P. 1
Ikhtisar Peraturan Pencucian Uang

Ikhtisar Peraturan Pencucian Uang

4.0

|Views: 4,675|Likes:
Published by vafranci
From NLRP. Helping for publish.
From NLRP. Helping for publish.

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: vafranci on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2015

pdf

text

original

Dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan,
penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara itu kepada
penuntut umum.1525

Penyerahan Berkas Perkara merupakan kegiatan pengiriman
Berkas Perkara berikut penyerahan tanggung jawab atas
tersangka dan barang buktinya kepada Penuntut Umum yang
dilakukan dalam dua tahap sebagai berikut:

a.Pada tahap pertama, penyidik hanya menyerahkan
Berkas Perkara.
b.Tahap kedua, penyidik menyerahkan tanggung jawab
tersangka dan barang buktinya kepada Penuntut Umum/
setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Penuntut
Umum.
c.Apabila dalam waktu 14 hari berkas perkara tidak
dikembalikan oleh Penuntut Umum, maka penyidikan
dianggap selesai dan penyidik menyerahkan tanggung

1522

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

1523

Pasal 109 Ayat (2) KUHAP.

1534

Pasal 109 Ayat (3) KUHAP.

1525

Pasal 110 Ayat (1) KUHAP.

Penegakan Hukum643

jawab tersangka dan barang buktinya kepada Penuntut
Umum.1526

V.8.2.1Penyerahan Berkas Perkara Tahap Pertama

Penerimaan Berkas Perkara Tahap Pertama.

a.Penerimaan berkas perkara tersebut dicatat
dalam Register penerimaan Berkas Perkara
Tahap Pertama (RP-10) dan pelaporannya
menggunakan LP-6. Penelitian berkas perkara
tahap pertama difokuskan kepada:

1)Kelengkapan formal, yakni meliputi segala
sesuatu yang berhubungan dengan
formalitas /persyaratan, tata cara
penyidikan yang harus dilengkapi dengan
Surat Perintah, Berita Acara, Izin/
Persetujuan Ketua Pengadilan. Di
samping penelitian kuantitas kelengkapan
syarat formal, perlu diteliti pula segi
kualitas kelengkapan tersebut, yakni
keabsahannya sesuai ketentuan Undang-
undang;
2)Kelengkapan materiil, yakni kelengkapan
informasi, data, fakta dan alat bukti yang
diperlukan bagi kepentingan pembuktian.
Kriteria yang dapat digunakan sebagai
tolok ukur kelengkapan materiil antara
lain:
-Apa yang terjadi (tindak pidana
beserta kualifikasi dan pasal yang
dilanggar);
-Siapa pelaku, siapa-siapa yang
melihat, mendengar, mengalami
peristiwa itu (tersangka, saksi-
saksinya/ahli);
-Bagaimana tindak pidana itu
dilakukan (modus operandi);

1526

Lampiran SKEP Kabareskrim No.Pol. : SKEP/ 82/XII/2006/BARESKRIM tanggal

15 Desember 2006

644Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

-Dimana perbuatan dilakukan (locus
delicti);
-Bilamana perbuatan dilakukan
(tempus delicti);

-Akibat apa yang ditimbulkannya
(ditinjau secara victimologis);
-Apa yang hendak dicapai dengan
perbuatan itu (motivasi yang
mendorong pelaku).
Kelengkapan materiil terpenuhi bila segala
sesuatu yang diperlukan bagi kepentingan
pembuktian telah tersedia sebagai hasil
penyidikan.

b.Pelaksanaan penelitian dimaksud butir 3,
dilakukan oleh Jaksa Peneliti yang
tercantum dalam P-16 dan hasil
penelitiannya dituangkan dalam check list
sebagaimana terlampir.1527

Penerimaan Berkas Perkara Tahap Pertama

1)Terhadap berkas perkara tahap pertama
(I) yang diterima dari penyidik, supaya
dilakukan penelitian mengenai
kelengkapan formal dan materiil;

2)Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang,
agar lebih dicermati hal-hal sebagai
berikut:

a)Penelitian Saksi-saksi:
-Dalam meneliti saksi-saksi agar
diperhatikan kriteria saksi dan
keterangan saksi (Pasal 1 butir
26 dan 27 KUHAP), dan tolok
ukur penilaian urgensi, relevansi
dan bobotnya didasarkan pada
ketentuan Pasal 185 ayat (4 s/d
7) dan hubungan saksi-saksi
dengan tersangka.

1527

Surat Edaran Jampidum Nomor: B 401/E/ 9/93.

Penegakan Hukum645

-Aksentuasi penelitian saksi
ditekankan pada kuantitas dan
kualitas keterangan saksi.

b)Saksi Ahli:

Saksi ahli yang dimaksud ialah
pejabat dari Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK) sepanjang saksi ahli dari
kalangan akademisi atau ahli
keuangan/perbankan lainnya tidak
ada. Perlu diperhatikan bahwa dalam
perkara tindak pidana pencucian
uang keterangan Ahli sangat
berperan dalam membantu
pembuktian dakwaan, oleh karena itu
konsultasi dan diskusi perlu
dilakukan dengan saksi ahli yang
bersangkutan sebelum memberikan
keterangannya di pengadilan.

c)Penelitian Bukti Surat dan Dokumen:
Surat-surat dan dokumen yang perlu
terlampir pada berkas perkara antara
lain:
-Formulir isian nasabah, bukti-
bukti transaksi, rekening koran,
warkat-warkat transfer dan
surat-surat atau dokumen lain
yang berkaitan dengannya.
-Keabsahan surat-surat dan
dokumen tersebut perlu diteliti
secara cermat dan seksama
dengan memperhatikan ketentuan
Pasal 184 dan Pasal 187 KUHAP
dan Pasal 1 angka 16 Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian uang dan peraturan
terkait lainnya.

646Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

d)Keterangan Tersangka:
Dituntut perhatian yang ekstra cermat
dalam meneliti keterangan tersangka
dalam BAP, disamping itu dituntut
pula kemampuan menyusun
konstruksi yuridis dengan
menghubungkan keterangan
tersangka dengan alat-alat bukti
lainnya, barang bukti dan segala data
serta fakta perbutan tersangka untuk
mengungkapkan fakta yang
sesungguhnya apa benar tersangka
yang tertuang dalam BAP sebagai
pelaku, terutama mengingat bahwa
tindak pidana pencucian uang dapat
dilakukan oleh Korporasi.1528

Dalam hal penuntut umum berpendapat
bahwa hasil penyidikan tersebut ternyata
masih kurang lengkap, penuntut umum
segera mengembalikan berkas perkara itu
kepada penyidik disertai petunjuk untuk
dilengkapi.1529

c.Apabila menurut hasil penelitian ternyata
hasil penyidikan telah lengkap, maka
dikeluarkan Surat Pemberitahuan Hasil
Penyidikan Sudah Lengkap (P-21), dan
bila sebaliknya, dikeluarkan Surat
Pemberitahuan Hasil Penyidikan belum
Lengkap (P-18) dan berkas perkara
dikembalikan disertai dengan petunjuk
guna melengkapi hasil penyidikan (P-19);

d.Dalam P-19 agar diuraikan secara
cermat, jelas dan lengkap tentang hal apa
yang harus dilengkapi oleh Penyidik
sesuai ketentuan Pasal 138 ayat (2) jo
Pasal 110 ayat (2) dan (3) KUHAP.

1528

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

1529

Pasal 110 Ayat (2) KUHAP.

Penegakan Hukum647

Petunjuk disusun dalam bahasa sederhana
dengan penggunaan kalimat-kalimat
efektif.

Untuk akuratnya aplikasi petunjuk
tersebut oleh Penyidik, sebaiknya Penyidik
diundang untuk bertemu dengan Jaksa
Peneliti guna membahas petunjuk-
petunjuk dimaksud.

e.Pengembalian berkas perkara kepada
Penyidik dilakukan lewat kurir, atau dalam
hal terlaksana pertemuan dimaksud huruf
d, berkas perkara dapat diserahkan
langsung kepada Penyidik. Kedua bentuk
penyerahan kembali berkas perkara
tersebut dilengkapi dengan P-19 dan
Tanda Terima Pengembalian Berkas
Perkara;

f.Dalam hal SPDP tidak ditindak-lanjuti
dengan penyerahan berkas perkara dalam
batas waktu 30 hari, Jaksa Peneliti yang
bersangkutan meminta laporan
perkembangan hasil penyidikan (P-17).1530

Pemberitahuan Hasil Penyidikan Belum
Lengkap:

Apabila ternyata hasil penyidikan belum
lengkap, segera diterbitkan (P-18) dan (P-19)
pemberian petunjuk kepada penyidik. Yang
perlu mendapat penekanan agar petunjuk
dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti
dan berbobot dalam arti mengarah pada unsur
tindak pidana yang bersangkutan.1531

Dalam hal penuntut umum mengembalikan
hasil penyidikan untuk dilengkapi, penyidik
wajib segera melakukan penyidikan tambahan

1530

Surat Edaran Jampidum Nomor: B 401/E/ 9/93.

1531

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

648Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

sesuai dengan petunjuk dari penuntut
umum.1532

Apabila Berkas Perkara dikembalikan
Penuntut Umum, Penyidik berkewajiban
melengkapi sesuai petunjuk Penuntut
Umum.1533

Penyidikan dianggap telah selesai apabila
dalam waktu empat belas hari penuntut umum
tidak mengembalikan hasil penyidikan atau
apabila sebelum batas waktu tersebut berakhir
telah ada pemberitahuan tentang hal itu dari
penuntut umum kepada penyidik.1534

Penuntut umum setelah menerima hasil
penyidikan dari penyidik segera mempelajari
dan menelitinya dan dalam waktu tujuh hari
wajib memberitahukan kepada penyidik
apakah hasil penyidikan itu sudah lengkap atau
belum.1535

Dalam hal hasil penyidikan ternyata belum
lengkap, penuntut umum mengembalikan
berkas perkara kepada penyidik disertai
petunjuk tentang hal yang harus dilakukan
untuk dilengkapi dan dalam waktu empat belas
hari sejak tanggal penerimaan berkas, penyidik
harus sudah menyampaikan kembali berkas
perkara itu kepada penuntut umum.1536

Namun bilamana petunjuk Jaksa Peneliti
melalui P-19 tidak dipenuhi oleh Penyidik,
dalam berkas belum diungkap/dipenuhi,
penyidik sendiri tidak/belum menindaklanjuti

1532

Pasal 110 Ayat (3) KUHAP.

1533

Lampiran SKEP Kabareskrim No.Pol. : SKEP/ 82/XII/2006/BARESKRIM tanggal

15 Desember 2006

1534

Pasal 110 Ayat (4) KUHAP.

1535

Pasal 138 Ayat (1) KUHAP.

1536

Pasal 138 Ayat (2) KUHAP.

Penegakan Hukum649

hasil petunjuk, sedangkan waktu 14 hari telah
dilampaui, maka melalui P-20 penyidik
diingatkan kembali agar menyerahkan berkas
perkara kepada Kejaksaan sebagaimana diatur
dalam Pasal 110 ayat (3) KUHAP.1537

Apabila penyidikan telah dilakukan secara
maksimal, namun Jaksa Penuntut Umum
masih mengembalikan Berkas Perkara untuk
dilengkapi, Penyidik sebaiknya melaksanakan
gelar perkara bersama Jaksa Penuntut
Umum.1538

Apabila berkas perkara yang dikirim penyidik
kembali ke Kejaksaan dan Jaksa Peneliti menilai
bahwa ternyata berkas perkara tersebut masih
belum lengkap maka Kejaksaan dapat
mengirimkan surat ke penyidik dengan perihal
Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (P-
22), untuk dilakukan pemeriksaan tambahan
oleh Kejaksaan sesuai Pasal 30 ayat (1) huruf
(e) UU Nomor 16 Tahun 2004 jo. Pasal 139
KUHAP.

Pelaksanaan pemeriksaan tambahan dimaksud
penting dilakukan untuk melengkapi berkas.
Pelaksanaan pemeriksaan Tambahan
berpedoman pada Surat Jaksa Agung Muda
Tindak Pidana Umum Nomor: B-536/E/E/11/
1993 tanggal 1 Nopember 1993 perihal
Melengkapi Berkas Perkara dengan
Melakukan Pemeriksaan Tambahan.1539

b.Penerbiitan Surat Pemberitahuan Hasil
Penyidikan Sudah Lengkap (P-21).

Penerbitan P-21 dilaksanakan setelah hasil
penelitian berkas perkara ternyata sudah

1537

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

1538

Lampiran SKEP Kabareskrim No.Pol. : SKEP/82/XII/2006/BARESKRIM tanggal

15 Desember 2006.

1539

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

650Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

lengkap baik secara formal maupun
materiil.1540

Setelah penuntut umum menerima atau
menerima kembali hasil penyidikan yang
lengkap dari penyidik, ia segera, menentukan
apakah berkas perkara itu sudah memenuhi
persyaratan untuk dapat atau tidak
dilimpahkan ke pengadilan.1541

V.8.2.2Penyerahan

Penyerahan Berkas Perkara

Tahap Kedua

Penyerahan Tanggung Jawab atas Tersangka dan
Barang Bukti

a.Penerimaan tanggung jawab atas tersangka.
1)Penerimaan tanggung jawab atas
tersangka dilakukan per-Berita Acara
Penerimaan dan Penelitian Tersangka
(BA-15);
2)Penelitian tersangka tersebut
dimaksudkan untuk mengetahui
sejauhmana kebenaran tentang:
-Keterangan-keterangan tersangka
dalam BAP;
-Identitas tersangka guna mencegah
terjadinya error in persona;
-Status tersangka (ditahan/tidak);
-Apakah tersangka pernah dihukum/
tidak (residivist/bukan);
-Apakah ada keterangan yang perlu
ditambahkan.
3)BA-15 berfungsi sebagai:
-bahan pertimbangan penahanan;
-Bila terdakwa mungkir di
persidangan sedang pada tahap
penyidikan dan prapenuntutan ia
mengakui terus terang perbuatannya,

1540

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

1541

Pasal 139 KUHAP.

Penegakan Hukum651

BAP tersangka dan BA-15 dapat
difungsikan sebagai alat bukti surat
(sesuai ketentuan Pasal 187
KUHAP), atau setidak-tidaknya
sebagai petunjuk kesalahan terdakwa
(sesuai ketentuan Pasal 188 KUHAP
dan yurisprudensi tetap), atau
sebagai keterangan yang diberikan di
luar sidang sesuai ketentuan Pasal
189 (2) KUHAP;
4)Bila diperlukan penahanan, digunakan
dokumen-dokumen penahanan (T, RT
dan LT).

b.Penerimaan tanggung jawab atas barang
bukti:
1)Penerimaan dan penelitian barang bukti
dilakukan per-Berita Penerimaan dan
Penelitian Barang Bukti (BA-18).
2)Hal-hal yang perlu diteliti meliputi:
-Kuantitas (jumlah, ukuran, takaran/
timbangan atau satuan lainnya);
-Kualitas (harga/nilai, mutu, kadar dan
lain-lain);
-Kondisi (baik, rusak, lengkap/tidak);
-Identitas/spesifikasi lainnya.
3)Tolok ukur penelitian menggunakan:
-Daftar adanya Barang Bukti yang
terlampir pada berkas perkara;
-Dokumen-dokumen penyitaan (SP,
BA, Izin/persetujuan penyitaan);
4)Setelah penelitian dibuat Label Barang
Bukti (B-10), Kartu Barang Bukti (B-11),
Pencatatan dalam Register Barang Bukti
(RB-2);
5)Bila dalam penelitian tersebut diperlukan
bantuan instansi lain, bantuan tersebut
dimintakan dengan menggunakan B-12;
6)Bila diperlukan penitipan barang bukti,
pelaksanaannya dilengkapi dengan Surat
Perintah Penitipan Barang Bukti (B-5) dan

652Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

Berita Acara Penitipan Barang Bukti (B-
17);

c.Setelah tuntas proses penerimaan tanggung
jawab atas tersangka dan barang bukti, berkas
perkara dicatat dalam Register Perkara Tahap
Penuntutan (RP-12);1542

d.Penyerahan Tanggung Jawab Atas Tersangka
dan Barang Bukti

Penyerahan tersangka dan barang bukti dapat terjadi
dalam 2 (dua) pengertian, yaitu pertama, penyerahan
tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti
sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (3) huruf b, KUHAP
dan kedua, penyerahan tersangka dan barang bukti
atas permintaan Jaksa PU (P-22) untuk kepentingan
pemeriksaan tambahan.

1)Penelitian atas Tersangka:
-Sejak Penelitian berkas perkara tahap
pertama hendaklah diteliti secara seksama
guna mencegah terjadinya error in persona.
Kebenaran bahwa tersangka itulah yang
harus bertanggung jawab secara pidana.
-Hasil penelitian dituangkan dalam Berita
Acara Penerimaan dan Penelitian Tersangka
(BA-15).

2)Penelitian Barang Bukti:
-Perlu diperhatikan alat bukti lain yang diatur
di luar Pasal 184 KUHAP, yaitu dalam Pasal
73 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan Pemberantasan
TPPU.
-Barang bukti dalam perkara tindak pidana
pencucian uang terdiri dari berbagai
dokumen (Pasal 1 ayat (16) Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan

1542

Surat Edaran Jampidum Nomor: B 401/E/ 9/9.

Penegakan Hukum653

barang bukti lainnya.
-Dokumen penyitaan (Surat Perintah, Berita
Acara, Izin/persetujuan penyitaan).
-Kelengkapan dokumen yang disita.
-Tolok Ukur Kelengkapan adalah Daftar
Adanya Barang Bukti dan Dokumen-
dokumen Penyitaan.
-Hasil Penelitian dituangkan dan Berita Acara
Penelitian Benda Sitaan (BA-18). Kemudian
dibuatkan dan ditempel Label Barang Bukti
(B-10) dan dilengkapi dengan Kartu Barang
Bukti (B-11).
-Mekanisme penerimaan, pengumpulan dan
penataan barang bukti dilaksanakan sesuai
dengan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor:
KEP-112/J.A/10/1989 Tanggal 13 Oktober
1989.

3)Register Perkara dan Barang Bukti
-Setelah penerimaan tanggung jawab atas
tersangka dan barang bukti berkas perkara
dicatat dalam register perkara tahap
penuntutan (RP-12).
-Barang bukti dicatat dalam register barang
bukti (RB-2).

e.Kegiatan pra penuntutan sebagaimana disebutkan
pada bagian a s/d e tersebut di atas dilaksanakan
tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan sebagai
dimaksud dalam Surat Jaksa Agung Muda Tindak
Pidana Umum Nomor: B-401/E/9/1993 tanggal 8
September 1993 perihal Pelaksanaan Tugas Pra
Penuntutan, beserta lampirannya.

f.Apabila dalam kegiatan pra penuntutan sebagaimana
disebutkan pada bagian a s/d e tersebut di atas Jaksa
Peneliti berpendapat bahwa terdapat indikasi dan atau
terkait dengan tindak pidana korupsi maka agar
penangannya diserahkan ke bidang pidana khusus.1543

1543

Surat Edaran Jampidum Nomor B-689/E/ EJP/12/2004.

654Ikhtisar Ketentuan AML & CFT

Dalam hal simpanan yg berstatus sitaan (dst. –red.)
diserahkan oleh Penyidik kepada JPU pada tahap kedua
(penyerahan tersangka dan barang bukti), simpanan tsb
tetap ditatausahakan pada rekening penyimpanan dengan
dibuat BA Penitipan oleh JPU di bank yang
bersangkutan.1544

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->