BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dengan suatu proses yang dinamakan interaksi sosial. Sebagai makhluk sosial manusia juga akan cenderung membentuk kelompokkelompok tertentu demi mencapai tujuan yang diinginkan. Interaksi tidak hanya terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain, tetapi juga bisa terjadi antara satu individu dengan kelompok individu, atau antara kelompok individu dengan kelompok individu lain. 1.2 Rumusan masalah Berkaitan dengan latar belakang di atas, penyusun merumuskan pembahasan mengenai relasi individu dengan individu dan juga membahas suatu perwujudan dari relasi antar individu yaitu cinta 1.3 Tujuan penulisan Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Filsafat Sosial dan berharap akan dapat memberikan informasi kepada pembaca serta juga memberikan bahan pembelajaran yang dapat dikaji lebih dalam oleh para pembaca yang ingin melanjutkan studi ini. 1.4 Metode penelitian Metode yang kamu gunakan untuk merumuskan makalah ini adalah dengan cara mencari dan mengkaji data – data menegnai relasi antar individu ini, baik dari buku maupun sumber yang lain. Selain itu mencoba menganalisis perwujudan tema relasi ini dari berbagai tokoh filsuf.

1

Pandangan diskursif inilah yang mendasari pemikiran Habermas tentang masyarakat komunikatif di mana ruang diskursif menjadi tempat bagi manusia ideal. komunikasi menjadi dasar dari ekisistensi suatu individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol. Jadi bisa di bilang. Komunikasi juga menjadi perhatian tersendiri oleh filsuf kontemporer yang bernama Habermas. Dalam kamus Bahasa Indonesia (KBBI) interaksi didefinisikan sebagai sesuatu hal yang saling melakukan aksi.BAB II PEMBAHASAN Relasi antara individu dengan individu menentukan struktur dari masyarakatnya. di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya. Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dengan suatu proses yang dinamakan interaksi sosial. Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi Pada dasarnya hubungan yang di bangun antar individu atau relasi-relasi sosial ini di dasarkan kepada komunikasi. Pandangan mengenai interaksi sosial juga di bahas oleh Herbert Blumer yang memandang interaksi itu pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. antara individu dan kelompok dan antara kelompok dengan dengan kelompok. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya. interaksi adalah hubungan timbal balik bisa berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu. Dan terakhir adalah makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah. Oleh karena itu. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubunganhubungan sosial yang dinamis. Habermas itu terpengaruh oleh Max Hommeir mengenai teori kritis dimana teori ini bertujuan untuk mengupas sejarah umat manusia sebagai sejarah penindasan social dan dengan menawarkan 2 . Sebagai makhluk sosial manusia juga akan cenderung membentuk kelompok-kelompok tertentu demi mencapai tujuan yang diinginkan. Lalu makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Beliau memandang bahwa individeu itu sejatinya bersifat diskursif. berhubungan atau saling mempengaruhi.

Wilhem Dilthey juga mengkaji relasi individu denagn indvidu yang lain. Buber membuat relasi dalam diri manusia itu terbagi dalam relasi dengan benda – benda (I and it).konsep praktek emansipatif. Habermas di kenal sebgai tokoh penerus teori kritis karena memberi kan sebuah pandangan yang segar dan sangat berguna untuk meneruskan proyek Teori Kritis dengan memunculkan paradigma baru. Dalam pandangannya. Mekanismenya dalam komunikasi dan berujung adanya pemahaman melalui bahasa. Jadi Dilthey ini sanagan menekankan perlu adanya relasi anatar inidividu itu untuk menciptakan dunia. Parndangan Habermas mengenai indvidu itu pun tak terlepas dari asumsiasumsi tentang siapa itu manusia. Habermas memandang manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tindakan dasar yaitu praksis. Komunikasi menjadi penekanan dari Habermas dan itu menjadi dasar dalam usaha mengatasi kebuntuan Teori Kritis para pendahulunya. Komunikasi itu pun dilandasi oleh adanya rasio komunikatif yang mengarahkan suatau tindakan demi bertujuan pemahaman. Martin Buber menawarkan sebuah konsep relasi. relasi dengan sesama individu ( 3 . walaupun ia tak tergolongkan sebagai Neokantiantisme. Praksis inilah yang merupakan konsep sentral dalam tradisi filsafat kritis. Denagan mengupas sejarah manusia di harapkan teori ini berujung pada emansipasi yang mengembalikan hubungan antar manusia yang sesuai dengan cita – cita manusia sendiri dan tidak lagi ditentukan oleh adanya mekanisme . Dilthey itu sangat mengagumi filsafat Kant. kesusasteraan. Habermas mengedepankan hakekat manusia sebagai subjek-subjek yang melakukan tindak komunikasi demi pemahaman. Praksis menurut Habermas dilandasi oleh adanya kesadaran rasional. maupun filsafat itu berasal dari adanya interaksi antar individu. ilmu pengetahuan. individu itu sejatinya berkerjasama dengan individu yang lain dalam membentuk suatu realitas sesial dan menciptakan adanya historis pada manusia. Dalam pendekatannya itu. Semua produk – produk yang ada di kehidupan ini seperti agama. kesenaian. Ia terkenal dengan sumbangan tentang kehidupan dan menwarkan gagasan mengenai geistewissenshaften. Kehidupan di muka bumi ini itu terdiri dari banyak sekali kehidupan setiap individu yang bergabung menjadi suatu realitas.mekanisme sistem pasar.

maka tidak mengherankan apabila Nietzsche sangat gemar seakali dengan kata-kata peperangan. Tidak akan pernah ada persamaan hak karena manusia mempunyai cirri . sehingga Nietzsche mendukung peperangan dan mengutuk perdamaian. menjadikan hubungan antara manusia dengan sesamanya sebagai batu sendi bagi sistem filsafatnya. Menurut Buber. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebesaran manusia ini hanya dapat dialami oleh orang yang mengarahkan dirinya pada Übermensc. Yang menjadi persoalan pokok Buber adalah: bagaimana aku berada dalam hubunganku dengan sesama?. dan relasi dengan Allah (I and Thou). konflik dan sebagainya yang dapat membangkitkan semangat manusia untuk mempunyai kehendak berkuasa. Cinta 4 . dan manusia yang unggul ataupun bangsa yang unggul harus menguasai manusia atau bangsa yang lemah. Konsep manusia super ini merupakan suatu tujuan hidup manusia didunia ini agar mereka kerasan. Übermensch yang dibutuhkan adalah kebebasan dan aku ingin berkuasa dan yang menjadi ukuran keberhasilan adalah perasaan akan bertambahnya kekuasaan. maka manusia akan tertantang dan segala kemampuan yang dimilikinya dapat keluar dengan sendirinya secara maksimal. Relasi itu dibangun adanya kasih yang menjadi kan hubungan menjdi I and thou. Lain hal nya dengan filsuf yang bernama Nietsche mengenai individu. Beliau percaya bahwa individu itu selalu berhadapan dengan konflik. Martin Buber. Gagasan utama dari Nietzsche sebenarnya kehendak untuk berkuasa (Will to Power). setiap orang ditentukan oleh relasi terhadap sesamanya. dimana salah satu cara untuk menunjukkah kehendak untuk berkuasa ini diungkapkan melalui gagasannya tentang Übermensch. Übermensch merupakan suatu bentuk manusia yang yang menganggap dirinya sebagai sumber nilai. Manusia yang telah mencapai Übermensch ini adalah manusia mengafirmasikan hidupnya dan tanpa itu Übermensch tidak mungkin akan tercipta.I and thou). Di sini bisa di simpulakan bahwa dalam pandangan Nietzsche itu relasi antar individu dengan individu yang lain pasti terjadi konflik.ciri yang unik yang individual. Karena manusia berusaha mencapai kemampuan maksimal potensi nya yang terkadang pasti berseberangan dengan individu yang lain. Dalam kesempatan lain Nietzsche mengungkapkan bahwa persamaan hak atau atau persamaan antara bangasa serta asas demokrasi merupakan suatu gejala bahwa masyarakat telah menjadi busuk.

Cinta bisa menjadi kekuatan aktif dalam diri manusia dan bisa juga meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya. Cinta itu berasal secara alamiah dalam diri manusia dan bisa menjadi suatu jawaban bagi masalah eksistensi manusia untuk mengatasi adanya keterpisahan dalam dirinya. Jean Paul Sartre terkenal sebagai seorang satrawan dan filsuf. bercakap-cakap mungkin bertengkar bahkan cinta. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan. Menurut Fromm. Dalam pandangan Erich Fromm suatu peradaban yang baik itu harus ditentukan oleh hubungan manusia yang selalu dihiasi dengan adanya penuh perhatian (mutual understanding) dan penghormatan dalam antar individu. Cinta itu sejatinya tidak membedakan agama. saling menegur. disintegrasi dalam sosial ini adalah gambaran dari eksistensi manusia yang tidak dapat mengatasi adanya keterpisahan ketika cinta itu sendiri pun tidak mungkin dibahas tanpa sebelumnya menganalisa eksistensi manusia itu sendiri. Erich Fromm memandang penyatuan dalam cinta itu sebenarnya melebihi suatu simbiosis atau hubungan karena pada dasarnya cinta yang dewasa itu menjadi penyatuan di dalam kondisi tetap memelihara integritas individualitas seseorang. sebenarnya teori apapun tentang cinta itu sejatinya harus mulai dengan teori tentang eksistensi manusia itu sendiri. Dalam relasi individu yang satu memberikan pengaruh. Tentunya mereka berdua saling memperhatikan dan memahami dan cinta mereka bisa menyatukan pikiran – pikiran pada masing individu dalam sebuah integrasi sosial. suku bangsa maupun kelas sosial karena cinta membuat segalanya menjadi mungkin. Banyak filsuf yang telah mengkaji tentang hal ini salah seperti filsuf yang bernama Erich Fromm ataupun Jean Paul Sartre. Maksud konflik ini adalah bahwa ketika suatu waktu saya mencintai seseorang. Bagi Fromm. maka saya secra bersamaan berhadapan langsung dengan kemerdekaan individu yang 5 . Seorang pemikir Mazhab Frankfurt yang bernama Erich Fromm ini dalam bukunya yang berjudul “The Art Of Loving” menegaskan pentingnya relasi antara individu dengan individu lain harus berlandaskan adanya cinta untuk menjadi suatu solusi bagi masyarakat kapitalis modern yang telah membaur oleh ketimpangan sosial. di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya Dalam relasi antar individu pun dapat terlihat pada bentuk suatu perwujudan dari adanya interaksi yang di sebut cinta. rangsangan atau stimulus kepada individu lainnya. ras. Sarte itu memandang cinta sebagai sebuah konflik.Dalam interaksi juga terdapat simbol. Fromm dalam data yang saya peroleh pernah memberikan suatu contoh mengenai hubungan dua orang yang sedang jatuh cinta.

saya cintai itu. sementara Sartre itu sangat menekankan kebebasan pada diri setiap individu. Konsep cinta Sartre sebenarnya bersifat paradoksal karena pandangan tetntang hal ini menggambarkan bahwa ketika individu mencintai individu lain. BAB III Penutup 6 . maka individu secara bersamaan mengganggu kebebasan individu lain. Oleh karena itu menurut Sartre. Sebaliknya pihak yang dicintai pun dengan sadar menjadikan orang lain sebagai objek atau en-soi pemenuh kebutuhanya untuk dicintai. sebenarnya di dalam cinta itu tidak pernah akan terjadi cinta sejati atau cinta tanpa pamrih sebab masingmasing pihak berusaha untuk saling mengobjekkan individu yang lain. Dapat dikatakan bahwa sebenarnya tidak ada subjek dalam cinta itu sendiri karena masing-masing pihak menjadi objek. Dalam cinta sebenarnya subjek yang mencintai itu berusaha menjadikan pihak yang dicintai sebagai objek atau en-soi pemenuh hasrat cintanya. Menurut Sartre. sebenarnya cinta itu tidaklah cukup dengan suatu perjanjian dari pihak lain seperti lembaga pernikahan karena cinta itu merupakan ikatan pilihan bebas yang didasari kesetiaan pada diri sendiri. sebenarnya individu lain yang saya cintai itu memberikan kepada saya suatu being atau batasan bagi eksistensi saya. Dalam pandangannya saat pada proses mencintai ini.

Menurut Buber. Pada pandangan Nietzsche itu sebenarnya relasi antar individu dengan individu yang lain selalu di selimuti konflik. Budi. 2010. Dalam pandangan Habermas bahawa komunikasi melalui bahasa itu menjadi suatu penekanan yang sangat penting dalam relasi antar individu itu untuk menghasilakan individu yang diskursif sebagai perwujudan emansipasi individu dari mekanisme pasar. Dalam pandangan Dilthey individu itu berkolaborasi dengan individu yang lain dalam membentuk suatu realitas sosial. Dalam relasi antar individu pun menghasilkan adanya intrakasi dan makna simbol. Erich Fromm memandang relasi antara individu dengan individu lain harus adanya cinta untuk menjadi suatu solusi penindasan pasar yang membelenggu kebebasan sehingga menghasilkan keterpisahan dalam diri individu. Kreasi Wacana: Yogyakarta Magnis-Suseno. 7 . Kanisius: Yogyakarta. Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. PT Ikrar Mandiriabadi : Jakarta Herimanto dan Winarno. Filsafat Abad XX Ingggris – Jerman. salah satunya cinta. setiap orang ditentukan oleh relasi terhadap sesamanya yang di landasi kasih.Manusia sebagai makhluk sosial atau zoon politicon itu pasti dalam hidupnya bertemu interaksi sosial. Kees. 2007. Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Jürgen. Franz. Suatu kehidupan yang baik itu dihiasi dengan adanya penuh perhatian (mutual understanding) dan penghormatan dalam relasi antar individu. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Nurhadi). 2007. Filsafat Modern : dari Machiavelli sampai Nietzshe. Daftar Pustaka Bertens. Habermas. Interaksi sosial ini bisa dalam suatu hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya yang bersifat dinamis dan dalam interaksi pasti terdapat simbol – simbol di dalamnya. 1983. Jakarta: Bumi Aksara. 2005. Sartre memandang bahwa cinta selalu diselimuti konflik dalam diri individu dengan asumsi kebebasannya. Teori Tindakan Komunikatif II: Kritik atas Rasio Fungsionalis (terj. PT Gramedia : Jakarta Hardiman. Pijar-Pijar Filsafat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.