PENYUSUNAN SILABUS DAN PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM MATA PELAJARAN SENI RUPA PADA KURIKULUM 2006 (KTSP

)

MISTARAM
Jurusan Seni dan Desain Fak. Sastra Universitas Negeri Malang

Abstract: Syllabus can be developed by visual art teachers to accomplish the set competences. In order to accomplish the goal, a learning model which allows the students to undergo real experience is developed. The development of the model is also meant to lead the students to serious discussion which allows them to attain meaningful and useful learning experience. To evaluate the model, observations, identification, and analysis of the variety of decorating activities in the field and of the results of teaching-learning process are conducted. Keywords: syllabus, evaluation, visual art teaching and learning

Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut, pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lamp. Permendiknas No.22 Tahun 2006: 1). Untuk mengimplementasikan konsep pendidikan nasional pada satuan pendidikan, terutama pada satuan pendidikan dasar,
88

perlu ditanamkan nilai-nilai kehidupan dan kesenian agar kehidupannya kelak lebih bermakna. Sumardjo (2000: 142) menjelaskan bahwa pendidikan nilai yang ada di masyarakat, dilakukan secara tidak langsung, dan pendidikan itu dilakukan melalui mitos, simbol, dan makna dari kegiatau ritual, dengan bungkus kebudayaan tradisi. Komponen esensial kepribadian manusia adalah nilai (value) dan kebijakan (virtues). Nilai dan kebijakan itu harus menjadi dasar pengembangan kehidupan manusia yang memiliki peradaban, kebaikan, dan kebahagiaan secara individu maupun sosial. Nilai adalah masalah mendasar yang bisa ditemukan dalam bidang etika (kebaikan), kebenaran (logika), dan estetika (keindahan), di samping keadilan, kebahagiaan, kegembiraan. Semua hal itu menyangkut subjektivitas dan objektivitas sekaligus, menyangkut hal-hal khusus dan universal, budaya kon-

(6) Masa Penentuan (period of decicion) usia 14-17 tahun (dalam Prawira. dan dengan kemampuan skill untuk menggambar anak akan mengekspresikan rekaman idea tersebut disesuaikan dengan kemampuan menggambarnya. didasarkan pada tujuh prinsip. yaitu: (1) berpusat potensi. dapat masuk ke dalam aspek intrinsik seni. kebutuhan. anak sudah mengenali bentuk-bentuk alam.Mistaram. Berdasarkan pengelompokan mata pelajaran di SD/MI sampai di tingkat SLTA. Peran seni yang penting dalam pendidikan adalah sebagai media atau wahana belajar. Berdasarkan uraian tersebut. pada MBS. Kemampuan merekam apa yang dihayati dari alam tersebut merupakan kemampuan meresepsi pada suatu stimulus (tanggapan terhadap objek). Berdasarkan temuan Lowenfeld tersebut. tetapi juga dapat mengembangkan berbagai potensi dasar dalam belajar untuk mencapai hasil yang optimal. dan keterampilan yang dapat dijabarkan menjadi tiga permasalahan. Namun. Setiap anak pada masa anak-anak mempunyai tahapan perkembangan yang perlu diperhatikan bagi guru seni rupa. (5) Masa Naturalisme Semu (pseudo naturalism) usia 12-14 tahun. Kurikulum Seni Rupa di Sekolah Dasar Kurikulum adalah segala aktivitas dan pengalaman belajar yang diprogramkan dan diselenggarakan sekolah untuk peserta didiknya untuk mencapai tujuan tertentu (Hudoyo. dan kritis terhadap lingkungannya. bahasannya di mulai dari: estetika. pokok yang mendasar. 2006). perlu diketahui bahwa pendidikan seni rupa di sekolah dasar adalah suatu fondasi pada kegiatan seni. Pada hakikatnya. yang melibatkan pengetahuan. 2006 . perlu dipikirkan bagaimana menyusun silabus pembelajaran bersama perangkat penilaiannya agar pembelajaran seni rupa di sekolah dasar yang merupakan pendidikan nilai dapat dilakukan secara proporsional dan profesional. dan etika. perkembangan. Melalui kegiatan estetik dan artistik. estetika. sesuai dengan kapasitas rekaman pada otaknya. Di segala jenjang pendidikan. yaitu ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan hal tersebut. Hal itu diperoleh lewat pemikiran murni secara spekulatif atau lewat pendidikan nilai. setiap guru yang berminat mengajar menggambar bisa melakukan pembelajaran seni rupa di sekolah dasar. ilmu pengetahuan. kreativitas estetis. seni dapat berperan tidak hanya membentuk pembelajar memiliki sensitivitas. dan etika (nilai). yaitu: (1) Masa Mencoreng (scribbling) usia 2 4 tahun. pembelajar dapat meningkatkan motivasi belajar serta mendapat kesempatan untuk memecahkan permasalahan dengan cara yang menyenangkan (Kamaril. yaitu tahapan di mana ia telah melalui masa mencoreng sebab pada masa mencoreng tersebut dilaksanakan siswa sewaktu ia berada di tingkat playgroup dan taman kanak-kanak. prinsip pengembangan kurikulum. Barangkali. (3) Masa Bagan (schematic) usia 7-9 tahun. (2) Masa Prabagan (preschematic) usia 4 7 tahun. dan ke- . (4) Masa Realisme awal (drawing realism) usia 9-12 tahun. yaitu struktur bentuk seni. bisa disusun berdasarkan kemampuan sekolah dengan selalu memperhatikan petunjuk kompetensi dasar pada kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 89 tekstual dan esensi universal. intuitif. yang akan menanamkan rasa indah pada setiap siswa. suatu pendidikan nilai. Viktor Lowenfeld dan Britain dalam bukunya Creative and Mental Growth menjelaskan bahwa tahap-tahap perkembangan anak dapat dikelompokkan menjadi enam tahapan. 2004:140). si-kap. Seni rupa di sekolah dasar merupakan suatu mata pelajaran yang mudah dilakukan. Pada tahapan itu. siswa SD kelas 1 berada pada tahapan prabagan. kuriku-lum pada tingkat satuan pendidikan. yang akhirnya dapat menjadi dasar-dasar normatif. Nilai sebagai esensi dalam seni. 16). Nilai dapat diartikan esensi.

Dalam hal ini. dengan prinsip alam terkambang jadi guru (semua yang terjadi. Seni rupa juga berwujud tindakan-tindakan interaksi berpola. multidemensional. yang bersifat kelompok atau perorangan. dan mengembangkan kesenian dan lingkungan serta sumber daya yang ada di sekelilingnya. Tahun 36. keterkaitan. muatan lokal dan perkembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan. dengan cara menikmati sesuatu hal yang menyenangkan. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika. Pendidikan seni rupa memiliki sifat multi lingual. Hal itu merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dalam budaya yang majemuk. dan (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. contoh. (5) menyeluruh dan berkesinambungan. (6) belajar sepanjang hayat. bunyi. Dengan mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran. Seni rupa merupakan ekspresi estetik. Seni rupa tidak terlepas dengan masalah pengalaman estetis yang terjadi pada masing-masing individu karena pengalaman estetis merupakan salah satu cara untuk membentuk kepekaan seseorang terhadap keindahan seni. Multilingual bermakna mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa. karya seni. peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar. Kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja (Iswidayati. dan seni. dan hangat dengan prinsip tut wuri handayani. (2) beragam dan terpadu. sosial. logika. (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. yang merupakan salah satu kebutuhan integratif manusia. dan kesinambungan yang cocok dan menandai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. yang muncul dari dorongan dalam diri manusia secara hakiki. (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan evaluasi). analisis. seseorang dapat melakukan pencerapan estetis. membaca novel. misal dengan melihat suatu pemandangan alam. melihat teater. dan multikultural. maupun yang sudah dikembangkannya merupakan strategi adaptif dalam mempertahankan. terbuka. atau merasakan kelembutan embusan angin pegunungan.90 BAHASA DAN SENI. Februari 2008 pentingan peserta didik dan lingkungannya. maupun keindahan alam. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. Kurikulum dilaksanakan dengan pendekatan multistrategi dan multimedia. apresiasi. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. mendengarkan lagu. ing madya mangun karsa. Peran dan berbagai perpaduannya. akrab. antara seniman (pencipta seni). Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan. gerak. Sifat multi-kultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya nusantara dan mancanegara. Tahap awal dalam penemuan pengalaman estetis. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. dan masyarakat penikmat serta pendukungnya. pemahaman. Nomor 1. dan etika. dan menyenangkan. dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. mengunjungi museum. sumber belajar dan teknologi yang memadai. dinamis. dan teladan). 2005 :195). teknologi. pelaksanaan kurikulum didasarkan potensi. . Seni yang bersifat tradisi. ing ngarsa sung tulada. kinestetika. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Ia memberi istilah bahasa dalam suatu arti yang sangat luas. dan ekspresif melalui karya dua dimensi menunjukkan sikap apresiatif pada dengan teknik menempel benda di alam sekitar. dalam Sayuti. dan ekspresif. Pandangan itu mengimplikasikan bahwa studi seni dapat diperikan. dan menun. visual spasial. dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik. Artinya. Lotman (1977) memandang seni sebagai suatu cara komunikasi yang spesifik. Pendidikan seni rupa yang diberikan di sekolah karena keunikan. dan kecerdasan emosional. memang terdapat bahasa seni di samping terdapat pula hu- bungan antara bahasa dan teks-teks artistik tertentu (Sayuti. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 91 Seni merupakan bentuk tertinggi dari aktivitas yang komunikatif (A Richards. linguistik. Menjelaskan simbol dalam karya Mengekspresikan diri melalui gambar . dan dalam teknik mengguntmenunjukkan sikap apresiatif pada ing/menyobek benda di alam sekitar. Pendidikan seni rupa memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memerhatikan pembentukan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal. sebagai suatu bahasa yang disusun dengan cara yang aneh (tidak biasa). Untuk mewadahi konsepsi-konsepsi tentang seni rupa tersebut. dalam kurikulum 2006. yang ber-peran sebagai sarana komunikasi.imajinatif mengenai diri sendiri melalui jukkan sikap apresiatif terhadap gambar dekoratif dan motif hias daerah simbol dalam karya seni rupa dua setempat. Oleh karena itu.Mistaram. melalui teknik cetak timbul jukkan sikap apresiatif pada karya seni rupa tiga dimensi Menjelaskan simbol dalam karya Mengekspresikan diri melalui gambar seni rupa dua dimensi. kecerdasan kreativitas. interpesonal. kebermaknaan. 2004). Mengenal unsur seni rupa pada Mengekspresikan diri melalui gambar karya seni rupa. dimensi. kecerdasan spiritual dan moral. dan yang memakai tanda-tanda. Teks seni dilihat sebagai suatu pesan yang dicerna oleh audiens dan dikirim oleh pengirim. yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan belajar dengan seni. teks seni terdiri atas seperangkat tanda yang merupakan bagian dari proses komunikasi antara teks dan audiens apabila teks dinikmati oleh audiens. logik matematik. Mengidentifikasi unsur seni rupa Mengekspresikan diri melalui gambar pada benda di alam sekitar. 2004: 1). musikal. dan belajar tentang seni . dan menunjukkan ekspresif melalui teknik cetak tunggal. Mengidentifikasi unsur seni rupa Mengekspresikan diri melalui gambar pada karya seni rupa. Alasan itu merupakan starting point bagi kebanyakan teori dalam seni. belajar melalui seni. dan menunekspresif. yang umumnya dalam semiotik disebut suatu sistem yang diatur. 1929. sikap apresiatif pada karya seni rupa. naturalis serta kecerdasan adversitas. seni rupa dengan suatu generator bahasa yang terorganisasi dengan apik. Kelas dan Topik Pebelajaran Kelas 1(satu) Semester 1 Kelas 1(satu) Semester 2 Kelas 2(dua) Semester 1 Kelas 2(dua) Semester 2 Kelas 3(tiga) Semester 1 Kelas 3(tiga) Semester 2 Kegiatan Pembelajaran Apresiatif Produksi Mengidentifikasi unsur seni rupa Mengekspresikan diri melalui gambar pada benda di alam sekitar. pendidikan seni rupa telah dirancang kegiatannya adalah sebagai berikut.

Mengekspresikan diri melalui gambar mengidentifikasi jenis motif hias dekoratif dengan motif hias Nusantara. Mengidentifikasi jenis motif hias Menggambar ilustrasi suasana alam sekipada karya seni Nusantara. kefungsi karya seni rupa terapan. pada karya seni Nusantara daerah gambar ilustrasi dengan tema hewan dan setempat. lain. menunjukkan sikap apresiatif terhadap keartistikan terhadap karya seni rupa terapan. menjetar. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kemampuan dasar. Nomor 1. Mengidentifikasi jenis motif hias Membuat topeng secara kreatif dalam pada karya seni Nusantara. dan menata karya seni rupa untuk kan sikap apresiatif terhadap motif pameran kelas. kehidupannya. dan menata pameran seni rupa dalam bentuk pameran kelas. dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. menampakran. Menunjukkan sikap kan hasil gambar ilustrasi dengan tema apresiatif terhadap kesesuaian benda alam : buah-buahan. menyiapkan karya seni nusantara. 2003: 28-33). Februari 2008 Kelas dan Topik Pebelajaran Kegiatan Pembelajaran Apresiatif Produksi seni rupa tiga dimensi.imajinatif mengenai alam sekitar. dan mengidentifikasi jenis karya rupa dalam bentuk relief plastisin/tanah seni rupa murni yang ada di daerah liat dengan pola seni hias. menyiapkan setempat. dalam Zamroni. menampakilustrasi dengan tema seusai dengan suakan sikap apresiatif terhadap motif sana sekitar sekolah. seni rupa yang diciptakan untuk pameran kelas. tangkai. bentuk pameran kelas. Menjelaskan kakna Seni rupa mur. mengidentifikasi jenis karya ilustrasi dengan tema benda alam : buahseni rupa terapan yang ada di daebuahan. menyiapkan karya seni untuk pamelaskan cara membatik. Kelas 4(empat) Semester 1 Kelas 4(empat) Semester 2 Kelas 5(lima Semester 1 Kelas 5(lima Semester 2 Kelas 6(enam) Semester 1 Kelas 6(enam) Semester 2 PENGEMBANGAN SILABUS Istilah silabus dapat didefinisikan garis besar.92 BAHASA DAN SENI. serta membuat motif hias jumputan. dan menun. Tahun 36.karya seni rupa untuk pameran. Mengidentifikasi jenis motif hias Membatik dengan teknik sederhana. Memamerrah setempat. hias karya seni Nusantara daerah lain. Menampilkan sikap apre. menjemengekspresikan diri melalui gambar laskan cara membatik. atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran (Salim. dsb. serta siatif terhadap karya seni rupa menata pameran karya seni rupa dalam murni. tangkai. merancang boneka. dan jukkan sikap apresiatif dalam karya memberi hiasan/warna pada benda tiga seni rupa tiga dimensi dimensi.Mengekspresikan diri melalui karya seni ni. Seperti diketahui. mengekspresikan menampilkan sikap apresiatif terdiri melalui gambar ilustrasi manusia hadap keunikan motif hias karya dan kehidupannya. dan hal teknik dan bahan. pada karya seni Nusantara. iktisar.Mengekspresikan diri melalui gambar pan. kerang. dan rang. Menjelaskan makna seni rupa tera. Menjelaskan makna motif hias. terlebih dahulu perlu ditentukan standar kompetensi yang . hias karya seni Nusantara daerah membuat boneka berdasarkan rancangan. ringkasan. dsb.

memerhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa. konsistensi. seperti pembuatan rencana pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari pengem- bangan silabus antara lain: ilmiah. diperlukan prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan: (1) apa yang akan diajarkan (standar kompetensi. Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut. dan pengembangan sistem penilaian. sebab setiap individu mempunyai kondisi psikologis yang berbeda sehingga kecukupan materi. maupun urutan penyajiannya disusun secara rinci dan sistematis. misalnya kegiatan belajar secara klasikal. baik rencana pembelajaran untuk satu standar kompetensi maupun satu kompetensi dasar. relevansi. dan materi pembelajaran). pengalaman belajar yang harus dilakukan. tingkat kelas. (3) bagaimana dapat diketahui bahwa standar kompetensi telah dicapai (evaluasi/sistem pengukurannya). (2) bagaimana cara mengajarkannya (pengalaman belajar.Mistaram. materi yang harus dipelajari. Memerhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa dalam artian kecukupan bahan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. dan keterampilan yang ingin dicapai. Demikian pula silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian. dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian standar kompetensi. sistematis. yaitu kegiatan menjelaskan makna motif hias dan mengidentifikasi jenis motif hias pada karya seni Nusantara daerah setempat serta menunjukan sikap apresiatif pada ragam hias. dan adanya keterkaitan antar komponen dalam silabus tersebut. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 93 berisikan kebulatan pengetahuan. atau pembelajaran secara individual. Prinsip ilmiah berisikan materi pembelajaran yang akan dipelajari siswa dengan kadar keilmiahan (kebenaran ilmiah) dan melibatkan para pakar di bidang seni budaya sehingga materi pembelajaran tersebut disajikan dalam silabus yang sahih (valid). metode. . Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran. kelompok kecil. Sesuai dengan Kurikulum 2006 pada pendidikan seni rupa tersebut. Dengan kata lain. dan media). Dalam pengembangan silabus. silabus merupakan satu kesatuan yang mempunyai tujuan yang terdiri atas komponenkomponen. kompetensi dasar. dan kecukupan. kedalaman. Silabus merupakan sumber pokok dalam menyusun rencana pembelajaran (bahan ajar). sikap. silabus yang dikembangkan adalah silabus untuk SD kelas 5 semester 1 yang terdiri atas kegiatan apresiasi. Sebagai suatu sistem. pengelolaan kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan di Candi Badut dan beberapa hasil ragam hias dari Candi Badut yang di implemtasikan pada produk batik.

94 BAHASA DAN SENI. mengidentifikasi jenis motif hias pada karya seni Nusantara daerah setempat. Membedakan dengan ragam hias yang lain Pilihan ganda (terlampir) 2 x 45 menit Buku Pendidikan Seni budaya dan Keterampilan SD . Nomor 1. Tahun 36. Februari 2008 Sekolah Kelas/Smester Mata Pelajaran Standar Kompetensi : SD : V/1 : Seni Budaya dan Ketrampilan : Seni rupa (Menjelaskan makna motif hias. Penilaian Alokasi Waktu Contoh Instrumen (terlampir) 4 x 45 menit Lapangan & Buku Pendidikan Seni budaya dan keterampilan SD Sumber Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Belajar Indikator Teknik Bentuk Instrumen Ceklis Menjelaskan makna motif hias Motif Hias Candi Badut Observasi lapangan Mengidentifikasi Ragam Hias Candi Badut Mengelompokkan jenis ragam hias di candi Badut Menunjuk Kan sikap apresiatif Mengerti dan menyenangi berbagai jenis ragam hias di candi Badut Mengklasifikasi berbagai jenis ragam hias di candi badut (kerja kelompok) Mengamati berbagi jenis ragam hias di andi Badut hasil teman sebaya Mengetahui Candi Badut secara keseluruh-an Mengamati ragam hias yang ada di Candi Badut Menjelaskan jenis-jenis ragam hias di Candi Badut Menjelas kan makna ragam hias di candi Badut Lembar pengamatan Proses pengelompokan dan hasil akhir Tes tertulis Laporan siswa (terlampir) 2 x 45 menit Buku Pendidikan Seni budaya dan Keterampilanan SD Menunjukkan ragam hias yang benar dan salah.

termasuk Tugu. ragam hias Makara. Ragam hias Mlati Ragam hias Semanggi Ragam hias Wajik Ragam hias Tugu Ragam hias batik yang sederhana dan lengkap alat foto.Mistaram. Ada beberapa ragam hias yang berada di candi Badut. digubah dan digabungkan dengan berbagai ragam hias yang berada di sekitar Kota Malang. siswa di beadalah kegiatan lapangan (observasi) di lo. Berada di lokasi Desa Badut di Kota Malang. mendokumentasikan gambar dengan ceramah oleh Dinas Cagar Budaya. Dalam kegiatan observasi lapangan Pengalaman belajar yang dirancang di lokasi Candi Badut Malang. dan ceplok wajik serta ragam hias bunga Melati.yang dijelaskan oleh pegawai cagar budaya mati candi. Dalam ragam hias batik Kota Malang. ragam hias ceplok bunga. meneliti ragam hias yang ada di Kota Malang. Siswa aktif mendengarkan candi. Beberapa jenis ragam hias yang ada di Candi Badut yang digubah menjadi ragam hias batik Malangan seperti berikut. guru . dan menggambar ragam hias pada PENGALAMAN BELAJAR kertas. raga hias pinggir. menga.kali dengan cerita keberadaan Candi Badut kasi Candi Badut di Kota Malang. Ragam hias terse- but diidentifikasi untuk menjadi unsur ragam hias batik. di antaranya ragam hias Kala yang berada di atas pintu masuk candi. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 95 MATERI POKOK DAN URAIAN MATERI Candi Badut di Kota Malang Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur yang didirikan pada abad 7-8.

baik dalam perspektif apresiatif maupun kreatif. efektivitas program pengajaran dapat diketahui. dan mendiskusikan kelompok di rumah. Penilaian sebagai sebuah proses mengandung arti bahwa penilaian terdiri atas serangkaian kegiatan yang direncanakan. serta membuat laporan kelompok. Februari 2008 mengamati tingkah laku siswa dengan melakukan ceklis pada siswa secara aktif. Penilaian dilakukan secara sistematis dapat diartikan bahwa kegiatan penilaian berdasarkan aturan-aturan dan prinsip-prinsip tertentu yang semestinya diperhatikan dalam pelaksanaan penilaian Dalam melaksanakan penilaian. Nomor 1. dilakukan perbandingan ragam hias batik. Setelah siswa melakukan proses pengamatan. Untuk membandingkan ragam hias yang ada di Candi Badut dengan ragam hias lain di Malang. jangan sampai peserta didik merasa dirinya di bawah pengawasan guru. dan penilaian hasil kerja kelompok. Berdasarkan evaluasi tersebut. Siswa aktif berdiskusi. yang akan dijadikan materi diskusi kelas pada pertemuan berikutnya. Pengamatan lapangan dilakukan dengan mendekati Candi Badut. menaiki candi. dimulai dari menetapkan tujuan penilaian. Rangkuman penilaian itu akan dilaporkan secara kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan hasil menyeluruh serangkaian tugas dari satu semesternya . Tahun 36.96 BAHASA DAN SENI. sampai dengan pengambilan keputusan. dan hasil akhirnya. penilaian tersebut diimplementasikan pada sekumpulan tugastugas mulai dari awal sampai dengan akhir sehingga dapat digambarkan bagaimana perkembangan sikap apresiatif peserta didik. dan menyenangkan. baik berkaitan dengan hail belajar peserta didik maupun yang berkaitan dengan prosedur pembelajaran. mengumpulkan data. Siswa aktif mencatat hal-hal yang berkaitan dengan ragam hias. Untuk itu. tahapan berikutnya dilakukan diskusi di tempat lokasi. Tahapan berikutnya adalah penilaian proyek yang dilakukan oleh guru berdasarkan hasil-hasil pengamatan. yaitu membicarakan temuantemuan dari hasil pengamatan. Proses pelaksanaannya hendaknya selalu dijaga agar tetap bersifat alamiah. mengembangkan instrumen. Pemaparan hasil dari kerja kelompok dengan cara menempelkan hasil kerja kelompok masing-masing pada papan tulis. yaitu mencetak dokumentasi foto pada kertas. guru melakukan penilaian proses diskusi dengan menggunakan lembar pengamatan yang berupa ceklis. peserta didik diberi peluang seluas-luasnya untuk mengaktualisasikan diri. guru menjadi fasilitator untuk diskusi kelas. para Guru (pendidik) perlu menciptakan suasana yang kondusif. seperti yang tertera pada materi pokok yang telah dipersiapkan. dan mencatat serta mendokumentasikan ragam hias yang ada di candi Badut dengan menggunakan alat fotografi. IMPLEMENTASI PENILAIAN Secara umum penilaian merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program pengajaran. artinya. perkembangan. Penilaian portofolio. . Tahapan berikutnya adalah tugas kelompok yang dilaksanakan secara mandiri. Penilaian itu dilakukan dengan menggunakan portofolio dari sejumlah hasil-hasil dari tugas-tugas siswa. Penilaian dalam konteks pengajaran merupakan suatu proses sistematis dalam menentukan tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik. penilaian diskusi.

3 Kecakapan untuk menyelesaikan hasil akhir Apresiasi Kejelian mengamati unsur seni rupa Kecakapan untuk mendeskripsikan hasil pengamatan Kecakapan untuk mengambil keputusan menilai 2 3 Keterangan : Bobot untuk seluruh kegiatan : 10 Kegiatan 1 bobotnya : 3 Kegiatan 2 bobotnya : 5 Kegiatan 3 bobotnya : 2 Ekivalen Skor : No 1. Evaluasi pada program pembelajaran dan strategi pembelajarannya merupakan hal yang vital karena keberhasilan pembelajaran amat tergantung pada program yang dirancang beserta perangkatnya. Komponen A = skor 85 .100 B = skor 70 84 C = skor 55 69 D = skor 10 54 . Di dalam standar kompetensi pendidikan seni. 2. anak diajarkan menilai karya temannya dengan menyebutkan berbagai alasan sesuai dengan . 1 Skala Rentang 2 3 4 5 Kelengkapan Tugas Kualitas karya yang dihimpun Perkembangan kemampuan dan kreasi siswa Sikap menyeluruh EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN SENI RUPA Dalam pembelajaran seni. dan hasil yang dicapai. proses pembelajaran.5 Kecakapan sosial untuk bekerjasama Hasil Akhir 2. 1 Kegiatan A Kategori B C D Proses Kreasi 1. Dalam mengapresiasi hasil karya seni teman sejawat.2 Kecakapan mengolah informasi 1.3 Kecakapan mengambil keputusan 1. diperlukan evaluasi untuk mengevaluasi program yang dilaksanakan. Rancangan program pembelajaran yang dibuat oleh guru pada setiap tingkatan kelas. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 97 No. mengapresiasi karya seni rupa adalah upaya untuk bisa menghargai karya teman sejawat dan sekaligus menilai hasil. semua guru. Evaluasinya dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapainya. membentuk sikap toleransi yang akan berdampak pada nilai sosial kemasyarakatan bagi siswa. perlu dievaluasi. 3.2 Kecakapan untuk mengomposisikan warna 2. Tujuannya.4 Kecakapan untuk memecahkan masalah 1. 4.Mistaram. Hasil evaluasi dipublikasikan melalui orang tua siswa.1 Kecakapan menangkap informasi dari guru 1. dan kelembagaannya.1 Kecakapan variatif dalam unsur seni rupa 2.

seperti sumbersumber ideologis. apakah ia mampu melakukan inovasi pembelajaran. dan apakah ia juga mencatat semua permasalahan yang ditemukan di kelas dan berupaya untuk menemukan solusinya. dan kesosialannya. (e) keterampilan guru dalam pembelajaran seni dengan berbagai inovasi pembelajarannya. Bila guru seni telah melakukan semua hal tersebut. dan pelaksana pembelajaran. strategi pembelajaran. Februari 2008 tingkat perkembangan kognitifnya. Berbagai sumber belajar bisa diberikan kepada siswa agar siswa mendapatkan pengalaman banyak yang berbasis pada lingkun- gannya. yang dimulai dari persiapan. dan secara berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan berkarya seni sesuai dengan tingkatan umur dan kemampuan. Hal tersebut digunakan guru untuk memberikan bimbingan untuk mengembangkan imajinasi anak dalam berkarya seni. musik. psikologis. proses. berdasarkan kemampuan siswa menganalisis hasil karya temannya. kemanusiaan. Tahun 36. Evaluasi kurikulum pendidikan seni. dan (c) keterlibatan siswa dalam ikut menilai hasil karya seninya dan hasil teman sebayanya. 1. Hal itu berlaku pada semua kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran seni. Evaluasi pembelajaran seni yang berkaitan dengan: (a) teknik mengomunikasikan konsep-konsep tentang seni. hal yang juga dirasa amat penting adalah mengevaluasi guru seni. begitu juga siswa bisa menilai kurang yang harus dibarengi dengan kemampuan menjelaskan mengapa ia menilai kurang. predikat pendidik seni itu kompeten untuk melaksanakan pendidikan seni. 2. hasilnya akan diterima oleh masyarakat . Setelah program pembelajaran bersama strateginya di evaluasi.98 BAHASA DAN SENI. yaitu seni rupa. dan hasilnya. dan semuanya diimplementasikan pada pembelajaran seni rupa pada setiap tingkat dan jenjang pendidikan. mudah. 3. Apakah guru seni mampu menjadi fasilitator dalam pembelajaran seni. dan fisik. Nomor 1. Pengalaman yang berbasis lingkungan sekitarnya. seni untuk pendidikan adalah memberikan kemampuan untuk menghargai karya seni taman. (b) perlakuan secara individual dan sosial dalam kelas. Setelah mengevaluasi program pembelajaran. yang perlu di evaluasi adalah sumber-sumber pembelajaran seni yang digunakan oleh guru seni tersebut. apakah ia mampu memotivasi setiap siswa secara individual. dan (c) evaluasi sumber-sumber yang digunakan sebagai pendukung pembelajaran dalam pendidikan seni. Kemampuan mengapresiasi karya seni hasil teman sejawatnya itu merupakan balikan bagi guru untuk melakukan strategi pembelajaran. Saat siswa dalam proses berkarya (pembelajaran). (b) evaluasi kebermaknaan pendidikan seni. dan (f) sikap guru kepada siswa. dan tari. Bila setiap guru memahami betul bagaimana mengelola kegiatan pembelajaran seni rupa dan menilai karya seni. tentunya ia bisa menjelaskan mengapa karya temannya itu baik. dan pembimbingannya. guru bisa membimbing setiap siswa secara individual. (c) pengarahan pola-pola perilaku siswa dengan berbagai motivasinya. Dari uraian tersebut. evaluasi pembelajaran seni dapat dipilah sebagai berikut. Evaluasi belajar yang berkaitan dengan: (a) media pembelajaran yang digunakan. dan dapat dicerna dengan mudah. 4. Artinya. yang mempunyai makna mengenali lingkungannya dari dekat. yang berkaitan dengan keadilan. (d) kemampuan guru dalam bidan seni. finansial. dengan menggunakan berbagai pertimbangan penilaian. yang berkaitan dengan (a) evaluasi tujuan umum pendidikan seni. Dalam arti siswa mampu menganalisis seni berbasis lingkungan. (b) bentuk-bentuk penilaian proses dan hasil pembelajaran seni. Anak bisa menilai baik .

maka tujuan pendidikan seni budaya sebagai pendidikan nilai dapat dicapai dengan baik. Dengan demikian. mandiri. dan kebahagiaan secara individu atau sosial berdasarkan kebenaran berimplikasi pada upaya memperoleh pengetahuan sepanjang hayat. pengalaman. ----------------. Dinas Pendidikan Jawa Timur. berilmu. yang terintegrasi pada pribadi. berilmu. diperlukan partisipasi pelaksana kurikulum (guru) yang betul-betul mempunyai kompetensi yang handal dalam pembelajaran seni. berdasarkan nilai kemasyarakatan. berakhlak mulia. bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. penyusunan silabus. PP No. yang tingkat pemaknaannya tergantung pada usia. kejujuran. --------------. Kurikulum 2004. PENUTUP Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 2003. DAFTAR RUJUKAN ----------------. cakap. pendidikan seni budaya adalah pendidikan nilai. dengan berbagai alternatif pembelajaran dan penilaiannya. 2004. Melalui pendidikan seni dalam kurikulum seni budaya dan keterampilan. kepercayaan. ekspresi dan rasa indah. dan dimulai sejak dini usia. bukan pendidikan profesi. dan disiplin. berimplikasi pada dimensi-dimensi transedental. --------------. saling menghargai. Nilai dasar spiritual. Nilai dan kebijakan itu menjadi dasar pengembangan kehidupan manusia yang memiliki peradaban. terdapat nilai dasar kasih sayang. 2003. sehat. dan tingkat kesadaran pribadi pada setiap manusia. kreatif. Penyusunan Silabus dan Pengembangan Penilaian 99 dengan baik sehingga tujuan pendidikan yang mencerminkan pendidikan nilai. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Jakarta: Depdiknas. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. DirSLTP. Untuk mewujudkan cita-cita yang diamanatkan oleh UU Pendidikan tersebut amat berat namun bisa dicapai secara bertahap.22 Tahun 2006. Dengan perencanaan pembelajaran yang tepat. dan terutama dalam bidang keindahan (estetika). diperlukan berbagai pertimbangan dan teknik pelaksanaannya. Pengembangan Umum Silabus. Jakarta: Depdiknas. sehat. Bila penanaman nilai sejak dini usia telah ditanamkan dan penanaman tersebut berkesinambungan sampai pada tingkat pendidikan menengah. mandiri. Nilai dasar estetis yang berimplikasi pada kasih sayang. Kerangka Dasar. dengan evaluasi yang tepat pula. kepolosan. Suatu visi kedepan untuk membangun peradaban manusia. agar siswa mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam pendidikan nilai. berakhlak mulia. kebenaran (logika). kejujuran. kreatif. cakap. apa yang dicita-citakan tersebut dapat dicapai. dalam bidang etika (kebaikan). kebaikan. keindahan. Konsep dasar dan Rencana Program Pelaksanaannya. Ditjendikdasmen. . Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Pendidikan seni budaya sebagai pendidikan nilai mempunyai komponen esensial kepribadian manusia yang berupa nilai (value) dan kebijakan (vitues).Mistaram. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Untuk mencapainya. harga diri. Jakarta: Depdiknas.

Dewey. 2006. Yogyakarta: LESPI. Februari 2008 -------------. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Pedoman Umum Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi SMA. Beberapa Pengantar. Jakarta: UT. Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio. Semarang: UNNES. Syaiful & Aswan Zain. Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan. Prawira. Memadukan Quantum Teaching & Learning. Oemar. Agus Cahyono. Teks Seni. T Raka. Strategi Belajar mengajar. Media Pembelajaran. 2006. 2003. Bahri D. Surabaya: Karya Anda. Handout perkuliahan Pasca Sarjana. Djohar. A Suminto. Gordon & Jennette Vos. Arsyad. Nomor 1. Surabaya: Pemprop Jatim Dinas Pendidikan Jawa Timur. 2003. Bandung: Nuansa. Soeharjo. Pendidikan Strategik. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2000. Jakarta: Depdiknas.100 BAHASA DAN SENI. Psikologi Belajar dan Mengajar. Penilaian Kelas. 2003. Pengalaman dan Pendidikan. Sumardjo. Jacob. Bandung: Genesindo. Tahun 36. 2004. Jakarta: Depdiknas. Materi dan Pembelajaran Krtakes SD. 2004. Buku 1 & 2. Jakarta: Rine-ka Cipta. . 2002. 2004. -------------. Safi i. 2005. Buku Ajar Mahasiswa PGSD. 2000. Dryden. Nanang Ganda. 2004. Pendidikan Seni. Dasim. Bandung: ITB. 2002. Semarang: Gerbang Madani Sayuti. Wenger. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. 1984. 2002. Agus. Yogyakarta: Kepel Press. Tejo Djatmiko. alih bahasa John de Santo. Malang: Jurusan Seni dan Desain UM. Indonesia Belajarlah. Revolusi Cara Belajar. Pendidikan seni Rupa & Kerajinan. Salim. Bandung: UPI. Filsafat Seni. -------------. Win. 1999. Azhar. John. Humalik. dari Konsep sampai Program.J. Bandung: Kaifa. Kepmendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Budiansyah. 2005. A. Joni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful