P. 1
Makalah Filsafat Islam

Makalah Filsafat Islam

|Views: 765|Likes:
Published by Arina Haqqo Hidayah

More info:

Published by: Arina Haqqo Hidayah on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

FILSAFAT ISLAM

A. Pengertian Filsafat Islam Masuknya filsafat berkembang di pesisir samudera Mediterania bagian timur pada abad 6M yang ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab persoalan seputar alam, manusia dan Tuhan. Dari Mediterania bergerak menuju Athena, yang menjadi tanah air filsafat. Ketika Iskandariah didirikan oleh Iskandar Agung, filsafat mulai merambah dunia timur, dan berpuncak pada 529M. Ketika filsafat bersentuhan dengan Islam, maka yang terjadi bahwa filsafat terinspirasi oleh pokok-pokok yang bermuara pada sumber-sumber hukum Islam. Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh filosofnya adalah muslim. Para filosofnya hidup dan bernafas dalam realita Al-Quran dan As-Sunah. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semua filosof muslim menggali kembali karya-karya filsafat Yunani, namun kemudian mereka menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih ³mencari Tuhan´, dalam filsafat Islam justru Tuhan ³sudah ditemukan´. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Arab yang juga diambil dari bahasa Yunani, philosopia, Philo = cinta, sopia =

kebijaksanan. Jadi dilihat dari akar katanya, filsafat mengandung pengertian ingin tahu lebih mendalam atau cinta kebijaksanaan. Pengertian filsafat dari segi istilah adalah berpikir secara sistematis, radikal dan universal untuk mengetahui tentang hakikat segala sesuatu yang ada berdasarkan ajaran islam, seperti hakikat alam, hakikat mansia, hakikat masyarakat, dan lain sebagainya. Dengan demikian, muncullah filsafat alam, filsafat manusia, filsafat masyarakat, dan lain sebagainya. Filsafat Islam itu adalah filsafat yang berorientasi pada Al-Quran, mencari jawaban mengenai masalah-masalah asasi berdasarkan wahyu Allah Adapun pengertian Islam, dari segi bahasa dapat diartikan selamat sentosa, berserah diri, patuh, tunduk dan taat. Seseorang yang bersikap demikian disebut muslim, yaitu orang yang telah menyatakan dirinya ta¶at, menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT. Selanjutnya pengertian Islam dari segi istilah adalah agama yang ajaran -ajarannya diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Ajaranajaran Islam tersebut selanjutnya terkandung dalam Al Qur¶an dan As Sunnah. Dari pengertian filsafat dan Islam sebagaimana diuraikan diatas, kita dapat berkata bahwa filsafat Islam, adalah filsafat yang berorientasi pada Al Qur¶an, mencari jawaban mengenai masalah masalah asasi berdasarkan wahyu Allah. Jadi ciri utama kegiatan Filsafat Islam adalah berpikir tentang segala sesuatu sejalan dengan semangat Islam. Dengan berfilsafat, seseorang

1

tokohtokohnya dididik dengan ajaran Islam dan hidup dalam suasana Islam. kita menganalisa dan membuktikan. Topik-topik filsafat Islam itu bersifat religius.akan memiliki wawasan yang luas tentang segala sesuatu. dapat berpikir teratur. Dengan akal. y Ketiga harus bersifat universal. tidak melompat-lompat sehingga kesimpulan yang dihasilkan oleh pemikiran tersebut benar-benar dapat dimengerti. maksudnya harus sampai ke akar -akarnya. Ia menciptakan dengan semata-mata anugerah. manusia dan alam. Filsafat Islam merupakan perpanjangan dari pembahasampembahasan keagamaan dan teologi yang ada sebelumnya. ti ak cepat d puas dalam penemuan sesuatu. Yaitu : y Pertama harus bersifat sistematis. B. Ia ada 2 macam. bahkan sejalan dengan filsafat kontemporer. y Kedua harus bersifat radikal . Ciri Khas Filsafat Islam  Sebagai filsafat religius-spritual Dikatakan filsafat religius. Karena akal praktis inilah yang menerima persepsipersepsi inderawi dan meringkas pengertian universal dengan bantuan akal aktif. teoritis khusus berkenaan dengan persepsi dan epistemology. yaitu menyeluruh. Untuk 2 . Dengan cara religius dan spiritual ini. Mereka bertumpu pada akal dalam banyak hal. kita menyingkap realita-realita ilmiah.  Filsafat Rasional Walaupun bersifat religius-spiritual. Para filosof Islam sejalan dengan Mutazilah yang mendahului mereka dalam mengagungkan akal dan tunduk kepada hukumnya. Karena Ia adalah pencipta. Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa. Dalam hal ini perlu juga dijelaskan tentang ciri-ciri berpikir yang philosophis. Kedua. filsafat Islam bisa mendekati filsafat skolastik. melihat hakikat sesuatu dari hubungannya dengan yang lain. Ia jaga dengan perhatian-Nya dan Ia tundukan dengan kepada hukum-hukum permanen dan kokoh. Dengan akal. Karena akal merupakan salah satu pintu pengetahuan. seperti meng-Esakan Tuhan. saling menghargai pendapat orang lain. Maksudnya bahwa pemikiran tersebut harus lurus. sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dipikirkan.Nya. Pertama. karena filsafat Islam tumbuh dijantung Islam. maka Ia mencipta dan bukan sesuatu. praktis bertugas mengendalikan badan dan mengatur tingkah laku. dan tidak dibatasi untuk kurun waktu tertentu. mengatur dan menatanya3. tetapi filsafat Islam juga amat bertumpu pada akal dalam menafsirkan problematika ketuhanan. selalu bertanya dan bertanya.

mereka sepakat bahwa dengan akalnya manusia mampu membedakan baik dan buruk. Jadi. yaitu manusia dan dunianya.itu. seakan-akan si filosof mengetahui segala-galanya. filsafat Islam juga memasukan teks agama dengan akal. juga dalam pengertiannya terhdap wahyu itu. tetap terbatas dan tidak pasti dalam pengertiannya. Filsafat dan Agama berbicara tentang hal yang sama. Selain berciri religius. Mereka mengemukakan teori bahwa Allah harus melakukan yang baik dan yang terbaik. Akan tetapi. mencapai tujuan dengan prinsipprinsip itu. Pengetahuan mudah membuat orang menjadi sombong. kita tidak akan maju jauh. Meskipun yang mau dibicarakan adalah wahyu Allah. Apabila yang satu membawa kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta manusia dan dunianya itu. tidak mungkin kita mengharapkan kesuksesan perpaduan yang landasannya salah. hal ini merupakan titik awal yang melandasi para filosof selanjutnya. Apakah fungsi filsafat dalam berhadapan dengan agama yang menimba 3 . Akan tetapi. orang yang bicara atas nama agama juga dapat berdosa karena sombong. Mereka menerjemahkan hampir semua buku standar Aristoteles. ada aspek yang tidak sesuai dengan agama. Namun. namun ia dapat lupa bahwa ia sendiri tetap manusia. Aritoteles dan Plato amat mempengaruhi banyak aliran Islam. dengan cara mengadakan "perhitungan". Perpaduan yang diusahakan para filosof Islam merupakan salah satu rajutan jembatan yang mendekatkan filsafat Arab dengan filsafat latin. dan yang lainnya dari akal manusia yang selalu diliputi kekurang-jelasan dan ketidakpastian. Jika perpaduan Plato dan Aristoteles sebagai salah satu asas yang melandasi filsafat Islam. bahkan mampu membedakan baik dan buruk sebelum ada ketentuan agama. di lain pihak. Filsafat juga dapat membuat orang menjadi sombong. Itu sebabnya mengapa para filosof Islam sibuk memberi ciri agama kepada filsafat. mereka konsentrasi khusus mempelajari Plato dan Aristoteles. maka prinsip yang kedua adalah memadukan filsafat dengan agama. membicarakannya secara detail. Tidak pelak lagi. Itu memang ada benarnya. mengapa lalu orang masih sibuk dengan agama? Itulah pertanyaan yang tidak jarang dikemukakan oleh orang bertakwa terhadap usaha para filosof. pertanyaan di atas tetap perlu kita jawab. Dalam filsafat.  Filsafat Sinkretis Filsafat Islam memadukan antar sesama filosof. sehingga perbuatan Allah tidak terlepas dari kriteria baik. yang meletakkan prinsi-prinsipnya. seakanakan ia pasti lebih maju daripada orang yang saleh. Aristoteles dan Plato adalah pemimpin filsafat. Akan tetapi. Akan tetapi.

pendapat orang atau otoritas di sekeliling kita. sikap rasional itu kelihatan dalam tantangan. melainkan mencari pertimbanganpertimbangan yang dapat dimengerti dan dicek oleh orang lain untuk menanggapi keberatan itu. Seorang rasionalis yang taat azas sebetulnya tidak dapat berbuat sesuatu apa pun karena segala perbuatan mengandaikan hal-hal 4 . adat kebiasaan. Sedangkan orang yang bersikap rasional adalah orang yang betul-betul memperhatikan. Maka ia tidak dapat percaya pada cinta orang lain. sebaiknya kita bertolak dari tiga pandangan ekstrem tentang hubungan itu. kalau kita dalam banyak hal mengandalkan pendapat orang lain. Jadi. apabila pendapat atau pengandaian kita memang dipersoalkan. pada pengalaman masyarakat yang tertuang dalam adat kebiasaan. kita tetap tidak dapat mengecek sendiri apakah kota itu betul-betul terletak di pantai utara Irian Jaya dan bahwa kota itu memang Jayapura. Fideisme dan Relativisme. Tiga pandangan itu adalah Rasionalisme. kepercayaan.pengertiannya dari wahyu Allah ? Untuk menjawab pertanyaan ini. Adalah tidak bertentangan dengan sikap rasional. ia berawal dari sebuah pengandaian yang justru tidak mungkin terpenuhi : Yaitu bahwa segala sesuatu dapat dimengerti seseorang. kalau pun kita pernah bermaksud pergi ke sana. kita perlu terlebih dahulu membicarakan hubungan antara wahyu dan akal budi. bahkan perasaan kita sendiri (yang kadang-kadang lebih dapat dipercayai daripada sekedar pikiran pintar yang masuk ke kepala kita). Seorang rasionalis tidak menerima sesuatu apapun yang tidak dibuktikan. Sikap rasionalisme lebih dari itu. memeriksa dan menjawabnya. kita tidak boleh menjawabnya dengan mengacu kepada kebiasaan. Allah hanya mau diterima sejauh ia sendiri dapat mengertinya. kita tergantung kepada pengertian dan kepastian orang lain dan masyarakat. dan tentu juta tidak percaya pada wahyu. Tetapi. Maka rasionalisme adalah lawan agama. Akan tetapi. Orang yang bersikap tidak rasional adalah orang yang menolak tantangan semata-mata karena keyakinannya. Sikap rasional tidak menuntut kita untuk membuktikan segala-galanya sebelum kita mengandaikannya (misalnya. Padahal Allah dengan sendirinya mengatasi jangkauan pengertian ciptaan. tetapi bukanlah sikap irasional kalau kita yakin bahwa kota itu ada. Sikap rasional tidak menuntut agar segala sikap harus dibuktikan secara lengkap atau "ilmiah". Misalkan kita belum pernah pergi ke kota Jayapura. rasionalisme sebenarnya irasional. 1. Karena. perasaan. Masing-masing pandangan hanya menekankan satu segi dan melalaikan segi-segi lainnya. seperti kami tunjukkan di atas. Dalam hampir semua pengandaian hidup. Sikap rasional justru menerima keterbatasan seseorang dalam memastikan kebenaran suatu masalah. apakah sebuah jembatan yang akan kita lewati betul-betul masih cukup kuat). Tiga Pandangan Ekstrem Untuk membahas hubungan antara wahyu Ilahi dan akal budi manusia.

Kalau bumi kita sudah berumur beratus-ratus juga tahun (menurut anggapan ilmiah. Fideisme pada hakekatnya tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernalar adalah juga ciptaan Tuhan yang diberikan untuk dipergunakan serta dimanfaatkan demi tujuan yang baik. Misalnya. fideisme salah dalam pengandalan bahwa antara hasil nalar dan wahyu nahi mesti ada pertentangan. dan bukan sikap rasionalisme. dunia. keresahan intelektual atau paham-paham baru yang diramaikan. 2. maka tak mungkin bumi baru mulai berada. Sikap ini membuat mustahil pengambilan sikap yang sungguhan. Sedangkan sebagai orang beriman kristiani. Dan sebaliknya. sekarang bumi berumur antara 4 dan 5 milyar tahun). dan sekaligus menganggap bahwa penggunaan nalar manusia tidak perlu. ia percaya bahwa dunia diciptakan sekitar 7000 tahun lalu dalam waktu tujuh hari. la dapat juga berwujud pandangan dunia yang secara prinsipiil menolak segala pertimbangan nalar sebagai tidak memadai terhadap kepastian yang merupakan ciri hakiki wahyu Allah. Dua-duanya boleh bertentangan. Relativisme merupakan penyerahan claim atas pengetahuan yang benar. maka menjadi jelas bahwa kesalahan dasar sikap-sikap itu terletak pada ketidakseimbangannya. Sikap terakhir itu menjadi fundamentalisme apabila semua pandangan tentang alam. sebagaimana akan kami perlihatkan di bawah. masyarakat dan sejarah diambil secara harfiah dari sumber-sumber wahyu yang dipercayai (dari Kitab Sucinya) dengan menolak segala hasil ilmu pengetahuan yang benar-benar. Sikap seimbang adalah sikap yang dapat menerima serta 5 . Yang kita cari adalah sikap seimbang. tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam sumber wahyu itu. sebagai orang bernalar. Maka. Relativisme dapat juga disebut sebagai ajaran tentang dua keb enaran : Ada kebenaran agama dan ada kebenaran nalar. Relativisme melepaskan paham kebenaran sama sekali. tak perduli kepada segala macam pikiran. atau hanya tampaknya. sesuatu itu sejauh ada. Kecuali itu.yang tidak dapat dicek (dapatkah ia mengecek setiap kali mau makan. kritik. Menurut prinsip non-kontradiksi. Fideisme dapat berwujud iman sederhana seseorang yang merasa cu kup dengan mengikuti pedoman agamanya. Allah itu sekaligus dapat disebut ada dan tidak ada. sekitar tujuh ribu tahun yang lalu. seseorang menerima ajaran Darwin tentang evolusi jenis-jenis makhluk hidup di dunia selama beratus-ratus juta tahun. Fideisme (dari kata Latin ':fides". Pandangan Seimbang Apabila kita meninjau kembali rasionalisme. melalui penciptaan. fideisme dan relativisme. iman) adalah sikap membatasi diri pada iman akan wahyu Allah. menurut relativisme. Fideisme adalah kebalikan dari rasionalisme. tidak mungkin tidak ada. Jelaslah bahwa relativisme adalah siap yang paling lemah dari tiga sikap ekstrem itu. apakah dala makanan m itu tidak ada bisa?) Yang harus dituntut adalah sikap rasional.

Berdosa terhadap kehendak Dia yang menciptakan nalar itu. dan pertentangan itu kelihatan bersifat sementara. Hakekat nalar manusia adalah mencari kebenaran. justru kemutlakan Allah itulah yang seharusnya membuat kaum fideis sadar bahwa kemampuan manusia untuk bernalar perlu dipergunakan. dari Allah. Misalnya saja. kalau manusia mempergunakan nalarnya secara benar. segala apa yang ada adalah ciptaan Allah. adalah salah. termasuk akal budi dengan kemampuannya untuk bernalar. percaya kepada wahyu ilahi. Teori ilmu pengetahuan moderen membuat kita sangat sadar akan keterbatasan nalar. Fideisme mementingkan iman. menyelidiki dan mengetahui. la suka melihat satu sudut dan melupakan yang satunya. artinya secara terbuka. tetapi menghubungkannya satu sama lain. semua pemecahan konflik wahyu-nalar yang berpola : Kurangilah. Maka sabda Allah adalah mutlak benar dan merupakan pegangan mutlak bagi manusia. Jadi. adalah tidak mungkin. Maka. jelas Allah itu ada mutlak. akalbudi dan wahyu berasal dari sumber yang sama. ia sampai pada hasil yang bertentangan dengan wahyu. ia langsung akan mengakui bahwa sikap dasar fideisme itu benar. Dan oleh karena itu. Kalau Allah ada. Jadi.tangan. Di satu pihak. salah secara moral karena membuka pintu pada sikap munafik dan bohong. semakin ia tidak berpikir. Salah terhadap nalar. tidak mungkin dua-duanya secara prinsip bertentangan. maka baik adanya maupun tidak adanya tidak dapat dipastikan 6 . atau hentikanlah penalaran. tidak pernah menangkap seluruh kebenaran.menanggapi unsur-unsur benar dalam tiga sikap ekstrem itu. la terpengaruh oleh prasangkanya. bahkan ia berdosa terhadap Allah Pencipta apabila ia tidak mau bernalar. mendalam. Hal itu tidak mengherankan. Itu juga berarti bahwa adalah tidak tepat kalau hubungan nalar-wahyu dirumuskan begini : Pakailah nalar sejauh tidak menyangkut isi wahyu. jangan bernalar secara radikal dan sebagainya. Kalau Allah memang ada. maupun dalam kekuasaan untuk bertindak. Akan tetapi. Tidaklah benar pendapat bahwa semakin alim seseorang. maka hanya ada satu kebenaran. baik sebagai kebenaran. maka Allah mengatasi nalar manusia. sebenarnya tidak boleh ada perten. kritis. Kita mulai dengan fideisme. Kalau orang percaya kepada Allah. pernyataan atheisme bahwa "Allah tidak ada" menurut metodologi sekarang tidak rasional. nalar dapat melampaui batasnya. Karena semuanya berasal dari sumber yang sama. Lalu. Mengapa ? Karena. Wajarlah orang beriman mendasarkan hidupnya atas wahyu Allah. mengapa terdapat pertentangan antara wahyu dan nalar manusia? Atas pengandalan di atas. dan salah secara keagamaan karena menyangkal bahwa nalar berasal dari Allah. dari fihak nalar dan dari pihak wahyu. Dari mana pertentangan sementara itu? Pertentangan antara wahyu dan nalar dapat berasal dari keduabelah pihak. Nalar manusia tidak pernah sempurna. Seseorang akan berdosa apabila pencarian kebenaran diputuskan begitu saja pada titik tertentu. mencari-cari.

Maka dua-duanya wajib dipakai dengan sebaik.baiknya. Kiranya tidak untuk memberitahukan hal-hal yang juga dapat diselidiki dan diketahui melalui nalar yang justru juga diberikan oleh Allah. dapat diketahui 7 . karena untuk itu manusia mau tak mau mempergunakan nalar yang sama yang juga di pergunakan dalam penyelidikan ilmiah atau dalam filsafat. cara manusia menangkap dan mengartikan wahyu dapat saja salah. Ada pertimbangan tambahan. Wahyu sendiri tidak dapat salah karena wahyu adalah sabda Allah yang Maha benar. Jadi dapat saja terjadi pertentangan antara nalar dan apa yang dianggap wahyu. Jadi. wahyu kiranya diberikan kepada manusia untuk mengetahui hal-hal yang justru tidak.melalui nalar belaka. Jadi. Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa antara wahyu dan pengetahuan manusia tidak mungkin ada pertentangan. Maka nalar itu dipanggil untuk mencari pengetahuan serta pengertian yang semakin benar dan mendalam tentang seluruh alam ciptaan. Tetapi tentang siapa Allah yang sebenarnya. manusia dapat mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan dengan cara masing-masing untuk menyelidiki apa yang ada. Untuk itu. alam inderawi dan masyarakat. melainkan antara tafsiran nalar manusia tentang wahyu dan hasil nalar manusia lain. melainkan antara nalar yang satu (yang berusaha mengerti. Wilayah nalar adalah manusia sendiri. Yang ada dalam jangkauan nalar adalah alam terbatas. yaitu Allah. Melainkan. Seakanakan wahyu membuat manusia malas bernalar saja. itu semua secara prinsipiil tak terjangkau oleh nalar manusia (Mengapa? Karena nalar manusia bersifat terbatas/terhingga sehingga kekhasan Allah yang justru tak terbatas/tak terhingga tidak teljangkau oleh-Nya). tetapi menurut maksudnya masing-masing. Kalau ada pertentangan. serta pencarian jejak-jejak kebesaran Allah dalam alam ciptaan. Kiranya manusia dijadikan makhluk bernalar oleh Sang Pencipta agar supaya ia mempergunakan nalarnya itu sebaik-baiknya untuk mewujudkan kehidupannya. kontradiksi itu terletak bukan antara wahyu dan nalar. apa yang menjadi kehendak dan tuntutannya serta sikapnya terhadap manusia. Tentu saja bukan pada wahyu itu sendiri. Wahyu dan nalar berasal dari sumber yang sama. Tetapi.Satu-satunya yang dapat dicapai nalar menuju Allah adalah keterbukaannya. dan tidak pernah. alam tercipta. bagaimana hidup batin Allah. pertentangan itu sebenarnya tak pernah terjadi antara wahyu dan nalar. karena manusia menyebut sesuatu kebenaran wahyu yang sebenarnya bukan wahyu. asal saja keduabelah pihak tahu batas mereka masing-masing. nalar diberikan untuk hal-hal yang terletak dalam jangkauan nalar itu. melainkan di pihak wahyu. melainkan tafsirannya. Tetapi kesalahan sering terletak bukan di pihak nalar. dan dengan demikian selalu juga menafsirkan wahyu) dengan nalar yang lain (yang dipakai dalam kegiatan ilmiah maupun dalam kehidupan sehari hari). Sedangkan Allah tidak dapat "dikuasai" oleh nalar . Pertimbangan ini menunjukkan juga untuk tujuan apa Allah berkenan menurunkan wahyunya.

maka dalam wahyu juga terdapat halhal yang menyangkut dunia (terutama apa yang menjadi tanggungjawab serta kewajiban manusia dalam hidupnya di dunia. kondisi "masyarakat terpaksa" yang serba panik dicekam oleh ketakutan perang dan dibumbui oleh perpecahan intern sudah sewajarnya berdampak pada kejiwaan kumpulan masyarakat ini. Dan menurut kami. kemungkinan besar kita akan salah tafsir dan lalu menciptakan kesan pertentangan yang sebetulnya tak benar. bagaimana urutan terjadinya organisme -organisme hidup di bumi (yang ditegaskan dalam wahyu ialah bahwa ada dunia dan bahwa ada hidup serta bahwa hidup dapat berkembang akhirnya berdasarkan keputusan Allah). sombong dan menyesatkan. melainkan tentang sikap Allah terhadapnya. kita tidak boleh memberikan kesan bahwa semakin kita berpikir secara mendalam dan kritis. Semua hal ini kita cari jawabannya bukan dalam wahyu. Dari berbagai uraian diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa watak dan ungkapan seseorang merupakan cerminan dari situasi politik dan sosio -kultural suatu masa. melainkan tentang hal yang memang tidak dapat diselidiki melalui ilmu pengetahuan. manakah struktur-struktur ekonomis dan politis yang paling cocok agar manusia hidup dengan sejahtera . nalar tidak memadai dan mudah salah tafsir. Akan tetapi. akan lebih mantap dan berani juga untuk mempergunakan akalbudinya. tetapi juga manakah struktur-struktur psikis dan sosial manusia. Karena sikap Allah menyangkut manusia yang masih berada dalam dunia. jadi bidang moralitas) tetapi bukan sebagai pemberitahuan tentang dunia.dengan nalar. 8 . tentang Allah sendiri.jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia : Misalnya apakah matahari mengitari bumi atau sebaliknya. mencari-cari. yaitu tentang Allah sendiri sebagaimana disebutkan di atas. dengan bantuan ilmu pengetahuan. Dan sebaliknya. menyelidiki dan mengetahui. Oleh karena itu dapat juga dikatakan : Apabila nalar mau menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia yang paling fundamental seperti misalnya : Siapakah Allah. melainkan dari pengalaman kita. wahyu tidak bermaksud memberikan informasi tentang hal-hal yang juga dapatkita selidiki melalui ilmu pengetahuan. Justru orang yang mantap karena berakar dalam iman. semakin agama berada dalam bahaya. apa kehendak dan sikap Allah terhadap manusia. Kalau kita mencari jawaban tentang hal-hal manusia dan duniawi itu dalam wahyu. apa tujuan terakhir manusia. la tidak takut dengan pengetahuan yang lebih kritis dan mendalam akan menjauhkannya dari iman. adalah tidak betul pendapat bahwa semakin alim seseorang semakin ia merasa tidak perlu berpikir. dimana semakin tinggi tingkat pressing suatu zaman terhadap apa yang dipangkunya. maka semakin kuat pula daya balik yang diakibatkannya. Maka. Apalagi ditambah ruwetnya pertentangan antar pemikiran dan masuknya ilmu-ilmu dari peradaban lain.

D (332508) PRODI KIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA JAKARTA 2010 9 .TUGAS KELOMPOK MAKALAH FILSAFAT ISLAM Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas PAI II (Pengantar Agama Islam) ANGGOTA KELOMPOK: ARINA HAQQO HIDAYAH (3325083239) AZMI MUHAMMAD IQBAL (332508) FARAH SABELLA (33250832) FITRIANY EKA SAPUTRI (332508) INDAH MINANG OKTAVIANI (332508) KARINA VIDYARINI (332508) LUQMAN FAWZI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->