STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING

Posted on July 9, 2008 by admin
STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING (Suatu Strategi Pembelajaran Berbasis Student Centred) oleh : Drs. Hartono, M.Pd A. Latar Belakang Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar. Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merobah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Kondisi riil anak seperti ini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Hal ini terlihat dari perhatian sebagian guru/pendidik yang cenderung memperhatikan kelas secara keseluruhan, tidak perorangan atau kelompok anak, sehingga perbedaan individual kurang mendapat perhatian. Gejala yang lain terlihat pada kenyataan banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung. Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajaran konvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalam belajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menyadari kenyataan seperti ini para ahli berupaya untuk mencari dan merumuskan strategi yang dapat merangkul semua perbedaan yang dimiliki oleh anak didik. Strategi pembelajaran yang ditawarkan adalah strategi belajar aktif (active learning strategy).

B. Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning Strategy) 1. Pengertian Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Beberapa penelitian membuktikan bahwa perhatian anak didik berkurang bersamaan dengan berlalunya waktu. Penelitian Pollio (1984) menunjukkan bahwa siswa dalam ruang kelas hanya memperhatikan pelajaran sekitar 40% dari waktu pembelajaran yang tersedia. Sementara penelitian McKeachie (1986) menyebutkan bahwa dalam sepuluh menit pertama perthatian siswa dapat mencapai 70%, dan berkurang sampai menjadi 20% pada waktu 20 menit terakhir. Kondisi tersebut di atas merupakan kondisi umum yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi kegagalan dalam dunia pendidikan kita, terutama disebabkan

dan otak juga memproses setiap informasi yang ia terima. Kebanyakan guru berbicara sekitar 100-200 kata per menit.000 kali lebih cepat dari belahan kiri otak sadar. sehingga perhatian tidak dapat tertuju pada stimulus secara menyeluruh. saya lupa Apa yang saya lihat. Dalam arti kata pada pembelajaran seperti ini sudah diikuti oleh reinforcement yang sangat membantu bagi pemahaman anak didik terhadap materi pembelajaran. Mel Silberman (2001) memodifikasi dan memperluas pernyataan Confucius di atas menjadi apa yang disebutnya dengan belajar aktif (active learning). apa yang didengar dikuatkan oleh penglihatan (visual). serta mengatur dan mengarahkan seluruh proses otak kanan. Strategi pembelajaran konvensional pada umumnya lebih banyak menggunakan belahan otak kiri (otak sadar) saja. Penelitian mutakhir tentang otak menyebutkan bahwa belahan kanan korteks otak manusia bekerja 10. Penambahan visual pada proses pembelajaran dapat menaikkan ingatan sampai 171% dari ingatan semula. Dengan penambahan visual di samping auditori dalam pembelajaran kesan yang masuk dalam diri anak didik semakin kuat sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan hanya menggunakan audio (pendengaran) saja. saya paham Ketiga pernyataan ini menekankan pada pentingnya belajar aktif agar apa yang dipelajari di bangku sekolah tidak menjadi suatu hal yang sia-sia. yaitu : Apa yang saya dengar. Otak manusia selalu mempertanyakan setiap informasi yang masuk ke dalamnya.anak didik di ruang kelas lebih banyak menggunakan indera pendengarannya dibandingkan visual. saya lupa Apa yang saya dengar dan lihat. karena siswa mendengarkan pembicaraan guru sambil berpikir. lihat. saya ingat Apa yang saya lakukan. Oleh karena itu sebagian proses mental jauh lebih cepat dibanding pengalaman atau pemikiran sadar seseorang (Win Wenger. saya mulai paham Apa yang saya dengar. Salah satu jawaban yang menarik adalah karena adanya perbedaan antara kecepatan bicara guru dengan tingkat kemampuan siswa mendengarkan apa yang disampaikan guru. diskusikan dan lakukan. Kerja otak manusia tidak sama dengan tape recorder yang mampu merekam suara sebanyak apa yang diucapkan dengan waktu yang sama dengan waktu pengucapan. saya ingat sedikit Apa yang saya dengar. Hal ini disebabkan karena fungsi sensasi perhatian yang dimiliki siswa saling menguatkan. sehingga apa yang dipelajari di kelas tersebut cenderung untuk dilupakan. sementara belahan otak kanan . Sebagaimana yang diungkapkan Konfucius: Apa yang saya dengar. sementara anak didik hanya mampu mendengarkan 50-100 kata per menitnya (setengah dari apa yang dikemukakan guru). 2003:12-13).000 kali lebih cepat dari korteks otak kanan. Hal ini menyebabkan tidak semua yang dipelajari dapat diingat dengan baik. Pemakaian bahasa membuat orang berpikir dengan kecepatan kata. Ungkapan di atas sekaligus menjawab permasalahan yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran. yaitu tidak tuntasnya penguasaan anak didik terhadap materi pembelajaran. saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan Apa yang saya ajarkan pada orang lain. Otak limbik (bagian otak yang lebih dalam) bekerja 10. dan apa yang dilihat dikuatkan oleh audio (pendengaran). lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman lain. saya kuasai Ada beberapa alasan yang dikemukakan mengenai penyebab mengapa kebanyakan orang cenderung melupakan apa yang mereka dengar.

agar terjadinya respons yang positif pada diri anak didik. sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalam pembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. sehingga respons yang ditimbulkan akan menjadi kuat. (Mulyasa. Thorndike (Bimo Wagito.kurang diperhatikan. Respons akan menjadi kuat jika stimulusnya juga kuat. 2004:241) Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa perbedaan antara pendekatan pembelajaran Active learning (belajar aktif) dan pendekatan pembelajaran konvensional. yaitu hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi lebih baik jika dapat menimbulkan hal-hal yang menyenangkan. yaitu dengan adanya ulangan-ulangan yang selalu dikerjakan maka hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi lancar 3. sehingga mereka akan mampu mempertahankan respons tersebut dalam memory (ingatan) nya. 1997) mengemukakan 3 hukum belajar. sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. dan hal ini cenderung akan selalu diulang. Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran. tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. Akibat dari hal ini adalah anak didik mampu mempertahan stimulus dalam memory mereka dalam waktu yang lama (longterm memory). sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan. Hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi lebih baik kalau dapat menghasilkan hal-hal yang menyenangkan. law of readiness. Efek menyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan mampu memberi kesan yang mendalam pada diri anak didik. Dalam metode active learning (belajar aktif) setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. yaitu kesiapan seseorang untuk berbuat dapat memperlancar hubungan antara stimulus dan respons. Ulangan-ulangan terhadap stimulus dapat memperlancar hubungan antara stimulus dan respons. sehingga mereka cenderung akan mengulang aktivitas tersebut. yaitu : Pembelajaran konvensional Pembelajaran Active learning Berpusat pada guru Berpusat pada anak didik Penekanan pada menerima pengetahuan Penekanan pada menemukan Kurang menyenangkan Sangat menyenangkan Kurang memberdayakan semua Membemberdayakan semua indera danpotensi anak didik indera dan potensi anak didik Menggunakan metode yang monoton Menggunakan banyak metode Kurang banyak media yang digunakan Menggunakan banyak media Tidak perlu disesuaikan dengan Disesuaikan dengan Pengetahuan yang sudah ada pengetahuan yang sudah ada . Hal ini kurang diperhatikan pada pembelajaran konvensional. 2. law of exercise. yaitu : 1. Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada anak didik. law of effect. Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa. Dengan memberikan strategi active learning (belajar aktif) pada anak didik dapat membantu ingatan (memory) mereka. Hal ini akan memberi kesan yang kuat pula pada diri anak didik. Pada pembelajaran dengan Active learning (belajar aktif) pemberdayaan otak kiri dan kanan sangat dipentingkan. sehingga mereka dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses. Kesediaan dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses demi proses dalam pembelajaran akan mampu menimbulkan respons yang baik terhadap stimulus yang mereka terima dalam proses pembelajaran.

berdiskusi atau bersamasama dengan anggta kelas yang lain dalam memecahkan masalah. Mereka perlu membaca. Pada tahap ini guru dapat meminta anak didik untuk membaca sebuah jurnal atau teks dan meminta mereka menulis apa yang mereka pelajari. 2. tetapi dialog yang lebih aktif dan dinamis ketika guru membuat diskusi kelompok kecil tentang topik yang dipelajari. Observasi terjadi ketika siswa memperhatikan atau mendengar seseorang yang sedang melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan apa yang mereka pelajari. Aplikasi Active learning (belajar aktif) dalam Pembelajaran L. Who is in the Class?(siapa di kelas).Perbandingan di atas dapat dijadikan bahan pertimbangan dan alasan untuk menerapkan strategi pembelajaran active learning (belajar aktif) dalam pembelajaran di kelas. Mel Silberman (2001) mengemukakan 101 bentuk metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. Selain itu beberapa hasil penelitian yang ada menganjurkan agar anak didik tidak hanya sekedar mendengarkan saja di dalam kelas. Dialog dengan diri sendiri adalah proses di mana anak didik mulai berpikir secara reflektif mengenai topik yang dipelajari. Yang paling penting adalah bagaimana membuat anak didik menjadi aktif. Mereka menanyakan pada diri mereka sendiri mengenai apa yang mereka pikir atau yang harus mereka pikirkan. seperti menganalisis. Kesemuanya dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan jenis materi dan tujuan yang diinginkan dapat dicapai oleh anak. apa pengaruh bacaan tersebut terhadap diri mereka. membuat sintesis dan mengevaluasi. keinginan dan harapan-harapannya melalui percakapan. Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik). Dee Fink (1999) mengemukakan model active learning (belajar aktif) sebagai berikut. Dalam konteks ini. Ada banyak metode yang dapat digunakan dalam menerapkan active learning (belajar aktif) dalam pembelajaran di sekolah. Metode tersebut antara lain Trading Place (tempat-tempat perdagangan). Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik) Metode Question Student Have ini digunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan anak didik sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Metode ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisan. Dialog dengan orang lain bukan dimaksudkan sebagai dialog parsial sebagaimana yang terjadi pada pengajaran tradisional. Group Resume (resume kelompok). Dalam kesempatan ini penulis mencoba menyajikan beberapa model pembelajaran aktif yang disajikan Silberman. seperti membuat suatu eksperimen. the company you keep (teman yang anda jaga). prediction (prediksi). sehingga mampu pula mengerjakan tugas-tugas yang menggunakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi. apa yang mereka rasakan mengenai topik yang dipelajari. Hal ini sangat baik digunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan. apakah itu guru atau teman mereka sendiri Doing atau berbuat merupakan aktivitas belajar di mana siswa berbuat sesuatu. mengkritik sebuah argumen atau sebuah tulisan dan lain sebagainya. TV Komersial. menulis. Prosedur : . maka ditawarkanlah strategi-strategi yang berhubungan dengan belajar aktif. reconnecting (menghubungkan kembali). Dalam arti kata menggunakan teknik active learning (belajar aktif) di kelas menjadi sangat penting karena memiliki pengaruh yang besar terhadap belajar siswa. bagaimana mereka belajar. dan lain sebagainya.

setiap peserta telah memeriksa semua pertanyaan yang diajukan oleh kelompok tersebut.kelompok dan lakukan instruksi yang sama. Ketika setiap kartu diedarkan pada peserta berikutnya. peserta tersebut harus membacanya dan memberikan tanda cek di sana jika pertanyaan yang sama yang mereka ajukan 4. topik yang akan anda bahas atau alasan dasar untuk partisipasi kelas yang akan mereka amati. 3. Kartu tersebut mungkin berisi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dijawab pada pertemuan berikutnya. Jawaban langsung atau berikan jawaban yang berani b. Panggil beberapa peserta berbagi pertanyaan secara sukarela. Saat kartu kembali pada penulisnya. Variasi dapat pula dilakukan dengan meminta peserta untuk memeriksa dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh kelompok tersebut. Reconnecting (menghubungkan kembali) Metode reconnecting (menghubungkan kembali) ini digunakan untuk mengembalikan perhatian anak didik pada pelajaran setelah beberapa saat tidak melakukan aktivitas tersebut. Bagikan kartu kosong kepada siswa 2. Kumpulkan semua kartu. Jawab masing-masing pertanyaan tersebut dengan : a. sehingga fase ini akan dapat mengidentifikasi pertanyaan mana yang mendapat jawaban terbanyak. mintalah peserta menulis harapan mereka dan atau mengenai kelas. Variasi : 1. Meskipun meminta pertanyaan dengan kartu indeks. buatlah kelas menjadi sub. Atau kumpulkan kartu dengan mudah tanpa menghabiskan waktu dan jawab salah satu pertanyaan 2. Meluruskan pertanyaan yang tidak menunjukkan suatu pertanyaan 5. sebagai indikasi penguasaan anak terhadap objek yang dipertanyakan. Mintalah setiap siswa menulis beberapa pertanyaan yang mereka miliki tentang mata pelajaran atau sifat pelajaran yang sedang dipelajari 3. Tentukan satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada para peserta didik : ‡ Apa saja yang masih anda ingat tentang pelajaran terakhir kita ? apa saja yang masih bertahan dalam diri anda ? ‡ Sudahkah anda membaca / berpikir /melakukan sesuatu yang dirangsang oleh pelajaran terakhi kita ? ‡ Pengalaman menarik apa yang telah anda miliki di antara pelajaran-pelajaran? ‡ Apa saja yang ada dalam pikiran anda sekarang (misal nya sebuah kekhawatiran) yang mungkin mengganggu kemampuan anda untuk memberi perhatian pebuh terhadap pelajaran hari ini? ‡ Bagaimana perasaan anda hari ini? (Dapat dilakukan dengan memberikan metafor. sekalipun pertanyaan mereka tidak memperoleh suara terbanyak 6. Jika kelas terlalu besar dan memakan waktu saat memberikan kartu pada siswa. Putarlah kartu tersebut searah keliling jarum jam.1. Jelaskan pada anak didik bahwa menghabiskan beberapa menit untuk mengaitkan kembali pelajaran dengan pengetahuan anak akan memberi makna yang berarti. seperti ³Saya merasa bagaikan pisang busuk . Prosedur : 1. Ajaklah anak didik kembali kepada pelajaran. 2. Fase ini akan mengidentifikasi pertanyaan mana yang banyak dipertanyakan. Menunda jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sampai waktu yang tepat c.

TRADING PLACE Metode ini memungkinkan peserta didik lebih mengenal. Prosedur : a. Mintalah peserta didik untuk memberikan suara terhadap sesuatu yang paling mereka sukai agar anda mengulas pelajaran tersebut. Kartu Sortir (Card Sort) Metode ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep. Ulaslah pertanyaan. fakta tentang suatu objek. Kartu indek dibuat berpasangan berdasarkan definisi. Prosedur : 1. siswa yang lain diminta berpasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau kategori. Makin banyak siswa makin banyak pula pasangan kartunya. seperti sub-kelompok atau pembicara dengan urutan panggilan berikutnya 4. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan kesalahan. d. b. kategori/kelompok. atau mengulangi informasi. Salah satu kelompok dipisahkan ke ruang lain untuk membaca topik pelajaran c. tukar menukar pendapat dan mempertimbangkan gagasan. c.3. Pasangkan masing-masing anggota kelompok pembaca dan kelompok penerima materi pelajaran dari guru dengan tugas menyimpulkan/meringkas materi pelajaran. Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu. Kelompok yang lain diberikan materi pelajaran yang sama dengan metode yang diinginkan oleh guru. Prosedur : a. Bagi kelas menjadi dua kelompok b. mintalah mereka untuk menulis dalam catatan merea salah satu dari hal berikut : a. konsep. Dapatkan respons dengan menggunakan salah satu format. beri peserta didik satu atau lebih catatan-catatan Post-it (tentukan apakah kegiatan tersebut akan berjalan lebih baik dengan membatasi para peserta didik terhadap sebuah atau beberapa kontribusi) 2. sebuah nilai yang mereka pegang . Sampaikan dua pertanyaan. Pengajaran Sinergetik (Synergetic Teaching) Metode ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada siswa membandingkan pengalaman-pengalaman (yang telah mereka peroleh dengan teknik berbeda) yang mereka miliki. atau informasi yang menang. Hubungkan dengan topik sekarang Variasi : 1. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi. Lakukan sebuah ulasan tentang pelajaran yang telah lalu 2. nilai atau pemecahan baru terhadap berbagai masalah. konsep atau sejumlah informasi yang tercakup dalam pelajaran yang lalu. Masing-masing siswa diberikan kartu indek yang berisi materi pelajaran. misalnya kartu yang berisi aliran empiris dengan kartu pendidikan ditentukan oleh lingkungan dll. penggolongan sifat. d.

sebuah pertanyaan yang mereka miliki mengenai persoalan dari mata pelajaran e. sebuah pengalaman yang telah mereka miliki saat ini c. mintalah peseta didik menaruh (menempelkan) catatan tersebut pada pakaian mereka dan mengelilingi ruangan dengan atau sambil membaca tiap catatan milik peserta yang lain 4. pengalaman. Tulislah nama orang tersebut 3. beri tanda stop berburu dan kumpulkan kembali ke kelas. sebuah opini yang mereka pegang tentang sebuah topik pilihan anda f. opini atau fakta tertentu dalam waktu yang singkat. ide. sebuah ide atau solusi kreatif terhadap sebuah problema yang telah anda tentukan d. pertanyaan. Prosedur: 1. Pertukaran itu hendaknya didasarkan pada sebuah keinginan untuk memiliki sebuah nilai. Doronglah peserta didik untuk membuat sebanyak mungkin pertukaran yang mereka sukai. kumpulkan kembali kelas tersebut dan mintalah para peserta didik berbagi pertukaran apa yang mereka buat dan mengapa demikian. Bagikan pernyataan-pernyataan itu kepada peserta didik dan berikah beberapaperintah berikut : Kegiatan ini seperti sebuah perburuan binatang. guru dapat menawarkan sebuah hadiah penghargaan teradap orang yang selesai pertama kali. Saya menyukai perjalanan ke sana karena saya mempunyai nenek moyang yang berasal dari Hongaria dan Ukraina WHO IN THE CLASS? Metode ini digunakan untuk memecahkan kebekuan suasana dalam kelas. sebuah fakta tentang mereka sendiri atau persoalan pelajaran 3. kecuali bahwa anda mencari orang sebagai pengganti benda. Strategi ini membantu perkembangan pembangunan team (team building) dan membuat gereakan fisik berjalan tepat pada permulaan gerakan fisik berjalan tepat pada permulaan sebuah perjalanan.b. suruhlah para peserta didik berkumpul sekali lagi dan mengasosiasikan sebuah pertukaran catatan-catatan yang telah diletakkan pada tempatnya (trade of Post-it notes) satu sama lain. Teknik ini lebih mirip dengan perburuan terhadap teman-teman di kelas daripada terhadap benda. kemudian. Buatlah aturan bahwa semua pertukaran harus menjadi dua jalan. Anda bisa menggunakan masing-masing orang hanya untuk sebuah pernyataan. meskipun dia memiliki kecocokan lebih dari satu. Ketika saya berkata ³mulai´ kelilingilah ruangan dengan mencari orang-orang yang cocok dengan pernyataan ini. 4. 5. ketika kebanyakan peserta didik telah selesai. Buatlah 6 sampau 10 pertanyaan deskriptif untuk melengkapi frase : Carilah seseorang yang«««« Suka/senang menggambar Mengetahui apa yang dimaksud rebonding Mengira bahwa hari ini akan hujan Berperilaku baik Telah mengerjakan PR Punya semangat kuat dalam belajar dll 2. (misalnya : Mita : ³Saya menukar catatan dengan Sonya karena dia telah membuat catatan tentang perjalanan ke Eropa Timur. .

mintalah masing-masing anggota kelompok bergiliran sebagai orang fokus/utama. 4. Bagilah peserta didik ke dalam kelompok sekitar 3 sampai 6 anggota 2. keluarga prestasi-prestasi 5. Kembangkan diskusi singkat tentang beberapa bagian yang mungkin merangsang perhatian dalam topik pelajaran. Resume tersebut seharusnya memasukkan beberapa informasi yang bisa menjual kelompok tersebut secara keseluruhan. bakat. bentuklah sub-sub kelompok dari 3 sampai 4 orang siswa (yang relatif masih asing satu sama lain) 2. perjalanan. Apakah orang tua kamu bersikap toleran atau ketat? h. Apa di antara kegiatan waktu luang favorit anda? c. Beritahukan mereka agar tidak takut tentang tebakan-tebakan yang berani. kamu menyukai musik apa? b. Berapa jam kamu bisa tidur malam? d. sekolah-sekolah yang dimasuki pengetahuan tentang isi pelajaran pengalaman kerja posisi yang pernah dipegang\keterampilan-keterampilan hobby. berikan kelompok cetakan berita dan penilai untuk menunjukkan resume mereka. . Pekerjaan apa yang telah kamu miliki? 3. Berapa saudara kandung yang kamu miliki dan kamu berada pada urutan berapa? e. sedangkan resume kelompok merupakan cara yang menyenangkan untuk membantu para peserta didi lebih mengenal atau melakukan kegiatan membangun tem dari sebuah kelompok yang para anggotanya telah mengenal satu sama lain. sarankan bahwa salah satu cara untuk mengenal dan menyampaikan sumber mata pelajaran adalah dengan membuat resume kelompok.Yang lebih penting surveilah kelas tersebut. beritahukan pada peserta didik bahwa pekerjaan mereka adalah meramalkan bagaimana masing-masing orang dalam kelompoknya akan menjawab pertanyaan tertentu yang telah dipersiapkan untuk mereka. Data yang disertakan bisa berupa : latar belakang pendidikan. Seperti apa kamu ketika masih kecil? g. beritahukan kelas itu bahwa kelas berisi sebuah kesatuan bakat dan pengalaman yang sangat hebat 3. 4. Resume kelompok Teknik resume secara khusus menggambarkan sebuah prestasi . Di mana kamu dibesarkan? f. Prosedur : 1. seperti : a. ajaklah masing-masing kelompok untuk menyampaikan resumenya PREDICTION (PREDIKSI) Metode ini dapat membantu para siswa menjadi kenal satu sama lain Prosedur : 1. Dorong anggota kelompok se spesifik mungkin dalam prediksi mereka mengenai orang itu. kecakapan dan pencapaian individual. mintalah sub-sub kelompok mulai dengan memilih satu orang sebagaoi subyek pertamanya.

5. Jagalah peserta didik tetap bergerak dari kelompok ke kelompok ketika anda mengumumkan kategori-kategori baru. iklan hendaknya berisi sebuah slogan (sebagai contoh ³Lebih baik hidup dengan ilmu Kimia´) dan visual (misalnya. orang yang suka atau tidak suka suatu objek c. tangan yang digunakan untuk menulis e.. maka diskusikan karakteristik dari beberapa iklan yang saat ini terkenal untuk merangsang kreatifitas (misalnya penggunaan sebuah kepribadian terkenal. Eison. dan James A. Charles C. bersihkan ruang lantaiagar peserta didik dapat berkeliling dengan bebas 3. 4. setuju atau tidak dengan beberapa pernyataan opini tentang sebuah isi hangat (misalnya ³Jaminan pemeliharaan kesehatan hendaknya bersifat universal´) Catatan: Kategori dapat pula dikaitkan langsung dengan materi pelajaran yang diajarkan 2. perbandingan terhadap persaingan. mintalah masing-masing team menyampaikan ide-idenya. Pujilah kreatifitas setiap orang. Active Learning: Creating Excitement in the Classroom. Prosedur : 1. bulan kelahiran b. hal tersebut baik juga. lanjutkan segera pada kategori berikutnya. 5. buatlah datar kategori yang anda pikir mungkin tepat dalam sebuah kegiatan untuk lebih mengenal pelajaran yang anda ajar. . Kategori-kategori tersebut meliputi : a. Namun jika team ingin memerankan iklannya. produk-produk kimia terkenal) 4. warna sepatu f. Ajaklah semua untuk mengamati dengan tepat berapa banyak otang yang ada di dalam kelompok-kelompok yang berbeda. sebutkan sebuah kategori. The Company You Keep Metode ini digunakan untuk membantu siswa sejak awal agar lebih mengenal satu sama lain aktivitas kelas bergerak dengan cepat dan amat menyenangkan. Misal para penulis dengan tangan kanan dan penulis dengan tangan kiri akan terpisah menjadi dua bagian. humor. jelaskan bahwa konsep umum dan sebuah outline dari iklan tersebut sesuai. Arahkan para peserta didik untuk menentukan secepat mungkin semua orang yang akan mereka kaitkan dengan kategori yang ada. mintalah mereka berjabatan tangan dengan teman yang mereka jaga.edu/eriche. kesukaan seseorang d. bagilah peserta didik ke dalam team yang tidak lebih dari 6 anggota 2. http://www. kumpulkan kembali seluruh kelas. Diskusikan perbedaan peserta didik yang muncul dari latihan itu. ketika para peserta didik telah membentuk kelompok-kelompok yang tepat. mintalah team-team membuat iklan TV 30 detik yang meniklankan masalah pelajaran dengan menekankan nilainya bagi meraka atau bagi dunia 3.Tv Komersial Metode ini dapat menghasilkan pembangunan team (team building) yang cepat Prosedur : 1.gwu. sebelum masing-masing team mulai merencanakan iklannya. 6. daya tarik sex) 6. DAFTAR BACAAN Bonwell.

edweb. 2004. 5. Beyond Teaching and Learning.Pd Pendidikan : Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Pekerjaan : Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Alamat : Perumahan Rajawali Sakti Blok P-4 Simpang Baru Tampan Pekanbaru Riau Telp/HP : 0761-64436 / 08127666834 Email : Hartono_mpd@yahoo.edu/people/bdodge/Active/ActiveLearning. E. L. 8. Gaung Persada Press. Karakteristik dan Implementasi. Jakarta. Wenger.sdsu. 2004. BIODATA Nama : Drs. Knoxville. Health. 2003. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Mulyasa. Pengantar Psikologi Umum.html Djamarah. Bandung.. Bimo. Boston. 2002.C.co. 6. D. Nuansa. Strategi Belajar Mengajar.R. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Active Learning. reprinted with permission of the Oklahoma Instructional Development Program. 2. Silberman. H. Martinis. 1999. Yogyakarta.id Buku beliau yang sudah diterbitkan antara lain: 1. 7. 2003. Jakarta. Remaja Rosdakarya. 101 Strategi Pembelajaran Aktif. 1984. University of Tennesse. 4. Yamin. Metodologi Penelitian. 53. Teaching Tips: A Guidebook for the Beginning College Teacher.0 Strategi Pembelajaran . Active Learning. Pollio. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Win. Memadukan Quantum Teaching & Learning.. Mel. 3. Andi Offset.Dee Fink. McKeachie W. Hartono. YAPPENDIS. Walgito.. http://www. (terjemahan Ria Sirait dan Purwanto). Learning Research Centre. Analisis Butir Tes dengan Komputer edisi I Analisis Butir Tes dengan Komputer edisi II Statistik untuk Penelitian Analisis Item Instrumen SPSS Analisis Data Statistika dan Penelitian dengan Komputer SPSS versi 16. 1986.) Yogyakarta. Konsep. ³What Students Think About and Do in College Lecture Classes´ dalam TeachingLearning Issues No.. 1997. Rineka Cipta. (terjemahan Sarjuli et al. M.

Panduan Praktis Mengoperasikan Internet 10. . dan lain-lain.9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful