P. 1
Real Makalah Mangrove 2

Real Makalah Mangrove 2

|Views: 1,344|Likes:

More info:

Published by: Sarastiti Alifaningdyah on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Indonesia yang dikenal luas sebagai negara kepulauan terdiri dari pulaupulau yang dikelilingi lautan luas, sekitar 5,8 juta kilometer persegi atau 75% dari total wilayah Indonesia. Kondisi perairan di Indonesia didukung dengan letak astronomis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, yaitu antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT tersebut membuat Indonesia mendapat curahan panas matahari yang cukup tinggi. Hal itu memungkingkan segala jenis tumbuhan dapat tumbuh dengan baik di Indonesia, khususnya tumbuhan bakau atau lebih dikenal dengan nama mangrove ( Rhizopora spp.). Penyebaran hutan mangrove di Indonesia cukup luas. Bahkan, Indonesia adalah negara yang mempunyai ekosistem hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 3,8 juta hektar, diikuti Brazil, Australia, Nigeria, dan Mexico. Indonesia memiliki sekitar 40% dari total hutan mangrove di dunia. Namun, Lebih kurang 70 persen dari 9,4 juta hektare luas potensial mangrove (hutan bakau) di seluruh Indonesia rusak akibat masih banyaknya masyarakat yang belum paham tentang pentingnya ekosistem. Selama ini manusia masih belum begitu memahami manfaat mangrove terhadap keutuhan lingkungan, terutama di daerah pesisir. Sehingga mereka seringkali melakukan perusakan terhadap hutan mangrove demi memperoleh keuntungan semata. Padahal, mangrove dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia tanpa perlu merusak ekosistemnya, asal dilakukan dengan baik dan benar. Hutan Mangrove di Indonesia tersebar di berbagai daerah, salah satunya di Banyuwangi. Letak Banyuwangi yang berada di sekitar pesisir dan dikelingi laut membuat banyak jenis mangrove tumbuh di sana. Kebanyakan Mangrove di Banyuwangi tersebar di daerah pesisir Banyuwangi Selatan sampai Alas Purwo. Memiliki kawasan hutan bakau yang cukup luas merupakan keuntungan tersendiri bagi lingkungan sekitar dan juga masyarakatnya. Bakau mempunyai berbagai macam manfaat dalam berbagai bidang kehidupan manusia, baik untuk keutuhan lingkungan maupun manfaat bagi masyarakat secara langsung. Dengan

1

pengelolaan yang baik dan benar, bakau atau mangrove dapat meningkatkan taraf hidup manusia tanpa perlu merusaknya. Hal itulah yang menyebabkan pengelolaan hutan bakau saat ini kurang diperhatikan dengan baik. Dapat dilihat, banyak kawasan hutan bakau yang rusak. Salah satu penyebabnya adalah ulah manusia. Padahal, perusakan itu dapat merugikan masyarakat dan juga lingkungan sekitar. Dengan kata lain, jika manusia mengetahui manfaat dan cara melestarikan bakau dengan baik dan benar, maka masyarakat dapat merasakan keuntungan yang besar bagi kehidupannya. Berdasarkan pemikiran di atas, penulis membahas masalah tersebut dalam karya ilmiah ini, yang berjudul ”Pelestarian Hutan Mangrove serta Pemaksimalan Peranannya Terhadap Lingkungan dan Masyakat Khususnya di Pesisir Banyuwangi Selatan”.

Gambar 1. Kondisi mangrove yang rusak karena kurangnya rehabilitasi

I.2 Rumusan Masalah Dalam penelitian ini, perlu dirumuskan masalah seperti di bawah.  Bagaimana kondisi umum hutan mangrove saat ini, khususnya di Apa saja manfaat mangrove terhadap lingkungan dan masyarakat di Bagaimana cara memanfaatkan mangrove bagi masyarakat tanpa daerah Pesisir Banyuwangi Selatan?  wilayah sekitar pesisir Indonesia?  merusak ekosistemnya?

2

Bagaimana cara untuk memelihara kelestarian dan keutuhan hutan

mangrove? I.3 Tujuan Dengan penelitian ini, penulis bertujuan:  mengetahui kondisi umum hutan mangrove saat ini, khususnya di mengetahui manfaat mangrove terhadap lingkungan dan masyarakat di mencari cara memanfaatkan mangrove bagi masyarakat dengan benar, mencari cara untuk memelihara kelestarian dan keutuhan hutan daerah Pesisir Banyuwangi Selatan  wilayah sekitar pesisir di Indonesia.  tanpa merusak ekosistemnya  mangrove. I.4 Manfaat  Dengan tulisan ini diharapkan masyarakat dapat memahami tentang kondisi hutan mangrove saat ini sehingga dapat menjaga keutuhan hutan mangrove utamanya di kawasan pesisir daerah Banyuwangi Selatan  Dengan mengetahui manfaat mangrove bagi lingkungan, diharapkan masyarakat dapat menjaga kelestarian hutan mangrove  Masyarakat sekitar kawasan hutan magrove dapat memanfaatkan hutan mangrove untuk meningkatkan perekonomian tanpa tanpa perlu merusaknya.  Mengantisipasi kerusakan yang terjadi di kawasan hutan mangrove, sehingga kelestariannya dapat tetap terjaga.

3

2. tanah rendah pantai. mangrove adalah sebutan umum yang diantara garis pasang surut. Menurut Snedaker (1978). mangrove adalah tanaman yang tumbuh di daerah pantai. digunakan untuk menggambarkan suatu komunitas pantai tropic yang didominasi oleh beberapa spesies pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin. tanah tergenang air laut.). biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh:       tidak terpengaruh iklim. 4. Menurut Steenis (1978).BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Menurut Soerianegara (1990).). bakau (Rhizophora sp. dipengaruhi pasang surut. nyirih (Xylocarpus sp. kata mangrove digunakan untuk menyebut jenis pohon – pohon atau semak – semak yang tumbuh di antara batas air tertinggi saat air pasang dan batas air terendah sampai di atas rata – rata permukaan laut. jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp. lacang (Bruguiera sp.). hutan mangrove adalah suatu kelompok jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropika dan 4 . nipah (Nypa sp. 1. 5.). 3. pedada (Sonneratia sp.) dll.1 Pengertian Mangrove Mangrove berasal dari kata mangue/mangal (Portugish) yang berarti tumbuhan dan grove (English) yang berarti belukar atau hutan kecil.). hutan tidak mempunyai struktur tajuk. Menurut Mac Nae (1968). adalah sebagai berikut. Pengertian mangrove menurut beberapa ahli. mangrove adalah vegetasi hutan yang tumbuh Menurut Nybakken (1988).

hutan mangrove merupakan masyarakat hutan halofil yang menempati bagian zone intertidal tropika dan subtropika. dan tepi 5 . Kawasan ekosistem hutan pantai ini tanahnya berpasir dan mungkin berbatu-batu. Hutan pantai yaitu hutan yang tumbuh disepanjang pantai. berupa rawa atau hamparan lumpur yang terbasahi oleh pasang surut. Hutan mangrove dibedakan dengan hutan pantai dan hutan rawa. Monkhouse dan Small (1978). terdapat di pantai rendah dan tenang. serta mendapat pengaruh pasamg surut air laut. menyebut mangrove sebagai vegetasi berjalan yang cenderung mendorong terbentuknya tanah timbul melalui suksesi alami atau buatan dengan terbentuknya vegetasi baru pada tanah timbul tersebut. Moore (1977). laut. daerah pasang surut. 8. tidak pernah mengalami genangan air laut ataupun air tawar. tanahnya kering. 6. Kostermans (1982). Ekosistem hutan pantai dapat terdapat disepanjang pantai yang curam di atas garis pasang air laut. Menurut Longman dan Jenik.subtropika yang terlindung dan memiliki semacam bentuk lahan pantai dengan tipe tanah anaerob. sedikit berpasir. hutan mangrove merupakan hutan dengan vegetasi yang hidup muara sungai. Sedangkan hutan rawa adalah hutan yang tumbuh dalam kawasan yang selalu tergenang air tawar. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian mangrove adalah formasi hutan khas daerah tropika dan sedikit subtropika. Menurut Baehaqie dan Indrawan (1993). 7. berlumpur.

stylosa dan perepat (Sonneratia alba) tumbuh di atas pasir berlumpur. populasi hutan mangrove di dominasi oleh jenis tanaman dari family Rhizophora spp. Sedangkan bakau R. 3 Bagian-bagian Pohon Mangrove Secara umum.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. 1) Perakaran sifat jangkauan perakaran berkembang dengan baik.Gambar 2. atau mempunyai toleransi yang tinggi terhadap tingkat keasinan (salinity) air laut dan pada umumnya bersifat alkalin. 6 . Berikut adalah sosok dari tanaman tersebut.2 Jenis – jenis Mangrove Hutan mangrove di Indonesia sering juga disebut hutan bakau. Hutan mangrove yang masih terjaga kelestariannya II. ukuran jangkauan perakaran sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pada lokasi pohon tersebut. mucronata tumbuh di atas tanah lumpur. Jenis-jenis bakau (Rhizophora spp. Bakau Rhizophora apiculata dan R. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (Avicenniaceae alba) di zona terluar atau zona pionir ini II. Tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove adalah tumbuhan yang bersifat halophyte. Tetapi istilah ini sebenarnya kurang tepat karena bakau (rhizophora) adalah salah satu family tumbuhan yang sering ditemukan dalam ekosistem hutan mangrove.

1993 menyebutkan ciri-ciri terpenting dari penampakan hutan mangrove. terlepas dari habitatnya yang unik. kulit pohonnya kelabu. Akar pohon mangrove 2) Pohon Pada saat tanaman ini masih muda. 4 Ciri-ciri Mangrove Soemodihardjo et al. panjang benih rata-rata 90 cm. Benang sarinya pendek yaitu 1-2 mm dan indung telurnya 3-4 mm pada kepala putik. Benih ini berbentuk batang setelah menancap di lahan pertumbuhannya. adalah:  memiliki jenis pohon yang relatif sedikit. meruncing ke bagian ujung. daun bunganya terdiri dari 4 helai. berwarna hijau kekuning-kuningan pada saat masih muda. 5) Buah Ukuran buah Rhyzophora mucronata panjangnya 6-8 cm dan lebarnya 2-3 cm. 4) Bunga Bunga dalam satu malai banyaknya 4-16 biji. II. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua sampai hijau kekuning-kuningan. calix panjangnya 14-16 mm dengan lebar 7-9 mm. Panjang daun 13-23 cm dan lebarnya 812 cm berbentuk elips atau oval telur. lentisel pada batangnya berwarna terang. 7 .Gambar 3. 3) Daun Bentuk daun jenis Rhyzophora mucronata adalah paling lebar dibandingkan dengan jenis Rhyzophora lainnya.

dan pada api-api Avicennia spp. khususnya pada Rhizophora. memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau dapat berkecambah di pohonnya. airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2 .    tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat. memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora) misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau Rhizophora spp. tempat hidup hutan mangrove merupakan habitat yang unik dan memiliki ciri-ciri khusus. baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama.22 o/oo) hingga asin. 1993. daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat... memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon. 8 .5 Habitat Mangrove Menurut Soemodihardjo et al. serta akar yang mencuat vertikal seperti pensil pada pidada Sonneratia spp.   II. diantaranya adalah:  tanahnya tergenang air laut secara berkala.

Sumber Data Sekunder Disamping menggunakan sumber data primer.2. menguji kebenaran dan menjalankan prosedur dengan benar. Sumber Data Sumber Data yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah: 1. juga menggunakan sumber data sekunder. yaitu dari berbagai buku literature dari perpustakaan umum dan berbagai informasi dari internet. Metode Pengumpulan Sumber Data 9 . yaitu sumber data yang tertulis dan merupakan sumber data yang diperoleh melalui kepustakaan.1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Suatu penelitian memerlukan suatu metode penulisan yang dipergunakan sebagai cara menemukan. Sumber Data Primer Sumber data yang diperoleh secara langsung dengan melakukan wawancara di Dinas Perhutani 2. 3. sehingga dapat dipertahankan secara ilmiah dengan tingkat kebenaran yang optimal. Adapun metode yang dipergunakan sebagai berikut : 3.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.5 juta hadi luar kawasan). Sumatra Selatan (9.1.1. Studi Pustaka Metode Studi Pustaka dilakukan dengan mencari sumber melalui bukubuku yang membahas tentang mangrove. kemudian berdasar hasil interpretasi citra landsat (1992) luasnya tersisa 3.812 juta ha (Ditjen INTAG dalam Martodiwirjo. Mangrove di Indonesia kebanyakan tersebar di daerah Irian Jaya (35%).6%). lebih dari setengah hutan 10 . Brazil. 2.7 juta ha dalam kawasan hutan dan 5.6%). dan Mexico.1 Kondisi Umum Hutan Mangrove Saat ini IV. Namun demikian. Kalimantan Timur (20. dan berdasarkan data Ditjen RRL (1999).2 juta ha (3. Selain itu. diikuti Australia. Tekanan yang berlebihan terhadap kawasan hutan mangrove untuk berbagai kepentingan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah pelestarian alam telah mengakibatkan terjadinya penurunan luas hutan mangrove yang cukup drastis.i Kondisi Mangrove di Indonesia Indonesia adalah negara yang mempunyai ekosistem hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 3. Nigeria.25 juta ha. dan propinsi lainnya kurang dari 6%. juga dilakukan pencarian referensi yang di dapat dari internet. Wawancara Metode wawancara dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan Dinas Perhutani Bagian Selatan dengan narasumber bapak Panca dan bapak Suprapto agar mendapatkan informasi yang nyata .1994). luas hutan mangrove Indonesia tinggal 9.8 juta hektar. Berdasarkan data tahun 1984. Indonesia memiliki mangrove dalam kawasan hutan seluas 4.

namun tingkat keberhasilannya masih sangat rendah.675 ha.890 ha (Departemen Kehutanan.6 juta ha dalam kawasan hutan dan 3.6 %).Upaya merehabilitasi daerah pesisir pantai dengan penanaman jenis mangrove sebenarnya sudah dimulai sejak tahun sembilan-puluhan. Di samping itu.mangrove yang ada (57. dan Tegaldelimo atau Alas Purwo (tidak termasuk kawasan Taman Nasional) dengan luas total kurang lebih 12.000 ha/th. Daerah tersebut mencakup kawasan Bangorejo. di antaranya 1. masyarakat juga tidak sepenuhnya terlibat dalam upaya rehabilitasi mangrove.565.7 juta ha di luar kawasan hutan.2 ha. Data penanaman mangrove oleh Departemen Kehutanan selama tahun 1999 hingga 2003 baru terealisasi seluas 7. Dari sekian hektar hutan yang ada hanya sekitar 5% saja yang mengalami kerusakan. dan bahkan dilaporkan adanya kecenderungan gangguan terhadap tanaman mengingat perbedaan kepentingan. Kecepatan kerusakan mangrove mencapai 530. Gambar 4.973 ha/tahun. Purwoharjo (Grajagan).1. 2004). Hutan mangrove di Banyuwangi yang khusus ditangani oleh perhutani berada di daerah Banyuwangi Selatan . Luas keseluruhan kawasan hutan mangrove adalah 48. Berbeda dengan daerah lain di 11 . Data ini menunjukkan laju rehabilitasi hutan mangrove hanya sekitar 1. Penyebaran mangrove di dunia IV.ii Kondisi Mangrove di Banyuwangi Selatan Dari hasil penelitian yang kami lakukan kondisi hutan mangrove di Banyuwangi selatan masih sangat baik. ternyata dalam kondisi rusak parah.

2. Mereka hanya tertarik untuk bekerja sebagai petani dan nelayan saja. Hutan Mangrove memiliki banyak sekali manfaat baik untuk lingkungan maupun masyarakat di sekitar pesisir. IV.Indonesia. dan manfaatnya terhadap ekonomi manusia secara tidak langsung antara lain adalah: 1. Nelayan sekitar hanya memanfaatkan ekosistem hutan mangrove sebagai tempat mencari ikan. tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi. Karena daerah di bawah hutan mangrove merupakan habitat bagi berjuta-juta fitoplankton yang merupakan makanan utama bagi para ikan. Padahal selain untuk mencari ikan. Dinas Perhutani Banyuwangi mengatakan bahwa masyarakat sekitar pantai pesisir selatan Banyuwangi masih pasif dan tidak terlalu berminat untuk menggarap hutan mangrove yang ada. Untuk itu. Mangrove berfungsi utama sebagai penahan abrasi air 12 . IV. Namun selama ini banyak masyarakat pesisir pantai Banyuwangi Selatan yang tidak mengenal fungsi hutan mangrove secara keseluruhan.i Manfaat Mangrove Terhadap Lingkungan Beberapa manfaat terhadap lingkungan di sekitar pesisir. hutan mangrove yang ada di Banyuwangi belum banyak di sentuh masyarakat. hutan mangrove memiliki banyak fungsi lain yang dapat dimanfaatkan. tanpa mempedulikan potensi hutan mangrove di sekitar tempat tinggal mereka. kelestarian hutan mangrove juga perlu dijaga. Pelindung terhadap bencana alam di lingkungan sekitar pesisir. hutan mangrove sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar.2 Manfaat Umum Hutan Mangrove Terhadap Lingkungan dan Masyarakat di Wilayah Sekitar Pesisir Indonesia Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic vallues). Padahal jika dimanfaatkan dengan baik. Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan.

Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api dan tancang bukan hanya berfungsi untuk pernafasan tanaman saja.laut dan pengikisan pantai oleh air laut. 3. Hal ini karena gelombang tsunami mampu diredam hingga sekian persen (oleh mangrove). Banyak penduduk melihat daerah ini sebagai lahan marginal yang tidak berguna sehingga menimbunnya dengan tanah agar lebih produktif. 2. Air sungai yang mengalir dari daratan seringkali membawa zat-zat kimia atau polutan. Fakta di NAD membuktikan bahwa perumahan penduduk yang terlindung oleh mangrove tidak banyak mengalami kerusakan. lebat dapat memerangkap sisa-sia bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai. Salah satu peran dan sekaligus manfaat ekosistem mangrove. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri. Menjernihkan air. sehingga kekuatannya saat menerpa perumahan bisa tereduksi dan tak terlalu besar lagi. tetapi berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut. Fungsi lain yang tak kalah pentingnya adalah sebagai peredam gelombang tsunami. Hal ini sangat 13 . Bila air sungai melewati akar-akar pasak pohon api-api. mampu menjebak sedimen. zat-zat kimia tersebut dapat dilepaskan dan air yang terus mengalir ke laut menjadi bersih. Akar-akar mangrove yang unik dan menarik (ada yang berbentuk cakar ayam. menumbuhkan perkembangan mangrove memperluas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. dan lain-lain). pensil. adalah adanya sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat. sehingga membentuk dataran baru. Proses ini menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Karena proses ini maka mangrove seringkali dikatakan pembentuk Pertumbuhan daratan karena endapan garis dan pantai batas tanah dari yang waktu ditahannya ke waktu. apabila dibandingkan dengan perumahan yang tak terlindung.

Hasil penguraian ini merupakan makanan bagi larva dan hewan kecil air yang pada gilirannya menjadi mangsa hewan yang lebih besar serta hewan darat yang bermukim atau berkunjung di habitat mangrove. Daun mangrove yang jatuh dan masuk ke dalam air.merugikan karena dapat menutup akar pernafasan dan menyebabkan pohon mati. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Setelah mencapai dasar teruraikan oleh mikro organisme (bakteri dan jamur). Mengawali rantai makanan. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini. Gambar 5. 5. Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Rantai makanan pada ekosistem mangrove 6. Melindungi dan memberi nutrisi bagi fauna sekitar Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. 4. Habitat satwa langka. dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan 14 . Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.

Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air. Memelihara proses – proses dan sistem alami. Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Penambat racun. 10. Sumber plasma nuftah. Transportasi. 13. Dengan hutan bakau. Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untuk memelihara populasi kehidupan liar itu sendiri. 7. termasuk pencucian dari areal pertanian. Pada beberapa hutan mangrove. Sumber alam dalam kawasan ( In – Situ ) dan luar kawasan ( Ek – Situ ). 15 . transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk-produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut. kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi. menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif. termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus). 11. Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Penambah unsur hara. Pengendapan lumpur. 9. 12. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber. 8. karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air.bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran.

3. 16 . Penyerapan karbon. kosmetik. tekstil. Tempat memijah dan berkembang biaknya ikan-ikan. 4. 5. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam. arang. Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut. 14. kerang. Penghasil bahan makanan. 16. IV. Karena itu. geomorfologi. 15. sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga. Pada sebagian besar ekosistem. bahan bangunan. jual. dll 7. 2. Dapat digunakan sebagai bahan pengawet.2. bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). atau geologi di dalamnya. hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon. Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam. 18. Mangrove bisa dibudidayakan menjadi bibit-bibit mangrove yang siap Tempat menambat kapal. Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. kepiting dan udang.Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi. Memelihara iklim mikro. 17.ii Manfaat Mangrove bagi Manusia Beberapa manfaat langsung ( fungsi ekonomis ) sebagai konsumsi manusia antara lain : 1. tanin. kertas. 6. Bahan pembuat obat – obatan. Penghasil kayu : bakar. Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan penting bagi plankton. Penghasil bahan baku industri : pulp. sehingga penting pula bagi keberlanjutan rantai makanan.

Padahal. banyak oknum manusia yang melakukan kegiatan tidak bertanggungjawab dengan melakukan perusakan pada kawasan hutan mangrove untuk keuntungan pribadi. Sehingga. 9. kerang. 17 . Tanpa Merusak Ekosistemnya Dari uraian di atas.8. mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kelestarian lingkungan sehingga harus dijaga keutuhannya. dapat dimanfaatkan menjadi sarana pendidikan sebagai pusat informasi dan penelitian tehadap fauna yang hidup di kawasan ini. banyak hutan mangrove yang saat ini dijadikan hutan lindung. Sehingga masyarakat di daerah Banyuwangi Selatan dapat lebih bisa merasakan manfaat hutan mangrove secara utuh. dapat disimpulkan bahwa sebagai kawasan hutan. penelitian & pendidikan.3 Cara Memanfaatkan Mangrove bagi Masyarakat dengan Benar. kepiting. Potensi mangrove yang sangat bermanfaat juga “menggoda” sebagian orang untuk mencari keuntungan tanpa memelihara keutuhan hutan mangrove. nener. tambak silvofishery. Hutan Pendidikan Potensi hutan mangrove yang telah tercipta menjadi suatu ekosistem pantai. Dengan melihat manfaat mangrove yang sangat banyak. a. Penghasil bibit ikan. Sehingga tidak berbeda jauh dengan nasib hutan di Indonesia pada umumnya. Sehingga diharapkan dengan pengelolaan yang profesional dapat memacu keikutsertaan masyarakat dalam usaha pelestarian lingkungan khususnya dipesisir pantai. IV. bandeng melalui pola Tempat wisata. masyarakat sudah seharusnya sadar untuk dapat memaksimalkan potensi mangrove bagi perekonomiannya dengan dibarengi kesadaran dalam melestarikan hutan mangrove agar tidak punah nantinya Berikut ini akan dijabarkan cara-cara dalam memaksimalkan pemanfaatan hutan mangrove bagi kehidupan manusia dengan tetap menjaga kelestariannya. mangrove memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Pembuatan tambak udang dan ikan Biasanya masyarakat membuat empang parit. Kemudian.b. Mangrove merupakan penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut. c. Masyarakat sekitar pesisir Banyuwangi selatan dapat membudidayakan bibit mangrove. Sehingga hutan mangrove menjadi tempat yang tepat untuk mengembangbiakkan fauna lautan seperti ikan. kerang. terutama di daerah yang tidak memiliki hutan mangrove. yakni tambak udang atau ikan yang dapat dikelola oleh masyarakat sekitar. mereka dapat menjualnya kepada berbagai pihak/instansi yang memerlukan. Pembuatan empang parit tersebut juga sebagai salah satu usaha untuk mereboisasi hutan mangrove. Penjualan bibit mangrove Mangrove bisa dibudidayakan menjadi bibit-bibit mangrove yang siap jual. dan udang. kepiting bakau. 18 . lobster pemakan plankton. Bibit-bibit mangrove tersebut digunakan sebagai green belt untuk merehabilitasi pantai/pesisir yang rusak karena abrasi.

19 . Manfaat mangrove terhadap pembangunan perikanan d. Pemandangan laut lepas yang mengarah ke samudra Hindia menjadikan daerah ini sangat potensial. Bahkan. Pembuatan obyek wisata Hutan mangrove yang terletak di pesisir pantai selatan Banyuwangi memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Banyak hewan yang menjadikan kawasan hutan mangrove sebagai habitat tempat tinggal mereka. saat ini di Dusun Bloksolo.Gambar 6. Desa Sumberasri. Kecamatan Purwoharjo akan dibuat desa wisata mangrove yang sangat potensial bagi pariwisata Banyuwangi. Keindahan itu dapat dimanfaatkan dengan membuka tempat wisata bagi para wisatawan.

Daun muda pohon mangrove jenis api-api dapat dimakan sebagai sayur atau lalapan. maka masyarakat dapat menarik minat pembeli dengan menjual jajanan yang tidak biasa ini. Bahan Pembuat Makanan Bagian-bagian kecil dari mangrove dapat dimanfaatkan menjadi bahan makanan. Persiapan pembangunan desa mangrove wisata di Purwoharjo. Bunga mangrove api-api mengandung banyak nectar atau cairan yang oleh tawon dapat dikonversi menjadi madu yang berkualitas tinggi. Karena makanan yang berasal dari mangrove belum populer di masyarakat. Pemanfaatan ini tidak akan merusak ekosistem mangrove. Banyuwangi e. Resep Dodol Mangrove Bahan: 8 buah mangrove jenis pedada (Sonneratia alba) ¼ kg tepung ketan 1 bungkus tepung beras 1 ½ kg gula merah  20 . Berikut adalah cara membuat dodol mangrove agar dapat dipraktekkan sendiri oleh masyarakat sekitar pesisir.Gambar 7. buah mangrove jenis Sonneratia alba atau Pedada (yang berbentuk seperti buah jambu klutuk dengan warna kulit kehijauan) ternyata dapat diolah menjadi selai dan dodol mangrove. Selain itu. karena hanya sebagian kecil saja yang digunakan Daunnya banyak mengandung protein.

untuk memperoleh pewarnaan jingga-coklat.2 butir kelapa Cara membuat: 1. Gambar 8. lalu aduk dengan air santan hingga rata. sebenarnya masih banyak manfaat mangrove lainnya. Namun. Selain mengawetkan hasilnya juga pewarnaan menjadi coklatmerah sampai coklat tua. Setelah dingin. Blender buah pedada. 2. Karena semua bagian dari pohon mangrove memang sangat potensial. 21 . lalu saring dan ambil airnya saja. Pewarnaan ini banyak dipakai untuk produksi batik. Hal tersebut juga dapat dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai selatan Banyuwangi. Banten. siap dihidangkan. tergantung pekat dan lamanya merendam bahan. Sehingga pemanfaatan yang dapat dilakukan hanya beberapa saja. Bisa dibentuk cetakan sesuai selera. Bahan Pengawet Buah pohon bakau jenis tancang dapat dijadikan bahan pewarna dan pengawet kain dan jaring dengan merendam dalam air rebusan buah bakau tersebut. Air rebusan kulit pohon mangrove dipakai untuk mengawetkan bahan jaring payang oleh nelayan di daerah Labuhan. masyarakat juga harus menjaga keutuhan hutan mangrove. 3. Buah mangrove yang dapat dijadikan dodol dan selai f. Selain manfaat-manfaat tersebut. masukkan gula merah yang sudah dicairkan lalu masak adonan hingga mengental. Campur tepung beras dan ketan.

bahkan menjadi payau atau asin (Harianto. Peningkatan abrasi pantai minyak bumi dll. Sumber-sumber pengrusakan hutan mangrove antara lain. karena air tawar yang tercemar intrusi air laut akan menyebabkan keracunan bila diminum dan dapat merusak akar tanaman. maka akan mengakibatkan berbagai masalah serius yang akan dihadapi oleh manusia maupun lingkungan sekitarnya. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan dari kerusakan hutan mangrove adalah : 1. 22 . Instrusi air laut Instrusi air laut adalah masuknya atau merembesnya air laut kearah daratan sampai mengakibatkan air tawar sumur/sungai menurun mutunya.        usaha tambak udang penebangan kayu dan ilegal logging penambangan minyak lepas pantai pencemaran bibir pantai tourism urbanisasi dan perluasan wilayah pembangunan jalan dan infrastruktur Jika hal tersebut berlanjut terus menerus.4 Cara Menjaga Kelestarian dan Keutuhan Hutan Mangrove Hutan mangrove mempunyai berbagai manfaat penting bagi manusia maupun lingkungan sekitarnya. Turunnya kemampuan ekosistem mendegradasi sampah organik. Instrusi air laut telah terjadi dihampir sebagian besar wilayah pantai Bengkulu. 3. Namun masih banyak manusia yang kurang memahami pentingnya keberadaan mangrove tersebut. Penurunan keanekaragamanhayati di wilayah pesisir. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya hutan mangrove yang rusak. Dibeberapa tempat bahkan mencapai lebih dari 1 km. 2. Dampak instrusi air laut ini sangat penting. 4.IV. 1999).

Peningkatan pencemaran pantai.  Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab  Penyusunan Tata Ruang Wilayah Pesisir secara terpadu Dalam hal ini ditentukan dan ditetapkan zonasi-zonasi tertentu di wilayah pesisir sebagaimana fungsi wilayahnya. 8. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi masalah – masalah yang dapat ditimbulkan dari kerusakan hutan mangrove sendiri. Turunnya kemampuan ekosistem dalam menahan tiupan angin. zona konservasi dan zona pemanfaatan intensif.  Pengendalian pencemaran dan kerusakan wilayah pesisir 23 . dengan adanya kerusakan hutan mangrove.  Penanaman kembali mangrove Penanaman mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat.5. 9. Dapat mengakibatkan banjir. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan. 6. penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan hutan mangrove berbasis konservasi. maka diperlukan adanya pelestarian hutan mangrove. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat antara lain terbukanya peluang kerja sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat. gelombang air laut dlll. Dengan melihat begitu banyaknya masalah serius yang dapat ditimbulkan Akibatnya produksi tangkapan ikan menurun. Sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang. tempat pemijah & bertelur biota laut. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove antara lain :  Rehabilitasi/Reboisasi Mangrove Rehabilitasi/reboisasi mangrove terutama ditujukan untuk kawasankawasan perlindungan dan budidaya perikanan. Jenis mangrove yang ditanam disesuaikan dengan kondisi alam wilayahnya. antara lain zona preservasi. Hal ini sesuai dengan fungsi dari mangrove itu sendiri. Turunnya sumber makanan. 7..

Oleh sebab itu penanganan abrasi di pesisir utara lebih diarahkan kepada pengendalian perubahan fungsi lahan. Perkembangan industri. 24 . Kegiatan pertambangan yang marak di era otonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah telah menyebabkan terjadinya potensi permasalahan lingkungan hidup yang semakin meningkat. Program ini dimaksudkan agar tangkapan dari para nelayan berupa ikan atau biota laut dapat meningkat dan berkesinambungan sehingga taraf hidup dan kesejahteraan nelayan meningkat.  Penataan dan perlindungan daerah tangkapan ikan nelayan lokal. perdagangan dan pemukiman di pantai utara serta pertumbuhan wisata dan perikanan di selatan berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.Program ini bertujuan untuk mengantisipasi. Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir utara pada umumnya terjadi akibat perubahan peruntukan lahan di kawasan tersebut dimana hanya sedikit kawasan pesisir utara yang stabil yaitu 13 % di pulau Jawa dan 22 % di pulau Sumatera. mencegah serta mengendalikan potensi pencemaran dan kerusakan wilayah pesisir dan laut.  Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan lokal tentang pelestarian hutan mangrove.  Pengembangan pendidikan lingkungan berbasis masyarakat dan penguatan peran kelembagaan lokal dalam meningkatkan kemampuan partisipasi masyarakat  Penguatan instrumen penegakan hukum sebagai upaya legal pengelolaan pesisir dan laut. perikanan.  Penataan dan pengendalian kegiatan pertambangan di wilayah pesisir.

dan membudidayakan bibit mangrove untuk pengendalian kegiatan pertambangan di wilayah pesisir. Hutan Mangrove memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menjaga keutuhan lingkungan daerah pesisir. 1 Kesimpulan 1. Sebagai hutan lindung diharapkan kepada masyarakat untuk membantu Sosialisasi kepada masyarakat melalui pihak terkait seperti Dinas dapat menberikan pandangan kepada masyarakat untuk pelestarian. menjadikannya bahan pengawet. menstabilkan pantai. 2. dan penanaman kembali menjaga kelestarian hutan mangrove agar fungsinya tetap terjaga utuh. 4. memanfaatkan dijual kembali. Pemerintah dan masyarakat harus berperan aktif dalam rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia dan Banyuwangi. bagian-bagian kecil mangrove menjadi bahan makanan. menjernihkan air dan menyediakan makanan bagi fauna-fauna sekitar. Pemanfaatan hutan mangrove secara berlebih dapat mengurangi fungsinya secara utuh. menumbuhkan pulau. Cara terbaik untuk tetap menjaga keutuhannya adalah dengan memanfaatkan jasa dari hutan ini. Mangrove juga dapat meningkatkan perekonomian warga jika dimanfaatkan dengan benar. Pemanfaatan mangrove tanpa merusaknya adalah dengan pembuatan tambak udang dan ikan. Dalam menjaga keutuhan hutan mangrove maka perlu misalnya seperti rehabilitasi/reboisasi mangrove. dilakukan mangrove V. 25 .BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V. 2. 5. Kehutanan menciptakan suatu lapangan pekerjaan yang baru tanpa merusaknya. terutama dalam mencegah erosi. 3. 2 Saran 1. Sudah saatnya masyarakat mulai menyadari dan mengetahui potensi-potensi mangrove sehingga dapat lebih peduli pada kelestariannya. menjadikannya obyek wisata.

sudah seharusnya masyarakat sekitar lebih memanfaatkan mangrove. Melihat potensi yang ada pada hutan mangrove. Pihak Perhutani dan masyarakat hendaknya melakukan pembibitan guna mengantisipasi jikalau kawasan hutan mangrove mengalani kerusakan. 26 .3. kegiatan pemanfaatan hutan mangrove harus dibarengi dengan menjaga kelestariannya. sehingga reboisasi bisa cepat dilakukan. 4. Namun.

Y.”Hutan Mangrove.PT Gramedia.Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis.203-206.J. dan Indrawan.8. 1999. A. 6:73-270.196 h.Penguin Book.Nat. Baehaqie. W. Koestermans. Mac Nae. A. Y. 27 . Snedaker. F. M.Pradnya Paramita.2003.DAFTAR PUSTAKA Arief. Moore. Bogor.Mangrove Their Values and Perpetuation.A Dictionary of Geography.1995.”A General Account of Fauna and Flora of Mangrove Swamps and Forest in The Indowest-Pasific Region..hlm.”dalam: Bakau Secara Pelestarian Terpadu dan dan Ekosistem Hutan Berkelanjutan.R. Lahan Basah yang Kaya Raya.320 h. 14:6-13. Jenik.London.A.C.1993. London. Noor.1968. Suryadiputra. Susilo.Edward Arnold.G. Bogor. Steenis. Monkhouse.G. dan J. Mar. E. dan I.A Dictionary of the Natural Environment.”dalam:Adv. Nybakhen. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia.1978.Flora. Hardmondsworth.1978.246 h.1974. Jakarta.”Manusia Pengembangan dan Hutan Mangrove.W. 2 (1).S.Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. J.1978. Biol. dan J. C.1986. W. Longman.N.hlm. Mangrove Forest Ecosystem Productivity in South East Asia. Khazali. Jakarta.”dalam: Proceedings of the Symposium on Mangrove.A. Kanisius: Yogyakarta.1977.N.”Different Kind of Mangrove with Different Economic Application Possibilities.1982. K.Tropical Forest and Its Environment. PKA/WI-IP. BIOTROP. Small.” dalam: Warta Konservasi Lahan Basah.J.G.Longman Group Limited. Res.

LAMPIRAN Hasil wawancara dengan pihak Perhutani Banyuwangi tentang kondisi hutan mangrove di wilayah Banyuwangi selatan.565. Purwoharjo (Grajagan). Tanya (T) Bapak Panca Sihite Bapak Suprapto : “Berapakah luas keseluruhan area hutan mangrove di wilayah Banyuwangi Selatan ?” Jawab (J) : “Secara keseluruhan luas hutan mangrove yang ada di Banyuwangi seluas 48. Namun pihak Perhutani khusus menangani daerah hutan mangrove di wilayah pesisir pantai selatan. Paling-paling mereka hanya mencari ikan di kawasan hutan ini.675 ha.” 2. T : “Bagaimana kondisi hutan mangrove yang dekat dengan perkampungan nelayan tersebut ?” J : “Kondisinya sampai saat ini masih sangat baik. • • • • Tempat Tanggal Waktu Narasumber : Kantor Perhutani Banyuwangi Jalan Jaksa Agung Suprapto no. 34 : 25 Maret 2009 : 13. apakah semuanya berada dekat dengan pemukiman penduduk ?” : “Ya.00 : 1) 2) 1.2 ha. kebanyakan kawasan hutan mangrove di wilayah banyuwangi selatan tersebut dekat dengan perkampungan nelayan. dan Tegaldelimo atau Alas Purwo (tidak termasuk kawasan Taman Nasional) dan totalnya kurang lebih 12. Hal ini yang membuat kondisinya masih utuh. hutan mangrove yang ada di wilayah Banyuwangi selatan jarang sekali terjamah oleh manusia. Masyarakat sekitar lebih tertarik untuk menggarap lahan persawahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.” 28 . Berbeda dengan kondisi hutan mangrove yang ada di daerah lain contohnya di pesisir pantai di Jawa Barat yang telah mengubah fungsi hutan lindung sebagai hutan produksi.” 3. yakni kawasan Bangerejo. T J : “Dari semua wilayah tersebut.

T : “Jikalau saja hal ini terjadi di Kawasan hutan mangrove Banyuwangi. bisa-bisa luas pantainya akan semakin menyempit terkena abrasi yang sangat sering terjadi. Di Jawa Barat yang penduduknya sudah padat sehingga kebutuhan hidup warganyapun sangat tinggi. Di sana kayu dari tanaman ini telah banyak dimanfaatkan warga sebagai kayu bangunan. itu artinya penebangan tidak boleh dilakukan sama sekali. apakah pihak Perhutani memberikan ijin kepada masyarakat untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang masyarakat Jawa Barat lakukan ?” J : “Tidak boleh. ataupun sabagai bahan baku pembuatan arang. Nah hal inilah yang mungkin saja terjadi di hutan mangrove milik Banyuwangi. Hutan mangrove yang ada di Banyuwangi selatan tumbuh sacara alami (tidak ditanam). Berbeda dengan era presiden Soeharto yang menerapkan program KB.4. inilah factor social yang mwndorong mereka untuk mengelola tanaman mangrove dengan sebaik-baiknya. Apabila kondisi perekonomian masyarakat sangat mendesak untuk mencari pekerjaan baru yang belum sempat dikelola. saat ini di Indonesia sebuah keluarga boleh memiliki lebih dari 2 anak.” 6.” 29 . kayu bakar. Luasnya yang terbatas memberikan manfaat yang besar. masyarakat bisa saja mulai melirik potensi besar yang ada pada hutan mangrove. Fungsi utamanya adalah sebagai penangkal abrasi mengingat wilayah pantai selatan Banyuwangi berhadapan langsung dengan samudra Hindia. Hutan mangrove yang ada di Banyuwangi Selatan sudah masuk ke dalam kelompok hutan lindung. T : “Apakah kondisi ini akan bertahan lama ?” J : “Kondisi yang ada saat ini bisa saja berubah. T : “Lalu dengan begitu hutan mangrove yang ada di Banyuwangi tidak boleh dimanfaatkan masyarakat ?” J : “Boleh saja. Namun masih ada manfaat jasa yang bisa dimanfaatkan. Sebagai objek wisata salah satunya.” 5. Dan karakteristik samudra pada umumnya adalah memiliki ombak yang sangat besar. atau sebagai huan pendidikan yang dapat digunakan sebagai suatu tempat yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang berbagai hal yang ada hubungannya dengan lingkungan. Sebagai contoh kita lihat kondisi hutan mangrove yang ada di pantai Pangandaran. Maka jika tidak ada perlindungan terhadap wilayah pesisir selatan Banyuwangi.

Beberapa hari yang lalu kita melakukan reboisasi di kawasan hutan mangrove di wilayah pantai Sukomade kecamatan Pesangaran. 21 ha hutan mangrove telah dimanfaatkan menjadi tambak udang. apakah pesan dan saran yang dapat anda berikan kepada masyarakat untuk kelestarian hutan mangrove yang ada di Banyuwangi selatan ? J : “Kami menghimbau kepada masyarakat hendaklah berlaku bijak dalam mengelola hutan yang ada saat ini. T : “Dan yang terakhir. Dengan bantuan masyarakat nelayan sekitar. Dengan keutuhan yang ada. Tentu saja hal ini memberikan gambaran kepada masyarakat apabila hutan yang ada saat ini terjaga dengan baik. maka kita akan mendapat keuntungan baik sevara langsung maupun tak langsung. T : “Sudahkah Perhutani melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hal ina ?” J : “Ya tentu saja. Dan Alhamdulillah respon warga begitu baik untuk turut mendukung menjaga keutuhan yang masih terjaga hingga saat ini. Dan jangan lupa akan satu hal bahwa hutan mangrove yang ada di wilayah Banyuwangi selatan tidak untuk ditebang dan hanya boleh diambil manfaat jasanya.“ 8.” 30 . hutan mangrove akan lebih maksimal dalam memberikan manfaatnya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.7.

Bisa dibentuk cetakan sesuai selera. Cara membuat: Blender buah pedada. masukkan gula merah yang sudah dicairkan lalu masak adonan hingga mengental. Gambar 9. 3. siap dihidangkan.Resep Dodol Mangrove  Bahan: 8 buah mangrove jenis pedada (Sonneratia alba) ¼ kg tepung ketan 1 bungkus tepung beras 1 ½ kg gula merah 2 butir kelapa  1. 2. Setelah dingin. Campur tepung beras dan ketan. Buah pedada untuk membuat dodol mangrove 31 . lalu aduk dengan air santan hingga rata. lalu saring dan ambil airnya saja.

BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Sekolah Kelas NIS Nama TTL Alamat Sekolah Kelas NIS Nama TTL Alamat Sekolah Kelas NIS : Entri Yhonita : Banyuwangi. 24 januari 1992 : Perum PJKA No. Mendut X no. Letkol Istiqlah 67 Banyuwangi : SMAN 1 Glagah Banyuwangi : XI IA 4 : 8488 : Tabita Wahyu Triutami : Banyuwangi.12 Ketapang : SMAN 1 Glagah Banyuwangi : XI IA 4 : 8335 : Sarastiti Alifaningdyah : Bengkulu. 05 Mei 1992 : Jln. 08 Oktober 1992 : Jl. 23 : SMAN 1 Glagah Banyuwangi : XI IA 4 : 8498 32 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->