YOSAFAT HIMAWAN P 0953078 / Tekom – C (IV

)

PERENCANAAN DAN PENGAWASAN PRODUKSI (PRODUCTION PLANNING AND CONTROL)
A. ARTI PERANAN PERENCANAAN DAN PENGAWASAN PRODUKSI Setiap pimpinan perusahaan mengembang tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan tujuan perusahaan dimana ia bekerja, sesuai dengan kedudukan, jabatan, bidang dan wewenang yang diperoleh atau dimilikinya. Adapun tujuan perusahaan pada umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Berproduksi dengan sukses 2. Berproduksi dengan ekonomis 3. Berproduksi dengan dapat menyelesaikan pembuatan barang atau jasa tepat pada waktunya dan juga penyerahannya. 4. Berproduksi dengan harapan memperoleh keuntungan Salah satu fungsi yang terpenting dalam usaha untuk mencapai tujuan perusahaan adalah Pengawasan dan Perencanaan Produksi. Adapun yang dimaksud dengan Perencanaan dan Pengawasan Produksi adalah penentuan dan penetapan kegiatan-kegiatan poduksi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahan tersebut, dan mengawasi kegiatan pelaksanaan dari proses dan hasil produksi, agar tujuan yang diharapkan tercapai. Apabila rencana perusahaan dapat tercapai maka dapat memperoleh hal-hal sebagai berikut: 1. Dapat membuat barang atau jasa dengan biaya murah. 2. Dapat menentukan harga pokok dan harga jual dengan harga yang cukup rendah. 3. Dapat bersaing dengan kemampuan yang cukup kuat. 4. Memperoleh keuntungan. B. MAKSUD PRODUKSI Maksud dan tujuan perencanaan dan pengawasan produksi adalah: 1) Untuk mengusahakan supaya perusahaan dapat menggunakan barang seoptimal mungkin. DAN TUJUAN PERENCANAAN DAN PENGAWASAN

baik peusahaan besar maupun perusahaan kecil untuk mencapai tujuannya. 3) Agar perusahaan dapat menguasai pasar yang luas. Untuk mencapai level keuntungan ( profit ) yang tertentu. Perencanaan Produksi Jangka Panjang adalah penentuan tingkat kegiatan produksi lebih daripada satu tahun. dengan . Untuk mengusahakan supaya perusahaan dapat bekerja pada tingkat efisiensi 4. ekspansi pabrik dan pengembangan produk (product development). yaitu Perencanaan Produksi Jangka Pendek (Perencanaan Operasional) dan Perencanaan Produksi Jangka Panjang. Perencanaan produksi dapat dibedakan menurut jangka waktu yang tercakup. dan biasanya sampai lima tahun mendatang. sehingga hasil atau output perusahaan ini tetap mempunyai pangsa pasas ( market share ) tertentu.2) Untuk mengusahakan agar perusahaan dapat berproduksi pada tingkat efisien dan efektivitas yang tinggi. bahan-bahan. Menguasai pasar tertentu. Menggunakan sebaik-baiknya fasilitas yang sudah ada pada perusahaan. Tujuan Perencanaan Produksi adalah: 1. PERENCANAAN PRODUKSI Mengenai perencanaan dapat dibedakan antara: Perencanaan yang bersifat umum (general business planning) maksudnya perencanaan kegiatan yang dijalankan oleh setiap perusahaan. 2. C. dengan tujuan untuk mengatur pertambahan kapasitas peralatan atau mesin-mesin. Perencanaan produksi (poduction planning) adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang. 3. Perencanaan Produksi Jangka Pendek adalah penentuan tingkat kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun mendatang atau kurang. msin-mesin dan peralatan lain serta modal yang dipelukan untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu di masa depan sesuai dengan yang diperkirakan. dan lambat laun employment ini dapat naik sesuai dengan perkembangan perusahaan. 5) Untuk dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar bagi pengembangan dan kemajuan perusahaan pabrik. 4) Mengusahakan kesempatan kerja yang ada pada perusahaan menjadi rata dalam waktu tertentu.

yang akan tergantung pada biaya per satuan yang di inginkan. 4. yang mempengaruhi produksi yang dibuat. b. masalah yang datangnya dari luar berupa kebijakasanaan pemerintah. Jenis dan Mutu dari barang yang diproduksi 3. Dalam suatu perusahaan harus diperhatikan masalah yang datang dari luar maupun dari dalam perusahaan. Apakah barang yang akan diproduksi merupakan consummer’s goods atau producer’s goods Sifat dari produk yang di hasilkan. Sifat dari barang yang diproduksi a. 3. Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan produksi antara lain: 1. inflasi. becana alam dan sebagainya. c. Oleh karena perencanaan produksi jangka pendek berhubungan dengan pengaturan operasi produksi. Sifat proses produksi 2. Sifat barang yang di produksi apakah merupakan barang lama atau baru . Mempelajari dan menganalisis jenis barang yang diproduksi 2. yaitu: 1.tujuan untuk mengatur penggunaan tenaga kerja. Demikian pula dengan perencanaan produksi. dan permintaan konsumen terhadap barang hasil produksi. apakah merupakan barang yang tahan lama Mutu dari barang yang akan di produksi. maka perencanaan ini disebut juga perencanaan operasional. Sedangkan masalah dari dalam merupakan masalah yang ditimbulkan oleh faktor yang berada dalam kekuasaan pemimpin perusahaan. Masing-masing proses produksi memepunyai sifat yang berbeda-beda. ada beberapa hal mengenai jenis dan sifat produk yang perlu di ketahui dan di perhatikan. persediaan bahan dan fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan pabrik. Jenis dan Mutu dari barang yang diproduksi Untuk menyusun suatu perencanaan produksi. Sifat poses produksi Proses produksi dapat dibedakan atas proses produksi yang terputus-putus ( intermittent manufacturing ) dan proses produksi yang terus menerus ( continue proses ).

maupun bagi kepentingan perencanaan dan pengawasan produksi. 2.Lokasi perusahaan. Membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan produksi 4.Jumlah barang yang akan diproduksi 3. dalam hal ini perlu diperhatikan perkembangan teknologi baru. Untuk pengawasan pembelanjaan 7. apakah perusahaan perlu diletakkan berdekatan dengan bahan sumber mentah. D. Untuk memperbaiki semangat para pekerja 5. dari perkembangan pasran dari suatu produk yang diproduksi dari suatu perusahaan. perencanaan produksinya lebih mudah.Hal ini perlu diperhatikan karena untuk barang yang baru maka perlu diadakan penelitian ( research ) pendahuluan mengenai: 1. Sedangkan ramalan penjualan adalah suatu perkiraan atas ciri-ciri kuantitatif dan kualitatif termasuk harga.Sifat permintaan barang ini. Untuk pengawasan dalam persediaan ( invertory control ) 3. Mengurangi atau mengganti produk yang tidak mmberikan keuntungan . pada suatu jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Peramalan produksi berguna bagi perusahaaan adapun ramalan penjualan mempunyai kegunaan sebagai berikut: 1. Walaupun demikian. Jadi peramalan kegiatan merupakan penyusunan tentang sifat-sifat penjualan dari suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan pada suatu waktu tertentu di masa yang akan datang. Analisis mengenai sifat pasaran ini diwujudkan dalam bentuk peramalan penjualan. karena perencanaan didasarkan pada pengalaman masa lalu. Untuk menentukan kebijaksanaan dalam persoalan penyusunan anggaran 2. Ciri-ciri pasaran dari barang-barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan perlu dianalisis bagi kepentingan perusahaan keseluruhannya. apakah musiman Sedangkan untuk barang lama. Penyusunan kebijaksanaan kepegawaian yang lebih efektif dan efisien 6. PERAMALAN PENJUMLAHAN ( SALES FORECASTING) Yang dimaksud dengan ramalan adalah sesuatu yang diharapkan akan terjadi pada masa yang akan datang.

pengawasan terhadap persediaan ( stock ) barang yang selesai d. Biasanya ramalan ini mencakup tentang penjualan dari produk yang dihasilkan dalam jangka waktu 1 tahun. 1. Ramalan ini memberikaan dasar pada: a. penentuan kebutuhan di masa yang akan datang tenaga kerja dan bahan e. yang biasanya terbatas pada perkiraan yang terluas tentang jumlah volume penjualan. Perbedaan dalam tujuan dari ramalan penjualan jangka panjang terlihat dalam isi dan maksudnya. 1. antara lain yaitu analisis trend linier dengan least square method ( untuk jangka panjang ) dan analisis variasi musim ( untuk jangka pendek ). Ramalan penjualan jangka panjang Ramalan ini mencangkup tentang penjualan dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan selama 5 tahun. Dalam pembuatan ini di butuhkan peramalan. yaitu peramalan jangka panjang dan peramalan jangka pendek. seperti untuk perkembangan produk. patokan terhadap mana pestasi akan dinilai Metode-metode Peramalan Penjualan Ada beberapa metode penjualan yang serig dipergunakan dalam penyusunan ramalan penjualan. Penjualan jangka panjang memepunyai tujuan yang berbeda dengan penjualan jangka pendek. Ramalan penjualan jangka pendek Merupakan jenis ramalan yang paling banyak dipergunakan oleh perusahaan. Oleh karena itu pembagian jenis utama peramalan juga didasarkan atas pembagian jenis perencanaan. 2. Analasis trend linier dengan metode least square . perluasan kapasitas dan penanaman modal. penyusunan anggaran penerimaaan dan belanja perusahaan b. suatu pedoman bagi perancanaan produksi c.Seorang manajer selalu dihadapkan pada masalah pembuatan rencana kegiatan perusahaan. karena apa yang kita rencanakan tentunya didasarkan pada apa yang kita ramalkan.

a + b ∑ X =aX+b ∑ X2 Contoh peramalan penjualan dengaa menggunakan metode least square TREND PENJUALAN BARANG DIHITUNG DENGAN METODE LEAST SQUARE DARI TAHUN 1985 S/D 1993 Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 Jumlah I. A Legendre mengemukakan penarikan garis linier pada serangkaian data terdiri dari variabel x dan y. II.a + b ∑ X menjadi: II. X -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 0 Penjualan ( Y ) 2980 3010 3062 3050 3058 3180 3253 3431 3421 28445 ZY . Cara penarikan garis trend yang diajukan oleh Legendre dinamakan metode least square. ∑ XY= a ∑ X + b ∑ X2 menjadi: b = 3539 = 60 b 3539 = 58 .Penarikan garis trend linier perlu dirumuskan secara singkat dan matematis agar dapat dimanipulasi lebih lanjut. ∑ Y ∑ XY = n. di mana X adalah periode tahun dan Y adalah jumlah pejualan pada periode X.3050 0 3180 6506 10293 13684 3539 28445 = 9a a = 28445 = 3160 . dibutuhkan dua persamaan.98 60 .6124 .56 9 X2 16 9 4 1 0 1 4 9 6 60 ∑ Y = n. yaitu : I. Dan untu mecari dua variabel yang tidak diketahui yaitu a dan b dalam persamaan Y = a + bX. Pada abad ke 19. di mana perhitunganya memakai persamaan fungsi linier Y = a + bX.9030 .11920 .

Membantu merencanakan prosudur pengerjaan yang kacau dan sembarangan. 2. yaitu: Y = 3160.56 + 58. hasilnya mungkin tidak seperti apa yang diharapkan dalam perencanaan. Dengan adanya pengawasan produksi dalam suatu perusahaan.98 (5) = 3160.46 Besarnya ramalan penjualan pada tahun 1995 adalah : Y’1995= 3160.42 E.98 (6) = 3514. Jadi pengawasan produksi dijalankan dengan maksud agar produksi dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dapat membantu tercapainya operasi produksi yang efisien dari suatu pabrik.56 + 58. Perencanaan tanpa pengawasan. PENGAWASAN PRODUKSI ( PRODUCTION CONTROL ) Perencanaan produksi di buat harus diikuti dengan tindakan pengawasan produksi. sehingga dapat lebih sederhana.56 + 294.98 (7) = 3573.56 + 58.56 + 58.98X dengan tahun dasar (x=0) adalah tahun 1989.90 = 3455.Jadi persamaan fungsi Y= a + bX akan diperoleh. . Dengan demikian diperoleh ramalan penjualan tahun 1994 ( dimana x nya adalah 1994 – 1989 = 5 ) yaitu : Y’1994 = 3160.44 Sedangkan ramalan penjualan pada tahun 1996 adalah : Y’1996= 3160. keuntungan yang diperoleh adalah : 1.

. sistematis dan ekonomis. Routing yang di lakukan harus didsarkn pada ketelitian dan waktu yang tepat. Sebagian besar kegiatan dalam dispatching ini terdiri dari penyampaian perintah kepada bagian pengelola. maka pengawasan produksi yang dilakukan hendaknya mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Loading dan Scheduling Loading merupakan penentuan dan pengaturan muatan pekerjaan (work load) Pada masing-masing pusat pekerjaan (work center) sehingga dapat ditentukan berapa lama waktu yang diperlukan pada setiap operasi tanpa adanya penundaan atau kelambanan waktu (time delay) Loading mrupakan dasar penentuan scheduling. Loading dan Scheduling c. c. sehingga dengan demikian akan dapat dilakukan penghematan dalam penggunaan tenaga kerja dan bahan. Dispatching Dispatching meliputi pelaksanaan dari semua rencana dan pengaturan dalam bidang routing dan scheduling. Routing b. Scheduling merupakan pengordinasian tentang waktu dalam kegiatan berproduksi. Menjaga agar supaya tersedia pekerjaan atau kerja yang dibutuhkan pada titik yang minimum. yang akan dilakukan sesuai dengan jadwal dan urutan pekerjaa yang telah ditentukan. Follow up a. sehingga dapat diadakan pngalokasian bahan-bahan pengolahan dalam pabrik pada waktu yang ditentukan. Dispatching d.3. Fungsi dan Kegiatan Pengawasan Produksi Untuk dapat menjalankan pengawasan dengan sempurna dan efektif. dan biasanya berhubungan erat sekali dengann lay out perusahaan pabrik. b. Jadi scheduling meliputi persoalan berapa banyak produk yang akan dihasilkan dan bilamana bagian-bagian dari produk tersebut akan diolah. melalui ururtan bahan-bahan dipersiapkan untuk diproses menjadi barang jadi. Routing Routing adalah fungsi yang menentukan dan mengatur urutan kegiatan pengerjaan yang logis.

Tugas atau Kegiatan Pengawasan Produksi Oleh karena pengawas produksi diberikan tanggung jawab untuk mengordinasikan bagian dari perusahaan dengan suatu cara sehingga rencana produksi dapat di kerjakan dengan ekonomis. 2. 3. pengawas produksi perlu melakukan tugas sebagai berikut : 1. Membuat perintah pengerjaan (production order). e. 5. Menerima pesanan yang datang 2. lengkap dengan kartu tugas (job ticket) dan daftar keperluan masing-masing. 4. juga meneliti mesin-mesin dan peralatan yang diperlukan serta mengenai penjualan apakah hasilnya baik dan mengenai cara-cara dan syarat-syaratnya. untuk dapat dibuatkan erhitungan dan perkiraan (account) baru. maka untuk tercapaainya tujuan ini. mencari supplier mana yang paling baik untuk medapatkan bahanbahan baku tersebut. Menbuat perjanjian tentang penyerahan pesanan tersebut. Pergerakan bahan-bahan yang harus dilakukan ke tempat pengolahan Pengerjaan mesin yang harus dilakukan untuk tiap kegiatan operasi Pencatatan waktu kapan dimulai dan diselesaikannya tiap kegiatan Penyelenggaraan pekerjaan sesai dengan routing dan scheduling. Dari uraian di atas dapat di ketahui bahwa dispatching memberi keterangan mengenai : • • • • d. Mencatat penerimaan dan meneruskan kepada bagian Akuntansi Menentukan data teknik yang diharuskan untuk pengerjaan tersebut Memelihara dan mengawasi persediaan bahan mentah Menaksir biaya pembuatan produk tersebut. Follow-up ini mencakup usaha untuk mendapatkan bahan baku yang tidak tersedia tetapi dibutuhkan. Follow-up Follow-up merupakan fungsi penelitian dan pengecekan terhadap semua aspek yang mempengaruhi kelancaran kegiatan pengerjaan atau produksi. Meneliti tersedianya bahan-bahan sebelum perintah ( order ) dibuat. .Jadi tugas dari dispatching adalah : 1. yang telah ditentukan operasi. Kesemuanya dilakukan dengan tujuan agar hal-hal tersebut tidak mengganggu kelancaran di dalam produksi. 6.

Alasan dijalankannya sistem pengawasan produksi ini adalah agar janji yang telh diberikan kepada pelanggan dapat dipenuhi. dan barang yang diproduksi mempunyai jenis dan bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan pesanan. sistem pengawasan produksi yang dijalankan adalah order control. di mana bahan-bahan yang di gunakan dalam proses memunyai arus yang relatif tetap. sehingga hubungaan dengan pelanggan dapat dipelihara. Order Control Order control atau pengawasan pengerjaan pesanan adalah pengawasan produksi yang di lakukan terhadap produk yang dikrjakan. tiap-tiap produk pesanan harus dipisahkan dari produk pesanan yang lain. jenis dan kualitasnya. 8. Flow Control Flow control adalaah pengawasan produksi yang dilakukan terhadap arus pekerjaan sehingga dapt menjamin kelancaran proses pengerjaan.7. di mana tiap-tiap pesanan mempunyai nomor pesanan sendiri. Ada dua jenis utama dari pengawasan produksi yaitu pengawasan arus (flow control) dan pengawasan pengerjaan pesanan. Pada pengawasan ini. Mengawasi pelaksanaan dan menentukan enyerahan bahan selama Membuat laporan mengenai pelaksanaan rencana dan emajuan dari pengerjaan produk. Jenis-jenis Pengawasan Produksi Seperti yang diketahui jenis pengawasan produksi yang dilakukan tergantung dari jenis proses produksi (type manufaturing). Oleh karena itu flow control dijalankan pada produksi yang terus-menerus. sehingga produk yang dikerjakan itu dapat sesuai dengan keinginan sipemesan baik mengenai bentuk. b. a.dan jenis mesin yang di gunakan adalah mesin khusus (special purpose mechine). c. Oleh karena itu order control dijalankan pada produksi dengan proses yang terputus-putus di mana jenis mesin yang di gunakan adalah mesin serba guna ( general purpose machine ). Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengawasan pada proses produksi yang terputus-putus ialah : . Pengawasan Produksi Pada Proses Produksi yang Terputus-putus Dalam produksi tang terputus-putus. dan dengan demikian kelangsungan perusahaan dapat terjamin. pengerjaan tersebut.

antara lain : a. Menjamin tersedianya bahan-bahan (securing material) Harus tersedia bahan-bahan yang cukup dan sesuai untuk pengerjaan dan pemasangan produk tersebut. Berapa jumlah bahan baku yang harus tersedia dalam gudang untuk dapat memulai proses pengerjaannya.yang dipergunakan. b. Operasi kegiatan gudang sering mnjadi tanggung jawab bagian pengawasan produksi. 2. Di sisni dipentingkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk membuat setiap “ Component part” dari produk tersebut dan kapan “ Component part” dibutuhkan dalam proses pengerjaan da emesangan (assembly) produk tersebut. Jadi scheduling meliputi penentuan kapan pekerjan akan dimulai dan berapa banyak pekerjaan akan diselesaikan seelam waktu tertentu. Perintah Pengerjaan (manufactuing orders) Adapunn yang di maksud (manufactuing orders) adalah selembar kertas dari bagian pengawasan produksi di mana diberikan wewenang kepada mandor untuk mengerjakan suatu bagian barang. Loading dan Scheduling Seperti telah disebutkan bahwa scheduling merupakan perencanaan koodinasi waktu dari kegiatann berproduksi. Untuk menjaga dengan pasti bahwa hanya jumlah bahan baku yang dibutuhkan. Menerima Pesanan itu sendiri. Dalam (manufactuing orders) ditentukan : a. 4. maka perlu dikethui beberapa hal. Pengawasan produksi bertanggung jawab atas siapnya bahan-bahan in untuk dikerjakan dan tersedia pada waktu yang dibutuhkan. 3. Seluruh pesanan yang masuk pertama diterima oleh bagan pengawas dan setelah pesanan ini diterim. tetapi mungkin juga menjadi tanggung jawab bagian pembelian atau bagian produksi. yaitu : • • • • Bahan apa yang dibutuhkan Peralatan Bagaimana membuat barang dan memasangnya ( assembly ) Pekerjaan dan inspeksi apa yang harus dilakukan b.1. Persoalan teknis pengerjaan. Besar biaya untuk membuat barang atau produk itu. .

Jika scheduling terakhir disetralisasikan. Fungsi follow-up tidak hanya penting bagi pelaksanaan manufacturing order. disebut “follow-up” dan follow-up ini merupakan bagian aspek yang terpenting dari pengawasan produksi. Dalam hal ini petugas pengawasan yang mengerjakan scheduling terakhir biasanya berkedudukan di tempat pengerjaan dan dia dikenl dengan juru-tulis dispatching. Estimating Setiap langganan ingin mengetahui berapa besar biaya untuk memperoleh poduk yang dibuat. Operasi kegiatan secara fisik dari penyerahan suatu (manufactuing orders) kepada operator mesin disebut dispatching karena order diberikan kepadanya. 5. atau dari suatu production center ke production center yang lain. maka manufacturing order tidak dikirinkan kepada mandor. Pergerakan material-material ini harus direnccanakan dalam kebutuhan sebenarnya. maka perkembangan order ini harus diikuti untuk menjamin supaya pengerjaan pesanan-pesanan tersebut sesuai schedule. Follow-up Setelah (manufactuing orders) di kirim kepada pelaksana. Pengiriman Perintah (Dispatching) Tahap scheduling terakhir yang sentralisasi dikerjakan oleh pengawasa produksi. karena dia harus mengetahui keadaan dari berbagai orders dan kapan order-order ini siap untuk dikerjakan 7. Fungsi ini sering diberikan kepada dispatch clerk. bagian pengawasan produksi diberi tanggung jawab memelihara pegerakan bahan-bahan dalam proses dari suatu mesin yang lain. yaitu : . 8. Fungsi dari pengecekan ini untuk lebih meyakinkan bahwa pekerjaan tersebut diselesaikan menurut rencana. Material Movement Dalam beberapa perusahaan. karena buakn merupakan tugasnya. 6. tetapi juga penting bagi tugas-tugas pengawasan produksi yang lain. Oleh karena itu perusahaan tersebut perlu membuat suatu perkiraan terlebih dahulu untuk dapat menentukan berapa besar biaya pembuatan produk tersebut. Jumlah atau batas harga ini didasarkan pada beberapa faktor.

sistem pengawasan produksi yang dibutuhkan berbeda dengan yang di butuhkan dalam proses produksi yang terputus-putus. Dalam proses produksi dengan proses terus-menerus. Pengawasan Produksi pada Proses Produksi yang terus-menerus Pengawasan produksi pada proses produksi yang terus-menerus tidak serumit seperti pada proses produksi yang terputus-putus. misalnya : a. serta manjaga agar supaya arus bahan tetap melalaui langkah-langkah pengerjaan (manufacturing steps) yang ada. b. b.a. maka perusahaan akan rugi. Routing dalam pabrik dengan proses yang terus-menerus termasuk dalam rencana awal. Fungsi dispatch tidak begitu dibutuhkan secara aktif seperti pada proses produksi yang terputus-putus. pengawasan produksi mempunyai tugas utama yaitu menjaga agar supaya jumlah bahan-bahan yang tersedia cukup untuk dipergunakan sesuai dengan rencana dan skedul pengerjaan. Jadi besarnya biaya pengerjaan (manufacturing cost) adalah ditaksir (estimated). . d. Dala proses ini.dan sebaliknya jika harga turun perusahaan akan memperoleh keuntungan yang terlalu besar. Taksiran biaya (estimated cost) dari perusahaan pabrik Taksiran biaya ini sangat penting. Karena jika harga naik. dan para pekerja mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan beberapa pekerjaan. Di sini mesin-mesin dan peralatan diletakkan menurut urutan yang dibutuhkan dan seluruh bagian barang/parts bergerak melalui (processing cycle) yang sama. Tersedianya infomasi mengenai teknis produksinya sehingga dapat dibahas dan di buat (estimated cost) yang hampir tepat. Karena tidak perlu ditetapkan apa yang akan dikerjakan setiap hari sebab sudah rutin. serta lay out dari pabrik dan peralatannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful