STUDI KELAYAKAN BISNIS

“Aspek Keuangan”

Di Susun Oleh : Kelompok Nama Anggota : Henny H.T ( C1C108454) Maria Yuliani ( C1C108437 ) Lina Paulina (C1C108441) Deviana Winda P (C1C108438) Anida Bunia (C1C108413)

Dosen Pengasuh : Abdul Hadi, SE, M.Si

Fakultas Ekonomi ( Program Ekstensi ) Universitas Lambung Mangkurat

penelitian tentang produk. Di samping itu. Biaya Advertensi / Promosi Biaya Advertensi / promosi adalah beban yang dikeluarkan untuk keperluan promosi. perencanaan. Kegiatan advertensi oleh barang pengganti akan mempunyai dampak negatif terhadap jumlah penjualan barang karena konsumen diharapkan berpindah konsumsi dari barang tersebut ke konsumsi barang pengganti. biaya konsultan dan biaya pemasaran sebelum produk siap diluncurkan ke pasar. . Kegiatan promosi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi selera pada pola prefensi konsumen. pembangunan gedung. studi kelayakan. pasar dan aspek-aspek lain yang dipertimbangkan untuk diambil sebuah keputusan. furnitur dan kendaraan. Biaya Pra Operasi Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusanv pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan dana sendiri yang ditambahkan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh secara sehat. Kebutuhan Investasi a. kreditur. Penggunaan biaya tersebut untuk keperluan penelitian. Biaya Pembangunan Fisik biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana dan prasarana seluruh kebutuhan proyek yang meliputi pembelian tanah. Sebaliknya. perancangan (design). 2.ASPEK KEUANGAN 1. Manurung dan Manurung. Sun cost tidak dimasukkan dalam perhitungan NPV karena biaya tersebut diluar perhitungan studi kelayakan usaha. pembelian mesin-mesin. Biaya-biaya tersebut sudah harus dikeluarkan sebelum diambil keputusan untuk melaksanakan proyek yang dikelompokkan sebagai sunk cost atau investasi yang nilainya tetap dan telah dikeluarkan semuanya tidak mempunyai sisa. Dimana untuk membangun sebuah usaha perlu diawali dengan pembuatan gagasan. alat kantor. kegiatan advertensi oleh barang komplementer atau barang pelengkap akan mempunyai dampak positif terhadap jumlah barang yang diminta karena konsumen akan membeli barang tersebut dan membutuhkan barang komplementer itu sebagai pelengkapnya sehingga bila advertensi barang pengganti tersebut berhasil di harapakan jumlah barang yang akan dijual akan lebih banyak dari sebelumnya. b. Biaya tersebut dikeluarkan baik usaha tersebut jadi dijalankan atau batal. maupun pemegang saham sehingga tidak terjadi konflik (Saragih. Biaya Pra Operasi adalah biaya yang harus dikeluarkan atau yang digunakan untuk keperluan dalam membangun sebuah usaha. komposisi struktur modal harus pula dipertimbangkan hubungan antara perusahaan. 2005).

Di dalam RUPS tersebut. Biaya trial run bisa dimasukkan sebagai harta tak berwujud akan disusutkan dalam waktu tertentu. piutang dagang. . terdapat 2 hal yang penting. 2005:129). akan terdapat suatu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Modal Kerja Modal kerja merupakan keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Menurut Weston dan Brigham (dalam Sawir. Biaya Trial Run Trial Run adalah uji coba kelancaran operasi seluruh unit produksi hingga terwujudnya sebuah produk yang akan dipasarkan. Artinya pendanaan tersebut akan digunakan selama perusahaan tersebut berdiri. dan persediaan. Sumber Dana : a. yang digunakan untuk waktu yang tidak terbatas. sekuritas. misal untuk tujuan memperluas ekspansi perusahaan.c. Sementara perusahaan kecil akan menahan sebahagian besar labanya untuk tujuan tertentu. Saham akan diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan pendanaan ekuitas. Di dalam pendanaan ekuitas. Sementara pemegang saham preferen akan memiliki prioritas utama di dalam penerimaan dividen. yaitu : 1) Laba Ditahan Perusahaan akan memilih menahan laba daripada mendistribusikannya langsung kepada pemilik untuk memperoleh pendanaan ekuitas. dan sebagian lagi untuk ditahan. 2005:139) modal kerja adalah investasi perusahaan di dalam aktiva jangka pendek seperti kas. Pembelanjaan yang akhir-akhir ini umumnya dipakai oleh banyak aktivitas bisnis adalah pembelanjaan modal sendiri. Produk yang dihasilkan bukan untuk dijual secara profit akan tetapi untuk keperluan evaluasi mutu. atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari (Sawir. (surat-surat berharga). Modal Sendiri (Equity) Sumber dana modal sendiri biasanya berwujud modal saham dan laba ditahan. Di dalam perusahaan perseroan terbatas. yang menggunakan pendanaan ekuitas. d. hanya para pemegang saham biasa yang memiliki suara di dalam mengambil keputusankeputusan perusahaan. apabila sebuah perusahaan tidak membayarkan dividen selama periode tertentu. 3. Apabila produk sudah dapat dijual maka pendapatannya masuk pada perhitungan biaya trial run. 2) Penerbitan Saham Saham adalah sebuah tanda bukti keikutsertaan seseorang atau suatu pihak akan kepemilikan suatu perusahaan atau suatu bisnis. perbaikan design dan promosi awal. Pembelanjaan modal sendiri disebut juga sebagai pembelanjaan atau pendanaan ekuitas. Perusahaan besar biasanya akan menahan sebagian labanya untuk dividen.

baik hutang jangka panjang. gedung perkantoran dan peralatannya. Estimasi dari modal kerja tergantung kepada rencana produksi dan penjualan dari bisnis tersebut. copyright. . apabila tingkat suku bunga terhadap pinjaman tersebut sesuai dengan keinginan kreditor atau investor. Besarnya dividen yang dibayar. dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan adanya prinsip the risk–return trade off. a. maka akan semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. seperti tanah. biaya pendahuluan. yaitu untuk aktiva tetap (fixed assets). gedung pabrik dan mesin-mesin. Semakin besar rencana produksi dan penjualan yang akan dilaksanakan oleh suatu bisnis. yaitu: kecenderungan investor untuk memberikan investasi kepada proyek dengan risiko yang tinggi. goodwill. Rencana Pembelanjaan dan Penarikan Dana Investasi Aktiva Tetap dan Modal Kerja Studi keuangan akan lebih memberikan pendalaman ke arah bagaimana dana akan dialokasikan.. pengalokasian dana tersebut dapat dilakukan ke dalam dua bentuk. Aktiva tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang tidak berwujud secara fisik yang memiliki umur lebih dari satu tahun seperti hak paten. Dividen yang diterima oleh para investor. dan untuk modal kerja (working capital). Produk kebijakan tersebut disebut juga devidend payout ratio. Pinjaman (debt) sebagai sumber pendanaan akan memiliki risiko (risk) berupa pembayaran bunga (interest) dan pengembaliannya (repayment). dapat ditentukan berdasarkan per lembar saham atau persentase. Secara umum. lisensi. maupun hutang jangka pendek. dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets). Pembelanjaan Investasi Aktiva Tetap dan Modal Kerja Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible assets). b. modal asing. ataupun gabungan keduanya. serta aktiva tetap lainnya. Pinjaman (Debt) Sumber dana ini biasanya berwujud hutang. di luar dari penggunaan dana untuk aktiva tetap yang tersebut di atas.Dividen adalah balas jasa yang diterima oleh pemegang saham (stock holder’s) berupa bunga dividen atas investasi yang dilakukan oleh mereka. Masalah yang sebenarnya pada akhirnya akan dibahas di dalam studi aspek keuangan itu sendiri – perihal modal – adalah bagaimana bisnis tersebut akan didanai baik dengan modal sendiri. Artinya: hutang/kredit dapat dipenuhi. akan ditentukan berdasarkan suatu kebijakan perusahaan di dalam RUPS. Saham preferen juga memiliki hak klaim yang utama terhadap aktiva perusahaan bila perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. 4. 2001). biaya-biaya pra-operasional. dengan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) akan tinggi pula (Keown dkk. yang besarnya antara 0–100% dihitung dari pendapatan yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earnings available to common stock holder’s). Sedangkan Modal kerja di sini akan diartikan sebagai keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan untuk kegiatan operasional bisnis. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang berwujud yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi.

Proyeksi arus kas Proyeksi arus kas (cash flow) atau disebut juga anggaran kas (cash budget) adalah statement atau laporan yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran yang benar-benar kas (cash outlays). Proyeksi Harga Pokok Penjualan Proyeksi harga pokok penjualan harus didukung oleh volume proyeksi dan volume penjualan. biaya produksi dan biaya operasi.akan dapat mencapai keuntungan yang ekonomis.Penarikan aktiva tetap berwujud melalui penghapusan c. Artinya. Artinya: bagaimana struktur modal tersebut disusun agar dapat meminimumkan biaya modal (cost of capital). Biaya operasi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional kantor dan pemasaran produk.Penarikan aktiva tetap berwujud melalui penukaran 3. 5.Penarikan aktiva berwujud dengan penjualan 2. Proyeksi arus kas ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan usaha untuk memenuhi kewajiban keuangannya ke pihak lain dan tetap mendapatkan keuntungan. 6. Cara penarikan aktiva tetap : 1. Biaya produksi per unit adalah total biaya produksi dibagi dengan volume produksi. Biaya-biaya produksi dan operasi dapat pula dikelompokkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap. ditukarkan ataupun karena rusak. suatu aktivitas bisnis akan sangat bergantung kepada biaya modal perusahaan yang didanai oleh modal asing atau modal sendiri atau gabungan keduanya b. Bunga dihitung bulanan dengan menggunakan tingkat bunga bulanan untuk saldo pinjaman bulan sebelumnya itu. 7. Perhitungan biaya modal penting dilakukan untuk menentukan tingkat keuntungan (cut off rate) yang diharapkan dari suatu aktivitas bisnis. Proyeksi Rugi-Laba Proyeksi rugi-laba adalah gambaran keuntungan operesasi usaha beberapa tahun kedepan. Sedangkan harga pokok penjualan per unit adalah total harga pokok penjualan dibagi dengan volume penjualan. Pada waktu aktiva tetap diberhentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tetap tersebut dihapuskan. Bunga Periode Konstruksi (Interest During Construction = IDC) Bunga Periode Konstruksi adalah kumulatif bunga yang dibebankan untuk pembiayaan selama masa konstruksi. . Penarikan Dana Investasi dan Modal Kerja Penarikan aktiva tetap adalah aktiva yang dapat dihentikan pemakainnya dengan cara dijual. Untuk membuat proyeksi rugi-laba harus dihitung terlebih dahulu proyeksi nilai penjualan. sehingga akan optimal penggunaannya.

dll. Bila penerimaan kas pada suatu akhir periode tidak sanggup menutupi kebutuhan kas untuk pengeluaran dan kas minimal pada periode tersebut maka perusahaan harus menutupinya dengan pinjaman atau tambahan modal sendiri. dan sebaliknya. dan sebaliknya. dividen. pendapatan bunga. current ratio. pinjaman jangka panjang dan pinjaman jangka pendek). Besarnya pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang dibutuhkan dapat ditentukan dengan melakukan simulasi atau membuat berbagai alternatif pembelanjaan (modal sendiri. investasi dan kegiatan lainnya. bonus. penjualan aset tetap. Penerimaan kas dapat berasal dari penerimaan penjualan.dll.Semakin besar kredit atas penjualan maka semakin kecil nilai penjualan yang diterima dalam bentuk kas dan semakin besar dana yang tertanam dalam piutang. Besarnya total pinjaman dapat dihitung sbb: Total pinjaman = kas sebelum pembelanjaan – kas minimal – modal sendiri Pinjaman dapat terdiri dari pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. biaya bunga. Modal sendiri biasanya dapat ditentukan terlebih dahulu kemudian pinjaman jangka pendek dan jangka panjang ditetapkan dengan memperhatikan pengaruh terhadap cash flow secara keseluruhan atau ukuran-ukuran lain seperti profit margin. . Semakin besar yang diberikan oleh supplier. pembayaran utang. Sedangkan pengeluaran kas disebabkan oleh pembelian bahan-bahan secara tunai. pajak pengeluaran investasi dan untuk pembayaran biaya-biaya produksi dan operasional lainnya kecuali biaya penyusutan karena penyusutan bukanlah pengeluaran kas yang riil. maka semakin kecil pengeluaran dalam bentuk kas dan semakin besar pula utang kita kepada supplier. Pada prinsipnya anggaran kas menyajikan sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran kas untuk operasi.

Contoh: Proyeksi Anggaran Kas (Cash Budget) Uraian 1 PENERIMAAN : Penjualan Penjualan aset tetap Pendapatan bunga Pendapatan lain-lain Total Penerimaan (A) PENGELUARAN : Pembelian bahan baku Pembelian bahan pembantu Pembelian spare sparts Pembelian bahan bakar Pembelian suppplies Biaya upah langsung Biaya Overhead pabrik Biaya Operasi Pembayaran cicilan utang Pembayaran bunga Pembayaran dividen Pembayaran bonus Pembayaran pajak Total Pengeluaran (B) : Selisih penerimaan dan pengeluaran sebelum investasi (C=A-B) PENGELUARAN INVESTASI : Tanah Gedung Mesin-mesin Peralatan Kendaraan Lain-lain Total Investasi (D) Kas setelah investasi (E = C – D) Kas Awal (F) Kas sebelum pembelanjaan (G = E + F) SUMBER PEMBELANJAAN : Pinjaman jangka pendek Pinjaman jangka panjang Modal sendiri Jumlah Sumber (H) Kas Akhir ( I = G – H) 2 Tahun 3 4 5 .

kewajiban dan ekuitas perusahaan pada saat atau tanggal tertentu. Utang baru terjadi bila kas sebelum pembelanjaan lebih kecil daripada saldo kas minimun yang diiinginkan. maka cicilan utang jangka pendek dan jangka panjang harus dibuatkan jadwal pelunasannya setiap bulan. Bila kas membuat proyeksi keuangan tahunan.8. maka utang jangka pendek tahun lalu yang harus dilunasi pada tahun berikutnya.semua elemen-elemen yang mempengaruhi laba bersih perusahaan. Kebutuhan pinjaman adalah untuk menutupi kekurangan kas sebelum pembelanjaan dan kas minimum yang diinginkan tersebut. Besarnya cicilan utang dan biaya bunga yang harus dibayarkan tergantung pada besarnya utang periode yang lalu dan tingginya bunga serta besarnya utang baru serta bunganya yang timbul pada periode proyeksi. Proyeksi pelunasan utang dan cicilan Pengeluaran untuk pembayaran cicilan utang dan bunganya dibuat tersendiri. Proyeksi Neraca Neraca merupakan salah satu elemen penting laporan keuangan yang mencerminkan jumlah aset. analis perusahaan dan arahan dari pihak manajemen. kita dapat membuat proyeksi pendapatan perusahaan. maka piutang juga bertambah 20% kecuali ada fakta-fakta lain yang kuat bertentangan dengan asumsi ini. jika penjualan diharapkan meningkat 20% dalam 6 bulan ke depan. proyeksi biaya operasi. Biasanya jadwal pelunasan pinjaman bank telah dibuatkan oleh bank dan disetujui oleh debitur pada saat persetujuan kredit dikeluarkan. misalnya kita mungkin dapat mengaitkan pertumbuhan piutang usaha dengan pertumbuhan penjualan. Dengan kata lain. Sedangkan utang jangka panjang dibayar atau dicicil sesuai dengan jangka waktu pelunasannnyaa. Untuk dapat membuat proyeksi neraca maka kita harus bisa meproyeksikan setiap komponen-komponen dalam neraca yang terdiri dari : 1 Tahun 2 3 4 5 . Karena neraca merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan. maka proyeksi neraca pun merupakan salah satu kegiatan penting dalam proyeksi laporan keuangan. Berdasarkan riset dari departemen pemasaran. Bila kita membuat proyeksi keuangan bulanan. Contoh: Proyeksi Pembayaran Cicilan Utang dan Bunga Uraian Awal Utang jangka panjang Cicilan utang jangka panjang Bunga utang jangka panjang Utang jangka pendek Cicilan utang jangka pendek Bunga utang jangka pendek Total cicilan utang Total biaya bunga 9. Dalam membuat proyeksi dapat dilakukan melalui penciptaan asumsi sebabakibat yang tepat. neraca adalah potret perusaaan pada titik waktu tertentu. dan proyeksi beban bunga serta pajak .

dengan memperhitungkan dampak rasio perputaran persediaan (inventory turnover). atau menggunakan data anggaran dari pihak manajemen/analis) dikurangi dengan depresiasi (merupakan fungsi dari saldo awal aset dibagi sisa masa manfaat) dan penjualan/pelepasan aset (menggunakan rasio pembandingan aset dengan penjualan aset historis) sama dengan Aset tetap akhir periode (saldo akhir) 6) Aset tak berwujud Aset tak berwujud akhir periode pelaporan didapat dengan menjumlahkan Saldo awal aset tak berwujud ditambah Pembelian/akuisisi (tumbuh secara historis sesuai dengan angka penjualan. Penjualan kredit 2) Persediaan (inventories) Tumbuh seiring dengan saldo harga pokok penjualan (HPP). yang hubungan sebab akibatnya dinyatakan : hari penj. Jika terdapat alasan bahwa aset ini tidak punya hubungan sebab akibat dengan aktivitas operasi. Pendekatan paling sederhana adalah menggunakan pendekatan garis lurus. Dengan menggunakan fungsi IF statement. 5) Aset tetap Aset tetap akhir periode pelaporan didapat dengan menjumlahkan: Aset tetap awal periode (saldo awal) ditambah dengan proyeksi pengeluaran modal (tumbuh secara historis sesuai dengan angka penjualan. 4) Aset lancar lain-lain Tumbuh seiring dengan penjualan (diasumsikan aset ini berkaitan erat dengan aktivitas operasi sehingga akan bertumbuh seiring bertumbuhnya bisnis perusahaan). maka buatlah proyeksi garis lurus. 3) Biaya dibayar dimuka (prepaid expenses) Tumbuh seiring dengan beban umum dan administrasi (Mungkin juga sebagian berkaitan dengan HPP jika ada komponen biaya dimuka yang dibebankan ke HPP). atau menggunakan data anggaran dari pihak manajemen/analis) dikurangi Amortisasi (merupakan fungsi dari saldo awal aset dibagi sisa masa manfaat) sama dengan Aset tak berwujud akhir periode (saldo akhir). Isinya bisa bermacam-macam antara lain bisa terdiri dari investasi. Rumus : Perputaran persediaan = HPP setahun Saldo persediaan rata-rata tiap bulan. terutang = saldo piutang x jumlah hari dalam periode tersebut. dan sebagainya) . kecil kemungkinannya aset ini berhubungan dengan kegiatan operasi.a. Komponen aset 1) Piutang usaha (accounts receivable) Tumbuh seiring dengan saldo penjualan kredit. aset pensiun. model tersebut hendaknya juga memperhitungkan dampak proyeksi hari penjualan terutang (day sales outstanding). 7) Aset tak lancar lain-lain Pendekatan garis lurus (Tidak seperti aset lancar. yakni saldo aset bertumbuh seiring dengan pertumbuhan penjualan.

4) Kewajiban lain-lain jangka pendek Tumbuh seiring pendapatan. Break even point terjadi ketika penerimaan sama besarnya dengan biaya yang dikeluarkan. 5) Utang jangka panjang Menggunakan informasi anggaran atau arahan kebijakan pendanaan dari manajemen. jika terdapat alasan bahwa saldo hutang ini tidak berkaitan dengan pertumbuhan operasi. 3) Utang pajak (taxes payable) Tumbuh seiring pertumbuhan beban pajak. b. Komponen kewajiban dan ekuitas 1) Utang usaha (accounts payable) Tumbuh seiring pertumbuhan HPP. 6) Ekuitas Saldo ekuitas merupakan nilai residu (selisih) dari proyeksi saldo aset dikurangi saldo kewajiban.b. maka buatlah proyeksi garis lurus. saldo yang lama bisa diamortisasi selama masa sisa tenor hutang yang masih ada. • Biaya operasi merupakan pengeluaran yang terjadi dari kegiatan perusahaan. Pertimbangkan juga proyeksi periode pembayaran (lihat contoh piutang) 2) Biaya yang masih harus dibayar (accrued expenses) Tumbuh menurut persentase tertentu dari biaya umum dan administrasi (atau dari biaya penjualan/pemasaran jika biaya tersebut mengandung juga unsur akrual). c. biaya semi variabel adalah biaya yang didalamnya terkandung biaya tetap dan variabel sekaligus. jika diestimasi selama masa proyeksi tidak ada penambahan hutang baru yang signifikan. yang terdiri dari: a. BEP terjadi ketika : TR (Total Revenue) = TC (Total Cost) PxQ = a + bX X = a P-b . 10. biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap tidak tergantung pada besarnya tingkat produksi. Break even sales / break event point Break even point adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara beberapa variablel didalam kegiatan perusahaan. seperti: • tingkat produksi (berapa banyak produk yang dihasilkan dalam kegiatan perusahaan) • pendapatan perusahaan merupakan pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan. biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan tingkat produksi.

Dimana : TR = TC = P = Q = a = b = X = Total penerimaan Total Biaya harga jual per unit tingkat produksi biaya tetap biaya variable jumlah yang diproduksi untuk mencapai break even point 11. Biaya modal pinjaman ini berupa biaya utang jangka pendek dan biaya utang jangka panjang.000 +…+ 16. Jika kita menggunakan kd = 18% maka setelah dihitung sisi sebelah kanan bernilai Rp. 96.000.740.000 terletak diantara 17% dan 18% sehingga digunakan interpolasi: kd 18% 17% Selisih 1% nilai Rp. 93. jadi kd yang membuat sisi kanan Bernilai = Rp. dan jika menggunakan kd = 17% maka nilai sisi sebelah kanan menjadi Rp.26% 3. 96. 96. Biaya modal terdiri dari: a.740 Rp. Biaya Utang (cost of debt) Merupakan biaya yang kita tanggung karena menggunakan sumber dana yang berasal dari pinjaman.000 + 100. 93. 96. 96. Jangka waktu obligasi 5 tahun dengan tingkat bunga 16% pertahun.26% .790 Rp 3.000 = 16.Rp.050 Jadi kd yang membuat persamaan = Rp.000 + 16.050 Rp.000 adalah Kd = 17% + 0. Jika obligasi dijual seharga Rp.790. Contoh: Perusahaan mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp. 100.790 .000 maka biaya utang yang ditanggung perusahaan adalah: 96. 96.000 (1+kd) ( 1+kd)2 (1+kd)5 (1+Kd)5 Persamaan ini dapat diselesaikan dengan cara coba-coba dan interpolasi. Biaya utang jangka pendek maupun jangka panjang dapat dihitung dengan menggunakan konsep present value.26% = 17.000 = Rp 790 790 x 1% = 0. 96. Biaya modal (Cost of Capital) Dimaksudkan untuk menentukan berapa besar biaya riil dari masing-masing sumber dana yang dipakai dalam berinvestasi yakni dengan menentukan biaya modal ratarata dari keseluruhan dana yang akan dipakai sehingga dapat ditentukan tingkat keuntungan yang layak.

000 kp = 40.2286 = 22.000 = 0. Untuk menghitung biaya modal saham preferen dapat digunakan cara sbb: P0 = A x B atau kp = A x B kp P0 dimana: P0 = harga jual saham saat ini A = nilai dividen (dalam persen) B = nilai nominal saham kp = biaya saham preferen contoh: suatu saham preferen dengan nominal Rp.000 = 20% x 200. Jika dipotong pajak maka : k*d = Kd (1-t) b. Biaya modal sendiri Kelompok biaya modal sendiri dibagi atas : Biaya saham preferen Saham preferen memberikan penghasilan berupa dividen yang tetap kepada pemiliknya yang diambilkan dari laba bersih setelah pajak. Harga jual saham saat ini adalah Rp.86% 175. 200. Untuk menghitung biaya modal saham biasa dapat digunakan cara sbb: ke = D P0 dimana: ke = biaya modal saham biasa D = dividen per lembar saham yang konstan setiap kurun waktu tertentu.000 memberikan dividen sebesar 20%.000 2) Biaya saham biasa Merupakan suatu tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi yang dibelanjai oleh saham biasa.Biaya utang kd ini belum dipotong pajak.000 kp 175. misalnya setiap tahun P0 = harga saham saat ini Jika perusahaan menahan sebagian laba dan diasumsikan proporsi laba yang ditahan adalah konstan maka besarnya ke adalah : 1) .000 biaya saham preferennya adalah: P0 = A x B kp 175. 175.000 Kp = 40.

547737 . maka usulan proyek ditolak .700. metode Net Present Value /NPV (Nilai Bersih Sekarang) NPV merupakan selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.000 NPV = 20.000.000 (1+12%)1 (1+12%)2 (1+12%)3 (1+12%)4 (1+12%)5 NPV = 5.737 • • Kriteria penilaian: Jika NVP > 0.700.000 1.000.498 + 3.000.622.700.700.285 + 4.000 + 5. bedanya untuk saham biasa memiliki fluctuation cost yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan proses saham sedangkan untuk biaya laba ditahan perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra apa pun.544.700. 5.234.089.18.ke = D1 P0 + g dimana: ke = biaya modal saham biasa D1 = dividen pada tahun ke satu P0 = harga saham saat ini G = pertumbuhan dividen per tahun 3) Biaya laba ditahan Biaya laba yang ditahan pada prinsipnya sama dengan biaya saham biasa.000 Rp.700.000 + 5. 2.000 + 5. 18.939 + 3. Untuk menghitung NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan Rumus : n CFt NPV = ∑ . Perhitungan NPV dan IRR a. maka usulan proyek diterima Jika NVP < 0.I0 t=1 (1 + K)t dimana: CFt = aliran kas per tahun pada periode t I0 = investasi awal pada tahun 0 K = suku bunga (discount rate) Contoh: Diasumsikan suku bunga Arus kas bersih Nilai investasi awal Umur proyek Maka : = = = = 12% Rp.000 5 tahun _ I0 – 18.547.700.056.000 + 5.2544 1.700.960) – 18.700.405 1. 12.000 NPV = 5.000 + 5.000 + 5.700.000.000 + 5.000 + 5.5735 1.005 + 4.700.000 = Rp.762 NPV = (5.12 1.

P 1 C2 .C 1 dimana: P1 = tingkat bunga ke 1 P2 = tingkat bunga ke 2 C1 = NPV ke 1 C2 = NPV ke 2 . perhitungan menjadi seperti berikut: 18.000. dengan mengeluarkan investasi awal.700. atau penerimaan kas. nilai perusahaan tetap walaupun proyek diterima atau ditolak b. Metode IRR (Internal Rate of Return) metode ini digunakan untk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dimasa datang. Rumus: n CFt (1 +IRR)t I0 = ∑ t=1 dimana: t = tahun ke n = jumlah tahun CF = arus kas bersih I0 = nilai investasi awal IRR = tingkat bunga yang di cari harganya Nilai IRR dapst dicari dengan coba-coba (trial and error).57% Rumus IRR untuk Interpolasi adalah: IRR = P 1 .700. 5.000 Umur proyek = 5 tahun Dengan menggunakan rumus.P 2 .000 + 5.C1 x . 18.000. Contoh: Biaya investasi awal = Rp.700. demikan seterusnya sampai biaya investasi sama besar dan sebaliknya.000 = 5. lalu suk bunga tersebut dibandingkan dengan biaya investasi. misal 10% .700. yakni dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas suatu investasi dengan menggunakan suku bunga yang wajar.000 (1+r)1 (1+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+r)5 Dengan melakukan coba-coba didapatkan nilai IRR sebesar 17.700.700.• Jika NVP = 0.000 + 5.000 Kas masuk bersih = Rp. Jika biaya investasi lebih kecil maka dicoba lagi dengan suku bunga yang lebih tinggi.000 + 5.000 + 5.

Memperbaiki cara pelaksanaan proyek/bisnis yang sedang dilaksanakan 2.Menurut metode IRR suatu usul investasi dapat diterima jika IRR lebih besar dari laba yang dikehendaki oleh manajemen. Perubahan batasan atau kendala 4. sangat relatifnya nilai-nilai dari optimistis dan pesimistis itu sendiri 2. 13. Manfaat dari analisis sensitivitas yaitu berupa pemaksaan terhadap manajer proyek untuk mengindentifikasikan sebanyak mungkin variabel-variabel yang belum diketahui dan mengungkapkan taksiran-taksiran yang menyesatkan atau tidak tepat. Laba yang dikehendaki oleh manajemen tentu saja lebih besar dari cost of capital. memperbaiki desain proyek / bisnis sehingga dapat meningkatkan NPV 3. perubahan-perubahan parameter Kelemahan analisis sensitivitas: 1. Penambahan batasan atau kendala baru. Analisis Sensitivitas Merupakan suatu analisis untuk dapat melihat pengaruh-pengaruh yang akan terjadi akibat keadaan yang berubah-ubah Tujuan Analisis Sensitivitas : 1. mengurangi resiko kerugian dengan menunjukkan beberapa tindakan pencegahan yang harus diambil. dikelompokan menjadi: 1. variable-variabel yang mendasari bisa jadi saling berhubungan . Perubahan konstan sisi kanan 3. Dalam membicarakan analisis sensitivitas. Perubahan koefisien fungsi tujuan 2. tetapi jika IRR lebih kecil dari laba yang dikehendaki oleh manajemen maka investasi akan ditolak. Penambahan variable baru 5.

gunadarma.pdf http://bankirnews.blogspot.org/news/tips_praktis_dan_benar_dalam_membuat_proyeksi_neraca/ 2011-01-03-12 http://elearning.html http://azharvokasi.fimot.SUMBER PUSTAKA: Umar.html .blogspot.com/index.php?option=com_content&view=article&id=599:metodehttp://aliffathurrochman12. Jakarta. http://www.com/2010/01/analisis-sensitivitas.com/2010/09/perencanaan-usaha.ac.id/docmodul/perenckeu_pdf/BAB2-PERENCKEU. 1997. Husein . Studi Kelayakan Usaha.