P. 1
Masuknya Islam Ke Spanyol

Masuknya Islam Ke Spanyol

|Views: 1,078|Likes:
Published by kangmas win

More info:

Published by: kangmas win on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Masuknya Islam ke Spanyol Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang

khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Umat Islam sebelumnya telah menguasasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu'man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko. Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol. Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Marokko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim

wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri . Raja Roderick dapat dikalahkan. Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Sebelum Thariq menaklukkan kota Toledo. Creta. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya. Rhodes. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel. kondisi sosial. Dengan suatu pasukan yang besar. Selanjutnya. ia berangkat menyeberangi selat itu. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan. seperti Cordova. dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic.Khalifah al-Walid. telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah. ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair di Afrika Utara. dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad. termasuk bagian utaranya. Setelah Musa berhasil menaklukkan Sidonia. Corsia. Dengan dikuasainya daerah ini. Sesudah itu. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini. Untuk itu. mulai dari Saragosa sampai Navarre. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar. Sardinia. Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12. Poiter. Theodomir di Orihuela. dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah Majorca. Akan tetapi. ia menyerang kota Bordesu. tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. masih juga terdapat penyerangan-penyerangan. politik. dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Secara politik. keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol. diantara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel. 100. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting. Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Musa ibn Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. ia bergabung dengan Thariq di Toledo. seperti ke Avirignon tahun 734 M. pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah alGhafiqi. Selanjutnya. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah. dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Seville. Karmona.000 orang. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz tahun 99 H/717 M. maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol. Dengan pasukannya. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah. ke Lyon tahun 743 M.000 orang.

industri dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material. keadilan. dan kesejahteraan. Tariq dan Musa. sewaktu Spanyol berada di bawah pemerintahan Romawi. Berkenaan dengan itu Amer Ali. Ketika Islam masuk ke Spanyol. perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas. dan antara satu daerah dan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan. mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol. beberapa pabrik ditutup. kakak dan anak Witiza. sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan. Perpecahan itu amat banyak coraknya. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaum muslimin. sementara Witiza. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick. kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Di dalam situasi seperti itu. seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan. dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. ketertindasan. Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo. kebersamaan. pertanian maju pesat. yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin. Yang tidak bersedia disiksa. Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap. ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Yahudi. ekonomi. kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas. berkat kesuburan tanahnya. Akan tetapi. Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam. dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri. Padahal. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila. Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif. setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth. Demikian juga pertambangan. . Akibat perlakuan yang keji. dan dibunuh secara brutal. koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Di sisi lain. tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic.kecil. Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M. yaitu aliran Monofisit. Buruknya kondisi sosial. dan ketiadaan persamaan hak. apalagi terhadap penganut agama lain. diberhentikan begitu saja.

bersatu. paman Nabi Muhammad SAW. :: Masa Kemajuan Islam (650-1000 M) . yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar.Bangsa Mongol dan Dinasti Ilkhan Pada tahun 565 H/1258 M. tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Khalifah Al-Mu’tashim betul-betul tidak berdaya. maka negeri itu adalah Mesir yang ketika itu berada di bawah kekuasaan dinasti Mamalik :: Serangan-Serangan Timur Lenk (Masa Kemunduran) Timur Lenk merupakan keturunan Mongol yang sudah masuk Islam. Mereka pun cakap. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat. dimana pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). yang diperoleh melalui kekerasan. persaudaraan. yaitu toleransi. diplomasi dan tipu daya. tentaranya kompak. dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. dan penuh percaya diri. dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang demokratis. :: Masa Kemunduran (1250 -1500 M) . :: Khilafah Bani Abbas (Masa Kemajuan Islam) Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah Umayyah. tokon-tokoh pejuang dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. yaitu Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas.Khilafah Rasyidah Khilafah Rasyidah merupakan pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam. dimana sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman masih melekat kuat. :: Dinasti Mamalik di Mesir (Masa Kemunduran) Kalau ada negeri Islam yang selamat dari kehancuran akibat serangan-serangan bangsa Mongol.Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa. berani. baik serangan Hulagu Khan maupun Timur Lenk. dimana pendiri dari khilafah ini adalah keturunan Al-Abbas. . Umar bin Khattab. dan tolong menolong.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. :: Khilafah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam) Khilafah Bani Umayyah berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah.

untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah di Baitul Maqdis yang dikuasai oleh Penguasa Seljuk yang menetapkan beberapa peraturan yang memberatkan bagi Umat kristen yang hendak berziarah ke sana.:: Sebab-sebab Kemunduran Pemerintahan Bani Abbas (Masa Disintegrasi) Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya. propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. sedangkan kekusaan dapat didirikan di pusat maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. dengan membiarkan jabatan tetap dipegang bani Abbas. tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan. tidak adanya ideologi pemersatu. baik dalam hubungan politik. sosial. dengan berbagai cara diantaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh. :: Penyebab Kemunduran dan Kehancuran Beberapa penyebab kemunduran dan kehancuran Umat Islam di Spanyol di antaranya konflik Islam dengan Kristen. :: Masa Disintegrasi (1000-1250 M) -. :: Pengaruh Peradaban Spanyol Islam di Eropa Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa dalam meneyerap peradaban Islam. pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun. karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. banyak prestasi yang . :: Perang Salib (Masa Disintegrasi) Perang Salib (perang suci) ini terjadi pada tahun 1905.Dinasti-Dinasti yang Memerdekakan Diri dari Baghdad Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu. kesulitan ekonomi. :: Perebutan Kekuasaan di Pusat Pemerintahan (Masa disintegrasi) Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. dan keterpencilan. terutama di bidang politik. saat Paus Urbanus II berseru kepada Umat Kristen di Eropa untuk melakukan perang suci. :: Kemajuan Peradaban Umat Islam di Spanyol telah mencapai kejayaan yang gemilang. maupun perekonomian dan peradaban antar negara.

umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M). dimana pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun).720 M) dan Hasyim ibn Abd al-Malik (724. Khilafah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam) Khilafah Bani Umayyah berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah. :: Islam di Spanyol dan Pengaruhnya Terhadap Renaisans di Eropa Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasasaan Islam di Spanyol. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik. namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. kepada kemajuan yang lebih kompleks.743 M). diplomasi dan tipu daya. salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Dia menyebutnya "khalifah Allah" dalam pengertian "penguasa" yang diangkat oleh Allah. yang diperoleh melalui kekerasan. dimana tiap periode mempunyai corak pemerintahan dan dinamika masyarakat tersendiri :: Masuknya Islam ke Spanyol Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M). bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan juga dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks. dan kemudian dunia.705 M). bahkan pengaruhnya membawa Eropa. Thariq ibn Ziyad.mereka peroleh. dan Musa ibn Nushair. Umar ibn Abd al-Aziz (717. Sejarah panjang yang dilalui Umat Islam di Spanyol ini dapat dibagi menjadi enam periode. tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. terutama dalam hal kemajuan intelektual. Banyak prestasi yang mereka peroleh. Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Abd al-Malik ibn Marwan (685. dimana Umat Islam sebelumnya telah menguasasi Afrika Utara. :: Perkembangan Islam di Spanyol Perkembangan Islam di Spanyol yang berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. . Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah. Islam memainkan peranan yang sangat besar. al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M).

Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya. Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Poitiers. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi'e. dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours. dengan cepatnya dapat dikuasai. yaitu pada tahun 711 M. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Persia. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan. Irak. Di sebelah timur. dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Khawarizm. pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam pada zaman Bani Umayyah ini. Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Tunisia dapat ditaklukkan. pemimpin pasukan Islam. Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Tariq bin Ziyad. Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. baik di timur maupun barat. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Disamping daerah-daerah tersebut di atas. kemakmuran dan ketertiban. Di zaman Muawiyah. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh. Palestina. Untuk itu. daerah yang sekarang disebut Pakistan. dan Kirgis di Asia Tengah.Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Utsman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Ferghana dan Samarkand. Bukhara. Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. al-Ghafiqi terbunuh. Uzbek. Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Jazirah Arabia. sebagian Asia Kecil. Konstantinopel. Syria. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Abd al-Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Ibu kota Spanyol. Purkmenia. benua Eropa. Disamping ekspansi kekuasaan Islam. Khalifah Abd al-Malik juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan . Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman. Ia mulai dengan menyerang Bordeau. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium. jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri. Dengan demikian. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Kordova. Pada masanya. Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman al-Walid ibn Abdul Malik. serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Di zaman Umar ibn Abd al-Aziz. Umat Islam merasa hidup bahagia. Setelah al-Jazair dan Marokko dapat ditundukan. Namun. Afganistan. Afrika Utara. Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.

Abdullah ibn Zubair membina gerakan oposisinya di Makkah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid. pabrik-pabrik. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan ibn Ali ketika dia naik tahta. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putera mahkota menyebabkan munculnya gerakangerakan oposisi di kalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. Dalam pertempuran yang tidak seimbang di Karbela. Gerakan Abdullah ibn Zubair baru dapat dihancurkan pada masa kekhalifahan Abd al-Malik. Yang termashur diantaranya adalah pemberontakan Mukhtar di Kufah pada tahun 685-687 M. Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Ka'bah diserbu. lebih gigih dan tersebar luas. Gerakan mereka bahkan menjadi lebih keras. yang menyebutkan bahwa persoalan penggantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam.administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. sedang tubuhnya dikubur di Karbela. Banyak pemberontakan yang dipelopori kaum Syi'ah terjadi. Perlawanan orang-orang Syi'ah tidak padam dengan terbunuhnya Husein. sebuah daerah di dekat Kufah. semua orang terpaksa tunduk. ibn Zubair juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syi'ah. Bersamaan dengan itu. Namun. Kepalanya dipenggal dan dikirim ke Damaskus. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah. Syi'ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. Akan tetapi. yaitu umat Islam bukan Arab. Namun. Perlawanan terhadab Bani Umayyah dimulai oleh Husein ibn Ali. tentara Husein kalah dan Husein sendiri mati terbunuh. Dua pasukan bertemu dan pertempuran pun tak terhindarkan. Umat Islam di daerah ini tidak mengakui Yazid. . Ketika Yazid naik tahta. gerakan Abdullah ibn Zubair. Armenia dan lain-lain yang pada masa Bani Umayyah dianggap sebagai warga negara kelas dua. Mereka mengangkat Husein sebagai khalifah. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. Mukhtar terbunuh dalam peperangan melawan gerakan oposisi lainnya. Keberhasilan Khalifah Abd al-Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid ibn Abd al-Malik (705. Pada tahun 680 M. ia pindah dari Makkah ke Kufah atas permintaan golongan Syi'ah yang ada di Irak. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. Mukhtar mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali. kecuali Husein ibn Ali dan Abdulah ibn Zubair. Tentara Bani Umayyah dipimpin al-Hajjaj berangkat menuju Thaif. berasal dari Persia. peperangan terhenti karena Yazid wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus. Dengan cara ini. Tentara Yazid kemudian mengepung Makkah. kemudian ke Madinah dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Makkah. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. dia baru menyatakan dirinya secara terbuka sebagai khalifah setelah Husein ibn Ali terbunuh.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya.

Hisyam ibn Abd al-Malik (724-743 M). Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz (717-720 M). Keberhasilan memberantas gerakan-gerakan itulah yang membuat orientasi pemerintahan dinasti ini dapat diarahkan kepada pengamanan daerahdaerah kekuasaan di wilayah timur (meliputi kota-kota di sekitar Asia Tengah) dan wilayah Afrika bagian utara.Keluarga Zubair dan sahabatnya melarikan diri. dia menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya. Akan tetapi. Kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab. pada zamannya berubah menjadi kacau. 2. Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini. Selain gerakan di atas. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Pengaturannya tidak jelas. Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik. Daulat Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. bahkan membuka jalan untuk menaklukkan Spanyol. melarikan diri ke Mesir. Bani Abbas. pada tahun 750 M. ditangkap dan dibunuh di sana. Akhirnya. sementara ibn Zubair sendiri dengan gigih melakukan perlawanan sampai akhirnya terbunuh pada tahun 73 H/692 M. Marwan bin Muhammad.724 M). Ketika dinobatkan sebagai khalifah. Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. mampu menggulingkan dinasti Umawiyah dan menggantikannya dengan dinasti baru. dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi'ah. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abd al-Malik. khalifah terakhir Bani Umayyah. Sebenarnya Hisyam ibn Abd alMaiik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. kekuasaan Bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abd al-Malik (720. gerakan-gerakan anarkis yang dilancarkan kelompok Khawarij dan Syi'ah juga dapat diredakan. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Pajak diperingan. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut . Faktor-faktor itu antara lain adalah: 1. Sepeninggal Umar ibn Abd al-Aziz.

merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Kekuasaan dinasti Bani Abbas. atau khilafah Abbasiyah. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. 656 H (1258 M). Dimana pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. disebut pereode pengaruh Turki pertama. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. 5. 3. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. sosial dan budaya. sosial. dimana pendiri dari khilafah ini adalah keturunan Al-Abbas. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. sebagaimana disebutkan melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. disebut periode pengaruh Persia pertama. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd alMuthalib.Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. 4. . paman Nabi Muhammad SAW. sebagian besar golongan mawali (non Arab). 2. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi'ah.d. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. makin meruncing. yaitu Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas. Selama dinasti ini berkuasa. dari tahun 132 H (750 M) s. Khilafah Bani Abbas (Masa Kemajuan Islam) Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah Umayyah. Disamping itu. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. dam budaya. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M). golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. Disamping itu. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: 1. Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M). Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abass. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik.

Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya. pendiri dinasti ini sangat singkat. . 5.3. Masa pemerintahan Abu al-Abbas. berasal dari Balkh. yaitu dari tahun 750-754 M. Persia. pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik. Dia mengangkat sejumlah personal untuk menduduki jabatan di lembaga eksekutif dan yudikatif. pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata. keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad. Di sisi lain. untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu. Secara politis. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan perananya dengan tambahan tugas. Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M). Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M). dekat bekas ibu kota Persia. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua. masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak. dihukum mati pada tahun 755 M. Dia juga membentuk lembaga protokol negara. Pada masa al-Manshur. Di bidang pemerintahan. karena tidak bersedia membaiatnya. Untuk mengamankan kekuasaannya. Namun setelah periode ini berakhir. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan Penertiban pemerintahannya. Bagdad. Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M). masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. dekat Kufah. sekretaris negara. Dia dengan keras menghadapi lawan-lawannya dari Bani Umayyah. tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali. karena itu. Dengan demikian. dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator departemen. 4. Khawarij. tahun 762 M. Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah. dan juga Syi'ah yang merasa dikucilkan dari kekusaan. meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. dibunuh oleh Abu Muslim al-Khurasani atas perintah Abu Ja'far. Abu Muslim sendiri karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya. Clesiphon. jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Namun. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah. pembina sebenarnya dari daulat Abbasiyah adalah Abu Ja'far alManshur (754-775 M).

Turki di bagian lain Oksus dan India. dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. sosial. Rumah sakit. seperti alManshur adalah "gelar tahta". pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Ia juga banyak mendirikan sekolah. Popularitas daulat Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun al-Rasyid (786-809 M) dan puteranya al-Ma'mun (813-833 M).Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat. al-Mu'tashim (833-842 M). Dia berkata. khalifah berikutnya (833-842 M). Pada masa al-Manshur pengertian khalifah kembali berubah. berbeda dari daulat Umayyah. ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli. "Innama anii Sulthan Allah fi ardhihi (sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di bumi-Nya)". konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi sesudahnya merupakan mandat dari Allah. lembaga pendidikan dokter. Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu alAbbas dan Abu Ja'far al-Manshur. Kesejahteraan. Dengan demikian. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. al-Wasiq (842-847 M). salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait al-Hikmah. bukan pula sekedar pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al. pendidikan. Disamping itu. "gelar tahta" itu lebih populer daripada nama yang sebenarnya. Al-Ma'mun. Daylami di laut Kaspia. emas. Diantara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia. al-Hadi (775. al-Ma'mun (813-833 M). Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak. Disamping itu. pemandian-pemandian umum juga dibangun.786 M). Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosporus. Pada masa pemerintahannya. Bashrah menjadi pelabuhan yang penting. dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama genjatan senjata 758-765 M. pengganti al-Rasyid. Abu Ja'far. khalifah-khalifah Abbasiyah memakai "gelar tahta". kota Malatia. keterlibatan mereka dimulai sebagai . penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani. yaitu al-Mahdi (775-785 M). tembaga dan besi. maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya.Khulafa' al-Rasyiduun. Di pihak lain. Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial. Bizantium membayar upeti tahunan. Al-Mu'tashim. dan al-Mutawakkil (847-861 M). wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Harun alRasyid (786-809 M). bukan dari manusia. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi. Pada masa AlMa'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan. Terkecuali itu dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. memberi peluang besar kepada orangorang Turki untuk masuk dalam pemerintahan. kesehatan. dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. dan farmasi didirikan.

yang membawahi kepala-kepala departemen. yaitu lembaga pendidikan terendah. Perpustakaan pada masa itu lebih . Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. misalnya. gerakan Syi'ah. fiqh dan bahasa. dan konflik antar bangsa dan aliran pemikiran keagamaan. 3. Dalam bidang pendidikan. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. revolusi al-Khawarij di Afrika Utara. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. Akan tetapi. 2. Maktab/Kuttab dan masjid. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. Dalam penyelenggaraan negara. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab. di awal Islam. pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab. puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. Semuanya dapat dipadamkan. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. seperti tafsir. dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama. dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. gerakan Zindik di Persia. Tingkat pendalaman. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Sebelumnya. kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Ummayah. hitungan dan tulisan. ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. belum ada tentara khusus yang profesional. Tidak seperti pada masa daulat Umayyah. Ketika itu. Pada umumnya. 2.tentara pengawal. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat di zaman Bani Umayyah. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini. Disamping itu. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana. Dengan demikian. Walaupun demikian. Para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya. 1. Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad. lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat: 1. Sebagaimana diuraikan di atas. tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan. hadits. dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah.

ilmu matematika dan astronomi. Dalam bidang tafsir. bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu. sejak awal sudah dikenal dua metode. yaitu: 1. tafsir bi al-ma'tsur. bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H. Perkembangan logika di kalangan umat Islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. karena di samping terdapat kitab-kitab. penafsiran pertama. Kedua. Fase kedua berlangsung mulai masa khalifah al-Ma'mun hingga tahun 300 H. pada masa khalifah al-Manshur hingga Harun al-Rasyid. Imam-imam mazhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. 2. Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. terutama filsafat. (tafsir rasional).merupakan sebuah universitas. juga ditentukan oleh dua hal. sangat kuat di bidang pemerintahan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab. yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran daripada hadits dan pendapat sahabat. baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah. mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional . Bukubuku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu. Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah. kemajuan itu paling tidak. terutama setelah adanya pembuatan kertas. Fase pertama. yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran. maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Disamping itu. tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra'yi. Pada masa pemerintahan Bani Abbas. Karena itu. kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. di sana orang juga dapat membaca. Pengaruh Persia. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. sebagaimana sudah disebutkan. tafsir bi al-ra'yi. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. menulis dan berdiskusi. Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas. Disamping itu. Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. bangsa-bangsa non Arab banyak yang masuk Islam. filsafat dan sastra. terutama melalui gerakan terjemahan.

setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran rasional dalam Islam. yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen. Al-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya. Asy'ariyah. Aliran-aliran teologi sudah ada pada masa Bani Umayyah. besi dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. pemikiranpemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru dirumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama. Al-Fargani. Dalam lapangan astronomi terkenal nama al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama al-Razi dan Ibn Sina. menjadi Qadhi alQudhat di zaman Harun al-Rasyid. Akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. aliran tradisional di bidang teologi yang dicetuskan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. kimia dan sejarah. filsafat. yang dikenal di Eropa dengan nama Al. Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman. Diantara karyanya adalah al-Qoonuun fi al-Thibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah. kedokteran. Murjiah dan Mu'tazilah. menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. Ini terjadi. terutama di bidang astronomi. Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan alNazzam (185-221 H/801-835M). juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. Imam Malik (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. seperti Khawarij. terkenal nama Jabir ibn Hayyan. sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadits bekerja. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M). Teologi rasjonal Mu'tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum. Namun. Sesudahnya. Akan tetapi. karena pengikutnya tidak berkembang. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. ilmu kedokteraan berada di tangan Ibn Sina. Disamping empat pendiri mazhab besar tersebut. karena al-Asy'ari sebelumnya adalah pengikut Mu'tazilah. Abu Yusuf. pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak mujtahid mutlak lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan mazhab-nya pula.Faragnus.daripada hadits. Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibn al-Haythami. Menurut teorinya yang kemudian terbukti kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. Di bidang kimia. Berbeda dengan Abu Hanifah. Di bidang matematika . Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi. Penulisan hadits. Ibn Sina yang juga seorang filosof berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia.

Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat. Namun sayang. kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat. . sehingga Islam mencapai masa keemasan. etika dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Yang terkenal diantaranya ialah al-Syifa'. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas'udi. sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme. al-Jabr wa al-Muqoibalah. Islam mengalami masa kemunduran. antara lain al-Farabi. Ibn Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. kejayaan dan kegemilangan.terkenal nama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. kenegaraan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama. logika. yang juga mahir dalam bidang astronomi. banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Diantara karyanya adalah Muuruj al-Zahab wa Ma'aadzin al-Jawahir. dan Ibn Rusyd. setelah periode ini berakhir. Pada masa ini. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat. kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan. jiwa. Ibn Sina. Kata "aljabar" berasal dari judul bukunya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->