01 Mei 2009

Teknik Membuat Karmil Seleksi Seskoad (Bagian ke 2)
3. Membuat bab latar belakang pemikiran. Latar belakang pemikiran secara substansi merupakan deskripsi secara lebih mendalam tentang variabel makro/umum dari judul (lebih terurai dibandingkan dengan pada poin a pasal umum pada bab pendahuluan). Dalam membuat latar belakang pemikiran upayakan berawal dari variabel makro/umum dalam judul. Permasalahan yang sering terjadi, perwira terlalu jauh menarik garis awal penulisan. Contoh: Perkembangan teknologi informasi telah mendorong terjadinya era globalisasi, yang berdampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Contoh tersebut terlalu jauh relevansinya dengan judul, selain itu perwira akan terjebak untuk menjadikan globalisasi sebagai pokok bahasan, padahal pada variabel makro tidak berkenaan dengan globalisasi melainkan pemanfaatan teknologi informasi. Sebaiknya penulisan langsung berawal dari teknologi informasi, deskripsikan secara ringkas dan akhiri dengan kalimat yang berfungsi menjadi penghubung dengan paragraf berikutnya. Dalam bab latar belakang pemikiran, sebaiknya memuat sekurangnya 2 judul pasal, tidak termasuk pasal umum. Pada pasal umum, deskripsikan secara ringkas tentang apa yang akan dimuat dalam bab ini. Termasuk juga judul pasal yang akan ditulis. Perhatikan:

Penulisan agar disesuaikan tingkatannya, sesuai contoh yang diberikan di atas ( jangan memulai pada tingkatan yang terlalu jauh, sebaiknya langsung pada tingkatan yang digambarkan pada variabel makro/umum). Apa yang dituangkan jangan sampai tidak berkaitan dengan judul karmil. Seperti yang dicontohkan di atas, dimana akhirnya perwira akan menguraikan tentang globalisasi, yang sebenarnya sangat sedikit/tidak ada kaitannya dengan judul. Apabila menggunakan landasan, pilihlah landasan yang sesuai. Dan jangan sampai landasan yang dipilih tidak digunakan dalam pembahasan pada bab-bab selanjutnya.

4. Membuat bab kondisi awal / kondisi saat ini. Mengingat sifat tulisan yang dikehendaki dalam karmil seleksi Seskoad adalah pemecahan masalah, bab kondisi awal / kondisi saat ini perlu ada. Pada bab ini perwira harus dapat mendeskripsikan suatu keadaan negatif secara realistis dan mengandung kebenaran (data secara spesifik tidak mungkin ditampilkan karena perwira tidak diperkenankan membawa catatan apapun ke dalam ruangan ujian). Apa yang harus dituangkan juga harus relevan dengan permasalahan yang diangkat, yaitu kemampuan penyelidikan (sesuai judul contoh). Sesuai referensi kemampuan penyelidikan tidak terlepas IPO (Input, Output, Proses) yang berujung pada kemampuan deteksi dini dan peringatan dini. Oleh karenanya pada bab ini keadaan negatif yang dideskripsikan adalah menyangkut IPO tersebut (pada akhir tulisan akan diberikan teori singkat untuk memberikan gambaran tentang penyelidikan). Hal ini sangat perlu diperhatikan, mengingat masih banyak perwira membahas yang sebenarnya tidak berkaitan dengan substansi permasalahan sekalipun sepintas lalu sepertinya berkaitan, contohnya: organisasi, personel, peralatan, sarana prasarana, dsb.

contoh: sosialisasi. baik bersifat potensial maupun aktual. apa dampak seandainya tidak diatasi. Kombinasi kekuatan dan kelemahan pada faktor internal dengan peluang dan kendala pada faktor eksternal. Pasal faktor internal meliputi kelemahan dan kekuatan. Penulis yang baik harus dapat menggiring pikiran pembaca kepada substansi yang akan dibahas. sampaikan alasan/argumen yang meyakinkan pembaca. santi aji. Pemilihan metode yang tepat akan sangat menentukan pembahasan pada bab upaya/optimalisasi. Pada pasal umum. uraikan secara ringkas faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga timbul permasalahan (ambil dari kelemahan internal dan kendala eksternal) dan faktor apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah tersebut (ambil dari kekuatan internal dan peluang eksternal). Membuat bab faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan mengkombinasikan kedua faktor. uraikan secara ringkas apa saja kendala yang turut memicu terjadinya masalah. Berikan alasan/argumen mengapa kekuatan tersebut dipilih (dalam rangka mengatasi masalah). pendidikan. 6. Membuat bab kondisi yang diharapkan. akan menghasilkan cara/metode untuk mengatasi masalah (pada analisis SWOT kombinasi ini dengan perhitungan yang tepat dapat menghasilkan strategi bertindak). Ada perbedaan cukup mendasar yang sering tidak disadari oleh para perwira ketika menuangkan tulisan pada bab ini. Apabila tidak ada masalah dengan IPO maka sesungguhnya tidak ada masalah dengan kemampuan penyelidikan. pasal faktor internal dan pasal faktor eksternal. Deskripsikan seperti apa kondisi negatip IPO . Berbicara optimalisasi adalah berbicara pencapaian standar . berikan faktafakta yang mendukung. berikan alasan/argumen yang memadai tentang peluang yang dipilih. faktorfaktor apa yang menyebabkan. Pasal faktor eksternal meliputi kendala dan peluang. Metode seperti ini masih sangat umum dan tidak menggambarkan gagasan/ide penulis. perwira akan dapat mengerucutkan metode pendidikan (misalnya) secara lebih spesifik atau bahkan menemukan metode yang sama sekali baru. dsb. metode tidak diperoleh dengan mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal. 5. apa akibatnya terhadap kinerja. berikan fakta-fakta realistis yang terjadi. Hal yang sering terjadi dalam penulisan metode oleh casis. Uraikan secara ringkas apa-apa saja kelemahan yang ada. Bab ini memuat pasal umum. Selanjutnya uraikan apa saja kekuatan yang dimiliki. sebagai gagasan penulis dalam memecahkan masalah. Selanjutnya uraikan apa saja peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah. Oleh karenanya penguraian substansi hendaknya tepat dan untuk meyakinkan pembaca dapat didukung dengan fakta-fakta dan argumen yang meyakinkan.Kemampuan penyelidikan bermasalah karena ada masalah dengan IPO. apa akibat yang ditimbulkan. Perwira dapat juga mengembangkan pembahasan pada substansi yang berkaitan untuk lebih memberikan warna dalam pendeskripsian. berikan fakta-fakta yang menguatkan. misalkan antara upaya meningkatkan dengan optimalisasi. berikan alasan/argumen yang dapat meyakinkan pembaca. Seperti halnya pada faktor internal. dll. misalnya: pengaruh terhadap pengambilan keputusan.

04 0. pasal tujuan. misalkan: Kendaraan Toyota Innova Tahun 2004 sesuai standar pabrik mampu mencapai kecepatan 180 km/jam. mulai pasal umum. pasal sarana dan prasarana dan pasal upaya. maka ini kita jadikan kondisi yang diinginkan. Untuk mencapai kondisi yang kita inginkan. maka apa yang dituangkan dalam bab kondisi yang diinginkan / yang diharapkan harus relevan dengan landasan yang digunakan. atau juga pada bab latar belakang pemikiran (paling sering terjadi). antara lain: Penuangan kondisi yang diinginkan/diharapkan haruslah realistis (masuk akal dan tidak berlebihan). sebagai berikut: NO 1 2 3 4 5 6 7 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PEMIKIRAN KONDISI AWAL / SAAT INI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI AKHIR / YANG DIHARAPKAN UPAYA / OPTIMALISASI PENUTUP JUDUL UTAMA / BAB % 5 7 8 13 7 55 5 HALAMAN 0.4 Dari tabel di atas terlihat bahwa bab upaya / optimalisasi merupakan bab dengan bobot penulisan terbanyak. ada baiknya perwira mengetahui komposisi bobot yang dikehendaki pada setiap bab. pasal sasaran. misalkan kita ingin meningkatkan kecepatan kendaraan menjadi 250 km/jam. namun tidak didukung dengan kekuatan yang memadai maupun peluang yang memungkinkan. Sebelum kita membahas bab ini. pasal metode. Kondisi saat ini kendaraan tersebut hanya mampu mencapai kecepatan maksimal 100 km/jam.yang seharusnya dapat dicapai.4 0.56 0. 