P. 1
AKUNTANSI KEPERILAKUAN

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

|Views: 266|Likes:
Published by Rema Yayang Permata

More info:

Published by: Rema Yayang Permata on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2014

pdf

text

original

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Presented by : Kelompok 4

Hadi Yanuar

Mudawamah (B41108001) Faradina Inda Wardhani (B41108009) Hartati Muharini (B41108010) Rema Yayang Permata (B41108063)

INTERAKSI INFORMASI AKUNTANSI DENGAN FAKTOR ² FAKTOR INTERPERSONAL DALAM EVALUASI KINERJA SUBORDINATE
Oleh : Dwi Ratmono (Universitas Diponegoro Semarang Zuhrotun (UPN Veteran Yogyakarta)

Interpersonal Factors & Performance Evaluation Accounting Personal Information .ABSTRACT The purpose of this study is to investigate the interaction effects of interpersonal factors and accounting performance information on performance evaluation.

(Xu dan Tuttle.PENDAHULUAN Salah satu peran penting informasi akuntansi adalah memberikan informasi yang objektif untuk membantu pengambilan keputusan dalam mengevaluasi kinerja bawahannya (subordinates) Riset-riset terdahulu telah mengeksplorasi situasi-situasi dimana informasi kinerja tidak contractible karena aspekaspek tertentu dari kinerja sulit atau terlalu mahal untuk dimonitor. 2005) . Sebagai hasilnya manajemen mungkin berada dalam evaluasi kinerja yang subyektif.

b. manajer mungkin akan berlaku berbeda ketika melakukan evaluasi kinerja. 2005) berargumen bahwa: a. Jika terdapat ukuran kinerja yang sama untuk dua subordinate. adalah tidak umum untuk seorang subordinate. 1998) . (Xu dan Tuttle. (Cardy.yang mempunyai data kinerja lebih inferior dari subordinate lain. untuk menerima evaluasi dan bonus yang lebih tinggi hanya karena manajer menyukainya. Sebagai contoh. Supervisor sering mengevaluasi subordinatenya dengan cara yang subyektif meskipun tersedia informasi akuntansi yang obyektif.

(Xu dan Tuttle. opini. Attribution theory telah memberikan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana faktorfaktor interpersonal yang tidak relevan dapat mempengaruhi hubungan antara informasi akuntansi yang obyektif dengan evaluasi kinerja. 1961) . dan latar belakang yang mirip dibandingkan dengan mereka-mereka yang berbeda. Riset tersebut menunjukkan bahwa individu-individu yang lebih disukai oleh superiornya adalah mereka-mereka yang memiliki sikap (attitude). 2005) Temuan-temuan dari riset-riset similarityattraction theory. (Bryne.

. 2005) Menunjukkan bahwa dengan mengkombinasikan attribution theory dan paradigm similarity-attraction maka dapat dihipotesiskan bahwa manajer akan membuat atribusi yang berbeda untuk kinerja subordinate tergantung seberapa besar manajer menyukai subordinate. Menunjukkan bahwa faktor-faktor interpersonal tersebut mempengaruhi bagaimana supervisor menggunakan informasi akuntansi ketika mereka melakukan keputusan evaluasi kinerja. yang selanjutnya akan dipengaruhi oleh seberapa mirip subordinate dengan manajer. Memfokuskan pada salah satu aspek penting gaya bekerja (work style).(Xu dan Tuttle.

Riset tentang evaluasi kinerja akan memperoleh manfaat dari kombinasi kedua aliran teori yaitu attribution theory dan similarity-attraction theory. Memperluas riset similarity-attraction theory dengan memasukkan gaya bekerja sebagai sebuah basis penting untuk komparasi kemiripan. 3. 2.Penelitian ini bertujuan untuk menguji interaksi pengaruh sosial dengan informasi akuntansi penting untuk beberapa alasan. Riset ini penting untuk mengembangkan sebuah pemahaman tentang masalah-masalah tertentu yang sering terjadi dalam penggunaan informasi akuntansi untuk proses evaluasi kinerja seperti interaksi informasi akuntansi dan faktor-faktor interpersonal. 1. .

TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Attribution theory Individu-individu tidak bereaksi secara langsung terhadap perilaku orang lain namun pertama kali akan melalui proses intermediasi dengan mengatributkan perilaku terhadap penyebabnya (Tongtharadol et. . 1991).al.

Mitchell et. .al (1981) : mengindentifikasikan beberapa variabel moderating dalam proses atribusi.Beberapa penelitian telah menguji proses pembentukan atribusi dan efek atribusi supervisor pada evaluasi kinerja Giola dan Sims (1986) : mendokumentasikan bahwa supervisor merespon dengan ´menghukumµ lebih berat kepada subordinate ketika supervisor mengatributkan kinerja yang lebih buruk kepada faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal. termasuk hubungan supervisor subordinate dan karakteristik individual.

dan tipe pekerjaan cenderung mempengaruhi atribusi kausal yang dilakukan suprvisor.organisasi. Regan et.Faktor-faktor karakteristik individual seperti ras atau jenis kelamin.al (1974):menunjukkan kesukaan (liking) merupakan variabel moderating dalam model atribusi. .level.

supervisor akan mengatributkan kinerja lebih pada faktor-faktor eksternal untuk seorang subordinate yang disukai dibandingkan tidak disukai. H1b: Ketika informasi akuntansi adalah negatif. H2 : terdapat efek interaksi antara data kinerja akuntansi dan atribusi-atribusi kausal yang dibuat pada evaluasi kerja. . supervisor akan mengatributkan kinerja lebih pada faktor-faktor internal untuk seorang subordinate yang disukai dibandingkan seorang subordinate yang tidak disukai.HIPOTESIS H1a: Ketika informasi akuntansi adalah positif.

H4: Tingkat kesukaan supervisor terhadap subordinate akan berpengaruh positif terhadap evaluasi kinerja. H3 : Kemiripan dalam gaya bekerja adaptor dan innovator antara seorang supervisor dan subordinate akan berpengaruh positif terhadap tingkat kesukaan supervisor terhadap subordinate. .

ANALISIS DATA DAN HASIL Secara implisit H1a dan H1b memprediksikan adanya interaksi antara data kinerja akuntansi dengan tingkat kesukaan personal pada atribut ² atribut kausal yang dibuat supervisor. cenderung tidak ada perbedaan atribusi yang dibuat subyek baik untuk subordinate yang disukai maupun yang tidak disukai. Dalam kondisi informasi akuntansi positif. .

.PENGUJIAN MANN-WHITNEY TEST Dalam statistik. disebut juga Mann-Whitney-Wilcoxon (MWW) yaitu non parametik uji hipotesis statistik untuk menilai apakah dua independen sampel pengamatan memiliki nilai sama besar.untuk ukuran sampel yang sama. dan diperluas dengan ukuran sampel yang bebas. Ini awalnya diusulkan oleh Frank Wilcoxon tahun 1945. Ini adalah salah satu tes paling terkenal signifikansi non-parametrik. the Mann-whitney.

yang nampak untuk subordinate yang disukai. .tidak ada perbedaan signifikan dalam atribusi yang dibuat oleh grup supervisor yang menyukai atau yang kurang menyukai subordinate pada kondisi informasi akuntansi positif.di sajikan pada tabel 4: tidak mendukung. terdapat perbedaan signifikan dalam atribusi yang dibuat oleh grup supervisor yang menyukai dan yang kurang menyukai subordinate pada kondisi informasi akuntansi yang negatif. H1b:hipotesis tersebut didukung.supervisor mengatributkan kinerja lebih pada faktor ² faktor eksternal.PENGUJIAN MANN-WHITNEY TEST H1a.

Berdasarkan pengujian ini.LANJUTAN«. .00.rata ² rata skor atribusi adalah 13..sedangkan subordinate yang tidak disukai.001.bagi subordinate yang disukai maka supervisor mengatribusikan ratarata skor atribusi adalah 3.00 maka perbedaan signifikan pada 0.

Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher. bapak statistika modern. analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimation. ANOVA) adalah suatu metode analisis statistik yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. khususnya di bidang genetika terapan). seperti analisis ragam. dan analisis variansi. sidik ragam. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain. .ANALISIS VARIANS ( ANOVA ) Analisis varians (analysis of variance. Dalam praktik.

setelah ada hipotesis 2.yang menyatakan bahwa ada efek interaksi antara data kinerja akuntansi dan atribusi ± atribusi kausal yang dibuat pada evaluasi kinerja.PENGUJIAN ANOVA Pada tabel 3 menunjukkan terdapat efek interaksi antara informasi akuntansi dengan tingkat personal liking pada hipotesis 1. . Pada tabel 6 menunjukkan hasil tidak mendukung hipotesis sebelumnya.

801 dan signifikan dengan nilai p=0. nilai p=0. rata-rata =16. Supervisor yang kurang menyukai.LANJUTAN«. . Untuk hasil regresi pada tabel 8 dengan pengujian diatas menunjukkan bahwa hipotesis tersebut didukung dengan koefisien untuk personal liking adalah 0. meskipun demikian.079.09.perbedaan evaluasi kinerja tersebut hanya marjinal signifikan secara statistik.006.

Temuan utama dari riset ini menunjukkan bahwa faktor-faktor interpersonal seperti personal liking berinteraksi dengan angka-angka kinerja akuntansi sehingga mempengaruhi bagaimana atribusi hasil penilaian kinerja yang dibuat supervisor .DISKUSI HASIL PENELITIAN Penelitian ini menekankan pada pengaruh aspek psikologis dari perilaku supervisor tentang bagaimana mereka menggunakan informasi kinerja akuntansi untuk mengevaluasi subordinate (bawahan).

supervisor mengatributkan penyebabnya pada faktor-faktor internal. Temuan pertama dari riset ini adalah ketika informasi akuntansi adalah negatif. . supervisor akan mengatributkan kinerja lebih pada faktorfaktor eksternal untuk seorang subordinate yang disukai dibandingkan seorang subordinate yang tidak disukai. Sebaliknya ketika kinerja subordinate yang tidak disukai negatif.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa kemiripan dalam gaya bekerja adaptor dan innovator antara seorang supervisor dan subordinate tidak berpengaruh terhadap tingkat kesukaan supervisor terhadap subordinate. Hasil empiris tidak mendukung hipotesis kedua. . yang menunjukkan bahwa atribusi terhadap kinerja seorang subordinate tidak mempengaruhi bagaimana seorang supervisor mengevaluasi kinerja subordinate.

. Hasil riset ini juga menunjukkan bahwa personal liking merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi evaluasi kinerja yang dilakukan manajer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->