P. 1
poligon

poligon

|Views: 581|Likes:
Published by arfanscrib

More info:

Published by: arfanscrib on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

I.

PENGERTIAN DAN JENIS POLIGON Poligon berasal dari kata polygon yang berarti poly : banyak dan gon(gone) : titik. Yang kita maksud disini adalah poligon yang digunakan sebagai kerangka dasar pemetaan yang memiliki titik titik dimana titik tersebut mempunyai sebuah koordinat X dan Y, silahkan klik disini untuk memahami sistem koordinat dan proyeksi peta yang tidak terlepas akan pengukuran dan penghitungan poligon. Jenis Poligon

Poligon tertutup Poligon tertutup (koordinat lokal) Poligon terbuka tidak terikat / lepas (koordinat lokal) Poligon terbuka tidak terikat sempurna Poligon terbuka terikat sempurna Poligon memiliki beberapa jenis di pandang dari bentuk dan titik refrensi (acuan) yang digunakan sebagai sistem koordinat dan kontrol kualitas dari pengukuran poligon. Titik refrensi adalah titik yang mempunyai sebuah koordinat yang dalam penghitungannya mengacu pada sebuah datum dan proyeksi peta, di Indonesia datum yang di gunakan adalah WGS 84 sedangkan proyeksi peta menggunakan TM-3, sedangkan koordinat lokal adalah koordinat yang tidak mengacu pada dua hal tersebut (koordinat sementara), kalaupun hal itu di terapkan dalam pengukuran poligon untuk area yang cukup luas tentu saja kelengkungan bumi diabaikan begitu saja. Untuk titik refrensi dalam pengukuran poligon ialah TDT (Titik Dasar Teknik) atau BM (Base Mark) Orde 3,2 ataupun Orde 1 yang telah memiliki kooordinat TM-3 dan diukur menggunakan GPS Geodetik.

http://www.udinugroho.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.com

com . Jenis theodolite dipandang dari ketelitiannya mempunyai beberapa macam.udinugroho. dimana 1m = 100cm = 1000mm. Theodolite Theodholite adalah salah satu alat ukur sudut. T1. yang pengoprasiannya masih manual. dan lainya.020º50’30” = 079º30’30” 001º00’15” . http://www. Biasa digunakan untuk perapatan titik koordinat dan pengukuran detail. Biasa digunakan untuk pengukuran detail dan perapatan titik koordinat yang mempunyai refrensi TDT Orde 4. Satuan jarak yang di pakai adalah meter. 2. Theodolite Semi Digital Seperti halnya Theodholite pada angka 1. PENGENALAN ALAT UKUR SUDUT 1.II. yang mengambil data jarak dan sudut antar titik titik poligon yang ditanam secara permanen (dalam hal ini titik yang dimaksud adalah TDT Orde 4). SATUAN YANG DI PAKAI DALAM PENGUKURAN POLIGON Pengukuran Poligon dilakukan dengan cara menggunakan Total Station. Yang perlu anda ketahui : Contoh bacaanya 126 º50’30” (126 derajat. 90 derajat merupakan sudut siku-siku.270º31’45” = 090º28’30” III. sedangkan sudut adalah derajat.015º05’15” = 005º10’15” 100º21’00” .com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. tanpa EDM. dimana 1derajat sama dengan 60 menit atau 3600 detik. dan 1 putaran penuh memiliki besaran 360 derajat. 50 menit. 0º = 360º = 720º = 1080º dan kelipatannya ) 61’ = 01º01’ 3672” = 61’12” = 1º01’12” 001º02’15” + 100º05’40” = 101º07’55” 015º26’20” + 029º33’40” = 045º00’00” 306º00’40” + 060º59’20” = 007º00’00” 020º15’30” . dan tanpa dilengkapi EDM. hanya saja pengoprasiannya sudah menggunakan sistem digital. 30 detik) 1º = 60’ = 3600” 1’ = 60” 361º = 1º ( 1 lingkaran lebih 1 derajat. diantaranya T0.

bersifat kasar karena ketelitian 5cm dan tergantung dari jauh dan dekatnya jarak tersebut. Dari pengamatan sebuah pita ukur.udinugroho. sebuah perapatan titik koordinat dari beberapa refrensi TDT Orde 3 atau di atasnya. Biasa digunakan untuk mengukur Koordinat TDT Orde 4. Dari gambar di samping dapat kita lihat ba = 04. PENGUKURAN JARAK Jarak yang digunakan dalam poligon adalah jarak datar yang dapat dihasilkan dari berbagai cara diantaranya : 1. dalam pengukuran jarak pada total Station diperlukan Target berupa prisma yang berguna untuk mengembalikan sinyal EDM kembali ke Total Station.50 dm bt = 04.com . 2.50 d = 50 dm d = 5m jika d sudah diketahui maka kita sudah dapat menghitung jarak datar dengan cara hd = d*cosV hd = 5*cos30º00’20” hd = 4. Total Station Total station adalah sebuah Teodholite yang di gunakan untuk mengukur sudut.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. d (slope distance) dapat dihitung d = 100*(ba-bb) catatan (ba-bt=bt-bb) d = 100*(4.25 dm bb = 04.50-04.00) d = 100*0. dan sebuah EDM yang berguna untuk pengukuran jarak. IV. Dari pengamatan rambu ukur dengan theodolite. karena pada keadaan datar bacaan vertikal pada angka 90˚) maka. Di gunakan juga dalam pengukuran detail.3. hanya saja di lengkapi dengan pengoprasian sistem digital.33 m http://www. hal ini bersifat kasar dikarenakan ketelitian dari pita ukur hanya mencapai cm dan untuk memenuhi metode pengukuran jarak datar sangatlah susah untuk diterapkan. ketelitian jarak Total Station adalah sampai dengan 1mm dan ketelitian sudutnya berkisar 1-5” tergantung dari alatnya.00 dm jika V = 30º00’20” (V adalah hasil pengurangan dari 90˚-bacaan vertikal.

Dari hasil penghitungan instant oleh Total Station. Set 0 º pada bacaan horisontalnya Setelah itu bidik target 2 Catat bacaan Horisontalnya Sudut yang dibentuk dari gambar di atas adalah hasil pengurangan dari bacaan target 2 dikurangi bacaan target 1.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. Cara pengukuran sudut dilakukan seperti gambar di bawah ini : Pertama bidik target 1. 90 º).51º30’40” = 38º29’20” jarak datar (hd) hd = d * cosV hd = 89 * cos 38º29’20” hd = 69. sudut yang digunakan ialah sudut yang mempunyai putaran searah jarum jam..com . Pengulangan ini bertujuan untuk memperkecil kesalahan dan mengindari human error atau salah pencatatan. d = 89 m (jarak miring) bv = 51º30’40” (bacaan sudut vertikal) maka. V. (contoh : 30 º. sudut yang dibentuk adalah (v) v = 90 º . PENGUKURAN SUDUT HORISONTAL Dalam pengukuran poligon.663 meter 4. sebenarnya pada Total station sudah terdapat bacaan HD (Horizontal Distance) yang muncul secara otomatis.00 º00’00” = 270 º00’30” (dikarenakan bacaan target 1 diset nol derajat) Ulangi sampai 2 atau 3 kali dengan set bacaan horizontal yang berbeda di target 1. jika anda membuat sudut 90 º berlawanan arah jarum jam maka sudut yang dihasilkan adalah 270 º (sesuai dengan arah jarum jam). http://www.udinugroho.3. jika pada bacaan target 2 sebesar 270 º00’30” maka sudut yang di hasilkan adalah 270 º00’30” . Dari penghitungan data jarak miring dan besaran sudut vertikal.

Contoh pencatatan hasil pengukuran beserta penghitungan perataannya Pada kolom “Rata rata Sudut Horisontal” merupakan hasil pengurangan bacaan target 2 dikurangi bacaan target 1 sedangkan pada baris paling bawah sendiri di kolom yang sama adalah perataan sudut horizontal. • Catat hasil bacaan di target 2.Selain itu gunakan bacaan luar biasa dan biasa. • Kembali bidik target 2. catat hasil bacaannya Hal ini dinamakan 1 Sesi. Jadi setiap kali kita mendirikan alat data yang kita dapat adalah 2 jarak antara alat dan kedua target serta satu sudut yang membentuk di tempat berdiri alat dengan kedua target. • Bidik target 2 dan catat bacaannya. Hasil bacaan di target 2 seharusnya memiliki selisih kurang lebih 180 derajat dengan bacaan target 2 saat pengukuran sudut biasa • Setelah itu kembali bidik ke target 1. http://www. jangan lupa dicatat. ( satu sesi atau satu seri). mempunyai 2 besaran sudut (Biasa dan Luar biasa). • Set Nol pada bacaan horisontalnya.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.com .udinugroho. tanpa mengubah hasil bacaan horisontalnya. seharusnya selisih tidak terlalu jauh di angka 180 derajat. Sedangkan pada rata rata jarak datar adalah perataan jarak hasil pengukuran. untuk pengecekannya dapat di lihat selisih antara bacaan awal dan akhir pada target 1 ataupun 2. hal ini untuk menghindari efek kesalahan pada alat. Sudut Luar Biasa • Putar 180 derajat baik vertikal ataupun secara harisontal. langkahnya : Sudut biasa • Bidik target 1. Ulangi hal ini dalam pengukuran poligon setidaknya 2 atau 3 sesi.

jika pada titik 1 dan 2 mempunyai sebuah koordinat sebagai berikut.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. jadi hasilnya 258˚41’24”.udinugroho. PENENTUAN DAN PENGHITUNGAN AZIMUTH Azhimuth adalah sebuah sudut yang dibentuk dari 2 titik dengan arah utara. X1 = 1000 Y1 = 1000 X2 = 900 Y2 = 980 B1 = 200º05’10” Maka A12 (azimuth dari titik 1 ke titik 2) dapat kita hitung A12 = Arctan((X2-X1)/(Y2-Y1)) A12 = Arctan((1000-900)/(1000-980)) A12 = Arctan 5 A12 = 78. Gambar 1 : merupakan gambar Azimuth yang di bentuk dari titik 1 ke titik 2 (A12).com . Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kuadran silahahkan lihat gambar dibawah ini. http://www.VI. maka hasil dari penghitungan ditambahkan 180˚. sedangkan pada gambar 2 : adalah sebuah gambaran penghitungan azimuth dari 2 titik yang mempunyai koordinat. Pada Gambar 2.6900˚ A12 = 78˚41’24” Dikarenakan titik 2 berada di daerah kuadran III.

Untuk menentukan Azimuth dari titik 1 ke titik a dapat kita hitung dengan : A1a = B1-(360˚-A12) A1a = 200˚05’10”-(360˚-258˚41’24”) A1a = 97˚23’46” VII. PENGHITUNGAN KOORDINAT (DETAIL) Jika pada titik 1 dan 2 mempunyai sebuah koordinat sebagai berikut.1210 http://www.365sin97˚23’46” Xa = 1022.com .1789 Untuk koordinat Ya Xa = X1+d cos A1a Xa = 1000+22.6900˚ A12 = 78˚41’24” + 180˚ (berada di kuadran III) A12 = 258˚41’24” Hitung Azhimuth titik 1 ke detail a A1a = B1-(360˚-A12) A1a = 200˚05’10”-(360˚-258˚41’24”) A1a = 97˚23’46” Hitung Koordinat titik detail a Untuk koordinat Xa Xa = X1+d sin A1a Xa = 1000+22.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. X1 = 1000 Y1 = 1000 X2 = 900 Y2 = 980 Dan sebuah sudut horisontal B1 = 200º05’10” d1a = 22.udinugroho.365m Untuk penghitungan koordinatnya sebagai berikut : Hitung Azimuth titik 1 ke titik 2 A12 = Arctan((X2-X1)/(Y2-Y1)) A12 = Arctan((1000-900)/(1000-980)) A12 = Arctan 5 A12 = 78.365cos97˚23’46” Xa = 997.

0113 Y2 = Y1+d12cosA12 Y2 = 1000+30cos30˚01’30” Y2 = 1025.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. Tentukan Azimuth detail 2 ke detail 3 A23 = ?? (Azimuth yang akan ditentukan) A12 = 30˚01’30” (Azimuth awal) A12’ = A12 (proyeksi perpanjangan garis) Jika H2 = 250˚00’20” (besaran sudut Horisontal yang dibentuk antara detail 1 2 dan 3. DASAR PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON Penghitungan poligon pada dasarnya hanyalah penghitungan sebuah detail yang berkesinambungan atau continous secara pararalel. di dapat dari pengukuran di lapangan) H2’ = H2-180˚. Hitung koordinat detail 2. 3. Lihat gambar : Apabila azimuth detail 1 ke detail 2 telah di tentukan beserta koordinat di detail 1. 4 dan 5 dapat di hitung koordinatnya dengan cara : 1. maka : A23 = H2’+A12’ atau A23 = (H2-180)+A12 [A = (H-180)+A’] A23 = (H2-180)+A12 A23 = (250˚00’20”-180˚)+30˚01’30” A23 = 70˚00’20”+30˚01’30” A23 = 100˚01’50” http://www.9742 2.VIII. jika d12 = 30m X2 = X1+d12sinA12 X2 = 1000+30sin30˚01’30” X2 = 1015.com . akan tetapi sebuah poligon mempunyai koreksi baik itu koreksi sudut ataupun koreksi linier.udinugroho. X1 = 1000 Y1 = 1000 A12 = 30˚01’30” maka detail 2.

1784 Y5 = Y4+d45sinA45 Y5 = 1015. maka : X3 = X2+d23sinA23 X3 = 1015.6752+20cos85˚01’50” Y5 = 1017.3999+38sin95˚01’50” X4 = 1092. Hitung koordinat detail 4 Jika d34 = 38m. Hitung Koordinat detail 3 Jika d23 = 40m (jarak dari detail 2 ke 3. maka : A45 = (H4-180)+A34 A45 = (170˚00’00”-180˚)+95˚01’50” A45 = 85˚01’50” 7. Hitung Azimuth detail 4 ke detail 5 Jika H4 = 170˚00’00”.0073 4. maka : X5 = X4+d45sinA45 X5 = 1092.2536+20sin85˚01’50” X5 = 1112.3.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.9742+40cos100˚01’50” Y3 = 1019.4077 http://www. Tentukan Azimuth detail 3 ke detail 4 Jika H3 = 175˚00’00”.udinugroho.0113+40sin100˚01’50” X3 = 1054.com .3999 Y3 = Y2+d23sinA23 Y3 = 1025.6752 6. maka : A34 = (H3-180)+A23 A34 = (175˚00’00”-180˚)+100˚01’50” A34 = 95˚01’50” 5.2536 Y4 = Y3+d34sinA34 Y4 = 1019. Hitung koordinat detail 5 Jika d45 = 20m.0073+38cos95˚01’50” Y4 = 1015. maka : X4 = X3+d34sinA34 X4 = 1054. didapat dari pengukuran di lapangan).

KOREKSI DI DALAM PENGHITUNGAN POLIGON Koreksi merupakan perataan kesalahan yang timbul dalam pengukuran poligon.IX.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. selisih jarak dianggap benar dengan hasil penghitungan dari data lapangan di bagi di tiap jarak berdasarkan perbandingan jarak tersebut dengan jumlah jarak.com . Kesalahan yang timbul dalam pengukuran poligon adalah kesalahan sudut dan kesalahan linier (jarak). akan tetapi di sebuah penghitungan poligon jarak linier(L) yang kita maksud dibedakan menjadi jarak ordinat(Y) dan jarak absis(X).udinugroho. Koreksi sudut dapat dilakukan dengan cara membagi dengan rata kesalahan tersebut di tiap titik poligon. d45 = 20m. PENGISIAN FORMULIR PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON X1 = 1000 Y1 = 1000 A12 = 30˚01’30” H2 = 250˚00’20” H3 = 175˚00’00” H4 = 170˚00’00” d12 = 30m d23 = 40m d34 = 38m. X. dapat di tulis sebagai berikut L=√[X²+Y²] http://www. sebuah pengukuran poligon tidak bisa dianggap benar (selalu ada kesalahan). atau dengan cara pembagian koreksi berdasarkan perbandingan jarak antar titik poligon di sudut tersebut dengan jumlah jarak semua titik d’/Σd*kβ Sedangkan untuk koreksi linier pada penghitungan poligon.

udinugroho. dimana sebuah koreksi sudut untuk poligon tertutup adalah sebagai berikut : Σβ = (n-2)180˚ Untuk poligon tertutup menggunakan sudut luar koreksi sudutnya adalah sebagai berikut Σβ = (n+2)180˚ dimana Σβ : Jumlah sudut Horisontal n : Jumlah titik poligon (Tititk refrensi juga termasuk titik poligon. jadi pada gambar ini untuk penentuan arah utara harus menambahkan satu titik referensi lagi atau dengan cara menggunakan sebuah kompas guna mengetahui pendekatan arah utara (bersifat kasar) Koreksi sudut Pada poligon di gambar sudut yang digunakan adalah sudut dalam.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. banyak titik yang digunakan beserta sebuah ketentuan yang diinginkan/permintaan akan sebuah standar ketelitian. perlu di ingat satu titik referensi tidak bisa menentukan arah utara. spek alat yang digunakan. PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON TERTUTUP Pada gambar di samping ini adalah jenis poligon tertutup yang mempunyai 5 titik detail dan satu titik referensi. XI. Sebuah kesalahan di dalam poligon dapat dikatakan wajar jika kesalahan itu masih dalam toleransi yang di tentukan berdasarkan. terkecuali referensi untuk penentu azimuth) http://www.com . jarak yang di tempuh.begitu juga untuk koreksinya kL=√[kX²+kY²] untuk perataanya berdasarkan dari jarak tersebut dengan jumlah jarak Koreksi Absis d’/Σd*kX Koreksi Ordinat d’/Σd*kY koreksi sering dijadikan tinjauan untuk mengetahui kualitas dari pengukuran poligon tersebut.

udinugroho.com . α akhir . PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON TERBUKA TERIKAT SEMPURNA Gambar di atas adalah sebuah poligon terbuka terikat sempurna. Untuk koreksi sudutnya dapat di katakan sebagai berikut.α awal = ΣH – (n+2)180˚ sedangkan untuk koreksi liniernya untuk Jarak Absis Xr3-Xr2 = Σdsin untuk jarak ordinatnya α α Yr3-Yr2 = Σdcos http://www. didalam poligon tertutup titik dimana alat itu mulai berdiri akan berakhir pada titik yang sama. maka koreksi liniernya adalah Koordinat awal harus sama dengan koordinat akhir Σdsinα = 0 Σdcosα = 0 XII. “terikat sempurna” hal ini disebabkan karena poligon ini mempunyai koreksi sudut dan linier dikeranakan pada poligon ini terdapat 4 buah titik referensi (sebagai penentu azimuth di awal dan di akhir poligon).com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.Koreksi Linier Koreksi linier adalah sebuah koreksi jarak.

PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON TERBUKA TIDAK TERIKAT SEMPURNA Poligon ini dikatakan tidak terikat sempurna dikarenakan akan tidak adanya sebuah koreksi sudut dalam penghitungannya. Dengan 3 buah titik referensi untuk Jarak Absis Xr3-Xr2 = Σdsin untuk jarak ordinatnya α α Yr3-Yr2 = Σdcos Dengan 2 buah titik referensi Dalam poligon ini dibutuhkan penghitungan azimuth awal terlebih dahulu dengan cara menggunakan azimuth sementara terlebih dahulu.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.XIII. untuk koreksinya.udinugroho. caranya http://www. hal ini disebabkan oleh kurangnya titik referensi di saat pengukuran berlangsung.com .

detail 2.R2’) 5.udinugroho. Contoh 80˚ 2. Tentukan azimuth sementara terlebih dahulu (sembarang).com . Cari selisih antara AR1.1 = AR1.R2’ + Asementara Setelah azimuth awal diketahui.R2’ 6. Untuk koreksi liniernya : untuk Jarak Absis Xr2-Xr1 = Σdsin untuk jarak ordinatnya α α Yr2-Yr1 = Σdcos http://www.R2 dengan AR1.R2) dan azimuth R1 ke R2’ (AR1. Hitung Azimuth awal sebenarnya. Cari azimuth R1 ke R2 (AR1.1. Contoh : R2’ 4. selanjutnya hitung kembali koordinat tersebut menggunakan koordinat yang baru anda dapat.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. hingga titik referensi R2 3.R2 – AR1. Beri nama baru untuk titik hasil penghitungan koordinat R2 dengan Azimuth sementara. Hitung koordinat detail 1. lihat gambar : AR1.

1. koreksi liniernya seperti penghitungan poligon terbuka tidak terikat sempurna dengan 2 buah titik referensi.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail. PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON TERBUKA TIDAK TERIKAT Pada poligon ini sama sekali tidak ada sebuah koreksi. Penghitungannyapun hanya seperti penghitungan detail secara parallel (continous).com .XIV. PENGHITUNGAN KOORDINAT POLIGON TERTUTUP MENGGUNAKAN 2 ATAU LEBIH TITIK REFERENSI Penghitungan poligon ini tergantung dari bentuk poligon dan letak titik referensi yang ada. Setelah azimuth awal terhitung bagi poligon tersebut menjadi 2 jalur poligon Poligon R1-R2 dan Poligon R2-R1 4. untuk gambar diatas penghitungannya melewati 4 tahap penghitungan. biasanya hanya mengunakan atau memperbanyak sebuah kontrol lebih di saat pengukuran di lapangan. Hitung kembali dengan azimuth awal dari penghitungan di nomor 3. langkah selanjutnya adalah penentuan azimuth awal seperti penghitungan poligon terbuka tidak terikat sempurna dengan 2 buah titik referensi 3. http://www.udinugroho. Hitung koreksi sudut tersebut dengan metode koreksi sudut poligon tertutup 2. hal ini di sebabkan karena tidak adanya titik ikat pada ujung poligon (poligon ini sering di sebut juga titik bantu). Setelah terkoreksi. XV.

5˚)] untuk menit [=int((30.com/ E-mail: udinugroho@rocketmail.udinugroho.5˚ = 30˚30’00” : untuk derajat [=int(30.5˚-int(30.XVI.5-int(30.5˚-int(30.5˚)-int((30. PENGAPLIKASIAN EXCEL DALAM PENGHITUNGAN POLIGON • DsinA : [=d*sin(radians(A))] • DcosA : [=d*cos(radians(A))] • Arctan(B) : [=degress(atan(B))] • 30˚30’00” = 30.5˚))*60)] untuk detik [=((30.com .5˚ : [=30+30/60+0/3600] • 30.5˚))/60)*3600) http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->