P. 1
elektroda

elektroda

|Views: 998|Likes:
Published by inggila

More info:

Published by: inggila on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

2.

ELEKTRODA LAS BUSUR MANUAL
a. Fungsi dan Ukuran Elektroda
1. Fungsi Elektroda Elektroda secara umum mempunyai fungsi :
y

Inti elektroda : - Sebagai penghantar arus listrik dari tang elektroda ke busur yang terbentuk, setelah bersentuhan dengan benda kerja - Sebagai bahan tambah. Adapun bahan inti elektroda dibuat dari logam ferro dan non ferro misalnya : - Baja karbon - Baja paduan - Alumunium - Kuningan, dll

y

Salutan elektroda : - Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair. - Membentuk lapisan terak, yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi udara selama proses pendinginan. - Mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat. - Memudahkan penyalaan. - Mengontrol stabilitas busur. Salutan elektroda peka terhadap lembab, oleh karena itu elektroda yang telah dibuka dari bungkusnya disimpan dalam kabinet pemanas ( oven ) yang bersuhu kira-kira 15r C lebih tinggi dari suhu udara luar. Apabila tidak demikian, maka kelembaban akan menyebabkan hal -hal sebagai berikut :
y y y y

Salutan mudah terkelupas, sehingga sulit untuk menyalakan Percikan yang berlebihan. Busur tidak stabil. Asap yang berlebihan

2. Ukuran Elektroda Elektroda diproduksi dengan standar ukuran panjang dan diameter. Diameter elektroda diukur pada kawat intinya. Ukuran diameter elektroda secara umum berkisar antara 1,5 sampai dengan 7 mm, panjang antara 250 ± 450 mm serta dengan tebal salutan antara 10% - 50% dari diameter elektroda. Dalam perdagangan elektroda tersedi a dengan beratnya 25 kg, 20 kg, atau 5 kg; dibungkus dalam dus atau kemasan yang terbuat dari kertas dan lapisan plastik pada bagian luarnya. Biasanya pada tiap kemasan dituliskan ukuran elektroda, yaitu : berat per kemasan/ kotak dan diameter elektrodanya , disamping identitas atau keterangan lain, antara lain : merk / fabrik pembuat, kode produksi dan kode elektroda, ketentuan -ketentuan penggunaan, dll.

0 dan 1 = tipe salutannya adalah : celluloce ( E xxx0 atau E xxx1 ) 2. 8 yang menunjukkan tipe arus dan pengkutuban ( polarity ) yang digunakan. secara umum adalah sebagai berikut : y y y y Komposisi Tambahan Bahan Kimia ( Paduan ) : Tambahan bahan paduan pada elektroda akan ditunjukkan dengan dua digit setelah empat/ lima digit terakhir kode elektroda.d. Digit ( angka ) tersebut mulai dari 0 s. Berikut ini adalah simbol komposisi bahan paduan yang biasa ditambahkan pada elektroda : . Digit ke tiga atau empat : menunjukkan tentang posisi pengelasan yang artinya sbb : y y 1 = elektroda dapat digunakan untuk semua posisi ( E xx1x ) 2 = elektroda dapat digunakan untuk posisi di bawah tangan ( flat ) dan mendatar pada sambungan sudut/ fillet ( E xx2x ) 3 = hanya untuk posisi di bawah tangan saja ( E xx3x ) 4 = untuk semua posisi kecuali arah turun ( E . Elektroda dengan digit terakhirnya 2 d an 7 dapat digunakan untuk arus AC atau DCSP. Elektroda dengan digit terakhirnya 3 dan 4 dapat digunakan untuk arus AC atau DC ( DCRP dan DCSP ).xx4x ) y y Digit terakhir ( ke empat/ lima ) menunjukkan tentang jenis arus dan tipe salutan. Elektroda dengan digit terakhirnya 1. Kode elektroda ini biasanya dituliskan pada salutan elektroda dan pada kemasan/ bungkusnya. 3 dan 4 = tipe salutannya adalah : rutile ( E xxx2. seperti contoh : E 8018-B2. Khusus untuk tipe salut an ( flux ) elektroda. 6 dan 8 = tipe salutannya adalah : basic/ base (E xxx5. E xxx3 atau E xxx4 ) 5.b. E xxx6 atau E xxx8 ) 7 = tipe salutannya adalah : oksida besi (E xxx7). Menurut American Welding Society ( AWS ) kode elektroda dinyatakan dengan E diikuti dengan 4 atau lima digit yang artinya adalah sebagai berikut : E = elektroda Dua atau tiga digit pertama : menunjukkan nilai kekuatan tarik ( tensile strength ) minimum x 1000 psi pada hasil pengelasan yang diperkenankan. di mana ³B2´ tersebut adalah menunjukkan % kandungan bahan paduan pada elektroda tersebut. di mana ada empat pengelompokan yang dapat menunjukkan tipe arus untuk tiap tipe elektroda. Kode dan Penggunaan Elektroda Kode elektroda digunakan untuk mengelompokkan elektroda dari perbedaan fabrik pembuatnya terhadap kesamaan jenis dan pemakaiannya. 6 dan 8 dapat digunakan untuk arus AC atau DCRP. yaitu :     Elektroda dengan digit terakhirnya 0 dan 5 dapat digunakan hanya untuk tipe arus DCRP.

Ni Ni . t t i l t i i t i l l . . t l t t i n ode elektroda las b sur manual : . . . .   i i t i i l rutil i t A t i i . i i i i A . t t basi . . . . B £ £©¨§ ¦ ¥¤£ ¢ Gambar. i li an El roda .9 P ¡ l t ti P. . . . . Ni Ni Catatan : K i l l Contoh E6 3 l t E l ti E 8 8l t E t mb c . Ni . . . . .A B B B . . .

t t l l t i i i ti . it t " Gambar. t t. J . P nyim anan El A l t .10 P nyim anan El troda    . l t i. Si t : i l t . Ol l i i i . i i i t i t l .c. ti i t i t t. t l t . l l l t i t l l i i i i t t t  t . Bil l i i !    t  troda l it t ti l i t l i . Y i . B i l i l i i i i t j t i t j i l i t t i ti sili a l il t i . . t . Hi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->