ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN BBLR TERHADAP By. Ny. SUTARMI DI RUANG IGD RSU A.

YANI METRO TAHUN 2008
Diposkan oleh MaPhia BlacK di 02:47

LANDASAN TEORI SEROTINUS (POST DATE / POST MATUR)

A. Definisi Kehamilan post matur menurut Prof. Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu lengkap di hitung dari HPHT. Sedangkan menurut Ida Bagus Gde Manuaba kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melebihi waktu 42 minggu belum terjadi persalinan. B. Etiologi Penyebab pasti belum diketahui, faktor yang dikemukakan adalah : 1. Hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang. 2. Herediter, karena post naturitas sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu 3. Kadar kortisol pada darah bayi yang rendah sehingga disimpulkan kerentanan akan stress merupakan faktor tidak timbulnya His 4. 5. Kurangnya air ketuban Insufiensi plasenta

C. Permasalahan Kehamilan Lewat Waktu Permasalahan kehamilan lewat waktu adalah plasenta tidak sanggup memberikan nutrisi dan pertukaran CO2/O2 sehingga mempunyai risiko asfiksia sampai kematian adalam rahim. Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta dapat mengakibatkan : 1. Pertumbuhan janin makin lambat 2. 3. 4. 5. 6. terjadi perubahan metabolisme janin Air ketuban berkurang dan makin kental Sebagian janin bertambah berat, serhingga memerlukan tindakan persalinan Berkurangnya nutrisi dan O2 ke janin yang menimbulkan asfiksia dan setiap saat dapat meninggal di rahim. Saat persalinan janin lebih mudah mengalami asfiksia. (Menurut Manuaba dalam Buku Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan, 1998)

D. Tanda Bayi Post Matur 1. Tanda postterm dapat di bagi dalam 3 stadium (Sarwono Prawirohardjo) : a. Stadium I Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas.

diagnosis tidak sukar 2. d. 1998) . 8. Melebihi 10% : kehamilan di atas 36 minggu Melebihi 50% : kehamilan di atas 39 minggu 7. Stadium II Gejala di atas disertai pewarnaan mekonium (kehijauan) pada kulit Stadium III Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku. dapat dijumpai pusat-pusat penulangan pada bagian distal femur. Bila wanita tidak tahu. Amnioskopi : melihat derajat kekeruhan air ketuban. c. e.b. Pemeriksaan kadar estriol dalam urin 11. 1998) Biasanya lebih berat dari bayi matur ( > 4000 gram) Tulang dan sutura kepala lebih keras dari bayi matur Rambut lanugo hilang atau sangat kurang Verniks kaseosa di bidan kurang Kuku-kuku panjang Rambut kepala agak tebal Kulit agak pucat dengan deskuamasi epitel 1. f. Pemeriksaan sitologi vagina (Menurut Rustam Mochtar. 10. kapan menjadi berkurang. g. hal ini akan sukar memastikannya.8 cm atau lebih. Jika ternyata reaksi janin kurang baik. mulainya gerakan janin dan besarnya janin dapat membantu diagnosis. 5. USG : ukuran diameter bipariental. baik transvaginal maupun transabdominal. tulang kuboid. karena insufiensi plasenta Uji Oksitosin (stress test) : yaitu dengan infus tetes oksitosin dan diawasi reaksi janin terhadap kontraksi uterus. Pemeriksaan PH darah kepala janin 12. 6. bagian proksimal tibia. Sinopsis Obstetri Jilid I. diameter bipariental 9. Air ketuban yang diperoleh dipulas dengan sulfat biru nil maka sel-sel yang mengandung lemak akan berwarna jingga. Bila : a. Kardiotografi : mengawasi dan membaca DJJ. Pemeriksaan berat badan diikuti. Hanyalah dengan pemeriksaan antenatal yang teratur dapat diikuti tinggi dan naiknya fundus uteri. gerakan janin dan jumlah air ketuban Pemeriksaan sitologik air ketuban : air ketuban diambil dengan amniosentesis. hal ini mungkin janin akan berbahaya dalam kandungan. 2. lupa atau tidak ingat. 3. a. Diagnosa Bila tanggal HPHT di catat dan diketahui wanita hamil. kulit dan tali pusat Tanda bayi Postmatur (Manuaba. atau sejak melahirkan yang lalu tidak dapat haid dan kemudian menjadi hamil. Air ketuban akan bercampur lemak dari sel-sel kulit yang dilepas janin setelah kehamilan mencapai lebih dari 36 minggu. c. menurut warnanya karena dikeruhi mekonium. begitu pula lingkaran perut dan jumlah air ketuban apakah berkurang. b. Pemeriksaan rontgenologik. 4. Ida Bagus Gde. E. 9.

Lakukan pemeriksaan dalam untuk menilai kematangan serviks. Sinopsis Obstetri Jilid I. Ada pula yang bisa terjadi kematian janin dalam kandungan. dan ada yang berkurang. Oligohidramnion dapat menyebabkan kompresi tali pusat. sehingga persalinan berlangsung 2. Pertimbangan Persalinan Anjuran (induksi) Persalinan anjuran bertujuan untuk dapat : 1. Setelah usia kehamilan > 40-42 minggu yang penting adalah monitoring janin sebaik-baiknya. c. Bayi besar dapat menyebabkan disproporsi sefalopelvik. kesalahan letak. hipertensi menahun. Pengaruh post maturitas pada janin bervariasi : berat badan janin dapat bertambah besar. sesudah kehamilan 42 minggu. pre-eklampsia. Terdapat hipertensi. 4. dan kemungkinan diproporsi sefalo-pelvik dan distosia janin perlu dipertimbangkan. 1998) G. anak berharga (infertilitas) dan kesalahan letak janin. Riwayat kehamilan yang lalu ada kematian janin dalam rahim b. b. a. 6. 2. gawat janin sampai bayi meninggal. insersia uteri. persalinan lama dan terjadi gawat janin. Bila : a. Pengaruh terhadap ibu dan janin Terhadap ibu : partus lama. Keluarnya mekoneum yang dapat menyebabkan aspirasi mekoneum. jadi pakailah anestesi konduksi. Pada persalinan pervaginam harus diperhatikan bahwa partus lama akan sangat merugikan bayi. Selain itu janin postmatur lebih peka terhadap sedatif dan narsoka. tetp. kalau sudah matang boleh dilakukan induksi persalinan dengan atau tanpa amniotomi.F. Sinopsis Obstetri Jilid I. pre-eklampsia c. persalinan spontan dapat ditunggu dengan pengawasan ketat 3. 1998) H. Pada kehamilan > 40-42 minggu Maka ibu dirawat di rumah sakit 5. janin postmatur kadang-kadang besar. atau Pada primigravida tua. Tindakan operasi seksio sesarea dapat dipertimbangkan pada Insufisiensi plasenta dengan keadaan serviks belum matang Pembukaan yang belum lengkap. Membuktikan ketidakseimbangan antara kepala janin dengan jalan lahir bishop telah menetapkan beberapa penilaian agar persalinan induksi dapat berhasil seperti yang ditujukan pada tabel berikut : Keadaan fisik Pembukaan serviks 0 cm Perlunakan 0-30% Konsistensi serviks kaku Arah serviks ke belakang Kedudukan bagian terendah -3 Pembukaan 1-2 cm Nilai 0 Total Nilai 1 . Terhadap janin : jumlah kematian janin/bayi pada kehamilan 43 minggu 3 kali lebih besar dari kehamilan 40 minggu. Penatalaksanaan 1. kematian janin dalam kandungan. perdarahan postpartum. karena postmaturitas akan menambah bahaya pada janin. (Menurut Rustam Mochtar. Merangsang otot rahim berkontraksi. Apabila tidak ada tanda-tanda insufisiense plasenta. Kehamilan ini adalah anak pertama karena infertilitas d. (Menurut Rustam Mochtar.