7. Membuat bab upaya / optimalisasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan pada bab ini. sedang berbicara peningkatan adalah berbicara pencapaian yang kita inginkan (tidak merujuk pada standar yang baku). Jangan sampai perwira terlalu asyik menulis pada bab pendahuluan sampai berputar-putar seperti obat nyamuk. Apabila kita ingin meningkatkan kecepatan menjadi 140 km/jam. maka kondisi akhir yang kita inginkan adalah mendekati atau sama dengan kecepatan sesuai spesifikasi yang dibuat oleh pabrik (180 km/jam). pasal subyek. Apabila pada bab latar belakang pemikiran penulis menggunakan landasan pemikiran. Bab ini terdiri dari cukup banyak pasal. inti dan penutup). Kondisi yang diinginkan / diharapkan harus dapat menjawab penyebab dan akibat yang diuraikan pada bab kondisi awal / saat ini. dengan asumsi perwira membuat karmil sebanyak 8 halaman folio (pendahuluan. Bisa juga meningkatkan kecepatan melebihi standar yang ditentukan oleh pabrik. Apabila kita ingin mengoptimalkan kecepatan kendaraan. Dengan mengetahui komposisi ini diharapkan perwira dapat merencanakan apa yang harus dituliskan pada tiap-tiap bab. misalkan kita ingin membuat kendaraan mampu mencapai 250 km/jam. caranya bisa dengan mengganti mesin dan memodifikasi komponen-komponen tertentu (tidak lagi mengikuti spesifikasi pabrik). . dan menggantikan yang diperlukan. Caranya bisa dengan membersihkan beberapa suku cadang. Caranya misalkan dengan melaksanakan rekondisi secara total.56 4.4 0.64 1.

Penuangan obyek juga perlu didukung dengan alasan / argumen yang memadai. Pasal sasaran. sistem. Pasal obyek. casis wajib membuat bab faktor berpengaruh yang meliputi pengaruh internal dan eksternal dengan harapan panitia seleksi dapat mengukur: seberapa besar kemampuan kreatif. obyek. Tentukan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pemecahan masalah. apabila terdapat 3 persoalan untuk mengatasi permasalahan. Tujuan bisa lebih dari 1 tergantung jumlah permasalahan yang diangkat. Untuk menuangkan pasal upaya. meyakinkan. hal pertama yang harus diperhatikan adalah tujuan. Sebaik apapun gagasan kita akan sia-sia apabila gagasan . Pada pasal upaya / optimalisasi perwira harus menjawab bagaimana mencapai sasaran dengan mengkombinasikan subyek. ataupun tidak relevan dengan metode yang dipilih. maka pada pasal upaya penulis akan mengkolaborasikan: subyek. lihat apa saja sasaran yang harus dicapai. Oleh karenanya penentuan metode harus melalui proses yang memadai. komprehensif. Berikan alasan / argumen yang memadai untuk mendukung metode yang dipilih. Hindari penentuan tujuan yang tidak menjawab permasalahan. tidak serta merta. tergantung substansi permasalahan yang akan dipecahkan. Pencantuman subyek harus proporsional. padu. sejauh berperan untuk mendukung pemecahan masalah. seperti: struktur organisasi (apabila diperlukan direvisi untuk menjawab permasalahan). upaya harus diarahkan pada tujuan. Kedua. saling bertautan. penulis dapat menentukan siapa saja subyeknya secara proporsional. Gagasan terbesar penulis dalam memecahkan masalah sebenarnya ada pada metode ini. sesuai dengan gagasan yang ditawarkan penulis. kemampuan dasar analisis dan kemampuan memberikan argumen dalam menyikapi suatu permasalahan. banyak perwira yang asal saja / tidak mengerti siapa subyek yang dilibatkan. dsb. Pasal upaya. metode dan sarana/prasarana yang ada. obyek. berikan argumen yang memadai. Pasal metode. dsb. Tentukan siapa subyek yang memiliki kapasitas untuk mengeluarkan kebijakan yang dikehendaki untuk mendukung pemecahan masalah. metode dan sarana/prasarana dalam sebuah penyajian tulisan yang utuh. Pasal subyek. Misalkan untuk menjawab tujuan (1) ada 3 sasaran yang harus dicapai. Oleh karenanya dalam menentukan subyek. perangkat lunak. Pada pasal ini cantumkan tujuan berkenaan dengan gagasan pemecahan masalah yang ditawarkan penulis. fokus. atau bisa juga ditambah yang lainnya. Peran subyek adalah untuk mendukung gagasan pemecahan masalah. Pengertian obyek disini adalah sesuatu yang menjadi sasaran pemecahan masalah. obyeknya: prajurit Denintel (manusia) dalam hal ini juga penulis bisa membuatnya secara lebih spesifik. menarik. kita harus membuat pembaca memahami gagasan yang kita tawarkan sebagaimana kita memahaminya. maka akan terdapat 3 sasaran untuk menjawab tujuan. Sasaran adalah untuk menjawab persoalan. dalam menulis kita sedang menawarkan sebuah gagasan untuk pemecahan masalah. Permasalahan yang sering terjadi. kemampuan berpikir logis. logis. Dalam pembuatan karmil seleksi. Contoh: dari kombinasi faktor internal dan faktor eksternal diperoleh salah satu metode adalah membuat kebijakan. perangkat keras. bisa manusia. penulis perlu memberikan alasan/argumen yang memadai. Dalam permasalahan yang kita contohkan (kemampuan penyelidikan).kelompok/badan. Ingat. Pasal sarana prasarana.Pasal tujuan.

8. atau keterangan-keterangan lisan. dengan memberi contoh. maka sebenarnya kita sudah gagal dalam menyampaikan gagasan kita melalui tulisan. misalnya: dengan membandingkan. berikan kesimpulan akhir tentang upaya pemecahan yang dilakukan. Pada pasal upaya ini. Terakhir. Dalam menulis selalu fokus pada judul. Lampiran: Gambaran singkat tentang peran TI dalam penyelidikan (oleh: Letkol Czi. Bab penutup terdiri dari pasal kesimpulan dan pasal saran.tersebut tidak bisa sampai kepada pembaca secara utuh. yang tidak/kurang jelas menjadi jelas. bagaimana pembaca yang tidak tahu menjadi tahu. Catatan: • • • • Pilihlah judul yang familiar dan cukup dikuasai. Intinya. PERAN TI DALAM RANGKA LID Intelijen dan Informasi Dari sisi teori informasi ada beberapa pengertian yang perlu diketahui dalam membahas intelijen.. Membuat bab penutup. Siapa subyek dan apa yang diperbuat. Budiman). atau yang tidak/setengah yakin menjadi yakin. fokus pada pokok bahasan. termasuk apa dan bagaimana sarana dan prasarana harus terkolaborasi dalam sebuah penulisan yang utuh. Pada pasal penutup. uraikan bagaimana kita menyelesaikan setiap sasaran. Data : merupakan bahan-bahan atau keterangan yang berupa cetakan. uraikan secara garis besar seperti apa upaya yang dilakukan untuk memecahkan masalah. dengan memberikan argumen. yang tidak/sulit menerima menjadi penerima. mengalir dan menarik sehingga dalam setiap kata maupun kalimat yang tertuang selalu merangsang pikiran pembaca. Jangan lupa membuat daftar isi dan alur / pola pikir. berikan uraian secara ringkas tentang pentingnya masalah untuk dipecahkan (sebagai penekanan ulang). yang tidak/setengah percaya menjadi percaya. Pembahasan tidak berputar-putar. apa dan bagaimana metode. Pada pasal saran. sekalipun sama-sama terbuat dari kayu. Ada banyak teknik yang digunakan dalam penulisan. sampaikan apa yang belum dapat dilakukan sehubungan keterbatasan subyek. Istilah-istilah tersebut adalah : 1. dsb. pada poin berikutnya. gambar atau sinyal elektronik. dsb. jangan diawal tulisan membicarakan pintu tapi diakhir tulisan menjadi jendela. pertama. namun perlu dilakukan untuk mendukung pemecahan masalah. . Apabila pikiran pembaca tidak hidup ketika membaca tulisan. siapa/apa obyek. termasuk dengan teknik kombinasi.

Jadi mutu intelijen tergantung pada. Berdasarkan pengertian tersebut maka keputusan yang baik harus didukung oleh intelijen (informasi) yang baik. gambar. 3. diolah. Demikian pula intelijen (informasi) sudah kurang . Dalam bahasa intelijen proses pengolahan ini harus didukung oleh informasi yang cukup. Output (IPO) yang baik pula. Dalam konteks perkembangan teknologi informasi paradigma ini menjadi kurang tepat karena saat ini definisi lawan dan bakal lawan sudah tidak jelas lagi. kelompok massa tanpa senjata yang biasanya didorong oleh faktor agama. apakah hasil (Output) dimanfaatkan secara tepat. ideologi / SARA (the low-tech seer ). Intelijen : merupakan suatu produk atau informasi yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk mendukung suatu pengambilan keputusan oleh pihak tertentu / pengguna. diamankan. laporan dengan grafik. Steele ). Dan yang paling penting proses ini dilakukan oleh suatu badan tersendiri yang berbeda dengan yang mengumpulkan keterangan agar tidak terjadi bias. gabungan antara para penjahat dan teroris ( the low-tech brute ). Dengan kata lain ternyata intelijen adalah sama dengan informasi. Paradigma tersebut adalah produk saat terjadinya perang dingin dimana lawannya jelas dari kelompok komunis dan ekstrim yang lainnya dan kegiatannya pun masih jelas dengan penggunaan senjata pemusnah massal. intelijen tidak lagi berkutat pada masalah bagaimana menembus suatu jaringan informasi rahasia dalam rangka pengumpulan data / keterangan tetapi lebih pada bagaimana memisahkan / mencari informasi yang berguna dari banjir informasi yang tersedia secara bebas terutama dari sumber elektronis. dan teknik analisis yang baik. kemampuan analis. Sementara seiring dengan kemajuan teknologi pembagian lawan / hakekat ancaman dapat digolongkan menjadi empat kelompok yaitu militer dengan sistem yang canggih dengan dukungan logistik yang sangat kuat ( the high-tech brute ). Ruang Lingkup Intelijen Dalam dunia intelijen kita ada tiga kegiatan pokok yang dilakukan yaitu yang dikenal sebagai Lid Pam Gal atau Penyelidikan (positive clandestine intelligence?). Keempat apakah waktunya tepat (timeliness). Kedua apakah pengolahannya (Proses) dilakukan dengan benar. dan gabungan antara para penjahat informasi dan spionase ekonomi (the high-tech seer) ( The Transformation of War and the Future of the Corps -. Dalam konteks ini maka ada pihak yang ingin diselidiki. Informasi yang baik dihasilkan dari skema Input. Biasanya intelijen / informasi ini mempunyai klasifikasi. Informasi merupakan semua data yang sudah diolah sedangkan Intelijen adalah informasi yang sudah dievaluasi guna pengambilan keputusan tertentu. Ketiga. Pengamanan (counter intelligence). Informasi : merupakan data yang sudah disusun. Waktu ini sangat krusial karena walaupun informasi itu baik kalau diberikan tidak tepat waktu apalagi terlambat menjadi tidak ada artinya. untuk menghasilkan laporan yang sifatnya masih umum. Pertama apakah masukannya (Input) sesuai permintaan apa tidak.2. atau dalam bahasa intelijen apakah Unsur Utama Keterangan (UUK) yang diterima benar apa tidak. dan digalang atau dengan kata lain perlu definisi yang jelas tentang siapa lawan dan siapa bakal lawan. hanya saja lingkupnya lebih sempit. teknik kompilasi. peta dan sebagainya. Proses.Robert D. Ini dapat berupa laporan berupa multimedia. dan Penggalangan (psychological operations). Dalam era informasi saat ini.

Informasi yang setengah terbuka (Open Proprietary Information) yang dapat diperoleh dengan cara membeli dari pihak-pihak tertentu yang ingin kita selidiki. 4. operator (juru bicara) dari suatu organisasi. Dengan kemajuan teknologi informasi maka dari sisi teknik pengumpulan keterangan ada konsep yang dikenal sebagai Open Source Intelligence. Khusus untuk manusia ada beberapa sumber dimana kita dapat memperoleh informasi dengan akurat yaitu akademisi. (Konsep tentang open source intelligence dan penjelasan tipe manusia (human sources) ini akan ditulis dalam artikel tersendiri). dan resiko memperolehnya sangat tinggi. 2. kadang-kadang susah untuk memperolehnya dan memerlukan kegiatan spionase. Konsep ini sangat relevan karena sangat murah biayanya dan informasi yang dihasilkan sangat signifikan.lagi dikelompokkan menjadi berklasifikasi atau tidak tetapi lebih pada apakah itu tepat waktu. misalnya akan mencuri suatu desain kendaraaan perang ataupun source code dari program komputer. misalnya membeli peta atau membeli peluru kendali dari negara tertentu untuk mengetahui cara kerjanya. Penyelidikan Dalam kegiatan ini di lingkungan TNI AD mempunyai badan-badan seperti Denintel sampai unit intel dibawahnya. Dengan demikian dari pandangan intelijen sebagai badan yang perlu ditinjau kembali adalah dari sisi teknik penyelidikan (terutama teknik pengumpulan keterangannya) dan penggalangannya (dengan menggunakan konsep perang informasi). Informasi yang tertutup (Closed Proprietary Information) yang hanya dapat diperoleh dari tempat tertentu yang ingin dijadikan target. Maksud dari kegiatan ini secara lebih spesifik adalah untuk memperoleh informasi sesuai UUK untuk tujuan cegah dini dan peringatan dini. barang cetakan (hard copy). satelit dengan menggunakan agen. . Namun demikian konsep ini mempersyaratkan seorang agen atau analis dengan kualitas baik dengan penguasan teknologi. jurnalis. microfiche. Dalam konsep yang maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi banyak sarana yang dapat digunakan dalam konteks Open Source Intelligence. penerbitan. dan data elektonis. Berkaitan dengan unsur utama keterangan yang akan dikumpulkan maka jenis informasi ditinjau dari sudut pandang sumbernya dapat dibagi menjadi empat kelompok yaitu: 1. teknik pencarian informasi (information searching). Informasi yang berklasifikasi (Classified information) ini diperoleh dari kegiatan mata-mata. barang barang cetakan. 3. Pencarian keterangan dalam konsep open source intelligence dapat dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari memanfaatkan manusia (human sources). tepat sasaran dan berguna bagi pengguna. dan para pimpinan atau calon pimpinan suatu organisasi. Informasi yang sifatnya terbuka (Open Source Information) yang dapat diperoleh dengan biaya yang sangat murah misalnya dari koran. informasi di internet dan sebagainya. berwawasan luas serta menguasai bahasa asing.

Ada aplikasi lain yang dapat dengan mudah dijalankan yaitu dengan Google Earth. Penjelasan tentang teknik menulis karmil ini sudah semakin lengkap dan komprehensif. Dengan mesin pencari ini dengan mengetahui trik mencari informasi dengan cepat maka kita dapat mencari informasi yang kita inginkan sesuai dengan keinginan kita dengan mudah. dan sepuluh persen lainnya untuk proprietary intelligence. http://ask. Misalnya untuk mencari tokoh yang sangat berpengaruh.com/. Namun ada beberapa persoalan yang sering ditanyakan oleh casis dan perlu diberi penjelasan secara lebih gamblang dalam blog ini sehingga dapat dibaca oleh banyak orang. denga perangkat lunak ini kita bisa mencari informasi tentang suatu posisi dengan mudah dan dalam bentuk tiga dimensi.com/ . selain pasal umum juga terdapat pasal LANDASAN PEMIKIRAN dan DASAR PEMIKIRAN yang sering dijumpai. http://www. bahkan untuk tahu mengenai kapan dan dimananya dapat diperoleh dengan mesin pencari ini.google.com dengan biaya yang relatif jauh lebih murah. CUkup bermanfaat bagi casis yg akan mengikuti seleksi tahun ini. pada bab LATAR BELAKANG PEMIKIRAN. Teknik Membuat Karmil Seleksi Seskoad 2 komentar: Hamim mengatakan. kita bisa menggunakan http://www. Pertama. sepuluh persen untuk classified intelligence. Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung peyelidikan. Karena apabila tidak tahu tekniknya akan memerlukan waktu yang sangat lama.. Bahkan sekarang ini dengan menggunakan handphone yang murah tanpa harus membeli Blackberry dapat menikmati fasilitas push email dengan memanfaatkan software dari seven. Ada banyak teknologi yang sekarang ini tersedia dengan relatif murah dan bahkan gratis. Kuncinya adalah harus mengetahui teknik-teknik mencari informasi dengan tepat.com/. Yang terpenting dalam mencari informasi di internet adalah penggunaan mesin pencari (search engine).googlism. Dalam konteks internet maka ada beberapa teknologi yang dimanfaatkan.answers.com/. . di 23:03 Label: Casis Seskoad. Diposkan oleh Heri Marjaga Siagian. sebagai contoh.Untuk menunjukkan bahwa informasi (intelijen) yang diperoleh dari sistem ini sangat penting dan menentukan dalam pengambilan keputusan. Penggunaan search engine yang tepat akan dapat memperoleh informasi yang cepat. Dengan mesin itu kita bisa mencari tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan mudah. Untuk mencari informasi yang umum dengan cepat dapat menggunakan http://www. Perangkat ini sangat membantu dalam kegiatan Matbar yang begitu penting dalam siklus intelijen (RPI). Amerika Serikat saat ini mengalokasikan anggaran untuk open source intelligence (OSINT) sebesar 80 persen..

Misalnya obyeknya prajurit di batalyon. Ketiga. mengkaji kekuatan variabel yang satu dibandingkan kekuatan variabel lain. Variabel yang pertama adalah titik awal penulisan yang berkaitan erat terhadap variabel kedua (yang menjadi inti pembahasan tulisan). obyek. Mohon untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail 7 Mei 2009 09:46 Heri Marjaga mengatakan. mana yang lebih tepat digunakan? Selain itu. Perlu dijelaskan apakah memang ada referensi yang membuat pembatasan tentang penentuan metode ini? Karena banyak orang yang ragu-ragu untuk menentukan metode pemecahan masalah yang ditulis dalam karmilnya. mungkin dua-duanya dapat digunakan. penentuan subyek agar proposional juga harus SESUAI DENGAN OBYEK YG DIBAHAS. menghubungkan dua variabel. Kedua. Contohnya. tetapi untuk keperluan seleksi seskoad yg hanya 4 jam dan tidak membawa referensi. latihan. yang dapat diukur secara kuantitatif ataupun kualitatif ( Nana Sujana: Tuntunan Penulisan Karya Ilmiah. dosen menjelaskan bahwa Pencantuman subyek harus proporsional. Penentuan masalah sebagai inti yang akan dibahas dalam karmil seleksi maupun karmil ilmiah sangat berkaitan dengan keberadaan variabel ini. penentuan masalah dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti: mendeskripsikan setiap variabel. dimana saran tersebut akan diajukan kepada ORANG atau INSTANSI yang berada DIATAS SUBYEK. Menurut saya kedua faktor tersebut tidak hanya merupakan penyebab timbulnya masalah. apakah PENGADAAN dapat digunakan sebagai metode? Demikian saran dan tanggapan saya kepada bapak dosen. banyak pertanyaan yang berkait dengan METODE dimana ada pendapat yang mengatakan bahwa yang termasuk dalam METODE itu adalah. Latar belakang (pemikiran)intinya menjelaskan tentang apa dan mengapa judul.. tetapi juga merupakan PENGHAMBAT UPAYA PENYELESAIAN MASALAH. dosen juga telah menjelaskan bahwa kelemahan internal dan kendala eksternal merupakan FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA MASALAH. peristiwa.2006). yaitu: variabel makro(1) dan variabel mikro(2). gejala. Untuk tingkat karmil seleksi biasanya terdapat 2 variabel dalam judul. Pada karmil ilmiah. proses penentuan masalah dari beberapa variabel tidak sesederhana pada karmil seleksi.. Tentang latar belakang pemikiran.Untuk karmil yg besar dan disusun dalam waktu yg cukup lama. pendidikan dll. Hal ini juga terkait dengan saran yang akan dituangkan dalam bab penutup. Pada Karmil ilmiah. dibutuhkan landasan untuk menunjukkan pengaruh variabel terhadap masalah yang . dsb. Keempat. mengkaji kontribusi suatu variabel terhadap variabel lain. maka subyeknya paling tinggi adalah KOMANDAN BATALYON. mengkaji pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya. Secara sederhana variabel dapat diartikan: ciri dari individu. Mungkin perlu ditambahkan juga selain sesuai dengan gagasan yg ditawarkan. sesuai dengan gagasan yang ditawarkan penulis. 1. mohon pak dosen menjelaskan perbedaan antara LANDASAN PEMIKIRAN dan DASAR PEMIKIRAN.

dimana harus memuat instrumental input. Misalkan dalam judul contoh memerlukan Kasad sebagai subyek untuk mengeluarkan kebijakan merevisi struktur organisasi Denintel agar peningkatan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel melalui pemanfaatan teknologi informasi dapat terwujud. Sistem ekonomi kapitalis menjadi mainstream economy system nyaris di semuai negara di dunia. Sistem ekonomi kapitalisme yang bebas (laissez faire) ternyata melahirkan disparitas (kesenjangan) antara miskin dan kaya. dsb.(sumber: http://i-epistemology. antara negara Barat dengan Timur. Tentang subyek harus proporsional. Misal: Ada seorang yang selalu ditipu orang karena kebodohannya. 3. landasan filosofi. Masalah orang itu sering ditipu orang disebabkan oleh kebodohannya. tidak serta merta membuat wajah dunia menjadi seragam. kebodohan dan kebrobokan moral . Tentang kelemahan dan kendala. Lucunya. ada banyak karmil (entah meniru dari siapa) memuat bermacam landasan. tidak semata muncul pada bab latar belakang pemikiran. budaya. seperti: Landasan idiil. Menurut hemat saya apabila casis menggunakan pola pikir. politik dan agama. Subyek disini bukan dihadapkan pada obyek. 2. Contoh: Proses berlangsungnya globalisasi ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi. landasan operasional. tapi tidak jelas pemanfaatannya untuk digunakan apa dalam tulisan. negara maju dengan negara berkembang. Namun apabila casis menggunakan alur pikir. Misalkan: Untuk meningkatkan kemampuan penyelidikan salah satu metodenya adalah merevisi struktur organisasi Denintel. antara masyarakat kuat dengan masyarakat lemah. maka hal ini akan dimunculkan dalam pasal saran (karena diluar kemampuan Denintel (yang menulis)untuk melakukannya. gunakan landasan pemikiran. Seharusnya landasan ini digunakan untuk mendeskripsikan suatu variabel dan pengaruhnya untuk merumuskan masalah. dan bila dihadapkan pada pemecahan masalah adalah sebagai penghambat. dalam pengertian kamus adalah: pokok/pangkal suatu pendapat/pemikiran. gunakan dasar pemikiran dengan catatan pokok/pangkal pemikiran ini harus juga muncul pada bab-bab selanjutnya. kebodohan ini tidak bisa hilang sehingga akan menjadi penghambat dalam mengatasi masalah selalu ditipu orang tsb. Untuk pemecahan masalah agar tidak selalu ditipu orang. hubungan antara ideologi.diangkat. Dasar pemikiran. sebaliknya konflik dan benturan semakin dahsyat. Sistem ekonomi ini menyerahkan kedaulatan pada free market mechanism yang diatur oleh invisible hand dengan jiwa free market competition spirit dan tentu saja berlaku hukum rimba. Saya pribadi sangat jarang menemukan karmil ilmiah (karmil yang ditulis mengikuti kaidah/norma ilmiah). Utara dengan Selatan dan muncul isu-isu kemiskinan. Proporsional disini artinya sesuai dengan kapasitas subyek. termasuk untuk membahas masalah itu sendiri. Tentunya subyek yang memiliki kapasitas untuk melakukan hal ini haruslah Kasad.net). Namun landasan pemikiran ini harus digunakan dalam pembahasan pokok masalah. dan sebagai lokomotifnya adalah sistem kapitalisme sebagai icons dalam perekonomian global. Kelemahan dan kendala jika dihadapkan pada masalah berperan sebagai penyebab. melainkan pada metode yang ditemukan dari kombinasi faktor internal dan eksternal. . misal:landasan teori.dll.

latihan. Misalkan: Pada saat ada masalah dengan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel. dan berpengaruh terhadap pemecahan masalah (dengan mengkombinasikan kedua faktor sebagai solusi masalah). sosialisasi.4. Lalu kita gunakan lagi metode pendidikan ini untuk meningkatkan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel. dll. Ini harus jelas dinyatakan. Intinya metode yang digagas memang visible dan akuntable untuk memecahkan masalah. Tentunya bisa juga ditemukan metode yang sama sekali baru. 9 Mei 2009 00:42 . Penentuan metode dipengaruhi oleh penggunaan faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki 2 arah pengaruh. bukan sekedar mengatakan metodenya: pendidikan. tanpa diberikan argumen yang logis. Berkaitan dengan hal ini penentuan metode tidak serta merta melainkan harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut. Saya melihat penulisan karmil mengadopsi sebagian dari analisis SWOT dengan mengkombinasikan faktor internal dan eksternal untuk menentukan metode. Dalam analisis SWOT dengan mengkombinasikan Strength-Weakness-Opportunity-Threat dalam beberapa penelitian terbukti dapat menghasilkan strategi yang efektif dalam menyikapi suatu permasalahan. Tentang metode. Yang saya herankan setiap penulisan karmil. metode pendidikan ini kan sudah ada. yaitu: berpengaruh terhadap terjadinya masalah. tapi pendidikan yang bagaimana dan yang seperti apa. Bisa saja kita tetap menggunakan metode pendidikan. selalu saja metodenya: pendidikan. pertanyaannya metode pendidikan yang mana dan yang seperti apa?.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful