P. 1
Spektrofotometri UV Visible

Spektrofotometri UV Visible

|Views: 3,010|Likes:
Published by gieku

More info:

Published by: gieku on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

Macam Spektrofotometri dan Perbedaannya (Vis, UV, dan IR

)
Pada artikel tempo hari telah dibahas tentang perbedaan antara spektrometri dan spektrofotometri, serta beberapa istilah yang sering digunakan dalam dunia spektrometri. Kali ini akan dibahas mengenai jenis spektrofotometri dan perbedaannya. Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasar sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Spektrofotometri Vis (Visible) 2. Spektrofotometri UV (Ultra Violet) 3. Spektrofotometri UV-Vis 4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

1. Spektrofotometri Visible (Spektro Vis)

Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya tampak (visible). Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380 sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh kita, entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat dilihat oleh mata, maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak (visible). Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu Tungsten. Tungsten yang dikenal juga dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan simbol W dan no atom 74. Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding logam lainnya. karena sifat inilah maka ia digunakan sebagai sumber lampu. Sample yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memilii warna. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri visible. Oleh karena itu, untuk sample yang tidak memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna. Reagent yang digunakan harus betul-betul spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga produk senyawa berwarna yang dihasilkan harus benar-benar stabil. Salah satu contohnya adalah pada analisa kadar protein terlarut (soluble protein). Protein terlarut dalam larutan tidak memiliki warna. Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat dianalisa. Reagent yang biasa digunakan adalah reagent Folin. Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa, ikatan peptide pada protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat dideteksi pada panjang gelombang sekitar 578 nm. Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein terlarut dalam sample.

Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible. Prinsip dasar pada spektrofotometri adalah sample harus jernih dan larut sempurna. deuteros. sample terlebih dulu dibuat berwarna dengan reagent Folin. sample dapat langsung dianalisa. sementara hidrogen hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron. Sebagai contoh pada analisa protein terlarut (soluble protein). sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Namun harus hati-hati juga. UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Untuk sistem spektrofotometri. Nama deuterium diambil dari bahasa Yunani. yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Spektrofotometri UV (ultraviolet) Berbeda dengan spektrofotometri visible. karena banyak kemungkinan terjadi interferensi dari senyawa lain selain analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. Bening dan transparan. Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190380 nm. mengacu pada intinya yang memiliki dua pertikel. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita. Oleh karena itu. Spektrofotometri UV-Vis Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Namun perlu diingat. Dia merupakan isotop hidrogen yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna. Bahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda. Jika menggunakan spektrofotometri visible. Ikatan peptide pada protein terlarut akan menyerap sinar UV pada panjang gelombang sekitar 280 nm. sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan reagent tertentu.2. maka bila menggunakan spektrofotometri UV. . yang berarti ‘dua’. sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan filtrasi atau centrifugasi. Sehingga semakin banyak sinar yang diserap sample (Absorbansi tinggi). terutama pada bagian preparasi sample. 3. maka konsentrasi protein terlarut semakin besar. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample dengan sinar UV. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis. Inti atom deuterium mempunyai satu proton dan satu neutron. Hal ini berpotensi menimbulkan bias pada hasil analisa. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium.

gangguan dari gugus fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang diperoleh. Spektrofotometri IR (Infra Red) Dari namanya sudah bisa dimengerti bahwa spektrofotometri ini berdasar pada penyerapan panjang gelombang infra merah. . pertengahan. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat. Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa.5-1000 μm. Aplikasi NIR banyak digunakan pada industri pakan dan pangan guna analisa bahan baku yang bersifat rutin dan cepat. dan jauh. Untuk identifikasi.4. namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Spektrofotometri ini di sebut Near Infrared Spectropgotometry (NIR). Terdapat juga satu jenis spektrofotometri IR lainnya yang berdasar pada penyerapan sinar IR pendek. terutama senyawa organik. Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik. Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif. Karena bila tidak. signal sample akan dibandingkan dengan signal standard. Perlu juga diketahui bahwa sample untuk metode ini harus dalam bentuk murni. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2.

UV dan inframerah. Misalnya energi yang dihasilkan cahaya UV lebih besar dari pada energi yang dihasilkan sinar tampak.s). Dari rumus di atas dapat diketahui bahwa energi dan frekuensi suatu foton akan berbanding terbalik dengan panjang gelombang tetapi energi yang dimiliki suatu foton akan berbanding lurus dengan frekuensinya. Sinar atau cahaya yang berasal dari sumber tertentu disebut juga sebagai radiasi elektromagnetik. Hubungan dari ketiga parameter di atas dirumuskan oleh Planck yang dikenal dengan persamaan Planck. Karena sifat tersebut maka beberapa parameter perlu diketahui misalnya panjang gelombang. Hal ini disebabkan UV memiliki panjang gelombang (λ) yang lebih pendek (100–400 nm) dibanding panjang gelombang yang dimiliki sinar tampak (400–800 nm). Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel.s-1).626 x 10-34 J. c/ λ dimana E = energi tiap foton h = tetapan Planck (6. v = frekuensi sinar c = kecepatan cahaya (3 x 108 m.v E = h . frekuensi dan energi tiap foton. Hubungan antara panjang gelombang frekuensi dapat dirumuskan sebagai c = λ . sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron yang ada pada atom ataupun molekul yang bersangkutan. Radiasi elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah cahaya matahari.Pengertian Dasar Spektrofotometer Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. v atau λ = c/v atau v = c/λ Persamaan Planck: hubungan antara energi tiap foton dengan frekuensi E=h. Radiasi elektromagnetik ini memiliki sifat ganda yang disebut sebagai sifat dualistik cahaya yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel-partikel energi yang disebut foton. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam spektrofometri disebut spektrofotometer. .

6116×1019 16. Spektroskopi Resonansi Spin elektron (ESR) dan Spektroskopi “Photoacoustic” tetapi tidak dibahas pada artikel ini. 2. spektrofotometri dapat digolongkan menjadi: 1.218 3.1849×107 1 atm = 1.volt = 1.Berbagai satuan energi beserta faktor konversinya dapat dilihat pada tabel: Erg 1 erg = 1 J joule = 107 1 kalori 4.3901×10-1 1 24.5611×10-20 E. Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti (NMR).2418×1018 2.0133×109 1 E.2418×1011 6.0133×102 1. Vis. Dari 4 jenis spektrofotometri ini (UV.6021x-19 Kalori 2. Selain 4 spektrofotometri ini masih terdapat beberapa spektroskopi absorbsi lain yakni: spektroskopi absorbsi sinar x.1291×10-2 1 1. Berdasarkan rentang panjang gelombang dimana suatu zat menyerap gelombang elektomagnetik. 4. Spektrofotometri Vis (Visible) dengan panjang gelombang: 400-800 nm.8291×10-20 l. Spektrofotometri IR (Infra Red) dengan panjang gelombang: 300-25. Spektroskopi Gelombang Mikro.8687×10-3 4.8687×1010 9. UV-Vis dan Ir) memiliki prinsip kerja yang sama yaitu “adanya interaksi antara materi dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu”.3901×10-8 2. Perbedaannya terletak pada panjang gelombang yang digunakan. Spektrofotometri UV (Ultra Violet) dengan panjang gelombang: 100-400 nm. baik cahaya Uv.atm 9. Spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang: 100-800 nm.6248×1020 1 Interaksi antara materi dengan cahaya disini adalah terjadi penyerapan cahaya. yakni terdiri dari: . Instrumen dari keempat spektrofotometri inipun tidak berbeda. Vis maupun Ir oleh materi sehingga spektrofotometri disebut juga sebagai spektroskopi absorbsi.6021×10-12 Joule 10-7 1 4. 3.1840 1.000 nm dan tidak dibahas disini.volt 6.

berbagai 2. Monokromator berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis. Ketika cahaya dengan panjang berbagai panjang gelombang (cahaya polikromatis) mengenai suatu zat. 5. Read out merupakan suatu sistem baca yang menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal dari detektor. Proses Absorbsi Cahaya pada Spektrofotometri Di dalam suatu molekul yang memegang peranan penting adalah elektron valensi dari setiap atom yang ada hingga terbentuk suatu materi.Fungsi masing-masing bagian 1. berputar (rotasi) dan bergetar (vibrasi) jika dikenai suatu energi. Perpindahan elektron ini disebut transisi elektronik. Jika digunakan grating maka cahaya akan dirubah menjadi spektrum cahaya. Pada spektrofotometri. Proses penyerapan cahaya oleh suatu zat dapat digambarkan sebagai berikut: . sebagian akan dihamburkan dan sebagian lagi akan diteruskan. Jika zat menyerap cahaya tampak dan UV maka akan terjadi perpindahan elektron dari keadaan dasar menuju ke keadaan tereksitasi. cahaya datang atau cahaya masuk atau cahaya yang mengenai permukaan zat dan cahaya setelah melewati zat tidak dapat diukur. Jenis monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting atau lensa prisma dan filter optik. Sedangkan filter optik berupa lensa berwarna sehingga cahaya yang diteruskan sesuai dengan warnya lensa yang dikenai cahaya. Atas dasar inilah spektrofotometri dirancang untuk mengukur konsentrasi suatu suatu yang ada dalam suatu sampel. maka cahaya dengan panjang gelombang tertentu saja yang akan diserap. Sumber sinar polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan macam rentang panjang gelombang. Elektron-elektron yang dimiliki oleh suatu molekul dapat berpindah (eksitasi). yang dapat diukur adalah It/I0 atau I0/It. Sel sampel berfungsi sebagai tempat meletakan sampel yang telah di masukan ke dalam kuvet yang terbuat dari kuarsa atau palstik. Sedangkan gerakan berputar elektron terjadi pada energi yang lebih rendah lagi. 3. 4. Dimana zat yang ada dalam sel sampel disinari dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Apabila cahaya yang diserap adalah cahaya inframerah maka elektron yang ada dalam atom atau elektron ikatan pada suatu molekul dapat hanya akan bergetar (vibrasi). Detektor berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya menjadi arus listrik. ketika cahaya mengenai sampel sebagian akan diserap.

dinyatakan dengan hukum lambert-beer atau Hukum Beer. c dimana: A = absorbansi b atau l = tebal larutan (tebal kuvet diperhitungkan juga umumnya 1 cm) c = konsentrasi larutan yang diukur.Cahaya yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T). Berdasarkan hukum Lambert-Beer. b . inframerah dan sebagainya) yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan. b . Hukum beer dapat ditulis sbegai: A= a . rumus yang digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang hanburkan: dan absorbansi dinyatakan dengan rumus: dimana I0 merupakan intensitas cahaya datang dan It atau I1 adalah intensitas cahaya setelah melewati sampel. . c atau A = ε . berbunyi: jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet.

Penyerapan terjadi di dalam volume larutan yang luas penampang (tebal kuvet) yang sama.ε = tetapan absorptivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam molar) a = tetapan absorptivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm). Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Misalnya suatu zat akan berwarna orange bila menyerap warna biru dari spektrum sinar tampak dan suatu zat akan berwarna hitam bila menyerap semua warna yang terdapat pada spektrum sinar tampak. Penyerapan sianr oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak dipengaruhi oleh molekul yang lain yang ada bersama dalam satu larutan. 2. Indeks reflaksi larutan tidak tergantung pada konsentrasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut. 4. Cahaya yang tampak atau cahaya yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari disebut warna komplementer. Cahaya yang diserap oleh suatu zat berbeda dengan cahaya yang ditangkap oleh mata manusia. Yang dimaksud sinar tampak adalah sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia. Secara eksperimen hukum Lambert-beer akan terpenuhi apabila peralatan yang digunakan memenuhi kriteria-kriteria berikut: 1. Dimana hukum lamber-beer tidak berlaku untuk larutan dengan konsentrasi tinggi. Spektrofotometri sinar tampak (Visible) Spektrofotometri visible disebut juga spektrofotometri sinar tampak. sinar yang masuk atau sinar yang mengenai sel sampel berupa sinar dengan dengan panjang gelombang tunggal (monokromatis). 3. Panjang gelombang (nm) 400 – 435 435 – 480 480 – 490 490 – 500 500 – 560 Warna warna yang diserap Ungu Biru Biru-kehijauan Hijau kebiruan Hijau Warna komplementer Hijau kekuningan Kuning Jingga Merah Ungu kemerahan . 5. Cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm dan memiliki energi sebesar 299–149 kJ/mol. Elektron pada keadaan normal atau berada pada kulit atom dengan energi terendah disebut keadaan dasar (ground-state). Energi yang dimiliki sinar tampak mampu membuat elektron tereksitasi dari keadaan dasar menuju kulit atom yang memiliki energi lebih tinggi atau menuju keadaan tereksitasi.

Wolfram merupakan salah satu unsur kimia.8) atau sering disebut sebagai daerah berlaku hukum Lambert-Beer.2 ≤ A ≥ 0.2-0. sumber cahaya biasanya menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram. Wolfram digunakan sebagai lampu pada spektrofotometri tidak terlepas dari sifatnya yang memiliki titik didih yang sangat tinggi yakni 5930 °C. dalam tabel periodik unsur wolfram termasuk golongan unsur transisi tepatnya golongan VIB atau golongan 6 dengan simbol W dan nomor atom 74. Reagen ini disebut reagen pembentuk warna. Hal ini disebabkan jika pengukuran dilakukan pada panjang gelombang yang sama maka data yang diperoleh makin akurat atau kesalahan yang muncul makin kecil. Kurva kalibarasi hubungan antara absorbansi versus konsentrasi dapat dilihat pada Gambar. Artinya konsentrasi makin tinggi maka absorbansi yang dihasilkan makin tinggi. Gambar Kurva hubungan absorbansi vs konsentrasi Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri sinar tampak adalah zat dalam bentuk larutan dan zat tersebut harus tampak berwarna. Panjang gelombang yang digunakan untuk melakukan analisis adalah panjang gelombang dimana suatu zat memberikan penyerapan paling tinggi yang disebut λmaks. karena b atau l harganya 1 cm dapat diabaikan dan ε merupakan suatu tetapan .560 – 580 580 – 595 595 – 610 610 – 800 Hijau kekuningan Kuning Jingga Merah Ungu Biru Biru kehijauan Hijau kebiruan Pada spektrofotometer sinar tampak. Berdasarkan hukum Beer absorbansi akan berbanding lurus dengan konsentrasi. Berikut adalah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh reagen pembentuk warna: . Jika tidak berwarna maka larutan tersebut harus dijadikan berwarna dengan cara memberi reagen tertentu yang spesifik.8 (0. Hubungan antara absorbansi terhadap konsentrasi akan linear (A≈C) apabila nilai absorbansi larutan antara 0. begitupun sebaliknya konsentrasi makin rendah absorbansi yang dihasilkan makin rendah.

dalam pelarut yang dipakai. 2) Pembentukan warna yang dianalisis harus cepat. 5) Sitem yang berwarna ini harus memenuhi Hukum Lambert-Beer. sedangkan ultra violet dekat memiliki rentang panjang gelombang ± 200-380 nm. Spektrofotometri UV (ultraviolet) Spektrofotometri UV dengan pangjang gelombang 100-400 nm. sehingga warna yang terjadi benar-benar merupakan ukuran bagi komponen tersebut saja. Namun kadang-kadang dengan mengubah kondisi larutan dapat diperoleh kestabilan yang lebih baik. 4) Hasil reaksi yang berwarna ini harus larut dalam pelarut yang dipakai. 3) Warna larutan yang diukur sebaiknya bebas daripada pengaruh variasi-variasi kecil kecil dalam nilai pH. suhu dan jenis pelarut. 7) Pereaksi yang dipakai harus dapat menimbulkan hasil reaksi berwarna yang dikehendaki dengan komponen yang dianalisa. Cahaya UV tidak bisa dilihat oleh manusia. 2) Warna larutan yang akan diukur harus mempunyai intensitas yang cukup tinggi (warna harus cukup tua) yang berarti bahwa absortivitas molarnya (ε) besar. 5) Pereaksi harus selektif dan spesifik (khas) untuk komponen yang dianalisa. penguraian secara fotokimia. Pereaksi-pereaksi yang berubah sifatnya dalam waktu beberapa jam. Dalam hal ini dengan memilih pereaksi yang memiliki kepekaan yang cukup tinggi. dapat menyebabkan timbulnya semacam cendawan bila disimpan. 6) Tidak boleh ada gangguan-gangguan dari komponen-komponen lain dalam larutan yang dapat mengubah zat pereaksi atau komponen komponen yang dianalisa menjadi suatu bentuk atau kompleks yang tidak berwarna.1) Kestabilan dalam larutan. yang mengakibatkan menyusutnya warna larutan (fading). Oleh sebab itu harus dibuat baru dan kurva kalibarasi yang baru harus dibuat saat setiap kali analisis. suhu maupun kondisis-kondisi yang lain. Setelah larutan ditambahkan reagen atau zat pembentuk warna maka larutan tersebut harus memiliki lima sifat di bawah ini: 1) Kestabilan warna yang cukup lama guna memungkinkan pengukuran absorbansi dengan teliti. pengaruh keasaman. Ultraviolet jauh memiliki rentang panjang gelombang ± 10 nm-200 nm. Hal ini dapat dikontrol dengan mengubah pelarutnya. Ketidakstabilan. 4) Pereaksi tidak boleh menyerap cahaya dalam spektrum dimana dilakukan pengukuran. Sinar ultra violet terbagi menjadi dua jenis yaitu ultraviolet jauh dan ulta violet dekat. sehingga pembentukan warna yang dikehandaki tidak sempurna. disebabkan oleh oksidasi oleh udara. 3) Reaksi dengan komponen yang dianalisa harus berlangsung secara stoikiometrik. namun .

c. Monokromator disini berfungsi untuk mengubah cahaya yang berasal dari sumber cahaya sehingga diperoleh cahaya hanya dengan satu jenis panjang gelombang. nitrit dan kromat sedangkan secara tak langsung misalnya ion logam transisi. Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri UV adalah zat dalam bentuk larutan dan zat tersebut tidak tampak berwarna. Pada spektrofotometer UV-Vis menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda yakni sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Harus dilakukan jika senyawa yang dianalisa tidak melakukan penyerapan didaerah UV/Vis. Pada spektrofotometer UV biasanya menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hidrogen sebagai sumber cahaya. reptil. termasuk burung. Namun biasanya zat yang berwarna lebih banyak dianalisis menggunakan spektrofotometri sinar tampak. Deuterium merupakan salah satu isotop hidrogen yang memeiliki 1 proton dan 1 neutron namun tidak memiliki. Jenis spektroskopi UV-Vis terutama berguna untuk analisis kuantitatif langsung misalnya kromofor. dan serangga seperti lebah dapat melihat sinar pada panjang gelombang UV. Misalnya mengubah menjadi berwarna atau tidak berwarna. c. Pemilihan panjang gelombang agar diperoleh panjang gelombang maksimum . Jika zat tersebut berwarna maka perlu direaksikan dengan reagen tertentu sehingga dihasilkan suatu larutan tidak berwarna. Spektrofotometri UV-Vis Sesuai dengan namanya spektrofotometer UV-Vis merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Akbatnya kesalahan yang dilakukan makin fatal.beberapa hewan. Lampu yang digunakan sebagai sumber cahaya yaitu photodiode yang telah dilengkapi monokromator. Langkah-langkah utama dalam analisa dengan sinar UV/Vis a. sedangkan analisis menggunakan ultraviolet jauh maka instrumen yang digunakan harus dalam keadaan vakum. Pembentukan molekul yang dapat menyerap sinar UV/Vis b. Analisis menggunakan sir ultraviolet biasanya dilakukan menggunakan ultraviolet dekat. Zat yang dapat dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis yaitu zat dalam bentuk larutan dan zat yang tampak berwarna maupun berwarna. Kini spektrofotometer yang digunakan hanya menggunakan satu lampu sebagai sumber cahaya. nitrat. karena jika udara ikut menyerap maka absorbansi yang dihasilkan akan makin besar. jika hal ini dihubungkan dengan hukum Lamber-Beer maka konsentrasi zat yang dianalisis lebih tinggi dari yang seharusnya. Deuterium berbeda dengan hidrogen yang hanya memiliki 1 neutron tanpa proton. Senyawa harus diubah menjadi bentuk lain yang dapat melakukan penyerapan pada daerah yang dimaksud. Hal ini disebabkan jika digunakan ultraviolet jauh maka udara akan ikut menyerap panjang gelombang yang digunakan.

d.d. Pembuatan kurva kalibrasi. jika grafik berbentuk garis lurus yang melalui titik nol e. Absorbans larutan standart ini diukur kemudian dibuat grafik A versus C. Hukum Lambert-Beer terpenuhi. d. . Pengukuran dilakukan pada kondisi yang sama seperti pada larutan standart. Untuk keperluan ini dibuat sejumlah larutan standart dengan berbagai konsentrasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->