ETIKA DALAM BISNIS

ANDERSON GUNTUR KOMENAUNG
Fakultas Ekonomi dan Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi, Manado Email: komeguntur@yahoo.com

ABSTRACT Ethics is a branch of philosophy related with kindliness or rightness or morality of behavior of human being. In this understanding ethics interpreted as rules which cannot be impinged from behavior which accepted by society as well or bad. While determination of good and bad is a problem always change. Ethics of business is standards of value becoming reference or guidance of manager and whole employees in decision making and operate business which ethics. Ethics paradigm and business is world differ its time has come altered to become ethics paradigm related to business or synergy between ethics and profit. Exactly in tight competition era, company reputation which good and based on by business ethics is an advantage competitive which difficult to be imitated. Therefore, ethics behavior is needed to reach long-range success in a business. Key Words: Ethics, Business, Moral ABSTRAK Etika adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan ”kebaikan (rightness)” atau moralitas (kesusilaan) dari perilaku manusia. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai baik atau buruk. Sedangkan Penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika dengan laba. Justru di era kompetisi yang ketat ini, reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru. Oleh karena itu, perilaku etik penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. Kata Kunci: Etika, Bisnis, Moral PENDAHULUAN Permasalahan Etika dalam Bisnis Beberapa hari terakhir ada dua berita yang mempertanyakan apakah etika dan bisnis berasal dari dua dunia berlainan. Pertama, melubernya lumpur dan gas panas di Kabupaten Sidoarjo yang disebabkan eksploitasi gas PT Lapindo Brantas. Kedua, obat antinyamuk HIT yang diketahui memakai bahan pestisida berbahaya yang dilarang penggunaannya sejak tahun 2004. Dalam kasus Lapindo, bencana memaksa penduduk harus ke rumah sakit. Perusahaan pun terkesan lebih mengutamakan penyelamatan aset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. Pada kasus HIT, meski perusahaan pembuat sudah meminta maaf dan berjanji akan menarik produknya, ada kesan permintaan maaf ituklise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker itu terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran. Atas kasus-kasus itu, kedua perusahaan terkesan melarikan diri dari tanggung jawab. Sebelumnya, kita semua dikejutkan dengan pemakaian formalin pada pembuatan tahu dan pengawetan ikan laut serta pembuatan terasi dengan bahan yang sudah berbelatung. Dari kasus-kasus yang disebutkan sebelumnya, bagaimana perusahaan bersedia melakukan apa saja demi laba. Wajar bila ada kesimpulan, dalam bisnis, satu-satunya etika yang diperlukan hanya sikap baik dan sopan kepada pemegang saham. Harus diakui, kepentingan utama bisnis adalah menghasilkan keuntungan

Tylenol dilempar kembali ke pasaran dengan penutup lebih aman dan produk itu segera kembali menjadi pemimpin pasar (market leader) di Amerika Serikat. belakangan beberapa akademisi dan praktisi bisnis melihat adanya hubungan sinergis antara etika dan laba. berargumen bahwa perusahaan-perusahaan yang memiliki pemimpin yang menerapkan standar etika dan moral yang tinggi terbukti lebih sukses dalam jangka panjang. Unilever. terutama melalui pemerintah. Peran masyarakat. jurnal Business and Society Review menulis bahwa 300 perusahaan besar yang terbukti melakukan komitmen dengan publik yang berlandaskan pada kode etik akan meningkatkan market value added sampai duatiga kali daripada perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa. sudah saatnya kita merenungkan kembali cara pandang lama yang melihat etika dan bisnis sebagai dua hal berbeda. para pengusaha dan praktisi bisnis harus belajar untuk berpikir jangka panjang. Hal sama juga dikemukakan miliuner Jon M Huntsman. Menurut mereka. tujuh orang dinyatakan mati secara misterius setelah mengonsumsi Tylenol di Chicago.maksimal bagi shareholders. Fokus itu membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan. Memang beretika dalam bisnis tidak akan memberi keuntungan segera. 2006) penulis buku Moral Intelligence. Dikatakan. Namun. Namun. media. justru di era kompetisi yang ketat ini. mendongkrak profitability. menemukan bahwa pengembangan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan environmental compliance bisa menaikkan EPS (earning per share) perusahaan. karena kesigapan dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan. ternyata Tylenol itu mengandung racun sianida. perusahaan itu berhasil membangun reputasi bagus yang masih dipercaya hingga kini. Di tahun 1999. J&J segera menarik 31 juta botol Tylenol di pasaran dan mengumumkan agar konsumen berhenti mengonsumsi produk itu hingga pengumuman lebih lanjut. sebuah konsorsium yang terdiri dari Volvo. seperti riset yang dilakukan oleh DePaul University di tahun 1997 menemukan bahwa perusahaan yang merumuskan komitmen korporat mereka dalam . Setelah diselidiki. Karena itu. 2005 (dalam Itpin. Begitu kasus itu diselesaikan. FBI. Sebuah studi selama dua tahun yang dilakukan The Performance Group. Salah satu kasus yang sering dijadikan acuan adalah bagaimana Johnson & Johnson (J&J) menangani kasus keracunan Tylenol tahun 1982. badan-badan pengawasan. Doug Lennick dan Fred Kiel. Imperial Chemical Industries. dan menjamin kemudahan dalam mendapatkan kontrak atau persetujuan investasi. 2006) dalam buku Winners Never Cheat. Hasilnya membuktikan. dan Gerling. LSM. dan FDA (BPOMnya Amerika Serikat) menyelidiki kasus itu. J&J bekerja sama dengan polisi. Secara jangka panjang. Berkaca pada beberapa contoh kasus itu. dan konsumen yang kritis amat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan etika bisnis berbagai perusahaan di Indonesia. Biaya yang dikeluarkan J&J dalam kasus itu lebih dari 100 juta dollar AS. Bukti lain. reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru. Pada kasus itu. Deutsche Bank. 2005 (dalam Itpin. kunci utama kesuksesan adalah reputasinya sebagai pengusaha yang memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain. Meski penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui pihak yang bertanggung jawab. filosofi J&J yang meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan berbuah keuntungan lebih besar kepada 3 perusahaan. Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis. Monsanto. Electrolux. keracunan itu disebabkan oleh pihak lain yang memasukkan sianida ke botol-botol Tylenol.

Praktik Bisnis Masih Abaikan Etika Rukmana (2004) menilai praktik bisnis yang dijalankan selama ini masih cenderung mengabaikan etika. Sedangkan wilayah hukum adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggungjawabkan di depan pengadilan. dan pelanggaran hak asasi manusia. Jangankan masalah etika dan moral. Rukmana mengakui beberapa pelaku usaha memang sudah ada yang mampu menerapkan etika bisnis tersebut. sekarang sampai ke meja-mejanya dikorupsi adalah bentuk moral hazard di kalangan ekit politik dan elit birokrasi. Mengenai implementasi etika bisnis tersebut. meski tidak "mengenal" sistem syariah. masalah tertib hukum pun masih belum banyak mendapat perhatian. 2006). Korupsi. maka implementasinyapun berbeda pula. Keberadaan etika dan moral pada diri seseorang atau sekelompok orang sangat tergantung pada kualitas sistem kemasyarakatan yang melingkupinya. maka masalah itu haruslah didekati secara hukum. Hal ini mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan. pencemaran lingkungan.menjalankan prinsip-prinsip etika memiliki kinerja finansial (berdasar penjualan tahunan/revenue) yang lebih bagus dari perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa (lihat Iman. dan meminjam istilah guru bangsa yakni Gus Dur. kualitas etika dan moral seseorang atau sekelompok orang sewaktu-waktu dapat berubah. tetapi sebagai sebuah variabel yang sangat rentan terhadap pengaruh kualitas sistem kemasyarakatan. namun potensinya cukup tinggi. justru sangat lumrah di negeri ini untuk menyimpulkan bahwa berbisnis sama artinya dengan menyiasati hukum. Akibatnya. Walaupun seseorang atau sekelompok orang dapat mencoba mengendalikan kualitas etika dan moral mereka. Akan tetapi memang itulah kesalahan kedua dalam memahami masalah etika dan moral di Indonesia. para pebisnis di Indonesia tidak dapat lagi membedakan antara batas wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum. Terapi ini semua adalah pemahaman. Dalam kaitan dengan etika bisnis. Namun. Baswir (2004) berpendapat bahwa pembicaraan mengenai etika dan moral bisnis sesungguhnya tidak terlalu relevan bagi Indonesia. sama sekali tidak dapat dibenarkan bila masalah korupsi masih didekati dari sudut etika dan moral. Sebaliknya. kolusi. baik itu untuk usaha perbankan maupun asuransi syariah. karena pemahaman dari masing-masing pelaku usaha mengenai etika bisnis berbeda-beda selama ini. terutama bisnis berbasis syariah. segmen pasar konvensional. dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya di tingkat pusat dan sekarang meluas 4 sampai ke daerah-daerah. Padahal segmen pasar dari ekonomi syariah cukup luas. korupsi yang sebelumnya di bawah meja. Sebagai misal. Wilayah etika dan moral adalah sebuah wilayah pertanggungjawaban pribadi. Demikian halnya dengan masalah penggelapan pajak. Pencampuradukan antara wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum seringkali menyebabkan kebanyakan orang Indonesia 5 tidak bisa membedakan antara perbuatan yang semata-mata tidak sejalan dengan kaidah-kaidah etik dan moral. . Dicontohkan. Karena masalah korupsi sudah jelas dasar hukumnya. rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktik-praktik bisnis tidak terpuji atau moral hazard. baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan kelompok. dengan perbuatan yang masuk kategori perbuatan melanggar hukum. pemahaman para pelaku usaha terhadap ekonomi syariah selama ini masih cenderung pada sisi "emosional" saja dan terkadang mengkesampingkan konteks bisnis itu sendiri. implementasi dan investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit politik.

• Morality: A system or doctrine of moral conduct which refers to principles of right and wrong in behavior. justice. menyebutkan: Ethics is a philosophical term derived from the Greek word “ethos. therefore. Jadi kata moral dan etika penggunaannya sering dipertukarkan dan disinonimkan. Ethics can also be regarded as a set of moral principles or values.Why Giants Fall. This definition is germane to effective leadership in organizations in that it connotes an organization code conveying moral integrity and consistent values in service to the public. dan agama. susila. layak. yang sebenarnya memiliki makna dan arti berbeda.Ethics and Stakeholder Management (Caroll & Buchholtz. ”business ethics is ethical standards that concern both the ends and means of business decision making”.” meaning character or custom. Business ethics. a culture. 2006): Ethics is the discipline that deals with what is good and bad and with moral duty and obligation. Sementara itu etika. Demikian pula perusahaan yang memiliki etika bisnis pasti manajernya dan segenap karyawan memiliki moral yang baik. Morality is a doctrine or system of moral conduct. akhlak. actions. susila (su=baik. Steade et al (1984: 701) dalam bukunya ”Business. is concerned with good and bad or right and wrong behavior that takes place within a business context. yaitu: • Ethics: Is the discipline that deals with what is good and bad and with moral duty and obligation. tata susila. Definisi etika bisnis menurut Business & Society . beliefs. and equity. Sim (2003) dalam bukunya Ethics and Corporate Social Responsibility . It also compares and contrasts different moral codes. Moral dilandasi oleh etika. and justify basic moral principles that are intended to guide behavior. Normative ethics seeks to uncover. Uno (2004) membedakan pengertian etika dengan etiket. develop. Etiket (sopan santun) berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Etika bisnis sendiri terbagi dalam: • Normative ethics: Concerned with supplying and justifying a coherent moral system of thinking and judging. 2002) • Descriptive ethics: Is concerned with describing. berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya. and studying the morality of a people. ?: dalam Iman. Jika kata etika dikaitkan dengan kata bisnis akan menjadi Etika Binis (business ethics). berasal dari bahasa Latin. sila=dasar. and decisions (DeGeorge. or a society. sehingga orang yang memiliki moral pasti dilandasi oleh etika. Sedangkan Etik (Ethics) = etika. Concepts of right and wrong are increasingly being interpreted 6 today to include the more difficult and subtle questions of fairness. and values (Bunchholtz and . Moral conduct refers to that which relates to principles of right and wrong in behavior.BERBISNIS DENGAN ETIKA Epistemologi Etika Bisnis Menurut Kamus Inggris Indonesia Oleh Echols and Shadily (1992: 219). Its Natura and Environment An Introduction” memberi batasan yakni. • Ethical behavior: Is that which isaccepted as morally “good” and “right” as opposed to “bad” or “wrong” in a particular setting. Sedangkan secara etika (ethical) diartikan pantas. can also be regarded as a set of moral principles or values. practices. systems. beradab. Moral = moral. Moralitas = kesusilaan. characterizing. susila=dasar-dasar kebaikan). susila. Jadi. ada beberapa kata kunci di sini.

Namun. etika profesional (advokat. termasuk manajer. perilaku bisnis beretika merefleksikan hukum ditambah tindakan etika masyarakat. dan nilia-nilai seperti digambarkan pada Gambar 1. keputusan bahwa manajer membuat tentang pertanyaan yang bekaitan dengan etika adalah keputusan secara individual. Etika dan moral (moralitas) sering digunakan secara bergantian dan dipertukarkan karena memiliki arti yang mirip. seperti etika kedokteran. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. mereka harus dapat diterima. beberapa penduduk menyamakan perilaku secara etik (ethical behavior) dengan perilaku legal (legal behavior) – yaitu. yang mana di dalam moralitas terkandung suatu elemenelemen normatif yang tidak dapat dielakkan/dihindari (inevitable normative elements). Akhirnya. Dalam hal ini. moral (kesusilaan). Kata etik juga berhubungan dengan objek kelakuan manusia di wilayah-wilayah tertentu. Secara nyata.Rosenthal. jika suatu tindakan adalah legal (syah). mereka melihat batas-batas legal ini sebagai suatu titik pemberangkatan untuk perilaku bisnis dan tindakan manajerial. termasuk moral dan nilai-nilai individu dan masyarakat. tapi juga apa masyarakat seharusnya dikerjakan dan dipercaya. 2004). konflik . penyalur. Namun moral (morals) berbeda dari etika (ethics). (1984: 584) bahwa menunjuk sesuatu secara tepat yang merupakan perilaku bisnis secara etik bukanlah suatu tugas gampang. Catatan tanda kutip pada kata-kata baik dan buruk. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok. yaitu adanya suatu hubungan ”give-and take” antara apa yang ”legal” dan apa yang ”cara etik”. mengakui bahwa batas-batas legal pada bisnis harus dipatuhi. akuntan) dan lain-lain. Memang diakui oleh Steade et al. atau ”keharusan (oughtness)”. pembeli. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Disni ditekankan pada etika sebagai objek perilaku manusia dalam bidang bisnis. =+ Gambar 1 Elemen-Elemen Perilaku Bisnis Beretika [Sumber: Steade et al. Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Ini mungkin karena kata Greek ethosdari mana ”ethics” berasal dan kata latin mores dari mana ”morals” diturunkan keduanya artinya kebiasaan (habit) atau custom (adat). Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. etika bisnis. Dengan demikian. Pada gilirannya formulasi hukum mengikuti suatu tindak-tanduk etika masyarakat dan hasilnya secara per lahan 7 muncul dua. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai ”baik (good) atau buruk (bad)”. 1998). Kebanyakan penduduk. (1984: 584)] Etika adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan ”kebaikan (rightness)” atau moralitas (kesusilaan) dari kelakuan manusia. Keputusan ini merefleksikan banyak faktor. yang menimbulkan konskuensi. moral berhubungan dengan pembicaraan tidak hanya apa yang dikerjakan. Elemen-elemen normatif ini. yang berarti menekankan bahwa penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. pemakai dan lain-lain (Dalimunthe.

menyesatkan yang disengaja dengan mengucapkan atau melakukan kebohongan. atau agama. adalah tindakan berupa menawarkan. manajer bisnis ditantang meningkatkan sensitivitas mereka terhadap permasalahan etika. makin hari semakin meningkat. Properti tersebut dapat berupa property fisik atau konseptual. jenis kelamin. tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. pelaku bisnis menggunakan nilai-nilai dalam pembuatan keputusan secara etik apakah mereka menyadarinya atau tidak. Nilai-nilai (values) adalah standar kultural dari perilaku yang diputuskan sebagai petunjuk bagi pelaku bisnis dalam mencapai dan mengejar tujuan. yang masingmasing dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. atau meminta sesuatu yang berharga dengan tujuan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. adalah merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan hak kita atau mengambil property milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. maupun 'pembayaran kembali' setelah transaksi terlaksana. memberi. Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya. dorongan dengan paksa atau dengan menggunakan jabatan atau ancaman. adalah perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang-orang tertentu yang disebabkan oleh ras.dengan aspek-aspek perubahan etika bisnis. 4. Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Langkah apa yang harus ditempuh?. menerima. Pentingnya Etika dalam Dunia Bisnis Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Penipuan (Deception). ingkar janji. Pemberian cash atau penggunaan callgirls dapat dengan mudah dimasukkan sebagai cara suap. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination). tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabaian para pengusaha terhadap etika bisnis. Semakin lama. Paksaan (Coercion). Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Pencurian (Theft). 3. Suatu kegagalan untuk memperlakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan yang beralasan antara mereka yang 'disukai' dan tidak. Kalau sudah demikian. tetapi pemberian hadiah (gift) tidak selalu dapat disebut sebagai suap. batasan. pemecatan. 2. tidak mengindahkan kepentingan masyarakat. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. 5. Etika Bisnis: Suatu Kerangka Global Masalah etika dalam bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: Suap (Bribery). Pencurian (Theft). tergantung dari maksud dan respons yang diharapkan oleh pemberi hadiah. Sebagai bagian dari masyarakat. adalah tindakan memperdaya. adalah tekanan. Suap kadangkala tidak mudah dikenali. Paksaan (Coercion). baik . Suap (Bribery). atau penolakan industri terhadap seorang individu. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)(lihat Nofielman. Coercion dapat berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan. ?). Tindakan mark up. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Penipuan (Deception). 'Pembelian' itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang. Dengan demikian. kewarganegaraan. pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Mereka menekankan pada evaluasi secara kritis prioritas nilai-nilai mereka untuk melihat bagaimana ini pantas dengan realitas dan harapan organisasi dan masyarakat.

tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Pentingnya etika bisnis tersebut berlaku untuk kedua perspektif. Dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etik dalam pengambilan keputusan.etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. (b) Kebebasan memilih dalam perdagangan barang dan jasa. Dalam Iingkup ini perilaku etik identik dengan kepercayaan atau trust. Dalam Iingkup mikro terdapat rantai relasi di mana supplier. Perspektif Bisnis Mikro. Perspektif Makro. Hal ini akan mengakibatkan berkurangnya kebebasan memilih dengan cara mempengaruhi pengambil keputusan. c. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi (dampak) keputusan tersebut. karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang. karyawan saling berhubungan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada Iingkup makro. ketika dunia usaha melaju pesat. Perilaku etik penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. sehingga kepercayaan yang mendasari hubungan bisnis dapat terjaga dengan baik. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan daripada etika normatif. Coercive act. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara. Akibatnya. Pecurian dan penggelapan e. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. yang akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pertumbuhan suatu negara tergantung pada market system yang berperan lebih efektif dan efisien daripada command system dalam mengalokasikan barang dan jasa. ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan. baik lingkup makro maupun mikro. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutan yang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga. Mengurangi kompetisi yang efektif antara pelaku bisnis dengan ancaman atau memaksa untuk tidak berhubungan dengan pihak lain dalam bisnis. dan (c) Ketersediaan informasi yang akurat berkaitan dengan barang dan jasa Jika salah satu subsistem dalam market system melakukan perilaku yang tidak etis. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Deceptive information d. kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Standar moral merupakan tolok ukur etika bisnis. yaitu: (a) Hak memiliki dan mengelola properti swasta. Penyogokan atau suap. Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. Beberapa kondisi yang diperlukan market system untuk dapat efektif. Pengaruh dari perilaku tidak etik pada perspektif bisnis makro : a. maka hal ini akan mempengaruhi keseimbangan sistem dan menghambat pertumbuhan sistem secara makro. b. Pasalnya. konsumen. perusahaan. Tiap mata rantai penting dampaknya untuk selalu menjaga etika. yaitu: (1) Prinsip konsekuensi (Principle of Consequentialist) adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan keputusan. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam pengambilan keputusan. (2) Prinsip tidak konsekuensi (Principle of Nonconsequentialist) adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alasan . Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. Unfair discrimination. 2.

dan kesamaan. Pengendalian Diri Artinya. pelayanan dan barang penebus kerugian. Inilah etika bisnis yang "etik". yaitu keadilan yang terkait dengan retribution (ganti rugi) dan hukuman atas kesalahan tindakan. Jadi. tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. misalnya kehilangan nyawa manusia. Beban terdiri dari tugas kerja. dan (3) Keadilan kompensatoris. pajak dan kewajiban social. dan serasi. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. kesejahteraan. melainkan lebih kompleks lagi. bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan. 2. Benefit terdiri dari pendapatan. kejujuran. Tentudalam hal ini. baik pengusaha. jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masingmasing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak. (b) Prinsip Keadilan. maka etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Apabila moral merupakan suatu pendorong orang untuk melakukan kebaikan. Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis. Seseorang bertanggungjawab atas konsekuensi negatif atas tindakan yang dilakukan kecuali tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain. jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang. Dalam menciptakan etika bisnis.bukan akibat. yaitu keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar anggota kelompok sesuai dengan kontribusi tenaga dan pikirannya terhadap benefit. pekerjaan. Walau keuntungan yang diperoleh merupakan hak bagi pelaku bisnis. pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang atau memakan pihak lain dengan menggunakan keuntungan tersebut. Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. (2) Keadilan retributive. Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian. masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat. Disamping itu. yaitu keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan. yaitu keadilan yang biasanya terkait dengan isu hak. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak . Prinsip keadilan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: (1) Keadilan distributive. yaitu menjamin hak asasi manusia yang berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling melanggar hak orang lain. antara lain: (a) Prinsip Hak. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya moral dan etika. pendidikan dan waktu luang. pemerintah. selaras.

Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. 5. Koneksi. 9. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. Menciptakan Persaingan yang Sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. 3. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. dll. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang. tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah. tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa datang. sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. 7.memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. 6. 8. Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan main Bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan . kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. 4. Kongkalikong. tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar Artinya. Namun demikian bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi. Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. kesehatan. sementara ada "oknum". Jadi. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan Pengusaha Untu menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah. jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Menghindari Sifat 5K (Katabelece. Mempertahankan Jati Diri Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. terutama dalam hal pendidikan. pemberian latihan keterampilan.

Pada akhirnya. Tiga Prinsip Universal Kasus yang paling gampang adalah Enron. Enron kemudian tersungkur kolaps pada tahun 2001. Etika bisnis menyangkut moral. dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Memelihara Kesepakatan Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan Kesadaran dan rasa Memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. kontrol diri. prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Itu berupa senyum -. tidak menyalahgunakan kedudukan. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Seleksi alam akhirnya . toleran. Sebagai salah satu perusahaan yang menikmati booming industri energi di tahun 1990an. 16 Sebagai sebuah entitas bisnis. kemudian dikonversi dalam energi listrik. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudahdirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. 11. dan tidak memotong pembicaraan orang lain. maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya. pelanggan. kreditur. mengikuti peraturan yang ada di pasar dengan sebagaimana mestinya. Seiring booming industri energi. meningkatkan efisiensi kerja. tidak lekas tersinggung. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Enron sukses menyuplai energi ke pangsa pasar yang begitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. sikap menghadapi rekan-rekan bisnis. Kalau dilihat dari siklus bisnisnya. menimbulkan rasa saling menghargai. etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan. kekayaan. Menuangkan ke dalam Hukum Positif Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Enron memosisikan dirinya sebagai energy merchants: membeli natural gas dengan harga murah. seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah. Enron meninggalkan prestasi dan reputasi baik tersebut. Tepat satu tahun setelah California energy crisis. hak-hak dan kewajiban. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak. maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Enron pada awalnya adalah anggota pasar yang baik.sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih. sebuah perusahaan enerji yang sangat bagus. Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor. dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Sedangkan berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika."kecurangan" demi kepentingan pribadi. 10. Dengan kata lain. kontak sosial. jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. Sebagai perusahaan Amerika terbesar kedelapan. Ahli pemberdayaan kepribadian Uno (2004) menjelaskan bahwa mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. lalu dijual dengan mengambil profit yang lumayan dari markup sale of power atau biasa disebut “spark spread“.

kelak itulah yang Dia petik. 31 Hal. Oleh karena itu. 2004. Dalam Kompas 1 Oktober 2005. 5 th Ed. Etika dan Bisnis. Etika Bisnis. Jakarta. prinsip universal yang telah ada sejak awal sejarah. reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah competitive advantage yang sulit ditiru.A and S. Echols. Menuai. 2006. kan? Apa enaknya hidup penuh tipu-tipu yang tidak akan pernah menentramkan batin. Jakarta. Buchholtz. sementara yang buruk akan mendapat punishment. Mulkhan. Dalimunthe. DAFTAR PUSTAKA Baswir. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai ”baik (good” atau buruk (bad)”. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Dalam Agama Hindu rangkuman ketiga hukum besi ini tidak lain adalah ”Karma. ”Hukum SebabAkibat”. 2. Mohammad.Pahala”.J. sebaliknya jika perbuatan baik mereka taburkan maka hasil perbuatan baik yang akan mereka tuai atau hasilkan. Jika seseorang berbuat jahat terhadap orang lain. termasuk pelakupelaku bisnis kotor atau tidak beretika yang penuh tipu-tipu yaitu. Dalam Website Google: Etika Bisnis dan Pengembangan Iptek. Etika Bisnis.J. apapun yang diperbuat oleh seseorang. Penerbit PT Gramedia. Upper Saddle River. Upper Saddle River. R. sedangkan yang jujur tidak akan pernah hancur dan menunggu waktu saja untuk mujur. Justru di era kompetisi yang ketat ini.: Prentice-Hall. Pengantar ke Djalan Ilmu dan Pengetahuan. Menabur. Revrisond. Dalam Kompas Senin. ”Aksi-Reaksi”. 08 Maret 2004.berlaku. Abdul Munir. Nofie ?. Hatta. Kamus Inggris Indonesia. Etika Welas Asih dan Reformasi Sosial Budaya Kiai Ahmad Dahlan. Rita F. perilaku etik penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. Jumat 30 Juni 2006. N. Jakarta. Kasus Enron membuktikan bahwa pelaku bisnis yang curang akan menunggu waktu saja masuk jurang. Artinya. Aksi. Pengantar Etika Bisnis. R. 1998. lman. 2004. Bisa saja kita menipu seseorang. tetapi tak akan mungkin selamanya menipu. PT. Termasuk juga pihak-pihak yang mendukung tercapainya hal tersebut — dalam hal ini Arthur Andersen. 1992. Penerbit PT Gramedia. Dalam Website Google: Etika Bisnis . Nofie. Dalam Kompas. N. John M and Shadily.: Prentice Hall. Hal ini dijastifikasi oleh hukum besi yang tidak bisa dielakkan oleh siapan karena menyangkut nasib manusia. di mana Karma = Sebab. 3. B. Penerbit PT Gramedia. Business Ethics. maka hasil kejahatan yang akan mereka nikmati. It Pin. dan ”Menabur-Menuai” adalah kebenaran sepanjang zaman. 1960. Etika adalah suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan ”kebaikan (rightness)” atau moralitas (kesusilaan) dari perilaku manusia. Pembangunan Djakarta. Business Ethics. PENUTUP 1. DeGeorge. Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika 17 dengan laba. 2005. Rosenthal. 2002. Sedangkan Penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. Hasan. Perusahaan yang bagus akan mendapat reward. Reaksi. dan Pahala = Akibat.

Dalam Kompas. Yuyun.. 2004. Richard D. 2003. Mien R. Suria Sumantri. Raymond E. Jangan Bernapas dalam Lumpur. Dalam Website Google: Etika Bisnis dan Pengembangan Iptek. sabtu 6 Maret 2004. BUSINESS. Lowry James R. 2006. Etika Bisnis dalam Prinsip Ekonomi Syariah. Makalah Disajikan pada Seminar “Etika Bisnis Dalam Pandangan Islam” yang Diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Bandung. Penerbit PT Sinar Harapan. 2002. Rukmana.729 p. South-Western Publishing Co. Cincinnati-Palo Alto. Jakarta. and Gloss. Minggu 21 April 2002. 2004. Nofie. Iman. Greenwood Press. Dalam Website Google: Etika Bisnis dan Pengembangan Iptek. Penerbit Pt Gramedia. Jakarta. R. Sularto.Why Giants Fall. 2005. Ethics and Corporate Social Responsibility . California.. C. Etika Bisnis dan Bisnis Beretika.T. 1984. Pengembangan Iptek tidak Bisa Liar. St. Steade. Pengantar Filsafat Ilmu. Uno. .dan Pengembangan Iptek. Its Nature and Environment An Introduction. Sims.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful