BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Spesies yang termasuk ke dalam cestoda usus antara lain Diphyllobothrium latum, Hymenolepis nana, Hymenolepis diminuta, Dipylidium caninum, Taenia saginata, dan Taenia solium. Taenia solium dapat menyebabkan penyakit yang dikenal dengan sistisekosis. Infeksi ini sering terjadi di negara berkembang. Lebih dari 80% dari 50 juta penduduk dunia yang terkena infeksi tinggal di negara berkembang. Sistiserkosis terutama mempengaruhi kesehatan dan mata pencaharian petani subsisten di negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin karena dapat mengakibatkan epilepsi dan kematian pada manusia, mengurangi nilai pasar babi dan membuat daging babi tidak aman untuk dimakan (WHO, 2011). Infeksi cacing taenia pada usus manusia disebabkan oleh Taenia solium, Taenia saginata dan Taenia asiatica di Asia dan Pasifik. Taeniasis yang disebabkan oleh Taenia solium adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di dunia karena telur dan proglotid dapat menginfeksi manusia melalui kontaminasi dari lingkungan dan yang fatal adalah neurosistiserkosis. Neurositiserkosis yang disebabkan oleh Taenia solium meningkat di daerah non endemis taeniasis (Malinee T. Anantaphruti, et al., 2007). Penyebaran Taenia dan kasus infeksi akibat Taenia lebih banyak terjadi di daerah tropis karena daerah tropis memiliki curah hujan yang tinggi dan iklim yang sesuai untuk perkembangan parasit ini. Taeniasis dan sistiserkosis akibat infeksi cacing pita babi Taenia solium merupakan salah satu zoonosis di daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi daging babi dan tingkat sanitasi lingkungannya masih rendah, seperti di Asia Tenggara, India, Afrika Selatan, dan Amerika Latin. Asian Taenia dilaporkan telah ditemukan di negara-negara Asia yang umumnya beriklim tropis seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Korea dan Cina. Kini Asian Taenia disebut Taenia asiatica. Kejadian Taenia asiatica yang tinggi terutama ditemukan di Pulau Samosir, Indonesia. Di Kabupaten Jayawijaya Papua, Indonesia ditemukan 66,3% (106 orang dari 160 responden) positif menderita taeniasis solium/sistiserkosis selulosae

1

dari babi. Sementara 28,3% orang adalah penderita sistiserkosis yang dapat dilihat dan diraba benjolannya di bawah kulit. Sebanyak 18,6% (30 orang) di antaranya adalah penderita sistiserkosis selulosae yang menunjukkan gejala epilepsi. Dari 257 pasien yang menderita luka bakar di Papua, sebanyak 82,8% menderita epilepsi akibat adanya sistiserkosis pada otak. Prevalensi sistiserkosis pada manusia berdasarkan pemeriksaan serologis pada masyarakat Bali sangat tinggi yaitu 5,2% sampai 21%, sedangkan prevalensi taeniasis di provinsi yang sama berkisar antara 0,4%-23%. Sebanyak 13,5% (10 dari 74 orang) pasien yang mengalami epilepsi di Bali didiagnosa menderita sistiserkosis di otak. Prevalensi taeniasis T. asiatica di Sumatera Utara berkisar 1,9%-20,7%. Kasus T. asiatica di Provinsi ini umumnya disebabkan oleh konsumsi daging babi hutan setengah matang. B. Tujuan Penyusunan makalah ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui klasifikasi dari cestoda usus. 2. Mengetahui morfologi cestoda usus. 3. Mengetahui epidemiologi dan distribusi geografis cestoda usus. 4. Mengetahui siklus hidup cestoda usus. 5. Mengetahui patologi penyakit yang disebabkan oleh cestoda usus. 6. Mengetahui cara pencegahan dan pengendalian penyakit yang disebabkan oleh cestoda usus.

2

Skoleks. Embrio di dalam telur disebut onkosfer berupa embrio heksakan yang tumbuh menjadi bentuk infektif dalam hospes perantara. Telur dilepaskan bersama proglotid atau tersendiri melalui lubang uterus. Spesies penting yang dapat menimbulkan kelainan pada manusia umumnya adalah : Diphyllobothrium latum.BAB II ISI Cacing pita termasuk subkelas CESTODA. Sifat-sifat umum dari cestoda antara lain: 1. Echinococcus granulosus. Hymenolepis nana. Echinococcus granulosus. Hymenolepis nana. Strobila. untuk spesies Diphyllobothrium latum. 3 . biasanya pipih dorsoventral. Taenia saginata. Bentuk badan cacing dewasa memanjang menyerupai pita. Dipylidium caninum. untuk spesies Diphyllobothrium sp. tidak mempunyai alat pencernaan atau saluran vaskular dan biasanya terbagi dalam segmen-segmen yang disebu proglotid yang bila dewasa berisi alat reproduktif jantan dan betina. dilengkapi dengan batil isap atau dengan lekuk isap. Multiceps. Ujung bagian anterior berubah menjadi sebuah alat pelekat. c. yang dilengkapi dengan alat isap dan kait-kait. Leher. filum PLATYHELMINTES. Echinococcus multilocularis. Hymenolepis diminuta. kelas CESTOIDEA. Badan cacing dewasa terdiri atas : a. Tiap proglotid dewasa mempunyai susunan alat kelamin jantan dan betina yang lengkap sehingga disebut hermafrodit. 3. disebut skoleks. dan Taenia solium. Hymenolepis nana. yaitu badan yang terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. yaitu tempat pertumbuhan badan. Larva. Cacing dewasanya menempati saluran usus vertebrata dan larvanya hidup di jaringan vertebrata dan invertebrata. Taenia solium. yaitu kepala yang merupakan alat untuk melekat. Taenia solium. Taenia saginata. B. b. Manusia merupakan hospes cestoda ini dalam bentuk : A. Cacing dewasa. 2.

