P. 1
fermentasi alkohol

fermentasi alkohol

|Views: 2,380|Likes:
Published by Agus Yulianto

More info:

Published by: Agus Yulianto on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

BORANG

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

No. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman

FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 0 dari 7

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI ACARA XIII FERMENTASI ALKOHOL

Disusun Oleh: Nama NIM Gol/ Kelompok Asisten : Agus Yulianto : 08/267382/BI/8141 :C/3 : Ardhiani K.H

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010
0

sebelum difermentasi. PENDAHULUAN A. Larutan I (JKJ). cairan buah. jumlah presentase kematian sel khamir. karena bila terlalu tinggi maka dapa merusak organ tubuh. Alkohol yang biasanya dikonsumsi adalah etanol.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. METODE A. II. Reagen 1 . badeg. Alkohol yang dikonsumsi biasanya mempunyai kadar yang tidak terlalu tinggi. Maka dari itu perlu dilakukan uji kualitatif dan kuantitaif alkohol untuk mengetahiu hal itu semua. B. dan lainnya. brem. bahan yang akan digunakan untuk membuat alkohol di hidrolisis atau disakarifikasi terlebih dahulu menjadi gula sederhana. Sedangkan alkohol yang digunakan untuk medis ataupun digunakan bilaboratorium kadarnya biasanya lebih dari 70%. cereviseae dalam medium taoge miring umur 2-4 hari. Buah-buahan yang masak (pisang). Pada praktikum ini bahan yang digunakan adalah cairan buah pisang. Alkohol ada yang dikonsumsi dan ada pula yang digunakan untuk keperluan medis. bir. maka dilakukan pengamatan gas CO yang 2 terbentuk. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 1 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI I. Alkohol jenis ini dibuat dari melase. dan dilakukan pengujian alkohol secara kualitatif dengan metode selliwanof. Hal ini karena bertujuan untuk membunuh bakteri atau kuman agar tercipta kondisi steril. serta pegujian dengan jodoform. ataupun nira. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi: Biakan murni S. Dalam pembuatan alkohol. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas fermentasi khamir berdasarkan sisa gula dan adanya alkohol secara kualitatif. Untuk dapat mengetahui proses fermentasinya. (NH4)2 HPO4. Alkohol yang dikonsumsi biasanya berupa anggur ( wine ). Larutan KOH 10% dan NaOH 10%. Latar Belakang Alkohol merupakan salah satu produk dari fermentasi yang penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Diamkan beberapa menit dan goyang-goyang untuk mengetahui adanya kristal-kristal atau bau jodoform. Kemudian masukkan starter dalam larutan labu godog secara aseptis dan tutup dengan tabung leher angsa yang telah diisi air sebagian supaya keadaannya menjadi anaerob. Cara Kerja Fermentasi alkohol dari cairan buah Buah dicuci bersih selanjutnya diperas untuk diambil cairan buahnya. Tambahkan gula pasir 5-10% (berat/volume). Labu godog.01%. Jumlahnya tergantung manis tidaknya buah. B. Starter dianggap telah aktif fermentasinya bila telah timbul gelembung gas CO2 (starter telah disediakan oleh laboratorium). Cara pembuatan starter adalah sebagai berikut : Inokulasi secara aseptis 100mL bahan diatas dengan satu tabung biakan murni S.025% ekstrak toge sebanyak 2. Adanya alkohol secara kwalitatif c. dll) Penentuan alkohol secara kualitatif (pengujian jodoform) Sebanyak 5 ml contoh bahan dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu ditambah 2 ml larutan KOH atau NaOH 10%. bau. Kalau perlu dilakukan pemanasan di atas lampu spiritus. Setelah dingin pHdiatur antara 4. Teteskan larutan Jodium (JKJ) tetes demi tetes ke dalam tabung reaksi tersebut sampai warnanya tidak berubah. Erlenmeyer. Gelas benda dan gelas penutup. selanjutnya diinkubasikan selama 24-48 jam. Adanya sisa gula secara kwalitatif b. cereviceaea.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. Jumlah sel khamir tiap ml d. Setelah selesai inkubasi tentukan : a.5 -5. tujuannya untuk mempercepat reaksi untuk pembentukan jodoform 2 .5% dari volume cairan yang akan difermentasikan. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 2 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Selliwanof. Masukkan dalam labu godog dan masukkan sebagian (10%) dalam erlenmeyer untuk pembuatan starter (telah disediakan laboratorium). Tambahkan (NH4)2 HPO4 sebanyak 0. Haemositometer. Selanjutnya diinkubasikan selama 1 minggu pada suhu kamar. Tabung leher angsa. Cairan buah pisang disaring dan dimasak dalam panci email sampai mendidih selama 10 menit. Larutan methylene blue 0. Pengujian organoleptik ( rasa.

Hasil Dari percobaan yang telah dilakukan. Gambar 1. Hasil uji kimiawi secara kualitatif untuk percobaan fermentasi alkohol Macam uji Uji Selliwanoff Hasil + + Uji iodoform Keterangan Berwarna merah Bau menyengat dan terbentuk Kristal iodoform Berikut dijelaskan dengan gambar dari hasil uji kualitatif untuk alkohol (pengujian iodoform) dan gula (metode Selliwanof) pada percobaan fermentasi alcohol. 3 . Hasil uji organoleptik untuk percobaan fermentasi alkohol Fermentasi Bahan Uji organoleptik Warna Alkohol Sari buah pisang Kuning Bau Alkoholis Tabel 2. Panaskan dalam penangas air atau di atas lampu spiritus selama 1 menit. Hasil uji kualitatif dari uji iodoform untuk alkohol secara kualitatif dengan hasil positif ditunjukan dengan terbentuknya kristal-kristal iodoform dan bau iodoform/menyengat. HASIL dan PEMBAHASAN A.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. jika terbentuk warna merah berarti terdapat gula (sukrosa atau fruktosa). III. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 3 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Penentuan gula secara kualitatif (metode Seliwanoff) Sebanyak 3 tetes bahan yang akan diuji dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 5 ml Seliwanoff. didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1.

BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. Di udara. 4 .. 1961 ). Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 4 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Gambar 2. pertumbuhan khamir akan dipercepat bersamaan dengan penurunan konsumsi gula sehingga pada kondisi anaerob aktivitas khamir akan meningkat karena konsumsi gulanya juga meningkat ( Sarles. Alkohol adalah hasil fermentasi gula oleh khamir yang terdiri dari strain Saccharomyces cereviseae yang mampu mengakumulasikan etanol sebagai hasil fermentasi dan terjadi secara anaerob (Schlegel. B. ketika larutan starter dituang ke medium bakteri sudah melalui fase adaptasi dan memasuki fase logaritma (eksponensial) sehingga masa inkubasinya tidak terlalu lama.1999). mikrobia yang digunakan adalah khamir. Apabila sel khamir tumbuh dalam media yang anaerob.Pada tahapan ini bakteri akan mengalami fase adaptasi (Lag fase) dan akan berlanjut ke fase logaritmik (eksponensial). Ciri khas dari khamir adalah mampu hidup dan memfermentasi suatu bahan menjadi etanol bila kondisinya dalam pH asam (Prescott et al. Pembahasan Makanan hasil fermentasi adalah makanan yang dibuat dengan bantuan mikrobia atau enzim sehingga mengalami perubahan biokimia yang dikehendaki dan dapat memberi ciri spesifik makanan tersebut. Pada fase logaritma fungsi fisiologis bakteri paling optimal sehingga proses fermentasi bisa berlangsung optimal. 1989). Pada praktikum ini pertama-tama larutan starter (dari larutan buah pisang) di inokulasi bakteri Saccharomices cerevisae. Digunakan Saccharomyces cereviseae karena mengandung enzim respirasi yang sangat kompleks. maka mereka memperoleh energi dari aktivitasnya. (Rahayu. 1994). Hasil uji kualitatif untuk penentuan gula dengan metode Selliwanoff dengan hasil positif terbentuk warna merah bata (sukrosa atau fruktosa).

kemudian ditambahkan 5 ml reagen Selliwanoff. Jumlah produksi alkohol dipengaruhi oleh : 1. Untuk mengetahui aktifitas fermentasi. Kadar gula. Caranya adalah 3 tetes bahan yang akan diuji dimasukkan kedalam tabung reaksi. (fermentasi berlangsung pada kondisi anaerob). Uji kualitatif alkohol bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya alkohol yang terbentuk setelah larutan fermentasi diinkubasi. pengamatan dan perhitungan bakteri secara mikroskopis. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah bahan yang mengandung larutan gula. 2. dan lain-lain. Sebagai mekanisme adaptasi bakteri akan melakukan fermentasi yang mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2. memicu terjadinya fermentasi. Pada media yang kadar gkukosanya tinggi akan menyebabkan lingkungan lebih hipertonis terhadap sel bakteri. misalnya melase. ditandai adanya kristal-kristal iodoform dan berbau menyangat dari larutan JKJ yang diteteskan tidak berubah lagi. 3. dilakukan beberapa pengujian yaitu uji alkohol secara kualitatif. Pada lingkungan dengan kadar glukosa normal bakteri akan menggunakan glukosa itu untuk metabolisme biasa. nira. ditambahkan NaOH atau KOH 2 ml dengan konsentrasi 10%. dan uji organoleptik. Selanjutnya tabung reaksi 5 . pH. Pada praktikum ini bahan yang digunakan adalah larutan buah pisang. karena pisang kandungan sukrosanya tinggi dan mudah didapat.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. setelah itu ditambahkan JKJ atau tetes demi tetes sampai warna tidak berubah. Uji dilakukan dengan 5 ml bahan. cairan buah . Ketersediaan O2 . Pada percobaan ini juga dilakukan uji gula secara kualitatif dengan metode selliwanoff. uji gula secara kualitatif.5. 4. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 5 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Etanol dapat dibuat dari beberapa karbohidrat yang dapat difermentasi oleh yeast. terbentuk jodoform dari alkohol dan larutan JKJ. Jenis bakteri. Kondisi ini jika dibiakkan terusmenerus. Namun jika kadar alkohol hasil fermentasi terlalu tinggi juga akan menyebabkan kematian sel bakteri itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pada reaksi fermentasi telah dihasilkan alkohol. Pada reaksi ini. penambahan JKJ menghasilkan reaksi positif . Pada praktikum ini. sel bakteri akan mengalami plasmolisis yang menyebabkan kematian bakteri. NaOH berfungsi untuk mengikat alkohol yang terbentuk sehingga alkohol dapat diidentifikasi. optimum pada 4-4.

P. Yogyakarta. Rahayu. 177.C Frazier.M. 1994. Gadjah Mada University Press. Schlegel. Sarles. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM. Uji iod menunjukan hasil positif menunjukkan hasil fermentasi mengandung alkohol. Penghitungan kematian sel khamir menunjukkan bahwa proses pertumbuhan khamir dalam fermentasi ini dalam telah mencapai fase stasioner. Hans G. Adanya perlakuan pemanasan pada uji gula secara kualitatif bertujuan untuk mempercepat proses reaksi. K. Knight. 1999.Harley. J. 6 .A. KESIMPULAN Fermentasi dari bahan sari buah pisang oleh Saccharomyces cerevisae menghasilkan alkohol. Mikrobiologi Umum. Hasil positiftif ditandai dengan adanya warna merah bata pada larutan (sukrosa atau fruktosa). 1956.Klein. New York. 117-118 . Dari percobaan yang dilakukan. Edisi keenam. Mikrobiologi Pangan. Mc Graw Hill Book Company. W. Harper and Brothers Comp. Microbiology General and Applied.B. 307.ditunjukkan debgan banyaknya jumlah sel khamir yang mati.. DAFTAR PUSTAKA Prescott. D. IV. 2nd ed. ternyata hasilnya positif dengan adanya warna merah bata pada sampel setelah dipanaskan. pp. Uji Selliwanoff menunjukkan hasil positif yang berarti masih terdapat gula didalam larutan sampel. 1989. L. V. Wilson and S.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI No. hal. W. J.B.G. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 6 dari 7 LABORATORIUM MIKROBIOLOGI dipanaskan 1 menit. Microbiology. Yogyakarta. New York.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->