P. 1
Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah

|Views: 102|Likes:
Published by Imam Apriadi Lie

More info:

Published by: Imam Apriadi Lie on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, di era yang serba maju dan kompetitif setiap individu dituntut untuk mengembangkan dan memperbaiki kualitas diri dalam menjalankan perannya di masyarakat. Kaum remaja mempunyai tuntutan cukup besar untuk menjalankan proses belajar sampai tuntas dengan hasil yang memuaskan akan , tetapi banyak sekali remaja yang ingin mendapatkan nilai yang memuaskan dengan cara instant, selain itu karena adanya kecemasan mahasiswa untuk mendapatkan predikat yang terbaik dengan cara lain yaitu dengan menyontek. Kata menyontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Setiap orang pasti ingin mendapat nilai yang baik dalam ujian, dan sudah tentu berbagai macam cara dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Masalah menyontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Masyarakat beranggapan menyontek sebagai masalah yang biasa saja, namun ada juga yang memandang serius masalah ini. Hanya untuk mendapatkan nilai tinggi dan lulus ujian, lebih banyak kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor, inilah yang membuat mereka mengambil jalan pintas, tidak jujur dalam ujian atau melakukan praktek menyontek (Irawati, 2008). Menyontek atau cheating istilahnya adalah salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar sehari-hari, tetapi jarang mendapat sorotan penting dalam pendidikan kita di Indonesia. Para koruptor, yang marak disorot saat ini adalah penyontek-penyontek berat ketika mereka masih berada dibangku sekolah. Atau sebaliknya, mereka yang terbiasa menyontek di sekolah, memiliki potensi untuk menjadi koruptor, penipu, dan penjahat kerah putih dalam masyarakat nantinya. Lebih separuh diantaranya seringkali menyontek. Akibat dari menyontek ini sudah jelas akan muncul perilaku, atau watak, tidak percaya diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak mau membaca buku pelajaran tetapi rajin membuat catatan kecil-

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh apa hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Hampir semua pelajar mengetahui atau pernah melakukannya. merupakan konflik pribadi yang ditandai dengan perasaan tidak berharga. masalah yang muncul dapat menjadi lebih meningkat (Santrock. Ketika tingkat percaya diri yang rendah berhubungan dengan proses belajar seperti prestasi rendah membuat tertekan. Tidak percaya diri akan menghambat seseorang dalam mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya seperti mendapatkan pasangan hidup atau mencapai prestasi dalam bidang tertentu. Perilaku menyontek adalah perilaku yang sering dijumpai dalam dunia pendidikan. Ada orang yang menganggap diri mereka penuh kepercayaan diri tibatiba merasa kepercayaan diri mereka tak sebesar apa yang selama ini mereka duga. dan akhirnya menjadi koruptor. siswa akan percaya pada kemampuan yang dimiliki sehingga perilaku menyontek dapat dihindari. Rendahnya rasa percaya diri dapat menyebabkan rasa tidak nyaman secara emosional yang bersifat sementara. Dengan kepercayaan diri yang dimiliki diharapkan ketika menyelesaikan tugas atau ujian di sekolah. B. Dengan kepercayaan diri yang tinggi maka akan membiasakan siswa untuk bersikap positif terhadap kemampuannya dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. sehingga mereka kurang percaya diri dimana baginya dunia terasa sebagai tempat yang tidak aman dan menyulitkan. Setiap orang yang memiliki rasa rendah diri memiliki dua cara untuk bereaksi menutupi rasa rendah dirinya yaitu dengan menyerah dan kompensasi. Kepercayaan diri adalah suatu bagian dari kehidupan yang unik dan berharga. . tidak diterima oleh orang lain dan merasa dirinya lebih rendah dari orang lain.kecil untuk bahan menyontek dan menghalalkan segala macam cara. 2003). Tetapi dapat menimbulkan banyak masalah. Kurang percaya diri adalah problem yang rumit dan sulit. Rendahnya rasa percaya diri bisa menyebabkan depresi.

mengenai bagaimana pengaruh atau hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek.C. Secara Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana ilmiah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan bagi ilmu psikologi pada umumnya dan ilmu psikologi pendidikan pada khususnya. dengan memberi kontribusi problem solving mengenai masalah kepercayaan diri dan perilaku menyontek. . Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain: 1. Secara Praktis Dapat memberikan informasi kepada masayarakat pada umumnya dan bagi masyarakat yang sedang berada dalam dunia pendidikan khususnya. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->