Ukuran panjangnya 3 sampai 10 m dan terdiri dari 3000-4000 buah proglotid dengan tiap proglotid mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang lengkap. Alat kelammin betina terdiri dari 4 . A.Spesies yang termasuk ke dalam cestoda usus antara lain Diphyllobothrium latum. Hymenolepis diminuta. Dipylidium caninum. Diphyllobothrium latum A. Alat kelamin jantan berakhir di cirrus yang berotot pada lubang kelamin tunggal. Hymenolepis nana. dan Taenia solium.2 Morfologi : Animalia : Platyhelminthes : Cestoda : Pseudophyllidea : Diphyllobothriidae : Diphyllobothrium : Diphyllobotrium latum Gambar Diphyllobothrium latum Cacing dewasa yang keluar dari usus manusia berwarna gading atau kuning keabuan merupakan cacing pita yang terpanjang pada manusia. Taenia saginata.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species A.

adalah tanda yang khas yang digunakan untuk diagnosis. Gambar telur Diphyllobothrium latum A. Gambar scoleks Diphyllobotrium latum Scoleks yang kecil dan berbentuk buah badan (almond). mempunyai dua lekuk isap yang dalam dan letaknya dorsoventral. berlobus dua. Telur cacing ini berukuran 55-76 x 41-56 mikron. Proglotid ini akan mengalami disintegrasi bila sudah selesai mengeluarkan telur-telurnya. mempunyai selapis kulit telur dengan operkulum yang tidak tampak jelas pada satu kutub dan sering terdapat sebuah penebalan pada kutub lain seperti benjolan kecil. Dari uterus yang melebar di proglotid gravid tiap hari dikeluarkan 1 juta telur yang berwarna kuning tengguli ke dalam rongga usus. dengan ukuran 2-3 x 1 mm. Uterus yang hitam berkelok-kelok dan menyerupai roset di tengah-tengah proglotid matang.ovarium yang simetris. sebuah vagina yang berjalan dari lubang kelamin tunggal dan sebuah uterus yang bermuara di lubang uterus di garis tengah ventral pada jarak pendek di belakang lubang kelamin tunggal.3 Siklus Hidup 5 .

Dalam hospes perantara ini larva kehilangan silianya. Bila ikan tersebut dimakan hospes definitif. Pada suhu yang sesuai telur menetas dalam waktu 9-12 hari setelah sampai di air. misalnya manusia. menembus dinding dengan bantuan kait-kaitnya dan sampai kerongga badan. jaringan lemak dan jaringan ikat serta otot-otot. maka larva proserkoidnya akan menembus dinding usus ikan dan masuk ke rongga badan dan alat alat dalam. dengan ukuran 10-20 x 2-3 mm. Korasidium bersilia yang berenang bebas dimakan dalam waktu 1-2 hari oleh binatang yang termasuk copepoda seperti Cyclops dan Diaptomus. 6 . Disini larva tersebut bertambah besar dari 55 sampai 550 mikron dan dibentuk larva proserkoid yang memanjang. Bila copepoda yang mengandung larva ini dimakan oleh hospes perantara II yaitu spesies ikan air tawar yang sesuai seperti ikan salem.Gambar siklus hidup Diphyllobothrium latum Telur dikeluarkan melalui lubang uterus proglotid gravid dan ditemukan dalam tinja. Embrio didalam embriofor yang bersilia keluar melalui lubang operkulum. sedangkan ikan itu tidak dimasak dengan baik. maka sparganum di rongga usus halus tumbuh menjadi cacing dewasa dalam waktu 3-5 minggu. Dalam waktu 7-30 hari larva ini berubah menjadi larva pleroserkoid atau sparganum yaitu larva yang berbentuk seperti kumparan dan terdiri dari pseudosegmen.

Penyakit ini di Indonesia tidak ditemukan tetapi banyak dijumpai di negara-negara yang banyak makan ikan salem mentah atau kurang matang. Rumania. dan Skandinavia. mungkin terjadi sumbatan usus secara mekanik atau terjadi obstruksi usus. Penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa daerah-daerah di Amerika Utara menjadi semakin terjangkit. Faktor terpenting yang menyebabkan bertambahnya infeksi di daerah itu adalah kebiasaan untuk membiarkan tinja segar memasuki air tawar. dimana ikan air tawar merupakan bagian penting dari makanan. Parasit ini ditemukan di Amerika. Infeksi dengan cacing ini kebanyakan terdapat pada orang Rusia. Ikan-ikan didalam danau yang tidak termasuk danau besar di Amerika Serikat bagian utara. Diphyllobothrium laum mengambil 80 sampai 100% dari dosis vitamin B12 radioaktif yang diberikan per os pada hospesnya. kucing. daerah danau di Swiss. Penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala berat.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografis Parasit ini dapat ditemukan di daerah dengan iklim dingin. Israel. mungkin timbul anemia hiperkrommakrositer. Bila cacing hidup di permukaan usus halus. dan Siberia. A.5 Patologi Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut difilobotriasis. Turkestan. yang mempunyai kebiasaan makan ikan mentah atau ikan yang tidak dimasak sempurna. Banyak binatang seperti anjing. Eropa. Mancuria. Bila jumlah cacing banyak. Kanada. dan tidak enak perut. Pembuangan air kotor yang tidak mencukupi. tidak nafsu makan. mungkin hanya gejala saluran cerna seperti diare. karena cacing itu banyak manyerap vitamin B12. Malagasi. karena cacing -cacing itu menjadi seperti benang kusut. Afrika.A. dan kebiasaan makan ikan mentah atau setengah matang menyebabkan timbulnya daerah endemi. sehingga timbul gejala defisiensi vitamin tersebut. dan babi bertindak sebagai hospes reservoar dan perlu diperhatikan. 7 . tengah dan Canada sering menderita infeksi berat. Finlandia. Jepang. adanya hospes perantara di air tawar yang sesuai.

Hymenolepis nana B. diberikan 4 tablet (2 gram) dikunyah sekaligus setelah makan hidangan ringan. B.5 gr. Binatang sebagai hospes reservoar dapat menyulitkan masalah pemberantasan sumber infeksi. Obat lain yang juga efektif adalah paromomisin. pembuangan kotoran dan penjualan ikan. disertai pemberian Na-bikaronas. Pembuangan tinja segar didalam kolam air tawar harus dihindarkan.6 Pencegahan dan Pengendalian Pencegahan infeksi dengan cacing pita ikan di daerah endemi tergantung pada kontrol sumber infeksi. Selain daripada itu dapat dipakai parazikuantel dosis tunggal 10 mgr/kg berat badan. memasak dengan sempurna selama paling sedikit 10 menit pada suhu 50o C . Pendinginan sampai -10o C selama 24 jam. mengeringkan dan mengasinkan ikan secara baik akan mematikan larvanya. walaupun ada kesukaran dalam pelaksanaan adiministrasi. dosis 0. yang diberikan dengan dosis 1 gram setiap 4 jam sebanyak 4 dosis. Penjualan ikan dari danau yang banyak mengandung parasit harus dilarang. Penderita diberikan obat Atabrin dalam keadaan perut kosong. Obat pilihan adalah Niclosamid (Yomesan).A. Penduduk harus diberi penerangan tentang bahaya makan ikan mentah atau ikan yang tidak dimasak dengan baik.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species : Animalia : Platyhelminthes : Cestoda : Cyclophyllidea : Hymenolepididae : Hymenolepis : Hymenolepis nana 8 .

Gambar skoleks Hymenolepis nana Skoleks berbentuk bulat kecil. Pada ujung distal strobila membulat. lebih ke distal menjadi lebih lebar dan luas. Panjangnya kira-kira 25-40 mm dan lebarnya 1 mm. dari masing-masing kutub keluar 4-8 filamen. Strobila dimulai dengan proglotid imatur yang sangat pendek dan sempit.B. Telur keluar dari proglotid paling distal yang hancur. Bentuknya lonjong. Dalam onkosfer terdapat 3 pasang duri (kait) yang berbentuk lanset. ukurannya 30-47 mikron. Ukuran strobila biasanya berbanding terbalik dengan jumlah cacing yang ada dalam hospes. Bagian leher panjang dan halus.2 Morfologi Gambar Hymenolepis nana Cacing ini mempunyai ukuran terkecil jika dibandingkan dari golongan cestoda yang ditemukan pada manusia. mempunyai lapisan yang jernih dan lapisan dalam yang mengelilingi sebuah onkosfer dengan penebalan pada kedua kutub. Didalam proglotid gravid uterus membentuk kantong mengandung 80-180 telur.. mempunyai 4 batil isap dan rostelum yang pendek dan berkait-kait. 9 .

telurnya dapat ditemukan dalam tinja. maka di rongga usus halus telur menetas. Kadang-kadang telur dapat menetas di rongga usus halus sebelum dilepaskan bersama tinja. Bila telur tertelan kembali oleh manusia atau tikus.3 Siklus Hidup Gambar siklus hidup Hymenolepis nana Cacing dewasa hidup di usus halus untuk beberapa minggu.Gambar telur Hymenolepis nana B. Keadaan ini 10 . larva keluar dan masuk ke selaput lendir usus halus dan membentuk larva sistiserkoid. Proglotid gravid melepaskan diri dari badan. kemudian keluar ke rongga usus dan menjadi dewasa dalam waktu 2 minggu atau lebih. Orang dewasa kurang rentan dibandingkan dengan anak. Cacing ini tidak memerlukan hospes perantara.

5 Patologi Parasit ini biasanya tidak menyebabkan gejala. Infeksi kebanyakan terjadi secara langsung dari tangan ke mulut. Kebiasaan yang kurang bersih pada anak-anak menguntungkan adanya parasit ini pada golongan umur rendah.disebut autoinfeksi interna. Infeksi ini kebanyakan terbatas pada anak-anak dibawah umur 15 tahun. Kebersihan perorangan terutama pada keluarga besar dan di perumahan panti asuhan harus diutamakan. tidak dapat hidup lama diluar hospes. Infeksi pada manusia selalu disebabkan oleh telur yang tertelan dari benda-benda yang terkena tanah. Penularan tergantung pada kontak langsung. Kontaminasi terhadap tinja tikus perlu mendapat perhatian. Jumlah yang besar dari cacing yang menempel pada dinding usus halus menimbulkan iritasi mukosa usus. dari tempat buang air atau langgsung dari anus ke mulut. Hal ini sering terjadi pada anak-anak umur 15 tahun ke bawah.7% walaupun di daerah-daerah tertentu 10% dari anak-anak menderita infeksi ini. B. yang tidak tahan terhadap panas dan pengeringan. Kelainan yang sering timbul adalah toksemia umum karena penyerapan sisa metabolit dari parasit masuk kedalam sistem peredaran darah penderita. Pada anak kecil dengan infeksi berat. Survey yang dilakukan di negara-negara menunjukkan frekuensi dari 0. mengalami sakit perut dengan atau tanpa diare. Hal ini memberi kemungkian terjadi infeksi berat sekali yang disebut hiperinfeksi. Eosinifilia sebesar 8-16%.Frekuensinya agak lebih tinggi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dan presentase infeksi pada orang negro kira-kira setengahnya dari bangsa kulit putih. kejang-kejang.9%.3.2.3-2. karena telurnya yang resistennya lemah. cacing ini kadang-kadang menyebabkan keluhan neurologi yang gawat. sukar tidur dan pusing. B. sehingga cacing dewasa dapat mencapai jumlah 2000 ekor pada seorang penderita. obstipasi dan anoreksia merupakan gejala ringan. 11 . Infeksi ditularkan langsung dari tangan ke mulut dan lebih jarang karena kontaminasi makanan atau air. Sakit perut.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografis Cacing pita ini tidak memerlukan hospes perantara. Di Amerika Serikat bagian selatan frekuensinya 0.

Pemberantasannya terutama tergantung pada perbaikan kebiasaan kebersihan pada anak. menghindarkan makanan dari kontaminasi dan pemberantasan binatang mengerat juga dapat dilakukan. Pengobatan orang yang mengandung cacing ini.6 Pencegahan dan Pengendalian Pencegahannya sukar.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species C. prazikuantel dan niklosamid.B. C. Hiperinfeksi sulit diobati. tetapi saat ini obat-obat tersebut sulit didapat di Indonesia. bitional. Obat yang efektif dan ada di pasaran Indonesia adalah amodiakun. sanitasi lingkungan.2 Morfologi : Animalia : Platyhelminthes : Cestoda : Cyclophyllidea : Hymenolepididae : Hymenolepis : Hymenolepis diminuta Gambar Hymenolepis diminuta 12 . tidak semua cacing dapat dikeluarkan dan sistiserkoid masih ada di mukosa usus. Obat yang efektif adalah atabrine. karena penularan terjadi langsung dan hanya satu hospes yang terlibat dalam liingkaran hidupnya. Hymenolepsis diminuta C.

Bila serangga dengan sistiserkoid tertelan oleh hospes definitif maka larva menjadi cacing dewasa di rongga usus halus. Proglotid matang berukuran 0. Telurnya agak bulat berukuran 60-79 mikron.5 mm. telur berubah menjadi larva sistiserkoid. Onkosfer mempunyai 6 buah kait.8 x 2. menjadi hancur dan telurnya keluar bersama tinja. dan rosteum tanpa kait-kait. Skoleks kecil bulat. tetapi tanpa filamen. mempunyai lapisan luar yang jernih dan lapisan yang dalam yang mengeliilingi onkosfer dengan penebalan pada 2 kutub. Dalam pinjal. Hospes perantaranya adalah serangga berupa pinjal dan kumbang tepung.Gambar skoleks Hymenolepis diminuta Gambar telur Hymenolepis diminuta Gambar sistiserkoid Hymenolepis diminuta Cacing dewasa berukuran 20-60 cm mempunyai 800-1000 buah proglotid. Apabila proglotid gravid lepas dari strobila. Cacing dewasa hidup di rongga usus halus. mempunyai 4 batil isap. 13 . Proglotid gravid mengandung uterus yang berbentu kantong dan berisi kelompok-kelompok telur.

Bila dimakan oleh hospes definitif. C.3 Siklus Hidup Telur ditemukan pada tinja hospes definitif.5 Patologi Parasit ini tidak menimbulkan gejala . Infeksi pada manusia adalah ringan dan jangka waktu hidup cestoda pada manusia pendek. C. sistiserkoid akan berkembang menjadi cacing dewasa di dalam usus halus dalam waktu kira-kira 18-20 hari.C.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografis Penyebaran cacing ini kosmopolit juga ditemukan di Indonesia. Hospes definitif mendapat infeksi bila hospes perantara yang mengandung parasit tertelan secara kebetulan. C. Didalam serangga ini embrio yang keluar dari telurnya berkembang menjadi sistiserkoid. Selalu mencuci tangan 14 . Infeksi percobaan pada manusia dewasa hanya berlangsung selama 5-7 minggu. Manusia secara kebetulan mendapat infeksi karena makanan atau tangan yang terkontaminasi dengan serangga yang mengandung parasit. infeksi biasanya terjadi secara kebetulan saja.6 Pencegahan dan Pengendalian Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari kontak dengan hospes perantara yang memungkinkan terjadinya kontaminasi. Cacing ini memerlukan hospes perantara I yaitu larva pinjal tikus dan kumbang tepung dewasa.

2 Morfologi : Animalia : Platyhelminthes : Cestoda : Cyclophyllidea : Hymenolepididae : Dipylidium : Dipylidium caninum Gambar skoleks Dipylidium caninum Gambar Dipylidium caninum Gambar telur Dipylidium caninum 15 . D.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species D.sebelum makan juga dapat mengurangi infeksi karena kontaminan yang menempel pada tangan akan mati ketika mencuci tangan. Obat yang efektif adalah antabrine. Dipylidium caninum D.

3 Siklus Hidup Gambar siklus hidup Dipylidium caninum Proglotid gravid melepaskan diri dari strobila satu per satu atau dalam kelompok terdiri dari 2 atau 3 segmen. Bentuk proglotid seperti tempayan. manusia dan tuma anjing Trichodectes canis. dan proglotid ini dapat bergerak dengan kecepatan beberapa inci sejam. Proglotid ini dapat bergerak keluar secara aktif dari anus atau dikeluarkan bersama tinja. berbentuk jajaran genjang. Leher cacing pendek dan langsing. mempunyai 4 batil isap lonjong yang menonjol dan rostelum seperti kerucut yang refraktil dan diperlengkapi dengan 30-150 kait-kait yang berbentuk duri mawar dan tersusun menurut garis transversal. Telurnya dikeluarkan oleh kontraksi proglotid atau karena disintegrasi proglotid di luar usus. D.Panjang cacing ini kira-kira 25 cm dan mempunyai 60-75 buah proglotid. terutama di daerah perianal. onkosfer keluar dari bungkusnya. kucing. Hospes perantaranya adalah larva pinjal anjing. Tiap proglotid mempunyai dua perangkap alat kelamin. Bila dimakan oleh hospes perantara. beberapa tersangkut pada bulu hospes. Skoleks kecil. Proglotid gravidberukuran 12 x 2. menembus dinding usus dan tumbuh menjadi larva sistiserkoid yang 16 .7 mm. berisi penuh dengan kantong telur tipis yang mengandung 15-25 butir telur.

Manusia yang jarang mengandung lebih dari satu parasit jarang menunjukkan gejala. Kebiasaan mencium kucing dan anjing sebaiknya tidak dianjurkan. Jarang seorang penderita menunjukkan rasa sakit yang nyata di epigastrium.5 Patologi Anjing dan kucing tidak menjadi sakit kecuali pada infeksi berat dengan gejala menjadi lemah.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografis Cacing ini ditemukan kosmopolit. D. Taenia saginata E. kurus. Hospes definitifnya adalah anjing.infektif dan berbentuk seperti buah jambu didalam pinjal dewasa. Infeksi ini kebanyakan terjadi karena bergaul dengan anjing sebagai binatang peliharaan. Pada anak-anak mungkin menjelma sebagai gangguan intestinal ringan. dan manusia. Sebagian besar infeksi terjadi pada anak yang berumur kurang dari 8 tahun dan kira-kira sepertiga dari bayi yang berumur kurang dari 6 bulan. E. emasiasi dan pengurangan berat badan.1 Klasifikasi Kingdom Phylum : Animalia : Platyhelminthes 17 . sakit pada epigastrum. Bila pinjal yang mengandung parasit ini dimakan oleh hospes definitif. Penularan terjadi karena secara kebetulan menelan pinjal. D. larva sistiserkoid dibebaskan di usus muda dan menjadi cacing dewasa dalam waktu kira-kira 20 hari. menderita gangguan saraf dan pencernaan. tuma anjing atau kucing yang mengandung parasit baik melalui makanan yang terkontaminasi atau dari tangan ke mulut.6 Pencegahan dan Pengendalian Anak kecil sebaiknya jangan diperbolehkan mencium anjing dan kucing yang dihinggapi pinjal atau tuma. Binatang peliharaan yng disukai ini sebaiknya diberi obat cacing dan pengobatan dengan insektisida. D. Presentase anjing yang menderita infeksi cacing ini tinggi. diare dan kadang-kadang mengalami reaksi alergi. kucing.

2 Morfologi : Cestoda : Cyclophyllidea : Taeniidae : Taenia :Taenia saginata Gambar Taenia saginata Cacing pita Taenia saginata adalah salah satu cacing pita yang berukuran besar dan panjang. ruas-ruas tidak jelas dan didalamnya tidak terlihat struktur tertentu. sebanyak 1000-2000 buah. leher dan strobila yang merupakan rangkaian ruas-ruas proglotid. tanpa kait-kait. Gambar skoleks Taenia saginata Skoleks hanya berukuran 1-2 milimeter. Bentuk leher sempit.Class Ordo Family Genus Species E. mempunyai empat batil isap dengan otot-otot yang kuat. Panjang cacing 4-12 meter atau lebih. terdiri dari kepala yang disebut skoleks. Strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum 18 .

Vitelaria letaknya di belakang ovarium dan merupakan kumpulan folikel yang eliptik. tersebar di bidang dorsal. Setiap harinya kirakira 9 buah proglotid dilepas. Setelah uterus ini penuh dengan telur. berbentuk kipas. keluar dengan tinja atau keluar sendiri dari lubang dubur (spontan). Proglotid ini dapat bergerak aktif. yang berakhir di lubang kelamin (genital pore). Gambar telur Taenia saginata Telur dibungkus embriofor.dewasa (imatur) yang dewasa (matur) dan yang mengandung telur atau disebut gravid. cairan putih susu mengandung banyak telur mengalir 19 . Ovarium terdiri dari 2 lobus. berukuran 30-40 x 20-30 mikron. Letak ovarium di sepertiga bagian posterior dari proglotid. Uterus tumbuh dari bagian anterior ootip dan menjulur kebagian anterior proglotid. berisi suatu embrio heksakan yang disebut onkosfer. yang bergaris-garis radial.000 buah telur. Vasa eferensnya bergabung untuk masuk ke rongga kelamin (genital atrium). Sebuah proglotid gravid berisi kira-kira 100. maka cabang-cabangnya akan tumbuh. besarnya hampir sama. Proglotid ini bentuknya lebih panjang dari pada lebar. Pada proglotid yang dewasa terlihat struktur alat kelamin seperti folikel testis yang berjumlah 300-400 buah. Lubang kelamin ini letaknya selang-seling pada sisi kanan atau kiri strobila. Pada proglotid yang belum dewasa. Waktu proglotid terlepas dari rangkaiannya dan menjadi koyak. dekat vas deferens. belum terlihat struktur alat kelamin yang jelas. terdapat tabung vagina yang berpangkal pada ootip. yang berjumlah 15-30 buah pada satu sisinya dan tidak memiliki lubang uterus (porus uterinus). Telur yang baru keluar dari uterus masih diseliputi selaput tipis yang disebut lapisan luarv telur. Proglotid yang sudah gravid letaknya terminal dan sering terlepas dari strobila. Di bagian posterior lubang kelamin.

atau karena tinja yang hanyut dari sungai di waktu banjir. walaupun ada yang dapat hidup sampai 3 tahun.3 Siklus Hidup Gambar siklus hidup Taenia saginata Telur-telur cacing ini melekat pada rumput bersama tinja. yaitu larva Taenia saginata. Bila cacing gelembung yang terdapat di daging sapi yang dimasak kurang matang termakan oleh manusia. Ternak yang makan rumput akan terkontaminasi atau dihinggapi cacing gelembung karena telur yang tertelan akan dicerna sehingga embrio heksakan menetas. bila orang berdefekasi di padang rumput. masuk ke saluran getah bening atau darah dan ikut dengan aliran darah ke jaringan ikat di sela-sela otot untuk tumbuh menjadi cacing gelembung yang disebut Sistiserkus bovis. Peristiwa ini terjadi setelah 12-15 minggu. Setelah 1 tahun cacing gelembung ini biasanya mengalami degenerasi. Embrio heksakan di saluran pencernaan ternak menembus dinding usus. paha belakang dan punggung. E.keluar dari sisi anterior proglotid tersebut. skoleksnya keluar dari cacing gelembung dengan cara 20 . Bagian tubuh ternak yang sering dihinggapi larva tersebut adalah otot maseter. terutama bila proglotid berkontraksi waktu gerak. Otot di bagian lain juga dapat dihinggapi.

daripada ternak yang dipelihara dan dirawat dengan baik di kandang. atau terdapat ileus yang disebabkan obstruksi usus oleh strobila cacing. Menghilangkan infeksi dengan mnegobati oorang yang mengandung parasit ini dan mencegah kontaminasi tanah dengan tinja manusia. Berat badan tidak jelas menurun. Gejala yang lebih berat dapat terjadi. Cara penduduk memakan daging tersebut yaitu matang (well down). yang keluar sebenarnya adalah proglotid. Eosinofilia dapat ditemukan di darah tepi. yaitu apabila proglotid menyasar masuk apendiks. biasanya menyebabkan gejala klinis yang ringan. Timur Tengah.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografik Cacing tersebut adalah kosmopolit. Cacing tersebut sering ditemukan di negara yang penduduknya banyak makan daging sapi/kerbau. Pendinginan daging sapi pada suhu -10o C selama 5 hari. 2. Hospes definitif dari cacing pita Taenia sagnata adalah manusia sedangkan hewan memamah biak dari keluarga Bovidae. Jakarta dan lain-lain. Pemeriksaan daging sapi akan adanya sistiserkus. Umumnya gejala tersebut berkaitan dengan ditemukannya cacing yang bergerak-gerak dalam tinja. yaitu daerah Bali. Amerika Utara. Ternak yang dilepas di hutan atau padang rumput lebih mudah dihinggapi cacing gelembung tersebut. setengah matang (medium) atau mentah (rare) dan cara memelihara ternak memainkan peranan. E. Cacing dewasa Taenia saginata. didapatkan di Eropa. mencret. 3.6 Pencegahan dan Pengendalian Tindakan pencegahan terdiri atas: 1. muntah. pusing atau gugup. Afrika. perut merasa tidak enak. 21 . Rusia dan juga Indonesia. mual. atau cacing yang keluar dari lubang dubur.5 Patologi Nama penyakitnya disebut taeniasis saginata. E. Asia. seperti sapi. E. seperti sakit ulu hati. Cacing gelembung tersebut dalam waktu 8-10 minggu tumbuh menjadi dewasa. Biasanya di rongga usus hospes terdapat seekor cacing.evaginasi dan melekat pada mukosa usus halus seperti yeyunum. Amerika Latin. kerbau dan lainnya adalah hospes perantara.

secara singkat dibagi dalam: 1. niklosamid : prazikuantel Gambar Taenia solium 22 . Obat baru F. Obat lama 3. Memasak daging sapi sampai matang diatas suhu 57o C 5. Taenia solium F. Obat tradisional 2.2 Morfologi : Animalia : Platyhelminthes : Cestoda : Cyclophyllidea : Taeniidae : Taenia :Taenia solium : biji labu merah. biji pinang : kuinakrin. amodiakuin. Mengasinkan didalam larutan garam 25% selama 5 hari dapat membunuh sistiserkus. Obat yang digunakan untuk mengobati taeniasis saginata.4.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species F.

Gambaran alat kelamin pada proglotid dewasa sama dengan Taenia saginata kecuali jumlah folikel testisnya lebih sedikit. leher dan strobila. Proglotid gravid berisi kira-kira 30. Skoleks yang bulat berukuran kira-kira 1 milimeter. mempunyai 4 buah batil isap dengan rostelum yang mempunyai 2 baris kait-kait.000 buah telur. F.3 Siklus Hidup Gambar siklus hidup Taenia solium 23 .000-50. yang terdiri dari 800-1000 ruas proglotid. yaitu 150200 buah. Bentuk proglotid gravid mempunyai ukuran panjang hampir sama dengan lebarnya.Gambar skoleks Taenia solium Cacing pita Taenia solium berukuran panjang kira-kira 2-4 meter dan kadngkadang sampai 8 meter. dewasa (matur) dan mengandung telur (gravid). masing-masing sebanyak 25-30 buah. Seperti Taenia saginata. strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum dewasa (imatur). Cacing ini seperti cacing Taenia saginata. Lubang kelamin letaknya bergantian selang-seling pada sisi kanan atau kiri strobila secara tidak beraturan. terdiri dari skoleks. Jumlah cabang uterus pada proglotid gravid adalah 7-12 buah pada satu sisi.

F.6-1. menembus dinding usus dan masuk ke saluran getah bening atau darah. punggung dan pundak babi. India.8 cm. maka dindingnya dicerna dan embrio heksakan keluar dari telur. skoleks mengalami evaginasi untuk kemudian melekat pada dinding usus halus seperti yeyunum. 2011). Kroatia. akan tetapi tidak akan ditemukan dinegaranegara Islam. Bali dan Sumatra Utara. Amerika Utara dan juga di beberapa daerah di Indonesia antara lain di irian Jaya. Amerika Latin. Larva tersebut berukuran 0. Slowakia. Cina. tikus dan manusia. Telur tersebut bila termakan oleh hospes perantara yang sesuai. sedangkan hospes perantaranya adalah manusia dan babi. babi hutan. onta. Manusia yang dihinggapi cacing dewasa Taenia solium.Seperti pada Taenia saginata. Serbia). Embrio heksakan cacing gelembung (sistiserkus) babi. Kenya dan Republik Demokratik Kongo sekitar 10% dari populasi terinfeksi. domba.4 Epidemiologi dan Distribusi Geografis Taenia solium adalah kosmopolit. anjing. Di Ethiopia. Hospes definitif cacing ini adalah manusia. F. Bila daging babi yang mengandung larva sistiserkus dimakan oleh manusia. Dalam waktu 3 bulan cacing tersebut menjadi dewasa dan melepaskan proglotid dengan telur. Hospes perantara lain kecuali babi adalah monyet. juga menjadi hospes perantara cacing ini. Frekuensi telah menurun di negara maju karena pemeriksaan daging yang ketat. kebersihan yang lebih baik dan fasilitas sanitasi yang lebih baik. Cacing gelembung yang disebut sistiserkus selulose biasanya ditemukan pada otot lidah.6 Epidemiologi 24 . dengan adanya kait-kait di skoleks yang tunggal. Cacing tersebut banyak ditemukan di negara-negara yang mempunyai banyak peternakan babi dan ditempat daging babi banyak disantap seperti di Eropa (Gzech. Distribusi sistiserkosis sebanding dengan distribusi Taenia solium. di Madagaskar bahkan 16% (WHO. dinding kista dicerna. telurnya keluar melalui celah robekan pada proglotid. dapat dibedakan dari cacing gelembung sapi. kucing. Embrio heksakan kemudan ikut aliran darah dan menyangkut di jaringan otot babi.

Pada manusia. dapat berupa nyeri ulu hati. penyakit ini ditemukan.5 Patologi Nama penyakit yang disebabkan oleh cacing dewasa adalah taeniasis solium dan yang disebabkan oleh stadium larva adalah sistiserkosis. tidak menyebabkan gejala klinis yang berarti. otot. Pendidikan mengenai kesehatan harus dirintis. Pada orang bukan pemeluk agama Islam. sistisserkus atau larva taenia solium sering menghinggapi jaringan subkutis. memainkan peranan penting dalam penularan cacing Taenia solium maupun sistiserkus selulose. bila timbul sumbatan aliran cairan serebrospinal. Walaupun sering dijumpai. Cara menyantap daging tersebut. Cara-cara ternak babi harus diperbaiki agar tidak ada kontak dengan tinja manusia. disertai gejala miositis. akan tetapi sewaktu-waktu terdapat pseudohipertrofi otot. kalsifikasi (perkapuran) pada sistiserkus tidak menimbulkan gejala. paru dan rongga perut. otot jantung. Hidrosefalus internus dapat terjadi. Sebaiknya untuk ternak babi harus digunakan kandang yang bersih dan makanan ternak yang sesuai. F. Cacing dewasa yang biasanya berjumlah seekor. sistiserkus jarang mengalami klasifikasi. jaringan otak. yaitu matang. kebiasaan hidup penduduk yang dipengaruhi tradisi kebudayaan dan agama. memainkan peranan penting. obstipasi dan sakit kepala. mual. demam tinggi dan eosinofilia. gejala yang disebabkan oleh tekanan intrakranial yang tinggi seperti nyeri kepala dan kadang-kadang kelainan jiwa. Gejala klinis yang lebih berarti dan sering diderita. kecuali bila alat yang dihinggapi adalah alat tubuh yang penting. setengah matang. Keadaan ini sering menimbulkan reaksi jaringan dan dapat mengakibatkan serangan ayan (epilepsi). hati. atau mentah dan pengertian akan kebersihan atauh higiene. Pada jaringan otak atau medula spinalis. yang biasanya memakan daging babi.Walaupun cacing ini kosmopolit. mata. Bila ada. Pengobatan perorangan maupun pengobatan massalhars dilaksanakan agar supaya penderita tidak menjadi sumber infeksi bagi diri sendiri maupun ternak. Darah tepi dapat menunjukkan eosinofilia. disebabkan oleh larva dan disebut sistiserkosis. mencret. meningo-ensefalitis. Infeksi ringan biasanya tidak menunjukkan gejala. 25 .

4. Pemeriksaan daging babi. Untuk sistiserkus pembedahan. Memasak dan mengolah daging babi dengan sebiak-baiknya. dapat menyebabkan kematian. 3. Sistiserkus akan mati dengan pemanasan pada 45-50o C. Pengobatan penyakit taeniasis solium digunakan prazikuantel. Mendinginkan pada suhu -10o C selama 4 hari atau lebih adalah cara yang efektif. 2. Pengobatan orang yang mengandung parasit. tetapi sistem pemeriksaan yang mana pun tidak dapat memastikan kebebasan dari infeksi. digunakan obat prazikuantel. albendazol. Di daerah endemi tinja manusia tidak boleh dibuang ke tempat-tempat yang dimasuki babi. Pemeriksaan daging babi oleh pemerintah mengurangi infeksi pada manusia di negeri-negeri dimana babi dimakan mentah atau setengah matang. Sistiserkus akan mati pada suhu dibawah -2o C tetapi pada 0o C sampai -2o C ia hidup selama hampir 2 bulan. tetapi daging babi harus dimasak paling sedikit selama setengah jam untuk tiap pound atau sampai berwarna kelabu.6 Pencegahan dan Pengendalian Pemberantasan infeksi Taenia solium terdiri dari: 1. atau dilakukan 26 .Sebuah laporan menyatakan bahwa sebuah sstiserkua tunggal yang ditemukan dalam ventrikel IV dari otak. dan pada suhu kamar ia hidup selama 26 hari. Sanitasi. Mengasinkan dengan garam tidak selalu berhasil. F.

Kesimpulan Cestoda atau cacing pita adalah cacing yang hidup sebagai parasit yang termasuk kelas CESTODA. anjing. kucing. dan Taenia solium. Cacing dewasa hidup di dalam tractur digestivus vertebrata dan larvanya hidup di dalam jaringan vertebrata dan invertebrata. terdiri dari kepala(soclex) dilengkapi dengan sucker dan tubuh (proglotid). 1979) Ciri-ciri cestoda usus yaitu : 1. Echinococcus multilocularis. phylum PLATHYHELMINTHES. singa laut. 5. ( Harlod. tetapi biasanya gejala nyata tidak ada. tetapi kurang berkembang. Gejala-gejala dianggap bertalian dengan hasil metabolisme cacing yang toksik dengan iritasi mekanik. Ukuran dan jumlah cacing menentukan efek sistemik dan luasnya iritasi pada usus. 2. Hospes definifnya yaitu manusia. Sistem ekskresi terdiri dari saluran pengeluaran yang berakhir dengan sel api. Pada cestoda usus kerugian yang ditimbulkan oleh cacing ini berlainan pada berbagai spesies. Cestoda usus mempunyai spesies penting yang dapat menimbulkan kelainan pada manusia umumnya adalah : Diphyllobothrium latum. termasuk cerpelai. Taenia saginata.BAB III PENUTUP A. Hymenolepis nana. dan kadang-kadang paling sedikit 22 macam mamalia lainnya. serigala dan babi. Sistem saraf sama seperti planaria dan cacing hati. Echinococcus granulosus. 6. 4. Berkurangnya gairah hidup dan anemi telah dihubungkan dengan infeksi cacing pita. 27 . 3. Bersifat hermaprodit. Bermacam-macam gejala gastrointestinal dan gejala syaraf yang tidak nyata dapat ditimbulkan. anjing laut. Panjang antara 2-3m. Bentuk tubuh pipih. Hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan.

dan mungkin juga hormon-hormon dari mukosa usus. 28 . hospes dan dengan absorbsi zat protein. vitamin.pengambilan makanan.

diakses tanggal 1 April 2011 WHO. P. Dasar Parasitologi Klinis Edisi III. Hiroshi Yamasaki. diakses tanggal 1 April 2011 Parasitologi Kedokteran Edisi III .DAFTAR PUSTAKA Anantaphruti. PT Gramedia Pustaka Utama. http://www. Juni L.cdc. diakses tanggal 1 April 2011 Brown. Jakarta Gandahusada. Taenia saginata. Balai Penerbit FKUI. Balai 29 . Srisasi. 1998.. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. 2007. Doru Watthanakulpanich. Jitra waikagul. Atlas Parasitologi Kedokteran.who. M. Sympatric Occurence of taenia solium. Taeniasis/cystiserkosis. Thailand. Penerbit FKUI.dkk. 2004. Jakarta Staf Pengajar FKUI. Tjahaya dan Darwanto. Harold W..T... 1994.who.gov/eid/content/13/9/pdfs/1413. Jakarta WHO. PT Gramedia. 1979. http://www. et al.int/zoonoses/diseases/taeniasis/en/. Cystiserkosis.pdf. Jakarta Prianto. Minoru Nakao.U..int/neglected_diseases/diseases/cysticercosis/en/. http://www. 2011. 2011. and Taenia asiatica.