Guru pembimbing: Fatkhul huda, M.Pd.

I

Nama-nama kelompok:
1.

David susanto

2. Habibatul husna 3. Imam muhtadin 4. Laelatul zuhria 5. Lia afidah 6. M. nasrullah muzaki

Kata pengantar

segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Aqidah Akhlak tahun 2009/2010. untuk semester ganjil ini di buat berdasarkan bab yang sudah di tentukan atau di ajarkan. Panduan pembuatan makalah aqidah akhlak kelas XI BHS.Alhamdulilah. selain itu juga memuat nilai-nilai dasar yang diimplementasikan dalam berpikir dan bertindak untuk dapat mencapai sasaran proses pengajaran sesuai dengan tuntunan kurikulum yangt berlaku. Dengan menyadari keterbatasan atas kemampuan kami dalam menyusun makalah ini. kami mengharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi kesempurnan makalah ini. ALIRAN-ALIRAN DALAM ILMU KALAM .

Ali di nilai mereka memiliki keutamaan lebih dibanding ketiga khalifah sebelumnya. Atas dasar ini Ziadiyah melihat bolehnya umat mengangkat imam dari orang kurang utama sekalipun di tengah-tengah mereka ada orang yang lebih utama. raj’ah. Sedangkan faham taqiyah ynga berarti perlindungan dimaksudkan sebagai taktik strategis untuk merahasiakan eksistensi kesyahannya dengan berpura-pura patuh di bawah dominasi kekuasaan khalifah yang memerangi mereka hingga kekuatan yang di persiapkan cukup memadai untuk melakukan perlawanan terbuka. Sekte imamiyah berkeyakinan bahwa imamaih sesudah nabi sudah menjadi hak dan harus di berikan kepada Ali. yaitu: Imamah. Dalm aliin imamiyah dikenal 5 doktrin fundamental. kekuasaan akan dipegang oleh wakil ima yang memenuhi kriteria mujtaihid. Syiah Secara harfiah syiah berarti pengikut atau kelompok. Imamiyah mempunyai dua aliran utama. yaitu Ismailiyah (Sa’biyah) dan Itsna Atsariyah.A. Yang ke tiga Kaisaniyah yang berfaham mengangkat kedudukan cucu dan pewaris ilmu Ali yaitu Muhammad bin alhanafiyah sejajar dengan para nabi. Sekte ini dikenal juga sebagai Sab’iyah karena meyakini adanya tujuh imam yng tidak matsur dengan urutan sebagai berikut: -Ali bian Abi Thalib -Ali bin husain -Hasan bin Ali -Ja’far bin muhammad -Husain bin Ali -Ismail bin Ja’far al shadiq (w. Dalam aliran syiah muncul beberapa faham yang sebagiannya dan sebagian lainyya moderat. yang kedua Ghurabiyah yang berfaham bahwa kedudukan Ali di atas nabi Muhammad. Imamah sudah menjadi salah satu rukun islam bagi mereka. Nama ismailiyah diambil dari imam yang ketujuh dalam silsilah mereka yakini Ismail bin ja’far al-shadiq. hak imamah (kepemimpinan umat islam) tersebut beralih kepada anak-anak keturunanya dari fatimah al-Zahrah. Seorang imam di percaya memiliki kualitas ishmah karena mewarisi posisi kenabian ma’sum (terpelihara dari kesalahan). terdapat dua sekte syiah yang terkenal yaitu Imamiyah dan Zadidiyah. Sepeninggal Ali. Berbeda dengan sekte imamiyah. Sifat moderat faham ini . ishmah. Mareka ini berkeyakinan bahwa yang berhak menggantikan nabi sebagai pemimpin adalah keluarganya (Ahl albait). Pada masa ketidak hadirannya. sebagian besar pengikut syiah membait Muhammad bin baqir dan sebagiannya lagi membaiat Zaid. istilah ini lekat dengan pengikut setia Ali yang memilih beroposisi terhadap kekuasaan Muawiyah pasca peristiwa arbitrasi. dan taqiyah. Sejarahnya sepeninggal Zainal abiding. Faham – faham tersebut antara lain Syaba’iyah yang berfaham bahwa Ali menempati derajat ketuhanan. 145 H) -Muhammad bin ali Sedanngkan sekte itsna Asariyah Adalah aliran Imamiyah yang meyakini bahwa bilangan imam berjumlah 12 orang. Tetapi dalam perkembangannya. Tetapi dalam perkambangan sejarahnya. Zaidiyah berpendapat bahwa nash tentang imamah Ali itu cenderung merujuk pada pengertian sifat dan bukannya kepada pribadi Ali. Sementara sekte Zaidiyah dinisbahkan kepada pengikut Zaid bin ali bin husain. Sedanngkan doktrin mahdiyah dan raj’ah di hubungkan dengan status imam matsur yang di percaya akan muncul kembali sebagai mahdi yang membangun kerajaan Allah menjelang hari kiamat kelak. Imam imam tersebut antara lain: -Ali bin abi thalib -Musa bin Ja’far -Hasan bin Ai -Ali Bin Musa -Husain bin Ali -Muhammad Bin Ali -Ali bin Husain -Ali bin Muhammad -Muhammad bin Ali bin Husain -Muhammad Bin Ali -Ja’far bin Muhammad -Muhammad Bin Hasan Imam terakhir diyakini dalam keadaan tidak hadir dan akan muncul kelak di waktu yang di kehendaki oleh Allah. mahdiyah.

Diantara mereka yang mengambil sikap ini adalah Sa’ad bin abi Waqas. Mayoritas dalam aliran khawarij berpaham wajibnya mengangkat imam. tetapi tetapi di kembalikan kepada kaum muslimin. kecuali najdat. muncil penganut faham murji’ah yang melangkah lebih jauh dan berkeyakinan bahwa dosa tidak tidak membahayakan iman. Sikap politik ini berkembang menjadi pengkafiran terhadap para sahabat yang menerima tafhim dan pengabsahan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan terhadap . yakni dinisbatkan kepada harura. Dalam pandangan murji’ah pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka. dan imran bin husain. Mereka meneriakkan dalam slogan “tidak ada hukum kecuali hikum Allah”. Shufriyah. Jabariyah dan Qadariyah Terkait Qada’ dan Qadar. Pandangan ini tentu berbeda dengan kelompok ahl al-sunah maupun pandangan kelompok Syiah. tetapi hanya akan dihukum untuk sementara setimpal dengan atau bahkan mungkin diampuni dari dosa dosanya. Murji’ah Secara harfiah berarti yang menangguhkan atau mengembalikan. Pemikiran itu selanjutnya diketahui sebagai dalih pembenaran oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab. Khawarij mengembangkan doktirn bahwa hak menjadi khalifah tidak terbatas hanya milik bangsa Arab atau keturunan suku Quraysh. Pandangan pandangan ekstrim mereka itu sebagian besarnya didasarkan pada dalil – dalil. Dan juga meyakini bahwa pemikiran atau pendapat yang salah adalah sebuah dosa yang menyebabkan kekafiran. Baihasiyah. Maksudnya adalah kelompok yang berani menjual atau mengorbankan dirinya kepada Allah. Khawarij juga berkeyakinan bahwa perbuatan ibadah merupakan bagian dari iman. Aliran khawarij ada yang menamainya dengan sebutan haruriyah. Aliran ini berpendapat bahwa mengangkat imam tidak wajib . Bagi mereka hukum haruslah di kembalikan kepada pesan al-Qur’an dan bukannya kepada akal manusia yang ikut berpartisipasi dalam diplomasi. Khawarij Secara harfiah khawarij berarti penamaan kelompok yang dikenal radikal dan ekstrim baik dalam pemahaman maupun tindakan keagamaannya yang dengan sejarah kemunculannya yang di picu ketidak sepakatan atas cara penyelesaian konflik melalui tahkim antara kubu Ali dan muawiyah.kemudian berubah menjadi ekstrim di tangan penganut Zaidiyah pada generasi selanjutnya. Nadjat. mula mula muncul permasalahan tentang kebebasan dan keterpaksaan manusia. Pandangan ini menguat sebagai reaksi atas sikap ekstrim Khawarij yang begitu mudah melakukan pengkafiran dan menghalalkan darah sesame muslim. iman sudah mulai difahami terlepas dari perbuatan. kemunculan aliran ini branjak dari sikap pasif atau tidak memihak antara dua kelompok umat islam yang tengah bertikai setelah pembunuhan Utsman. Menurut banyak ahli sejarah. Abdullah bin umar. Pada konteks ini.ereka yang tidak sependapat. Abu bakrah. D. Tetapi para pengikutnya lebih suka menyebut diri mereka sebagai Shurah yang berasal dari kata yashri yang berarti menjual. C. sehingga siapapun yang mengabaikannya atau berbuat dosa besar dengan sendirinya telah menjadi kafir. aliran ini pecah menjadi 20 sekte tetapi yang terkenal ada lima yaitu Azariqah. tempat pertama mereka melakukan konsolidasi dengan mengangkat Abdullah bin Wahhab al-Rasydi sebagai imam. Pemikiran seputar masalah ini memunculkan pemikiran ekstrim yang berbeda yaitu Jabariyah dan Qadariyah. Dalam perkembangan berikutnya. Jabariyah pertama kali di populerkan oleh Ja’id bin dirham di basrah yang intinya perbuatan seorang hamba dengan menyandarkan semua kepada Allah. B. dan Ibadiyah. . tetapi yang wajib adalah penegakan kebenaran dan keadilan yang menjamin setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya.

aspek ketuhanan asy’ariyah meyakini bahwa Tuhan mempunyai sifat. F. Dalam benyak hal mu’tazilah justru menunjukkan keistimewaannya tersendiri dalam sejarah pemikiran keagamaan di kalangan umat islam. Aliran ini dalam banyak pemikirannya menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan utama tentang kewajiban serta kebaikan dan keburukan. Maturidiyah . menurut Asy’ariyah perlu di bedakan pengertiannya manjadi kalam majasi dan kalam nafsi. Asy’ari percaya bahwa fungsi akal adalah sebatas mengetahui hal hal yang empiri(konkrit). yang kepadanya di nisbatkan aliran jahmiyah. Sementara prinsip keadilan untuk menolak faham jasmiyah. prinsip tauhid misalnya adalah bentuk penolakan mereka thd faham mujassimah dan musyabbihah. sedangkan wahyu sebagai pendukung kebenaran akal. Wasil berpandangan bahwa pelaku dosa besar adalah fasik yang kelak di akhirat akan di ketakkan oleh Allah di suatu posisi antara surga dan neraka (al manzilah bayn al manziliyatyn). Pemikiran kalangan mu’tazilah antara lain menyebutkan bahwa Allah mustahil dapat di lihat dengan mata telanjang di akhirat. sedangkan wahyu memberi informasi tentang hal hal yang lebih luas termasuk soal metafisika. Sedangkan faham Qadariyah tokoh utamanya Ma’bad bin Khalid al juhani dan Ghailan al Dimasyqi menyatakan bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendaknya sendiri. pelopor aliran ini adalah Wasil Bin Atha’ yang memplokamirkan pemisahan dirinya dari gurunya karena tidak sependapat dalam persoalan pelaku dosa besar. E. As’ariyah juga percaya bahwa Tuhan itu maujud dan karenanya dapat di lihat di akhirat dengan mata telanjang oleh penghuni surga. keniscayaan atas Allah untuk berbuat baik dan terbaik. Karekter ini pula yang menjadikan mu’tazilah dengan pusat persebaranyya di Basrah dan Bagdad mempunyai cukup banyak aliran yang berkembang dengan corak pemikirannya masing masing. Ia menerima keabsahan khabar ahad sebagai hujjah dalam bidang akidah.Ide jabariyah ini kemudian terpelihara dalam pemikiran muridnya Jahm bin Shafwan. Mahdzab teologi ini kemudian di lanjutkan dan di kembangkan oleh tokoh tokoh lain sesudahnya seperti Abu baker Al bqillani dan imam al Ghazali. Penamaannya di nisbahkan kepada abu hasan ali al asy’ari yang semula adalah seorang pengikut mu’tazilah. G. Kalam Allah yang menurut mu’tazilah adalah makhluk. bahkan sepeninggalnya pemikirannya masih dapat menjangkau wilayah persebnaran yang sangat luas. Tidak seperti mu’tazilah. serta prinsip manzilah untuk menolak faham murji’ah san khawarij sekaligus. Mereka cenderung menolak takwil dan menerima penafsiran harfiah sekalipun tidak menerima tasybih (penyarupaan bentuk) dan taksyif (penyerupaan cara). Pokok pemikiran al Asy’ari yang di juluki sebagai imam Ahl al sunnah wa al jama’ah ini semakin lama kian memperoleh pengikut. Faham ini lantas menjadi salah satu doktrin sentral mu’tazilah yang di kenal dengan istilah al mabadi al khamsah (asas lima). Mu’tazilah dikenal gigih menolak taqlid dan mencegah pengikutnya untuk menuruti pendapat orang lain tanpa lebih dahulu. Mu’tazilah Secara harfiah berarti yang memisahkan diri. Al-Qur’an adalah makhluk. dan manusia bersifat otonom dalam tindakannya dengan Qudrah yang di Allah kepadanya. Sedangkan kalam nafsi bersifat abadi bersamaan dengan wujud Allah. perbuatan manusia berada di luar kekuasaan Allah. Asy’ariyah Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran aliran yang muncul sebelumnya. kalam majasi adalah Al-Qur’an dalam bentukk tertulis yang di pegang manusia dan bersifat baru. tidak ada siksa kubur. Kelima asas ini adalah hasilserangkaian perdebatan. prinsip janji dan ancaman untuk menolak faham murji’ah. Mereka sangat menghormati pendapat dan materi pendapat tanpa terpengaruh siapa yang mengemukakan pendapat tersebut.

dan maturidiyah yang dalam pemahaman akidahnya memakai metode falsafi yang di impor dari logika yunani. Misalnya kata “tangan” bias di pinjam untuk pengertian yang bukan jism. seperti “negri ini berda di tangan penguasa”. Kaum salafiyah ini mendakwahkan kepada umat agar dalam hal aqidah mereka kembali kepada prinsip prinsip yang di pegang oleh kaum salaf dari kalangan sahabat dan tabiin. Aliran samarkand di kenal lebih dekat dengan mu’tazilah dalam beberapa pemikirannya. uluhiyah dan asma’wa sifat. tetapi Dia tetap menhendakinya terjadi untuk suatu hikmah yang terpuji. sekalipun ada perbedaan cukup signifikan antara keduanya. Salafiyah meyakini bahwa keesaan Allah merupakan asas pertama islam yang meliputi tauhid rububiyah. Al-khatib ibn al-jauzi kebertan jika faham ini di nisbatkan sebagai mahzab teologi kaum salaf. Salafiyah Gerakan pemikiran ini tumbuh terutama dalam tradisi mazhab imam Ahmad bin hanbal yang di hidupkan kembali oleh Ibnu Tamiyah dan Muhammad bin Abdul wahab. Dalam aliran maturidiyah seenarnya di kenal dua corak aliran. Dari segi pemikirannya. jadi sejauh orang meyakini keesaan Allah dan kerasulan Muhammad. Dari sini dapat di ketahiu bahwa maturidiyah memberikan otoritas lebih besar kepada akal manusia di bandingkan dengan asy’ariyah. asy’ariyah. Sementara dalam hal perbuatan manusia. Akal harus berjalan di belakang dalil naqli untuk mendukung dan menguatkannya. Kalimat ini jelas bisa di pahami pengertiannya sekalipun peguasa tersebut secara aktual tidak memilliki tangan. Sebagai mana tersurat dalam nash dengan makna lahirnya tanpa ta’til (peniadaan). Asy’ariyah menganggapnya wajib berdasarkan syara’. yakni memperlakukan Allah seolah benda inderawi atau makhluk. perintah dan larangan-Nya. pemberian Allah dengan sifat sifat inderawi ini mustahil bagi-Nya. sekalipun tidak melaksanakan ibadah. asy’ariyah tyidak mengakui penalaran atas hal itu dapat di capai melalui penalaran akal atas substansinya. suka dan kehendak Allah. H. Dengan pola metodologis. Dia tidak menyukai dan tidak meridhai maksiat. sedangkan maturidiyah melihat kewajiban ini melalui penalaran akal. dia masih masuk kategori beriman. sementara aliran bukhara dalam hal ini lebih dekat dengan metodologi berfikirnya asy’ariyah. Jadi manusia adalah pelaku sebenarnya atas perbuatannya sendiri dengan potensi yang di berikan Allah kepadanya. Tetapi faham yang di klain sebagai mahzab kaum salaf ini sebenarya memperoleh kritik bahkan sejak masa awal kemunculannya. Maturidi dalam persoalan iman melihatnya sebagai suatu kepercayaan dalam hati. Jadi lafal tersebut bukannya ditafsirkan secara tekstual untuk pengertian sifat-sifat dzat Allah. melainkan dengan makna substansi yang merujuk pada pengertian sifat-sifat perbuatan-Nya. .Aliran ini di nisbahkan kepada imam al Huda abu mansur Muhammad bin Muhammad al maturidi dari Samarkand. al Maturidi banyak memiliki kesamaan dengan al Asy’ari. Ia menyatakan bahwa tafwidh sebagaimana di maksudkan tersebut sejatinya adalah konstruk pemikiran yang masih mempunyai anasir tasybih. Misalnya terkait persoalan ma’rifah (mengetahui Allah). yakni aliran samarkand dan bukhara. mereka memandang bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu dengan berbagai sebab yang di ciptakannya. Disini dibedakan antara ridha. salafiyah mengkritik aliran aliran kalam seperti mu’tazilah. Al-ghazali juga mengkritik hal senada bhwa apabila kita memberi makna jism kepada Allah dengan penerjemahan lafdziyah sehingga mengimperasikan pemahaman bahwa Allah memiliki sejumlah anggota badan. tamsil dan takyif. Tentang al Qur’an mereka menyatakan bahwa kalam Allah adalah qadim bersama dzat. demikian pula perihal kebaikan. tasybih. Dan dalam ini adalah penjelasan terhadap kesempurnaan penciptaan. Tetapi ini tidak perssis sama dengan murjiah karena dia meyakini secara tegas bahwa pelaku dosa besar adalah fasik dan masih berhak masuk surga (atau tidak kekal ddi neraka) setelah dosa dosanya di ampuni Tuhan. ta’wil.

Dalam ajaran Imamiyah dikenal lima doktrin fundamental. Khawarij. Pemikiran al Asy’ari sering di sebut sebagai imam Ahl al sunnah wa al jama’ah. Jabariyah dan Qadariyah menganggap bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendaknya sendiri. Dalam aliran maturidiyah seenarnya di kenal dua corak aliran. dan taqiyah. Dalam pandangan murji’ah pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka. yaitu Imamiyah dan Zaidiyah. Daftar pustaka . yaitu: imamah. sedangkan wahyu sebagai pendukung kebenaran akal. Asy’ariyah. Baihasiyah. Aliran mu’tazilah dalam banyak pemikirannya menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan utama tentang kewajiban serta kebaikan dan keburukan. Dalam perkembangan sejarahnya Syiah memiliki dua sekte yang terkenal. mahdiyah. raj’ah. yaitu: Azariqah. tetapi hanya akan dihukum untuk sementara setimpal dengan atau bahkan mungkin diampuni dari dosa dosanya. Asy’ariyah percaya bahwa fungsi akal adalah sebatas mengetahui hal hal yang empiri(konkrit). Murji’ah. Aliran syiah adalah aliran yang mengikuti sahabat Ali bin Abi Thalib. maturidiyah. Jabariyah dan Qadariyah. aliran ini pecah menjadi 20 sekte tetapi yang terkenal ada 5 sekte. uluhiyah dan asma’wa sifat. perbuatan manusia berada di luar kekuasaan Allah. dan Ibadiyah. Kelompok khawarij dikenal radikal dan ekstrim dalam pemahaman maupun tinddakan kaegamaannya. sedangkan wahyu memberi informasi tentang hal hal yang lebih luas termasuk soal metafisika. Menurut ahli sejarah. dan Salafiyah. yakni aliran samarkand dan bukhara. ishmah. Salafiyah meyakini bahwa keesaan Allah merupakan asas pertama islam yang meliputi tauhid rububiyah. Nadjat. Shufriyah. Mu’tazilah.Kesimpulan • • • • • • • • • • • • • Pada dasarnya aliran-aliran ilmu kalam ada delapan yaitu: Syiah.

ajangkita.www.com .