UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK DALAM ERA DIGITALISASI Oleh Muhammad Yaumi muhammadyaumi@gmail.

com

A. Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sering menjadi penghalang tumbuh dan berkembangnya minat baca anak. Media digital dan elektronik telah berhasil menarik perhatian kebanyakan anak Indonesia yang secara langsung dan tidak langsung memicu aktivitas keseharian mereka lebih terkonsentrasi pada pemanfaatan media tersebut. Bahkan media telah mengambialih peran orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Yaumi (2008) yang mengatakan bahwa anak yang hidup di perkotaan memiliki kebiasaan nonton televisi dan bermain video game, playstation, dan Internet yang rasionya 19 kali berbanding 1 kali berbicara dengan orang tua. Selain itu, transformasi budaya lisan (percakapan) ke budaya tulisan di kalangan masyarakat secara umum masih dalam tahap transisi, karena kecenderungan menerima informasi melalui percakapan atau disebut bahasa lisan kenyataannya lebih mendominasi dari minat dan kebiasaan membaca di kalangan siswa dan masyarakat. Sehingga kebiasaan membaca dan menulis masih belum berkembang dengan baik (Konsultan Perpustakaan, 2010). Selanjutnya, sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar (Kartika, 2010). Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat

Dengan demikian kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi masalah dan bahkan ada indikasi keburaman. Pengelolaan perpsutakaan sekolah masih pula tertumpu pada anggaran yang diberikan oleh pemerintah. tertumpu pada kajian pengoptimalan perpustakaan sekolah melalui penglibatan peran serta masyarakat tersebut. Untuk mengatasi masalah ini. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah. Dampak dari kualitas pendidikan yang rendah ini mempengaruhi Human Development Index (HDI). ternyata dipengaruhi oleh minat baca siswa yang rendah. maka perlu melakukan upaya dalam menumbuhkan minat bakat membaca menuju Lampung . sebanyak 70 ribu SLTP cuma 36% yang memenuhi standar. dari 177 negara HDI Indonesia berada pada urutan ke-107. perlu mengembangkan perpustakaan sekolah berbasis masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca ini adalah terbatasnya jumlah perpustakaan sekolah. Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah selama ini belum dijadikan sebagai salah satu hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk SMU. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang negatif. Dari 200 ribu sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Keburaman yang dimaksud dapat dilihat dari hasil survei World Competitiveness Year Book dari 55 negara yang disurvei kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan yang ke 53. cuma 54% yang memiliki perpustakaan standar.membuka “jendela dunia”. Makalah ini. Bertolak dari berbagai fenomena seperti telah disebutkan di atas. Menurut International Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA) minat baca anak-anak Indonesia selevel dengan Selandia Baru dan Afrika Selatan.

sekolah. baru sekitar 31% yang mempunyai perpustakaan. rumah tangga. Dari 64. seperti jumlah perpustakaan yang tidak sesuai dengan rasio jumlah penduduk. Sementara kehadiran televisi dan audiovisual lainnya begitu cepat dan inovatif. Lompatan budaya ini berlaku dalam kalangan anak didik di Indonesia.cerdas menghadapi derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi dewasa ini. dalam hal ini pemerintah daerah. dan masyarakat lebih khusus pada media massa sebagai penopang tumbuhnya minat bakat membaca anak. Tulisan ini akan mencoba menyoroti peranan pemerintah.000 desa di Indonesia.585 perpustakaan. Sedangkan jumlah unit perpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan. Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Daerah Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh minimnya fasilitas pendukung. Dilihat dari segi jumlah perpustakaan umum sebagai salah satu tempat mendapatkan bahan bacaan masyarakat sampai saat sekarang jumlahnya hanya 2. maka satu perpustakaan umum harus sanggup melayani 85 ribu penduduk 14. Keminiman bahan bacaan juga menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat . B. artinya melompat menjadi masyarakat yang senang menenton telivisi tanpa melalui budaya gemar membaca. Jika dirasional dengan jumlah penduduk Indonesia. sehingga keadaan ini semakin meminggirkan tradisi baca di kalangan masyarakat Indonesia dan tidak heran pula saat ini di dalam masyarakat Indonesia sedang terjadi lompatan budaya dari budaya praliterer ke masa pacaliterer tanpa melalui masa literer. ternyata yang mempunyai perpustakaan hanya 22%.

Dari 200 ribu unit sekolah dasar di Indonesia cuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar. Selanjutnya negara yang berjumlah 224 juta jiwa ini hanya mampu menerbitkan buku sebagai gudang ilmu pertahunnya sebanyak 10.000 judul buku baru setiap tahun. Demikian pula dengan SLTP. fungsi perpustakaan perlu dioptimalkan sehingga minat baca dapat ditumbuhkembangkan.000 judul buku. Langkah-langkah yang dimaksud . cuma 54 % yang punya perpustakaan berkualitas standar.000 instansi. Vietnam dengan 80 juta jiwa menerbitkan 15. Oleh karena itu. diperkirakan baru 80% sampai 90% yang memiliki perpustakaan dengan kualitas standar (Republika. Untuk SMU. dari 70 ribu unit SLTP. Kemudian untuk perguruan tinggi. 2007). 2000). 2000). Jumlah ini tentu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Cina dengan penduduk 1. Sedangkan jumlah surat kabar pun juga mempunyai jumlah yang terbatas dengan rasio satu surat kabar dibaca oleh 45 orang. cuma 60 % yang memenuhi standar.3 miliar jiwa menerbitkan 140. Sedangkan dari sekitar 1. dari 4 ribu perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional menyebutkan dari 3000 jumlah SD dan SLTP di Indonesia hanya baru 5 % yang memiliki perpustakaan (Media Indonesia.Indonesia menumbuhkan minat baca. Rendahnya minat baca dikalangan siswa tidak dapat dipungkiri pula akibat dari perpustakaan sekolah yang tidak mencukupi dan memadai. Hal ini terlihat dari 110 ribu sekolah yang ada di Indonesia teridentifikasi hanya 18% yang mempunyai perpustakaan (Media Indonesia.000 judul pertahun. cuma 36% yang memenuhi standar.000 judul pertahunnya. Paling tidak ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam upaya optimalisasi fungsi perpustakaan. 2006). Rasio ini masih di bawah Philippina 1: 30 dan Srilangka 1:38 (Media Indonesia. Malaysia dengan 26 juta jiwa menerbitkan 10.

Sealin itu. mereka suka membaca bersama orang dewasa yang lain.adalah. tetapi harus tersedia dalam berbagai sarana teknologi seperti CD dan database online yang sangat mudah diakses. Kondisi sosial ekonomi keluarga dalam penelitian Morrow dan Young juga tergolong rendah. masyarakat. Sandjaja (2010) mengatakan bahwa . Rumah Tangga sebagai Fondasi Tumbuhnya Minat Baca Anak Penelitian Grolnick dkk ini berbeda dengan hasil penemuan Morrow dan Young (1997) yang menemukan bahwa kegiatan membaca bersama antara anak dan orang tuanya berpengaruh terhadap sikap dan minat membaca anak. Koleksi buku tidak hanya menyangkut buku-buku teks semata. Kedua. namun mereka merasa mendapat dukungan sosial melalui program membaca keluarga. yang dapat membuat kreativitas dan inovasi baru sehingga dapat melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah. suka membaca majalah dan buku-buku yang ada di rumah dan di perpustakaan sekolah. Melalui program membaca bersama antara orang tua dan anak. penyediaan sumber daya manusia yang mumpuni. melainkan juga harus diisi dengan koleksi bukubuku lain yang dapat membangkitkan minat baca siswa. dan sekolah dalam membangun kerja sama secara kolaboratif demi terwujudnya kegiatan baca tulis. Koleksi ilmu pengetahuan tidak hanya dalam bentuk buku dan kertas. pertama. C. Ketiga. anak-anak menjadi suka mengisi waktu luangnya dengan aktivitas membaca. yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk fasilitas ruangan baca yang terkesan rilek dan tidak menegangkan. Fasilitas pepustakaan juga sudah berbasis teknologi. pengembangan sarana koleksi buku. pengembangan fasilitas perpustakaan. orang tua.

selalu mengajak anak-anaknya sejak kecil ke toko buku dan membebaskan mereka mencari sendiri buku-buku yang mereka sukai. mengunjungi taman bacaan berupa perpustakaan sekolah dan daerah. utamanya generasi muda agar menumbuhkan minat baca dan kecintaan mereka akan buku dan perpustakaan.buku-buku dan perlengkapan membaca merupakan dukungan instrumental untuk mendidik anak. Subagio (2010) mengatakan bahwa untuk menarik dan menumbuhkan minat baca kepada anak-anak. Selain ke took buku anak-anak juga dianjurkan untuk membiasakan diri berkunjung ke perpustakaan. Lebih jauh. orang tua juga dapat mengajak nonton bareng dan diharapkan anak dapat menceritakan atau menuliskan . Hal ini berarti jika orang tua dapat menyadari tentang tugas dan peranan dalam rumah tangga tentang pentingnya membaca dan menulis bagi pertumbuhan intelektual anak. dan mengakses perpustakaan online yang dapat memberikan kontribusi besar dalam kegiatan membaca. Di samping itu. maka paling tidak orang tua melakukan berbagai aktivitas yang dapat membangkitkan minat baca anak dengan membuat perpustakaan mini dalam rumah tangga dan mengatur jadwal untuk melaksanakan kegiatan membaca secara bersamasama berdasarkan waktu yang disepakati. mengunjungi took-toko buku yang memiliki koleksi buku yang memadai. program pelatihan untuk orang tua agar terlibat secara efektif dalam program membaca keluarga merupakan dukungan informatif yang sangat berguna bagi orang tua untuk memberikan dukungan penghargaan dan emosi kepada anak saat mereka membaca bersama. Kegiatan rutin yang diterapkan di rumah juga ditularkan kepada masyarakat agar mereka juga mempunyai minat dan keinginan.

Keenam. Para ahli merekomendasikan anak untuk membaca dengan suara keras kurang lebih 30 menit sehari. Kiranawati (2010) memberikan sepluh tip dalam membangun kebiasaan membaca dalam rumah tangga. Sejalan dengan upaya orang tua dalam mengembangkan bakat dan minat membaca seperti disebutkan di atas. Kelima. Kedua. membaca dan menulis dengan anak-anak menggunakan bahasa keluarga. Orang tua seharusnya memberikan kesempatan kepada anak seluas-luasnya untuk menulis apa saja tentang keluaraga dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dan berikan kesempatan kepada mereka sendiri untuk membaca dan mendiskusikanya. Kesepuluh tip tersebut. Ketiga. yaitu pertama. Biarkan anak memilih gaya membacanya sesuai kesukaan anak. model membaca dan menulis. Membiasakan kegaiatan membaca dan menulis dapat membuat anak mampu melihat bagaimana mereka memiliki bahan bacaan sehingga dapat mengembangkan wawasan tentang berbagai permasalahan yang ada dan mampu membuat tulisan untuk menyelesaikan berbagai permasalah yang dihadapi. seharusnya buku bacaan disesuaikan dengan usia anak. mmasak dengan anak untuk melatih anak belajar membaca. Ketika sedang memasak. Keempat. anak diminta membaca dengan suara keras.hasil pengalaman menonton sehingga berkembang kebiasaan membaca dan menulis dalam lingkungan keluarga. ibu seharusnya melibatkan anak paling tidak untuk membaca resep masakan bersama–sama. Orang tua sedapat mungkin ciptakan suasana rumah penuh dengan bahan bacaan. dan bacaan yang bisa menarik minat baca anak. ciptakan suasan rumah penuh dengan bahan bacaan. merespon tentang cerita atau isi buku bersama sama. Orang tua dapat mengajukan pertanyaan kepada anak tentang isi buku .

Ketujuh. Berceritakan bersama – sama mengenai sejarah keluarga sambil melihat foto–foto keluarga. kemudian dapat menanyakan kosa-kata apa saja yang belum dimengerti. Upaya untuk melakukan komunikasi dengan guru untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sekolah dan menanyakan perkembangan dan kekurangan anak. cerita waktu liburan ataupun perjalan keluarga waktu keluar kota dapat member motivasi tersendiri untuk mempraktekan minat baca dan menulis bagi anakanak. membuat slogan-slogan yang isinya mendorong anak untuk belajar. Orang tua seharusnya mengatur jadwal untuk mengunjungi perpustakaan atau taman bacaan. Kemudian berikan kesempatan kepada anak untuk memilih buku sesuai kesukaannya. Dengan cara ini sedikit banya akan menumbuhkan sikap disiplin pada anak. memberikan bimbinglah anak untuk menuliskan agenda harian mereka dan membacanya. mengkomunikasikan secara teratur dengan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah. Kedelapan. rekaman kegiatan keluarga. Kenalkan anak.yang telah dibacanya. mengunjungi perpustakaan. Yulia (2010) juga berpendapat bahwa keluarga menjadi komunitas yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.anak dengan buku–buku karangan pengarang terkenal yang menjadi favorit bagi anak pada umumnya. menceritakan suatu kisah bersama. serta apa yang dapat dibantu oleh orang tua untuk mendukung meningkatkan kemampuan anak merupakan upaya yang seharusnya menjadi bagian dari tanggungjawab orang tua terhadap perkembangan kebribadian anak. menulis bersama anak. Di samping itu. Minat dan kemampuan anak . Menyediakan waktu untuk melengkapi peralatan tulis-menulis atau menggambar. Kesepuluh. Kesembilan.

Kartika (2010) mengambarkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca antara lain: (1) penyelenggaraan jam-jam cerita di . buku cerita yang digambar sendiri. (12) jadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan setiap hari. (7) ciptakan perpustakaan keluarga. (6) nonton film dan beli bukunya. (8) tukar buku dengan teman. (11) jadikan buku sebagai hadiah (reward) untuk anak. (9) hilangkan penghambat seperti TV atau Playstation. (3) ajak anak ke toko buku atau perpustakaan. Guru perlu memotivasi siswa untuk mencintai buku sejak awal. (14) buatlah buku sendiri seperti buku biografi anak. dan anak membuat sendiri bukunya. (10) beri hadiah (reward) yang memperbesar semangat membaca. (5) sisihkan uang untuk membeli buku. Karena itu upaya pengembangan minat dan kebiasaan membaca juga diadakan di sekolah-sekolah. Peranan Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Tidak dapat disangsikan lagi bahwa penanaman kebiasaan membaca harus dimulai pada usia dini. (15) jadilah teladan D. (2) dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya. Kemudian dia gambarkan resep bagi orang tua dalam menumbuhkan minat baca dengan jalan (1) bacakan buku sejak anak lahir. Salah satu minat dan kemampuan yang bisa ditumbuhkan dalam diri anak lewat keluarga ialah membaca.dibentuk dari keluarga di mana dia dibesarkan. buku tentang orang tua. (13) dramatisasi buku yang dibaca. dan tidak dapat disangsikan pula bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk memupuk minat dan kebiasaan membaca bagi anakanak. (4) beli buku yang menarik minat anak. Salah satu dukungan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah peran guru.

Dari semua kegiatan yang dilaksanakan di atas. Guru yang tidak memberikan kesempatan atau tidak menciptakan suasana diskusi di dalam kelas. Masyarakat belum secara merata menikmati kemudahan untuk mengakses bahan bacaan sehingga membaca belum menjadi suatu kebutuhan (Boeriswati. . (11) pemberian bimbingan teknis membaca. Guru yang mengajar dengan metode ceramah saja atau yang lebih buruk lagi dengan menyalin saja (baik di papan tulis atau didiktekan). Jika guru salah atau kurang tepat dalam menggunakan metode mengajar maka akan membuat siswa malas membaca. (9) penugasan siswa membantu pustakawan di perpustakaan sekolah. (4) pemotivasian penyelenggaraan majalah dinding. (10) penyelenggaraan program membaca. Kontribusi Media Massa dalam Menumbuhkan Minat Baca Rendahnya minat membaca masyarakat sebenarnya bukan berpangkal pada minat atau kemauannya. (5) penyelenggaraan lomba membaca. tidak memberikan motivasi (dorongan) pada anak didik untuk gemar membaca. (2) pemberian tugas membaca. ternyata sarana pendukunglah yang menjadi penyebabnya. E. (8) penyelenggaraan pameran buku yang dikaitkan dengan peringatan hari-hari besar nasional dan agama. (3) pemberian tugas pembuatan abstraksi. akan menjadikan kelas itu kelas yang pasif. tidak akan ada artinya kalau tidak didukung oleh para guru. akan mematikan minat anak didik untuk ingin tahu atau mencari sesuatu jawaban. kelas yang siswa-siswanya selalu menunggu apa yang akan diberikan oleh gurunya.perpustakaan sekolah. Guru mempunyai peranan penting untuk meningkatkan minat baca siswa-siswanya. (6) penyelenggaraan lomba pembuatan kliping. (7) pemotivasian penerbitan majalah atau buletin sekolah.

Bagi masyarakat yang kurang mampu bisa memanfaatkan perpustakaan. Seperti kita ketahui bahwa yang mendorong masyarakat berminat membaca apabila membaca tersebut memberikan manfaat baginya. Kedua pilihan tersebut sangat berat. Selanjutnya penyebutan media massa dibatasi hanya pada media cetak dan lebih khusus lagi koran. Dengan demikian yang diperlukan adalah relevansi isi bahan bacaan dengan kehidupan pembacanya. Korelasinya antara lain melalui buku atau majalah. lembaga pers sebenarnya harus memikirkan dari keuntungan produksi dapat disisihkan untuk memberikan subsidi koran bagi masyarakat dengan memberikan secara gratis entah untuk setiap RT yang harus ditempel di papan pengumuman. Namun kelangkaan perpustakaan atau taman bacaan menjadi dilemma besar dalam masyarakat pada umumnya. ada yang mengkhususkan berdasarkan isi. Oleh karena itu. Dalam hal ini koran dapat . Saat ini koran telah terbit dengan spesifikasinya. Kemudahan mengakses bahan bacaan dapat diperoleh melalui toko buku bagi masyarakat yang mampu membeli bahan bacaan atau melalui perpustakaan bagi yang tidak mampu untuk memiliki buku. Dari perspektif pemberdayaan masyarakat. dan koran yang juga dapat dikatakan sebagai bahan bacaan. Mungkin dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Pemda menerbitkan koran gratis tidak setebal koran nasional. Atas dasar itu. peranan koran telah tercatat dalam sejarah berperan menumbuhkan minat baca masyarakat. ada juga yang mengkhususkan berdasarkan tingkat pembacanya yang semuanya berorientasi profit. Jika melihat lebih jauh. kontribusi media massa dalam menumbuhkan minat baca berkorelasi positif dengan bahan bacaan.2010). peranan Koran begitu penting adalnya.

Di samping itu.digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Dengan demikian. pengistimewaan. tetapi dapat dilakukan di mana saja. Keuntungan kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan minat baca masyarakat tetapi juga membelajarkan masyarakat untuk bernalar. dan hadiah. upaya untuk menjadikan Lampung Cerdas dapat dicapai melalui upaya peningkatan minat baca masyarakat baik masyarakat kampus dan sekolah. Untuk menarik minat orang lain. sehingga yang dapat dilakukan adalah imbauan atau penyadaran bukan tindakan menumbuhkan minat. Dalam klub tersebut. dunia usaha maupun seluruh komponen lain dalam seluruh lapisan masyarakat. aktivitas membentuk suatu minat pada kelompok informal sangat sulit mengontrolnya. Untuk menumbuhkan minat membaca secara permanen dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Kegiatan ini merupakan kegiatan dengan tujuan jangka pendek yang dapat dilakukan oleh pelaku media massa. Bentuk lomba membaca bukan sekedar membaca teknis. . Dengan adanya rangsangan ini orang akan merespon berdasarkan persepsinya apa yang dilakukan dengan membaca. Dengan demikian. anggota dapat menjadi motor yang dapat mempengaruhi orang lain berminat. Kegiatan yang membaca koran yang tanpa harus hadir di arena lomba. penumbuhan minat yang dapat terkontrol dan dapat secara nyata terlihat adalah penumbuhan minat pada kelompok formal melalui edukasi. Media massa dapat membentuk klub-klub baca pada setiap jenjang baik jenjang birokrasi di masyarakat atau berdasarkan keminatan objek bacaan. birokrasi. maka perlu adanya rangsangan yang menarik. tetapi membaca dengan memberikan tanggapan apa yang dibacanya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. seperti kemudahan.

and Young. Kontribusi Media Massa Menumbuhkan Minat Baca.html. Muhammad.or. Minat Baca Mengkwatirkan.com/-sastra-pembebasan--Pendidikan-Literasi-SolusiKebangkitan-Nasional. Pendidikan Literasi Solusi Kebangkinan Nasional. Yulia. 2008. 2010 dari http://johnherf. Anonim. Diakses pada tanggal 27 April.M.REFERENSI Anonim.742.-td17314052. 8 September.com/2007/11/02/10-tipsuntuk-menumbuhkan-minat-baca-pada-anak/. Yaumi. Adwiyani.wordpress.. Media Indonesia. L.com/bukutamu/bb. 1997.. Media Indonesia. Sepuluh Tip untuk Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak. Memacu Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar. 2000. Republika. Endry. 2000. 2010 dari http://gubuk.id/file/gemari6932-33.wordpress. diakses pada Tanggal 28 April. Diakses pada tanggal 26 April 2010 dari http://www.com/2007/10/08/kontribusi-media-massamenumbuhkan-minat-baca/. A Family Literacy Program Connecting School and home : Effects on Attitude. 20 Mei. 89 ( 4). Diakses pada tanggal 25 April. Esther. 2010 dari http://www. Boeriswati. Subagio. 736 .org/cara_menumbuhkan_minat_baca.gemari. Anna. 27 Agustus Morrow.nabble. Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Terhdap Minat Membaca Anak Ditinjau dari Pendekatan Stes Lingkungan.sabda. 2010 dari http://search-pdf-books. .PDF.php?file=1212551730. Tribun Timur. Soejanto. Konsultan Perpustakaan. Budaya Membaca dan Menulis Belum Berkembang dengan Baik. Anonim. Membaca Jadikan Kebiasaan Hidup. 2007. Cara Menumbuhkan Minat Baca. 27 Agustus. Kiranawati. Journal of Educational Psychology. 2010. Diakses pada tanggal 25 April. diakses pada tanggal 20 April 2010 dari http://gurupkn. J. 19-05-2008 dari http://www. Anonim. Media Indonesia. Motivation and Literacy Achievement. Dimuat dan Diakses pada tanggal Senin.com/peran-perpustakan-dalammenumbuhkan-minat-baca-pdf/. 2006.konsultanperpustakaan. Sandjaja. Republika 28 Januari. Kartika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful