P. 1
cara buat karmil

cara buat karmil

|Views: 325|Likes:
Published by Rika Hari Prastowo

More info:

Published by: Rika Hari Prastowo on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2014

pdf

text

original

01 Mei 2009

Teknik Membuat Karmil Seleksi Seskoad (Bagian ke 2)
3. Membuat bab latar belakang pemikiran. Latar belakang pemikiran secara substansi merupakan deskripsi secara lebih mendalam tentang variabel makro/umum dari judul (lebih terurai dibandingkan dengan pada poin a pasal umum pada bab pendahuluan). Dalam membuat latar belakang pemikiran upayakan berawal dari variabel makro/umum dalam judul. Permasalahan yang sering terjadi, perwira terlalu jauh menarik garis awal penulisan. Contoh: Perkembangan teknologi informasi telah mendorong terjadinya era globalisasi, yang berdampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Contoh tersebut terlalu jauh relevansinya dengan judul, selain itu perwira akan terjebak untuk menjadikan globalisasi sebagai pokok bahasan, padahal pada variabel makro tidak berkenaan dengan globalisasi melainkan pemanfaatan teknologi informasi. Sebaiknya penulisan langsung berawal dari teknologi informasi, deskripsikan secara ringkas dan akhiri dengan kalimat yang berfungsi menjadi penghubung dengan paragraf berikutnya. Dalam bab latar belakang pemikiran, sebaiknya memuat sekurangnya 2 judul pasal, tidak termasuk pasal umum. Pada pasal umum, deskripsikan secara ringkas tentang apa yang akan dimuat dalam bab ini. Termasuk juga judul pasal yang akan ditulis. Perhatikan:

Penulisan agar disesuaikan tingkatannya, sesuai contoh yang diberikan di atas ( jangan memulai pada tingkatan yang terlalu jauh, sebaiknya langsung pada tingkatan yang digambarkan pada variabel makro/umum). Apa yang dituangkan jangan sampai tidak berkaitan dengan judul karmil. Seperti yang dicontohkan di atas, dimana akhirnya perwira akan menguraikan tentang globalisasi, yang sebenarnya sangat sedikit/tidak ada kaitannya dengan judul. Apabila menggunakan landasan, pilihlah landasan yang sesuai. Dan jangan sampai landasan yang dipilih tidak digunakan dalam pembahasan pada bab-bab selanjutnya.

4. Membuat bab kondisi awal / kondisi saat ini. Mengingat sifat tulisan yang dikehendaki dalam karmil seleksi Seskoad adalah pemecahan masalah, bab kondisi awal / kondisi saat ini perlu ada. Pada bab ini perwira harus dapat mendeskripsikan suatu keadaan negatif secara realistis dan mengandung kebenaran (data secara spesifik tidak mungkin ditampilkan karena perwira tidak diperkenankan membawa catatan apapun ke dalam ruangan ujian). Apa yang harus dituangkan juga harus relevan dengan permasalahan yang diangkat, yaitu kemampuan penyelidikan (sesuai judul contoh). Sesuai referensi kemampuan penyelidikan tidak terlepas IPO (Input, Output, Proses) yang berujung pada kemampuan deteksi dini dan peringatan dini. Oleh karenanya pada bab ini keadaan negatif yang dideskripsikan adalah menyangkut IPO tersebut (pada akhir tulisan akan diberikan teori singkat untuk memberikan gambaran tentang penyelidikan). Hal ini sangat perlu diperhatikan, mengingat masih banyak perwira membahas yang sebenarnya tidak berkaitan dengan substansi permasalahan sekalipun sepintas lalu sepertinya berkaitan, contohnya: organisasi, personel, peralatan, sarana prasarana, dsb.

santi aji. Pada pasal umum. Berikan alasan/argumen mengapa kekuatan tersebut dipilih (dalam rangka mengatasi masalah). Berbicara optimalisasi adalah berbicara pencapaian standar . apa akibat yang ditimbulkan. Oleh karenanya penguraian substansi hendaknya tepat dan untuk meyakinkan pembaca dapat didukung dengan fakta-fakta dan argumen yang meyakinkan. Pasal faktor eksternal meliputi kendala dan peluang. Uraikan secara ringkas apa-apa saja kelemahan yang ada. sampaikan alasan/argumen yang meyakinkan pembaca.Kemampuan penyelidikan bermasalah karena ada masalah dengan IPO. berikan faktafakta yang mendukung. faktorfaktor apa yang menyebabkan. Deskripsikan seperti apa kondisi negatip IPO . uraikan secara ringkas apa saja kendala yang turut memicu terjadinya masalah. Selanjutnya uraikan apa saja kekuatan yang dimiliki. berikan alasan/argumen yang memadai tentang peluang yang dipilih. 5. uraikan secara ringkas faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sehingga timbul permasalahan (ambil dari kelemahan internal dan kendala eksternal) dan faktor apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah tersebut (ambil dari kekuatan internal dan peluang eksternal). Perwira dapat juga mengembangkan pembahasan pada substansi yang berkaitan untuk lebih memberikan warna dalam pendeskripsian. perwira akan dapat mengerucutkan metode pendidikan (misalnya) secara lebih spesifik atau bahkan menemukan metode yang sama sekali baru. Membuat bab faktor-faktor yang mempengaruhi. Ada perbedaan cukup mendasar yang sering tidak disadari oleh para perwira ketika menuangkan tulisan pada bab ini. berikan fakta-fakta yang menguatkan. Kombinasi kekuatan dan kelemahan pada faktor internal dengan peluang dan kendala pada faktor eksternal. dll. dsb. misalnya: pengaruh terhadap pengambilan keputusan. Selanjutnya uraikan apa saja peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah. metode tidak diperoleh dengan mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal. Membuat bab kondisi yang diharapkan. pendidikan. Pasal faktor internal meliputi kelemahan dan kekuatan. apa akibatnya terhadap kinerja. Apabila tidak ada masalah dengan IPO maka sesungguhnya tidak ada masalah dengan kemampuan penyelidikan. Penulis yang baik harus dapat menggiring pikiran pembaca kepada substansi yang akan dibahas. akan menghasilkan cara/metode untuk mengatasi masalah (pada analisis SWOT kombinasi ini dengan perhitungan yang tepat dapat menghasilkan strategi bertindak). 6. Hal yang sering terjadi dalam penulisan metode oleh casis. pasal faktor internal dan pasal faktor eksternal. apa dampak seandainya tidak diatasi. baik bersifat potensial maupun aktual. contoh: sosialisasi. Seperti halnya pada faktor internal. Pemilihan metode yang tepat akan sangat menentukan pembahasan pada bab upaya/optimalisasi. berikan alasan/argumen yang dapat meyakinkan pembaca. Dengan mengkombinasikan kedua faktor. sebagai gagasan penulis dalam memecahkan masalah. Metode seperti ini masih sangat umum dan tidak menggambarkan gagasan/ide penulis. misalkan antara upaya meningkatkan dengan optimalisasi. Bab ini memuat pasal umum. berikan fakta-fakta realistis yang terjadi.

Apabila kita ingin mengoptimalkan kecepatan kendaraan. sebagai berikut: NO 1 2 3 4 5 6 7 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PEMIKIRAN KONDISI AWAL / SAAT INI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI AKHIR / YANG DIHARAPKAN UPAYA / OPTIMALISASI PENUTUP JUDUL UTAMA / BAB % 5 7 8 13 7 55 5 HALAMAN 0. misalkan: Kendaraan Toyota Innova Tahun 2004 sesuai standar pabrik mampu mencapai kecepatan 180 km/jam.04 0. Caranya misalkan dengan melaksanakan rekondisi secara total. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan pada bab ini. Jangan sampai perwira terlalu asyik menulis pada bab pendahuluan sampai berputar-putar seperti obat nyamuk. mulai pasal umum. Kondisi saat ini kendaraan tersebut hanya mampu mencapai kecepatan maksimal 100 km/jam.56 4. 7. caranya bisa dengan mengganti mesin dan memodifikasi komponen-komponen tertentu (tidak lagi mengikuti spesifikasi pabrik). Apabila kita ingin meningkatkan kecepatan menjadi 140 km/jam. ada baiknya perwira mengetahui komposisi bobot yang dikehendaki pada setiap bab. atau juga pada bab latar belakang pemikiran (paling sering terjadi). inti dan penutup). pasal sasaran. sedang berbicara peningkatan adalah berbicara pencapaian yang kita inginkan (tidak merujuk pada standar yang baku). namun tidak didukung dengan kekuatan yang memadai maupun peluang yang memungkinkan. pasal tujuan. pasal subyek. maka ini kita jadikan kondisi yang diinginkan. Bisa juga meningkatkan kecepatan melebihi standar yang ditentukan oleh pabrik. pasal metode. . antara lain: Penuangan kondisi yang diinginkan/diharapkan haruslah realistis (masuk akal dan tidak berlebihan).4 Dari tabel di atas terlihat bahwa bab upaya / optimalisasi merupakan bab dengan bobot penulisan terbanyak. Membuat bab upaya / optimalisasi. Bab ini terdiri dari cukup banyak pasal. Apabila pada bab latar belakang pemikiran penulis menggunakan landasan pemikiran.4 0. Dengan mengetahui komposisi ini diharapkan perwira dapat merencanakan apa yang harus dituliskan pada tiap-tiap bab. misalkan kita ingin meningkatkan kecepatan kendaraan menjadi 250 km/jam.64 1. Caranya bisa dengan membersihkan beberapa suku cadang. maka apa yang dituangkan dalam bab kondisi yang diinginkan / yang diharapkan harus relevan dengan landasan yang digunakan. misalkan kita ingin membuat kendaraan mampu mencapai 250 km/jam. Untuk mencapai kondisi yang kita inginkan. maka kondisi akhir yang kita inginkan adalah mendekati atau sama dengan kecepatan sesuai spesifikasi yang dibuat oleh pabrik (180 km/jam).yang seharusnya dapat dicapai. Kondisi yang diinginkan / diharapkan harus dapat menjawab penyebab dan akibat yang diuraikan pada bab kondisi awal / saat ini. Sebelum kita membahas bab ini. dengan asumsi perwira membuat karmil sebanyak 8 halaman folio (pendahuluan. dan menggantikan yang diperlukan. pasal sarana dan prasarana dan pasal upaya.56 0.4 0.

obyek. Penuangan obyek juga perlu didukung dengan alasan / argumen yang memadai. Hindari penentuan tujuan yang tidak menjawab permasalahan. kita harus membuat pembaca memahami gagasan yang kita tawarkan sebagaimana kita memahaminya. Ingat. Pasal subyek. Tujuan bisa lebih dari 1 tergantung jumlah permasalahan yang diangkat. Misalkan untuk menjawab tujuan (1) ada 3 sasaran yang harus dicapai. meyakinkan. sesuai dengan gagasan yang ditawarkan penulis. Pasal sasaran. Pada pasal ini cantumkan tujuan berkenaan dengan gagasan pemecahan masalah yang ditawarkan penulis. dsb. kemampuan berpikir logis. sejauh berperan untuk mendukung pemecahan masalah. Permasalahan yang sering terjadi. Gagasan terbesar penulis dalam memecahkan masalah sebenarnya ada pada metode ini. Pasal upaya. Sebaik apapun gagasan kita akan sia-sia apabila gagasan . logis. obyek. penulis dapat menentukan siapa saja subyeknya secara proporsional.Pasal tujuan. Peran subyek adalah untuk mendukung gagasan pemecahan masalah. lihat apa saja sasaran yang harus dicapai. Tentukan siapa subyek yang memiliki kapasitas untuk mengeluarkan kebijakan yang dikehendaki untuk mendukung pemecahan masalah. fokus. penulis perlu memberikan alasan/argumen yang memadai. Tentukan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pemecahan masalah. Pasal metode. metode dan sarana/prasarana dalam sebuah penyajian tulisan yang utuh. seperti: struktur organisasi (apabila diperlukan direvisi untuk menjawab permasalahan). dsb. Dalam permasalahan yang kita contohkan (kemampuan penyelidikan). perangkat lunak. casis wajib membuat bab faktor berpengaruh yang meliputi pengaruh internal dan eksternal dengan harapan panitia seleksi dapat mengukur: seberapa besar kemampuan kreatif. Oleh karenanya penentuan metode harus melalui proses yang memadai. Dalam pembuatan karmil seleksi. Oleh karenanya dalam menentukan subyek. kemampuan dasar analisis dan kemampuan memberikan argumen dalam menyikapi suatu permasalahan. hal pertama yang harus diperhatikan adalah tujuan. tergantung substansi permasalahan yang akan dipecahkan. padu. obyeknya: prajurit Denintel (manusia) dalam hal ini juga penulis bisa membuatnya secara lebih spesifik.kelompok/badan. Contoh: dari kombinasi faktor internal dan faktor eksternal diperoleh salah satu metode adalah membuat kebijakan. banyak perwira yang asal saja / tidak mengerti siapa subyek yang dilibatkan. Pengertian obyek disini adalah sesuatu yang menjadi sasaran pemecahan masalah. Untuk menuangkan pasal upaya. metode dan sarana/prasarana yang ada. menarik. berikan argumen yang memadai. ataupun tidak relevan dengan metode yang dipilih. atau bisa juga ditambah yang lainnya. perangkat keras. Pasal sarana prasarana. dalam menulis kita sedang menawarkan sebuah gagasan untuk pemecahan masalah. Pencantuman subyek harus proporsional. tidak serta merta. Pasal obyek. Kedua. maka pada pasal upaya penulis akan mengkolaborasikan: subyek. upaya harus diarahkan pada tujuan. saling bertautan. Sasaran adalah untuk menjawab persoalan. maka akan terdapat 3 sasaran untuk menjawab tujuan. apabila terdapat 3 persoalan untuk mengatasi permasalahan. komprehensif. Pada pasal upaya / optimalisasi perwira harus menjawab bagaimana mencapai sasaran dengan mengkombinasikan subyek. sistem. bisa manusia. Berikan alasan / argumen yang memadai untuk mendukung metode yang dipilih.

yang tidak/kurang jelas menjadi jelas. Terakhir. Pada pasal penutup. . berikan uraian secara ringkas tentang pentingnya masalah untuk dipecahkan (sebagai penekanan ulang). berikan kesimpulan akhir tentang upaya pemecahan yang dilakukan. Pembahasan tidak berputar-putar. dsb. Data : merupakan bahan-bahan atau keterangan yang berupa cetakan.tersebut tidak bisa sampai kepada pembaca secara utuh. sampaikan apa yang belum dapat dilakukan sehubungan keterbatasan subyek. Siapa subyek dan apa yang diperbuat. atau yang tidak/setengah yakin menjadi yakin. uraikan bagaimana kita menyelesaikan setiap sasaran. bagaimana pembaca yang tidak tahu menjadi tahu. namun perlu dilakukan untuk mendukung pemecahan masalah. Istilah-istilah tersebut adalah : 1. mengalir dan menarik sehingga dalam setiap kata maupun kalimat yang tertuang selalu merangsang pikiran pembaca. fokus pada pokok bahasan. misalnya: dengan membandingkan. maka sebenarnya kita sudah gagal dalam menyampaikan gagasan kita melalui tulisan. Catatan: • • • • Pilihlah judul yang familiar dan cukup dikuasai. Apabila pikiran pembaca tidak hidup ketika membaca tulisan. yang tidak/setengah percaya menjadi percaya. Pada pasal saran. Membuat bab penutup. yang tidak/sulit menerima menjadi penerima. apa dan bagaimana metode. Intinya. Pada pasal upaya ini. Lampiran: Gambaran singkat tentang peran TI dalam penyelidikan (oleh: Letkol Czi. uraikan secara garis besar seperti apa upaya yang dilakukan untuk memecahkan masalah. siapa/apa obyek. pada poin berikutnya. termasuk apa dan bagaimana sarana dan prasarana harus terkolaborasi dalam sebuah penulisan yang utuh. dengan memberikan argumen.. termasuk dengan teknik kombinasi. atau keterangan-keterangan lisan. Bab penutup terdiri dari pasal kesimpulan dan pasal saran. Ada banyak teknik yang digunakan dalam penulisan. jangan diawal tulisan membicarakan pintu tapi diakhir tulisan menjadi jendela. pertama. sekalipun sama-sama terbuat dari kayu. gambar atau sinyal elektronik. 8. Budiman). dengan memberi contoh. PERAN TI DALAM RANGKA LID Intelijen dan Informasi Dari sisi teori informasi ada beberapa pengertian yang perlu diketahui dalam membahas intelijen. dsb. Dalam menulis selalu fokus pada judul. Jangan lupa membuat daftar isi dan alur / pola pikir.

Dalam bahasa intelijen proses pengolahan ini harus didukung oleh informasi yang cukup. hanya saja lingkupnya lebih sempit. apakah hasil (Output) dimanfaatkan secara tepat. Paradigma tersebut adalah produk saat terjadinya perang dingin dimana lawannya jelas dari kelompok komunis dan ekstrim yang lainnya dan kegiatannya pun masih jelas dengan penggunaan senjata pemusnah massal. Jadi mutu intelijen tergantung pada. Keempat apakah waktunya tepat (timeliness). peta dan sebagainya. Berdasarkan pengertian tersebut maka keputusan yang baik harus didukung oleh intelijen (informasi) yang baik. dan digalang atau dengan kata lain perlu definisi yang jelas tentang siapa lawan dan siapa bakal lawan. Informasi : merupakan data yang sudah disusun. Proses. Kedua apakah pengolahannya (Proses) dilakukan dengan benar. diolah. gabungan antara para penjahat dan teroris ( the low-tech brute ). teknik kompilasi. Demikian pula intelijen (informasi) sudah kurang . atau dalam bahasa intelijen apakah Unsur Utama Keterangan (UUK) yang diterima benar apa tidak. dan Penggalangan (psychological operations). Dalam era informasi saat ini. Steele ). Output (IPO) yang baik pula.2. Dalam konteks perkembangan teknologi informasi paradigma ini menjadi kurang tepat karena saat ini definisi lawan dan bakal lawan sudah tidak jelas lagi. Waktu ini sangat krusial karena walaupun informasi itu baik kalau diberikan tidak tepat waktu apalagi terlambat menjadi tidak ada artinya. Ruang Lingkup Intelijen Dalam dunia intelijen kita ada tiga kegiatan pokok yang dilakukan yaitu yang dikenal sebagai Lid Pam Gal atau Penyelidikan (positive clandestine intelligence?). laporan dengan grafik. 3. ideologi / SARA (the low-tech seer ). Ini dapat berupa laporan berupa multimedia. dan gabungan antara para penjahat informasi dan spionase ekonomi (the high-tech seer) ( The Transformation of War and the Future of the Corps -. intelijen tidak lagi berkutat pada masalah bagaimana menembus suatu jaringan informasi rahasia dalam rangka pengumpulan data / keterangan tetapi lebih pada bagaimana memisahkan / mencari informasi yang berguna dari banjir informasi yang tersedia secara bebas terutama dari sumber elektronis. Biasanya intelijen / informasi ini mempunyai klasifikasi. kemampuan analis. untuk menghasilkan laporan yang sifatnya masih umum. Sementara seiring dengan kemajuan teknologi pembagian lawan / hakekat ancaman dapat digolongkan menjadi empat kelompok yaitu militer dengan sistem yang canggih dengan dukungan logistik yang sangat kuat ( the high-tech brute ). diamankan. Intelijen : merupakan suatu produk atau informasi yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk mendukung suatu pengambilan keputusan oleh pihak tertentu / pengguna. Pengamanan (counter intelligence). Pertama apakah masukannya (Input) sesuai permintaan apa tidak. Ketiga.Robert D. Informasi merupakan semua data yang sudah diolah sedangkan Intelijen adalah informasi yang sudah dievaluasi guna pengambilan keputusan tertentu. gambar. Dalam konteks ini maka ada pihak yang ingin diselidiki. Informasi yang baik dihasilkan dari skema Input. Dan yang paling penting proses ini dilakukan oleh suatu badan tersendiri yang berbeda dengan yang mengumpulkan keterangan agar tidak terjadi bias. dan teknik analisis yang baik. kelompok massa tanpa senjata yang biasanya didorong oleh faktor agama. Dengan kata lain ternyata intelijen adalah sama dengan informasi.

Dengan demikian dari pandangan intelijen sebagai badan yang perlu ditinjau kembali adalah dari sisi teknik penyelidikan (terutama teknik pengumpulan keterangannya) dan penggalangannya (dengan menggunakan konsep perang informasi). penerbitan. microfiche. Namun demikian konsep ini mempersyaratkan seorang agen atau analis dengan kualitas baik dengan penguasan teknologi. Informasi yang tertutup (Closed Proprietary Information) yang hanya dapat diperoleh dari tempat tertentu yang ingin dijadikan target. berwawasan luas serta menguasai bahasa asing. Dengan kemajuan teknologi informasi maka dari sisi teknik pengumpulan keterangan ada konsep yang dikenal sebagai Open Source Intelligence. Informasi yang berklasifikasi (Classified information) ini diperoleh dari kegiatan mata-mata. Penyelidikan Dalam kegiatan ini di lingkungan TNI AD mempunyai badan-badan seperti Denintel sampai unit intel dibawahnya. . kadang-kadang susah untuk memperolehnya dan memerlukan kegiatan spionase. (Konsep tentang open source intelligence dan penjelasan tipe manusia (human sources) ini akan ditulis dalam artikel tersendiri). 3. dan data elektonis. operator (juru bicara) dari suatu organisasi. Maksud dari kegiatan ini secara lebih spesifik adalah untuk memperoleh informasi sesuai UUK untuk tujuan cegah dini dan peringatan dini. Pencarian keterangan dalam konsep open source intelligence dapat dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari memanfaatkan manusia (human sources). barang cetakan (hard copy). jurnalis. dan resiko memperolehnya sangat tinggi. misalnya membeli peta atau membeli peluru kendali dari negara tertentu untuk mengetahui cara kerjanya. 2. Berkaitan dengan unsur utama keterangan yang akan dikumpulkan maka jenis informasi ditinjau dari sudut pandang sumbernya dapat dibagi menjadi empat kelompok yaitu: 1. satelit dengan menggunakan agen. informasi di internet dan sebagainya. tepat sasaran dan berguna bagi pengguna. teknik pencarian informasi (information searching). Khusus untuk manusia ada beberapa sumber dimana kita dapat memperoleh informasi dengan akurat yaitu akademisi. dan para pimpinan atau calon pimpinan suatu organisasi. Dalam konsep yang maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi banyak sarana yang dapat digunakan dalam konteks Open Source Intelligence.lagi dikelompokkan menjadi berklasifikasi atau tidak tetapi lebih pada apakah itu tepat waktu. Konsep ini sangat relevan karena sangat murah biayanya dan informasi yang dihasilkan sangat signifikan. Informasi yang setengah terbuka (Open Proprietary Information) yang dapat diperoleh dengan cara membeli dari pihak-pihak tertentu yang ingin kita selidiki. 4. misalnya akan mencuri suatu desain kendaraaan perang ataupun source code dari program komputer. barang barang cetakan. Informasi yang sifatnya terbuka (Open Source Information) yang dapat diperoleh dengan biaya yang sangat murah misalnya dari koran.

Pertama. Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung peyelidikan. sepuluh persen untuk classified intelligence. Untuk mencari informasi yang umum dengan cepat dapat menggunakan http://www. Karena apabila tidak tahu tekniknya akan memerlukan waktu yang sangat lama.Untuk menunjukkan bahwa informasi (intelijen) yang diperoleh dari sistem ini sangat penting dan menentukan dalam pengambilan keputusan. Misalnya untuk mencari tokoh yang sangat berpengaruh.answers.google. dan sepuluh persen lainnya untuk proprietary intelligence. kita bisa menggunakan http://www. http://www. . Amerika Serikat saat ini mengalokasikan anggaran untuk open source intelligence (OSINT) sebesar 80 persen. Dalam konteks internet maka ada beberapa teknologi yang dimanfaatkan. Kuncinya adalah harus mengetahui teknik-teknik mencari informasi dengan tepat. Bahkan sekarang ini dengan menggunakan handphone yang murah tanpa harus membeli Blackberry dapat menikmati fasilitas push email dengan memanfaatkan software dari seven. Penjelasan tentang teknik menulis karmil ini sudah semakin lengkap dan komprehensif. di 23:03 Label: Casis Seskoad.com/. Ada banyak teknologi yang sekarang ini tersedia dengan relatif murah dan bahkan gratis.com/ .com/. bahkan untuk tahu mengenai kapan dan dimananya dapat diperoleh dengan mesin pencari ini.com/. Diposkan oleh Heri Marjaga Siagian. Dengan mesin pencari ini dengan mengetahui trik mencari informasi dengan cepat maka kita dapat mencari informasi yang kita inginkan sesuai dengan keinginan kita dengan mudah. Dengan mesin itu kita bisa mencari tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan mudah. http://ask. Teknik Membuat Karmil Seleksi Seskoad 2 komentar: Hamim mengatakan. Namun ada beberapa persoalan yang sering ditanyakan oleh casis dan perlu diberi penjelasan secara lebih gamblang dalam blog ini sehingga dapat dibaca oleh banyak orang.googlism. CUkup bermanfaat bagi casis yg akan mengikuti seleksi tahun ini. Ada aplikasi lain yang dapat dengan mudah dijalankan yaitu dengan Google Earth. Penggunaan search engine yang tepat akan dapat memperoleh informasi yang cepat. Perangkat ini sangat membantu dalam kegiatan Matbar yang begitu penting dalam siklus intelijen (RPI). sebagai contoh. pada bab LATAR BELAKANG PEMIKIRAN..com dengan biaya yang relatif jauh lebih murah.. selain pasal umum juga terdapat pasal LANDASAN PEMIKIRAN dan DASAR PEMIKIRAN yang sering dijumpai. denga perangkat lunak ini kita bisa mencari informasi tentang suatu posisi dengan mudah dan dalam bentuk tiga dimensi. Yang terpenting dalam mencari informasi di internet adalah penggunaan mesin pencari (search engine).

Kedua. Menurut saya kedua faktor tersebut tidak hanya merupakan penyebab timbulnya masalah. yaitu: variabel makro(1) dan variabel mikro(2). mengkaji kekuatan variabel yang satu dibandingkan kekuatan variabel lain. penentuan subyek agar proposional juga harus SESUAI DENGAN OBYEK YG DIBAHAS. mohon pak dosen menjelaskan perbedaan antara LANDASAN PEMIKIRAN dan DASAR PEMIKIRAN. Ketiga. Mungkin perlu ditambahkan juga selain sesuai dengan gagasan yg ditawarkan. proses penentuan masalah dari beberapa variabel tidak sesederhana pada karmil seleksi. obyek. dosen juga telah menjelaskan bahwa kelemahan internal dan kendala eksternal merupakan FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA MASALAH. mengkaji pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya. dsb. Keempat. mana yang lebih tepat digunakan? Selain itu.Untuk karmil yg besar dan disusun dalam waktu yg cukup lama. latihan. Penentuan masalah sebagai inti yang akan dibahas dalam karmil seleksi maupun karmil ilmiah sangat berkaitan dengan keberadaan variabel ini.. banyak pertanyaan yang berkait dengan METODE dimana ada pendapat yang mengatakan bahwa yang termasuk dalam METODE itu adalah. gejala. mungkin dua-duanya dapat digunakan. Latar belakang (pemikiran)intinya menjelaskan tentang apa dan mengapa judul. Variabel yang pertama adalah titik awal penulisan yang berkaitan erat terhadap variabel kedua (yang menjadi inti pembahasan tulisan). menghubungkan dua variabel. 1. Contohnya. Tentang latar belakang pemikiran. tetapi juga merupakan PENGHAMBAT UPAYA PENYELESAIAN MASALAH. dosen menjelaskan bahwa Pencantuman subyek harus proporsional. Pada Karmil ilmiah. mengkaji kontribusi suatu variabel terhadap variabel lain. dibutuhkan landasan untuk menunjukkan pengaruh variabel terhadap masalah yang . tetapi untuk keperluan seleksi seskoad yg hanya 4 jam dan tidak membawa referensi. Perlu dijelaskan apakah memang ada referensi yang membuat pembatasan tentang penentuan metode ini? Karena banyak orang yang ragu-ragu untuk menentukan metode pemecahan masalah yang ditulis dalam karmilnya.2006). penentuan masalah dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti: mendeskripsikan setiap variabel. Hal ini juga terkait dengan saran yang akan dituangkan dalam bab penutup. sesuai dengan gagasan yang ditawarkan penulis.. dimana saran tersebut akan diajukan kepada ORANG atau INSTANSI yang berada DIATAS SUBYEK. Pada karmil ilmiah. yang dapat diukur secara kuantitatif ataupun kualitatif ( Nana Sujana: Tuntunan Penulisan Karya Ilmiah. Misalnya obyeknya prajurit di batalyon. pendidikan dll. Secara sederhana variabel dapat diartikan: ciri dari individu. peristiwa. apakah PENGADAAN dapat digunakan sebagai metode? Demikian saran dan tanggapan saya kepada bapak dosen. Untuk tingkat karmil seleksi biasanya terdapat 2 variabel dalam judul. Mohon untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail 7 Mei 2009 09:46 Heri Marjaga mengatakan. maka subyeknya paling tinggi adalah KOMANDAN BATALYON.

2. tidak serta merta membuat wajah dunia menjadi seragam. seperti: Landasan idiil. Lucunya. Sistem ekonomi kapitalisme yang bebas (laissez faire) ternyata melahirkan disparitas (kesenjangan) antara miskin dan kaya. gunakan dasar pemikiran dengan catatan pokok/pangkal pemikiran ini harus juga muncul pada bab-bab selanjutnya. Sistem ekonomi kapitalis menjadi mainstream economy system nyaris di semuai negara di dunia. Sistem ekonomi ini menyerahkan kedaulatan pada free market mechanism yang diatur oleh invisible hand dengan jiwa free market competition spirit dan tentu saja berlaku hukum rimba. Misal: Ada seorang yang selalu ditipu orang karena kebodohannya.net). Dasar pemikiran. dalam pengertian kamus adalah: pokok/pangkal suatu pendapat/pemikiran. budaya. Contoh: Proses berlangsungnya globalisasi ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi. dimana harus memuat instrumental input. antara negara Barat dengan Timur.dll. dsb. Namun landasan pemikiran ini harus digunakan dalam pembahasan pokok masalah. dan sebagai lokomotifnya adalah sistem kapitalisme sebagai icons dalam perekonomian global. Kelemahan dan kendala jika dihadapkan pada masalah berperan sebagai penyebab. kebodohan ini tidak bisa hilang sehingga akan menjadi penghambat dalam mengatasi masalah selalu ditipu orang tsb. Masalah orang itu sering ditipu orang disebabkan oleh kebodohannya. Tentunya subyek yang memiliki kapasitas untuk melakukan hal ini haruslah Kasad. Menurut hemat saya apabila casis menggunakan pola pikir. dan bila dihadapkan pada pemecahan masalah adalah sebagai penghambat. maka hal ini akan dimunculkan dalam pasal saran (karena diluar kemampuan Denintel (yang menulis)untuk melakukannya.diangkat. Subyek disini bukan dihadapkan pada obyek. tapi tidak jelas pemanfaatannya untuk digunakan apa dalam tulisan. . landasan operasional. Namun apabila casis menggunakan alur pikir. Tentang subyek harus proporsional. tidak semata muncul pada bab latar belakang pemikiran. Misalkan dalam judul contoh memerlukan Kasad sebagai subyek untuk mengeluarkan kebijakan merevisi struktur organisasi Denintel agar peningkatan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel melalui pemanfaatan teknologi informasi dapat terwujud. Tentang kelemahan dan kendala. Seharusnya landasan ini digunakan untuk mendeskripsikan suatu variabel dan pengaruhnya untuk merumuskan masalah. ada banyak karmil (entah meniru dari siapa) memuat bermacam landasan. antara masyarakat kuat dengan masyarakat lemah. negara maju dengan negara berkembang. hubungan antara ideologi. landasan filosofi. 3. Misalkan: Untuk meningkatkan kemampuan penyelidikan salah satu metodenya adalah merevisi struktur organisasi Denintel. politik dan agama. Saya pribadi sangat jarang menemukan karmil ilmiah (karmil yang ditulis mengikuti kaidah/norma ilmiah). kebodohan dan kebrobokan moral . melainkan pada metode yang ditemukan dari kombinasi faktor internal dan eksternal. Proporsional disini artinya sesuai dengan kapasitas subyek.(sumber: http://i-epistemology. termasuk untuk membahas masalah itu sendiri. Utara dengan Selatan dan muncul isu-isu kemiskinan. misal:landasan teori. Untuk pemecahan masalah agar tidak selalu ditipu orang. gunakan landasan pemikiran. sebaliknya konflik dan benturan semakin dahsyat.

Bisa saja kita tetap menggunakan metode pendidikan. 9 Mei 2009 00:42 . Ini harus jelas dinyatakan.4. Yang saya herankan setiap penulisan karmil. Berkaitan dengan hal ini penentuan metode tidak serta merta melainkan harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut. Misalkan: Pada saat ada masalah dengan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel. dan berpengaruh terhadap pemecahan masalah (dengan mengkombinasikan kedua faktor sebagai solusi masalah). dll. Lalu kita gunakan lagi metode pendidikan ini untuk meningkatkan kemampuan penyelidikan prajurit Denintel. Penentuan metode dipengaruhi oleh penggunaan faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki 2 arah pengaruh. Intinya metode yang digagas memang visible dan akuntable untuk memecahkan masalah. selalu saja metodenya: pendidikan. metode pendidikan ini kan sudah ada. yaitu: berpengaruh terhadap terjadinya masalah.latihan. tapi pendidikan yang bagaimana dan yang seperti apa. Tentang metode. Saya melihat penulisan karmil mengadopsi sebagian dari analisis SWOT dengan mengkombinasikan faktor internal dan eksternal untuk menentukan metode. sosialisasi. pertanyaannya metode pendidikan yang mana dan yang seperti apa?. tanpa diberikan argumen yang logis. Dalam analisis SWOT dengan mengkombinasikan Strength-Weakness-Opportunity-Threat dalam beberapa penelitian terbukti dapat menghasilkan strategi yang efektif dalam menyikapi suatu permasalahan. bukan sekedar mengatakan metodenya: pendidikan. Tentunya bisa juga ditemukan metode yang sama sekali baru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->