http://www.facebook.com/topic.php?uid=104237004433&topic=15972 Jumat, 2 April 2010, Pukul 15.

00 WIB ALIRAN ALIRAN DALAM KARYA SASTRA Realisme * Aliran realisme ialah aliran yang ingin mengemukakan kenyataan, barang yang lahir (lawan batin). Sifatnya harus obyektif karena pengaranag melukiskan dunia kenyataan. Segala-galanya digambarkan seperti apa yang tampak, tak kurang tak lebih. Rasa simpati dan antipati pengarang terhadap obek yang dilukiskannya, tak boleh disertakannya. Dengan perkataan lain, pengarang dalam ceritanya itu tidak ikut bermain, dia hanya penonton yang obyektif. Ekspresionisme * Kalau aliran realisme melukiskan apa yang tampak, yang nyata, maka seniman ekspresionisme merasakan apa yang bergejolak dalam jiwanya. Pengarang ekspresionisme menyatakan perasaan cintanya, bencinya, rasa kemanusiaannya, rasa ketuhanannya yang tersimpan di dalam dadanya. Baginya, alam hanyalah alat untuk menyatakan pengertian yang lebih tentang manusia yang hidup. * Kalau seniman impresionistis menyatakan kesannya sesudah dia melihat sesuatu, maka seniman ekspresionistis mengeluarkan rasa yang menyesak padat di dalam kalbunya dengan tak memerlukan rangsangan dari luar. Sifat lukisannya subyektif. Pernyataan jiwa sendiri ini terutama dinyatakan dengan bentuk puisi karena puisi adalah alat utama pujangga sastra untuk melukiskan perasaannya. Sajak-sajak Chairil Anwar kebanyakan ekspresionistik sifatnya. * Ke dalam aliran ekspresionisme termasuk juga aliran-aliran: romantic, idealisme, mistisisme, surealisme, simbolik, dan psikologisme. Naturalisme * Aliran naturalisme ingin melukiskan keadaan yang sebenarnya, sering cenderung kepada lukisan yang buruk, karena ingin memberikan gambaran nyata tentang kebenaran. Untuk melukiskan kejelekan masyarakat, pengarang naturalis tidak segansegan melukiskan kemesuman. Emelia Zola seorang pengarang naturalis Perancis yang paling besar di zamannya. Sering lukisannya dianggap melampaui batas kesopanan sehingga seolah-olah tidak ada lagi batas-batas ukuran susila dan ketuhanan padanya. Determinisme * Determinisme ialah cabang aliran naturalisme, bias diartikan ‘paksaan nasib’. Tetapi bukan nasib yang ditentukan oleh keadaan masyarakat sekitar seperti kemiskinan, penyakit, penyakit keturunan, kesukaran karena akibat peperangan, dan sebagainya. Yang menjadi soal dalam karangan-karangan aliran ini ialah penderitaan seseorang:

Kesan itu biasanya kesan sepintas lalu. pemasakan dalam jiwa. hidup. Aliran ini melahirkan ciptaan yang didasarkan pada ketuhanan. apabila lukisannya berkhayal-khayal. Cara pengarang melukiskan juga naturalistic. Pengarang romantis mengawan kea lam khayal. dan alam gaib. Contohnya dapat dilihat pada karangan-karangan Hamzah Fansuri (pujangga lama). mala angan-angan amat mempengaruhi bentuk lukisan. Di dalamnya ada pernyataan jiwa. tetapi semua dilukiskan dengan mengutamakan keharuan rasa para pembaca. melemahkan semangat perjuangan. Bila seseorang berada dalam keadaan gembira. Surealisme * Dalam aliran ini lukisan realitasnya bercampur angan-angan. spontanitas penglihatan. Seolah-olah pengarang seorang juru ramal yang merasa bahwa ramalannya (fantasinya) pasti atau sekurang-kurangnya mungkin terjadi. mendorong keinginan untk maju.jahatkah. * Aliran romantic terbagi pula atas aktif romantic dan pasif romantic. Yang dilukiskannya mungkin saja terjadi. sampai kepada yang sekecil-kecilnya seperti dalam aliran realisme atau naturalisme sipaya ketegasan.Pengarang takkan melukiskannya sampai mendetail. Pengarang memandang ke masa yang dapat memberikan bahagia kepadanya atau kepada nusa dan bangsanya. maka suasana sekitarnya harus pula memperlihatkan suasana yang serba gembira. Mistisisme * Dalam aliran ini terasa ciptaan yang bernapaskan rasa ketuhanan. bukan karena Tuhan sudah menakdirkan dia harus hidup demikian. melainkan sebagai akibat masyarakat yang bobrok. pada filsafat. dan perasaan mula pertama tetap tak hilang. Impresionisme * Pengarang impresionistis melahirkan kembali kesan atas sesuatu yang dilihatnya. Romantisme * Aliran romantic mengutamakan rasa. Demikian juga sebaliknya. Taslim Ali (Angkatan 45). sebagai lawan aliran realisme. menderita karena penyakit keturunan. Lukisan seperti itulah lukisan beraliran impresionisme. melaratkah. Pengarang selalu mencari dan mendekatkan dirinya kepada Zat Yang Mahatinggi. lukisannya indah membawa pembaca kea lam mimpi. Kata-katanya pilihan dengan perbandinganperbandingan yang muluk-muluk. Amir Hamzah (Pujangga baru). Dinamakan aktif romantic apabila lukisannya menimbulkan semangat untuk berjuang. Dinamakan pasif romantic. Masyarakat yang bobroklah yang melahirkan manusia-manusia seperti itu. bersedih-sedih. . berseri-seri. Idealisme * Idealisme ialah aliran romantic yang didasarkan pada ide pengarang semata-mata.

Jika tidak. justru untuk menyatakan keseluruhan itu sekaligus. Gerak-gerik dan sifat-sifat ikan itu dilukiskannya sebagai lukisan manusia yang beraneka ragam sifatnya. Harus tahu bagaimana jiwa orang Islam. anarchisme. Pembaca harus menyatukan dalam pikirannya segala lukisan yang seakan-akan bertaburan itu. * Dalam karangan yang simbolis biasanya binatang atau tumbuhan dilukiskan sebagai manusia dengan sifat-sifatnya. Untuk mencoba melepaskan diri dari jaringan sensor itu. dan sebagainya. Harus tahu bagaimana jiwa manusia yang berpaham Marxisme. Hikayat Panca Tantra. * Payah pembaca mengikuti karangan yang bercorak surealisme. Misalnya Hikayat Kalilah dan dimnah. sensor atas karangan-karangan amat keras. lukisan tampak melompat-lompat dari yang satu kepada yang lain. Hindu. Kristen. * Dalam kesusastraan Indonesia. sehubungan dengan agama anutan masing-masing. Kebanyakan sajak-sajak Sitor Situmorang beraliran surealisme. Aliran simbolik sejalan dengan surealisme. suara. dibuatlah karangan yang simbolis. musik. mengetahui teeori serta mendalami jiwa manusia seperti tokoh cerita yang akan ditampilkannya. Tokohnya ikan-ikannya dalam akuarium. sukarlah bagi pengarang melukiskan jiwa tokoh-tokoh ceritanya setepat mungkin. hal-hal seperti itu harus dinyatakan satu demi satu. Simbolisme * Lukisan secara simbolik ialah lukisan yang menganbil sesuatu sebagai pelambang. Pada masa jepang berkuasa di tanah air kita. alam benda dan alam pikiran bercampur aduk menjadi satu. kita lihat misalnya karangan Maria Amin Tinjaulah Dunia Sana. sering kelihatan seperti sindiran. Dengan tak memiliki pengetahuan tersebut. Itu sebabnya pengarang harus mempunyai pengetahuan tentang dasar-dasar jiwa manusia berdasarkan teori-teori para ahli ilmu jiwa umpamanya Freud dan Kunkel. Logika seakan-akan hilang. yakni bahwa ala mini hanyalah sebagai batu loncatan untuk menyatakan pengertian yang lebih tentang manusia yang hidup.Kalau dalam film semua hal (gerak-gerik. Contoh kaangan yang beraliran psikologisme dalam kesusastraan kita adalah Atheis karya Achdiat Kartamihardja dan Jalan tak Ada ujung karya Mochtar Lubis. . Itu sebabnya. pemandangan) dapat dinyatakan serentak. Budha. Psikologisme * Aliran ini mengutamakan penguraian psiko (jiwa). Syair si Burung Pungguk. Jalan atau aturan tata bahasa seolah-olah diabaikan oleh pengarang karena pikiranna meloncatloncat dengan cepat. maka karangan ditambah lagi dengan kalimat-kalimat yang tak berarti sekedar untuk mengelabuhi mata sensor Jepang. maka di dalam tulisan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful