http://www.scribd.

com/doc/32319031/27/A-Tinjauan-KUHP-Tentang-Kenakalan-Anak-Remaja

BAB III KETENTUAN HUKUM MENGENAI KENAKALAN ANAK / REMAJA A. Tinjauan KUHP Tentang Kenakalan Anak / Remaja. Secara yuridis formal, masalah pertanggung jawaban mengenai kenakalan anak atau remaja yang dapat menimbulkan kejahatan ini telah memperoleh pedoman yang baku dalam hukum. Pertama-tama adalah hukum pidana yangpengaturannya tersebar dalam beberapa pasal, dan sebagian pasal yang bersifatembrional adalah Pasal 45, 46 dan 47 KUHP. Di samping itu KUH Perdata pun mengatur tentang kenakalan anak atau remaja terutama dalam Pasal 302 dan segala pasal yang ditunjuk serta terkait dengan masalah kenakalan anak atau remaja ini. Kondisi dualistik tersebut membawa konsekuensi logis yang berbedadi dalam sebutannya, walaupun pada prinsip dasarnya sama. Kenakalan anak atau remaja yang melawan kaedah hukum tertulis yakni dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) disebut sebagai ³Anak Negara´ dan sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang HukumPerdata disebut sebagai ³Anak Sipil´. Berkaitan dengan perbuatan kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anak atau remaja di bawah usia 16 tahun, KUHP Indonesia mengaturnya dalam Pasal 45 KUHP sebagai berikut : ³Dalam hal penuntutan pidana terhadap orang yang belum dewasa karena melakukan suatu perbuatan sebelum umur 16 tahun, hakim dapat menentukan, memerintahkan supaya yang bersalah dikembalikan kepada orang tuanya, wali atau pemeliharanya tanpa pidana apapun, atau memerintahkan supaya yang bersalah diserahkan kepada pemerintah tanpa pidana apapun, jika perbuatan merupakan kejahatan atau salah satu pelanggaran berdasarkan pasal pasal ; 89, 490, 492, 496, 497, 503, 505, 514, 517, 519, 526, 531, 532, 536, dan 540,serta belum lewat dua tahun sejak dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan atau pelanggaran tersebut di atas, dan putusannya menjadi tetap, atau menjatuhkan pidana pada yang bersalah´.21

Rineka Cipta.536.Anak yang dituntut belum cukup umur (minderjarig) atau lebih dikenal belum dewasa. 531. 519. 517.23 21Tim Penterjemah Badan Pembinaan Hukum Nasional. 497. 31. Cetakan Pertama. hal. 2. 532. Pasal 489. 496. 505. 2. 3. 531.Merupakan kejahatan sebagaimana termaktub dalam buku kedua KUH Pidana.Perbuatan tersebut merupakan : Kejahatan-kejahatan kekerasan. Ketentuan-ketentuan yang tertuang di dalamnya menyangkut syarat-syarat penuntutan serta kemungkinan-kemungkinan yang dapat dipilih oleh hakim di dalam membuat atau memberi putusan apabila : 1. yakni belum lewat dua tahun sejak dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan atau salah satu pelanggaran sebagaimana ditunjuk oleh pasal 45 KUHP dan putusannya menjaditetap. 503. 2. 519. 526. Departemen Kehakiman. maka Pasal 45 KUHP memuat empat (4) hal yang harus dipenuhi.Anak yang bersangkutan dikembalikan kepada orang tua atau wali atau pengasuhnya tanpa dijatuhi pidana apapun.Pasal 45 KUHP di atas dapat dipandang memadai sebagai pasal yang memuat beberapa ketentuan yuridis mengenai anak atau remaja di bawah usia 16 tahun yang telah melakukan perbuatan pidana. Salah satu pelanggaran dalam pasal 489. Ibid. penggelapan dan pemerasan. 503.1990. 517. 514. 24 Apabila keempat syarat penuntutan tersebut sudah terpenuhi. dan 540. maka hakim dapat membuat putusan berupa salah satu dari tiga kemungkinan yakni : 1.Hakim dapat menjatuhkan pidana. 505. 536. 497.Tuntutan tersebut mengenai perbuatan pidana yang telah dilakukan oleh anak yang bersangkutan pada waktu ia belum berumur 16 tahun dan penuntutan tersebut hanya dapat dilakukan sebelum anak mencapai umur18 tahun. 496.Hakim memerintahkan agar anak tersebut diserahkan kepada pemerintah dan tidak dijatuhi pidana apapun. 23. 514. 4. 490. pencurian. Jakarta. KUHP. 492. 17. 22Sudarsono. . 532.Kenakalan Remaja.Merupakan pelanggaran terhadap salah satu pasal dalam KUH Pidana . 490. hal. 492. 3. 526. hal.Belum kadaluwarsa. yakni : 1. penipuan. 22 Jika dikaji dari segi syarat-syarat penuntutannya. dan 540 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.

Mengenai ketentuan-ketentuan khusus anak atau remaja tersebut kendatipun mereka terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan kesalahan dalam timbulnya kejahatan atau pelanggaran.yaitu : 1. 3. hal. 26. hal ini berarti putusan hakim menyimpang dari asas hukum pidana. maka ia menjalani pidana penjara tersebut ditempat yang khusus untuk anak-anak / remaja. Mengenai anak atau remaja di bawah usia 16 tahun.25 Apabila hakim menjatuhkan pidana kepada anak yang bersalah.25Ibid.Jika hakim menjatuhkan pidana maka maksimal pidana pokok terhadap deliknya dikurangi 1/3. Dalam hal anak / remaja diserahkan kepada pemerintah dantidak dijatuhi hukuman pidana ketentuan lebih lanjutnya diatur dalam Pasal 46. yaitu .Jika perbuatan merupakan kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup.Pidana tambahan yang tersebut dalam pasal 10 sub b. hal.26 24Ibid. tidak dapat dijatuhkan. 2. hal. nomor 1 dan 3. dalam ha lternyata putusan hakim dalam menyidangkan anak atau remaja di bawah umur 16 tahun Hakim tidak menjatuhkan pidana. makadalam hal ini terdapat beberapa pengecualian yang diatur secara formal dalamPasal 47 Kitab UndangUndang Hukum Pidana. dapat diajukan ketentuan.Pemeliharaan anak dalam lembaga pendidikan negara. 2. Putusan hakim dalam ketentuan Pasal 45 Kitab . 1. Jika dalam persidangan ternyata hakim dapat memberikan bukti-bukti yang sah da nmeyakinkan tentang kesalahan anak atau remaja sebagai terdakwa.yang berisikan mengenai kemungkinan pemeliharaan anak atau remaja tersebut.Kaitan dalam hal ini jika anak / remaja tersebut menjalani hukuman penjara. maka pelakunya tidak dapat dipidana.26Ibid. 27.Pemeliharaan anak dalam keluarga. 3.Pemeliharaan anak dalam lembaga swasta. 28. maka dijatuhkan pidana penjara paling lamalima belas tahun.

Pedoman yang paling mudah dan amat sederhana untuk mengartikan suatu perbuatan tergolong kenakalan Anak / Remaja.Undang-Undang Hukum Pidana memang cukup beralasan dengan maksud dan tujuan hukum positif. Apabila hakim menjatuhkan pidana sehingga anak atauremaja di bawah umur harus masuk penjara / Lembaga Pemasyarakatan KhususPemuda. Pergaulan ini akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak atau remaja yang bersangkutan. Hurlock) berkisar antara umur 11 ± 21 tahun. anti susila dan melanggar norma-norma agama yang dilakukan oleh subyek yang masih berusia remaja yang menurut pakar psikolog (Elizabeth B.Secara yuridis formal kenakalan anak / remaja tersebut digolongkan dalam 2 (dua) . akan berakibat anak atau remaja berada dalam lingkungan yang kurang baik dan ada kemungkinan anak atau remaja tersebut bergaul dengan delinquent yang lain. dapat diambil kesimpulan bahwa perbuatan tersebut merupakan Kenakalan Anak / Remaja. jika perbuatan tersebut bersifat melawan Hukum. anti sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful