KEPALA BADANKOORDINASIPENANAMANMODAL REPUBLlK INDONESIA SALlNAN PERATURAN KEPALA BADANKOORDINASIPENANAMANMODAL NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG SISTEMPELA YANAN INFORMASIDAN

PERIZINANINVESTASI SEeARAELEKTRONIK DENGANRAHMATTUHAN YANGMAHA ESA . KEPALA BADANKOORDINASIPENANAMANMODAL, Menimbang a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2007 ten tang Bndan Koordinasi Penanaman Modal; b. bahwa dalam rangka melaksanakan hlcntuan Pasal 9 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahu» 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerimah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupateri/Kota; c. Pasal 27 Peraturan Presiden Nomor 27 Tatum 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang Penanaman Modal; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebugaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu ditetapkan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tentang Sisicrn Pe1ayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik; Mengingat
1.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 12r~> Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844; Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724); Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843);
4. Undang-Undang ...

2. Undang-Undang

..

3. Undang-Undang

-2-

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara RepubIik Indonesia Nomor 4846); 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nornor 112, Tambahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pernerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 7. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal; MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TENTANG SISTEM PELAYANAN INFORMASI DAN PERIZINANINVESTASI SEeARAELEKTRONIK. BABI KETENTUAN UMUM PasalI Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing, untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri, Penanaman modal dalam negeri adalah kegiatan menanarn modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan rnenggunakan modal dalam negeri. Penanam modal adalah perseorangan atau badan usaha yang rnelakukan penanaman modal yang dapat berupa penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing. Perizinan adalah segala bentuk persetujuan untuk melakukan penanaman modal yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Nonperizinan adalah segala bentuk kemudahan pelayanan, fasiIitas fiskal, dan informasi rnengenai penanaman modal, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"

2.

3.

4.

5.

6.

7. Laporan ...

16. Standar pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan dan acuan penilaian kualitas layanan sebagai kewajiban dan janji penyelenzgara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas.-3- 7. Pelayanan Terpadu Satu Pintu. adalah Lembaga Pemerintah Non Departernen yang bertanggung jawab di bidang penanaman modal. Perangkat Daerah Provinsi bidang Penanarnan Modal. yang selanjutnya disingkat PTSP. 18. PDPPM. serta rnelengkapi semua jejak kejadian dan pertanggungjawaban atas setiap penyimpangan harus dipertanzgungjawabkan oleh pemberi layanan perizinan. adalah laporan berkala mengenai perkembangan kegiatan perusahaan dan kendala yang dihadapi penanam modal...adalah Sistem elektronik pelayanan perizinan dan nonperizinan yang terintegrasi an tara BKPM dan kementerian/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan. yang selanjutnya disingkat LKPM. 8. 13. cepat. Perangkat Daerah Kabupaten/Kota bidang Penanaman Modal. yang dan 15. Pengelola adalah Pusat Pengolahan Data dan Informasi BKPM yang melakukan pengelolaan. ]ejak audit adalah rekamjejak seluruh tahap proses yang dilakukan baik dalam satu instansi atau Iembaga maupun antarlernbaga. yang menyelenzgarakan fungsi utama koordinasi di bidang penanaman modal di pemerintah provinsi. adalah unsur pembantu kepala daerah dalam rangka penyelenzgaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota. 17. yang 19. Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi secara Elektronik. yang selanjutnya disebut BKPM. dan terukur. 9. untuk menjaga keabsahan hasil proses secara hukum. Badan Koordinasi Penanaman Modal. pemeliharaan. Hak . Departemen adalah Iembaga yang dipimpin oleh seorang menteri yang memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan perizinan dan nonperizinan bagi penanam modal. 11. terjangkau. 14. dengan bentuk sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemerintah provmsi. yang dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Portal SPIPISE adalah piranti lunak berbasis situs (website) merupakan gerbang informasi dan pelayanan perizinan nonperizinan penanaman modal di Indonesia. dan PDKPM. yang selanjutnya disingkat SPIPISE. rnudah.. 10. 12. yang selaIUutnya disingkat PDKPM. yang selanjutnya disingkat PDPPM. adalah kegiatan penyelenggaraan suatu perizinan dan nonperizinan yang mendapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu tempat. adalah unsur pembantu kepala daerah dalam rangka penyelenzgaraan pemerintahan daerah provinsi. dan pengembangan SPIPISE secara berkelaIUutan. dengan bentuk sesuai dengan kebutuhan masing-rnasing pemerintah kabupaten/kota. . yang menyelenzgarakan fungsi utama koordinasi di bidang penanaman modal di pemerintah kabupaten/kota. Akses adalah kegiatan menggunakan SPIPISE. Laporan Kegiatan Penanaman Modal. .

garnbar. menganalisis. tetapi tidak terbatas pada. termasuk. ditampilkan. serta instansi teknis dalam mengajukan permohonan. menyimpan. 24. 26. digital. atau kombinasi di antaranya. huruf'. sirnbol. rnengumpulkan. Informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik. suara. 23. 20. rancangan. surat elektronik (electronic mail). telegram.. Data referensi adaIah data dasar yang disepakati sebagai acuan dalam lalu-Iintas hubungan pertukaran data dalam SPIPISE. dan mempresentasikan data. Identitas pengguna (user lD) adalah nama atau pengenal unik sebagai identitas diri dari pengguna SPIPISE. garnbar. yang dapat dilihat. 21. foto atau sejenisnya. foto. Hak akses adalah hak yang diberikan oleh pengelola SPIPISEkepada pengguna SPIPISEyang telah memiliki identitas pengguna dan kode akses untuk mengzunakan SPIPISE. Dokumen elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat. simbol. kode akses. PasaI3 . tulisan. 22. teleks. peta. atau sejenisnya. kode akses. danl atau menyebarkan informasi elektronik. dan/atau didengar melalui komputer atau sistem elektronik. . mengurnumkan. simbol. mengolah.-4- 19. tanda. dikirimkan. huruf. karakter Iainnya. optikal. Sistem elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan. penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang penanaman modal. atau perforasi yang memiliki makna atau arti. suara. atau disirnpan dalam bentuk analog. tetapi tidak terbatas pada tulisan. mengurnpulkan. diteruskan. Kode akses adalah kumpulan angka. telekopi itelccopy). termasuk. 28.. atau penyelenggaraan perizinan dan nonperizinan dengan SPIPISE. Antarmuka sistem (system interface) adalah metode interaksi an tara SPIPISE dengan sistem lainnya di luar SPIPISE. 27. rnenganalisis. mengirimkan. menginterpretasi. tanda. 25. rancangan. yang merupakan kunci untuk memverifikasi identitas pengguna. huruf. angka. atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. peta. menampilkan. elektromagnetik. Akun pengguna (user account) yang selanjutnya disebut akun adalah tempat menyimpan berbagai informasi milik pengguna yang disimpan dalam SPIPISE minimal mencakup identitas pengguna dan kode akses. atau yang dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. Sistem rujukan statistika adalah suatu sistem yang ditetapkan sebagai acuan dalam merencanakan. BABII MAKSUD DAN TUJUAN Pasal2 Peraturan ini dimaksudkan untuk rnengatur penanam modal. diterima. atau sejenisnya. angka. electronic data interchange (EDI).

c. peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal. tata cara penyampaian laporan kegiatan penanarnan modal. d. c. . pelayanan penyampaian LKPM. b. perizinan dan nonperizinan. antara lain a. b. an tara lain a. e. jenis. Subsistem Pelayanan Penanaman Modal. tata cara pencabutan perizinan dan nonperizinan. yang mudah. tata cara proses permohonan. d. b. tepat. Subsistem Pendukung. integrasi data: dan pelayanan perizinan dan nonperizinan. g.-5- Pasal3 SPIPISEbertujuan untuk mewujudkan a. data referensi yang digunakan nonperizinan penanaman modal. f. j. tata cara pengaduan terhadap pelayanan pcnanaman modal.. biaya. cepat. i. aplikasi . daftar bidang usaha tertutup dan daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan. (2) Subsistem Informasi Penanaman Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. dalam pelayanan perizinan industri. upah. keselarasan kebijakan dalam pelayanan penanaman dan pusat dengan daerah. pelayanan pencabutan serta pembatalan perizinan dan nonperizinan. dan tanah. pelayanan perizinan dan nonperizinan transparan. dan akuntabel. dan harga modal. c. dan waktu pelayanan modal antarsektor e. pelayanan pengenaan dan pembatalan sanksi. b. penyelenggaraan PTSP sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman modal. c. pelayanan perizinan dan nonperizinan. h. Subsistem Informasi Penanaman Modal. BAB III RUANGLINGKUPSPIPISE Pasal4 (1) SPIPISEterdiri dari: a.. potensi dan peluang penanaman modal. (3) Subsistem Pelayanan Penanaman Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari sistem elektronik. data perkembangan penanaman utilitas. menyediakan jenis informasi. d. kawasan informasi perjanjian internasional di bidang penanaman modal.

dan nonperizinan dan e. pengelolaan informasi yang ditampilkan dalam NSWi. pengelolaan pengetahuan sebagai pendukung analisis dalam pengambilan putusan pengembangan kebijakan penanaman modal. atau instansi terkait. (4) Subsistem Pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari sistem elektronik. menyediakan jaringan elektronik yang teramankan. dan dan d.. jejak audit (audit trail).i pelayanan perizinan nonperizinan yang tidak termasuk pada huruf a dan huruf b. pengelolaan keamanan sistem elektronik dan jaringan elektronik. b. penelusuran nonperizinan. pelaporan perkembangan penanaman modal dan perangkat analisis pengambilan keputusan yang terkait dengan penanaman modal.n sistem elektronik kepada d. penyediaan panduan penggunaan SPIPISE. bagi perizinan dan nonperizinan yang tidak menjadi kewenangan ITSP.. c. pengaduan terhadap pelayanan perizinan masalah dalam penggunaan SPIPISE. f. g. pengaturan penggunaan jaringan elektronik. informasi ketersediaa. fasilitas penyimpanan atau pengisian dokumen elektronik perizinan dan nonperizinan yang telah disahkan oleh BKPM. formulir elektronik permohonan dan persetujuan perizinan nonperizinan untuk instansi teknis. sistem elektronik terpusat. f. bai. d. (2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufb adalah a. Pasa16 . c. menjadi kewenangan PTSP. menyediakan pengelola. . antarmuka sistem SPIPISEdengan instansi teknis yang memiliki sistem elektronik yang memenuhi persyaratan kc layakan transaksi elektronik. PDKPM. PDPPM. proses pelayanan permohonan perizinan dan g. antara lain a. perundang-undangan tentang b..6- e. aplikasi antarmuka antara SPIPISE dan sistem pada instansi teknis danl atau instansi terkait dengan penanaman modal. mengikuti ketentuan peraturan informasi dan transaksi elektronik. bagi perizinan dan nonperizinan yang b. Pasal5 (1) Sistem Elektronik Perizinan dan Nonperizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a ayat (1) dan (2) dibangun pengelola dalam bentuk a. c. menyediakan sistem elektronik pertukaran data dengan SPIPISEsesuai dengan spesifikasi yang disepakati antara pengelola dan instansi yang bersangkutan.

(4) (5) Pengelola memberikan tanggapan terhadap pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan ayat (4) melalui SPIPISEselambatIambatnya dalam 2 (dua) hari kerja sejak pengaduan diterima. (3) Pelnyanan perizinan dan nonperizinan sebagaimana pada ayat (2) huruf a. PDPPM. (3) BKPM. BKPM. pencabutan dan pembatalan perizinan dan nonperizinan. di wilayah Negara Kesatuan Republik SPIPISEdapat diakses melalui portal SPIPISEyang diberi nama National Single Window for Investment (NSWi). khusus untuk Pendaftaran Penanaman Modal. (2) SPIPISEakan mengirimkan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a kepada BKPM. (2) Penanam modal dapat mengakses sistem elektronik a. dan instansi terkait dapat menyampaikan pengaduan terkait kendala. dan/atau instansi terkait yang menerbitkan perizinan dan nonperizinan yang diadukan. mekanisme. dan tingkat pelayanan (service level arrangement/ SLA)yang ditampilkan dalam portal SPIPISE. dalam Subsistem Pelayanan Penanarnan Modal dengan menggunakan hak akses. tanpa menggunakan hak akses. kendala. hambatan. dan/ atau instansi terkait harus memberikan tanggapan terhadap pengaduan yang diterima sebagaimana dimaksud pada ayat (2) melalui SPIPISEselambat-Iambatnya dalam 2 (dua) hari keIja sejak pengaduan diterima. pemantauan pelayanan permohonan perizinan dan nonperizinan.7- Pasa16 (1) Penanam terhadap Modal dapat menyampaikan pengaduan melalui SPIPISE a. b. prosedur. Pasal7 (1) (2) Server SPIPISE ditempatkan Indonesia. . d. pelayanan perizinan dan nonperizinan yang tidak sesuai dengan ketentuan.. PDI\PM. BABIV HAKAKSES Pasal8 (1) Setiap orang dapat mengakses Subsistem Informasi Penanaman Modal. . b. dan masalah dalam penggunaan aplikasi SPIPISEkepada pengelola. hambatan. perizinan dan nonperizinan. (4) Penanam . PDKPM. dan masalah dalam penggunaan aplikasi SPIPISE ... tanpa menggunakan hak akses. dapat diakses penanam modal. . c. PDPPM. PDKPM. laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). PDPPM.

pengaduan terhadap pelayanan perizinan masalah dalam penggunaan SPIPISE. atau usaha tidak berbadan 3. . (7) Pengelola SPIPISEmemiliki hak akses ke seluruh subsistem SPIPISE. panduan penggunaan SPIPISE. kecuali huruf a dan huruf d. (5) Penanam . PDPPM. tanda pengenal pemohon berupa KTPI paspor.. tanpa menggunakan hak akses. penanam modal dapat menunjuk pihak lain dengan memberikan surat kuasa asli bermeterai cukup yang dilengkapi identitas diri yang jelas dari penerima kuasa. b. (2) Penanam modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus membawa dokumen berupa a. akta atau akta terakhir yang mencantumkan susunan direksi badan usaha yang dilengkapi dengan pengesahan atau persetujuan oleh departemen yang membidangi masalah hukum. PDPPM.. d. (6) Pelaksana pelayanan perizinan dan nonperizinan PDKPM dapat mengakses Subsistem Pendukung a. panduan penggunaan SPIPISE.~- (4) Penanam modal hanya dapat mengakses terbatas pada: a. pengesahan akte pendirian koperasi dari kementerianl dinas yang membidangi koperasi. PDPPM. atau PDPPM. pengelolaan pengetahuan sebagai pendukung analisis dalam pengambilan putusan pengembangan kebijakan penanaman modal. pelaporan perkembangan penanaman modal dan perangkat analisis pengambilan putusan yang terkait dengan penanaman modal. terhadap Subsistem Pendukung pelayanan perizinan yang dan b. 1. Pasal9 (1) Untuk tanpa mendapatkan hak akses SPIPISE. (3) Dalam hal penanam modal tidak dapat rnengajukan Iangsung hak akses ke BKPM. atau PDKPM yang telah menggunakan SPIPISE. pelayanan pengaduan nonperizinan. di BKPM. 2. (5) Pelaksana pelayanan perizinan dan nonperizinan di BKPM. bukti sebagai pimpinanperusahaan seperti: atau badan usaha atau koperasi. dengan menggunakan hak akses. menggunakan hak akses. penanam modal harus mengajukan secara langsung ke BKPM. dan dan nonperizinan serta b. tanda daftar di Pengadilan bagi badan hukum atau usaha perseorangan. dan PDKPM harus menggunakan hak akses untuk mengakses seluruh Subsistem Pelayanan Penanaman Modal. (4) Bentuk surat kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran 1.. c. atau PDKPM sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pemberian hak akses sebagaimana dimaksud pada ayat (7) sekaligus disampaikan dengan pemberian akun penanam modal. BKPM. (11) Apabila penggantian kode akses sebagaimana dimaksud pada ayat (9) tidak dilakukan. atau PDKPM. (6) Administrator '" .PDPPM. (12) Penanam modal dapat mengajukan perubahan atau pengalihan hak akses yang telah dimiliki kepada BKPM. (9) Pemberian hak akses diterbitkan selambat-lambatnya 2 (dua) jam setelah permohonan hak akses beserta dokumen pendukungnya diterima oleh petugas PTSP dan dinyatakan Iengkap dan benar. (3) Jika hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d telah dinyatakan memenuhi syarat. (10) Penanam modal wajib mengganti kode akses dalam waktu selambatlambatnya 1 (satu) hari setelah hak akses diberikan. pengelola menerbitkan Surat Penetapan Penggunaan SPIPISEyang juga termasuk penetapan administrator dan jumlah hak akses kepada PDPPM. a. (4) Jika hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dinyatakan belum memenuhi syarat. persiapan awal (setting) piranti keras dan piranti lunak yang akan digunakan. secara otomatis hak akses akan dinonaktifkan. (8) . PDPPM. Pasall0 (1) PDPPM. (2) Atas permohonan penggunaan pengelola melakukan sebagaimana dimaksud pada ayat 0). PDPPM atau PDKPM akan rnenerbitkan hak akses berupa surat persetujuan secara otomatis oleh SPIPISE. pelatihan penggunaan SPIPISEkepada SDM yang akan menggunakan SPIPISE. c. sebagaimana tercantum dalam Lampiran II. PDKPM dan instansi teknis.. dengan mengisi permohonan sebagaimana tercantum pada Lampiran IV. atau instansi teknis dapat mengajukan secara tertulis permohonan hak akses penggunaan SPIPISE dan penetapan administrator hak akses kepada pengelola.9- (5) Penanam modal atau yang mewakili penanam modal sebagairnana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) harus mengisi Formulir Permohonan Hak Akses. pengelola menerbitkan Surat Penolakan Penggunaan SPIPISE kepada PDPPM. dan instansi teknis. atau PDKPM yang menerbitkan hakakses. atau PDKPM menerima dan menilai akses yang diajukan penanam modal. evaluasi ketersediaan piranti keras dan piranti lunak serta SDM yang dimiliki pemohon. (6) BKPM. evaluasi dan uji coba kesiapan penggunaan SPIPISE. PDKPM. (5) Bentuk Surat Penetapan Pengzunaan SPIPISE atau Surat Penolakan Penggunaan SPIPISEsebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) tercantum pada Lampiran V. b. permohonan hak (7) jika hasil penilaian permohonan hak akses telah memenuhi persyaratan. d.sebagaimana tercantum dalam Lampiran III.

PDKPM. keamanan. (3) Hak akses berlaku secara hukum sebagai bentuk pemberian persetujuan secara elektronik yang bobot tanggung jawabnya setara dengan tanda tangan tertulis. (2) Informasi yang disampaikan oleh BKPM. Pasal 14 . dan instansi terkait mengintegrasikan penanaman modal yang dimilikinya ke dalarn SPIPISE. Pasal11 (1) Pemilik hak akses wajib menjaga keamanan hak akses dan kerahasiaan kode akses yang dimilikinya. . an tara lain sebagaimana yang tercantum dalam Pasal4 ayat (2). dan instansi teknis bertanggung jawab atas pengelolaan hak akses kepada pimpinan instansinya. (2) Hak akses tidak dapat dipindahtangankan tanpa pemberitahuan kepada BKPM atau PDPPM atau PDKPM pemberi hak akses dengan dilengkapi surat kuasa bermaterai cukup atau surat keterangan penunjukan. (4) . keterkinian. PDKPM.. PDPPM..Penyalahgunaan hak akses oleh pihak lain yang disebabkan oleh pemindahtanganan tanpa pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi tanggung jawab hukum pemilik hak akses. (9) Pelimpahan kewenangan evaluasi persia pan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) diatur tersendiri dengan Peraturan Kepala BKPM. informasi (2) Jenis informasi sesuai dengan yang dimaksud pada ayat 0). kerahasiaan. (1) BKl'M bersarna-sama dengan instansi teknis menetapkan standar data dan informasi yang digunakan dalam SPIPISE .. (7) Akibat hukum penyalahgunaan hak akses yang dikelola PDPPM. (3) BKPM.. dan instansi teknis menjadi tanggung jawab instansi masing-rnasing. dan instansi teknis berpedoman pada standar informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasa113 (1) terlebih dahulu BKPM. BABV KETENTUAN SUBSISTEM INFORMASI Pasal12 Informasi dalam SPIPISEdapat berubah tanpa pernberitahuan kepada pengguna. akurusi.10 - (6) Administrator hak akses dari PDPPM. Pasal 15 . (8) Dalam hal PDPPM sudah mampu melaksanakan evaluasi dan persiapan penggunaan SPIPISEoleh PDKPM sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta keutuhan data dan informasi. PDPPM. PDPPM. PDKPM. PDKPM. PDKPM. pengelola dapat melimpahkan kewenangan evaluasi persiapan penggunaan SPIPISEkepada PDPPM. dan instansi tcrkait menjaga kebenaran.

Pasal18 (1) Setiap penanam modal yang telah berbentuk badan hukurn atau badan usaha yang mengajukan permohonan perizinan dan nonperizinan ke PTSP BKPM. .rri kementerianl dinas yang Pendaftaran Penanaman Modal adalah bentuk persetujuan Pernerintah sebagai dasar memulai rencana penanaman modal... Pasal17 Penanam modal dan penyelenggara SPIPISEberkomunikasi secara elektronik ke alamat email danl atau akun penanam modal. Penanaman pendukung awal Modal seeara (2) Penanam modal dapat mengajukan Pendaftaran mclalui SPIPISE dilengkapi dengan dokumen elektronik. atau PTSP PDKPM akan diberikan nomor perusahaan secara otomatis oleh SPIPISE. BABVI KETENTUAN SUBSISTEMPELAYANAN PENANAMANMODAL Bagian Kesatu Penanam Modal Pasal16 Penanam modal bertanggung jawab atas kebenaran data dan keabsahan permohonan perizinan dan nonperizinan yang diajukan melalui SPIPISE. pengesahan dari departemen yang merubidangi hukum bagi badan usaha yang berbentuk badan hukum. (3) Apabila terdapat dokumen pendukung yang tidak dapat disampaikan seeara elektronik..11 - Pasal15 (1) BKPMmelakukan harmonisasi dan verifikasi inforrnasi. (3) Nomor perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berlaku sebagai identitas penanam modal. (4) Penanam modal yang dimaksud pada ayat (I) adalah yang sudah memiliki a. atau c. penanam modal menyampaikan dokumen fisik kepada PTSP BKPMatau PTSP PDPPM atau PTSP PDKPM. b. (2) Harmonisasi dan verifikasi informasi dilakukan oleh masing-rnasing unit kerja BKPM sesuai dengan tugas dan fungsinya. tanda daftar di Pengadilan bagi badan usaha tidak berbadan hukurn atau usaha perseorangan. Pasal19 (1) koperasi d. (4) PTSP . (2) Setiap penanam modal yang tidak berbadan hukum atau usaha perseorangan akan diberikan nomor perusahaan secara otomatis oleh SrlPISE pada saat memperoleh Izin Prinsip Fcnanaman Modal/lzin Usaha. pengesahan akte pendirian membidangi koperasi. PTSP PDPPM.

atau PrSP PDPPM. Pasa120 (1) Permohonan perizinan dan nonperizinan penanaman modal diajukan oleh penanam modal yang telah memiliki hak akses melalui SPIPISE kepada PfSP BKPM. atau PfSP PDKPM menerbitkan tanda terima permohonan setelah permohonan dinyatakan Iengkap dan benar. Pasal22 Penanam modal dapat menyampaikan LKPM secara elektronik melalui SPIPISEkepada BKPM. atau Kepala PDKPM. . atau Kepala PDPPM. atau YTSP PDKPM. Bagian Kedua BKPM. (4) PfSP BKPM. dan PDKPM Pasal24 (1) PDPPM dan PDKPM yang terintegrasi dengan SPIPISE hams memiliki tingkat pelay.PDPPM. dokumen perizinan dan nonperizinan dikirim melalui pos ke alamat korespodensi.. (2) Informasi .12 - (4) 'PfSP BKPM. atau PfSP PDPPM. atau PrSP PDPPM.. Pasal23 Sistem elektronik LKPM. (3) Kelengkapan dokumen permohonan me1alui SPIPISE mengacu pada Peraturan Kepala BKPM tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal.. atau PfSP PDPPM. atau PDKPM sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu kepada Peraturan Kepala BKPM ten tang Pedoman dar. atau YTSP PDKPM menerbitkan tanda terima permohonan setelah permohonan dinyatakan lengkap dan benar. Pasal21 (1) YTSP-BKPM atau PfSP-PDPPM atau YTSP-PDKPM akan menyampaikan perizinan dan nonperizinan secara elektronik ke alarnat surat elektronik (e-mail) atau ke akun penanam modal setelah seluruh persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) dan ayat (3) disampaikan kepada YTSP BKPM. PDPPM. atau pejabat instansi terkait dapat diambil penanam modal dan/atau penerima kuasa dengan menunjukkan tanda terima. (2) Permohonan perizinan dan nonperizinan penanaman modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilengkapi dengan dokumen pendukung secara elektronik. Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal. pencabutan serta pembatalan penzman dan nonperizinan serta pengenaan sanksi dan pembatalan sanksi penanaman modal dalam SPIPISE mengacu kepada Peraturan Kepala BKPM tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal. '(2) Dokumen cetak perizinan dan nonperizinan yang telah ditandatangani Kepala BKPM. (3) Dalam hal dokumen perizinan dan nonperizinan tidak diambil dalarn waktu 14 (empat belas) hari kerja. atau PfSP PDKPM sesuai dengan kewenangannya.anan (SLA) setiap jenis perizinan dan nonperizinan yang dilayani melalui SPIPISE.

PasaI28 . perizinan dan nonperizinan yang dikeluarkan oleh SPIPISE tetap memerlukan tanda tangan basah sebagai dokumen yang sah. atau PfSP PDPPM. b. b. melakukan pemeliharaan PDKPM ke BKPM.. dan PfSP PDKPM harus diproses dengan menggunakan SPIPISE.. atau PfSP PDPPM. c. menjaga kerahasiaan data dan informasi penanam modal. atau PfSP PDPPM. apabila terjadi kesalahan data atau informasi atas perizinan dan nonperizinan yang dikeluarkan oleh PfSP BKPM. melakukan pemeliharaan dan nonperizinan. e. penyelesaian permohonan perizinan dan nonperizinan dilakukan oleh PfSP BKPM.masing-rnasing. harus a. rnengoperasikan sistem elektronik berdasarkan panduan penggunaan. mengikuti tingkat pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat 0). dalam hal PfSP BKPM. .. PfSP PDPPM. atau PfSP PDKPM tidak dapat mengakses atau menggunakan SPIPISE 1. Pasal27 Ketentuan pelayanan perizinan dan nonperizinan menggunakan SPIPISEadalah sebagai berikut: penanaman modal yang SPIPISE dalam melakukan a. e. d. atau PfSP PDKPM. permohonan perizinan dan nonperizinan yang diajukan kepada PfSP BKPM. atau PfSP PDKPM. dilakukan perbaikan dengan cara koreksi atas perizinan dan nonperizinan oleh PfSP yang mengeluarkan dengan tembusan kepada pengelola. f. tanpa menggunakan SPIPISE setelah terlebih dahulu memberi tahu secara tertulis kepada pengelola. 2.13 - (2) Informasi tingkat pelayanan masing-masing melalui portal SPIPISEatau NSWi.. permohonan perizinan dan nonperizinan yang Iengkap dan benar tetap diterima oleh kantor depan (front office) dengan memberikan tanda terima. c. petugas/pejabat yang melaksanakan pelayanan perizman dan nonperizinan menggunakan hak akses untuk pemberian persetujuan dalam proses otomasi. Pasa125 instansi dipublikasikan PDPPM atau PDKPMyang terintegrasi dengan SPIPISE. keterhubungan/interkoneksi piranti keras pendukung dari PDPPM atau pelayanan perizinan Pasal26 PfSP PDPPM dan PfSP PDKPM menggunakan pelayanan perizinan dan nonperizinan. d. penomoran perizinan dan nonperizinan dilakukan sesuai dengan Peraturan Kepala BKPM ten tang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal.

dimasukkan ke dalam SPIPISE oIeh BKPM.. atau PDKPM sesuai dengan kewenangannya akan memberikan tanda terima secara elektronik ke surat elektronik atau akun penanam modal. menjaga kerahasiaan data dan informasi penanam modal. atau PTSP PDKPM akan memberikan tanda terima melalui surat elektronik atau SPIPISEkepada penanam modal. b. melakukan pemeliharaan SPIPISE. (2) Dalam hal permohonan perizinan dan nonperizinan yang disampaikan melalui SPIPISEbelum Iengkap dan benar. kantor depan PTSP BKPM.. c. atau PDPPM. (2) Integrasi . atau PDPPM. . BKPM. Pasal30 Dalarn hal LKPMdisampaikan secara elektronik a. BKPM.14- Pasal28 (1) Dalam hal permohonan perizinan dan nonperizinan yang disampaikan melalui SPIPISEtelah lengkap dan benar. b. d. atau PTSP PDKPM memberitahukan bahwa permohonan tersebut belum dapat diterima.. mengoperasikan aplikasi SPIPISEsesuai dengan panduan penzgunaan. Pasal29 LKPMyang lengkap yang disampaikan secara manual. apabila LKPM yang disampaikan belum lengkap. rnenjaga keamanan lalu-Iintas pertukaran data ke SPIPISE. PDPFM atau fDKPM sesuai dengan kewenangannya meminta perbaikan LKPM secara elektronik kepada penanam modal. atau PDKPM sesuai dengan kewenangannya. mengikuti tingkat pelayanan yang telah disepakati dan dipublikasikan dalamNSWi. Instansi Teknis Pasal32 Instansi teknis yang telah terintegrasi dengan SPIPISE a. piranti keras pendukung dan interkoneksi ke Bagian Ketiga e. kantor depan PTSP BKPM. Pasal33 (1) Instansi teknis yang berwenang di bidang perizinan dan nonperizinan penanaman modal rnengintegrasikan sistemnya dengan SPIPISE. atau PTSP PDPPM. atau PTSP PDPPM. PasaI31 LKPM yang disampaikan secara elektronik akan diproses lebih Ianjut sesuai dengan Peraturan Kepala BKPM tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.

c. piranti lunak serta piranti SI'IPISE... i. h. atau PTSP-PDKPM. tingkat layanan perizinan dan nonperizinan yang tidak dilayani PTSP BKPM. PDPPM. . rnenjaga keamanan SPIPISE. rnelakukan koordinasi dengan instansi teknis. jenis layanan perizinan dan nonperizinan akan diintegrasikan ke SPIPISE. data yang akan dipertukarkan sesuai dengan format atau standar pertukaran data yang disepakati. melakukan pemantauan dan evaluasi SPIPISI:. antara lain 1. g. menerbitkan laporan perkembangan penanarnan modal secara nasional yang mencakupi Iaporan kinerja PTSP secara nasional dan laporan kinerja SP1PISE secara nasional yang diterbitkan berkala. . b.. menjaga kinerja dan ketersediaan pusat data SPIPISE. operasionalisasi SPIPISE.atau PTSP PDPPM. d. rnenjamin interoperabilitas SPIPISE. oleh sistem b. f. 4. model interaksi yang digunakan. mernbangun dan rnengelola SPIPISEyang mcnjadi tanggung jawab BKPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan pusat data. c. model interaksi SPIPISE dengan instansi teknis yang ditetapkan sebagaimana dimaksud pada huruf a terlebih dahulu dibahas dan dituangkan dalam bentuk kesepakatan antara pengelola SPIPISEdan instansi teknis. dari instansi teknis yang 3. rnenjamin ketersediaan layanan SPIPISE.15 - (2) Integrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pasal35 (1) Pengelola melakukan SPIPISEyang meIiputi pemantauan dan evaluasi kegiatan penggunaan a. kesepakatan sebagaimana dimaksud pada huruf b memuat hal-hal. b.pusat data. e. keras dan hosting j. memelihara . jaringan . dan PDKPM dalarn rnengernbangkan SPIPISE. model interaksi SPIPISE dengan instansi teknis ditetapkan pengelola berdasarkan pemenuhan persyaratan minimum e1ektronik seperti yang tercantum dalam Pasal 5 ayat (2). Bagian Keempat Pengelola SPIPISE Pasa134 Pengelola SPIPISEbertanggung jawab untuk a. rnenyediakan panduan penggunaan setiap sis tern elektronik perizinan dan nonperizinan dalam Portal SPIPISEsebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf a. 2.

. dan telekornunikasi bagian dari teknologi informasi pendukung SPIPISE. pengelola menerapkan mekanis . mengetahui dan menguji melalui SPIPISE. enyediakan jejak audit atas seluruh kegiatan dalam pelayanan dan nonperizinan. (2) Untuk 1 .. Pasa137 (1) SPIPISl: perizin. sistem dapat memasti. (4) Jejak audit sehagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) digunakan untuk a. janngan. piranti lunak.ian integrity. '17 untuk menjamin authentication . not. (3) Pengelola menyampaikan laporan kinerja SPIPISE kepada Kepala BKPM berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dasar .. baik untuk data/informasi maupun perangkat lunak. fisik dan sistem b. (2) Pernantauandan sebagai evaluasi SPIPISEdilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. kelx. ima sehingga tidak ada pihak yang (Lpat menyangkal. kerahasiaan (confidentiality).. (3) Ganggi. untuk menjamin (integrity).sistem tersebut memilil: iejak audit atas seluruh proses sistem elektronik dalam pelayan perizinan dan nonperizinan. dengan I terhadap keamanan Ialu-Iintas pcrtukaran data antarinstansi dPISE menjadi tanggungjawab masmg-masing instansi. repudiation. 'd. tal) keb rep. korurol akses (access control). keakuratan . d. c. c.nberikan jaminan keamanan lalu-luuas pertukaran data dalam SPIPISE .. perlindungan terhadap datal informasi terhadap kegiatan akses oleh pihak yang tidak berwenang. u'an/keaslian (authentication)..stion. antara lain a. suatu sistem yang memungkinkan iniorrnasi. (4) Laporan hasil pemantauan dan evaluasi ini sebagai dasar perbaikan dan pengembangan SPIPISE. dan non- tangan digital (digital signature).stem instansi teknis terintegrasi dcngan SPIPISE. (3) ]ejak au.naran (authentication). perlindungan terhadap keakuratan keutuhan. undangan. validitas dan integritas data penanaman modal. Pasal36 (1) Pengelola menjamin keamanan lalu-lintas pertukaran melalui peugelola rnengontrol akses terhadap fasilitas data dalam SPIPISE a. enki b.cin kebenaran pengirim dan pen .:hagaimana dimaksud pada ayal \ 1). perund. informasi dalam Portal SPIPISE. dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sesuai dengan peraturan ..16 - b. (2) Apabila c.. serta e. kebenaran proses transaksi elektronik b. keakuratan (Integrity). kemampuan setiap pihak yang terlibat dalam transaksi untuk menguji kebenaran dari pihak lainnya. . piranti keras.

b. PDPPM. dan keterhubungan/interkoneksi SPIPISE. 3. (2) Sistem elektronik yang dikembangkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diaudit kesesuaian fungsinya oleh instansi yang ditunjuk BKPM. dan (6) Pembiayaan . dan PDKPM. b. perangkat pendukung untuk pengolahan keterhubungan/ interkoneksi SPIPISE. jaringan dan keterhubungan dari PDPPM ke BKPM. dasar penelusuran kebenaran dalam hal terjadi perbedaan dokumen cetak dan data yang tersimpan dalam SPIPISE. perangkat Iunak yang meliputi 1. antara (5) Dalam hal terjadi perbedaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b dan c. (3) Subsistem Pelayanan Penanaman Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b termasuk antarmuka sistem (interface) dari BKPM ke kementerian teknis/LPND.. jaringan. jaringan dan keterhubungan dari kementerian teknis/LPND ke BKPM. jaringan. Subsistem Informasi Penanaman Modal.17 - b.. c. jaringan. perangkat pendukung untuk pengolahan keterhubungan/ interkoneksi SPIPISE. b. (2) Pembiayaan yang dibebankan pada ATIggaran Pendapatan Belanja Negara BKPMmeliputi pembangunan dan pengelolaan SPIPISEyang terdiri dari a. dasar penelusuran kebenaran dalam hal terjadi perbedaan data dan informasi antarpemangku kepentingan SPIPISE. data. dan (5) Pembiayaan yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pemerintah provinsi meliputi a. (4) Pembiayaan yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara instansi teknis meliputi ' a. perangkat keras dan perangkat pendukung untuk pengolahan data.. Subsistem Pendukung. data dan informasi yang tersimpan dalam SPIPISE merupakan data dan informasi yang dianggap benar. 2. . data. BABVIII PEMBIA YAAN SPIPISE Pasal39 (1) Pembiayaan SPIPISEsebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 28 Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 ten tang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal. Subsistem Pelayanan Penanaman Modal. BABVII PENGEMBANGAN SPIPISE Pasal38 (1) Pengembangan SPIPISEdapat dilakukan apabila terjadi penyempurnaan fungsi sistem elektronik dan penambahan atau penyederhanaan jenis perizinan dan nonperizinan.

PDKPM menyampaikan setiap Pendaftaran Penanaman ModallIzin Prinsip Penanaman Modal/Izin Usaha yang diterbitkan setiap hari kepada kepala PDPPM dengan tembusan kepada kepala BKPMmelalui faksimili. b. msjeun. Pasal41 Pengelola melengkapi SPIPISEdengan pusat pemulihan data. dan Dalam hal SPIPISEtidak dapat berfungsi karena keadaan kahar (force pelayanan penzman dan nonpenzman melalui ITSP dilaksanakan dengan menggunakan prosedur keadaan darurat. (3) Dalam hal terjadi keadaan kahar. a.. b. . PDPPM mengirirnkan setiap Pendaftaran Penanaman ModallIzin Prinsip Penanaman ModaIlIzin Usaha yang diterbitkan setiap hari ke BKPM melalui faksimili. Pasa143 Dalam masa transisi belurn terbangunnya SPIPISEdanl atau sudah terbangun tetapi PDPPM dan PDKPM belurn terkoneksi dengan SPIPISE. perangkat pendukung untuk pengolahan keterhubungan/ interkoneksi SPIPISE. ITSP PDPPM..18 - (6) Pembiayaan yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pemerintah kabupaten/kota meliputi a. BABIX KEADAAN KAHAR Pasal40 (1) data. data dan informasi penanaman modal yang diproses dalam keadaan darurat dimasukkan ke dalam SPIPISEoleh instansi penerbit perizinan dan nonperizinan. (4) Setelah berakhirnya keadaan kahar. pengelola tidak bertanggung jawab terhadap tidak beroperasinya SPIPISEdan hilangnya data dan informasi penanaman modal. BKPM memasukkan data Pendaftaran Penanaman ModallIzin Prinsip Penanaman ModallIzin Usaha yang dimaksud pada huruf a dan huruf b ke dalam pangkal data (database) perizinan dan nonperizinan. BABXI .. dan ITSP PDKPM dalam pelayanan perizinan dan nonperizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dilakukan secara bertahap dan berlaku sepenuhnya paling Iambat 36 (tiga puluh enam) bulan sejak ditetapkan Peraturan Presiden tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang penanaman modal. (2) Prosedur keadaan darurat sebagaimana pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Kepala BKPM. BABX KETENfUANPERALIHAN Pasal42 Penggunaan SPIPISEoleh PTSP BKPM. jaringan dan keterhubungan dari PDKPM ke BKPM. c. jaringan.

.Biro Peraturan Perundang-undangan.:.~ .19- BABXI KETENTUANPENUTUP Pasa144 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan..~~ Usaha Pimpinan n Tata . :. ttd GITA WIRJAWAN Diundangkan di Jakarta pada tangga123 Desember 2009 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASIMANUSIA REPUBUKINDONESIA. Agar setiap orang mengetahuinya.-tfri~1lI1~~~. memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Iindonesia. KEPALA.. . ttd PATRIALIS AKBAR BERITANEGARAREPUBLIKINDONESIA TAHUN 2009 NOMOR 510 Salinan sesuai dengan aslinya Sekretariat Utama BKPM ~~~~J4. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2009 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL.'~I.

KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA DAITAR LAMPlRAN PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 14 TAHUN 2009 TANG GAL 23 DESEMBER 2009 No 1 Iampiran LAMPIRAN I Surat Kuasa: a. Surat Penetapan Penggunaan SPIPISE kepada PDPPM/PDKPM/ Instansi Teknis b.1 1. Bahasa Inggris Persetujuan Hak Akses : JUDUL HALAMAN 1-2 2 Lampiran II 1-4 3 4 Lampiran III Lampiran N Hak Akses Layanan SPIPISE 1. Bahasa Indonesia b. Bahasa Inggris Formulir Permohonan a. ttd GITA WIRJA WAN .1 Permohonan Penggunaan SPIPISE oleh PDPPM atau PDKPM atau Instansi Surat Penetapan Penggunaan SPIPISE kepada PDPPM/PDKPM/ Instansi Teknis: a. Bahasa Indonesia b. Surat Penolakan Penetapan Penggunaan SPIPISE kepada PDPPM/PDKPM/ Instansi Teknis 5 Lampiran V 1-2 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL KEPALA.

. Oleh karenanya BKPM tidak akan bertanggung jawab dan tidak dapat dituntut pertanggungjawabannya atas segala biaya dalam bentuk apapun yang mungkin timbul sebagai akibat dari pemberian kuasa dan kewenangan oleh Pemberi Kuasa kepada Penerima Kuasa berdasarkan surat kuasa ini... dengan ini memberikan kuasa dan kewenangan penuh pengarnbilan hak akses kepada : ------.....LAMPlRANI PERATURAN KEPALA BKPM NOMOR 14 TAHUN 2009 TANG GAL : 23 DES EMBER 2009 Bentuk Surat Kuasa a........ . pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) I Paspor No.... dan beralamat di _ (selanjutnya disebut sebagai "Pemberi Kuasa")...... Segala kuasa dan kewenangan yang diberikan oleh Pemberi Kuasa kepada Penerima Kuasa dalam Surat Kuasa ini berlaku sampai dengan dicabutnya Surat Kuasa ini oleh Pemberi Kuasa. Pemberi Kuasa I Meterai I Penerima Kuasa Nama: Jabatan: Nama: Jabatan: b.. Yang bertanda tangan di bawah ini: -----_. Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa mengerti bahwa dalam meujalankan fungsinya sebagai penyelenggara urusan penanaman modal... berternpat tinggal di _ (seIanjutnya disebut sebagai "Penerima Kuasa") -----------------------------------------Bertindak untuk dan atas nama . Dalam ... Surat kuasa ini ditandatangani oleh kedua belah pihak pada hari ini. bertempat tinggal di .... . . bertindak dalam kapasitasnya sebagai dari dan karenanya untuk dan atas nama ___ . berkedudukan di ....perseorangan/perusahaan yang didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukurn negara ... Dalam Bahasa Indonesia SURAT KUASA Nomor: . BKPM tidak rnengcnakan atau membebankan biaya dalam bentuk atau dalam tahapan apapun kepada penauarn modal atau perusahaan atau kuasanya..... Warga Negara . Warga Negara ....(tgl/bln/thn).... KHUSUS Pemberi Kuasa untuk melakukan pengurusan : Untuk tujuan tersebut di atas Penerima Kuasa diberi wewenung untuk memperoleh hak akses dalam SPIPISE..pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP)I Paspor No......

holder of Identity Card (KTP)/Passport No... in this matter acting in his capacity as and as such for and on behalf of . __ The Authorizer . Therefore.. This Power of Attorney signed by both parties on this day. holder of Identity Card (KTP)I _______ :. be domiciled in _ having its registered office at : (Hereinafter referred as the "Authorizer").. (dd/mm/yyyy).. The undersigned below: _____ . . _ (Hereinafter referred to as the "Authorized") -------. Dalam Bahasa Inggris POWER or ATIORNEY Number: .----. an individual! a company duly established and existing under the laws of . The authorizer and the authorized understand that in conducting its function as administrator of investment services. having his address at .SPECIFICALLY ----. ttd GITAWIRJAWAN . Hereby gives full power taking the right of access to: ________ .-------------------To act for and on --.---of: application For the abovementioned purpose.---. the authorized is given to get SPIPISEaccess right..2- b. All powers and authority given by the Authorizer to the Authorized in this Power of Attorney shall remain valid until this Power of Attorney is revoked by the Authorizer. BKPM shall not be responsible nor be held liable for any fees in whatever form which may occur as a result of the powers and authority given by the Authorizer to the Authorized under this Power of Attorney. The Authorized I Stamp Duty Name: Title: Name: Title: BADANKOORDINASIPENANAMANMODAL KEPALA.. BKPMdoes not impose nor charge any fees in whatever form or stage to investor or company or it's Authorizer..-. Citizen . ---.--------------behalf of the Authorizer to conduct the Passport No. Citizen of ..having his address at _---.

............................ ......- LAMPIRAN ............................................. 20 ....... ..................... 6................................................................•••..................................................................... ..........................................•.............................................................................. ....................................000....... Materai Rp....................................................... Pemohon....ini maupun ketentuan lain yang berlaku dalam penggunaan SPIPISE • ................... Dalam Bahasa Indonesia FORMULIR PERMOHONAN HAK AKSES LAYANAN SPIPISE .................................................... ........................................................... ke alamat e-mail ini PERNYATAAN Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa semua data yang telah saya isikan di atas adalah benar dan menyetujui serta tunduk pada syarat dan ketentuan yang telah saya baca pada halaman di balik formulir permohonan ..........................................................................LAlvlPIRAN II PERATURAN KEPALA BKPM NOMOR 14 TAHUN 2009 TANG GAL : 23 DES EMBER 2009 Bentuk Fonnulir Permohonan Hak Akses Layanan SPIPISE a.................... ....................... ........ ....................... .... ......................................................................................................................... . .................. ....... jenis Pennohonan DBaru o Perubahari/Penggantian *) DATA PERUSAHAAN Bentuk Badan Usaha Nama Perusahaan /Perorangan Alamat Perusahaan Nomor Telepon Nomor Faksimil Nomor dan Tanggal Akta Perusahaan yang terbaru Nomor dan Tanggal Pengesahan Akta Perusahaan yang terbaru o PT 0 CV 0 Koperasi 0 Firma 0 Perorangan *) ............................................. ................................... *) beri tanda " pada pilihan **) Wajib diisi dengan benar karena Hale Akses akan dikirimkan ............................................................................... ........................ .................... DATA PENANGGUNG JAW AB I PIMPINAN Nama Jabatan di Perusahaan Nomor KTP / Paspor NegaraAsal Alamat Nomor Telepon Nomor Faximili E-Mail") ...............................i .......................................................................... .....•..................................

. Hukurn dan HAM. . b. Rekaman Pengesahan Akta Perusahaan dari Menteri pengadilan atau Menteri Koperasi dan UKM 2. Dalam . Dokumen PenanggungJawab / Pimpinan: Rekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku untuk Warga Negara Indonesia atau Paspor yang masih berIaku untuk Warga Negara Asing .-2- LAMPlRAN: 1. atau . Rekaman Akta Perusahaan yang terbaru b.. Dokumen Perusahaan : a..

. II • II II •• II II II ••• II .................. .. II II II II II II • II II • II II II II • II II II II II II II II II • II II II •• II •• II II ........... Phone Number Fax Number The Latest Article of Association of The Company (Number and Date) Approval from Minister of Law and Human Right' (Number and Date) o Limited liability company o Firm 0 Individual *) ... required to fill correctly because the access right will be send to the e-mail address DECLARATION I....................... Stamp Duty Rp 6..........." ••• II II..................................... ............ Number • e e II II ................ II ... . Dalam Bahasa Inggris Access Right Application Services of SPIPISE Type of Application DESCRIPTION OF COMPANY Form of Corporation Board ................ o New o Change/Replacement *) Name of Company or individuals Address of Company ...• II •• II ....... ... II II II ....... II .. ...•••• II II II e •• II II II • II........ II • II II .. ....... II II • II II II II ....... II II ..... II II II •• II II II .......• II •••• • II II II II II II II .... · DESCRIPTION OF PERSON IN CHARGE/COMPANY REPRESENfATIVE Name Position Identity Card/Passport Citizenship address Phone Nomber Fax Number E-Mail**> *) give sign ........ 20 ..... declared that all the data submitted in this application has been properly and duly executed.... II •• II • II II • II ......... 1 .-3- b.. II ..... II •• II II II II II II .........................• II II • II ••• II II II II • II II •• • ••• II •• II •• II II II •• II • II • II............ II •••• .... ..••• II • II II II ••••••• II •••••• " •••••• II ••••••• II • II •• e........... and I also agree to the requirements I have read in this application form and other SPIPISE usage regulation prevailed..- ..... .. 0 CV 0 Cooperative ..........• II II • II ......... . II •• " II • II II ••.......... ENCLOSURES ....".......... II •• II .. .............. Applicant....... ....................... II II II ••• II • II • II II II • II II • II ........." ••....J at choice **) .... the undersigned below........ ...................... • II II II..........000.. II.... II II II ••• II • II II II • II II ••• II II II •• II ........ ............... II II • II II ••••••••• II ••.........

Copy of Approval from Minister of Law and Human Right 2. BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL KEPALA. COMPANY DOCUMENT : a. DIRECTOR DOCUMENT: Copy of valid Identity Card (KTP)for Indonesian/Passport for foreigner. Copy of The Latest Article of Association of The Company b. ttd GITA WIRJA WAN 1 .-4- ENCLOSURES: 1.

L.* Hak Akses Layanan SP¥ISE di atas juga kami kirimkan ke alamat e-mail Ketentuan Penggunaa hak akses sebagai berikut: .id dan memilih tautan (link) Ubah Password_~an mengikuti petunjuk selanjutnya.bkpm.go. dengan ini Nomor dan Tanggal Perusahaan yang terb ru Nemer dan Tanggal P~ngesahan Akta Perusahaan yan~ terbaru Hak Akses Layanan SPIPISEyang diberikan : Identitas Pengguna (Jser lei) ! : Kode Akses (Passwor. Pengguna wajib segera mengganti Kode Akses yang diberikan selambat-lambatnya 1x24 jam dari waktu rsetujuan ini diberikan. Jika dalam wakF yang diberikan pengguna tidak melakukan penggantian Kode Akses maka Hak Aks~s akan dinonaktifkan dan untuk mengaktifkannya kembali pengguna harus mengajt1an permohonan Penggantian Hak Akses kepada vrsp yang te1ah terhubung ke S~IPISE. 3.t\lY1ClIV\l'\j 111 PERATURAN KEPALA BKPM NOMOR 14 TAHUN 2009 TANGGAL 23 DESEMBER 2009 Bentuk Persetujuan Hak Akses Layanan SPIPISE KOP SURATBKPM/PDPPM/PDKPM PERSETUJUAN HAl( AKSESLAY ANAN SPIPISE Sehubungan dengan permohonan Saudara yang disampaikan pada tanggal kami memberikan persetujuan hak akses layanan SPIPISEkepada : Nama Nomor KTP /Paspor yang bertindak mewafli: Nama Perusahaan ~ . Penggantian Ko e Akses dapat dilakukan dengan petunjuk sesuai yang telah dikirimkan ke e-mail terse~ut diatas atau dengan mengunjungi portal National SingJe Window for Investment (NS~i) yang beralamat di www. ttd GITA WIRJAWAN .nswi. 2. 1. PEJABATTATAUSAHABKPM/PDPPM/PDKPM ttd • BADANKOORDINASIPENANAMANMODAL KEPALA.

..... Komputer Printer Scanner Switch/ Hub jumlah e. c... Menyediakan . d.. Sebagai bahan menyediakan sarana dan prasarana sebagai berikut: 1. Permohonan .LAMPIRANIV PERATURAN KEPALA BKPM NOMOR : 14 TAHUN 2009 TANG GAL : 23 DESEMBER 2009 Bentuk Permohonan Penggunaan SPIPISE oleh PDPPM atau PDKPM atau Instansi Teknis KOP SURAT PDPPM ATAU PDKPM ATAU INSTANSI TEKNIS Yth. Penggunaan SPIPISE dan Nonperizinan.... orang kami sampaikan terima kasih. . Kepala PDPPM/ PDKPM/INSTANSI . : Pengelola SPIPISE Nomor Sifat Lampiran Perihal Penanaman Modal . Kepala Badan Koordinasi up. Menunjuk sebagai administrator: Nama NIP 5. kami pertirnbangan kami telah Dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan Perizinan mohon dapat dilakukan penyarnbungan SPIPISE... Demikian dan atas perhatiannya. tenaga operator .Modem 2. b.. *) *) Yang berwenang mengeioia Pusat Pengoiahan Data dan Infonnasi pada Instansi Teknis BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL KEPALA... ttd GITA WIRjAWAN .. Piranti keras: jenis piranti keras a. Memiliki sambungan internet 4. Memiliki web browser 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful