MAKALAH HUKUM PERTAMBANGAN TENTANG PERJANJIAN KONTRAK KARYA

Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Hukum Universitas Bangka Belitung 2011/2012
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Tiap-tiap negara sudah semestinya mempunyai tujuan yang hendak dicapai, begitu pula dengan Indonesia, yang mana tujuan negara telah tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan negara Indonsesia adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan negara

bijih nikel. khususnya rakyat Indonesia. . Selain potensi tersebut. Salah satu bidang pembangunan yang masih terus digalakkan pada saat ini adalah bidang ekonomi dengan pertambangan sebagai salah satu sektor utamanya. Pengelolaan sektor pertambangan di Indonesia. (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. yang menyatakan bahwa: (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. masih banyak manfaat lainnya dari kekayaan alam hayati. karena sektor pertambangan merupakan sektor yang sangat dapat diandalkan untuk memberikan pendapatan berupa devisa bagi negara. perak serta konsentrat tembaga. gas bumi. pasir besi. Dewasa ini. Tanah tidak hanya merupakan sumber alam hayati tetapi juga merupakan sumber kekayaan mineral dan energi serta bahan galian tambang. Bidang usaha pertambangan meliputi pertambangan minyak bumi. baik bagi pihak asing maupun pihak dalam negeri. tak seorangpun meragukan besarnya potensi kekayaan alam yang terdapat di tanah Indonesia sebagai ³sumber daya´. Untuk itu.tersebut. didasarkan pada Pasal 33 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Dasar 1945. bausit. logam. pemerintah telah berupaya melakukan pembangunan pada seluruh bidang kehidupan. timah. dan kesemuanya itu akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup umat manusia. pemerintah berusaha untuk dapat mengarahkan dan mengelola sumber-sumber daya alam yang termasuk dalam bidang usaha pertambangan. Bidang usaha pertambangan merupakan salah satu bidang usaha yang mendapat prioritas utama dari pemerintah sebelum dan sesudah diterbitkannya Undang-Undang Penanaman Modal. batubara.

perjanjian karya pertambangan. Pihak swasta tersebut dapat berupa perusahaan swasta nasional maupun perusahaan swasta asing atau kerjasama perusahaan swasta nasional dengan perusahaan swasta asing. terbagi atas 3 (tiga) golongan. Kontraktor dalam hal ini adalah pihak swasta yang melaksanakan pekerjaanpekerjaan di bidang bahan galian pertambangan. Dalam rangka meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan pemanfaatan semangat otonomi daerah. yang mana pendiriannya didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. pemerintah perlu mengadakan penataan serta penyesuaian terhadap ketentuan mengenai penanaman modal di Indonesia yang memayungi semua sektor. kedudukan pemerintah adalah sebagai pemberi ijin kepada kontraktor yang bersangkutan. c. Hal tersebut dilakukan melalui penetapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing sebagaimana telah diubah dengan Undang- . yaitu: a.Sumber daya alam yang terkandung di dalam bumi Indonesia. b. Golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan a dan b Pengusahaan bahan galian (tambang) tersebut di atas dapat dilakukan langsung oleh pemerintah dan/atau menunjuk pihak kontraktor apabila diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah. dan kontrak production sharing. sesuai dengan yang tertuang dalam Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967: Apabila usaha pertambangan dilaksanakan oleh kontraktor. Golongan bahan galian strategis. sebagaimanayang dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dalam pasalnya yaitu Pasal 3 ayat (1) tentang penggolongan galian. Izin yang diberikan oleh pemerintah berupa kuasa pertambangan. Golongan bahan galian vital. kontrak karya.

Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 menyatakan bahwa: ³penanaman modal asing dibidang pertambangan didasarkan pada suatu kerjasama dengan Pemerintah atas dasar kontrak/ bentuk lain sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku´ Hal ini dimaksudkan juga agar dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. . Sehingga kegiatan penanaman modal sangat diharapkan untuk dapat berkembang dengan baik dan pesat. yang menyatakan bahwa: ³Perjanjian internasional baik bilateral. regional. tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjianperjanjian tersebut´ Hal ini bertujuan agar semua kontrak yang dibuat pada bidang pengusahaan bahan galian (tambang) yang didasarkan pada Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. khususnya di bidang penanaman modal. aturan-aturan perundangan tersebut disempurnakan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang disahkan pada tanggal 26 April 2007. maupun multilateral dalam bidang penanaman modal yang telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia sebelum Undang-Undang ini berlaku. Dasar hukum yang melandasi kerjasama Pemerintah Indonesia dengan pihak swasta asing dalam bentuk Kontrak Karya didasarkan pada Pasal 35 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. karena aturan-aturan perundangan tersebut di atas tidak sesuai lagi dengan kebutuhan percepatan perkembangan perekonomian dan pembangunan hukum nasonal. tetap mengikat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Undang Nomor 11 tahun 1970 tentang Perubahan dan Tambahan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1970 tetang Perubahan dan Tambahan UndangUndang Nomor 6 tahun 1968 tetang Penanaman Modal Dalam Negeri. dan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pencapaian sasaran pembanguan ekonomi nasional.

Apa yang dimaksud dengan kontrak karya ? 2. Apa saja prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh kontraktor untuk menjalankan usaha di bidang pertambangan umum dalam kontrak karya ? .BAB II RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja dasar hukum yang mengatur mengenai kontrak karya ? 3.

Sri Woelan Aziz dalam buku Salim HS. H. Abdullah. yang berjudul Perancangan Kontrak.´ .BAB III PEMBAHASAN Istilah Kontrak Karya merupakan terjemahan dari kata work of contract. Wiwiek Wahyuningsih. mengartikan Kontrak Karya adalah : ³suatu kerja sama di mana pihak asing membentuk suatu badan hokum Indonesia dan badan hukum Indonesia ini bekerja sama dengan badan hokum Indonesia yang menggunakan modal nasional.

Definisi tersebut disempurnakan oleh Salim HS. . yaitu kontrak yang di buat oleh para pihak. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal dalam Negeri. sebagai berikut: 1. Keputusan Direktur Jenderal Pertambangan Umum Nomor 150. Adanya jangka waktu di dalam kontrak.´ Dasar hukum yang mengatur tentang Kontrak Karya. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. 3. Adanya kontraktual. 2. tetapi mengatur mengenai: 1. yang tidak hanya mengatur kerja sama antara badan hukum asing dengan badan hukum Indonesia. 4. Adanya subjek hukum. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1970 tentang Perubahan dan Tambahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.01/DDJP/1998 tentang Tata Cara dalam Pasal 1 huruf a memberikan definisi tentang Kontrak Karya. radio aktif dan batubara.´ Sehingga berdasarkan definisi tersebut. yaitu : ´Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Perusahaan berbadan hukum Indonesia untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian. Adanya objek.K/20. 3. gas alam. panas bumi. yaitu Pemerintah Indonesia dengan pihak asing dan atau gabungan antara asing dengan pihak Indonesia. tidak termasuk minyak bumi. yaitu pengelolaan dan pemanfaatan tambang di luar minyak dan gas bumi. 2. yaitu: ³Kontrak karya adalah suatu kontrak yang di buat antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan asing semata-mata atau merupakan patungan antara badan hukumasing dengan badan hukum domestik dalam bidang pertambangan di luar minyak dan gas bumi sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh kedua belah pihak.

6. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1992 tentang Persyaratan Pemilikan saham dalam Perusahaan Penanaman Modal Asing.q.4. Bentuk Kontrak Karya yang di buat oleh Pemerintah Indonesia dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di luar minyak dan gas bumi adalah dalam bentuk tertulis. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1986 tentang jangka waktu Perusahaan Penanaman Modal Asing. sehingga sejak saat itu timbullah hak dan kewajiban para pihak. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Pertambangan. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1994 tentang Pemilikan saham dalam Perusahaan yang didirikan dalam Rangka Penanaman Modal Asing. Peraturan-peraturan yang di buat oleh Menteri Investasi/BKPM. Sedangkan momentum terjadinya Kontrak Karya tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertambangan dan Energi sebagai wakil Pemerintah Indonesia dengan pihak penanam modal. Hal ini di atur dalam Pasal 10 ayat (1). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Substansi Kontrak Karya tersebut disiapkan oleh Pemerintah Indonesia c. yang berbunyi: ³daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara . maka kewenangan yang ada pada Pemerintah Pusat diberikan kepada Pemerintah Daerah dalam rangka proses desentralisasi termasuk juga di bidang pengelolaan sumber daya alam yang ada di daerah kekuasaannya. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1992 tentang Persyaratan Pemilikan saham dalam Perusahaan Penanaman Modal Asing. 11. Depertemen Pertambangan dan Energi dengan calon penanam modal. 8. 5. 9. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1970 tentang Perubahan dan Tambahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal dalam Negeri. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

y y Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor. y Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I. yaitu sebagai berikut: Kontrak karya pada Generasi I (tahun 1967) mengandung prinsip. Pembagian hasil dalam bentuk uang dalam jumlah bebas (tidak ditentukan besarnya) y untuk tahun ke-1 sampai dengan ke-3. yaitu sebagai berikut : . y Jangka waktu kontrak 30 (tigapuluh) tahun dan dapat diperpanjang.kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. yaitu sebagai berikut: y Perusahaan kontraktor sebagai pemegang kuasa pertambangan atas dasar ijin pemerintah.´ Kontrak karya telah mengalami perubahan beberapa generasi. dengan ketentuan bahwA penghasil pemerintah untuk tahun ke-4 sampai dengan ke-10 sebesar 35%. Pada tiap-tiap generasi Kontrak karya ini terdapat prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh kontraktor untuk menjalankan usaha di bidang pertambangan umum. Kontrak karya pada Generasi II (tahun 1968-1983) mengandung prinsip. y y Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor. yaitu sebagai berikut: y Memungkinkan bekerja sama dengan pihak lain yang telah memegang kuasa pertambangan. yang dapat di bagi atas 8 (delapan) generasi dari tahun 1967 sampai dengan sekarang. Kontrak karya pada Generasi III (tahun 1983-1986) mengandung prinsip. Pembagian hasil ditentukan berdasarkan tarif yang ditetapkan pada setiap kontrak karya.

Perusahaan kontraktor sebagai pemegang kuasa pertambangan atas dasar ijin pemerintah (sama dengan generasi II). tetapi ratio kewajaran utang (DER) 5: 1 untuk tidak kurang atau sama dengan $200 juta investasi dan 8 : 1 untuk lebih dari $200 juta.Perak : 1% jika harga US$ 10/troi ons dan 2%/troi ons jika harga US$15/troi ons. Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor (sama dengan generasi II). d. Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I. y Pembagian hasil mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 352 tahun 1971.y Perusahaan kontraktor sebagai pemegang kuasa pertambangan atas dasar ijin pemerintah. Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung olehNkontraktor (sama dengan generasi II). y Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor (sama dengan generasi II ). y Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I. Kontrak karya pada Generasi IV (tahun 1986-1994) mengandung prinsip. yaitu sebagai berikut : a. c. . Perusahaan kontraktor sebagai pemegang kuasa pertambangan atas dasar ijin pemerintah (sama dengan generasi II). . b. b. yaitu sebagai berikut: a.emas :1% dari harga jika US$ 300/troi ons dan 2% dari harga jira US$400/troi ons. Kontrak karya pada Generasi V (tahun 1994-1996) mengandung prinsip. Pembagian hasil : .

Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I.c. d. Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor (sama dengan generasi II). Manajemen di tangan kontraktor dan operasional di tanggung oleh kontraktor (sama dengan generasi II ). Kontrak karya pada Generasi VI (tahun 1996-1998) mengandung prinsip. Pembagian hasil mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 1166. yaitu sebagai berikut: a. Perusahaan kontraktor sebagai pemegang kuasa pertambangan atas dasar ijin pemerintah (sama dengan generasi II). b. tetapi ratio kewajaran utang (DER) 5 : 1 untuk tidak kurang atau sama dengan $200 juta investasi dan 8 : 1 untuk lebih dari $200 juta. Memungkinkan bekerjasama dengan pihak lain yang telah memegang kuasa pertambangan. Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I. Jangka waktu kontrak sama dengan generasi I. Pembagian hasil mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 1166.K/844/MPE/1992 tanggal 12 September 1992 (sama dengan generasi V).K/844/MPE/1992 tanggal 12 September 1992. Kontrak karya pada generasi VII (tahun 1998-2004) mengandung prinsip. b. c.K/844/MPE/1992 tanggal 12 september 1992 (sama dengan generasi V ). c. yaitu sebagai berikut: a. d. Kontrak karya Generasi VIII (tahun 2004-sekarang) mengandung prinsipprinsip. Pembagian hasil mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 1166. d. yaitu sebagai berikut : .

Pemerintah Indonesia menjabarkannya dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dalam pasalnya yaitu Pasal 3 ayat (1) yang memuat tentang penggolongan galian yang dibagi atas 3 (tiga) . KESIMPULAN Berdasarkan Pasal 33 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Dasar 1945. tembaga. d. BAB IV PENUTUP A. Pembagian hasil dalam bentuk uang atas dasar perbandingan pemerintah /perusahaan negara : kontraktor = 60% : 40% dengan ketentuan bahwa penghasil pemerintah tiap tahun tidak boleh kurang dari 20% hasil kotor. e. b. seperti pertambangan emas. c. Penyisihan wilayah dilakukan 2 (dua) atau 3 (tiga) setelah jangka waktu tertentu.a. Jangka waktu kontrak 30 (tigapuluh) tahun untuk daerah baru dan 20 tahun untuk daerah lama.dan lain-lain. Subjek hukum kontrak karya adalah Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan pihak asing atau gabungan dari pihak asing dan domestik. Manajemen di tangan kontraktor dan resiko operasional di tanggung oleh kontraktor. Perusahaan negara sebagai pemegang kuasa pertambangan sedangkan perusahaan swasta bertindak sebagai kontraktor. Sedangkan yang menjadi objek kontrak karya adalah kontrak-kontrak di bidang pertambangan di luar minyak dan gas bumi. Hak dan kewajiban yang terdapat pada subjek hukum daripada kontrak karya merupakan suatu yang esensial.

Pengusahaan umum. baik mengenai syarat-syarat. melalui termasuk pemberian pertambangan ijin kepada Pemerintah kontraktor berdasarkan Kuasa Pertambangan dan Kontrak Karya atas dasar Undang-Undang Penanaman Modal. golongan bahan galian vital dan golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan startegis dan vital. serta pengembangan masyarakat sekitar wilayah Kontrak Karya atau sering Hambatan non yuridis disebut sebagai masyarakat lingkar tambang. dilakukan pihak bahan oleh galian (tambang). yang tidak diatur dalam Kontrak Karya. SARAN Dalam Perjanjian kontrak karya perlu lebih diperhatikan ketentuan ketentuan khususnya peraturan peraturan yang mengatur mengenai pembuatan perjanjian itu sendiri. Hal ini dapat menimbulkan suatu hak dan kewajiban bagi para pihak. yaitu golongan bahan galian strategis. Hambatan-hambatan yang bersifat yuridis adalah hambatan-hambatan yang berkaitan dengan isi dan tujuan yang terdapat dalam Kontrak Karya. dimana ditentukan para pihak-pihak dalam pembuatan perjanjian kontrak karya yaitu pemerintah dengan perusahaan tertentu B.golongan. adalah hambatan-hambatan yang terdapat di luar isi Kontrak Karya. seperti Wilayah Kontrak Karya yang terdapat endapan mineral yang menjadi tujuan usaha pengusahaan bahan galian (tambang) dan pembayaran royalti dan iuran usaha pertambangan. Pelaksanaan Kontrak Karya mempunyai hambatan-hambatan yang bersifat yuridis dan non yuridis. Dalam berbagai generasi penerapan kontrak karya memiliki prinsip-prinsip masing-masing dalam berbagai tingkat generasinya. serta hal seperti pembagian hasil yang .

com/index.php?title=Pembicaraan:Halaman_Utama .seharusnya lebih dapat meningkatkan tingkat perekonomian Negara serta diupayakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. UII Press. Jogjakarta. Hukum Pertambangan. 2007 http://hukumpedia. DAFTAR PUSTAKA Saleng Abrar.