2 cc Pukul 14. a.200 gr + klisma air sabun hangat 1 liter : bisulfas kinine. Kontraksi rahim yang kuat sehingga dapat mengancam : 1) Ketuban pecah saat pembukaan kecil 2) Ruptura uteri membakat 3) Gawat janin dalam rahim b. g.00 : bisulfas kinine. Selama metode stein. Pukul 6. c.00 : hanya suntikan pituitrin 0. suntikan pituitrin 0. Kelambatan melakukan rujukan.2 cc Pukul 12.200 gr : bisulfas kinine 0. j. dapat merugikan penderita. a.00 Pukul 9.Perlunakan serviks 40-50% Konsistensi serviks sedang Arah serviks ke tengah Kedudukan bagian terendah -2 Pembukaan 3-4 cm Perlunakan 60-70% Konsistensi serviks lunak Kedudukan bagian terendah -1-0 Pembukaan di atas 5 cm Perlunakan 80% + 2 3 1. b. Persalinan anjuran atau induksi persalinan dapat dilakukan dengan metode: Metode Stein Persalinan anjuran mulai pagi hari. suntikan pituitrin 0. suntikan pituitrin 0.00 : bisulfas kinine.00 Pukul 7. d. i.00 : hanya suntikan pituitrin 0. I. tetapi untuk pengetahuan bidan masih perlu diketahui.2 gr bisulfas kinine 1. kehamilan lewat waktu akan mendapatkan : 1. b. suntikan pituitrin 0.00 Pukul 8. e.2 cc Pukul 10. .4 cc pituitrin injeksi Persalinan anjuran dengan metode ini di luar rumah sakit berbahaya karena dapat terjadi : a.2 cc Sekalipun metode stein sudah ditinggalkan.00 : hanya suntikan pituitrin 0.00 : bisulfas kinine.2 cc Pukul 11.00 : 30 cc oleum ricini : bisulfas kinine 0.2 cc Pukul 16. h.2 cc Pukul 18. f.

Persalinan anjuran dengan menggunakan prostaglandin Telah diketahui bahwa kontraksi otot rahim terutama dirangsang oleh prostaglandin. yang menimbulkan asfiksia sampai kematian dalam rahim. Teknik induksi dengan infus glukosa lebih sederhana. ditunggu sekitar 4 sampai 6 jam dengan harapan kontraksi otot rahim akan berlangsung. Dalam melakukan pengawasan hamil dapat diperkirakan bahwa kehamilan lewat waktu dengan : 3. 1998) J. Bila dengan 30 tetes kontraksi maksimal telah tercapai. . Memecahkan kebutan Memecahkan ketuban merupakan salah satu metode untuk mempercepat persalinan.2. Sikap bidan dalam penanganan kehamilan lewat waktu Kehamilan lewat waktu dapat membahayakan janin karena sensitif terhadap rangsangan kontraksi. pituitrin atau sintosinon 5 unit dalam 500 cc glukosa 5%. Pemakaian prostaglandin sebagai induksi persalinan dapat dalam bentuk infus intravena (Nalador) dan pervaginam (prostaglandin vagina suppositoria). Apabila terjadi kegagalan. 4. Persalinan anjuran dengan infus pituitrin (sintosinon) Persalinan anjuran dengan infus oksitosin. Setelah ketuban pecah. dan mulai dengan 8 tetes. banyak dipergunakan. ulangi persalinan anjuran dengan selang waktu 24 sampai 48 jam. Kenaikan tetesan setiap 15 menit sebanyak 4 sampai 8 tetes sampai kontraksi optimal tercapai. (Menurut Manuaba dalam Buku Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Apabila belum berlangsung kontraksi otot rahim dapat diikuti induksi persalinan dengan infus glukosa yang mengandung 5 unit oksitosin. dengan teknik maksimal 40 tetes/menit. maka tetesan tersebut dipertahankan sampai terjadi persalinan.

Pergunakan pemantauan elektronik jantung janin Beri oksigen bila ditemukan keadaan jantung yang abnormal Perhatikan jalannya persalinan Segera setelah lahir. Melakukan konsultasi dengan dokter b. Gerak janin menurun Bagaimana sikap bidan Menghadapi keadaan demikian bidan dapat bersikap : a. 3. 4. INDAH DI PUSKESMAS KARANG REJO I. Pukul 09. Penderita dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang adekuat. Hasil pemeriksaan Hasil pemeriksaan dapat dijumpai : a. Identifikasi Klien Nama Klien : Ny. Hasil anamnesa penderita perlu diperhatikan sebagai dasar permulaan. 2002) b. 3. 3. 2002) ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN LEWAT WAKTU (POST MATUR) TERHADAP Ny. hipovolemi.1. 2. 1. bayi harus segera diperiksa terhadap kemungkinan hipoglikemi. pemberian venitasi dengan tekanan positif dan tangguhkan dahulu sampai trakea telah di latubasi dan penghisapan yang cukup. L. 5. Air ketuban terasa berkurang c. Pengumpulan Data Dasar Tanggal 5 April 2008. (Menurut Manuaba dalam Buku Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Penghisapan nasofaring dan drofaring posterior secara agresif sebelum dada janin lahir Bila mekoneum tampak pada pita suara.Indah Umur : 22 tahun Nama Suami Umur : Tn. Intubasi trakea harus dilakukan rutin bila ditemukan mekoneum yang tebal. a. Menganjurkan untuk melakukan persalinan di rumah sakit c. Pengelolaan Intrapartum 1. Kehamilan belum lahir setelah melewati waktu 42 minggu Gerak janinnya makin berkurang dan kadang-kadang berhenti sama sekali. (Dikutip dari Buku Maternal dan Neonatal. 1998) K. Anamnesa. 2. Berat badan ibu mendatar atau menurun b. Mencegah Aspirasi Mekoneum Apabila ditemukan cairan ketuban yang terwarnai mekoneum harus segera dilakukan resusitasi sebagai berikut : 1. Sutris : 25 tahun . Pasien tidur miring sebelah kiri 2.00 WIB A. hipotermi dan polisitemi (Dikutip dari Buku Maternal dan Neonatal.

ibu merasa cepat lelah : ANC teratur. persiapan persalinan. His 2x dalam 10 menit. Keluhan Utama Ibu hamil anak pertama. 3. Pengeluaran pervaginam Blood slym 5. mengeluh perut terasa mulas. mengkonsumsi makanan yang bergizi. usia kehamilan 9 bulan lebih 15 hari. Riwayat Imunisasi Selama hamil ibu imunisasi TT 2 x di puskesmas TT1 saat kehamilan 4 bulan . C 1 x 1 tablet/hari : 3 x di puskesmas : Ibu sering BAK. nyeri perut bagian bawah menjalar sampai ke pinggang. : Tablet Fe 1 x 1 tablet/hari Tablet vit. Tanda-tanda persalinan Ibu datang pukul 09. terdapat pengeluaran cairan pervaginam lendir bercampur darah. Trimester II ANC : 2 x di puskesmas Keluhan : Kadang-kadang pusing.00 WIB dengan G1P0A0 hamil 42 minggu. senam hamil dan istirahat cukup. segera datang jika ada tanda-tanda persalinan / tanda-tanda bahaya. C 1 x 1 tablet/hari 7. Masalah-masalah khusus Kehamilan lewat waktu 6. pegal-pegal pada pinggang : ANC teratur. Riwayat Kebidanan Trimester I ANC : 2 x di puskesmas Keluhan : Tidak ada : Banyak istirahat. senam hamil. : Tablet Fe 1 x 1 tablet/hari Tablet vit. uran uran api ester III uhan uran api Riwayat Kehamilan a. Riwayat Menstruasi Menarche : Usia 14 tahun Lamanya : 7 hari Siklus : 28 hari Banyaknya : 2 x ganti pembalut HPHT : 17 Juni 2007 TP : 25 Maret 2008 b. mengkonsumsi makan dengan gizi seimbang.Kebangsaan Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Indonesia : Islam : SMP : IRT : Karang Rejo Kebangsaan Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat :Indonesia : Islam : SMP : Tani : Karang Rejo 2. 4. dengan lama His < 20 detik kekuatan sedang.

Tidak ada luka bekas operasi. tidak ada ketombe. konjugtiva agak pucat. 2. tidak ada strie gravidarum. : Bersih.00 WIB. Ibu hamil anak pertama Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir Ibu merasakan sebelum mulas perutnya dirasakan gerakan janin sangat kuat setelah mulasnya timbul ibu merasakan gerakan janin sedikit berkurang. Makan dan minum terakhir Ibu mengatakan makan terakhir pukul 20.TT2 saat kehamilan 5 bulan 8. tidak ada pembengkakan pada kelopak mata. tiak pengeluaran pus/sekret. fungsi penglihatan baik. 3. Temp : 36. Buang air besar terakhir Ibu mengatakan BAB terakhir pukul 05. sklera tidak ikterik. Keadaan umum : Baik Status emosional : cemas TTV TD : 110/70 mmHg Pols : 76 x/menit Tinggi Badan Berat Badan Berat badan sebelum hamil Kesadaran : Composmentis 10. 13. tidak ada pembesaran vena jugularis. Pemeriksaan Fisik 1. g an mulut a antung aru-paru ayudara men 1. 2. Bentuk simetris. lidah sedikit kotor. fungsi pendengaran baik. ada cloasma gravidarum : Simetris. tidak ada peradangan. 6. 5. tidak ada benjolan /lesi : Bersih. Riwayat Kehamilan. tidak ada sariawan.30 WIB Buang air kecil terakhir Ibu BAK terakhir pukul 07. fungsi penciuman ibu baik : Tidak ada caries gigi. sedikit rontok : Simetris. B. tidak ada serumen. ibu cemas menanti kelahiran anak pertamanya. putting susu menonjol. RR : 20 x/menit 4. 11. kolostrum keluar sedikit. nifas yang lalu 9. tidak ada pembesaran kelenjar limfe. fungsi pupil baik : Bersih. : Tidak ada pembesaran kelanjar tyroid.00 dan minum terakhir pukul 07. 14. ibu mengatakan sering BAK Pola istirahat Ibu mengatakan tidur siang 1-2 jam dan pada malam hari 7-8 jam Psikologi Ibu mengharapkan anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat. terjadi hiperpigmentasi pada areola mamae. 12. tidak ada oedema. : Terdengat cepat dan teratur : Tidak terdengar ronchi ataupun wheezing : Simetris kiri kanan. simetris kiri kanan. tidak ada polip. terdapat pembesaran payudara. Kepala : Simetris kiri kanan. pembesaran sesuai usia kehamilan TFU : 33 cm .80 C : 160 cm : 64 kg : 53 kg ut h Pemeriksaan fisik a. Persalinan. kusam.00 WIB.

penurunan 4/5. Diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 42 minggu. Ekstremitas 1. Ibu mengatakan hamil anak pertama b. teratur. sebelum pemeriksaan ibu berkemih 200 cc k. Oedema Tibia : tidak ada 3. tunggal. inpartu kala I fase laten. presentasi kepala. janin hidup. f. bundar dan melenting. divergen JJ : 140 x/menit d. posisi puka. pukul 09. eopold II : Pada bagian kanan teraba keras dan ada tahanan seperti papan yang berarti punggung bayi dan pada bagian kiri teraba bagian-bagian kecil yang berarti ekstremitas. Fungsi ekstremitas : baik m. m : Elastis. tidak ada bekas luka/luka parut 2. His ada Pengeluaran lendir bercampur darah Pada pemeriksaan dalam eopold II . Pinggang Ibu mengatakan tidak ada nyeri pinggang l. II. Pemeriksaan dalam. bagian kiri teraba bagian kecil (ekstremitas) eopold III : Bagian terendah sudah masuk PAP eopold IV : Kepala sudah masuk PAP H II. Oedema tangan dan kaki : tidak ada 2. fundus teraba bokong : Bagian kanan ibu teraba bagian keras memanjang yang berarti punggung. yang berarti kepala. eopold IV : Bagian terendah sudah masuk PAP H II (divergen) JJ : 140 x/menit si uterus : kontraksi 2x dalam 10 menit. eopold III : Pada bagian bawah teraba bagian yang keras. intra uteria. memanjang. Betis merah/lembek/keras : lembek 4. terdapat pengeluaran berupa lendir bercampur darah. lamanya < 20 detik. Genetalia 1. Pada pemeriksaan leopold didapat hasil : Leopold I : TFU pertengahan Px ± Pusat. presentasi kepala masuk ke bidang hodge II.TBJ : (TFU -1 1) x 155 : (33 ± 11) x 155 = 3410 gram 3.30 WIB Pembukaan serviks 2 cm. ketuban (+) dan keruh. portio tipis dan lunak. tidak ada kemerahan. Reflek patella : positif (+) 6. kontraksi 2 x dalam 10 menit lamanya < 20 detik. Dasar : a. pada fundus teraba bagian yang lunak kurang bundar dan kurang melenting yang bararti bokong. Interpretasi Data Dasar 1. e. HPHT : 17 Juni 2007 TP : 25 Maret 2008 c. perineum lentur. tidak ada luka. Inspeksi an vagina : Tidak ada varices. Palpasi Uterus eopold I : TFU pertengahan Px ± pusat. g Kemih : Kosong. Varices tungkai : tidak ada 5.

Implementasi Langsung 1. Waktu his datang. Potensial terjadi partus lama Dasar : Ibu G1P0A0 dengan usia kehamilan 42 minggu 2. presentasi kepala masuk ke bidang H II. abdomen terasa tegang b. Anjurkan ibu untuk minum sebagai penambah tenaga 4. ketuban (+) dan keruh. Anjurkan ibu untuk tidak cemas dalam menghadapi persalinan b. 2. 2. Nyeri karena adanya his Dasar : 1. Penyuluhan persiapan mental dan fisik dalam menghadapi persalinan a. Cemas Dasar : 1. V. lamanya < 20 detik 3. pembukaan serviks 2 cm. Libatkan keluarga dalam mendukung ibu mengatasi nyeri Pemenuhan nutrisi ibu a. Rencana Manajemen 1. Jelaskan penyebab nyeri b. Anjurkan ibu untuk makan b. Potensial terjadi gawat janin Dasar : Cairan ketuban bercampur mekoneum IV. Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Ibu mengatakan cemas menghadapi persalinannya 2. Penyuluhan persiapan fisik dan mental menghadapi kala II persalinan Dasar : 1. Ibu mengeluh sudah terasa mulas pada bagian bawah menyebar ke pinggang 2. Kebutuhan a. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis Penyuluhan mengatasi rasa nyeri a. penurunan 4/5. ibu telah memasuki kala I persalinan b. a. a. 5. Ibu inpartu kala I. III. His timbul 2 x dalam 10 menit lamanya < 20 detik 3. kontraksi 2 x dalam 10 menit.menit. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial 1. Ajarkan cara mengatasi nyeri c. Ibu mengatakan bahwa kehamilannya telah lewat waktu Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan.Portio tipis dan lunak. kontraksi 2 x dalam 10 menit lamanya < 20 x. Nyeri disebabkan karena adanya kontraksi pada dinding rahim yang akan membantu mendorong janin untuk turun . Keluarga memberikan dukungan psikologis 2. Anjurkan ibu untuk pulang dan anjurkan untuk ke petugas kesehatan bila mulas bertambah VI. Masalah a. Ibu mengatakan bahwa ia cemas menghadapi persalinannya 2. beri tahu ibu dan keluarga untuk persiapan rujukan bila diperlukan 3. Identifikasi Kebutuhan Tindakan dan Kolaborasi Melakukan rujukan ke fasilitas yang lebih memadai untuk penanganan ibu hamil dengan serotinus. Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini b. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini.

Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo . Jakarta. Ida Bagus Gde. 4. 2005. Mengajarkan cara mengatasi nyeri. Menganjurkan ibu untuk minum sebagai penambah tenaga 4. EGC Mochtar. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Prawirohardjo. Evaluasi 1. Ibu mengerti dengan kondisinya saat ini 2. Ilmu Kebidanan. Jakarta. c. Rustam. EGC Prawirohardjo. agar pembukaan serviks lebih cepat 3. kemudian menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring kiri. Memberikan penyuluhan persiapan fisik dan mental ibu dalam menghadapi persalinan a. Libatkan keluarga untuk memberi semangat kepada ibu untuk bisa mengatasi rasa nyeri dan membantu mengalihkan rasa nyeri dengan mengusap pinggang ibu dan mengajak ibu berbicara Penyuluhan pemenuhan nutrisi dan cairan a. 2002. Ilmu Kebidanan. Menganjurkan ibu untuk pulang dan datang ke petugas kesehatan bila mulas bertambah VII. Obstetri Patologi Jilid I. 1998. Menganjurkan ibu untuk tidak cemas dalam menghadapi persalinan b. Ibu mengerti dengan penjelasan yang telah diberikan oleh bidan 3. penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan.b. Sarwono. Memberi tahu ibu dan keluarga untuk persiapan rujukan bila diperlukan 5. Ibu berjanji untuk makan dan minum dalam persiapan persalinan ibu berjanji akan datang kembali ke petugas kesehatan bila mulasnya bertambah DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila masih bisa. Jakarta. Sarwono. Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. Menganjurkan ibu untuk makan b. 1998. Jakarta. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful