P. 1
Menumbuhkan Minat Bakat Membaca

Menumbuhkan Minat Bakat Membaca

|Views: 116|Likes:
Published by A Rohan N'z

More info:

Published by: A Rohan N'z on Jun 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2011

pdf

text

original

UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DALAM ERA DIGITALISASI Oleh Muhammad Yaumi muhammadyaumi@gmail.

com

A. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sering menjadi penghalang tumbuh dan berkembangnya minat baca anak. Media digital dan elektronik telah berhasil menarik perhatian kebanyakan anak Indonesia yang secara langsung dan tidak langsung memicu aktivitas keseharian mereka lebih terkonsentrasi pada pemanfaatan media tersebut. Bahkan media telah mengambialih peran orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Yaumi (2008) yang mengatakan bahwa anak yang hidup di perkotaan memiliki kebiasaan nonton televisi dan bermain video game, playstation, dan Internet yang rasionya 19 kali berbanding 1 kali berbicara dengan orang tua. Selain itu, transformasi budaya lisan (percakapan) ke budaya tulisan di kalangan masyarakat secara umum masih dalam tahap transisi, karena kecenderungan menerima informasi melalui percakapan atau disebut bahasa lisan kenyataannya lebih mendominasi dari minat dan kebiasaan membaca di kalangan siswa dan masyarakat. Sehingga kebiasaan membaca dan menulis masih belum berkembang dengan baik (Konsultan Perpustakaan, 2010). Selanjutnya, sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar (Kartika, 2010). Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat

Keburaman yang dimaksud dapat dilihat dari hasil survei World Competitiveness Year Book dari 55 negara yang disurvei kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan yang ke 53. Makalah ini. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang negatif. perlu mengembangkan perpustakaan sekolah berbasis masyarakat. dari 177 negara HDI Indonesia berada pada urutan ke-107. maka perlu melakukan upaya dalam menumbuhkan minat bakat membaca menuju Lampung . ternyata dipengaruhi oleh minat baca siswa yang rendah. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah. Untuk mengatasi masalah ini. Dari 200 ribu sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Menurut International Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA) minat baca anak-anak Indonesia selevel dengan Selandia Baru dan Afrika Selatan. Bertolak dari berbagai fenomena seperti telah disebutkan di atas. Pengelolaan perpsutakaan sekolah masih pula tertumpu pada anggaran yang diberikan oleh pemerintah.membuka “jendela dunia”. tertumpu pada kajian pengoptimalan perpustakaan sekolah melalui penglibatan peran serta masyarakat tersebut. Dampak dari kualitas pendidikan yang rendah ini mempengaruhi Human Development Index (HDI). Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah selama ini belum dijadikan sebagai salah satu hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk SMU. Dengan demikian kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi masalah dan bahkan ada indikasi keburaman. cuma 54% yang memiliki perpustakaan standar. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca ini adalah terbatasnya jumlah perpustakaan sekolah. sebanyak 70 ribu SLTP cuma 36% yang memenuhi standar.

B. sekolah. Lompatan budaya ini berlaku dalam kalangan anak didik di Indonesia. dalam hal ini pemerintah daerah. Jika dirasional dengan jumlah penduduk Indonesia. maka satu perpustakaan umum harus sanggup melayani 85 ribu penduduk 14. Keminiman bahan bacaan juga menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat . Sementara kehadiran televisi dan audiovisual lainnya begitu cepat dan inovatif. ternyata yang mempunyai perpustakaan hanya 22%.585 perpustakaan. sehingga keadaan ini semakin meminggirkan tradisi baca di kalangan masyarakat Indonesia dan tidak heran pula saat ini di dalam masyarakat Indonesia sedang terjadi lompatan budaya dari budaya praliterer ke masa pacaliterer tanpa melalui masa literer. Tulisan ini akan mencoba menyoroti peranan pemerintah. rumah tangga.cerdas menghadapi derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi dewasa ini. Dilihat dari segi jumlah perpustakaan umum sebagai salah satu tempat mendapatkan bahan bacaan masyarakat sampai saat sekarang jumlahnya hanya 2. seperti jumlah perpustakaan yang tidak sesuai dengan rasio jumlah penduduk. artinya melompat menjadi masyarakat yang senang menenton telivisi tanpa melalui budaya gemar membaca. baru sekitar 31% yang mempunyai perpustakaan. Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Daerah Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh minimnya fasilitas pendukung. dan masyarakat lebih khusus pada media massa sebagai penopang tumbuhnya minat bakat membaca anak. Sedangkan jumlah unit perpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan.000 desa di Indonesia. Dari 64.

Paling tidak ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam upaya optimalisasi fungsi perpustakaan.000 judul pertahunnya. 2006). dari 4 ribu perguruan tinggi di Indonesia. diperkirakan baru 80% sampai 90% yang memiliki perpustakaan dengan kualitas standar (Republika.000 judul pertahun. Rasio ini masih di bawah Philippina 1: 30 dan Srilangka 1:38 (Media Indonesia. fungsi perpustakaan perlu dioptimalkan sehingga minat baca dapat ditumbuhkembangkan. Jumlah ini tentu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Cina dengan penduduk 1. Sedangkan dari sekitar 1. Selanjutnya negara yang berjumlah 224 juta jiwa ini hanya mampu menerbitkan buku sebagai gudang ilmu pertahunnya sebanyak 10. 2007).3 miliar jiwa menerbitkan 140.Indonesia menumbuhkan minat baca. Vietnam dengan 80 juta jiwa menerbitkan 15. Malaysia dengan 26 juta jiwa menerbitkan 10. Oleh karena itu. Langkah-langkah yang dimaksud . Hal ini terlihat dari 110 ribu sekolah yang ada di Indonesia teridentifikasi hanya 18% yang mempunyai perpustakaan (Media Indonesia. cuma 60 % yang memenuhi standar. Sedangkan Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional menyebutkan dari 3000 jumlah SD dan SLTP di Indonesia hanya baru 5 % yang memiliki perpustakaan (Media Indonesia. Rendahnya minat baca dikalangan siswa tidak dapat dipungkiri pula akibat dari perpustakaan sekolah yang tidak mencukupi dan memadai.000 judul buku. Kemudian untuk perguruan tinggi. cuma 36% yang memenuhi standar. dari 70 ribu unit SLTP. Demikian pula dengan SLTP.000 judul buku baru setiap tahun. 2000). 2000).000 instansi. cuma 54 % yang punya perpustakaan berkualitas standar. Dari 200 ribu unit sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Untuk SMU. Sedangkan jumlah surat kabar pun juga mempunyai jumlah yang terbatas dengan rasio satu surat kabar dibaca oleh 45 orang.

namun mereka merasa mendapat dukungan sosial melalui program membaca keluarga. Sealin itu. Koleksi buku tidak hanya menyangkut buku-buku teks semata. Melalui program membaca bersama antara orang tua dan anak. Kedua. anak-anak menjadi suka mengisi waktu luangnya dengan aktivitas membaca. Ketiga.adalah. pengembangan fasilitas perpustakaan. yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk fasilitas ruangan baca yang terkesan rilek dan tidak menegangkan. pengembangan sarana koleksi buku. masyarakat. Kondisi sosial ekonomi keluarga dalam penelitian Morrow dan Young juga tergolong rendah. Fasilitas pepustakaan juga sudah berbasis teknologi. mereka suka membaca bersama orang dewasa yang lain. orang tua. tetapi harus tersedia dalam berbagai sarana teknologi seperti CD dan database online yang sangat mudah diakses. suka membaca majalah dan buku-buku yang ada di rumah dan di perpustakaan sekolah. dan sekolah dalam membangun kerja sama secara kolaboratif demi terwujudnya kegiatan baca tulis. penyediaan sumber daya manusia yang mumpuni. pertama. yang dapat membuat kreativitas dan inovasi baru sehingga dapat melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah. Koleksi ilmu pengetahuan tidak hanya dalam bentuk buku dan kertas. C. Sandjaja (2010) mengatakan bahwa . melainkan juga harus diisi dengan koleksi bukubuku lain yang dapat membangkitkan minat baca siswa. Rumah Tangga sebagai Fondasi Tumbuhnya Minat Baca Anak Penelitian Grolnick dkk ini berbeda dengan hasil penemuan Morrow dan Young (1997) yang menemukan bahwa kegiatan membaca bersama antara anak dan orang tuanya berpengaruh terhadap sikap dan minat membaca anak.

dan mengakses perpustakaan online yang dapat memberikan kontribusi besar dalam kegiatan membaca. mengunjungi taman bacaan berupa perpustakaan sekolah dan daerah. Kegiatan rutin yang diterapkan di rumah juga ditularkan kepada masyarakat agar mereka juga mempunyai minat dan keinginan. utamanya generasi muda agar menumbuhkan minat baca dan kecintaan mereka akan buku dan perpustakaan. program pelatihan untuk orang tua agar terlibat secara efektif dalam program membaca keluarga merupakan dukungan informatif yang sangat berguna bagi orang tua untuk memberikan dukungan penghargaan dan emosi kepada anak saat mereka membaca bersama. maka paling tidak orang tua melakukan berbagai aktivitas yang dapat membangkitkan minat baca anak dengan membuat perpustakaan mini dalam rumah tangga dan mengatur jadwal untuk melaksanakan kegiatan membaca secara bersamasama berdasarkan waktu yang disepakati. Di samping itu. Lebih jauh. orang tua juga dapat mengajak nonton bareng dan diharapkan anak dapat menceritakan atau menuliskan .buku-buku dan perlengkapan membaca merupakan dukungan instrumental untuk mendidik anak. selalu mengajak anak-anaknya sejak kecil ke toko buku dan membebaskan mereka mencari sendiri buku-buku yang mereka sukai. mengunjungi took-toko buku yang memiliki koleksi buku yang memadai. Subagio (2010) mengatakan bahwa untuk menarik dan menumbuhkan minat baca kepada anak-anak. Selain ke took buku anak-anak juga dianjurkan untuk membiasakan diri berkunjung ke perpustakaan. Hal ini berarti jika orang tua dapat menyadari tentang tugas dan peranan dalam rumah tangga tentang pentingnya membaca dan menulis bagi pertumbuhan intelektual anak.

Biarkan anak memilih gaya membacanya sesuai kesukaan anak. anak diminta membaca dengan suara keras. Membiasakan kegaiatan membaca dan menulis dapat membuat anak mampu melihat bagaimana mereka memiliki bahan bacaan sehingga dapat mengembangkan wawasan tentang berbagai permasalahan yang ada dan mampu membuat tulisan untuk menyelesaikan berbagai permasalah yang dihadapi. yaitu pertama. membaca dan menulis dengan anak-anak menggunakan bahasa keluarga. Keenam. Orang tua sedapat mungkin ciptakan suasana rumah penuh dengan bahan bacaan.hasil pengalaman menonton sehingga berkembang kebiasaan membaca dan menulis dalam lingkungan keluarga. ciptakan suasan rumah penuh dengan bahan bacaan. Kelima. ibu seharusnya melibatkan anak paling tidak untuk membaca resep masakan bersama–sama. seharusnya buku bacaan disesuaikan dengan usia anak. mmasak dengan anak untuk melatih anak belajar membaca. merespon tentang cerita atau isi buku bersama sama. Ketiga. Kiranawati (2010) memberikan sepluh tip dalam membangun kebiasaan membaca dalam rumah tangga. Ketika sedang memasak. Kedua. model membaca dan menulis. Orang tua seharusnya memberikan kesempatan kepada anak seluas-luasnya untuk menulis apa saja tentang keluaraga dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dan berikan kesempatan kepada mereka sendiri untuk membaca dan mendiskusikanya. Keempat. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan kepada anak tentang isi buku . Sejalan dengan upaya orang tua dalam mengembangkan bakat dan minat membaca seperti disebutkan di atas. dan bacaan yang bisa menarik minat baca anak. Kesepuluh tip tersebut. Para ahli merekomendasikan anak untuk membaca dengan suara keras kurang lebih 30 menit sehari.

Kenalkan anak. menceritakan suatu kisah bersama. Dengan cara ini sedikit banya akan menumbuhkan sikap disiplin pada anak. Berceritakan bersama – sama mengenai sejarah keluarga sambil melihat foto–foto keluarga. cerita waktu liburan ataupun perjalan keluarga waktu keluar kota dapat member motivasi tersendiri untuk mempraktekan minat baca dan menulis bagi anakanak. menulis bersama anak. Minat dan kemampuan anak . Upaya untuk melakukan komunikasi dengan guru untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sekolah dan menanyakan perkembangan dan kekurangan anak. rekaman kegiatan keluarga. membuat slogan-slogan yang isinya mendorong anak untuk belajar. Ketujuh. kemudian dapat menanyakan kosa-kata apa saja yang belum dimengerti. Menyediakan waktu untuk melengkapi peralatan tulis-menulis atau menggambar.anak dengan buku–buku karangan pengarang terkenal yang menjadi favorit bagi anak pada umumnya. Kedelapan. Yulia (2010) juga berpendapat bahwa keluarga menjadi komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua seharusnya mengatur jadwal untuk mengunjungi perpustakaan atau taman bacaan. Kemudian berikan kesempatan kepada anak untuk memilih buku sesuai kesukaannya. mengunjungi perpustakaan. Kesepuluh. Di samping itu. mengkomunikasikan secara teratur dengan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah. serta apa yang dapat dibantu oleh orang tua untuk mendukung meningkatkan kemampuan anak merupakan upaya yang seharusnya menjadi bagian dari tanggungjawab orang tua terhadap perkembangan kebribadian anak. memberikan bimbinglah anak untuk menuliskan agenda harian mereka dan membacanya. Kesembilan.yang telah dibacanya.

Salah satu minat dan kemampuan yang bisa ditumbuhkan dalam diri anak lewat keluarga ialah membaca. (13) dramatisasi buku yang dibaca. (10) beri hadiah (reward) yang memperbesar semangat membaca. Kemudian dia gambarkan resep bagi orang tua dalam menumbuhkan minat baca dengan jalan (1) bacakan buku sejak anak lahir. Guru perlu memotivasi siswa untuk mencintai buku sejak awal.dibentuk dari keluarga di mana dia dibesarkan. (11) jadikan buku sebagai hadiah (reward) untuk anak. buku tentang orang tua. Salah satu dukungan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah peran guru. (3) ajak anak ke toko buku atau perpustakaan. (6) nonton film dan beli bukunya. (9) hilangkan penghambat seperti TV atau Playstation. (5) sisihkan uang untuk membeli buku. buku cerita yang digambar sendiri. Kartika (2010) mengambarkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca antara lain: (1) penyelenggaraan jam-jam cerita di . dan tidak dapat disangsikan pula bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk memupuk minat dan kebiasaan membaca bagi anakanak. (4) beli buku yang menarik minat anak. (14) buatlah buku sendiri seperti buku biografi anak. dan anak membuat sendiri bukunya. (12) jadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan setiap hari. Karena itu upaya pengembangan minat dan kebiasaan membaca juga diadakan di sekolah-sekolah. (7) ciptakan perpustakaan keluarga. (2) dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya. Peranan Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Tidak dapat disangsikan lagi bahwa penanaman kebiasaan membaca harus dimulai pada usia dini. (15) jadilah teladan D. (8) tukar buku dengan teman.

(5) penyelenggaraan lomba membaca. . tidak akan ada artinya kalau tidak didukung oleh para guru. E. akan mematikan minat anak didik untuk ingin tahu atau mencari sesuatu jawaban. tidak memberikan motivasi (dorongan) pada anak didik untuk gemar membaca. Jika guru salah atau kurang tepat dalam menggunakan metode mengajar maka akan membuat siswa malas membaca. (11) pemberian bimbingan teknis membaca. Guru mempunyai peranan penting untuk meningkatkan minat baca siswa-siswanya.perpustakaan sekolah. (3) pemberian tugas pembuatan abstraksi. ternyata sarana pendukunglah yang menjadi penyebabnya. Guru yang tidak memberikan kesempatan atau tidak menciptakan suasana diskusi di dalam kelas. Dari semua kegiatan yang dilaksanakan di atas. Kontribusi Media Massa dalam Menumbuhkan Minat Baca Rendahnya minat membaca masyarakat sebenarnya bukan berpangkal pada minat atau kemauannya. kelas yang siswa-siswanya selalu menunggu apa yang akan diberikan oleh gurunya. (8) penyelenggaraan pameran buku yang dikaitkan dengan peringatan hari-hari besar nasional dan agama. (4) pemotivasian penyelenggaraan majalah dinding. (10) penyelenggaraan program membaca. (7) pemotivasian penerbitan majalah atau buletin sekolah. akan menjadikan kelas itu kelas yang pasif. Masyarakat belum secara merata menikmati kemudahan untuk mengakses bahan bacaan sehingga membaca belum menjadi suatu kebutuhan (Boeriswati. (9) penugasan siswa membantu pustakawan di perpustakaan sekolah. (6) penyelenggaraan lomba pembuatan kliping. (2) pemberian tugas membaca. Guru yang mengajar dengan metode ceramah saja atau yang lebih buruk lagi dengan menyalin saja (baik di papan tulis atau didiktekan).

Dari perspektif pemberdayaan masyarakat. Jika melihat lebih jauh. Dengan demikian yang diperlukan adalah relevansi isi bahan bacaan dengan kehidupan pembacanya. peranan Koran begitu penting adalnya. Atas dasar itu.2010). Kedua pilihan tersebut sangat berat. kontribusi media massa dalam menumbuhkan minat baca berkorelasi positif dengan bahan bacaan. peranan koran telah tercatat dalam sejarah berperan menumbuhkan minat baca masyarakat. ada juga yang mengkhususkan berdasarkan tingkat pembacanya yang semuanya berorientasi profit. lembaga pers sebenarnya harus memikirkan dari keuntungan produksi dapat disisihkan untuk memberikan subsidi koran bagi masyarakat dengan memberikan secara gratis entah untuk setiap RT yang harus ditempel di papan pengumuman. Bagi masyarakat yang kurang mampu bisa memanfaatkan perpustakaan. Seperti kita ketahui bahwa yang mendorong masyarakat berminat membaca apabila membaca tersebut memberikan manfaat baginya. dan koran yang juga dapat dikatakan sebagai bahan bacaan. Kemudahan mengakses bahan bacaan dapat diperoleh melalui toko buku bagi masyarakat yang mampu membeli bahan bacaan atau melalui perpustakaan bagi yang tidak mampu untuk memiliki buku. Dalam hal ini koran dapat . ada yang mengkhususkan berdasarkan isi. Saat ini koran telah terbit dengan spesifikasinya. Mungkin dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Pemda menerbitkan koran gratis tidak setebal koran nasional. Korelasinya antara lain melalui buku atau majalah. Oleh karena itu. Selanjutnya penyebutan media massa dibatasi hanya pada media cetak dan lebih khusus lagi koran. Namun kelangkaan perpustakaan atau taman bacaan menjadi dilemma besar dalam masyarakat pada umumnya.

pengistimewaan. Untuk menarik minat orang lain. seperti kemudahan. Dalam klub tersebut. Bentuk lomba membaca bukan sekedar membaca teknis. tetapi dapat dilakukan di mana saja.digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Untuk menumbuhkan minat membaca secara permanen dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Media massa dapat membentuk klub-klub baca pada setiap jenjang baik jenjang birokrasi di masyarakat atau berdasarkan keminatan objek bacaan. tetapi membaca dengan memberikan tanggapan apa yang dibacanya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. dunia usaha maupun seluruh komponen lain dalam seluruh lapisan masyarakat. dan hadiah. Di samping itu. Dengan demikian. Dengan demikian. Keuntungan kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan minat baca masyarakat tetapi juga membelajarkan masyarakat untuk bernalar. Kegiatan ini merupakan kegiatan dengan tujuan jangka pendek yang dapat dilakukan oleh pelaku media massa. Dengan adanya rangsangan ini orang akan merespon berdasarkan persepsinya apa yang dilakukan dengan membaca. aktivitas membentuk suatu minat pada kelompok informal sangat sulit mengontrolnya. Kegiatan yang membaca koran yang tanpa harus hadir di arena lomba. penumbuhan minat yang dapat terkontrol dan dapat secara nyata terlihat adalah penumbuhan minat pada kelompok formal melalui edukasi. anggota dapat menjadi motor yang dapat mempengaruhi orang lain berminat. birokrasi. sehingga yang dapat dilakukan adalah imbauan atau penyadaran bukan tindakan menumbuhkan minat. . maka perlu adanya rangsangan yang menarik. upaya untuk menjadikan Lampung Cerdas dapat dicapai melalui upaya peningkatan minat baca masyarakat baik masyarakat kampus dan sekolah.

Esther. Memacu Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar.PDF. Diakses pada tanggal 25 April. 2000.M.REFERENSI Anonim. 736 .or. Motivation and Literacy Achievement. Journal of Educational Psychology.com/-sastra-pembebasan--Pendidikan-Literasi-SolusiKebangkitan-Nasional. 1997. Cara Menumbuhkan Minat Baca. diakses pada Tanggal 28 April.wordpress. Kontribusi Media Massa Menumbuhkan Minat Baca. 2010 dari http://johnherf. Anonim. L. Kartika. Yulia. 2000.com/2007/10/08/kontribusi-media-massamenumbuhkan-minat-baca/. Endry. 2010 dari http://search-pdf-books.wordpress. Anna. 8 September. Yaumi. Budaya Membaca dan Menulis Belum Berkembang dengan Baik. Diakses pada tanggal 26 April 2010 dari http://www. diakses pada tanggal 20 April 2010 dari http://gurupkn. and Young. Minat Baca Mengkwatirkan. Anonim.com/bukutamu/bb. Sepuluh Tip untuk Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak. Media Indonesia. Boeriswati. Adwiyani.html. Pendidikan Literasi Solusi Kebangkinan Nasional.org/cara_menumbuhkan_minat_baca.id/file/gemari6932-33.sabda. 2010 dari http://www. Muhammad. 89 ( 4). Sandjaja. Dimuat dan Diakses pada tanggal Senin.. Tribun Timur.com/2007/11/02/10-tipsuntuk-menumbuhkan-minat-baca-pada-anak/. Diakses pada tanggal 25 April. 2007. 20 Mei. 27 Agustus Morrow. Konsultan Perpustakaan. J. Subagio. A Family Literacy Program Connecting School and home : Effects on Attitude. Republika. . Anonim.. Kiranawati. 19-05-2008 dari http://www.nabble. Republika 28 Januari.com/peran-perpustakan-dalammenumbuhkan-minat-baca-pdf/.gemari. Membaca Jadikan Kebiasaan Hidup.742. 2008.konsultanperpustakaan.php?file=1212551730. Soejanto. 2010 dari http://gubuk. 27 Agustus. Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Terhdap Minat Membaca Anak Ditinjau dari Pendekatan Stes Lingkungan. Diakses pada tanggal 27 April. Media Indonesia. 2006. Media Indonesia. 2010.-td17314052.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->