Guru pembimbing: Fatkhul huda, M.Pd.

I

Nama-nama kelompok:
1.

David susanto

2. Habibatul husna 3. Imam muhtadin 4. Laelatul zuhria 5. Lia afidah 6. M. nasrullah muzaki

Kata pengantar

Panduan pembuatan makalah aqidah akhlak kelas XI BHS. ALIRAN-ALIRAN DALAM ILMU KALAM .Alhamdulilah. kami mengharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi kesempurnan makalah ini. untuk semester ganjil ini di buat berdasarkan bab yang sudah di tentukan atau di ajarkan. segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Aqidah Akhlak tahun 2009/2010. selain itu juga memuat nilai-nilai dasar yang diimplementasikan dalam berpikir dan bertindak untuk dapat mencapai sasaran proses pengajaran sesuai dengan tuntunan kurikulum yangt berlaku. Dengan menyadari keterbatasan atas kemampuan kami dalam menyusun makalah ini.

145 H) -Muhammad bin ali Sedanngkan sekte itsna Asariyah Adalah aliran Imamiyah yang meyakini bahwa bilangan imam berjumlah 12 orang. Sifat moderat faham ini . Tetapi dalam perkembangannya. Tetapi dalam perkambangan sejarahnya. sebagian besar pengikut syiah membait Muhammad bin baqir dan sebagiannya lagi membaiat Zaid. istilah ini lekat dengan pengikut setia Ali yang memilih beroposisi terhadap kekuasaan Muawiyah pasca peristiwa arbitrasi. Syiah Secara harfiah syiah berarti pengikut atau kelompok. Imamah sudah menjadi salah satu rukun islam bagi mereka. raj’ah. Sekte imamiyah berkeyakinan bahwa imamaih sesudah nabi sudah menjadi hak dan harus di berikan kepada Ali. Yang ke tiga Kaisaniyah yang berfaham mengangkat kedudukan cucu dan pewaris ilmu Ali yaitu Muhammad bin alhanafiyah sejajar dengan para nabi. Sepeninggal Ali. Sejarahnya sepeninggal Zainal abiding. Dalam aliran syiah muncul beberapa faham yang sebagiannya dan sebagian lainyya moderat. Sedangkan faham taqiyah ynga berarti perlindungan dimaksudkan sebagai taktik strategis untuk merahasiakan eksistensi kesyahannya dengan berpura-pura patuh di bawah dominasi kekuasaan khalifah yang memerangi mereka hingga kekuatan yang di persiapkan cukup memadai untuk melakukan perlawanan terbuka. yaitu: Imamah. Imam imam tersebut antara lain: -Ali bin abi thalib -Musa bin Ja’far -Hasan bin Ai -Ali Bin Musa -Husain bin Ali -Muhammad Bin Ali -Ali bin Husain -Ali bin Muhammad -Muhammad bin Ali bin Husain -Muhammad Bin Ali -Ja’far bin Muhammad -Muhammad Bin Hasan Imam terakhir diyakini dalam keadaan tidak hadir dan akan muncul kelak di waktu yang di kehendaki oleh Allah. Pada masa ketidak hadirannya. Dalm aliin imamiyah dikenal 5 doktrin fundamental. terdapat dua sekte syiah yang terkenal yaitu Imamiyah dan Zadidiyah. Imamiyah mempunyai dua aliran utama. Sekte ini dikenal juga sebagai Sab’iyah karena meyakini adanya tujuh imam yng tidak matsur dengan urutan sebagai berikut: -Ali bian Abi Thalib -Ali bin husain -Hasan bin Ali -Ja’far bin muhammad -Husain bin Ali -Ismail bin Ja’far al shadiq (w. dan taqiyah. ishmah. Berbeda dengan sekte imamiyah. Atas dasar ini Ziadiyah melihat bolehnya umat mengangkat imam dari orang kurang utama sekalipun di tengah-tengah mereka ada orang yang lebih utama. Sedanngkan doktrin mahdiyah dan raj’ah di hubungkan dengan status imam matsur yang di percaya akan muncul kembali sebagai mahdi yang membangun kerajaan Allah menjelang hari kiamat kelak. yang kedua Ghurabiyah yang berfaham bahwa kedudukan Ali di atas nabi Muhammad. Faham – faham tersebut antara lain Syaba’iyah yang berfaham bahwa Ali menempati derajat ketuhanan.A. Seorang imam di percaya memiliki kualitas ishmah karena mewarisi posisi kenabian ma’sum (terpelihara dari kesalahan). mahdiyah. Sementara sekte Zaidiyah dinisbahkan kepada pengikut Zaid bin ali bin husain. yaitu Ismailiyah (Sa’biyah) dan Itsna Atsariyah. kekuasaan akan dipegang oleh wakil ima yang memenuhi kriteria mujtaihid. Mareka ini berkeyakinan bahwa yang berhak menggantikan nabi sebagai pemimpin adalah keluarganya (Ahl albait). Zaidiyah berpendapat bahwa nash tentang imamah Ali itu cenderung merujuk pada pengertian sifat dan bukannya kepada pribadi Ali. Ali di nilai mereka memiliki keutamaan lebih dibanding ketiga khalifah sebelumnya. hak imamah (kepemimpinan umat islam) tersebut beralih kepada anak-anak keturunanya dari fatimah al-Zahrah. Nama ismailiyah diambil dari imam yang ketujuh dalam silsilah mereka yakini Ismail bin ja’far al-shadiq.

Jabariyah dan Qadariyah Terkait Qada’ dan Qadar. tempat pertama mereka melakukan konsolidasi dengan mengangkat Abdullah bin Wahhab al-Rasydi sebagai imam. tetapi hanya akan dihukum untuk sementara setimpal dengan atau bahkan mungkin diampuni dari dosa dosanya. Tetapi para pengikutnya lebih suka menyebut diri mereka sebagai Shurah yang berasal dari kata yashri yang berarti menjual. Abu bakrah. Shufriyah. kemunculan aliran ini branjak dari sikap pasif atau tidak memihak antara dua kelompok umat islam yang tengah bertikai setelah pembunuhan Utsman. Khawarij juga berkeyakinan bahwa perbuatan ibadah merupakan bagian dari iman. Maksudnya adalah kelompok yang berani menjual atau mengorbankan dirinya kepada Allah. kecuali najdat. Jabariyah pertama kali di populerkan oleh Ja’id bin dirham di basrah yang intinya perbuatan seorang hamba dengan menyandarkan semua kepada Allah. Pandangan ini menguat sebagai reaksi atas sikap ekstrim Khawarij yang begitu mudah melakukan pengkafiran dan menghalalkan darah sesame muslim. tetapi yang wajib adalah penegakan kebenaran dan keadilan yang menjamin setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya. Menurut banyak ahli sejarah. Sikap politik ini berkembang menjadi pengkafiran terhadap para sahabat yang menerima tafhim dan pengabsahan tindakan kekerasan bahkan pembunuhan terhadap . Aliran khawarij ada yang menamainya dengan sebutan haruriyah. dan imran bin husain. Baihasiyah. Diantara mereka yang mengambil sikap ini adalah Sa’ad bin abi Waqas. Aliran ini berpendapat bahwa mengangkat imam tidak wajib . Abdullah bin umar. Bagi mereka hukum haruslah di kembalikan kepada pesan al-Qur’an dan bukannya kepada akal manusia yang ikut berpartisipasi dalam diplomasi. Pada konteks ini. Dalam perkembangan berikutnya. tetapi tetapi di kembalikan kepada kaum muslimin. muncil penganut faham murji’ah yang melangkah lebih jauh dan berkeyakinan bahwa dosa tidak tidak membahayakan iman. Mayoritas dalam aliran khawarij berpaham wajibnya mengangkat imam. Pandangan ini tentu berbeda dengan kelompok ahl al-sunah maupun pandangan kelompok Syiah. Pemikiran seputar masalah ini memunculkan pemikiran ekstrim yang berbeda yaitu Jabariyah dan Qadariyah. yakni dinisbatkan kepada harura. dan Ibadiyah. . D. sehingga siapapun yang mengabaikannya atau berbuat dosa besar dengan sendirinya telah menjadi kafir. Pandangan pandangan ekstrim mereka itu sebagian besarnya didasarkan pada dalil – dalil. mula mula muncul permasalahan tentang kebebasan dan keterpaksaan manusia. Dan juga meyakini bahwa pemikiran atau pendapat yang salah adalah sebuah dosa yang menyebabkan kekafiran. iman sudah mulai difahami terlepas dari perbuatan. aliran ini pecah menjadi 20 sekte tetapi yang terkenal ada lima yaitu Azariqah.ereka yang tidak sependapat. Murji’ah Secara harfiah berarti yang menangguhkan atau mengembalikan. Mereka meneriakkan dalam slogan “tidak ada hukum kecuali hikum Allah”. Khawarij Secara harfiah khawarij berarti penamaan kelompok yang dikenal radikal dan ekstrim baik dalam pemahaman maupun tindakan keagamaannya yang dengan sejarah kemunculannya yang di picu ketidak sepakatan atas cara penyelesaian konflik melalui tahkim antara kubu Ali dan muawiyah.kemudian berubah menjadi ekstrim di tangan penganut Zaidiyah pada generasi selanjutnya. Khawarij mengembangkan doktirn bahwa hak menjadi khalifah tidak terbatas hanya milik bangsa Arab atau keturunan suku Quraysh. C. B. Pemikiran itu selanjutnya diketahui sebagai dalih pembenaran oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab. Nadjat. Dalam pandangan murji’ah pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka.

perbuatan manusia berada di luar kekuasaan Allah. Pemikiran kalangan mu’tazilah antara lain menyebutkan bahwa Allah mustahil dapat di lihat dengan mata telanjang di akhirat. Al-Qur’an adalah makhluk. bahkan sepeninggalnya pemikirannya masih dapat menjangkau wilayah persebnaran yang sangat luas. Mu’tazilah Secara harfiah berarti yang memisahkan diri. Asy’ariyah Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran aliran yang muncul sebelumnya. dan manusia bersifat otonom dalam tindakannya dengan Qudrah yang di Allah kepadanya. Kalam Allah yang menurut mu’tazilah adalah makhluk. kalam majasi adalah Al-Qur’an dalam bentukk tertulis yang di pegang manusia dan bersifat baru. prinsip tauhid misalnya adalah bentuk penolakan mereka thd faham mujassimah dan musyabbihah. Karekter ini pula yang menjadikan mu’tazilah dengan pusat persebaranyya di Basrah dan Bagdad mempunyai cukup banyak aliran yang berkembang dengan corak pemikirannya masing masing. F. Ia menerima keabsahan khabar ahad sebagai hujjah dalam bidang akidah. Aliran ini dalam banyak pemikirannya menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan utama tentang kewajiban serta kebaikan dan keburukan. tidak ada siksa kubur. Pokok pemikiran al Asy’ari yang di juluki sebagai imam Ahl al sunnah wa al jama’ah ini semakin lama kian memperoleh pengikut. yang kepadanya di nisbatkan aliran jahmiyah. Asy’ari percaya bahwa fungsi akal adalah sebatas mengetahui hal hal yang empiri(konkrit). keniscayaan atas Allah untuk berbuat baik dan terbaik. Kelima asas ini adalah hasilserangkaian perdebatan. Maturidiyah . As’ariyah juga percaya bahwa Tuhan itu maujud dan karenanya dapat di lihat di akhirat dengan mata telanjang oleh penghuni surga. Sedangkan faham Qadariyah tokoh utamanya Ma’bad bin Khalid al juhani dan Ghailan al Dimasyqi menyatakan bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendaknya sendiri. E. sedangkan wahyu sebagai pendukung kebenaran akal. Wasil berpandangan bahwa pelaku dosa besar adalah fasik yang kelak di akhirat akan di ketakkan oleh Allah di suatu posisi antara surga dan neraka (al manzilah bayn al manziliyatyn). Penamaannya di nisbahkan kepada abu hasan ali al asy’ari yang semula adalah seorang pengikut mu’tazilah. Tidak seperti mu’tazilah. Dalam benyak hal mu’tazilah justru menunjukkan keistimewaannya tersendiri dalam sejarah pemikiran keagamaan di kalangan umat islam. prinsip janji dan ancaman untuk menolak faham murji’ah. Mahdzab teologi ini kemudian di lanjutkan dan di kembangkan oleh tokoh tokoh lain sesudahnya seperti Abu baker Al bqillani dan imam al Ghazali. Sementara prinsip keadilan untuk menolak faham jasmiyah. Mu’tazilah dikenal gigih menolak taqlid dan mencegah pengikutnya untuk menuruti pendapat orang lain tanpa lebih dahulu. pelopor aliran ini adalah Wasil Bin Atha’ yang memplokamirkan pemisahan dirinya dari gurunya karena tidak sependapat dalam persoalan pelaku dosa besar.Ide jabariyah ini kemudian terpelihara dalam pemikiran muridnya Jahm bin Shafwan. Mereka cenderung menolak takwil dan menerima penafsiran harfiah sekalipun tidak menerima tasybih (penyarupaan bentuk) dan taksyif (penyerupaan cara). G. Mereka sangat menghormati pendapat dan materi pendapat tanpa terpengaruh siapa yang mengemukakan pendapat tersebut. Sedangkan kalam nafsi bersifat abadi bersamaan dengan wujud Allah. sedangkan wahyu memberi informasi tentang hal hal yang lebih luas termasuk soal metafisika. menurut Asy’ariyah perlu di bedakan pengertiannya manjadi kalam majasi dan kalam nafsi. serta prinsip manzilah untuk menolak faham murji’ah san khawarij sekaligus. Faham ini lantas menjadi salah satu doktrin sentral mu’tazilah yang di kenal dengan istilah al mabadi al khamsah (asas lima). aspek ketuhanan asy’ariyah meyakini bahwa Tuhan mempunyai sifat.

demikian pula perihal kebaikan. melainkan dengan makna substansi yang merujuk pada pengertian sifat-sifat perbuatan-Nya. Dan dalam ini adalah penjelasan terhadap kesempurnaan penciptaan. Ia menyatakan bahwa tafwidh sebagaimana di maksudkan tersebut sejatinya adalah konstruk pemikiran yang masih mempunyai anasir tasybih. salafiyah mengkritik aliran aliran kalam seperti mu’tazilah. Jadi manusia adalah pelaku sebenarnya atas perbuatannya sendiri dengan potensi yang di berikan Allah kepadanya. Misalnya terkait persoalan ma’rifah (mengetahui Allah). uluhiyah dan asma’wa sifat. Tetapi faham yang di klain sebagai mahzab kaum salaf ini sebenarya memperoleh kritik bahkan sejak masa awal kemunculannya. sedangkan maturidiyah melihat kewajiban ini melalui penalaran akal. sementara aliran bukhara dalam hal ini lebih dekat dengan metodologi berfikirnya asy’ariyah. Jadi lafal tersebut bukannya ditafsirkan secara tekstual untuk pengertian sifat-sifat dzat Allah. Kaum salafiyah ini mendakwahkan kepada umat agar dalam hal aqidah mereka kembali kepada prinsip prinsip yang di pegang oleh kaum salaf dari kalangan sahabat dan tabiin. yakni aliran samarkand dan bukhara. Maturidi dalam persoalan iman melihatnya sebagai suatu kepercayaan dalam hati. Dari sini dapat di ketahiu bahwa maturidiyah memberikan otoritas lebih besar kepada akal manusia di bandingkan dengan asy’ariyah. Aliran samarkand di kenal lebih dekat dengan mu’tazilah dalam beberapa pemikirannya. Salafiyah meyakini bahwa keesaan Allah merupakan asas pertama islam yang meliputi tauhid rububiyah. Dari segi pemikirannya. asy’ariyah. Dengan pola metodologis. seperti “negri ini berda di tangan penguasa”. dan maturidiyah yang dalam pemahaman akidahnya memakai metode falsafi yang di impor dari logika yunani. Dalam aliran maturidiyah seenarnya di kenal dua corak aliran. perintah dan larangan-Nya. Salafiyah Gerakan pemikiran ini tumbuh terutama dalam tradisi mazhab imam Ahmad bin hanbal yang di hidupkan kembali oleh Ibnu Tamiyah dan Muhammad bin Abdul wahab. Disini dibedakan antara ridha. tetapi Dia tetap menhendakinya terjadi untuk suatu hikmah yang terpuji. suka dan kehendak Allah. Akal harus berjalan di belakang dalil naqli untuk mendukung dan menguatkannya. pemberian Allah dengan sifat sifat inderawi ini mustahil bagi-Nya. Sebagai mana tersurat dalam nash dengan makna lahirnya tanpa ta’til (peniadaan). jadi sejauh orang meyakini keesaan Allah dan kerasulan Muhammad. Kalimat ini jelas bisa di pahami pengertiannya sekalipun peguasa tersebut secara aktual tidak memilliki tangan. yakni memperlakukan Allah seolah benda inderawi atau makhluk. . sekalipun ada perbedaan cukup signifikan antara keduanya. Tentang al Qur’an mereka menyatakan bahwa kalam Allah adalah qadim bersama dzat. ta’wil. Misalnya kata “tangan” bias di pinjam untuk pengertian yang bukan jism. mereka memandang bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu dengan berbagai sebab yang di ciptakannya. dia masih masuk kategori beriman. Tetapi ini tidak perssis sama dengan murjiah karena dia meyakini secara tegas bahwa pelaku dosa besar adalah fasik dan masih berhak masuk surga (atau tidak kekal ddi neraka) setelah dosa dosanya di ampuni Tuhan. Al-ghazali juga mengkritik hal senada bhwa apabila kita memberi makna jism kepada Allah dengan penerjemahan lafdziyah sehingga mengimperasikan pemahaman bahwa Allah memiliki sejumlah anggota badan. al Maturidi banyak memiliki kesamaan dengan al Asy’ari. Asy’ariyah menganggapnya wajib berdasarkan syara’. Al-khatib ibn al-jauzi kebertan jika faham ini di nisbatkan sebagai mahzab teologi kaum salaf. H. Sementara dalam hal perbuatan manusia.Aliran ini di nisbahkan kepada imam al Huda abu mansur Muhammad bin Muhammad al maturidi dari Samarkand. Dia tidak menyukai dan tidak meridhai maksiat. asy’ariyah tyidak mengakui penalaran atas hal itu dapat di capai melalui penalaran akal atas substansinya. sekalipun tidak melaksanakan ibadah. tasybih. tamsil dan takyif.

dan taqiyah. Kelompok khawarij dikenal radikal dan ekstrim dalam pemahaman maupun tinddakan kaegamaannya. Dalam pandangan murji’ah pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka. yakni aliran samarkand dan bukhara. uluhiyah dan asma’wa sifat. mahdiyah. ishmah. yaitu: imamah. sedangkan wahyu sebagai pendukung kebenaran akal. maturidiyah. tetapi hanya akan dihukum untuk sementara setimpal dengan atau bahkan mungkin diampuni dari dosa dosanya. Salafiyah meyakini bahwa keesaan Allah merupakan asas pertama islam yang meliputi tauhid rububiyah. perbuatan manusia berada di luar kekuasaan Allah. Mu’tazilah. dan Salafiyah.Kesimpulan • • • • • • • • • • • • • Pada dasarnya aliran-aliran ilmu kalam ada delapan yaitu: Syiah. Dalam aliran maturidiyah seenarnya di kenal dua corak aliran. Pemikiran al Asy’ari sering di sebut sebagai imam Ahl al sunnah wa al jama’ah. sedangkan wahyu memberi informasi tentang hal hal yang lebih luas termasuk soal metafisika. Shufriyah. yaitu Imamiyah dan Zaidiyah. Jabariyah dan Qadariyah. Menurut ahli sejarah. Asy’ariyah percaya bahwa fungsi akal adalah sebatas mengetahui hal hal yang empiri(konkrit). Aliran mu’tazilah dalam banyak pemikirannya menjadikan akal sebagai sumber pengetahuan utama tentang kewajiban serta kebaikan dan keburukan. Jabariyah dan Qadariyah menganggap bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendaknya sendiri. aliran ini pecah menjadi 20 sekte tetapi yang terkenal ada 5 sekte. Baihasiyah. Aliran syiah adalah aliran yang mengikuti sahabat Ali bin Abi Thalib. raj’ah. Khawarij. Dalam ajaran Imamiyah dikenal lima doktrin fundamental. Daftar pustaka . Dalam perkembangan sejarahnya Syiah memiliki dua sekte yang terkenal. Murji’ah. Asy’ariyah. yaitu: Azariqah. Nadjat. dan Ibadiyah.

ajangkita.com .www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful