PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

“PANCASILA DI MASA SOEKARNO DAN SOEHARTO”

OLEH:

INGGRID EKA PRATIWI 041014065
EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA JL. AIRLANGGA 4-6 SURABAYA 2011

Demak. Mulai tahun 1944.A. dalam buku Sutasoma ini. misalnya bangsa Belanda. sampai dengan tahun 1908 boleh dikatakan selalu mengalami kegagalan.Tidak boleh berjiwa dengki 4. Sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan bernegara dan pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia. Portugis.Tidak boleh mabuk minuman keras / obat-obatan terlarang Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Oleh karena terus . Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia. PANCASILA 1. Mataram. tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Sejarah Pancasila Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Perjuangan bersenjata bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah.Tidak boleh berbohong 5. 2. Terhadap penjajahan tersebut. Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. di wilayah negara RI terdapat kerajaankerajaan besar yang merdeka. dalam hal ini Belanda. yaitu sebagai berikut: 1. namun berdasrkan kenyataan. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut. selain mempunyai arti “Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila juga mempunyai arti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama). Majapahit. Pengertian Pancasila Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita. Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. misalnya Sriwijaya. Negara Republik Indonesia. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. dan Tidore. bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik. Inggris. dan Jepang. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular.Tidak boleh melakukan kekerasan 2. Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Ternate. Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942. tepatnya tanggal 8 Maret. Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu. Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari.Tidak boleh mencuri 3. nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai sekarang.

Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal. Peri Ketuhanan 4. Ketuhanan yang Berkebudayaan . Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 4. dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal. yaitu: 1. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan 5.menerus terdesak. Pada sidang pertama itu. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. Persatuan Indonesia 3. yaitu: 1. banyak anggota yang berbicara. maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia. kemudian pada tanggal 1 Juni 1945. Peri Kerakyatan 5. Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Kesejahteraan Sosial 5. Internasionalisme (Perikemanusiaan) 3. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia) 2. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Rakyat Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal. yaitu: 1. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945. dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno. yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka.

dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. M. Maramis 7. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. yaitu: 1. Mr. yaitu: 1. yaitu: 1. Mr. Hatta Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil. Drs. Wachid Hasjim 4. A. Ir. Sutardjo Kartohadikusumo 6. Hatta 3. Muh. Ir.H. Selesai sidang pertama. Mr. Mr. Otto Iskandar Dinata 8. Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila. K. Yamin 5. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang. K. Yamin . Drs. Soekarno 2. Ahmad Subardjo 9. yang terdiri atas sembilan orang. Abdul Kahar Muzakkir 6. R. Sosio demokrasi 3. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara. Soekarno 2.H. Wachid Hasyim 5. Muh. Abikusno Tjokrosujoso 7. H. A. Mr. Agus Salim 8.A.A. Ki Bagus Hadikusumo 3. Muh.Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Sosio nasionalisme 2. Ketuhanan Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Muh. Maramis 4.

akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan “Yang Maha Esa”. rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul. terjadi proses yang cukup panjang. sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. 3. khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam. hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Muh. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan.Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar. XX/MPRS/1966 dan ketetapan MPR No. antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia. IX/MPR/1978 (merupakan pengertian yuridis ketatanegaraan) . Usul ini oleh Muh. dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan Wakil Presiden. Untuk pengesahan Preambul. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam. KH. ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Sebelum mengesahkan Preambul. Hasan. Intinya. Sejarah berjalan terus.V/MP/1973 serta ketetapan No. dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Hal ini tentang tertuang dalam ketetapan MRP No. di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Dalam sidang BPUPKI kedua. yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”. mengingat Indonesia baru saja merdeka. Fungsi Pokok Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia a) Pancasila dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum. demi persatuan dan kesatuan bangsa. pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang. tanggal 10-16 juli 1945. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI.

Ia mengecam partaipartai. Soekarno menyerukan harus adanya gotong royong antarelemen bangsa. Kejadian selanjutnya adalah dengan tumbuhnya banyak partai. Era Pemerintahan Soekarno (a) Awal pemerintahan Soekarno dan Hatta Setelah Indonesia merdeka. Setiap kabinet yang berkuasa selalu menjanjikan diselenggarakannya pemilihan umum. pemerintah Hatta mengumumkan agar rakyat mulai 3 November 1945 mendirikan partai-partai politik.b) Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat sosiologis) c) Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalammencari kebenaran (merupakan pengertian Pancasila yang bersifatetis dan filosofis) B. Presiden Soekarno sendiri ikut mencobanya. Kabinet Sukiman tak pernah mampu menyelenggarakan pemilihan umum. Jawa Timur. Soekarno (lahir di Blitar. Kabinet Hatta. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Hal itu disebabkan Pemilu yang selalu ditunda-tunda dan hanya sebatas isu politik daripada program politik. Setiap partai menganggap dirinya yang paling benar dan pantas berkuasa. Akan tetapi. Selama bertahun-tahun pemilihan yang bersifat nasional itu tidak pernah dilaksanakan. 2. Meskipun saat Kabinet Wilopo berkuasa ada tanda-tanda bakal ada Pemilu dengan adanya rancangan undang-undang untuk pendaftaran pemilih. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Berdirilah banyak partai politik di Indonesia yang baru merdeka itu sebagai syarat menuju suatu negara demokrasi. Kabinet Natsir. fraksi-fraksi di parlemen menolaknya. plus ingin mengumbar nafsu duniawi yang sementara ini. semuanya tinggal janji. Tak heran jika kabinet yang menguasai negeri ini jatuh bangun dalam waktu yang singkat. 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta. 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah PresidenIndonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Tentang Soekarno Ir. MASA PEMERINTAHAN ir. SOEKARNO 1. . Ia menganggap parlemen tidak efektif karena terlalu lama mengambil keputusan. Pertikaian dan jatuh bangunnya kabinet tersebut mendorong pihak-pihak lain untuk mencoba sistem lain. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. tumbuh pula egoisme partai.

gerombolan bersenjata merajalela. Ada pula pihak yang memang secara sadar menolak Pemilu dengan alasan yang lebih logis. (4) kekhawatiran terlalu besarnya pertumbuhan partai politik. (2) Kekhawatiran Pemilu akan menggeser negara ke kanan dalam kekuasaan partai-partai Islam. Menurut Soekarno penerapan sistim Demokrasi Barat menyebabkan tidak terbentuknya pemerintahan kuat yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan Soekarno akan keseimbangan kekuatan yang labil dengan kalangan militer.Bahkan. Partai-partai yang ada pada waktu itu berjumlah sebanyak 40 partai dan ditekan oleh Soekarno untuk dibubarkan. baik dengan jalan legal maupun tidak legal. Beberapa partai dapat dimanfaatkan oleh Soekarno untuk dijadikan sebagai penyeimbang. serta rakyat buta huruf sekaligus buta politik. Pandangan Soekarno terhadap sistem liberal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan partai politik di Indonesia. melihat adanya risiko yang sangat besar dengan diselenggarakannya Pemilu. (b) Kehidupan Politik Masa Demokrasi Terpimpin Soekarno dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya menilai Demokrasi Barat yang bersifat liberal tidak dapat menciptakan kestabilan politik. Demokrasi Terpimpin masih menyisakan sejumlah partai untuk berkembang. Partai politik dianggap sebagai sebuah penyakit yang lebih parah daripada perasaan kesukuan dan kedaerahan. Penetapan Presiden (Penpres) adalah senjata Soekarno yang paling ampuh . Wajar jika PNI memandang bahwa Pemilu yang terlalu awal akan menguntungkan Masjumi. Hal ini terbukti dari pemilihan di daerah-daerah. tak ada gunanya Pemilu. hasilnya hanya menguntungkan golongan-golongan tertentu yang posisi ekonomi dan politiknya memiliki pengaruh terbesar terhadap massa rakyat. yaitu: (1) Banyak anggota parlemen yang mendapat kursi karena keadaan dan situasi yang belum normal setelah revolusi. Kalaupun Pemilu dilaksanakan. Namun demikian. Penyakit inilah yang menyebabkan tidak adanya satu kesatuan dalam membangun Indonesia. Partai politik dalam pergerakannya tidak boleh bertolak belakang dengan konsepsi Soekarno.Herbert Feith dalam Daniel Dhakidae (1986) mencoba memberikan gambaran alasan mengenai ditunda-tundanya Pemilu tersebut. Ketakutan ini menghinggapi Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI takut jika Pemilu akan mengurangi kekuasaannya. (3) Sistem Pemilu yang konsisten dengan UUDS 1950 akan menghasilkan perwakilan yang lemah bagi daerah-daerah di luar Jawa. Mereka sadar bahwa Pemilu akan mencopot kursinya. Mereka meragukan manfaat dilaksanakan Pemilu. Saat kekacauan masih terjadi. Masjumi mendapatkan kursi yang lebih banyak.

juga dibubarkan dengan paksa. dibubarkan. Hal ini dianggap sebagai sebuah upaya untuk menyaingi kekuatan TNI-Angkatan Darat dan memecah belah militer untuk dapat ditunggangi. seperti TNI-Angkatan Udara. dengan curiga. Soekarno. Peraturan tersebut menyangkut persyaratan partai. mendapatkan dukungan dari Soekarno. Keretakan hubungan antara Soekarno dengan pemimpin militer pada akhirnya muncul. Dalam penggambaran kiprah partai politik di percaturan politik nasional. kecuali 9 partai yang dianggap dapat menyokong atau dapat dikendalikan. Pada masa itu kekuasaan memang berpusat pada tiga kekuatan yaitu. maka ada satu partai yang pergerakan serta peranannya begitu dominan yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Terlebih pada saat angkatan lain. pergerakan PKI pada masa ini tidak dapat dilepaskan. partai politik pada masa Demokrasi Terpimpin mengalami pembubaran secara paksa. dan PKI. Keputusan ini mendapat dukungan dari PKI. . Beberapa partai yang dianggap terlibat dalam pemberontakan sepanjang tahun 1950an. dibubarkan pula. PKI memanfaatkan popularitas Soekarno untuk mendapatkan massa. Keadaan ini dimanfaatkan PKI untuk mencapai tujuan politiknya. Sikap militan yang radikal yang ditunjukkan PKI melalui agitasi dan tekanan-tekanan politiknya yang semakin meningkat. TNI-Angkatan Darat. (c) Soekarno dan PKI Hubungan antara PKI dan Soekarno sendiri pada masa Demokrasi Terpimpin dapat dikatakan merupakan hubungan timbal balik. Demokrasi terpimpin yang dianggapnya mengandung nilai-nilai asli Indonesia dan lebih baik dibandingkan dengan sistim ala Barat. Seperti yang telah disebutkan di atas. Menerima dan membela Konstitusi 1945 dan Pancasila. seperti Masyumi dan PSI. Pembubaran tersebut pada umumnya dilakukan dengan cara diterapkannya Penerapan Presiden (Penpres) yang dikeluarkan pada tanggal 31 Desember 1959.untuk melumpuhkan apa saja yang dinilainya menghalangi jalannya revolusi yang hendak dibawakannya. Pada bulan Mei 1963. ternyata dalam pelaksanaannya lebih mengarah kepada praktek pemerintahan yang otoriter. sebagai berikut: 1. Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1955 yang didalamnya terdiri dari partai-partai pemenang pemilihan umum. Oleh karena itu untuk mendapatkan gambaran mengenai kehidupan partai politik pada masa demokrasi terpimpin. membuat jurang permusuhan yang terjadi semakin melebar. TNI-Angkatan Darat. Bahkan pada tahun 1961 semua partai politik. Sementara itu di unsur kekuatan lainnya dalam Demokrasi Terpimpin. MPRS mengangkatnya menjadi presiden seumur hidup. melihat perkembangan yang terjadi antara PKI dan Soekarno. Konflik yang terjadi itu kemudian mencapai puncaknya pada pertengahan bulan September tahun 1965.

Hal ini dimungkinkan antara lain oleh peran Soekarno yang amat dominan dalam menjalankan pemerintahannya dengan cirinya utamanya yang sangat otoriter pada waktu itu di era demokrasi terpimpin. Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda. Setelah Gerakan 30 . 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun[1]) adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998). Presiden berhak membubarkan partai. yang programnya diarahkan untuk merongrong politik pemerintah atau yang secara resmi tidak mengutuk anggotanya partai. dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Partai Katolik. Sebelum menjadi presiden. Sampai dengan tahun 1961. Bantul. Menggunakan cara-cara damai dan demokrasi untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Desa Argomulyo.Yogyakarta. terutama di Dunia Barat. 128 tahun 1961. 8 Juni 1921 – meninggal di Jakarta. SOEHARTO 1. C. Partaipartai tersebut hampir tidak bisa memainkan perannya dalam pentas perpolitikan nasional pada masa itu. hanya ada 10 partai yang diakui dan dianggap memenuhi prasyarat di atas. Sedangkan Keppres No. NU. Tentang Soeharto Jend. Di dunia internasional. Partai Murba. 129 tahun 1961 menolak untuk diakuinya PSII Abikusno. 6. PSII dan IPKI. 4. Partai Rakyat Nasional Bebasa Daeng Lalo dan partai rakyat nasional Djodi Goondokusumo. Melalui Keppres No. Demikianlah kehidupan partai-partai politik di masa Demokrasi Terpimpin. Kecamatan Sedayu. menggantikan Soekarno. Presiden berhak menyelidiki administrasi dan keuangan partai. yang membantu pemberontakan.2. 5. PKI. 3. Haji Muhammad Soeharto. 440 tahun 1961 telah pula diakui Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Persatuan Tarbiyah Islam (Perti). Besar TNI Purn. MASA PEMERINTAHAN Jend. (lahir di Dusun Kemusuk. Partai Indonesia. Partai-partai harus mempunyai cabang-cabang yang terbesar paling sedikit di seperempat jumlah daerah tingkat I dan jumlah cabang-cabang itu harus sekurangkurangnya seperempat dari jumlah daerah tingkat II seluruh wilayah Republik Indonesia. partai-partai yang diakui adalah PNI. Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General" (bahasa Indonesia: "Sang Jenderal yang Tersenyum") karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka pers dalam setiap acara resmi kenegaraan. Menerima bantuan luar negeri hanya seizin pemerintah. Selanjutnya melalui Keppres No.

1983.September. Contohnya.000 jiwa. 2. karena segala daya dan upaya bangsa dikerahkan untuk mempertahankan berdirinya negara yang baru saja diproklamasikan. Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. keluarganya. kebijakan-kebijakan ini. IMPLEMENTASI SOEKARNO PANCASILA PADA MASA PEMERINTAHAN Implementasi Pancasila pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dapat dibagi menjadi tiga tahapan. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966. 1978. salah satu pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. 1993. Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Operasi ini menewaskan lebih dari 500. 1988. dan 1998. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. yakni : (1) tahap perjuangan 1945 – 1949 (2) tahap pemerintahan RIS dan berdasar UUDS (3) tahap setelah dekrit Presiden 1959 sampai 1966 (1) Implementasi Pancasila pada Tahap Perjuangan 1945 – 1949 Pada masa itu upaya untuk mengimplementasikan Pancasila secara sistematis dan terencana belum dapat direalisasikan. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia “bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB”. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Pada 1968. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. D. Selama masa pemerintahannya. Dia juga memperkaya dirinya. Lebih-lebih . Era Pemerintahan Soeharto Setelah Soeharto menjadi Presiden. dan rekan-rekat dekat melalui korupsi yang merajalela. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.

Pasal 3 menyebutkan :”Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah untuk membentuk manusia susila yang cakap dan warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Ini merupakan salah satu perjuangan bangsa untuk mewujudkan Pancasila khususnya sila ketiga.karena tentara Belanda mendesak terus. (2) Implementasi Pancasila pada Masa Pemerintahan RIS dan UUDS. Belanda dalam rangka menguasai kembali Indonesia menerapkan pendekatan membentuk negara-negara kecil untuk dijadikan negara federal dibawah payung Ratu Yuliana. Selanjutnya pasal 4 menyebutkan :”Pendidikan dan pengajaran berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia. utamanya disebabkan oleh adanya pasal dalam UUDS yang menyebutkan bahwa perlu dibentuk UUD yang baru. Sementara itu bangsa Indonesia tetap berpegang pada prinsip yang terdapat dalam Pancasila. Untuk sementara dibentuknya BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) yang terdiri atas negara-negara Indonesia Timur. yakni persatuan dan kesatuan negara bangsa Indonesia. Dayak Besar. Daerah Banjar. Implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa pemerintahan Republik Indonesia Serikat dan pada masa implementasi Undang-Undang Dasar Sementara agak tersendat. Belitung. Bab V pasal 134 menyebutkan :”Konstituante (Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar) bersama-sama dengan Pemerintah selekas-lekasnya menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang . Bangka. sehingga Pusat Pemerintah Republik Indonesia terpaksa pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Jawa Timur. Oleh karena itu dalam waktu sekitar sembilan bulan Republik Indonesia Serikat telah menjelma lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Bila kita renungkan secara tenang maka rumusan tersebut merupakan upaya untuk merealisasikan Pancasila dalam pendidikan dan pengajaran. Pasundan. Sumatra Timur dan Sumatra Selatan. Dalam era tersebut juga telah diupayakan implementasi Pancasila dalam bidang pendidikan dengan terbitnya Undang-undang No. serta satuan-satuan kenegaraan seperti Jawa Tengah. yakni persatuan Indonesia.4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Madura.” Dengan tegas dinyatakan bahwa usaha dalam bidang pendidikan dan pengajaran adalah untuk mewujudkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Unsur-unsur inilah yang kemudian terikat menjadi Republik Indonesia Serikat bersama dengan Negara Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta. berbangsa dan bernegara. Kalimantan Tenggara dan Kalimantan Timur.

ketiga 264 – 204). Namun sebelum terjadinya dekrit tersebut Presiden Soekarno telah melemparkan berbagai gagasan mengenai implementasi Pancasila. tetapi tidak mencapai 2/3. Sosialisme Indonesia. Akhirnya setelah melalui berbagai pendekatan. Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia. yang merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno setiap tanggal 17 Agustus. . kembali ke UUD 1845. sehingga dirasakan oleh Bung Karno untuk menjelaskannya. Bila kita cermati bahwa Konstituante tidak berhasil merumuskan UUD baru bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demokrasi Terpimpin. sehingga pada tahun 1959 Presiden Republik Indonesia menawarkan untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945.akan menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara ini. (pertama 269 – 199.” Pada tanggal 15 Desember 1955 diselenggarakan pemilihan umum bagi anggota-anggota Konstituante dan mengasilkan 542 orang anggota yang mewakili 18 fraksi dan satu golongan yang tidak berfraksi. Akhirnya dengan dekrit Presiden. Bung Karno memberikan penjelasan yang cukup panjang lebar mengenai Pancasila. Anggota Konstituante dilantik pada tanggal 10 Nopember 1956. Setelah diadakan voting sebanyak tiga kali ternyata tidak memenuhi ketentuan untuk dapat diambil keputusan. Oleh karena itu masyarakat umum menyebutnya menjadi Manipol-USDEK. Presiden Soekarno berpidato di depan umum. Gagasan tersebut menimbulkan reaksi cukup keras dari masyarakat. singkatan dari Undang-Undang Dasar 1945. Pidato tersebut diberi judul “Manifesto Politik Indonesia. kedua 263 – 203.” Manifesto Politik tersebut berisi program pembangunan bangsa Indonesia dalam menjalankan revolusinya. yang di dalamnya dikupas juga mengenai demokrasi terpimpin. Presiden Republik Indonesia menentukan dekrit kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Dalam ceramah/kuliahnya pada tahun 1958 dan 1959 sebelum terjadinya dekrit. Namun setelah bersidang sekitar tiga tahun Konstituante tidak mampu melaksanakan tugasnya. maka dasar negara tetap Pancasila hingga dewasa ini. Jumlah suara yang setuju untuk kembali ke UUD 1945 telah melebih 50%. di antaranya mengenai demokrasi terpimpin. pada tanggal 5 Juli 1959. karena terjadinya perdebatan yang seru. (3) Implementasi Pancasila setelah kembali ke UUD 1945 Setelah terjadi dekrit presiden pada tanggal 5 Juli 1945. yakni adanya sementara golongan/partai yang ingin mengubah dasar negara selain dari Pancasila. Untuk memudahkan dalam memahaminya Manifesto Politik tersebut dirumuskan menjadi USDEK. pada peringatan ulang tahun kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Bila orang tua berkeberatan terhadap penyelenggaraan pendidikan agama bagi anaknya. Dikembangkan program pendidikan Panca Wardana yang merupakan penjabaran dari konsep ManipolUSDEK. Dikembangkan kurikulum tahun 1964. Bahkan di Jawa Tengah rumah-rumah penduduk gentengnya dicat dengan tulisan USDEK dengan huruf besar-besar. serta tentang Revolusi yang sedang diselenggarakan oleh bangsa Indonesia. namun sekurang-kurangnya ada usaha untuk mengimplementasikan Pancasila. Salah satu gerakan yang dilakukan adalah dalam bidang pendidikan. Memang boleh saja orang berbeda pendapat. tetapi sekedar menggambarkan situasi yang terjadi pada waktu itu.Untuk mensosialisasikan gagasan tersebut diselenggarakan semacam penataran pada segala lapisan masyarakat. yang isinya di antaranya pendidikan agama bukan matapelajaran wajib. anak diperkenankan untuk tidak mengikuti pelajaran tersebut. Nampaknya kesempatan ini dimanfaatkan oleh partai politik tertentu untuk melancarkan aksi-aksinya. Karena diduga bahwa program-program tersebut bernuansa pada ideologi yang diperjuangkan oleh partai politik tertentu. Demikianlah usaha-usaha implementasi Pancasila yang pernah diselenggarakan selama pemerintahan Presiden Soekarno. Kita tidak memberikan pendapat setuju atau tidak. Untuk masyarakat luas disiapkan Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi yang berisi penjabaran Manipol-USDEK. maka terdapat pihak-pihak yang tidak sepakat dengan gerakan tersebut. . Salah satu bentuk sosialisasi adalah dengan membuat tugu-tugu batas antar desa yang berisi tulisan Manipol USDEK. sehingga sering pula terdengar suara yang sinis terhadap usaha tersebut. meski berbagai pihak ada yang berpendapat bahwa telah terjadi penyelewengan dalam implementasi tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful