BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN

Peta Konsep Barisan dan Deret Bilangan
mempelajari

Pola bilangan

Barisan bilangan
jenis

Deret bilangan
jenis

Aritmatika

Geometri

Aritmatika

Geometri

mempelajari

Sifat

Rumus

Kata Kunci 1. Pola 2. Bilangan 3. Barisan 4. Deret 5. Aritmatika 6. Geometri

Bab V Barisan dan Deret Bilangan

141

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui benda-benda di sekitar kita baik tanaman, batu, hewan, dan lain-lain yang memiliki barisan bilangan tertentu. Sebagai contoh adalah tanaman bunga matahari. Dalam susunan biji bunga matahari (kwaci) jika kita hitung banyaknya kwaci dari dalam sampai luar, maka jumlahnya akan tampak suatu barisan bilangan tertentu. Selain itu tidak hanya jumlah kwaci saja yang memiliki Sumber: www.kidswebindia.com barisan bilangan, kita juga dapat melihat Gambar 5.1 Bunga matahari susunan daun pada bunga, segmensegmen dalam buah nanas atau biji cemara. Semua contoh di atas menunjukkan barisan bilangan 1 , 1 , 2 , 3 , 5 , 8 , 13 , 21 , . . . Barisan bilangan ini dikenal sebagai barisan bilangan fibonacci. Setiap bilangan atau angka dalam barisan ini merupakan jumlah dari dua bilangan sebelumnya. Barisan bilangan fibonacci ini ditemukan oleh Fibonacci yang nama lengkapnya adalah Leonardo of Pisa (1180 - 1250 ). Ia menjelaskan teka-teki barisan fibonacci dalam karyanya yang berjudul Liber Abaci. Dengan mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat menentukan pola barisan bilangan sederhana, suku ke-n barisan aritmatika dan geometri, menentukan jumlah n suku pertama, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret.

A. Pola Bilangan
1. Pengertian Pola Bilangan

Sebelum kita lebih jauh membahas pola bilangan, alangkah lebih baik jika kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pola dan apa itu bilangan. Dalam beberapa pengertian yang dikemukakan para ahli tentang pola, dapat dirumuskan bahwa pola adalah sebuah susunan yang mempunyai bentuk yang teratur dari bentuk yang satu ke bentuk berikutnya. 142
Matematika IX SMP/MTs

Sedangkan bilangan adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan kuantitas (banyak, sedikit) dan ukuran (berat, ringan, panjang, pendek, luas) suatu objek. Bilangan ditunjukkan dengan suatu tanda atau lambang yang disebut angka. Dalam matematika terdapat beberapa bilangan yang dapat disusun menjadi diagram pohon bilangan. Adapun diagram pohon bilangan dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Gambar 5.2 Diagram pohon bilangan

Dalam beberapa kasus sering kita temui sebuah bilangan yang tersusun dari bilangan lain yang mempunyai pola tertentu, maka yang demikian itu disebut pola bilangan. Dari beberapa jenis bilangan, tidak semua bilangan yang akan dibahas dalam bab ini. Dalam bab ini pembahasan akan difokuskan pada himpunan bilangan asli. Sedangkan bilangan asli sendiri dibagi menjadi beberapa himpunan bagian bilangan asli.

Bab V Barisan dan Deret Bilangan

143

Beberapa himpunan bagian bilangan asli tersebut antara lain: Himpunan bilangan ganjil = {1 , 3 , 5 , 7 , 9 , . . . } Himpunan bilangan genap = {2 , 4 , 6 , 8 , . . .} Himpunan bilangan kuadrat = {1 , 4 , 9 , 16, . . .}, dan Himpunan bilangan prima = {2 , 3 , 5 , 7 , 11 , . . . } Untuk selanjutnya akan dipelajari mengenai pola-pola bilangan yang merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan asli. 2. a. Pola Bilangan Ganjil dan Bilangan Genap Pola Bilangan Ganjil

Salah satu dari himpunan bagian bilangan asli adalah bilangan ganjil. Bilangan ganjil adalah bilangan bulat yang tidak habis dibagi 2 atau bukan kelipatan dua. Dalam hal ini karena pembahasan hanya pada himpunan bagian dari bilangan asli, maka anggota dari himpunan bilangan asli ganjil adalah {1, 3, 5, 7, 9, . . . }. Bagaimanakah pola bilangan ganjil? Untuk mengetahui bagaimana pola bilangan ganjil, lakukanlah kegiatan berikut. Kegiatan 5.1 Nama kegiatan: Mencari pola bilangan ganjil Alat dan bahan: 1. Kertas karton 2. Gunting Cara kerja: 1. Buatlah sebuah lingkaran kecil sebanyak bilangan-bilangan ganjil dengan cara menggunting kertas karton seperti berikut. 1 dinyatakan dengan 3 dinyatakan dengan 5 dinyatakan dengan 7 dinyatakan dengan 144
Matematika IX SMP/MTs

, dst

1 dinyatakan dengan 3 dinyatakan dengan 5 dinyatakan dengan 7 dinyatakan dengan dan seterusnya 4. 5. Kesimpulan Gambar pola pada no. Sebagai contoh perhatikan pola berikut. Buatlah sebuah segitiga sama sisi dengan panjang sisi 1 cm sebanyak bilangan-bilangan ganjil dengan cara menggunting kertas karton seperti berikut.2. memiliki bentuk yang teratur dari bentuk yang satu kebentuk yang lain. Susunlah lingkaran-lingkaran kecil tersebut menjadi sebuah pola yang teratur. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 145 . Selain itu gambar di atas juga menyatakan bilangan-bilangan ganjil. 7 3 5 1 Buatlah pola-pola yang lain dari lingkaran dan segitiga sama sisi tersebut. Sebagai contoh perhatikan pola berikut. Susunlah segitiga sama sisi tersebut menjadi sebuah pola yang teratur. maka gambar di atas merupakan pola bilangan ganjil. 3. 2 dan 4 di atas.

Penjumlahan dari 2 bilangan asli ganjil yang pertama 1+3=4 1+3+5=9 1 + 3 + 5 + 7 = 16 ⇒ 4 = 22 ⇒ 9 = 32 ⇒ 16 = 42 Penjumlahan dari 3 bilangan asli ganjil yang pertama Penjumlahan dari 4 bilangan asli ganjil yang pertama Penjumlahan dari 5 bilangan asli ganjil yang pertama 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 25 ⇒ 25 = 52 Dari hasil penjumlahan bilangan-bilangan ganjil di atas. dapat disimpulkan bahwa: Jumlah dari n bilangan asli ganjil yang pertama adalah: 1+ 3 + 5 + 7 + 9 n bilangan 146 Matematika IX SMP/MTs . kemudian akan ditentukan jumlahjumlah bilangan asli ganjil. Untuk lebih jelas perhatikan uraian penjumlahan bilangan asli ganjil berikut. maka kita dapat menuliskan sebagai berikut.Dari pola-pola tersebut. Penjumlahan dari 2 bilangan asli ganjil yang pertama 1 + 3 = 22 Penjumlahan dari 3 bilangan asli ganjil yang pertama 1 + 3 + 5 = 32 Penjumlahan dari 4 bilangan asli ganjil yang pertama 1 + 3 + 5 + 7 = 42 Penjumlahan dari 5 bilangan asli ganjil yang pertama 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 52 Dengan demikian.

2. . Perhatikan susunan heksagonal berikut. dan n = 7. 4 . 3. banyaknya bilangan ganjil adalah 12. yang termasuk himpunan bagian bilangan asli adalah bilangan genap. Tentukan jumlah dari 7 bilangan asli ganjil yang pertama. . yaitu { 2 . 13. Jumlah dari 7 bilangan asli ganjil yang pertama = n2 = 72 = 49. }. jumlah dari 7 bilangan asli ganjil yang pertama adalah 49. 6 . Sehingga gambar tersebut merupakan pola bilangan genap.3 Heksagonal bilangan genap Gambar tersebut menunjukkan bahwa heksagonal yang terdiri sebanyak bilangan-bilangan genap dapat disusun membentuk suatu pola tertentu. Jadi. 5. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 147 . . 8 .Contoh 5. Berapa banyaknya bilangan asli yang pertama yang jumlahnya 144? Penyelesaian: Jumlah dari n bilangan asli ganjil yang pertama = n2 Sehingga 144 = n2 ⇔ n = 12. b. 9.1 1. atau ⇔ n = –12 (tidak memenuhi) Jadi. Gambar 5. Pola Bilangan Genap Selain bilangan ganjil. 11. 7. Penyelesaian: Tujuh bilangan asli ganjil yang pertama adalah: 1.

kita dapat menuliskannya sebagai berikut. akan ditentukan jumlah berapa bilangan asli genap pertama. Penjumlahan dari 2 bilangan asli genap yang pertama 2 + 4 = 2(2+1) Penjumlahan dari 3 bilangan asli genap yang pertama 2 + 4 + 6 = 3(3+1) Penjumlahan dari 4 bilangan asli genap yang pertama 2 + 4 + 6 + 8 = 4(4+1) Dengan demikian. dapat disimpulkan bahwa: Jumlah dari n bilangan asli genap yang pertama adalah: 2+4=6 2 + 4 + 6 + 8 + . . + n = n ( n + 1) n Bilangan 148 Matematika IX SMP/MTs .4 Pola bilangan genap 8 Dari pola-pola di atas. Untuk lebih jelas perhatikan uraian penjumlahan bilangan asli genap berikut.Adapun pola-pola bilangan genap yang lain adalah sebagai berikut. . Penjumlahan dari 2 bilangan asli genap yang pertama 6= 2 (2+1) Penjumlahan dari 3 bilangan asli genap yang pertama 12= 3( 3+ 1) 2 + 4 +6 = 12 Penjumlahan dari 4 bilangan asli genap yang pertama 2 + 4 +6 + 8 = 20 20= 4( 4+ 1) Dari hasil penjumlahan bilangan-bilangan genap di atas. 2 4 6 8 2 4 6 Gambar 5.

2.10 = 0 atau n +11 = 0 Jadi. maka: n(n+1) n2 + n -121 (n . Tentukan jumlah 8 bilangan asli genap yang pertama. Penyelesaian: Delapan bilangan asli genap yang pertama adalah 2. Tentukan banyak bilangan asli genap yang pertama yang jumlahnya 121. banyak bilangan asli genap adalah 10. maka perlu terlebih dahulu kita memperhatikan papan permainan berikut. 4. Jumlah 8 bilangan asli genap yang pertama 72. n=8 Jumlah 8 bilangan asli genap yang pertama = n ( n + 1) = 8 ( 8 + 1) =8×9 = 72 Jadi. pada setiap titik dipasang sebuah paku yang akan digunakan untuk meluncurkan sebuah kelereng yang dimulai dari titik A Bab V Barisan dan Deret Bilangan 149 . 8. a. 3.2 1. 6. 14. 10.Contoh 5. Gambar berikut adalah sebuah permainan papan luncur. Penyelesaian: Jumlah n bilangan asli genap adalah n (n + 1).10) (n +11) n =10 atau = 121 =0 =0 n =11 (tidak memenuhi) n . 12. 16. Pola Bilangan pada Segitiga Pascal Mengenal Segitiga Pascal Untuk mengetahui bagaimana susunan bilangan-bilangan pada segitiga pascal.

5 Permainan papan luncur Lintasan A ke B A ke C A ke D A ke E A ke F A ke G A ke H A ke I A ke J A ke K 150 Banyak Lintasan 1 1 1 2 1 1 3 3 1 1 A-B A-C A-B-D Rute-rute Lintasan A. Gambar 5.E .H A-C-F-I.E A-C-F A-B-D-G A.B .E .C .C .A-B-E-I A-C-F-J A-B-D-G-K Matematika IX SMP/MTs .E .A-C-E-I.D . Banyaknya lintasan yang dilalui oleh bola dari A ke titik-titik yang lain dapat dinyatakan dalam tabel berikut.menuju ke titik-titik yang lain.H .B .A.A.A.B .H .

A-B-E-I-M.B .A-C-F-I-M A ke N A ke O 4 1 A-C-F-J-N.A-C-F-I-N.L.B .6 Pola segitiga Pascal Bab V Barisan dan Deret Bilangan 151 .L.E .A-B-E-I-N A-C-F-J-O Jika huruf-huruf pada gambar papan permainan tersebut diganti dengan angka-angka yang menunjukkan banyaknya lintasan dari A ke titik tertentu dan A sendiri diganti dengan angka 1. A.C .D .L.B .D .D .E .M .A.G .L A . A-C-E-I-N.rute Lintasan A.A-C-E-H-M. maka papan permainan tersebut menjadi: Gambar 5.Lintasan A ke L A ke M Banyak Lintasan 4 6 Rute .E .H .H .B .B .H .H -M .H .A. A-C-E-I-M. A .

seorang ahli matematika bangsa Perancis yang menemukan susunan bilangan-bilangan tersebut. ternyata terdapat hubungan antara suatu bilangan dengan jumlah bilangan berdekatan yang terdapat pada baris yang ada tepat di atasnya. Sebagai contoh 6 kotak yang masing-masing terdiri dari 2 baris dan 3 kolom seperti kotak-kotak yang di arsir di atas. akan diperoleh hasil yang menunjukkan barisan bilangan. Jika di perhatikan. Jumlah Bilangan-bilangan pada Setiap Baris pada Segitiga Pascal Penjumlahan bilangan-bilangan pada setiap baris dalam segitiga pascal. Bilangan yang berada pada baris pertama. Perhatikan penjumlahan bilangan-bilangan pada setiap baris pada segitiga pascal berikut. 2 1 42 43 1 3 1+2=3 41 4 2 41 3 5 4+1=5 b. Kata segitiga diberikan mengingat susunan bilangan-bilangan itu membentuk sebuah segitiga.Susunan bilangan-bilangan seperti pada gambar disebut segitiga pascal. Sedangkan kata pascal diberikan untuk mengenang Blaise Pascal (16231662). 152 Matematika IX SMP/MTs . Untuk lebih jelas perhatikan susunan segitiga pascal berikut. jika dijumlahkan maka hasilnya adalah bilangan yang berada pada baris kedua.

c. jumlah bilangan pada baris ke-n adalah Sn = 2n–1 Contoh 5. maka bentuk aljabar (a + b) disebut suku dua atau binomial dalam a dan b.Jumlah Dari jumlah bilangan-bilangan pada setiap baris dari bilangan segitiga pascal di atas. jumlah bilangan segitiga pascal pada baris ke-10 adalah 512. maka dapat dinyatakan bahwa: Dalam pola bilangan segitiga pascal. Penyelesaian: Jumlah bilangan adalah Sn = 2n–1 = 210–1 = 29 = 512 Jadi. Penerapan Bilangan Segitiga Pascal Pada Binomial Newton Jika a dan b adalah variabel-variabel real yang tidak nol. Binomial (a + b) dipangkatkan dengan n (n adalah bilangan-bilangan asli ) dituliskan sebagai berikut.3 Berapakah jumlah bilangan pada segitiga pascal pada baris ke-10. (a + b )n Bab V Barisan dan Deret Bilangan 153 .

1 1 1 1 3 2 3 1 1 1 Gambar 5. sehingga: 154 Matematika IX SMP/MTs . uraikanlah (x + y)5.8 Koefisien dari penjabaran binomial newton → pangkat a turun dan pangkat b naik Barisan bilangan segitiga pascal pada n = 3 Contoh 5.4 Dengan bantuan segitiga pascal. Dari segitiga pascal telah diketahui koefisien penjabaran binom.Perhatikan uraian berikut.

3. a.? Kemudian perhatikan susunan bilangan-bilangan di bawah ini. . (p +q) 7 b. (x +y) 8 B. 15. . b. b. Sepuluh barisan pertam bilangan fibonacci. . 13. . 10. Dengan menggunakan barisan bilangan segitiga pascal. Tentukan jumlah 15 bilangan asli genap yang pertama. Tentukan jumlah 15 bilangan asli ganjil yang pertama. 4. 2. . 32. a. dan kelima dari pola bangun berikut. . 5. . Bilangan asli kuadrat kurang dari 200. 6. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 155 . keempat. 2. 4. Barisan bilangan kelipatan 3 kurang dari 35. Tentukan jumlah bilangan pascal pada baris ke-15. 3. 8. 3. 16. 21. 2.Latihan 5. 1. b. a. uraikan binomial. Pengertian Barisan Bilangan Masih ingatkah kita tentang susunan bilangan fibonacci. Tuliskan barisan bilangan berikut. . yaitu 1. 1. 6. c. Gambarkan pola ketiga.1 1. Barisan Bilangan 1. 8. a. 5. .

. . Tiap . Suku ke-1 adalah 1 Suku ke-2 adalah 2 (1 × 2 = 2) Suku ke-3 adalah 4 (2 × 2 = 4) Suku ke-4 adalah 8 (4 × 2 = 8) Suku ke-5 adalah 16 (8 × 2 = 16) 3. Suku ke-1 adalah 1 Suku ke-2 adalah 3 (1 + 2 = 3) Suku ke-3 adalah 6 (3 + 3 = 6) Suku ke-4 adalah 10 (6 + 4 = 10) Suku ke-5 adalah 15 (10 + 5 = 15) Barisan bilangan adalah bilangan-bilangan dalam matematika yang diurutkan dengan aturan tertentu. 4. 1. . . . 6. . 1. 2. 13. 1. Un. Aturan pembentukannya. 156 Matematika IX SMP/MTs . U2. 2. . 21. 1. setiap bilangan adalah jumlah dari dua bilangan sebelumnya. 8. .tiap bilangan yang terdapat pada barisan bilangan tersebut disebut suku dari barisan itu. dengan U1 adalah suku pertama dan Un adalah suku ke-n. . Secara umum barisan bilangan dinyatakan dalam bentuk U1. U3. . U4. 16. . 15. 1. 32. 5. 3. 3. Aturan pembentukannya adalah ditambah dengan bilangan asli berurutan yang dimulai dari 2. Suku ke-1 adalah 1 Suku ke-2 adalah 1 (0 + 1 = 1) Suku ke-3 adalah 2 (1 + 1 = 2) Suku ke-4 adalah 3 (1 + 2 = 3) Suku ke-5 adalah 5 (2 + 3 = 5) 2. Aturan pembentukannya adalah untuk setiap bilangan dikalikan 2. 10. Adapun aturan pembentukan barisan bilangan tersebut sebagai berikut. . 8. .Ketiga susunan bilangan di atas disebut barisan bilangan.

Dua suku berikutnya adalah 30 dan 42. 20. . 12. 24. 2. 12. 96. 48. 6. . . 48. . 24. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 157 . Contoh 5. Proses mencari suku ke-n dengan cara ini dinilai lebih praktis dibandingkan dengan menulis suku demi suku. 12. 12. a. . Hal ini memudahkan siswa dalam mencari/menentukan nilai suku-suku dengan urutan berapapun. 2. 5. 9. . b. .2. . Dua suku berikutnya adalah 17 dan 21. 20.5 Tulislah dua suku berikutnya dari masing-masing barisan bilangan berikut. c. c. 1. 1. a. . 13. . . 13. . 5. 9. Menentukan Suku Barisan Untuk menentukan suku-suku barisan bilangan dapat dicari dari melihat suku-suku barisan bilangan yang telah diketahui. 6. Barisan bilangan berikutnya dapat dicari dengan menambah 4 pada suku di depannya. . . Menentukan Suku ke-n dari Suatu Barisan Penyelesaian: Suku ke-n suatu barisan bilangan dilambangkan dengan Un. . . Barisan bilangan berikutnya dapat dicari dengan menambahkan bilangan asli genap berurutan yang dimulai dari 4 pada suku di depannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa contoh berikut. 96. Sedangkan untuk menentukan suku ke-n dapat dicari dengan rumus yang dapat diketahui melalui aturan pembentukan barisan bilangan. Dua suku berikutnya adalah 6 dan 3. jika suku yang diminta dalam urutan besar. . . 3. b. Barisan bilangan berikutnya dapat dicari dengan membagi 2 suku di depannya.

. U30 = (30 + 1)2 = 312 = 961 Tentukan lima suku pertama dari suatu barisan bilangan.. maka rumus suku ke-n memuat 2n.. 25.Contoh 5. maka: Un = (n + 1)2 Jadi.6 1. 12. . yaitu: U1 = 6 = 2 × 1 + 4 U2 = 8 = 2 × 2 + 4 Jadi. Penyelesaian: Karena dilihat dari aturan pembentukan dari suku satu ke suku berikutnya di tambah 2. Tentukan suku ke-50 dari barisan bilangan 6. 10. sedangkan bilangan pokoknya adalah urutan suku ditambah 1.. Un = 2 × n + 4 = 2n + 4 Sehingga U50 = 2 × 50 + 4 = 104 Tentukan suku ke-30 dari barisan bilangan 4. 158 Matematika IX SMP/MTs .. 3. 16.. 8. 9. . jika suku ke-n adalah n(2n + 3 ). Penyelesaian: U1 = 4 = 22 U2 = 9 = 32 = (1 + 1)2 = (2 + 1)2 U3 = 16 = 42 U4 = 25 = 52 = (3 + 1)2 = (4 + 1)2 Berdasarkan aturan pembentukan barisan bilangan terlihat bahwa pangkat selalu 2. Penyelesaian: U n = n(2n + 3) U 1 = 1 × (2 × 1 + 3) U 2 = 2 × (2 × 2 + 3) =1×5 =2×7 =5 = 14 2.

a + 3b.. 6. 4..2 1. a. 1. 34. Latihan 5. . 18. a+(n–1)b Bab V Barisan dan Deret Bilangan 159 . 9. 4. . Tentukan suku ke 20 dari barisan bilangan berikut. 15. . 10. 15. . . a + b. .. U2. . 1. 10. . 24. . . 7. 6. b. 5. d. U4. 27. 12. . maka bentuk umum barisan aritmatika adalah: a. 4 . U3. Barisan Aritmatika Dalam pembahasan sebelumnya. . Jadi. . . Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan "b". Barisan dan Deret Aritmatika 1. . Barisan bilangan ini disebut sebagai barisan bilangan aritmatika. Jika dalam barisan aritmatika tersebut suku pertama dinyatakan dengan a. . 3 .U 3 = 3 × (2 × 3 + 3) =3×9 = 27 U 5 = 5 × (2 × 5 + 3) = 5 × 13 = 65 U 4 = 4 × (2 × 4 + 3) = 4 × 11 = 44 Jadi. 2. 4. telah diketahui bahwa barisan bilangan dinyatakan dalam bentuk U1. 8. 3. 65. 19. . 8. . 5 6 7 c. 28. a. . . 7. b. Un.. lima suku pertama adalah 5. c. a + 2b. . 3. 6. Tentukan suku pertama (U1) sampai suku ke-10 (U10) dari barisan-barisan berikut. . . 44. 2 3 4 5 6 C. . jika selisih dua suku yang berurutan selalu tetap.. 16. 14. .. 4. . . . 35. .

adalah deret aritmatika atau deret hitung. Deret Aritmatika Dari pengertian barisan bilangan pada pembahasan sebelumnya. b = U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3 b = 4 – 1 = 7 – 4 = 10 – 7 = 3 Karena barisan bilangan tersebut mempunyai beda yang tetap yaitu 3. jika semua suku-suku pada barisan aritmatika dijumlahkan akan terbentuk suatu deret aritmatika atau deret hitung. 9 . maka 2 + 5 + 8 + 11 + 14 + 17 + . . 5. 7. 2. . deret aritmatika? U2 – U1 = 5 – 2 = 3 U3 – U2 = 8 – 5 = 3 U4 – U3 = 11 – 8 = 3 U5 – U4 = 14 – 11 = 3 Karena bedanya selalu tetap yaitu 3. . 2. maka barisan tersebut bukan barisan aritmatika. . . 7. 1. 4.8 1. . Apakah 2 + 5 + 8 + 11 + 14 + 17 + . b = U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3 U2 – U1 = 5 – 2 = 3 U3 – U2 = 7 – 5 = 2 U4 – U3 = 9 – 7 = 2 Karena barisan bilangan tersebut mempunyai beda yang tidak tetap. maka deretnya disebut deret aritmatika naik. 2. .7 1. . . Sedangkan deret aritmatika yang mempunyai beda kurang dari nol atau negatif. Sehingga bentuk umum deret aritmatika adalah: Deret aritmatika yang mempunyai beda lebih dari nol atau positif. 10. maka barisan itu merupakan barisan aritmatika. Contoh 5.Contoh 5. 160 Matematika IX SMP/MTs . maka deretnya disebut deret aritmatika turun. .

dan b adalah beda suatu barisan aritmatika. U1 = a U2 = a + b U 3 = a + 2b . . deret aritmatika? U2 – U1 = 6 – 2 = 4 U3 – U2 = 10 – 6 = 4 U4 – U3 = 14 – 10 = 4 U5 – U4 = 18 – 14 = 4 Karena bedanya selalu tetap yaitu 4. maka: U1 = a U2 = a + b U 3 = a + 2b . + (n–1) b = na + b + 2b + 3b + . . Jumlah n Suku Pertama Deret Aritmatika Untuk memudahkan perhitungan. . + (n–1) b = na + {(1 + 2 + 3 + . a.. . U n = a + (n – 1)b Sn Sn = a + a + a + . . adalah deret aritmatika atau deret hitung. . . suku ke-n barisan aritmatika (Un) dirumuskan sebagai: Un = a + (n –1)b b. . . U n = a + (n – 1)b Jadi. + (n–1)}b + Bab V Barisan dan Deret Bilangan 161 . + b + 2b + 3b + ... berikut ini akan dicari rumus menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika.. . n menyatakan banyak suku. maka 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + . .2. . Apakah 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + . Rumus Suku ke-n Deret Aritmatika Apabila a menyatakan suku pertama.

. rumus jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah: c. Suku Tengah Deret Aritmatika Dalam deret aritmatika jika n ganjil.Ingat bahwa: 1 + 2 + 3 + 4 + . + (n–3) + (n–2) + (n–1) + + + didapat: Sehingga: Jadi. maka suku tengah (Ut) deret aritmatika tersebut terletak di tengah-tengah antara U1 dan Un dan dirumuskan sebagai: 162 Matematika IX SMP/MTs . .

maka: Deret semula: Deret baru: Dari deret semula dan deret baru diperoleh hubungan 1. . beda = b. Apabila di antara dua suku deret aritmatika tersebut disisipkan k buah bilangan (suku baru) sehingga membuat deret aritmatika baru. Sifat-sifat Deret Aritmatika Masih ingatkah kita dengan rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama pada deret aritmatika? Nah. dari rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama pada deret aritmatika tersebut kita akan menemukan sifat-sifat deret aritmatika. dan banyaknya suku = n. + Un adalah deret aritmatika dengan suku pertama U1 = a.d. Sisipan pada Deret Aritmatika Misalkan U1 + U2 + U3 + U4 + . Jumlah n suku pertama sesudah sisipan (Sn') 3. Banyaknya suku baru (n') 3. Bentuk umum dari suatu deret aritmatika adalah: Bab V Barisan dan Deret Bilangan 163 . Beda baru (b') 2. .

.... (sifat 1) Dalam pembahasan sebelumnya telah kita ketahui bahwa: .. a = 2..... ........ ............Berikut ini akan diuraikan beberapa sifat lain pada deret aritmatika............ (sifat 3) 164 Matematika IX SMP/MTs ...................... Misalkan diketahui deret aritmatika 2 + 6 + 10 + 14 + 18 + ......... (sifat 2) Jika banyak suku barisan aritmatika ganjil dan suku tengahnya adalah Ut maka: ....... .... b = 4 Jika: Sehingga: U3 – U(3–2) = 8 = 4 × 2 U5 – U(5–3) = 12 = 4 × 3 U5 – U(5–4) = 12 = 4 × 4 Dari uraian di atas maka: .......

.. c..... . 10. suku ke-15 c.. ..... jika diberikan barisan aritmatika sebagai berikut: a. 2.. Tentukan suku terakhir dari deret aritmatika tersebut. b. b. Suku pertama dari deret aritmatika adalah 11 dan suku tengahnya adalah 41. .. suku ke-20 b. c..... 22. . 17. 16. . ...4. Tentukan: a. +115 b. Carilah beda dan suku ke-n. Tentukan banyak suku dari deret aritmatika berikut. 16... suku ke-30 3... 5. 2. Sn Hubungan antara Sn dan Un = a + (a+b)+(a+2b)+ . Dalam sebuah deret aritmaika U3 = 22 dan U8 = 52. 22. 7 + 13 + 19 + 25 + . . 10.. maka tentukan suku ke-15. 17. 28. 9.. 7. Di antara dua suku yang berurutan pada deret 2 + 10 + 18 + 26 + 34 + 42 disisipkan 4 bilangan sehingga membentuk deret aritmatika yang baru.. (sifat 4) Latihan 5. a. . + 10... .. . 9.... ... 7. jumlah deret yang baru...... 5.. 17. . 12... Bab V Barisan dan Deret Bilangan 165 . 7. Tentukan jumlah dari deret aritmatika 82 + 78 + 74 + .. a. 17. + 463 4... 5. + (a+(n–2)b)+(a+(n–1)b) = a + (n–1)b = Un – Sn–1 = a + (a+b)+(a+2b)+ . 28. . . Carilah suku yang diminta dalam setiap barisan aritmatika berikut ini.... 12. banyak suku pada deret yang baru. . besar deret yang baru.. 13. + (a+(n–2)b) Sn–Sn–1 S n − S n −1 = U . 13.. . .... 6. 2... ...3 1. 10 + 17 + 24 + 31 + . .

U2.00. Bulan pertama. hari ketiga terkumpul 180 kg. bulan kedua ia menabung Rp13.000. biasanya dilambangkan dengan " r " .000. Demikian seterusnya sehingga hari berikutnya selalu memperoleh 15 kg lebih berat daripada hari sebelumnya.00. a. Tabungan bulan ke berapakah yang besarnya Rp67.8.00 lebih banyak dari bulan sebelumnya.00. 166 Matematika IX SMP/MTs . Barisan Geometri Setelah kita mempelajari barisan dan deret aritmatika. Tentukan suku-suku ke–8.00. Hari keberapakah ia memperoleh buah 225 kg? Berapakah banyak buah selama 1 minggu? D. Un disebut barisan geometri jika perbandingan dua suku yang berurutan selalu tetap. . ia selalu menabung Rp3.000.000.000. Seorang anak menabung di bank. Berapa rupiahkah ia menabung pada bulan ke–11? b. terkumpul 150 kg. Barisan dan Deret Geometri 1. . Perbandingan antara dua suku yang berurutan itu disebut pembanding atau rasio. . U3. Hari pertama. Suatu barisan bilangan mempunyai aturan Un = 100 – 3n. Dari hari ke hari Umar mengumpulkan buah-buahan yang akan dikirim ke pasar. c. bulan ketiga ia menabung Rp 16. . 10. maka dalam pembahasan selanjutnya akan kita pelajari barisan dan deret geometri. ke–15. hari kedua terkumpul 165 kg. hari keempat terkumpul 195 kg. Jadi. U4.00. . Demikian seterusnya. a. ia menabung Rp10.000. Suatu barisan U1. Suku keberapakah 58 itu? 9. dan ke–32. dan bulan keempat ia menabung Rp19.

.Jika suku pertama dinyatakan dengan a. Karena rasio dua suku yang berurutan sama. a3x. .9 1.arn-1 Contoh 5. ar2 . Penyelesaian: Suku pertama ax Suku ke-n = ax × rn-1 = ax(ax)n-1 = ax × axn-x = anx Suku ke-6 = a6x Bab V Barisan dan Deret Bilangan 167 . Penyelesaian: Kita tentukan apakah rasio dua suku yang berurutan adalah sama. . 2. a4x. maka barisan tersebut merupakan barisan geometri. . . 8. . a2x. . Tentukan apakah 2. ar . maka bentuk umum barisan geometri adalah: a. Tentukan suku ke-6 barisan geometri: ax. 4. . . ar3. merupakan barisan geometri. 16. .

. Penyelesaian: 168 Matematika IX SMP/MTs . + Un. . maka 2 + 6 + 18 + 54 + 162 + . dan jika Un+1 < Un . . apabila suku-suku pada barisan geometri dijumlahkan maka akan terbentuk deret geometri atau deret ukur. . Un = arn-1 Contoh 5. . . Diketahui deret geometri 3 + 6 + 12 + 24 + . . Rumus Suku ke-n Deret Geometri Apabila a menyatakan suku pertama deret geometri. maka deretnya disebut deret geometri turun. jika Un+1 > Un maka deretnya disebut deret geometri naik. juga disebut deret geometri naik.+arn-1 Pada deret geometri U1 + U2 + U3 + U4 + .2. Karena Un+1 > Un. dan r menyatakan rasio. disebut deret geometri. . .11 1. Tentukan suku ke-13 dari deret geometri tersebut. maka suku ke-n (Un) deret geometri dirumuskan sebagai berikut. .10 Diketahui deret 2 + 6 + 18 + 54 + 162 + . Contoh 5. n menyatakan banyak suku. . Sehingga bentuk umum deret geometri adalah: a + ar + ar2 + ar3+ . Karena rasionya selalu tetap yaitu 3. maka deret 2 + 6 + 18 + 54 + 162 + . Deret Geometri Seperti halnya deret aritmatika. . . a.

Hubungan antara Un dan Sn adalah Un = Sn – Sn-1. maka tentukan 5 suku pertama.096 = 12. Penyelesaian: Diketahui a = 3. Jika diketahui deret geometri dengan suku pertama adalah 3 dan rasionya 4. .288 2. . r = 4 Jadi. Jumlah n Suku Pertama Pada Deret Geometri Untuk dapat mengetahui jumlah n suku pertama (Sn) suatu deret geometri dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 169 . b. deret geometri tersebut adalah 3 + 12 + 48 + 192 + 768.Deret geometri 3 + 6 + 12 + 24 + . Suku ke-n = Un = arn–1 Suku ke-13 = U13 = 3 ⋅ 213-1 = 3 ⋅ 212 = 3 ⋅ 4.

. S6 Jadi. .458 170 Matematika IX SMP/MTs . .12 Jumlah 6 suku pertama dari deret geometri 3 + 6 + 12 + 24 + . ditentukan dengan cara berikut. Suku Tengah Deret Geometri Suku tengah suatu deret geometri (Ut) terletak di tengahtengah antara a dan Un dengan banyak suku ganjil. c. jumlah 6 suku pertama dari deret geometri 3 + 6 + 12 + 24 + . . adalah 189. . . Suku tengah deret geometri dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut.Contoh 5.458. Contoh 5. Penyelesaian: Diketahui: a =2 U n = 1.13 Tentukan suku tengah dari deret 2 + 6 + 18 + 54 + . + 1.

.458 adalah 54. . d. + Un. Banyaknya suku baru (n') 2) 3) Jumlah n suku pertama sesudah sisipan (Sn') Bab V Barisan dan Deret Bilangan 171 . Sisipan pada Deret Geometri Misalkan diketahui deret geometri U1 + U2 + U3 + U4 + . . r adalah rasio deret awal. suku tengah dari deret geometri 2 + 6 + 18 + 54 + . . Apabila di antara dua suku yang berurutan disisipkan k buah suku baru sehingga membentuk deret geometri yang baru. dan n banyaknya suku awal. + 1. jika banyak suku yang disisipkan ganjil.Jadi. maka diperoleh: 1) Rasio baru (r') jika banyak suku yang disisipkan genap.

.. ....................................... Dengan menggunakan rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama pada deret geometri kita akan menemukan sifat -sifat lain........... Sifat-sifat Deret Geometri Tidak hanya deret aritmatika.... (sifat 1) Adapun sifat-sifat deret geometri yang lain adalah: . r= Jika : 6 =3 2 Dari uraian di atas........................+arn-1 Misalkan untuk sebuah deret geometri 2 + 6 + 18 + 54 + ....... ...................... maka: ................. a=2.... (sifat 3) 172 Matematika IX SMP/MTs ....... deret geometri juga mempunyai sifat-sifat yang dapat dikenali......3............... (sifat 2) S n − S (n −1) = U ............ Bentuk umum deret geometri adalah: a+ar+ar2+ar3+.........

.. 2. 5..00 dan bunga 3% per tahun.. Bank tersebut menggunakan bunga majemuk (bunga berbunga). tentukan jumlah tak hingga dari barisan tersebut. 8.. 4. + 31. b.4 1. Jika ketiga bilangan tersebut membentuk geometri. 27 9 Jumlah deret geometri tak hingga 3 5 + 25 + 125 + 7.000. a. x –2 .Latihan 5... Tentukan a.... suku ke-20 3.... -3+6+(-12)+. Jika deret geometri tak hingga adalah 12. 6.. Tentukan besar tabungan setelah 4 tahun. Carilah suku yang diminta dalam setiap barisan berikut ini.25 Dalam suatu deret geometri diketahui suku pertama dan suku kelima berturut-turut 6 dan 486. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 173 . Tentukan jumlah 18 suku pertama dari deret 5 + 10 + 20 + 40 + . -3+6+(-12)+.. Tentukan besar rasio dari deret tersebut.. jumlah deret tersebut... 2+(-6)+18+(-54)+162+. b.. 2+(-6)+18+(-54)+162+.. Diketahui tiga bilangan x – 1.. Di antara bilangan 3 dan 96 disisipkan tiga buah bilangan sehingga membentuk deret geometri. a.. dan suku pertama adalah 4. suku ke-16 1 Carilah banyak suku dari deret geometri 625 + 125 + 25 + . 5 7 10. Andi menabung di bank dengan modal awal sebesar Rp500. x – 4 .. berapa besar suku kelima? 9. besar rasio deret tersebut. 81 . b. Carilah rasio dan suku ke-n dari deret geometri berikut.

Jumlah ketiga bilangan tersebut adalah 36 dan hasil kalinya 1.14 1.b)’ a’+(a+b) =1. Penyelesaian: Misalkan tiga buah bilangan tersebut adalah a – b. Contoh 5. Memecahkan Masalah Barisan dan Deret Dalam kehidupan sehari-hari kadang banyak kita temui permasalahanpermasalahan dalam bentuk barisan dan deret.536 =36 =12 (1142 -b2)12 = 1. a + b. maka: (a + b)+a+(a+b) =36 a .b2) b2 b 174 Matematika IX SMP/MTs = 128 = 16 = 4 .536. Untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan tersebut tentunya juga menggunakan aturan-aturan yang ada pada deret dan barisan.536 (114 .536 (a2 -b2)a = 1. a. Berikut ini adalah beberapa contoh permasalahan-permasalahan dalam bentuk barisan dan deret. Tentukan bilangan-bilangan tersebut. Tiga buah bilangan membentuk deret aritmatika.E.b-+a+a+b =36 3a a (a .536 (122 -b2)12 = 1.

Firli menabung di sebuah bank.Berapakah jumlah uang yang ditabung Firli sampai bulan Desember pada tahun yang sama? Penyelesaian: bulan Januari = U1 = Rp150.000. bulan Maret sebesar Rp270. Bab V Barisan dan Deret Bilangan 175 . bulan Februari sebesar Rp210.00.000.760. dan seterusnya.00.000.00. Pada bulan Januari ia menabung sebesar Rp150.00.00 bulan Maret = U3 = Rp270.00 Jumlah uang sampai bulan Desember adalah: Jadi jumlah uang Firli sampai bulan Desember adalah Rp5.000.000.000.000.Jadi tiga buah bilangan tersebut adalah: a – b = 12 – 4 =8 a + b = 12 + 4 = 16 2.00 bulan Februari = U2 = Rp210.

Jika gedung itu dapat memuat 15 baris kursi. b. bulan Mei 550 baju. rumus suku ke-n yang menyatakan banyak kursi pada baris ke-n. Sebuah konveksi pakaian jadi. n = 15 a. Rumus suku ke-n 176 Matematika IX SMP/MTs . dan seterusnya. maka tentukan: a.3. b = 6. c. dan bertambah 6 kursi untuk baris-baris seterusnya. 4. banyak baju yang dihasilkan pada bulan Desember adalah 725 buah. pada bulan April 525 baju. Penyelesaian: Diketahui a = 10. pada bulan Maret dapat menyelesaikan 500 baju. Dalam suatu gedung pertemuan terdapat 10 kursi pada baris pertama. banyak kursi pada baris terakhir. banyak kursi dalam gedung tersebut.Berapakah banyak baju yang dapat dihasilkan pada bulan Desember tahun yang sama? Penyelesaian: bulan Maret bulan April bulan Mei = U1 = 500 = U2 = 525 = U3 = 550 Banyak baju yang di hasilkan pada bulan Desember adalah: Jadi.

Bab V Barisan dan Deret Bilangan 177 . Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 20 m ke lantai 3 dan memantul dengan tinggi pantulan mancapai 5 kali tinggi sebelumnya. Banyak kursi pada baris terakhir. Banyak kursi dalam gedung (S15) 5. yaitu baris ke-15 c.b. Pantulan ini berlangsung terus menerus sampai bola berhenti. Hitunglah panjang lintasan bola tersebut.

. U3. 4. Jumlah bilangan pada baris ke-n bilangan segitiga pascal = Sn = 2n-1. . . 5. = Un – Un-1 = b Rumus suku ke-n barisan aritmatika: Un = a + (n – 1)b Rumus suku ke-n barisan geometri: Un = arn – 1 Sisipan pada deret aritmatika b k+1 banyak suku baru = n' = n + (n + 1)k beda = b' = jumlah suku pertama setelah sisipan: Sn' = n (a +Un) 2 178 Matematika IX SMP/MTs . . = n2. . 6. . 2.Penyelesaian: Lintasan pertama Lintasan kedua Rangkuman 1. 7. 3. U1. Un disebut barisan aritmatika jika: U2 – U1 = U3 – U2 = . Jadi panjang lintasan bola sampai berhenti adalah 50 + 30 = 80 m. Jumlah n bilangan asli ganjil pertama: 1 + 3 + 5 + . . . U2. . n = n(n + 1). Jumlah n bilangan asli genap pertama: 2 + 4 + 6 + .

. Jumlah n suku pertama deret aritmatika: 1 1 Sn = n(a +Un) = 2 n(a +(n-1)b) 2 10. untuk r >1 r-1 a (1-rn) . 19 2. buah. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a. untuk r >1 Sn= 1-r Sn= 8. c. buah. d. 13 d.Suku tengah deret aritmatika n U t = (a +Un) 2 9. . . . b. a. Uji Kompetensi A. 19 22 Bab V Barisan dan Deret Bilangan 179 . 25 16 c. 15 b. Jumlah n suku pertama deret geometri: a (rn-1) . Banyak korek api pada pola berikutnya adalah . Banyak potongan lidi pada pola ke-6 adalah . Gambar di bawah ini menunjukkan pola suatu barisan yang disusun dari batang korek api. atau d! 1. Pola di bawah dibuat dari potongan lidi. a. 12 c. b.

tambahkan bilangan n + 1 b. 18. 5. 15. 8.. n(n + 2) 2 b. tambahkan bilangan ganjil 6. 1 1 1 1 2 1 1 3 3 1 1 4 6 4 1 a. 3. 2n + 3 d. 8. 28.. .. 4n – 3 7.. 2. 4n + 1 b.. 13. tambahkan bilangan n – 2 d. a. 40 dan 48 b. a. . . 4.. a.. .. 6. 22 d. a. 373 b. 380 Pada pola segitiga pascal di bawah ini. 27. .. . . 6n – 2 Rumus suku ke-n dari barisan 1. . 1. 24 Rumus suku ke-n dari barisan 6. 10. . b. . tambahkan bilangan prima c. Dua suku berikutnya dari barisan 8. a. 5. 48 dan 70 c. .024 1. 41. 12. . jumlah bilangan-bilangan pada baris ke-9 adalah . 19. 21 c. .. Pola dari urutan bilangan di atas dinyatakan dengan kata-kata adalah . 256 512 c.. 40 dan 56 Suku berikutnya dari barisan 1. d.118 4. a. . 183 c. . . . 16. Diketahui barisan bilangan 3. adalah . adalah .3. . . 14.. 58 dan 78 d. . 180 Matematika IX SMP/MTs . 2n – 2 d. . n(2n – 1) c. Jumlah bilangan ganjil dari 2 sampai dengan 30 adalah . 7.. adalah . 240 d. 23 b.. 9. 4n + 2 c. . adalah . .

9. 66. 24. Berapakah suku ke-20 barisan itu? 1 1 1 Tentukan rumus suku ke-n barisan 1. a.. 2n–1 11. 10. . b. . 18. 6. 12. 30.. 3.. 9. . 16 d. . 8. 45 d.. . . 90. 1. Un = n3 – 1. 5. 6.. 6. 2n–1 d.. . –48 B. Empat suku pertama barisan dengan rumus suku ke-n. a. 12... 48 c. 12. 16. 5. 496 13. . Jumlah 6 suku pertama dari barisan 17. Diketahui barisan aritmatika dengan U1 = 2 dan bedanya = 3. 15 c.. 13. adalah . d. 2. a.... . 1.. . . .. 489 b. adalah . c.. 18 15. 18. 2n–1 b. 6.. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. 48. ... 81... Barisan bilangan itu adalah . 24 b. 4. .. . 20.. 2n+1 c. a. 3. -12. Un = 3 × 2n adalah . 32. ? Bab V Barisan dan Deret Bilangan 181 . 37. 12. .. 12. 27. . 8. 48 d. 27. 4. 60 adalah . 6. 2. . 17 b.. 9. 5. 145 c.. 3.. adalah . . . 12.. 456 d. 13. 73. .. Rumus suku ke-n dari barisan 4. 8.. Banyak suku-suku barisan bilangan 1. . Suku ke-60 dari barisan 12. 18. 24 b. 450 c. .. 3. 24. Berapakah jumlah 8 suku pertama dari barisan: 3. 5. 2 4 8 Tentukan tujuh suku pertama suatu barisan dengan suku ke-n. 12. .10. . Perhatikan barisan Fibonacci berikut. a. 24. Tentukan dua suku berikutnya dari barisan 100. 5. 27 14. . . . 2. 1. a.

tambahkan bilangan n + 1 b. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a.. 20 dan 31 c. .. 5. . atau d! 1.. 13... tambahkan bilangan ganjil 2 Pada pola segitiga pascal jumlah bilangan-bilangan pada baris ke-9 adalah .. 42 c.. 256 b. . 7 dan 19 5. 3. . . a. tambahkan bilangan n – 2 d. 24 dan 31 b. 57 b. 182 Matematika IX SMP/MTs . 11.. .. c. b. 46.. 24 dan 32 Dua suku berikutnya dari barisan bilangan 1. .. 72 dan 106 b. ... 7 dan 21 b.. . . 25. 6. 3. a. 63 4. Diketahui barisan bilangan 2. Untuk X = 7. maka nilai Y adalah .. a. 75 dan 108 d. adalah .. 9 dan 21 d. 7. 15. tambahkan bilangan prima c. 5. 20 dan 32 d. 128 Tabel berikut menunjukkan hubungan antara X dan Y. 49 d. 18. 73 dan 106 c.. 3.. 9 dan 23 c. Dua suku berikut dari barisan 1.. 76 dan 108 Suku ke-6 dan ke-7 dari barisan bilangan 1. 11. Pola dari urutan bilangan di atas bila dinyatakan dengan kata-kata adalah . 9. 7.. a. . . 512 d.Latihan Semester II A. adalah .. 2. . a. Y X 1 1 2 9 3 17 4 31 . a. 1024 c.. adalah .. . 4.

. 237. 6. . 3n + 1 2 b. Jika x = 36 dan y = 64. 10.. 7. maka adalah x 2 y2 . 8. (U2 – U3). 36 d. (U4 – U5). b. 7. 1.27 . a. Jika usia ibu dari anak-anak ini pada waktu melahirkan anak ke-1 adalah 22 tahun. . adalah .5 tahun. 11. . a.. c. b.278 d.. . 1. Barisan bilangan yang suku ke-n dirumuskan Un = 5n – 2 adalah . Rumus suku ke-n dari barisan a. n n(n+2) 1 Un = n+2) Un = 11.5 tahun 12. . 57. 15n2 – 3 b. . adalah .032 c. . Hasil perhitungan dari 2 3 + 48. 3. 46 tahun b. . 3 4 5 6 n+1 c. 7.. . 4n2 + 8 c. Un = n+2 n d. . .287 b.. . 51 tahun c. 32 c. 5. . 12. 9. adalah 2 tahun.5 tahun d. 10. Diketahui Un adalah "usia anak ke-n" dengan (U1 – U2). 55 Rumus suku ke-n dari barisan bilangan 12. 1. 18. 3. 13. 3 3 3 2 c. 2 3 2 2 3 1 14. 1. 2. 5 tahun. . . 47. 14n2 – 2 d. . 3. a. 45.. n + 3 d. a. 10..7. . 13. . 2n + 2 c.. d. . b.. 132.. a. . 3. 3.728 Latihan Semester II 183 .. 3. Un = n+2 8.. 9. d.. .. 10n2 + 2 Suku ke-n dari barisan 4. a. adalah . Suku ke-10 dari barisan bilangan 1. 15.. . . a. . 48 b. . . . (U3 – U4). n3 + 3 1 2 3 4 ... maka pada saat anak ke-6 berusia 11 tahun usia ibu tersebut adalah .. . 6. . 5.. .5 tahun. . adalah .

4 . d. 13. Diketahui deret aritmatika 8. . 19. . 3. 9 3 4. 16.. -4. ketiga bilangan tersebut membentuk barisan geometri. c. 3. c. -5. b. b. y = 64. Jika a. dan z = 36. b. 7. 5a. . b. 19 . tentukan: a. 14 . . d.. 25. dan Sn b. 1.. … Tentukanlah: 3 3 a. d. 12 11 B. a. 32. .. . 4 . 64.2b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. 4a -b. c. 14 13 . 5.. Jika x = 9. Jika bilangan pertama dikurangi 1 dan bilangan kedua dikurangi 2... 6a + b. maka x = . 2. Carilah barisan geometri tersebut. 4. 12. a. S12 Jumlah ketiga bilangan barisan aritmatika adalah 24. 3a . .. 184 Matematika IX SMP/MTs . U 12 c. Lima bakteri membelah diri menjadi dua setiap detik. 8. Berapakah banyak bakteri setelah 12 detik? Tulislah tiga suku berikutnya dari masing-masing barisan berikut ini.15.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful