Menumbuhkan Minat Bakat Membaca

UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DALAM ERA DIGITALISASI Oleh Muhammad Yaumi muhammadyaumi@gmail.

com

A. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sering menjadi penghalang tumbuh dan berkembangnya minat baca anak. Media digital dan elektronik telah berhasil menarik perhatian kebanyakan anak Indonesia yang secara langsung dan tidak langsung memicu aktivitas keseharian mereka lebih terkonsentrasi pada pemanfaatan media tersebut. Bahkan media telah mengambialih peran orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Yaumi (2008) yang mengatakan bahwa anak yang hidup di perkotaan memiliki kebiasaan nonton televisi dan bermain video game, playstation, dan Internet yang rasionya 19 kali berbanding 1 kali berbicara dengan orang tua. Selain itu, transformasi budaya lisan (percakapan) ke budaya tulisan di kalangan masyarakat secara umum masih dalam tahap transisi, karena kecenderungan menerima informasi melalui percakapan atau disebut bahasa lisan kenyataannya lebih mendominasi dari minat dan kebiasaan membaca di kalangan siswa dan masyarakat. Sehingga kebiasaan membaca dan menulis masih belum berkembang dengan baik (Konsultan Perpustakaan, 2010). Selanjutnya, sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar (Kartika, 2010). Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat

Dengan demikian kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi masalah dan bahkan ada indikasi keburaman. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang negatif. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah. Dari 200 ribu sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Makalah ini. maka perlu melakukan upaya dalam menumbuhkan minat bakat membaca menuju Lampung . ternyata dipengaruhi oleh minat baca siswa yang rendah. Menurut International Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA) minat baca anak-anak Indonesia selevel dengan Selandia Baru dan Afrika Selatan. Dampak dari kualitas pendidikan yang rendah ini mempengaruhi Human Development Index (HDI). Untuk SMU. dari 177 negara HDI Indonesia berada pada urutan ke-107. sebanyak 70 ribu SLTP cuma 36% yang memenuhi standar. tertumpu pada kajian pengoptimalan perpustakaan sekolah melalui penglibatan peran serta masyarakat tersebut. Bertolak dari berbagai fenomena seperti telah disebutkan di atas. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca ini adalah terbatasnya jumlah perpustakaan sekolah. Untuk mengatasi masalah ini. perlu mengembangkan perpustakaan sekolah berbasis masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah selama ini belum dijadikan sebagai salah satu hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.membuka “jendela dunia”. Pengelolaan perpsutakaan sekolah masih pula tertumpu pada anggaran yang diberikan oleh pemerintah. cuma 54% yang memiliki perpustakaan standar. Keburaman yang dimaksud dapat dilihat dari hasil survei World Competitiveness Year Book dari 55 negara yang disurvei kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan yang ke 53.

Dilihat dari segi jumlah perpustakaan umum sebagai salah satu tempat mendapatkan bahan bacaan masyarakat sampai saat sekarang jumlahnya hanya 2. baru sekitar 31% yang mempunyai perpustakaan. maka satu perpustakaan umum harus sanggup melayani 85 ribu penduduk 14.cerdas menghadapi derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi dewasa ini. sehingga keadaan ini semakin meminggirkan tradisi baca di kalangan masyarakat Indonesia dan tidak heran pula saat ini di dalam masyarakat Indonesia sedang terjadi lompatan budaya dari budaya praliterer ke masa pacaliterer tanpa melalui masa literer. artinya melompat menjadi masyarakat yang senang menenton telivisi tanpa melalui budaya gemar membaca. Dari 64. Tulisan ini akan mencoba menyoroti peranan pemerintah. B. Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Daerah Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh minimnya fasilitas pendukung. seperti jumlah perpustakaan yang tidak sesuai dengan rasio jumlah penduduk. sekolah. ternyata yang mempunyai perpustakaan hanya 22%. Sementara kehadiran televisi dan audiovisual lainnya begitu cepat dan inovatif. Keminiman bahan bacaan juga menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat . Lompatan budaya ini berlaku dalam kalangan anak didik di Indonesia. dan masyarakat lebih khusus pada media massa sebagai penopang tumbuhnya minat bakat membaca anak. Jika dirasional dengan jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan jumlah unit perpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan. dalam hal ini pemerintah daerah.585 perpustakaan.000 desa di Indonesia. rumah tangga.

Indonesia menumbuhkan minat baca.000 instansi. 2006). Langkah-langkah yang dimaksud . 2000). cuma 54 % yang punya perpustakaan berkualitas standar. Dari 200 ribu unit sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Vietnam dengan 80 juta jiwa menerbitkan 15. 2007).3 miliar jiwa menerbitkan 140.000 judul pertahun. Paling tidak ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam upaya optimalisasi fungsi perpustakaan. cuma 36% yang memenuhi standar. Sedangkan dari sekitar 1.000 judul buku. diperkirakan baru 80% sampai 90% yang memiliki perpustakaan dengan kualitas standar (Republika. Rendahnya minat baca dikalangan siswa tidak dapat dipungkiri pula akibat dari perpustakaan sekolah yang tidak mencukupi dan memadai.000 judul pertahunnya. Selanjutnya negara yang berjumlah 224 juta jiwa ini hanya mampu menerbitkan buku sebagai gudang ilmu pertahunnya sebanyak 10. Jumlah ini tentu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Cina dengan penduduk 1. dari 4 ribu perguruan tinggi di Indonesia. fungsi perpustakaan perlu dioptimalkan sehingga minat baca dapat ditumbuhkembangkan. Demikian pula dengan SLTP. Sedangkan jumlah surat kabar pun juga mempunyai jumlah yang terbatas dengan rasio satu surat kabar dibaca oleh 45 orang. Oleh karena itu. Hal ini terlihat dari 110 ribu sekolah yang ada di Indonesia teridentifikasi hanya 18% yang mempunyai perpustakaan (Media Indonesia. Rasio ini masih di bawah Philippina 1: 30 dan Srilangka 1:38 (Media Indonesia.000 judul buku baru setiap tahun. Untuk SMU. dari 70 ribu unit SLTP. cuma 60 % yang memenuhi standar. Malaysia dengan 26 juta jiwa menerbitkan 10. Sedangkan Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional menyebutkan dari 3000 jumlah SD dan SLTP di Indonesia hanya baru 5 % yang memiliki perpustakaan (Media Indonesia. 2000). Kemudian untuk perguruan tinggi.

dan sekolah dalam membangun kerja sama secara kolaboratif demi terwujudnya kegiatan baca tulis. Koleksi ilmu pengetahuan tidak hanya dalam bentuk buku dan kertas. C. orang tua. suka membaca majalah dan buku-buku yang ada di rumah dan di perpustakaan sekolah. Rumah Tangga sebagai Fondasi Tumbuhnya Minat Baca Anak Penelitian Grolnick dkk ini berbeda dengan hasil penemuan Morrow dan Young (1997) yang menemukan bahwa kegiatan membaca bersama antara anak dan orang tuanya berpengaruh terhadap sikap dan minat membaca anak. pertama. Kondisi sosial ekonomi keluarga dalam penelitian Morrow dan Young juga tergolong rendah. Sealin itu. Koleksi buku tidak hanya menyangkut buku-buku teks semata. Ketiga.adalah. mereka suka membaca bersama orang dewasa yang lain. Melalui program membaca bersama antara orang tua dan anak. Fasilitas pepustakaan juga sudah berbasis teknologi. yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk fasilitas ruangan baca yang terkesan rilek dan tidak menegangkan. namun mereka merasa mendapat dukungan sosial melalui program membaca keluarga. pengembangan fasilitas perpustakaan. masyarakat. penyediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Sandjaja (2010) mengatakan bahwa . Kedua. yang dapat membuat kreativitas dan inovasi baru sehingga dapat melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah. anak-anak menjadi suka mengisi waktu luangnya dengan aktivitas membaca. pengembangan sarana koleksi buku. melainkan juga harus diisi dengan koleksi bukubuku lain yang dapat membangkitkan minat baca siswa. tetapi harus tersedia dalam berbagai sarana teknologi seperti CD dan database online yang sangat mudah diakses.

buku-buku dan perlengkapan membaca merupakan dukungan instrumental untuk mendidik anak. utamanya generasi muda agar menumbuhkan minat baca dan kecintaan mereka akan buku dan perpustakaan. Lebih jauh. Kegiatan rutin yang diterapkan di rumah juga ditularkan kepada masyarakat agar mereka juga mempunyai minat dan keinginan. Selain ke took buku anak-anak juga dianjurkan untuk membiasakan diri berkunjung ke perpustakaan. Di samping itu. mengunjungi taman bacaan berupa perpustakaan sekolah dan daerah. mengunjungi took-toko buku yang memiliki koleksi buku yang memadai. maka paling tidak orang tua melakukan berbagai aktivitas yang dapat membangkitkan minat baca anak dengan membuat perpustakaan mini dalam rumah tangga dan mengatur jadwal untuk melaksanakan kegiatan membaca secara bersamasama berdasarkan waktu yang disepakati. orang tua juga dapat mengajak nonton bareng dan diharapkan anak dapat menceritakan atau menuliskan . Subagio (2010) mengatakan bahwa untuk menarik dan menumbuhkan minat baca kepada anak-anak. selalu mengajak anak-anaknya sejak kecil ke toko buku dan membebaskan mereka mencari sendiri buku-buku yang mereka sukai. program pelatihan untuk orang tua agar terlibat secara efektif dalam program membaca keluarga merupakan dukungan informatif yang sangat berguna bagi orang tua untuk memberikan dukungan penghargaan dan emosi kepada anak saat mereka membaca bersama. Hal ini berarti jika orang tua dapat menyadari tentang tugas dan peranan dalam rumah tangga tentang pentingnya membaca dan menulis bagi pertumbuhan intelektual anak. dan mengakses perpustakaan online yang dapat memberikan kontribusi besar dalam kegiatan membaca.

Ketika sedang memasak. yaitu pertama. Orang tua seharusnya memberikan kesempatan kepada anak seluas-luasnya untuk menulis apa saja tentang keluaraga dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dan berikan kesempatan kepada mereka sendiri untuk membaca dan mendiskusikanya. dan bacaan yang bisa menarik minat baca anak. Membiasakan kegaiatan membaca dan menulis dapat membuat anak mampu melihat bagaimana mereka memiliki bahan bacaan sehingga dapat mengembangkan wawasan tentang berbagai permasalahan yang ada dan mampu membuat tulisan untuk menyelesaikan berbagai permasalah yang dihadapi. ciptakan suasan rumah penuh dengan bahan bacaan. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan kepada anak tentang isi buku . Keenam. Biarkan anak memilih gaya membacanya sesuai kesukaan anak. anak diminta membaca dengan suara keras. Kedua. seharusnya buku bacaan disesuaikan dengan usia anak. ibu seharusnya melibatkan anak paling tidak untuk membaca resep masakan bersama–sama. Kiranawati (2010) memberikan sepluh tip dalam membangun kebiasaan membaca dalam rumah tangga. membaca dan menulis dengan anak-anak menggunakan bahasa keluarga. merespon tentang cerita atau isi buku bersama sama. Kelima.hasil pengalaman menonton sehingga berkembang kebiasaan membaca dan menulis dalam lingkungan keluarga. Orang tua sedapat mungkin ciptakan suasana rumah penuh dengan bahan bacaan. Para ahli merekomendasikan anak untuk membaca dengan suara keras kurang lebih 30 menit sehari. Sejalan dengan upaya orang tua dalam mengembangkan bakat dan minat membaca seperti disebutkan di atas. mmasak dengan anak untuk melatih anak belajar membaca. Ketiga. model membaca dan menulis. Kesepuluh tip tersebut. Keempat.

menulis bersama anak. Dengan cara ini sedikit banya akan menumbuhkan sikap disiplin pada anak. serta apa yang dapat dibantu oleh orang tua untuk mendukung meningkatkan kemampuan anak merupakan upaya yang seharusnya menjadi bagian dari tanggungjawab orang tua terhadap perkembangan kebribadian anak. Menyediakan waktu untuk melengkapi peralatan tulis-menulis atau menggambar. memberikan bimbinglah anak untuk menuliskan agenda harian mereka dan membacanya.anak dengan buku–buku karangan pengarang terkenal yang menjadi favorit bagi anak pada umumnya. mengkomunikasikan secara teratur dengan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah. Kedelapan. Kesepuluh. Di samping itu. membuat slogan-slogan yang isinya mendorong anak untuk belajar. Ketujuh. cerita waktu liburan ataupun perjalan keluarga waktu keluar kota dapat member motivasi tersendiri untuk mempraktekan minat baca dan menulis bagi anakanak. mengunjungi perpustakaan. Kesembilan. Orang tua seharusnya mengatur jadwal untuk mengunjungi perpustakaan atau taman bacaan. Yulia (2010) juga berpendapat bahwa keluarga menjadi komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. kemudian dapat menanyakan kosa-kata apa saja yang belum dimengerti.yang telah dibacanya. Minat dan kemampuan anak . Kemudian berikan kesempatan kepada anak untuk memilih buku sesuai kesukaannya. Berceritakan bersama – sama mengenai sejarah keluarga sambil melihat foto–foto keluarga. Upaya untuk melakukan komunikasi dengan guru untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sekolah dan menanyakan perkembangan dan kekurangan anak. menceritakan suatu kisah bersama. rekaman kegiatan keluarga. Kenalkan anak.

(7) ciptakan perpustakaan keluarga. (14) buatlah buku sendiri seperti buku biografi anak. Salah satu minat dan kemampuan yang bisa ditumbuhkan dalam diri anak lewat keluarga ialah membaca. (2) dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya. Karena itu upaya pengembangan minat dan kebiasaan membaca juga diadakan di sekolah-sekolah. (15) jadilah teladan D. (11) jadikan buku sebagai hadiah (reward) untuk anak. buku tentang orang tua. (10) beri hadiah (reward) yang memperbesar semangat membaca. dan anak membuat sendiri bukunya. dan tidak dapat disangsikan pula bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk memupuk minat dan kebiasaan membaca bagi anakanak. Kartika (2010) mengambarkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca antara lain: (1) penyelenggaraan jam-jam cerita di . Kemudian dia gambarkan resep bagi orang tua dalam menumbuhkan minat baca dengan jalan (1) bacakan buku sejak anak lahir. (13) dramatisasi buku yang dibaca. (6) nonton film dan beli bukunya. (12) jadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan setiap hari. buku cerita yang digambar sendiri. Peranan Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Tidak dapat disangsikan lagi bahwa penanaman kebiasaan membaca harus dimulai pada usia dini. (9) hilangkan penghambat seperti TV atau Playstation. (8) tukar buku dengan teman. (5) sisihkan uang untuk membeli buku. Guru perlu memotivasi siswa untuk mencintai buku sejak awal. Salah satu dukungan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah peran guru. (4) beli buku yang menarik minat anak.dibentuk dari keluarga di mana dia dibesarkan. (3) ajak anak ke toko buku atau perpustakaan.

akan mematikan minat anak didik untuk ingin tahu atau mencari sesuatu jawaban. Guru mempunyai peranan penting untuk meningkatkan minat baca siswa-siswanya. tidak memberikan motivasi (dorongan) pada anak didik untuk gemar membaca. (4) pemotivasian penyelenggaraan majalah dinding. (6) penyelenggaraan lomba pembuatan kliping. Jika guru salah atau kurang tepat dalam menggunakan metode mengajar maka akan membuat siswa malas membaca. ternyata sarana pendukunglah yang menjadi penyebabnya. . (3) pemberian tugas pembuatan abstraksi. (2) pemberian tugas membaca. Kontribusi Media Massa dalam Menumbuhkan Minat Baca Rendahnya minat membaca masyarakat sebenarnya bukan berpangkal pada minat atau kemauannya. (7) pemotivasian penerbitan majalah atau buletin sekolah. (8) penyelenggaraan pameran buku yang dikaitkan dengan peringatan hari-hari besar nasional dan agama. akan menjadikan kelas itu kelas yang pasif.perpustakaan sekolah. Guru yang tidak memberikan kesempatan atau tidak menciptakan suasana diskusi di dalam kelas. (11) pemberian bimbingan teknis membaca. (10) penyelenggaraan program membaca. kelas yang siswa-siswanya selalu menunggu apa yang akan diberikan oleh gurunya. Dari semua kegiatan yang dilaksanakan di atas. Guru yang mengajar dengan metode ceramah saja atau yang lebih buruk lagi dengan menyalin saja (baik di papan tulis atau didiktekan). (5) penyelenggaraan lomba membaca. tidak akan ada artinya kalau tidak didukung oleh para guru. E. Masyarakat belum secara merata menikmati kemudahan untuk mengakses bahan bacaan sehingga membaca belum menjadi suatu kebutuhan (Boeriswati. (9) penugasan siswa membantu pustakawan di perpustakaan sekolah.

Korelasinya antara lain melalui buku atau majalah. Dalam hal ini koran dapat . ada juga yang mengkhususkan berdasarkan tingkat pembacanya yang semuanya berorientasi profit. Jika melihat lebih jauh. Saat ini koran telah terbit dengan spesifikasinya. Kedua pilihan tersebut sangat berat. Kemudahan mengakses bahan bacaan dapat diperoleh melalui toko buku bagi masyarakat yang mampu membeli bahan bacaan atau melalui perpustakaan bagi yang tidak mampu untuk memiliki buku. Namun kelangkaan perpustakaan atau taman bacaan menjadi dilemma besar dalam masyarakat pada umumnya. peranan koran telah tercatat dalam sejarah berperan menumbuhkan minat baca masyarakat. dan koran yang juga dapat dikatakan sebagai bahan bacaan. Bagi masyarakat yang kurang mampu bisa memanfaatkan perpustakaan. Dari perspektif pemberdayaan masyarakat. lembaga pers sebenarnya harus memikirkan dari keuntungan produksi dapat disisihkan untuk memberikan subsidi koran bagi masyarakat dengan memberikan secara gratis entah untuk setiap RT yang harus ditempel di papan pengumuman. Dengan demikian yang diperlukan adalah relevansi isi bahan bacaan dengan kehidupan pembacanya. Mungkin dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Pemda menerbitkan koran gratis tidak setebal koran nasional. kontribusi media massa dalam menumbuhkan minat baca berkorelasi positif dengan bahan bacaan. Oleh karena itu. ada yang mengkhususkan berdasarkan isi. Seperti kita ketahui bahwa yang mendorong masyarakat berminat membaca apabila membaca tersebut memberikan manfaat baginya.2010). Atas dasar itu. Selanjutnya penyebutan media massa dibatasi hanya pada media cetak dan lebih khusus lagi koran. peranan Koran begitu penting adalnya.

penumbuhan minat yang dapat terkontrol dan dapat secara nyata terlihat adalah penumbuhan minat pada kelompok formal melalui edukasi. upaya untuk menjadikan Lampung Cerdas dapat dicapai melalui upaya peningkatan minat baca masyarakat baik masyarakat kampus dan sekolah. seperti kemudahan. tetapi membaca dengan memberikan tanggapan apa yang dibacanya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. anggota dapat menjadi motor yang dapat mempengaruhi orang lain berminat. birokrasi. Dalam klub tersebut. Keuntungan kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan minat baca masyarakat tetapi juga membelajarkan masyarakat untuk bernalar. dunia usaha maupun seluruh komponen lain dalam seluruh lapisan masyarakat. Untuk menarik minat orang lain. Dengan adanya rangsangan ini orang akan merespon berdasarkan persepsinya apa yang dilakukan dengan membaca. Bentuk lomba membaca bukan sekedar membaca teknis. maka perlu adanya rangsangan yang menarik. Dengan demikian. Media massa dapat membentuk klub-klub baca pada setiap jenjang baik jenjang birokrasi di masyarakat atau berdasarkan keminatan objek bacaan. Dengan demikian. pengistimewaan. tetapi dapat dilakukan di mana saja. Di samping itu. dan hadiah. aktivitas membentuk suatu minat pada kelompok informal sangat sulit mengontrolnya. Kegiatan yang membaca koran yang tanpa harus hadir di arena lomba. Kegiatan ini merupakan kegiatan dengan tujuan jangka pendek yang dapat dilakukan oleh pelaku media massa. Untuk menumbuhkan minat membaca secara permanen dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. .digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. sehingga yang dapat dilakukan adalah imbauan atau penyadaran bukan tindakan menumbuhkan minat.

27 Agustus Morrow. Media Indonesia. Anonim. Diakses pada tanggal 27 April.konsultanperpustakaan. A Family Literacy Program Connecting School and home : Effects on Attitude. Tribun Timur. 2010 dari http://www. Kiranawati. Endry. Diakses pada tanggal 25 April.nabble. Motivation and Literacy Achievement. Subagio. Media Indonesia. Muhammad. Republika. 19-05-2008 dari http://www. Pendidikan Literasi Solusi Kebangkinan Nasional. Memacu Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar.M. Dimuat dan Diakses pada tanggal Senin. diakses pada Tanggal 28 April. 89 ( 4).. 2007. 2006. Cara Menumbuhkan Minat Baca. Republika 28 Januari. 2010 dari http://gubuk. Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Terhdap Minat Membaca Anak Ditinjau dari Pendekatan Stes Lingkungan. Sandjaja. J. Yaumi. Sepuluh Tip untuk Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak. Kontribusi Media Massa Menumbuhkan Minat Baca. 1997. 2010 dari http://johnherf.-td17314052.wordpress. Budaya Membaca dan Menulis Belum Berkembang dengan Baik.com/bukutamu/bb. Diakses pada tanggal 26 April 2010 dari http://www. Konsultan Perpustakaan. Yulia.com/2007/11/02/10-tipsuntuk-menumbuhkan-minat-baca-pada-anak/. Boeriswati.or. Minat Baca Mengkwatirkan. Media Indonesia.REFERENSI Anonim. 2000. 27 Agustus.id/file/gemari6932-33.742. Membaca Jadikan Kebiasaan Hidup. diakses pada tanggal 20 April 2010 dari http://gurupkn.gemari.wordpress. 2010.com/peran-perpustakan-dalammenumbuhkan-minat-baca-pdf/.com/2007/10/08/kontribusi-media-massamenumbuhkan-minat-baca/. L. .com/-sastra-pembebasan--Pendidikan-Literasi-SolusiKebangkitan-Nasional. 2000. 2010 dari http://search-pdf-books. Kartika. Anonim.PDF. 8 September.php?file=1212551730. Diakses pada tanggal 25 April. 2008.. 736 .html. Journal of Educational Psychology. Esther. Soejanto. and Young.org/cara_menumbuhkan_minat_baca.sabda. Anonim. Anna. 20 Mei. Adwiyani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful