P. 1
Program Kreativitas Mahasiswa

Program Kreativitas Mahasiswa

|Views: 204|Likes:
Published by kikamega

More info:

Published by: kikamega on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TEKNOLOGI BIOENKAPSULASI BIO-YOGHURT UNTUK TERAPI HIPERKOLESTEROLEMIA

BIDANG KEGIATAN PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh: Mega Nurjayanti Khoirun Nisyak Sesotya Raka Pambuka Tito Ari Santoso Ardhana Galih I. A. 0810920048 (2008) 0810920046 (2008) 0810550036 (2008) 0610540054 (2006) 0610543001 (2006)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

HALAMAN PENGESAHAN USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA : Teknologi Bioenkapsulasi Bio-Yoghurt Untuk Terapi Hiperkolesterolemia 2. Bidang Kegiatan : (X) PKMP ( ) PKMK ( )PKMT ( ) PKMM 3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan (X) Pertanian ( ) MIPA ( )Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan 4. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Mega Nurjayanti b. NIM : 0810920048 c. Jurusan : Kimia d. Universitas : Universitas Brawijaya e. Alamat Rumah dan No Tel./HP. : Jalan Watugong 40 Ketawanggede Malang HP. 085755880907 f. Email : megz_maniezz@yahoo.co.id 5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang 6. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Sasangka Prasetyawan, MS. b. NIP : 19630404 198701 1 001 c. Alamat Rumah dan Telp./HP : Jalan Hamid Rusdi No. 109 Malang HP. 081931854192 7. Biaya Kegiatan Total : a. Dikti : Rp 7.000.000,b. Sumber Lain : ± 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 Bulan Malang, 20 Oktober 2010 Menyetujui Ketua Jurusan Kimia, Ketua Pelaksana, 1. Judul Kegiatan

Dr. Sasangka Prasetyawan, MS. NIP. 19630404 198701 1 001 Pembantu Rektor Bidang Kamahasiswaan Universitas Brawijaya,

Mega Nurjayanti 0810920048 Dosen Pendamping,

Ir.H.RB.Ainurrasjid, MS. NIP. 19550618 198103 1 002

Dr. Sasangka Prasetyawan, MS. NIP. 19630404 198701 1 001

dan mempunyai efek penurunan resiko penyakit hiperkolesterolemia Lactobacillus helveticus merupakan salah satu spesies bakteri asam laktat yang telah banyak digunakan sebagai probiotik. JUDUL Teknologi Bioenkapsulasi Bio-yoghurt untuk Terapi Hiperkolesterolemia B. Penelitian yang dilakukan oleh Ruidavets et al. Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau pada umumnya disebut sebagai kolesterol buruk. dan stroke. Sekitar 36 juta (18% dari total populasi) penduduk Indonesia mengalami hiperkolesterolemia dan dari jumlah itu 80 % pasien meninggal mendadak akibat serangan jantung (Misbach dan Kalim. penyumbatan pembuluh arteri. 2006). Keunggulan dari L...A. termasuk gagal jantung. jantung koroner. 2009). menyerap bahan berbahaya dari saluran pencernaan. mempunyai efek antagonistik dengan membunuh bakteri patogen dalam pencernaan. helveticus yaitu memiliki viabilitas yang tinggi selama fermentasi dan merupakan salah satu b akteri probiotik yang telah diuji secara klinis mampu memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan dan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan (Burke et al. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang cukup kompleks dan dapat menimbulkan komplikasi yang serius serta membutuhkan biaya perawatan yang mahal (Mancia et al. 2001). (2006) membuktikan bahwa probiotik yoghurt mempunyai berbagai aktivitas klinis antara lain yaitu dapat menurunkan resiko penyakit hipertensi. LATAR BELAKANG MASALAH Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mereduksi beberapa kendala mahalnya biaya perawatan hipertensi yaitu dengan menciptakan makanan fungsional berbasis susu yaitu Bio-yoghurt yang ditambahkan dengan kultur probiotik (Kimoto et al. namun demikian viabilitas probiotik selama transportasi menuju usus dalam sistem . Hipertensi adalah salah satu faktor penyebab dari penyakit kardiovaskular. 2007).. Hiperkolesterolemia dapat berkembang menjadi arterosklerosis pada pembuluh arteri berupa penyempitan pembuluh darah dan mengakibatkan hipertensi (Hardiningsih dan Nurhidayat. 2002).

Upaya untuk menghadapi beberapa kendala tersebut serta untuk meningkatkan viabilitas probiotik terhadap pH rendah asam lambung dan garam empedu. Kemampuan ini didasarkan pada komponen polimer polisakarida yaitu gum arab dan tapioka mempunyai kandugan SDF (soluble dietary fibre) seperti beberapa oligosakarida. 1998). Mengetahui jenis mikroenkapsulat bahan yang efektif digunakan sebagai bahan probiotik yoghurt (L. protein whey hidrolisat dan kasein dalam proses bioenkapsulasi dapat meningkatkan viabilitas L. whey protein hidrolisat dan kasein. helveticus terhadap asam lambung dan garam empedu serta meningkatkan aktivitasnya dalam menurunkan kolesterol? D. garam empedu (bile salt) dan kompetisi dengan mikroba lain. TUJUAN Tujuan penelitian ini. PERUMUSAN MASALAH Lactobacillus helveticus yang digunakan pada produk Bio-yoghurt mengalami stres pada saat masuk ke dalam saluran pencernaan karena asam lambung dan garam empedu sehingga viabilitasnya rendah. helveticus) yang dapat . tapioka. Bioenkapsulasi adalah pembentukan kapsul menyelubungi sel probiotik dengan bahan enkapsulat tertentu yang bermanfaat untuk meningkatkan viabilitas dan perlindungan probiotik dari kondisi lingkungan yang ekstrim (Widodo. 2000). maka perlu dikembangkan perlindungan probiotik dengan cara bioenkapsulasi. RS (resistant starch) yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi bagi probiotik (Gibson dan Fuller. C. tapioka. Senyawa protein yang digunakan yaitu whey hidrolisat dan kasein berfungsi sebagai sumber peptida dan asam amino serta asupan gizi yang ideal bagi L. Berdasarkan hal tersebut.pencernaan menghadapi beberapa kendala diantaranya keberadaan pH yang rendah dari asam lambung. helveticus sehingga dapat meningkatkan viabilitasnya dalam menghadapi stres selama berinteraksi dengan asam lambung dan garam empedu (Sothornvit dan Krochta. yaitu : 1. maka perlu diketahui apakah gum arab. Salah satu produk bahan pangan yang diduga dapat berperan sebagai prebiotik adalah gum arab. 2003).

Hiperkolesterolemia Hiperkolesterolemia terjadi akibat adanya akumulasi kolesterol dan lipid pada dinding pembuluh darah. Kolesterol merupakan molekul yang berperan sangat penting dalam sintesis membran sel. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. LDL berperan dalam membawa kolesterol kembali ke aliran darah. Mengetahui dosis Bio-yoghurt yang efektif digunakan sebagai terapi hiperkolesterolemia. F. . 2. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal. Kolesterol terdiri atas high density cholesterol (HDL). Helveticus untuk meningkatkan viabilitas dan aktivitasnya dalam menurunkan kolesterol dalam darah bila digunakan dalam produk Bio-yoghurt. 1997). hormon korteks adrenal. E.meningkatkan viabilitas L. helveticus terhadap asam lambung dan garam empedu serta meningkatkan aktivitas sebagai penurun kolesterol darah. HDL berperan dalam membawa kolesterol dari aliran darah ke hati. walaupun sebagian besar (90%) penyebab hipertensi tidak diketahui (hipertensi essential). prekusor sintesis hormon steroid. low density cholesterol (LDL) dan trigliserida. KEGUNAAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi tentang penggunaan bahan yang tepat digunakan sebagai bioenkapsulasi L. Berbagai faktor dapat memicu terjadinya hipertensi. Kolesterol yang terdapat dalam tubuh dapat berasal dari makanan (eksogen) atau disintesis oleh tubuh (endogen). Hiperkolesterolemia disebabkan kadar kolesterol melebihi 239 mg/mL dalam darah (Cuchel et al. G. sintesis asam-asam empedu dan vitamin D. Penyebab tekanan darah meningkat adalah peningkatan kecepatan denyut jantung.1. TINJAUAN PUSTAKA G. LUARAN YANG DIHARAPKAN Produk agen bioterapi Bio-yoghurt terhadap penyakit hiperkolesterolemia berbasis susu yang aman dikonsumsi.

2009). G. Aktivitas Anti-Hiperkolesterolemia Penelitian yang dilakukan Kimoto et al.2. 2001). hal tersebut dikarenakan selama fermentasi probiotik dapat menghasilkan peptida. G. Menurut Hirata et al. yaitu apabila probiotik berinteraksi dengan lingkungan yang memiliki pH rendah. Salah satu contoh probiotik adalah Lactobacillus helveticus (Widodo. pengendalian kadar serum kolesterol. dinding enkapsulan didesain dapat mengontrol pelepasan bahan . peningkatan kemampuan cerna laktosa serta mengurangi tingkat resiko sakit perut dan diare. mengurangi resiko penyakit kanker saluran pencernaan.3. Ikatan peptida memiliki kemiripan dengan hormon endorphin.peningkatan resistensi (tahanan) dari pembuluh darah tepi dan peningkatan volume aliran darah (Kurniawan. Viabilitas Probiotik Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap viabilitas probiotik. G. yaitu Valin-Prolin-Prolin dan Isoleusin-Prolin-Prolin. (2002) membuktikan bahwa L helveticus yang digunakan sebagai probiotik yoghurt memiliki aktivitas antihipertensif setelah dikonsumsi secara oral pada tikus yang terserang hiperkolesterolemia. Hidrogen peroksida. Bioenkapsulasi Bioenkapsulasi merupakan teknik perlindungan atau pengemasan droplet cairan atau partikel padat yang didesain untuk melindungi bahan yang dienkapsulasi dari faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan. yaitu hormon yang dapat merelaksasikan otot jantung. konsentrasi asam yang berlebihan. karena sebagai penghambat bakteri patogen dalam sistem pencernaan. Probiotik Probiotik adalah mikroorganisme hidup baik dalam kondisi tunggal atau campuran yang ditambahkan pada bahan pangan dengan tujuan memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan sistem pencernaan.4.. 2003). Melalui pendekatan lain. sehingga tekanan darah menjadi normal. suplementasi nutrisi dalam susu yang digunakan untuk pertumbuhan probiotik atau biasa disebut prebiotik (Bertolini dan Grosso. Usaha untuk meningkatkan viabilitas dari kultur dapat dilakukan dengan bioenkapsulasi. (2002) adanya peptida Valin-Prolin-Prolin dan IsoleusinProlin-Prolin dapat berfungsi sebagai antihiperkolesterolemia. G.5.

akan tetapi tidak larut pada alkohol dan pelarut organik lainnya.. Bahan Bioenkapsulasi Pemilihan enkapsulan untuk setiap penerapan merupakan hal penting. 2001). protein susu. antara lain yaitu maltodekstrin. Pada umumnya bahan penyalut tidak larut air digunakan untuk mengkapsulasi bahan inti yang larut atau sebaliknya. Jenis enkapsulat yang digunakan tergantung pada jenis metode enkapsulasi yang digunakan. 1990). siklodekstrin. dan sifat pengeringan yang baik. 1993). pembentukan film. Gum arab dapat mempertahankan flavor dari makanan yang dikeringkan dengan metode spray drying karena gum ini dapat membentuk lapisan yang dapat melindungi dari oksidasi. oksidasi dan rekasi kimia (Rosenberg et al. G. 1996).6. kelarutan yang tinggi dan menunjukkan kemampuan emulsifikasi. merupakan hidrokoloid yang sangat mudah larut dalam air panas maupun air dingin. membentuk larutan dengan viskositas rendah. Selain itu. absorbsi dan evaporasi (Bertolini et al. garam.6. Enkapsulasi bahan-bahan yang sensitif seperti senyawa volatil menjadi dalam bentuk kering yang diproteksi oleh dinding enkapsulan dari kerusakan akibat penguapan. meningkatkan jumlah total padatan. Enkapsulat merupakan bahan yang ditambahkan dalam proses pengolahan pangan untuk melapisi komponen inti. dan lemak biasanya digunakan sebagai enkapsulat (Sultana et al. Bahan penyalut untuk mikroenkapsulasi dengan spray drying haruslah memiliki flavor yang tawar. gelatin. maka gum arab dapat . gum arab.. protein nabati. Gum Arab Gum arab merupakan hidrokoloid yang dihasilkan dengan eksudasi alami dari pohon akasia. pati termodifikasi. 2000). bahan penyalut dalam larutan berkonsentrasi tinggi haruslah memiliki viskositas yang rendah (Young et al. sukrosa. mempercepat proses pengeringan dan mencegah kerusakan bahan akibat panas (Dziezak. Karena sifat viskositasnya yang rendah dan tidak adanya rasa dan warna.. 1988)..1.yang dienkapsulasi pada suatu kondisi tertentu yang dinginkan. G. misalnya setiap jenis enkapsulan memiliki sifat pengemulsi yang unik dan kemampuan membentuk film yang mempengaruhi kemampuannya untuk berfungsi sebagai enkapsulat (Kim et al.

(1996). penambanan turunan dari selulosa seperti xantan gum atau tapioka dapat berinteraksi dengan alginate dan CaCl2 untuk memberikan kekuatan interaksi antar enkapsulat. G. 1993). Protein whey isolat dapat digunakan sebagai dinding atau pelapis bahan enkapsulasi.6. Sumber N dalam bentuk peptida dan asam amino dapat meningkatkan viabilitas sel ± sel probiotik dalam yogurt yang dibuat dengan kombinasi Lactobacillus acidophilus. Protein whey berkombinasi dengan karbohidrat dapat digunakan sebagai dinding material dalam mikroenkapsulasi melalui spray drying.3. 2003). . Protein whey hidrolisat mengandung peptida bioaktif dalam jumlah tinggi dan mineral susu yang kaya kalsium. Jaringan granula pati akan direkatkan oleh keberadaan gum dan diikat oleh CaCl2. G. untuk memperbaiki sifat emulsifikasi dan kemampuan enkapsulasinya (Young et al. thermophilus (Dave and Shah.. 2003). 1998). Tapioka Tepung tapioka adalah tepung yang terbuat dari pati ketela dan tidak berbau serta berasa.ditambahkan dalam jumlah tertentu tanpa mengganggu sifat organoleptik produk pangan dimana gum arab ditambahkan (Mosilhey. Penambahan sistein. dan hidrolisat kasein dapat meningkatkan viabilitas probiotik. WPC. Pemanfaatan tepung tapioka digunakan sebagai bahan mikroenkapsulat menurut Kim et al. khususnya bakteri probiotik (Mc Comas dan Gilliland. Secara umum produk susu memerlukan cita rasa yang khas. sehingga protein whey hidrolisat lebih reaktif dan dapat meningkatkan sifat fungsionalnya (Gauthier dan Pauliot. sehingga meningkatkan kemampuan granula untuk menjebak probiotik. fosfat dan mineral lainya serta berat molekul yang kecil. Bifidobacterium dan S. meningkatkan solubilitas amilosa dan mencegah kristalisasi amilosa (retrogredasi). Pengaruh protein whey hidrolisat dalam pertumbuhan bakteri probiotik dalam susu adalah sebagai penyediaan sumber nutrien peptida dan asam amino yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat.6.2. Whey Protein Hidrolisat Protein whey hidrolisat merupakan modifikasi dari proten whey yang dihidrolisis dengan enzim protease (Britten dan Giroux. 2003). Pati yang digunakan pada produk susu biasanya tidak berbau dan tidak berasa. 1994).

yaitu: pasteurizer. Alat-Alat Alat-alat yang digunakan. kasein. spektofotometer UV. mencit. minyak kelapa.1. kuvet. helveticus.G. helveticus. akuades. Kasein Kasein merupakan protein utama dari susu yang diekstrak dari susu berdasarkan titik isoelektrik dan penggumpalan secara enzimatis. pepton. Pro (Fox et al. 2.2.3.1. erlenmeyer. sodium alginat. MRS Broth. Menurut Britten dan Giroux (1994) sifat yang paling penting yang dimiliki oleh kasein adalah fleksibilitasnya. CaCl2. tapioka.4. oven. Pengujian viabilitas probiotik dalam Bio-yoghurt . H. tabung reaksi. mampu bertindak sebagai surfaktan dan juga untuk membentuk lapisan penstabil yang meluas di sekeliling droplet emulsi. Kasein merupakan protein yang tersusun dari asam ± asam amino yaitu 35 ± 45% adalah asam amino non polar yaitu Val. gum arab. larutan garam empedu. METODE PELAKSANAAN H. 2H2O. Phe.. lemak kambing. whey protein hidrolisat. Tyr. refrigerator. starter L. Sifat ini menyebabkan kasein baik sebagai bahan pengemulsi. 2000). HCl. Tahap Penelitian Tahap kerja yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi : 1. telur ayam. H. 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia Fakultas MIPA dan Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan yang dilakukan selama 4 bulan. kandang mencit. dan kertas kraft. Asam yang ditambahkan pada susu menurunkan pH sampai dengan 4.6 sehingga mengakibatkan kasein mengendap dari protein whey. seperangkat pipet dan perlengkapan injeksi. magnetic stirrer. Leu. cawan petri. Pembuatan Bio-yoghurt L. H. PCA. thermometer. Helveticus. Bahan dan Alat Penelitian H. H. Ile.2. Bahan Penelitian Susu sapi. autoclave.6.2. inkubator. Pembuatan biokapsul L. kapas.2.

4. 6. masing-masing sebanyak 9 ml. 5.4. selanjutnya disterilkan pada suhu 1210C selama 15 menit. Pembuatan Biokapsul Lactobacillus helveticus L. selanjutnya disterilisasi pada suhu 1210C selama 15 menit. Pengujian viabilitas probiotik dalam Bio-yoghurt terhadap garam empedu. helveticus yang didapatkan kemudian ditambahkan 1% sodium alginat dan bahan bioenkapsulasi (gum arab. Tabung reaksi kemudian ditutup dengan kapas dan dibungkus dengan kertas kraft.4. helveticus yang didapatkan diinokulasikan sebanyak 5% ke dalam susu sapi. H. Media MRS agar dibuat dengan melarutkan 62 gram MRS agar dalam 1 liter aquades. Kultur L. kemudian dilakukan pemanenan produk Bio-yoghurt. Percobaan aktivitas antihiperkolesterolemia Bio-yoghurt secara in vivo terhadap mencit 7.4. helveticus dalam Bio-yoghurt adalah sebagai berikut (Menurut Fardiaz. tapioka. 2003). Hasil yang didaptakan dikeringkan pada suhu 45ºC selama 3 jam (Monnet et al. Analisis data H.1%. whey protein hidrosilat.3. Proses selanjutnya adalah homogenisasi kemudian diteteskan ke dalam CaCl2. atau kasein). diaduk menggunakan magnetic stirrer dan dipanaskan dengan hot plate hingga mendidih. sehingga terbentuk larutan 0. Persiapan Bahan dan Media Larutan pepton dibuat dengan melarutkan 1 gram pepton dalam 1 liter aquades. Langkah selanjutnya adalah menginkubasinya pada suhu 42º C selama 4 jam. Prosedur Kerja H. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio-Yoghurt Pengujian viabilitas L. Pengujian viabilitas probiotik dalam Bio-yoghurt terhadap asam lambung.4. H. Pembuatan Bio-Yoghurt Lactobacillus helveticus Enkapsulat L. 2H2 O.1.2. selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi.helveticus diinokulasikan ke dalam MRS broth kemudian diinkubasikan pada suhu 37º C selama 24 jam.. 1993) yang dimodifikasi dalam hal jenis larutan pengencer dan media pertumbuhan : a. .

4. selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 9 ml. Tabung reaksi kemudian ditutup dengan kapas dan dibungkus dengan kertas kraft. Dituang dalam cawan petri sebanyak 1 ml kemudian dituang MRS agar. diaduk menggunakan magnetic stirrer dan dipanaskan dengan hot plate hingga mendidih. diratakan dengan membentuk angka 8 (metode pour plate). 1. masing-masing sebanyak 9 ml. Persiapan Bahan dan Media Larutan asam lambung dibuat dari HCl 37% dengan pH 2. Pengujian viabilitas dalam Bio-yoghurt 1 ml Bio-yoghurt probiotik dimasukkan dalam 9 ml larutan pepton steril 10-1 kemudian dilakukan pengenceran hingga 10-7. Langkah selanjutnya adalah pengenceran dengan menggunakan pepton steril hingga 10-5. Tabung reaksi kemudian ditutup dengan kapas dan dibungkus dengan kertas kraft. helveticus dalam probiotik Bio-yoghurt terhadap asam lambung dilakukan menurut Mosilhey (2003) sebagai berikut: a. helveticus dalam probiotik Bio-yoghurt terhadap garam empedu dilakukan menurut Mosilhey (2003) sebagai berikut: . Larutan pepton dibuat dengan melarutkan 1 gram pepton dalam 1 liter aquades. Inkubasi pada suhu 37 0C selama 48 jam. Dituang dalam cawan petri sebanyak 1 ml kemudian dituang MRS agar. Media MRS agar dibuat dengan melarutkan 62 gram MRS agar dalam 1 liter aquades.1%. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio-Yoghurt terhadap Garam Empedu Pengujian viabilitas L. dan 2 jam pada suhu 370C. Pengujian Viabilitas terhadap Asam Lambung 1 ml Bio-yoghurt probiotik dimasukkan dalam 9 ml larutan asam lambung steril selanjutnya diinkubasi selama 0. selanjutnya disterilkan pada suhu 1210 C selama 15 menit. selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi. selanjutnya disterilisasi pada suhu 1210C selama 15 menit. diratakan dengan membentuk angka 8 (metode pour plate) serta diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam. b. selanjutnya disterilisasi pada suhu 1210 C selama 15 menit. selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah koloni. sehingga terbentuk larutan 0. H.4. H. Dilakukan perhitungan jumlah koloni. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio -Yoghurt terhadap Asam Lambung Pengujian viabilitas L.b.4.5.

40 ekor mencit kemudian dikelompokkan menjadi lima kelompok berdasarkan perlakuan yaitu : 1. Pakan kolesterol 1.5%. Tabung reaksi kemudian ditutup dengan kapas dan dibungkus dengan kertas kraft.05 gram garam empedu dalam 10 ml aquades sehingga terbentuk larutan garam empedu 0.5% selama 1 minggu kemudian pakan standart selama 2 minggu. Media MRS agar dibuat dengan melarutkan 62 gram MRS agar dalam 1 liter aquades. selanjutnya disterilisasi pada suhu 1210C selama 15 menit. H. Upaya meningkatkan kadar kolesterol darah mencit dibuat pakan hiperkolesterolemia yang mengandung kolesterol 1.5 g kolesterol (Hardiningsih dan Nurhidayat.a. dan 2 jam pada suhu 370C. Selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi. masing±masing sebanyak 9 ml. dan minyak kelapa 1%. selanjutnya disterilisasi pada suhu 1210C selama 15 menit. Langkah selanjutnya dilakukan pengenceran dengan menggunakan pepton steril hingga 105 .1%. Kelompok I (kontrol) : 10 ekor diberi pakan hiperkolesterolemia 1.6. selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 9 ml. selanjutnya disterilkan pada suhu 1210 C selama 15 menit. 1. Percobaan Aktivitas Antihiperkolesterolemia Bio-Yoghurt Secara In Vivo Terhadap Mencit 40 ekor mencit jantan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasikan selama satu hari terhadap lingkungannya. diaduk menggunakan magnetic stirrer dan dipanaskan dengan hot plate hingga mendidih. Tabung reaksi kemudian ditutup dengan kapas dan dibungkus dengan kertas kraft. . b. selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah koloni. kemudian di uji kadar serum kolesterol.5% dari kuning telur ayam. Pemberian pakan hiperkolesterolemia dilakukan selama satu minggu. Larutan pepton dibuat dengan melarutkan 1 gram pepton dalam 1 liter aquades. HDL dan HDL. sehingga terbentuk larutan 0.5% artinya dalam setiap 100 g pakan terkandung 1. lemak kambing 10%. Persiapan bahan dan media : Larutan garam empedu dibuat dengan melarutkan 0. Dituang dalam cawan petri sebanyak 1 ml kemudian dituang MRS agar. 2006). Pengujian viabilitas terhadap garam empedu 1 ml probiotik Bio-yoghurt dimasukkan dalam 9 ml larutan garam empedu steril selanjutnya diinkubasi selama 0.4. diratakan dengan membentuk angka 8 (metode pour plate) dan diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam.

Perlakuan pada mencit adalah pemberian dosis pada masing-masing perlakuan yaitu : kontrol . tapioka.Garam Empedu Viabilitas terhadap .2. 3.HCl .4 mL 5000 mL x 200 mL = 0. Rata-rata volume darah total mencit X standart konsumsi yoghurt Rata-rata volume darah manusia 2. Metode Analisis Data a.HCl .Garam Empedu b. 1993).3 ml (triple dose) selama 2 minggu.HCl . Whey Protein Hidrolisat (WPH).HCl .Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap .096 mL ~ 0.Garam Empedu Viabilitas terhadap . Analisis Viabilitas Probiotik Terhadap Asam Lambung dan Garam Empedu Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penambahan empat jenis bahan mikroenkapsulasi probiotik yaitu : gum arab.Garam Empedu Viabilitas terhadap .HCl .4.Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap . Desain penelitian ini tersaji pada tabel berikut : Jenis Bahan Enkapsulat Gum Arab Tapioka WPH Kasein 1 Viabilitas terhadap . dan Kasein.5% selama 1 minggu kemudian Bio-yoghurt secara oral dengan dosis 0.HCl .HCl .Garam Empedu Viabilitas terhadap .HCl . 4.Garam Empedu Ulangan 3 Viabilitas terhadap .Garam Empedu 5 Viabilitas terhadap .HCl .HCl . * keterangan : penentuan besarnya dosis yang akan diberikan pada mencit dilakukan anologi dengan dosis terhadap manusia (Young. Kelompok II : 10 ekor diberi pakan hiperkolesterolemia 1.Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap . Kelompok IV : 10 ekor diberi pakan hiperkolesterolemia 1.HCl . Analisis Aktivitas Antihiperkolesterolemia Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dengan ulangan 10 kali.HCl .HCl .5% selama 1 minggu kemudian Bio-yoghurt secara oral dengan dosis 0.HCl .Garam Empedu 4 Viabilitas terhadap .HCl .HCl .7.HCl .HCl .5% selama 1 minggu kemudian Bio-yoghurt secara oral dengan dosis 0.Garam Empedu 2 Viabilitas terhadap .HCl .HCl .Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap .Garam Empedu Viabilitas terhadap .2 ml (double dose) selama 2 minggu. Kelompok III : 10 ekor diberi pakan hiperkolesterolemia 1.Garam Empedu Viabilitas terhadap .1 H.1 ml (single dose) selama 2 minggu.

000 . RANCANGAN BIAYA 1. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio-yoghurt terhadap Asam Lambung 6. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio-yoghurt terhadap Garam Empedu 7 Pengujian Aktivitas Penurunan Kolesterol secara in vivo 9 Analisis Data 10 Penulisan Laporan Akhir J. No 1. Rp.2 ml). 3. P3 doble dose (0.3 ml). 1991).2 ml) dan triple dose (0. 240. dst ulangan 1. kemudian untuk mengetahui perlakuan terbaik antar perlakuan. jika ada perbedaan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) (Yitnosumarto. Hasil Ternak UB Harga Rp.1 ml). single dose (0. JADWAL KEGIATAN No Nama Kegiatan Bulan Bulan Bulan Bulan I II III IV 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pembelian alat dan bahan 2.(tanpa pemberian Bio-yoghurt). P4 triple dose (0. Pengujian Viabilitas Probiotik dalam Bio-yoghurt 5. doble dose (0. Biaya Alat Jenis Peralatan Sewa Spektrofotometer UV Sewa Laboratorium Tek. I. 2.3. P2 single dose (0. Pembuatan biokapsul L helveticus 3.1 ml).3 ml) dan U1. Hewan Uji Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam.2. analisis data dilakukan dengan metode D¶Garmo. Pembuatan Bio-yoghurt L helveticus 4.000 150. Desain penelitian ini tersaji pada tabel berikut : Ulangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 kontrol P1 U1 P1 U2 P1 U3 P1 U4 P1 U5 P1 U6 P1 U7 P1 U8 P1 U9 P1 U10 Single dose P2 U1 P2 U2 P2 U3 P2 U4 P2 U5 P2 U6 P2 U7 P2 U8 P2 U9 P2 U10 Doble dose P3 U1 P3 U2 P3 U3 P3 U4 P3 U5 P3 U6 P3 U7 P3 U8 P3 U9 P3 U10 Triple dose P4 U1 P4 U2 P4 U3 P4 U4 P4 U5 P4 U6 P4 U7 P4 U8 P4 U9 P4 U10 *keterangan : P1 tanpa pemberian. dst. 2.

7.000/ Kg Rp 75.000 TOTAL Rp.000/ Kg Rp 110.000 4.000 3.000 13.000 3. Pengujian 10 x 5. Starter L. Gum Arab 500 g 54.000. Lemak Kambing 5 Kg 15.000 10. 200.000 2. 100.000 17. Larutan garam empedu 500 ml 35.000 REKAPITULASI DANA No Jenis Biaya Harga 1.000 4.000/ g Rp 150.000/100 g Rp 270. Telur Ayam 10 Kg 11. Susu Sapi 50 liter 7000 Rp 350. Mencit 50 ekor 20. Biaya Lain-Lain No. Fotokopi dan Penjilidan Rp. 4.000 Rp. Biaya Transportasi No.000 Rp 50.210. MRS Broth 50 g 5.000/ 100 ml Rp 175. Jenis Kegiatan Biaya Satuan Harga 1. Sewa Laboratorium Biokimia UB Rp.000 4.000/ 100 g Rp 500. 50.500 Rp 75. 550.000 5. 550.000 8. 100. Kapas 10 bungkus 5.000/ Kg Rp 5.000 Rp 350.000 TOTAL Rp.000 3.000 4.000 .000 16. Benang Wool 10 gulung 2.000 20.000 14.000 19. Biaya Bahan Habis Pakai No.000 6. HCl 500 ml 35.000 15.140. Tapioka 500 g 10. Jenis Bahan Jumlah Harga Satuan Harga (Rp) Kebutuhan (Rp) 1. Pepton 50 g 5.000 11.000/ 1 g Rp 250.140.000 TOTAL Rp.helveticus 1 paket 350.000 21. Penelusuran Pustaka Rp.000 2. Pembelian Alat dan Bahan 10 x 5. PCA 175 g 5. 5.000 2.000 Rp 20.3.000/ g Rp 875.000 18. Biaya Transportasi Rp.000 7. Minyak Kelapa 2 liter 10. CaCl2 500 g 4000/ g Rp 200.000/ L Rp 20. 100.000 Rp 50.210.000/ 100 g Rp 375. Akuades 50 liter 1. Dokumentasi Kegiatan Rp. 150. Kasein 500 g 75. Biaya Bahan Rp. 1. Biaya Peralatan Rp. 5.000 2. 100. Whey Protein Hidrosilat 500 g 100. 250. 1.000/ 100 ml Rp 175. Pembuatan Laporan Akhir Rp.000.000 Rp 1.000 12.000/ g Rp 125. Sodium alginate 50 g 3.000 Sewa Laboratorium Kedokteran UB Rp. Biaya Lain-Lain Rp.000 JUMLAH Rp.000 TOTAL Rp. Kertas Kraft 20 lembar 3.000 2. Nama Harga 1.000 Rp 60.000 5. 500.000 3.

1910-1917. 81(11): 2804-2816. Thrombosis. 2002. Marina.F.R. Mancia G. and Fuller. Guinee. Paul and M. L and Lee. T. Hodgson JM. Cogan. Okamoto. Germano G et al. 51. 2002. Rogers P. 2002. T. L. H.C. Stability of Monoterpenes Encapsulated in Gum Arabic by Spray Drying. http://www.F. Gramedia Pustaka Utama.M. G.D. Siani dan C.. Kimoto. 1998. Giangiulioi N. Cifkova R. Takahashi T. 2001. Journal of Arteriosclerosis. Nakamura Y. Microencapsulation and food industry. New York : Aspen Publishers. K. Dave R. T.go. J.P Shah. 1988. and C. 2001. Kajimoto O. Fardiaz.. M and H. Puddey IB. S. Gauthier. Dairy Sci. 38: 821-6. Guidelines For The Management of Arterial Hypertension: The Task Force for The Management of Arterial Hypertension of The . Vol. 127-130. Clinical Effects Of New Sour Milk Drink In Mild Or Moderate Hypertensive Subjects. Jakarta : PT.7. Fagard R. Microencapsulation in Food Addititives in Jackson. Beilin LJ. Britten. 2006. 49:780±785.I and N. Food. J. 2003. Gizi Seimbang Untuk Mencegah Hipertensi. Kim. Effect of pH During Heat Processing of Partislly Hydrolyzed Whey Protein.J. Hirata. Food Chemistry.1991.C.id. S. A. F. Ingredient Supplementation Effect on Viability of Probiotic Bacteria in Yoghurt.V Morr. 77: 676-684. Journal Dairy Science 85:3182-3188. Hypertension. Functional And Biological Properties Of Peptides Obtained By Enzymatic Hydrolysis Of Whey Proteins. Dominiczak A. Pouliot. Dziezak. J.bahanpang. Hardiningsih dan Nurhidayat. 2000. British Nutrition Foundation.P. 2007.. P. & Clin.F and Y.. Sweeney. Kurniawan. American Heart Association. 86: E78-E87. J. 1996. Microencapsulations Properties Of Gum Arabics And Several Food Proteins : Spray ± Dried Oranges Emulsions Particles. S. J. De Backer G. Fox.K. 2009. Y. Ohmomo. New Rem. and Vascular Biology.. Inc. Grosso.sumutprov. 44 : 1308 ± 1313. A. Diakses tanggal 29 Juli 2010. Agric. Pengaruh Pemberian Pakan Hiperkolesterolemia Terhadap Bobot Badan Tikus Putih Wistar yang Diberi Bakteri Asam Laktat. Moriguchi S. 1998. Burke V. Dairy Sci. Giroux. Fundamentals of Cheese Science.. Biodiversitas. Mikrobiologi Pangan 1. et al. The Role Of Probiotics And Prebiotics In Functional Food Concept. Cuchel. Lovastatin Decreases De Novo Cholesterol Synthesis and LDL Apo B-100 Production Rates in Combined-Hyperlipidemic Males. J. Gibson. 1994.H. DAFTAR PUSTAKA Bertolini A. 1993.. Dairy Sci. Lebenson ± Wiss ± U Technol 24:289 ± 287. 1997. Cholesterol removal from media by Lactococci. 60-6. Yada H. Dietary Protein And Soluble Fiber Reduce Ambulatory Blood Pressure In Treated Hypertensives. 2001. Agr. 3 ± 13. Chem.

Peiris and K. Gilliland. 2003. Microencapsulation of Anhydrous Milk Fat. Godward. 68. 65.J.L. R. Food Sci.Arumugaswamy. S.25:110587. Kopelman and Y. Jr. Ducimetiere P. Food Sci. Journal Dairy Science. Arveiler D. . N. diakses 4 Oktober 2010.2006. Sarda and M. 4. C. Kailasapathy. 6. Yitnosumarto. Corrie..com/cardiovascular/art193. Rosenberg. Beal and G. Institute of Food Technology. 2006. 2003. 76 : 2868-2877. Krochta. Microencapsulating Properties of Whey Proteins.H. 153 pages. Sothornvit. Percobaan Rancangan. 2000. Sultana K. McComas. J. Water Vapor Permeability and Solubility of Film from Hydrolyzed Whey Protein. Growth of Probiotic and Traditional Yoghurt Cultures in Milk Supplemented with Whey Protein Hydrolysate. G. 1993. Http://medicastore. No. J. Talmon. Foodchem. Bongard V. Independent Contribution of Dairy Products and Calcium Intake to Blood Pressure Variations at a Population Level.M. Reynolds. 2000.. P. J. J dan Kalim. 38:1288-1294. Encapsulation of Probiotic Bacteria WithalginateStarch and Evaluation of Survival in Simulated Gastro Intestinal Condition and in Yoghurt. 86 : 3048-3053. Factors Affecting Retention in Spray Drying Microencapsulation of Volatile Materials. Mosilhey. Faculty of Agriculture University of Bonn. 24: 671-81. J. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Vol. 2003. Journal Dairy Science. I. 2007. and S. Ruidavets JB. S. Influence of Different Capsule Materials on The Physiological Properties of Microencapsulated Lactobacillus acidophilus. Dallongeville J. S. 62:47±55. Simon C. No. J Hypertens. Bioenkapsulasi Probiotik (Lactobacillus cassei) dengan Pollard dan Tepung Terigu Serta Pengaruhnya Terhadap Viabilitas dan Laju Pengasaman.European Society of Hypertension (Esh) and of The European Society of Cardiology (Esc). 2003. 1993. Young. S. Rosenberg.. Vol. Monnet. Food Microbiol. Agric. Misbach. M. and J.A..html. X. Hiperkolesterolemia dan Pola Hidup. Improvement of The Resistance of Lactobacillus delbrueckii ssp. K. J Hypertens . Kaitan Penyakit Kardiovaskular. 2009. 1990.E. bulgaricus to Freezing by Natural Selection. H. C. Widodo. Analisis dan Interpretasinya.

20 Oktober 2010 Tito Ari Santoso 0610540054 . NIM : 0810920048 3. 30 September 1990 5. 20 November 1987 5. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam/minggu 7. Riwayat pendidikan  SDN Ngaglik 02 Batu  SMPN 01 Batu  SMAN 01 Batu  Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya 8. NIM : 0610540054 3. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam/minggu 7.L. Alamat di Malang : Jl Abdul Gani 06 Batu 6. Nama Lengkap : Mega Nurjayanti 2. Fakultas/jurusan : Peternakan/THT 4. Nama Lengkap : Tito Ari Santoso 2. Pengalaman Organisasi : Ketua Umum HIMATENA Fakultas Peternakan UB 9. Pengalaman Organisasi :  Anggota Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) UB 9. Tempat/Tanggal Lahir : Batu. Riwayat pendidikan :  SDN Rembang 2  SLTPN 1 Blitar  SMAN 1 Blitar  Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 8. 20 Oktober 2010 Mega Nurjayanti 0810920048 Anggota Pelaksana 1 1. LAMPIRAN Ketua Pelaksana Kegiatan 1. Fakultas/jurusan : MIPA/ Kimia 4. Tempat/Tanggal Lahir : Balikpapan. Pengalaman Ilmiah :Malang. Pengalaman Ilmiah : Penggunan Litesse dan Simplesse pada Pembuatan Es Krim Strawberry Rendah Lemak Malang. Ketawanggede 6. Alamat di Malang : Jalan Watugong 40.

16 Oktober 1987 5. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam/minggu 7. 0610543001 Anggota Pelaksana 3 1. Pengalaman Ilmiah :  Finalis PKM-T dalam PIMNAS XXII dengan judul ³Rancang Bangun Mikrowave Ekstraktor Sebagai Pengekstraksi Essensial Oil Jahe Untuk Pengawet Bakso´ Malang. A 2. NIM : 0610543001 3. Fakultas/jurusan : MIPA/ Kimia 4. Universitas Brawijaya 8. Fakultas Peternakan. Malang 6. Alamat di Malang : Jalan Sumbersari Gang IV/263. Riwayat pendidikan  SDN Sudimoro 03 Malang  SMP Al-Munawwariyyah Malang  SMAN 2 Jombang  Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya 8. A. 20 Oktober 2010 Ardhana Galih Indera. Nama Lengkap : Khoirun Nisyak 2. 6 Landungsari Malang 6. Fakultas/jurusan : Peternakan/Teknologi Hasil Ternak 4. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam/minggu 7. Alamat di Malang : Jalan Tirtosari No. Tempat/Tanggal Lahir : Mojokerto.Anggota Pelaksana 2 1. Pengalaman Ilmiah :  Finalis PKM-GT pada PIMNAS XXII dengan judul ³Pemanfaatan Getah Kamboja Untuk Pengobatan Kutil Kulit´ pada tahun 2009 Malang. Pengalaman Organisasi :  UAKI bidang Syi¶ar tahun 2008 9. Nama Lengkap : Ardhana Galih Indera. 20 Oktober 2010 Khoirun Nisyak 0810920046 . Tempat/Tanggal Lahir : Jombang. Riwayat pendidikan :  SDN Tanggung Kramat Ploso Jombang  SMP N 2 Jombang  SMA N 2 Jombang  Teknologi Hasil Ternak. Pengalaman Organisasi :  Pengurus HMK-UB Divisi Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Periode 2009-2010 9. 6 Desember 1989 5. NIM : 0810920046 3.

Pengalaman Organisasi : 9. Fakultas/jurusan : Peternakan/Ilmu Peternakan 4. 4 April 1963 Unit kerja : Jurusan Kimia-Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Jl. Riwayat pendidikan  SDN 1 Banaran  SMPN 1 Kertosono  SMAN 1 Kertosono  Ilmu Peternakan Fakutas Peternakan Universitas Brawijaya 8. Nama Lengkap : Sesotya Raka P 2. 20 Oktober 2010 Dr. 0810550036 Daftar Riwayat Hidup Dosen Pembimbing Nama : Dr. 20 Oktober 2010 Sesotya Raka. 6 Desember 1989 5. Sasangka Prasetyawan. Pangkat/Jabatan /Gol : Lektor Kepala NIP : 19630404 197001 1 001 Tempat & Tanggal lahir : Malang. MS. Pengalaman Ilmiah :  Finalis PKM-GT pada PIMNAS XXIII dengan judul ´ Bank Biogas Sebagai Solusi Kreatif Pengurangan Emisi Karbon Dan Krisis Energi´ tahun 2010 Malang. NIM : 0810550036 3.Anggota Pelaksana 4 1. Tempat/Tanggal Lahir : Nganjuk.com Malang. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam/minggu 7. Telpon/Fax : (0341) 575838 Alamat rumah : Jalan Hamid Rusdi No. Alamat di Malang : Jalan Kertowaluyo No 10 Malang 6. 109 Malang Email : sasangka_463@yahoo. Sasangka Prasetyawan. P. Veteran Malang. MS. 19630404 197001 1 001 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->