PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah. Fungsi keluarga dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah: - sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak - menjamin kehidupan emosional anak - menanamkan dasar pendidikan moral anak - memberikan dasar pendidikan sosial - meletakan dasar-dasar pendidikan agama - bertanggung jawab dalam memotivasi dan mendorong keberhasilan anak - memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri. - menjaga kesehatan anak sehingga ia dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh. - memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan sebagai tujuan akhir manusia. Fungsi keluarga/ orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah : - orang tua bekerjasama dengan sekolah - sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua terhadap sekolah, sehingga sangat dibutuhkan kepercayaan orang tua terhadap sekolah yang menggantikan tugasnya selama di ruang sekolah. - orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalamanpengalamannya dan menghargai segala usahanya. - orang tua menunjukkan kerjasama dalam menyerahkan cara belajar di rumah, membuat pekerjaan rumah dan memotivasi dan membimbimbing anak dalam belajar. - orang tua bekerjasama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar anak - orang tua bersama anak mempersiapkan jenjang pendidikan yang akan dimasuki dan mendampingi selama menjalani proses belajar di lembaga pendidikan. Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, sehingga orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat, pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang perkembangan anak, sehingga tidak salah dalam menerapkan suatu bentuk pola pendidikan terutama dalam pembentukan kepribadian anak yang sesuai denga tujuan pendidikan itu sendiri untuk mencerdasakan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

• Anak perempuan cenderung menjadi dependen 2. • Untuk kemudahan orang tua dalam pengasuhan. Untuk mencari pola yang terbaik maka hendaklah orang tua mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak. serta memiliki masalah konsentrasi dalam belajar. • Kurang memperhatikan perkembangan psikis anak. merokok diusia dini dan tindak kriminal lainnya. • Di sekolah memiliki kecenderungan berperilaku antisosial. memiliki wawasan kehidupan masa depan yang dipengaruhi oleh tinakan-tidakan masa kini. • Menilai dan menuntut anak untuk mematuhi standar mutlak yang ditentukan sepihak oleh orang tua. Efek pola asuh permisif terhadap perilaku belajar anak : • Anak memang menjadi tampak responsif dalam belajar. . • Impulsive dan agresif serta kurang mampu berkonsentrasi pada suatu aktivitas atau kegiatan. • Anak memiliki daya tahan terhadap frustrasi rendah. tegas terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan introspeksi serta pengendalian diri. POLA ASUH PERMISIVE (PEMANJAAN) • Segala sesuatu terpusat pada kepentingan anak. POLA ASUH INDULGENT (PENELANTARAN) • Menelantarkan secara psikis. • Memprioritaskan kepentingan anak. namun tampak kurang matang (manja). • Orang tua lebih memprioritaskan kepentingannya sendiri karena kesibukan. POLA ASUH OTORITATIVE (OTORITER) • Cenderung tidak memikirkan apa yang terjadi di kemudian hari . agresif. kurang spontan ragu-ragu dan pasif. impulsive dan mementingkan diri sendiri. 3. Efek pola asuh indulgent terhadap perilaku belajar anak : • Anak dengan pola asuh ini paling potensial telibat dalam kenakalan remaja seperti penggunaan narkoba. Efek pola asuh otoriter terhadap perilaku belajar anak : • anak menjadi tidak percaya diri.fokus lebih pada masa kini. 1. • Ia menjalankan tugas-tugasnya lebih disebabkan oleh takut hukuman. dan orang tua/pengasuh tidak berani menegur. takut anak menangis dan khawatir anak kecewa.Pendampingan orang tua dalam pendidikan anak diwujudkan dalam suatu cara-cara orang tua mendidik anak. impulsive dan perilaku mal adatif lainnya. POLA ASUH AUTORITATIF (DEMOKRATIS) • Menerima anak sepenuh hati. 4. menghargai anak yang memiliki emosi dan pikirannya sendiri Efek pola asuh autoritatif terhadap perilaku belajar anak: • Anak lebih mandiri. Cara orang tua mendidik anak inilah yang disebut sebagai pola asuh. Setiap orang tua berusaha menggunakan cara yang paling baik menurut mereka dalam mendidik anak. kurang percaya diri (cengeng) dan mudah menyerah dalam menghadapi hambatan atau kesulitan dalam tugas-tugasnya. • Anak dibiarkan berkembang sendiri. • Membimbing anak kearah kemandirian. tapi tidak ragu-ragu mengendalikan anak. • Tidak jarang perilakunya disekolah menjadi agresif.

Mencapai kebebasan pribadi Masa Remaja : .mempelajari perbedaan jenis kelamin dan tata caranya . akan menjadikan kita lebih bijaksana dalam membesarkan anak-anak kita. dan mulai mengembangkan hati nurani.Mempersiapkan perkawinan dan keluarga . • Tampak lebih kreatif dan memiliki motivasi berprestasi.Menerima keadaan fisik dan menggunakan tubuhnya secara efektif .Mengharapkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab . dan tata tingkatan nilai . Banyak masalah yang dihadapi disekolah (agresi.Mulai mengembangkan peron sosial pria dan wanita yang tepat . Menyepakati pola asuh yang paling efektif dalam keluarga adalah penting.Mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga-lembaga .Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya .Mengembangkan keterampilan.belajar berjalan . Perilaku dewasa dan ciri kepribadian dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun-tahun awal kehidupan. • Memiliki keterampilan sosial yang baik dan trampil menyelesaikan permasalahan. dan beragam gangguan kesulitan belajar) mungkin dapat dihindari bila kita lebih memahami perilaku anak dan sikap orang tua mempengaruhi anak-anaknya.Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh .belajar membedakan benar dan salah. pengertian moral. artinya antara masa anak dan dewasa memiliki hubungan berkesinambungan. negativistik.Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita .Memperoleh peringkat nilai dan etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembnagkan ideology .Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum .belajar berbicara . karena pola asuh pada tahun-tahun awal kehidupan seseorang akan melandasi kepribadiannya dimasa datang.Mempersiapkan karir ekonomi . ketidakramahan.Mengembangkan hati nurani.belajar memakan makanan padat . Sebagai orang tua perlu mengetahui tugas-tugas perkembangan anak pada tiap usianya. merasa aman dan menyukai serta semangat dalam tugas-tugas belajar.• Mudah bekerjasama dengan orang lain dan kooperatif terhadapo aturan.Mencapai peran sosial pria dan wanita .Belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya . untuk mempermudah penerapan pola pendidikan dan mengetahui kebutuhan optimalisasi perkembangan anak Tahap-tahap perkembangan anak . Dengan mengetahui bagaimana pengalaman membentuk seorang individu.Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk hidup sehari-hari .mempersiapkan diri untuk belajar membaca . • Mantap. Akhir masa kanak-kanak : .belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh .keterampilan dasar untuk membaca. Masa bayi dan awal masa kanak-kanak: . menulis dan berhitung . serta bagaimana menanganinya pada usia dini. • Lebih percaya diri akan kemampannya menyelesaikan tugas-tugas.

Menyesuaikan diri dengan menurunnya kesehatan dan kekuatan fisik . Masa Tua : .Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan .Mencapai tanggung jawab social dan dewasa sebagai warga Negara. .Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa dan bertanggung jawab dan bahagia . nilai moral dan nilai social .Mulai bekerja .Mengembangkan hati nurani. Sumber materi : salamah azhar . Masa usia pertengahan : .Mengembangkan kegiatan-kegiatan mengisi waktu sengang untuk orang dewasa .Belajar hidup dengan tunangan .Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan .Mulai membina keluarga .Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara .Mengelola rumah tangga .Konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari .Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya icome (penghasilan) keluarga .Mencapai kebebasan social dan kemandirian pribadi .Mengasuh anak .Menyesuaikan diri dengan orang tua yang semakin tua.Keterampilan dasar .Memainkan peran jenis kelamin yang sesuai .Awal masa dewasa : .Belajar bergaul .Memilih pasangan .Menyesuaikan diri dengan peran sosial yang luwes.Sikap yang sehat untuk diri sendiri .Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusianya .Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu .Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok dan lembaga social.Mencari kelompok sosial yang menyenangkan.Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi pada tahap ini . Sedangkan tugas perkembangan anak-anak pada usia sekolah .Belajar keterampilan fisik untuk bermain .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful