjadwal. DAFTAR PUSTAKA Danim. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan.15 gaya kepemimpinan ini memberikan konstribusi dalam peningkatan kemampuan guru pada SMP Negeri 8 Banda Aceh. (3) Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Banda Aceh. Diana. Moleong. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dan Internasionalisasi Pendidikan. ( 2006).pln. Remaja Mulyasa. Lexy J.

. et al. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kepemimpinan dan Motivasi..16 Rivai. (2001). Jurnal PSYCHE. Marselius Sampe. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organization). Hubungan Antara Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional dengan Kepuasan Kerja Karyawan. Jakarta : Quantum Teaching. (2009). Akuntabilitas Pimpinan Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Wahyudi. (2003). Kepemimpinan Perilaku Organisasi. (2004). Vol 1. Kepemimpinan Pendidikan. (2010). Hal 35 Wahjosumidjo. Bandung : Alfabeta. Tondok. Syafaruddin.Jakarta: Grafindo Persada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful