P. 1
KOROSI

KOROSI

|Views: 247|Likes:
Published by Sepriandi Maulana

More info:

Published by: Sepriandi Maulana on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2014

pdf

text

original

KOROSI

2.1. PENGERTIAN KOROSI Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

2.2. SEBAB ± SEBAB KOROSI

Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaanpersenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara. Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahan anti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara. Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. Dalam batubara terdapat belerang atau sulfur (S) yang apabila dibakar berubah menjadi oksida belerang. Masalah utama berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalah dilepaskannya gas-gas polutan seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx). Walaupun sebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator) untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap batubara, namun NOx dan SOx yang merupakan senyawa gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Di dalam udara, kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Oleh sebab itu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalam udara. Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja, termasuk komponenkomponen renik di dalam peralatan elektronik. Jika hal itu terjadi, maka proses korosi tidak

3.dapat dihindari lagi. namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. FAKTOR ± FAKTOR KOROSI 1. hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yang menimbulkan kerugian bukan hanya dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi. Letak logam dalam deret potensial reduksi 2. Zat terlarut pembentuk asam (CO2. dan tidak mungkin dilakukan terhadap fasilitas yang berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak. bahkan hancur karena korosi. video. Upaya . 2. bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kelembaban udara 2. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yang direncanakan. mesin dan fasilitas industri secara keseluruhan. Elektrolit 3. AKIBAT KOROSI Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan.5. Adanya O2 5. dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi. jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Dilapisi logam yang lebih mulia 3. televisi. Upaya menghambat laju korosi harus terintegrasi dengan program perawatan dan perbaikan sehingga diperoleh hasil yang terbaik. SO2) 4. sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri. mengantisipasi dan menangani masalah korosi pada alat. PENCEGAHAN KOROSI 1. Menanam batang-batang logam yang lebih aktif dekat logam besi dan dihubungkan 5. Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam komputer. Lapisan pada permukaan logam 6. Dalam beberapa kasus. Pemantauan korosi perlu dilakukan secara periodik. Dicampur dengan logam lain Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari. tetapi juga korban nyawa. Pengendalian laju korosi melalui pengendalian lingkungan umumnya dilakukan dengan menjaga kelembaban udara dan pengendalian keasaman lingkungan. 2. Dilapisi logam yang lebih mudah teroksidasi 4. Oleh sebab itu. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional. Kegiatan ini harus dapat mengidentifikasi. Pengendalian korosi pada peralatan elektronik dapat dilakukan melalui pengendalian lingkungan atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Namun pengendalian lingkungan ini hanya mungkin dilakukan untuk peralatan yang berada dalam suatu ruangan. Penanganan masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi serta peralatan penunjang lainnya.4. Dicat 2. kalkulator.

Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. korosi juga menyangkut kinetika reaksi yang menjadi wilayah kajian para ahli kimia. Banyak negara telah berusaha menghitung biaya korosi nasional dengan cara . Hal yang tak kalah pentingnya dalam upaya menjaga peralatan dari masalah korosi ini adalah dukungan dan perhatian yang serius dari sistim manajemen. kendaraan bermotor. Selain merupakan masalah ilmu permukaan yang merupakan kajian dan perlu ditangani secara fisika. serta peralatan-peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktivitas umat manusia. korosi ternyata juga mampu menyerang logam pada komponen-komponen renik peralatan elektronik. sehingga adanya kebocoran bahan tersebut segera dikenali dan dapat diambil tindakan sedini mungkin untuk menghindari efek yang lebih luas. peralatan perkantoran. agar mereka selalu menjaga dan mau mengikuti instruksi-instruksi yang digariskan dalam kaitannya dengan perawatan peralatan elektronik. Peralatan-peralatan elektronik yang rawan terhadap pengaruh korosi perlu disimpan di ruang tertutup. baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah tangga. Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya debu-debu ke dalam alat. Korosi juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkut umur.6. mesinmesin industri serta peralatan elektronik lainnya agar umur konstruksinya dapat bertahan lebih lama. penyusutan dan efisiensi pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan industri. 2. mulai dari jam digital hingga komputer. Milyaran Dolas AS telah dibelanjakan setiap tahunnya untuk merawat jembatan. Selain pada perkakas logam ukuran besar. Pengecekan bejana penyimpan bahan kimia korosif yang mudah menguap perlu dilakukan secara periodik. Pengoperasian alat dehumidifier untuk mengurangi kelembaban udara dalam ruangan yang di dalamnya menyimpan peralatan elektronik mahal dan rentan terhadap serangan korosi. Melakukan pemeliharaan rumah tangga perusahaan secara baik termasuk ketertiban dan kebersihan dalam perusahaan. jauh dari kemungkinan pencemaran udara akibat terlepasnya bahan-bahan korosif ke lingkungan. korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam.pengendalian korosi ini harus melibatkan semua fihak yang terlibat dalam pengoperasian alat. instalasi serta fasilitas lainnya. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi peralatan elektronik : Menyimpan bahan-bahan korosif sebaik mungkin sehingga terjadinya kebocoran. Pendidikan tentang faktor-faktor penyebab korosi dan akibatnya perlu juga diberikan kepada karyawan yang bersentuhan langsung dengan pengoperasian alat. Di negara-negara maju sekalipun. Jembatan dari baja maupun badan mobil dapat menjadi rapuh karena peristiwa alamiah yang disebut korosi. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat tersebut. Pengawasan dan perhatian yang serius perlu diberikan oleh para pimpinan terhadap manajemen perawatan peralatan-peralatan elektronik. penguapan serta pelepasan ke lingkungan dapat dihindari. masalah ini secara ilmiah belum tuntas terjawab hingga saat ini. DAMPAK KOROSI Dalam kehidupan sehari-hari. tembaga. Bangunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng. mesin. Seng untuk atap dapat bocor karena termakan korosi. Masalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan industri. besi-baja dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini. Demikian juga besi untuk pagar tidak dapat terbebas dari masalah korosi.

seperti air sumur. kiranya perlu diketahui bagian-bagian air tanah Menurut letaknya.hal sebagai berikut: 1. yang kena korosi itu mengambil oksigen dari elektrolit. dan SO42-.Adanya Oksigen terlarut dalam air Tanah Adanya oksigen dapat menyebabkan korosi telah dibuktikan oleh Evans. tetapi ketika elektroda yang di luar pot dialiri udara. Kelemahannya jumlah ion yang terlarut akan cukup banyak karena kontak langsungantara air dengan tempat di dalam tanah sangat lama dan bergantung pada komposisi tanahnya sendiri. Cl-. Hal ini berarti ada perbedaan potensial.Pembuihan atau membentuk endapan bila kena panas 2. 3. yang satunya dimasukkan ke dalam pot yang berpori(porous). pada umumnya bebas dari mikroba karena mendapat mendapat saringan alam yang sempurna. Pada umumnya zat yang terlarut jauh lebih rendah dari air laut. tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses produksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung. Para praktisi saat ini cenderung sepakat untuk menetapkan biaya korosi sekitar 3.0 persen dari GNP. Jadi air tanah yang mengandung CO2 dapat mengakibatkan korosi. Pada waktu dihubungkan tidak terjadi perubahan arus.Kesadahan Air Tanah Bila air mengandung banyak ion kalsium dan magnesium disebut air sadah yang tetap. KOROSI DALAM AIR TANAH Bagian-bagian Air Tanah Sebelum membicarakan korosi dalam air tanah.Air tanah dangkal. 2. Mg2+.5 ± 5. perawatan jembatan. Kedua elektroda terendam air dan dihubungkan dengan kawat halus melalui mpere meter.Pembentukan terak yang keras dan sukar dihilangkan 3. konstruksi dan sebagainya. Faktor-faktor yang Mempengaruhi korosi di Air tanah 1. komposisi zat terlarutnya sangat tergantung pad tanah dimana sumur itu dibuat.Air tanah dalam. timbul arus. Biasanya mengandung Ca2+.Air permukaan. lebih jernih karena mendapat proses pendapatan yang lama sekali. 2.yang korosif.sedangkan yang satunya lagi tidak. Air mengandung CO2 Air dengan CO2 akan bereaksi membentuk H2CO3 dan kemudian H2CO3 akan terurai menurut persamaan reaksi sebagai berikut: H2O + CO2 ® H2CO3 H2CO3 ® H+ + HCO3Dari persamaan reaksi di atas dapat diketahui bahwa air yang mengandung CO2 akan menghasilkan HCO3. karena yang dialiri udara akan bersifat sebagai katoda. Hal ini selain dapat menyebabkan korosi juga dapat menyebabkan hal. 2. Hal ini disebabkan logam.NH4+.5 persen dari GNP. umumnya jatuh pada nilai yang berkisar antara 1. Korosivitasnya lebih rendah daripada air laut. bisa mengandung mineral yang cukup tinggi.7. Agresivitas korosi air permukaan lebih rendah dari air laut. maka dengan diberi oksigen laju korosi akan dipercepat. air tanah dapat dibagi menjadi sebagai berikut: 1.yang berbeda-beda. Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatan industri. Bila tanahnya banyak kapurnya maka it itu akan sadah. dimana komposisi zat terlarut tergantung pada tanah yang ditempati atau tempat tergenangnya. hingga . Untuk membuktikannya Evans melakukan percobaan sebgai berikut: 2 plat besi yang sama dijadikan elektroda.

Sedangkan inhibitor anodis akan membentuk anion yang dengan ion logamdapat membentuk persenyawaan yang sukar larut.Dicampur dengan kapur tohor (CaO) CaO dengan air dapat membentuk Ca(OH)2 sesuai dengan persamaan reaksi berikut: CaO + H2O ® Ca(OH) 2 Ca(OH) 2 +H2CO3 ® Ca(HCO3)2 +2H2O Jadi asam karbonat dijadikan garam bikarbonat yang bila kena panas akan menjadi CaCO3. SO42. Pengendalian Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang bisa menimbulkan korosi dalam air tanah .Silikat Biasanya natrium silikat (Na2SiO3) yang jika bereraksi dengan besi dapat membentuk besi silikat yang merupakan lapisan yang sukar larut dan pelindung dari korosi.Fosfat (Na3PO4) Na3PO4 dapa terionisasi menjadi PO42.Alkali (inhibitor katodis) Biasanya dibubuhkan NaOH yang dapat membentuk hidroksida yang sukar larut dan dapat menetralkan lingkungan asam. Pada temperatur tinggi zat-zat tersebut akan membentuk endapan padas dinding logam yang panas.dan SiO2 dan kation Ca2+ . . 4. Kemudian CaCO3 akan bereaksi dengan CO2 dalam air membentuk garam bikarbonat .Dengan aerasi.maka kita bisa melakukan usaha-usaha pengendalian terhadap korosi dalam air tanah.Persenyawaan kromat atau bikromat (inhibitor anaodis ) Senyawa kromat yang sering dibubuhkan adalah Na2CrO4 a c. Adapun usaha-usaha yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut: 1.Menggunakan oxygen scavenger (penangkap oksigen) seperti hydrazine (N2H4) B. b. Na+. C. Air tanah mengandung beberapa zat dalamjumlah yang bervariasi terdiri dari CO32-. inhibitor yang sering ditambahkan adalah: a. Endapan yang utama adalah CaCO3 dan CaSO4 dan didapat juga NaSO4.elektroda ini akan lebih negatif bila dibandingkan dengan elektroda dalam pot.Menghilangkan Oksigen Usaha ini dimaksudkan agar air tidak mengandung zat-zat yang dapat mengoksidasi besi dalam suasana asam.mencampurkan air dengan udara sehimgga menurunkan kadar CO2 dalam air b. d. K+.Pembubuhan Inhibitor Inhibitor akan menghambat laju korosi bila kita masukkan dalam air karena membentuk lapisan protektif atau pelindung Inhibitor katodis akan membentuk lapisan hidroksida yang sukar larut. HCO3-.pH air Air tanah dengan pH kecil ( bersifat sebagai asam ) merupakan lingkungan yang korosif yang bisa menimbulkan korosi pada logam.. Oleh karena itu.Dengan pemanasan hingga O2 semuanya keluar 1. Cl.yaitu: A. Dalam Praktiknya. dan sedikit sekali Mg2+dan Al3+.Pembubuhan Na2SO3 sehingga akan terbentuk Na2SO4 pada temperatur tinggi. disamping kita melakukan penghilangan oksigen. Adapun cara untuk menghilangkan oksigen dari dalam air ada bermacam-macam. Jadi CO2 yang agresif diubah menjadi garam bikarbonat yang tidak agresif. juga perlu dilakukan penetralan .dimana dengan ion Fe3+ yang ada dalam ir akan membentuk garam Fe2(PO4)3 yang merupkan lapisan tipis tetpi merupakan pelindung terhadap terjadinya korosi. Menghilangkan asam Karbonat agresif Adapun cara-cara untuk menghiolangkan asam karbonat adalah sebagai berikut: a.

Jenis Korosi dan Mekanismenya Korosi adalah peristiwa rusaknya logam karena reaksi dengan lingkungannya (Roberge. seperti proses industri lainnya tentu mengalami permasalahan korosi pada setiap tahapan prosesnya. Pada dasarnya peristiwa korosi adalah reaksi elektrokimia. Dari hasil audit tersebut dihasilkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh seluruh pabrik gula di India akibat masalah korosi sebesar US $ 14. 1999). Dengan adanya bahan konstruksi yang terbuat dari logam. berusaha menembus kedalam logam. . Oleh kehadiran zat asam dan air maka terbentuk karat Fe2O3. Definisi lainnya adalah korosi merupakan rusaknya logam karena adanya zat penyebab korosi. Jenis-jenis korosi yang sering terjadi antara lain : a. Contohnya di impeller pompa.2. b. Sedangkan studi yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa total biaya yang ditimbulkan akibat korosi untuk seluruh industrinya sebesar $ 296 milyar (Roberge.000.²±> 4 OHIon-ion 4 OH. Selama ini permasalahan korosi di pabrik gula kurang mendapat perhatian bahkan terkesan diabaikan.OH).8. 2003). O2 + H2O + 4e. tetapi dapat diperlambat lajunya.di anode bergabung dengan ion 2 Fe++ dan membentuk 2 Fe(OH)2. Bhaskaran. Pada proses korosi terjadi reaksi antara ion-ion dan juga antar elektron.tetap tinggal pada logam. Uniform attack Korosi yang terjadi di permukaan logam karena adanya kontak dengan lingkungan dan atmosfer. Anode adalah bagian dari permukaan logam dimana metal akan larut. dkk (2003) melakukan audit mengenai korosi di Pabrik Gula di India. misalnya adanya penurunan pH atau alkalinitas dari lingkungan ataupun serangan dari ion-ion klorida. 1999 ).yang tertinggal akan menuju kesana (oleh logam) dan bereaksi dengan O2 dan H2O. Secara alami pada permukaan logam dilapisi oleh suatu lapisan film oksida (FeO. Pitting Corrosion Korosi secara lokal pada permukaan logam.KOROSI DAN POTENSINYA DI PABRIK GULA Industri gula. Cavitation Damage Kerusakan material yang disebabkan oleh adanya kavitasi (terbentuk gelembung) dari cairan dalam aliran fluida pada fase antar muka padat cair. Katode adalah bagian permukaan logam dimana elektron-elektron 4e. Korosi tidak dapat dihindari. Pasivitas dari lapisan film ini akan rusak karena adanya pengaruh dari lingkungan. padahal biaya yang ditimbulkan akibat adanya korosi tidaklah sedikit. Reaksinya : Fe ²±> 2 Fe++ + 4eDengan kata lain ion-ion besi Fe++ akan melarut dan elektron-elektron e. c. Korosi berpotensi terjadi di Pabrik gula karena bahan konstruksinya banyak terbuat dari logam khususnya besi. maka Pabrik Gula rentan terhadap serangan korosi.000 atau hampir 140 milyar rupiah. Penyebab utamanya adanya serangan oleh ion klorida. korosi adalah fenomena elektrokimia dan hanya menyerang logam (Gunaltun.

Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia menggunakan proses sulfitasi untuk memurnikan nira. Keausan terjadi karena adanya gesekan antara ampas dengan rol gilingan. Potensi Korosi di Pabrik Gula Peralatan di pabrik gula yang terbuat dari logam sangat rentan terhadap serangan korosi. Selain itu kemungkinan terjadinya entrainment di evaporator juga bisa menyebabkan terjadinya korosi. dan pemutaran. Fungsi dari ketel adalah untuk menyediakan uap yang digunakan untuk proses. pemanasan nira. air. Pada sistem perpipaan rentan terjadi korosi karena laju dari fluida yang besar dapat menyebabkan erosi pada pipa.d. strop. Korosi Mikrobiologis Korosi yang disebabkan oleh mikroba. Potensi terjadinya korosi di rol gilingan cukup besar. sehingga berpotensi untuk menimbulkan korosi di peralatan. misal bakteri penghasil sulfat (sulfobrio) menghasilkan H2S atau H2SO4 yang bersifat korosif. Perpipaan Pada industri gula perpipaan yang digunakan sebagian besar pipa tertutup. Stasiun Gilingan Gilingan berfungsi untuk memerah nira yang terdapat dalam tebu. Stasiun Ketel (Boiler) Boiler atau ketel merupakan jantung dari pabrik gula. Korosi dan erosi menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh evaporator karena tingginya laju dari zat cair dan uap yang ada dalam evaporator. yaitu : Tahap 1 ± Ekstraksi tebu menjadi nira mentah (Gilingan) Tahap 2 ± Nira mentah menjadi Nira Encer (Pemurnian) Tahap 3 ± Nira Encer menjadi Nira Kental (Penguapan) Tahap 4 ± Nira Kental menjadi Gula Kristal (Kristalisasi dan Pemisahan) Pada tiap tahapan proses tersebut ada berbagai hal yang dapat menimbulkan serangan korosi. Proses produksi di pabrik gula secara garis besar dibagi menjadi empat tahapan proses. Dengan banyaknya gesekan yang terjadi maka rol akan menjadi aus. Pada proses penguapan ini permasalahan yang sering terjadi adalah timbulnya kerak di dinding pipa evaporator (baik disisi nira maupun di sisi uap). yaitu di gilingan. Unit Pemurnian Proses pemurnian nira bertujuan untuk menghilangkan bukan gula yang ada dalam nira. penguapan nira. sehinggan menimbulkan korosi. Ketel terdiri pipa-pipa dimana lingkungannya terus menerus kontak dengan air dan uap. yaitu untuk mengalirkan nira. Pada evaporator permasalahan korosi menelan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan unit lain. Selain itu karakteristik dari Nira yang dihasilkan bersifat asam. Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk mencegah entraintment diantaranya dengan penggunaan mist eliminator. Pada proses penguapan nira akan diuapkan airnya dari % brix menjadi % brix. Pada proses ini tebu digiling menggunakan rol yang terbuat dari bahan Stainless Steel atau Carbon Steel. pemasakan nira kental. uap. Terlebih lagi Nira sebagai bahan baku proses pembuatan gula mempunyai kondisi asam. Pada proses pembuatan gas SO2 di tobong belerang terjadi reaksi-reaksi : Unit Penguapan Proses penguapan di Pabrik gula menggunakan evaporator. masakan. Hal itu disebabkan karena keausan dari peralatan. Pada proses sulfitasi digunakan tobong belerang untuk memproduksi gas SO2 sebagai bahan pembantu. Dengan adanya kontak tersebut besar kemungkinan terjadinya erosi pada permukaan pipa. sehingga menjadi media yang baik untuk terjadinya korosi. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->