STUDI KELAYAKAN BISNIS

“Aspek Keuangan”

Di Susun Oleh : Kelompok Nama Anggota : Henny H.T ( C1C108454) Maria Yuliani ( C1C108437 ) Lina Paulina (C1C108441) Deviana Winda P (C1C108438) Anida Bunia (C1C108413)

Dosen Pengasuh : Abdul Hadi, SE, M.Si

Fakultas Ekonomi ( Program Ekstensi ) Universitas Lambung Mangkurat

pasar dan aspek-aspek lain yang dipertimbangkan untuk diambil sebuah keputusan. furnitur dan kendaraan. Biaya-biaya tersebut sudah harus dikeluarkan sebelum diambil keputusan untuk melaksanakan proyek yang dikelompokkan sebagai sunk cost atau investasi yang nilainya tetap dan telah dikeluarkan semuanya tidak mempunyai sisa. Manurung dan Manurung. Biaya tersebut dikeluarkan baik usaha tersebut jadi dijalankan atau batal. . maupun pemegang saham sehingga tidak terjadi konflik (Saragih. 2005). studi kelayakan. Kebutuhan Investasi a. pembangunan gedung. Penggunaan biaya tersebut untuk keperluan penelitian. penelitian tentang produk. Di samping itu. Sebaliknya. Biaya Advertensi / Promosi Biaya Advertensi / promosi adalah beban yang dikeluarkan untuk keperluan promosi. Dimana untuk membangun sebuah usaha perlu diawali dengan pembuatan gagasan.ASPEK KEUANGAN 1. Biaya Pra Operasi adalah biaya yang harus dikeluarkan atau yang digunakan untuk keperluan dalam membangun sebuah usaha. kegiatan advertensi oleh barang komplementer atau barang pelengkap akan mempunyai dampak positif terhadap jumlah barang yang diminta karena konsumen akan membeli barang tersebut dan membutuhkan barang komplementer itu sebagai pelengkapnya sehingga bila advertensi barang pengganti tersebut berhasil di harapakan jumlah barang yang akan dijual akan lebih banyak dari sebelumnya. perencanaan. komposisi struktur modal harus pula dipertimbangkan hubungan antara perusahaan. 2. Biaya Pembangunan Fisik biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana seluruh kebutuhan proyek yang meliputi pembelian tanah. alat kantor. Kegiatan promosi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi selera pada pola prefensi konsumen. perancangan (design). b. Kegiatan advertensi oleh barang pengganti akan mempunyai dampak negatif terhadap jumlah penjualan barang karena konsumen diharapkan berpindah konsumsi dari barang tersebut ke konsumsi barang pengganti. Biaya Pra Operasi Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusanv pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan dana sendiri yang ditambahkan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh secara sehat. pembelian mesin-mesin. kreditur. Sun cost tidak dimasukkan dalam perhitungan NPV karena biaya tersebut diluar perhitungan studi kelayakan usaha. biaya konsultan dan biaya pemasaran sebelum produk siap diluncurkan ke pasar.

dan sebagian lagi untuk ditahan. akan terdapat suatu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Biaya Trial Run Trial Run adalah uji coba kelancaran operasi seluruh unit produksi hingga terwujudnya sebuah produk yang akan dipasarkan. yang menggunakan pendanaan ekuitas. apabila sebuah perusahaan tidak membayarkan dividen selama periode tertentu. hanya para pemegang saham biasa yang memiliki suara di dalam mengambil keputusankeputusan perusahaan. Artinya pendanaan tersebut akan digunakan selama perusahaan tersebut berdiri. Biaya trial run bisa dimasukkan sebagai harta tak berwujud akan disusutkan dalam waktu tertentu. 2005:139) modal kerja adalah investasi perusahaan di dalam aktiva jangka pendek seperti kas.c. Di dalam pendanaan ekuitas. misal untuk tujuan memperluas ekspansi perusahaan. atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari (Sawir. piutang dagang. yaitu : 1) Laba Ditahan Perusahaan akan memilih menahan laba daripada mendistribusikannya langsung kepada pemilik untuk memperoleh pendanaan ekuitas. Apabila produk sudah dapat dijual maka pendapatannya masuk pada perhitungan biaya trial run. dan persediaan. Sumber Dana : a. . Di dalam RUPS tersebut. Sementara pemegang saham preferen akan memiliki prioritas utama di dalam penerimaan dividen. 2005:129). Perusahaan besar biasanya akan menahan sebagian labanya untuk dividen. Saham akan diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan pendanaan ekuitas. Menurut Weston dan Brigham (dalam Sawir. sekuritas. 3. terdapat 2 hal yang penting. d. Modal Kerja Modal kerja merupakan keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. (surat-surat berharga). 2) Penerbitan Saham Saham adalah sebuah tanda bukti keikutsertaan seseorang atau suatu pihak akan kepemilikan suatu perusahaan atau suatu bisnis. Produk yang dihasilkan bukan untuk dijual secara profit akan tetapi untuk keperluan evaluasi mutu. Pembelanjaan modal sendiri disebut juga sebagai pembelanjaan atau pendanaan ekuitas. Pembelanjaan yang akhir-akhir ini umumnya dipakai oleh banyak aktivitas bisnis adalah pembelanjaan modal sendiri. yang digunakan untuk waktu yang tidak terbatas. Modal Sendiri (Equity) Sumber dana modal sendiri biasanya berwujud modal saham dan laba ditahan. Di dalam perusahaan perseroan terbatas. Sementara perusahaan kecil akan menahan sebahagian besar labanya untuk tujuan tertentu. perbaikan design dan promosi awal.

. akan ditentukan berdasarkan suatu kebijakan perusahaan di dalam RUPS. gedung perkantoran dan peralatannya. Artinya: hutang/kredit dapat dipenuhi. lisensi. pengalokasian dana tersebut dapat dilakukan ke dalam dua bentuk. yang besarnya antara 0–100% dihitung dari pendapatan yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earnings available to common stock holder’s). Hal ini dikarenakan adanya prinsip the risk–return trade off. maupun hutang jangka pendek. dan untuk modal kerja (working capital). yaitu: kecenderungan investor untuk memberikan investasi kepada proyek dengan risiko yang tinggi. copyright.. goodwill. dengan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) akan tinggi pula (Keown dkk. seperti tanah. modal asing. yaitu untuk aktiva tetap (fixed assets). biaya-biaya pra-operasional. Estimasi dari modal kerja tergantung kepada rencana produksi dan penjualan dari bisnis tersebut. Semakin besar rencana produksi dan penjualan yang akan dilaksanakan oleh suatu bisnis.Dividen adalah balas jasa yang diterima oleh pemegang saham (stock holder’s) berupa bunga dividen atas investasi yang dilakukan oleh mereka. serta aktiva tetap lainnya. ataupun gabungan keduanya. Saham preferen juga memiliki hak klaim yang utama terhadap aktiva perusahaan bila perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. di luar dari penggunaan dana untuk aktiva tetap yang tersebut di atas. b. dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets). a. Aktiva tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang tidak berwujud secara fisik yang memiliki umur lebih dari satu tahun seperti hak paten. Pinjaman (debt) sebagai sumber pendanaan akan memiliki risiko (risk) berupa pembayaran bunga (interest) dan pengembaliannya (repayment). biaya pendahuluan. Pembelanjaan Investasi Aktiva Tetap dan Modal Kerja Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible assets). Rencana Pembelanjaan dan Penarikan Dana Investasi Aktiva Tetap dan Modal Kerja Studi keuangan akan lebih memberikan pendalaman ke arah bagaimana dana akan dialokasikan. Pinjaman (Debt) Sumber dana ini biasanya berwujud hutang. Dividen yang diterima oleh para investor. apabila tingkat suku bunga terhadap pinjaman tersebut sesuai dengan keinginan kreditor atau investor. 4. Masalah yang sebenarnya pada akhirnya akan dibahas di dalam studi aspek keuangan itu sendiri – perihal modal – adalah bagaimana bisnis tersebut akan didanai baik dengan modal sendiri. dan lain sebagainya. Sedangkan Modal kerja di sini akan diartikan sebagai keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan untuk kegiatan operasional bisnis. dapat ditentukan berdasarkan per lembar saham atau persentase. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang berwujud yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. baik hutang jangka panjang. Secara umum. gedung pabrik dan mesin-mesin. Produk kebijakan tersebut disebut juga devidend payout ratio. 2001). maka akan semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Besarnya dividen yang dibayar.

ditukarkan ataupun karena rusak. Biaya operasi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional kantor dan pemasaran produk. 7. Proyeksi Rugi-Laba Proyeksi rugi-laba adalah gambaran keuntungan operesasi usaha beberapa tahun kedepan. Bunga dihitung bulanan dengan menggunakan tingkat bunga bulanan untuk saldo pinjaman bulan sebelumnya itu. biaya produksi dan biaya operasi.Penarikan aktiva berwujud dengan penjualan 2. . suatu aktivitas bisnis akan sangat bergantung kepada biaya modal perusahaan yang didanai oleh modal asing atau modal sendiri atau gabungan keduanya b. Sedangkan harga pokok penjualan per unit adalah total harga pokok penjualan dibagi dengan volume penjualan. Untuk membuat proyeksi rugi-laba harus dihitung terlebih dahulu proyeksi nilai penjualan. Pada waktu aktiva tetap diberhentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tetap tersebut dihapuskan. Proyeksi arus kas Proyeksi arus kas (cash flow) atau disebut juga anggaran kas (cash budget) adalah statement atau laporan yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran yang benar-benar kas (cash outlays). Penarikan Dana Investasi dan Modal Kerja Penarikan aktiva tetap adalah aktiva yang dapat dihentikan pemakainnya dengan cara dijual. Cara penarikan aktiva tetap : 1. Biaya-biaya produksi dan operasi dapat pula dikelompokkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap. Proyeksi Harga Pokok Penjualan Proyeksi harga pokok penjualan harus didukung oleh volume proyeksi dan volume penjualan. 6. sehingga akan optimal penggunaannya. Perhitungan biaya modal penting dilakukan untuk menentukan tingkat keuntungan (cut off rate) yang diharapkan dari suatu aktivitas bisnis. Proyeksi arus kas ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan usaha untuk memenuhi kewajiban keuangannya ke pihak lain dan tetap mendapatkan keuntungan.Penarikan aktiva tetap berwujud melalui penghapusan c. Artinya: bagaimana struktur modal tersebut disusun agar dapat meminimumkan biaya modal (cost of capital). Biaya produksi per unit adalah total biaya produksi dibagi dengan volume produksi.Penarikan aktiva tetap berwujud melalui penukaran 3. Artinya.akan dapat mencapai keuntungan yang ekonomis. 5. Bunga Periode Konstruksi (Interest During Construction = IDC) Bunga Periode Konstruksi adalah kumulatif bunga yang dibebankan untuk pembiayaan selama masa konstruksi.

pinjaman jangka panjang dan pinjaman jangka pendek). pajak pengeluaran investasi dan untuk pembayaran biaya-biaya produksi dan operasional lainnya kecuali biaya penyusutan karena penyusutan bukanlah pengeluaran kas yang riil. pembayaran utang. Semakin besar yang diberikan oleh supplier. Sedangkan pengeluaran kas disebabkan oleh pembelian bahan-bahan secara tunai. penjualan aset tetap. investasi dan kegiatan lainnya. Pada prinsipnya anggaran kas menyajikan sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas untuk operasi. Penerimaan kas dapat berasal dari penerimaan penjualan. current ratio. Besarnya pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang dibutuhkan dapat ditentukan dengan melakukan simulasi atau membuat berbagai alternatif pembelanjaan (modal sendiri.dll. dividen. dan sebaliknya. dan sebaliknya.Semakin besar kredit atas penjualan maka semakin kecil nilai penjualan yang diterima dalam bentuk kas dan semakin besar dana yang tertanam dalam piutang. bonus. Besarnya total pinjaman dapat dihitung sbb: Total pinjaman = kas sebelum pembelanjaan – kas minimal – modal sendiri Pinjaman dapat terdiri dari pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. biaya bunga. maka semakin kecil pengeluaran dalam bentuk kas dan semakin besar pula utang kita kepada supplier. Modal sendiri biasanya dapat ditentukan terlebih dahulu kemudian pinjaman jangka pendek dan jangka panjang ditetapkan dengan memperhatikan pengaruh terhadap cash flow secara keseluruhan atau ukuran-ukuran lain seperti profit margin.dll. . pendapatan bunga. Bila penerimaan kas pada suatu akhir periode tidak sanggup menutupi kebutuhan kas untuk pengeluaran dan kas minimal pada periode tersebut maka perusahaan harus menutupinya dengan pinjaman atau tambahan modal sendiri.

Contoh: Proyeksi Anggaran Kas (Cash Budget) Uraian 1 PENERIMAAN : Penjualan Penjualan aset tetap Pendapatan bunga Pendapatan lain-lain Total Penerimaan (A) PENGELUARAN : Pembelian bahan baku Pembelian bahan pembantu Pembelian spare sparts Pembelian bahan bakar Pembelian suppplies Biaya upah langsung Biaya Overhead pabrik Biaya Operasi Pembayaran cicilan utang Pembayaran bunga Pembayaran dividen Pembayaran bonus Pembayaran pajak Total Pengeluaran (B) : Selisih penerimaan dan pengeluaran sebelum investasi (C=A-B) PENGELUARAN INVESTASI : Tanah Gedung Mesin-mesin Peralatan Kendaraan Lain-lain Total Investasi (D) Kas setelah investasi (E = C – D) Kas Awal (F) Kas sebelum pembelanjaan (G = E + F) SUMBER PEMBELANJAAN : Pinjaman jangka pendek Pinjaman jangka panjang Modal sendiri Jumlah Sumber (H) Kas Akhir ( I = G – H) 2 Tahun 3 4 5 .

Bila kas membuat proyeksi keuangan tahunan. Sedangkan utang jangka panjang dibayar atau dicicil sesuai dengan jangka waktu pelunasannnyaa.8.semua elemen-elemen yang mempengaruhi laba bersih perusahaan. Proyeksi Neraca Neraca merupakan salah satu elemen penting laporan keuangan yang mencerminkan jumlah aset. maka proyeksi neraca pun merupakan salah satu kegiatan penting dalam proyeksi laporan keuangan. misalnya kita mungkin dapat mengaitkan pertumbuhan piutang usaha dengan pertumbuhan penjualan. proyeksi biaya operasi. kewajiban dan ekuitas perusahaan pada saat atau tanggal tertentu. Kebutuhan pinjaman adalah untuk menutupi kekurangan kas sebelum pembelanjaan dan kas minimum yang diinginkan tersebut. Bila kita membuat proyeksi keuangan bulanan. maka cicilan utang jangka pendek dan jangka panjang harus dibuatkan jadwal pelunasannya setiap bulan. maka utang jangka pendek tahun lalu yang harus dilunasi pada tahun berikutnya. Untuk dapat membuat proyeksi neraca maka kita harus bisa meproyeksikan setiap komponen-komponen dalam neraca yang terdiri dari : 1 Tahun 2 3 4 5 . Dalam membuat proyeksi dapat dilakukan melalui penciptaan asumsi sebabakibat yang tepat. kita dapat membuat proyeksi pendapatan perusahaan. neraca adalah potret perusaaan pada titik waktu tertentu. Contoh: Proyeksi Pembayaran Cicilan Utang dan Bunga Uraian Awal Utang jangka panjang Cicilan utang jangka panjang Bunga utang jangka panjang Utang jangka pendek Cicilan utang jangka pendek Bunga utang jangka pendek Total cicilan utang Total biaya bunga 9. Proyeksi pelunasan utang dan cicilan Pengeluaran untuk pembayaran cicilan utang dan bunganya dibuat tersendiri. Berdasarkan riset dari departemen pemasaran. dan proyeksi beban bunga serta pajak . Besarnya cicilan utang dan biaya bunga yang harus dibayarkan tergantung pada besarnya utang periode yang lalu dan tingginya bunga serta besarnya utang baru serta bunganya yang timbul pada periode proyeksi. Biasanya jadwal pelunasan pinjaman bank telah dibuatkan oleh bank dan disetujui oleh debitur pada saat persetujuan kredit dikeluarkan. Karena neraca merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan. Dengan kata lain. maka piutang juga bertambah 20% kecuali ada fakta-fakta lain yang kuat bertentangan dengan asumsi ini. jika penjualan diharapkan meningkat 20% dalam 6 bulan ke depan. analis perusahaan dan arahan dari pihak manajemen. Utang baru terjadi bila kas sebelum pembelanjaan lebih kecil daripada saldo kas minimun yang diiinginkan.

Rumus : Perputaran persediaan = HPP setahun Saldo persediaan rata-rata tiap bulan. atau menggunakan data anggaran dari pihak manajemen/analis) dikurangi Amortisasi (merupakan fungsi dari saldo awal aset dibagi sisa masa manfaat) sama dengan Aset tak berwujud akhir periode (saldo akhir). Jika terdapat alasan bahwa aset ini tidak punya hubungan sebab akibat dengan aktivitas operasi. 3) Biaya dibayar dimuka (prepaid expenses) Tumbuh seiring dengan beban umum dan administrasi (Mungkin juga sebagian berkaitan dengan HPP jika ada komponen biaya dimuka yang dibebankan ke HPP). aset pensiun. kecil kemungkinannya aset ini berhubungan dengan kegiatan operasi. model tersebut hendaknya juga memperhitungkan dampak proyeksi hari penjualan terutang (day sales outstanding). dan sebagainya) . Penjualan kredit 2) Persediaan (inventories) Tumbuh seiring dengan saldo harga pokok penjualan (HPP).a. yakni saldo aset bertumbuh seiring dengan pertumbuhan penjualan. yang hubungan sebab akibatnya dinyatakan : hari penj. 7) Aset tak lancar lain-lain Pendekatan garis lurus (Tidak seperti aset lancar. 5) Aset tetap Aset tetap akhir periode pelaporan didapat dengan menjumlahkan: Aset tetap awal periode (saldo awal) ditambah dengan proyeksi pengeluaran modal (tumbuh secara historis sesuai dengan angka penjualan. terutang = saldo piutang x jumlah hari dalam periode tersebut. maka buatlah proyeksi garis lurus. 4) Aset lancar lain-lain Tumbuh seiring dengan penjualan (diasumsikan aset ini berkaitan erat dengan aktivitas operasi sehingga akan bertumbuh seiring bertumbuhnya bisnis perusahaan). atau menggunakan data anggaran dari pihak manajemen/analis) dikurangi dengan depresiasi (merupakan fungsi dari saldo awal aset dibagi sisa masa manfaat) dan penjualan/pelepasan aset (menggunakan rasio pembandingan aset dengan penjualan aset historis) sama dengan Aset tetap akhir periode (saldo akhir) 6) Aset tak berwujud Aset tak berwujud akhir periode pelaporan didapat dengan menjumlahkan Saldo awal aset tak berwujud ditambah Pembelian/akuisisi (tumbuh secara historis sesuai dengan angka penjualan. Isinya bisa bermacam-macam antara lain bisa terdiri dari investasi. dengan memperhitungkan dampak rasio perputaran persediaan (inventory turnover). Pendekatan paling sederhana adalah menggunakan pendekatan garis lurus. Komponen aset 1) Piutang usaha (accounts receivable) Tumbuh seiring dengan saldo penjualan kredit. Dengan menggunakan fungsi IF statement.

5) Utang jangka panjang Menggunakan informasi anggaran atau arahan kebijakan pendanaan dari manajemen. 3) Utang pajak (taxes payable) Tumbuh seiring pertumbuhan beban pajak. 4) Kewajiban lain-lain jangka pendek Tumbuh seiring pendapatan. 10. Break even sales / break event point Break even point adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara beberapa variablel didalam kegiatan perusahaan. jika terdapat alasan bahwa saldo hutang ini tidak berkaitan dengan pertumbuhan operasi. b. biaya semi variabel adalah biaya yang didalamnya terkandung biaya tetap dan variabel sekaligus. jika diestimasi selama masa proyeksi tidak ada penambahan hutang baru yang signifikan. Break even point terjadi ketika penerimaan sama besarnya dengan biaya yang dikeluarkan. • Biaya operasi merupakan pengeluaran yang terjadi dari kegiatan perusahaan. BEP terjadi ketika : TR (Total Revenue) = TC (Total Cost) PxQ = a + bX X = a P-b . Komponen kewajiban dan ekuitas 1) Utang usaha (accounts payable) Tumbuh seiring pertumbuhan HPP. 6) Ekuitas Saldo ekuitas merupakan nilai residu (selisih) dari proyeksi saldo aset dikurangi saldo kewajiban.b. maka buatlah proyeksi garis lurus. seperti: • tingkat produksi (berapa banyak produk yang dihasilkan dalam kegiatan perusahaan) • pendapatan perusahaan merupakan pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan. biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap tidak tergantung pada besarnya tingkat produksi. biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan tingkat produksi. Pertimbangkan juga proyeksi periode pembayaran (lihat contoh piutang) 2) Biaya yang masih harus dibayar (accrued expenses) Tumbuh menurut persentase tertentu dari biaya umum dan administrasi (atau dari biaya penjualan/pemasaran jika biaya tersebut mengandung juga unsur akrual). yang terdiri dari: a. saldo yang lama bisa diamortisasi selama masa sisa tenor hutang yang masih ada. c.

000 = 16.790 Rp 3. Biaya modal terdiri dari: a. 96. Jangka waktu obligasi 5 tahun dengan tingkat bunga 16% pertahun. Biaya modal (Cost of Capital) Dimaksudkan untuk menentukan berapa besar biaya riil dari masing-masing sumber dana yang dipakai dalam berinvestasi yakni dengan menentukan biaya modal ratarata dari keseluruhan dana yang akan dipakai sehingga dapat ditentukan tingkat keuntungan yang layak.Dimana : TR = TC = P = Q = a = b = X = Total penerimaan Total Biaya harga jual per unit tingkat produksi biaya tetap biaya variable jumlah yang diproduksi untuk mencapai break even point 11. dan jika menggunakan kd = 17% maka nilai sisi sebelah kanan menjadi Rp.26% = 17.Rp. Contoh: Perusahaan mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp. 93.000 + 16. Biaya modal pinjaman ini berupa biaya utang jangka pendek dan biaya utang jangka panjang. 93. Jika obligasi dijual seharga Rp.740 Rp.26% .26% 3. Jika kita menggunakan kd = 18% maka setelah dihitung sisi sebelah kanan bernilai Rp.000 terletak diantara 17% dan 18% sehingga digunakan interpolasi: kd 18% 17% Selisih 1% nilai Rp.790. 96.790 .000 adalah Kd = 17% + 0. Biaya utang jangka pendek maupun jangka panjang dapat dihitung dengan menggunakan konsep present value. 96. 96. jadi kd yang membuat sisi kanan Bernilai = Rp. 96.000 +…+ 16.000 maka biaya utang yang ditanggung perusahaan adalah: 96. 96.000 (1+kd) ( 1+kd)2 (1+kd)5 (1+Kd)5 Persamaan ini dapat diselesaikan dengan cara coba-coba dan interpolasi.000 = Rp 790 790 x 1% = 0. 100.050 Rp. 96.000.000 + 100.050 Jadi kd yang membuat persamaan = Rp. Biaya Utang (cost of debt) Merupakan biaya yang kita tanggung karena menggunakan sumber dana yang berasal dari pinjaman.740.

000 = 20% x 200. Harga jual saham saat ini adalah Rp.000 kp = 40.000 biaya saham preferennya adalah: P0 = A x B kp 175.000 = 0.Biaya utang kd ini belum dipotong pajak.000 kp 175. 200.000 Kp = 40. Untuk menghitung biaya modal saham biasa dapat digunakan cara sbb: ke = D P0 dimana: ke = biaya modal saham biasa D = dividen per lembar saham yang konstan setiap kurun waktu tertentu. 175. Untuk menghitung biaya modal saham preferen dapat digunakan cara sbb: P0 = A x B atau kp = A x B kp P0 dimana: P0 = harga jual saham saat ini A = nilai dividen (dalam persen) B = nilai nominal saham kp = biaya saham preferen contoh: suatu saham preferen dengan nominal Rp.000 2) Biaya saham biasa Merupakan suatu tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi yang dibelanjai oleh saham biasa. Biaya modal sendiri Kelompok biaya modal sendiri dibagi atas : Biaya saham preferen Saham preferen memberikan penghasilan berupa dividen yang tetap kepada pemiliknya yang diambilkan dari laba bersih setelah pajak.2286 = 22.000 memberikan dividen sebesar 20%.86% 175. misalnya setiap tahun P0 = harga saham saat ini Jika perusahaan menahan sebagian laba dan diasumsikan proporsi laba yang ditahan adalah konstan maka besarnya ke adalah : 1) . Jika dipotong pajak maka : k*d = Kd (1-t) b.

285 + 4.700.18. Untuk menghitung NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan Rumus : n CFt NPV = ∑ .547.000 + 5.000 + 5. maka usulan proyek ditolak .700.700. 2.700.700.405 1.000 + 5. 18.000.000 + 5.700.000 (1+12%)1 (1+12%)2 (1+12%)3 (1+12%)4 (1+12%)5 NPV = 5.005 + 4.000 NPV = 5.700.000 Rp.000 + 5.ke = D1 P0 + g dimana: ke = biaya modal saham biasa D1 = dividen pada tahun ke satu P0 = harga saham saat ini G = pertumbuhan dividen per tahun 3) Biaya laba ditahan Biaya laba yang ditahan pada prinsipnya sama dengan biaya saham biasa.700.000 5 tahun _ I0 – 18. Perhitungan NPV dan IRR a.544.2544 1.234. bedanya untuk saham biasa memiliki fluctuation cost yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan proses saham sedangkan untuk biaya laba ditahan perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra apa pun.622.000 + 5.056.960) – 18.700. maka usulan proyek diterima Jika NVP < 0.000.000 1.700.939 + 3.498 + 3. metode Net Present Value /NPV (Nilai Bersih Sekarang) NPV merupakan selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.000 + 5.000 NPV = 20.000.700. 12.I0 t=1 (1 + K)t dimana: CFt = aliran kas per tahun pada periode t I0 = investasi awal pada tahun 0 K = suku bunga (discount rate) Contoh: Diasumsikan suku bunga Arus kas bersih Nilai investasi awal Umur proyek Maka : = = = = 12% Rp.762 NPV = (5.089.000 + 5. 5.000 = Rp.547737 .737 • • Kriteria penilaian: Jika NVP > 0.5735 1.12 1.000.

700.000 + 5. demikan seterusnya sampai biaya investasi sama besar dan sebaliknya.000 Kas masuk bersih = Rp. yakni dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas suatu investasi dengan menggunakan suku bunga yang wajar.000 + 5. dengan mengeluarkan investasi awal.000 = 5. Metode IRR (Internal Rate of Return) metode ini digunakan untk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dimasa datang.000 + 5.700.C 1 dimana: P1 = tingkat bunga ke 1 P2 = tingkat bunga ke 2 C1 = NPV ke 1 C2 = NPV ke 2 .000.000. Rumus: n CFt (1 +IRR)t I0 = ∑ t=1 dimana: t = tahun ke n = jumlah tahun CF = arus kas bersih I0 = nilai investasi awal IRR = tingkat bunga yang di cari harganya Nilai IRR dapst dicari dengan coba-coba (trial and error). atau penerimaan kas. 5.000 (1+r)1 (1+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+r)5 Dengan melakukan coba-coba didapatkan nilai IRR sebesar 17.57% Rumus IRR untuk Interpolasi adalah: IRR = P 1 .700. nilai perusahaan tetap walaupun proyek diterima atau ditolak b. Jika biaya investasi lebih kecil maka dicoba lagi dengan suku bunga yang lebih tinggi.700.000 Umur proyek = 5 tahun Dengan menggunakan rumus. perhitungan menjadi seperti berikut: 18. misal 10% .C1 x . 18.700.• Jika NVP = 0.P 2 . lalu suk bunga tersebut dibandingkan dengan biaya investasi.000 + 5. Contoh: Biaya investasi awal = Rp.700.P 1 C2 .

Memperbaiki cara pelaksanaan proyek/bisnis yang sedang dilaksanakan 2. Penambahan batasan atau kendala baru. Perubahan konstan sisi kanan 3. Perubahan batasan atau kendala 4. Analisis Sensitivitas Merupakan suatu analisis untuk dapat melihat pengaruh-pengaruh yang akan terjadi akibat keadaan yang berubah-ubah Tujuan Analisis Sensitivitas : 1. sangat relatifnya nilai-nilai dari optimistis dan pesimistis itu sendiri 2. perubahan-perubahan parameter Kelemahan analisis sensitivitas: 1. 13. Perubahan koefisien fungsi tujuan 2. tetapi jika IRR lebih kecil dari laba yang dikehendaki oleh manajemen maka investasi akan ditolak. Dalam membicarakan analisis sensitivitas. Laba yang dikehendaki oleh manajemen tentu saja lebih besar dari cost of capital. mengurangi resiko kerugian dengan menunjukkan beberapa tindakan pencegahan yang harus diambil. dikelompokan menjadi: 1.Menurut metode IRR suatu usul investasi dapat diterima jika IRR lebih besar dari laba yang dikehendaki oleh manajemen. Penambahan variable baru 5. Manfaat dari analisis sensitivitas yaitu berupa pemaksaan terhadap manajer proyek untuk mengindentifikasikan sebanyak mungkin variabel-variabel yang belum diketahui dan mengungkapkan taksiran-taksiran yang menyesatkan atau tidak tepat. variable-variabel yang mendasari bisa jadi saling berhubungan . memperbaiki desain proyek / bisnis sehingga dapat meningkatkan NPV 3.

com/2010/01/analisis-sensitivitas. http://www. 1997.com/index.html http://azharvokasi.com/2010/09/perencanaan-usaha. Jakarta.html .blogspot. Husein .ac.fimot.gunadarma. Studi Kelayakan Usaha.SUMBER PUSTAKA: Umar.blogspot.org/news/tips_praktis_dan_benar_dalam_membuat_proyeksi_neraca/ 2011-01-03-12 http://elearning.pdf http://bankirnews.id/docmodul/perenckeu_pdf/BAB2-PERENCKEU.php?option=com_content&view=article&id=599:metodehttp://aliffathurrochman12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful